Minggu, 31 Mei 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

BBKSDA Sumatera Utara Gandeng Bius Simatupang Tanam Pohon di HMPI 2022

Sijaba Hutaginjang, 2 Desember 2022. Masih dalam momentum peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) Tahun 2022, Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar menggandeng masyarakat bius Simatupang melakukan penanaman pohon di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sijaba Hutaginjang tepatnya di fragmen Sijaba dan di sekitar Rumah Doa Tugu Simatupang, pada Rabu 30 November 2022. Masyarakat bius Simatupang merupakan kelompok masyarakat adat dari keturunan salah satu marga di suku batak, yaitu marga Simatupang, yang terdiri dari Togatorop, Sianturi dan Siburian. Arti bius itu sebenarnya adalah kampung. Fragmen Sijaba merupakan salah satu areal yang masuk ke dalam kawasan konservasi TWA Sijaba Hutaginjang, dimana TWA Sijaba Hutaginjang terbagi ke dalam 2 areal kawasan/fragmen, yaitu fragmen Sijaba yang ada di Kabupaten Humbang Hasundutan dan fragmen Hutaginjang yang berada di Kabupaten Tapanuli Utara. Sedangkan Rumah Doa Tugu Simatupang adalah tempat yang disakralkan oleh keturunan marga Simatupang sebagai tempat doa dan berziarah terhadap leluhur mereka. Bibit pohon yang ditanam di momentum peringatan HMPI ini, teridir dari : bibit Pinus sebanyak 20 batang, bibit Makadamia Nuts sebanyak 20 batang , dan bibit buah-buahan sebanyak 20 batang. Kegiatan ini mendapat respon yang positif dan antusiasme warga sekitar sehingga kegiatan penanaman berjalan dengan lancar. Tak lupa Tim Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar juga melakukan sosialisasi tentang pentingnya penghijauan lingkungan melalui kegiatan penanaman pohon dalam rangka pelestarian kawasan konservasi sekaligus untuk menjaga keberlangsungan keragaman hayati dan ekosistemnya. Sumber : Yustiil Fazri –Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Menjelang Akhir Tahun, Balai TN Gunung Rinjani Evaluasi Kegiatan

Mataram, 2 Desember 2022. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menggelar Rapat Evaluasi Kegiatan Lingkup Taman Nasional Gunung Rinjani Tahun 2022 Kota Mataram di ruang Rapat Aula Dewi Anjani kantor Balai, Kamis (1/12). Evaluasi kegiatan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani disampaikan oleh tiap-tiap pokja mulai dari Pokja Program, Anggaran dan Kerjasama, kemudian dilanjutkan oleh Pokja Monitoring, Evaluasi, Pelaporan dan Humas, Pokja Umum dan Kepegawaian, Pokja Perlengkapan dan Kerumahtanggaan, Pokja Perlindungan dan Pengamanan, Pokja Keanekaragaman hayati dan Pelayanan, dan terakhir oleh Pokja Keuangan. Kemudian dilanjutkan dengan pembahasan dan sesi diskusi mengenai Persiapan penyusunan kaledioskop dan Lakip, WBK dan WBBM, dan terakhir Persiapan Rinjani Meriri. Giat yang dipimpin langsung oleh Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani, Dedy Asriady, turut dihadiri oleh pegawai lingkup Balai TNGR baik secara daring dan juga luring. Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Rinjani
Baca Artikel

Pengelolaan Kehati Dengan Pemodelan MaxEnt

Mataram, 1 Desember 2022. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) aplikasi pemodelan MaxEnt (Maximum Enthropy) di Aula Dewi Anjani (Rabu,30/12), Kantor Balai TN Gunung Rinjani. Aplikasi pemodelan MaxEnt merupakan salah satu program pemodelan distribusi spesies. Distribusi spesies menjadi hal penting untuk diketahui karena menjadi pertimbangan dasar dalam perencanaan dan pengambilan keputusan dalam pengelolaan keanekaragaman hayati di dalam kawasan konservasi. Bimtek ini diharapkan dapat menjadi inisiasi awal dan pemantik bagi staf Balai TN Gunung Rinjani serta semua peserta yang hadir untuk dapat memanfaatkan kemajuan teknologi maupun aplikasi dalam pengelolaan kawasan hutan secara umum serta menerapkan pengambilan kebijakan dan keputusan pengelolaan kawasan hutan berbasis science (scientific based). Bimtek ini juga sebagai organisasi pembelajar (learning organization) untuk meningkatkan kapasitas pegawai dalam pengelolaan kawasan. Kemajuan teknologi dan aplikasi yang pesat menjadi modal bagi pengelola untuk meningkatkan kegiatan pengelolaan. Penggunaan teknologi dan aplikasi dalam kegiatan pengelolaan kawasan taman nasional termasuk pengelolaan keanerakagaman hayati memberikan kemudahan dalam menjangkau kawasan dengan luas yang cukup siginifikan. Selain itu, kendala yang sering dihadapi dalam pengelolaan keanekaragaman hayati adalah kurangnya kemampuan menganalisa data secara mandiri. Adapun pemateri dalam kegiatan Bimtek ini adalah Bapak Dede Aulia Rahman, S.Hut, MS, Ph.D yang merupakan dosen departemen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekowisata, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor dengan keahlian Ecological Modelling and Conservation Biology. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani dan dihadiri fungsional Pengendali Ekosistem Hutan, fungsional Polisi Kehutanan dan fungsional Penyuluh Kehutanan lingkup Balai TN Gunung Rinjani, staf Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, staf BKSDA Nusa Tenggara Barat (NTB), staf Balai TN Tambora, dan staf Balai Tahura Nuraksa berjumlah 40 orang. Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Rinjani
Baca Artikel

