Minggu, 31 Mei 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Mengamati Primadona Hutan Pulau Komodo Dari Dekat

Labuan Bajo, 2 November 2022. Mahasiswa magang Program Studi (Prodi) Manajemen Destinasi Pariwisata Politeknik Pariwisata NHI Bandung kali ini mengikuti penjagaan di Resort Loh Wenci – Sape, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II, Balai Taman Nasional Komodo pada tanggal 21 - 31 Oktober 2022. Yudha Pamungkas dan Andreas Yudha Pratama mendapatkan tugas untuk mengamati aktivitas resort-based management (RBM) pada pos jaga non-wisata utamanya mempelajari potensi keanekaragaman hayati anggrek hutan yang ada di dalam lingkup wilayah kerja Resort Loh Wenci – Sape. Yudha dan Andreas memulai penugasan dengan mempelajari data potensi keanekaragaman hayati flora yang ada dalam wilayah kerja Resort Loh Wenci – Sape dengan menitikberatkan pengamatan pada anggrek hutan. Banu Widyanarko (Kepala Resort Loh Wenci – Sape) dan anggota resort mendampingi Yudha dan Andreas melakukan penelusuran jalur jelajah dan patroli daratan untuk membantu mahasiswa memperoleh data potensi yang diinginkan. Berdasarkan hasil penelusuran kedua mahasiswa pada sepanjang jalur jelajah dan patroli petugas, Yudha dan Andreas berhasil menjumpai dua jenis anggrek hutan yaitu: Vanda limbata dan Dendrobium faciferum. Kelimpahan jenis yang lebih tinggi diantara kedua jenis tersebut pada wilayah lembah Loh Wenci adalah Vanda limbata. Vanda limbata sendiri merupakan salah satu jenis anggrek yang kerap dicari oleh berbagai kolektor anggrek di kota-kota besar Indonesia. Tumbuhan ini digemari oleh kecantikan dan keindahan bunganya yang ukurannya mencapai 3 cm, didominasi dengan warna merah kecoklatan dan disertai dengan bercak kuning serta lidah bunga berwarna keunguan. Vanda limbata juga dikenal sebagai anggrek beraroma yang mampu mengeluarkan flower scent serupa dengan bau kayu manis. Mahasiswa juga melakukan studi literatur dan mengetahui bahwa distribusi spesies V. limbata ini meliputi wilayah Jawa, Flores, dan Sulawesi. Anggrek ini diketahui mampu beradaptasi dengan kondisi iklim sangat kering (Tipe F Schmidt dan Ferguson) dan sangat cocok tumbuh pada dataran rendah. Meskipun menjadi primadona hutan yang digemari oleh kolektor anggrek di Indonesia, Vanda limbata dari dalam kawasan Taman Nasional Komodo maupun kawasan taman nasional lainnya tidak diperkenankan untuk diambil untuk kepentingan komersial dan hanya boleh dimanfaatkan sebagian sampelnya untuk kepentingan pendidikan dan penelitian dengan izin resmi dari instansi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait. Resort Loh Wenci – Sape merupakan salah satu pos jaga yang terletak di ujung barat Pulau Komodo dan berjarak cukup dekat dengan Kabupaten Bima, Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Resort ini masuk ke dalam Zona Rimba Taman Nasional Komodo, namun wilayah kerjanya meliputi berbagai zona lainnya diantara lain: Zona Inti, Zona Tradisional Masyarakat Lokal, Zona Perlindungan Bahari, dan Zona Tradisional Pelagis. Ragam zona dalam lingkup wilayah kerja Resort Loh Wenci – Sape membuat pola dan tantangan pengelolaan yang berbeda dibandingkan resort kerja lain dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Mahasiswa Manajemen Destinasi Pariwisata Politeknik Pariwisata NHI Bandung - Yudha Pamungkas (+6282210465828) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.Sc. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6281138290000)
Baca Artikel

