Kamis, 1 Okt 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Penguatan Fungsi Kawasan Dengan Kerja Sama

Pekanbaru, 7 Februari 2023 - Guna mendukung penguatan fungsi kawasan konservasi pada Balai Besar KSDA Riau khususnya Suaka Margasatwa (SM) Giam Siak Kecil dan SM Bukit Batu, pada hari Kamis (2/2), telah dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem KLHK, Plt. Direktur Jenderal, bapak Bambang Hendroyono dengan Ketua Yayasan Arsari Djojohadikusumo, bapak Hashim S. Djojohadikusumo tentang Kerja sama Penguatan Fungsi Kawasan Suaka Alam dan Konservasi Keanekaragaman Hayati Melalui Dukungan Program Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya Secara Berkelanjutan.A Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja sama antara Balai Besar KSDA Riau dan Yayasan Arsari Djojohadikusumo yang dilakukan oleh Kepala Balai Besar KSDA Riau, bapak Genman Suhefti Hasibuan dengan Direktur Eksekutif Yayasan Arsari Djojohadikusumo, ibu Catrini Pratihari Kubontubuh di Gedung Manggala Wanabhakti Jakarta. Perjanjian Kerjasama antara kedua belah pihak mengenai Penguatan Fungsi Kawasan SM Giam Siak Kecil dan SM Bukit Batu Serta Konservasi Keanekaragaman Hayati Melalui Pengembangan Kegiatan Penyelamatan, Rehabilitasi dan Pelepasliaran Harimau Sumatera dan Satwa Liar lainnya di Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau. Selain mendukung pemerintah dalam upaya mewujudkan SM Giam Siak Kecil dan SM Bukit Batu sebagai Kawasan Hidrologis Gambut (KHG) yang berfungsi sebagai habitat harimau sumatera dan satwa liar dilindungi lainnya, kerja sama juga sebagai upaya mendukung pelestarian keanekaragaman hayati khususnya satwa dilindungi lingkup Balai Besar KSDA Riau. Sebagai informasi, jangka waktu Perjanjian Kerja Sama yaitu selama 5 tahun berasas saling menghormati, menghargai, percaya dan memberikan manfaat serta berpedoman pada ketentuan perundangan serta dapat diperpanjang berdasarkan persetujuan para Pihak dan hasil evaluasi Tim lingkup Direktorat Jenderal KSDAE dan para Pihak. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Bersama Membuat Puding Untuk Gajah

Lubuk Kembang Bunga, 31 Januari 2023. Tim Mahout Flying Squad Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) bersama dengan Mahasiswa Kehutanan Universitas Riau melakukan kegiatan perawatan terhadap 10 (sepuluh) ekor gajah binaan, Kamis (19/1). Mahout dan para Mahasiswa melakukan pengecekan kesehatan para gajah dengan memperhatikan kondisi fisik dari para gajah. Mahout dan mahasiswa juga membuat makanan tambahan berupa pudding yang dikonsumsi gajah secara rutin. Puding yang dibuat merupakan makanan tambahan gajah berbahan dasar jagung giling, dedak, gula aren, garam mineral serta gula. Semua bahan kemudian dihaluskan, digodok kemudian dimasak dengan tungku berapi sedang. Puding direbus dan dimasak selama beberapa jam sampai semua bahan menyatu dan padat. Setelah padat puding yang telah jadi akan dibentuk kepalan-kepalan bulat agar mudah dimakan oleh para gajah binaan. Puding diberikan kepada gajah jinak paling tidak sebanyak dua kali dalam satu minggu untuk terus menjaga dan meningkatkan stamina dan energi dari gajah. Campuran garam mineral pada puding juga diberikan untuk pertumbuhan tulang gajah agar senantiasa kuat. Sumber: Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Perkumpulan Jejaring Hutan Satwa Jajaki Kerja Sama Dengan Balai TN Tesso Nilo

Pangkalan Kerinci, 31 Januari 2023. 16 Januari 2023 – Balai Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) menerima kunjungan dari Lembaga Swadaya Masyarakat “Perkumpulan Jejaring Hutan Satwa – PJHS”, Senin (16/1). Kunjungan diterima langsung oleh Kepala Balai TN Tesso Nilo Heru Sutmantoro, S.Hut, MM. Perkumpulan Jejaring Hutan Satwa – PJHS merupakan LSM lingkungan berbadan hukum yang bergerak di Indonesia yang pada saat ini berkegiatan di Provinsi Riau, Jambi, Sumsel, Aceh dan Kalimantan. Lembaga ini dirikan pada tanggal 12 September 2019 di kota Pekanbaru, Provinsi Riau, oleh praktisi, ahli satwa liar yang berkecimpung di konservasi gajah dan harimau di Indonesia. Kunjungan dilakukan untuk melakukan kajian terhadap satwa liar yang ada di areal konsesi dan areal – areal yang berbatasan langsung dengan konsesi hutan tanaman industri (HTI), tepatnya berlangsung di 3 landscape yaitu Pulau Padang, Semenanjung Kampar, dan Tesso. Selain akan melakukan kajian satwa liar, kunjungan ini juga bertujuan untuk mendiskusikan dan mendapatkan informasi pengelolaan di tiga bentang alam tersebut. PJHS juga menyebutkan akan ada alokasi 1 GPS collar yang rencananya akan di pasang pada gajah liar yang terdapat di landskap Tesso Nilo. Kepala Balai TN Tesso Nilo bersama dengan PJHS juga membahas kerjasama dan komitmen stakeholder dalam menjaga kawasan konservasi dan pengelolaan satwa liar. Sumber: Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Dua Pondok Perambah Dirobohkan

