Minggu, 31 Mei 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Silaturahmi, Wujud Nyata Bangun Komitmen Dengan Tokoh Masyarakat

Lubuk Kembang Bunga, 6 Oktober 2022. Tim piket penjagaan hutan alam Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) bersilaturahmi ke Kantor Desa Air Hitam, Ukui, Pelalawan, Selasa (4/10). Silaturahmi dilakukan, sebelum melakukan piket penjagaan untuk berkoordinasi terkait kegiatan penjagaan hutan alam TN Tesso Nilo. Kedatangan petugas disambut langsung oleh Kepala Desa Air Hitam Bapak Tansi Sitorus. Kepala Desa Air hitam dan petugas membahas upaya penyelamatan hutam alam serta permintaan dukungan dari pihak pemerintahan desa dalam pelaksanaannya. Kepala Desa Air Hitam menyambut baik maksud kedatangan para petugas dan mendukung kegiatan pengelolaan yang dilakukan petugas Balai TN Tesso Nilo. Kelestarian hutan TN Tesso Nilo tidak dapat dilakukan tanpa dukungan masyarakat sekitar kawasan. Petugas dan masyarakat merupakan ujung tombak bagi pelestarian hutan TN Tesso Nilo. Kawasan hutan alam merupakan milik masyarakat dan negara, kerusakan hutan akan berdampak terhadap masyarakat sendiri, untuk itu kesadaran dan dukungan dari masyarakat sangat dibutuhkan. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Catatan Penilaian KRKB Gembira Loka

Yogyakarta, 5 Oktober 2022. Akhir September 2022 yang lalu, Kebun Raya Kebun Binatang (KRKB) Gembira Loka atau yang cukup dikenal dengan Gembira Loka Zoo (GL Zoo) menerima kunjungan penting tim penilai lembaga konservsi (LK) yang terdiri dari unsur akademisi, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Kementerian Pertanian dan Kementerian Pariwisata. Tim Penilai LK ini telah dikukuhkan melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal KSDAE Nomor SK.132/KSDAE/KKHSG/KSA.2/6/2022 dengan jumlah anggota 11 (sebelas) orang dan beberapa diantaranya adalah Prof. Ani Mardiastuti dari IPB, Prof Gono Semiadi dari BRIN, Kasubdit Pengawetan Spesies dan Genetik Badi'ah, S.Si., M.Si., dan tim yang berasal dari Kementerian Pariwisata serta Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Tim Penilai LK GL Zoo ini melakukan penilaian secara langsung di komplek GL Zoo pada tanggal 23 – 25 September 2022. Turut serta dalam pendampingan penilaian LK GL Zoo personil Balai KSDA Yogyakarta meliputi Kepala Seksi Konservasi wilayah I – Untung Suripto dan beberapa personil lingkup Balai KSDA Yogyakarta (PEH, Staf Pelayanan dan Perijinan serta dokter hewan). Penilaian LK GL Zoo mencakup penilaian terhadap 6 komponen yang meliputi : Komponen Administrasi dan Fasilitas Pengelolaan, Komponen Pengelolaan Satwa, Komponen Kesehatan Satwa, Komponen Fasilitas Pengunjung, Komponen Konservasi dan Pemberdayaan Masyarakat, Komponen SDM, serta Komponen Keberlanjutan/Sustainability. Kegiatan penilaian LK diawali dengan pertemuan dan presentasi dari manajemen GL Zoo yang langsung disampaikan oleh Direktur GL Zoo - KMT. A. Tirtodiprojo dan dilanjutkan dengan penilaian lapangan oleh tim penilai dan tim pendamping penilaian LK. Pembagian tim dilakukan berdasarkan kriteria komponen penilaiannya. Setelah tahapan penilaian di lapangan selesai dilakukan, tim penilai dan pendamping melakukan wrap up/ pembahasan hasil penilaian lapangan secara tertutup untuk pembahasan lebih lanjut dan menyepakati hasil penilaian lapangan tersebut. Dihubungi secara terpisah, Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi menyampaikan hasil laporan yang disampaikan tim pendaping dari Balai KSDA Yogyakarta yang turut serta dalam tahap penilaian lapangan. “Saya sudah mendapatkan laporan dari tim pendamping LK dan secara umum dari hasil penilaian di lapangan menunjukkan, bahwa berdasarkan aspek-aspek komponen yang dinilai di GL Zoo ini mengalami peningkatan dibanding hasil penilaian sebelumnya.” kata M. Wahyudi. Lebih lanjut M. Wahyudi menjelaskan. “Meskipun demikian, masih ada beberapa catatan dari tim penilai yang perlu dilakukan peningkatan atau perbaikan oleh pengelola GL Zoo, diantaranya perbaikan mengenai data terkait satwa yang ada di pelaporan serta dokumen Rencana Kerja Lima Tahun (RKL) yang harus segera diajukan ke Balai KSDA Yogyakarta untuk mendapat pengesahan. jelas M. Wahyudi. Hasil penilaian LK ini bersifat rahasia sehingga hasil akhir penilaian LK nantinya akan disampaikan secara langsung melalui surat dari Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Sumber Daya Genetik (KKHSG). Sementara itu, hasil akreditasi terhadap LK GL Zoo akan ditetapkan melalui Keputusan Direktur Jenderal KSDAE. GL Zoo yang berlokasi di Yogyakarta ini merupakan salah satu aset potensial yang dapat diarahkan untuk mendukung salah satu wilayah Kawasan Strategi Pariwisata Nasional (KSPN) Superprioritas yakni Borobudur. Banyaknya kunjungan wisata ke GL Zoo baik itu kunjungan dari wisatawan domestik maupun mancanegara menjadi peluang bagi pengelola GL Zoo untuk pengembangan pengelolaan GL Zoo yang tidak hanya terbatas berorientasi pada skala domestik, akan tetapi juga mengarahkan orientasinya hingga skala internasional. Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini, GL zoo telah banyak melakukan pembenahan antara lain pembangunan kandang-kandang yang lebih baik yang didukung dengan peningkatan standar keamanannya. Sumber : Balai KSDA Yogyakarta Penanggung jawab berita: Kepala Balai KSDA Yogyakarta-Muhammad Wahyudi (HP 0852-4401-2365) Kontak informasi: Call center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449)
Baca Artikel