Dukungan Komisi IV DPR RI Dalam Upaya Revitalisasi Danau Situgunung

Sukabumi, 4 November 2022. Danau Situgunung menjadi salah satu lokasi kunjungan kerja spesifik Komisi IV DPR-RI Masa Persidangan II Tahun Sidang 2022-2023. Rombongan dewan yang berjumlah 4 orang terdiri dari Bapak Ir. T.A. Halid, drh. Slamet, Edward Tannur, S.H., Ibu Vita Ervina, S.E. yang didampingi Sekretaris Dirjen PDASRH Ir. Sri Handayaningsih, M.Sc., Direktur Perencanaan Kawasan Konservasi Ahmad Munawir, S.Hut., M.Si., Kepala Balai PDAS Citarum Ciliwung Pina Ekalipta, S.Hut., M.P. Rombongan disambut langsung oleh Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP), Sapto Aji Prabowo, S.Hut., M.Si. beserta jajaran. Diawal kunjungan, Sapto Aji Prabowo menyampaikan beberapa informasi serta capaian program rehabilitasi hutan dan lahan yang telah dilaksanakan di Situgunung berjalan dengan baik. Namun dalam hal penataan danau, beliau mengakui belum maksimal dikarenakan tidak adanya anggaran yang mendukung hal tersebut. Berlanjut kedalam sesi diskusi, hal utama yang dibahas difokuskan terkait revitalisasi danau Situgunung dimana bentuk pekerjaannya berupa normalisasi dan pengerukan. Sebagai informasi, faktor yang menyebabkan terjadinya pendangkalan salah satunya yaitu adanya tumbuhan sejenis ganggang hijau yang telah hidup diatas danau dalam jangka waktu yang lama. Sehingga apabila dibiarkan hal tersebut akan membuat nilai estetik danau semakin menurun. Gayung bersambut, Komisi IV DPR-RI melalui perwakilan yang hadir dalam lawatan ini pun akan mendorong pihak-pihak terkait dalam mendukung upaya mengembalikan fungsi danau. Diakhir acara, Kepala BBTNGGP mengucapkan apresiasi atas kunjungan hari ini. Meskipun singkat, harapan besar tentunya terbersit dibenak kita semua semoga yang telah didiskusikan membuahkan hasil berupa solusi untuk revitalisasi fungsi danau seperti sedia kala. Sumber : Agus Deni - Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Teks dan Foto : Agus Deni, S.Si. @agustdenie
Baca Artikel

Field Trip Seru di TN Bukit Tiga Puluh

Rengat, 4 November 2022. Mahasiswa Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Universitas Jambi mengadakan kunjungan lapangan pada tanggal 29 s.d 30 Oktober 2022 ke Resort Lubuk Mandarsah, Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I, Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) tepatnya di Desa Lubuk Mandarsah. Kunjungan lapangan tersebut diikuti 31 (tiga puluh satu) orang yang terdiri atas 26 (dua puluh enam) orang mahasiswa Magister Ilmu Lingkungan angkatan 2022, 3 (tiga) orang Dosen Pendamping, serta 2 (dua) orang Staf Administrasi. Pemilihan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh sebagai tempat kunjungan lapangan didasarkan atas keanekaragaman flora dan fauna yang cukup tinggi, terdapat masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan taman nasional yang sudah terbentuk dalam kelompok tani serta terdapat objek wisata yang berada di dalam kawasan taman nasional sebagai salah satu potensi jasa lingkungan yang telah dikelola oleh kelompok sadar wisata (pokdarwis). Dalam sambutannya, Kepala Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Universitas Jambi, Bapak Dr. Ir. Hutwan Sarifuddin, MP menyampaikan bahwa melalui kunjungan lapangan ini mahasiswa diajak untuk berpikir kreatif, memiliki pengalaman baru, serta dapat melihat dan mengetahui permasalahan secara langsung di lapangan. Tidak itu saja, kunjungan lapangan ini juga bertujuan untuk mengasah kemampuan teknis atau aplikasi bagi mahasiwa di lapangan. Beberapa kegiatan yang dilaksanakan pada kunjungan lapangan ini diantaranya: kunjungan dan diskusi dengan Kelompok Tani Hutan (KTH) Mitra Tani, kunjungan dan diskusi dengan Kelompok Sadar Wisata Eka Wisata, serta kunjungan ke air terjun Pademan Hilir. Dalam kunjungan dan diskusi dengan KTH Mitra Tani, mahasiswa melihat secara langsung proses produksi pupuk kompos yang merupakan salah satu usaha pengembangan kelompok. Kepala program studi mengatakan bahwa pemanfaatan limbah pabrik kelapa sawit menjadi kompos merupakan salah satu solusi dalam menjaga kelestarian lingkungan dan bermanfaat dari sisi ekonomi. Kedepannya yang perlu diperhatikan adalah menjaga kekompakan kelompok, meningkatkan gotong-royong serta terus menggali ilmu terkait produksi kompos sehingga kompos yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan teknis minimal” ujarnya. Field trip dilanjutkan dengan memperkenalkan kepada mahasiswa/i berbagai keanekaragaman hayati jenis tumbuhan yang ada di sepanjang jalur track menuju air terjun dan diakhiri dengan kunjungan ke air terjun pademan hilir untuk mengenalkan secara singkat potensi objek wisata air terjun dan upaya pengelolaan yang telah dilakukan oleh Pokdarwis Eka Wisata. Kunjungan ke air terjun didampingi dan dipandu oleh Pokdarwis Eka Wisata. Diakhir kunjungan peserta menyampaikan rasa puasnya telah mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru selama field trip. Berinteraksi dengan masyarakat sekitar dan menikmati makan bersama dengan masyarakat sehingga suasana sederhana dengan nuansa desa yang hangat terasa melekat. Ketua Program Studi Magister Ilmu Lingkungan juga menyampaikan ucapan terima kasih atas penerimaan dan sambutan yang sangat antusias dari masyarakat sekitar dan Kelompok Masyarakat Binaan Balai TNBT, serta berharap melalui kegiatan ini terjalin komunikasi yang baik sebagai wadah untuk saling bertukar informasi dan terjalin hubungan yang lebih intensif lagi kedepannya” tutupnya. Turut serta hadir mendampingi mahasiswa, dosen penanggung jawab Prof. Dr. Ir. Anis Tatik Maryani, MP serta Sekretaris Program Studi Dr. Ir. Suryono, M.Si Sumber: Darmanto Ambarita - Polhut Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh
Baca Artikel

