Minggu, 31 Mei 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Komitmen Bersama Untuk Penyelamatan TN Tesso Nilo

Pangkalan Kerinci, 25 November 2022. Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Heru Sutmantoro, S.Hut, M.M., lakukan sosialisasi pada kegiatan “Focus Group Discussion (FGD) Penyelamatan Taman Nasional Tesso Nilo” di auditorium kantor Bupati Pelalawan, Rabu (9/11). FGD Penyelamatan Taman Nasional Tesso Nilo ini merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh Polres Pelalawan, Balai Taman Nasional Tesso Nilo dan Pemerintah Daerah Kabupaten Pelalawan Seluruh pihak yang hadir pada FGD menyampaikan komitmen dan dukungan penyelamatan Taman Nasional Tesso Nilo, disepakati pula nantinya akan dilaksanakan sosialisasi terkait penyelamatan dan eksistensi Taman Nasional Tesso Nilo kepada masyarakat Kabupaten Pelalawan. Selain itu pihak berwenang dalam penegakan hukum menyampaikan akan mengedepankan tindakan preventif, detektif, dan korektif dalam upaya penyelamatan Taman Nasional Tesso Nilo. Pelibatan masyarakat hukum adat juga disebutkan akan terus dilakukan dalam pengelolaan dan penyelamatan Taman Nasional Tesso Nilo. Sebagai informasi, FGD dihadiri oleh 46 orang peserta diantaranya dari jajaran Balai TN Tesso Nilo, Polres Pelalawan, Sekda Pelalawan, Kejaksaan Negeri Pelalawan, Dandim 0313 /KPR, Pemerintahan Daerah, serta Kepala-Kepala Desa, Tokoh adat, Ninik Mamak, dan Batin sekitar Taman Nasional Tesso Nilo. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Menuju Kolaborasi Pengelolaan TN Gandang Dewata Bersama Masyarakat Adat Mamasa

Makassar, 18 November 2022. Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan melaksanakan kegiatan penguatan masyarakat adat dan kelembagaannya menuju kolaborasi pengelolaan Taman Nasional Gandang Dewata (TNGD), Kamis (17/11) di Hotel Anoa, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat. Berbicara mengenai Masyarakat Adat merupakan satu kesatuan yang tidak dapat terpisahkan dengan status kawasannya yakni Hutan Adat. Dimana secara regulasi pengakuan dan perlindungan terhadap Masyarakat Hutan Adat ditetapkan melalui peraturan daerah sedangkan status Hutan Adat ditetapkan melalui Keputusan Menteri. Kolaborasi antara lembaga adat, pemerintah daerah dan pemerintah pusat dalam pengelolaan Taman Nasional Gandang Dewata tentunya dapat terwujud dimana secara regulasi sudah diatur peran dan tanggungjawab masing-masing. Penguatan masyarakat adat dan kelembagaannya dilaksanakan sebagai bentuk tindak lanjut pertemuan bilateral antara AMAN PUS Kondosapata Wai Sapalelean dengan Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan pada bulan Desember tahun 2021. Sejalan dengan latar belakang tersebut diharapkan pelaksanaan kegiatan ini dapat mengidentifikasinya permasalahan dan peran lembaga adat menuju kolaborasi pengelolaan Taman Nasional Gandang Dewata. Pada tahun 2021, tim Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan telah melakukan identifikasi indikasi wilayah Hutan Adat guna mengetahui keberadaan Masyarakat Hutan Adat di sekitar TNGD dengan hasil bahwa: (a) Masyarakat belum memahami tentang apa yang dimaksud hutan adat dan keberadaan hutan adat. Masyarakat hanya mengkeramatkan hutan tertentu karena seringnya terjadi hal-hal mistis di hutan; (b) Belum adanya konsep hutan adat pada masyarakat adat di Kecamatan Tabulahan khususnya di Desa Tabulahan dan Desa Gandang Dewata. Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, Ir. Jusman saat membuka acara melalui video conference menyampaikan “Ucapan terimakasih atas partisipasi semua pihak dalam kegiatan Penguatan Masyarakat Adat dan Kelembagaannya dalam pengelolaan Taman Nasional Gandang Dewata. Kami sangat berharap bantuan dan kerjasama Bapak dan Ibu agar kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar. Semoga kedepannya dapat mendorong lahirnya kolaborasi pengelolaan kawasan Taman Nasional Gandang Dewata dengan Masyarakat Adat”. Senada dengan Kepala BBKSDA Sulsel, Asisten I Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Mamasa pada saat pembukaan menyampaikan “Harapan Kami kegiatan ini berjalan dengan baik dan menghasilkan output yang dapat berkontribusi positif dalam pengelolaan Taman Nasional Gandang Dewata”. Hadir melalui video conference sebagai narasumber Ir. Muhammad Said, MM, Direktur Penanganan Konflik Tenurial dan Hutan Adat KLHK dengan topik Kebijakan Hutan Adat dalam Perspektif Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2021 tentang Penyelenggara Kehutanan. Narasumber lainnya yang hadir secara langsung yakni (1) Asisten I Pemerintah dan Kesejahteraan Rakyat Kab. Mamasa dengan topik eksistensi masyarakat adat sebagai bagian integral pengelolaan lingkungan; (2) Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat tentang masyarakat adat Mamasa wilayah Sulawesi Barat; (3) Ketua BPH AMAN PUS Kondosapata Mamasa dengan topik peranan masyarakat dalam mendukung pelestarian TNGD; dan (4) Ketua BPH AMAN PUS wilayah Sulawesi Selatan terkait upaya mendorong pengakuan dan perlindungan hak melalui produk hukum daerah dan penetapan hutan adat. Pemaparan dari narasumber dilanjutkan dengan diskusi dan Focus Group Discussion untuk merumuskan hasil kegiatan. Poin-poin rumusan hasil kegiatan sebagai berikut : Selain Kepala Balai Besar KSDA Sulsel, turut hadir pada kegiatan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat, Pemerintahan Kab. Mamasa, Bapelitbangda, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Para Camat, dan Para Kepala Desa, Ketua Pemangku Adat, Tokoh Adat, Lembaga Swadaya Masyarakat, AMAN PUS Kondosapata Mamasa serta AMAN Sulawesi Selatan. Sumber: Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Call Center BBKSDA Sulsel: 08114600883
Baca Artikel

