Minggu, 31 Mei 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Bibit Bunga Bangkai Tumbuh Subur di Sela – Sela Tanaman Coklat

Desa Luat Lombang, 18 November 2022. Bunga Bangkai Raksasa biasa juga disebut Kibut atau Suweg Raksasa merupakan tumbuhan dari suku talas-talasan endemik dari Sumatera, yang dikenal sebagai tumbuhan dengan bunga terbesar di dunia. Desa Luat Lombang, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan merupakan salah satu desa yang menjadi habitat dari bunga bangkai tersebut, setidaknya itulah catatan hasil monitoring yang dilakukan oleh petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah VI Kota Pinang, belum lama ini. Lahan desa yang berada di daerah penyanggah kawasan Cagar Alam (CA) Dolok Sipirok, dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mengelola kebun campuran dengan mayoritas tanaman coklat. Di sela-sela tanaman coklat inilah tumbuh subur bibit-bibit bunga bangkai jenis Amorphophallus titanium dan Amorphophallus gigas. Diperkirakan ada ratusan bibit yang tumbuh. Sayangnya, masyarakat sekitar belum menyadari bahwa bunga bangkai tersebut masuk dalam kategori tumbuhan langka dan dilindungi sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P.106/MENLHK/SETJEN/ KUM.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi. Masyarakat cenderung tidak peduli dan lebih mengutamakan aktifitas di kebun untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Dikhawatirkan bila tidak ada upaya nyata dalam menyelamatkan bunga bangkai ini, bukan tidak mungkin tempat tumbuhnya bunga bangkai akan dimanfaatkan untuk pengembangan atau perluasan tanaman perkebunan. Oleh karena itu dibutuhkan perhatian dari semua pihak untuk mencari solusi agar bunga bangkai terselamatkan dan aktifitas kebun warga dapat terus berjalan. Sumber : M. Nasir Siregar – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

BBKSDA Riau Pantau Aktivitas KTH Binaan

Pekanbaru, 17 November 2022 - Balai Besar KSDA Riau melakukan pemantauan ke beberapa Kelompok Tani Hutan (KTH) yang mendapat bantuan dan binaan dari Balai Besar, Kamis (10/11). KTH tersebut yakni KTH Gambut Berkah di Kelurahan Bukit Batrem, KTH Pandan Wangi di Kelurahan Tanjung Palas dan KTH Giat Rukun. Disamping pemantauan, petugas juga melakukan pengecekan dan pembinaan terhadap aktivitas yang dilakukan KTH termasuk masalah tertib administrasinya. Situasi di KTH Gambut Berkah yang kegiatannya di bidang perikanan dan perkebunan cabai, perkembangan sudah mulai dilakukan pembelanjaan. Begitu juga di KTH Pandan Wangi yang mengajukan proposal UMKM makanan kue basah dan perawatan kebun tebu. Untuk KTH Giat Rukun yang fokus pada bidang budidaya ikan lele dan penanaman sayur di pekarangan rumah (Budikamber), perkembangan KTH ini sudah mulai terlihat jelas dengan dimasukannya bibit ikan lele kedalam ember-ember penampung. Untuk kedepannya, KTH akan membuat kolam dari terpal dengan penguatan besi dan cor. Semoga upaya untuk meningkatkan perekonomian dapat terlaksana, sehingga masyarakat sekitar kawasan sejahtera dan kawasan pun tetap terjaga sesuai fungsi dan peruntukannya. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Stimulus Untuk Masyarakat Lereng Gunung Merapi

Magelang, 16 November 2022. Dua kelompok mitra Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) diberikan bantuan secara simbolis bersama anggota DPR RI, Vita Ervina,S.E, M.B.A., Rabu (16/11), di Balai Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang. Kedua kelompok yang beruntung mendapatkan bantuan yakni Kelompok Gerbang Kuliner Salak Desa Ngablak, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang senilai Rp.25.000.000,00 serta Kelompok Ternak Ngudi Lestari Desa Kemiren, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, senilai Rp.20.000.000,00. “Pemberian bantuan pada masyarakat di sekitar kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Merapi, diharapkan menjadi stimulus pergerakan ekonomi masyarakat sekitar kawasan” ujar Kepala Balai TNGM, Karyadi, S.Hut, M.I.L. “Hal ini dikarenakan salah satu amanah pembentukan TNGM adalah mengingkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. Pemberian bantuan dilakukan disela - sela diskusi interaktif “Menyelamatkan Kawasan Konservasi dan Lingkungan Hidup bersama Masyarakat” *** Sumber : Titin Septiana - Balai Taman Nasional Gunung Merapi Penanggung Jawab : Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi
Baca Artikel