Lubuk Kembang Bunga, 31 Januari 2023. Saat petugas Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) melakukan penjagaan dan patroli di area Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Lubuk Kembang Bunga (LKB), tepatnya di Resort Lancang Kuning daerah Kenayang pada tanggal 16-17 Januari 2023 ditemukan dua pondok perambah. Pondok tersebut kemudian dirobohkan dan dihancurkan karena pada bulan Desember 2022 sudah diberi peringatan karena disinyalir akan dibangun permanen. Sebelumnya petugas telah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Lubuk Kembang Bunga dan KTHK Tani Sepakat untuk melakukan patroli bersama ke dalam kawasan TN Tesso Nilo. Petugas kemudian melanjutkan patroli pada areal-areal lainnya dan tidak ditemukan aktivitas baru perambahan di wilayah hutan Resort Onangan Nilo. Sumber: Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Fokus Mangrove, Komisi 4 DPR RI Sambangi Gudang Mangrove di Batam

Pekanbaru, 2 Februari 2023 - Balai Besar KSDA Riau, Seksi Konservasi Wilayah II Batam, mendapat kunjungan kerja Komisi 4 DPR RI pada tanggal 25 – 27 Januari 2023. Kepala Seksi Wilayah II, Decky Hendra Prasetya, mendampingi rombongan yang melakukan kunjungan kerja tepatnya di Pulau Rempang untuk fokus pada mangrove, dan dilanjutkan ke gudang arang mangrove serta memasang garis PPNS dan papan penyegelan Perhatian dari berbagai pihak terkait dampak lingkungan dapat mendukung pelestarian mangrove sehingga mengurangi terjadinya abrasi dan penurunan tangkapan perikanan pantai serta intrusi air laut yang makin jauh ke darat. Kunjungan kerja kali ini turut dihadiri Ketua komisi 4 dan jajaran, Kepala BRGM dan jajaran, Dirjen Gakum KLHK dan jajaran, unsur pemerintah Prov Kepri, unsur BP Batam, UPT KLHK lingkup Prov Kepri, dan jajaran Pangkalan PSDKP Kemen KKP dan para pihak terkait lainnya. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Patroli dan Koordinasi Untuk Tingkatkan Pengamanan Kawasan TN Tesso Nilo

Pelalawan, 31 Januari 2023. Balai Taman Nasional Tesso Nilo giatkan patroli di areal Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Lubuk Kembang Bunga (LKB) dan di SPTN Wilayah II Baserah, Minggu, (22/1). Selain patroli kawasan, petugas juga tabur biji di areal terbuka yang ditemukan, pendampingan edukasi wisatawan, dan koordinasi ke pihak perusahaan. Patroli diawali di areal SPTN Wilayah I Lubuk Kembang Bunga tepatnya di daerah kenayang, Resort Lancang Kuning Air Sawan. Disana petugas melakukan pengecekan pada areal bekas kebakaran serta pondok yang sudah dirobohkan oleh petugas patroli sebelumnya. Untuk mempercepat proses pemulihan ekosistem pada areal terbakar, dilakukan penaburan biji di sekitar areal terbuka, dan memantau area sungai sawan serta melakukan pemasangan plang larangan/himbauan pada areal sekitar. Sedangkan di area SPTN Wilayah II Baserah, patroli darat dilakukan ke arah bekas lahan bukaan dan menabuh benih disekitarnya serta melihat TKP penangkapan alat berat. Disana, petugas menemukan dua unit motor yang dicurigai ada oknum melakukan imasan di dekat TKP penangkapan alat berat, namun oknum yang dimaksud tidak ditemukan. Di tempat terpisah, petugas SPTN Wilayah I Lubuk Kembang Bunga melakukan pendampingan wisatawan yang berkunjung ke camp flying squad TN Tesso Nilo. Wisatawan diberikan edukasi gajah oleh tim mahout flying squad dan diajak untuk melakukan patroli gajah di sekitar Sungai Perbekalan. Wisatawan juga diajak untuk memandikan gajah di sungai dan berdiskusi tentang pengelolaan TN Tesso Nilo. Usai patroli dan pendampingan tamu, petugas berkoordinasi di kantor RAPP Sei Lanjut, terkait pengamanan batas kawasan TN Tesso Nilo dengan PT. RPI, PT. Rimba Lazuardi dan PT. Putri Lindung Bulan, terkait diskusi penanganan kasus penangkapan alat berat oleh pihak perusahaan. Sumber: Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Perkembangan Pemberdayaan Masyarakat Desa Gunung Melintang