Menyelisik Pengelolaan Wisata Alam Di Resort Padar Selatan

Labuan Bajo, 14 Oktober 2022. Mahasiswa magang dari Program Studi Manajemen Destinasi Pariwisata Politeknik Pariwisata, NHI Bandung, Yudha Pamungkas, mengikuti kegiatan penjagaan di Resort Padar Selatan Seksi Pengelolaan Taman Nasional (STPN) Wilayah III, Balai Taman Nasinal Komodo mulai tanggal 1 – 11 Oktober 2022. Yudha ditugaskan mengobservasi dinamika kunjungan wisatawan, menganalisa efektivitas pemanduan dan interpretasi, dan memberikan rekomendasi terhadap peningkatan pengelolaan wisata alam di Padar Selatan berdasarkan pandangan mahasiswa selama masa penjagaan berlangsung. Yudha memulai aktivitas observasi dengan mengamati dinamika kunjungan wisatawan di Resort Padar Selatan. Padar Selatan hanya memiliki satu jalur trekking yang dilalui oleh wisatawan dengan jumlah anak tangga mencapai + 800 tapak mulai dari titik awal hingga mencapai titik puncak. Berdasarkan pengamatan, Yudha mencatat setidaknya jumlah kunjungan wisatawan ke Padar Selatan mencapai + 3.509 dengan jumlah perolehan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp301.015.000 selama 10 hari masa penjagaan kemarin. Dugaan jumlah kunjungan tersebut lebih kecil dibandingkan dengan jumlah kunjungan pada bulan Juli – Agustus setiap tahunnya yang kebetulan bertepatan dengan pelaksanaan libur sekolah tengah tahun (summer break) yang terjadi baik di dalam maupun luar negeri. Yudha juga mengamati jumlah kapal yang datang berkunjung membawa wisatawan ke Padar Selatan dan berhasil mencatat setidaknya 327 kapal pada masa penjagaan tersebut dengan mayoritas kapal merupakan phinisi dan kapal cepat (speedboat) yang utamanya datang dari Labuan Bajo. Adapun estimasi muatan penumpang yang dibawa ke Padar Selatan oleh kapal-kapal tersebut berkisar antara + 10 - 25 orang. Setelah observasi dinamika pengunjung dan jumlah kapal, Yudha pun menganalisa efektivitas pemanduan dan interpretasi berdasarkan protokol kunjungan wisata alam Taman Nasional Komodo (https://bit.ly/TNKOMODO) yang dibawakan oleh petugas naturalist guide atau tenaga interpreter masyarakat lokal binaan Koperasi Serba Usaha Taman Nasional Komodo (KSU TNK) di Padar Selatan. Yudha mengamati skema interpretasi yang diterapkan dengan mengacu pada tiga indikator yaitu: tipe interpretasi, sarana interpretasi, dan kualitas interpretasi. Berdasarkan hasil pengamatan, tipe interpretasi yang digunakan oleh naturalist guide adalah pendekatan point duty yaitu mengarahkan alur kunjungan hanya pada jalur trekking yang diperkenankan dan memberikan interpretasi pada beberapa titik pemberhentian sepanjang jalur kunjungan. Sementara terkait sarana interpretasi, naturalist guide menggunakan pendekatan overt observation dimana wisatawan dapat menikmati alam secara langsung dan turut menyadari kehadiran tenaga naturalist guide yang mengawasi aktivitas wisatawan di sepanjang jalur trekking Padar Selatan. Indikator kualitas interpretasi juga diamati dengan tiga sub indikator yaitu: tingkat pengetahuan, kemampuan dan keterampilan, dan sikap (attitude). Berdasarkan hasil pengamatan