Senin, 25 Mei 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Dialog Bersama Masyarakat Bunaken Kepulauan

Manado, Juni 2022 - Direktur Perencanaan Kawasan Konservasi bersama Kepala Balai Taman Nasional Bunaken dan Kepala Balai KSDA Sulawesi Utara mendampingi kunjungan kerja DPD-RI Komite II (29/6). Kunjungan kerja anggota Komite II DPD RI dipimpin oleh Wakil Ketua Komite II DPD RI, Bapak Lukky Semen (Senator Sulawesi Tenggara) dan diikuti oleh Bapak Stefanus (Senator Sulawesi Utara), Ibu Hj. Emma (Senator Sumatera Barat), Ibu Waode Rabia (Senator Sulawesi Tenggara) dan Bapak Mamberob Rumakiek (Senator Papua Barat). Kunjungan kerja dilakukan ini sehubungan dengan adanya aspirasi masyarakat Pulau Bunaken terkait tenurial di kawasan konservasi Taman Nasional Bunaken. Dialog bersama masyarakat yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komite II DPD RI, dihadiri perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian ATR/BPN, Pemprov Sulut, Pemkot Manado, Ketua DPRD Kota Manado, Tokoh masyarakat, pemuda dan agama berjalan kondusif dan harmonis. Dalam penjelasannya, Direktur Perencanaan Kawasan Konservasi menyampaikan bahwa Kementerian LHK dalam masa kepemimpinan Presiden Jokowi sudah banyak membuat terobosan kebijakan dan mengubah paradigma pengelolaan hutan khususnya kawasan konservasi untuk kesejahteraan masyarakat. Misalnya program Perhutanan Sosial yang salah satunya melalui skema kemitraan kawasan konservasi. Berbagai mekanisme/aturan juga telah diubah dan disiapkan pemerintah, terutama dalam penyelesaian permasalahan tenurial dalam kawasan hutan. Harapannya adalah pengelolaan kawasan hutan harus mampu memberikan keseimbangan antara kelestarian ekologi, sosial dan budaya serta kesejahteraan ekonomi masyarakat. Sumber : Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Pembahasan Penilaian Revisi Zona Pengelolaan TN Gunung Ciremai

Jakarta, Juni 2022 - Adanya perkembangan kondisi fungsional Kawasan faktor eksternal serta dinamika pengelolaan menjadikan zona-zona sebelumnya dipandang perlu untuk ditinjau ulang dan dilakukan revisi sehingga implementasinya dapat meningkatkan efektivas dan efisiensi pengelolaan Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi telah menyelenggarakan pembahasan penilaian revisi Zona TN Gunung Ciremai secara daring dan luring (05/06). Kegiatan ini dilaksanakan dengan mengundang Balai Taman Nasional Gunung Ciremai untuk mempresentasikan draft rancangan Revisi Zona Taman Nasional Gunung Ciremai. Hadir pula sebagai peserta pembahasan dari eselon II lingkup Direktorat Jenderal KSDAE untuk memberikan masukan dan saran untuk penyempurnaan dokumen zona pengelolaan TNGC. Revisi zona pengelolaan TNGC yang telah dirancang sesuai dengan kriteria yang didasarkan pada hasil inventarisasi potensi terkini nilai penting kawasan, dipertajam dengan hasil konsultasi publik sehingga dapat menyerap aspirasi berbagai pihak dan memperhatikan hak-hak setempat yang lahir karena kesejahteraan serta kondisi aktualnya. Perubahan-perubahan tata guna lahan di sekitar kawasan TNGC sebagai akibat dari perkembangan pembangunan, perubahan politik menuju otonomi dan implementasi upaya pemanfaatan langsung sumber daya alam untuk kesejahteraan masyarakat menjadi salah satu pertimbangan arah pengelolaan TNGC ke depan. Sumber : Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Balai TN Gunung Merbabu Ajak Anak-Anak Peduli Kawasan Hutan dan Lingkungan Sekitar

