Minggu, 31 Mei 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Membangun Aspirasi Dalam Penyusunan Dokumen RPJP SM PLG Sebanga

Pekanbaru, 31 Oktober 2022 - Balai Besar KSDA Riau bersama para pihak pada melaksanakan pembahasan dokumen Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) Suaka Margasatwa (SM) Pusat Latihan Gajah (PLG) Sebanga, di Hotel Grand Zuri, Duri, Kab. Bengkalis, Rabu (26/10). Draft awal RPJP SM PLG Sebanga disampaikan Kepala Seksi Perencanaan Perlindungan dan Pengawetan, Ujang Holisudin, bahwa arah pengelolaan SM PLG Sebanga dalam jangka waktu 10 tahun kedepan menetapkan visi pengelolaan "PERBAIKANNYA KAWASAN SM PLG SEBANGA UNTUK PENGEMBANGAN GAJAH SUMATERA." Dalam mewujudkan visi tersebut di tetapkan dengan mendorong perbaikan habitat melalui peningkatan kualitas tutupan lahan dan membangun kerjasama dengan para pihak di tingkat tapak. Peserta konsultasi publik secara aktif menyampaikan masukan terutama untuk program kerja yang akan menjadi bagian dari rencana aksi dari dokumen RPJP ini. Kegiatan ditutup dengan penyusunan berita acara konsultasi publik yang ditanda tanganani bersama. Sebagai informasi, Kepala Bidang Teknis, M. Mahfud mewakili Kepala Balai Besar KSDA Riau memberikan sambutan dan arahan. Acara juga turut dihadiri Bappeda Kab. Bengkalis, Dinas LH Kab. Bengkalis, Dinas Perkebunan Kab. Bengkalis, Camat Pinggir, Camat Talang Mandau, Kades Semunai, Kades Titian Antiau, UNRI, LSM Hipam, LSM RSF, PT Pertamina Hulu Rokan dan beberapa tokoh masyarakat. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Koordinasi Efektif Untuk Penanganan Konflik Tenurial

Pekanbaru, 31 Oktober 2022 - Resort Kerumutan Utara, Balai Besar KSDA Riau melakukan koordinasi tentang rapat pembahasan penanganan konflik tenurial di dalam kawasan konservasi Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan di Kel.Teluk Meranti, Kec.Teluk Meranti, Kab.Pelalawan, pada Kamis - Jumat, 27 s/d 28 Oktober 2022. Petugas melakukan koordinasi terkait kegiatan yang akan diadakan di kantor Camat Teluk Meranti dan menyampaikan lampiran pedoman larangan Menteri KLHK tentang Larangan Perburuhan Satwa Liar dan Larangan Menjerat Satwa Liar. Kemudian, koordinasi dilanjutkan dengan Lurah Teluk Meranti, Polsek Teluk Meranti, dan Kepala Desa Teluk Binjai terkait rencana kegiatan pembahasan konflik tenurial di dalam kawasan SM Kerumutan yang akan di laksanakan di kantor Camat Teluk Meranti. Koordinasi ini demi lancarnya pelaksanaan dan timbulnya kesadaran masyarakat untuk mewujudkan kelestarian satwa dilindungi. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Cegah Konflik Satwa Dengan Bimtek

Pekanbaru, 31 Oktober 2022 - Kepala Seksi Konservasi (SKW) I, Balai Besar KSDA Riau, Sugito hadir sebagai narasumber dalam Bimbingan Tehknis Perlindungan dan Pecegahan Konflik antara Manusia dan Satwa Liar di Kab. Indragiri Hilir (Inhil), Kamis (27/10) di kantor Bupati dan Kantor DPKP Kab. Indragiri Hilir. Kegiatan merupakan inisiasi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Indragiri Hilir dan merupakan upaya DPKP dalam menindaklanjuti kesepakatan bersama dengan Balai Besar KSDA Riau dalam Penanganan Konflik Manusia dan Satwa Liar di Inhil. Bimtek ini memberikan pemahaman kepada komunitas tindak antisipasi satwa liar dalam perlindungan dan pencegahan terhadap konflik antara manusia dan satwa liar; meningkatkan kapasitas personil komunitas tindakan antisipasi satwa liar dalam melakukan memberikan sosialisasi edukasi kepada masyarakat; dan mewujudkan misi pembangunan daerah bupati dan wakil bupati indragi Hilir 2018 sampai dengan 2023 yaitu misi ke-6 mantapkan keamanan ketertiban dan ketentraman kehidupan sosial. Balai Besar KSDA Riau sangat mengapresiasi kegiatan Pemda Inhil (DPKP) yang telah berinisiatif memberdayakan masyarakat untuk aktif terlibat dalam upaya perlindungan dan pencegahan konflik manusia dan satwa liar dengan membentuk tim/komunitas Tindakan Antisipasi Satwa Liar (TAS TIARA) di 6 Desa dalam 5 kecamatan di Inhil. Desa tersebut adalah Masyarakat Komunitas Antisipasi Satwa Liar yang diberdayakan oleh DPKP Kab. Inhil tersebut adalah Desa Sungai Piyai Kec. Kuindra, Desa Sungai Ara, Kec. Kempas, Desa Pulau Indah, Kec. Kempas, Desa Bagan Jaya, Kec. Enok, Desa Takulai Bugis, Kec. Tanah Merah dan Desa Sialang Panjang, Kec. Tembilahan Hulu. Balai Besar KSDA Riau dan DPKP Inhil akan terus berkoordinasi memberikan bimbingan dalam kelancaran program tersebut. Semoga langkah yang dilakukan Pemerintah Kab.Inhil dapat diikuti Kabupaten lain untuk pemahaman kepada masyarakatnya tentang tindak antisipasi satwa liar. Kegiatan Bimtek turut dihadiri Wakil Bupati Kab. Inhil, Kepala DPKP, Kepala Dinas LHK, Kepala Dinas Sosial, BPBD, Basarnas, Camat lingkup Inhil, Kades lingkup Inhil, masyarakat Komunitas Antisipasi Konflik Satwa liar dari 6 Desa dalam 5 Kecamatan di Kab. Inhil. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Bahu Membahu Cegah Bencana Besowo

