Minggu, 31 Mei 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Donasi Pendidikan di Sekitar Penyangga SM Paliyan

Yogyakarta, 24 September 2022. Balai KSDA Yogyakarta bersama dengan Mitsui Sumitomo Insurance Indonesia (MSIG Indonesia) menyerahkan donasi pendidikan kepada Sekolah Dasar di daerah penyangga Suaka Margasatwa (SM) Paliyan di SD Negeri Kepek I, Jum’at (23/9/22). Pemberian donasi pendidikan turut dihadiri Kepala Balai KSDA Yogyakarta – Muhammad Wahyudi, Presiden Direktur MSIG Indonesia – Mr.Shikato Takeuchi, Koordinator Wilayah Bidang Pendidikan Kapanewon Paliyan – Dra. Sri Widaryati, M.Pd., M.Si., Kepala Sekolah SD Negeri Kepek I – Sunyoto, S.Pd, dan tamu undangan terkait lainnya. Penyerahan donasi pendidikan merupakan agenda rutin tahunan yang dijadwalkan PT Asuransi MSIG Indonesia sebagai salah satu bentuk komitmen dalam rangka mendukung kegiatan belajar mengajar untuk mencetak generasi penerus yang lebih baik. PT Asuransi MSIG Indonesia berkeyakinan melalui donasi pendidikan yang diberikan secara rutin setiap tahunnya tersebut telah memberikan dampak nyata terhadap pengembangan diri siswa yang salah satunya melalui pertunjukkan drumband dan angklung yang dipentaskan. Harapannya donasi pendidikan yang diberikan tahun ini juga dapat mendukung kegiatan proses belajar mengajar dan dapat lebih meningkatkan pengembangan potensi dan kreatifitas siswa dalam kegiatan seni dan budaya. Donasi pendidikan yang diberikan kepada sekolah dapat disesuaikan dengan kebutuhan sekolah sebagaimana tercantum dalam proposal yang diajukan oleh masing-masing sekolah. Beberapa donasi pendidikan yang diberikan tahun ini diantaranya dalam bentuk pemberian buku-buku perpustakaan, peralatan musik hadroh, kostum tari dll. Kegiatan rutin seperti ini diharapkan dapat mendukung kerjasama yang baik antara PT Asuransi MSIG Indonesia, Balai KSDA Yogyakarta dan sekolah - sekolah di sekitar kawasan SM Paliyan sehingga diharapkan ada feedback positif terhadap kawasan SM Paliyan melalui penanaman jiwa konservasi dalam diri anak-anak sejak dini. Muhammad Wahyudi, turut menyampaikan komitmen Balai KSDA Yogyakarta dalam mendukung kegiatan nyata proyek MSIG di SM Paliyan. “Balai KSDA Yogyakarta mengapresiasi langkah nyata PT Asuransi MSIG Indonesia dalam kegiatan pemulihan ekosistem di SM Paliyan dan hasilnya sudah bisa dirasakan bersama, kawasan SM Paliyan sudah mulai menghijau dan pohon-pohon telah kembali tumbuh di kawasan konservasi ini. Kita semua menyadari bersama bahwa selain pulihnya ekosistem di kawasan, faktor manusia yang memiliki kesadaran untuk terus menjaga kawasan merupakan hal yang penting dan perlu didorong lagi. Anak-anak sekolah adalah generasi penerus bangsa yang jika sudah ditanamkan nilai-nilai konservasi sejak dini, besar harapannya mereka akan memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungannya hingga mereka dewasa nanti.” ungkap Muhammad Wahyudi. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan untuk monitoring hasil pemulihan ekosistem oleh tim MSIG Indonesia yang didampingi PT OS Selnajaya selaku pelaksana harian MSIG di lapangan dan BKSDA Yogyakarta. Selama rentang waktu 2 tahun pandemi, PT Asuransi MSIG Indonesia tidak melakukan kunjungan langsung di lapangan, sehingga momentum kali ini dilakukan untuk peninjauan lapangan dan memantau progres pemulihan ekosistem SM Paliyan yang berlangsung hingga saat ini. Setelah diskusi terkait progres pemulihan ekosistem, kegiatan ditutup dengan penanaman bersama di sekitar lokasi aula pertemuan oleh seluruh tim MSIG Indonesia dan Kepala Balai KSDA Yogyakarta. PT Asuransi MSIG Indonesia merupakan salah satu anak perusahaan MSIG, dan mitra Balai KSDA Yogyakarta yang selama ini fokus dalam upaya pemulihan ekosistem di SM Paliyan, Gunungkidul. Selain pemulihan ekosistem, kepedulian PT Asuransi MSIG Indonesia juga diwujudkan dengan pemberian bantuan pemberdayaan masyarakat dan pendidikan di sekitar kawasan SM Paliyan. Sumber : Siti Rohimah – Penyuluh Kehutanan BKSDA Yogyakarta/ Kepala Resort SM Paliyan Penanggung jawab berita: Kepala Balai KSDA Yogyakarta- Muhammad Wahyudi (HP 0852-4401-2365) Kontak informasi: Call center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449)
Baca Artikel

Pawon Alas, Bukti Dukungan Ditjen KSDAE Untuk Dunia Pendidikan

Yogyakarta, 24 September 2022. Setelah melalui proses yang cukup panjang, pelaksanaan penandatanganan dan serah terima hibah bangunan Pawon Alas dan sarpras pendukungnya dari Direktur Jenderal KSDAE kepada Fakultas Kehutanan UGM selesai dilakukan hari Jum’at (23/9/22) di Ruang Rapat Dekanat Fakultas Kehutanan UGM. Turut serta dalam proses penyerahan hibah tersebut Dekan Fakultas Kehutanan UGM, Wakil Dekan Bidang Akademik, Wakil Dekan Bidang Keuangan dan Aset, Staf Wanagama, Perwakilan dari Sekretariat Ditjen KSDAE dan Balai KSDA Yogyakarta. Kegiatan serah terima hibah aset diawali dengan sambutan dari Dekan Fakultas Kehutanan UGM dan Balai KSDA Yogyakarta dilanjutkan pencermatan bersama dokumen Berita Acara Serah Terima (BAST) dan Naskah Perjanjian Hibah yang akan ditandatangani oleh kedua belah pihak. Dekan Fakultas Kehutanan UGM menyampaikan terimakasihnya kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Direktorat Jenderal KSDAE atas bantuan sarpras pendukung pengembangan Wanagama Edu Eco Forest. Selanjutnya, Fakultas Kehutanan UGM akan menyampaikan berita acara terkait adanya hibah aset di Wanagama kepada Rektor UGM untuk proses lebih lanjut agar tercatat menjadi aset UGM. Kepala Balai KSDA Yogyakarta, Muhammad Wahyudi yang diwakili Plt. Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Untung Suripto menyampaikan harapannya atas penyerahan hibah aset kepada Fakultas Kehutanan ini. “Semoga dukungan aset yang saat ini diserahterimakan dapat bermanfaat dan mampu memberikan kontribusi terhadap upaya mewujudkan Wanagama Edu Eco Forest. Selanjutnya saat ini masih berproses bantuan dari Ditjen KSDAE terkait pembangunan Museum Wanagama yang dalam pelaksanaan dilapangan nantinya membutuhkan diskusi bersama antara Ditjen KSDAE, Fakultas Kehutanan UGM dan Balai KSDA Yogyakarta.” tutup Untung Suripto. Sumber : Adang Bayu P – BKSDA Yogyakarta Penanggung jawab berita: Kepala Balai KSDA Yogyakarta- Muhammad Wahyudi (HP 0852-4401-2365) Kontak informasi: Call center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449)
Baca Artikel

