Minggu, 31 Mei 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Pantau Populasi Komodo di Resort Loh Wau

Labuan bajo, 29 Agustus 2022. Resort Loh Wau Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Balai Taman Nasional Komodo memonitoring komodo dan satwa mangsanya untuk mendata populasi biawak komodo dan satwa mangsanya yang hidup di lembah Loh Wau setiap tahunnya. Kegiatan ini dilaksanakan selama 7 hari yaitu pada tanggal 23-27 Agustus 2022. Monitoring populasi biawak komodo (Varanus komodoensis) dilakukan dengan menggunakan metode site occupancy dengan alat bantu camera trap yang diletakan pada setiap titik lokasi (koordinat) yang sudah ditentukan. Penggunaan camera trap ini membantu mendeteksi kehadiran komodo pada tiap titik lokasi pemantauan. Di Lembah Loh Wau terdapat sembilan titik pemantauan yang mewakili kondisi lembah tersebut. Pengamatan dilakukan sebanyak enam sesi dimana setiap sesinya mewakili aktifitas satwa di pagi (06:00-12:00) dan sore (12:00-18:00) sehingga secara keseluruhan pengamatan dilakukan selama tiga hari berturut-turut. Selain data komodo pada kegiatan ini juga dilakukan pendataan satwa mangsa dan satwa lainnya dengan menggunakan aplikasi Cybertracker yang terintergrasi dengan SMART Patrol. Hasil dari kegiatan tahunan ini diketahui bahwa seluruh camera trap berhasil menangkap kehadiran satwa komodo (Varanus komodoensis), dengan perjumpaan pada sesi yang berbeda-beda. Penampakan kehadiran satwa lainnya yaitu terdapat Rusa Timor (Rusa timorensis), Babi Hutan (Sus scrofa), Musang (Paradoxurus hermaphroditus), dan Ayam hutan (Gallus varius). Begitupun pengamatan langsung dengan menggunakan aplikasi Cybertracker diketahui satwa mangsa yang dijumpai secara langsung yaitu rusa timor dan babi hutan. Resort Loh Wau secara mandiri telah menjalankan resort-based management (RBM) dengan melakukan kegiatan rutin tahunan secara mandiri baik monitoring komodo dan satwa lainnya dengan pendampingan dari tim Pengendali Ekosistem Hutan Balai Taman Nasional Komodo dan mitra Yayasan Komodo Survival Progam (KSP). Resort Loh Wau berharap agar upaya pengawetan dan perlindungan satwa komodo dan keanekaragaman hayati lainnya di kawasan Taman Nasional Komodo dapat dilaksanakan dengan lebih baik adaptif dan mampu memanfaatkan teknologi tepat guna yang tersedia. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Pemula - Valerianus Rahmat (+6285338721974) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.Sc. (+6281310300678) dan Polisi Kehutanan Ahli Pertama Arif Ardianto Sofian, S.Si. (+6285713254775 Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+62811-382-90000)
Baca Artikel

Ketertarikan Unpad Mengenal TN Komodo Lebih Dekat

Labuan Bajo, 22 Agustus 2022. BEM KEMA Universitas Padjadjaran (UNPAD) sebanyak satu orang dosen dan 12 orang mahasiswa memaparkan rencana penelitian singkat di Taman Nasional Komodo, Senin (22/8). Penelitian singkat ini merupakan program tahunan yang dilaksanakan oleh Departemen Lingkungan Hidup BEM KEMA UNPAD untuk mempelajari biawak komodo yang ada di Resort Kampung Komodo – Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Balai Taman Nasional Komodo. Mahasiswa UNPAD menjelaskan mengenai latar belakang dan tujuan dilaksanakannya penelitian di kawasan Taman Nasional Komodo, salah satunya karena didorong oleh adanya perubahan status populasi komodo yang semula “vulnerable” menjadi “endangered”. Mahasiswa juga tertarik melakukan penelitian di dalam kawasan Taman Nasional Komodo karena masih terbatasnya kontribusi keilmuan oleh UNPAD bagi pengelolaan Taman Nasional Komodo. Mahasiswa berharap dengan diselenggarakannya penelitian singkat ini, mahasiswa dapat mengetahui dinamika populasi biawak komodo pada jalur trekking di Resort Kampung Komodo dan dapat memberikan informasi pendukung terkait ekologi satwa liar bagi Balai Taman Nasional Komodo. Mahasiswa juga berkeinginan untuk dapat mengedukasi anak-anak sekolah di Desa Komodo lebih dalam mengenai dinamika populasi biawak komodo yang hidup pada habitat/ruang tinggal yang sama dengan masyarakat. Muhammad Zamzam Mezamil, sebagai Ketua Koordinator Departemen Lingkungan Hidup BEM KEMA Universitas Padjadjaran menjelaskan bahwa mahasiswa memilik tiga program dalam penelitian ini yaitu kegiatan pendahuluan berupa diskusi dengan pihak Balai Taman Nasional Komodo. Kemudian kegiatan penelitian yang akan mahasiswa lakukan dari tanggal 24 Agustus-1 September. Dan yang terakhir merupakan kegiatan puncak yaitu webinar kolaborator pada tanggal 29 Oktober 2022. Mahasiswa juga berencana untuk membuat sebuah film dokumenter yang akan dirilis pada Bulan November 2022. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Mahasiswa Politeknik Pariwisata NHI Bandung Jurusan Kepariwisataan - Joy Filip Oktavianus (+62821395201028) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.Sc. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+62811-382-90000)
Baca Artikel

