Minggu, 31 Mei 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Berpacu Benahi Kapasitas Pengelola Ekowisata TWA Dolok Tinggi Raja

Bukit Lawang, 29 Agustus 2022. Dolok Tinggi Raja ditetapkan sebagai Taman Wisata Alam (TWA) pada tahun 2020, setelah sebelumnya merupakan bagian dari kawasan Cagar Alam (CA) Dolok Tinggi Raja. TWA Dolok Tinggi Raja yang terletak di Desa Dolok Merawa, Kecamatan Silau Kahean, Kabupaten Simalungun dengan luasan 60,94 ha, memiliki keunikan yaitu sumber mata air panas dan belerang yang menjadi salah satu daya tarik wisatawan. Selain itu terdapat juga air terjun hangat, karena airnya bersumber dari kawah putih yang berada di pinggir sungai Bah Balaklak. Melihat potensi yang luar biasa ini Balai Besar KSDA Sumatera Utara terus berpacu berbenah untuk mengembangkan kawasan ini menjadi salah satu objek wisata alam unggulan dengan melibatkan masyarakat sekitar kawasan. Langkah awal Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar melaksanakan peningkatan kapasitas ekowisata terhadap 10 orang warga yang tergabung dalam Kelompok Wisata Tinggi Raja, pada tanggal 26-27 Agustus 2022, di Ecolodge Bukit Lawang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat. Kelompok Wisata Tinggi Raja merupakan kelompok tani yang dibina Balai Besar KSDA Sumatera Utara sebagai mitra dalam mengelola kawasan TWA Dolok Tinggi Raja, dengan berbagai aktivitas, diantaranya pemandu tracking menuju kawah air panas (kawah putih), river tubing serta melakukan pengamanan kawasan secara bersama. Kegiatan peningkatan kapasitas ekowisata bertujuan untuk meningkatkan ilmu dan semangat anggota Kelompok Wisata Tinggi Raja yang nantinya diharapkan dapat memajukan wisata yang ada di TWA Dolok Tinggi Raja, sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat di sekitar kawasan tersebut. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI). Usai mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas ekowisata, seluruh peserta berkomitmen untuk menerapkan ilmu dan pengetahuan yang didapatkan guna pengembangan kegiatan wisata di TWA Dolok Tinggi Raja. Sumber : Yustiil Fazri – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Pulihkan Ekosistem, BBKSDA Riau Ajak Mitra dan Warga Tanam Bibit

Pekanbaru, 29 Agustus 2022 - Giat pemulihan ekosistem di setiap areal terbuka di dalam kawasan konservasi terus dilakukan. Kali ini di Taman Wisata Alam (TWA) Muka Kuning, Kota Batam. Kegiatan dilakukan oleh Balai Besar KSDA Riau bekerjasama dengan bright PT. PLN Batam pada Kamis pagi, 25 Agustus 2022 dengan menanam sebanyak 500 bibit dari berbagai jenis tanaman. Penanaman dilakukan tersebar di areal lapangan TWA Muka Kuning. Salah satu tujuan penanaman ini adalah untuk pengkayaan jenis tanaman pakan satwa seperti Lutung (Trachypithecus cristatus), Kera Ekor Panjang (Macaca fascicularis) dan satwa lainnya yang berada di sekitar kawasan hutan TWA Muka Kuning. Pihak bright PT. PLN Batam turun langsung dalam melakukan penanaman. Sebelumnya Balai Besar KSDA Riau dalam hal ini melalui Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Batam yang dibantu Manggala Agni Daops Batam menyiapkan bibit, ajir, tanah hitam dan lainnya. Selain UPT KLHK, perwakilan warga Tembesi Bengkel (Pokdarwis Wahana Bumi Madani) ikut meramaikan penanaman bibit tersebut. Terimakasih diucapkan kepada semua pihak yang membantu dalam kegiatan ini. Semoga setiap perbuatan baik kita dalam menjaga bumi Tuhan senantiasa menjadi amal kebaikan hari ini dan dikemudian nanti. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Sinergitas Rimba-Laut Jaga Hutan Untuk Indonesia

Jampang Tengah, Sukabumi - 26 Agustus 2022. Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Menembak di Pusat Latihan Pertempuran Marinir-6 Antralina pada hari Rabu dan Kamis, 24-25 Agustus 2022. Kegiatan ini dilaksanakan untuk melatih kedisiplinan personil serta mengasah keahlian dan keterampilan dalam menembak terutama bagi personil Polisi Kehutanan. Adapun peserta yang mengikuti kegiatan ini sejumlah 65 orang yang terdiri dari unsur Struktural, Fungsional POLHUT, Pengendali Ekosistem Hutan (PEH), Penyuluh Kehutanan, Kepala Resort dan Pengelola BMN. Kepala Balai Besar TNGGP, Sapto Aji Prabowo, S.Hut., M.Si, membuka kegiatan yang dihadiri oleh Komandan Puslatpur Mar-6 Antralina Letkol Marinir Ombun Tarera S., M.Si (Han) beserta jajaran perwira, anggota Marinir, Pejabat Eselon III dan IV lingkup BBTNGGP serta peserta kegiatan pelatihan menembak. Pada sambutannya, Kepala Balai Besar menyampaikan ucapan terimakasih kepada Komandan Puslatpur Mar 6 Antralina dan jajarannya yang telah bersedia menerima personil dari BBTNGGP untuk belajar mengenai kedisiplinan di lingkungan kemiliteran, salah satunya melalui kegiatan pelatihan menembak. Kepala Balai Besar TNGGP menyatakan bahwa pelaksanaan kegiatan ini tentunya tidak terlepas dari rangkaian kegiatan yang sudah terjalin sebelumnya antara BBTNGGP dengan Puslatpur Marinir 6 Antralina, sehingga ke depannya diharapkan akan dibuat suatu mekanisme kerjasama antara kedua belah pihak. Hal senada juga diungkapkan oleh Komandan Puslatpur Mar-6 Antralina menyatakan kesiapan dalam mendukung kegiatan pelatihan menembak ini dan berharap kedepannya akan terus terjalin kegiatan berkesinambungan serta hubungan kerjasama yang lebih erat lagi. Dalam sambutannya, beliau juga menyampaikan permohonan bantuan bibit pohon untuk ditanam di lokasi Puslatpur Mar Antralina yang kondisi tanahnya kering dan berbatu kapur. Menuju lapangan menembak, peserta menembak terdiri dari 2 bagian yaitu menembak pistol dan laras panjang. Peserta diberikan pengarahan dan materi oleh para pelatih terkait teknik penggunaan senjata yang dipakai dalam kegiatan latihan menembak. Jenis pistol yang dipergunakan adalah CZ 83 (Ceko), G2 (Pindad), P5 (Pindad), P2 (Pindad) dan FN (Belgia), sedangkan untuk jenis senjata laras panjang menggunakan Senapan Serbu (SS2- Pindad). Setelah pemberian materi dirasa cukup, peserta mulai melaksanakan kegiatan menembak, masing-masing peserta diberikan kesempatan 2 kali penembakan percobaan sebanyak 3 peluru dengan posisi tiarap. Setelah dilakukan pengecekan dan evaluasi dari hasil penembakan percobaan tersebut, untuk penilaian/skoring peserta diberikan kembali kesempatan menembak sebanyak 20 peluru. Seluruh peserta terlihat antusias dan semangat mengikuti setiap kegiatan latihan menembak ini. Untuk lebih memacu semangat para peserta, pada kesempatan ini juga diadakan lomba menembak sasaran dengan melibatkan perwakilan dari Bidang PTN Wilayah I Cianjur, Bidang PTN Wilayah II Sukabumi, Bidang PTN Wilayah III Bogor dan Kantor Balai Besar. Peserta yang terpilih untuk mewakili masing-masing wilayah adalah peserta dengan nilai/skor tembak terbaik. Dari hasil perlombaan tersebut, juara 1 dimenangkan oleh Bidang PTN Wilayah I Cianjur dan berhasil merebut piala bergilir “Rudianto Cup” yang selama 2 tahun terakhir dimenangkan oleh Bidang PTN Wilayah II Sukabumi. Akhir kegiatan, Kepala Balai Besar berpesan dan berharap kegiatan pelatihan ini menjadi momentum untuk meningkatkan kedisiplinan serta pembentukan karakter seluruh peserta sehingga dalam menjalankan tugas sehari-hari bisa lebih optimal. Tak lupa, beliau menyampaikan agar kerja sama dengan Puslatpur-6 Marinir terus berlanjut dikemudian hari untuk menjaga sinergitas yang selama ini sudah terjalin baik. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Teks : Agus Deni, S.Si. & Yanie Nurviyanty D, S.Hut. Foto : Randi & Gavin
Baca Artikel