BRIGDALKAR Balai TN Tesso Nilo Berhasil Tangkap 2 Pelaku Karhutla

Lubuk Kembang Bunga, 21 September 2022 – Brigdalkarhut Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) bersama dengan Babinkamtibmas,Babinsa dan masyarakat sekitar kenayang berhasil mengamankan 2 pelaku pembakaran kawasan TN Tesso Nilo dengan inisial nama JM dan RM di areal Resort Lancang Kuning Air Sawan Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Lubuk Kembang Bunga, Ukui, Pelalawan, Rabu (21/9). Penangkapan pelaku pembakaran ini bermula pada hari Sabtu tanggal 17 September 2022 telah terjadi peristiwa kebakaran hutan dan lahan di areal kenayang Resort Lancang Kuning Air Sawan SPTN Wilayah I LKB. Tim Brigdalkarhut TN Tesso Nilo kemudian bergegas lakukan pemadaman dan api berhasil dipadamkan secara total pada hari Rabu tanggal 18 September 2022 pukul 17.00 WIB. Pada saat dilakukan pemadaman tim tidak menemukan pelaku pembakaran diduga melarikan diri sebelum petugas tiba dilokasi. Dua hari kemudian pada hari Selasa tanggal 20 September 2022 pukul 14.00 WIB tim petugas TN Tesso Nilo menerima laporan bahwa areal kembali mengalami kebakaran. Mendapati laporan tersebut tim langsung berkoordinasi dengan Babinkamtibmas, Babinsa & masyarakat sekitar kenayang untuk bersama-sama menuju areal kebakaran. Setelah menyusun strategi, pada Rabu tanggal 21 September 2022 tim kemudian berhasil menangkap dua orang pelaku di areal kebakaran. Pada saat penangkapan, tim disebutkan sedang melakukan pemotongan kayu dan kayu tersebut dikumpulkan untuk dibakar (perun). Dari penangkapan kedua pelaku, telah ditemukan dan diamankan barang bukti berupa mesin chainsaw, minyak pertalite, oli kotor, 2 unit sepeda motor, 2 buah pemantik api, serta 1 buah parang. Akibat perbuatan 2 pelaku tersebut, luas lahan terbakar diperkirakan mencapai 20 Hektar dan petugas masih melakukan kegiatan pemadaman. Setelah dilakukan penangkapan dan interogasi oleh tim, pelaku saat ini telah diamankan dan diproses secara hukum oleh Polsek Ukui. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Belajar Budidaya Madu di KTH Madu Sari Gunungkidul

Yogyakarta, 22 September 2022. Untuk meningkatkan kapasitas Kelompok Tani Hutan (KTH) binaan Balai KSDA Yogyakarta, penyuluh kehutanan Balai KSDA Yogyakarta mendorong KTH binaan yang berada di daerah penyangga Suaka Margasatwa (SM) Paliyan dan Suaka Margasatwa Sermo melakukan studi banding ke KTH Madu Sari. Tiga KTH binaan Balai KSDA Yogyakarta meliputi KTH Manunggal Karya, KTH Raket Manunggal, dan KTH Sodong Makmur mengikuti studi banding budidaya lebah madu di KTH Madu Sari di Padukuhan Ngrandu, Kalurahan Katongan,Kapanewon Nglipar, Kabupaten Gunungkidul, hari Rabu (21/9/22). Studi banding ke KTH Madu Sari merupakan bagian dari pendampingan KTH binaan Balai KSDA Yogyakarta untuk meningkatkan kapasitas budidaya lebah madu yang telah dibudidayakan kelompok agar dapat berjalan optimal. Studi banding diawali dengan sambutan Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Yogyakarta, Untung Suripto, mewakili Kepala Balai KSDA Yogyakarta, Muhammad Wahyudi. Dalam sambutannya, Untung Suripto menyampaikan tujuan studi banding dan output yang ingin dicapai dari pelaksanaan studi banding. Sementara itu Sugeng Apriyanto, selaku ketua KTH Madu Sari menyambut baik kehadiran KTH binaan Balai KSDA Yogyakarta dan bersedia memberikan transfer informasi terkait pengelolaan budidaya lebah madu yang telah berhasil dikembangkan KTH Madu Sari. Selain pemaparan materi, para peserta juga diajak melakukan praktek pemanenan lebah madu dan pemindahan koloni lebah madu dari bumbung yang terbuat dari bambu ke dalam bejana tanah liat. Kepala BKSDA Yogyakarta, Muhammad Wahyudi, mengungkapkan bahwa studi banding ini dapat memberikan inspirasi positif bagi KTH binaan Balai KSDA Yogyakarta. “Melalui studi banding kita berharap agar KTH binaan Balai KSDA Yogyakarta dapat mengatasi persoalan terkait budidaya lebah madu yang saat ini tengah dilakukan KTH Manunggal Karya. Kegiatan studi banding ini dapat menjadi media pembelajaran bersama dan sekaligus menjadi inspirasi bagi kelompok lainnya untuk melakukan pengembangan bentuk pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan konservasi, mengingat potensi dan peluang pemasaran lebah madu masih terbuka lebar.” kata Muhammad Wahyudi. Lebih lanjut Muhammad Wahyudi menambahkan bahwa budidaya lebah madu sebagai salah satu bentuk upaya penyadartahuan ke masyarakat secara umum, mengingat budidaya lebah madu berkaitan dengan penyadaran masyarakat untuk konservasi melalui penanaman berbagai jenis tanaman sumber pakan lebah. KTH Madu Sari merupakan kelompok binaan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bantul yang dibentuk tahun 2005. KTH Madu Sari ini bergerak di bidang budidaya lebah madu dengan jenis lebah yang dikembangkan antara lain lebah Lanceng/Kelulut/Galo-galo (Trigona spp). Di tahun 2016, KTH Madu Sari yang diketuai Sugeng Apriyanto berhasil menjadi perwakilan DIY yang mendapatkan juara I tingkat nasional untuk kategori Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM). Hal tersebut yang selanjutnya mendorong kelompok – kelompok lainnya untuk melakukan studi banding di KTH Madu Sari. Untuk menambah daya tarik kegiatan studi banding, KTH Madu Sari telah mengemas kegiatan studi banding dalam bentuk eduwisata. Budidaya lebah madu tidak hanya sebatas menghasilkan produk madu saja, tetapi juga dapat menjadi ajang pelatihan bagi kelompok lain untuk sharing ilmu. Kegiatan ditutup dengan pertukaran produk yang dihasilkan KTH binaan Balai KSDA Yogyakarta dengan KTH Madu Sari. Pada kesempatan ini, KTH Manunggal Karya memberikan produk Crispa dan KTH Madu Sari memberikan madu dan jamu instan. Sumber : Siti Rohimah – Penyuluh Kehutanan BKSDA Yogyakarta Penanggung jawab berita: Kepala Balai KSDA Yogyakarta- Muhammad Wahyudi (HP 0852-4401-2365) Kontak informasi: Call center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449)
Baca Artikel

