Sabtu, 3 Jan 2026

Beranda Publikasi Pengumuman

Pengumuman

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Pengumuman

The Kingdom Of Butterfly

“Ketika matahari bersinar terik, sekitar siang hari, bantaran sungai yang lembab di atas air terjun menghadirkan pemandangan indah, kilauan sekumpulan kupu-kupu oranye, kuning, putih, biru, dan hijau yang ketika diganggu beterbangan ratusan kupu-kupu di udara membentuk awan yang berwarna-warni”. Itulah penggalan ungkapan kekaguman Alfred Russel Wallace, seorang naturalis berkebangsaan Inggris saat menikmati indahnya suasana Danau Kassi Kebo di kawasan wisata Bantimurung yang bertabur beranekaragam jenis kupu-kupu. Kekagumannya kemudian beliau tuangkan dalam buku “The Malay Archipelago” tahun 1869. Wallace mengunjungi kawasan wisata Bantimurung selama empat hari, tepatnya 19-22 September 1857. Kawasan wisata ini dalam buku The Malay Archipelago beliau sebut air terjun sungai Maros yang telah menjadi tempat wisata kala itu. Beliau mengkoleksi kupu-kupu (Lepidoptera) sebanyak 25 jenis, hanya 6 jenis Papilionoidea. Sisanya 207 jenis kupu-kupu dikoleksi di sekitaran Amansanga, Kabupaten Maros atau Tompokbalang, dimana lokasi pondok Wallace berdiri. Total koleksi kupu-kupu Wallace selama Agustus-November 1857 di lokasi tersebut sebanyak 232 jenis kupu-kupu. Jumlah tersebut terdiri dari 139 jenis Papilionoidea, 70 jenis Hedyloidea atau ngengat (moths) dan 23 jenis Hesperioidae (skippers). Informasi ini diperoleh dari penelusuran jejak Wallace di Maros oleh Kamajaya Shagir, PEH TN Bantimurung Bulusaraung dan kawan-kawan. “The Kingdom of Butterfly” demikian julukan bagi kawasan wisata Bantimurung. Namun, Wallace tidak pernah menuliskan kawasan wisata Bantimurung dengan julukan tersebut dalam catatan atau bukunya sekalipun. “Saya tidak tahu dan tak pernah menemukan referensi itu. Wallace sendiri tak menuliskan” Kamajaya Shagir menegaskan. Keanekaragaman jenis kupu-kupu di kawasan wisata Bantimurung memang tinggi. Sejumlah peneliti telah melakukan identifikasi kupu-kupu di kawasan ini. Pada tahun 1977, Mattimu melaporkan telah menemukan 103 jenis Papilionoidea di hutan wisata Bantimurung. Kemudian tahun 2008, Balai Taman Nasional (TN) Bantimurung Bulusaraung hanya berhasil mengidentifikasi 82 jenis saja di lokasi yang sama. Jumlah itu diyakini masih terlalu sedikit karena pelaksanaannya hanya satu kali saja. Untuk itu pada tahun 2010, kegiatan yang sama dilakukan sepanjang tahun agar dapat mengidentifikasi jenis Papilionoidea yang mungkin hanya muncul di musim-musim tertentu saja. Dan hasilnya cukup mencengangkan, ada 133 jenis yang hidup di kawasan wisata Bantimurung. “Kita tidak bisa menemukan kupu-kupu melimpah di kawasan wisata Bantimurung setiap hari. Jika ingin menyaksikan kupu-kupu melimpah dan beranekaragam jenisnya datanglah saat musim pancaroba. Baik pancaroba beralih dari musim penghujan ke musim kemarau maupun sebaliknya” ujar Kadriansyah, PEH TN Bantimurung Bulusaraung. Balai TN Bantimurung Bulusaraung melihat bahwa potensi kupu-kupu tersebut tak hanya ada di kawasan wisata Bantimurung, namun juga banyak dijumpai di lokasi lainnya. Karenanya, sejak tahun 2011 kegiatan identifikasi juga dilaksanakan di beberapa lokasi di TN Bantimurung Bulusaraung. Dari rangkaian kegiatan tersebut, hingga akhir tahun 2016 telah teridentifikasi 240 jenis Papilionoidea berada di kawasan TN Bantimurung Bulusaraung. Jenis-jenis Papilionoidea ini terklasifikasi dalam 5 famili yaitu 111 jenis Nymphalidae, 25 jenis Papilionidae, 28 jenis Pieridae, 74 jenis Lycanidae dan 2 jenis Riodinidae. Jumlah tersebut telah melampaui temuan Wallace saat menjelajahi kawasan karst Maros yang meliputi wilayah Amasanga dan Bantimurung. Jika Balai TN Bantimurung Bulusaraung juga berkonsentrasi mengidentifikasi moths dan skippers, yakinlah bahwa jumlah temuan Wallace akan jauh terlampaui. Hal ini menguatkan fakta bahwa TN Bantimurung Bulusaraung memang merupakan rumah bagi ratusan jenis kupu-kupu. Karenanya juga, adalah pantas jika kawasan TN Bantimurung Bulusaraung menyandang julukan sebagai “The Kingdom of Butterfly”. Kekayaan keragaman jenis kupu-kupu ini pula lah yang menjadi salah satu alasan penunjukkannya sebagai taman nasional. Sebuah amanah besar dalam upaya konservasi species yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Semoga keragaman kupu-kupu ini terus terjaga, agar “The Kingdom of Butterfly” tak hanya menjadi sekedar jargon semata. Sumber : Suci Ahmad Handayani dan Taufiq Ismail - PEH Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung
Baca Pengumuman

Wisata Alam Tayawi yang Memikat Wisatawan Domestik dan Wisatawan Mancanegara.

