Sabtu, 3 Jan 2026

Beranda Publikasi Siaran Pers

Siaran Pers

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Siaran Pers

Akhir Tahun, Menteri LHK Silahturahmi ke PBNU

SIARAN PERS Nomor : SP. 441/HUMAS/PP/HMS.3/12/2017 Akhir Tahun, Menteri LHK Silahturahmi ke PBNU Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Minggu, 31 Desember 2017. Pekan terakhir menjelang tutup tahun 2017, Menteri LHK, Siti Nurbaya, memboyong jajaran eselon I dan para pakar, bersilaturahmi dengan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Kantor PBNU, jalan Kramat Raya, Jakarta, Sabtu (30/12/2017). Kedatangan Menteri LHK diterima langsung oleh Ketua PBNU Prof. Dr. KH. Said Akil Siroj, MA beserta jajarannya. Selain menggelar diskusi, pada kesempatan tersebut juga disepakati rencana kerjasama bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan. "Kami membicarakan banyak hal, terutama tentang rencana kerjasama membangun kesejahteraan masyarakat melalui kebijakan pemerintah, yakni Reforma Agraria dan akses Hutan Sosial," tutur Siti Nurbaya. KLHK sendiri terus menggesa pemberian akses legal pada rakyat untuk mengelola kawasan hutan, melalui program Perhutanan Sosial. Per 18 Desember 2017, akses legal lahan yang sudah terealisasi mencapai 1,33 juta ha dari target 4,38 juta ha hingga 2019. Pemerintahan Jokowi-JK juga telah mengalokasikan kawasan hutan seluas 12,7 juta hektar (10% dari luas kawasan hutan Indonesia) untuk masyarakat melalui program perhutanan sosial dengan skema Hutan Kemasyarakatan, Hutan Desa, Hutan Adat, Hutan Tanaman Rakyat dan Hutan Kemitraan. Program pemerintah ini, disampaikan Siti Nurbaya, telah sejalan dengan paparan yang disampaikan Ketum PBNU Said Akil, yang dalam kesempatan tersebut menyerahkan hasil Bahtsul Masail Maudhu'iyyah, Munas Konbes NU 2017 tentang Distribusi Lahan kepada Menteri LHK. Dijelaskan Said Akil bahwa salah satu dari tujuan hukum Islam atau maqashid syariah adalah hifdz an-nafs (memelihara jiwa) dan hifdz al-mal (menjaga harta). Salah satu bagian dari hifdz an-nafs adalah hidup layak, dan salah satu bagian dari hifdz al-mal adalah keseimbangan ekonomi (attawazun al-iqtishadi). Hal ini menunjukkan bahwa Islam adalah antiketimpangan, termasuk di dalamnya ketimpangan ekonomi. "Maka negara memiliki tanggung jawab besar menciptakan keseimbangan ekonomi melalui pendekatan preventif dan kuratif," kata Kiai Said. Menurutnya selama ini sudah terjadi ketimpangan sosial. Maka ada empat jalan keluar yang bisa dilakukan pemerintah. Pertama, menarik kembali tanah yang didistribusikan oleh pemerintah secara berlebihan. Kedua, menarik kembali tanah Hak Guna Usaha yang tidak dimanfaatkan atau dimanfaatkan tetapi tidak dijalankan sebagaimana mestinya. Ketiga membatasi Hak Guna Usaha untuk pengusaha, baik jumlah lahan maupun waktu pengelolaan dengan prinsip keadilan. Keempat, mendistribusikan tanah yang dikuasai negara untuk fuqara wal masakin (para fakir miskin), baik dalam bentuk tamlik atau ghairu tamlik (membagi dua) dengan prinsip keadilan. Dalam kesempatan ini juga, Siti Nurbaya kembali menegaskan, bahwa di era Presiden Jokowi, kini hak pengelolaan hutan benar-benar diperuntukkan bagi kesejahteraan rakyat. "Melalui Reforma Agraria, tanah kini diberikan izin legalnya kepada masyarakat petani. Sedangkan melalui Perhutanan Sosial, rakyat bisa mendapat akses untuk mendapatkan lahan dalam jangka waktu 35 tahun dan dapat diperpanjang dengan periode yang sama. Kini hak pengelolaan hutan sudah kembali untuk rakyat," tegas Siti Nurbaya. Selain membahas Reforma Agraria dan Perhutanan Sosial, juga dibahas kerjasama mengatasi persoalan sampah, perubahan iklim dan membentuk masyarakat peduli lingkungan. Siti Nurbaya mengatakan, semua program kerja KLHK tersebut akan lebih maksimal jika ada kerjasama antara pemerintah dengan kelompok masyarakat, terlebih lagi dengan ketokohan organisasi NU yang begitu luas. "Tadi kami juga membahas kerja lapangan pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan circular economy. Tindak lanjut disiapkan pada level teknis lapangan," lanjutnya. "Saya mengucapkan terimakasih dan apresiasi yang tinggi, atas kepedulian warga NU pada hutan dan lingkungan," pungkas Siti Nurbaya. Selanjutnya, kegiatan serupa juga akan dilaksanakan kepada PP Muhammadiyah dan MUI, sebagaimana telah diagendakan KLHK dalam rangka mewujudkan kebijakan keadilan ekonomi masyarakat. Selain Sekretaris Jenderal KLHK Bambang Hendroyono, dan para Dirjen, turut hadir mendampingi Menteri LHK, Penasehat Senior Menteri LHK, Sarwono Kusumaatmaja, Staf Khusus Menteri LHK Bidang Koordinasi Jaringan LSM dan Analisis Dampak Lingkungan, Hanni Adiati, Chalid Muhammad, dan Suryo Adi Wibowo. Sementara dari PBNU turut hadir Waketum H Maksum Mahfoedz, Ketua PBNU Sultonul Huda, Ketua Manan Suryaman, Wasekjen Andy Najmi, Wasekjen Imam Pituduh, Wasekjen Suwadi Pranoto, Ketua LPBI PBNU M Ali Yusuf, dan Ketua LAZISNU Syamsul Huda.(*) Penanggung jawab berita: Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Djati Witjaksono Hadi – 0813756333
Baca Siaran Pers