Deklarasi Bersama Untuk TN Gunung Merapi Lestari

Magelang, 16 November 2022. Penandatanganan deklarasi bersama : Selamatkan dan Lestarikan Kawasan Konservasi Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), menjadi salah satu agenda dari diskusi interaktif “Menyelamatkan Kawasan Konservasi dan Lingkungan Hidup bersama Masyarakat”, Rabu (16/11) di Balai Desa Kaliurang, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang. Deklarasi bersama ini berisikan dukungan penuh untuk : 1) Kelestarian TNGM perlu dijaga, karena sebagai pelindung masyarakat dan lahan pertanian dari ancaman bencana letusan/lahar dingin Gunung Merapi; 2) Kawasan TNGM dan kawasan penyangganya memberikan layanan ekosistem berupa sumber mata air, perlindungan habitat satwa dan sumber keanekaragaman hayati, serta peradaban sosial budaya khas lereng Gunung Merapi yang arif atas sumber daya alam ini; dan 3) Sepakat bersama, bahwa penyelesaian permasalahan pengelolaan pada kawasan Gunung Merapi, perlu dukungan sinergitas bersama antar multi stakeholders dan kontrol sosial dari masyarakat guna mewujudkan pengelolaan yang amanah dan bertanggungjawab demi bangsa dan negara. Diskusi interaktif dihadiri 100 (seratus) undangan yang berasal dari UPT KLHK lingkup Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta, instansi terkait lingkup Jawa Tengah dan Kabupaten Magelang, Forkompimda Kabupaten Magelang, Forkompimca Kecamatan Srumbung dan Dukun, Kepala Desa di lingkup Kecamatan Srumbung dan Dukun, perwakilan MMP dan MPA RPTN Srumbung dan Dukun, Mitra BTNGM serta para media lingkup Magelang dan Yogyakarta. Berlangsung sangat interaktif, beberapa pertanyaan dari para peserta, hampir terkait dengan pengelolaan TNGM baik di dalam maupun luar kawasan konservasi, pengurangan resiko bencana, tugas bersama bagi masing-masing pemangku wilayah, serta penanganan konflik yang muncul menjadi PR bersama. Narasumber yang dihadirkan bukan kaleng – kaleng yakni Vita Ervina, S.E, M.B.A selaku Anggota Komisi IV DPR RI, Karyadi, S.Hut, M.I.L selaku Kepala Balai TNGM, Sarifudin selaku Kepala Dinas LH Kabupaten Magelang, Dian Risdianto, SP., MSi, selaku Plt Kasubdit Perencanaan Pengelolaan Kawasan Konservasi, Direktorat PKK KSDAE. Juga Ir. Slamet Rohadi, MP selaku Kepala Cabang Dinasi Kehutanan (CDK) IX Jawa Tengah, Drs. R. Ahmad Surya Subagya selaku Kepala Cabang ESDM Wilayah Merapi, Budi Supriyanto, S.Si. selaku anggota Komisi 3 DPRD Kabupaten Magelang. Kesemuanya membahas tantangan pengelolaan dan pemberdayaan masyarakat perspektif multi stakeholders. Kemudian untuk membahas mitigasi dan pengurangan resiko bencana, hadir juga sebagai nara sumber Dr. Agus Budi Santoso, S.Si., M.Sc. selaku Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), serta Drs. Didik Suswanto E.P. selaku Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Magelang. Adapun pembahasan tentang penanganan konflik dan pelanggaran hukum dibahas oleh Ir. Sustyo Iriyono, M.Si selaku Plt Direktur Pencegahan dan Penanganan LHK, Aris Widodo perwakilan Kodim Magelang, AKBP M. Sajarod selaku Kapolresta Magelang. Selanjutnya para pimpinan berbagai stakeholder ini turut menandatangani deklarasi bersama. *** Sumber : Titin Septiana - Balai Taman Nasional Gunung Merapi Penanggung Jawab : Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi
Baca Artikel

Mencari Cara Tingkatkan Pemberdayaan Masyarakat

Pekanbaru, 15 November 2022 - Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Rencana Pemberdayaan Masyarakat (RPM) di sekitar kawasan konservasi Taman Nasional (TN) Zamrud dan Suaka Margasatwa (SM) Tasik Belat Tahun 2022 s/d 2026 sukses digelar di Aula Kantor Desa Kampung Dayun, Kabupaten Siak, Jumat (11/11). Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kabupaten Siak menyampaikan materi tentang Pemberdayaan Masyarakat Desa/Kampung di Kab. Siak narasumber. Dilanjutkan pemaparan draft dokumen RPM yang disampaikan Penyuluh Kehutanan selaku anggota tim penyusun, Bobby Sunata. Selanjutnya diskusi dan tanya jawab yang dimoderatori oleh Sekretaris Camat Dayun. Acara ditutup penandatanganan Berita Acara Hasil Konsultasi Publik dengan rumusan bahwa draft telah disosialisasikan dan dapat dipahami secara bersama, para pihak mendukung RPM di sekitar kawasan konservasi TN Zamrud dan SM Tasik Belat serta terdapat catatan lain dari para pihak atas draft RPM yaitu dalam peningkatan kapasitas kelompok masyarakat, perlu adanya sekolah lapangan untuk kelompok masyarakat agar bisa membudidayakan ikan endemik sebagai usaha ekonomi produktif kelompok masyarakat, dalam peningkatan kapasitas kelompok masyarakat wisata alam, perlu memberikan pelatihan untuk masyarakat agar bisa menjadi pemandu wisata alam pada kawasan konservasi TN Zamrud dan perlu adanya beberapa orang yang memiliki kompetensi di dalam kelompok masyarakat yang dibentuk agar bisa memberikan pengaruh dan motivasi agar berhasil mengembangkan usahanya serta perlunya pendataan kepada masyarakat yang berpengaruh atau yang berinteraksi negatif pada kawasan konservasi. Sebagai informasi, Kepala Balai Besar KSDA Riau yang diwakili oleh Kepala Seksi Pemanfaatan dan Pelayanan, Arry Purnama Setyawan membuka acara yang turut dihadiri Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung Kab. Siak, Camat Sungai Apit, Sekretaris Kec. Dayun, beberapa Kepala Desa/Penghulu yaitu Dayun, Rawa Mekar Jaya, Sungai Rawa, Kepala Dusun 1 Teluk Lanus, LPMK dan BPD, Tokoh masyarakat serta petugas dari Seksi Konservasi Wilayah IV, Bidang KSDA Wilayah II, Balai Besar KSDA Riau. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Tanam Pohon, Nyata Jaga Kelestariannya