Pembinaan dan Penguatan Kelompok Pecinta Alam atau Kader Konservasi Alam

Banjarbaru, 21 November 2022 – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Selatan memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa tahun 2022 dengan melaksanakan Pembinaan Kelompok Pecinta Alam/Kader Konservasi, Senin (21/11), di Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes), Provinsi Kalimantan Selatan. Ketua pelaksana, Endah Wahyuni K, S.Si. mengatakan "Kegiatan ini untuk mendorong pengembangan aktifitas kelompok pecinta alam/ kader konservasi/penggiat lingkungan, mengembangkan wawasan dan pengetahuan, melakukan koordinasi dan berbagi pengalaman antar anggota kelompok serta aktif berperan dan berpartisipasi dalam upaya konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya". Peserta Sebanyak 20 orang yang terdiri dari Green Leadership Indonesia (GLI), Kelompok Gahipta, Kelompok Nayaka Cyber Indonesia, HMI Cabang Banjarbaru, HMI Komisariat Kehutanan, Mapala Sylva Fakultas Kehutanan ULM dan Saka Wanabakti diberikan materi yang memotivasi agar anggota kelompok lebih maksimal lagi dalam melaksanakan peran dan partisipasinya dalam upaya konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem, khususnya generasi muda para penggiat konservasi/lingkungan di Kalimantan Selatan. Dalam sambutannya Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan yang diwakili oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Bapak Suwandi, S.Hut., MA. menyampaikan bahwa kegiatan ini pertama kali diadakan setelah ±7 tahun vakum. Narasumber kegiatan ini berasal dari Universitas Lambung Mangkurat Bapak Dr. Badaruddin, S.Hut., M.P. dan Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan Bapak Supiani, S.Hut, dipandu moderator dari Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini bisa saling menjaga kelestarian alam di Kalimantan Selatan. Karena maraknya kerusakan hutan dan alih fungsi hutan menjadikan hutan di Kalimantan Selatan semakin sedikit. Ayo kita bersama-sama menjaga bumi ini terutama hutan kita. Pada kesempatan lain, Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Bapak Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M. Sc., menyatakan bahwa generasi muda sangat berperan penting dalam menjaga keberlanjutan dan kelestarian alam, khususnya habitat flora dan fauna. Kegiatan ini diharapkan sebagai awal utk menyatukan visi dari berbagai unsur pemuda yang peduli terhadap konservasi lingkungan hidup sekaligus menguatkan kegiatan FOLU Net Sink yang sedang digalakkan pemerintah. (ryn) Sumber : Endah Wahyuni Kuswidyosusanti, S.Si. - Koordinator PJLHK Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Artikel

Sumpah PNS 2022 BBKSDA Sumatera Utara

Dua dari empat orang PNS Balai Besar KSDA Sumatera Utara yang diambil sumpah dan janjinya berfoto bersama dengan Kepala Bagian Tata Usaha, Elfina Rosinta Dewi, S.Hut., M.IL serta Kepala Seksi Pemanfaatan dan Pelayanan Suyono, SH., M.Si. Medan, 25 November 2022. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS, dalam pasal 39 ayat 1 mengisyaratkan bahwa setiap Calon Pegawai Negeri Sipil pada saat diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) wajib mengucapkan sumpah/janji. Untuk memenuhi amanat peraturan tersebut, pada Kamis 24 November 2022, telah dilakukan pengambilan sumpah dan janji PNS lingkup Direktorat Jenderal KSDAE Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tahun 2022, sesuai dengan surat Sekretaris Direktorat Jenderal KSDAE Nomor : S. 1519/SET.3/KKOTL/PEG.2/11/2022 tanggal 17 November 2022 perihal Pelaksanaan Sumpah/Janji PNS Pengambilan Sumpah/Janji PNS. Pengambilan sumpah/janji PNS tersebut berlangsung di Solo. 4 (empat) orang PNS lingkup Balai Besar KSDA juga mengikutinya, masing-masing : Budi Satria Sihite, S.Hut. (Polisi Kehutanan Ahli Pertama), Dany Roy Putra Sitanggang, S.Hut. (Polisi Kehutanan Ahli Pertama), dan Farid Ali, S.Hut. (Polisi Kehutanan Ahli Pertama) secara hybrid/zoom meeting di kantor Balai Besar KSDA Sumatera Utara, serta Eral Jantua Gurning, S.Hut. (Polisi Kehutanan Ahli Pertama) mengikuti pengambilan sumpah/janji PNS secara hybrid di Jakarta. Pengambilan sumpah/janji dilaksanakan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal KSDAE, Suharyono, dan bertindak sebagai saksi Kepala Bagian Keuangan, Kepegawaian, Oragnisasi dan Tata Laksana KSDAE, Sri Mina Ginting. Dalam arahan dan sambutannya, Sekretaris Direktorat Jenderal KSDAE mengingatkan para PNS agar menegakkan disiplin dalam melaksanakan tugas sehari-hari di tempatnya masing-masing dengan penuh rasa tanggung jawab. “Ciptakan keharmonisan di lingkungan kerja. Miliki kompetensi sehingga berkompeten, serta ingat bahwa PNS berorientasi melayani masyarakat (publik) dan bukan dilayani,” ujar Suharyono. Pengambilan sumpah/janji hybrid ini juga dihadiri Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, diwakili Kepala Bagian Tata Usaha Elfina Rosinta Dewi, S.Hut., M.IL dan Kepala Seksi Pemanfaatan dan Pelayanan Suyono, SH., M.Si. Selamat bagi PNS lingkup Balai Besar KSDA Sumatera Utara yang telah diambil sumpah dan janjinya, semoga amanah dan dapat memberikan pelayanan yang terbaik. Sumber : Hendro – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Menuju Pengelolaan Tahura Lalang Lestari

Bogor, 24 November 2022. Tim Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi telah mengunjungi kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung guna Koordinasi dan Konsultasi Penataan Kawasan Konservasi Tahura Lalang Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung selama 3 ( Tiga) hari terhitung tanggal 16 s.d 18 November 2022. Kegiatan difokuskan untuk mengumpulkan data dan informasi perkembangan proses penataan blok pengelolaan Tahura Lalang dan permasalasahan pengelolaan Tahura Lalang. Metode dilakukan dengan cara wawancara dan diskusi dengan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Belitung serta kunjungan lapangan ke lokasi Tahura Lalang. Tim telah memperoleh hasil untuk data dan informasi penataan kawasan konservasi Tahura Lalang, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan akan ditindaklanjuti guna mewujudkan pengelolaan Tahura Lalang yang lebih baik. Sumber : Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi (Mugiharto, Cica Ali, dan Ety Ambarwati)
Baca Artikel