KLHK Dorong Generasi Milenial Peduli Konservasi

SIARAN PERS Nomor : SP. 400/HUMAS/PP/HMS.3/12/2017 KLHK Dorong Generasi Milenial Peduli Konservasi Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Minggu, 10 Desember 2017.KLHK turut berpartisipasi dalam gelaran Jogja Outdoor Show (JOS) 2017 di GOR Universitas Negeri Yogyakarta dari tanggal 7-10 Desember 2017. Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Wilayah Jawa, Sugeng Priyatno. Keikutsertaan KLHK pada JOS 2017 dimaksudkan untuk untuk menyebarluaskan informasi kepada masyarakat terutama generasi muda tentang kawasan konservasi di Indonesia, potensi wisatanya, dan kegiatan-kegiatan apa saja yang dapat dilakukan di kawasan konservasi, dan tujuannya agar generasi muda dapat berperanserta dalam melestarikan lingkungan dan menjaga hutan. Kegiatan JOS 2017 memiliki misi untuk menjadikan para pegiat alam lebih bertanggungjawab, dan agar para pegiat alam yang sebagian besar berasal dari kalangan anak muda mempunyai kepedulian dalam menjaga lingkungan dan melestarikan kawasan konservasi. JOS 2017 diikuti oleh peserta dari pegiat usaha dibidang outdoor activities, komunitas pecinta alam, Dinas Kabupaten/Kota, Desa Wisata, UPT Balai Taman Nasional, UPT Balai KSDA, dan lain-lain. Berbagai rangkaian kegiatan memeriahkan gelaran JOS 2017, diantaranya pameran, talkshow, kuis, archery games, panjat dinding, dan sebagainya. Pada acara talkshow tanggal 8 Desember 2017, turut hadir Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Wiratno, Kepala Biro Hubungan Masyarakat KLHK Djati Witjaksono Hadi, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, dan Kepala Balai Taman Nasional Tambora. Pada talkshow tersebut Wiratno mengajak untuk menanam dan memelihara pohon. "Menanam pohon merupakan kewajiban setiap orang dalam menyelamatkan hutan, oleh karena itu kampanye menanam dan memelihara 25 pohon seumur hidup harus didukung oleh kita semua terutama generasi muda", pesan Wiratno. Wiratno juga mengajak para generasi muda memanfaatkan waktu liburnya menjadi relawan konservasi alam. "Untuk meningkatkan partisipasi generasi muda, pada tahun 2018 kita akan memberikan akses untuk menjadi young volunteer KSDAE, menjadi volunteerakan memberikan pengalaman baru beraktifitas di alam seperti mengurus satwa liar, ikut serta menjaga hutan, dan lain-lain", imbuh Wiratno. Pada tanggal yang sama, bertepatan dengan kunjungan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan ke areal penanaman dalam rangka Hari Menanam Pohon Indonesia 2017 di Desa Karangasem, Gunung Kidul. Penanggung jawab berita: Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Djati Witjaksono Hadi – 081375633330
Baca Siaran Pers

Selamatkan Rangkong Gading Indonesia

SIARAN PERS Nomor : SP. 366/HUMAS/PP/HMS.3/11/2017 Selamatkan Rangkong Gading Indonesia Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kamis, 23 November 2017. Menindaklanjuti upaya perlindungan populasi burung Rangkong Gading (Rhinoplax vigil) di Sumatera dan Kalimantan, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggelar Konsultasi Publik Nasional, untuk menyusun Strategi dan Rencana Aksi Konservasi (SRAK) Rangkong Gading, di Jakarta (23/11/2017). Saat ini keberadaan Rangkong Gading semakin terancam oleh aktivitas perburuan dan perdagangan liar, serta deforestasi hutan. Sebanyak 1.398 paruh Rangkong Gading berhasil disita di Indonesia, sedangkan lebih dari 2.000 paruh yang diselundupkan ke Tiongkok, Amerika, dan Malaysia berhasil disita selama tahun 2012 hingga 2016. Hal ini disampaikan oleh Direktur Konservasi dan Keanekaragaman Hayati (KKH), Bambang Dahono Adji, saat memberikan sambutan mewakili Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE). “SRAK Rangkong Gading ini sangat penting untuk mendapatkan komitmen dari berbagai pihak. Para pihak dapat mencermati semua kegiatan, untuk mendorong upaya konservasi yang lebih terintegrasi, serta memastikan kelestarian Rangkong Gading untuk alam dan budaya Indonesia yang kita banggakan”, tutur Bambang. Disampaikan Bambang, kegiatan kali ini merupakan final dari konsultasi publik tingkat nasional, setelah diselenggarakan di tingkat regional Sumatera dan Kalimantan. “SRAK meliputi lima strategi yaitu penelitian dan monitoring, kebijakan dan penegakan hukum, kerjasama dan kemitraan, komunikasi dan penyadartahuan, dan pendanaan”, lanjutnya. Bambang juga berharap, adanya komitmen dari semua pihak dalam peredaran Rangkong Gading secara ilegal melalui perbatasan, termasuk pendekatan multidoors yang efektif dan terintegrasi. Penyusunan SRAK ini merupakan implementasi Resolusi Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Fauna and Flora (CITES) COP17 (Resolusi Conf. 17.11), tentang konservasi dan perdagangan ilegal Rangkong Gading. Dalam kesempatan ini juga dilakukan sosialisasi konsep Keputusan Menteri LHK untuk SRAK Rangkong Gading, dengan masa berlaku 10 tahun. Dalam proses penyusunan SRAK Rangkong Gading tersebut, KLHK selaku Otoritas Pengelola CITES, bekerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) selaku Otoritas Ilmiah CITES, Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Indonesia (UI), Burung Indonesia, Fauna dan Flora Internasional (FFI), Rangkong Indonesia, Yayasan WWF Indonesia, Wildlife Conservation Society – Indonesia Program (WCS-IP), dan Zoological Society of London (ZSL). Sementara itu, Dewi Malia dari LIPI, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya sedang mengkaji analisis genetik dari burung Rangkong Gading hasil sitaan, dan akan mendukung ketersediaan data dalam penyusunan SRAK ini, termasuk menyusun standar protokol survey Rangkong Gading. Burung Rangkong Gading selain memiliki sifat yang langka dalam bereproduksi, yaitu 180 hari untuk satu kali reproduksi, satwa ini juga merupakan penyebar benih yang efektif, karena kemampuannya untuk terbang sejauh 100 Km. Burung Rangkong Gading tercantum dalam Appendix I CITES (terancam punah dan dilarang untuk diperdagangkan), dan dilindungi menurut UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dan PP No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. (*) Penanggung jawab berita: Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Djati Witjaksono Hadi – 081375633330
Baca Siaran Pers

