Minggu, 31 Mei 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Tenun Golomori Mulai Unjuk Gigi

Labuan Bajo, 20 Desember 2022. Balai Taman Nasional Komodo menginisiasi pembentukan kelompok tenun Golomori dan melakukan pembinaan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Tanamori bertempatkan di Desa Golomori, Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores, Provinsi NTT. Kegiatan ini diharapkan dapat mencapai kesejahteraaan melalui pengembangan community-based tourism yang menghubungkan tidak hanya industri pariwisata alam/desa, namun juga industri pertanian, peternakan, dan perikanan di sekitar desa. Muhammad Ikbal Putera (Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama), Fahri Ikhlas dan Yovi Septia (Penyuluh Kehutanan Ahli Pertama) sebagai penggagas, menyelenggarakan kegiatan selama dua hari pada tanggal 16 – 17 Desember 2022 dengan turut membawa serta tiga orang guru SMKN 3 Komodo, satu praktisi bidang pengembangan pariwisata berkelanjutan, dan empat orang mahasiswa magang Politeknik Pariwisata NHI Bandung ke Desa Golomori. Ikbal dan Fahri memiliki keinginan untuk menciptakan motif tenun khas Golomori yang diciptakan oleh masyarakat Golomori dengan menginterpretasi obyek-obyek yang ada di sekitar wilayah desanya. Mereka juga melakukan inkubasi motif tenun bagi anggota kelompok kriya tersebut selama enam bulan untuk diajarkan secara intensif oleh para guru dari SMKN 3 Komodo mengenai wawasan dan keterampilan menenun. Tahapan yang pertama kali dilaksanakan adalah mengidentifikasi calon anggota kelompok dengan memohon rekomendasi personil melalui Kepala Desa Golomori dan Ketua POKDARWIS Tanamori. Tim kemudian melakukan anjangsana ke masing-masing rumah calon anggota untuk bersilaturahmi dan menyampaikan maksud serta tujuan terkait pembentukan kelompok tenun Golomori. Seluruh calon anggota kelompok tenun yang merupakan perempuan menerima kedatangan tim dengan sangat baik. Tim BTN Komodo kemudian memberikan kesempatan kepada perwakilan guru SMKN 3 Komodo untuk menjelaskan secara singkat mengenai keterampilan tenun secara lisan dan melalui video. Seusai pengenalan, setidaknya tim mendapatkan 10 calon anggota yang bersedia bergabung ke dalam Kelompok Tenun Golomori. Ikbal dan Fahri kemudian melanjutkan kegiatan pembinaan POKDARWIS Tanamori dengan turut mencoba paket perjalanan wisata yang ditawarkan oleh anggota kelompok, yaitu wisata camping di pantai, menaiki otokol, melihat aktivitas barter di Pasar Lenteng, dan mengunjungi Kampung Ra’ong. Tim kemudian mengikuti dan merasakan seluruh pelayanan yang diberikan oleh anggota POKDARWIS Tanamori. Pada waktu makan malam, tim menyempatkan diri untuk berdiskusi mengenai arah perencanaan kegiatan dan usulan paket perjalanan wisata dengan Kepala Desa dan seluruh anggota POKDARWIS. Kepala Desa dan anggota POKDARWIS sangat antusias dengan usulan ide yang disampaikan oleh tim Balai Taman Nasional Komodo. Keesokan harinya, tim berkegiatan di aula Balai Desa Golomori untuk mengadakan pemetaan potensi wisata alam secara spasial dan menentukan strategic visitor flow ke Desa Golomori. Ikbal menjelaskan usulan paket perjalanan wisata yang menghubungkan antara obyek daya tarik wisata alam di pesisir Pantai Golomori dengan Kampung Kerora (Desa Pasir Panjang). Ikbal juga mengusulkan pengembangan agrowisata dan bumi perkemahan di Kampung Ra’ong agar tercipta alur kunjungan wisatawan ke dusun yang letaknya paling jauh dalam lingkup Desa Golomori. Seluruh anggota POKDARWIS Tanamori yang hadir sangat antusias dan mendengarkan rekomendasi yang diusulkan dan menerima baik gagasan yang disampaikan Ikbal dan tim. Seusainya, tim kembali melanjutkan perjalanan pulang ke Labuan Bajo. Sebagai informasi, Desa Golomori telah dinobatkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan akan menjadi lokasi pelaksanaan ASEAN SUMMIT 2023. Hal ini tentu peluang ekonomi yang positif bagi masyarakat, namun perlu juga dilakukan perencanaan kesiapan SDM yang matang agar masyarakat dapat bersiap menerima manfaat multiplier effect dari hadirnya aktivitas kenegaraan tersebut di wilayah desa. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Mahasiswa Manajemen Destinasi Pariwisata Politeknik Pariwisata NHI Bandung - Yudha Pamungkas (+62822-1046-5828) dan Penyuluh Kehutanan Ahli Pertama - Fahri Ikhlas, Hut. (+6285263770138) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.Sc. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6281138290000)
Baca Artikel