Wamen KLHk Resmikan Munas IPEHINDO 2022

Jakarta, 24 November 2022. Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr Aloe Dohong memberikan sambutan dan arahan pada acara pembukaan Musyawarah Nasional IPEHINDO 2022 yang digelar di Hotel Peninsula Jakarta, Selasa (22/11). "Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) pada tahun 2022 sebanyak 3.072 orang tersebar di seluruh eselon I Kementerian LHK dan daerah, menjadi potensi Sumber Daya Manusia (SDM) strategis yang dimiliki oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Potensi SDM PEH ini yang menjadi kekuatan KLHK yang saat ini sedang melaksanakan program FoluNet Sink. PEH harus mengetahui program Indonesia's Folu Net Sink 2030 karena program ini merupakan wujud nyata kontribusi sektor kehutanan untuk kepentingan Nasional dan global. Pengendali Ekosistem Hutan juga harus mengetahui komitmen kerja sama sektor kehutanan tingkat ASEAN serta dapat menjabarkan dalam kegiatan pengendalian ekosositem hutan.” Selanjutnya Pak Wamen memukul gong tanda peresmian dibukanya acara Musyarawah Nasional IPEHINDO 2022 dengan diiringi tepuk tangan dari peserta. Sebagain informasi, Musyawarah Nasional IPEHINDO 2022 ini diselengarakan secara hybrid, dengan agenda acara membahas revisi AD/ART/ Tatatertib dan Prgram Kerja IPEHINDO Tahun 2022- 2027serta pemilihan ketua Baru, Hadir secara factual maupun online, peserta Musyawarah Nasional IPEHINDO 2022 berasal dari enam Direktorat Jenderal lingkup Kementerian LHK juga Pemerintah Daerah. Sumber : Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Berseri, Kelompok Tani Sumber Jaya Dapat Bantuan Kolam dan Bibit Ikan

Torganda, 23 November 2022. Kelompok Tani Sumber Jaya Berseri benar-benar berseri, mengapa ? Karena apa yang dicita-citakan akhirnya terkabul. Kelompok ini sangat berkeinginan memiliki kolam guna mengembangkan usaha budidaya ikan gurame dan ikan lele untuk memenuhi kebutuhan dari anggota kelompok dalam meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian. Keinginan ini dikabulkan dengan adanya bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Utara yang disalurkan melalui Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Sebagaimana diketahui bahwa Balai Besar KSDA Sumatera Utara dengan PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Utara telah sepakat untuk melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang tertuang dalam surat Nomor : PKS.3501/K.3/TU/PK/ 7/2021 dan Nomor : 0076.PJ/SDM.08.04/C08000000/2021 tanggal 26 Juli 2022 tentang Pembangunan Strategis Yang Tidak Dapat Dielakkan Berupa Pembangunan Jaringan Listrik Hantaran Udara Tegangan Menengah dan Hantaran Udara Tegangan Rendah di Dusun Sumber Sari I dan Dusun Sumber Sari II Desa Torganda Kecamatan Torgamba Kabupaten Labuhan Batu Selatan di Taman Wisata Alam Holiday Resort. Salah satu dari kesepakatan kerja sama yang dituangkan dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT) adalah pemberian bantuan oleh pihak PLN, diantaranya untuk kegiatan pemberdayaan masyarakat. Pemberian bantuan telah direalisasikan pada Jumat, 7 Oktober 2022 yang lalu, saat dilakukan kegiatan monitoring hasil pelaksanaan kegiatan kerjasama tahun pertama dengan PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Utara di Desa Torganda, oleh Tim Balai Besar KSDA Sumatera Utara, dimana diserahkan bantuan sebesar Rp. 15 juta kepada Kelompok Tani Sumber Jaya Berseri untuk pembuatan kolam ikan gurame, kolam ikan lele jumbo, kolam ikan lele serta pengadaan bibit ikan gurame, lele jumbo dan lele. Sebelumnya Kelompok Tani Sumber Jaya Lestari telah mengikat kerja sama kemitraan konservasi dengan Balai Besar KSDA Sumatera Utara, yang dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) Nomor : 4966/K.3/TU/PK/10/2021 dan Nomor : 03/10/KD/2021 dalam rangka Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemberian Akses Budidaya Tradisional dan Pemungutan Hasil Hutan Bukan Kayu di Blok Tradisional Taman Wisata Alam (TWA) Holiday Resort di Desa Torganda, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhan Batu Selatan, dengan luas wilayah 80,14 hektar. Pemberian bantuan ini merupakan bentuk komitmen kepedulian dan pertanggungjawaban sosial dari PLN dalam membantu menyelesaikan masalah yang ada di lingkungan sekitar sebagai dampak dari adanya pembangunan jaringan listrik di Dusun Sumber Sari I dan Dusun Sumber Sari II, Desa Torganda, Kecamatan Torgamba, Kabupaten Labuhan Batu Selatan. Sehingga bantuan ini diharapkan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya bagi Kelompok Tani Sumber Jaya Lestari. Untuk itu, pengurus dan anggota Kelompok Tani Sumber Jaya Lestari menyampaikan terima kasih kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara dan PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Utara yang sudah memfasilitasi bantuan pengadaan kolam guna mengembangkan usaha budidaya ikan gurame dan ikan lele untuk peningkatan kesejahteraan dan taraf hidup anggota kelompok, serta berjanji akan bersungguh-sungguh mengembangkannya. Sumber : A. Rizal M – Kepala Resort TWA Holiday Resort, Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Bersama, Merencanakan Tata Guna Lahan Partisipatif di Desa Pulau Muda