Di Madiun, Presiden Pastikan Awasi Pemanfaatan Hutan Sosial

SIARAN PERS Nomor : SP. 335 /HUMAS/PP/HMS.3/11/2017 Di Madiun, Presiden Pastikan Awasi Pemanfaatan Hutan Sosial Madiun – Jawa Timur, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Senin, 6 November 2017. Selama seminggu di awal bulan November 2017 ini, Presiden RI Joko Widodo telah menyerahkan izin pemanfaatan hutan melalui surat keputusan (SK) Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS) serta SK Pengakuan dan Perlindungan Kemitraan Kehutanan (Kulin KK) seluas 9.550,15 ha bagi 5.915 KK. Dimulai pada tanggal 1 November di Muara Gembong Kabupaten Bekasi (untuk Kabupaten Bekasi dan Karawang) seluas 2.144,9 ha bagi 1.070 KK, tanggal 2 November di Probolinggo (untuk Kabupaten Probolinggo, Jember dan Lumajang) seluas 3.236,04 Ha bagi 1.178 KK, dan 4 November di Boyolali (untuk kabupaten Boyolali dan Kabupaten Pemalang) 1.890,60 Ha untuk 1.685 KK. Dan hari ini untuk Kabupaten Madiun, Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Tuban sebagai titik terakhir putaran pertama Inspeksi Perhutanan Sosial, Presiden RI kembali menyerahkan 2890,65 Ha bagi kelompok/Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) sebanyak 1.662 KK. Acara penyerahan Surat Keputusan (SK) pemanfaatan hutan kawasan hutan negara oleh masyarakat yang dilindungi oleh pemerintah dalam bentuk pengakuan dan perlindungan kemitraan kehutanan kali ini dipusatkan di Jalan Dungu, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun, Jawa Timur (6/11/2017). Dalam arahannya Joko Widodo menyatakan bahwa pemberian izin pemanfaatan hutan Perhutanan Sosial ini akan terus dilakukan sampai 2019, untuk memberikan status hukum yang jelas bagi masyarakat terhadap lahan. Dengan adanya SK ini, masyarakat dapat menggarap lahan tersebut selama 35 tahun kedepan. “Seluruh Indonesia sampai 2019, kita akan menyerahkan seluas 4,3 juta ha. Ini akan terus kita lakukan. Kita semua harus kerja keras agar bermanfaat untuk kesejahteraan rakyat”, ucap Jokowi. Presiden RI juga berpesan kepada masyarakat untuk dapat memanfaatkan lahan yang telah diberikan dengan sebaik-baiknya. “Silahkan tanam apa saja dan dirawat. Sewaktu-waktu akan saya cek, jika lahannya tidak dimanfaatkan, izinnya akan saya cabut”, tegas Jokowi. Di hadapan Presiden RI, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan ribuan masyarakat yang hadir, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya melaporkan bahwa dalam satu putaran ini sudah diserahkan Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS) serta SK Pengakuan dan Perlindungan Kemitraan Kehutanan kepada 22 kelompok/gabungan kelompok pada 10 kabupaten. “Dari 4 titik pemeriksaan oleh Bapak Presiden secara keseluruhan sudah diberikan akses Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial serta SK Pengakuan dan Perlindungan Kemitraan Kehutanan kepada masyarakat seluas 9.550,15 ha bagi 5915 KK pada 10 Kabupten”, jelas Siti Nurbaya. Adapun lima Surat Keputusan yang diserahkan di Madiun hari ini, sebagai berikut : Dalam program pembangunan pemerataan ekonomi terdapat tiga aspek utama yang menjadi perhatian utama, yaitu aspek lahan, kesempatan usaha serta kemampuan sumberdaya manusia terampil. Pada aspek yang pertama telah mulai dilakukan di Jawa dengan pola pemanfaatan kawasan hutan negara melalui izin pemanfaatan yang telah diberikan oleh pemerintah serta pengakuan dan perlindungan kemitraan kehutanan dengan Perhutani, yang mempertegas bahwa kerjasama masyarakat dan Perhutani ini dijaga dan dilindungi oleh pemerintah. Pada acara ini diserahkan selain SK juga Kartu Tani dan kredit KUR serta CSR dari BNI berupa alat penanam jagung, kultivator (pengolah tanah), alat pemipil jagung serta pompa air, juga terdapat dukungan dari Kementan berupa bibit jeruk lemon serta bibit sengon dari Perhutani. Pada fase ini penyiapan oleh BNI untuk Madiun, Tuban dan Tulung Agung sudah berjalan antara lain penyaluran KUR, Kartu Tani dan program CSR. Untuk KUR di penggarap yang mengelola lahan milik perhutani di KPH Madiun, Tuban dan Tulung Agung telah disalurkan sebesar Rp. 3,2 miliar untuk 678 penggarap hutan dan lebih dari 1.000 kartu tani telah didistribusikan, angka ini akan bertambah mengingat masih ada penggarap yang masih dalam proses oleh BNI di wilayah Tulung Agung.(*) Penanggung jawab berita: Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Djati Witjaksono Hadi – 081375633330
Baca Siaran Pers