Jalur Pendakian Trisakti Sadarehe, Siap Menjadi Primadona di TN Gunung Ciremai

Kuningan, 25 Agustus 2022. Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) memiliki magnet bagi para pecinta dan petualang alam untuk tak henti-hentinya menapaki dan menelusuri keindahan bentang alam dari kaki hingga puncak gunung. Dengan ketinggian 3.078 mdpl, gunung tertinggi di Jawa Barat ini menjadi primadona bagi para pemula ataupun para expert/ahli naik gunung. Saat ini pendakian Gunung Ciremai dilakukan melalui 4 (empat) jalur pendakian yaitu Linggajati, Linggasana, Palutungan dan Apuy. Tiga jalur diantaranya berada di Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Kuningan dan satu diantaranya yaitu jalur pendakian Apuy berada di SPTN Wilayah II Majalengka. Setiap jalur pendakian di Gunung Ciremai memiliki karakter sendiri dan tentu berbeda sensasinya. Sejak tahun 2019, telah dijajaki rencana pembukaan jalur pendakian baru yang sebelumnya selalu dijadikan jalur ilegal oleh para pendaki yaitu Jalur Sadarehe. Untuk meminimalisir tingkat kecelakaan akibat pendakian illegal maka kelompok masyarakat Desa Payung Kec Raja Galuh Kab Majalengka mengajukan pengelolaan wisata pendakian di Jalur Sadarehe. Didukung oleh anggota DPR RI Komisi IV, Sutrisno dan Direktur Jenderal KSDAE kala itu, Wiratno perlu melakukan langkah-langkah persiapan pembukaan jalur pendakian. Dimulai dari identifikasi potensi wilayah, survey calon jalur pendakian, perhitungan kuota dan daya dukung, penataan basecamp dan jalur pendakian, dan terakhir pendakian Trisakti pada peringatan hari kemerdekaan RI ke-77 pada tanggal 17 Agustus 2022 yang diikuti oleh 77 orang peserta. Pada pagi ini (25/8), dihadiri 50 orang yang terdiri dari Pemerintah Desa Payung, MPGC Tunas Karya yang diketuai Sutari, MPA Desa Bantaragung, dan MPA Desa Padaherang menyaksikan peresmian jalur pendakian baru di SPTN Wilayah II Majalengka. Teguh Setiawan, Kepala Balai TN Gunung Ciremai menyampaikan rasa bangga kepada kelompok masyarakat MPGC Tunas Karya yang sampai saat ini terus berupaya, bekerjasama, bergotong royong dan bahu membahu mewujudkan pengelolaan jalur pendakian. “Saya berharap kedepan diantara anggota kelompok tidak ada selisih paham, karena biasanya kalau sudah keliatan manis, akan timbul rasa karya sendiri. Jadi jelas ini karya bersama”pungkas teguh. Dalam kesempatan ini, Sutrisno yang sedari awal mendorong pembukaan jalur pendakian baru ini juga hadir. Beliau secara langsung ingin bertemu, bertatap muka, berdiskusi dengan kelompok masyarakat. Dalam sambutannya, Sutrisno juga memberikan nama untuk jalur pendakian baru ini yaitu “Jalur Pendakian Trisakti Sadarehe”. Sutrisno menjelaskan makna Trisakti yang digagas Bung Karno dalam buku Maulwi Saelan Penjaga Terakhir Soekarno yang ditulis oleh Asvi Warman Adam dkk adalah gagasan dalam membangun Indonesia agar mampu mewujudkan kemakmuran, kesejahteraan dan gemah ripah loh jinawi. “Nilai-nilai tersebut yaitu berdaulat dalam berpolitik, berdikari dalam bidang ekonomi dan kepribadian secara budaya”ucap Sutrisno lantang. Teguh menambahkan makna Trisaksi tersebut memiliki kesamaan dengan pengelolaan TN Gunung Ciremai melalui tiga kelola yaitu kelola ekologis, ekonomi dan sosial budaya. Secara ekonomi, pemanfaatan jasa lingkungan dan sumber daya hutan lainnya harus mampu menghasilkan penerimaan ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan. Secara ekologi, jasa lingkungan dan sumber daya hutan lainnya tetap memiliki manfaat dan fungsi lingkungan. Secara sosial, pemanfaatan jasa lingkungan dan sumber daya hutan lainnya dapat memberikan berkeadilan dan harmonisasi antar stakeholder lingkup TN Gunung Ciremai. Setelah pengukuhan nama jalur pendakian baru, dilanjutkan dengan penandatanganan prasasti, pemotongan tumpeng, dan gunting pita jalur masuk Jalur Pendakian Trisakti Sadarehe. Sedikit bocoran, Jalur Pendakian Trisakti Sadarehe ini memiliki 8 transit yang terdiri dari 3 transit camp dan 5 transit shelter. Keunggulan jalur pendakian ini adalah padang savana yang membentang pada ketinggian 2.670 mdpl, pemandangan matahari terbit dan terbenam dan hamparan Edelweis. Segera jajaki karena akan dibuka untuk umum mulai tanggal 26 Agustus 2022. Ditunggu pendaftarannya lewat booking online www.bookingciremai.menlhk.go.id. Ayo kenali, sayangi dan lestarikan Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai. (*) Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Ciremai Penanggung Jawab berita: Koordinator Urusan Promosi, Pemasaran, dan Kehumasan : 081392636363 Website: tngciremai.menlhk.go.id Youtube: gunung ciremai Facebook: Gunung Ciremai Instagram: @gunung_ciremai Twitter: TN Gunung Ciremai
Baca Artikel

