Minggu, 31 Mei 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Pengukuhan DWP UPT KLHK Riau

Pekanbaru, 14 Oktober 2022 – Dharma Wanita Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) hadiri dan ikuti pengukuhan pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) UPT KLHK Provinsi Riau di Balai Besar KSDA Riau, Pekanbaru. Acara dihadiri langsung oleh Ibu ketua DWP Provinsi Riau, Ibu Sekda Prov Riau. Acara pengukuhan pengurus ini dilakukan setelah sebelumnya mengadakan pemilihan kepengurusan DWP UPT KLHK Provinsi Riau tahun 2019-2024 pada tanggal 9 September 2022 di kantor Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sumatera, Pekanbaru. Turut dikukuhkan pula Ketua Dharma Wanita Balai TN Tesso Nilo, Ibu Sri Wahyuningsih yang akan menjabat sebagai Wakil Ketua 2 DWP UPT KLHK Provinsi Riau periode tahun 2019-2024. Balai TN Tesso Nilo mengucapkan selamat atas pengukuhan pengurus baru DWP UPT KLHK Provinsi Riau periode tahun 2019-2024. Pengukuhan pengurus baru diharapkan dapat membawa DWP UPT KLHK Provinsi Riau menjadi semakin jaya. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Paok Laus , Burung Kriptik Penghuni Lantai Hutan Tambora

Bima, 18 Oktober 2022. Taman Nasional Tambora merupakan kawasan hutan yang menjadi rumah bagi berbagai jenis burung. Burung-burung di tambora dijumpai dari wilayah dataran rendah hingga dataran tinggi. Ekosis tem hutan yang beragam menyediakan ruang hidup untuk berbagai jenis burung. Salah satu jenis burung yang dapat dijumpai di Hutan Tambora adalah Paok Laus (Pitta elegans). Paok Laus (Pitta elegans) adalah spesies burung passerine dalam keluarga Pittidae. Jenis ini merupakan burung endemik di Indonesia, di mana ia ditemukan di Kepulauan Sunda Kecil (Nusa Tenggara) dan Maluku. Paok Laus dideskripsikan dan diilustrasikan oleh ahli zoologi Belanda Coenraad Jacob Temminck pada tahun 1836 dari spesimen yang dikumpulkan di pulau Timor. Paok laus kadang dimasukkan sebagai subspesies dari pitta India (P. brachyura), pitta berisik (P. versicolor) atau pitta bersayap biru (P. moluccensis). Habitat alami Paok Laus (P. elegans) adalah hutan tropis kering dan hutan tropis lembab dataran rendah. Di hutan tambora jenis ini banyak di jumpai di hutan musim yang berada di wilayah Dorocanga. Biasanya terdengar suara pada hutan-hutan yang berada di pinggir savanna atau lembah-lembah yang terdapat banyak semak dan pohon. Burung ini aktif di pagi dan sore hari. Sering di jumpai di semak-semak dan lantai hutan. Perlu kejelian dan kesabaran untuk dapat menjumpai jenis ini dan mendokumentasikannya. Paok Laus (Pitta elegans) memiliki panjang 19 cm dan berat 47–77 g. Jenis ini memiliki kepala, tenggorokan, dagu dan leher berwarna hitam dengan garis mahkota yang berwarna kuning keemasan. Bagian atas tubuh berwarna hijau tua, begitu juga sebagian besar sayap, juga memiliki tambalan biru tosca cerah di bagian bawah. Pantat berwarna biru kehijauan dan ekornya hitam dengan ujung hijau. Bagian bawahnya sebagian besar adalah kuning kecoklatan, dengan bagian tengah berwarna hitam dengan tambalan merah di bawahnya. Keberadaan Jenis ini dapat menjadi daya tarik bagi para pengamat burung. Jenis ini dapat menjadi objek foto bagi para pengamat baik dari dalam negeri atau wisatwan mancanegara. Dengan adanya wisata birdwatching ini diharapkan pelestarian dan keberadaan burung ini dapat terus dipertahankan. Sumber : Balai Taman Nasioal Tambora
Baca Artikel

Kebersamaan Keluarga Besar Perwita Wana Kencana

Pekanbaru, 14 Oktober 2022 – Dharma Wanita Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) hadiri giat serah terima jabatan pengurus sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun ke 76 Perwita Wana Kencana di Balai Besar KSDA Riau, Pekanbaru. Mengusung tema “Kebersamaan Keluarga Besar Lingkungan Hidup dan Kehutanan”, serah terima jabatan dilakukan oleh pengurus Perwita Wana Kencana Daerah Riau periode tahun 2015 – 2020 kepada pengurus Perwita Wana Kencana periode tahun 2021 – 2024. Setelah melakukan serah terima jabatan pengurus, pemotongan tumpeng dilakukan untuk memperingati hari ulang tahun Perwita ke-76. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