Sambung Srawung, Pantang Mundur Sakdurung Tandur

SIARAN PERS Sambung Srawung, Pantang Mundur Sakdurung Tandur Senin, 12 April 2021- Keberadaan masyarakat sangat penting dalam mendukung upaya kelestarian kawasan hutan. Dampak dari kerusakan hutan yang terjadi dapat menimbulkan ancaman terjadinya bencana berupa banjir, longsor, dan kekeringan saat musim kemarau. Sebagai langkah penanggulangan kawasan yang terdegradasi tersebut Balai Taman Nasional (TN) Meru Betiri telah melakukan upaya kegiatan Pemulihan Ekosistem berbasis masyarakat melalui kemitraan konservasi seluas 1.000 hektar. Selain itu TN Meru Betiri juga melakukan kegiatan dalam rangka meningkatkan perekonomian masyarakat yang dilakukan pada 10 (sepuluh) Desa Penyangga TN Meru Betiri dalam rangka menekan tingkat ketergantungan masyarakat terhadap kawasan hutan. Dalam menekan laju kerusakan hutan tersebut diperlukan upaya membangun kesadaran kolektif sebagai basis aksi bersama dengan menyeimbangkan kepentingan ekologi, ekonomi, sosial dan budaya. Diinisiasi oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kabupaten Jember yang berkolaborasi dengan para generasi muda jember dalam wadah WIPAB (Wadah Informasi Pecinta Alam se-eks karisidenan Besuki). Pada hari Minggu, tanggal 11 April 2021 bertempat di Blok Dam Sanenrejo, TN Meru Betiri melaksanakan kegiatan ”Sambung Srawung pantang mundur sakdurung nandur – Aksi Kolektif menuju Kesadaran Kolektif”. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka membangun komitmen bersama antara para unsur masyarakat dengan unsur pemerintah untuk bersinergis mengurangi kerusakan kawasan hutan sekaligus dalam rangkaian acara Road to HKAN 2021. Diikuti oleh kurang lebih 300 peserta dan dihadiri langsung oleh Bupati Jember H. Hendy Siswanto; Ketua Komisi C DPRD Jember David Handoko Seto; Komandan Batalyon Infanteri 509/Balawara Yudha Letkol Inf Syafrinaldi; Wakapolres Jember Kompol Kadek Ary Mahardika; Rektor Universitas Jember Dr. Ir. Iwan Taruna, M.Eng; Plt Kepala BPBD Jember M Jamil; Administratur KPH Jember Rukman Supriyatna; Plt Kepala DLH Jember Eko Heru Sunarso; Plt Kepala Dinas Kesehatan Jember dr. Wiwik Supartiwi; Cabang Dinas Kehutanan Didik Triswantara; Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan Jember Imam Sudarmaji; MUSPIKA Tempurejo; Kepala Desa Sanenrejo; serta Kelompok Pecinta Alam Jember; PMI Jember; Komunitas Otomotif Jember; Kelompok Masyarakat Binaan TN Meru Betiri dan Masyarakat Desa Sanenrejo-Andongrejo-Curahnongko. Protokol kesehatan dilaksanakan secara ketat dengan melakukan screening kesehatan kepada setiap peserta oleh tim Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Jember. “Dengan menanam pohon kita sudah ikut bersedekah karena 1 pohon dapat menghasilkan oksigen untuk 3 orang. Sambung srawung antar instansi akan menjadi kekuatan yang hebat untuk menjaga lingkungan dan membangun Kabupaten Jember”. Tutur Hendy menandaskan sambutannya. Kepala Balai TN Meru Betiri, Maman Surahman dalam sambutannya mengatakan sebagai wujud pengejewantahan nawacita Bapak Presiden RI, Bapak Joko Widodo, dimana salah satunya NEGARA HADIR DITENGAH MASYARAKAT maka semua unsur pimpinan Kabupaten Jember bersatu bersama menata dan memperbaiki lingkungan. “Kawasan TN Meru Betiri yang memiliki luas 52.626,04 hektar merupakan wilayah hulu sekaligus sebagai sistem penyangga kehidupan di wilayah hilir, sehingga ancaman bencana banjir dan longsor dapat diatasi bersama. Demikian halnya dengan aksi sosial yang kita lakukan, harapannya dari aksi ini lingkungan bisa terjaga kelestariannya dan kesejahteraan masyarakat akan terus meningkat”. Tutur Maman. Selain penanaman secara simbolis sebanyak 50 batang pohon Beringin, beberapa aksi bakti sosial dalam rangkaian kegiatan ini antara lain : Dalam kesempatan ini Bupati Jember juga sangat mengapresiasi upaya TN Meru Betiri dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan melalui program alih profesi, alih lokasi, alih komoditi sehingga mengurangi ketergantungan terhadap kawasan hutan. “Kabupaten Jember akan mewadahi dan membantu UMKM kelompok masyarakat binaan TN Meru Betiri ini dalam bentuk bentuk promosi serta pemasarannya, kita akan menyiapkan lokasi bagi seluruh UMKM secara gratis”, kata Hendy. Jember, Taman Nasional Meru Betiri, 12 April 2021 Narahubung: Kepala Balai Taman Nasional Meru Betiri Maman Surahman, S.Hut., M.Si. - 082119830908
Baca Siaran Pers