Pekanbaru, 21 November 2022 - Resort Kerumutan Utara, Balai Besar KSDA Riau, menghadiri rapat konsultasi publik hasil perencanaan tata guna lahan partisipatif Desa Pulau Muda, Kel.Teluk Meranti, Kec.Teluk Meranti, Kab. Pelalawan, Selasa (15/11), di aula desa Pulau Muda. Setelah dilakukan pembahasan dan diskusi, tercipta kesepakatan dari pihak-pihak terkait menyepakati untuk menjaga hasil integrasi perencanaan tata guna lahan dan arahan pemanfaatan ruang untuk fungsi lindung dan budidaya sebagai dasar penyusunan rencana tata ruang (RTR) desa Pulau Muda sesuai dengan aturan yang berlaku saat ini. Para pihak juga mendukung untuk menjaga dan melindungi areal fungsi lindung yang berada di desa Pulau Muda secara kolabratif dan sesuai dengan aturan yang berlaku, para pihakpun mendukung program pengembangan livehood di desa Pulau Muda sesuai dengan tupoksi, kemampuan dan aturan yang berlaku serta mendukung penyelesaian areal yang berkonflik melalui alternatif (penyelesaian konflik secara non litigasi) dengan mengedepankan komitmen. Kegiatan yang di buka oleh Earthworm Foundation kemudian di lanjutkan menyampaikan pemaparan materi terkait tata kelola penggunaan lahan dan aset wilayah secara partisipatif untuk mendukung kelestarian pengelolaan sumberdaya alam dan keberlangsungan mata pencaharian masyarakat desa Pulau Muda. Para pihak yg turut hadir meliputi Asisten Bupati Pelalawan, Sekcam Teluk Meranti, Kepala Desa Pulau Muda beserta perangkatnya, Balai Besar KSDA Riau, KPH Tasik Besar Serkap, Earthworm Foundation, PT Arara Abadi, PT Mitra Hutani Jaya, PT Peranap Timber, PT RAPP Estate Meranti, PT Satria Perkasa Agung, PT Gemilang Cipta Nusantara/RER, PT Sinar Mutiara Nusantara, PT THIP, Lembaga Laskar Melayu Bersatu dan RT/RW beserta masyarakat Desa Pulau Muda. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Konsultasi Publik Desain Tapak Taman Nasional Zamrud

Pekanbaru, 21 November 2022 – Balai Besar KSDA Riau menggelar Konsultasi Publik Penyusunan Dokumen Desain Tapak Taman Nasional (TN) Zamrud, Selasa (15/11) di Hotel Grand Mempura Siak. Materi disampaikan oleh Kepala Bidang Destinasi dan Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Kab. Siak serta Kepala Bidang Tata Ruang Kepala Dinas PU TARUKIM Kab. Siak memberikan materi yang kemudian dilanjutkan dengan pemaparan draft dokumen desain tapak TN Zamrud yang disampaikan oleh Kepala Seksi Pemanfaatan dan Pelayanan selaku Tim penyusun. Konsultasi publik yang dibuka Kepala Bidang Teknis Balai Besar KSDA Riau, bapak M. Mahfud mewakili Kepala Balai Besar KSDA Riau turut dihadiri Dinas Pariwisata Kab. Siak, Dinas PU TARUKIM Kab. Siak, Dinas Lingkungan Hidup Kab. Siak, KPH Tasik Besar Serkap, Camat Dayun, Camat Pusako, Kepala Desa/Penghulu Dayun, Kepala Desa/Penghulu Sungai Barbari, Kepala Desa/Penghulu Rawa Mekar Jaya, Kepala Desa/Penghulu Sungai Rawa, Perwakilan/Tokoh Masyarakat, Kepala Resort TN Zamrud dan Tim Bidang Wilayah II Siak. Hasil konsultasi publik menghasilkan rumusan : Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Bulan Cinta Laut Salah Satu Upaya Mendukung Kelestarian Penyu

Yogyakarta, 21 November 2022. Balai KSDA Yogyakarta dalam hal ini Resort Konservasi Wilayah Bantul mengikuti kegiatan “Gita Laut (Gerakan Bersih Pantai dan Laut) Tahun 2022” yang diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan DIY, Sabtu (19/11/2022). Dengan tema “Bulan Cinta Laut, Laut Sehat, Indonesia Sejahtera” diharapkan dapat mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dengan berlandaskan 2 aspek yaitu aspek Ekologi dan aspek Ekonomi. Kegiatan ini merupakan puncak dari serangkaian acara yang telah diselenggarakan sebelumnya. Hadir pada kesempatan ini Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, perwakilan dari beberapa OPD pusat dan daerah, pelestari penyu Kabupaten Bantul serta mitra. Dalam arahannya Wakil Gubernur DIY berharap melalui kegiatan ini dapat mendukung pariwisata yang ada di Kabupaten Bantul khususnya wisata pesisir. Dalam acara ini juga dilakukan penandatanganan prasasti tugu Konservasi Penyu, penyerahan beberapa hadiah dan diakhiri dengan bersih pantai. Kegiatan bersih pantai dilakukan secara serentak di enam lokasi yang merupakan tempat pendaratan penyu yaitu di Pantai Pelangi, Baros, Samas, Goa Cemara, Pandansimo Baru dan Pandansimo. Kepala Balai KSDA Yogyakarta, Muhammad Wahyudi memberikan respon baik terhadap kegiatan ini. “Keberadaan sampah merupakan salah satu factor yang mempengaruhi penyu tidak jadi mendarat di suatu pantai. Melalui Kegiatan Bulan Cinta Laut yang diisi dengan bersih pantai diharapkan dapat meminimalisir gangguan terhadap habitat dan tempat pendaratan penyu khususnya di wilayah pesisir Kabupaten Bantul”. Wahyudi juga berharap melalui kegiatan ini dapat terjalin koordinasi yang baik antara OPD, pelestari penyu dan stake holder terkait dalam upaya pelestarian penyu. Sumber : Siti Markhamah - PEH Balai KSDA Yogyakarta Penanggung jawab berita: Kepala Balai KSDA Yogyakarta- Muhammad Wahyudi (HP 0852-4401-2365) Kontak informasi: Call center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449)
Baca Artikel

Tingkatkan Kualitas SDM Dengan Bina Cinta Alam Kader Konservasi

Mataram, 22 November 2022. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menggelar kegiatan Bina Cinta Alam Kader Konservasi lingkup Balai TNGR tahun 2022 di destinasi wisata non pendakian Gunung Kukus, Desa Jurit Baru Kec. Pringgasela Lombok Timur pada hari Sabtu hingga Minggu kemarin tanggal 19-20 November 2022. Kegiatan ini untuk membentuk kader konservasi dan meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam rangka membantu pelestarian kawasan dan lingkungan serta bersama-sama mewujudkan Rinjani menuju pendakian kelas dunia. Kegiatan diikuti oleh 63 orang peserta, berasal dari Anggota Pramuka Saka Wanabakti Lombok Timur, Perwakilan Kelompok Pecinta Alam, Komunitas Pecinta Alam, Pokdarwis Lembah Selatan dan Mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi. Adapun materi edukasi yang diberikan berasal dari narasumber, Unit SAR Daerah Lombok Timur, Dosen Biologi Fakultas MIPA Universitas Mataram, Lombok Landscaper, dan petugas Balai TNGR. Penanaman pohon menutup rangkaian kegiatan dengan menanam di sekitar areal perkemahan dan pelantikan anggota baru Saka Wanabakti Lombok Timur. Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Rinjani
Baca Artikel