Kediri, 30 Oktober 2020. Minggu pagi yang cerah diakhir bulan Oktober, para relawan dari berbagai elemen nglurug Balai Desa Besowo, Kecamatan Kepung, Kabupaten Kediri, Minggu (30/10). Tak hanya relawan, turut hadir menyemarakkan suasana tim BPBD dan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Kediri, Muspika Kecamatan Kepung, tim KPH Kediri, Kepala Desa beserta perangkat Desa Besowo serta tim Seksi Konservasi Wilayah I Kediri. Mereka berkumpul memenuhi seruan Ketua FPRB untuk satu tujuan, mitigasi bencana tanah longsor dan banjir di sekitar hutan lindung, sebelah utara Cagar Alam Besowo Gadungan. Dengan semangat, komitmen dan dukungan berbagai elemen relawan maupun instansi terkait, mitigasi dilakukan dengan penanaman di lokasi yang pernah diterjang banjir dan tanah longsor pada tahun 2020 dan 2021 lalu. Harapannya dapat mengurangi resiko bencana banjir dan tanah longsor dimasa yang akan datang. Setelah sesi apel singkat di halaman Balai Desa Besowo, rombongan segera bergegas menuju lokasi dengan berbekal cangkul, sabit dan peralatan lain, serta bibit tanaman seperti Beringin (Ficus benjamina), Dolar (Ficus microcarpa), Pule (Alstonia scholaris), Aren (Arenga pinnata). Meskipun medan sulit dan terjal, sama sekali tidak menyurutkan semangat relawan. Pada lahan yang curam, diterjunkan tim khusus dengan peralatan dan perlengkapan keselamatan yang memadai. Untuk menjamin keberhasilan penanaman, relawan akan melaksanakan kegiatan pemeliharaan dan penyulaman terhadap bibit tanaman yang telah ditanam. Berbekal semangat, komitmen dan kerjasama yang baik, upaya tidak kenal lelah, diharapkan mitigasi bencana banjir dan tanah longsor di sekitar Besowo dapat diminimalisir. Sumber : Siti Nurlaili - PEH Muda/Kepala RKW 03 CA Manggis Besowo Gadungan Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Artikel

Menggali Ilmu Dari Penerima Kalpataru

Pontianak, 30 Oktober 2022. Bersama masyarakat Desa Vega Kecamatan Selimbau, Balai Besar Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) mengikuti penguatan kelompok pemanfaatan jasa lingkungan yang diselenggarakan oleh Direktorat Pemanfaatan Lingkungan Kawasan Konservasi (PJLKK), Ditjen KSDAE di Hotel Harris, Pontianak, Kalbar. Direktur PJLKK Bpk. Nandang Prihadi menyampaikan, “Kegiatan ini kami adakan khusus kepada UPT KLHK dan KPH serta kelompok masyarakat dampingannya untuk menguatkan kelompok – kelompok pengguna jasa lingkungan terutama wisata dan air, sehingga kelola kelembagaan, kelola usaha dan kelola kawasan dapat berjalan berdampingan dan dapat memberikan manfaat baik bagi kawasanya itu sendiri maupun bagi masyarakat yang hidup di sekitar hutan”. Selama 4 hari, dari tanggal 27 – 30 Oktober 2022, kegiatan tidak hanya dilakukan di dalam ruangan juga dilaksanakan di luar ruang yang dihadiri 30 peserta terdiri dari BKSDA Kalbar, TN Bukit Baka Bukit Raya, Balai Besar Tana Bentarum, Dinas Kehutanan Kalbar, KPH Mempawah, KPH Sambas, KPH Kubu Raya dan kelompok masyarakat dampingan, serta Penyuluh Kehutanan, Polhut dan Masyarakat 2 orang Desa Vega Kecamatan Selimbau. Pemateri didatangkan dari akademisi dan praktisi, salah satunya Bpk. Rudi Hartono, S.Pd., salah satu tokoh pemuda Kubu Raya sekaligus ketua kelompok Desa Wisata Sungai Kupah yang telah menerima Penghargaan Kalpataru dan berhasil meningkatkan perekonomian pemuda Desa Sungai Kupah Kab. Kubu Raya melalui pengembangan Desa Wisata Sungai Kupah. “Niat saya hanya ingin ada perubahan baik bagi saya pribadi dan bagi masyarakat dengan potensi yang ada di tempat kami, banyak potensi yang perlu digali seperti potensi perikanan laut, mangrove, kelapa, bekantan dan lain lain. Itu harus dikemas menjadi sesuatu yang menghasilkan bagi masyarakat kami” ujar Rudi. Saat kunjungan lapangan ke kelompok Desa Wisata Sungai Kupah, diperlihatkan bagaimana para pemuda Desa Sungai Kupah membuat potensi yang ada menjadi maksimal, seperti Budidaya Ikan Lele, Produk Stik Udang, Cocopeat, Pembibitan, Camping Ground dan tempat Ekowisata Teluk Berdiri semuanya adalah hasil kolaborasi antara pemuda, Desa, Lembaga Pemerintah, Lembaga Swasta serta yang lainnya menjadikan satu tujuan dalam rangka meningkatan pendapatan masyarakat. “Kami terus berproses menjadikan Desa Sungai Kupah ini menjadi desa wisata unggulan yang mempunyai fungsi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkenalkan Kabupaten Kubu Raya Ketingkat Nasional maupun Internasional” ujar Adi, pemuda Sungai Kupah yang menjadi tour guide kegiatan lapangan ini. Menurut Venza Rhoma Saputra, Penyuluh pendamping Desa Vega “Potensinya cukup bagus, yang paling penting yang saya liat adalah semangat kaum muda untuk meningkatkan potensi wilayah dan masyarakatnya yang perlu kita adopsi dan terapkan dilapangan sehingga peran nyata pemuda di desa penyangga dapat kita maksimalkan”. Sumber : Harri Ramadani - Penyuluh Kehutanan Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Artikel