“Corybas”, Anggrek Terkecil Ada Di TWA Sicike-Cike

TWA Sicike-cike, 30 November 2022. Kawasan konservasi Taman Wisata Alam (TWA) Sicike-cike yang memiliki luas 531,02 Ha dan berada di Kabupaten Dairi dan Pakpak Bharat merupakan habitat dari berbagai jenis anggrek hutan baik anggrek tanah maupun anggrek epifit. Salah satu anggrek yang dapat ditemui di kawasan TWA Sicike-cike adalah corybas. Anggrek corybas termasuk dalam famili Orchidaceae. Corybas sp merupakan jenis anggrek teresterial yang kecil bahkan dapat dikatakan sebagai anggrek terkecil. Anggrek corybas ini dapat ditemukan di hutan lumut pegunungan di atas 1.000 mdpl dengan kelembaban tinggi yang tumbuh di pepohonan yang tertutup lumut, bebatuan hingga punggung bukit. Ciri khas dari anggrek corybas ini adalah hanya memiliki satu daun dan satu bunga. Spesies ini memiliki batang ramping dan memiliki satu bunga tepat di atas satu daun kecil berbentuk hati dengan urat berwarna hijau pucat, putih atau merah. Warna bunga yang menarik dan morfologi yang tidak biasa yang menjadikan anggrek corybas disebut sebagai anggrek laba-laba (spider orchid) dan anggrek helm (helmet orchid). Pada kegiatan patroli yang dilaksanakan awal November lalu oleh petugas resort TWA Sicike-cike ditemukan 3 (tiga) jenis corybas yang memiliki bentuk serta warna yang berbeda-beda. Keunikan anggrek corybas ini masih dapat dieksplorasi lagi baik sebaran maupun populasinya. Namun keunikan anggrek ini dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat hingga pemeliti. Sumber : Hafsah Purwasih, S.Hut. – Penyuluh Kehutanan Balai besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Kelompok Binaan “Laksmana Bahari” Sebagai Pembelajaran Mahasiswa

Swarangan, 26 November 2022 – Kelompok Laksmana Bahari binaan BKSDA Kalimantan Selatan mendapat kunjungan dari mahasiswa Pendidikan Sosiologi FKIP Universitas Lambung Mangkurat sebanyak 33 orang dalam rangka praktik terkait kewirausahaan. Praktik ini belajar terkait usaha yang dikembangkan oleh kelompok berupa pengolahan produk perikanan (Kerupuk ikan). Kegiatan ini langsung didampingi oleh ibu Noorhana dan Ibu Sari Emi beserta tim dalam menjelaskan proses dan tahapan pengolahan kerupuk ikan. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Resort Jorong SM. Pelaihari Akhmad Fauzan, S.Hut dan Badrul Arifin, S.Hut untuk memberikan penjelasan terkait kelompok binaan yang berada di sekitar kawasan konservasi Suaka Margasarwa Pelaihari. Dalam Praktik ini semua mahasiswa mengikuti seluruh tahapan dan proses dalam pembuatan kerupuk ikan. Tahapan tersebut diantaranya yaitu pengolahan bahan, pemotongan, penjemuran dan pengemasan. Kemudian juga dijelaskan terkait proses pemasaran produk kerupuk melalui media sosial dan dititipkan ke pusat oleh-oleh di wilayah kecamatan Jorong dan Pelaihari. Dipa selaku ketua angkatan dan mewakili mahasiswa menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan dan pendampingan dari kelompok dan petugas BKSDA Kalimantan Selatan selama proses praktik, sehingga berjalan dengan lancar. Pada Kunjungan ini juga disampaikan arahan dan apresiasi Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc. terhadap para mahasiswa Pendidikan Sosiologi FKIP ULM yang telah memilih kunjungan dan praktik kewirausahaan ke kelompok binaan BKSDA Kalimantan Selatan “Laksmana Bahari” Desa Swarangan. Kelompok ini merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan melalui pengembangan usaha ekonomi dan potensi desa. Dr. Mahrus berharap kegiatan ini bisa bermanfaat dan menambah wawasan terkait kewirausahaan. Kemudian mewakili kelompok Laksmana Bahari, Ibu Sari Emi dan Noorhana menyampaikan agar dalam mengelola dan mengembangkan usaha diperlukan ketekunan dan tidak mudah putus asa, karena untuk bisa berkembang suatu usaha diperlukan proses yang tidak instan. Pada penghujung kegiatan dilakukan foto bersama dan pemberian kenang-kenangan berupa sertifikat kepada kelompok dan para pendamping. Melalui kegiatan ini diharapkan membangun pola pikir mahasiswa terkait wirusaha dan dapat menjadi alternatif dalam menjalankan suatu usaha ekonomi produktif. (ryn) Sumber : Akhmad Fauzan, S.Hut - Penyuluh Kehutanan / Kepala Resort SM Pelaihari, SKW I Pelaihari Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Artikel