Ekspedisi Konservasi Sisir Perairan Barat TN Komodo

Labuan Bajo, 15 Agustus 2022. Resort Loh Wenci – Sape Balai Taman Nasional Komodo melaksanakan patroli keliling Pulau Komodo sebagai bagian dari ekspedisi konservasi untuk menambah informasi keanekaragaman hayati dalam kawasan Taman Nasional Komodo selama menjalankan tugas penjagaan resort rutin mulai dari tanggal 1 – 11 Agustus 2022. Personil yang terlibat dipimpin oleh Banu Widyanarko (Kepala Resort Loh Wenci - Sape) bersama dengan Asry dan Fatrah Wahyudi (Tenaga Pengamanan Hutan Resort Loh Wenci – Sape) serta Sudarman (Tenaga Pengamanan Hutan Resort Loh Liang). Kepala Resort Loh Wenci – Sape bersama tim berhasil menyisir wilayah perairan pesisir barat Pulau Komodo. Titik awal penyisiran dimulai dari Resort Loh Wenci hingga mencapai Resort Loh Wau yang terletak di bagian selatan Pulau Komodo. Selama berkegiatan, Banu dan tim berkesempatan menjumpai enam unit perahu nelayan asal Kampung Komodo (Nusa Tenggara Timur) dan Sape (Nusa Tenggara Barat) yang sedang menangkap ikan di perairan Pulau Komodo. Tim bergegas menghampiri dan memeriksa setiap perahu nelayan yang dijumpai guna memastikan seluruh peralatan yang digunakan ramah lingkungan dan tidak menangkap jenis biota laut tertentu yang dilindungi berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya alat tangkap destruktif ataupun hasil tangkapan terlarang pada keenam kapal yang dijumpai. Sebagai penutup perjumpaan, tim turut mengedukasi nelayan agar melakukan aktivitas pada zona yang telah ditentukan dan mematuhi seluruh peraturan yang berlaku. Upaya sosialisasi oleh petugas mengenai aktivitas tangkap/pancing ikan sangatlah penting, karena hingga saat ini, petugas masih seringkali menjumpai nelayan yang menggunakan batu dan plastik sebagai salah satu alat pendukung pemancingan ikan yang dapat menimbulkan pencemaran lingkungan di lautan. Selain menjumpai perahu nelayan, petugas juga menjumpai beberapa kapal wisata yang beraktivitas di beberapa lokasi selam sekitar perairan Pulau Komodo bagian utara dan selatan. Tim kemudian teliti memeriksa kelengkapan dokumen dan karcis kapal wisata yang dimiliki oleh setiap kapal. Setelah memeriksa kelengkapan dokumen, para jagawana juga mengarahkan seluruh kapal wisata yang dijumpai untuk tetap menjaga keamanan dan perlindungan kawasan Taman Nasional Komodo. Tim melanjutkan kembali perjalanan ke arah selatan dan tiba di Resort Loh Wau SPTN Wilayah III Balai Taman Nasional Komodo. Kegiatan patroli tingkat resort ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh jagawana selama menjalankan tugas rutin penjagaan resort setiap 10 hari sebelum kembali bertugas di Labuan Bajo selama 10 hari kedepan. Balai Taman Nasional Komodo menyebut kegiatan ini sebagai aktivitas ‘rolling’ yang wajib dilaksanakan oleh seluruh personil yang ditempatkan di tingkat tapak. Petugas Balai Taman Nasional Komodo berharap dengan intensifnya pelaksanaan upaya perlindungan dan penjagaan kawasan Taman Nasional Komodo, publik dapat lebih memahami bentuk pekerjaan yang dilakukan oleh seorang jagawana yang rela mengabdi mempertaruhkan nyawa demi konservasi dan lestarinya ekosistem di alam. Sebagai informasi, kegiatan patroli merupakan salah satu bentuk tugas rutin yang harus dilakukan oleh setiap personil yang bekerja di tingkat tapak selama periode penjagaan resort berlangsung. Kegiatan ini tidak hanya menitikberatkan pada upaya perlindungan dan pengamanan hutan, namun juga dimanfaatkan untuk melakukan pendataan flora dan fauna serta aktivitas sosial masyarakat baik yang dijumpai pada wilayah daratan dan perairan dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Polisi Kehutanan Ahli Pertama - Banu Widyanarko, S.Si (+628569891069) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.Sc. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+62811-382-90000)
Baca Artikel

Si Asam Bermanfaat Medis dari TN Komodo

Labuan Bajo, 15 Agustus 2022. Salah satu kelompok masyarakat dari Kampung Komodo berhasil mengumpulkan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) berupa puluhan karung buah asam jawa (Tamarindus indica) di Lembah Sok Pure yang merupakan bagian dari wilayah kerja Resort Loh Wenci-Sape Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Balai Taman Nasional Komodo. Kegiatan panen buah asam ini berlangsung selama tiga hari sejak tanggal 6 - 8 Agustus 2022. Buah asam ini juga dipercaya memiliki berbagai manfaat medis yaitu bermanfaat bagi kesehatan pencernaan, kesehatan gigi, mencegah diabetes dan penyakit jantung. Hal ini dikarenakan buah asam jawa mengandung kandungan serat seperti flavonoid dan polifenol yang dapat meningkatkan metabolisme untuk menurunkan berat badan. Taman Nasional Komodo memiliki beragam jenis HHBK, diantaranya madu hutan, buah Srikaya (Anonna squamosa), dan buah Asam Jawa (Tamarindus indica). Madu hutan dapat dipanen sepanjang tahun di alam, buah srikaya pada Bulan Maret, dan buah asam jawa dipanen antara Bulan Juli – Agustus setiap tahunnya. Lembah Sok Pure sendiri merupakan lembah yang banyak terdapat tumbuhan asam jawa (Tamarindus squamosa). Lembah ini merupakan habitat asli dari satwa kunci Taman Nasional Komodo yakni Biawak Komodo (Varanus komodoensis) dan Kakatua Kecil Jambul Kuning (Cacatua sulphurea occidentalis). Selain sebagai salah satu pakan dari Kakatua Kecil Jambul Kuning, masyarakat juga biasa memanfaatkan buah asam jawa sebagai tambahan bahan masakan. Masyarakat Kampung Komodo melapor ke Resort Loh Wenci-Sape sebelum melakukan pengumpulan HHBK di dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Setidaknya sebanyak enam orang anggota kelompok masyarakat pengumpul asam jawa yang beraktivitas di Resort Loh Wenci – Sape. Kelompok ini diketuai oleh Pak Mana yang seringkali mengumpulkan HHBK di wilayah resort lain dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Adapun petugas Resort Loh Wenci – Sape yang menerima laporan masyarakat tersebut adalah Banu Widyanarko (Kepala Resort Loh Wenci-Sape), Asry dan Sudarman (Tenaga Pengamanan Hutan Resort Loh Wenci – Sape) yang turut memberikan arahan serta pendampingan kepada masyarakat selama kegiatan pemanenan buah asam dilakukan. Petugas Resort Loh Wenci – Sape menyampaikan agar masyarakat melakukan pengumpulan HHBK dengan hati-hati dan lestari. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Polisi Kehutanan Ahli Pertama - Banu Widyanarko, S.Si. (+628569891069) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.Sc. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+62811-382-90000)
Baca Artikel