Baserah, 31 Januari 2023. Penyuluh dan Kepala Resort Nilo, Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) memberikan pendampingan dan pembinaan ke Desa Gunung Melintang, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Baserah pada tanggal 24-26 Januari 2023. Kegiatan dilakukan secara rutin untuk memantau dan membantu kelompok tani hutan (KTH) dalam melaksanakan program kerja serta dapat membantu menyelesaikan hambatan dan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Di hari pertama pendampingan, Selasa (24/1), petugas melakukan diskusi dalam rapat pemecahan permasalahan pada kelompok budidaya sapi bali karena adanya perubahan nama kelompok dan pergantian/perubahan anggota kelompok, dimana sebelumnya sapi dirawat oleh masyarakat Desa Gunung melintang di luar anggota kelompok KTH. Setelah dilakukan diskusi bersama, disepakati bahwa kelompok lama, yakni KTH Maju Bersama diubah namanya menjadi KTH SAKATO dengan jumlah anggota sebanyak 15 orang. Saat ini terpantau jumlah sapi KTH sebanyak 3 ekor (2 ekor indukan, 1 ekor anakan) dengan kondisi 2 ekor indukan tersebut sedang dalam keadaan mengandung. Hasil musyawarah dituangkan dalam Berita Acara Musyawarah yang telah disepakati pengurusan kelompok dan aturan kerja kelompok terkait pemeliharaan sapi. Pada hari kedua, Rabu (25/1), tim melakukan kunjungan ke kebun anggota KTH Pinang Balirik untuk memantau pinang yang telah ditanam pada tahun 2019, karena sudah mulai belajar berbuah, dan sudah dipanen sejak bulan Oktober 2022. Dari 500 batang pinang, 150 batang sudah berbuah dengan hasil sebanyak 20 kg buah kering. Disampaikan oleh KTH, pemanenan dilakukan dengan jarak waktu 1 bulan sekali saat panen pertama dan waktu pemanenan akan menjadi 2 kali dalam seminggu saat Pinang berbuah normal. Tinggi tanaman saat ini sudah mencapai 8-9 meter dengan diameter batang 12-15 cm. Pada hari terakhir kegiatan, Kamis (26 /1), tim melakukan monitoring dan diskusi kepada KTH Perempuan Kreatif Bersama terkait perkembangan kegiatan jahit. Saat ini kelompok sedang mengerjakan pesanan berupa pembuatan gorden untuk kantor Desa Gunung Melintang. Selain dibidang jahit, kelompok juga berkembang dibidang kuliner dengan menerima pesanan untuk acara rapat desa dan pesta di lingkup Desa Gunung Melintang. Sumber: Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Balai TN Tesso Nilo Dampingi Polres Pelalawan Olah TKP Kasus Jual Beli Lahan

Pelalawan, 31 Januari 2023. Petugas Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Lubuk Kembang Bunga (LKB), Balai Taman Nasional Tesso Nilo, melakukan pendampingan kepada personel Penyidik Unit II Polres Pelalawan untuk melakukan olah TKP atas kasus penipuan jual beli lahan yang berada di dalam kawasan Taman Nasional Tesso Nilo. Polres Pelalawan dan petugas SPTN Wilayah I Lubuk Kembang Bunga telah mencari, mengumpulkan, menganalisa, mengevaluasi petunjuk-petunjuk, keterangan dan bukti yang ditemukan di TKP yang berguna untuk memberi arah terhadap penyidikan dan mengidentifikasi kasus. Sementara itu, tim SPTN II baserah juga melaksanakan patroli kawasan untuk mencegah aktifitas illegal di dalam kawasan dan kegiatan gotong royong membersihkan Kantor SPTN Wilayah II baserah. Sumber: Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Terus Berikan Himbauan, Untuk Stop Illegal Logging

Lubuk Kembang Bunga, 31 Januari 2023. Petugas Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) melakukan pertemuan bersama masyarakat mitra Polhut (MMP), PT. Sarbi, dan PT. Sonokeling di Desa Bagan Limau, patroli dan sosialisasi pada tanggal 18-23 Januari 2023. Pertemuan tersebut digelar untuk berdiskusi tentang progres kegiatan Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) di TN Tesso Nilo hingga solusi yang akan dilakukan. Di lokasi lain, tim patroli Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Baserah melakukan kegiatan patroli ke arah perbatasan dengan kawasan buffer zone konsesi PT. RLZ, dan ditemukan bekas stekingan menggunakan alat berat yang hanya berjarak 50 meter dari batas kawasan TN Tesso Nilo. Dari hasil temuan tersebut, petugas berkoordinasi dengan PT. RLZ dan ternyata pihak PT. RLZ telah melakukan penangkapan 1 unit alat berat pada tanggal 15 Januari 2023 dan saat ini telah diproses hukum oleh Reskrim Polres Pelalawan. Petugas kemudian memasang plang peringatan di sekitar areal stekingan karena sangat dekat berbatasan langsung dengan kawasan TN Tesso Nilo serta melakukan sosialisasi ke masyarakat Kuala Renangan untuk menjaga keutuhan hutan TN Tesso Nilo. Patroli di wilayah AM/Sungai Tapa, sosialisasi juga diberikan untuk tidak melakukan tindak pidana hutan seperti, perambahan, illegal logging, pembakaran hutan, dan lainnya. Tak jauh dari lokasi sosialisasi ditemukan tumpukan kayu olahan campuran berupa papan dan broti dari jenis meranti, kelat, dan pisang – pisang. Petugas lalu menghitung jumlah, mengambil dokumentasi, merusak beberapa bagian dan melaporkan ke RT setempat sekaligus mengingatkan agar RT ikut menghimbau warganya untuk tidak lagi melakukan illegal logging. Sumber: Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Silaturahmi Dharma Wanita UPT KLHK Provinsi Riau