PLN Realisasikan PKS di Tahun Pertama

Torganda, 17 Oktober 2022. Balai Besar KSDA Sumatera Utara yang dipimpin Kepala Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan, Gunawan Alza, S.Hut., melakukan monitoring hasil pelaksanaan kegiatan kerjasama tahun pertama dengan PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Utara di Desa Torganda, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhan Batu Selatan, pada Jumat, 7 Oktober 2022 untuk mengetahui sejauhmana perkembangan (realisasi) dari PKS tersebut, khususnya mengacu kepada Rencana Kegiatan Tahun (RKT) I. Sebelumnya antara Balai Besar KSDA Sumatera Utara dengan PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Utara telah sepakat untuk melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang tertuang dalam surat Nomor : PKS.3501/K.3/TU/PK/7/2021 dan Nomor : 0076.PJ/SDM.08.04/C08000000/2021 tanggal 26 Juli 2022 tentang Pembangunan Strategis Yang Tidak Dapat Dielakkan Berupa Pembangunan Jaringan Listrik Hantaran Udara Tegangan Menengah dan Hantaran Udara Tegangan Rendah di Dusun Sumber Sari I dan Dusun Sumber Sari II Desa Torganda Kecamatan Torgamba Kabupaten Labuhan Batu Selatan di Taman Wisata Alam Holiday Resort. Hasil dari monitoring diletahui bahwa PLN telah merealisasikan pemasangan tiang listrik beton yang terdiri dari tiang listrik 9 meter sebanyak 67 batang dan tiang listrik 12 meter sebanyak 103 batang. Selain itu, juga telah direalisasikan pembangunan jaringan hantaran udara tegangan menengah (HUTM) sepanjang 4,98 kms, jaringan hantaran udara tegangan rendah (HUTR) khusus sepanjang 3,148 kms dan jaringan hantaran udara tegangan rendah (HUTR) numpang sepanjang 4,350 kms. Dan untuk pemasangan trafo sudah direalisasikan sebanyak 4 unit. Disamping pembangunan jaringan listrik, PLN juga memberikan /menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat melalui Kelompok Tani Sumber Jaya Berseri sebesar Rp. 15 juta untuk pembuatan kolam ikan gurami, kolam ikan lele jumbo, kolam ikan lele serta pengadaan bibit ikan gurame, lele jumbo dan lele. Dan terakhir, dukungan serta bantuan terhadap pihak pengelola kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Holiday Resort, diwujudkan dalam bentuk pemeliharaan visitor center, maupun pengadaan beberapa sarana prasarana untuk TWA Holiday Resort berupa : tendon air, speaker bluetooth dan TV Samsung 32 inci. Sumber : Evansus Renandi Manalu – Analis Data Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Berkolaborasi Kerja Nyata Dengan Generasi Muda Rimbawan

Martelu Purba, 14 Oktober 2022. Bicara tentang perguruan tinggi pasti tak lepas dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu : Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan serta Pengabdian Kepada Masyarakat. Ketiganya menjadi poin penting dalam mewujudkan visi dari perguruan tinggi. Dalam melaksanakan tri dharma perguruan tinggi ini, sebanyak 19 orang mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) melaksanakan program Magang Bersertifikat, Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Balai Besar KSDA Sumatera Utara, khususnya di wilayah kerja Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar. Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan Universitas Sumatera Utara Nomor : PKS.6/SETJEN/ROCAN/SET.1/5/2022 tanggal 18 Mei 2022 tentang Pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi Dalam Pembangunan Lingkungan Hidup. Kehadiran 19 orang mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) ini disambut Kepala Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar, Seno Pramudito, S. Hut., M.E. dan Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Kisaran, Alfianto Luat Siregar, S.Hut., M.T., M.PP. pada Rabu, 12 Oktober 2022, dengan memberi pembekalan informasi awal tentang tugas pokok dan fungsi Balai Besar KSDA Sumatera Utara serta pengenalan kawasan di wilayah kerja Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar. Keesokan harinya, Kamis 13 Oktober 2022, peserta magang didampingi Kepala Resort Cagar Alam (CA) Martelu Purba melakukan orientasi lapangan dan beraudiensi dengan Lurah Kelurahan Tigarunggu serta Camat Purba. Usai audiensi, bertempat di kantor Resort CA Martelu Purba dilakukan diskusi pelaksanaan kegiatan sensus pohon yang dimulai dengan pembuatan tally sheet, pelatihan menggunakan hagameter, labeling dan pembagian tim sensus. Kegiatan magang ini masih terus berlanjut, diharapkan peserta mendapatkan pengetahuan dan pengalaman sebagai bekal untuk menjalani proses pendidikan di kampus nantinya usai mengikuti magang. Resort CA. Martelu Purba siap untuk mensukseskan program Magang Bersertifikat, Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Sumber : Gibran Muhammad Tri Rahmawan, S.Si. - PEH dan Yustiil Fazri – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Memantau Pemulihan Ekosistem di Dua Suaka Margasatwa