Makassar, 14 November 2022 – Memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI), Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan mengikuti kegiatan penanaman di lokasi Persemaian Permanen Bone, Desa Gareccing, Kecamatan Tonra Kabupaten Bone, Sabtu (12/11). Penanaman yang diinisiasi dari Balai Perbenihan Tanaman Hutan Wilayah II Makassar ini diikuti oleh perwakilan 14 UPT KLHK Sulawesi Selatan, Plt. Kades Gareccing, Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat serta seluruh Pegawai BPTH Wilayah II Makassar. Sebanyak 75 batang tanaman Produktif ditanam di lokasi demplot UPT, yang terdiri bibit Lengkeng Crystal, Mangga Mahathir dan Manalagi, Durian Musang King, Rambutan dan Alpukat Alligator. Diharapkan hasil penanaman di demplot UPT KLHK dapat menghasilkan bahan tanaman entries atau bahan sambungan bibit produktif untuk dibagikan gratis kepada masyarakat. Ir. Jusman, Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan yang mewakili seluruh Kepala UPT KLHK Sulawesi Selatan menyampaikan pentingnya memaknai momentum peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia sebagai tindakan nyata meningkatkan kesadaran dan kepedulian kita bersama tentang pentingnya pemulihan kerusakan sumber daya hutan dan lahan. “Kolaborasi multi pihak dalam mendukung keberhasilan penanaman juga menjadi hal yang mutlak, untuk dapat merawat pohon yang ditanam dapat tumbuh dengan baik, sehingga dapat bermanfaat bagi kelestarian lingkungan dan masyarakat sekitar”, ujarnya. “Persemaian Permanen berperan dalam penyediaan benih dan bibit berkualitas dalam program penanaman sangat penting, tantangan ke depan yaitu dapat menghasilkan bahan tanaman vegetatif jenis tanaman produktif yang nantinya hasilnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat”, ujar Kepala Balai BPTH Wilayah II Makassar. Penetapan Hari Menanam Pohon Indonesia pada tanggal 28 November setiap tahunnya muncul sebagai tindakan nyata dari kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian pohon demi mencegah dampak perubahan iklim. Dengan menjaga kelestarian diharapkan dapat mencegah dampak perubahan iklim yang saat ini menjadi wacana berbagai pihak. Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Call Center BBKSDA Sulsel: 08114600883
Baca Artikel