Sebagaimana diketahui,bahwa Wisata Alam Tayawi yang berlokasi di Desa Koli Kecamatan Oba Kota Tidore Kepulauan ini semakin diminati oleh para wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri karena Wisata Alam Tayawi memiliki destinasi yang sangat sensasional dari burung bidadari yang unik, air terjun yang tak pernah surut walau musim kemarau, bendungan irigasi maupun suku Tagutil atau suku Tobelo dalam dan lainnya. Bagi yang berkunjung tidak semata berlibur dan untuk hiburan saja melainkan banyak yang memanfaatkan keindahan dan potensi sumberdaya alam yang ada sebagai wisata pendidikan dan penelitian. Bahkan pada tanggal 15 juli 2017 nanti Wisata Alam Tayawi akan dikunjungi oleh Presiden Direktur Daihatsu dari Jepang beserta rombongan berserta Direktur Daihatsu indonesia dan akan diliput oleh delapan media elektronik dan media cetak nasional pada kegiatan Tour Series Seven Wonder 2017. Dalam kegiatan itu juga Presiden Direktur Daihatsu bersama Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata akan menyerahkan bantuan peralatan sekolah untuk anak - anak masyarakat suku Tagutil dan anak sekolah di desa yang berbatasan dengan hutan penyangga kawasan Taman Nasional. "Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata fokus menyediakan sarana dan prasarana untuk mendukung percepatan kemajuan Wisata Alam Tayawi selain bermanfaat untuk masyarakat suku Tagutil/Tobelo Dalam serta akan memberi kemudahan dan kenyamanan bagi pengunjung" ungkap Raduan, SH selaku Kepala Seksi Blok Aketajawe SPTN I Weda pada saat mengajari Melianus (warga suku Tagutil yang berkemampuan penguasaan kamera dan GPS serta sebagai pemandu Wisata Alam Tayawi) saat memasang panel surya yang di dampingi tenaga teknis listrik tenaga surya dari Desa Durian, Sofifi. "Alhamdullillah, beberapa bulan kemarin kita buat bendungan irigasi embung dan air yang tersalur ke pemukiman masyarakat suku Tagutil yang sudah dirasakan manfaatnya begitu juga dengan pengunjung, saat ini kita upayakan penerangan walaupun masih disekitar resort. Bahkan kita percepat fasilitas lainnya untuk kenyamanan pengunjung dan warga disini, lebih - lebih untuk kegiatan perkemahan konservasi sebagai media pendidikan. Di tahun ini juga kalau tak ada halangan kita akan bangun jembatan penyeberangan menuju spot burung bidadari, agar pengunjung mendapat kemudahan saat sungai Tayawi lagi banjir" ungkap Raduan, SH disela - sela kesibukan kerja memasang instalasi tenaga surya. Sumber Info : M. Sofyan Ansyar - Balai TN Aketajawe Lolobata, Jamal Adam - Ketua MMP Tayawi
Baca Pengumuman

Antisipasi serangan virus Ransomware Petya

Jakarta (29/06/2017). Saat ini dalam skala global sedang terjadi serangan virus Ransomware Petya. Virus ini merupakan versi baru dari WannaCry karena mengambil beberapa kode sebelumnya dari Petya, sehingga ransomware baru ini disebut juga NotPetya, Petna atau SortaPetya. Untuk mencegah Ransomware Petya agar tidak menginfeksi komputer Anda ataupun komputer lain, pastikan Anda untuk melakukan backup data sebelum mengaktifkan komputer serta menggunakan update security patch terbaru sebagai langkah antisipasi. Berikut kami informasikan juga cara pencegahan Ransomware Petya agar tidak menginfeksi komputer lainnya: Ransomware Petya akan mencari file perfc di direktori C:\Windows dan tidak akan melanjutkan proses enkripsi jika file tersebut sudah ada, untuk itu buatlah file tersebut dan set permission menjadi read-only. Beberapa versi Windows 7, 8 atau 10 mungkin memerlukan level Admin untuk membuat file di dalam direktori C:\Windows. Bagi Admin yang harus melakukan vaksinasi banyak komputer/server sekaligus sebaiknya menggunakan script atau menggunakan Desktop Central untuk men-deploy-nya. Berikut langkah membuat file perfc tersebut secara manual: Sebagai informasi, langkah pencegahan ini hanya untuk memvaksinasi komputer Anda agar tidak mudah ter-enkripsi, jadi Anda tetap disarankan untuk melakukan patch dan update Windows Anda, serta memperbaharui database antivirus Anda. Bagi yang sudah pernah menangani WannaCry dengan melakukan blok pada NetBios seharusnya juga sudah ama
Baca Pengumuman