Pangkalan Kerinci, 31 Januari 2023. Dharma Wanita Persatuan UPT KLHK di Provinsi Riau menghelat pertemuan akbar untuk melaksanakan program kerja dan meningkatkan silaturahmi antar anggota di Kantor Balai TN Tesso Nilo, Senin (27/1). Pertemuan ini digelar oleh Dharma Wanita Balai TN Tesso Nilo dan dihadiri oleh perwakilan dari masing-masing Dharma Wanita seluruh UPT KLHK di Provinsi Riau. Pertemuan juga dihadiri oleh Ketua DWP UPT KLHK Provinsi Riau Ibu Daryati Genman Hasibuan. Pertemuan diisi dengan pemberian penyuluhan kesehatan kepada seluruh peserta dengan tema “Peranan KB dalam meningkatkan kualitas hidup wanita, bukan sekedar berkontrasepsi”. Selain itu peserta pertemuan juga melakukan pemanenan ekoenzim yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya. Peserta antusias mengikuti setiap rangkaian acara dan pertemuan diakhiri dengan foto bersama. Dharma Wanita TN Tesso Nilo menyampaikan harapan dengan pertemuan yang telah dilaksanakan dapat menyambung silaturahmi antar anggota dan meningkatkan kualitas hidup para anggota Dharma Wanita. Sumber: Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Upaya Pemberdayaan Masyarakat di Desa Sikijang

Baserah, 31 Januari 2023. Penyuluh dan Kepala Resort Nilo, Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) melakukan koordinasi dan konsultasi ke Pemerintah Desa Sikijang, Kecamatan Logas Tanah Darat, Kecamatan Kuantan Singingi, Rabu (25/1). Koordinasi dilakukan untuk meningkatkan komunikasi dan sosialisasi program pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi oleh Balai TN Tesso Nilo Tahun 2023. PJ Kepala Desa Sikijang menyambut baik dan bersedia menerima bantuan fasilitasi usaha ekonomi produktif dari Balai TN Tesso Nilo dengan menandatangani surat pernyataan kesediaan menerima bantuan ekonomi bagi masyarakat, khususnya pada KTH Desa Sikijang. Pemerintah dan BPD Desa Sikijang menyampaikan akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat Desa Sikijang yang akan menjadi calon anggota kelompok KTH penerima bantuan ekonomi. Pertemuan berikutnya akan dilakukan rapat/musyawarah bersama dengan calon kelompok untuk membahas terkait kelembagaan dan rencana usaha kegiatan kelompok. PJ Kepala Desa Sikijang Abu Nawas menyampaikan harapan dengan adanya program pemberdayaan masyarakat dari BTN Tesso Nilo ini dapat membantu menambah pendapatan dan mensejahteraan masyarakat Desa Sikijang. Pada kesempatan ini tim juga menyampaikan draft kesepakatan konservasi antara Kepala Balai TN Tesso Nilo dan PJ Kepada Desa Sekijang terkait komitmen dalam mendukung pengelolaan TN Tesso Nilo secara lestari dan pembinaan/pendampingan kegiatan usaha produktif kelompok masyarakat Desa Sikijang. Sumber: Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Implementasi Konsep One Health, BKSDA Sumsel Gelar Seminar dan Pelatihan Penanganan Primata Hasil Sitaan