Kelompok Kemitraan Konservasi Banua Sio Belajar Pengolahan Ikan

Tanjung Lasa, 4 Oktober 2022. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) melakukan Pembinaan Kelompok Kemitraan Konservasi Banua Sio di Desa Tanjung Lasa wilayah kerja Resort Nanga Potan. Kelompok masyarakat Desa Tanjung Lasa mendapatkan akses kelola sumber daya alam dari dalam kawasan Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) melalui skema kemitraan konservasi. Narasumber dari Dinas Perikanan Kabupaten Kapuas Hulu, Provinsi Kalimantan Barat, Aries Nur Sejati, A.Md selaku Analis Pasar Hasil Perikanan pada Dinas Perikanan didatangkan dengan materi tentang pengolahan ikan pasca panen dan diverifikasi produk olahan ikan disampaikan seperti abon ikan, nugget ikan, sosis ikan, spring roll. Kegiatan ini dilakukan secara simultan untuk meningkatkan kapasitas kelompok dalam kelola usaha dan kelola kelembagaan kelompok. Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah I Mataso, Junaidi, S.Hut., M.Si., mengatakan, “Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tambahan bagi kelompok. Materi yang disampaikan diharapkan dapat memberikan pengetahuan baru bagi kelompok. Harapannya kelompok dapat berjalan dengan baik dan dapat menghasilkan produk yang nyata.” Kepala Seksi PTN Wilayah II Tanjung Kerja, Wahyu Setiyakusumo,SP., turut menambahkan, “Ketika bicara mencari ikan, bukan hal yang baru, namun ketika bicara produk masyarakat belum mengembangkan produk perikanan”. Potensi sumber daya perairan yang melimpah dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat jika diimbangi dengan pengetahuan dan keterampilan masyarakat. Kerjasama dari masyarakat dengan Balai Besar TaNa Bentarum sangat diperlukan untuk bahu membahu menjaga kawasan taman nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan begitu tujuan dari kerjasama dalam kemitraan konservasi dapat terwujud. Peserta pembinaan meliputi anggota Kelompok Kemitraan KonservasI Banua Sio, anggota kelompok rumah produksi Kasturi Bersatu Desa Tanjung Lasa, kawasan penyangga TNBK dan turut dihadiri oleh Sekretaris Desa Tanjung Lasa, Paulus, S.Pd. yang menyampaikan, “Terima kasih karena pihak Balai Besar TaNa Bentarum telah memberikan kesempatan bagi kelompok untuk terus meningkatkan kapasitasnya, yang kedepannya dapat membantu dalam pengembangan Desa Tanjung Lasa menjadi desa maju sesuai dengan IDM”. Selain menerima materi, peserta juga melakukan praktek dalam pembuatan nugget ikan. Damianus Liyah sebagai Ketua Kelompok mengatakan, “Kegiatan ini sangat bermanfaat dan membuka wawasan kami dalam pengembangan hasil perikanan dari kegiatan kemitraan konservasi”. Pengolahan produk menjadi penting dalam upaya meningkatkan nilai jual hasil perolehan ikan dalam pemanfaatan sumber daya perairan terbatas (jenis yang tidak dilindungi) di area kemitraan konservasi DAS Sibau Kawasan Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Artikel