Keberadaan Tumbuhan Kemenyan di CA Martelu Purba

Medan, 14 November 2022. Jenis tumbuhan Kemenyan (Styrax sp.) ditemukan di kawasan Cagar Alam (CA) Martelu Purba dengan kondisi batangnya yang mengeluarkan getah secara alami. Penemuan ini terjadi pada hari Jumat tanggal 11 November 2022 saat dilakukannya kegiatan monitoring satwa siamang di Cagar Alam Martelu Purba oleh Alharis Ruhidi, S.P.,M.Si, Andryono Lumban Gaol, Shofia Putri Nasibah, dan Thoyibah Pohan, yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Sensus Pohon Cagar Alam Martelu Purba. Lazimnya bahwa Cagar Alam Martelu Purba seluas 195 hektar dikenali dengan keadaan alamnya yang khas yakni berupa tegakan meranti yang terbangun dari hasil penanaman tahun 1948 hingga 1952, sehingga sering diasosiasikan secara umum bahwa Cagar Alam Martelu Purba adalah cagar alam meranti. Batang Pohon meranti yang tumbuh di cagar alam ini ada yang diameternya sudah melebihi 100 cm. Keberadaan tumbuhan jenis kemenyan sangat jarang terungkap di Cagar Alam Martelu Purba baik dari pembicaraan di masyarakat sekitar kawasan (daerah penyangga) maupun masyarakat pada umumnya. Dunia akademisi juga belum pernah melakukan kegiatan pendidikan dan/atau penelitian tentang tumbuhan jenis kemenyan di Cagar Alam Martelu Purba. Untuk keperluan identifikasi awal, dibuat petak ukur pengamatan seluas 10 x 10 meter, hasilnya bahwa ditemukan tumbuhan jenis kemenyan sebanyak 11 batang, berdiameter antara 5 – 22 cm dan tinggi total antara 10 – 14 m. Sebanyak 9 batang tumbuhan jenis kemenyan ini didapati dalam keadaan mengeluarkan getah secara alami. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengungkap potensi tumbuhan jenis kemenyan ini di Cagar Alam Martelu Purba. Pada sisi yang lain perlu juga dilakukan penjagaan dan pengawasan keberadaan tumbuhan jenis kemenyan ini khususnya dari gangguan yang dilakukan oleh manusia mengingat nilai ekonomi getah kemenyan cukup tinggi. Sebagaimana diketahui bahwa kegiatan ini sebagai tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan Universitas Sumatera (USU) tentang Pelaksanaan Tridarma Perguruan Tinggi dalam Pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. PKS. 6/SETJEN/ROCAN/SET.1/5/2022 dan No. 6500.1/UN5.1.R/KPM/2022 tanggal 18 Mei 2022. Oleh karena itu, Balai Besar KSDA Sumatera Utara melaksanakan kegiatan Sensus Pohon di Cagar Alam Martelu Purba dengan menggandeng kegiatan magang rimbawan Fakultas Kehutanan USU Program Magang Bersertifikat Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dari tanggal 12 Oktober 2022 s.d 12 Desember 2022. Sumber : Alharis Ruhidi, S.P.,M.Si - Analis Konservasi Kawasan BBKSDA Sumut/Kepala Resor Cagar Alam Martelu Purba dan Cagar Alam Batu Gajah/Pendamping Lapangan Magang Bersertifikat Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Fahutan USU 2022.
Baca Artikel

Jemput Bola Untuk Penyusunan RPJP SM Karang Gading Langkat Timur Laut

Stabat, 14 November 2022. Harapan bahwa masyarakat sejahtera bersamaan dengan lestarinya hutan, perlahan tapi pasti diwujudkan melalui berbagai aksi yang dilakukan oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA SUmut). Kemiskinan dan ketertinggalan umumnya lekat pada masyarakat yang berada di daerah pesisir dikarenakan minimnya kesadaran dan kemauan akan pentingnya ilmu pengetahuan dan teknologi, keterbatasan informasi dan akses yang sulit dijangkau. Suaka Margasatwa (SM) Karang Gading Langkat Timur Laut merupakan kawasan konservasi yang berhadapan langsung dengan luasnya Selat Malaka, hutan mangrovenya menjadi benteng pertahanan Sumatera Utara dari sisi timur merupakan habitat dari berbagai satwa dilindungi dan terancam punah selain juga menjadi tempat tumbuh endemik bagi jenis – jenis jenis bakau seperti Rhizophora sp, Api-api, Nyiri, Tengar, Buta-buta, Dengganai, Pidada, Rengas, Nipah dan lain sebaginya. Ancaman deforestasi hutan mangrove SM Karang Gading Langkat Timur Laut diakibatkan oleh aktivitas seperti konversi lahan hutan, pembalakan liar, perburuan illegal dan penguasaan lahan untuk alasan ‘kesejahteraan’ dan sebagainya. Sejatinya, kawasan konservasi dikelola dengan perencanaan yang terdokumentasi dan terukur dalam rangka meningkatkan efektivitas pengelolaan dan efesiensi pemanfaatan sumber dayanya serta meningkatkan akuntabilitas bagi pengelola selain untuk memastikan adanya keterlibatan publik dalam pengelolaan kawasan. Masyarakat sekitar kawasan adalah mitra terdepan yang harus dilibatkan dalam pengelolaan kawasan SM Karang Gading Langkat Timur Laut. Dalam forum diskusi yang dilaksanakan dalam rangka menjaring masukan dan aspirasi masyarakat sekitar kawasan untuk penyusunan dokumen Rencana Pengelolaan Jangka Panjang kawasan SM Karang Gading Langkat Timur Laut pada tanggal 11 November 2022 di Stabat, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, sekitar 40 orang masyarakat yang mewakili desa – desa yang berada persis berbatasan langsung dengan SM Karang Gading Langkat Timur Laut, menyampaikan keinginannya untuk tetap dapat melihat hutan mangrove di sekitar mereka sampai ke generasi penerus selanjutnya. Masyarakat mengakui bahwa SM Karang Gading Langkat Timur Laut adalah kawasan konservasi milik negara dan aktivitas yang dilakukan di dalam kawasan harus dengan seizin pengelola kawasan. Dalam diskusi ini masyarakat juga menyampaikan keinginan untuk dapat bekerjasama dalam mengelola berbagai kegiatan wisata berbasis konservasi sesuai peraturan yang ada untuk mendukung keberdayaan masyarakat. Masyarakat optimis bahwa keberadaan kawasan akan secara langsung mendukung kehidupan mereka bila berjalan bergandengan tangan dengan para pihak lainnya dalam mengelola SDA pemberianNya ini. Sumber : Edina Emininta Ginting, S.Hut., M.Si.- PEH Madya Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Usai Menerima Bantuan, Produksi Usaha Kelompok Tani "Emak-emak" Kube Satahi Meningkat