Balai KSDA Yogyakarta Ramaikan Disdagfest 2022 di PASTY

Yogyakarta, 30 Oktober 2022. Balai KSDA Yogyakarta turut memeriahkan kegiatan Dinas Perdagangan Festival (Disdagfest) 2022 yang digelar Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta selama 2 (dua) hari pada tanggal 29 – 30 Oktober 2022 di komplek Pasar Satwa dan Tanaman Hias Yogyakarta (PASTY). Disdagfest 2022 ini bertujuan untuk mengembangkan perekonomian serta perdagangan di wilayah Jogja bagian selatan. Pengunjung Disdagfest 2022 disuguhkan dengan booth kuliner, mitra kerja dan booth informasi serta pelayanan. Balai KSDA Yogyakarta juga didaulat untuk menyampaikan informasi dan sosialisasi terkait perdagangan tumbuhan dan satwa liar (TSL) di Yogyakarta. Sekda Kota Yogyakarta, Ir. Aman Yuriadijaya didampingi Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta membuka secara resmi Disdagfest 2022 sekaligus momentum peluncuran program baru Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta bertajuk “Langkah Strategis Ekonomi Kreatif di Pasar Rakyat Jogja” (Lek Parjo). Melalui Lek Parjo, diharapkan menjadi langkah awal guna membangun ekonomi kreatif berbasis pasar rakyat di Kota Yogyakarta, dan mampu mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Yogyakarta. Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi mengapresiasi PASTY selaku Unit Pelaksana Teknis Pada Dinas Pengelolaan Pasar Kota Yogyakarta yang telah membangun kerjasama dan bersinergi dengan Blai KSDA Yogyakarta terutama difokuskan pada perdagangan TSL khususnya untuk jenis burung. Sehingga saat ini pihak PASTY memastikan bahwa tidak ada lagi perdagangan illegal burung dilindungi undang-undang di Pasar PASTY ini. Wahyudi juga merespon positif permintaan sosialisasi terkait perdagangan TSL dalam rangka Disdagfest 2022 tersebut, terlebih lagi lokasi kegiatannya yang ada di PASTY dan identik dengan kegiatan perdagangan tumbuhan dan satwa. “Keberadaan booth BKSDA Yogyakarta pada Disdagfest 2022 ini cukup strategis untuk melakukan sosialisasi terkait perdagangan TSL. Kita berharap baik pengunjung maupun pedagang yang ada di pasar PASTY ini dapat mengetahui dan memahami tentang jenis-jenis satwa yang dilindungi berdasarkan peraturan terbaru dan secara suka rela tidak lagi memperjualbelikan satwa yang dilindungi tersebut.” kata M. Wahyudi. Lebih lanjut, M. Wahyudi menjelaskan “Di luar kegiatan Digdagfest 2022 ini Balai KSDA Yogyakarta secara rutin telah melakukan kegiatan sosialisasi dan penyadartahuan masyarakat di Pasar PASTY dan kegiatan tersebut didukung sepenuh oleh pihak-pihak terkait.” Pada kesempatan sosialisasi ini, M. Wahyudi turut serta berinteraksi secara langsung dengan para pengunjung booth Balai KSDA Yogyakarta dan memberikan edukasi kepada mereka terkait jenis-jenis TSL dilindungi undang-undang. Selain itu juga diberikan edukasi terkait alur perijinan pemanfaatan TSL sesuai dengan peraturan yang berlaku. Edukasi terhadap masyarakat disampaikan melalui pemberian bahan sosialisasi seperti poster, leaflet, blocknote, booklet, gantungan kunci, pulpen, mug, kaos, dll. Sementara itu edukasi langsung melalui display ofsetan/awetan satwa liar dilindungi serahan masyarakat semakin memudahkan masyarakat dalam menerima penjelasan terkait upaya perlindungan TSL di Indonesia. Sumber : Uut Budiarto – Polhut BKSDA Yogyakarta Penanggung jawab berita: Kepala Balai KSDA Yogyakarta- Muhammad Wahyudi (HP 0852-4401-2365) Kontak informasi: Call center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449)
Baca Artikel