mahasiswa, naturalist guide belum seluruhnya menguasai materi yang telah disusun oleh Balai Taman Nasional Komodo sehingga perlu dilakukan penyegaran informasi interpretasi berkala oleh KSU TNK. Secara keseluruhan, naturalist guide di Padar Selatan telah memiliki kemampuan dan keterampilan yang cukup baik dalam memandu dan menyampaikan informasi kepada wisatawan. Namun hal tersebut seringkali terkendala karena naturalist guide lebih memprioritaskan perhatian kepada keselamatan pengunjung saat beraktivitas pada jalur trekking yang cenderung sempit dan bertebing. Naturalist guide di Padar Selatan juga cukup ramah dalam melayani wisatawan utamanya saat penyambutan awal sebelum wisatawan menaiki anak tangga pertama menuju Puncak Padar Selatan. Lebih lanjut, petugas naturalist guide juga perlu dilengkapi dengan senter, jas hujan, berbagai peralatan P3K untuk pertolongan darurat serta handy talky untuk memudahkan komunikasi petugas pada setiap titik pemberhentian. Implementasi pengelolaan wisata alam di Padar Selatan sudah baik menurut hasil observasi mahasiswa selama masa penjagaan. Namun efektivitas pengelolaannya perlu dipertahankan dan ditingkatkan. Yudha merekomendasikan agar pelayanan pengunjung tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan dimana hasil kajian daya dukung daya tampung wisata perlu diimplementasikan bersamaan dengan penerapan teknologi terkini berupa registrasi online dan layanan e-ticketing. Hal ini akan membantu menanggulangi kendala over capacity kunjungan di seluruh destinasi wisata alam dalam kawasan Taman Nasional Komodo, khususnya Resort Padar Selatan. Selain itu, perlu dibuat penambahan sarana interpretasi berupa papan informasi berisikan interpretasi Padar Selatan dan papan berisikan logo Taman Nasional Komodo serta gelar internasionalnya di sekitar area Padar Selatan yang tidak merusak keaslian ekosistem ataupun mengganggu pemandangan alami lansekapnya. Resort Padar Selatan merupakan salah satu destinasi wisata alam unggulan di dalam kawasan Taman Nasional Komodo yang kerap dikunjungi oleh wisatawan dari seluruh wilayah belahan dunia. Resort ini memiliki obyek daya tarik wisata alam (ODTWA) berupa pemandangan aerial berlatarkan tiga wilayah perbukitan dan tiga pantai berwarna biru kecerahan. Keindahan panoramanya yang menawan membuat lansekap perbukitan di Padar Selatan dijadikan salah satu gambar pada sisi pecahan uang kertas Rp50.000. Ketinggian topografi Padar Selatan menjulang tinggi mencapai + 156 mdpl dan menjadi habitat yang sesuai untuk berbagai jenis flora dan fauna, diantaranya: biawak komodo (Varanus komodoensis), elang laut perut putih (Haliaeetus leucogaster), rusa timor (Rusa timorensis), asam jawa (Tamarindus indica), bidara (Ziziphus mauritania), dan beberapa jenis ular berbisa lainnya. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Mahasiswa Manajemen Destinasi Pariwisata Politeknik Pariwisata NHI Bandung - Yudha Pamungkas (+6282210465828) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.Sc. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6281138290000)
Baca Artikel