Pekanbaru, 12 Oktober 2022 - Resort Bukit Rimbang, Balai Besar KSDA Riau, yang dipimpin Kepala Resort, Ahmad Fitriansyah melakukan kegiatan Pemulihan Ekosistem (PE) di Suaka Margasatwa (SM) Bukit Rimbang Bukit Baling (BRBB), tepatnya di Desa Petai, Kec Singingi Hilir, Kab. Kuansing, Kamis (6/10). Tim melakukan pengecekan kondisi tanaman pohon pada lokasi pemulihan ekosistem yang ditanam pada tahun 2021, dengan hasil beberapa tanaman ada yang mati dan perlu dilakukan penyulaman. Diketahui tanaman pohon jenis pulai memiliki tingkat hidup yang tinggi, jadi Tim mengontrol Kelompok Tani Hutan (KTH) Koto Pingai Mandiri untuk melakukan perawatan dan penyulaman tanaman pohon yang mati agar setiap tahapan sesuai dengan rencana kerja. Sedangkan pada kawasan SM Kerumutan tepatnya di Kel. Teluk Meranti, Kec. Teluk Meranti, Kab. Pelalawan, pada Sabtu hingga Senin, 7 s.d 10 Oktober 2022, Tim Balai Besar KSDA Riau bersama BRGM melakukan pendampingan verifikasi pembangunan fisik revegetasi dan berdiskusi dengan pokmas tentang sejauh mana kegiatan penanaman sudah dilakukan. Hasil pendampingan diketahui bahwa pada penanaman tahap 1 (tahap 60%) telah dilakukan Pokmas sebanyak 170 jalur dari total 175 jalur yang dibuat. Dua jalur belum ditanami karena air gambut meluap ke jalur, sedangkan tiga jalur lainnya bibit belum lengkap di tanam pada lubang tanam yang disediakan. Bibit yang telah ditanam adalah bibit tanaman endemik yaitu Jelutung, Meranti, Pulai. Bibit yang akan ditanam selanjutnya pada pekerjaan tahap 2 (40%) adalah bibit MPTS seperti Matoa, Kemiri, Rambutan, Pinang. Kondisi bibit relatif baik dan segar. Rencananya akan ditanam setelah pembuatan jalur dan lubang tanam tahap 2 sudah berjalan. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Posko Mitigasi Konflik Gajah dan Manusia

Pekanbaru, 10 Oktober 2022 - Mitigasi konflik gajah di Desa Gondai, Kec. Langgam, Kab. Pelalawan dilakukan secara gabungan oleh Tim Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I - Bidang Wilayah I Balai Besar KSDA Riau, Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo (YTNTN), perangkat Desa dan masyarakat Gondai pada Selasa hingga Kamis, 27 s.d 29 September 2022. Koordinasi dilakukan dengan Kades Gondai untuk pengecekan jejak terakhir gajah di HTI PT. NPM untuk dilakukan upaya penggiringan ke arah Taman Nasional Tesso Nilo.Tim gabungan juga melakukan blokade bersama masyarakat dengan api unggun agar gajah tidak mengarah ke kebun warga. Keesokan harinya, Tim bersama masyarakat melakukan rapat di aula kantor Desa dipimpin Kades Gondai. Dan disampaikan bahwa Desa Gondai termasuk daerah perlintasan gajah sumatera, sehingga disarankan agar dibentuk Tim atau kelompok masyarakat untuk mitigasi konflik gajah. Terpantau titik gajah terakhir mengarah ke sungai Nilo. Pembuatan posko penanganan konflik gajah akan dilakukan dan Kades berharap Tim yang dibentuk nantinya agar diberi pelatihan oleh Balai Besar KSDA Riau dan YTNTN. Tim menghimbau agar warga selalu berkoordinasi dengan pihak Balai Besar KSDA Riau atau YTNTN terkait konflik gajah. Tim juga terus berupaya memberikan edukasi dan sosialisasi kepada warga agar situasi di lapangan tetap kondusif dan permasalahan cepat teratasi. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Meningkatkan Produktivitas Kinerja Bersama Resort

Pekanbaru, 10 Oktober 2022 - Kepala Balai Besar KSDA Riau, bapak Genman S. Hasibuan didampingi jajaran Pejabat Struktural berdiskusi mengatur langkah peningkatan kinerja dalam rangka menjawab tantangan pengelolaan kawasan konservasi dan pengawasan peredaraan tumbuhan dan satwa liar (TSL) sebagai tugas pokok fungsi (tusi) Balai Besar KSDA Riau. Dalam arahannya, bapak Genman menyampaikan pentingnya setiap pegawai lingkup Balai Besar KSDA Riau mengetahui hal-hal penting (hot Issue) yang terjadi saat ini, seperti gangguan kawasan dan interaksi negatif satwa liar. Sehingga upaya yang akan dibangun ke depannya adalah memastikan petugas yang ada di tingkat tapak HADIR dan melakukan upaya penjagaan di lokasi. Membangun pondasi dilakukan sebagai upaya penyempurnaan SOTK Resort, mendetailkan tusi masing - masing petugas serta menguatkan bimbingan dan supervisi serta monitoring pelaksanaan tugas dan fungsinya. Kepala Balai Besar juga menekankan pentingnya membangun Nilai Dasar ASN diantaranya senantiasa berorientasi pada pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaftif dan kolaboratif. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