Peranan Semua Pihak Sebagai Upaya Pengendalian Perubahan Iklim

Cibodas, 5 Oktober 2022. Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Penyadartahuan dan Peningkatan Kapasitas dalam Upaya Pengendalian Perubahan Iklim pada tanggal 3-4 Oktober 2022 di aula kantor Balai Besar. FGD dihadiri pejabat Eselon III dan IV, Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan (PEH), Polisi Kehutanan (POLHUT), dan Penyuluh Kehutanan (PK) lingkup BBTNGGP serta dibuka oleh Direktur Inventarisasi Gas Rumah Kaca dan Monitoring Pelaporan Verifikasi, Dirjen Pengendalian Perubahan Iklim yang diwakili Kepala Sub Direktorat Inventarisasi Gas Rumah Kaca dan Monitoring Pelaporan Verifikasi. Kepala Balai Besar TNGGP turut mendampingi bersama Kepala Sub Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Air, Panas Bumi dan Karbon Ditjen KSDAE, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. FGD ini sebagai langkah nyata meningkatkan pemahaman fungsional PEH, PK dan POLHUT BBTNGGP mengenai upaya pengendalian perubahan iklim Indonesia; meningkatkan kapasitas fungsional PEH, PK dan POLHUT dalam pendekatan data aktivitas bagi pengukuran tingkat emisi dan pengurangannya; dan menggali potensi aksi mitigasi pada Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dalam upaya pengarusutamaan perubahan iklim untuk mencapai target Nationally Determined Contribution (NDC). Kepala Balai Besar TNGGP, Sapto Aji Prabowo berpesan kepada pejabat fungsional, “Dengan mengikuti FGD Penyadartahuan dan Peningkatan dalam Upaya Pengendalian Perubahan Iklim ini harapannya masing-masing pejabat fungsional mengetahui dan memahami peranannya sebagai fungsional Pengendali Ekosistem Hutan, Polisi Kehutanan, dan Penyuluh Kehutanan pada wilayah kerjanya masing-masing” Materi dari narasumber dijelaskan bahwa salah satu upaya Pemerintah Indonesia dalam mencapai target Nationally Determined Contribution (NDC) adalah melalui terbitnya Perpres 98 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) dan pembangunan nasional rendah karbon. Komitmen yang ditetapkan nasional terhadap penanganan perubahan iklim berupa target pengurangan emisi GRK 29% adalah sebesar 834 juta ton CO2e, dengan target conditional (peningkatan dengan bantuan pihak luar) sampai dengan 41% adalah sebesar 1.166 juta ton CO2e pada tahun 2030. Target tersebut dicapai melalui aksi mitigasi dari 5 sektor meliputi energi, proses Industri dan Penggunaan Produk (IPPU), pertanian, kehutanan dan penggunaan lainnya, serta limbah. Sektor kehutanan secara khusus merupakan sektor yang berperan besar dalam berkontribusi bagi upaya penurunan emisi dan atau peningkatan serapan karbon, pengelolaan kawasan konservasi secara tidak langsung menjadi salah satu upaya Indonesia dalam mempertahankan cadangan karbon. Sejalan dengan hal tersebut, TNGGP merupakan salah satu kawasan konservasi potensial yang dapat mendukung dan berperan dalam hal pengarusutamaan pengelolaan perubahan iklim ditingkat tapak. Realita saat ini di daerah penyangga TNGGP terdapat satu desa dimana telah menjadi lokasi Program Kampung Iklim (Proklim) sejak Tahun 2012 yaitu Desa Gekbrong yang berada di wilayah kerja Resort Tegallega, Seksi PTN Wilayah Gedeh, Bidang PTN Wilayah I Cianjur. Kampung Proklim ini merupakan salah satu wujud nyata aksi dalam upaya melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan untuk melakukan penguatan kapasitas adaptasi terhadap dampak perubahan iklim. Peranan masing-masing jabatan fungsional di BBTNGGP diperlukan dukungan bimbingan teknis terkait mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Pentingnya pemahaman terkait pengendalian perubahan iklim bagi petugas lapangan yang nantinya bisa disebarluaskan ke masyarakat menjadi senjata utama dalam mendukung program pemerintah mengurangi emisi gas rumah kaca saat ini dan dimasa yang akan datang. Sebagai informasi peran Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dalam pengendalian perubahan iklim berupa pemantapan kawasan, perlindungan dan pengamanan kawasan, pemberdayaan masyarakat, pemulihan ekosistem, serta pemanfaatan jasa lingkungan. Beberapa peranan penting yang bisa dilakukan oleh fungsional PEH, POLHUT, dan Penyuluh Kehutanan untuk mendukung program diatas antara lain untuk fungsional PEH seperti pengelolaan kehati; pemulihan ekosistem yang dilakukan pada lahan kritis, dan pemulihan area pasca longsor dengan menanam jenis tumbuhan endemik; pengelolaan kegiatan pariwisata alam salah satunya melakukan kajian carrying capacity agar tidak terjadi over kunjungan dan menjadi mass tourism; pengelolaan areal rawan bencana alam dan pembuatan peta rawan bencana; penyadartahuan nasyarakat dan pengunjung wisata alam terkait perubahan iklim; serta pengelolaan sumberdaya air dan jasa lingkungan lainnya. Sedangkan pada fungsional Polisi Kehutanan berperan dalam upaya pengendalian perubahan iklim menurunkan deforestasi dan degradasi dengan melakukan kegiatan patroli, penanaman, dan melakukan penjagaan pada pintu wisata. Dang peran fungsional Penyuluh Kehutanan seperti melakukan sosialisasi dalam rangka penyadartahuan perubahan iklim kepada stakeholder di sekitar kawasan; pendampingan dalam rangka melaksanakan aksi mitigasi dan adaptasi, melalui kegiatan: identifikasi potensi sosek daerah penyangga; pembentukan kelembagaan/ kelompok masyarakat lainnya; peningkatan kapasitas kelompok; fasilitasi kegiatan pendukung mitigasi dan adaptasi perubahan iklim; pembentukan jaringan multi stakeholder dan mensinergikan program/ kegiatan terkait; serta monitoring dan evaluasi. Sumber : Agus Deni, S.Si. - Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Foto : Tim Publikasi BBTNGGP
Baca Artikel