Giat HMPI di Kecamatan Adiankoting

Adiankoting, 30 November 2022. Memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) Tahun 2022, lembaga mitra kerjasama Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) menyelenggarakan penanaman pohon di 2 desa yaitu Dolok Nauli dan Adiankoting, pada Senin 28 November 2022. Kegiatan yang mengusung tema “Menanam Pohon Untuk Kelestarian Habitat Orangutan Tapanuli dan Habitat Satwa Dilindungi Lainnya”, dipusatkan di gedung serba guna HKBP adiankoting, dengan rangkaian kegiatan acara sosialisasi dan penyadartahuan serta penanaman dan pembagian bibit pohon. Pemilihan 2 desa yaitu Dolok Nauli dan Adiankoting, sebagai lokasi penanaman pohon mengingat desa-desa tersebut secara administrasi berbatasan langsung dengan Hutan Batangtoru/Harangan Tapanuli. Mayoritas masyarakat di desa tersebut adalah petani yang beraktivitas di dalam hutan yang memiliki mata pencaharian menyadap getah kemenyan dan karet. Sebagian besar lahan yang dikelola masyarakat di dalam hutan merupakan habitat bagi Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis) yang merupakan spesies kunci. Acara dihadiri Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah IV Tarutung serta tamu undangan lainnya dari KPH XI Pandan, KPH XII Tarutung, Pemerintahan Kecamatan Adiankoting, Dinas Lingkungan Hidup Tapanuli Utara, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tapanuli Utara, SMP Negeri 2 Adiankoting, Pemerintahan Desa Dolok Nauli dan Adiankoting serta tokoh masyarakat dari Desa Dolok Nauli dan Adiankoting. Kegiatan penanaman pohon dilaksanakan di Objek Wisata Munson Lyman di Dolok Nauli. Sedangkan penyerahan bibit dilakukan secara simbolis kepada 2 desa, yang bibitnya berasal dari Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDAS-HL) Asahan Barumun. Penanaman pohon menjadi gerakan global ditengah upaya restorasi keseimbangan ekosistem dan penyelamatan bumi dari berbagai ancaman. Semoga gerakan ini memberi manfaat dan dampak positif. Sumber : Lantas Hutagalung – Polhut Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

SMA Teladan Memberi Teladan Menanam Pohon di HMPI 2022

Sibolangit, 29 November 2022. Tidak banyak orang yang mengetahui bahwa setiap tanggal 28 November setiap tahunnya diperingati sebagai Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI). Berbeda halnya dengan SMA Swasta Teladan Cinta Damai, Kota Medan, yang menggunakan hari Minggu, 27 November 2022, untuk melakukan giat menanam pohon di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit sebagai rangkaian dari peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) Tahun 2022. Penanaman bibit pohon sebanyak 7 batang jenis Pulai, Durian dan Ketapang, yang merupakan tanaman asli kawasan TWA Sibolangit, dilakukan di jalur batas Cagar Alam/Taman Wisata Alam, tempat bekas pohon roboh akibat curah hujan yang cukup tinggi di sekitar Sibolangit. Penanaman pohon dilakukan selain dimaksudkan untuk memulihkan hutan, juga sebagai monumen kehadiran dan karya nyata bukti kepedulian dari SMA Swasta Teladan Cinta Damai terhadap konservasi alam dan lingkungan hidup. Rombongan study tour SMA Swasta Teladan Cinta Damai Medan yang berjumlah 76 orang siswa di dampingi 12 orang guru sejatinya dalam rangka mendukung program Kementerian Pendidikan Nasional yaitu Merdeka Belajar. TWA Sibolangit dipilih mengingat kawasan ini merupakan pusat pembelajaran konservasi alam yang ada di Sumatera Utara. Dalam paparannya, Kepala Resort CA./TWA. Sibolangit, Samuel Siahaan, SP. menguraikan tentang arti penting dari giat menanam pohon yang dilakukan oleh peserta. Penanaman pohon bukan hanya dilihat dari seberapa banyaknya kita menanam pohon, tetapi bagaimana niat dan ketulusan hati kita untuk menanam serta merawatnya. Dari sebatang pohon yang ditanam akan memperoleh banyak manfaat, diantaranya : oksigen yang dihasilkan dibutuhkan oleh manusia, akar-akar pohon bermanfaat untuk mencegah terjadinya erosi, dan batang/kayunya juga bisa diolah sebagai bahan untuk membangun rumah serta keperluan perabotan rumah tangga. Oleh karena itu peserta dihimbau untuk aktif menanam pohon baik di sekitar lingkungan sekolah maupun di rumah, khususnya tanaman buah agar buahnya pun dapat dinikmati. Selain itu, kepada peserta juga dikenalkan beragam pohon yang ada dan tumbuh baik di dalam kawasan TWA Sibolangit. Dengan pengenalan tersebut, diharapkan dapat menumbuhkan pengertian dan pemahaman generasi muda akan fungsi dan peran dari kawasan konservasi, serta nantinya dapat membantu menyebarluaskan informasi tersebut di lingkungannya masing-masing dengan berbagai cara dan media. Sekolah juga didorong untuk melakukan kegiatan pembinaan cinta alam terhadap siswa/siswinya dengan memfasilitasi terbentuknya komunitas Siswa Pencinta Alam (Sispala) sebagai media bagi pelajar menyalurkan minat dan bakat mereka dalam meningkatkan pengetahuan serta mengembangkan kepedulian terhadap kelestarian alam dan lingkungan hidup. Himbauan ini mendapat apresiasi dari guru-guru pendamping dan berjanji akan merealisasikannya setelah selesai study tour. Gerakan dan aksi menanam pohon perlu terus menerus ditanamkan kepada generasi muda agar mereka menyadari arti penting pohon bagi kehidupan serta ikut peduli menanam dan merawatnya. SMA Swasta Teladan Cinta Damai telah memberi teladan, semoga ini menginspirasi generasi-generasi muda lainnya. Sumber : Samuel Siahaan, SP. – PEH Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Happy Family Will Care To Nature di TWA Sibolangit