BBKSDA Sulsel Meningkatkan Keterlibatan Para Pihak

Makassar, 11 Oktober 2022 – Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan melakukan konsultasi publik Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) Taman Wisata Alam (TWA) Malino di Dewi Sri Resto Jalan Malino Km.3, Bontoramba, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Selasa (11/10). Konsultasi publik ini dilakukan dalam rangka mensosialisasikan dokumen RPJP TWA Malino ke para pihak yang berinteraksi langsung maupun tidak langsung dengan kawasan. TWA Malino memiliki potensi wisata alam yang cukup tinggi, antara lain objek wisata alam hutan pegunungan dengan panorama alamnya yang indah, air terjun, camping ground, dan danau merupakan ekowisata yang dapat dimanfaatkan. Maka untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan kawasan perlu disusun dokumen RPJP yang akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan pengelolaan TWA Malino kedepannya. “Kegiatan ini diharapkan dapat memperoleh masukan terkait dokumen RPJP TWA Malino dari para pihak yang berinteraksi langsung maupun tidak langsung dengan kawasan serta dokumen RPJP yang disusun dapat menjadi pedoman dalam pelaksanaan kegiatan’, ujar Ir. Anis Suratin., MP Kepala Bidang Teknis Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan saat membuka acara Konsultasi Publik RPJP TWA Malino. Konsultasi publik dilaksanakan dengan metode Focus Grup Discussion (FGD). Dimana Muh. Ichwan Kadir S.Hut., M.Hut Akademisi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar bertindak sebagai moderator yang memandu jalannya kegiatan. Adapun narasumber yang membawakan materi yaitu Bappeda Kabupaten Gowa (Perencanaan Pembangunan Strategis Kawasan Malino), Akademisi Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Peluang dan Tantangan Pengelolaan Kawasan Konservasi) dan Kepala Bidang Teknis Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (Draft RPJP TWA. Malino). Pemaparan terkait dokumen RPJP TWA Malino dilanjutkan dengan diskusi yang difasilitasi oleh moderator. Sesi diskusi ini dimaksudkan untuk mendapatkan saran dan masukan dari berbagai pihak terkait RPJP TWA Malino. Peningkatan pengamanan dan perlindungan kawasan TWA Malino secara kolaboratif dan partisipatif, peningkatan upaya pemberdayaan masyarakat sebagai salah satu solusi dalam penanganan konflik tenurial, sosialisasi batas kawasan, blok pengelolaan, dan mekanisme perizinan pengusahaan pariwisata secara intensif serta mendorong peran para pihak dalam pelaksanaan aksi/kegiatan adalah beberapa hasil diskusi yang perlu ditindaklanjuti kedepannya. Rangkaian kegiatan konsultasi publik diakhiri dengan Penandatanganan Berita Acara Konsultasi Publik RPJP TWA Malino oleh para pihak terkait. Sebagai informasi, kegiatan dihadiri 35 Peserta meliputi Kabid Wil II, Kasi Wil IV, Ka Resort Malino, Ka Resort Ko’mara & jajarannya), Bappeda, Dinas Pariwisata, Dinas PMD, Bapenda, Dinas PU, Perusda, KPH Je’ne berang, Kecamatan Tinggi Moncong, Kecamatan Parigi, Lurah Malino, Lurah Pattapang, Lurah Bontolerung, Lurah Bulutana, Desa Manimbahoi, Tokoh Masyarakat dan Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan. Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (SIARAN PERSNomor : SP.39/K.8/TU/Humas/10/2022) Penanggung Jawab Berita: BBKSDA Sulawesi Selatan Call Center BBKSDA Sulsel: 08114600883
Baca Artikel

Rencana Kerja Sama Dengan BP Batam

Pekanbaru, 11 Oktober 2022 - Kepala Balai Besar KSDA Riau, Genman S. Hasibuan beserta jajarannya di Seksi Konservasi Wilayah II Batam melakukan pertemuan dengan pihak BP Batam terkait dengan pembahasan rencana Kerjasama melalui Direktorat Badan Usaha Fasilitas dan Lingkungan (BU Fasling) yang diwakili oleh Direktur BU Fasling, Binsar Tambunan, Rabu (5/10). Pertemuan dilakukan di gedung Marketing Centre BP Batam dan semua pihak berharap kerjasama dapat segera terwujud sesuai yang diharapkan. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Komunitas TAS TIARA , Tindakan Antisipasi Satwa Liar