PESAN KHUSUS MENTERI LHK PADA HARI RAYA IDUL FITRI 1438 H

SIARAN PERS Nomor : SP. 130 /HUMAS/PP/HMS.3/06/2017 PESAN KHUSUS MENTERI LHK PADA HARI RAYA IDUL FITRI 1438 H Jakarta, Biro Humas Kementerian LHK, Sabtu, 24 Juni 2017. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar, menyampaikan pesan menyambut Hari Raya Idul Fitri 1438 H. Ia mengajak pemudik yang merayakan lebaran di kampung halaman, untuk ikut menyampaikan pesan kepedulian menjaga hutan dan lingkungan. "Hari kemenangan bagi umat Islam yang melaksanakan ibadah puasa, telah tiba. Mari lengkapi nilai ibadah dengan menyampaikan pesan peduli hutan dan lingkungan, pada siapa saja untuk masa depan kita," kata Menteri Siti, Sabtu (24/6/2017). Menanam dan menjaga pohon adalah upaya nyata yang bisa dilakukan siapa saja, sebagai bentuk kepedulian pada bumi, terutama dalam mengatasi dampak perubahan iklim yang kian nyata. "Minimal tanamlah dan jaga 25 pohon sepanjang hidup, untuk kelestarian alam. Insya Allah akan menjadi penambah nilai ibadah dan bermanfaat bagi anak cucu kita nanti," pesannya. Ia juga menghimbau agar masyarakat saat berangkat dan pulang mudik, tetap menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya. Jikapun tidak menemukan tempat sampah di area yang dilewati, pemudik dihimbau untuk menyimpan dulu sampah mereka sebelum membuang pada tempat sampah terdekat. "Kebersihan sebagian dari iman. Sempurnakan kebahagiaan berhari raya dengan menjaga kebersihan di sepanjang perjalanan,'' imbaunya. Sampah-sampah yang sering dibuang di sepanjang jalur mudik, tidak hanya mengganggu pemandangan, namun juga berdampak buruk bagi lingkungan. Karena sebagian besar terdiri dari sampah plastik yang sulit terurai. "Lakukan tindakan sekecil apapun untuk menyelamatkan lingkungan kita. Mulailah dari diri sendiri, keluarga dan orang-orang terdekat," katanya. Disampaikannya juga bahwa jajaran Kementerian LHK tetap diinstruksikan waspada, dalam mengatasi dampak musim kemarau yang bisa memicu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Tim di lapangan kata Menteri Siti, tidak mengenal hari libur untuk menjaga langit Indonesia tetap biru tanpa kabut asap. Sebagai penutup, Menteri Siti pun menyampaikan pesan khusus untuk semua masyarakat Indonesia yang sedang merayakan Hari Raya Idul Fitri. "Titip salam saya untuk seluruh keluarga. Taqobbalallahu minna wa minkum. Minal aidin wal faizin. Mohon maaf lahir dan batin 1438 H," ujarnya.(*) Penanggung jawab berita: Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Djati Witjaksono Hadi – 081375633330
Baca Pengumuman