Multiplier Effect Untuk Masyarakat Lingkar Rinjani

Mataram, 22 November 2022. Kegiatan pendakian di Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) pasca gempa Lombok 2018 dan pandemi Covid-19 berangsur-angsur mengalami peningkatan jumlah kunjungan. Meningkatnya jumlah kunjungan wisatawan ke TNGR memberikan dampak langsung terhadap meningkatnya pendapatan ekonomi masyarakat lingkar Rinjani (Multiplier Effect), masyarakat yang menggantungkan hidupnya di Gunung Rinjani seperti trekking Organizer (TO), Guide dan Porter. Berdasarkan infografis, pada tahun 2021 dapat dilihat bahwa masyarakat yang terlibat di pendakian Gunung Rinjani yang terdiri atas Trekking Organizer (TO) sebanyak 70 orang, Guide 794 orang, dan porter 1.841 orang. Dengan jumlah kunjungan sebanyak 39.226 orang yang terdiri dari wisatawan mancanegara (441 orang) dan wisatawan nusantara (38.785 orang). Sedangkan pada tahun 2022 (s.d 31 Juli 2022) jumlah TO yang terlibat sebanyak 94 orang, Guide 1.284 orang, dan Porter 4.073 orang. Dengan jumlah kunjungan sebanyak 31.825 orang yang terdiri dari wisatawan mancanegara (2.600 orang) dan wisatawan nusantara (29.225 orang). Dari hasil analisa jumlah keterlibatan masyarakat dalam kegiatan pendakian, pada tahun 2021 dapat diketahui estimasi pendapatan TO sebesar Rp. 12.638.925.000,- ; Guide Rp. 603.890.000,-; Porter 1.160.705.000,-; karcis asuransi yang dikenakan kepada pelaku wisata sebesar Rp. 244.021.000, dan PNBP yang disetorkan ke negara sebesar Rp. 577.557.500,-. Sedangkan pendapatan di tahun 2022 (s/d 31 Juli 2022), estimasi pendapatan TO sebanyak Rp. 10.613.760.000,-; Guide Rp. 1.186.880.000,-; Porter Rp. 3.152.320.000,-; Karcis asuransi yang dikenakan kepada pelaku wisata sebesar Rp. 226.540.000,- dan jumlah PNBP yang disetorkan ke negara sebesar Rp. 1.367.174.500. Disamping itu terdapat juga sektor lain yang diperkirakan memperoleh manfaat dari angka kunjungan pendakian di Taman Nasional Gunung Rinjani, diantaranya sektor jasa transportasi dan jasa makanan-minuman. Pada tahun 2021 jumlah perkiraan pendapatan pada Jasa Transportasi dari kegiatan pendakian yaitu sebesar Rp. 1.341.000.000, dan untuk jasa makanan-minuman sebesar Rp. 3.620.700.000,-. Sedangkan pada tahun 2022 (s/d 31 Juli 2022) estimasi pendapatan pada jasa transportasi dari kegiatan pendakian sebesar Rp. 1.105.600.000,-, dan untuk Jasa Makanan-Minuman sebesar Rp. 3.537.920.000,-. Semoga dengan keberadaan Taman Nasional Gunung Rinjani selalu memberikan manfaat dan mensejahterakan masyarakat yang ada di Lingkar Rinjani menuju harapan Hutan Lestari Masyarakat Sejahtera. Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Rinjani
Baca Artikel