Sibolangit, 28 November 2022. Momentum peringatan Hari Guru Tahun 2022 bercita rasa spesial bagi Rumah Belajar (RB) Vlayesha Medan. Rumah Belajar ini mampu meramu rasa cinta yang harmonis antara guru dengan murid dan orangtua. Harmonisasi ini diracik di dapur yang bernama kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit. Inilah yang terlihat di saat 62 orang murid usia dini, mulai dari 3 -10 tahun (tingkat playgroup, TK dan SD) didampingi 67 orangtua serta 10 orang guru pendamping dari Rumah Belajar Vlayesha Medan, melakukan fieldtrip di kawasan TWA Sibolangit, pada Jumat 25 November 2022, yang bertepatan pula dengan peringatan Hari Guru. Fieldtrip yang mengusung tema “Happy Family Will Care to Nature” merupakan bentuk inovasi dari Rumah Belajar Vlayesha dalam merealisasikan dan mewujudkan program Kementerian Pendidikan Nasional yaitu Merdeka Belajar, dengan menerapkan Program Outdoor Learning (belajar di luar kelas) berupa Forest School (sekolah hutan) dan Family Gathering. Tema fieldtrip tersebut relevan juga dengan tema nasional peringatan Hari Guru “Serentak Berinovasi Wujudkan Merdeka Belajar”. Murid, guru dan orangtua terlihat kompak bersama-sama menyusuri kawasan TWA Sibolangit. Disaat ada flora maupun fauna yang menarik dipandang mata, maka semuanya saling berbagi informasi tentang apa yang diketahui. Model belajar seperti ini tentunya menyenangkan dan kreatif, karena tidak ada yang merasa lebih pintar, tetapi semuanya saling mengisi dan berbagi informasi dan pengetahuan. Bila mengalami kebuntuan, barulah meminta penjelasan dari petugas Resort TWA Sibolangit yang ikut mendampingi. Tak jarang canda dan tawa ikut menghiasi perjalanan. Semua merasa sudah seperti saudara dan keluarga. Berfoto dengan objek-objek (angle) menarik yang ada di dalam kawasan juga dinikmati peserta, serasa tak ingin momen bagus dan indah ini berlalu tanpa kesan dan kenangan. Di momen akhir kunjungan field trip, yang tak kalah seru dan mengharukan adalah saat acara peringatan Hari Guru yang diisi dengan berbagai kegiatan, seperti : persembahan lagu dari murid, lagu yang dinyanyikan guru bersama murid, puisi tentang lingkungan dan guru, pembacaan Sejarah Hari Guru , sambutan para guru, serta penyerahan bingkisan untuk guru dari para siswa didampingi orangutua. Seluruh peserta yang ikut, menyampaikan kesan positif tentang kawasan TWA Sibolangit. Selain sebagai tempat belajar untuk mengenal dan memahami arti penting konservasi bagi kehidupan manusia, kawasan ini juga dirasakan manfaatnya bagi kesehatan tubuh bukan hanya kesegaran jasmani melainkan juga rohani. Disaat melakukan refleksi dan kontemplasi, ada ketenangan dan kedamaian yang dirasakan mengalir dalam tubuh dan membuat jiwa terasa tentram. Kebahagiaan Rumah Belajar Vlayesha Medan, harus berakhir. Waktunya untuk kembali ke rumahnya masing-masing. Namun kesan dan kenangan yang indah di TWA Sibolangit tidak akan pernah lekang dan berakhir. Suatu waktu kelak kenangan indah dapat diulang kembali. Kunantikan kunjunganmu Rumah Belajar Vlayesha Medan di TWA Sibolangit….. Sumber : Samuel Siahaan, SP. – PEH Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Memajukan Wisata Alam TN Tesso Nilo Bersama Pansus II DPRD Pelalawan

Jakarta, 25 November 2022. Kepala Sub Bagian Tata Usaha (KSBTU), Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), lakukan pendampingan kunjungan Pansus II DPRD Pelalawan ke Direktorat Jenderal KSDAE, di Jakarta dan Bogor pada tanggal 9 s.d 11 November 2022. Rombongan diterima langsung oleh Bapak Setditjen KSDAE, perwakilan Dit. Ren KK, Dit. Pengelolaan KK, Dit. PJLKK, Biro Humas , dan HKT Setditjen KSDAE. Dalam pertemuan ini, juga dibahas mengenai pengembangan pariwisata alam khususnya di TN Tesso Nilo yang bermanfaat bagi masyarakat di sekitar kawasan dengan memberi peluang peranan masyarakat dalam pengelolaan wisata alam. Disampaikan bahwa Pansus II DPRD Pelalawan sebelum Ranperda Pariwisata Alam diputuskan, melalukan konsultasi dan audiensi ini dengan Ditjen KSDAE agar Ranperda yang diputuskan tidak bertentangan dengan peraturan perundangan pengembangan pariwisata alam lingkup Kementerian LHK. Ditjen KSDAE menuturkan mendukung penuh penyusunan Ranperda Pariwisata Alam di Kabupaten Pelalawan. Balai TN Tesso Nilo juga meyampaikan akan aktif dan mendukung selama proses penyusunan Ranperda ini. Setditjen KSDAE melalui HKT Setditjen KSDAE menyampaikan peraturan perundangan yang berlaku di lingkup KSDAE khususnya untuk mendukung pengembangan pariwisata alam dan pemberdayaan masyarakat di kawasan konservasi. Selanjutnya pada kegiatan kedua, rombongan melakukan pertemuan dengan Direktur PJLKK, dan Subdit Promosi. Pada pertemuan ini tim Pansus diterima Direktur PJLKK dan Tim Pansus II menyampaikan maksud kedatangan untuk koordinasi, konsultasi sekaligus meminta bahan-bahan terkait aturan perundangan yang berhubungan dengan pariwisata alam yang nantinya dijadikan sebagai pedoman dalam menyusun Ranperda Pariwisata Alam. Direktur PJLKK memberikan masukan kepada Pansus II agar menambahkan 1 klausul dalam Ranperda berupa mengusulkan pembentukan Badan Usaha di Tingkat Desa yang nanti berfungsi sebagai pihak yang mengusulkan perizinan jasa pengelolaan pariwisata alam ke Kementerian LHK, Izin dimaksud nantinya akan diproses di Dit PJLKK. Direktur PJLKK menyampaikan harapan agar Ranperda Pariwisata Alam dapat memberikan manfaat kepada masyarakat disekitar kawasan TN Tesso Nilo. Direktur PJLKK juga mengapresiasi dan mendukung Ranperda Pariwisata Alam di Kabupaten Pelalawan. Kegiatan terakhir, rombongan melakukan pertemuan dengan Subdit Promosi Wisata Alam di Bogor, pada hari Jumat 11 November 2022. Pertemuan dilaksanakan di ruang rapat Dit PJLKK Lantai 2 Gedung KSDAE Jalan Juanda 15 Bogor. Subdit Promosi Wisata Alam yang mewakili Dit PJLKK menyampaikan aturan perundangan terkait pariwisata alam dan pemberdayaan masyarakat disekitar kawasan konservasi. Subdit Promosi Wisata Alam mendukung proses penyusunan Ranperda Pariwisata Alam dengan memberikan dokumen aturan perundangan tentang pariwisata alam dan pemberdayaan masyarakat disekitar kawasan konservasi kepada Pansus II yang diterima oleh Ketua Pansus II DPRD Pelalawan. Dari pendampingan ini, Balai TN Tesso Nilo berharap proses penyusunan Ranperda Pariwisata Alam TN Tesso Nilo berjalan dengan lancar dan membawa kemajuan bagi ekowisata TN Tesso Nilo nantinya. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Dukungan Promosi Untuk TN Tesso Nilo Sebagai Wisata Berbasis Konservasi Gajah