Palembang, 31 Januari 2023 - Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan (BKSDA Sumsel) bersama The Aspinall Foundation Indonesian Program (TAF-IP) menyelenggarakan seminar sehari dan pelatihan penanganan primata hasil sitaan atau serahan pada Senin (30/01), di kantor Resort Konservasi Wilayah IV Kota Palembang. Kegiatan ini guna penyelamatan dan penanganan primata hasil sitaaan atau serahan sukarela untuk melakukan tindakan yang tepat sesuai dengan protokol dan prosedur yang ada serta mengantisipasi potensi terjadinya zoonosis. Salah satu konsep yang tumbuh mengenai hubungan manusia, satwa liar, dan lingkungan adalah One Health. Konsep ini lebih menekankan kemanunggalan kesehatan manusia, kesehatan satwa, kesehatan tumbuh-tumbuhan, kesehatan lingkungan, dengan kesehatan planet bumi sebagai sebuah kesatuan. Pendekatan One Health dilaksanakan dengan tiga prinsip, yaitu komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi. Hadir sebagai narasumber dalam seminar ini, Kepala BKSDA Sumsel, Ujang Wisnu Barata, drh. Ida Mansur dari TAF-IP, dan drh. Wendi Prameswari dari YIARI, yang dilanjutkan dengan pelatihan melalui fasilitasi dari TAF-IP dan YIARI. Kepala BKSDA Sumsel, Ujang Wisnu Barata mengatakan bahwa 80% satwa liar bernilai penting dan terancam punah berada di luar kawasan konservasi, sehingga menyebabkan potensi interaksi negatif satwa dan manusia. Oleh karena itu, pengelolaan kawasan konservasi perlu didukung dengan upaya konservasi pada kawasan di sekitarnya. “Telah banyak regulasi terkini yang menjadi jalan tengah, misal koridor, bagaimana kawasan bernilai konservasi tinggi dikelola bersama oleh para pihak. Selain itu, juga terdapat pedoman bagaimana memperkuat dan mempertahankan kawasan konservasi tanpa membuka konflik baru, seperti kemitraan konservasi di dalam kawasan konservasi dan perhutanan sosial di luar kawasan konservasi”, kata Kepala Balai Ujang saat menyampaikan paparannya dengan tema perlindungan satwa liar di dalam dan di luar kawasan konservasi di Sumatera Selatan. Narasumber lainnya, drh. Ida Masnur dari TAF-IP menyampaikan materi tentang pengelolaan primata di Pusat Rehabilitasi Satwa (PRS)-Primata Jawa di Jawa Barat dan PRS-Lutung Jawa di Jawa Timur. Saat ini terdapat tiga jenis primata yang dikelola, yaitu lutung jawa (Trachypithecus auratus), surili jawa (Presbytis comata), dan owa jawa (Hylobates moloch). Dalam panduan rehabilitasi satwa yang dipedomani, Best Practise Guidelines for the Rehabilitation and Translocation of Gibbons, drh. Ida menjelaskan skema rehabilitasi satwa meliputi kedatangan satwa-karantina, fasilitas sarana dan prasarana yang dibutuhkan, pemeriksaan kesehatan, pengayaan perilaku, kajian lokasi pelepasliaran, dan animal welfare. Panduan rehabilitasi satwa tersebut juga dipedomani oleh YIARI dalam penanganan satwa. Dalam pemaparannya, drh. Wendi Prameswari dari YIARI menerangkan bahwa saat ini terdapat dua lokasi PRS Primata yang dikelola YIARI yaitu di Bogor (rehabilitasi kukang) dan Ketapang (rehabilitasi orangutan). “Penanganan atau proses evakuasi yang dilakukan YIARI terbagi menjadi dua upaya, yaitu rilis atau rehabilitasi. Proses rilis dapat dilakukan dengan kriteria kondisi kesehatan bagus, misalnya pada kukang dengan kondisi gigi bagus dan lengkap, tidak ada luka, serta mata normal. Sebaliknya, dilakukan rehabilitasi jika kondisi kesehatannya tidak baik”, ungkapnya. Dalam pelatihan penanganan primata hasil sitaan atau serahan, peserta diedukasi penerapan praktik handling satwa dan penanaman microchip pada satwa kukang sebagai obyek pembelajaran. Tujuan pemasangan microchip pada satwa adalah untuk identifikasi dan memudahkan penelusuran keberadaan satwa tersebut. Selain diikuti jajaran pegawai Balai KSDA Sumatera Selatan dan petugas PRS-RKW IV Kota Palembang, pada seminar dan pelatihan ini turut hadir dari unsur Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan, Balai Karantina Pertanian Kelas I Palembang, Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota Palembang, dan Yayasan ALOBI. Sumber: Balai KSDA Sumatera Selatan
Baca Artikel