BBTN Gunung Leuser Bekali Kelompok Masyrakat Sekitar Kawasan

Tapaktuan, 8 September 2022. Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Tapaktuan (BPTN Wil. I) Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser menggelar kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Masyarakat Sekitar Kawasan Taman Nasional Gunung Leuser pada Rabu (8/9/2022) pagi di ruang Aula Hotel Chaterine, Tapaktuan, Kabupatan Aceh Selatan, Aceh. Pelatihan yang akan berlangsung selama 3 (tiga) hari mulai tanggal 8 - 10 September 2022 akan diisi dengan penyampaian materi atau pembekalan dan nantinya akan berakhir dengan praktek lapangan. Sebanyak 30 orang hadir sebagai peserta yang merupakan kelompok masyarakat (pelaku usaha kecil rumahan) dari 5 desa dampingan Taman Nasional Gunung Leuser lingkup SPTN Wilayah II Kluet Selatan. Kepala Dinas Pariwisata Aceh Selatan, Mukhsin, ST, saat membuka acara menyampaikan ucapan terima kasih kepada pihak Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser atas upaya yang sudah dilakukan selama ini dalam mengiinisiasi masyarakat untuk bangkit melalui sektor usaha ekonomi kreatif pungkasnya. Narasumber atau pemateri pelatihan diantaranya Enterpreneur/ Owner Portugis Coffee & Roastery, Enterpreneur/ Owner Mestika Pala Aceh Selatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa, Disperindagkop dan UKM serta Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser. Turut hadir dalam acara yaitu Kadis Pariwisata Aceh Selatan, Kadis Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kadis Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM, Camat Kluet Timur, Camat Kluet Selatan, Camat Bakongan dan Camat Kota Bahagia, Ka. Desa Pucuk Lembang, Ka. Pasie Lembang, Ka. Desa Indra Damai, Ka. Desa Ujung Mangki dan Ka. Desa Seuneubok Keuranji. Dalam sambutannya Ketua Panitia Kegiatan, Teuku Irmansyah, S.Hut, mengatakan, "Agar kelompok masyakat yang sudah dibentuk kedepannya dapat memperkuat kelembagaan dengan baik dan dalam proses menghasilkan produk unggulan diharafkan dapat menyajikan kemasan yang menarik sesuai dengan kebutuhan pangsa pasar global tutupnya. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser [Teks - Foto : Efa Wahyuni - BBTNGL].
Baca Artikel

Menyatukan Wawasan Teknologi dan Pariwisata Berbasis Masyarakat

Labuan Bajo, 10 Agustus 2022. Mahasiswa Universitas Gajah Mada melakukan presentasi di Balai Taman Nasional Komodo terkait Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Komodo 2022. Sebanyak 30 orang mahasiswa dari empat fakultas yang tergabung dalam KKN PPM Komodo 2022 Universitas Gajah Mada menghadiri kegiatan presentasi melalui zoom meeting pada tanggal 10 Agustus 2022. Kegiatan presentasi daring ini turut dihadiri oleh jajaran pimpinan dan staf lingkup Balai Taman Nasional Komodo serta seluruh mahasiswa magang dan penelitian di Balai Taman Nasional Komodo. Pelaksanaan KKN-PPM ini untuk menumbuhkembangkan empati dan kepedulian civitas akademika UGM terhadap berbagai permasalahan yang riil dihadapi masyarakat serta pembangunan berkelanjutan yang diperlukan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Pada kesempatan kali ini, mahasiswa Universitas Gajah Mada melaksanakan KKN PPM di Zona Permukiman Balai Taman Nasional Komodo, tepatnya di Desa Papagarang – Pulau Papagarang dan Desa Pasir Panjang – Pulau Rinca, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Penekanan nilai dari kegiatan ini bagi mahasiswa diantaranya: empowering others, sustainability, dan community – based, yang memiliki maksud untuk mengoptimalisasi sektor pariwisata berbasis pemberdayaan masyarakat yang berwawasan teknologi dan lingkungan sebagai pembangunan desa yang mandiri dan berkelajutan. Selain itu, KKN-PPM ini untuk mendukung pengembangan infrastruktur desa dalam aspek kebutuhan dasar sebagai upaya peningkatan taraf kehidupan masyarakat serta optimalisasi kualitas produk lokal sebagai upaya peningkatan daya jual. Koordinator mahasiswa tingkat unit KKN PPM Komodo 2022 mengawali presentasi hasil kegiatan KKN- PPM Komodo 2022 dan dilanjutkan dengan pemaparan seluruh peserta KKN lainnya dimana masing- masing mahasiswa memaparkan 3 program berbeda satu dengan yang lain yang telah mereka laksanakan selama kegiatan KKN berlangsung. Mahasiswa memaparkan setiap program yang telah dilaksanakan dan menjelaskan latar belakang, output, dan kendala yang dihadapi saat melaksanakan program di kedua desa. Menanggapi paparan mahasiswa, Balai Taman Nasional Komodo memberikan berbagai saran dan masukan penyempurnaan untuk setiap program mahasiswa KKN-PPM. Balai Taman Nasional Komodo berharap agar kegiatan KKN perlu menekankan pentingnya memberikan kontribusi tidak hanya bagi masyarakat desa di dalam kawasan, namun kepada pengelolaan bidang lainnya secara langsung. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Mahasiswa Jurusan Kepariwisataan - Politeknik Pariwisata NHI Bandung - Yudha Pamungkas (+62082210465828) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.Sc. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+62811-382-90000)
Baca Artikel

Mahasiswa Magang Kelautan Brawijaya Ikut Patroli Bersama Petugas Resort Loh Buaya Pulau Rinca

Labuan Bajo, 2 Agustus 2022. Taman Nasional Komodo menjadi destinasi edukasi bagi mahasiswa yang ingin melakukan Praktik Kerja Magang (PKM), terutama mahasiswa Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya. Ahmad Faiq Fashihul Umam dan Salma Noer’Aulia merupakan dua mahasiswa Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya yang tertarik dan berhasil lulus seleksi ketat kegiatan pendidikan di Balai Taman Nasional Komodo pada pertengahan tahun 2022. Kegiatan PKM Prodi Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya di Balai Taman Nasional Komodo merupakan kali kedua sejak tahun 2021 dan merupakan salah satu bentuk aktivitas pembelajaran di luar perkuliahan untuk pemenuhan kompetensi Sarjana Ilmu Kelautan dari Universitas Brawijaya. Mahasiswa PKM di Balai Taman Nasional Komodo dituntut untuk memiliki penelitian mini yang mendukung pengayaan informasi pengelolaan kawasan Taman Nasional Komodo. Salma Noer’Aulia mengkaji stok karbon ekosistem mangrove di Loh Buaya, sementara Ahmad Faiq Fashihul Umam berusaha mengkaji perubahan garis pantai di pesisir dan wilayah kepulauan dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Kegiatan PKM dilaksanakan selama kurang lebih 40 hari kerja dimulai pada awal Bulan Juli hingga awal September 2022. Selain memiliki fokus kajian penelitian, mahasiswa PKM juga diikutsertakan dalam berbagai kegiatan administratif dan lapangan. Kedua mahasiswa ditugaskan pada resort-resort jaga dalam kawasan mengikuti durasi penjagaan selama 10 hari, diantaranya di Resort Loh Buaya Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Balai Taman Nasional Komodo, mulai tanggal 22 Juli – 1 Agustus 2022. Sebagai informasi, Resort Loh Buaya telah diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo, pada tanggal 21 Juli 2022, dengan harapan dapat menjadi destinasi wisata alternatif bagi pengunjung yang datang berekreasi ke Labuan Bajo. Hal menarik yang dialami kedua mahasiswa adalah saat diikutsertakan dalam kegiatan patroli menelusuri berbagai jalur pemantauan di hutan bersama petugas Resort Loh Buaya. Mahasiswa diajarkan menggunakan aplikasi Cybertrack untuk mengambil data perjumpaan satwa dan tumbuhan, memantau proses pengerjaan sarana dan prasarana wisata alam, hingga membantu menerima kunjungan tamu dinas dan kenegaraan ke Resort Loh Buaya. Salah satu kunjungan kenegaraan yang mahasiswa fasilitasi adalah kunjungan rombongan Presiden Republik Demokratik Timor Leste ke Resort Loh Buaya. Saat melaksanakan kegiatan jelajah di jalur penelusuran hutan, mahasiswa menjumpai berbagai satwa mangsa komodo diantaranya rusa timor, babi hutan, monyet ekor panjang, dan kerbau air. Selain satwa liar daratan, mahasiswa juga menjumpai berbagai jenis burung seperti elang bondol, elang laut dada putih, gagak kampung, dan kuntul karang. Mahasiswa juga mendapatkan pengalaman yang langka yaitu menjumpai kawanan biawak komodo sedang memangsa rusa timor. Kawanan tersebut berjumlah delapan ekor individu yang berasal dari berbagai tempat dan mampu berkumpul dalam satu area karena ketajaman penciumannya terhadap bau bangkai mangsanya. Kedua mahasiswa merasa wawasan pengetahuan alamnya semakin luas dan keterampilan kerjanya semakin tajam melalui pelibatan berbagai kegiatan teknis di dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Pengalaman PKM ini tentu merupakan ilmu pengetahuan yang belum pernah didapatkan di bangku perkuliahan dan akan menjadi sebuah pengalaman yang tidak terlupakan bagi masing-masing mahasiswa. Faiq berharap agar mahasiswa yang ingin melaksanakan kegiatan magang atau penelitian di dalam kawasan Taman Nasional Komodo, benar-benar berusaha mendalami bidang kajiannya sebelum turun langsung ke tingkat tapak untuk memastikan efektivitas waktu kegiatan yang biasanya terbatas hanya dalam beberapa bulan kedepan. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Mahasiswa Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya - Ahmad Faiq Fashihul Umam (+6282232621554) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.Sc. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6282145675612)
Baca Artikel