Boyolali, 17 Juni 2022 - Pada bulan Maret 2022 bertepatan dengan puncak peringatan Hari Bakti Rimbawan ke-39 Tahun 2022 yang mengambil tema “Rimbawan Peduli Lingkungan, Menyukseskan Presidensi G20 Indonesia, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) dan Gubernur NTT meresmikan Program KSDAE Mengajar. Melalui program ini, peran aktif dan kontribusi UPT KSDAE diharapkan dalam mendukung upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan mengajar di sekolah pada desa-desa sekitar kawasan konservasi. Balai Taman Nasional Gunung Merbabu secara simultan pada lima resort melaksanakan kegiatan Visit to School sebagai rangkaian Road to HKAN Tahun 2022. Bertempat di SD Negeri 2 Jlarem (Resort Ampel), MI Nurul Islam Batur (Resort Kopeng), MI Yaspi Kaponan (Resort Pakis), SD Negeri Wonolelo 4 (Resort Wonolelo), serta SD Negeri 1 Lencoh (Resort Selo) kegiatan visit to school dilaksanakan sebagai upaya memberikan bekal pendidikan lingkungan agar mengenal potensi sumber daya alam yang ada disekitarnya sejak dini. Arti penting pendidikan lingkungan sejak dini, bertujuan untuk penanaman karakter peduli terhadap lingkungan sekitar. Mengingat alam merupakan rumah kita, maka sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga dan melestarikannya. Melalui kegiatan Visit to School ini, siswa-siswi diajak untuk lebih mengenal dan mempelajari keanekaragaman hayati di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu. Para siswa diajak untuk berdiskusi, belajar mengemukakan pendapat, menonton film, serta melaksanakan beberapa tugas untuk menumbuhkan kreativitas anak-anak. Siswa-siswi yang bertempat tinggal di daerah penyangga kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu ini diarahkan untuk lebih mengenal kawasan hutan didekat tempat tinggal mereka. Guna menghindari kejenuhan siswa-siswi selama pelaksanaan kegiatan, petugas memberikan ice breaking pada sela-sela penyampaian materi agar mereka kembali segar dan bisa berkonsentrasi kembali. Siswa-siswi yang bisa menjawab pertanyaan kuis yang diberikan atau berani bercerita dan mengemukakan pendapat diberikan hadiah. Dengan lebih mengenal Taman Nasional Gunung Merbabu dan segala potensinya serta arti penting kawasan hutan bagi kehidupan, diharapkan akan muncul rasa kepedulian dalam diri siswa-siswi sebagai generasi penerus. Penanaman rasa cinta pada alam sejak dini diharapkan akan menumbuhkan rasa ikut memiliki dan cinta pada alam itu sendiri yang akan berujung pada peran serta mereka dengan sukarela untuk menjaga kelestarian alam sekitar mereka pada umumnya dan kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu pada khususnya. Kegiatan diakhiri dengan pemberian cinderamata bagi siswa-siswi peserta kegiatan, photo bersama serta penyerahan buku dari Balai Taman Nasional Gunung Merbabu sebagai bahan bacaan di perpustakaan kepada pihak sekolah. Sumber: Nur. A (Penyuluh Kehutanan) - Balai TN Gn Merbabu
Baca Artikel

''Ngobrol Santai Bareng'' JFT Balai Besar TNGGP

Cianjur, 8 Juli 2022 – Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) memiliki 3 (tiga) jenis Jabatan Fungsional Tertentu (JFT), yaitu Polisi Kehutanan, Pengendali Ekosistem Hutan, dan Penyuluh Kehutanan. Pada hari Selasa (5/7/22), bertempat di Kantor Balai, telah dilaksanakan Pembinaan lingkup BBTNGGP yang dihadiri oleh Plt. Kepala Balai Besar TNGGP, Kepala Bidang Teknis Konservasi, Kepala Bidang PTN Wilayah I, II, dan III, dan 69 orang JFT. Pada kesempatan ini, Plt. Kepala Balai Besar menyampaikan bahwa JFT merupakan garda terdepan dalam mendukung pengelolaan TNGGP sehingga diharapkan kegiatan-kegiatan yang ada di TNGGP saat ini harus mulai dilakukan secara sinergis dan kolaboratif, antara Polhut, PEH, serta Penyuluh. Selain itu, Kepala Bidang Teknis Konservasi dan Kepala Bidang PTN Wilayah menyampaikan kondisi terkini mengenai sebaran personil dan kegiatan yang dilaksanakan oleh JFT di masing-masing wilayah. Ide, terobosan, saran, dan masukan disampaikan oleh koordinator masing-masing JFT, baik Polhut, PEH, dan Penyuluh terkait peran dan fungsi terhadap pengelolaan di TNGGP. Kegiatan Pembinaan JFT seperti ini diharapkan dapat dilakukan secara rutin dan berkelanjutan guna memacu para JFT untuk selalu menciptakan inovasi-inovasi sehingga menyelaraskan visi dan misi pengelolaan di TNGGP dan sebagai monitoring pelaksanaan tugas dan fungsi yang dijalankan. Sumber : Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango Teks : Sisca WA Dok : Tim IT - BBTNGGP
Baca Artikel