Batang Onang, 10 November 2022. Kunjungan Tim Resort Suaka Margasatwa (SM) Barumun II, Balai Besar KSDA Sumatera Utara, untuk kegiatan monitoring ke Kelompok Tani (KT) Kube Satahi di Desa Batang Onang Baru, Kecamatan Batang Onang, Kabupaten Padang Lawas Utara, Selasa (1/11), disambut gembira oleh emak-emak anggota kelompok tersebut. KT Kube Saroha merupakan penerima bantuan dalam rangka Peningkatan Ekonomi Masyarakat Sekitar Kawasan dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan, pada tanggal 1 Agustus 2022 yang lalu. Bantuan dana sebesar Rp. 35 juta melalui rekening kelompok, dialokasikan untuk pengembangan usaha rumah tangga berupa pembuatan keripik ubi serta kue lainnya (beteng-beteng dan kue bawang) melalui penambahan modal usaha, merenovasi pondok usaha serta melengkapi alat-alat usaha. Setelah berjalan sekitar 3 bulan, manfaat bantuan mulai dirasakan oleh anggota KT Kube Saroha. Produksi usaha keripik ubi/singkong meningkat, dimana bahan baku ubi kayu/singkong yang sebelumnya sekitar 50 s.d 100 kg. sekarang sudah mencapai 200 kg per bulannya. Peningkatan produksi ini membuat anggota kelompok yang mayoritas emak-emak, semakin bersemangat karena merasakan dampak peningkatan perekonomian. Selain itu, anggota kelompok juga belajar dalam pemasaran. Perlahan namun pasti, kelompok ini terus berbenah untuk lebih baik lagi. Tidak lupa juga anggota kelompok ini dalam berbagai pertemuan di desa ikut menyampaikan pesan-pesan konservasi kepada warga, agar ikut menjaga dan melindungi kawasan konservasi khususnya Suaka Margasatwa (SM) Barumun. Kelompok ini akan terus dimonitor dan menjadi target pendampingan serta pembinaan dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah VI Sipirok. Sumber : Parta Basmely - Polhut Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Keberhasilan KTH Bunga Meranti Dilirik Tim Survey Program UP2K Kabupaten Simalungun

Purba Tongah, 11 November 2022. Kelompok Tani Hutan (KTH) Bunga Meranti binaan Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Resort Cagar Alam (CA) Martelu Purba dan CA Batu Gajah pada Seksi Konservasi Wilayah III Kisaran, disambangi tamu istimewa dari Tim Penggerak (TP) PKK Kabupaten Simalungun, Rabu (9/11), di lokasi Unit Usaha Mesin Pengolahan Kopi di kompleks kantor Resort CA Martelu Purba dan CA Batu Gajah, Simpang Purba Tongah. Kedatangan tim TP PKK Kabupaten Simalungun untuk survey/penilaian kelompok tani yang akan mendapatkan bantuan/pendampingan melalui Program UP2K (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga) pada tahun 2023 dan 2024. Berdasarkan hasil penilaian tersebut nantinya akan ditetapkan status kelompok menjadi 2 (dua) kategori yaitu Kelompok Percontohan untuk aksi 2023 dan Kelompok Pendamping yang akan dipersiapkan untuk aksi 2024. Perwakilan KTH Bunga Meranti, yakni Kepala Resort CA Martelu Purba dan CA Batu Gajah, Alharis Ruhidi, S.P.,M.Si; Ketua Kelompok Rinto Rilexon Purba dan Manajer Unit Usaha Mesin Pengolahan Kopi, Romasdo Marolob Saragih, memberikan penjelasan kepada tim penilai/TP PKK Kabupaten Simalungun tentang progres dan kinerja KTH khususnya unit usaha mesin pengolahan kopi, antara lain bahwa produk kopi olahan sangat banyak peminatnya sehingga beberapa pesanan dari luar daerah seperti Bali dan Jawa terpaksa ditolak bahkan pesanan lingkup Sumatera Utara pun banyak yang belum terpenuhi. Kondisi ini disebabkan antara lain karena sulitnya mendapatkan bahan baku berupa buah kopi merah (cerry) mengingat perkembangan belakangan ini banyak kebun kopi yang beralih menjadi kebun jeruk. Selain itu juga bahwa masih terbatasnya SDM yang mampu dalam pengolahan kopi untuk menghasilkan produk yang berkualitas. Untuk itu dimohonkan kepada TP PKK Kabupaten Simalungun untuk dapat memfasilitasi solusinya antara lain dengan menggandeng UPTD/Dinas teknis terkait. Terhadap usulan ini TP PKK Kabupaten Simalungun menyatakan kesiapan untuk bantu memfasilitasi. Tim survey TP PKK Kabupaten Simalungun yang didampingi Camat Purba, Ketua TP PKK Kecamatan Purba, dan Pj. Pangulu Nagori Purba Tongah mengapresiasi keberhasilan dari KTH Bunga Meranti dalam mengelola usaha yang dapat meningkatkan ekonomi keluarga dari anggota kelompok dan meminta agar usaha yang sangat baik ini terus dilanjutkan dengan tidak lupa mengikutsertakan ibu-ibu warga nagori khususnya yang tergabung dalam kelompok PKK Nagori Purba Tongah. Kemudian pengolahan produk hilir dari kopi juga agar ditingkatkan selain untuk bubuk teh, kompos organik, makanan ternak, dan lain-lain. Perlu diketahui bahwa KTH Bunga Meranti yang secara administrasi pemerintahan terletak di Nagori/Desa Purba Tongah, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun Provinsi Sumatera Utara dan secara administrasi pengelolaan hutan masuk wilayah kerja Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar/Seksi Konservasi wilayah III/Resort CA. Martelu Purba dan CA. Batu Gajah, merupakan salah satu kelompok penerima bantuan pemerintah cq. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan/Balai Besar KSDA Sumatera Utara pada tahun 2020 dan 2022. Kunjungan Tim Survey Program UP2K (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga) TP PKK Kabupaten Simalungun memberi semangat dan motivasi bagi anggota KTH untuk lebih giat lagi melakukan pengembangan usaha pengelolaan kopi yang berkualitas. Sumber : Alharis Ruhidi, S.P.,M.Si - Analis Konservasi Kawasan/Kepala Resort CA. Martelu Purba dan CA. Batu Gajah
Baca Artikel