Pangkalan Kerinci, 25 November 2022 – Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) menerima kunjungan dari anggota Komisi II DPRD Pelalawan, Bapak Yusri, SH dan rombongan. Kunjungan diterima langsung oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha (KSBTU), Bapak Delfi Andra, SP. Kunjungan yang dilakukan merupakan tindak lanjut dan rencana bersama untuk memajukan pariwisata di Kabupaten Pelalawan, khususnya di Taman Nasional Tesso Nilo. Beliau menyampaikan akan mempromosikan kawasan TN Tesso Nilo sebagai salah satu wisata berbasis konservasi gajah di Kabupaten Pelalawan, agar dapat maju dan berkembang kedepannya, sehingga masyarakat dapat memperoleh manfaat dan kawasan TN Tesso Nilo dapat lestari dan terjaga. Balai TN Tesso Nilo dalam pertemuan ini menuturkan sangat mendukung rencana dan kegiatan ini, dan berharap semoga kedepannya semua rencana, cita cita dan harapan kita dimudahkan oleh Allah SWT dan menjadi sukses serta menjadi ladang amal bagi semua unsur. Balai TN Tesso Nilo mengucapkan terima kasih kepada anggota DPRD Pelalawan Pak Yusri. SH atas dukungannya dan semoga semakin banyak lagi yang peduli dan bersama-sama bahu membahu membangun dan menjaga Kab. Pelalawan dan TN. Tesso Nilo menjadi tempat wisata kelas dunia yang memberi manfaat bagi masyarakat dan alam. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Avicenna Childhood Bangun Karakter di Sibolangit