Wisuda Kelulusan Junior Park Ranger Balai TN Komodo

Labuan Bajo, 19 Desember 2022. Balai Taman Nasional Komodo melaksanakan perayaan kelulusan program magang Junior Park Ranger bagi siswa-siswi dari SMKN 1 Labuan Bajo dan SMK Sadar Wisata Ruteng. Perayaan yang pertama kali diselenggarakan ini dilaksanakan sebagai bentuk apreasiasi bagi siswa magang yang telah menyelesaikan rangkaian pembelajaran di Balai Taman Nasional Komodo selama 3 – 6 bulan setiap tahunnya. Urusan Program Anggaran Kerja Sama dan Pelayanan Balai Taman Nasional Komodo melaksanakan perayaan ini pada tanggal 4 Desember 2022 di Gedung Komodo Visitor Center, Labuan Bajo. Urusan Program Anggaran Kerja Sama dan Pelayanan menggagas perayaan ini dengan konsep potluck dimana siswa dan staf Balai Taman Nasional Komodo ditugaskan untuk membawa makanan dan minuman masing-masing untuk dikumpulkan dan disantap bersama. Untuk menambah keceriaan acara, mahasiswa Poltekpar NHI Bandung turut memeriahkan acara dengan mengemas perayaan ini dengan tema “Radar TNK” (Rame-Rame Ngopdar di Taman Nasional Komodo). Setidaknya 18 siswa siswa magang diwisuda dalam program magang Junior Park Ranger Tahun 2022. Urusan Program Anggaran Kerja Sama dan Pelayanan Balai Taman Nasional Komodo memberikan piagam penghargaan dan surat keterangan selesai magang, serta menyematkan pin Junior Park Ranger yang diberikan secara bergantian kepada para siswa yang lulus. Acara ini dihadiri oleh Muhammad Ikbal Putera (PEH Ahli Pertama), Yunias Jackson Benu (PEH Mahir), Naoma Yunita Banamtuan (Polhut Mahir), Fahri Ikhlas (Penyuluh Kehutanan Ahli Pertama), Banu Widyanarko (Polhut Ahli Pertama), Yovi Septia (Penyuluh Kehutanan Ahli Pertama), dan Petrus Cornellius Paulus Laa (PEH Terampil). Rangkaian perayaan dimulai dengan siswa-siswi menyampaikan testimoni magang secara bergantian dihadapan staf Balai Taman Nasional Komodo. Acara kemudian dilanjutkan dengan pemberian piagam dan pin, lalu disusul dengan mengadakan berbagai games berhadiah. Setelah prosesi tersebut, acara dilanjutkan dengan karaoke dan santap malam hidangan yang sudah dibawa oleh seluruh siswa dan staf Balai Taman Nasional Komodo. Pada akhir sesi, Muhammad Ikbal Putera memimpin renungan bagi para siswa-siswi untuk memperkuat rasa korsa dan ikatan hubungan dengan Balai Taman Nasional Komodo. Banyak dari siswa magang yang tidak bisa membendung air matanya karena merasa bahagia mampu menyelesaikan masa magang mereka yang penuh tantangan dan haru karena harus berpisah dengan para ranger dan teman yang telah menemani perjalanan hidupnya di Balai Taman Nasional Komodo setiap hari. Ikbal sangat berharap agar siswa-siswi SMK tersebut dapat melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi untuk kemudian bisa kembali memajukan daerah asalnya di masa yang akan datang. Salah satu testimoni dari siswi SMKN 1 Labuan Bajo, Mita Aprilia Dwi Bagri, mengucapkan rasa terima kasih atas segala bimbingan dan ilmu yang dia dapatkan selama magang di Balai Taman Nasional Komodo. Mita juga berharap agar kedepannya kerja sama antara sekolah-sekolah di Labuan Bajo dengan Balai Taman Nasional Komodo dapat terjalin baik kedepannya. Sumber: Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Mahasiswa Manajemen Destinasi Pariwisata Politeknik Pariwisata NHI Bandung - Joy Filip Oktavianus (+62821395201028) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.Sc. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6281138290000)
Baca Artikel