PDKT, Balai TN Tesso Nilo Rangkul Pemangku Adat dan Tokoh Masyarakat

Baserah, 16 September 2022 – Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Baserah Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) bersama dengan jajaran melakukan silaturahmi dan diskusi dengan pemangku/tokoh adat desa penyangga TN Tesso Nilo, Jumat (16/9). Selain untuk membangun pemahaman dan dukungan penyelamatan hutan alam, kegiatan ini juga untuk pemulihan areal terbuka di kawasan TN Tesso Nilo. Secara persuasif Kepala SPTN Wilayah II memberikan pemahaman kepada para pemangku adat bahwa hutan alam TN Tesso Nilo penting keberadaannya untk menjamin fungsi ekologis termasuk sebagai habitat penting gajah. Para datuk maupun pemangku adat disini menerima dengan baik maksud dan tujuan dari Kepala SPTN dan jajaran, serta menyampaikan komitmen untuk mendukung dan melestarikan hutan alam TN Tesso Nilo. Kepala SPTN menyampaikan silaturahmi dan diskusi seperti ini wajib untuk terus dilakukan karena TN Tesso Nilo tidak bisa berdiri sendiri, dalam pengelolaannya TN Tesso Nilo membutuhkan peran dari masyarakat, terutama pemangku adat/tokoh masyarakat. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

BKSDA Yogyakarta “Gandeng Erat” Polda DIY Tindak Pidana LHK

Yogyakarta, 22 September 2022. Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta dan Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta sepakat untuk meningkatkan sinergisitas dalam penanganan masalah Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), dengan prioritas utama penanganan tindak pidana konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem. Hal tersebut tertuang dalam kerjasama yang dijalin oleh kedua belah pihak dengan penandatanganan kerja sama antara BKSDA Yogyakarta dengan Ditreskrimsus Polda DIY. Penandatanganan ini dilakukan oleh Direktur Kriminal Khusus Polda DIY, Kombes. Pol Roberto G. M Pasaribu, S.I.K., M.Si. dan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Yogyakarta, Muhammad Wahyudi, Rabu (21/09/2022) di kantor Polda DIY. Kerjasama ini sebagai wujud koordinasi dalam penyelesaian permasalahan peredaran dan perdagangan tumbuhan serta satwa dilindungi. Melalui kerjasama ini juga disepakati beberapa hal terkait sinkronisasi dan pertukaran data dan/atau informasi mengenai kejadian pelanggaran dan tindak pidana bidang lingkungan hidup dan kehutanan. Disamping itu juga dilakukan upaya bersama dalam hal peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) yang diwujudkan melalui kegiatan seminar, focus group discussion (FGD), dan workshop. Baik Balai KSDA Yogyakarta maupun Ditreskrimsus Poda DIY juga sepakat untuk memberikan pelayanan pengaduan masyarakat, pelayanan informasi kepada masyarakat, penyediaan tenaga identifikasi dan ahli, serta penegakan hukum. Perjanjian kerjasama ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor: PKS.12/MENLHK/SETJEN/KUM.3/10/2019, Nomor: B/139/X/2019 tanggal 14 Oktober 2019 tentang Bantuan Pengamanan dan Penegakan Hukum dalam Penyelenggaraan Kegiatan Lingkungan Hidup dan Kehutanan) Kepala Balai KSDA Yogyakarta, Muhammad Wahyudi menyampaikan “kerjasama ini harus bersifat konsisten dan bergandengan erat mengingat kasus perdagangan ilegal satwa dilindungi cukup banyak di Propinsi DIY. Kami BKSDA Yogyakarta, akan siap berkontribusi dalam mendukung penegakan hukum yang dilakukan bersama-sama dengan Polda DIY”, tutup Muhammad Wahyudi. Sumber : Tessa Rossanda – BKSDA Yogyakarta Penanggung jawab berita: Kepala Balai KSDA Yogyakarta- Muhammad Wahyudi (HP 0852-4401-2365) Kontak informasi: Call center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449)
Baca Artikel

Tingkatkan Pemahaman dan Pengetahuan Hukum Konflik Satwa

Pekanbaru, 23 September 2022 – Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo dan jajaran hadiri focus group discussion (FGD) terkait koordinasi penegakan hukum dan penanganan konflik satwa liar dan manusia di sekitar kawasan hutan Prov. Riau pada tanggal 22 - 23 September 2022. Rapat dihadiri unsur Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kejaksaan, Kepolisian,Dinas dan lembaga terkait dan masyaraka. Dalam rapat dibahas mengenai upaya peningkatan pemahaman dan pengetahuan masyarakat tentang satwa liar demi mengurangi perburuan satwa liar. Selain itu, harapannya demi terciptanya wawasan bagi petugas dalam penanganan hukum terkait penegakkan hukum (gakkum) khususnya satwa liar. Kepala Balai TN Tesso Nilo berharap dapat terbangun sinergitas antar stakeholder dalam penanganan konflik satwa liar serta penegakan supremasi hukum. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Kemitraan Konservasi Habitat Bambu Tahura Raden Soerjo