Jejak Harimau Teridentifikasi di Sijamapolang, BBKSDA Sumut Lakukan Sosialisasi

Sijamapolang, 6 Juli 2022. Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) teridentifikasi muncul di Desa Nagurguran, Desa Sibuntuan dan Desa Sitapongan, Kecamatan Sijamapolang, Kabupaten Humbang Hasundutan. Kemunculan satwa liar ini ditandai dengan ditemukannya jejak-jejak kaki di berbagai tempat. Menyikapi ini Camat Kecamatan Sijamapolang segera berkoordinasi dengan Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Kepala Seksi Konservasi Wilayah IV Tarutung. Hasil koordinasi tersebut ditindaklanjuti dengan terbitnya surat Camat Nomor : 140/95/Kec.07/VI/2022 tanggal 27 Juni 2022, perihal Himbauan Bahaya Binatang Buas, yang ditujukan kepada Kepala Desa Se-Kecamatan Sijamapolang. Dalam himbauannya, Camat menyampaikan agar semua warga dalam melakukan aktifitas di ladang dilaksanakan mulai jam 09.00 Wib s.d 16.00 Wib, dan jika bepergian ke ladang diusahakan melebihi dari 4 (empat) orang. Terhadap semua ternak kerbau/lembu agar ditarik ke daerah pemukiman. Selain itu aparat pemerintah desa ditugaskan untuk melakukan pengawasan terhadap aktifitas masyarakat di ladang. Dalam perkembangan penanganan, selanjutnya petugas Seksi Konservasi Wilayah IV Tarutung, turun langsung ke lokasi untuk mengumpulkan bahan dan keterangan baik dari Camat Kecamatan Sijamapolang (Drs. Toga Halasan Simamora) maupun dari warga, pada Selasa 5 Juli 2022, dan diperoleh informasi bahwa jejak-jejak harimau ditemukan di Desa Bonan Dolok, Desa Nagurguran, Desa Sibuntuon dan Desa Sitapongan. Namun belum ada satupun warga yang melihat langsung keberadaan si raja hutan tersebut. Demikian juga saat mengumpulkan bahan dan keterangan dari warga, petugas tidak lupa menyampaikan kembali himbauan dan sosialisasi kepada warga untuk selalu waspada serta tidak melakukan tindakan ataupun perbuatan yang dapat membahayakan baik bagi warga maupun bagi harimau. Bila menemukan adanya indikasi kehadiran satwa liar tersebut agar segera melaporkan kepada petugas. Sosialisasi kepada warga Sumber : Sahat Tua Berutu, A.md. dan Budi Satria Sihite, S.Hut.- Polhut Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Perlindungan Maksimal Untuk Pengunjung Wisata Alam TN Gunung Gede Pangrango