Bina Cinta Alam di Sekolah Adiwiyata Boyolali

Agustus 2022. Pengamanan dan Perlindungan Kawasan Hutan dapat dilaksanakan secara preventif, persuasif, maupun represif. Salah satu cara yang bisa dilakukan dalam rangka pencegahan pengrusakan ekosistem hutan oleh masyarakat adalah melalui kegiatan Bina Cinta Alam (BCA). BCA bertujuan untuk memupuk, membina, dan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan tanggungjawab masyarakat akan pentingnya kawasan konservasi. Pendidikan lingkungan perlu diberikan sejak dini untuk penanaman karakter peduli terhadap lingkungan sekitar. Penanaman rasa peduli pada lingkungan sejak dini diharapkan akan menumbuhkan rasa ikut memiliki dan cinta pada alam yang akan berujung pada peran serta mereka dengan sukarela untuk menjaga kelestarian alam sekitar mereka. Balai Taman Nasional Gunung Merbabu bersama dengan SMP Negeri 4 Boyolali melaksanakan penandatanganan Kesepakatan Bersama tentang Sinergitas Program Bina Cinta Alam, Jumat (26/8). Kesepakatan Bersama ini bertujuan untuk membangun dan meningkatkan hubungan kelembagaan para pihak melalui penyelenggaraan pendidikan bersama serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam bidang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem. Dengan ruang lingkup kegiatan dalam penyelenggaraan kegiatan ekstrakurikuler Pecinta Alam di SMP Negeri 4 Boyolali dalam rangka mendukung program Adiwiyata serta peningkatan kapasitas siswa dalam bidang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem. Sinergitas Program Bina Cinta Alam ini disepakati akan dilaksanakan selama 2 (dua) tahun. SMP Negeri 4 Boyolali merupakan sekolah Adiwiyata Mandiri yang ditetapkan oleh Menteri Lingkungan Hidup pada tahun 2012. Sekolah Adiwiyata merupakan sekolah yang peduli lingkungan yang sehat, bersih serta lingkungan yang indah. Tujuan sekolah adiwiyata yaitu mewujudkan warga sekolah yang bertanggung jawab dalam upaya perlindungan dan pengelolaan lingkungan melalui tata kelola sekolah yang baik untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Sumber : Nur A - Penyuluh Kehutanan Balai Taman Nasional Gunung Merbabu
Baca Artikel

Potret Edukasi Dibalut Patroli Terpadu Balai TN Komodo

Labuan Bajo, 4 Agustus 2022. Sebagai bentuk upaya dalam melakukan pengawasan dan perlindungan terhadap berbagai potensi gangguan yang dapat merusak dan mengancam keutuhan kawasan, Balai Taman Nasional Komodo senantiasa melakukan kegiatan Preventif berupa Patroli Pengamanan Terpadu yang rutin dilaksanakan hampir setiap bulan nya. Selain melibatkan personil lingkup jajaran Balai Taman Nasional Komodo, kegiatan Patroli Pengamanan Terpadu juga melibatkan mitra lain diantaranya personil dari Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum LHK Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara, Kepolisian Resort Manggarai Barat, dan Kompi 4 Labuan Bajo Satuan Brimob Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur. Kegiatan pengamanan kawasan terpadu ini dilaksanakan selama 5 (lima) hari, yakni tanggal 15-19 Juli 2022. Tim Patroli dipimpin oleh Dalilussakha Susan Fratama (Polisi Kehutanan Terampil) dengan anggota Rijkard Gideon Sambite (Polisi Kehutanan Pemula), Maksimianus Pamur (Tenaga Pengamanan Hutan), Rafael F. A. Putra (Tenaga Pengamanan Hutan), Hery Aryson Benu (Tenaga Pengamanan Hutan), Jimianus Z. Nguru (Kapten). Adapun sasaran dari pelaksanaan kegiatan adalah melakukan pemantauan terhadap potensi gangguan perburuan satwa liar dan pemboman ikan di dalam kawasan TN. Komodo. Tim melakukan pemantaun baik di siang maupun malam hari. Karena biasanya tindakan gangguan dalam kawasan kerap terjadi pada malam hari. Selama melaksanakan kegiatan pengamanan terpadu, banyak ditemukan nelayan yang enggan melapor ke pos-pos jaga saat melakukan aktivitas di dalam kawasan khususnya nelayan-nelayan yang berasal dari dalam kawasan, serta ditemukan juga nelayan-nelayan yang melakukan aktivitas di dalam zona perlindungan bahari. Selain nelayan, para pelaku wisata juga masih banyak yang belum memahami aturan-aturan terkait zonasi yang ada dalam kawasan taman nasional, sehingga masih didapati pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan para pelaku wisata tersebut, contohnya berupa mendirikan tenda di dalam zona rimba yang tentunya untuk mendirikan tenda di dalam zona rimba harus mendapati ijin dari kepala balai terlebih dahulu. Patroli terpadu kali ini, memiliki tantangannya tersendiri, karena tidak hanya menghadapi dan mengamankan segala bentuk gangguan yang ada, para tim yang bertugas juga harus bisa memberikan edukasi kepada setiap pihak yang melakukan aktivitas di dalam kawasan terkait taman nasional. Balai Taman Nasional Komodo berharap dengan dilaksanakannya Kegiatan Patroli Pengamanan Terpadu, dapat mengurangi potensi ancaman dan frekuensi pelanggaran demi terjaganya kelestarian kawasan Taman Nasional Komodo dalam jangka panjang. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Polisi Kehutanan Pemula - Rijkard Gideon Sambite (+6281240142462) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.Sc. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+62811-382-90000)
Baca Artikel