Ranger Goes To School Balai TN Komodo Menuju Kupang

Labuan Bajo, 19 Desember 2022. Balai Taman Nasional Komodo menggelar koordinasi dan konsultasi untuk sosialisasi program Ranger Goes to School (RGTS) tahun 2022/2023 dengan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur dan Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Timur (NTT) di Kota Kupang, Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur, tanggal 30 November - 3 Desember 2022. Sosialisasi dan advokasi pertama di Kupang menargetkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT yang diberikan paparan terkait capaian dan rencana pelaksanaan program RGTS tahun 2022/2023 dihadapan seluruh pimpinan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT. Pemaparan yang berlangsung kurang lebih 60 menit ini mendapatkan tanggapan positif dari para pimpinan yang hadir. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT merasa bahwa program RGTS sangat sesuai dengan pola ajar kurikulum merdeka dan penguatan kapasitas pelajar melalui intervensi industri secara langsung. Tim RGTS mendapatkan apreasiasi atas upaya yang telah dilakukan sepanjang tahun dan memperoleh dukungan penuh untuk terus melaksanakan program tersebut di tahun depan pada ketiga sekolah sasaran. Kepala Dinas menyampaikan bahwa akan menerbitkan Surat Keputusan (SK) terkait dengan penetapan/penunjukan tim RGTS di Kabupaten Manggarai Barat sebagai bentuk dukungan nyata bagi tim RGTS. Dinas berharap agar tim dapat membuat modul ajar dan menyelenggarakan Training of Trainers (TOT) bagi para guru di sekolah - sekolah target program. Kegiatan sosialisasi dan advokasi kedua dilaksanakan di Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) NTT. Kepala Balai BKSDA NTT diwakilkan oleh Plt. Kepala Bidang Teknis BBKSDA NTT menerima dan memfasilitasi sesi pemaparan secara hybrid oleh perwakilan tim RGTS yang dibawakan langsung oleh Koordinator RGTS. Pemaparan dan diskusi dengan para peserta berlangsung hingga hampir 150 menit. Para peserta antusias untuk turut melaksanakan program RGTS di wilayah kerjanya masing-masing, dengan pola pendekatan dan teknis pelaksanaan yang berbeda, menyesuaikan dengan sekolah sasaran. Tim RGTS BTN Komodo berharap melalui sesi ini, para peserta dapat terpacu semangatnya dan termotivasi untuk dapat mengatasi berbagai tantangan yang muncul ketika mengelola sebuah kawasan konservasi, termasuk memberikan perhatian bagi kemajuan pendidikan pelajar di wilayah tinggal/kerjanya. Tim berharap agar program RGTS BTN Komodo dapat konsisten dilaksanakan setiap tahun dengan menyasar berbagai sekolah yang berbeda. Tim berharap sekolah yang telah mendapatkan pengajaran setidaknya selama satu tahun, dapat memiliki siswa-siswi berprestasi dan mampu memahami prinsip konservasi di Taman Nasional Komodo dan alam sekitarnya. Kedepannya, program RGTS akan disosialisasikan kepada Gubenur NTT dan pimpinan tinggi dari lembaga/instansi terkait untuk mendorong disetujuinya legislasi muatan ajar RGTS sebagai muatan lokal wajib bagi sekolah tingkat SMA/SMK/Ma di Manggarai Barat. Salah satu misi pengelolaan Balai Taman Nasional Komodo yang tertuang dalam dokumen Rencana Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) BTN Komodo Tahun 2016 - 2025 adalah melakukan transformasi kurikulum sekolah dengan membentuk muatan lokal wajib bagi institusi pendidikan mulai dari jenjang pendidikan SD hingga SMA di lingkup Kabupaten Manggarai Barat. Ikbal dan tim RGTS berupaya mendorong dan menjadikan muatan ajar RGTS yaitu ‘Pendidikan Konservasi Taman Nasional Komodo’ sebagai muatan lokal wajib pada sekolah tingkat SMA/SMK/MA di Kabupaten Manggarai Barat, khususnya di Kelurahan Labuan Bajo. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Gatot Kuncoro Edi (Kepala SPTN Wilayah II), Muhammad Ikbal Putera (PEH Ahli Pertama), dan Fahri Ikhlas (Penyuluh Kehutanan Ahli Pertama) Sumber: Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.Sc. (+6281310300678) dan Penyuluh Kehutanan Ahli Pertama - Fahri Ikhlas, S.Hut. (+6285263770138) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.Sc. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6281138290000)
Baca Artikel