Bogor, 21 September 2022. Masih dalam rangkaian kegiatan inventarisasi data keanekaragaman hayati (kehati) bernilai tinggi, Tim Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi melakukan kunjungan ke daerah penyangga desa Ngembat, Kecamatan Gondang Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur dan lokasi kawasan hutan Taman Hutan Raya Raden Soerjo, Malang, Jawa Timur( 15/9/2022). Lokasi yang dikunjungi merupakan lokasi habitat bambu yang informasinya sering dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar kawasan. Guna mewujudkan pengelolaan hutan untuk kesejahteraan masyarakat, Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo berencana melakukan perubahan blok pengelolaanya. Untuk menyesuaikan blok pengelolaan tersebut diberikan akses pengambilan bambu, yang termasuk dalam hasil hutan bukan kayu kepada masyarakat sekitar kawasan. Pemberian akses pengambilan bambu tersebut dengan mekanisme kemitraan konservasi pada blok tradisional di kawasan Hutan Taman Hutan Raya Raden Soerjo. Sebagai informasi, perubahan blok pengelolaan untuk kepentingan pengelolaan dan menyesuaikan perubahan kondisi dan dinamika lingkungan eksternal dapat dilakukan melalui tahapan evaluasi blok yang diatur dalam Peraturan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Nomor : P.14/KSDAE/SET/KSA.0 /9/2016 tentang Petunjuk Teknis Evaluasi Zonasi Pengelolaan atau Blok Pengelolaan Kawasa Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam. Sumber : Mugiharto – Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Memajukan Kelompok Masyarakat Resort Sungai Lulan dan Sungai Bulan

Kotabaru, 15 September 2022 – Balai KSDA Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) memberikan bantuan pengembangan usaha kelompok masyarakat kepada kelompok “Harapan Baru” Desa Labuan Mas dan Kelompok “Situlung” Desa Teluk Sirih, Kecamatan Pulau Laut Selatan Kabupaten Kotabaru. Dukungan diberikan berupa anggaran sejumlah Rp 20 juta per kelompok (transfer ke rekening kelompok) yang nantinya akan digunakan untuk usaha pertanian dan budidaya lobster milik kedua kelompok masyarakat tersebut. Bantuan secara simbolis diserahkan oleh Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Dr.Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc kepada kelompok Harapan Baru yang diwakilkan oleh Bapak Hasanuddin sebagai anggota kelompok dan kelompok Situlung oleh Ibu Hikmah sebagai bendahara kelompok. Penyerahan ini dihadiri Kepala Sub Bagian Tata Usaha BKSDA Kalsel Bapak Suwandi, S.Hut., MA, Kepala SKW III Batulicin Bapak Nikmat Hakim Pasaribu, SP, M,Sc, Kepala Resort Cagar Alam (CA) Sungai Lulan Sungai Bulan Chairil Fahmi, A.Md, Penyuluh SKW III Batulicin Eddy Kurniawan Astanto, A.Md serta para staf serta dihadiri oleh Camat Pulau Laut Selatan Bapak H. Ahmad Yusuf. Pada kesempatan ini Kepala Balai Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc. menyampaikan bahwa kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi bagi BKSDA dengan Masyarakat sekitar kawasan, sehingga terjalin komunikasi yang baik untuk saling mendukung dan membantu menjaga kawasan Cagar Alam yang berdekatan dengan desa mereka. Diharapkan juga dengan adanya bantuan ini bisa membantu perekonomian masyarakat dengan harapan usaha yang dikelola berjalan lancar dan mendapatkan hasil yang memuaskan. Camat Pulau Laut Selatan Bapak H. Ahmad Yusuf juga menyampaikan terimakasih kepada pihak BKSDA Kalsel, karena dengan adanya program pemberdayaan ini membuat masyarakat semakin semangat dan membantu dalam perekonomian masyarakat disana. Diharapkan bantuan ini dapat dikelola sebaik mungkin oleh semua kelompok dan bermanfaat secara ekonomi. (ryn) Sumber : Eddy kurniawan astanto, A.Md - Staf SKW III Batulicin Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Artikel

Mengamati Pergerakan Kalong Besar di Mangrove Love TN Komodo

Labuan Bajo, 20 September 2022. Jagawana (ranger) Resort Padar Utara Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Balai Taman Nasional Komodo kembali melakukan pemantauan populasi kalong besar (Pteropus vampyrus) di sekitar area Mangrove Love. Pemantauan satwa nokturnal ini merupakan contoh bentuk kegiatan resort–based management (RBM) yang rutin dilakukan oleh ranger di Resort Padar Utara yang datanya telah dikumpulkan sejak pertengahan tahun 2020. Sama halnya dengan Pulau Kalong Rinca, Mangrove Love adalah salah satu titik konsentrasi habitat kalong besar terpadat di Taman Nasional Komodo. Petugas Resort Padar Utara juga menggunakan metode exit count/emergence count survey untuk menghitung individu kalong besar yang keluar dari habitatnya saat senja datang. Metode survei tersebut dipandang sangat efektif untuk dapat mengamati pergerakan dan mampu menghasilkan angka dugaan populasi satwa mamalia terbang ini yang hidup di dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Pengamatan dimulai pukul 17:30 WITA hingga matahari terbenam atau jarak pengamatan terlampau gelap/tidak dapat terlihat lagi. Namun, jam terbang kalong besar tidak menentu. Berdasarkan pengamatan petugas, inkonsistensi jam terbang kalong mungkin disebabkan oleh pengaruh cuaca seperti angin kencang dan hujan. Petugas menentukan nilai tertinggi pengamatan pada setiap bulannya untuk dapat menghasilkan dugaan angka populasi bulanan. Berdasarkan pengamatan petugas selama periode Bulan Januari – September 2022, nilai tertinggi estimasi populasi kalong besar di Mangrove Love Padar mencapai + 2.896 individu, dengan jumlah rata-rata populasi mencapai +2500 individu. Angka ini terbilang kecil jika dibandingkan dengan dugaan populasi kalong besar di Pulau Kalong Rinca yang dapat mencapai > 10.000 individu. Petugas juga memperhatikan bahwa arah pergerakan kalong mencari makan diketahui mengarah ke Pulau Komodo, Pulau Rinca, dan kemungkinan Pulau Flores. Pola terbang ini dipengaruhi oleh ketersediaan pakan (nektar, bunga, dan buah) yang ada di ketiga wilayah tersebut. Sebagai contoh, Pulau Komodo memiliki kelimpahan vegetasi pakan kalong besar yang cukup tinggi diantaranya: srikaya (Anona squamosa), lontar (Borassus flaballifer), asam (Tamarindus indica), dan kesambi (Schleichera oleosa). Ranger Balai Taman Nasional Komodo berharap agar masyarakat, agen perjalanan wisata, kru kapal, dan wisatawan dapat menghargai keberadaan dan manfaat kalong besar bagi ekosistem di Taman Nasional Komodo serta wilayah sekitarnya. Kalong besar harus dijaga dan dilestarikan agar manfaat jasa ekosistemnya dapat selalu dirasakan oleh masyarakat luas, utamanya manfaat kalong sebagai penyerbuk bunga durian, salah satu buah favorit di Kabupaten Manggarai Barat. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Polisi Kehutanan Ahli Pertama - Arif Ardianto Sofian, S.Si. (+6285713254775) dan Polisi Kehutanan Pemula - Firman Nuralam Suryadi (+6285710857746) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.Sc. (+6281310300678) dan Mahasiswa Manajemen Destinasi Pariwisata Politeknik Pariwisata NHI Bandung - Yudha Pamungkas (+6282210465828) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6281138290000)
Baca Artikel