Menuju Pemulihan Mandiri di Dalam Kawasan Konservasi

Jakarta, 2 November 2022. Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi, Ditjen KSDAE, ikut terlibat dalam penyelenggaraan Rapat Pembahasan Rencana Pemulihan Mandiri di Kawasan Konservasi yang diselenggarakan di ruang rapat Ditjen Penegakan Hukum LHK Jakarta, Senin (19/09/2022), secara daring dan luring. Pembahasan ini untuk mencari masukan usulan rencana pelaksanaan pemulihan mandiri oleh pelaku usaha/penanggung kawasan kegiatan dari penyelesaian sengketa lingkungan hidup di luar pengadilan yang lokasinya berada dalam kawasan konservasi. Diharapkan rencana pelaksanaan pemulihan mandiri di dalam kawasan konservasi dapat terlaksana sehingga mengembalikan fungsi ekosistem hutan kedepannya. Pertemuan ini di buka dan dipimpin oleh Jasmin Ragil Utomo SH, M.H ( Direktur Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup KLHK) dan dihadiri oleh Perwakilan Eselon I lingkup KLHK yang terkait. Sumber : Mugiharto - Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Pengkajian Rencana Pembangunan Jalan Provinsi Medan – Berastagi

Jakarta, 2 November 2022. Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi, Ditjen KSDAE, telah melaksanakan pengkajian/pengecekan lapangan rencana pembangunan jalan Provinsi Medan – Berastagi di Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan, Kab. Deli Serdang dan Kab. Karo, Provinsi Sumatera Utara pada tanggal 11 s.d 14 Oktober 2022. Pengkajian lapangan ini untuk mengumpulkan data dan informasi terkait rencana pembangunan jalan provinsi Medan – Berastagi di Tahura Bukit Barisan. Dengan terkumpulnya data dan informasi hasil kegiatan pengkajian tersebut, dapat memberikan pertimbangan dan saran serta masukan rencana pembangunan jalan provinsi Medan – Berastagi di Tahura Bukit Barisan, Kab. Deli Serdang dan Kab. Karo, Provinsi Sumatera Utara. Kegiatan juga diikuti oleh BAPPEDA LITBANG Kabupaten Karo; Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik, Ditjen KSDAE; Direktorat RKK, Ditjen KSDAE; Dinas Sumber Daya Air; Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sumatera Utara; Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Sumatera Utara; Pusat Keteknikan Kehutanan dan Lingkungan, Setjen KLHK, Balai Besar KSDA Sumatera Utara; Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumatera Utara; UPT Pengelola Tahura Bukit Barisan; Dewan Kehutanan Daerah Provinsi Sumatera Utara. Sumber : Mugiharto - Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Menuju Rencana Pengelolaan Kawasan Kosnervasi Yang Cepat, Efektif dan Efisien

Jakarta, 2 November 2022. Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi, Ditjen KSDAE, menyelenggarakan workshop Perencanaan Kelola Kawasan Konservasi selama 3 (tiga) hari mulai tanggal 25 s.d 27 Oktober 2022 di hotel Harris Malang, Jawa Timur. Workshop ini sebagai pemahaman kepada Unit Pengelola Teknis (UPT) agar dapat menyusun dokumen rencana pengelolaan dengan cepat, efektif dan efisien. Selain itu, workshop juga bertujuan agar penyusunan rencana pengelolaan kawasan konservasi dapat meningkatkan kualitas dokumen Rencana Pengelolaan sesuai dengan ketentuan dan kaidah teknis dan ilmu pengetahuan. Sebagai informasi, workshop dibuka oleh Direktur Perencanaan Kawasan Konservasi, Ahmad Munawir dan di hadiri Kepala UPTD Tahura Raden Soerjo, serta perserta workshop perwakilan UPT BBKSDA NTT, BBKSDA Sulsel, BBKSDA Papua Barat, BBKSDA Papua, BBBTN Bromo Tengger Semeru, BKSDA Maluku, BTN Ujung Kulon, Tahura Ngurah Rai, Tahura Tuanku Tambusai, Tahura Sultan Syarif Hasim, Tahura Sultan Adam, Tahura Gunung Lalang, Tahura Banten, Tahura Bunder, Tahura KGPAA Magkunegoro I, Tahura Palangkaraya, Tahura Murhum, Tahura Malino, Tahura Ir. H Juanda. Sumber : Mugiharto - Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Menyepakati Zona Pengelolaan TN Bukit Baka Bukit Raya

Jakarta, 2 November 2022. Proses revisi Zona Pengelolaan Taman Nasional Bukit Baka Raya (TNBBR), Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi, Ditjen KSDAE hadir sebagai narasumber pada acara Konsultasi Publik Revisi Zona Pengelolaan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya di Hotel Golden Tulip – Pontianak, pada tanggal 12 s.d 13 Oktober 2022. Hasil dari Konsultasi Publik tersebut berupa Berita Acara yang memuat kesepakatan, saran dan masukan dalam rangka penyempurnaan Zona Pengelolaan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya. Konsultasi Publik ini digelar berdasarkan hasil evaluasi zonasi Zonasi TNBBBR yang sebelumnya telah disahkan sesuai Keputusan Dirjen PHKA Nomor: SK.23/IV-SET/2013 tentang Zonasi Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya tanggal 29 Januari 2013. Dari hasil evaluasi dan memperhatikan dinamika, terdapat beberapa aspek kawasan yang mengalami perubahan dan sudah tidak sesuai dengan zonasi yang ada sehingga perlu dilakukan perubahan zonasi yang ada di dalam kawasan Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya tentu saja dengan tetap mempertimbangkan aspek ekologis, sosial, ekonomi dan budaya masyarakat. Sebagai informasi, Zona Pengelolaan Taman Nasional harus dievaluasi secara periodik menyesuaikan dinamika yang terjadi. Dalam hal ini, evaluasi diartikan sebagai kegiatan untuk menilai perkembangan penerapan kriteria dan kegiatan zona pengelolaan maupun membandingkan perkembangan dari realisasi masukan (input), keluaran (output), dan hasil (outcome) terhadap penerapan kriteria dan kegiatan. Data hasil kajian lapangan dan kesesuaian dokumen menunjukan adanya perubahan kondisi dan peruntukan di beberapa zona pengelolaan, antara lain: kebutuhan masyarakat di sekitar Taman Nasional, kebudayaan tradisional, dan potensi jasa lingkungan Kegiatan ini diselenggarakan secara daring dan luring serta dihadiri peserta dari unsur pemerintah daerah, mitra kerja dan Kementerian KLHK. Sumber : Mugiharto - Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Menghimpun Potensi dan Permasalahan TN Baluran Dalam Data Spasial