Stella Maris Labuan Bajo Mengenal Program Ranger Goes To School 2023

Labuan Bajo, 13 Desember 2022. Program Ranger Goes to School (RGTS) Balai Taman Nasional Komodo yang akan dilaksanakan pada Bulan Januari – Juni 2023 mendatang memasuki tahap sosialisasi ke SMA/SMK/MA di Kabupaten Manggarai Barat meliputi SMKN 1 Labuan Bajo, SMKN 3 Komodo, dan SMK Stella Maris Labuan Bajo. SMK Stella Maris Labuan Bajo merupakan sekolah menengah kejuruan di Labuan Bajo yang memiliki empat program studi (prodi) praktis yang sangat berhubungan dengan industri pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat. Keempat prodi tersebut diantaranya: Nautika Kapal Penangkap Ikan, Teknik Otomotif Kendaraan Ringan, Usaha Layanan Pariwisata, dan Perhotelan. Sekolah ini telah melahirkan tenaga kerja lulusan SMK yang siap kerja utamanya bagi industri pariwisata dan perkapalan pada lingkup Kabupaten Manggarai Barat. Setiap tahun SMK Stella Maris Labuan Bajo juga kerap mengirimkan banyak siswanya untuk mengikuti kegiatan magang Junior Park Ranger di Balai Taman Nasional Komodo dan berkesempatan mendapatkan pembinaan langsung dari para ranger selama tiga hingga enam bulan setiap tahunnya. Koordinator RGTS, Muhammad Ikbal Putera, beserta sebagian anggota tim berkunjung ke SMK Stella Maris Labuan Bajo pada tanggal 9 November 2022. Kunjungan tim diterima baik oleh Kepala SMK Stella Maris Labuan Bajo beserta jajarannya dan langsung meminta koordinator program untuk mempresentasikan penawaran kegiatan dihadapan para guru dan tenaga pendidik SMK Stella Maris Labuan Bajo. Ikbal menyampaikan keinginan bahwa SMK Stella Maris memiliki kedekatan hubungan kemitraan dan profesionalitas yang kuat dengan adanya interaksi antara siswa dengan ranger pada kegiatan magang setiap tahunnya di Balai Taman Nasional Komodo. Ikbal meyakinkan bahwa program RGTS dapat menjadi penajam muatan konservasi dan ekowisata yang selama ini diajarkan oleh para guru di sekolah. Usai pemaparan program, Kepala SMK Stella Maris Labuan Bajo menerima baik dan akan memfasilitasi program RGTS sesuai dengan jadwal pembelajaran kelas yang disepakati. Kepala Sekolah juga menambahkan bahwa program RGTS adalah program yang selama ini ditunggu-tunggu oleh pihak sekolah. Untuk itu, sekolah akan memberikan usaha terbaiknya untuk membantu para pengajar RGTS memandu kegiatan belajar mengajar di dalam kelas selama enam bulan ke depan. Mendengar hal ini, tim RGTS bergembira dan akan memberikan yang terbaik untuk siswa-siswi SMK Stella Maris Labuan Bajo. Tim RGTS akan mengajar siswa-siswi program studi (prodi) Usaha Perjalanan Wisata (UPW) kelas X di SMKN 1 Labuan Bajo. Meskipun Kepala SMK Stella Maris Labuan Bajo menginginkan agar program RGTS ini juga diajarkan pada prodi lain, koordinator RGTS menerima baik usulan tersebut dan telah menyampaikannya ke internal tim pengajar. Mempertimbangkan keterbatasan jumlah tenaga pengajar serta ketersediaan waktu luang dari setiap pengajarnya, koordinator RGTS menyampaikan bahwa akan fokus memberikan pengajaran kepada siswa-siswi prodi Usaha Layanan Pariwisata terlebih dulu. Koordinator RGTS menyampaikan hasil koordinasi dengan Kepala SMK Stella Maris Labuan Bajo kepada Kepala Balai Taman Nasional Komodo seusai pertemuan di sekolah. Kepala Balai Taman Nasional Komodo sangat senang melihat kesuksesan penawaran program pada sekolah target yang kedua di tahun 2023 oleh segenap tim Ranger Goes to School Balai Taman Nasional Komodo. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.Sc. (+6281310300678) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.Sc. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6281138290000)
Baca Artikel