Cibodas, 6 Juli 2022. Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) bersama PT. Asuransi Jiwa Syariah Amanahjiwa Giri Artha menandatangani Rencana Pelaksanaan Program (RPP) 2022-2027 di Ruang Rapat Mandalawangi, Kantor BBTNGGP, Rabu (6/7). Penandatangan RPP ini untuk menindaklanjuti Perjanjian Kerjasama (PKS) antara BBTNGGP dan PT. Asuransi Jiwa Syariah Amanahjiwa Giri Artha pada (27/4/22), guna peningkatan pelayanan pengunjung, pengembangan wisata alam, dan asuransi jiwa untuk pengunjung wisata alam. PT. Asuransi Jiwa Syariah Amanahjiwa Giri Artha merupakan lembaga di bidang asuransi jiwa dengan prinsip syariah yang mengikuti bidding (lelang) atau beauty contest yang diselenggarakan oleh Panitia Pemilihan Penyedia Jasa Asuransi Pengunjung Wisata Alam di TNGGP pada tanggal 30 Desember 2021. Pemenang bidding (lelang) diumumkan melalui laman www.gedepangrango.org dan http://ksdae.menlhk.go.id/info/10103/pemilihan-penyelenggara-asuransi-jiwa-pengunjung.html, yaitu PT. Asuransi Jiwa Syariah Amanahjiwa Giri Artha yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Kepala BBTNGGP Nomor: : SK. 527/BBTNGGP/TU.1/12/2021 tentang Penetapan Pemenang Beauty Contes, Pemilihan Mitra Kerjasama Jasa Asuransi Pengunjung Wisata Alam Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. RPP ini selanjutnya akan dijadikan acuan dalam penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan bahan untuk melakukan evaluasi keberhasilan pelaksanaan program yang telah ditetapkan. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Teks : Sisca Widiya A Dok : Tim IT - BBTNGGP
Baca Artikel

Membangun Komitmen Pemdes dan Warga Negeri Dolok Melalui Kesepakatan Konservasi

Negeri Dolok, 6 Juli 2022. Rangkaian road to HKAN 2022, Balai Besar KSDA Sumatera Utara kembali melakukan giat kesepakatan konservasi. Kali ini melalui Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar telah dilaksanakan penandatanganan Kesepakatan Konservasi bersama Plt. Kepala Nagori Negeri Dolok, Kecamatan Panribuan, Kabupaten Simalungun serta Kelompok Tani Pamatang Tani I, pada Jumat 1 Juli 2022, di kantor Nagori Negeri Dolok. Kesepakatan konservasi pada intinya merupakan bentuk pengakuan dari pemerintahan desa dan masyarakat akan keberadaan kawasan konservasi serta komitmen untuk menjaga dan merawat kawasan tersebut agar tetap lestari melalui dukungan terhadap kegiatan pengembangan ekonomi masyarakat. Adapun bentuk kegiatan ini berupa fasilitasi usaha ekonomi produktif kelompok masyarakat di sekitar kawasan konservasi Cagar Alam (CA) Batu Gajah. Bantuan diberikan berupa uang tunai untuk pengadaan peralatan pertanian masyarakat guna mendukung usaha dalam peningkatan perekonomian warga. Keberadaan kawasan konservasi CA Batu Gajah yang secara administartif pemerintahan berada di Dusun Pematang, Desa Negeri Dolok, Kecamatan Panribuan, Kabupaten Simalungun, dengan luasnya 0,80 ha., sangat penting artinya mengingat di dalam kawasan ini terdapat batu-batuan peninggalan sejarah, yang berbentuk khas dan merupakan situs megalitik, berupa relief dan patung gajah, relief cecak, patung ular, patung harimau, patung kerbau dan relief kepala kerbau . Dengan adanya kemitraan konservasi ini diharapkan bukan hanya untuk peningkatan usaha ekonomi masyarakat, tetapi juga kepedulian warga untuk tetap menjaga dan merawat kelestarian situs sejarah yang ada di kawasan CA. Batu Gajah. Sumber : Yustiil Fazri – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Kajian Teknis Pembentukan Taman Nasional Gunung Latimojong