Angin Segar Upaya Penyelamatan Anoa Gunung Di Sulawesi Selatan

Makassar, 1 Februari 2023. Anoa gunung (Bubalus quarlesi) merupakan satwa endemik yang hanya ditemukan di Sulawesi sehingga dijadikan maskot salah satu provinsi di Sulawesi. Namun keberadaan anoa sebagai spesies kunci, spesies payung dan Flagship species semakin mengkhawatirkan. Terdesak oleh deforestari hutan, perburuan dan pertanian membuat populasi Anoa di alam semakin berkurang. Status konservasi Anoa gunung Endangered berdasarkan daftar IUCN dan satwa ini dilarang dalam segala bentuk perdagangan internasional (Appendices I CITES). Di Indonesia, satwa Anoa gunung dilindungi berdasarkan peraturan Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi. Angin segar terkait pelestarian anoa gunung terdengar diawal tahun 2023, dalam Ekspose dan Seminar Hasil Survei Kamera Jebak Satwa Anoa pada Selasa, 17 Januari 2023 di Ruang Pola Kantor Bupati Kabupaten Sinjai. Dimana berdasarkan hasil review dari tangkapan 12 kamera jebak yang terpasang selama 1 bulan di Taman Hutan Raya (Tahura) Abdul Latief Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan diketahui terdapat 2 jenis aves dan 7 jenis mamalia yang berhasil terekam, dan 8 diantaranya telah teridentifikasi pada tingkat spesies dan 1 jenis teridentifikasi pada tingkat famili. Anoa gunung adalah salah satu jenis mamalia yang berhasil terekam dalam kamera jebak. Kamera jebak tersebut dipasang dalam kegiatan Inventarisasi dan Verifikasi (INVER) keanekaragaman hayati dan ekosistem di luar KPA, KSA dan TB yang dilakukan oleh tim gabungan dari Fauna dan Flora International (FFI) dan PEMDA Sinjai dalam hal ini pengelola Tahura Abdul Latief Kabupaten Sinjai dibawah naungan perjanjian kerjasama Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan dengan FFI. Keberadaan Anoa di Tahura Abdul Latif dapat merubah peta sebaran Anoa dan Musang yang dibuat oleh IUCN. Hal ini merupakan sebuah kemajuan dalam upaya penyelamatan Anoa gunung. Selain itu, temuan Anoa gunung di Tahura Abdul Latief yang merupakan bagian dari bentang alam pegunungan Lompobattang Bawakaraeng diharapkan menjadi pemicu keseriusan Pemerintah Daerah Sinjai untuk mengambil peran dalam upaya penyelamatan anoa di Sulawesi Selatan. Supporting pelingkupan data dan informasi melalui inventarisasi dan verifikasi (INVER) keanekaragaman hayati dan ekosistem di luar KPA, KSA dan TB tertuang dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT) Perjanjian Kerjasama antara Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan dengan Fauna & Flora International’s Indonesia Programme Wilayah Sulawesi yang merupakan penjabaran dari Memorandum Saling Pengertian (MSP) antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan FFI. Sumber: Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Penanggung Jawab Berita: BBKSDA Sulawesi Selatan Call Center BBKSDA Sulsel: 08114600883
Baca Artikel

Ekspose dan Seminar Hasil Survei Kamera Jebak Satwa Anoa

Sinjai, 1 Februari 2023 – Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan memberi apresiasi pada Ekspose dan Seminar Survei Kamera Jebak (Camera Trap) Satwa Anoa, Jumat (17/1). Kegiatan Ekspose dan Seminar ini dilaksanakan berdasarkan hasil kegiatan identifikasi satwa bernilai penting jenis satwa anoa di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Abdul Latief, Kabupaten Sinjai, Provinsi Sulawesi Selatan. Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, Ir Jusman membuka acara didampingi Pejabat Sekretaris Daerah Sinjai, Andi Jefrianto Asapa (ASA), yang dilanjutkan dengan pemaparan hasil survei camera trap oleh Fauna dan Flora International (FFI). Dalam paparan yang disampaikan, berdasarkan hasil review terekam 9 jenis satwa diantaranya adalah anoa gunung (Bubalus quarlesi), musang sulawesi (Macrogalidia musschenbroekii), kera hitam sulawesi (Macaca maura), sus selebesis/ babi kutil dll yang terekam pada 6 camera trap. Selain itu, hasil survei juga menapilkan data terkait jejak kotoran, kaki dan pakan satwa. PEH Muda Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, Muhammad Idham Aliem turut menyampaikan materi terkait Nilai Penting Spesies Anoa dan Ancamannya yang dimoderatori oleh Bapak Nasrul dari Dinas Lingkungan Hidup Sinjai. Dr. Ir. Abdul Haris Mustari (Akademisi IPB) sebagai penanggap menyampaikan bahwa “Keunggulan komparatif dan fungsi utama Tahura Abdul Latief adalah konservasi in-situ (konservasi di habitat aslinya) dan dapat dikembangkan menjadi biodiversity-ecotourism, mengenalkan kepada masyarakat luas akan peran penting biodiversitas flora dan fauna sulawesi. Karena itu dibutuhkan peran aktif para pihak (pemerintah, masyarakat, LSM, journalist, dll) untuk melestarikan anoa dan seluruh biodiversitas serta ekosistem Pegunungan Lompobattang-Bawakaraeng”. “Apresiasi kepada Bupati Kab. Sinjai dan jajaran serta Kerjasama Balai Besar KSDA Sulsel dan FFI yang telah melaksanakan survei kamera jebak pada landscape Bawakaraeng-Lompobattang. Dan Kedepannya perlu dipastikan keberlanjutan kegiatan Inver anoa ini baik dari sisi pelaksanaan maupun pendanaan”, ujar Ir. Badiah dalam tanggapan Kepala Sub Direktorat Pengawetan Spesies dan Genetik Direktorat KKHSG. Diakhir kegiatan Kepala Balai Besar KSDA Sulsel, Ir. Jusman dalam interaksi melalui video conference dengan Kasubdit Pengawetan Spesies dan Genetik Ir. Badiah menyampaikan “Semoga program kerjasama antara Balai Besar KSDA Sulsel dengan FFI bisa didukung oleh Direktorat KKHSG”. Kesimpulkan giat ini bahwa Anoa terbukti ada di Tahura Abdul Latief, dan akan dibentuk kelompok perlindungan TSL serta pendanaan berkelanjutan untuk pelestarian TSL. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring dan luring ini, turut dihadiri oleh Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik (KKHSG), Balai Besar KSDA Sulsel, Unsur Pemerintah Provinsi, Unsur Forkopimda Kab. Sinjai, Unsur Pemerintah Kabupaten, Akademisi, Media dan Pemerhati Lingkungan. Sumber: Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Penanggung Jawab Berita: BBKSDA Sulawesi Selatan Call Center BBKSDA Sulsel: 08114600883
Baca Artikel