Menyusuri Jalur Trekking Desa Komodo

Labuan Bajo, 18 September 2022. Mahasiswa Universitas Padjadjaran (UNPAD) melaksanakan kegiatan Eksplorasi Nusantara pada tanggal 23 Agustus hingga 2 September 2022 di Resort Kampung Komodo Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Balai Taman Nasional Komodo. Diikuti tiga belas mahasiswa yang terdiri dari berbagai program studi, kegiatan ini berfokus pada penelitian dan pengabdian masyarakat. Kegiatan penelitian sendiri dibagi ke dalam dua tema, yaitu keanekaragaman fauna dan pengetahuan masyarakat. Untuk penelitian keanekaragaman fauna di jalur trekking kawasan Kampung Komodo diikuti enam orang personil, empat mahasiswa berasal dari program studi Biologi, yaitu Zamzam Muzamil, Riska Amalia, Salwa Nurfitria, dan Resty Septiayu, satu orang mahasiswa program studi Ilmu Kelautan, yaitu Annisa Zahra, serta didampingi satu orang dosen pembimbing Dr. Eneng Nunuz Rohmatullayaly. Penelitian ini sebagai upaya untuk memperoleh data dan informasi mengenai keanekaragaman fauna di jalur trekking Desa Komodo. Selama proses pengambilan data dari tanggal 24 - 26 Agustus 2022, Mahasiswa UNPAD dipandu oleh Tajudin sebagai Naturalist Guide sekaligus masyarakat di Desa Komodo. Penelitian fauna di jalur trekking Desa Komodo, tepatnya berada di belakang permukiman warga. Jalur ini merupakan jalur jelajah yang baru diinisiasi dan dibuat beberapa warga desa pada tahun 2020. Setidaknya terdapat 2 alternatif jalur yang telah dirintis yaitu: medium trek sepanjang 1,8 km dan long trek sepanjang 2,4 km. Mahasiswa UNPAD melakukan pengamatan keanekaragaman fauna mulai dari pagi sampai menjelang siang hari, lalu dilanjutkan pada sore hari, selama tiga hari berturut-turut dengan metode jelajah dan poin count yaitu dengan mencatat semua perjumpaan dengan fauna yang ada di sepanjang jalur trekking. Selama pengamatan yang dilakukan, Mahasiswa UNPAD bertemu Komodo sebanyak 14 kali di sepanjang jalur trekking dan menemukan beberapa sarang komodo di sekitar jalur trekking. Diketahui komodo banyak ditemukan beraktivitas di sekitar sarang dikarenakan komodo sedang memasuki musim kawin dari bulan Juni hingga Agustus. Selain biawak komodo, mahasiswa juga menjumpai berbagai fauna lainnya, diantaranya: 19 spesies avifauna, 2 spesies mamalia, 1 spesies reptil, dan 18 insekta. Mahasiswa UNPAD berpendapat bahwa keanekaragaman fauna yang dapat dijumpai sepanjang jalur trekking menunjukkan potensi yang besar untuk mendukung pengembangan wisata desa, kegiatan penelitian, maupun pendidikan di wilayah Desa Komodo. Perjumpaan dengan satwa ikonik biawak komodo (Varanus komodoensis) pun cenderung mudah, dengan titik perjumpaan yang dapat diprediksi oleh warga. Mamalia lain juga dapat dijumpai secara langsung seperti babi hutan (Sus scrofa), kakatua kecil jambul kuning (Cactua sulphurea), elang laut perut putih (Haliaeetus leucogaster) dan elang bondol (Haliastur indus). Selain penelitian jalur trekking, mahasiswa juga mengamati kawasan padang sabana yang luas dengan pemandangan laut indah yang tentunya akan menarik untuk para wisatawan. Mahasiswa UNPAD juga dapat berinteraksi dengan masyarakat di Kampung Komodo dengan mengenal legenda, kebudayaan dan tradisi masyarakat Desa Komodo seperti melihat para pengrajin membuat patung komodo yang bisa dijadikan buah tangan wisatawan khas dari Desa Komodo. Terakhir, mahasiswa berharap agar pengembangan kawasan dan jalur trekking ini dapat dirintis bersama dengan Balai Taman Nasional Komodo agar dibuat menyesuaikan dengan regulasi yang berlaku. Sebagai informasi, Eksplorasi Nusantara merupakan salah satu program kerja tahunan dari Departemen Lingkungan Hidup Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa (Kema) UNPAD sebagai wujud kepedulian mahasiswa dalam upaya pelestarian satwa endemik di Indonesia. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Mahasiswa Eksplorasi Nusantara Universitas Padjadjaran - Riska Amalia (+628113595962) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.Sc. (+6281310300678) dan Mahasiswa Prodi Manajemen Destinasi Pariwisata Polikteknik Pariwisata NHI Bandung - Joy Filip Oktavianus (+6281395201028) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6281138290000)
Baca Artikel

Survey Potensi Kehati Tahura Raden Soeryo

Bogor, 21 September 2022. Tim Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi melaksanakan inventarisasi data keanekaragaman hayati (kehati) bernilai tinggi di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soeryo selama 3 hari ( 14 s/d 16 September 2022). Beberapa rangkaian kegiatan di Tahura Raden Soeryo yang berada di Kabupaten Mojokerto, Pasuruan, Malang dan Jombang, Provinsi Jawa Timur diantaranya pengecekan ke lokasi rencana trase jalan panas bumi, lokasi wisata Claket, Wisata Air Panas Cangar, kunjungan ke Desa Ngembat, Kecamatan Gadong serta ke lokasi habitat bambu. Kegiatan tersebut sebagai upaya untuk mengumpulkan data potensi kehati bernilai tinggi di kawasan Tahura Raden Soeryo sekaligus mengecek beberapa lokasi yang akan dilakukan perubahan blok pengelolaannya. Dari hasil pengumpulan data di Tahura Raden Soeryo diketahui bahwa ada potensi jasa lingkungan panas bumi di dalam kawasan Tahura Raden Soeryo khususnya di sekitar Gunung Arjuno-Welirang, yang saat ini sudah ditunjuk sebagai Wilayah Kerja Panas bumi (WKP) dengan izin. Kejadian kebakaran hutan tahun 2019 di sekitar blok hutan Welirang dan Ringgit yang mencapai 650 Hektare memerlukan penyesuaian sebagai blok rehabilitasi. Hasil survey potensi tumbuhan dan satwa liar serta pemetaan sensitivitas ekologi oleh Tim Universitas Gadjah Mada menunjukkan perlu adanya evaluasi kesesuaian fungsi dan perubahan blok perlindungan untuk dapat melindungi habitat tumbuhan dan satwa liar bernilai konservasi tinggi. Berbagai usulan masuk untuk pemanfaatan jasa lingkungan air dan wisata alam oleh berbagai pihak dan hasil pemetaan sensitivitas sosial ekonomi yang menunjukkan perlunya perubahan dan penyesuaian blok pemanfaatan, blok tradisional dan blok khusus. Adanya pengambilan rebung bambu yang sangat massive berdampak negatif terhadap kawasan. Dampak yang ditimbulkan berupa terganggunya regenerasi rumpun bambu, tumpukan kulit rebung di alur sungai, pemandatan tanah dan erosi yang dipicu oleh ban sepeda motor yang dipergunakan untuk alat transportasi dalam pengambilan rebung dan bambu serta gangguan terhadap hidupan liar. Sumber : Mugiharto – Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Mengenal Bambu Petung di Tahura Raden Soerjo