PESONA NAPAL CARIK

Napal Carik merupakan nama yang mungkin terdengar asing dikenal di Propinsi Sumatera Selatan bahkan di Kabupaten Muara Enim yang merupakan tempat keberadaanya. Sebuah tempat yang tidak hanya menyuguhkan keindahan alamnya saja tetapi terbalut juga oleh budaya masyarakat yang cukup lekat melekat dalam cerita rakyat yang semakin menambah daya tarik Napal Carik itu sendiri. Suara air yang bergemericik (becarik) dengan terjangan air yang menerpa tanah yang keras seperti batu (napal) menjadikan Napal Carik sebagai salah satu air terjun yang wajib untuk dikunjungi. Terletak dalam rimbunnya belantara Suaka Margasatwa (SM) Isau-Isau menjadikan air terjun ini bukan sekedar menawarkan keelokan pesona air terjun dan cerita rakyat yang membalutnya tetapi juga tantangan selama perjalanan menuju air terjun tersebut merupakan sebuah petualangan yang patut untuk dicoba dan pastinya tidak akan terlupakan. Selain Napal Carik, kawasan SM Isau-Isau yang memiliki luasan 16.742,92 hektar ini memiliki potensi keragaman flora dan fauna. Flora didominasi oleh famili Dipterocarpaceae, Fagaceae, dan Lauraceae. Jenis flora yang paling dominan yaitu Meranti (Shorea sp.), Pulai (Alstonia sp.), Durian (Durio sp.), Jelutung (Dyera sp.), Cempedak (Artocarpus teymanii), Kedondong hutan (Santini ablongifolia), Laban (Vitex pubescens), cemara gunung (Casuarina sumatrensis), Sedangkan fauna antara lain Siamang (Hylobates sp), Rusa (Cervus unicolor), Trenggiling (Manis javanica), Landak (Hystrix brachyuran), Babi Hutan (Sus sp.), Kijang (Muntiacus muncak), Beruang Madu (Helarctos malayanus), Beruk (Macaca nemestrina), Simpai (Presbytis melalophos), Burung Rangkong (Boceros spp.), Burung Enggang (Bucerotidae), Burung Kutilang (Phynonotus goivavier), Burung Murai (Dendrocitta formosae), Burung Punai (Treton bicinctas), Ungko (Hylobates agilis), kucing hutan (Felis bengalensis), kucing besar, elang, macan tutul (Panthera pardus), ayam hutan (Gallus sp). Aksesibilitas menuju Napal Carik bisa melalui Desa Muara Emil maupun Desa Pagar Dewa, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim. Namun untuk menuju ke lokasi air terjun dari desa terdekat dengan kawasan SM Isau-Isau menuju batas kawasan harus menempuh medan yang sulit terutama pada saat musim penghujan dikarenakan jalan setapak untuk melewatinya berupa tanah liat dengan perkerasan batu dibeberapa titik sehingga hanya kendaraan roda dua yang dapat melewati dan itupun terkadang disertai dengan jalan kaki karena lepas rantai, gerigi rantai putus, jalan licin dan kendala lain. Selama perjalanan tersebut tersaji keindahan pemandangan alam dan juga melewati komplek pemakaman Puyang Matauh yang merupakan salah satu puyang (pendahulu) dari tiga puyang pendiri Desa Muara Emil. Setelah itu perjalanan ditempuh dengan berjalan kaki sampai ke Sungai Emil dimana rasa lelah sedikit terobati oleh keindahan sungai dengan gemericik air mengalir, beriak-riak dan dengan kejernihannya menapaki bebatuan yang tersusun secara bertingkat. Untuk menuju ke air terjun maka perjalanan dilanjutkan menuju ke hulu sejauh 50 meter dengan menuruni tebing yang cukup terjal menapaki sekitar 100 anak tangga alami. Selama menapaki anak tangga tersebut perjalanan akan ditemani dengan lantunan suara alam yang lirih terdengar diantara tegakan-tegakan hutan yang masih rimbun disertai sura gemericik air terjun yang mulai menyapa seakan menyambut kedatangan pengunjung yang ingin menikmati keindahan Napal Carik. Akhirnya keindahan air terjun yang terjun bebas dari ketinggian 50 meter yang bergemericik (becarik) dengan terjangan air yang menerpa tanah yang keras seperti batu (napal) itupun akan menghapus segala kelelahan selama perjalanan. Menurut penuturan beberapa masyarakat di Desa Muara Emil berdasarkan cerita para puyang (pendahulu) salah seorang Sultan Palembang meminta kepada seluruh masyarakat desa terutama yang berada di sepanjang aliran Sungai Batanghari Sembilan untuk mengumpulkan telur yang akan digunakan sebagai perekat pembangunan benteng pertahanan. Dalam perjalanan pengumpulan telur, sultan melihat banyak gadis-gadis desa yang cantik dan berniat mempersunting salah satunya sebagai istri. Setelah para prajurit dan hulubalang mengumpulkan para gadis tidak satupun yang cocok sampai akhirnya sultan menemukan sebuah bangki emas yang hanyut ke sungai dan memrintahkan prajuritnya untuk mencari pemilik bangki emas tersebut. Setelah ditelusuri ternyata pemilik bangki emas tersebut adalah anak gadis Kerio Carang. Sultan pun menyampaikan keinginannya untuk meminang tetapi ditolak oleh Kerio Carang dan putrinya. Merasa ditolak sultan pun marah dan sempat terjadi perkelahian tetapi ternyata Kerio Carang dan putrinya memiliki kesaktian dan lolos dari tangkapan sultan. Dalam pelariannya putri Kerio Carang bersembunyi di dalam hutan di Desa Muara Emil tepatnya di lokasi air terjun Napal Carik. Karena merasa kesepian di dalam hutan maka sesekali ia keluar ke desa sehingga kecantikannya dikenal luas oleh masyarakat. Dalam kesepiannya di tempat persembunyian, putri Kerio Carang tersebut sering menangis dan pulang menemui orang tuanya. Akhirnya Kerio Carang menemui tiga puyang di Muara Emil yaitu puyang Tanjung, Matauh, dan Dusun Ilir untuk memberikan nama kepada putrinya supaya tidak menangis lagi. Dari ketiga puyang tersebut hanya puyang Dusun Ilir yang mampu memberikan nama yang dapat menghentikan tangisan puti Kerio Carang yaitu diberi nama Putri Dayang Rindu. Konon apabila pengunjung mengunjungi air terjun Napal Carik maka jangan berkomunikasi dengan bahasa palembang karena apabila dilanggar hujan akan turun. Hal tersebut dikarenakan Putri Dayang Rindu yang bersembunyi di air terjun Napal Carik sangat benci dengan Sultan Palembang. Untuk membuktikan kebenaran mitos tersebut maka silahkan berkunjung ke air terjun Napal Carik.
Baca Pengumuman

PMK 76/PMK.05/2017 tentang THR PNS

Bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 9 Peraturan Pemerintah Nomor 25 Tahun 2017 tentang Pemberian Tunjangan Hari Raya Dalam Tahun Anggaran 2017 Kepada Pegawai Negeri Sipil, Prajurit Tentara Nasional Indonesia, Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, Dan Pejabat Negara, perlu menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pemberian Tunjangan Hari Raya Dalam Tahun Anggaran 2017 Kepada Pegawai Negeri Sipil, Prajurit Tentara Nasional Indonesia, Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, Dan Pejabat Negara; PMK No 76/PMK.05/2017
Baca Pengumuman