Mengenal Api Dan Eksistensi Ekosistem Savanna Tropis TN Tambora

Bima, 26 Agustus 2022. Api, terkadang di identikan dengan panas, kehancuran dan kerusakan. Siapa yang tidak kaget dengan kebakaran hutan? bahkan negara tetangga bisa dibuat kalang kabut akibat kebakaran hutan yang terjadi di wilayah Indonesia. Api dan kebakaran hutan memang tidak dapat dipisahkan dan kerugiannya tidak dapat dipungkiri lagi. Semua orang sepakat bahwa kebakaran hutan sangat merugikan untuk kehidupan manusia. Lalu bagaimana jika api dan kebakaran juga berperan penting dalam ekositem tertentu? Savanna tropis, padang rumput di wilayah tropis yang tidak lepas dari faktor api atau kebakaran hutan. Bersama iklim dan kondisi tanah, kebakaran berperan penting dalam menjaga eksistensi savana. Dimana dengan adanya kebakaran hutan savanna akan tetap ditumbuhi rumput dan mengurangi jumlah pohon dan pembentukan hutan atau semak belukar. Api khususnya adalah gangguan alam yang terkenal di sabana di seluruh dunia. Ini telah membentuk dan memelihara struktur dan fungsi komunitas rawan kebakaran (Bond dan Keeley 2005) dan terkait erat dengan transisi vegetasi hutan tropis-sabana (Oliveras dan Malhi 2016). Kematian pohon lebih tinggi di hutan daripada di sabana, bahkan dengan kebakaran dengan intensitas rendah, fakta yang sebagian dijelaskan oleh kulit pohon yang lebih tipis pada hutan tropis (Hoffmann et al.2009). Namun apakah hanya itu? Api kebakaran juga dapat merestock biomassa dan rumput baru untuk grazing satwa liar. Dengan adanya kebakaran hutan maka rumput-rumput baru akan tumbuh dan menjadi sumber makanan mereka. Namun jika tidak terjadi kebakaran maka rumput akan terus tumbuh dan menumpuk, selain menyulitkan pergerakan satwa sumber pakan akan menipis. hal ini dapat diperparah jika savanna sudah berubah menjadi semak belukar, maka rumput pakan akan berkurang drastis. Jika demikian apakah kebakaran akan dibiarkan begitu saja? tentu saja tidak. Kebakaran yang menguntungkan tentu adalah yang dapat dikendalikan oleh kita. Kebakaran terkendali akan membatasi wilayah yang terbakar yaitu padang savanna saja, namun jika tidak terkendali, maka kebakaran akan meluas hingga wiayah hutan yang sudah terbentuk, dan tentu hal tersebut akan merusak ekosistem hutan yang sudah ada. Savanna dan api memang tidak dapat dipisahkan dan akan selalu berdampingan, jika api mengecil maka pohon akan terus bertambah dan savanna akan tergantikan semak belukar dan hutan. Meski terkesan sangat menghancurkan, api dapat menjadi salah satu faktor yang membuat savanna dapat terus eksis dan menyediakan pakan untuk satwa pemamah biak. Namun api itu harus dapat dikendalikan, sehingga kerugian yang ditimbulkan tidak melampaui keuntungan yang diperoleh. Dengan terkendalinya api, manfaat dapat diperoleh tanpa mengorbankan hutan yang sudah terbentuk. Sumber : Samsul Maarif, S.Hut. - PEH SPTN II PEKAT, Balai Taman Nasional Tambora
Baca Artikel

Survei Aves di Wilayah Muarasoma TN Batang Gadis

Panyabungan, 26 Agustus 2022. Balai Taman Nasional Batang Gadis melalui personil Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Muarasoma melaksanakan survei aves di kawasan hutan Taman Nasional Batang Gadis yang dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus sampai dengan 22 Agustus 2022. Survei ini dilakukan untuk mengetahui jenis aves beserta kelimpahan, keanekaragaman dan keberagamannya. Untuk mengetahui dan menghitung jenis-jenis Aves yang ada di jalur Survei, dilakukan langkah metode transek, pengamat menelusuri jalur hutan yang tersedia dan mengamati setiap Aves yang ada, baik secara langsung maupun tidak langsung (suara, kotoran, bulu). Aves yang terdeteksi kemudian dicatat jenis dan dihitung jumlahnya pada Tally sheet yang tersedia. Dari survei ini ditemukan total 15 jenis aves dan 1 jenis termasuk aves yang dilindungi yaitu Alap-alap capung (Microhierax fringillarius) dan 1 jenis termasuk aves Endemik Sumatera yaitu Cucak Mutiara (Picnonotus tympanistrigus ). Seluruh aves yang ditemukan memiliki status IUCN yang berbeda. Sebanyak 14 jenis berstatus Least Concern (LC) dan sebanyak 1 jenis berstatus Near Threatened (NT). Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) menjadi salah satu dari 228 daerah penting bagi Aves dan keanekaragaman hayati di Indonesia yang menyimpan ekosistem relatif utuh dan terjaga untuk kehidupan Aves. Sebanyak 278 jenis Aves tercatat di kawasan taman nasional yang terletak di Kabupaten Mandailing Natal ini. Dari jumlah tersebut, sebanyak 56 jenis diantaranya merupakan jenis yang dilindungi, sebanyak 16 jenis merupakan Aves endemik di pulau Sumatera, dan 19 jenis merupakan Aves migran yang dapat ditemui pada musim tertentu (umumnya pada saat musim dingin di wilayah sub tropis). Sumber : Balai Taman Nasional Batang Gadis
Baca Artikel