Pekanbaru, 10 Oktober 2022 - Balai Besar KSDA Riau berpartisipasi pada kegiatan optimalisasi tanggap darurat non kebakaran dengan tema "Penanganan Konflik antara Manusia dan Satwa Liar di Kabupaten Indragiri Hilir", Rabu (28/9) di kantor Bupati Indragiri Hilir (Inhil). Apresiasi diberikan Balai Besar KSDA Riau kepada Pemda Inhil khusunya DPKP yang telah berinisiatif memberdayakan masyarakat untuk aktif terlibat dalam upaya pencegahan konflik manusia dan satwa liar dengan membentuk tim/komunitas Tindakan Antisipasi Satwa Liar (TAS TIARA) di 5 Desa dalam 5 Kecamatan di Inhil dan mendukung serta siap memberikan bimbingan dalam kelancaran program tersebut. Dihimbau agar pelaksanaan di lapangan terkait satwa liar untuk selalu berkoordinasi dengan Balai Besar KSDA Riau. DPKP menyampaikan pembentukan TAS TIARA melibatkan berbagai pihak terkait dengan SK Bupati Inhil dengan bentuk kegiatan pembentukan posko di wilayah rawan konflik, dan pemasangan plang himbauan di titik rawan konflik satwa. Pertemuan ini merupakan langkah awal dan akan diikuti dengan pertemuan selanjutnya. Launching TAS TIARA nantinya akan langsung dilakukan oleh Bupati Inhil dengan Kepala Balai Besar KSDA Riau. Kegiatan ini dihadiri oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Sosial kab. Inhil, Kepala DPKP, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan, Kepala Dinas Sosial, BPBD, Basarnas, Camat dan Kades lingkup Pemda Inhil. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Perhatian Anggota DPR Untuk TN Bunaken

Manado, 11 Oktober 2022. Anggota Komisi IV DPR RI yang membidangi Pertanian, Bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Bidang Kelautan dan Perikanan serta Bulog melakukan kunjungan ke Provinsi Sulawesi Utara, dimana salah satu yang dikunjungi adalah Taman Nasional Bunaken. Mereka menjalankan fungsi pengawasan pada Reses Masa Persidangan I Tahun Sidang 2022-2023. Anggota Komisi IV DPR RI juga melakukan dialog pertemuan dengan membahas penyelesaian usaha terbangun dalam kawasan hutan tanpa izin, Senin (10/10/2022) di Balai Kecamatan Bunaken Kepulauan. Selain melakukan dialog anggota Komisi IV DPR RI juga mengunjungi fasilitas umum dan beberapa usaha terbangun langsung dilapangan serta melepas sebanyak 40 ekor tukik penyu. Sebagai informasi, Wakil Gubernur Sulawesi Utara dan Wakil Walikota Manado turut hadir mendampingi pertemuan dan dialog pertemuan dihadiri oleh Plt. Direktur Jenderal KSDAE, Direktur Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Direktur Pengelolaan Kawasan Konservasi - Ditjen KSDAE, Direktur Penegakan Hukum Pidana - Ditjen PHLK, perwakilan Kepala Kantor Wilayah ATR/ BPN Sulawesi Utara, Kepala Kantor ATR/ BPN Kota Manado, Plt. Kepala Balai TN Bunaken, Camat Bunaken Kepulauan dan perwakilan perusahaan atau masyarakat yang memiliki usaha telah terbangun tanpa izin. Sumber : Balai Taman Nasional Bunaken
Baca Artikel

Titik Terang Simbiosis Mutualisme KLHK Dengan UnHas

Makassar, 11 Oktober 2022 – Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan yang diwakili oleh Kepala Bagian Tata Usaha didampingi staf Program dan Kerjsama mengikuti Pertemuan Tindak Lanjut MoU Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan Universitas Hasanuddin di Ruang Senat Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin, Selasa (11/10). Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin Dr. A.Mujetahid M, S.Hut., MP. membuka acara dengan agenda berupa percepatan tindaklanjut MoU Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan Universitas Hasanuddin dalam bentuk perjanjian kerjasama (PKS) yang telah disepakati pada bulan Juli tahun 2022. Rektor Universitas Hasanuddin Prof. Jamaluddin Jompa memberi apresiasi atas terselenggaranya pertemuan ini. “Kerjasama dengan KemenLHK bersifat simbiosis mutualisme. Dimana Universitas Hasanuddin menyediakan Sumber Daya Manusia ahli serta generasi muda yang potensial guna mendukung program KemenLHK”, ujar Prof. Jamaluddin Jompa dalam arahannya. Prof. Winarni Monoarfa (SAM Bidang Energi KemenLHK) hadir mewakili Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk memberikan arahan dan menyimpulkan hasil diskusi. Ada beberapa hasil pertemuan yang harus ditindaklanjuti yakni : Sebagai informasi saat ini Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan dengan Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin sedang berproses kearah Perjanjian Kerjasama. Sejalan dengan tugas dan fungsi Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan kedepannya diharapkan akan ada perjanjian Kerjasama dengan Fakultas Kedokteran Hewan dan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin. Hadir dalam pertemuan Rektor Universitas Hasanuddin, Dekan Fakultas Kehutanan & para Wakil Dekan, Kepala Pusat ESDA, Kepala PPLH, Sekretaris LPPM, Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku serta para Kepala UPT KemenLHHK di Provinsi Sulawesi Selatan. Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (SIARAN PERSNomor : SP.39/K.8/TU/Humas/10/2022) Penanggung Jawab Berita: BBKSDA Sulawesi Selatan Call Center BBKSDA Sulsel: 08114600883
Baca Artikel