Sibolangit, 28 November 2022. Sekolah Avicenna Childhood membangun karakter siswanya dalam memahami dan mendalami konservasi alam dan lingkungan hidup dengan cara yang menarik, yaitu belajar langsung di alam melihat dan menyatu merasakan aura alam. Itulah yang dilakukan 37 orang siswa bersama dengan 9 orang guru pendamping saat melakukan edukasi konservasi alam pada Rabu dan Kamis, 9-10 November 2022 yang lalu, di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit. Seluruh peserta, yang masih tingkat sekolah dasar dan sekolah menengah pertama, tidak sekedar datang berkunjung lalu pulang, seperti kebanyakan kunjungan sekolah-sekolah lainnya, yang melakukan kegiatan edukasi terbatas dirangkai dengan kegiatan wisata, sehingga hanya cukup beberapa jam belajar di kawasan setelah itu kembali melanjutkan perjalanannya. Siswa/siswi Avicenna Childhood beserta dengan guru pendamping justru menginap di dalam tenda di areal camping grown kawasan TWA Sibolangit untuk bisa berinteraksi dan dapat merasakan suasana alam. Bahkan saat hujan membasahi kawasan TWA Sibolangit, pada Kamis, 10 November 2022, sedikitpun tidak menyurutkan semangat dan langkah peserta untuk menjelajahi kawasan TWA Sibolangit. Sebaliknya dengan penuh semangat dan gembira mereka melakukan napak tilas mengamati dan belajar potensi kawasan serta menikmati udara sejuk dan kicauan burung, yang seolah-olah menyambut kehadiran generasi muda ini penuh dengan sukacita. Hal ini tentunya menjadi pengalaman indah dan berkesan yang selama ini tidak mereka dapatkan dan rasakan saat mengikuti pendidikan umum di sekolahnya masing-masing. Memahami konservasi alam tentunya tidak cukup hanya sekedar belajar potensi kawasan TWA Sibolangit. Tapi bagaimana konservasi alam juga memberi manfaat bagi masyarakat terutama dari jasa lingkungan. Oleh karena itu peserta kemudian dikenalkan dengan kegiatan pengolahan serta pendistribusian air bersih yang bersumber dari mata air Sibolangit oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtanadi Sibolangit yang tidak jauh dari kawasan TWA Sibolangit. Bahwa salah satu sumber mata air tersebut berasal dari kawasan Cagar Alam dan Taman Wisata Alam Sibolangit. Air bersih menjadi kebutuhan utama masyarakat untuk keperluan minum dan aktifitas lainnya. Hal itu hanya dimungkinkan diperoleh/didapatkan secara rutin dengan kualitas yang baik apabila sumber mata airnya terjaga dengan baik pula. Itu berarti kawasan hutan yang menjadi sumber mata air penting dan urgen dijaga dan dilindungi kelestariannya. Mata rantai (siklus) saling kepentingan dan kebutuhan antara ketersediaan air bersih dengan keberadaan kawasan hutan sebagai pemasok air bersih serta perilaku manusia dalam menjaga kelestarian kawasan hutan inilah yang menjadi pembelajaran bagi siswa/siswi saat mengunjung lokasi PDAM Tirtanadi Sibolangit. "Keberadaan hutan dan lingkungan yang baik akan memberikan sumber air yang cukup bagi kebutuhan pelanggan. Oleh karena itu perlu menjaga kelesatarian alam khususnya hutan untuk mendukung pasokan dan ketersediaan air baik kini maupun masa mendatang," ujar Nurul Kausar Daulay, Kepala Cabang Tirtanadi Sibolangit, didampingi Antonius Tarigan, Bagian Pemasaran dan Hubungan Pelanggan serta Khairuddin, Bagian Produksi dan PKA. Masih dalam kaitan menjaga dan melindungi kelestarian kawasan hutan, bahwa salah satu penyebab kerusakan adalah terjadinya kebakaran hutan baik itu yang disengaja maupun tidak disengaja. Kebakaran ini jelas sangat merugikan bukan hanya kehilangan potensi keragaman hayati baik pepohonan maupun satwa yang ada di dalamnya sehingga berdampak terganggunya pendistribusian air bersih, tetapi juga dapat menimbulkan polusi (pencemaran) udara akibat asap yang ditimbulkan. Oleh karena itu dalam rangka memberikan edukasi serta pemahaman tentang perlunya mencegah dan menanggulangi kebakaran hutan, generasi muda Avicenna Childhood melakukan pembelajaran di kantor Manggala Agni Daerah Operasional (Daops) Sibolangit. Di tempat ini peserta dikenalkan dengan peralatan pencegahan dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Yang menarik, seluruh peserta juga diberi kesempatan melakukan penyemprotan dengan menggunakan peralatan pemadaman. Ini memberi sensasi tersendiri dan pengalaman yang tak akan pernah dilupakan. Inti pembelajaran untuk menanggulangi kebakaran hutan perlu kerja keras memadamkannya. Oleh karena itu lebih baik melakukan pencegahan agar hutan terhindar dari kebakaran. Sebagai akhir dari seluruh rangkaian kegiatan edukasi Sekolah Avicenna Childhood di kawasan TWA. Sibolangit, pada hari kedua tepatnya tanggal 10 November 2022, seluruh peserta mengikuti acara Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional di halaman TWA Sibolangit. Acara yang juga diikuti oleh rombongan fieldtrip mahasiswa/mahasiswi Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara menjadi spesial, karena generasi muda Avicenna Childhood menampilkan kemampuannya mempresentasekan hasil pembelajaran yang didapatkan dengan menggunakan berbagai alat peraga karya masing-masing siswa. Peserta yang dibagi dalam 4 kelompok mencoba memaparkan pengetahuannya tentang puspa (tumbuhan) di Indonesia yang dilindungi, diantaranya : Bunga Bangkai Rakasasa (Amorphophallus titanum), bunga Rafflesia arnoldi, Cemara Sumatera (Taxus sumatrana) serta jenis yang tidak dilindungi Kemenyan (Styrax sumatrana). Penampilan generasi-generasi cilik ini mengundang decak kagum dari 90 orang rombongan Himpunan Mahasiswa Program Studi Tadris Biologi dan Fakultas Ilmu Tarbiya UIN Sumatera Utara beserta 5 orang dosen pendamping. Keberanian dalam mempresentasekan menjadi catatan penting dalam rangka penguasaan dan pemahaman materi pembelajaran selama 2 hari. Berbagai pengalaman menjadi kenangan manis. Ekspektasi dari tim Balai Besar KSDA Sumatera Utara, dengan pertemuan dan edukasi yang singkat ini dapat memberi manfaat dan menumbuhkan benih-benih karakter yang baik dalam membangun kepedulian terhadap konservasi alam. Terima kasih atas kunjungan adik-adik dan bapak ibu guru Sekolah Avicenna Childhood, sampai berjumpa di lain waktu dan kesempatan ...salam lestari... Sumber : Samuel Siahaan, SP. - PEH Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Sosialisasi RPJP di Kotabaru