Mendukung Pertanian Masyarakat, Balai Besar KSDA Sumatera Utara Berikan Bantuan

Nagori Dolok, 25 Agustus 2022. Terpancar wajah kebahagiaan dari masyarakat Nagori Negeri Dolok, Kecamatan Dolok Panribuan, Kabupaten Simalungun, khususnya yang tergabung dalam Kelompok Pematang Tani I, saat menerima bantuan dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara yang diserahkan Kepala Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar, Seno Pramudito, S.Hut., ME. pada Rabu, 24 Agustus 2022. Bantuan alat-alat pertanian berupa 30 sak pupuk dolomit, 10 sak pupuk NPK, 1 unit kultivator, 30 pcs mata cangkul, 2 pcs sprayer, dan peralatan lainnya merupakan bantuan ekonomi dalam rangka fasilitasi usaha ekonomi produktif masyarakat di sekitar kawasan konservasi. Masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Pematang Tani I aktifitasnya sehari-hari adalah bertani, sehingga bantuan yang diberikan sangat membantu dan mendukung terhadap usaha masyarakat yang tinggal berdampingan dengan kawasan Cagar Alam (CA) Batu Gajah. Dalam sambutannya, Kepala Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar berharap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat untuk meningkatkan usaha perekonomian warga yang tergabung dalam Kelompok Pematang Tani I, sembari menitipkan pesan agar ikut peduli dalam menjaga dan melindungi kawasan CA. Batu Gajah. Pengurus dan anggota Kelompok Pematang Tani I mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih atas pemberian bantuan tersebut. Karena bantuan ini memang sangat diharapkan dan dibutuhkan warga. Masyarat juga mengharapkan pendampingan dari petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara dalam melindungi dan melestarikan kawasan CA. Batu Gajah. Sumber : Yustiil Fazri – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Dukung Presidensi G20 dan FOLU Net Sink, BKSDA Yogyakarta Apel Siaga Antisipasi Karhutla

Yogyakarta, 24 Agustus 2022. Mensukseskan pertemuan rangkaian Joint Environment Climate Ministers Meeting (JECMM) Presidensi G20 di Bali yang puncaknya akan digelar pada November 2022 dan “Indonesia FoLU Net-Sink 2030” sebagai sebuah pendekatan dan strategi dimana pada tahun 2030, tingkat serapan emisi sektor FOLU (Forest and Other Land Use) ditargetkan sudah berimbang atau lebih tinggi dari pada tingkat emisinya (Netsink), Balai KSDA Yogyakarta melakukan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi karhutla di wilayah Daerah Istimewa Yogyakart (DIY) dengan menggelar Apel Siaga bersama Masyarakat Peduli Api (MPA), Rabu (24/8) di Komplek Kantor Seksi Konservasi Wilayah II Bantul. Rangkaian kegiatan Apel Siaga dimulai dari pukul 08.00 WIB dengan diikuti oleh sekitar 60 peserta yang terdiri dari anggota MPA dan pegawai lingkup Balai KSDA Yogyakarta. Menyemarakkan rangkaian kegiatan apel siaga ini, selain dilakukan pengecekan perlengkapan dan peralatan juga dilakukan kegiatan perlombaan antar peserta apel. Adapun lomba-lomba yang digelar pada apel siaga ini meliputi : lomba gelar gulung selang, lomba menyalakan pomp dan lomba penanganan manual dan mekanis karhutla. Dalam sambutannya, Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi menyampaikan “Apel siaga ini digelar sebagai bentuk kesiapsiagaan Balai KSDA Yogyakarta dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan di wilayah DIY. Berdasarkan prakiraan musim kemarau tahun 2022 dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, puncak musim kemarau tahun 2022 di Indonesia sebagian besar diprakirakan terjadi pada bulan Agustus sehingga kita perlu bersama – sama meningkatkan kesiapsiagaan dalam pengendalian kebakaran hutan. Melalui Apel Siaga dan Latihan Pemadaman ini diharapkan pengendalian kebakaran hutan dapat dilakukan secara optimal.” Kata M. Wahyudi. Terlibatnya MPA pada pelaksanaan apel siaga ini diharapkan akan dapat turut berperan aktif dalam upaya sosialisasi kepada seluruh warga masyarakat untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Penting bagi masyarakat untuk menyadari bahwa “api kecil menjadi kawan, api besar menjadi lawan” sehingga masyarakat dapat bijak menggunakan api saat beraktifitas di sekitar kawasan. Sumber : Balai KSDA Yogyakarta Penanggung jawab berita: Kepala Balai KSDA Yogyakarta- Muhammad Wahyudi (HP 0852-4401-2365) Kontak informasi: Call center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449)
Baca Artikel

Babak Selanjutnya Untuk Verifikasi Kriteria Tipe Ekosistem

Bogor, 24 Agustus 2022. Prof. Tukirin Paftomihardjo (Pakar Ekologi Tumbuhan) memberikan penyegaran tentang konsep dasar ekosistem kepada peserta Focus Group Discussion (FGD) Inventarisasi Tipe Ekosistem dalam Pencapaian Target Inventarisasi dan Verifikasi Kehati Tinggi di Kawasan Konservasi dalam rangka menuju babak selanjutnya, Inventarisasi Ekosistem. FGD Inventarisasi Tipe Ekosistem dalam Pencapaian Target Inventarisasi dan Verifikasi Kehati Tinggi di Kawasan Konservasi ini diselenggarakan oleh Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi di Sahira Butik Hotel Pakuan, Rabu (24/8/2022). FGD ini dilaksanakan untuk memperoleh informasi dan pengetahuan lebih mendalam mengenai tipe-tipe ekosistem dan kriteria pembagiannya termasuk informasi persebaran yang telah terpetakan di seluruh wilayah Indonesia. Mendapatkan kriteria penyusunan tipe ekositem dan menyusun acuan dalam panduan dan verifikasi hasil inventarisasi tipe ekosistem pada kawasan konservasi; serta diperolehnya saran masukan dalam implementasi pencapaian IKK, menjadi tujuan dalam penyelenggaran FGD ini. Semoga hasil dari penyelenggaran FGD ini, pemahaman peserta mengenai kriteria pembagian tipe ekosistem dalam melakukan verifikasi atas inventarisasi yang telah, sedang dan akan dilakukan menjadi meningkat. Sumber : Mugiharto – Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Kerjasama Strategis untuk Konservasi Lutung Dahi Putih