Upaya Menyelesaikan Konflik Tenurial SM Kerumutan

Pekanbaru, 9 November 2022 - Balai Besar KSDA Riau melakukan pembahasan penanganan konflik tenurial di dalam kawasan konservasi Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan, Kec. Teluk Meranti, Kab. Pelalawan, Jumat (4/11). Sekcam Teluk Meranti membuka kegiatan dilanjutkan pemaparan materi dari pihak Balai Besar KSDA Riau yang diwakili oleh Bapak Ujang Holisudin. Masuk ke era baru pengelolaan kawasan konservasi, masyarakat bukan lagi sebagai objek tetapi sebagai subjek dengan mengedepankan prinsip 3M (Mutual Respect, Mutual Trust, dan Mutual Benefit). Dalam UU Cipta Kerja tidak ada peluang pelepasan kawasan konservasi. Pada kawasan konservasi SM Kerumutan sendiri telah dilakukan groundcheck langsung di lapangan, kompilasi dan memadukan data dari pihak terkait serta data yang diperoleh dengan mengoverlay dengan data kawasan SM Kerumutan. Data areal terbangun berupa kebun sawit yang berhasil diidentifikasi adalah perkebunan campuran dan perkebunan kelapa sawit. Dari luasan areal terbangun yang ada di wilayah Kel. Teluk Meranti dan Desa Teluk Binjai, data pengelola lahan masih belum lengkap karena sebagian pengelola lahan bukan masyarakat tempatan sehingga sulit untuk dilakukan pendataan. Sebagai informasi kegiatan dilakukan di Aula Kecamatan Teluk Meranti dan dihadiri Sekcam Teluk Meranti, Lurah Teluk Meranti beserta perangkatnya, Sekdes Teluk Binjai beserta perangkatnya serta perwakilan dari masyarakat Kelurahan Teluk Meranti dan Desa Teluk Binjai yang mempunyai lahan di dalam kawasan konservasi SM Kerumutan. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

BBKSDA Riau dan Walikota Dumai Sepakati Pembangunan Embung

Pekanbaru, 9 November 2022 - Kepala Balai Besar KSDA Riau, Genman S. Hasibuan, menandatangani perjanjian kerja sama dengan Walikota Dumai, Haji Paisal, terkait pembangunan strategis yang tidak dapat dielakkan berupa pembangunan embung dan sarana pendukungnya dalam rangka mitigasi bencana di Taman Wisata Alam (TWA) Sungai Dumai, Kota Dumai, Prov. Riau, Selasa (8/11). Penandatanganan dilakukan di Media Center atau gedung Wan Dahlan Ibrahim, Kota Dumai dan dihadiri oleh jajaran Organisasi Perangkat Daerah yaotu Walikota, Kepala Bappeda Litbang Kota Dumai, Kepala Badan Kerjasama Kota Dumai, Plt. Kadis PUPR, Kadis DLH, Kalaksa BPBD, Kadis Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata dan para Kabid dinas terkait lingkup Pemerintah Kota Dumai, dan pejabat fungsional maupun struktural Balai Besar KSDA Riau. Kerja sama ini disepakati sebagai upaya mitigasi bencana banjir serta pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan melalui pembangunan embung di TWA Sungai Dumai. Rencananya tiga buah embung dengan total luas 20 hektar beserta sarana pendukungnya, akan dibangun di blok khusus TWA sungai dumai di bawah naungan perjanjian kerja sama ini. Kerja sama ini akan berlaku 10 tahun sejak penandatanganan. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Menuju Masyarakat Sekitar SM Tasik Tanjung Padang Sejahtera