Kotabaru, 28 November 2022 – Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melakukan Sosialisasi Rencana Pengelolaan Jangka Panjang atau RPJP. RPJP yang disosialisakan adalah RPJP Cagar Alam (CA) Teluk Pamukan, Cagar Alam Kelautku (Teluk Kelumpang, Selat Laut dan Selat Sebuku) dan Cagar Alam Sungai Lulan Sungai Bulan di Hotel Gran Surya Kotabaru, Selasa (22/11). Acara Sosialisasi di Hadiri Oleh Asisten 2 (Asisten Ekonomi dan Pembangunan) Bapak Drs. Murdianto, M.Si, Kepala BAPPEDA Kotabaru Ibu Ir. Rurin Sri Harjanti, MM, Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Bapak Nikmat Hakim Pasaribu, Sp, M.Sc dan seluruh Camat Kabupaten kotabaru. Pembukaan disampaikan oleh Kepala Seksi Konservasi Wilayah III mewakili Kepala BKSDA Kalimantan Selatan Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc. yang menyampaikan permintaan maaf Kepala Balai karena berhalangan hadir salam kepada pemateri dan seluruh peserta sosialisasi. Sosialisasi ini tertunda pelaksanaannya hingga satu tahun dikarenakan terhalang pandemi covid-19. Isi dari RPJP dipaparkan secara garis besar seperti pada RPJP CA Pamukan periode tahun 2022-2031, disebutkan untuk mempertahankan keberadaan ekosistem mangrove alam, mempertahankan habitat flora dan fauna penting dan dilindungi, meningkatkan peran dan partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan dan pengamanan kawasan serta meningkatkan efektifitas pengelolaan kawasan. Kemudian pada RPJP CA Kelautku periode tahun 2021-2030 menyebutkan untuk mempertegas batas kawasan, menyediakan data dan informasi mengenai potensi ekologi kawasan dan potensi ekonomi serta sosial budaya masyarakat di dalam dan sekitar kawasan, melaksanakan pemulihan ekosistem pada areal yang mengalami kerusakan, meningkatkan perlindungan dan pengamanan kawasan serta mempertahankan dan mengikutsertakan masyarakat dalam usaha pengelolaan. Serta yang terakhir pada RPJP CA Sungai Lulan Sungai Bulan periode tahun 2022-2031, memiliki tujuan untuk mempertahankan keberadaan ekosistem mangrove alam, mempertahankan habitat flora dan fauna penting dan dilindungi, meningkatkan jumlah populasi bekantan, meningkatkan peran dan partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan dan pengamanan kawasan, serta meningkatkan efektifitas pengelolaan kawasan. Pada sesi diskusi dan tanya jawab Camat Pulau Laut Timur menyampaikan pernyataan dan saran kepada BKSDA Kalimantan Selatan untuk dapat fokus melaksanakan program-program pemulihan ekosistem, penyuluhan, membentuk relawan-relawan yang peduli terhadap kegiatan-kegiatan konservasi dan menyarankan untuk dapat bertindak tegas terhadap aktivitas pertambakkan yang terdapat didaerah pesisir yang merupakan bagian dari Cagar Alam. Kemudian berlanjut pada pernyataan dari Camat Tanjung Samalantakan yang mengatakan bahwa didaerah Kecamatan Tanjung Samalantakan sangat sulit tanaman mangrove dapat hidup di pesisir dikarenakan adanya faktor fisik seperti ombak yang tinggi, hal ini dialami oleh perangkat camat ketika melakukan penanaman mangrove di daerah pesisir wilayah administrasi mereka. Pernyataan ini ditanggapi oleh Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Bapak Nikmat Hakim Pasaribu, Sp, M.Sc yang menyebutkan bahwa tumbuh atau tidak nya tanaman mangrove harus dimulai dengan perencanaan yang baik seperti pengkajian mendalam terhadap lokasi tanam, jenis tanaman, metode tanam, serta waktu tanam yang tepat sehingga memberi kesempatan terhadap tanaman mangrove untuk dapat bertahan dari faktor-faktor fisik yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Terakhir pernyataan dari Camat Kelumpang Selatan yang memberikan informasi jika di wilayah administrasi mereka terdapat satu pulau kecil yang menjadi habitat bekantan dan berharap bisa dijadikan Taman Wisata Alam (TWA) seperti di TWA Pulau Kembang di Barito Kuala, hal ini ditanggapi oleh Bapak Nikmat Hakim Pasaribu, Sp, M.Sc merupakan informasi yang baik, dikarenakan sebelumnya BKSDA Kalimantan Selatan belum mengetahui keberadaan habitat bekantan pada pulau tersebut dan mengatakan segera dalam waktu dekat akan ditindak lanjuti oleh petugas untuk memastikan keberadaan habitat dan kelompok bekantan tersebut. (ryn) Sumber: Nikmat Hakim Pasaribu, S.P, M.Sc - Kepala SKW III Batulicin, Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Artikel

Balai TN Tesso Nilo Ikut Sukseskan Raker Pansus II DPRD Pelalawan

Pangkalan Kerinci, 25 November 2022. Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) penuhi undangan DPRD Pelalawan pada rapat kerja Pansus II DPRD Kabupaten Pelalawan di Gedung DPRD Kabupaten Pelalawan, Selasa (15/11). Bersama beberapa instansi dan lembaga terkait rapat kerja ini membahas Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah Kabupaten Pelalawan dan Rancangan Tentang Pencegahan dan Peningkatan Kualitas terhadap perumahan kumuh dan pemukiman kumuh. Dalam rapat kerja ini lembaga-lembaga terkait saling mengemukakan pendapat untuk penyempurnaan dan menuju finalisasi dari rancangan yang telah disusun. Salah satu poin yang dibahas adalah tentang pengembangan pariwisata alam di Taman Nasional Tesso Nilo. Balai TN Tesso Nilo menyampaikan harapan nantinya proses penyusunan Ranperda Pariwisata Alam TN Tesso Nilo berjalan dengan lancar dan membawa kemajuan bagi ekowisata dan kesejahteraan masyarakat sekitar TN Tesso Nilo. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Sinergi Kelola Kawasan TN Tesso Nilo