Sinergi Untuk Maksimalkan Penanganan Tindak Pidana Bidang KSDAHE

Yogyakarta, 4 Oktober 2022. Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi didampingi Koordinator Polhut Balai KSDA Yogyakarta hadir dalam Rakernis Fungsi Reserse Kriminal Khusus bertemakan “Transformasi Penyidik yang Presisi Guna Mendukung Pemulihan Ekonomi Nasional di Wilayah DIY” di Aula Hotel Merapi Merbabu, Selasa (4/10/22). Rakernis ini dimaksudkan untuk menjalin silaturahmi dan sekaligus dalam rangka menyamakan presepsi dan memaksimalkan upaya-upaya guna mendukung pemulihan ekonomi nasional. Rakernis dibuka secara resmi oleh Kapolda D.I. Yogyakarta Irjen Pol Drs. Asep Suhendar, M.Si. dan turut dihadiri Pejabat Utama lingkup Polda DIY, Personel Ditreskrimsus Polda DIY dan Personel Satreskrim Kepolisian Resort Kota dan Kabupaten se-DIY. Wahyudi didaulat untuk menyampaikan materi terkait tindak pidana bidang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (KSDAHE). Melalui materi tersebut diharapkan dapat memberikan pemahaman kepada penyidik untuk mengetahui mengenai teknis penyidikan dan penanganan tindak pidana bidang KSDAHE. Selain itu penyidik juga diharapkan mampu mengerti dan memahami mengenai teknis dan taktik penyidikan dalam penanganan kasus-kasus yang berkaitan dengan tindak pidana bidang KSDAHE serta dapat mengerti dan memahami dengan jelas terkait mediasi yang dipersyaratkan dalam Undang-undang pada saat melakukan penanganan tindak pidana bidang KSDAHE. “Kejahatan Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) merupakan ancaman terhadap penurunan keragaman hayati di Indonesia. Di tingkat dunia omzet yang dihasilkan dari tindak perburuan/pemanfaatan illegal satwa liar dilindungi dapat mencapai angka $US 10-20 milyar pertahun atau keempat terbesar setelah bisnis narkoba, senjata dan trafficking. Sementara di Indonesia sendiri omzetnya dapat mencapai hingga 9 trilyun per tahun. Hal inilah yang selanjutnya membutuhkan adanya perhatian khusus dalam penanganan tindak kejahatan terhadap perburuan dan perdagangan illegal satwa liar tersebut.” kata M. Wahyudi. Lebih lanjut M. Wahyudi juga menyampaikan perlunya ada sinergisitas dalam penanganan tindak pidana bidang KSDAHE. “Penyelesaian kasus tindak pidana bidang KSDAHE memerlukan adanya kerjasama yang apik antara para pihak terkait. Selama ini kami dari Balai KSDA Yogyakarta telah menjalin kerjasama yang baik dengan para penyidik Polda DIY maupun penyidik-penyidik yang ada di Polres Kota dan Kabupaten di DIY untuk bersama-sama mengungkapkan berbagai kasus pelanggaran bidang KSDAHE yang ada di wilayah DIY ini. Dari data yang ada di BKSDA Yogyakarta banyak kasus yang telah ditangani bersama dengan aparat penegak hukum di DIY dalam kurun waktu tahun 2019 hingga 2022 sebanyak 27 kasus, dimana di tahun 2019 sebanyak 2 kasus, di tahun 2020 sebanyak 3 kasus, di tahun 2021 sebanyak 16 kasus dan di tahun 2022 ini sebanyak 6 kasus.” jelas. M. Wahyudi. Dukungan aparat penegak hukum dalam upaya pengamanan dan penegakan hukum terkait kegiatan Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah dikuatkan melalui Nota Kesepahaman antara Menteri LHK dengan Kepala Kepolisian Republik Indonesia, dan Nota Kesepahaman antara Menteri LHK dengan Panglima Tentara Nasional Indonesia, serta dukungan dari Kejaksaan Agung Republik Indonesia terhadap penanganan dan penyelesaian perkara terkait kejahtan satwa liar. Di wilayah DIY, kerjasama penegakan hukum bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah disepakati melalui penandatanganan Perjanjian Kersama antara Kepala Balai KSDA Yogyakarta dengan Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda DIY dan penandatanganan kerjasama antara Kepala Balai KSDA Yogyakarta dengan Direktur Kepolisian Perairan dan Udara Polda DIY terkait penanganan tindak pidana di bidang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem. Sebagai wujud apresiasi Polda D.I.Y, diakhir pemaparan Kepala Balai KSDA Yogyakarta, diserahkan cinderamata dari Polda DIY Kepada Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi. Sumber : Balai KSDA Yogyakarta Penanggung jawab berita: Kepala Balai KSDA Yogyakarta-Muhammad Wahyudi (HP 0852-4401-2365) Kontak informasi: Call center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449)
Baca Artikel

Launching 50 Desa Kreatif Kampar

Pekanbaru, 3 Oktober 2022 - Resort Bukit Rimbang Bukit Baling Balai Besar KSDA Riau mengikuti peresmian 50 Desa Kreatif Kampar dan 50 Desa Menuju Desa Kreatif untuk mendukung program Desa Ekowisata Ramah Anak dan Peduli Perempuan (DERAPP) Kampar di Desa Tanjung Belit, Kec. Kampar Kiri Hulu, Kab. Kampar, Sabtu (17/9). Selain peresmian Desa Eko Wisata, juga dilakukan pengecekan jalur intrapretasi serta wisata Batu Dinding. Rangkaian acara turut dihadiri rombongan Bupati Kampar, Anggota DPR RI Komisi V, Kepala Desa sekitar Bukit Rimbang Bukit Baling, ninik mamak dan masyarakat Kampar Kiri. Peresmian Desa Eko Wisata ini semoga dapat menjaga kearifan lokal, adat istiadat, dan hutan Suaka Margasatwa (SM) Bukit Rimbang Bukit Baling akan semakin terjaga serta desa yang tetinggal akan lebih sejahtera seiring meningkatnya ekowisata yang ada. Acara ditutup dengan makan bersama di masjid Desa Tanjung Belit dan hadirnya Menparekraf Sandiaga Uno yang menyapa melalui virtual. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Membahas Trayek Batas Kawasan Hutan Kabupaten Bengkalis

Pekanbaru, 3 Oktober 2022 - Kepala Seksi Wilayah III Balai Besar KSDA Riau, Maju Bintang Hutajulu bersama BPKH Wilayah XIX Riau, Dinas LHK Prov. Riau, Pemda Kab. Bengkalis, BPN Kabupaten Bengkalis dan Camat serta Kepala Desa terkait mengikuti Rapat Pembahasan Peta Trayek Batas Kawasan Hutan Kabupaten Bengkalis di hotel Horizon pada Jum'at, 16 September 2022. Pembahasan peta trayek batas kawasan hutan Kabupaten Bengkalis ini meliputi Batas Luar dan Batas Fungsi. Trayek batas luar yang akan dikerjakan terdapat pada kawasan Hutan Lindung (HL), Hutan Produksi Terbatas (HPT), Hutan Produksi Tetap (HP) dan Hutan Produksi Yang Dapat Dikonversi (HPK). Sedangkan Trayek batas fungsi yang akan dikerjakan yaitu terdapat pada kawasan SM PLG Sebanga (KSA), Hutan Produksi Terbatas (HPT) dan Hutan Produksi Tetap (HP). Pelaksanaan kegiatan tata batas sudah dimulai pada akhir September 2022 dan melibatkan seluruh pihak terkait. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Masyarakat Sejahtera Melalui Silvofishery