Jakarta, 2 November 2022. Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi, Ditjen KSDAE, telah melakukan koordinasi dan konsultasi Penyusunan Data Spatial Potensi dan Permasalahan Kawasan ke Balai Taman Nasional Baluran pada tanggal 14-17 September 2022. Kegiatan ini untuk mengumpulkan Data Spatial Potensi dan Permasalahan Kawasan juga sebagai sosialisasi draft panduan inventarisasi dan verifikasi data kehati bernilai tinggi. Beberapa kegiatan yang dilakukan di Balai Taman Nasional Baluran berupa pembahasan klasifikasi tipe ekosistem di TN Baluran dan pemaparan hasil identifikasi dan iventarisasi penutupan lahan di TN Baluran, pengecekan ke lapangan, pengumpulan spasial ekosistem di TN Baluran. Prof Tukirin Partomiharjo, Pakar Ekologi Tumbuhan turut hadir sebagai tenaga ahli dalam penyusunan draft panduan inventarisasi dan verifikasi data kehati bernilai tinggi. Sumber : Mugiharto - Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Sistem Dinamik Pemanfaatan Jasa Lingkungan

Jakarta, 2 November 2022. Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi, Ditjen KSDAE hadir sebagai peserta pada pelatihan Sistem Dinamik Pemanfaatan Jasa lingkungan, selama 4 hari ( 12-15 Oktober 2022) di Hotel Swiss Bell – Tangerang. Kegiatan diselenggarakan Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi dan turut dihadiri dari Setditjen KSDAE, Direktorat Pengelolaan KK, Direktorat BPPE, BBTN Gunung Gede Pangrango, BBKSDA Jawa Barat, BTN Gunung Halimun Salak, BTN Kepulauan Seribu, dan BTN Ujung Kulon. Sistem Dinamik pemanfaatan jasa lingkungan merupakan salah satu cara untuk membantu mengolah data dan variabel yang mempengaruhi suatu tujuan yang ingin dicapai guna menentukan strategi dan arah kebijakan yang akan diambil pada bidang pemanfaatan jasa lingkungan Kawasan konservasi. Sumber : Mugiharto - Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Kepedulian Komite II DPD RI Untuk Konservasi

Jakarta, 2 November 2022. Direktur Perencanaan Kawasan Konservasi, Ditjen KSDAE, Ahmad Munawir, berkesempatan mendampingi kunjungan kerja Pimpinan dan Anggota Komite II DPD RI ke Cagar Alam Rawa Danau dan Cagar Alam Pulau Dua, Kota Serang, Senin (19/9). Kunjungan ini untuk mengawasi sejauh mana tata kelola konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya yang selama ini telah mengakomodasi secara optimal kebutuhan di daerah serta peran pengelolaan konservasi dalam menyejahterakan dan memajukan masyarakat di daerah. Kunjungan lapangan ke kawasan konservasi menjadi momentum untuk peningkatan pengelolaan kawasan konservasi dan kelestarian hayati serta kerja sama dengan masyarakat sekitar, selain kunjungan lapangan Tim juga berdiskusi bersama kelompok tani hutan mengenai kegiatan dan hasil usahanya. Kegiatan turut dihadiri oleh Pimpinan Komite II DPD RI beserta jajarannya, Asisten II Pemerintah Kota Serang beserta jajarannya, wakil Bupati Kabupaten Serang dan jajarannya, para direktur Kementerian LHK, Kepala Dinas Pemerintah Provinsi Banten, Kepala Balai Besar KSDA Jawa Barat dan jajarannya, PT. KTI, anggota MMP, pemerhati hutan dan lingkungan, beserta para kelompok tani hutan. Sumber : Mugiharto - Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Ditjen KSDAE Dukung Ketahanan & Keamanan Nasional

Jakarta, 2 November 2022. Direktur Perencanaan Kawasan Konservasi, Ditjen KSDAE, Ahmad Munawir, S.Hut, M.Si., hadir sebagai narasumber pada acara Sosialisasi Penggunaan Kawasan sebagai Daerah Latihan Milter TNI AD di Markas Besar TNI AD, Jakarta Pusat, Kamis (27/10) dengan 132 peserta dari Perwakilan Kotama dan Balakpus TNI AD. Dalam kesempatan tersebut, Direktur Perencanaan Kawasan Konservasi menyampaikan materi tentang Prosedur dan Ketentuan Penggunaan/Pemanfaatan Kawasan Hutan Konservasi atau yang menjadi lingkup kewenangannya untuk digunakan sebagai daerah latihan Militer TNI AD. Kepentingan ini, dilakukan melalui mekanisme Kerjasama Pembangunan Strategis yang tidak dapat dielakkan sesuai dengan aturan Peraturan Menteri Kehutanan No P.85 /Menhut-II/2014 jo Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No P.44/MenLHK/Setjen /KUM.1/6/2017 tentang Tata Cara Kerja Sama Penyelenggaraan KSA/KPA. Harapanny pemahaman dan wawasan tentang Prosedur dan Ketentuan Penggunaan/Pemanfaatan Kawasan Hutan Konservasi sebagai daerah latihan Militer TNI AD semakin meningkat sehingga kawasan konservasi dapat memberikan manfaat dan dukungan terhadap ketahanan dan keamanan Nasional. Sumber : Mugiharto - Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Menggunakan METT Bersama Stakeholder Balai TN Taka Bonerate