PMK No 74/PMK.05/2017 Tentang Gaji ke 13 PNS

Bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 10 Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pemberian Gaji, Pensiun, Atau Tunjangan Ketiga Belas Kepada Pegawai Negeri Sipil, Prajurit Tentara Nasional Indonesia, Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pejabat Negara, Dan Penerima Pensiun Atau Tunjangan sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2017 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pemberian Gaji, Pensiun, Atau Tunjangan Ketiga Belas Kepada Pegawai Negeri Sipil, Prajurit Tentara Nasional Indoi:iesia, Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pejabat Negara, Dan Penerima Pensiun Atau Tunjangan, telah ditetapkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 96/PMK.05/2016 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pemberian Gaji, Pensiun, Atau Tunjangan Ketiga Belas Kepada Pegawai Negeri Sipil, Prajurit Tentara Nasional Indonesia, Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pejabat Negara, Dan Penerima Pensiun Atau Tunjangan; maka ditetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 96/PMK.05/2016 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Pemberian Gaji, Pensiun, Atau Tunjangan Ketiga Belas Kepada Pegawai Negeri Sipil, Prajurit Tentara Nasional Indonesia, Anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia, Pejabat Negara, Dan Penerima Pensiun Atau Tunjangan; Untuk itu perlu dilakukan perubahan peraturan tersebut menjadi: PMK No 74/PMK.05/2017
Baca Pengumuman

PELAKU PERDAGANGAN ILLEGAL TRENGGILING DITANGKAP DI MEDAN

SIARAN PERS Nomor : SP. 123 /HUMAS/PP/HMS.3/06/2017 Jakarta, Biro Humas Kementerian LHK, Rabu, 14 Juni 2017. Penyidik dan Satuan Polisi Kehutanan Reaksi Cepat (SPORC) Balai Penegakan Hukum Wilayah Sumatera, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), berhasil menggagalkan kegiatan perdagangan illegal satwa liar dilindungi di Medan, Provinsi Sumatera Utara. Sebanyak 225 ekor trenggiling, 5 (lima) karung kulit /sisik trenggiling kering, dan 4 (empat) kulit/sisik trenggiling basah, yang diperkirakan bernilai lebih dari Rp. 2,5 Milyar, telah disita dari pelaku yang ditangkap hari Selasa (13/06/2017). Dua pelaku yang diduga sebagai pemilik Trenggiling tersebut, berinisial H (34 thn) dan S (42 thn ). Peristiwa penangkapan pelaku dan barang bukti bertempat di Jl. Yos Sudarso Kompleks Pergudangan, Kota Medan. Operasi penangkapan ini dilakukan berdasarkan hasil operasi Lantamal 1 Belawan bersama SPORC KLHK Brigade Macan Tutul pada malam hari sebelumnya. Kepala Balai Penegakan Hukum KLHK Wilayah Sumatera, Halasan Tulus, menyampaikan bahwa saat ini kedua pelaku masih dalam pemeriksaan Penyidik KLHK Balai Gakkum LHK Wilayah Sumatera, di Seksi 1 Mako SPORC Brigade Macan Tutul. Adapun satwa-satwaTrenggiling yang masih hidup saat ini masih dalam pemeriksaan dokter hewan. “Disamping operasi ini, untuk beberapa kasus kejahatan TSL lainnya, Penyidik KLHK juga telah melakukan penangkapan di Palembang, di Jambi dan di Padang yaitu jenis kulit harimau berikut tulang belulangnya, serta di Pekanbaru jenis gading gajah”, Halasan menambahkan. Menanggapi peristiwa penangkapan ini, Direktur Jenderal Penegakan Hukum KLHK, Rasio Ridho Sani menyampaikan bahwa persoalan perdagangan illegal satwa trenggiling merupakan kejahatan transnational yang menjadi perhatian dunia, dengan pasar beberapa negara asia, seperti Vietnam dan China. “Tindakan tegas pelaku kejahatan satwa dilindungi menjadi prioritas KLHK. Sepanjang tahun 2015-2017 operasi peredaran TSL telah menyelamatkan 6.343 TSL hidup dan telah mengamankan 4.580 lembar kulit TSL dan 713 bagian tubuh lainnya. Total kejahatan terkait TSL yang ditangani oleh KLHK selama 2015-2017 mencapai 119 kasus”, jelas Rasio Ridho Sani.(***) Penanggung jawab berita: Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Djati Witjaksono Hadi – 081375633330
Baca Pengumuman