Dukungan Ekonomi Produktif Perkuat Kebersamaan Kelola Kawasan

Tabunganen 13 Deember 2022 – Balai KSDA Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) kembali menyerahkan bantuan penguatan ekonomi produktif pada kegiatan pemberdayaan masyarakat khususnya kelompok pemberdayaan masyarakat “Istana Patin”, Desa Tabunganen Kecil dan Kelompok Pemberdayaan Masyarakat “Maju Bersama”, Desa Sungai Teras Luar. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Selasa, 13 Desember 2022 bertempat di Kantor Desa Tabunganen Kecil, Kecamatan Tabunganen Kecil. Bantuan ini diserahkan kepada kelompok dalam rangka mendukung pengembangan budidaya ikan patin dan peternakan ayam pedaging yang dikelola oleh masing-masing kelompok. Kepala Balai KSDA Kalsel Dr.Ir.H. Mahrus Aryadi, M.Sc. menyerahkan langsung bantuan ini kepada kelompok didampingi oleh Kepala SKW II Banjarbaru Mokh. Ridwan Effendi, S.Hut, M.Si dan Kepala Resort Ahmad Barkati. Keterbukaan, silaturahmi dan komunikasi serta kebersamaan adalah hal yang sangat ditekankan oleh Kepala Balai kepada kelompok dalam mencapai tujuan bersama atas program pemberdayaan masyarakat ini, yaitu untuk membantu meningkatkan ekonomi masyarakat. Harapan Kepala Balai kegiatan pemberdayaan masyarakat ini dapat menular kepada anggota masyarakat lainnya sehingga tidak hanya memberikan manfaat kepada anggota kelompok juga memberikan manfaat kepada masyarakat secara umum. Terkait kendala dan permasalahan yang dihadapi oleh kelompok perlu adanya peran aktif pendamping dan Kepala Resort dalam menanggapi keadaan tersebut. Selain memberikan pendampingan terhadap penyelesaian kendala, pendamping dan Kepala Resort juga dapat membangun jejaring antara kelompok dengan pihak-pihak lain yang dapat membantu mengembangkan kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok. Ketua kelompok Istana Patin yang diwakili oleh Bendahara kelompok, Samsudin didampingi oleh Kepala Desa Tabunganen Kecil, Zainal Abidin; dan juga Ketua kelompok Maju Bersama, Wahyudi didampingi oleh Kepala Desa Sungai Teras Luar, Anang Muhdiansyah menyampaikan ucapan syukur dan penghargaannya kepada BKSDA Kalsel yang telah aktif hadir ditengah-tengah masyarakat guna mendengarkan aspirasi masyarakat dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat serta mencoba menjembatani upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program pemberdayaan masyarakat. Dalam kesempatan ini, kelompok juga menyampaikan rencana kegiatan kedepan berdasarkan kegiatan yang telah lalu. Belajar dari kegiatan yang telah lalu kelompok telah merancang dan mengantisipasi kemungkinan adanya kendala yang sama. Kelompok juga menambahkan bahwa kegiatan pemberdayaan masyarakat ini merupakan bentuk nyata hadirnya pemerintah di tengah-tengah masyarakat dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus mengamankan kawasan konservasi. (ryn) Sumber: M. Ridwan Effendi, S.Hut, M.Si - Kepala SKW II Banjarbaru Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Artikel