Edukasi Primata Melalui Kampanye Hari Primata Indonesia

Makassar, 30 Januari 2023 – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan (BBKSDA Sulsel) berpartisipasi pada kampanye Hari Primata di area Car Free Day Kota Makassar, Minggu (29/1). Kampanye ini untuk memperingati Hari Primata Indonesia yang diinisiasi oleh Balla Konservasi Wallace dan diikuti juga oleh Sikola Ale, Fauna & Flora International, BBKSDA Sulsel dan Balai Taman Nasional (TN) Bantimurung Bulusaraung. Kampanye dilakukan dengan membentangkan spanduk dan poster Hari Primata Indonesia yang bertema “Hidup Berdampingan Bersama Primata”. Selebaran, stiker dan souvenir Hari Primata juga dibagikan kepada para pengunjung. Hal ini sejalan dengan tujuan pelaksanaan kampanye yakni mengenalkan primata kepada masyarakat melalui edukasi tentang pentingnya primata dalam kehidupan. Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan juga berpartisipasi melalui mini exhibition yang menampilkan poster, banner dan leaflet tentang jenis-jenis satwa dilindungi. Kegiatan kampanye berjalan menarik dan interaktif dimana pengunjung antusias mengikuti kuis berhadiah souvenir menarik (tumbler, goodie bag, tas kain blacu dan peralatan makan). “Pengunjung stand Balai Besar KSDA Sulsel didominasi oleh anak muda dan keluarga dan mereka bertanya banyak hal. Salah satu pengunjung bertanya terkait bagaimana sebuah kawasan ditunjuk sebagai kawasan konservasi”, ujar Murniaty, Penyuluh Kehutanan Madya yang berpartisipasi dalam kampanye. Selain membagikan poster jenis-jenis satwa dilindungi tim kampanye Balai Besar KSDA Sulsel juga menampilkan hasil kerajinan dari kemitraan konservasi dimana kerajinan ini menarik perhatian beberapa pengunjung. Hujan deras sedari pagi tidak menyurutkan semangat masyarakat yang berkunjung ke area car free day untuk ikut berpartisipasi dalam kampanye. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya pengunjung yang bersua foto didepan spanduk dan poster Hari Primata Indonesia bahkan ada beberapa orangtua yang membawa anak-anak meraka untuk ikut berfoto. Ini merupakan hal baik agar anak-anak dapat mengetahui jenis-jenis satwa dilindungi sedari dini. Hari Primata Indonesia yang ditetapkan pada 30 Januari melalui inisiasi dari PROFAUNA sebagai bentuk keprihatinan terhadapat aktivitas perdagangan dan perburuan primata yang semakin tinggi. Peringatan Hari Primata dilakukan setiap tahun oleh berbagai Lembaga dan Komunitas pemerhati satwa yang bertujuan untuk memberikan penyadartahuan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga primata Indonesia. Hal ini juga menjadi upaya dalam menekan laju kepunahan terhadap primata Indonesia terhadap aktitas perusakan habitat dan perburuan. Sumber: Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Penanggung Jawab Berita: BBKSDA Sulawesi Selatan Call Center BBKSDA Sulsel: 08114600883
Baca Artikel