Pekanbaru, 7 November 2022 - Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Rencana Pemberdayaan Masyarakat (RPM) di Sekitar Kawasan Konservasi Suaka Margasatwa (SM) Tasik Tanjung Padang Tahun 2022-2026 digelar Balai Besar KSDA Riau, Kamis (3/11) di Aula Kantor Kec. Tasik Putri Puyu, Kab. Kep. Meranti. Penandatanganan Berita Acara Hasil Konsultasi Publik menghasilkan rumusan bahwa draft Rencana Pemberdayaan Masyarakat telah disosialisasikan dan dapat dipahami secara bersama serta para pihak mendukung Rencana Pemberdayaan Masyarakat di sekitar kawasan konservasi Suaka Margasatwa (SM) Tasik Tanjung Padang. Lebih lanjut diperlukan sinkronisasi program pemberdayaan masyarakat antara instansi pemerintah pusat dengan pemerintah desa seperti pembentukan kelompok untuk setiap desa target terdiri dari satu kelompok dengan jumlah anggota minimal 15 orang per kelompok, perlu adanya solusi nyata agar kegiatan ilegal logging di SM Tasik Tanjung Padang dapat dikurangi, perlunya pembentukan dan pendampingan serta kepedulian kepada Masyatakat Peduli Api (MPA) agar kebakaran lahan dan hutan dapat dicegah, dan diperlukan pelatihan serta pengembangan kapasitas terhadap kelompok yang akan dibentuk. Untuk kegiatan pemulihan ekosistem lingkungan, Desa Tanjung Padang dan Desa Dedap diharapkan membangun kerjasama dengan pemerintah. Dukungan pemasaran hasil dari kelompok masyarakat juga perlu ditingkatkan agar produk yang dihasilkan memberikan manfaat, juga perlu diperjelas batas kawasan SM Tasik Tanjung Padang di lapangan dan disosialisasikan kepada pemerintah desa/masyarakat serta perlunya dibentuk Masyarakat Mitra Polhut (MMP) di desa target yang berbatasan dengan SM Tasik Tanjung Padang. Sebagai informasi, konsultasi publik di buka oleh Kepala Balai Besar KSDA Riau yang diwakili Kepala Seksi Pemanfaatan dan Pelayanan dan turut dihadiri oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kab. Kep. Meranti, Camat Tasik Putri Puyu, Kepala Desa Tanjung Padang, Kepala Desa Dedap, Kepala Desa Mekar Delima, Kepala Desa Puti Puyu, LPM Desa Tanjung Padang, LPM Desa Dedap, LPM Desa Mekar Delima, LPM Desa Puti Puyu dan tokoh masyarakat. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Kelompok Binaan Belajar Pengelolaan Wisata Alam di TWA Buluh Cina

Pekanbaru, 7 November 2022. Kelompok Binaan Balai Besar KSDA Riau yaitu Kelompok Sadar Wisata Negeri Enam Tanjung & Kelompok Tani Hutan Melati Indah mengikuti Pelatihan Pengelolaan Jasa Wisata Alam, Selasa (1/11) di Taman Wisata Alam (TWA) Buluh Cina. Kedua kelompok tersebut mengikuti pelatihan sebagai pengembangan kapasitas kelompok binaan. Wayan Widiarsika (Co Founder Dekotoz Villa) menjadi narasumber yang memberikan materi mengenai Usaha Perjalanan Wisata Alam kepada Pokdarwis Negeri Enam Tanjung dan Pertanian untuk Masa Depan kepada Kelompok Tani Hutan Melati Indah. Wayan menjelaskan mengenai manajemen kelompok yang baik, pentingnya melihat peluang dalam usaha wisata alam serta menjaga semangat dalam diri anggota kelompok ketika memulai usaha wisata alam. Ternyata hal ini membuat anggota kelompok antusias mengikuti kegiatan pelatihan dan berkomitmen untuk menjalankan hasil pelatihan. Pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan konservasi meningkatkan kesejahteraan dan menguatkan fungsi kawasan itu sendiri. Sebagai tambahan informasi, kegiatan dibuka oleh Kepala Bidang KSDA Wilayah I, Bapak Andri Hansen Siregar, S.Hut.T.,M.Sc. dan dipandu oleh Fasilitator yaitu Bapak Lord Given B.I.E, S.Hut, Ibu Kesi Elisabeth Silvania Siregar, S.Hut serta Bapak Azrianto, S.TP. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Menilik Ekowisata Berbasis Masyarakat, Sekjen KLHK Kunjungi Pulau Hoga