Benteng, 1 November 2022 - Balai Taman Nasional (TN) Taka Bonerate melaksanakan Penilaian Efektivitas Pengelolaan Taman Nasional Taka Bonerate Tahun 2022 dengan metode METT (Management Effectiveness Tracking Tool) , Senin (31/10/2022) di Tinabo Room, Reyhan Hotel and Square. Sesi penilaian efektivitas pengelolaan TN Taka Bonerate di pandu fasilitator METT, Asep Pranajaya, S.Pi., yang diawali dengan pengenalan dan penjelasan mengenai instrumen METT yang digunakan. Kemudian, dilakukan pembahasan dan diskusi terhadap setiap elemen/aspek penilaian efektivitas pengelolaan. Hasil dari penilaian ini kemudian akan di verifikasi kembali oleh Direktorat Pengelolaan Kawasan Konservasi, Ditjen Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem. Kepala Balai Taman Nasional Taka Bonerate, Faat Rudhianto, S.Hut., M.Si., memberikan sedikit gambaran tentang pengelolaan dan kondisi TN Taka Bonerate dalam 3 tahun terakhir. "TN Taka Bonerate memiliki mandatori pengelolaan yaitu terumbu karang, penyu hijau, kima raksasa, dan siput triton. Jika kita evaluasi dalam 3 tahun terakhir berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh Balai TN Taka Bonerate maupun mitra WCS-IP terjadi peningkatan tutupan karang keras dibanding data tahun 2019, untuk penyu hijau semakin sering terjadi perjumpaan baik di lokasi peneluran maupun di perairan. Sedangkan untuk siput triton, keberadaannya telah diinventarisasi pada tahun 2018 dan keberadaannya sampai saat ini masih sering terlihat ketika saya melakukan penyelaman di berbagai spot dive di TN Taka Bonerate. Tren positif yang telah dicapai harus terus ditingkatkan. Jjika ada kekurangan maka kami akan terus lakukan perbaikan" ujar Kepala Balai. Lebih lanjut, Kepala Balai menyampaikan bahwa keterlibatan stakeholder dalam proses penilaian dimaksudkan agar penilaian menjadi lebih objektif, dan mendapatkan saran tindak lanjut untuk perbaikan pengelolaan ke depannya. Selain sesi peniliaian, peserta mendapatkan paparan materi yang disampaikan oleh akademisi Universitas Hasanuddin yaitu Prof. Ngakan Putu Oka, dari Fakultas Kehutanan dan Prof. Najamuddin dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan yang dimoderatori langsung oleh Kepala Balai TN Taka Bonerate. Prof. Ngakan Putu Oka menyampaikan materi mengenai Penguatan Konservasi Keanekaragaman Hayati TN Taka Bonerate melalui Penguatan Kelembagaan. Sedangkan Prof. Najamuddin menyampaikan materi mengenai Aktivitas Perikanan Berkelanjutan di Kawasan TN Taka Bonerate. Selama sesi ini juga dilakukan tanya jawab seputar materi dan kaitannya dengan pengelolaan TN Taka Bonerate. Kegiatan ini turut dihadiri petugas resort Balai TN Taka Bonerate serta stakeholder terkait antara lain perwakilan pemerintah daerah, Polsek Taka Bonerate, HPI, perangkat desa dalam kawasan, serta perwakilan kelompok dan tokoh masyarakat. Selain itu juga hadir akademisi dari Fakultas Kehutanan Unhas dan Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Unhas, serta mitra NGO (WCS-IP). Sumber : Khoirul Anam dan Asep Pranajaya – Balai Taman Nasional Taka Bonerate Foto: Humas Balai Taman Nasional Taka Bonerate
Baca Artikel