KLHK Umumkan Hasil Akhir Penerimaan CPNS 2017

SIARAN PERS Nomor : SP. 379/HUMAS/PP/HMS.3/11/2017 KLHK Umumkan Hasil Akhir Penerimaan CPNS 2017 Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rabu, 29 November 2017. KLHK telah resmi mengumumkan hasil akhir penerimaan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil tahun 2017 (CPNS 2017) pada 28 November 2017. Jumlah peserta yang dinyatakan lulus Seleksi CPNS Kementerian LHK Formasi Tahun 2017 sebanyak 347 orang. Mereka akan ditempatkan sesuai dengan pilihan jabatan dan penempatan dari masing-masing peserta pada saat pendaftaran. Peserta yang telah dinyatakan lulus, wajib mengikuti pemberkasan dengan melengkapi dokumen yang sudah disyaratkan sebagai dasar pengusulan penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) ke Badan Kepegawaian Negara (BKN). Pemberkasan dilaksanakan mulai tanggal 5 – 8 Desember 2017 di 6 lokasi, yaitu Jakarta, Medan, Surabaya, Banjarbaru, Makassar dan Jayapura. Sebagaimana disampaikan Kepala Biro Kepegawaian dan Organisasi KLHK, Erni Mayana, pada tahun 2017, KLHK mendapatkan alokasi CPNS sebanyak 700 formasi. Terdiri dari 70 formasi untuk pelamar lulusan terbaik (Cum laude), 10 formasi untuk pelamar Putra/Putri Papua dan Papua Barat serta 620 formasi untuk pelamar umum. “Rincian formasi CPNS tahun ini yaitu Pengawas Lingkungan Hidup Pertama 72 orang, Pengendali Ekosistem Hutan Pertama 140 orang, Pengendali Ekosistem Hutan Terampil 45 orang, Polisi Kehutanan Pertama 177 orang, dan Polisi Kehutanan Terampil 266 orang,” tambahnya. Pendaftaran Seleksi CPNS Kementerian LHK Formasi Tahun 2017 dilaksanakan pada tanggal 11 – 25 September 2017 dengan jumlah pelamar sebanyak 16.904 orang. Tahapan seleksinya yaitu Seleksi Administrasi, Seleksi Kompetensi Dasar, dan Seleksi Kompetensi Bidang. Jumlah peserta yang lulus Seleksi Administrasi dan berhak mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar sebanyak 13.302 orang. Seleksi Kompetensi Dasar dan Seleksi Kompetensi Bidang dilaksanakan di 6 lokasi, yaitu Jakarta, Medan, Surabaya, Banjarbaru, Makassar dan Jayapura. Seleksi Kompetensi Bidang meliputi pengetahuan teknis LHK dengan menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT), psikotes dan kesamaptaan. Informasi lebih lanjut terkait nama-nama peserta yang dinyatakan lulus CPNS 2017 KLHK, dapat dilihat melalui website http://cpnsonline.menlhk.go.id. Penanggung jawab berita: Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Djati Witjaksono Hadi – 081375633330
Baca Siaran Pers

KLHK Sosialisasikan Aplikasi Online Pelaporan Karhutla di Jambi dan Riau

SIARAN PERS Nomor : SP. 408 /HUMAS/PP/HMS.3/12/2017 KLHK Sosialisasikan Aplikasi Online Pelaporan Karhutla di Jambi dan Riau Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Rabu, 13 Desember 2017. Untuk memperkuat upaya pengendalian kabakaran hutan dan lahan (dalkarhutla) pada areal konsesi, KLHK kembangkan inovasi Sistem Pelaporan Online Berbasis Web yang terintegrasi dengan portal sipongi.menlhk.go.id. Melalui sistem ini, laporan dalkarhutla dapat diterima tepat waktu, mudah dalam penyusunan, serta lebih efisien dan ekonomis. Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL) menyampaikan bahwa penerapan sistem ini selain mempermudah pemegang izin dalam melakukan pelaporan dalkarhutla, KLHK juga dapat dengan mudah mengukur dan menilai kinerja perusahaan dalam upaya dalkarhutla di wilayah kerjanya. "Bagi perusahaan yang tidak memenuhi standar kinerja yang baik dalam pengendalian karhutla akan terpantau, dan dilakukan evaluasi," tegas Raffles. Sampai dengan saat ini, penerapan sistem tersebut pada perusahaan pemegang Ijin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu baik pada Hutan Alam (IUPHHK-HA) atau pun pada Hutan Tanaman (IUPHHK HT) baru 115 unit dari jumlah keseluruhan 442 unit. Oleh karena itu, pada daerah rawan kehutanan di Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi perlu dilakukan evaluasi dan pengembangan sistem pelaporan yang memudahkan semua pihak dalam melaksanakannya. Terkait hal ini, KLHK bersama Dinas Kehutanan Provinsi Jambi, melakukan sosialisasi Web-Based Sistem Pelaporan On Line Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan di Kota Jambi, (12/12/2017). Dalam Sambutan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jambi saat membuka acara, yang disampaikan oleh Kepala Bidang Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Erizal, disampaikan bahwa berdasarkan Peraturan Menteri LHK Nomor : P.32/MenLHK/Setjen/Kum.1/3/2016 tahun 2016 tentang Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, telah mewajibkan setiap tingkat organisasi dalkarhutla melakukan pelaporan, dan pengawasan kegiatan secara berjenjang sesuai dengan tingkat kewenangannya. Sebelumnya, acara serupa juga dilaksanakan di Provinsi Riau, (5/12/2017). Kegiatan yang dilaksanakan di Provinsi Jambi dan Riau ini masing-masing diikuti oleh 40 peserta yang berasal perusahaan IUPPHK, baik dari IUPPHK – HA, IUPHHK-HTI, IUPHHK – RE (restorasi Ekosistem), Pemegan Ijin Pinjam Pakai Kawasan Hutan, dan juga dari instansi terkait. Sementara itu, pantauan hotspot pada Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan pukul 21.00 WIB (12/12/2017), menunjukkan pantauan hotspot Nihil pada satelit NOAA sedangkan berdasarkan satelit TERRA AQUA (NASA) terpantau satu hotspot di Provinsi Sumatera Barat. Dengan demikian, selama 1 Januari – 12 Desember 2017 berdasarkan satelit NOAA terdapat 2.565 titik, setelah tahun sebelumnya sebanyak 3.803 titik, sehingga terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.238 titik (32,55 %). Sedangkan total 2.371 titik ditunjukkan Satelit Terra/Aqua (NASA) Conf. Level ≥80%, setelah tahun 2016 lalu menunjukkan 3.829 titik, sehingga saat ini menurun sebanyak 1.458 titik (38,08%).(*) Penanggung jawab berita: Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Djati Witjaksono Hadi – 081375633330
Baca Siaran Pers