Bunga Bangkai Tumbuh di Kebun Kopi

Dusun Borno, 27 Oktober 2022. Bermula dari adanya pemberitaan media cetak Harian Tribun Medan, edisi Selasa 25 Oktober 2022, yang menginformasikan tentang Bunga Bangkai tumbuh subur di perladangan kopi warga Dairi, direspon dengan cepat oleh Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang, Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Tuahman Raya Tarigan, S.Sos., menurunkan Tim pada Rabu, 26 Oktober 2022 ke Dusun Borno, Desa Sungai Raya, Kecamatan Siempat Nempu, Kabupaten Dairi. Tim yang dipimpin langsung Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang melakukan pengecekan dan benar ditemukan Bunga Bangkai Raksasa (Amorphophallus titanium) tumbuh di Dusun Borno, dalam kondisi mulai layu setelah mekar dengan sempurna sekitar 5 hari yang lalu. Bunga bangkai yang kerap juga dikenal dengan nama Titan Arum merupakan tumbuhan dilindungi undang-undang, berada pada kebun kopi milik masyarakat,Tiurma Br. Sinaga. Dalam keterangannya kepada Tim, Tiurma mengisahkan bahwa sekitar tahun 2020, saat anaknya sedang memancing ikan di Sungai Lae Renun, berjarak 10 meter dari sungai Lae Renun ditemukan umbi tumbuhan bunga bangkai raksasa yang berbobot lebih kurang 7 kg. Kemudian umbi tersebut dibawa pulang ke rumah untuk ditanam di sekitar kebun kopi yang berada di belakang rumahnya. Sebagaimana diketahui, siklus tumbuhan bunga bangkai raksasa ini cukup lama karena ada beberapa fase yang harus dijalani, yaitu vegetative, dorman dan generative. Tiurma menjelaskan, bahwa sebelum berbunga sempat mengira tumbuhan ini adalah porang karena memiliki fase vegetative dan memiliki batang tunggal serta daun yang mirip dengan tumbuhan porang, yang berlangsung selama setahun. Selanjutnya, selang waktu 2 minggu dari kuncup akhirnya tumbuhan ini pun mekar. Tinggi bunga saat mekar diperkirakan 2 meter. Hanya saja, menurut Tiurma, tumbuhan bunga bangkai ini termasuk sensitif, karena ketika ada yang memegang kelopak bunganya maka keesokan harinya mulai membusuk. Selain itu juga, masa mekarnya sangat cepat hanya 2 hari saja kemudian layu. Bau yang dihasilkan bunga bangkai ini pun cukup menyengat. Pada kesempatan tersebut, Tim dari Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang menyampaikan penyuluhan yang menjelaskan bahwa bunga yang juga memiliki nama lain Suweg Raksasa merupakan salah satu jenis tumbuhan yang dilindungi undang-undang sehingga perlu dilestarikan. Selain itu disampaikan juga, jika ada umbi lanjutan atau masih memungkinkan untuk berkembang agar tetap berkoordinasi dengan Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang. Dan untuk meminimalisir gangguan sebaiknya bunga bangkai ini di beri patok untuk “dipagari” sehingga dapat dilihat namun tidak disentuh secara sembarangan. Sumber : Hafsah Purwasih, S.Hut. – Penyuluh Kehutanan Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Menuju Pemberdayaan Masyarakat Sekitar SM Bukit Batu yang Efektif

Pekanbaru, 26 Oktober 2022 - Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Rencana Pemberdayaan Masyarakat (RPM) di sekitar kawasan konservasi Suaka Margasatwa (SM) Bukit Batu Tahun 2022-2026 diselenggarakan Balai Besar KSDA Riau di Aula Desa Temiang, Selasa (18/10). Sebelumnya draft Rencana Pemberdayaan Masyarakat telah disosialisasikan dan dapat dipahami, sehingga para pihak mendukung Rencana Pemberdayaan Masyarakat dan akan berkontribusi/ memberikan masukan. Beberapa masukan seperti perlu adanya pembentukan kelompok dan pengawasan kelompok masyarakat, perubahan pola budidaya ternak maupun pola pemanfaatan di sungai air tawar di sekitar kawasan SM Bukit Batu khususnya di Desa Temiang, kejelasan status kawasan yang masuk di Desa Temiang, perlu adanya pola kemitraan konservasi antara Balai Besar KSDA Riau dengan masyarakat desa yang menjadi desa target penerapan Rencana Pemberdayaan Masyarakat, dan pelibatan pemerintahan desa dalam penerapan pola kemitraan konservasi dan pemberdayaan masyarakat. Sebagai informasi, Kepala Balai Besar KSDA Riau yang diwakili Kepala Seksi Pemanfaatan dan Pelayanan, Arry Purnama S membuka kegiatan yang turut dihadiri Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kab. Bengkalis, Camat Bandar Laksamana, Camat Bukit Batu, Kepala Desa Temiang dan perwakilan masyarakat, Kepala Desa Api-Api dan perwakilan masyarakat, Kepala Desa Sukajadi dan perwakilan masyarakat, LPMD Desa Temiang, LPMD Desa Api Api serta LPMD Desa Sukajadi. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Duduk Bersila Bersama Untuk Pentingnya Jaga Hutan