Bogor, 15 Agustus 2022 – Bertempat di Sahira Batik Bogor, dilaksanakan pembahasan draft Perjanjian Kerja Sama oleh tim dari Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Ditjen KSDAE) bersama PT Arutmin Indonesia sebagai tindak lanjut dari persetujuan Menteri LHK terhadap permohonan PT Arutmin Indonesia tentang perpanjangan kerja sama dermaga untuk penimbunan dan pemuatan batubara, alur perairan, dan akses jalan yang telah ada pada tanggal 23 Juni 2022 di atas nota dinas Direktur Jenderal KSDAE nomor ND.225/KSDAE/RKK/KSA.0/6/2022 tanggal 20 Juni 2022, dan ditindaklanjuti dengan surat Direktur Jenderal KSDAE nomor S.761/KSDAE/RKK/KSA.0/7/2022 tanggal 19 Juli 2022, yang melimpahkan kewenangan bersifat delegasi kepada Kepala BKSDA Kalimantan Selatan untuk menyusun, menandatangani, dan melaksanakan perjanjian kerja sama tersebut sebagai pihak kesatu. Tim pembahas dari Ditjen KSDAE disupervisi oleh Direktur Perencanaan Kawasan Konservasi (RKK) Ahmad Munawir, S.Hut M.S bersama Kasubdit Dit. RKK Toni Anwar dan tim yaitu Indra Dirhamsyah, Djujuk Wijono serta staf terkait; dari Sekretariat Ditjen KSDAE diwakili oleh Ivan A.F; dari Direktorat Bina Pengelolaan dan Pemulihan Ekosistem (Dit. BPPE) diwakili oleh M. Danang Anggoro dan M. Samsul Arifin; dari Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik (Dit. KKHSG) diwakili oleh Desi Indriani, S.P., M.P; dan dari Balai KSDA Kalimantan Selatan yaitu Kepala Balai Dr. Ir. Mahrus Aryadi.,M.Sc, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Suwandi S.Hut.,M.A, Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Batulicin Nikmat Hakim Pasaribu, S.P. M.Sc dan staf terkait. Adapun dari PT Arutmin Indonesia diwakili oleh Ahmad Juaeni, Efendi Eko M dan M. Yusuf. Berdasarkan hasil pembahasan, telah disepakati pasal demi pasal dalam PKS oleh para pihak. PKS ini tentang Pembangunan Strategis yang Tidak Dapat Dielakkan berupa Pemanfaatan Dermaga, Alur Perairan, dan Akses Jalan Yang Telah Ada di Blok Khusus CA Teluk Kelumpang di Kabupaten Kotabaru, Provinsi Kalimantan Selatan. Jangka waktu PKS adalah delapan tahun dengan luas areal kerja sama ±39,5 hektar. Adapun ruang lingkup PKS ini terdiri dari Dalam sambutannya, Direktur RKK Ahmad Munawir, S.Hut M.S mengungkapkan bahwa secara nasional terdapat enam ratus permohonan PKS yang masuk melalui ke Dit. RKK, akan tetapi hanya mitra yang memiliki track record yang baik yang dapat mendapat persetujuan maupun perpanjangan PKS, salah satunya PT Arutmin Indonesia. Dalam satu bulan sejak penandatanganan PKS ini agar segera menyusun Rencana Pelaksanaan Program (RPP), Rencana Kerja Lima Tahun (RKL) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT), tambahnya. Kerjasama strategis ini menekankan kepada konservasi Lutung Dahi Putih dan Pemulihan Ekosistem bersama masyarakat setempat. Selain PKS pembangunan strategis yang tidak dapat dielakkan, PT Arutmin Indonesia juga melakukan permohonan PKS penguatan fungsi, ungkap Dr. Mahrus. Penandatangan PKS dilakukan di Bakrie Tower antara Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Dr. Ir. Mahrus Aryadi.,M.Sc dengan CEO PT Arutmin Indonesia Ido Hutabarat pada tanggal 16 Agustus 2022. Dalam acara tersebut, Dr. Mahrus mengungkapkan bahwa kerjasama ini tidak hanya akan memberikan kontribusi positif bagi CA Teluk Kelumpang melalui kegiatan patroli pengamanan, pemulihan ekosistem, dan kemitraan konservasi, akan tetapi juga bagi masyarakat di sekitar kawasan melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat. Selain itu, Dr. Mahrus menambahkan bahwa salah satu isu strategis yang dapat diangkat adalah konservasi keanekaragaman hayati satwa endemik Kalimantan yaitu Lutung Dahi Putih, populasi satwa tersebut terdeteksi berada di sekitar lokasi PT Arutmin Indonesia site Senakin dan masih sangat sedikit penelitian tentang satwa endemik tersebut. Adapun dalam sambutannya, Ido Hutabarat mengatakan bahwa PT Arutmin Indonesia siap mendukung dan berkomitmen terhadap PKS yang telah disepakati. (ryn) Sumber : Prawira Aditya Rahman, S.E- Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Artikel

Sambangi Sekolah Dasar di Hari Orangutan Sedunia

Bulumario, 22 Agustus 2022. Hari Orangutan Sedunia, yang biasa diperingati setiap tanggal 19 Agustus setiap tahunnya, kembali dirayakan tahun ini. Peringatan Hari Orangutan Sedunia dimaksudkan untuk membantu mendorong masyarakat dalam mengambil tindakan guna melestarikan spesies yang menakjubkan ini (worldorangutanevents.org.). Orangutan di Indonesia memiliki tiga spesies, yakni Orangutan Sumatera (Pongo abelii), Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) dan Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis). Berdasarkan daftar merah (redlist) IUCN, ketiga spesies ini berstatus kritis (Critically endangered/CR). Oleh karena itu perlu berbagai upaya untuk menyelamatkan satwa liar ini, dan salah satu diantaranya adalah melalui edukasi dan awarness (penyadaran), khususnya kepada generasi muda. Pemikiran inilah yang kemudian melatar belakangi diadakannya kegiatan Sosialisasi dan Edukasi memperingati hari Orangutan Sedunia oleh Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan bersama dengan lembaga mitra kerjasama Yayasan Scorpion Indonesia, bertempat di SD Bulumario 101238, pada Sabtu 20 Agustus 2022. Sekolah ini berdekatan dengan wilayah kerja Resort Cagar Alam (CA) Sibual-buali pada Seksi Konservasi Wiilayah V Sipirok. Kegiatan yang diikuti 50 orang pelajar kelas V dan kelas VI SD serta 6 orang guru pendamping, mendapat respon yang positif, mengingat informasi tentang orangutan selama ini sangat langka diperoleh. Dengan pencerahan yang disampaikan oleh narasumber melalui metode pemaparan, diskusi, games dan lomba mewarnai gambar orangutan, membuat suasana belajar menjadi interaktif dan menyenangkan. Melihat antusiasnya generasi muda ini dalam mengenal dan memahami arti penting penyelamatan orangutan, menjadi pertimbangan untuk mengagendakan kegiatan yang sama di waktu-waktu yang akan datang dengan peserta yang lebih banyak lagi. Sehingga sedini mungkin akan tumbuh kepedulian generasi muda terhadap upaya pelestarian satwa langka ini. Sumber : Gunawan Alza, S.Hut.-Kepala Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan, Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Menggali Kemampuan Teknis Identifikasi dan Analisi Data Kehati