Jumlah Hotspot Terus Menurun

SIARAN PERS Nomor : SP. 277/HUMAS/PP/HMS.3/09/2017 Jumlah Hotspot Terus Menurun Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Jum’at, 29 September 2017. Pantauan Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK pada Kamis (28/09/2017) pukul 20.00 WIB, mencatat hanya 1 hotspot berdasarkan satelit NOAA, yaitu di Sulawesi Selatan. Sedangkan pantauan satelit TERRA-AQUA (NASA) confidence level ≥80% terpantau 7 hotspot. Satelit TERRA AQUA (LAPAN) menunjukkan 27 hotspot, yaitu di Sulawesi Utara 6 titik; Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara Barat masing-masing 5 titik; Sulawesi Barat 4 titik; Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Timur, dan Kalimantan Barat masing-masing 2 titik; dan Kalimantan Selatan 1 titik (28/09/2017). Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan, KLHK, Raffles B. Panjaitan menyampaikan bahwa meskipun dalam kurun satu pekan ini pantauan jumlah hotspot atau titik panas cenderung menurun, KLHK tetap mengutamakan kewaspadaan melalui upaya-upaya pencegahan. Diantaranya terus menggiatkan patroli, pengecekan lapangan (groundcheck), dan pemadaman dini oleh Manggala Agni. “Sampai dengan saat ini, patroli terpadu bersama para pihak masih terus dilakukan di delapan provinsi rawan dengan mendirikan dan mengaktifkan 300 posko desa dengan jangkauan 1.204 desa rawan karhuta”, jelas Raffles. Di Kalimantan Barat, Manggala Agni Daops Semitau melakukan groundcheck terhadap hasil pantauan hotspot yang berada di Desa Tinting Seligi, Kecamatan Badau, Kabupaten Kapuas Hulu. Hasilnya ditemukan lahan bekas terbakar sekitar 2,5 Ha. Di Kalimantan Selatan, Heli Bell 412 KLHK melaksanakan patroli udara di wilayah Kabupaten Tanah Laut. Hasil pantauan udara menunjukkan masih ditemukan beberapa titik api dan lahan bekas terbakar. Sementara itu di Sulawesi Tenggara, Manggala Agni Daops Tinanggea bersama dengan TNI, Polri, dan masyarakat melakukan pemadaman yang terjadi Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara. Para petugas yang tergabung dalam tim patroli terpadu berhasil melakukan pemadaman di lahan seluas ± 4,25 Ha. Satu orang tersangka pelaku pembakar lahan berhasil diamankan. Posko Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK, dalam tahun 2017 sampai dengan 28 September 2017, mencatat dari hasil pantauan Satelit NOAA jumlah hotspot sebanyak 2.272 titik. Sedangkan pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 3.320 titik. Terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.048 titik atau 31,56%. Sedangkan berdasarkan pantauan satelit TERRA AQUA (NASA) confidence level >80% terpantau sebanyak 1.628 titik, pada periode yang sama tahun 2016 jumlah hotspot sebanyak 3.483 titik. Terdapat penurunan jumlah hotspot sebanyak 1.801 titik atau 51,70%. Penanggung jawab berita: Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Djati Witjaksono Hadi – 081375633330
Baca Siaran Pers