Serunya Pembelajaran Lapangan Bersama BBTN Bentarum di Yogyakarta

Yogyakarta, 21 November 2022. Balai KSDA Yogyakarta lakukan pendampingan penguatan kapasitas sumber daya manusia Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) dalam rangka Pemulihan Ekosistem dan Wisata Alam Berbasis Masyarakat di Yogyakarta. Pendampingan penguatan kapasitas SDM Balai Besar TaNa Bentarum ini dilaksanakan selama 3 (tiga) hari dari tanggal 17 – 19 November 2022 melalui kunjungan ke 3 (tiga) lokasi pembelajaran yakni Kawasan Suaka Margasatwa (SM) Paliyan di Gunungkidul terkait pembelajaran pemulihan ekosistem, kawasan wisata alam berbasis masyarakat di Kalibiru – Kulon Progo, dan Tebing Breksi – Sleman. Pembelajaran lapangan hari pertama dilakukan dengan agenda kunjungan ke kawasan SM Paliyan di Gunungkidul, Kamis (17/11/22). Bertempat di Aula SM Paliyan, sebanyak 14 (empat belas) orang tim dari Balai Besar TaNa Bentarum yang terdiri dari Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional (Kabid PTN) Wilayah I Mataso, Kasubag Data Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan, Kasie PTN Wilayah III Padua Mendalam, Kasie PTN Wilayah V Selimbau dan beberapa staf berkunjung ke SM Paliyan untuk melihat secara langsung lokasi pembelajaran pemulihan ekosistem disana. Untuk memberikan gambaran kawasan SM Paliyan yang semula tandus berbatu tanpa vegetasi dan perlahan berhasil dipulihkan ekosistemnya, Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi secara langsung menyambut dan menjelaskan proses pemulihan ekosistem di SM Paliyan. Semakin memperjelas tahapan pelaksanaan pemulihan ekosistem dari waktu ke waktu, salah satu mitra Balai KSDA Yogyakarta PT Mitsui Sumitomo Insurance Group (MSIG) yang diwakili Manajer Lapangan PT OS Selna Jaya selaku pelaksana lapangan PT MSIG, Gunawan Setiaji, menjelaskan mengenai peranan yang telah dilakukan oleh PT MSIG terkait perjalanan panjang pemulihan ekosistem di SM Paliyan dan komitmennya hingga saat ini untuk terus berusaha mewujudkan SM Paliyan yang menghijau. Sejalan dengan apa yang disampaikan pihak PT OS Selna Jaya, Kepala Balai KSDA Yogyakarta menugaskan Kepala Resort SM Paliyan, Siti Rohimah untuk menjelaskan mengenai upaya membangun kembali SM Paliyan melalui konsep Nandur Urip. “Konsep Nandur Urip adalah upaya untuk mewujudkan tanaman yang kita tanam akan dapat tumbuh dan terus hidup, dan hal ini tidaklah mudah karena dalam upaya nandur urip ini diperlukan adanya dukungan dan komitmen tinggi dari 3 unsur yakni pengelola, pemerintah setempat, stake holder terkait lainnya, dan masyarakat sekitar kawasan SM Paliyan. Dengan menanamkan semangat nandur urip tersebut diharapkan masyarakat dan kita semua akan yakin dan optimis bahwa apa yang kita tanam pasti akan berhasil dan tanaman itu mampu tumbuh di kawasan SM Paliyan ini” jelas M. Wahyudi. Menutup kegiatan pembelajaran pemulihan ekosistem di SM Paliyan ini, dilakukan penyerahan cendera mata dari Balai Besar TaNa Bentarum kepada Balai KSDA Yogyakarta dan PT MSIG serta dilakukan penyerahan kenang-kenangan dari Balai KSDA Yogyakarta kepada tim Balai Besar TaNa Bentarum berupa penyerahan buku-buku terbitan Balai KSDA Yogyakarta yang selanjutnya dilakukan kunjungan lapangan ke lokasi pemulihan ekosistem di blok rehabilitasi eks petak 138 SM Paliyan. Kegiatan penguatan kapasitas SDM Balai Besar TaNa Bentarum hari kedua dilakukan dengan melakukan pembelajaran wisata alam berbasis masyarakat dengan lokasi pembelajaran di Hutan kemasyarakatan (HKM) “Mandiri” Kalibiru. Di kawasan Kalibiru, tim Balai Besar TaNa Bentarum belajar terkait sukses story pengembangan wisata alam berbasis masyarakat di HKM Kalibiru. Untuk pendampingan kunjungan di Kalibiru ini, Kepala Balai KSDA Yogyakarta menugaskan Kepala SKW I, Untung Suripto dan beberapa staf SKW I. Kunjungan tim Balai Besar TaNa Bentarum ini disambut baik oleh pengelola wisata Kalibiru dan dilakukan pemberian materi serta diskusi terkait pengelolaan Kalibiru. Beberapa poin yang dibahas dalam diskusi tersebut antara lain mengenai sejarah pengelolaan HKM Kalibiru yang dirintis sejak tahun 1995 hingga pengembangan usaha jasa lingkungan saat ini. Peserta penguatan kapasitas SDM Balai Besar TaNa Bentarum juga mendapatkan pembelajaran terkait dinamika jumlah kunjungan wisata, permasalahan pengelolaan wisata alam Kalibiru termasuk bagaimana menyikapi kondisi pandemi yang berdampak pada penurunan jumlah pengunjung Kalibiru. Kegiatan pembelajaran di Kalibiru kemudian dilanjutkan dengan kunjungan lapangan berjalan mengeliling kawasan wisata kalibiru. Sebelum menutup kunjungan lapangan hari kedua ini, momen kunjungan ke Kalibiru di Kulonprogo juga dimanfaatkan Balai KSDA Yogyakarta untuk mengenalkan salah satu Kelompok Tani Hutan (KTH) Binaan Balai KSDA Yogyakarta. Peserta peningkatan kapasitas SDM Balai Besar TaNa Bentarum diajak untuk berkunjung ke KTH Manunggal Karya, salah satu KTH Binaan Balai KSDA Yogyakarta yang ada di sekitar SM Sermo, Kulon Progo. Di sana, peserta peningkatan kapasitas SDM dari BBTNBKDS diperkenalkan mengenai produk yang dihasilkan KTH Manunggal Karya seperti Keripik Kelapa dengan merk Crispa (Crispy kelapa) dan madu klanceng, serta rencana produk selanjutnya yaitu empon empon yang akan diolah menjadi produk minuman seperti teh celup. Kunjungan ke KTH Manunggal Karya ini juga dimanfaatkan untuk saling bertukar informasi dari Balai Besar TaNa Bentarum terkait keberhasilannya melakukan pemberdayaan lebah klanceng (atau di Kalimantan lebih dikenal dengan lebah kelulut), dan produk lebah kelulut Balai Besar TaNa Bentarum ini ternyata telah memperoleh sertifikat produk dari cagar biosfer, SPP-IRT, dan hasil uji kandungan madu kelulut. Sebagai penutup kegiatan peningkatan kapasitas SDM Balai Besar TaNa Bentarum di hari ketiga dilakukan kunjungan ke kawasan wisata Tebing Breksi, Sambisari, Prambanan, Sleman. Kegiatan pembelajaran di Tebing Breksi dimulai dengan penyampaian materi Perjalanan Panjang Pengelolaan Tebing Breksi dari Tebing yang dulunya ditambang dan sekarang menjadi obyek wisata populer. Di waktu lampau, Tebing Breksi ditambang oleh masyarakat sejak sekitar tahun 1980 an, akan tetapi pada tahun 2014 penelitian menunjukkan bahwa tebing breksi ini merupakan endapan vulkanis dari erupsi gunung api purba formasi Semilir sekitar 30-36 juta tahun lalu. Berpijak pada hasil penelitian tersebut, pemerintah selanjutnya melarang penambangan di kawasan Tebing Breksi dan menetapkan Tebing Breksi sebagai kawasan geoheritage sesuai SK Badan Geologi No.1157.K/73/BGL/2014 tanggal 2 Oktober 2014 tentang Penentuan Cagar Alam Geologi DIY. Penetapan Tebing Breksi yang semula merupakan kawasan penambangan menjadi kawasan geoheritage menjadi polemik dan mendapatkan penolakan karena disebabkan alasan faktor ekonomi dan ketergantungan masyarakat penambang terhadap Tebing Breksi. Proses panjang yang dilalui pengelola Tebing Breksi pada akhirnya mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat yang semula merupakan masyarakat penambang dan pelan-pelan beralih pada kegiatan wisata. Jika pada tahun 1995 kawasan sekitar Tebing Breksi ini termasuk dalam Desa Tertinggal di Kabupaten Sleman, pada tahun 2015 mulai terlihat adanya peningkatan PAD sejak ditetapkan sebagai kawasan geowisata. Terjadinya pandemi covid di tahun 2020 – 2021 berdampak pada penurunan drastis pendapatan wisata di Tebing Breksi. Wisata Tebing Breksi menyuguhkan Relief Wayang, Patung Naga, Amphiteatre, Taman Tebing Breksi, Balkondes Sambirejo Resto dan Homestay, Watu Tapak Camphill, Jeep Wisata, Edukasi dan Spot Foto. Untuk pemandu khusus terkait bebatuan, Pengelola bekerjasama dengan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) dan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB). Puncak kunjungan (Peak Season) terjadi pada bulan April - Juli (musim liburan sekolah), dan khusus malam tahun baru jumlah pengunjung mencapai hingga diatas 15.000 pengunjung. Di tahun 2017, Wisata Tebing Breksi memperoleh penghargaan Anugerah Pesona Indonesia Kategori “Tujuan Wisata Baru Terpopuler”. Kegiatan pembelajaran di Tebing Breksi ini ditutup dengan kunjungan lapangan dengan melakukan sesi foto di beberapa spot foto Tebing Breksi. Sumber : Siti Rohimah (Kepala Resort SM Paliyan, Penyuluh Kehutanan Balai KSDA Yogyakarta), Nurrochmah Wisudhaningrum (PEH Balai KSDA Yogyakarta) dan Puji Lestari (PEH Balai KSDA Yogyakarta) Penanggung jawab berita: Kepala Balai KSDA Yogyakarta- Muhammad Wahyudi (HP 0852-4401-2365) Kontak informasi: Call center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449)
Baca Artikel