Inilah Sosok Nasir Siregar, Pejuang Orangutan dan Harimau

Medan, 30 Januari 2023. Nama lengkapnya Muhammad Nasir Siregar, tapi dia lebih dikenal dengan panggilan Regar Parmawas, artinya Siregar yang dekat dengan mawas (nama lain dari orangutan). Predikat ini bukan tanpa alasan. Nasir yang merupakan petani biasa, menjadi tidak biasa karena di luar aktivitas kesehariannya sebagai petani, Nasir juga memiliki kebiasaan masuk keluar hutan untuk mengamati dan mempelajari kehidupan satwa-satwa liar, terutama harimau dan orangutan (Regar Parmawas, OCSP, 2010). Nasir, anak keempat dari tujuh bersaudara, terlahir di Simaninggir, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, 48 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 3 Januari 1975, dari pasangan orangtua Abdul Rohim Siregar (ayah) dan Rosmina Ritonga (ibu), memiliki pekerjaan iseng masuk keluar hutan sejak usia remaja. Bedanya, kalau dulu ia masuk hutan untuk tujuan berburu, sekarang sebaliknya ia menjelajah rimba belantara hutan Batang Toru yang menjadi habitat dari satwa liar Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis) untuk mengawasi kalau-kalau ada tangan jahil yang mencoba merambahnya atau mengusik satwa-satwa liar di dalamnya. Perubahan perilaku dan sejarah hidupnya dimulai ketika aparat Kehutanan yang mengetahui Nasir memiliki pengalaman memasuki kawasan Hutan Batang Toru, mempertemukannya dengan dua orang periset dari Orangutan Foundation International (OFI), Reny Joyo Astuti dan Christianahot Simanjuntak, yang kebetulan sedang membutuhkan tenaga asisten untuk melakukan riset orangutan di Batang Toru. Nasir diminta untuk membantu melakukan pengamatan perilaku orangutan selama Sembilan bulan di dalam hutan. Bermodal pendidikan seadanya, ia yang tamat pendidikan SD tahun 1987, SMP tahun 1989 dan SMA tahun 1992, memulai misi tugas pendampingan para peneliti. Pendidikan tidak menjadi halangan, kemauan belajar menjadi modal utama, itu motivasi diri yang ditanamkannya. Sampai pada akhirnya, dengan semangat yang meluap-luap untuk belajar serta menimba ilmu dari berbagai peneliti yang didampinginya, akhirnya menempatkan posisinya setara dengan para peneliti. Perlahan namun pasti, dalam proses belajar tiada henti, Nasir dapat memahami dengan baik perilaku Orangutan Tapanuli dan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), mampu memonitor populasi dan daerah jelajah Orangutan Tapanuli, memiliki kemampuan meramu obat dari tanaman/herbal untuk alternative pengobatan bagi masyarakat, itupun setelah belajar dan mengamati Orangutan Tapanuli, menguasai landscape Batang Toru terutama di sekitar Cagar Alam (CA) Dolok Sibual-buali, Cagar Alam (CA) Dolok Sipirok dan sekitarnya, serta mampu mendeteksi dan mengenali tanda-tanda keberadaan satwa liar (kaisan, jejak, kotoran, sarang, dan lain-lain). Atas dedikasinya melakukan monitoring Orangutan di landscape Batang Toru dan membantu resolusi konflik satwa, Nasir diapresiasi oleh Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Ir. Wiratno, M.Sc., saat itu, dengan Piagam Penghargaan Nomor : PI.134/KSDAE/SET/REN.2/10/2019 tanggal 22 Oktober 2019. Sepak terjangnya di konservasi alam tidak terhenti setelah menerima penghargaan, tetapi terus berkobar. Nasir semakin giat menyuarakan pentingnya melakukan upaya pelestarian alam dan lingkungan hidup melalui kegiatan edukasi bagi generasi muda dari kalangan pelajar serta pendampingan mahasiswa untuk penelitian. Potensi yang dimilikinya kemudian menjadi modal untuk bergabung sebagai pegawai honor di Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Bermula pada tahun 2002, Nasir diangkat sebagai anggota Manggala Agni pada Seksi Konservasi Wilayah IV Sipirok pada Balai KSDA Wilayah II, kemudian berlanjut pada tahun 2007 menjadi anggota Pengamanan Hutan (Pamhut) pada Seksi Konservasi Wilayah IV Sipirok, pada tahun 2010 menjadi anggota Masyarakat Mitra Polhut (MMP) masih pada Seksi Konservasi Wilayah IV Sipirok, selanjutnya pada tahun 2014 sebagai petugas kebersihan di Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok dan pada tahun 2017 sampai dengan sekarang ini menjadi Tenaga Pengamanan Hutan Lainnya (TPHL) pada Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok. Sebagai TPHL, Nasir bersama rekan-rekan kerjanya di Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok terkadang harus melakukan tindakan-tindakan ekstrim, seperti penanganan kegiatan illegal loging, evakuasi harimau yang masuk dalam perangkap dan evakuasi satwa liar dilindungi yang dipelihara warga. Sadar bahwa kegiatan-kegiatan ekstrim ini mengandung resiko yang tidak kecil baik dari satwa liar, pelaku perambah maupun dari warga, bahkan menyabung nyawa, namun dengan keyakinan bahwa apa yang dilakukannya murni untuk menjaga dan melindungi satwa liar maupun habitatnya, Nasir terus melangkah menunaikan tugasnya, sembari berpasrah kepada Yang Maha Kuasa memohon perlindunganNya. Nasir sudah dan akan terus berbuat bagi konservasi alam. Semangat dan dedikasinya tentunya menjadi teladan dan inspirasi tidak hanya bagi rimbawan, tetapi juga bagi masyarakat yang sadar akan arti penting menjaga kelestarian alam. Semoga kedepan akan lahir Nasir Nasir lainnya yang membawa harapan baru kepada membuminya konservasi alam di Sumatera Utara khususnya, dan Indonesia umumnya. Sumber : Evansus Renandi Manalu, Analis Data – Balai Besar KSDA Sumatera Utara

Menampilkan 1.553–1.568 dari 2.638 publikasi