Bogor, 21 September 2022. Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo merupakan kawasan konservasi yang berisi jenis-jenis tumbuhan asli ekosistem hutan pegunungan, baik yang masih termasuk dalam tipe ekosistem hutan hujan tropis, maupun sub montana. Beberapa jenis tumbuhan yang tumbuh di kawasan ini adalah bambu. Bambu banyak dijumpai sepanjang aliran- aliran sungai yang diapit bukit memanjang yang berbentuk seperti limas dengan dasar segitiga. Bambu-bambu ini ada yang tumbuh homogen di suatu bukit, namun banyak juga yang ditemui tumbuh heterogen, bersama-sama jenis endemik lainnya. Jenis bambu yang dominan ditemui di Tahura Raden Soerjo adalah jenis Bambu Petung. Bambu Petung dikenal juga dengan Bambu betung dengan nama latin Dendrocalamus asper adalah salah satu jenis bambu yang memiliki ukuran lingkar batang yang besar dan termasuk ke dalam suku rumput-rumputan. Bambu ini memiliki aneka nama lokal seperti bambu betung, buluh petung (Mly.); bulu botung (Bat.); oloh otong (Gayo); tri?ng b?tong (Aceh); léwuo guru (Nias); bambu batu?ng (Mink.); p?ring b?tung (Lamp.); awi bitung (Sd.); pring p?tung, d?ling p?tung, jajang b?tung (Jw.); perrèng pettong (Md.); tiing p?tung' petung legit' (Bl.); bulo patung, b. patong (Mak.); awo p?tung (Bug.); au p?tung (Solor); bambu swanggi (Banda), betong (Manggarai, Flores, NTT) dan lain-lain. Dalam bahasa Inggris ia disebut rough bamboo atau giant bamboo. Di alamnya, rumpun bambu yang tumbuh di Tahura Raden Soerjo mempunyai banyak fungsi, antara lain sebagai tumbuhan penahan tebing, pengikat tanah agar tidak mudah longsor, penahan sempadan sungai dari abrasi, penampung dan meresapkan air ke dalam tanah serta sebagai habitat satwa liar. Bambu betung memiliki banyak manfaat dan terutama digunakan sebagai bahan bangunan dan kayu struktural untuk konstruksi pelbagai bangunan: tiang rumah, andang-andang perahu, rangka gudang tembakau, jembatan dan titian, perancah dan lain-lain. Buluhnya yang tebal umumnya dianggap kuat dan awet. Pemanfaatan lainnya di antaranya untuk semah-semah perahu, tahang air atau nira, saluran air, alat musik, furnitur, peralatan rumah tangga dan kerajinan, papan laminasi bubur kertas, sumpit, tusuk gigi, serta aneka kegunaan lainnya. Rebungnya yang besar dan manis disukai orang, untuk dibuat acar atau masakan lain. Mutu rebung ini dianggap yang terbaik dibandingkan dengan rebung bambu jenis lain, termasuk pula apabila dikalengkan.. Sumber : Mugiharto – Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Mencatat Populasi Kalong Besar TN Komodo