Kenayang, 27 Oktober 2022. Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Heru Sutmantoro, S.Hut, M.M., bersama Penyuluh dan Polisi Kehutanan (Polhut) melakukan sosialisasi tentang Kemitraan Konservasi dan Pola Penyelesaian Keberadaan Kebun Sawit melalui UUCK kepada Masyarakat yang menduduki kawasan TN Tesso Nilo di lokasi Kenayang, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Lubuk Kembang Bunga, Selasa (25/10). Sosialisasi dihadiri kurang lebih 60 Kepala Keluarga di wilayah Kenayang. Kepala Balai memaparkan mengenai TN Tesso Nilo mulai dari sejarah penunjukkan hingga penetapan Taman Nasional dan permasalahan perambahan yang terjadi di TN Tesso Nilo. Turut dibahas pula kondisi TN Tesso Nilo saat ini dimana hutan alam yang masih ada seluas kurang lebih 13.000 Ha harus dipertahankan, areal terbuka dan semak belukar seluas 28.000 Ha yang akan dipulihkan, serta 40.000 Ha kebun sawit yang sudah berusia diatas 5 tahun sebelum UUCK terbit akan diselesaikan dengan skema UUCK. Kepala Balai juga menekankan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga keutuhan hutan yang ada dan mengajak masyarakat untuk ikut memulihkan areal yang terbuka dengan skema kemitraan konservasi. Dijelaskan pula dengan skema kemitraan konservasi tersebut, masyarakat bisa mendapatkan hak kelola yang legal dan dapat mendapatkan manfaat secara lestari dari kemitraan konservasi. Masyarakat menerima dengan tangan terbuka maksud dan tujuan dari sosialisasi ini dilakukan. Dari sosialisasi ini TN Tesso Nilo menaruh harapan akan keberpihakan masyarakat untuk bersinergi bersama Balai TN Tesso Nilo dalam mengelola kawasan guna melestarikan hutan alam. Disamping itu, kemitraan konservasi yang dibentuk di masyarakat nantinya akan mendatangkan manfaat demi kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Berantas Illegal Loging, Balai TNTN Pantau Aktifitas di Kawasan

Lubuk Kembang Bunga, 27 Oktober 2022. Petugas Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) patroli kawasan sebagai tugas piket penjagaan kawasan hutan, Selasa (25/10). Sebelum patroli, petugas berkoordinasi dengan Kepala Balai TN Tesso Nilo yang sedang melakukan kunjungan kerja di Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Lubuk Kembang Bunga (LKB) dan melakukan gotong royong bersama di areal camp restorasi. Lokasi patroli berada tepat dibelakang Camp Restorasi dan terdengar dari kejauhan suara pemotong kayu yang sedang bekerja. Petugas kemudian berjalan kaki lebih kurang 4 Km menyusuri hutan dan bekas tumbangan untuk menyergap pelaku, namun sayang setelah suara mesin pemotong kayu sudah dekat, tiba tiba mesin mati dan tim kehilangan arah/sasaran. Setelah menunggu lebih kurang 1 jam, namun nihil hasilnya, sementara tak lama sayup-sayup terdengar suara mesin pemotong kayu sedang bekerja, petugas pun kembali melanjutkan penyisiran. Setelah melakukan penyisiran, tidak dijumpai pelaku yang diduga menyalakan mesin pemotong kayu. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Anjangsana ke Resort Kerumutan Selatan

Pekanbaru, 24 Oktober 2022 - Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I, Balai Besar KSDA Riau melakukan kunjungan dan monitoring serta pembinaan pegawai Resort Kerumutan Selatan di kantor resort, Pekan Heran, Jumat (14/10). Tim Resort Kerumutan Selatan bersama Kepala SKW I bersilaturahmi dan melakukan koordinasi dengan Sekretaris Camat dan Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Rengat terkait pengamanan kawasan di Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan bagian selatan. Setelah itu, rombongan bersama - sama melakukan pembinaan kepada kelompok tani hutan (KTH) Sungai Mengkuang Bertuah serta KTH Usaha Bersama yang telah mendapatkan bantuan dari Balai Besar KSDA Riau dalam usaha budidaya ikan patin dan ternak sapi. Kepala SKW I mengajak pihak Camat Rengat, Kab. Indragiri Hulu untuk bersama-sama meninjau dan membina KTH tersebut agar berjalan dengan baik untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Harapannya adalah mengurangi ketergantungan masyarakat kepada hasil hutan, sehingga kawasan hutan yang berada di wilayah Kecamatan Rengat dapat terjaga kelestariannya. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Apa Saja Siy Aktivitas BBKSDA Riau di Bandara SSK II dan Pelabuhan?