Tanjung Pura, 30 September 2022. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut) melakukan kegiatan Pelatihan Budidaya Perikanan dengan pola Silvofishery, Rabu (28/9) yang didukung oleh KfW Bankengruppe Jerman. Pelatihan ditujukan kepada masyarakat Kelompok Tani Hutan (KTH) Harapan Indah, perwakilan KTH Tumbuh Subur, KTH Indah Bersama dan KTH Mangroves Sejatera yang diikuti sebanyak 30 orang di kantor Desa Karya Maju, Pelatihan silvofishery ini guna meningkatkan kapasitas masyarakat sekitar kawasan melalui budidaya ikan dengan teknik empang parit dengan memanfaatkan sungai/paluh di dalam kawasan tanpa merusak tutupan hutan. Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari akademisi dan praktisi yaitu Dr. Meilinda Suriani (Yayasan Gajah Sumatera/dosen di Unimed) dan Agung Sugiarta, S.Sos. MMA, (Penyuluh Perikanan Lapangan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Langkat). Berdasarkan tipologi areal kemitraan konservasi budidaya ikan jenis Nila Sultana dan Udang Galah. Budidaya kedua jenis ini hasilnya akan optimal apabila dikombinasikan dengan budidaya tanaman mangrove sebagai habitat dan tempat berpijah ikan dan udang dengan biaya operasional yang lebih rendah apabila dibandingkan dengan pola intensif. Sumber : Ainy Amelya Utami, S.Hut., - Penyuluh Kehutanan Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Mengenal Flora Fauna TWA Sungai Dumai

Pekanbaru, 3 Oktober 2022 - SMA Muhammadiuah Dumai bersama dua guru pendamping menyambangi Taman Wisata Alam (TWA) Sungai Dumai, Selasa (20/9). Petugas Seksi Konservasi Wil. (SKW) IV Dumai Balai Besar KSDA melakukan pendampingan dengan kegiatan pembelajaran tentang flora dan fauna. Para pelajar terlihat amat antusias setelah mereka menemukan berbagai jenis flora dan fauna di kawasan konservasi tersebut. Mereka belajar menganalisis kondisi hutan di TWA Sungai Dumai, seperti faktor persebaran flora fauna. TWA Sungai Dumai merupakan hutan yang memiliki salah satu bioma dengan berbagai jenis flora dan faunanya. Jenis flora yang ditemukan antara lain pandan duri, resam (urajiro), jahe spiral, pulai, lathraea (sejenis tanaman parasit) dan beberapa tanaman lainnya. Sedangkan fauna menarik yang ditemukan adalah monyet dan tupai. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Patroli Bersama Amankan CA Pulau Berkey

Pekanbaru, 3 Oktober 2022 - Staf Seksi Konservasi Wilayah (SKW) IV, Resort Dumai Balai Besar KSDA Riau, petugas KPH Dumai dan Bagan Siapi-api secara bersama sama melakukan patroli pengamanan Cagar Alam (CA) Pulau Berkey, Kec. Bangko, Kab. Rokan Hilir, Rabu (14/9). Patroli pengamanan ini berdasarkan adanya informasi pembukaan lahan di kawasan konservasi tersebut dan ditemukan adanya tanda batas patok/klaim kawasan mengunakan cat pilok di beberapa titik. Diduga patok tersebut dilakukan oleh kelompok masyarakat dan sudah sampai masuk ke dalam kawasan. Selain itu, Tim juga menemukan adanya tanda batas dengan ukuran rintisan, pancang kayu dan tanaman kelapa sebagai tanda di beberapa titik namun tidak ditemukan adanya aktifitas masyarakat di lokasi tersebut. Berdasarkan laporan, beredar informasi di masyarakat adanya lahan APL yang berbatasan dengan kawasan CA Pulau Berkey, kemudian beberapa kelompok masyarakat dari Kec. Bangko yaitu Kel. Bagan Barat, Bagan Punak Meranti dan Serusa menandai lokasi tersebut untuk diklaim. Tim juga menemukan beberapa rel illegal logging namun tidak ada aktifitas baru di lokasi. Semua temuan tersebut dilakukan perusakan, pencabutan tanda batas yang berada di dalam kawasan CA Pulau Berkey dan alat kegiatan illegal logging dimusnahkan. Terakhir, petugas berkoordinasi dengan pihak Kelurahan Bagan Barat agar mensosialisasikan kepada masyarakat untuk tidak melakukan perambahan dan pengklaiman kawasan di CA Pulau Berkey. Jika masih dilakukan maka sanksi hukum akan diberlakukan. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Mahasiswa UIN Sumatera Utara Lesehan Ilmiah di TWA Sibolangit