Labuan Bajo, 19 September 2022. Jagawana (Ranger) Balai Taman Nasional Komodo yang bertugas di Resort Kampung Rinca dan Resort Padar Utara konsisten melaksanakan monitoring estimasi populasi kalong besar (Pteropus vampyrus) di kawasan Taman Nasional Komodo. Monitoring ini merupakan salah satu bentuk implementasi resort-based monitoring (RBM) Resort Kampung Rinca Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I dan Resort Padar Utara SPTN Wilayah III yang dilakukan 2 kali setiap bulannya, khususnya di Pulau Kalong Rinca dan Mangrove Love Padar. Petugas dituntut memiliki data estimasi populasi kalong besar mengingat manfaat jasa ekosistem kalong besar terhadap lingkungan dan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan Taman Nasional Komodo sangat besar. Monitoring populasi kalong besar ini dilakukan dengan metode exit count atau emergence count. Metode exit count/emergence count merupakan metode yang dilakukan dengan cara menghitung jumlah individu (kalong besar) yang terbang melintas dari satu titik tertentu yang mampu memberikan pandangan jelas akan arah dan pola terbang kalong besar di wilayah tersebut. Petugas akan mulai mengamati pergerakan kalong besar mulai dari pukul 17:30 – 18:30 WITA, hingga matahari sore hilang sepenuhnya/gelap gulita dan satwa tidak dapat terpantau lagi. Petugas mempelajari materi dan praktik monitoring exit count kalong besar dari seorang peneliti kelelawar, Sheherazade, yang secara sukarela melakukan pelatihan bagi sebagian ranger Balai Taman Nasional Komodo di tahun 2020. Berdasarkan pengamatan ranger yang bertugas di Resort Kampung Rinca, estimasi populasi kalong besar yang berada di Pulau Kalong Rinca pada tahun ini berjumlah + 10.200 ekor (Per September 2022), sementara jumlah kalong besar yang berada di Mangrove Love Padar berjumlah + 2.896 ekor (Per September 2022) berdasarkan hasil observasi ranger yang bertugas di Resort Padar Utara. Populasi kalong besar yang tinggal di Pulau Kalong Rinca merupakan salah satu magnet daya tarik wisata Taman Nasional Komodo yang sangat diminati oleh wisatawan nusantara maupun mancanegara. Pemandangan kalong besar bangun dari tidurnya dan mulai terbang keluar untuk mencari makan ke arah Pulau Flores dan Pulau Rinca menjadi aktivitas pengamatan hidupan liar tersendiri bagi wisatawan dari atas kapal masing-masing. Berbeda dengan populasi kalong besar yang berhabitatkan di Mangrove Love Padar. Lokasi tersebut bukan merupakan destinasi wisata bagi wisatawan, sehingga tidak diperkenankan untuk dikunjungi oleh kapal-kapal wisata dari Labuan Bajo maupun destinasi lainnya. Banyaknya kunjungan wisatawan ke Pulau Kalong Rinca perlu menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan (stakeholders), termasuk wisatawan. Wisatawan harus paham bahwa kalong merupakan satwa yang sangat sensitif terhadap suara bising, kilauan cahaya, terlebih terhadap kehadiran pesawat udara tanpa awak/drone. Petugas Resort Kampung Rinca masih sering menemukan oknum wisatawan ataupun agen kapal yang tidak bertanggungjawab yang menerbangkan drone di saat kalong besar terbang keluar habitatnya atau memasang musik dengan volume tinggi sehingga menimbulkan kebisingan tersendiri bagi mamalia terbang tersebut. Selain itu, Petugas Resort Kampung Rinca juga seringkali menemukan kapal wisata yang beraktivitas/bermalam di Pulau Kalong namun tidak memiliki karcis Taman Nasional Komodo. Oknum tersebut umumnya berdalih bahwa agen/wisatawan tidak mengetahui bahwa Pulau Kalong termasuk ke dalam wilayah Taman Nasional Komodo. Petugas kemudian aktif melakukan sosialisasi kepada kapal wisata yang berlayar di sekitar Pulau Kalong Rinca mengenai berbagai aturan yang harus dipatuhi ketika berkunjung ke pulau tersebut. Balai Taman Nasional Komodo berharap agar wisatawan yang ingin menikmati indahnya momen terbang kalong besar mencari makan ke luar ‘tempat tidurnya’, dapat berlaku baik dan lebih memahami perilaku satwa liar yang ada di Taman Nasional Komodo. Agen perjalanan wisata, pemandu, maupun kru kapal bertanggungjawab penuh terhadap pemahaman wisatawan yang menjadi penumpang/tamu bawaannya. Sebagai informasi, petugas Balai Taman Nasional Komodo mendedikasikan diri untuk mengumpulkan data estimasi populasi kalong besar dengan harapan agar masyarakat semakin paham manfaat jasa ekosistem yang diberikan oleh satwa tersebut sangatlah besar. Sebagai contoh, masyarakat di Kabupaten Manggarai Barat dan kabupaten sekitarnya masih dapat menikmati buah durian pada bulan-bulan tertentu sepanjang tahun oleh karena peranan kelelawar dan kalong besar di Taman Nasional Komodo. Untuk itu, Balai Taman Nasional Komodo menekankan agar konservasi kalong besar dan kelelawar lainnya perlu dilakukan oleh seluruh pihak, termasuk masyarakat. Berhenti menyakiti kalong besar atau kelelawar dengan senapan hanya untuk kepentingan rekreasi/pemuasan diri sesaat, karena tanpa kalong maka akan terdapat berbagai manfaat yang hilang sementara hingga selamanya. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo -Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Penyuluh Kehutanan Ahli Pertama - Fahri Ikhlas, S.Hut. (+6281286907867) dan Polisi Kehutanan Pemula - Firman Nuralam Suryadi (+6285710857746) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.Sc. (+6281310300678) dan Mahasiswa Prodi Manajemen Destinasi Pariwisata Polikteknik Pariwisata NHI Bandung - Joy Filip Oktavianus (+6281395201028) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6281138290000)
Baca Artikel

BEM KEMA Unpad, Ajak Siswa SDN Komodo Mengenal Kehati

Labuan Bajo, 18 September 2022. Mahasiswa Universitas Padjadjaran (UNPAD) yang tergabung dalam Eksplorasi Nusantara BEM KEMA UNPAD melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat mulai tanggal 25 – 31 Agustus 2022 di Resort Kampung Komodo Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Balai Taman Nasional Komodo. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dilakukan UNPAD agar bermanfaat bagi pengelolaan Taman Nasional Komodo, utamanya bagi masyarakat Desa Komodo yang bermukim di Pulau Komodo. Siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Komodo menjadi target dengan materi keanekaragaman hayati satwa di Taman Nasional Komodo. Mahasiswa dan dosen sebelumnya telah berkoordinasi dengan pimpinan Balai Taman Nasional Komodo dan Usman (Kepala SDN Komodo). Koordinasi dengan para pemangku kepentingan merupakan tahapan penting yang perlu dilakukan agar kehadiran dan aksi pengabdian mahasiswa ini tidak mengganggu proses KBM yang berlangsung di sekolah. Kepala SDN Komodo kemudian memberikan alokasi waktu pada jam mata ajar Muatan Lokal selama satu jam pelajaran sebagai waktu pembelajaran khusus selama satu pekan bagi rombongan UNPAD melakukan aksi pengabdian masyarakatnya terhadap para siswa SDN Komodo. Sejumlah 217 siswa SDN Komodo berpartisipasi pada kegiatan ini, terdiri dari pelajar kelas 1 SD hingga kelas 6 SD, dengan pembagian kelompok sebanyak 11 rombongan belajar. Komposisi materi ajar diantaranya mengenai makna kemerdekaan dan sejarah Indonesia serta keanekaragaman hayati satwa di Indonesia, khususnya Taman Nasional Komodo. Media pembelajaran yang digunakan pada setiap rombongan belajar adalah infografis berupa poster yang selanjutnya akan diserahkan kepada pihak sekolah untuk digunakan pada kegiatan belajar mengajar (KBM) berikutnya. Kegiatan diikuti personil mahasiswa dan dosen diantaranya Nazla Amanda (Mahasiswa Prodi Sastra Arab), Wada Adiasa (Mahasiswa Prodi Peternakan), dan Dr. Eneng Nunuz Rohmatullayaly (Dosen Prodi Biologi). Pembelajaran yang dikemas dengan konsep fun learning membuat siswa-siswi SDN Komodo tampak antusias mempelajari hal baru bersama seluruh mahasiswa dan dosen UNPAD yang terlibat. Ragam aktivitas yang dilaksanakan meliputi ice breaking, menyanyikan lagu kemerdekaan Indonesia, mengadakan kuis, dan membagikan hadiah bagi siswa-siswi yang berani unjuk pengetahuan di kelas. Berdasarkan pengamatan mahasiswa, siswa-siswi SDN Komodo memiliki pengetahuan mengenai keanekaragaman hayati satwa di Taman Nasional Komodo dengan cukup baik. Para pelajar dapat mengidentifikasi berbagai jenis fauna diantaranya: biawak komodo (Varanus komodoensis), rusa timor (Rusa timorensis), babi hutan (Sus scrofa), gagak kampung (Corvus sp.), dugong (Dugong dugon), lumba-lumba hidung botol (Tursiops truncatus), dan penyu hijau (Chelonia mydas). Melihat baiknya wawasan pengetahuan siswa terhadap fauna di dalam kawasan Taman Nasional Komodo, mahasiswa kemudian mengenalkan jenis satwa lain yang ada di Indonesia untuk menambah kamus pengetahuan para pelajar, seperti : orang utan (Pongo sp.), tarsius (Tarsiidae sp.), badak bercula satu (Rhinoceros sondaicus), gajah sumatera (Elephas maximus sumatrensis), babi rusa (Babyrousa babyrousa), dan walabi papua (Macropus agilis papuanus). Informasi baru yang disampaikan oleh mahasiswa UNPAD pun mendapatkan respon positif dari para pengajar di SDN Komodo. Penutup dari rangkaian Eksplorasi Nusantara, mahasiswa BEM KEMA UNPAD menyelenggarakan acara “Komodo Ceria” sebuah festival kecil yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) dan perangkat desa di Desa Komodo. Kegiatan tersebut diikuti baik oleh siswa-siswi SDN Komodo, SMPN Komodo, perangkat Desa Komodo, pengurus Taman Baca Komodo, dan masyarakat Kampung Komodo. Berbagai kegiatan lomba dilaksanakan diantaranya lomba mewarnai satwa endemik bagi siswa SDN Komodo kelas 1-3, penampilan baca puisi dari siswa kelas 4 SDN Komodo, penampilan seni dan kebudayaan berupa silat khas Kampung Komodo yang dipraktikan oleh siswa SMPN Komodo yang kemudian ditutup dengan aksi “Tarian Nusantara” dan “Tarian Wonderland”. Rangkaian kegiatan penutupan juga meliputi pembagian donasi buku sebanyak 29 buku cerita binatang, 50 buku cerita Nabi Muhammad SAW, dan 35 buku kisah Islami dari Penerbit Al- Hilal kepada Taman Baca Komodo. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Mahasiswa Universitasn Padjadjaran Staf Divisi Acara Eksplora Nusantara - Nazla Amanda (+6281286907867) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.Sc. (+6281310300678) dan Mahasiswa Prodi Manajemen Destinasi Pariwisata Polikteknik Pariwisata NHI Bandung - Joy Filip Oktavianus (+6281395201028) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6281138290000)
Baca Artikel