Balai TN Gunung Rinjani Cetak Hattrick di Bulan Sadar Anti Korupsi

Mataram, 14 Desember 2022. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) memenangi tiga kategori lomba kegiatan Hari Anti Korupsi Sedunia ( HAKORDIA) Tahun 2022 Lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang dimumkan secara daring pada hari Rabu (14/12). Pengumuman pemenang kegiatan lomba tersebut sekaligus sebagai acara puncak dari serangkaian kegiatan peringatan Hakordia Tahun 2022. Pada acara lomba ini BTNGR menyabet sebagai juara pertama untuk kategori Festival Suara Anti Korupsi dan juara 3 untuk kategori Instagram Reels Chalenge Antikorupsi serta juara 3 kategori Tata Kelola KLHK Innovation Awards. Keriuhan meliputi pegawai Balai TNGR yang menyaksikan secara langsung pengumuman lomba melalui daring di ruangan Humas BTNGR Sebagai informasi, KLHK mengadakan kegiatan lomba pada Bulan Sadar Anti Korupsi yang diumumkan melalui media sosialnya (ig:@itjenklhk) pada 11 November bulan lalu tahun ini. Ada 3 kategori yang diperlombakan yaitu Festival Suara Anti Korupsi, Instagram Reels Challenge, dan KLHK Innovation Award. Dari ketiga kategori tersebut hanya KLHK Innovation Award yang diperuntukkan khusus untuk Satuan Kerja (Satker) KLHK sedangkan lainnya terbuka untuk peserta umum maupun Satker KLHK Puncak dari serangkaian Hakordia dilaksanakan bersamaan dengan Rapat Koordinasi dan Pengawasan (Rakorwas) 2022 dengan pembicara utama Menteri LHK Siti Nurbaya, dengan nara sumber Sekjen KLHK Bambang Hendroyono dan Irjen KLHK Laksmi Wijayanti. Pada acara ini juga dilakukan penandatanganan Piagam Pengawasan Intern dan Launching Jingle “Bersama Kita Bisa”. Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Rinjani
Baca Artikel