Kaledupa, 8 November 2022 – Wisata berbasis konservasi di Taman Nasional Wakatobi dewasa ini menjadi salah satu dari 10 destinasi unggulan di Indonesia. Pulau Hoga terletak di sebelah timur Pulau Kaledupa merupakan pesona keindahan di Wakatobi. Pesona keindahan pulau ini tak hanya dilirik oleh wisatawan lokal saja, tetapi banyak juga wisatawan mancanegara yang sangat terpukau dengan keindahannya. Sekretaris Jenderal KLHK, Dr. Ir. Bambang Hendroyono, M.M didampingi Direktur Pengelolaan Kawasan Konservasi dan Direktur Perencanaan Kawasan Konservasi serta Kepala Balai Taman Nasional Wakatobi dan rombongan, berkesempatan mengunjungi Pulau Hoga sekaligus melihat bagaimana interaksi antara ekowisata dan masyarakat di Pulau Kaledupa, Senin (7/11). Pola ekowisata berbasis masyarakat (community based ecotourism) adalah pola pengembangan ekowisata yang memungkinkan keterlibatan penuh masyarakat sekitar dalam perencanaan, pelaksanaan, serta pengelolaan segala keuntungan yang diperoleh. Sebagai Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Kaledupa, La Fasa, S.Sos., M.H menyampaikan bahwa “Di pulau hoga ini ada kurang lebih 220 rumah-rumah masyarakat yang dijadikan homestay dan juga 2 dive resort yang dimana sudah memiliki izin usaha penyediaan jasa wisata alam atau IUPJWA”. Di kesempatan yang sama Bambang Hendroyon menyampaikan bahwa “Masyarakat adalah tonggaknya ekowisata” sehingga sangat penting peran masyarakat dalam mendorong keberhasilan pengelolaan ekowisata. Beliau juga berharap pengelolaan ekowisata tetap dikembangkan dengan meningkatkan sarana dan prasarana dengan memperhatikan prinsip-prinsip konservasi. Untuk mendukung peran masyarakat terhadap pengembangan ekowisata berbasis konservasi, Bambang Hendroyono sempat bertemu dan berdiskusi dengan anggota kelompok masyarakat binaan Taman Nasional Wakatobi, yaitu Kelompok Raea Jaya, Kelompok Padakauang, Kelompok Konservasi Lewuto, dan FKN Horuo-Mantigola. Di sela-sela kunjungan, Sekretaris Jenderal KLHK bersama rombongan berkesempatan melepasliarkan tukik yang berasal dari demplot penetasan semi alami di Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Tomia, Balai Taman Nasional Wakatobi. Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III Tomia, Iwanuddin, S.P., M.Sc menyampaikan upaya konservasi penyu mulai dari proses monitoring sampai penetasan di demplot penetasan semi alami. Hal ini dibenarkan oleh Kepala Balai Taman Nasional Wakatobi, Darman S.Hut., M.Sc bahwa tukik/bayi penyu merupakan salah satu sumber daya prioritas yang memiliki perlakuan khusus sebelum dilepasliarkan. Sebanyak 60 (enampuluh) ekor tukik dengan jenis penyu sisik dan penyu hijau dilepasliarkan di pesisir Pulau Hoga. Sumber : Prima Sagita, S.Hut & Silvia Tomasoa - Balai Taman Nasional Wakatobi
Baca Artikel

Solidaritas Meringankan Beban Korban Banjir

Besitang, 7 November 2022. Cuaca ekstrim belakangan ini sedang melanda di sebagian daerah di Indonesia, termasuk Sumatera Utara. Banjir pun mengenangi beberapa daerah, diantaranya di Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat. Air setinggi dada menggenangi pemukiman warga, sehingga beberapa diantaranya terpaksa harus mengungsi ke tenda-tenda pengungsian yang disediakan oleh pemerintah daerah beserta jajaran TNI dan kepolisian. Ikut merasakan penderitaan warga, Balai Besar KSDA Sumatera Utara bersama dengan Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser dan juga lembaga mitra kerjasama Yayasan Orangutan Sumatera Lestari – Orangutan Information Center (YOSL-OIC), Yayasan Ekosistem Lestari (YEL), WCS, VESSWIC, Yayasan Petai dan Yayasan Sumatera Hijau Lestari (YSHL) terpanggil untuk membantu meringankan beban warga yang menjadi korban terdampak banjir dengan memberikan bantuan bahan-bahan kebutuhan pokok, pada Sabtu 5 November 2022. Khusus untuk lingkup Balai Besar KSDA Sumatera Utara, dana solidaritas yang berhasil terkumpul sebesar Rp. 4.340.000,- serta 3 dus pakaian bekas. Bantuan tersebut telah disalurkan ke 3 posko bencana alam, masing-masing di Desa Sekoci, Kelurahan Kampung lama dan Kelurahan Bukit Kubu, Kecamatan Besitang, termasuk juga kepada petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara yang menjadi korban banjir, yaitu : Sontana Sembiring (Kepala Resort Aras Napal), Hendra ( TPHL ) dan Danang Dono (TPHL). Peristiwa banjir yang melanda Kecamatan Besitang ini memberi pelajaran yang penting dan berharga tentang bagaimana membangun solidaritas, bahu membahu dalam menunjukkan rasa kepedulian serta berbagi kepada sesama yang membutuhkan akibat dampak dari banjir. Tidak hanya itu saja, banjir juga mengingatkan kembali semua warga untuk peduli dan ikut menjaga lingkungan hidup, karena lingkungan hidup yang terjaga kelestariannya dengan baik tentunya dapat meminimalisir dampak dari banjir. Sumber : Ainy Amelya Utami, S.Hut. – Penyuluh Kehutanan Balai Besar KSDA Sumatera Utara

Menampilkan 1.345–1.360 dari 2.311 publikasi