Jakarta, 22 Agustus 2022. Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik (KKHSG) bekerjasama dengan Climate and Biodiversity Hub Indonesia (CLARITY) telah menggelar bimbingan teknis (bimtek) Inventarisasi dan verifikasi kawasan dengan nilai kehati tinggi bidang KKHSG tahun 2022 pada tanggal 8 s/d 10 Agustus 2022 di Bogor, Jawa Barat. Bimtek digelar untuk meningkatkan keterampilan staff Unit Pelaksana Teknis (UPT) terutama yang bertanggung jawab melakukan pelaporan Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) inventarisasi dan verifikasi kawasan bernilai keanekaragaman hayati tinggi pada masing-masing UPT terkait kemampuan teknis identifikasi dan analisis data menggunakan Modelling Maximum Entropy (MaxEnt). Perwakilan dari 55 Taman Nasional dan 27 Balai Konservasi Sumber Daya Alam, Direktorat Jenderal KSDAE turut berpartisipasi pada bimtek yang merupakan lanjutan dari seri pelatihan/kuliah terkait teori pengambilan data dan pengolahan data yang dilakukan pada tanggal 24 s/d 25 Juli 2022 secara daring, yang dihadiri sekitar 220 peserta dari seluruh UPT Balai Besar/Balai Taman Nasional maupun Balai Besar/Balai KSDA. Bimtek dilakukan secara tatap muka selama kurang lebih 3 hari 2 malam, dengan trainer serta fasilitator dari universitas, lembaga penelitian maupun praktisi seperti IPB University (Dr. Dede Aulia Rahman), BRIN (Rikoh M Siringoringo, MSi), SINTAS Indonesia (Dr. Hariyo T. Wibisono), Forum Harimaukita (Dwi Adhiasto dan H. A. Wahyudi), PERHAPPI (Andi M. Cahyana) serta Burung Indonesia (Ria Saryanti). Pelatihan dimulai dari instalasi dan pemahaman cara kerja awal software Java dan MaxEnt, identifikasi bio-ekologi spesies target dan penentuan variabel lingkungan yang dibagai dalam kelompok 4 besar besar group-taksa (yaitu mamalia terrestrial, primate, aves, serta koral/ terumbu karang), penyiapan data spasial, hingga analisis dan pemodelan spasial menggunakan MaxEnt. Pada sesi akhir dilakukan presentasi dari perwakilan BBKSDA Nusa Tenggara Timur terkait sebaran reptile Komodo, Balai TN Bukit Baka Bukit Raya terkait sebaran burung enggang, Balai TN Kepulauan Seribu terkait terumbu karang/koral serta BKSDA Sumatera Selatan terkait sebaran Gajah Sumatera. Direktur KKHSG, drh. Indra Exploitasia, M.Si., mengarahkan pentingnya peningkatan kapasitas selain inventarisasi juga terutama analisis data spesies yang dilakukan oleh staf UPT Ditjen KSDAE untuk pengelolaan kehati yang lebih baik pada wilayah kerja masing-masing selain untuk mendukung kebijakan yang lebih luas pengelolaan jenis berskala lansekap/regional maupun kebijakan dan ataupun target nasional. Terebih kemampuan inventarisasi jenis maupun analisis data dapat bermanfaat untuk pengembangan para staf sesuai bidang minat tmasing-masing terhadap jenis keanekaragamn hayati tertentu. Salah satu peserta pelatihan Bpk. Iwan Sunandi dari Taman Nasional Gunung Ciremai menyampaikan kesadaran pentingnya disiplin dari setiap staf lapangan terkait koordinat perjumpaan satwa, terutama untuk analisis spasial lebih lanjut serta perlunya pendampingan terkait analisis data terhadap UPT. Sementara itu, Bpk. Arief Mahmud, Kepala Balai KSDA Nusa Tenggara Timur, yang turut hadir pula pada acara Bimtek menyampaikan perlunya bagi staf lapangan untuk menuliskan hasil kerja lapangan termasuk hasil inventarisasi jenis TSL di wilayah masing-masing baik secara popular maupun secara ilmiah. Sumber : Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik
Baca Artikel