Memantau Perkembangan KTH Binaan di Sekitar SM Sermo

Yogyakarta, 21 November 2022. Balai KSDA Yogyakarta melakukan pemantauan kepada kelompok tani hutan (KTH) yang memperoleh bantuan dan merupakaan binaan dari BKSDA Yogyakarta di sekitar Suaka Margasatwa (SM) Sermo, Kamis (17/11/22). KTH tersebut yakni KTH Manunggal Karya dan KTH Raket Manunggal. Disamping pemantauan, petugas juga melakukan pengecekan dan pembinaan terhadap aktivitas yang dilakukan KTH termasuk masalah tertib administrasi. Situasi di KTH Raket Manunggal yang memproduksi olahan kelapa berupa krispi kelapa dengan nama RIKMA tetap berjalan dan berproduksi, dan kini telah merambah pasar sampai dengan penjualan produk di outlet Bandar Udara Yogyakarta International Airport. Pengembangan produk lain selain krispi kelapa berupa produk peyek kacang dan kripik jamur. Sejauh ini untuk bahan baku jamur tiram masih membeli dari produsen, merupakan peluang bagi kelompok untuk memproduksi jamur sendiri. Kelompok telah membangun jejaring dengan Dinas koperasi dan UMKM serta Dinas Perdagangan Kabupaten Kulon Progo untuk mengembangkan usahanya dengan perbaharuan desain kemasan dan bantuan pengadaan kemasan produk. Dari ketiga jenis pengembangan produk, yang banyak diminati masyarakat yaitu produk peyek kacang. Pengembangan produk juga terus dilaksanakan oleh KTH Manunggal Karya. Produksi krispi kelapa dengan nama CRISPA tetap berjalan dan berproduksi. Kelompok berinovasi dengan mencoba pembuatan kripik salak dimana harga salak di sekitar Sermo sedang murah, namun masih dalam tahap ujioba. Bulan ini KTH Manunggal Karya akan mengikuti pameran produk UMKM di Lippo Plaza sebagai upaya mempromosikan produk. Usaha budidaya lebah klanceng sebagai pengembangan kelompok terus berjalan dan berkembang ditambah lagi dengan bantuan usaha ekonomi yang diberikan BKSDA Yogyakarta digunakan kelompok untuk semakin mengembangkan usaha budidaya lebah klanceng ini. Selain kripik kelapa dan madu lebah, usaha budidaya tanaman jahe yang nantinya dapat mendukung produksi krispi kelapa serta menjadi bahan baku usaha minuman kemasan sedang diupayakan oleh kelompok. Untung Suripto, Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I, yang mewakili Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi, mengingatkan bahwa perlu penguatan kelembagaan terutama AD/ART serta harus direviu dan dibahas dalam rapat tahunan kelompok. Diversifikasi produk penting sebagai pengembangan usaha ekonomi kelompok, namun tetap fokus kepada usaha utamanya. Sumber : Nur Surantiwi - Penyuluh Balai KSDA Yogyakarta Penanggung jawab berita: Kepala Balai KSDA Yogyakarta- Muhammad Wahyudi (HP 0852-4401-2365) Kontak informasi: Call center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449)
Baca Artikel

Sosialisasi Potensi TWA Sungai Dumai

Pekanbaru, 21 November 2022 - Seksi Konservasi Wil. (SKW) IV Dumai, Balai Besar KSDA Riau melakukan sosialisasi potensi Taman Wisata Alam (TWA) Sungai Dumai di SMAN 1 Kota Dumai dan SMPN 03 Kota Dumai, Kamis (17/11). Kegiatan ini untuk memberikan informasi kepada siswa tentang potensi alam, termasuk flora dan fauna yang ada di TWA Sungai Dumai. Tim juga mengajak para siswa dan majelis guru untuk melakukan kegiatan bina cinta alam, camping dan penelitian. Tak lupa Tim membagikan lefleat dan poster untuk memudahkan siswa/siswi mengenal potensi TWA Sungai Dumai. Door prize juga diberikan kepada siswa/siswi yang aktif berupa buku pengenalan satwa dilindungi dan buku kawasan konservasi yang ada di Prov. Riau. Dari kegiatan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dan meningkatkan kunjungan wisata dan penelitian di kawasan TWA Sungai Dumai. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Kamera Jebak Mengungkap Kekayaan Hayati Kepulauan Togean