Ayo Tanam dan Pelihara 25 Pohon Seumur Hidup

SIARAN PERS Nomor : 372/HUMAS/PP/HMS.3/11/2017 Ayo Tanam dan Pelihara 25 Pohon Seumur Hidup Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Senin, 27 November 2017. Dalam rangka menyambut Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) yang diperingati setiap tanggal 28 November, Unit Pelaksana Teknis (UPT) KLHK wilayah Provinsi Sulawesi Selatan menanam 1.595 batang bibit pohon di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Tabo-Tabo, Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, Sabtu (25/11/2017). Kegiatan tanam pohon ini merupakan wujud nyata dari Aparatur Sipil Negara (ASN) pada bangsa sekaligus bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Hal ini juga merupakan salah satu pelaksanaan program KLHK yaitu Menanam 25 Pohon Setiap Orang selama Hidup. Untuk mendukung program tersebut, KLHK juga mewajibkan setiap UPT melakukan kegiatan penanaman pohon yang diberi nama ASN Menanam 25 Batang Pohon selama hidup. Tertuang dalam Instruksi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan INS.1/MENLHK/PDASHL/DAS.1/8/2017 yang mewajibkan kita menanam dan memelihara sekurang-kurangnya 25 pohon selama hidup. Angka 25 batang itu berasal dari 5 batang saat sampai jenjang SD, 5 batang SMP, 5 batang SMU, 5 batang perguruan tinggi, dan 5 batang saat menikah. Pada 2 Agustus 2017 lalu, Presiden RI Joko Widodo telah mencanangkan prangko edisi khusus untuk mengajak masyarakat Indonesia untuk menanam minimal 25 pohon per warga untuk seumur hidup. Presiden Jokowi juga menjadikan penanaman bibit pohon sebagai acara wajib saat menerima kunjungan kenegaraan para pemimpin dunia yang datang ke Indonesia. Beberapa waktu ke belakang, Presiden mengajak serta Presiden Korea Selatan, Raja Salman (Arab Saudi), Raja Carl Gustav XVI (Swedia), PM Lee Hsien Long (Singapura) dan Emir Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani (Qatar) untuk menanam pohon di Istana Negara. Banyak manfaat yang dapat diambil dari "ritual" menanam pohon oleh tamu kenegaraan ini. Selain melestarikan lingkungan, momen ini juga bisa dipakai untuk memperkenalkan tanaman endemik Indonesia. Kegiatan menanam pohon pada acara kenegaraan juga sekaligus kampanye gerakan penyelamatan lingkungan agar lebih mendunia. Menanam pohon juga sudah menjadi sebuah gerakan di sejumlah daerah melalui berbagai agenda kegiatan. Seperti yang dilakukan oleh ASN UPT KLHK tersebut yang melakukan penanaman pada areal seluas 601 hektar dengan berbagai jenis pohon, diantaranya Eboni, Jati, Coppeng dan Bone. “Kegiatan ini lebih menitikberatkan pada cinta lingkungan hidup dan kehutanan. Kita sadar hutan merupakan paru-paru bumi yang harus ditanam, dirawat guna kelestarian hutan dari kepunahan, ” jelas Kepala Balai Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BDLHK) Makassar, Anhar. Tidak hanya ASN, aksi tanam pohon ini diikuti oleh masyarakat sekitar Desa Tabo-Tabo Kecamatan Bungoro, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Selain bentuk kepedulian melestarikan alam sekitar, kegiatan ini juga menjadi media penyadaran bagi masyarakat untuk ikut menjaga kelestarian Kawasan Hutan Desa Tabo-Tabo. "Kami sediakan berbagai jenis bibit pohon khusus untuk dibagikan kepada masyarakat pada kegiatan ini. Tentu saja, selain menanam, mari bersama kita turut memelihara pohon-pohon ini," ajak Kepala Balai Perbenihan Tabaman Hutan (BPTH) Kepala Balai BPTH Wilayah II, Djoko Iriantono. Hutan yang rindang ditumbuhi pohon-pohon hijau tinggi menjulang merupakan penyedia oksigen bagi makhluk hidup. Hasil hutannya pun dapat dimanfaatkan manusia secara bijak. Keberadaan hutan memilki fungsi untuk mencegah erosi, penyimpan air tanah, dan menjaga suhu udara dari polusi. Penanggung jawab berita: Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Djati Witjaksono Hadi – 081375633330
Baca Siaran Pers

Bersih Bisa Kok, Kampanye Bebas Sampah dari KLHK

SIARAN PERS Nomor : SP.36/HUMAS/PP/HMS.3/01/2018 Bersih Bisa Kok, Kampanye Bebas Sampah dari KLHK Jakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Minggu, 21 Januari 2018. Masih dalam rangkaian peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2018, KLHK mendeklarasikan gerakan 3 bulan bebas sampah pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di sekitar Bundaran Hotel Indonesia Minggu (21/1/2018). Tahun ini, HPSN diperingati dengan cara berbeda. Jika tahun-tahun sebelumnya hanya diperingati serentak selama satu hari saja pada tanggal 21 Februari, maka tahun ini KLHK menginisiasi gerakan 3 bulan bebas sampah. Melalui gerakan 3 bulan bebas sampah ini, KLHK mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk membuat lingkungan di sekitarnya bersih dari sampah. Menteri LHK juga telah membuat surat edaran Nomor: SE.1/MenLHK/PSLB3/PLB.0/1/2018 tentang kerjasama untuk peningkatan penanganan sampah kepada seluruh Gubernur, Bupati dan Walikota agar berperan aktif bersama masyarakat menyukseskan gerakan 3 bulan bebas sampah ini. Hadir dalam deklarasi ini, mewakili Menteri LHK, Direktur Jenderal Penegakan Hukum LHK, Rasio Ridho Sani. Pria yang akrab disapa Roy ini mengingatkan tentang tragedi longsornya tempat pembuangan akhir sampah di Leuwigajah, Jawa Barat tanggal 21 Februari 2005 silam. Saat itu lebih dari 150 orang meninggal dunia tertimbun longsor yang bermaterikan sampah. “Sangat penting bagi kita agar peristiwa tragedi Leuwigajah tidak terulang kembali. Mari kita mulai sayangi bumi kita, bersihkan dari sampah.”, ajak Roy. Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Sampah Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya, Ade Palguna sedikit menyinggung tentang pelaksanaan HBKB di Jakarta. Menurutnya, Perda mengenai HBKB yang dikeluarkan oleh Pemprov DKI Jakarta agar dikembalikan kepada marwahnya. HBKB memiliki tujuan untuk memperbaiki kualitas udara di Jakarta. Namun saat ini, pada saat berlakunya HBKB, banyak pedagang kaki lima yang berjualan secara acak-acakan. Banyaknya pedagang kaki lima yang tidak teratur menimbulkan sampah yang berserakan dimana-mana. Oleh karena itu Ade mengharapkan agar para pedagang kaki lima ini ketika HBKB berlangsung, dapat ditempatkan pada satu titik. KLHK juga sangat mendukung komunitas-komunitas yang bergerak dalam bidang pengelolaan sampah. Menurut hematnya, jika pemerintah yang berada di depan, tidak banyak dampak yang terasa. Berbeda jika komunitas-komunitas ini yang bergerak di depan, dampaknya sangat signifikan karena mereka bersentuhan langsung dengan masyarakat. “Pemerintah terus mendukung komunitas agar dapat bekerja lebih baik lagi dalam pengelolaan sampah.”, ujar Ade. Hadir juga mewakili Gubernur DKI Jakarta, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Isnawa Adji yang mengajak seluruh warga DKI untuk memungut sampah di sekitarnya dan membuangnya ke tempat sampah. “Sehari saja, DKI Jakarta menghasilkan sekitar 7.000 ton sampah.”, papar Isnawa. Pihaknya pada tahun 2018 ini menargetkan setiap RW memiliki bank sampah. Adanya bank sampah ini diharapkan dapat menjadikan sampah sebagai salah satu sumber pendapatan masyarakat. HPSN 2018 ini mengambil tema ‘Sayangi Bumi, Bersihkan dari Sampah’. Menggunakan tagar #BersihBisaKok, KLHK ingin gerakan 3 bulan bebas sampah ini juga diketahui oleh warganet di Indonesia. Menteri LHK telah mendeklarasikan gerakan ini pada Sabtu malam (20/1/2018), di Jakarta. Selama waktu 3 bulan dari tanggal 21 Januari hingga 21 April 2018 tersebut akan diisi dengan kegiatan roadshow sosialisasi pengelolaan sampah di beberapa kota besar di Indonesia. Puncaknya pada tanggal 22 April 2018 yang bertepatan dengan Hari Bumi akan dilihat hasil gerakan ini. Permasalahan sampah bisa teratasi dengan perubahan perilaku individu. Mengubah kebiasan agar tidak membuang sampah sembarangan, mulai memilah sampah dimulai dari sampah rumah tangga, dan menegur siapa saja yang membuang sampah sembarangan. Dengan adanya gerakan ini, KLHK optimis bahwa bersih bisa kok.(*) Penanggung jawab berita: Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Djati Witjaksono Hadi – 081375633330
Baca Siaran Pers