Lubuk Kembang Bunga, 25 November 2022. Flying Squad Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Lubuk Kembang Bunga (LKB), Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) menerima kunjungan dari Kepolsek Ukui Iptu Markus Sinaga bersama jajaran dan DPRD Pelalawan Sunardi SH., Rabu (16/11). Kunjungan yang diterima langsung oleh Kepala SPTN Wilayah I LKB, Taufiq Haryadi, SP., membahas pengelolaan dan permasalahan-permasalahan yang ada di kawasan TN Tesso Nilo, serta kegiatan-kegiatan yang dilakukan. Dalam hal ini juga dibahas rencana Kapolsek ukui untuk melakukan patroli bersama ke dalam kawasan TN Tesso Nilo. Kepala SPTN Wilayah I LKB menerima baik maksud dari Kapolsek Ukui dan siap untuk merealisasikan patroli gabungan di dalam kawasan. Pada hari yang sama, SPTN Wilayah I LKB juga disambangi anggota DPRD Pelalawan Sunardi, SH. Kunjungan dari DPRD Pelalawan ini dilakukan terkait pemasangan listrik yang sedang dikerjakan di Flying Squad TN Tesso Nilo beserta kendala teknis selama proses pemasangan. Dalam kunjungannya juga dibahas tentang rancangan peraturan daerah pariwisata Pelalawan dan pemulihan ekosistem dalam rangka ekowisata TN Tesso Nilo. Kepala SPTN Wilayah I LKB menuturkan harapan, nantinya pemasangan listrik dan Ranperda pariwisata TN Tesso Nilo yang dilakukan akan mengembangkan ekowisata TN Tesso Nilo menjadi lebih maju dengan fasilitas yang mumpuni. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Mencari Solusi Bersama Untuk Rencana Pengelolaan Jangka Panjang TN Tesso Nilo

Pangkalan Kerinci, 25 November 2022 – Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) menghelat konsultasi publik Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) Taman Nasional Tesso Nilo Tahun 2023-2032 di Auditorium, Kantor Bupati Pelalawan, Rabu (23/11). Konsultasi publik ini digelar untuk memaparkan rancangan/draft RPJP dan mendapatkan masukan serta saran penyempurnaan dalam penyusunan dokumen Rencana Pengelolaan Jangka Panjang TNTN tahun 2023-2032. Disebutkan Dasar hukum pelaksanaan penyusunan RPJP Taman Nasional Tesso Nilo mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor P.35/MENLHK/SETJEN/ KUM.1/3/2016 tentang Pengelolaan Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam serta Peraturan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem nomor: P.14/KSDAE/SET/KSA.1/12/2017 Tentang Pedoman Penyusunan Rencana Pengelolaan Kawasan Suaka Alam, Kawasan Pelestarian Alam dan Taman Buru. Ketua panitia kegiatan Fauzan Kahfi, S.Hut, M.I.L, M.Sc menyampaikan visi RPJP Taman Nasional Tesso Nilo adalah “Menjadikan Taman Nasional Tesso Nilo sebagai kawasan pelestarian gajah sumatera dan habitat bagi hidupan liar lainnya serta sebagai kawasan wisata alam untuk mendukung terwujudnya kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan”. Semua unsur yang hadir berdiskusi untuk menyempurnakan draft RPJP dan hasil dari konsultasi publik TNTN akan disampaikan kepada Direktur Jenderal KSDAE untuk mendapatkan penelaahan dari Direktorat Teknis dan pengesahan oleh Dirjen KSDAE. Sebagai informasi, Konsultasi Publik Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) Taman Nasional Tesso Nilo periode tahun 2023-2032, dilaksanakan dengan mengundang 38 Instansi Pusat dan Pemerintah Daerah yang diikuti oleh Unsur Pemerintah Provinsi Riau, Pemerintah Daerah Kab. Pelalawan beserta DPRD Pelalawan, Dinas instansi terkait Kab. Pelalawan, Pemda Kabupaten Indragiri Hulu, Perwakilan Kecamatan dan Pemerintahan Desa di sekitar kawasan TNTN, Instansi KLHK lingkup Riau, Akademisi (Universitas Riau), LSM (Yayasan TN Tesso Nilo, Forum Masyarakat Tesso Nilo dan Lembaga Adat Melayu Riau Kab.Pelalawan) dan Swasta. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Sambangi Jakarta, Balai TN Tesso Nilo Koordinasi dan Konsultasi

Jakarta, 25 November 2022. 17 November 2022 – Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Heru Sutmantoro, S.Hut, M.M., dan jajaran melakukan koordinasi dan konsultasi ke Direktorat KSDAE di Jakarta. Kedatangan Kepala Balai dan jajaran di terima langsung oleh Plt. Dirjen KSDAE sekaligus Ketua tim Implementasi Revitalisasi Ekosistem TN Tesso Nilo, Dr. Ir. Bambang Hendroyono, M.M. Dalam pertemuan ini, Kepala Balai TN Tesso Nilo memaparkan pengelolaan TN Tesso Nilo secara detail kepada Plt. Dirjen KSDAE untuk menyampaikan pengelolaan saat ini serta permasalahan dan kendala yang dihadapi di lapangan. Plt Dirjen KSDAE memberikan arahan dan petunjuk dalam pengelolaan TN Tesso Nilo ke depan terkait keberadaan kegiatan terbangun tanpa izin di dalam kawasan, yang sejalan dengan implementasi UU Cipta Kerja dan Kemitraan Konservasi dalam rangka Pemulihan Ekosistem. Koordinasi dan konsultasi berjalan lancar, Plt. Dirjen KSDAE menerima dengan baik maksud dan tujuan pertemuan yang dilaksanakan. Hasil dari koordinasi dan konsultasi ini akan menjadi pedoman TN Tesso Nilo dalam pengelolaan kawasan kedepannya. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo

Menampilkan 1.313–1.328 dari 2.311 publikasi