Enrekang, Juni 2022. “Desk Study Pembentukan TN Gunung Latimojong dilakukan dengan Kajian teknis/ biofisik difokuskan pada identifikasi keunggulan komparatif dan nilai penting kawasan, Kajian Sosial dan Budaya dan Kajian Hukum sebagai pertimbangan pengusulan Hutan Lindung dan Hutan Produksi yang berada di 6 Kabupaten Kabupaten Enrekang, Kabupaten Luwu, Kabupaten Tana Toraja, Kabupaten Toraja Utara, Kabupaten Sidrap dan Kabupaten Wajo menjadi Taman Nasional, “ ungkap Direktur Perencanaan Kawasan Konservasi (RenKK), Ahmad Munawir, pada acara Rapat Pra Pemaparan Konservasi Gunung Latimojong menjadi Taman Nasional (TN) tanggal 27 Mei 2022 di Pendopo Baruga Rumah Jabatan Bupati Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan. Ahmad Munawir menambahkan dalam pemaparannya bahwa berdasarkan kajian lokasi usulan merupakan daerah tangkapan air (pegunungan) dengan topografi berat dan resiko kerawanan bencana tinggi dan memilik potensi satwa Liar seperti malillin (Anoa), Ayam hutan, Rangkong, Tarsius, Rusa. Berdasarkan kajian sosial budaya ekonomi Lokasi calon TN Gunung Latimojong dikelilingi oleh 138 Desa pada 6 Kabupaten, Kebudayaan Massenrempulu yang berada diantara kebudayaan Bugis, Mandar dan Tana Toraja, Sektor pertanian memegang peranan penting dalam perekonomian di wilayah. Berdasarkan kajian hukum, Pembentukan TN Gunung Latimojong dari perubahan fungsi HL/HP/HPT sangat mungkin untuk dilaksanakan, dengan catatan usulan harus disampaikan Gubernur Sulawesi Selatan kepada Menteri dengan rekomendasi dari 6 Bupati (Bupati Enrekang, Bupati Luwu, Bupati Tana Toraja, Bupati Toraja Utara, Bupati Sidrap dan Bupati Wajo. Mekanisme pembentukan Taman Nasional dapat dilaksanakan melalui beberapa alternatif mekanisme diantaranya Perubahan fungsi/ penunjukan kawasan hutan provinsi dalam RTRW atau Penunjukan parsial kawasan Taman Nasional dari Tanah Milik/ APL atau Pembentukan kawasan Taman Nasional secara parsial Perubahan fungsi parsial kawasan hutan (HP/ HL) Harapannya usulan Perubahan Fungsi Kompleks Hutan Gunung Latimojong Menjadi Taman Nasional agar kawasan Pegunungan Latimojong tetap lestari dan dapat berfungsi sebagai ekoswisata dapat terwujud. Kegiatan turut dihadiri antara lain, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemda Kabupaten Enrekang, Sekretaris Daerah Kabupaten Enrekang, Direktur Perencanaan Kawasan Konservasi Ditjen KSDAE, Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, Pusat Pembangunan Ekoregion Sulawesi Maluku, Fauna Flora International Project Sulsel, KPH Mata Allo, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Lingkungan, dan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan.dan stakeholder/OPD terkait. Sumber : Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Solusi Bersama Atasi Permasalahan di Kawasan BKSDA Sumbar

Padang, 5 Juli 2022. Komisi II DPRD Provinsi Riau melakukan kunjungan kerja ke Kantor Resort Marapi Singgalang Tandikat Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat (BKSDA Sumbar), Selasa (5/6). Kunjungan kerja ini bertujuan untuk mendapatkan informasi terkait pengelolaan kawasan konservasi, kebijakan konservasi, pengamanan, perlindungan dan pemanfaatan kawasan, serta tumbuhan dan satwa di BKSDA Sumbar. Tingginya kerusakan kawasan hutan di Provinsi Riau menjadi perhatian bagi Komisi II DPRD Provinsi Riau untuk dapat menekan lajunya kerusakan kawasan hutan dan lahan. Oleh karena itu Komisi II DPRD Provinsi Riau mencoba mencarikan solusi salah satunya dengan cara belajar dan mendapatkan informasi bagaimana cara penyelesaian permasalahan kawasan di BKSDA Sumbar. Kepala Balai KSDA Sumatera Barat Ardi Andono, S.TP, M.Sc menyampaikan bahwa konsep pengelolaan kawasan yang digunakan oleh BKSDA Sumbar yaitu pendekatan berbasis tiga pilar ( adat, agama, pemerintah ). Tiga pilar ini merupakan model pengelolaan kawasan konservasi yang memadukan kekuasaan dengan pendekatan berbasiskan lembaga agama dan lembaga adat setempat. Dengan menggunankan tiga pilar ini maka permasalahan kawasan dapat berkurang dan teratasi. Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Eka Dhamayanti, S.Hut, MT menambahkan bahwa salah satu solusi yang dilakukan dalam mengatasi permasalahan kawasan yaitu berkolaborasi dengan masyarakat sekitar kawasan melalui pengelolaan hutan bersama dan kemitraan konservasi. Selain itu adanya kegiatan pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan juga menjadi salah satu cara dalam penyelesaian masalah kawasan. Program saat ini yang dikembangkan oleh Balai KSDA Sumbar adalah Nagari Ramah Harimau dengan patroli anak nagari (Pagari) nya, Nagari Taxus dimana Nagari Pandai Sikek diberikan ijin penangkaran dan ijin edar untuk Taxus sumatrana, serta pendekatan penyelesaian TWA Mega Mendung. Program ini merupakan langkah yang dilakukan untuk membangun komunikasi dengan masyarakat sekitar kawasan konservasi dan menjadi salah satu cara untuk merangkul masyarakat menjadi bagian dari kita untuk ikut serta menjaga kawasan konservasi. Komisi II DPRD Provinsi Riau menyampaikan terimakasih kepada Balai KSDA Sumbar yang telah memberikan masukan dan kiat-kiat dalam penyelesaian masalah di kawasan. Semoga solusi yang telah diberikan dapat diadopsi untuk penyelesaian permasalahan kawasan di Provinsi Riau. Sumber : Balai KSDA Sumatera Barat
Baca Artikel