Sibolangit, 30 September 2022. Sebanyak 141 orang mahasiswa didampingi 9 orang dosen pembimbing dari Himpunan Mahasiswa Program Studi Tadris Biologi (HMP-TBIO) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara menyambangi Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit pada Kamis, 29 September 2022, dalam rangkaian kegiatan Lesehan Ilmiah. Lesehan ilmiah ini merupakan kegiatan yang dilakukan Program Studi Tadris Biologi Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan setiap tahunnya berupa kegiatan observasi atau pengamatan langsung keanekaragaman hayati jenis tumbuhan dan satwa yang ada di Taman Wisata Alam Sibolangit. Pemandu mengenalkan kepada mahasiswa berbagai jenis tingkatan tumbuhan serta berbagi pengetahuan tentang ekosistem hutan dan manfaat sumber daya alam. Tentunya dengan pembelajaran ini akan menambah ilmu pengetahuan bagi mahasiswa melengkapi pengetahuan yang diperoleh di perkuliahan. Diakhir kunjungan M. Rizki Nasution selaku ketua Panitia mengharapkan mahasiswa semakin mengenal dan meningkatnya pengetahuan tentang hutan dan tumbuhan. Kedepannya juga ikut berperan dalam kegiatan berhubungan dengan konservasi sumber daya alam dan lingkungan. TWA Sibolangit merupakan salah satu kawasan konservasi dibawah pengelolaan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara, dengan Luas 24,85 ha menjadi lokasi pilihan terdekat para pelajar maupun mahasiswa dari kota Medan dan sekitarnya dalam mengenal hutan konservasi beserta ekosistemnya. Seperti yang dilakukan oleh mahasiswa program studi Tadris Biologi UIN dengan menyusuri jalur intepretasi yang menjadi agenda utama kunjungan, dengan dipandu langsung oleh petugas Resort CA/TWA Sibolangit dan anggota Kelompok Sadar Wisata (Pokdawis) Wisata Alam Sibolangit. Sumber : Samuel Siahaan, SP. – PEH Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

PDKT, Wujud Tak Kenal Lelah Bangun Komitmen Dengan Masyarakat

Lubuk Kembang Bunga, 3 Oktober 2022. Kepala Resort Air Hitam Bagan Limau, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Lubuk Kembang Bunga (LKB), Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Ahmad Gunawan, S.Hut kembali lakukan pendekatan langsung kepada masyarakat sekitar kawasan TN Tesso Nilo, Sabtu (24/9). Pendekatan tersebut tepatnya dilakukan di Desa Bagan Limau, Ukui, Pelalawan dengan pertemuan bersama masayarakat di Balai Desa Bagan Limau. Kepala Resort dan masyarakat berdiskusi dua arah mengenai pergerakan dan program yang telah dilakukan bersama selama kurun waktu beberapa tahun belakang. Masyarakat menyambut hangat maksud dari pertemuan dan saling menyampaikan komitmen mendukung petugas dalam melestarikan kawasan hutan. “Upaya membangun komitmen tidak boleh berhenti meski beberapa orang masih belum bisa percaya, bahkan tak mungkin mau percaya. Ikhtiar harus terus berlanjut, pada saatnya hanya waktulah yg bisa menjelaskan semua” terang Kepala Resort optimis. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Balai TN Tesso Nilo Ajak Masyarakat Mengenal Kemitraan Konservasi

Ukui, 3 Oktober 2022. Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) menghelat sosialisasi pengelolaan TN Tesso Nilo guna penyelamatan hutan alam dan upaya kemitraan konservasi masyarakat sekitar TN Tesso Nilo. Sosialisasi digelar di kantor Kecamatan Ukui, Pelalawan, Kamis (29/9). Pada sosialisasi ini perwakilan desa - desa yang turut hadir menyampaikan komitmen untuk mendukung program dari Balai TN Tesso Nilo untuk mempertahankan hutan alam seluas sekitar 13.000 Ha. Narasumber menyampaikan mekanisme penyelesaian kegiatan terbangun dalam kawasan hutan konservasi melalui mekanisme Undang-Undang Cipta Kerja dan mekanisme pelaksanaan kemitraan konvservasi dalam rangka pemulihan ekosistem. Masyarakat dengan persyaratan tertentu menyepakati perjanjian kerjasama dengan Balai TN Tesso Nilo untuk melaksanakan penanaman kawasan terbuka TN Tesso Nilo dengan tanaman hutan/kehidupan seperti jengkol,durian, petai, manggis, kemiri, alpukat, matoa, pinang, tampui, dan aren. Penanaman dilakukan dengan metode heterokultur (dalam satu lokasi ditanam semua jenis). Kepala Balai TN Tesso Nilo juga mengajak seluruh unsur dan tokoh masyarakat yang hadir untuk menyamakan persepsi terkait program-program penyelamatan hutan yang nantinya akan dilakukan secara bersama-sama. Selain itu, ajakan Kepala Balai juga untuk menjaga keutuhan hutan alam TN Tesso Nilo, dan menjadi agen penyebaran informasi kepada masyarakat-masyarakat lainnya untuk tidak melakukan aktifitas-aktifitas yang melanggar hukum dan undang-undang di dalam kawasan TN Tesso Nilo. Sosialisasi ini turut dihadiri Camat Ukui, Kabag Ops Polres Pelalawan, Kapolsek Ukui, Danramil Pangkalan Kuras, Kepala Desa Air Hitam, Kepala Desa Bagan Limau dan Kepala Desa Lubuk Kembang Bunga serta masyarakat tokoh adat maupun bathin desa sekitar kawasan. Kepala Balai TN Tesso Nilo Bapak Heru Sutmantoro, S.Hut, M.M, memimpin sosialisasi sekaligus menjadi nara sumber bersama Anggota DPRD Bapak Sunardi, S.H dan Bapak Parji, Kapolsek Ukui Bapak Tatit Rizkyan, serta Kabag Ops Polres Bapak Kompol Lagomo A. Md. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Menilai Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi Dengan Metode METT