Desa Penyangga TaNa Bentarum Menuju Mandiri dan Sejahtera

Putussibau, 10 Oktober 2022. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BB TaNa Bentarum) bersama Anggota DPR RI Komisi IV yang diwakili Tenaga Ahli Bpk. Yesaya Putra Pamungkas, menyerahkan bantuan langsung kepada kelompok masyarakat desa penyangga berupa uang tunai, Jumat (7/10). Kegiatan dihadiri Sekda Kabupaten Kapuas Hulu, Bappeda Kapuas Hulu, Dinas terkait, Camat, Kepala Desa dan ketua kelompok/ mewakili yang akan menerima bantuan. Menurut Bpk. Moh. Zaini selaku Sekretaris Daerah Kapuas Hulu “Pemberdayaan masyarakat memiliki nilai yang sangat penting bagi masyarakat dan Kabupaten Kapuas Hulu, karena dengan kegiatan ini bisa meningkatkan pendapatan masyarakat dan saya sangat mendukung kegiatan yang dilakukan Tana Bentarum ini”. Sampai pada tahun 2022, Balai Besar TaNa Bentarum melakukan fasilitasi usaha ekonomi produktif di 14 desa (3 desa penerima bantuan usaha ekonomi produktif tahun 2022 yaitu Semalah, Nanga Leboyan dan Sekulat serta 11 desa penerima bantuan usaha ekonomi produktif periode 2020-2021). Bantuan yang diberikan sebesar Rp. 50,000,000,- (Lima Puluh Juta Rupiah) sebagai stimulan agar masyarakat dapat mengembangkan potensi daerahnya dengan tujuan menambah pendapatan. Selain itu sejak tahun 2019 sampai akhir tahun 2021 sudah ada 8 Kelompok Kemitraan Konservasi yang sudah menandatangani Perjanjian Kerjasama Kemitraan Konservasi bersama Balai Besar TaNa Bentarum, yaitu Kelompok Tani Hutan Meliau Maju Desa Melemba, Kelompok Nelayan Tempurau Desa Tempurau, Kelompok Kemitraan Konservasi Banua Sio Desa Tanjung Lasa, Kelompok Tani Hutan Nelayan Jaya Bersama Desa Pulau Majang, Kelompok Tani Hutan Nelayan Pengail Bersatu Desa Lubuk Pengail, Kelompok Tani Hutan Nelayan Arwana Desa Vega, Kelompok Periau Semangit Desa Nanga Leboyan, Kelompok Tani Hutan Madu Periau Pulau Majang Desa Pulau Majang. Bantuan yang diberikan sebesar Rp. 20,000,000,- (Dua Puluh Juta Rupiah). Kerjasama yang sudah berjalan ini akan mendapatkan pembinaan dan pengendalian akses pemanfaatan kemitraan konservasi di kawasan konservasi. Dua unit Rural Water Supply Facilities juga merupakan bagian kegiatan bantuan dari Balai Besar TaNa Bentarum dalam rangka memenuhi kebutuhan pokok masyarakat Desa Vega senilai Rp. 283,800,000,- (Dua Ratus Delapan Puluh Tiga Juta Delapan Ratus Rupiah). “Kegiatan ini mempunyai dampak positif bagi perekonomian masyarakat, masyarakat harus menjadi subjek utama dalam pembangunan berkelanjutan secara lestari pada kawasan Betung Kerihun dan Danau Sentarum serta masyarakat harus terus dilibatkan dalam pemberdayaan dengan musyawarah dan duduk bersama dalam kegiatan dimaksud” ujar Bpk. Yesata Putra Pamungkas. Selain penyerahan bantuan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di Aula Utama Kantor Balai Besar TaNa Bentarum meliputi kegiatan minum madu bersama, bimbingan teknis (bimtek) pengembangan usaha ekonomi produktif, dan pameran produk - produk hasil pemberdayaan masyarakat desa penyangga kawasan dan diharapkan menjadi stimulan bagi masyarakat agar dapat meningkatkan perekonomian dan ketergantungan terhadap kawasan dapat berkurang sehingga kawasan tetap lestari, masyarakat sejahtera. Sebagai informasi, pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu amanah dalam PP Nomor 28 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam yang menyebutkan bahwa Pemerintah, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota harus memberdayakan masyarakat di sekitar KSA dan KPA dalam rangka meningkatkan kesejahteraannya. Pemberdayaan masyarakat yang dimaksud meliputi pengembangan kapasitas masyarakat dan pemberian akses pemanfaatan KSA dan KPA. Pemberdayaan masyarakat juga untuk mengembangkan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat guna mendukung kelestarian kawasan konservasi. Jadi ada beberapa hal yang diharapkan tercapai dalam pemberdayaan masyarakat, antara lain: Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Artikel