Pelepasliaran Sumber Daya Perikanan di Wilayah Perairan Pulau Abang, Kota Batam

Batam, 05 Juli 2022 - Tim Balai Besar KSDA Riau, Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Batam (instagram :@twa.mukakuning) melakukan kegiatan pelepasliaran sumber daya perikanan di wilayah perairan Pulau Abang, Kecamatan Galang Barelang, Kota Batam (01/07). Tim gabungan yang terdiri dari Pelaksana Koordinasi Pengawasan Data dan Kordinasi Karantina Batam, Inspektur Mutu Karantina Batam, Kanit Gakkum Satpolairud Polresta Barelang, Kanit Patroli Satpolairud Polresta Barelang, Kantor Stasiun Karantina Batam dan Balai Perikanan Budidaya Laut Batam bersama-sama melakukan pelepasliaran Ikan hias, Soft Coral, Hard Coral dan Blangkas serta melakukan pencacahan dan pengenalan jenis dan pengambilan sampel barang bukti yang dituangkan dalam Berita Acara. Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat menjaga ekosistem bawah laut dan melestarikan alam dengan baik di wilayah Kota Batam Kepulauan Riau ya sob. #bersamakitabisa #karenakonservasitakmungkinsendiri Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Direktorat RenKK Bahas Penanggulangan Tanah Tekontaminasi di Tahura Sutan Syarif Hasyim

Jakarta, Juni 2022. Rencananya seluas 814 Ha penanggulangan tanah terkontaminasi minyak dan pemulihan fungsi lingkungan hidup di Tahura Sutan Syarif Hasyim akan menjadi bagian dari ruang lingkup kerja sama pembangunan strategis dan merupakan salah satu hasil rapat Pembahasan Rencana Kerjasama antara Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau dengan PT. Pertamina Hulu Rokan di kawasan Tahura Sultan Syarif Hasyim. Kegiatan ini diadakan oleh Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi (RenKK) pada tanggal 2 Juni 2022 di hotel Pullman. Adapun beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan meliputi pengolahan tanah terkontaminasi minyak secara onsite bioremediasi, pengolahan tanah terkontaminasi minyak secara onsite fitoremediasi, pendataan flora dan fauna minas Tahura, pengolahan tanah terkontaminasi minyak di fasilitas soil bioremediation facility; penanganan air pada lokasi pemulihan dan pemantauan pasca pemulihan. Dalam rapat juga dibahas beberapa topik diantaranya mekanisme perjanjian kerja sama, kegiatan riset dan deliniasi tambahan tahap pendahuluan, tindak lanjut yang akan dilakukan oleh Direktorat Jenderal KSDAE, PT. Pertamina Hulu Rokan serta para pihak terkait yang akan bekerja sama secara pararel, semoga dapat cepat terlaksana. Sumber : Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Patroli Pencegahan Kebakaran Hutan di SM Giam Siak Kecil