World Orangutan Day 2022, Orangutan Hidupnya di Hutan

Medan, 22 Agustus 2022. Cadika Pramuka yang berada di jalan Karya Wisata, Pangkalan Mansyur, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan mendadak menjadi ramai dan meriah di Minggu, 21 Agustus 2022, pagi. Kawasan yang dijadikan sebagai pusat pendidikan dan pelatihan kepramukan ini diramaikan oleh anak-anak yang mengikuti berbagai kegiatan lomba, seperti : lomba mewarnai, lomba menggambar dan lomba baca puisi. Kemeriahan ini merupakan rangkaian peringatan Hari Orangutan Sedunia (World Orangutan Day) 2022, yang tahun ini mengusung tema “Orangutan Hidupnya di Hutan”. Event World Orangutan Day 2022 digelar oleh kolaborasi berbagai institusi dan lembaga yang bergerak dalam upaya penyelamatan dan pelestarian orangutan. Hadir dalam acara penting ini Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara Rudianto Saragih Napitu, S.Si., M.Si., Ketua Forum Konservasi Orangutan Indonesia (FORINA) Aldrianto, Ketua Forum Konservasi Orangutan Sumatera (FOKUS) Indra Kurniawan, S.Hut., Kepala Bidang Teknis Balai Besar KSDA Sumatera Utara Ir. Irzal Azhar, M.Si., pembina Yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information Center (YOSL-OIC) Panut Hadisiswoyo, dan tamu undangan lainnya. Ketua FORINA, Aldrianto, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan World Orangutan Day 2022, dan mengingatkan bahwa perlindungan orangutan tidak hanya kewajiban dari pemerintah saja tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu FORINA menyambut baik upaya yang dilakukan berbagai lembaga dalam pelaksanaan Hari Orangutan Sedunia ini. Hal yang sama juga disampaikan Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Rudianto Saragih Napitu, S.Si., M.Si., bahwa untuk melestarikan orangutan banyak tantangan yang dihadapi, seperti : kelompok-kelompok masyarakat yang memiliki hobbi memelihara satwa, kondisi habitatnya yang tergerus akibat ulah segelintir orang dan faktor alam yang juga turut mempengaruhi kehidupan satwa liar di habitatnya. Oleh karena itu, menurut Rudianto, upaya pelestarian orangutan harus dilakukan secara kolaborasi, koordinasi dan sama-sama bekerja. Kerja nyata di lapangan akan menjawab perubahan-perubahan yang terjadi di habitatnya. “Kegiatan yang kita lakukan hari ini mengedukasi masyarakat dan mengkapitalkan kekuatan sosial ini menjadi bagian penting dari upaya pelestarian orangutan. Sehingga kegiatan ini tidak hanya seremonial semata, tetapi juga mampu mengkapitalkan kekuatan sosial tersebut dalam aksi nyata,” ujar Rudianto. Sebagai bentuk apresiasi Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara terhadap kegiatan ini, diwujudkan dengan dukungan membubuhkan cap tangan pada kain yang disediakan oleh panitia dan juga menuliskan pesan cinta kepada orangutan “Hutanku lestari, satwaku sejahtera, orangutanku bahagia” Saat ditanya wartawan DAAI Tv tentang apa himbauan yang disampaikan kepada masyarakat, Rudianto Saragih Napitu yang didampingi Kepala Bidang Teknis, Irzal Azhar, mengingatkan bahwa Sumatera Utara patut berbangga karena mempunyai 2 orangutan karismatik, yaitu Orangutan Sumatera (Pongo abelii) dan Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis). Namun perlu diwaspadai bahwa orangutan merupakan spesies yang rentan, yang menurut IUCN statusnya sangat terancam punah. Oleh karena itu dihimbau kepada masyarakat untuk berpartisipasi menjaga kelestariannya dan juga habitatnya. Laporkan kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara bila ada warga yang memiliki atau memelihara satwa ini melalui call center 085376699066 dan bisa juga melalui lembaga-lembaga mitra yang peduli dengan pelestarian orangutan, ujar Rudianto. Kegiatan World Orangutan Day 2022, juga diisi dengan kegiatan painting face dan talk show. Di akhir acara diberikan hadiah kepada para pemenang lomba mewarnai, lomba menggambar dan lomba baca puisi. Semoga kegiatan ini tidak hanya berakhir di acara World Orangutan Day, tetapi dilanjutkan dengan kerja-kerja nyata di lapangan. Sumber : Evansus Renandi Manalu – Analis Data Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Kolaborasi, Suatu Keharusan Untuk Tangani Konflik Harimau Sumatera di Langkat

Aras Napal, 22 Agustus 2022. Intensitas konflik manusia dengan satwa liar, khususnya Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), di Kabupaten Langkat beberapa bulan belakangan ini cukup tinggi. Bukan hanya perjumpaan warga dengan si raja hutan saja, tetapi beberapa ternak lembu peliharaan warga juga turut menjadi korban keganasannya. Berbagai upaya mitigasi telah diupayakan dan dilakukan oleh Balai Besar KSDA Sumatera Utara, seperti : pendampingan terhadap warga, pembuatan kandang jebak, pengusiran/penghalauan dengan menggunakan petasan dan jenduman, serta mendatangkan pawang harimau. Tidak cukup sampai disitu saja, upaya lain pun terus ditempuh, seperti yang dilakukan oleh Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Rudianto Saragih Napitu, S.Si., M.Si., saat mengunjungi salah satu lokasi konflik warga dengan Harimau Sumatera di areal perkebunan Situngkir di Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, pada Jumat 19 Agustus 2022. Kunjungan kerja ini masih dalam rangka mitigasi konflik yaitu melakukan penguatan internal lingkup petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara yang langsung menangani konflik di lapangan, serta konsolidasi dengan lembaga mitra untuk melakukan rescue 2 ekor Harimau Sumatera yang masuk perladangan dan sampai saat ini masih berkeliaran. Meskipun baru sekitar 8 hari bertugas di Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Rudianto Saragih Napitu terlihat sangat respon atas terjadinya konflik ini. Selain melakukan monitoring pemasangan kandang jebak yang berada di areal kebun Situngkir, Rudianto juga menyempatkan diri untuk menyapa dan memberi semangat/motivasi kepada Tim Respon Penanganan Konflik serta petugas Resort Aras Napal 242. Selain itu, pada hari kedua kunjungannya, Sabtu 20 Agustus 2022, Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara juga melakukan pertemuan konsolidasi dengan beberapa lembaga mitra, seperti : Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, Yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information Center (YOSL-OIC), Yayasan Ekosistem Lestari (YEL), WCS, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Aras Napal dan masyarakat sekitar perkebunan. Rudianto memandang konsolidasi ini penting dalam upaya membangun kolaborasi untuk penanganan konflik manusia dengan satwa liar. Karena bukan saatnya lagi penanganan konflik dilakukan atau dibebankan kepada satu pihak (institusi) saja, melainkan harus dikerjakan secara bersama melibatkan banyak (multi) pihak agar upaya yang dilakukan dapat optimal dan maksimal. Beberapa poin penting yang disepakati dari pertemuan konsolidasi ini, diantaranya : respon awal dalam penanganan konflik adalah menenangkan masyarakat baru kemudian melakukan mitigasi, lembaga mitra khususnya pemerhati wildlife diharapkan dapat menyiapkan kandang jebak satwa yang sewaktu-waktu dapat digunakan untuk penanganan konflik, demikian halnya dengan pihak perkebunan yang ada di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Leuser diharapkan dapat menyiapkan kandang jebak serta dukungan sumber daya manusia dalam penanganan konflik di areal kerjanya. Selain itu, poin penting lainnya : diwajibkan pihak perkebunan menyediakan peralatan mitigasi konflik di setiap kebun yang berpotensi terjadinya konflik dengan satwa dan pemerintah siap untuk memfasilitasi pelatihan mitigasi konflik satwa bagi staf/karyawan perkebunan, mendorong lembaga mitra melakukan survey keanekaragaman hayati guna mengidentifikasi lokasi release satwa akibat konflik, serta menyiapkan rancangan pembuatan “kantin satwa” sebagai salah satu solusi penanganan konflik satwa liar di Aras Napal bekerjasama dengan lembaga mitra dan dapat dikelola oleh Pokdarwis Aras Napal. Kesepakatan ini tentunya menjadi tolak ukur dalam menguji sejauhmana komitmen berbagai pihak berkolaborasi mengatasi dan menangani konflik yang terjadi. Harapannya tentu komitmen ini dapat diwujudkan bersama. Sumber : Evansus Renandi Manalu – Analis Data Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Putri Konservasi Riau dan Juara Potret TWA Buluh Cina Telah Terpilih