World Ranger Day 2022 : Mengagumi Kemampuan Selam Bebas Warga Komodo

Labuan Bajo, 1 Agustus 2022. Tahun ini merupakan kali ketiga Balai Taman Nasional Komodo memperingati Hari Ranger Sedunia (World Ranger Day) dengan mengangkat tema konservasi tertentu yang nantinya akan diunggah pada setiap akun media sosial resmi Balai Taman Nasional Komodo. Kali ini, Balai Taman Nasional Komodo dengan bangga menampilkan kemampuan selam bebas warga komodo yang berprofesi sebagai nelayan panah ikan dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Warga Desa Komodo bernama Markule, diperkenalkan kepada publik oleh tim pembuatan video promosi Taman Nasional Komodo karena kemampuan luar biasanya mampu menahan napas di dalam air tanpa bantuan alat pernapasan hingga mencapai kedalaman laut 15 – 18 meter. Markule dipilih sebagai figur konservasi dalam rangka World Ranger Day 2022 karena dibalik kemampuan luar biasanya, aktivitas panah ikan Markule memiliki pesan positif bagi masyarakat dalam menjalankan konservasi perairan di Indonesia. Kegiatan dokumentasi video promosi Taman Nasional Komodo yang bertemakan ‘ancient cultures’ yang menceritakan sekilas mengenai kisah Markule ini disutradai oleh Muhammad Ikbal Putera (Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama/Direktur Kreatif). Direktur kreatif telah menyusun story board sebagai acuan tim dalam mengambil setiap adegan video dalam kegiatan shooting beberapa hari ke depan. Direktur kreatif juga bertugas dalam quality control setiap footage video yang diambil dan jika dirasa tidak sesuai dengan story board atau kualitas kurang baik, maka akan diminta untuk melakukan pengambilan gambar ulang. Ikbal bersama dengan seluruh timnya melakukan kegiatan shooting pada tanggal 27 – 29 Juni 2022 di sekitar perairan Resort Padar Utara, Resort Kampung Komodo, dan Resort Loh Wau - Taman Nasional Komodo. Tim ini beranggotakan sembilan orang, diantaranya: Dimitri Hanzalla (Polisi Kehutanan Pemula/Kameramen/Penyunting Video), Ayatullah Buaithi (Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama/Tim Selam), Ande Kefi (Pengendali Ekosistem Hutan Mahir/Tim Selam), Yunias Jackson Benu (Pengendali Ekosistem Hutan Mahir/Tim Selam), Naoma Yunita Banamtuan (Polisi Kehutanan Mahir/Tim Logistik), Novita Yanti Sidabutar (Polisi Kehutanan Ahli Pertama/Tim Logistik), Arif Ardianto Sofian (Polisi Kehutanan Ahli Pertama/Tim Logistik), Hasbin (Kapten Speedboat), Emanuel Jedho (Tenaga Pengamanan Hutan Resort Loh Wau/Tim Logistik), dan Yohanes Aryo Bosko Prakoso (Tenaga Pengamanan Hutan Resort Kampung Rinca/Tim Logistik). Selain melibatkan tim teknis dari Balai Taman Nasional Komodo, kegiatan dokumentasi ini juga melibatkan tim tenaga ahli sebanyak tiga orang dari wilayah setempat dengan spesifikasi keahlian selam, keterampilan pengambilan video perairan dan daratan yang mumpuni. Markule, 38 tahun, mulai belajar menahan napas di dalam air sejak usia tujuh tahun dengan berguru kepada sebuah kelompok nelayan keturunan Suku Bajo dari desa luar kawasan Taman Nasional Komodo yang dulu kala sering singgah dalam perjalanannya melaut di dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Seiring berjalannya waktu, Markule mampu menaklukan kedalaman laut mulai dari kedalaman 5 meter hingga pada akhirnya 20 meter di dalam laut, tanpa bantuan alat pernapasan apapun. Markule biasa memancing ikan bengkolo berukuran besar dan seringkali berebut hasil tangkapan dengan gerombolan hiu di kedalaman laut Taman Nasional Komodo. Meskipun sangat besar risikonya, rasa cinta terhadap laut tidak menyurutkan semangat dan tekad Markule setiap kali melakukan aktivitas penyelaman di dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Markule juga selalu membawa serta istri tercintanya, Yamin, setiap kali pergi melaut. Yamin memegang peranan penting dalam aktivitas panah ikan. Yamin mampu berenang dan mengendarai kapal motor miliknya, sehingga ketika Markule berenang ke permukaan, Yamin dengan sigap akan menjemput suaminya naik kembali ke atas kapal motor bersama hasil tangkapannya. Peran perempuan dalam aktivitas melaut sangat jarang disorot oleh media. Namun, video promosi ini berusaha untuk menunjukan peran perempuan yang mampu mengerjakan pekerjaan berat di antara birunya lautan Taman Nasional Komodo. Balai Taman Nasional Komodo berusaha menekankan pentingnya nilai kebudayaan dan keberadaan masyarakat lokal dalam pengelolaan kawasan konservasi yang menunjukan harmonisasi hubungan antara manusia dan satwa liar yang hidup di sekelilingnya. Video Markule ini menjadi sebuah gebrakan baru bagi Balai Taman Nasional Komodo dengan menggambarkan aktivitas panah ikan yang seringkali dipandang tabu oleh banyak pihak dan karena dilakukan secara keliru oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. Aktivitas panah ikan yang dilakukan di lokasi selam/selam permukaan (Zona Perlindungan Bahari) tentu tidak diperkenankan karena berpotensi merusak karang dan dapat membahayakan keselamatan wisatawan yang beraktivitas di sekitar ekosistem terumbu karang/perairan dangkal dalam kawasan. Aktivitas ini diperbolehkan untuk dilakukan di area yang jauh dari keramaian wisatawan, utamanya pada zona tradisional pelagis, yang menjunjung luhur praktik selective fishing dengan hanya memanah ikan berukuran besar dalam jumlah yang tidak banyak, serta tujuannya untuk pemenuhan kebutuhan konsumsi sehari-hari dan bukan untuk kegiatan komersial. Video Markule sudah diputar sebanyak lebih dari 4000 kali setelah pertama kali diunggah pada tanggal 31 Juli 2022, bertepatan dengan peringatan World Ranger Day. Video ini diharapkan dapat menjadi bahan interpretasi dan edukasi bagi publik yang dapat ditayangkan di sekolah ataupun bangku perkuliahan. Pesan yang disampaikan oleh Markule tentu sangat menyentuh siapapun yang menyaksikannya karena laut bukan hanya milik dia, namun milik aku, kamu, dan dia. Selamat Hari Ranger Sedunia. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggung Jawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.Sc. (+6281310300678) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.Sc. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6282145675612)
Baca Artikel