Kepulauan Togean, 21 November 2022. Studi menggunakan camera trap atau kamera jebak baru-baru ini mengungkap kekayaan hayati di wilayah Taman Nasional Kepulauan Togean dan sekitarnya. Dalam studi ini, kamera jebak didistribusikan secara merata di empat pulau, yaitu Batudaka, Togean, Talatako, dan Malenge. Serangkaian kamera jebak yang dipasang dari bulan Juni-Oktober 2022 tersebut berhasil merekam tidak hanya mamalia terestrial saja, tetapi juga satwa arboreal dan berbagai jenis burung. Setidaknya, sebanyak 25 spesies satwa liar teridentifikasi melalui studi ini, termasuk jenis-jenis endemik, dilindungi, dan terancam punah. Babirusa Togean (Babyrousa togeanensis) adalah target utama dalam studi ini. Babirusa ini adalah salah satu spesies endemik Kepulauan Togean dan memiliki status terancam punah. Di Kepulauan Togean sendiri, babirusa hanya bisa dijumpai di Pulau Batudaka, Togean, Talatako, dan Malenge (Ito dan Melletti, 2017). Sehingga, kamera jebak yang dipasang melingkupi seluruh wilayah distribusi satwa ini. Sebelumnya, semua babirusa dianggap sebagai satu spesies. Namun sekarang babirusa Kep. Togean dianggap sebagai spesies terpisah dari Babirusa Sulawesi (B. celebensis) dan Babirusa Pulau Buru (B. babyrussa). Oleh karena itu, Kep. Togean ditetapkan sebagai salah satu area prioritas untuk konservasi babirusa. Hingga saat ini belum ada penelitian ekologi mengenai Babirusa Togean, sehingga kamera jebak yang dipasang di Kepulauan Togean ini diharapkan bisa membantu kita memahami ekologi dan perilaku dari satwa ini. Selain babirusa, kamera-kamera yang dipasang juga merekam tiga spesies mamalia yang lain, yaitu Tarsius Togean (Tarsius niemitzi), Monyet Togean (Macaca tonkeana) yang dalam bahasa lokal disebut yakis/fonti dan Rusa Jawa (Rusa timorensis). Tarsius Togean juga merupakan spesies endemik Kepulauan Togean. Tarsius ini diperkirakan menghuni seluruh pulau utama di Kepulauan Togean, kecuali Una-Una (Shekelle dkk, 2019). Dalam studi ini, keberadaan tarsius terkonfirmasi di ke-empat pulau yang menjadi lokasi studi. Yakis di Kepulauan Togean hanya menghuni Pulau Malenge. Keberadaannya di sana diduga merupakan hasil introduksi (Riley dkk., 2020). Namun, bagaimana dan kapan primata endemik Sulawesi Tengah ini sampai di sana tidak diketahui dengan pasti. Rusa jawa dalam studi ini hanya terdeteksi di Pulau Talatako. Namun, menurut masyarakat, rusa juga mendiami tiga pulau lain yang menjadi lokasi studi. Rusa Jawa adalah jenis introduksi di Kepulauan Togean, dan sama seperti Yakis, tidak diketahui dengan pasti bagaimana mamalia ini sampai di Kep. Togean. Dari rekaman video kamera jebak, teridentifikasi juga setidaknya 21 jenis burung. Menurut Agus, ada lebih banyak jenis burung yang terekam dalam studi ini, tetapi gambar-gambar yang diambil kamera trap tersebut masih perlu dipelajari lagi untuk identifikasi lanjutan. Dari jenis-jenis burung tersebut, sebanyak enam spesies merupakan jenis yang dilindungi, yaitu Elang Ular Sulawesi (Spilornis rufipectus), Junai Emas (Caloenas nicobarica), Gosong Pilipina (Megapodius cumingii), Paok Laus (Pitta elegans), Paok Mopo Sulawesi (Erythropitta celebensis), dan Mandar Muka Biru (Gymnocrex rosenbergii). Sampai sejauh ini, diketahui ada 106 jenis burung yang mendiami seluruh Kepulauan Togean (Indrawan dkk, 2006), dan besar kemungkinan masih banyak jenis-jenis burung lain yang belum teridentifikasi di sana. Pemasangan kamera jebak ini merupakan bagian dari penelitian yang dilakukan oleh Agus Jati, mahasiswa asal Jawa Tengah yang saat ini sedang menempuh program doktoral di University of Maine, Amerika Serikat. Penelitian ini sejalan dengan salah satu manfaat Taman Nasional sebagai lokasi penelitian. Balai Taman Nasional Kepulauan Togean (BTNKT) telah menyusun roadmap penelitian yang menjadi panduan dan arahan terhadap penelitian yang akan dilaksanakan untuk mendukung efektivitas pengelolaan di Taman Nasional Kepulauan Togean. Lebih jauh kegiatan perencanaan penelitian ini dapat mendukung tercapainya visi Taman Nasional Kepulauan Togean, yaitu menjamin keutuhan ekosistem pulau-pulau kecil dan optimalisasi perlindungan, kelestarian dan pemanfaatan potensi keanekaragaman hayati, yang dilandaskan pada sains/ilmu pengetahuan demi kesejahteraan masyarakat. Hal ini juga sesuai dengan cara baru kelola kawasan konservasi yang harus berbasiskan pada: (1) data dan informasi yang sahih, tidak dipalsu, yang berasal dari fakta lapangan, (2) metode pengambilan data dan analisisnya harus benar dan berdasarkan science, dan (3) penerapan teknologi tinggi dalam rangka menemukan nilai manfaat nyata sumber daya genetik untuk kemanusiaan. Kepulauan Togean memiliki peran penting dalam konservasi biodiversitas nasional. Berada di kawasan Wallacea, Kep. Togean diyakini menyimpan potensi kekayaan hayati yang besar. Kepala Balai Taman Nasional Kep. Togean, Ir. Bustang, menyampaikan bahwa ditunjuknya Taman Nasional Kepulauan Togean merupakan salah satu wujud komitmen negara untuk melestarikan kekayaan alam Indonesia demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. "Melestarikan alam Togean tidak hanya untuk kepentingan konservasi semata melainkan juga untuk masyarakat yang tinggal di sana. Misalnya, apabila hutan di wilayah kepulauan lestari, maka kualitas hidup masyarakat akan terjamin karena jasa lingkungan seperti air bersih dan berbagai macam hasil hutan akan selalu tersedia", ujar Bustang. Sumber: Agus Jati (Dept. Wildlife fisheries and Conservation Biology, University of Maine); Oktovianus (Balai Taman Nasional Kepulauan Togean Referensi Indrawan, M., Somadikarta, S., Supriatna, J., Bruce, M.D., Djanubudiman, G., 2006. The birds of the Togian islands, Central Sulawesi, Indonesia. Forktail 22, 7–22. Ito, M., Melletti, M., 2017. Togian Babirusa Babyrousa togeanensis (Sody, 1949), in: Melletti, M., Meijaard, E. (Eds.), Ecology, Conservation and Management of Wild Pigs and Peccaries. Cambridge University Press, Cambridge, pp. 76–84. Riley, E., Lee, R., Sangermano, F., Cannon, C., Shekelle, M., 2020. Macaca tonkeana [WWW Document]. URL https://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2020-3.RLTS.T12563A17947990.en (accessed 9.20.21). Shekelle, M., Groves, C.P., Maryanto, I., Mittermeier, R.A., Salim, A. and Springer, M.S. 2019. A new tarsier species from the Togean Islands of Central Sulawesi, Indonesia, with references to Wallacea and conservation on Sulawesi. Primate Conservation 33: 1-9

Menampilkan 1.329–1.344 dari 2.311 publikasi