Tarsius Dari Pulau Sumatera

Musi Rawas (14/6/2017). Sumatra termasuk pulau yang memiliki jumlah spesies primata tertinggi berdampingan dengan pulau Kalimantan. Banyak jenis primata yang hidup di Sumatra merupakan spesies endemik yang tidak bisa kita jumpai di pulau maupun negara manapun didunia. Salah satu spesies primata yang sangat langka dan jarang dijumpai adalah Tarsius. Tarsius hidup tersebar tidak hanya di sulawesi namun dapat di jumpai di Kalimantan, Sumatra dan kemungkinan hidup juga di Pulau Jawa karena merunut pada jaman Es Akhir Ketiga Pulau adalah satu dataran luas yang disebut Paparan Sunda atau “Greater Sunda Land” Tarsius merupakan salah satu dari 25 spesies primata yang paling terancam punah di dunia. Hutan hujan tropis Sumatra adalah habitat asli dari salah satu jenis Tarsius di indonesia karena Sumatra termasuk dalam home range area persebaran Western Tarsius ( Tarsius bancanus ). Perlu diketahui bahwa Tarsius merupakan binatang nocturnal ( aktif pada malam hari) dan Indonesia menduduki peringkat pertama dengan jumlah spesies Tarsius terbanyak di dunia. Pulau Sumatra sendiri memiliki dua subspesies yang berbeda yaitu Tarsius bancanus bancanus yang hidup di pulau utama dan Tarsius bancanus saltator subspesies endemik yang hidup terpisah di Pulau Bangka. Tarsius bancanus merupakan spesies primata yang hidup di hutan primer maupun hutan sekunder dataran rendah. Tarsius menyukai habitat rumpun bambu, akar pohon beringin maupun lubang lubang kayu yang digunakan untuk bersembunyi dan beristirahat. Tarsius memiliki gigi gigi tajam dan merupakan primata karnivor seutuhnya. Makanan utama primata ini adalah serangga namun dia juga bisa memangsa kalelawar, ular maupun burung kecil di habitatnya. Penampakan Tarsius seperti perpaduan antara monyet dan burung hantu karena sturktur tengkorak kepala dan wajah yang hampir serupa dengan burung hantu namun dengan tubuh seperti monyet. Tarsius memilki kemampuan penglihatan yang sangat baik walaupun dengan konsentrasi cahaya yang sangat rendan serta leher tarsius dapat diputar 180, hal ini menjadikan tarsius sebagai hewan nocturnal yang sangat evolusioner. Saat ini jumlah populasi Tarsius bancanus belum diketahui pasti (vurnerable) dan masuk didalam daftar merah spesies terancam punah yang diumumkan oleh IUCN. Kerusahakan habitat maupun perdagangan satwa illegal yang terjadi di dalam akhir dekade ini mengakibatkan turunya populasi tarsius secara masal di Sumatra dan pulau lainya. Dengan alasan tersebut sangat perlu dilakukan survey lapangan mengenai mengenai populasi, taxonimic, keragaman genetik maupun pemetaan masalah. Perlindungan Tarsius harus segera dilakukan hal ini merupakan hal sangat mendesak sebelum spesies ini hilang dari bumi Sumatra. Penulis: Pungky Nanda Pratama Sumber: BKSDA Sumatera Selatan
Baca Pengumuman

Tacca chantrieri Si Hitam Yang Terlupakan

Musi Rawas (14/6/2017). Indonesia adalah Salah satu jantung keanekaragaman flora dan fauna dunia (world biodiversity hot-spot) yang menduduki peringkat teratas dengan jumlah kekayaan species tertinggi dunia. Sumatra adalah salah satu pulau di Indonesia yang memeliki keanekaragaman hayati yang sangat beragam baik flora dan Fauna. Membahas tentang keanekaragaman flora Sumatra, banyak dari kita sudah sangat mengenal Rafflesia arnoldii ataupun Bunga Bangkai Raksasa Amorphophallu titanum namun pada kesempatan ini saya akan membahas mengenai salah satu bunga Langka yaitu Bunga Kalelawar Hitam (Bat Flower) dengan nama latin Tacca chantrieri. Hanya ada dua species dari genus Tacca ini yang ada di dunia salah satunya Tacca chantrieri dan Tacca Integrifolia yang memiliki ukuran jauh lebih besar dibandingkan T.chantrieri yang memiliki bunga berwarna putih. Tacca chantrieri atau Bunga Kalelawar hitam ini merupakan tanaman dari keluarga Dioscoreaceae yang merupakan tanaman asli Asia Tenggara mulai Thailand, Semenanjung Malaysia hingga Sumatra Indonesia. Tanaman ini memiliki dua brachtea yang menyerupai bunga dengan bentuk seperti sayap kalelawar dengan warna hitam disertai rambut rambut yang menjuntai pada pangkal bunganya. Sebenarnya tanaman ini memilki bungan yang memiliki ukuran kecil terdiri dari 8 – 10 kuntum bungan yang menggantung dibawah bractea. Taman ini akan mulai memproduksi bunga setelah minimal telah memiliki minimal dua lembar daun dan akan berbunga sebanyak delapan kali pada satu kali musim berbunga. merupakan tanaman yang menyukai tumbuh di habitat dengan jenis tanah subur, kelembapan tinggi dengan sedikit intensitas matahari. Bunga kalelawar ini dapat berkembangbiak dengan melalui biji tanaman maupun umbi rhizhoma. Di Sumatra selatan masih sering ditemukan tanaman ini tumbuh didalam maupun diluar kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat. Foto diatas merupakan tanaman Tacca yang tumbuh diarea perkebunan tua masyarakat diwilayah Desa Karang Panggung Kecamatan Musi Rawas Sumatra Selatan dan saat ini tanaman tersebut sudah musnah karena habitatnya telah dibersihkan sebagai area baru perkebunan kopi. Hal ini merupakan kejadian yang tragis ketika keanekaragam hayati harus musnah sebelum mendapat perhatian dari kita sendiri. Sebagian besar orang indonesia tidak pernah tahu, mendengar maupun menyadari bahwa bunga kalelawar tersebut tumbuh di Indonesia khususnya di Sumatra, keberadaanya sudah semakin langka akibat kerusakan habitat yang masive pada akhir dekade ini namun berbanding terbalik dengan yang dialami tanam ini di tempat aslinya, Tacca telah lama dibudidayakan diluar negeri sebagai tanaman hias koleksi kolektor tanaman tropis dunia dan ini merupakan aset berharga bagi Indonesia yang berpotensi mendatangkan devisa dan bisa menjadi komoditi unggulan tanaman hias tropis. Namun di negaranya sendiri tidak pernah ada perhatian dan sampai kapan kita akan acuh dengan harta yang berharga ini. Jangan sampai dari kelalaian kita, tanaman ini musnah dialamnya dan kita wajib melindungi serta menjaga keanekaragaman hayati baik flora maupun fauna yang kita miliki sebagai aset berharga Negara. Penulis: Pungky Nanda Pratama Sumber: BKSDA Sumatera Selatan
Baca Pengumuman