Pekanbaru, 05 Juli 2022 - Resort Duri melakukan patroli pencegahan kebakaran hutan di SM. Giam Siak Kecil, Desa Tasik Serai, Kec. Talang Muandau, Kab. Bengkalis. Kegiatan patroli dilaksanakan selama 2 hari pada tanggal 28-29 Juni 2022. Patroli dilakukan dari pagi hingga petang, saat cuaca cerah hingga turun hujan. Kondisi cuaca yang tidak menentu, tidak membuat para petugas lapangan merasa patah arang. Pengamanan kawasan tetap dilakukan sebagai tugas yang harus ditunaikan. Para petugas menyusuri hutan alam, semak belukar, kanal, dan perkebunan warga di Dusun Sei Geronggang, Desa Tasik Serai dan di RT. Dinamit Km 33 Desa Tasik Serai. Tim melakukan pemasangan spanduk larangan membakar hutan/lahan di sekitar kawasan Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil, rambu-rambu kawasan di batas-batas kawasan dengan perkebunan warga dan bersosialisasi mengingatkan warga agar selalu waspada dan berhati hati tidak melakukan hal yang memicu potensi terjadinya kebakaran lahan serta tidak boleh melakukan pemasangan jerat dengan alasan apapun. Untuk saat ini kondisi SM Giam Siak Kecil masih aman dari ancaman kebakaran karena tinggi muka air dan debit air kanal masih cukup dan beberapa lokasi masih terendam air. Salam konservasi???????? #bersamakitabisa #karenakonservasitakmungkinsendiri Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Buku Catatan Anggrek Lembah Moy dan Galeri Anggrek Papua Desa Binaan Dambu Kahbrai

Bogor, 4 Juli 2022. Tim Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi berkunjung ke Galeri Anggrek Papua Desa Binaan Dambu Kahbrai di Kampung Dosai, Distrik Sentani Barat Kabupaten Jayapura, Kamis (16/06/2022). Kunjungan tersebut didampingi Zsa Zsa Fairuztania, Penyuluh Kehutanan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua. Zsa Zsa sendiri merupakan Penyuluh berprestasi yang menyusun Buku Catatan Anggrek Lembah Moy yang berisi berbagai jenis anggrek hasil budidaya masyarakat desa binaan wilayah kerja Resort Moy sekitar daerah penyangga Cagar Alam (CA) Cycloop, BBKSDA Papua. Saat ini Zsa Zsa juga merupakan pendamping Desa Binaan Dambu Kahbrai, desa penyangga kawasan Cagar Alam Cycloop, yang memilik kelompok pemberdayaan masyarakat Budidaya Anggrek Dambu Kahbrai. Buku ini sangat berguna bagi Balai Besar KSDA Papua dalam pengelolaan keanekaragaman hayati berbagai jenis anggrek di wilayah resort Moy dan bermanfaat bagi petani budidaya anggrek untuk mengenal dan memasarkan produk anggrek yang telah dibudidayakan. Buku karya Zsa Zsa bukti bahwa BBKSDA Papua telah melakukan inventarisasi keanekaragaman hayati di sekitar wilayah KSDA resort Moy, dan dapat juga dijadikan pedoman identifikasi jenis jenis anggrek yang berada di sekitar dan di kawasan Cagar Alam Cyclop bagi yang membacanya. Semoga sosok Zsa Zsa menginspirasi lainnya yang terus bersemangat menghasilkan karya dan karsa di bidang konservasi sehingga memperkuat pengelolaan kawasan konservasi ke depannya. Sumber : Nurman Hakim dan Mugiharto HP. - Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Melihat Anggrek di TWA Teluk Lasolo