SMK Negeri 3 Komodo Mengenal Lebih Dekat Program Ranger Goes To School 2023

Labuan Bajo, 13 Desember 2022. Program Ranger Goes to School (RGTS) Balai Taman Nasional Komodo yang akan dilaksanakan pada Bulan Januari – Juni 2023 mendatang memasuki tahap sosialisasi ke SMA/SMK/MA di Kabupaten Manggarai Barat. Kali ini koordinator RGTS, Muhammad Ikbal Putera, beserta sebagian anggota menuju ke SMKN 3 Komodo untuk mengenalkan program RGTS secara lebih detail, pada tanggal 29 November 2022. SMKN 3 Komodo adalah sekolah menengah kejuruan negeri ketiga di Labuan Bajo yang baru beroperasional pada awal tahun 2021 lalu. SMKN 3 Komodo saat ini memiliki dua prodi aktif yaitu wisata bahari dan ekowisata, serta seni tari. SMKN 3 Komodo juga memiliki prodi yang masih dalam pengembangan yaitu jurusan kriya seni dengan menitikberatkan tugas pokok dan fungsi pada peningkatan kapasitas SDM di bidang pengembangan kriya tenun, namun saat ini belum memiliki jumlah siswa yang cukup. SMKN 3 Komodo saat ini merupakan satu-satunya SMK yang memiliki prodi wisata bahari dan ekowisata di Kabupaten Manggarai Barat. Pada tahun 2022, SMKN 3 Komodo telah mengirimkan lima orang siswa kelas X untuk melaksanakan observasi industri selama satu bulan, dan saat ini sebanyak enam orang siswa kelas XI sedang melaksanakan kegiatan praktik kerja lapang yang dikemas dalam program magang Junior Park Ranger Balai Taman Nasional Komodo mulai bulan Oktober 2022 hingga akhir bulan Maret 2023 mendatang. Tim Ranger Goes to School memiliki hubungan kemitraan yang sangat baik dengan SMKN 3 Komodo. Tim percaya bahwa SMKN 3 Komodo dapat menghasilkan tenaga kerja dan lulusan SMK yang sangat diperlukan untuk pengelololaan Taman Nasional Komodo di masa depan. Untuk itu, peran Balai Taman Nasional Komodo untuk mendukung peningkatan kapasitas dan pemahaman siswa mengenai pengelolaan kawasan konservasi sejak dini perlu dilakukan secara langsung di sekolah. Kunjungan tim diterima baik oleh Kepala SMKN 3 Komodo beserta jajarannya dan mendengarkan baik pemaparan program yang disampaikan oleh koordinator program. Usai pemaparan, Kepala SMKN 3 Komodo menyampaikan bahwa program RGTS tidak boleh putus di tengah jalan dan harus dilanjutkan di SMKN 3 Komodo. Kepala SMKN 3 Komodo menyatakan menerima penawaran program dan akan memberikan dukungan penuh bagi pelaksanaan program hingga tuntas di bulan Juni 2023. Lebih lanjut, Ikbal meyakinkan Kepala SMKN 3 Komodo bahwa tim RGTS akan memberikan usaha terbaiknya untuk dapat memastikan konsistensi dan kontinuitas program RGTS selama satu semester ke depan. Tim RGTS akan mengajar siswa-siswi program studi (prodi) Wisata Bahari dan Ekowisata kelas X di SMKN 3 Komodo dan telah menerima kalender akademik dari Kepala SMKN 3 Komodo. Koordinator RGTS menyampaikan hasil koordinasi dengan Kepala SMKN 3 Komodo kepada Kepala Balai Taman Nasional Komodo seusai pertemuan di sekolah. Kepala Balai Taman Nasional Komodo gembira melihat kerja keras tim Ranger Goes to School Balai Taman Nasional Komodo untuk tiada lelah membangun jejaring dengan para pemangku kepentingan di Kabupaten Manggarai Barat dan mengedepankan semangat juang rimbawan muda yang tak lelah berjuang memajukan pendidikan konservasi para pelajar di area tempat mengabdinya saat ini. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.Sc. (+6281310300678) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.Sc. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6281138290000)
Baca Artikel