Perdirjen KSDAE No. P.3/KSDAE/SET/KUM.1/5/2017 Tentang Juknis Penyaluran Bantuan Lainnya yang Memiliki Karakteristik Bantuan Pemerintah dalam Rangka Fasilitasi Pemberdayaan Masyarakat Ditjen KSDAE

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No P.12/MENLHK/SETJEN/KUM.1/2/2017 telah menetapkan tentang Pedoman Umum penyaluran bantuan lainya dilingkungan Kementerian LHK berdasarkan hal tersebut maka Ditjen KSDAE perlu mengeluarkan Peraturan Ditjen KSDAE tentan petunjutk teknis penyaluran bantuan lainnya yang memiliki karakteristik bantuan Pemerintah dalam rangka fasilitasi pemberdayaan masyarakat lingkup Ditjen KSDAE. Perdirjen tersebut dapat dilihat pada link berikut
Baca Pengumuman

ATASI PENCEMARAN UDARA DENGAN TEKNIK MENGEMUDI RAMAH LINGKUNGAN (ECO-DRIVING)

SIARAN PERS Nomor : SP. 118/HUMAS/PP/HMS.3/06/2017 Jakarta, Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Minggu, 4 Juni 2017. Mendukung upaya mengatasi pencemaran udara, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengadakan kampanye publik terkait teknik mengemudi yang aman, nyaman, efisien dan ramah lingkungan (eco-driving), dalam bentuk Eco- driving Fun Rally di Jakarta (04/06/2017). Kegiatan ini merupakan bagian dari Pekan LHK yang dilaksanakan sejak 1 Juni lalu. Berdasarkan hasil studi, 70% pencemaran udara di perkotaan dan 23 % emisi GRK dari fossil fuel bersumber dari sektor transportasi (KLH, 2012), dan 90 % dari emisi transportasi, berasal dari transportasi darat. Hal ini tidaklah mengherankan mengingat pertumbuhan kendaraan bermotor per tahun sebanyak 9 juta unit/tahun, termasuk sepeda motor 7,8 juta unit/tahun (Gaikindo dan AISI, 2014). Dampak pencemaran udara tersebut sangat mempengaruhi kesehatan manusia, antara lain fungsi organ otak, perut, mata, tenggorokan, paru-paru, jantung, bahkan sistem reproduksi. Eco-driving merupakan implementasi Program Langit Biru yang terlaksana sejak tahun 1996 oleh Kementerian Lingkungan Hidup sebelum bergabung dengan Kementerian Kehutanan. Dalam pembukaan Eco-driving Fun Rally, Direktur Jenderal Pengendalian dan Pencemaran Kerusakan Lingkungan, M.R. Karliansyah menyampaikan bahwa teknik eco- driving dapat menghemat bahan bakar dan mengurangi emisi. “Selama delapan tahun percobaan eco-driving, diketahui rata-rata dapat menghemat 10- 25% bahan bakar. Dan program eco-driving ini, mendukung upaya pencapaian kualitas udara bersih menyambut Asian Games 2018”, ujar Karliansyah. Selain itu, terbitnya peraturan penggunaan bahan bakar standar Euro 4, dan kesiapan PT. Pertamina Cilacap dalam menyediakan 60-70% kebutuhan BBM standar Euro 4 di Pulau Jawa, membuat Karliansyah optimis akan implementasi program eco-driving. Karliansyah juga menambahkan, “Sebagai bentuk sosialisasi eco-driving, materi ini perlu dikembangkan dalam kurikulum sekolah mengemudi, dan mendukung kebijakan penggunaan bahan bakar Euro 4, KLHK terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, POLRI, Kementerian ESDM dan PT. Pertamina, serta pihak-pihak terkait lainnya.” Menyampaikan kemajuan program ini, Karliansyah menjelaskan bahwa, “Saat ini program eco-driving baru menjangkau beberapa perusahaan, dan ke depan kami harap masyarakat luas dapat ikut berpartisipasi. Adapun wacana sertifikat eco-driving sedang dipersiapkan sebagai salah satu pelengkap ijin mengemudi”. Sebanyak 185 peserta yang berasal dari klub otomotif mengikuti kegiatan Eco-driving Fun Rally, terdiri dari 65 peserta rally dan 120 peserta workshop. Kegiatan ini terbagi menjadi empat kelompok yaitu, kendaraan bensin >1.250 cc, 1.250-1.500 cc, > 1.500 cc, dan kendaraan solar. Eco-driving membuat masyarakat berpartisipasi langsung dalam pengendalian pencemaran udara dan sekaligus memberikan manfaat ekonomi, sosial, keamanan (safety) dan lingkungan. Penanggung jawab berita: Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Djati Witjaksono Hadi – 0813756 33330
Baca Pengumuman