Bogor, 4 Juli 2022. Tim Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi berkesempatan melihat habitat anggrek Anggrek Vandopsis lissochiloides (Gaudich.) Pfitzer dalam rangka rangkaian kegiatan bimbingan teknis Invetarisasi Kehati pada tanggal Kamis, (21/6/2022) yang didampingi Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Kolaka – Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Tenggara (BKSDA Sultra) dan tim teknisnya. Anggrek dengan kelopak bunga berwarna kuning bertotol merah yang masuk dalam Keluarga Orchidaceae Suku Vandeae ini tumbuh di bukit karang bebatuan, dijumpai saat mengunjungi lokasi Taman Wisata Alam (TWA) Teluk Lasolo. Inventarisasi Kehati merupakan kegiatan yang sangat penting untuk dilaksanakan dalam rangka mengetahui potensi keanekaragaman hayati yang terkandung di kawasan konservasi. Inventarisasi keanekaragaman hayati, merupakan salah satu strategi upaya peningkatan pengelolaan hutan konservasi dan upaya konservasi keanekaragaman hayati, spesies dan genetik. Dalam bimbingan teknis Invetarisasi Kehati ini, tim Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi menyampaikan informasi panduan dan arahan dalam melaksanakan kegiatan inventarisasi dan verifikasi keanekaragaman hayati tinggi di kawasan konservasi dengan metode yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah mulai dari tingkat tapak (Unit Pelaksana Teknis/Daerah) hingga tingkat nasional sehingga dapat menyajikan data dan informasi kawasan konservasi yang masih memiliki nilai keanekaragaman hayati tinggi dalam suatu sistem database yang baik. Dengan adanya panduan ini , semoga data Vandopsis lissochiloides (Gaudich) yang tumbuh di TWA Teluk Lasolo ini terkumpul dan tersusun menjadi strategi upaya peningkatan pengelolaan dan upaya konservasinya. Sumber : Mugiharto HP - Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Panduan Inventarisasi Keanekaragaman Hayati

Bogor, 4 Juli 2022. Kegiatan inventarisasi keanekaragaman hayati yang dilaksanakan oleh UPT/UPTD tentunya membutuhkan panduan sehingga pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan baik, terarah dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan akuntabel. Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi mensosialisasikan panduan inventarisasi dan verifikasi keanekaragaman hayati tinggi, untuk memberikan arahan bagi UPT/UPTD bagaimana menentukan ruang lingkup, sasaran dan menyusun alur proses kegiatan inventarisasi hingga pelaporan dan penyusunan peta tematiknya. Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Invetarisasi Inventarisasi dan Verifikasi Keanekaragaman Hayati Tinggi dilakukan di ruang Aula Rapat Kantor Balai Taman Nasional (TN) Alas Purwo tangal 8 Juni 2022 silam dengan peserta dari Balai TN Alas Purwo , Balai TN Meru Betiri , Balai TN Baluran dan Balai TN Bali Barat. Pada tanggal 8 Juni 2022 , bertempat Harapannya dengan tersosialisasikanya panduan inventarisasi dan verifikasi keanekaragaman hayati tinggi, kualitas dan kemampuan SDM di UPT dapat meningkat dalam pengelolaan kawasan konservasi. Sumber : Taufik Syamsudi, Julianti Siregar dan Mugiharto HP - Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Balai TN Tesso Nili Giring 3 Tiga Gajah Kembali ke Kawasan

Pelalawan, 30 Juni 2022 – Tim Flying squad Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) lakukan kegiatan penyelesaian konflik gajah liar dan manusia di Desa Rantau Baru, Pelalawan, Kamis (30/6). Kegiatan ini dilakukan berdasarkan laporan masyarakat desa tersebut yang melihat beberapa ekor gajah liar memasuki pemukiman masyarakat. Dari informasi yang diterima, tim mahout flying squad TN Tesso Nilo bersama dengan tim dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo (YTNTN), Aparat Desa dan masyarakat kemudian turun ke Desa untuk melakukan penggiringan gajah kembali ke dalam kawasan hutan. Jejak gajah liar ditemukan di lokasi dan diperkirakan masih baru. Tim lalu mengikuti jejak tersebut dan tidak lama tim mendengar suara-suara dari keberadaan gajah tersebut. Berdasarkan informasi, gajah liar yang ditemukan sebanyak 3 ekor dan diidentifikasi sebagai gajah jantan remaja. Tim juga sudah mengetahui posisi 3 ekor gajah liar tersebut dan akan melanjutkan penggiringan gajah pada keesokan hatinya dikarenakan hari sudah malam dan gajah sulit untuk digiring pada saat gelap. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo

Menampilkan 1.569–1.584 dari 2.298 publikasi