Makassar, 29 September 2022 – Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan melakukan penilaian efektivitas pengelolaan terhadap 7 (tujuh) kawasan konservasi (Cagar Alam Kalaena, Cagar Alam Faruhumpenai, Cagar Alam Ponda-ponda, Taman Wisata Alam Danau Mahalona, Taman Wisata Alam Danau Towuti, Taman Wisata Alam Danau Matano, dan Taman Wisata Alam Cani Sirenreng) dengan Metode METT (Management Effectivenes Tracking Tools) di Arthama Hotels–Makassar tanggal 29-30 September 2022. Efektivitas pengelolaan kawasan konservasi perlu dinilai guna menentukan rencana tindak lanjut pengelolaan. Salah satu metode yang dikembangkan dan telah digunakan oleh berbagai negara di dunia adalah Management Effectiveness Tracking Tool (METT). Penilaian efektivitas pengelolaan kawasan konservasi juga penting untuk mengidentifikasi prioritas dan alokasi sumber daya untuk mencapai tujuan pengelolaan serta mendukung terlaksananya akuntabilitas dan transparansi pengelolaan kawasan konservasi kepada publik. Direktur Pengelolaan Kawasan Konservasi, Ir. Jefry Susyafrianto, MM dalam sambutannya melalui video conference menyampaikan beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam penilaian yakni: tidak terjebak pada capaian target nilai, didasarkan fakta lapangan, verifier penilaian harus kuat, menghindari subyektivitas dan rekomendasi rencana tindak lanjut diakomodir dalam anggaran berikutnya. Kemudian Jefry juga memaparkan materi mengenai “Kebijakan Pengelolaan Kawasan Konservasi” sebelum peserta melanjutkan sesi diskusi dan self assessment. Kegiatan diikuti personil yang bertugas di Kantor Balai Besar KSDA/ Bidang KSDA Wilayah/ Seksi Konservasi Wilayah/ Resort Lingkup Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, Kepala Desa/ Tokoh Masyarakat, Pemerintah Daerah, LSM, dan Akademisi dengan jumlah peserta sebanyak 40 (empat puluh) orang. Dimana nantinya hasil penilaian efektivitas pengelolaan kawasan konservasi akan memberikan gambaran tentang kondisi kawasan korservasi terkini yang akan berpengaruh terhadap kebijakan terkait pengelolaan kawasan dimasa yang akan datang. “Kegiatan pada hari ini diharapkan dapat memberikan pemahaman bagi para peserta sehingga dapat memberikan penilaian kawasan konservasi secara objektif, transparan, partisipatif, regular, independent, intropeksi dan adanya sharing knowledge”, ujar Ir. Jusman Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan. Hal tersebut sejalan dengan tujuan kegiatan untuk memastikan bahwa pemangku kawasan memiliki standar dan keseragaman pemahaman dalam melakukan penilaian terhadap efektivitas pengelolaan kawasan konservasi. Sehingga hasil dari penilaian yang dilakukan dapat dipertanggungjawabkan dan selaras dengan hasil penilaian yang dilakukan oleh pemangku kawasan lainnya ataupun penilaian di masa mendatang. Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (Siaran Pers Nomor : SP.37/K.8/TU/Humas/09/2022) Call Center BBKSDA Sulsel: 08114600883
Baca Artikel

Grand Launching Desa Wisata Tondongkura, Perpaduan Culture and Conservation

Makassar, 27 September 2022 – Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, Ir. Jusman menghadiri Grand Launching Desa Wisata Tondongkura di Wisata Puncak Tondong Karube Desa Tondongkura, Kecamatan Tondong Tallasa, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Selasa (27/9). Konsep Desa Wisata Tondongkura bertemakan Culture and Conservation dengan rangkaian kegiatan pelepasan burung dan penyerahan penghargaan konservasi mendukung pelestarian tumbuhan dan satwa liar. Bupati Pangkajene dan Kepulauan H. Muhammad Yusran Lalogau, S.Pi., M.Si. secara resmi membuka kegiatan yang juga dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan dan Kepariwisataan Sulawesi Selatan, Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, Kepala KPH Bulusaraung, Forkompinda Kabupaten Pangkep, Jajaran OPD Kabupaten Pangkep dan FFI Project Sulawesi Selatan. Desa wisata Tondongkura dikembangkan dengan konsep agrowisata, ekologi dan kebudayaan serta konservasi alam dengan kegiatan pelepasliaran burung jenis Elang Paria (Milvus migrans), Opior Sulawesi (Lophozosterops squamiceps), Kacamata Sulawesi (Zosterops anomalus) dan Cucak Kutilang (Pycnonatus aurigaster). Penghargaan konservasi diberikan langsung oleh Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan kepada Bupati Pangkajene dan Kepulauan (H. Muhammad Yusran Lalogau, S.Pi., M.Si) dan Kepala Desa Tondongkura (Muhammad Ikhlas, S.Pd) karena telah mendukung upaya pelestarian tumbuhan dan satwa liar. Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan dalam sambutannya menyampaikan, “Tarsius berpotensi sebagai obyek wisata minat khusus terutama bagi wisatawan mancanegara. Pengamatan Tarsius yang aktif pada malam hari dapat menjadi paket wisata dengan tour guide dari masyarakat desa setempat”. Penyampaian Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Ir. Jusman terkait potensi wisata minat khusus sejalan dengan tujuan dari pengembangan desa wisata. Dimana memberdayakan masyarakat agar dapat berperan sebagai pelaku langsung serta meningkatkan kesiapan dan kepedulian dalam menyikapi potensi pariwisata atau lokasi daya tarik wisata di wilayah masing-masing desa adalah tujuan awal pengembangan desa wisata (https://digitaldesa.id/artikel/apa-itu-desa-wisata,20 Mei.2021). Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan - SIARAN PERS Nomor : S.35/K.8/TU/Humas/09/2022 Call Center BBKSDA Sulsel: 08114600883
Baca Artikel