Pekanbaru, 24 Oktober 2022 - Petugas Balai Besar KSDA Riau yang bertugas Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II dan Pelabuhan Sungai Duku, Pekanbaru melakukan aktivitas rutin dengan penjagaan dan pengawasan yang intensif, Senin (17/10). Dua lokasi tersebut sangat strategis bagi perdagangan tumbuhan dan satwa liar. Petugas Bandara SSK II Pekanbaru, Jaya Sitorus dan Dedi Hasnur, seperti biasa berkoordinasi dengan pihak AVSEC dan TNI AURI di gudang cargo Bandara SSK II Pekanbaru. Sedangkan di Pelabuhan Sungai Duku, Perisomba dan Sumodung melakukan pemeriksaan bersama petugas Dinas Perhubungan terhadap barang bawaan penumpang dalam kapal yang diduga membawa satwa/fauna dan flora dilindungi. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Cerita PEH Balai TN Komodo di Pertemuan Pengelola Cagar Biosfer di Jerman

Labuan Bajo, 24 September 2022. Muhammad Ikbal Putera (Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama) berhasil mendapatkan sponsor dari UNESCO untuk menghadiri kegiatan 10th Meeting of The World Network Island and Coastal Biosphere Reserves di Wilhemshaven – Jerman. Kegiatan yang mempertemukan para pengelola cagar biosfer dunia ini dilaksanakan pada tanggal 17 – 20 Oktober 2022. Peran Taman Nasional Komodo dalam pengelolaan Cagar Biosfer Komodo sangat esensial karena Taman Nasional Komodo merupakan ‘Core Zone’ dari Cagar Biosfer Komodo ternama tersebut. Ikbal berusaha memberikan warna baru dalam pelaksanaan kegiatan pertemuan tersebut dengan mewakili Balai Taman Nasional Komodo. Tanggal keberangkatan kegiatan ini bertepatan dengan agenda kunjungan Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan beserta rombongan ke Taman Nasional Komodo dalam rangka menyambut kedatangan UNDP Regional Director beserta timnya. Sesaat sebelum berangkat menuju Bremen Airport (Flughafen Bremen), Ikbal melakukan pendampingan optimal bagi rombongan UNDP dan memberikan interpretasi lengkap terkait dengan obyek yang ada di dalam Pusat Informasi Niang Komodo, Resort Loh Buaya Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Balai Taman Nasional Komodo, dihadapan Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dan seluruh jajaran pimpinan. 10th Meeting of The World Network Island and Coastal Biosphere Reserves ini menjadi tempat bertukar pikiran para pengelola cagar biosfer dunia mengenai seluruh tantangan pengelolaan yang dihadapi dan memberikan kesempatan bagi para pemangku kepentingan untuk duduk bersama dan membuat inovasi terbarukan dalam satu meja bersamaan. Tahun ini topik yang menjadi sorotan adalah restorasi ekosistem, utamanya restorasi ekosistem mangrove, gumuk pasir (sand dunes), rawa asin (saltmarshes), dan rumput laut (seaweed beds). Topik lainnya adalah mengenai keterlibatan muda-mudi (youth involvement) dalam pengelolaan cagar biosfer, aktivitas migrasi burung (bird migration), dan terkait pengelolaan sampah. Kegiatan dimulai dengan keynote lecture yang disampaikan oleh Martin Zimmer (Center of Marine Tropical Ecology) mengenai mangrove restoration. Hal menarik yang perlu disoroti bersama adalah terkait aksi penanaman pohon, utamanya mangrove, yang seringkali menjadi aksi nyata gerakan sosial pro-konservasi, yang kerap tidak direncanakan dengan matang sehingga menyebabkan mortalitas tinggi pada pada setiap anakan pohon yang ditanam. Lebih lanjut, Martin juga menyampaikan bahwa hal ini sering terjadi dikarenakan ketidaksesuaian pemilihan jenis vegetasi dengan kondisi lingkungan/tipe ekosistem tertentu. Martin berpendapat agar kegiatan aksi penanaman pohon serupa perlu direncanakan dengan matang dan bukan hanya merupakan aksi perayaan semata. Para pengelola mendapatkan kesempatan menyampaikan paparan kilat dengan durasi maksimal 15 menit mengenai topik pilihannya masing-masing. Hal ini dapat berupa temuan ilmiah, hasil kerja kegiatan, maupun informasi pengantar terkait pengelolaan cagar biosfer. Perwakilan dari Balai Taman Nasional Komodo, Muhammad Ikbal Putera, memilih untuk menyampaikan program Ranger Goes to School sebagai program pendampingan masyarakat bidang pendidikan yang telah dilaksanakan sejak bulan Januari – Juni 2022. Ikbal menjelaskan latar belakang kegiatan, menyebutkan seluruh nama tim yang terlibat, dan menyampaikan harapannya kedepan terhadap pelaksanaan program Ranger Goes to School di tahun 2023. Sontak mendengar paparan yang dibawakan dalam Bahasa Inggris tersebut, audiens memberikan apresiasi tinggi atas apa yang sudah dilaksanakan oleh tim Ranger Goes to School dan setidaknya dua negara (Australia dan Korea Selatan) berkeinginan untuk memperdalam dan melaksanakan program tersebut di negaranya masing-masing. Kesempatan ini merupakan kesempatan kali kedua setelah kali pertama Ikbal berkesempatan memaparkan program Ranger Goes to School di Kota Kinabalu – Malaysia. Ikbal mampu mempromosikan program Ranger Goes to School dihadapan audiens global dan membuat para peserta sangat tertarik untuk melaksanakannya. Selain mengikuti seluruh rangkaian seminar, kegiatan ini juga memiliki rangkaian lokakarya terkait penyusunan rencana aksi bersama yang dapat dilakukan oleh masing-masing individu pengelola selama lima tahun ke depan. Para peserta juga berkesempatan melakukan kunjungan lapang (field excursions) ke UNESCO World Heritage Wadden Sea Visitor Center, situs restorasi Langwarder Groden, dan ditutup dengan mengunjungi Spiekeroog Island. Melalui kunjungan lapang ini, Ikbal mendapatkan banyak contoh tantangan di lapangan sekaligus inovasi terbarukannya yang perlu dicermati seksama sebagai bentuk studi banding antara Cagar Biosfer Komodo dengan Cagar Biosfer dunia lainnya. Ikbal berharap agar kegiatan studi banding ke kawasan konservasi dan atau cagar biosfer dunia lainnya dapat terus dilakukan oleh jagawana Indonesia. Dengan melihat kawasan konservasi di luar Indonesia, para jagawana Indonesia akan semakin berpikiran terbuka dan lebih mampu menganalisa permasalahan serta mengidentifikasi solusinya dengan lebih efektif dan efisien. Ikbal berharap kedepannya para jagawana di Balai Taman Nasional Komodo dapat pro-aktif mencari kesempatan studi banding di luar negeri dengan mendaftar pada berbagai full-sponsorship events pada tahun-tahun mendatang. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.Sc. (+6281310300678) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.Sc. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6281138290000)
Baca Artikel