Lowongan Communication And Reporting Officer dan Admin Assistant

LOWONGAN COMMUNICATION AND REPORTING OFFICER dan ADMIN ASSISTANT PADA PROYEK TRANSFORMING EFFECTIVENESS OF BIODIVERSITY CONSERVATION IN PRIORITY SUMATRAN LANDSCAPES Transforming Effectiveness of Biodiversity Conservation in Priority Sumatran Landscapes (Sumatran Tiger Project) Project bertujuan untuk meningkatkan konservasi keanekaragaman hayati di lanskap prioritas Sumatera melalui penerapan praktek pengelolaan terbaik bagi kawasan konservasi dan kawasan budidaya yang ada di sekitarnya. Dimana pemulihan populasi harimau sumatera dijadikan indikator keberhasilan proyek yang didanai hibah dari GEF, dan dikelola oleh Kementerian Lingungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama dengan UNDP. Untuk mendukung pelaksanaan kegiatan baik dalam hal teknis, reporting dan administrasi pada proyek diperlukan Communication and Reporting Officer dan Admin Assistant, untuk ditempatkan di Project Management Unit (PMU), Jakarta Untuk info lebih lanjut, silahkan klik link dibawah ini : LOWONGAN COMMUNICATION AND REPORTING OFFICER dan ADMIN ASSISTANT PADA PROYEK Sumber Info: Direktorat KKH
Baca Pengumuman

MENYATU DENGAN ALAM MELALUI PEKAN LINGKUNGAN HIDUP DAN KEHUTANAN TAHUN 2017

SIARAN PERS Nomor : SP. 115/HUMAS/PP/HMS.3/06/2017 Jakarta, Kementerian LHK, Jumát, 2 Juni 2017. Dalam pembukaan Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Tahun 2017 di Jakarta (02/06/2017), Menteri LHK Siti Nurbaya menyampaikan bahwa Pekan LHK kali ini merupakan yang ke-21 kalinya untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup sedunia yang jatuh pada tanggal 5 Juni. "Pekan LHK merupakan wahana interaksi masyarakat dan kampanye publik dalam menumbuhkan kecintaan terhadap alam dan lingkungan, serta menarik atensi masyarakat dalam perlindungan dan tata kelola masyarakat", ujar Siti Nurbaya. Tema “Menyatu dengan Alam” yang diangkat kali ini, menurut Siti, berarti hadir bersama alam, menghargai keselarasan dengan alam, dan memperlakukan alam secara proporsional, tidak hanya eksploitasi, tetapi juga dalam perspektif perlindungan lingkungan. "Kecintaan terhadap lingkungan perlu dituangkan dalam persepsi dan aktualisasi. Manusia tidak hanya melakukan eksploitasi, namun melakukan perlindungan dan pengelolaan lingkungan", pesan Siti. Banyaknya tantangan permasalahan bidang LHK saat ini, menurut Siti membutuhkan penanganan yang komprehensif, sinergis, dan kontinu. "Dengan adanya Pekan Lingkungan Hidup dan Kehutanan ini, diharapkan dapat memperkuat komitmen dan sinergitas dari seluruh stakeholder dan masyarakat, terutama komitmen hati, tekad, dan kecintaan terhadap alam", Siti menegaskan. Siti juga berharap, dengan adanya Pameran sebagai salah satu rangkaian kegiatan Pekan LHK, dapat mendukung pemasaran dari produk-produk hasil hutan bukan kayu (HHBK) dari program Perhutanan Sosial, yang saat ini tengah didorong oleh Kementerian LHK.Selain itu, Siti menghimbau agar senantiasa menggunakan produk-produk yang berasal dari alam dan hasil daur ulang, yang mendukungupaya pengolahan limbah dan pengurangan sampah di Indonesia. "Mari lakukan eksplorasi dengan penuh kecintaan terhadap alam, yang diwujudkan dalam bentuk peduli lingkungan yang konkrit, yaitu menanam pohon, mengelola sampah, dan menjaga keanekaragaman hayati. Hal terpenting lainnya yaitu perlu ada kejujuran dalam melihat dan mempersepsikan terhadap alam", Siti mengingatkan. Berkenaan dengan waktu Pekan LHK yang dilaksanakan di bulan Ramadhan, menurut Siti Nurbaya, dapat menjadi pengingat bagi manusia untuk melakukan perubahan perilaku dengan menahan diri dari perbuatan kurang baik untuk menjadi lebih baik, melalui menjaga kekayaan, keselarasan dan keindahan alam. Turut menghadiri pembukaan Pekan LHK Tahun 2017, Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, Pimpinan Tingkat Madya lingkup KLHK, dan peserta pameran dari berbagai stakeholder. Dalam kesempatan ini, Budi Karya Sumadi menyampaikan apresiasinya kepada KLHK atas penyelenggaraan Pekan LHK. "Tema "Menyatu dengan Alam" sangat berhubungan dengan Kemenhub, khususnya dalam mewujudkan eco driving, karena dengan penggunaan biofuel dapat menurunkan emisi gas runah kaca sebesar 20%. Diharapkan ke depannya akan terjalin kolaborasi yang baik antara KLHK dan Kemenhub", tutur Budi. Pekan LHK Tahun 2017 juga diperkaya dengan kegiatan CSR, talkshow, workshop, seminar, eco driving rally, lomba pemusik jalanan,lomba marawis antar sekolah, lomba menggambar dan mewarnai, kompetisi insinyur cilik, permainan, tausiyah, buka puasa bersama dan masih banyak lagi kegiatan lainnya. (*) Penanggung jawab berita: Kepala Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Djati Witjaksono Hadi – 081375633330

Menampilkan 193–208 dari 257 publikasi