3rd Asia-Pacific Rainforest Summit 2018 Indonesia akan Kirimkan Jenis Bambu Terbaik dalam Kerjasama

SIARAN PERS Nomor : SP.218/HUMAS/PP/HMS.3/04/2018 3rd Asia-Pacific Rainforest Summit 2018 Indonesia akan Kirimkan Jenis Bambu Terbaik dalam Kerjasama Kehutanan Dengan Fiji Yogyakarta, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Selasa, 24 April 2018. Capaian Indonesia dalam membangun kelestarian alam dan usaha dalam bidang kehutanan mendapat apresiasi dari banyak negara. Setelah dua negara Kongo akan belajar mengelola lahan gambut yang berkelanjutan, kali ini Fiji akan belajar dari Indonesia terkait pengelolaan hutan. Pertemuan bilateral antara Indonesia dan Fiji berlangsung di sela kegiatan Asia-Pacific Rainforest Summit (APRS) ke-3 di Yogyakarta (24/4/2018), yang melanjutkan hubungan diplomatik sejak tahun 1974. Dalam pertemuan tersebut, Menteri LHK, Siti Nurbaya dan H.E. Osea Naiqamu, Menteri Perikanan dan Kehutanan, Republik Fiji, menandatangani Mutual of Understanding (MoU) Kerjasama Bidang Kehutanan. Inisiasi kerjasama ini telah dimulai sejak dua tahun yang lalu, dan secara resmi terwujud pada hari ini. Adapun kerjasama bidang kehutanan ini akan membuat Indonesia lebih banyak membagi pengelolaan hutan lestari serta pemanfaatan hasil hutan termasuk pemanfaatan teknologi kayu dan non kayu, perdagangan kayu legal, pengembangan energi biomassa serta penelitian dan pengembangan bidang kehutanan. Implementasi dari MoU tersebut antara lain adalah upaya peningkatan kemampuan sumber daya manusia seperti pengembangan ketrampilan mengukir dengan memanfaatkan limbah kayu. Pelatihan mengukir kayu tersebut rencananya akan mengundang ahli ukir yang berasal dari desa Cekik, Bali. Fiji tertarik untuk membudidayakan bambu di sana, namun mereka mengharapkan Indonesia dapat memberikan contoh bambu dengan genetik yang baik. KLHK telah melakukan penelitian terhadap jenis bambu yang cocok ditanam di kepulauan Fiji, dan jenis tersebut terdapat di Yogyakarta. Oleh karena itu, Menteri LHK mengundang delegasi Fiji ini untuk melihat secara langsung jenis bambu yang layak tersebut. Implementasi lainnya adalah berupa bimbingan teknis mengenai rehabilitasi lahan. Kedutaan Fiji pernah mengindikasikan permintaan bantuan teknik rehabilitasi lahan untuk mencegah bencana longsor. Siti Nurbaya memahami bahwa sebagai negara kepulauan layaknya Indonesia, Fiji juga rentan akan bencana. “Saya percaya bahwa tidak mudah bagi Fiji untuk mengelola sumber daya alam untuk melindungi hutan untuk mencegah bencana.”, tutur Siti Nurbaya. H.E. Osea Naiqamu menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya kepada Menteri LHK atas kerjasama ini. Beliau juga menantikan Fiji dan Indonesia dapat mengimplementasikan kerjasama lainnya pada masa mendatang.(*) Penanggung jawab berita: Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Djati Witjaksono Hadi – 081375633330

Menampilkan 97–112 dari 269 publikasi