Demarketing Strategy, Demi Terciptanya Multiplier Effect

Labuan Bajo, 19 September 2022. Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Komodo, Dwi Putro Sugiarto, menerima kunjungan studi banding anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Timur Bidang Perekonomian ke Balai Taman Nasional Komodo pada tanggal 19 September 2022. Rombongan DPRD Provinsi Jawa Timur yang melakukan studi banding dipimpin oleh H. Alyadi Mustofa (Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur). Alyadi Mustofa, selaku Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur menjelaskan studi banding ini sebagai ajang untuk bertukar pikiran mengenai pengelolaan wisata yang sudah berlangsung di Taman Nasional Komodo, mempelajari bentuk dukungan Balai Taman Nasional Komodo terhadap UMKM kecil dan menengah masyarakat, dan memahami bentuk kerja sama ataupun kontribusi Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai Barat ataupun Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur di dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Untuk mengakomodir tujuan tersebut, Kepala Sub Bagian Tata Usaha Balai Taman Nasional Komodo, menugaskan Muhammad Ikbal Putera (Pengendali Ekosistem Ahli Pertama), untuk menyampaikan bahan paparan mengenai pengelolaan Taman Nasional Komodo kepada rombongan DPRD Jawa Timur. Ikbal menekankan bahwa visi Balai Taman Nasional Komodo ini adalah menjadi destinasi ekowisata dunia kebanggaan nasional yang terdepan dalam mengelola kawasan konservasi dimana fokus tujuan pengelolaannya terbagi ke dalam beberapa fungsi yaitu melestarikan flora dan fauna di dalamnya, menjadi wadah pembelajaran, penelitian dan pendidikan, serta menjadi destinasi rekreasi alam bagi publik sebagai bentuk kegiatan pemanfaatan sumber daya alam yang berkelanjutan. Ikbal juga menyampaikan bahwa Balai Taman Nasional Komodo sedang mengupayakan demarketing strategy, dimana Taman Nasional Komodo menitikberatkan dukungan teknis penguatan fungsi kelembagaan dan promosi untuk destinasi wisata di luar kawasan Taman Nasional Komodo. Strategi ini diupayakan dalam rangka memastikan terciptanya multiplier effect yang lebih luas menjangkau masyarakat di Kabupaten Manggarai Barat, terciptanya destinasi wisata alam dan budaya baru yang mampu meningkatkan length of stay dan pengeluaran/belanja wisatawan, dan memastikan agar keutuhan dan kelestarian biodiversitas di dalam kawasan Taman Nasional Komodo terjaga dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Bentuk upaya yang dilakukan adalah dengan memberlakukan kuota pengunjung harian dan mendukung penyusunan dokumen Integrated Tourism Master Plan (ITMP) sebagai dokumen induk perencanaan pariwisata di Labuan Bajo yang akan menghubungkan berbagai destinasi wisata alam di daratan Flores, khususnya Kabupaten Manggarai Barat, yang penyusunannya dikoordinir oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia. Rombongan DPRD Provinsi Jawa Timur percaya bahwa pengelolaan Taman Nasional Komodo sudah berlangsung sangat baik setelah mendengar penjelasan yang disampaikan oleh perwakilan Balai Taman Nasional Komodo selama kurang lebih 45 menit lamanya. Rombongan juga mempelajari bahwa berbagai kebijakan yang diberlakukan semata untuk mendukung peningkatan multiplier effect ekonomi masyarakat di Kabupaten Manggarai Barat. Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jawa Timur berharap agar sistem pengelolaan yang berlaku tetap dipertahankan dan terus disempurnakan, utamanya dengan membuat berbagai usulan program yang dapat mendukung penguatan UMKM kecil dan menengah di dalam dan sekitar kawasan Taman Nasional Komodo. Informasi yang diperoleh dari Balai Taman Nasional Komodo akan menjadi informasi pembanding bagi rombongan DPRD Provinsi Jawa Timur untuk mungkin dimodifikasi atau disempurnakan pelaksanaannya di lingkup wilayah Provinsi Jawa Timur. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Mahasiswa Manajemen Destinasi Pariwisata Politeknik Pariwisata NHI Bandung - Yudha Pamungkas (+6282210465828) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.Sc. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6281138290000)

Menampilkan 1.425–1.440 dari 2.311 publikasi