Gaya Hidup Berkelanjutan di TWA Sibolangit

Sibolangit, 24 Oktober 2022. Kunjungan 144 orang pelajar dan 15 guru pendamping dari sekolah SMA AN-Nizam Medan ke Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit, pada Jumat 21 Oktober 2022, terasa berbeda dan spesial. Karena kunjungan pembelajaran yang mengusung tema “Gaya Hidup Berkelanjutan” tidak sekedar menikmati wisata edukasi, tetapi ikut juga melaksanakan kegiatan nyata yang berguna bagi konservasi kawasan TWA Sibolangit. Sebagaimana yang disampaikan oleh Kepala Sekolah SMA AN-Nizam, Yudistira Avandi, S.Pd., M.Si., dalam sambutannya, bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk menanamkan kepedulian dan kecintaan generasi muda guna merasakan arti pentingnya keberadaan hutan bagi kehidupan manusia sebagai paru-paru dunia, dan oleh karena itu perlu dilindungi dan dijaga kelestariannya. Momen yang membuat kunjungan kali ini berbeda dari kunjungan-kunjungan lainnya, adalah pelepasan sebanyak 99 ekor burung jenis Manyar (Ploceus manyar) oleh para pelajar, dimana burung jenis Manyar ini merupakan jenis yang ada dan banyak dijumpai di kawasan TWA Sibolangit sebagai habitat alaminya. Selain pelepasan burung, juga dilakukan kegiatan penanaman 21 batang pohon yang termasuk pula jenis asli, di jalur interpretasi dalam kawasan TWA Sibolangit, yaitu : Pulai, Durian, Duku dan Cingkam, oleh guru pendamping serta perwakilan siswa. Semua aktifitas baik pelepasan burung dan penanaman pohon menjadi rangkaian dari kegiatan Road To HCPSN (Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional) Tahun 2022, sebagai wujud nyata kepedulian para pelajar AN-Nizam dalam mengekspresikan kecintaannya terhadap puspa dan satwa. Sementara itu, Kepala Resort CA./TWA. Sibolangit dalam edukasinya memperkenalkan kawasan TWA Sibolangit dengan berbagai potensi yang ada di dalamnya, serta manfaat apa yang didapatkan masyarakat bila kelestarian kawasan ini tetap terjaga, mengingat kawasan ini juga merupakan daerah tangkapan air (catchment area) yang menjadi pensuplai air bersih bagi masyarakat sekitar sibolangit dan masyarakat yang ada di kota Medan. Para pelajar juga diingatkan untuk menjaga lingkungan dengan mengurangi penggunaan sampah plastik, karena sampah plastik membutuhkan waktu yang lama untuk bisa terurai sehingga dapat menimbulkan masalah besar bagi lingkungan hidup. Disaat peninjauan ke dalam kawasan, ada momen yang sangat menarik ketika 2 orang pelajar secara spontan memeluk sebatang pohon yang ada di dalam kawasan. Aksi spontan ini menjadi viral di kalangan pelajar, karena ada pesan tersirat yang disampaikan untuk melindungi dan menyelamatkan pohon, meskipun hanya sebatang pohon, namun manfaat yang diberikannya sungguh luar biasa bagi kehidupan manusia. Bagaimana bila semua orang melakukan hal yang sama untuk melindungi dan menyelamatkannya maka manfaatnya pun tentunya berlimpah-limpah dan tidak terhingga bagi kehidupan umat manusia. Sumber : Samuel Siahaan, SP. – PEH Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Mencari Kesepakatan Desain Tapak TWA Sungai Dumai