Ngonser di Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional

Jakarta, 8 Oktober 2022 – Puspa dan satwa mempunyai peran yang sangat penting bagi kehidupan. Upaya perlindungan dan pelestariannya harus terus dilakukan. Hal tersebut mengemuka dalam “Ngobrol Santai Konservasi” (Ngonser) yang digelar Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jakarta bersama Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) dalam rangka Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN) di Lapangan Banteng, Jakarta, pada tanggal 8 Oktober 2022. Ahmad Munawir, Direktur Perencanaan Kawasan Konservasi KLHK mengatakan, “Penyadaran konservasi tidak harus dalam forum resmi, tapi bisa juga melalui forum-forum santai seperti Ngonser ini. Oleh karena itu, kegiatan Ngonser dalam rangka HCPSN ini merupakan sarana untuk mengkomunikasikan kerja-kerja konservasi bagi masyarakat umum.” “Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional merupakan momentum gerakan penyelamatan tumbuhan dan satwa lokal dari ancaman kepunahan. Selain memberikan keseimbangan pada lingkungan, keanekaragaman puspa dan satwa dapat meningkatkan kualitas dan menjadi sumber pangan serta obat-obatan, termasuk menghasilkan jasa lingkungan. Indonesia termasuk Negara yang kaya raya dalam hal keanekaragaman hayati. Biodiversitas Indonesia menyumbangkan 12 persen jenis mamalia yang ada di dunia, 17 persen burung-burung dunia, 16 persen reptil dan amfibi dunia, 25 persen ikan tawar dan laut dunia, serta 10 persen tumbuhan berbunga dunia,” jelas Kepala BKSDA Jakarta Abdul Kodir. Abdul Kodir menambahkan HCPSN juga memiliki tujuan untuk meningkatkan perlindungan dan pelestarian flora dan fauna, serta untuk menumbuh-kembangkan kepedulian, rasa cinta, dan kebanggaan terhadap flora dan fauna Indonesia. Terkait pelestarian puspa dan satwa di DKI Jakarta, saat ini BKSDA Jakarta bersama YKAN dan para pemangku kepentingan lainnya melalui platform Mangrove Ecosystem Restoration Alliances (MERA) mendorong penguatan fungsi Suaka Margasatwa (SM) Muara Angke sebagai pusat edukasi dan restorasi ekosistem mangrove di Jakarta. Kawasan ini merupakan salah satu ekosistem mangrove yang masih tersisa di Jakarta, dan merupakan habitat berbagai macam flora dan fauna. Bagi masyarakat DKI Jakarta dan sekitarnya, SM Muara Angke juga berperan penting sebagai penyumbang O2, penyerap CO2, pengatur hidrologi, penyerap polutan, keindahan bentang alam, dan penyedia keanekaragaman hayati. “Ekosistem mangrove yang sehat mendukung produktivitas perikanan, memberikan sumber pendapatan, perlindungan, serta berkontribusi pada ketahanan pangan dan sosial. Peranan Indonesia dalam upaya mitigasi perubahan iklim secara global amat besar, sehingga melindungi dan merestorasi ekosistem mangrove merupakan langkah penting yang harus segera dilakukan,” terang Muhammad Imran Amin, selaku Direktur Program MERA YKAN. Dalam kesempatan tersebut, juga hadir Bayu Sukma Bharata, Direktur CV Ratu Cahaya Semesta, yang merupakan penangkar binaan BKSDA Jakarta. Bayu menjelaskan bahwa kecintaan kita terhadap suatu jenis satwa liar bukan berarti seolah kita jadi punya hak untuk mengadopsi atau memanfaatkan satwa liar tersebut tanpa izin. “Mengurus perizinan satwa liar tidaklah sulit, yang terpenting kita memenuhi syarat dan aturan yang berlaku.” Satwa liar adalah hewan yang dilindungi negara. Masyarakat dapat mengadopsi satwa liar, namun harus dilihat dahulu tujuannya untuk apa. Selain itu juga ada aturan dan perizinan yang harus dipatuhi. Pemerintah dan penangkar dapat saling bahu-membahu dalam upaya pelestarian satwa liar, melalui mekanisme maupun prosedur yang berlaku agar tujuan yang baik itu dapat tercapai. ### Sumber : Balai KSDA Jakarta Kontak Media: Call center BKSDA Jakarta: 081289643727
Baca Artikel