Membahas Kerjasama Telekomunikasi di Kawasan Konservasi

Jakarta, 2 November 2022. Jaringan telekomunikasi sangat penting untuk menghubungkan seluruh wilayah Indonesia. Jaringan telekomunikasi yang berkualitas berdampak pada peningkatan aspek-aspek kehidupan seperti ekonomi, pendidikan, dan sosial budaya. Indonesia yang merupakan negara kepulauan dimana wilayah daratannya pun memiliki kontur yang bervariasi dengan banyaknya pegunungan sehingga menjadi tantangan dalam pemerataan akses jaringan telekomunikasi. Masih banyak daerah pelosok negeri yang menjadi area blank spot atau terisolasi dari layanan komunikasi. PT Indosat, Tbk selaku salah satu provider layanan telekomunikasi di Indonesia berupaya untuk melakukan pembangunan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi di seluruh pelosok negeri. Penempatan dan pengoperasian sarana komunikasi jaringan serat optik oleh PT Indosat yang nantinya akan menghubungkan jalur Sungai Penuh – Tapan di wilayah Taman Nasional (TN) Kerinci Seblat, Provinsi Jambi dan Prov. Sumatera Barat diakomodir melalui mekanisme kerja sama pembangunan strategis yang tidak dapat dielakkan. Pembahasan draft PKS telah dilaksanakan pada hari Senin, 10 Oktober 2022 di Bogor yang dihadiri oleh Direktur RKK, pimpinan dan tim PT Indosat, perwakilan Setditjen KSDAE dan Direktorat Teknis lingkup Ditjen KSDAE, serta Kasubdit dan tim dari Subdit PFPSKK, Dit. RKK. Kesepakatan telah tercapai dari pembahasan yang dilakukan serta masukan dari peserta rapat sehingga dapat dilanjutkan dengan penandatanganan PKS antara Balai Besar TN Kerinci Seblat dan PT Indosat Tbk. Sumber : Mugiharto - Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Kabel Serat Optik Sepakat Masuk TN Bukit Barisan Selatan

Jakarta, 2 November 2022. Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi, Ditjen KSDAE, turut hadir pada penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pembangunan Strategis yang tidak dapat dielakkan dalam rangka Pembangunan Jaringan Kabel Serat Optik antara Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dengan PT XL Axiata Tbk, Kamis (22/9). Sebagaimana disampaikan oleh perwakilan manajemen PT XL Axiata dan Plt. Kepala Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan bahwa kelestarian ekologi dan kemajuan ekonomi dapat berjalan beriringan. Telekomunikasi menjadi salah satu faktor penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Kerja sama ini dapat menjadi contoh yang baik dan seyogyanya dapat membawa keuntungan bagi kedua belah pihak. Melalui kerja sama strategis ini, pengelolaan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan dapat semakin maju dan keanekaragaman hayati di dalamnya semakin terjaga. Sumber : Mugiharto - Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Sinkronisasi dan Humanis Untuk RPJP SM Balai Raja

Pekanbaru, 31 Oktober 2022 - Balai Besar KSDA Riau bersama para pihak melaksanakan pembahasan dokumen Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) Suaka Margasatwa (SM) Balai Raja, di Hotel Grand Zuri Duri Kab. Bengkalis, Kamis (27/10). Berangkat dari kondisi aktual SM Balai Raja serta mempertimbangkan mandat pengelolaan kawasan, maka dalam rancangan dirumuskan arah pengelolaan SM Balai Raja dalam jangka waktu 10 tahun kedepan dengan menetapkan visi pengelolaannya yakni SM BALAI RAJA LAYAK HABITAT GAJAH SUMATERA. Dalam mewujudkan visi tersebut di tetapkan dengan mendorong fungsi dan perbaikan habitat melalui peningkatan kualitas tutupan lahan dan penguatan data potensi dan permasalahan kawasan serta membangun sinergitas multipihak pengelolaan kawasan. Tanggapan para peserta sangat beragam dengan harapan bahwa upaya mendorong visi senantiasa selalu ada sinkronisasi dengan program pembangunan daerah dan mengedepankan aspek humanis senantiasa diucapkan dari beberapa kepala desa. Dalam diskusi dan masukan para peserta konsultasi publik secara aktif menyampaikan masukan terutama terhadap program program kerja yang akan menjadi bagian dari rencana aksi dari dokumen RPJP ini. Sebagai informasi, Kepala Balai Besar KSDA Riau, Genman S Hasibuan, memberikan sambutan dan arahan serta dari Bappeda Kab. Kampar dan akademisi UNRI memberikan paparan. Kegitan turut dihadiri Bappeda Kab. Bengkalis, Dinas Lingkungan Hidup Kab. Bengkalis, Dinas Perkebunan Kab. Bengkalis, Camat Pinggir, Camat Bathi Solapan, Kades Pinggir, Kades Balai Raja, Kades Titian Antui, Kades Buluh Apo, Kades Tengganau, Kades Sungai Meranti, Kades Pangkalan Libut, UNRI, LSM Hipam, LSM RSF, PT Pertamina Hulu Rokan, PT Kojo, PT Hutama Karya dan beberapa tokoh masyarakat. Acara ditutup dengan penyusunan berita acara konsultasi publik yang ditanda tanganani bersama. Sumber : Balai Besar KSDA Riau

Menampilkan 1.361–1.376 dari 2.311 publikasi