Pekanbaru, 22 Agustus 2022. Usai sudah penyelenggaraan lomba Putri Konservasi 2022 dan Lomba Fotografi Taman Wisata Buluh Cina (TWA) Buluh Cina, puncak acara digelar pada Sabtu, 20 Agustus 2022 di Novotel Hotel Pekanbaru. Untuk Lomba Putri Konservasi telah terpilih 5 (lima) juara yaitu Juara 1 adalah Chesya Flovania dari SMAN 1 Pekanbaru, Juara 2 Tsabitah Tsany dari Universitas Islam Riau, Juara 3 Chiara Aishabyna dari Sekolah Mutiara Harapan Pangkalan Kerinci, Juara fotogenik Jihan Saskia dari Universitas Riau dan sebagai juara favorit yang mendapat like terbanyak di media sosial adalah Isyana Putri Widyaningrum dari MAN 2 Kota Pekanbaru. Untuk Lomba Fotografi sendiri telah terpilih juara 1 Febby Aldias dengan judul foto Anak Desa Buluh Cina dan Bubu, Juara 2 Vicky Cipta dengan judul foto Canda Tawa, Juara 3 Azwar dengan judul foto Mengangkat Bubu. Untuk juara favorit terpilih Yosep Kondang Lelono dengan judul foto Aku dan Hutanku. Dalam lomba tersebut juga telah terpilih 6 (enam) nominator yaitu nominator 1 Defizal dengan judul foto Pelepasliaran Elang, nominator 2 Hasnil Yusuf dengan judul foto Menebar Jala Ikan, nominator 3 Hadly Vavaldi dengam judul foto Gajah di Taman Wisata Alam Buluh Cina, nominator 4 Diyon Nofri dengan judul foto Asam Pedas Patin, nominator 5 Refkyan Oktavian dengan judul Camping Ceria di TWA Buluh Cina dan nominator 6 Junus Saujana dengan judul Beragam Satwa di Taman Wisata Alam Buluh Cina. Puncak acara kedua lomba tersebut dibuka oleh Kepala Balai Besar KSDA Riau, bapak Genman S. Hasibuan yang menyampaikan bahwa ajang pemilihan Putri Konservasi dan Fotografi TWA Buluh Cina dilakukan untuk mengajak generasi milenial lebih peduli, memahami dan berpartisipasi aktif dalam upaya konservasi. Melakukan kegiatan konservasi secara nyata, baik dalam pelaksanaan maupun menggaungkan konservasi secara online maupun offline. Ajang ini digelar karena Balai Besar KSDA Riau sangat menyadari bahwa konservasi tak mungkin sendiri. Sehingga diperlukan kerjasama dan partisipasi dari berbagai pihak termasuk kawula muda sebagai generasi penerus bangsa untuk turut serta berpartisipasi melakukannya. Dan ternyata animo masyarakat dan kaum mileneal cukup antusias. Ditunjukkan salah satunya dari jumlah peserta yang masuk audisi walau pun dengan persiapan yang sangat singkat. Untuk jumlah peserta Putri Konservasi telah masuk 81 peserta dengan tahapan administrasi dan wawancara menjadi 20 (dua puluh) besar hingga malam final, dimana 5 juri senior dan pakar masing masing ilmunya menguji mereka. Bapak Ir.Yul Ahyar, M.M., seorang Pemerhati Lingkungan, bapak Osvian Putra, Master Asesor Pariwisata, ibu Astrid Candra, MBA. pHD., Behavior Expert Indonesia, Tito Marselino, Founder Duta Remaja Provinsi Riau dan Runner up Bujang Provinsi Riau 2017 dan juri dari Balai Besar KSDA Riau dilakukan langsung oleh Kepala Balai Besar, yaitu bapak Genman S. Hasibuan S.Hut., M.M. Sebelum masuk 20 (dua puluh) besar, para finalis telah melalui seleksi yang dilakukan di kantor Balai Besar KSDA Riau dan dilanjutkan di Pusat Latihan Gajah Minas untuk mendapatkan edukasi konservasi, melakukan penanaman bersama dan belajar langsung mengenai salah satu satwa yang dilindungi yaitu gajah sumatera. Untuk pemenang Pùtri Konservasi akan menjadi ikon generasi muda yang peduli terhadap konservasi dan membantu Balai Besar KSDA Riau dalam menyerukan konservasi baik secara online maupun offline. Dan tentunya akan ikut serta dalam beberapa kegiatan yang memungkinkan untuk mereka lakukan disamping tugas mereka sebagai pelajar. Setelah mengikuti ajang Putri Konservasi diharapkan para peserta menjadi kader konservasi yang dapat menyerukan dan mengajak masyarakat untuk lebih peduli dan berperan aktif dalam konservasi maupun lingkungan hidup. Selamat kepada para pemenang dua lomba tersebut. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Status Kehutanan Indonesia 2022 Kembali ke Kancah Internasional

Bandung, 19 Agustus 2022. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali akan menerbitkan buku "The State of Indonesia's Forest 2022" (SOIFO) dalam versi bahasa Inggris. Buku yang selalu diperbarui setiap dua tahun sekali ini sudah dalam tahap penyusunan final dan akan dipublikasi pada kegiatan Presidensi G20 di Bali, State of the World’s Forests 2022 (SOFO) di Roma dan COP 2022 di Mesir. Buku SOIFO 2022 ini merupakan hasil publikasi yang dihimpun dari berbagai data dan informasi lingkup KLHK mengenai sektor kehutanan dan upaya - upaya yang telah dilakukan Pemerintah Indonesia untuk menjaga hutan tropis Indonesia yang berkelanjutan. Keseluruhan finalisasi penyusunan buku dipimpin senior editor selaku Penasehat Senior Menteri LHK Bapak Effransjah dan tim. Effran menyampaikan bahwa "Publikasi buku ini ke dunia internasional akan menjadi sebuah dokumen penting tidak hanya sebagai media informasi, juga sebagai bukti capaian pengelolaan hutan di Indonesia". Sebagai informasi, buku "The State of Indonesia's Forest 2022" (SOIFO) tidak banyak negara yang mempublikasikan capaian pengelolaan hutan dan lingkungan. Hanya tiga negara yang melakukan langkah serupa, yakni India, Australia, dan Kanada. Semoga langkah yang sudah dilakukan sejak 2018 ini konsisten dilakukan di masa mendatang. Sehingga, dunia internasional melihat kebijakan serta capaian Indonesia dalam tata kelola lingkungan dan kehutanan. Sumber : Sekretariat Direktorat Jenderal KSDAE

Menampilkan 1.489–1.504 dari 2.311 publikasi