Kemitraan Konservasi Untuk 9 Kelompok Binaan Balai TN Taka Bonerate

Benteng, 7 Oktober 2022 – Balai Taman Nasional Taka Bonerate melaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas kelompok masyarakat binaan Balai TN Taka Bonerate di Grand Royal Rayhan Resto dan Cafe, Kamis (6/10/2022). Pelatihan dibuka Wakil Bupati kepulauan Selayar H. Saiful Arif, SH, sekaligus menyerahkan bantuan usaha ekonomi program dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, kepada kelompok masyarakat binaan Balai Taman Nasional Taka Bonerate. Penyerahan bantuan ini diawali dengan penandatanganan dokumen perjanjian kerja sama (PKS) dan pakta integritas. Terdapat 9 kelompok yang melakukan penandatanganan penerimaan bantuan untuk pengembangan usaha ekonomi produktif yaitu : Kelompok Nelayan Pulau Mas Tarupa, Kelompok KPPL Tarupa, Kelompok Nelayan Assedingge Rajuni, Kelompok Nelayan Nganjagaan Garas Timbo Tarupa, Kelompok Nelayan Danakang Bajo Rajuni, Kelompok Nelayan Marannu Rajuni, Kelompok Nelayan Pulau Mas Jinato, KUP Melati Tambuna, Kelompok Nelayan Same Dilao Pasitallu, serta 1 kelompok masih dalam proses pengurusan administrasi pencairan bantuan. Kepala Balai Taman Nasional Taka Bonerate, Faat Rudhianto, S. Hut., M.Si mengatakan bahwa kegiatan yang dilaksanakan itu dalam rangka mendukung keberlangsungan kegiatan kelompok usaha produktif yang berada di Kawasan Pelestarian Alam (KPA). “Di Taman Nasional Taka Bonerate ada beberapa kelompok kemitraan konservasi yang merupakan program dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam rangka bagaimana mengubah pola perilaku masyarakat agar lebih baik lagi dalam mengelola sumber daya perikanan. Termasuk bagaimana mengembangkan usaha perikanan mereka, Balai TNTBR membantu masyarakat dalam mengelola perikanan lebih efektif dan efisien,” jelasnya. Faat Rudhianto, S. Hut., M.Si juga mengatakan bahwa di Taman Nasional Taka Bonerate sudah terbentuk 9 (sembilan) kelompok kemitraan konservasi, dan ada 7 (tujuh) kelompok diantaranya sudah terverifikasi secara nasional dan mendapatkan SK pengakuan dan perlindungan (Kulin) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Selain itu, Balai TN Taka Bonerate tidak hanya memfasilitasi bantuan yang berasal dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, tetapi Balai TN Taka Bonerate juga berusaha memfasilitasi kelompok masyarakat untuk mendapatkan bantuan yang bersumber dari instansi dan lembaga lainnya. “Ini akan terus kita lanjutkan agar masyarakat yang ada di dalam Kawasan Taman Nasional Taka Bonerate bisa memanfaatkan program kemitraan konservasi yang diprogramkan oleh pemerintah,” ucap Faat Rudhianto. Wakil Bupati Kepulauan Selayar H. Saiful Arif mengemukakan, mengelola SDA adalah menjadi tugas dan tanggung jawab kita untuk memanfaatkannya. Namun demikian kata Saiful Arif harus didukung oleh SDM yang berkualitas. “Salah satu bukti kualitas SDM untuk bisa mengelola SDA adalah mampu mengolah seluruh potensi itu untuk bermanfaat sesuai kebutuhan, tetap tidak merampas hak generasi penerus kita. Itulah kualitas SDM yang diharapkan,” pungkas Saiful Arif. Saiful Arif menegaskan, kehadiran segenap peserta bukan hanya sekedar menyerahkan atau menerima bantuan, tetapi untuk saling menyadarkan dan saling mengingatkan bahwa kita memperoleh anugerah yang luar biasa dari Allah kepada negeri kita. Menutup arahannya, Wakil Bupati berharap kepada peserta, kiranya pelatihan yang diterima nanti dapat memacu peningkatan kesejahteraan, bukan hanya untuk keluarga, kelompok namun juga untuk masyarakat lainnya. Sebagai informasi, kegiatan ini juga dihadiri oleh narasumber, akademisi Universitas Hasanuddin, Ir. Edison Saade, M.Sc., Ph.D., dari pihak Rumah BUMN, Muh. Firsa Wirawan, serta dari WCS-IP. Selain itu, hadir pula Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Selayar, Ir. Makkawaru, bersama Camat Taka Bonerate, Dian Ady Luhur. Sumber: Asep Pranajaya dan Khoirul Anam (Penyuluh dan PEH BTN Taka Bonerate) Foto: Humas BTN Taka Bonerate

Menampilkan 1.393–1.408 dari 2.311 publikasi