Pekanbaru, 21 Oktober 2022 – Balai Besar KSDA Riau menggelar Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Desain Tapak Taman Wisata Alam (TWA) Sungai Dumai, Selasa (11/10) di Hotel City Kota Dumai. Pemaparan draft dokumen desain tapak TWA Sungai Dumai disampaikan oleh Kepala Seksi Pemanfaatan dan Pelayanan selaku Ketua Tim Penyusun. TWA Sungai Dumai kelak diharapkan dapat mendukung pariwisata dan ekonomi Kota Dumai, dalam pengelolaannya melibatkan para pihak pemangku kepentingan; masyarakat, pemerintah provinsi, pemerintah kota, swasta, NGO, perguruan tinggi, kelompok pencinta alam, serta pihak lain dalam mendukung tercapainya tujuan pariwisata alam di TWA Sungai Dumai dan Kota Dumai, pembangunan sarana prasarana selaras dengan program Pemko Dumai dengan tetap mengedepankan aspek keramahan dan kelestarian lingkungan yang dituangkan dalam dokumen kerjasama antar pemangku kepentingan sesuai dengan ketentuan yang berlaku serta disinergikan dengan budaya masyarakat sekitar dengan tetap mempertimbangkan aspek kelestarian kawasan. Sebagai informasi, Kepala Bidang Teknis Balai Besar KSDA Riau, M. Mahfud membuka kegiatan yang turut dihadiri oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Dumai, Dinas PUPR Kota Dumai, Dinas LHK Kota Dumai, KPH Bagan Siapi api, Camat Dumai Timur, Camat Dumai Selatan, beberapa Lurah dari Bukit Timah, Bukit Batrem, Bumi Ayu, Mundam, Tanjung Palas, Bukit Datuk, Tokoh masyarakat dan Kelompok Pencinta Alam. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Meningkatnya Nilai Efektivitas Pengelolaan TN Kepulauan Togean

Ampana, 20 Oktober 2022. Balai Taman Nasional Kepulauan Togean (TNKT) mengadakan penilaian efektivitas pengelolaan kawasan konservasi Taman Nasional Kepulauan Togean menggunakan metode Management Efektiveness Tracking Tools (METT) di Aula Kantor TNKT pada hari Rabu – Kamis Tanggal 19 – 20 Oktober 2022. Kegiatan yang difasilitasi oleh Direktorat Pengelolaan Kawasan Konservasi (Direktorat PKK) turut dihadiri oleh Septian Wiguna, S.Hut dan Alvin sebagai fasilitator pusat dan Rusman, S. Hut.,M.Sc sebagai fasilitator Balai TN Kepulauan Togean. Penilaian METT ini juga melibatkan para pihak antara lain; Internal BTNKT, OPD lingkup Kabupaten Tojo Una-una, Camat sekitar TNKT dan LSM. Ir. Bustang, Kepala Balai TNKT membuka langsung kegiatan yang di pandu oleh Oktovianus, S.Hut selaku Kepala Sub Bagian Tata Usaha (KSBTU) Balai TNKT. Hasil workshop selama dua hari, penilaian METT kawasan TN Kepulauan Togean menghasilkan nilai efektivitas sebesar 83%. Nilai ini meningkat dari tahun 2019, yaitu sebesar 82%. Meski nilai efektivitas meningkat namun ada beberapa rekomendasi dari hasil workshop yang perlu di tingkatkan lagi agar pengelolaan TNKT kedepannya semakin efektif dan bermanfaat bagi masyarakat yang berada di wilayah TNKT. Penilaian efektivitas setiap kawasan konservasi dilakukan 2 (dua) tahun sekali. Hal ini penting untuk melihat progres pengelolaan yang dilakukan oleh pemangku kawasan terhadap kawasan konservasi yang dikelolanya, dari waktu ke waktu. Dari hasil penilaian yang telah dilakukan maka aspek-aspek pengelolaan yang masih perlu menjadi perhatian dapat di lihat dan dianalisis lebih lanjut untuk menjadi bahan perbaikan dalam pengelolaan kawasan konservasi. Dasar Pengukuran efektivitas pengelolaan kawasan konservasi berpedoman pada Peraturan Dirjen KSDAE No. 15/KSDAE-SET/2015 yang selanjutnya diperbaharui melalui Peraturan Dirjen KSDAE No. P.12/KSDAE/SET/KUM.1/12/ 2017 tentang Pedoman Penilaian Efektivitas Pengelolaan Kawasan Konservasi di Indonesia. Sesuai dengan penetapan Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) pada Kegiatan Pengelolaan Kawasan Konservasi, periode Renstra 2020 - 2024, yaitu: “Jumlah Kawasan Konservasi yang Ditingkatkan Efektivitas Pengelolaannya,” target pada tahun 2022 adalah penilaian efektivitas pengelolaan kawasan konservasi pada 277 kawasan konservasi. Enam bagian dalam penilaian METT antara lain; Konteks, Perencanaan, Input, Proses, Output dan Outcomes. Sumber : Alvian, S. Hut. - Balai Taman Nasional Kepulauan Togean

Menampilkan 1.377–1.392 dari 2.311 publikasi