Estimasi Stok Karbon Dan Temuan Lima Jenis Mangrove Baru Di Resort Loh Buaya Pulau Rinca

Labuan Bajo, 02 Agustus 2022. Mahasiswa Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya, Salma Noer'Aulia, melakukan penelitian mini sebagai bagian dari Praktik Kerja Magang (PKM) mengenai estimasi stok karbon pada hamparan ekosistem mangrove di Resort Loh Buaya Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Balai Taman Nasional Komodo. Penelitian ini guna memprediksi nilai estimasi stok karbon pada ekosistem mangrove dan mengetahui seberapa besar kemampuan mangrove dalam menyimpan gas karbondioksida (CO2), utamanya pada bagian batang pohon. Selain mengestimasi simpanan karbon pada ekosistem mangrove di Loh Buaya, mahasiswa juga berhasil mengidentifikasi lima jenis mangrove baru di pesisir Loh Buaya. Adapun kelima jenis mangrove yang berhasil diidentifikasi, diantaranya Avicennia officinalis, Bruguiera gynmorrhiza, Ceriops decandra, Phempis acidula, dan Xylocarpus moluccensis. Sementara enam jenis mangrove yang telah diidentifikasi oleh petugas Resort Loh Buaya sebelumnya antara lain Avicennia alba, Ceriops tagal, Lumnitzera racemosa, Rhizopora apiculata, Rhizopora mucronata, dan Sonneratia alba. Penemuan kelima jenis mangrove tersebut berhasil menambah kekayaan informasi keanekaragaman hayati tumbuhan di Loh Buaya yang semula hanya teridentifikasi sebanyak enam jenis mangrove, saat ini menjadi 11 spesies mangrove. Penemuan tersebut dilakukan merujuk pada pedoman identifikasi mangrove dengan memperhatikan variabel tipe pohon, bentuk daun dan ujung daum, susunan posisi daun, tipe akar, tipe bunga dan posisi bunga, serta warna bunga. Untuk mempertajam identifikasi jenis, mahasiswa juga menggunakan buku “Panduan Pengenalan Mangrove di Indonesia” untuk memperkuat validitas data penemuan jenis mangrove baru yang ditemukan di ekosistem mangrove Loh Buaya – Pulau Rinca. Mahasiswa berharap agar kedepannya akan ada mahasiswa lain yang berupaya untuk mengidentifikasi jenis vegetasi pada ekosistem pesisir dan perairan yang ada di kawasan Taman Nasional Komodo. Banyak yang belum mengetahui bahwa mangrove merupakan salah satu ekosistem blue carbon yang berperan dalam upaya mitigasi perubahan iklim global. Penelitian Alongi (2012), menyatakan bahwa ekosistem mangrove memiliki kontribusi sebesar 14% dari total serapan karbon di kawasan pesisir. Mangrove juga memiliki fungsi guna meningkatkan kemampuan proteksi wilayah peisisir terhadap ancaman abrasi, badai, dan tsunami. Selain itu, vegetasi mangrove juga berperan penting dalam mempertahankan keutuhan ekosistem dengan meminimalisir dampak terjadinya banjir rob yang sering terjadi di kawasan pesisir dalam beberapa waktu/musim tertentu. Selain memiliki penting dalam perlindungan hutan, mangrove juga merupakan sumber pakan dan habitat dari beberapa jenis fauna yang terdapat di Loh Buaya, diantaranya adalah monyet ekor panjang (Macaca fascicularis). Untuk mengetahui estimasi stok karbon pada ekosistem mangrove di Loh Buaya, Mahasiswa melakukan perhitungan mengenai stok karbon pada ekosistem mangrove dengan menggunakan metode allometrik, perhitungan nilai AGB (Above Ground Biomass), dan perhitungan nilai AGC (Above Ground Carbon). Berkenaan dengan itu, mahasiswa melakukan pengambilan data primer berupa keliling batang pohon dan nama spesies mangrove yang hidup alami di kawasan pesisir Loh Buaya - Pulau Rinca. Sebagai salah satu output penelitian magang ini, mahasiswa akan membuat peta sebaran estimasi stok karbon pada ekosistem mangrove di Resort Loh Buaya, Pulau Rinca. Mahasiswa didampingi oleh petugas Resort Loh Buaya membuat setidaknya 50 plot sampling dengan total luas pengamatan mencapai 9.26 hektar. Naoma Yunita Banamtuan (Polisi Kehutanan Mahir), Kamal dan Marselinus Helmanto (Tenaga Pengamanan Hutan Resort Loh Buaya) gigih mendampingi mahasiswa dalam pengambilan data selama 10 hari masa penjagaan di Resort Loh Buaya mulai tanggal 21 – 31 Juli 2022. Mahasiswa menyimpulkan bahwa ekosistem mangrove di Loh Buaya mampu menyimpan karbon dengan nilai estimasi stok karbon sebesar 28.661,91 ton/ha. Nilai estimasi stok karbon tersebut tergolong tinggi dan dapat diartikan dalam satu satuan hektar mangrove di Loh Buaya, simpanan karbon mencapai 28.661,91 ton karbon. Besaran nilai estimasi stok karbon di Loh Buaya yang diperoleh oleh mahasiswa menekankan pentingnya kelestarian ekosistem mangrove yang patut dijaga oleh seluruh lapisan masyarakat. Ekosistem mangrove yang terjaga lestari dapat membantu menurunkan dampak atas perubahan iklim yang terjadi di dunia. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Mahasiswa Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya - Salma Noer’Aulia (+6285155456100) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.Sc. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6282145675612)
Baca Artikel