Merajut Asa Masyarakat CA Gunung Kentawan di Pegunungan Meratus

Loksado, 22 September 2022 – Desa Lumpangi dan Desa Hulu Banyu di Kecamatan Loksado merupakan desa yang menjadi penyangga dari kawasan Cagar Alam (CA) Gunung Kentawan. CA Gunung Kentawan mempunyai luas 246 hektar merupakan bagian dari kawasan pegunungan Meratus, yaitu kawasan hutan primer yang tersisa yang letaknya membelah Provinsi Kalimantan Selatan. Kedua desa tersebut merupakan gambaran umum dari mayoritas desa yang berada di sekitar kawasan konservasi yang masih terbatas dalam berbagai akses kehidupan guna menopang kesejahteraan mereka. Mayoritas penduduk dari kedua desa tersebut bermata pencaharian dibidang pertanian dan perkebunan dengan komoditas utamanya adalah pertanian padi musiman, perkebunan karet, kayu manis, jengkol, bambu lokal dan buah-buahan lokal. Mengingat pentingnya keberadaan masyarakat sebagai “mitra” dalam menjaga kelestarian kawasan CA Gunung Kentawan dan guna meningkatkan ekonomi dan pendapatan masyarakat di kedua desa tersebut, Balai KSDA Kalimantan Selatan melakukan pembinaan dan penyerahan bantuan pengembangan/peningkatan usaha ekonomi kelompok masyarakat Desa Lumpangi dan Desa Hulu Banyu. Pembinaan dan penyerahan bantuan ini diserahkan langsung oleh Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan, Bapak Dr.Ir.H.Mahrus Aryadi, M.Sc didampingi oleh Kepala SKW I Pelaihari Ibu Mirta Sari, S.Hut, M.P, Kepala Resort Banua Anam Bapak Suhindra, S. H dan tim. Dalam sambutannya Kepala Balai mengingatkan akan pentingnya menjaga kawasan konservasi dan agar menggunakan dana bantuan pemberdayaan masyarakat dengan bijak. “Keberadaan kawasan konservasi ini sangat penting untuk kita jaga bersama sebagai habitat flora dan fauna. Rumah bagi satwa dan tumbuhan yang sudah mulai langka” ucapnya. “Dari segi nilai ekonomi memang tidak berdampak langsung, namun keberadaan Macan Dahan, Elang dan yang lainnya yang merupakan Top Predator juga berfungsi sebagai pengendali populasi didalam rantai makanan, yang jika tidak dikendalikan Top Predator tersebut maka dapat terjadi lonjakan populasi dan manjadi hama bagi warga” lanjutnya. “Harapan kami bantuan yang akan diberikan ini dapat menjadi penggerak ekonomi bagi masyarakat, untuk itu saling membantu dan kompak adalah kunci keberhasilan dari program pemberdayaan ini. Kepada Kepala Resort Banua Anam dan staff Resort kiranya dapat berkoordinasi dengan Dinas pertanian atau penyuluh pertanian setempat agar dapat mendampingi kelompok binaan kita. Karena pendampingan itu perlu dilakukan secara rutin kepada kelompok.” Tutupnya. Kegiatan pembinaan dan penyerahan bantuan tersebut turut dihadiri pula oleh Camat Loksado, Kapolsek Loksado, Perwakilan Koramil Loksado, Kepala Desa Lumpangi dan Kepala Desa Hulu Banyu. “Kami sangat mendukung kegiatan ini, terutama dalam hal menjaga kawasan hutan konservasi. Penyerahan bantuan ini merupakan salah satu bentuk perhatian dan penghargaan kepada masyarakat, sehingga upaya kita untuk bahu-membahu dalam menjaga kawasan konservasi ini dari ancaman dan gangguan-gangguan seperti kebakaran hutan dapat kita antisipasi bersama.” Ujar Bapak Ipda Ardiyansyah M., S.H selaku Kapolsek Loksado. Bapak Ahmad Busairi selaku Camat Loksado juga sangat mengapresiasi kegiatan pembinaan dan penyerahan bantuan ini. “Terima kasih kepada Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan. Pembinaan dan penyerahan bantuan ini merupakan i’tikad baik untuk membantu masyarakat dan menjadi salah satu solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat” ucapnya. “Diakhir bulan September ini akan ada Musrembang, harapan kami Kepala Desa dapat mengundang dari kelompok tani ini, sehingga dapat menyampaikan usulan-usulan dalam rangka mendukung kegiatan kelompok.”tambah Pa Camat. Pembinaan dan penyerahan bantuan ini merupakan kelanjutan dari program tahun sebelumnya yang bertujuan untuk mengembangkan usaha ekonomi masyarakat. Bapak Nasuhani selaku ketua kelompok tani hutan (KTH) “Kentawan Jaya” dengan program budi daya lombok mengungkapkan bahwa program pemberdayaan dari BKSDA Kalimantan Selatan sangat membantu masyarakat dalam meningkatkan ekonomi. “Alhamdulillah bantuan dari BKSDA Kalimantan Selatan sangat membantu kami. Pemberdayaan masyarakat dengan program budidaya lombok sudah mulai menampakkan hasil. Perorang kami kurang lebih sekarang panen 15 Kg perminggu dengan keuntuntungan kotor dapat mencapai satu juta perminggunya.” Ucapnya. “Dengan adanya bantuan lanjutan ini akan kami gunakan untuk mengembangkan budidaya lombok yang sudah berjalan ini.”tutup Anang. Setelah acara pembinaan dan penyerahan bantuan, tim kemudian melakukan kunjungan ke lokasi pembudidayaan milik kelompok, guna melihat budidaya yang dilakukan oleh kelompok. Salam Konservasi !!! (ryn) Sumber : Badrul Arifin, S.Hut - PEH SKW I Pelaihari Balai KSDA Kalimantan Selatan Doc. by : Akhmad Fauzan, S.Hut (Kepala Resort SM Pelaihari, SKW I Pelaihari)

Menampilkan 1.409–1.424 dari 2.311 publikasi