Menggapai Mimpi Bersama TN Galapagos

Labuan Bajo, 06 Agustus 2022. Balai Taman Nasional Komodo bersama tim Sekretariat Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) dan Biro Kerja Sama Luar Negeri – KLHK dan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia melakukan rapat koordinasi secara daring terkait penjajakan usulan perjanjian kerja sama antara Balai Taman Nasional Komodo dengan Direktorat Taman Nasional Galapagos pada tanggal 05 Agustus 2022. Memperhatikan kemiripan bentang ekosistem dan keragaman biodiversitas serta kesamaan kriteria Situs Warisan Dunia UNESCO, Direktorat Taman Nasional Galapagos berinisiatif memperkuat hubungan diplomatis dengan Indonesia dalam hal pengelolaan kawasan konservasi yaitu dengan menjajaki kemungkinan pengusulan perjanjian kerja sama antara Balai Taman Nasional Komodo – KLHK Republik Indonesia dengan Direktorat Taman Nasional Galapagos – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kelautan Ekuador. Peluang kerja sama ini menjadi kesempatan emas bagi kedua Taman Nasional untuk dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan kawasan dengan saling mengadopsi dan mempelajari berbagai teknis pengelolaan dan implementasi kebijakan. Dengan dimulainya penjajakan kerja sama ini, Balai Taman Nasional Komodo, Sekretariat Direktorat Jenderal KSDAE, dan Biro Kerja Sama Luar Negeri KHLK berkoordinasi dengan tim Kementerian Luar Negeri RI membahas peluang dan mulai memetakan kebutuhan serta kepentingan dijalinnya perjanjian kerja sama dengan Pemerintah Ekuador. Direktorat Taman Nasional Galapagos mengusulkan dilakukannya kerja sama teknis dalam hal antara lain: pemantauan spesies invasif daratan dan lautan, pengelolaan dan pemanfaatan spesies perikanan secara berkelanjutan, pemantauan proses pengumpulan data jenis satwa dilindungi pada kawasan konservasi, penguatan pengendalian dan pengawasan pada kawasan konservasi, penguatan dan pelatihan teknisi penggunaan instrumen pengelolaan pada kawasan konservasi, pengelolaan dan pemanfaatan kawasan untuk aktivitas wisatawan secara berkelanjutan, pemantauan strategi perubahan iklim, dan pemulihan ekosistem. Dalam rapat virtual tersebut, perwakilan Balai Taman Nasional Komodo menanggapi dengan menyampaikan kesiapannya menjalin perjanjian kerja sama yang diusulkan dan menekankan urgensi kolaborasi untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan Taman Nasional Komodo yang lebih kuat kedepannya. Pada akhir sesi diskusi, seluruh pihak telah mendapatkan pemahaman yang sama terkait pentingnya menjalin perjanjian kerja sama dengan Direktorat Taman Nasional Galapagos dan poin-poin pembahasan yang dicatat akan menjadi bahan tindak lanjut untuk dibahas pada pertemuan perdana dengan Pemerintah Ekuador pada akhir Agustus 2022 mendatang. Balai Taman Nasional Komodo berharap kerja sama konstruktif dengan Direktorat Taman Nasional Galapagos dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan kawasan lebih kuat setidaknya dalam 5 –10 tahun kedepan. Taman Nasional Galapagos merupakan kawasan konservasi yang sebagian besar wilayahnya merupakan wilayah perairan dengan daratan utama yaitu kepulauan Galapagos – Ekuador. Taman Nasional Galapagos memiliki satwa kunci berupa kura-kura galapagos/floreana giant tortoise (Chelonoidis niger) dan iguana laut/saltwater iguana (Amblyrhynchus cristatus). Selain kedua satwa kunci tersebut, Taman Nasional Galapagos juga memiliki satwa unik lainnya diantaranya: penyu hijau (Chelonia mydas), angsa batu kaki biru/blue footed boobies (Sula nebouxii), penguin galapagos (Spheniscus mendiculus), singa laut galapagos (Zalophus wollebaeki), hiu paus (Rhincodon typus), hiu martil (Sphyrna sp), dan beberapa jenis biota laut lainnya. Oleh karena keunikan satwa dan keindahan alamnya, Taman Nasional Galapagos dinobatkan sebagai salah satu Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 1978 dan menjadi lokasi studi penting bagi pengembangan penelitian Charles Darwin satu abad silam yang kemudian melahirkan Teori Evolusi dalam bidang keilmuan Biologi. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Mahasiswa Prodi S1 Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya - Ahmad Faiq Fashihul Umam (+6282232621554) dan Mahasiswa Prodi S1 Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya - Salma Noer’Aulia (+6285155456100) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.Sc. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+62811-382-90000)
Baca Artikel

Lolos Seleksi, Mahasiswa Pariwisata Siap Magang di Balai TN Komodo

Labuan Bajo, 9 Agustus 2022. Balai Taman Nasional Komodo kembali membuka kesempatan magang dan telah menerima mahasiswa Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung (STPB) atau yang lebih dikenal dengan STP NHI Bandung pada awal Bulan Agustus 2022. Penerimaan magang mahasiswa dari STPB di tahun 2022 ini merupakan bentuk pelaksanaan magang kali kedua dalam dua tahun berturut-turut sejak tahun 2021 silam. Pada tahun 2022, setidakya sebanyak empat orang mahasiswa STPB berhasil lolos seleksi magang di Balai Taman Nasional Komodo untuk menjalani seluruh rangkaiannya selama 5 bulan kedepan dimulai pada tanggal 9 Agustus 2022 hingga 30 Desember 2022. Keempat mahasiswa tersebut, diantaranya tiga orang berasal dari Program Studi (Prodi) Manajemen Destinasi Pariwisata (D-IV) dan satu orang dari Prodi Manajemen Pengaturan Perjalanan (D-IV). Sebagai rangkaian kegiatan wajib magang di Balai Taman Nasional Komodo, kelompok mahasiswa perlu mempresentasikan rencana kegiatan magang di hadapan seluruh jajaran pimpinan dan staf Balai Taman Nasional Komodo yang diselenggarakan secara daring sebelum mahasiswa tiba di Labuan Bajo. Keempat mahasiswa mempresentasikan rencana kegiatan magangnya pada tanggal 5 Agustus 2022 dengan menitikberatkan pada pemetaan distribusi daya tarik wisata alam di Taman Nasional Komodo, penguasaan praktik pengembangan desa wisata sebagai alternatif destinasi wisata alam Taman Nasional Komodo, optimalisasi media sosial dan website Balai Taman Nasional Komodo, penguasaan materi konservasi kaitannya dengan pengayaan interpretasi dan pemanduan, optimalisasi kualitas pelayanan Naturalist Guide di Taman Nasional Komodo, penguasaan praktik penyusunan travel pattern dan strategic visitor flow seluruh destinasi wisata alam baik yang berada di dalam dan sekitar kawasan Taman Nasional Komodo. Sesi presentasi ini dijadwalkan dan dipandu langsung oleh Staf Urusan Program, Anggaran, Kerja Sama, dan Pelayanan Balai Taman Nasional Komodo. Balai Taman Nasional Komodo konsisten memberlakukan seluruh rangkaian kegiatan magang dan mewajibkan seluruh mahasiswa yang lolos seleksi untuk mengikuti rangkaian tersebut hingga selesai. Hal ini dilaksanakan dengan maksud untuk menyiapkan wawasan dan mental mahasiswa serta memperjelas arah tujuan pembelajaran mahasiswa sebelum melakukan studi dan pengamatan langsung di Balai Taman Nasional Komodo. Pada tahun 2021, Balai Taman Nasional Komodo telah menerima dua orang mahasiswa Prodi Studi Destinasi Pariwisata (S-1) dan dua orang mahasiswa Prodi Manajemen Pengaturan Perjalanan (D-IV) STP Bandung. Kedua kelompok mahasiswa tersebut memperoleh nilai ujian magang sangat memuaskan dan menunjukan capaian serta etos kinerja yang profesional dan optimal. Balai Taman Nasional Komodo berharap agar mahasiswa yang ingin melaksanakan kegiatan magang maupun penelitian menyiapkan dengan baik wawasan pengetahuan dan penguasaan keterampilan khusus sebelum memutuskan untuk mengajukan permohonan magang ke Balai Taman Nasional Komodo. Balai Taman Nasional Komodo berharap kehadiran mahasiswa tidak hanya memberikan manfaat pembelajaran untuk peningkatan kapasitas diri, namun juga memberikan dukungan kerja nyata bagi pengelolaan kawasan Taman Nasional Komodo. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Mahasiswa Prodi Manajemen Destinasi Pariwisata STP Bandung - Andreas Yudha Pratama Pah (+628122144066) dan Mahasiswa Prodi Manajemen Destinasi Pariwisata STP Bandung Joy Filip Oktavianus (+6281395201028) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.Sc. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+62811-382-90000)
Baca Artikel

Rewetting Gambut Untuk Sekat Kanal SM Kerumutan

Pekanbaru, 31 Agustus 2022 - Seksi Konservasi Wil. (SKW) I Balai Besar KSDA Riau mendampingi 3 (tiga) petugas Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) di sekitar Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan, Kel Teluk Meranti, Kec.Teluk Meranti, Kab. Pelalawan sejak Jumat hingga Minggu, 19 s.d 21 Agustus 2022. Pendampingan dilakukan untuk pembuatan sekat kanal dalam rangka rewetting (pembasahan) gambut. Sekat kanal ini juga diharapkan dapat mengurangi aktivitas illegal logging dan dapat menjadi sumber air apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan, khususnya daerah Kelurahan Teluk Meranti yang merupakan salah satu daerah rawan terjadi kebakaran Rewetting gambut juga dilakukan bersama Pokmas Berkah Muda yang berkedudukan di Kel. Teluk Meranti dengan jumlah anggota 15 orang dan merupakan penduduk lokal. Kegiatan dilakukan dengan membuat 2 sekat kanal yang berada di dalam kawasan SM Kerumutan melalui parit ije dan parit koperasi. Target penyelesaian diperkirakan pada bulan November 2022. Pada tahap ini, baru pembuatan sekat kanal di parit ije, sedangkan di parit koperasi belum dilaksanakan. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Dampingi BRGM, Balai Besar KSDA Riau Pantau Progres Kegiatan Revegetasi

Pekanbaru, 29 Agustus 2022 - Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I melakukan pendampingan pada kegiatan revegetasi Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) di sekitar Kawasan Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan, Kel Teluk Meranti, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan dilakukan sejak Jumat hingga Minggu, 19-21 Agustus 2022. Tim berkomunikasi dengan Ketua Pokmas Mitra Restorasi Meranti dan dilakukan pengecekan ke lokasi areal revegetasi. Areal berada di dalam kawasan SM Kerumutan seluas 20 ha yang merupakan bekas kebakaran tahun 2014. Di lokasi telah dilakukan persiapan berupa pembuatan rintis batas, pemasangan pancang rambu arah jalur tanaman, serta patok batas di sudut areal revegetasi yang ditumbuhi semak tanaman pakis dan tumbuhan bawah lainnya. Pengadaan bahan pembuatan tanaman, pondok kerja dan papan nama sedang dalam proses. Tim juga melakukan komunikasi dengan Ketua Pokmas Buana Sari terkait pemberian bantuan pemberdayaan masyarakat berupa ternak kerbau. Ternak kerbau rencananya akan dibuatkan kandang yang berada di areal penggembalaan yang dikelilingi dipagar. Kandang dan areal penggembalaan tersebut berada di lahan warga (di luar kawasan). Tim melakukan peninjauan ke lokasi rencana pemberian bantuan. Saat ini proses pembangunan pagar areal penggembalaan dan kandang sedang berjalan. Pengadaan hewan ternak kerbau juga masih dalam proses. Kegiatan ini telah dimulai sejak tanggal 15 Agustus 2022. Penyelesaian pemasangan pagar pembatas dan pembuatan kandang ternak ditaretkan akan diselesaikan pada akhir Agustus 2022. Setelah rampung, hewan kerbau rencananya akan dibeli pada awal bulan September 2022. Semoga masyarakat sejahtera dan kawasan selalu terjaga. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Jatuhnya Korban Jiwa Konflik Satwa Harimau Sumatera

Pekanbaru, 29 Agustus 2022 - Konflik terjadi antara manusia dan satwa liar Harimau Sumatra yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa. Seorang wanita pekerja penanaman PT. ASM kontraktor dari PT Peranap Timber di Desa Serapung, Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan yang berbatasan dengan Desa Teluk Lanus pada hari Jum'at, 19 Agustus 2022. Balai Besar KSDA Riaupun segera menugaskan tim yang terdiri dari 6 orang ke lokasi dan berkoordinasi dengan pihak perusahaan serta aparat keamanan untuk mengumpulkan informasi. Tim mendapati posisi barak berseberangan kanal dengan tempat penumpukan hasil panen akasia. Barak baru di tempati lebih kurang 4 malam oleh kelompok pekerja (termasuk korban) dengan jumlah pekerja 15 orang. Diketahui barak telah kosong atau tidak di tempati selama 4 tahun terakhir. Jika dilihat dari jejak dan kotoran yang ditemukan, harimau sumatera tersebut sudah sering melintasi areal sekitar barak. Pemasangan camera trap pun dilakukan untuk mengidentifikasi individu harimau sumatera. Sebelumnya Tim tak lupa melayat ke rumah duka dan menyampaikan belasungkawa. Tim menghimbau untuk tidak beraktivitas sementara di sekitar lokasi harimau dan bila terpaksa, agar tidak beraktifitas dengan jumlah kelompok yang sedikit apalagi sendirian. Selain itu, para pekerja diminta pula untuk tidak beraktifitas saat petang maupun sebelum pagi di saat harimau sumatera sedang melakukan aktifitasnya karena daerah tersebut merupakan daerah jelajah harimau sumatera. Tim akan memasang kandang perangkap harimau di lokasi yang diduga adalah merupakan jalur pergerakan satwa tersebut. Sementara ini, tim melakukan patroli dan pendampingan pengamanan harimau di lokasi kejadian untuk memberi rasa aman kepada pekerja dan untuk keselamatan harimau sumatera. Sumber : Balai Besar KSDA Riau

Menampilkan 1.473–1.488 dari 2.311 publikasi