Program Ranger Goes To School Siap Kembali di Januari 2023

Labuan Bajo, 13 Desember 2022. Balai Taman Nasional Komodo kembali merancang kegiatan pendampingan pendidikan pelajar Ranger Goes to School (RGTS) yang akan dilaksanakan pada Bulan Januari – Juni 2023 mendatang. Koordinator program RGTS, Muhammad Ikbal Putera, kembali terjun ke SMA/SMK/MA di Kabupaten Manggarai Barat menawarkan usulan program RGTS untuk dapat dilaksanakan di sekolah selama durasi waktu ajar yang ditawarkan. Sebelumnya, program RGTS telah diselenggarakan di SMKN 1 Labuan Bajo, SMKN 3 Komodo, dan SMAN 3 Komodo. Tim berhasil memberikan pengajaran untuk setidaknya 427 siswa dari total ketiga sekolah, 15 kelas per minggu, dan dengan durasi ajar rata-rata 90 menit. Tim RGTS kembali menargetkan tiga sekolah yaitu: SMKN 1 Labuan Bajo, SMKN 3 Komodo, dan SMK Stella Maris Labuan Bajo. SMKN 1 Labuan Bajo merupakan sekolah menengah kejuruan negeri pertama di Labuan Bajo. Sekolah ini telah melahirkan tenaga kerja lulusan SMK yang siap kerja utamanya bagi industri pariwisata di Kabupaten Manggarai Barat. Setiap tahun SMKN 1 Labuan Bajo juga mengirimkan banyak siswa magang ke Balai Taman Nasional Komodo yang mendapatkan pembinaan dari para ranger selama tiga hingga enam bulan setiap tahunnya. Balai Taman Nasional Komodo merasa bahwa para pelajar SMA/SMK/MA di Kabupaten Manggarai Barat, pada umumnya perlu mendapatkan pengenalan dan pendalaman muatan ajar mengenai pengelolaan kawasan konservasi serta keilmuan terkait lainnya dengan maksud agar sumber daya manusia (SDM) industri pariwisata tidak hanya siap kerja, namun juga paham pengelolaan sumber daya alam secara konstruktif dan berkelanjutan. Balai Taman Nasional Komodo berusaha mewujudkan hal tersebut melalui pembelajaran di kelas mengacu pada kurikulum RGTS yaitu Pendidikan Konservasi Taman Nasional Komodo yang telah dirancang tim RGTS Tahun 2022 dan mendorong agar muatan tersebut dapat ditransformasi menjadi muatan lokal wajib pada kurikulum ajar tingkat SMA/SMK/MA lingkup Kabupaten Manggarai Barat. Koordinator RGTS beserta sebagian anggota tim berkunjung ke SMKN 1 Labuan Bajo pada tanggal 27 Oktober 2022. Kunjungan tim diterima baik oleh Kepala SMKN 1 Labuan Bajo beserta jajarannya di sekolah. Pada kesempatan ini, tim RGTS menawarkan kembali pelaksanaan program RGTS di SMKN 1 Labuan Bajo untuk diseleggarakan Bulan Januari – Juni 2023. Usai pemaparan program, Kepala SMKN 1 Labuan Bajo menyampaikan bahwa program RGTS merupakan ‘angin segar’ bagi sekolah karena sangat berdampak positif bagi siswa-siswi di sekolah. Mempertimbangkan konsistensi dan komitmen tim RGTS dalam mengajar, serta melihat antusias siswa-siswi di sekolah terhadap kehadiran program pendampingan pendidikan oleh para ranger, Kepala SMKN 1 Labuan Bajo menerima penawaran program dan akan memfasilitasi pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di kelas sesuai dengan jadwal yang disepakati bersama. Mendengar hal ini, tim RGTS gembira dan bersemangat untuk bisa memberikan yang terbaik bagi sekolah, utamanya siswa-siswi SMA/SMK/MA di Kabupaten Manggarai Barat. Tim RGTS akan mengajar siswa-siswi program studi (prodi) Usaha Perjalanan Wisata (UPW) kelas XI di SMKN 1 Labuan Bajo. Meskipun Kepala SMKN 1 Labuan Bajo menginginkan agar program RGTS ini juga diajarkan pada prodi lain (akuntansi, teknik informatika, perhotelan, dan tata boga), koordinator RGTS menerima baik usulan dan menyampaikannya ke internal tim pengajar. Mempertimbangkan keterbatasan jumlah tenaga pengajar serta ketersediaan waktu luang dari setiap pengajarnya, koordinator RGTS menyampaikan bahwa akan fokus memberikan pengajaran kepada siswa-siswi prodi UPW terlebih dulu. Koordinator RGTS menyampaikan hasil koordinasi dengan Kepala SMKN 1 Labuan Bajo kepada Kepala Balai Taman Nasional Komodo seusai pertemuan di sekolah. Kepala Balai Taman Nasional Komodo sangat senang melihat semangat juang para ranger untuk memajukan pendidikan konservasi pelajar di Kabupaten Manggarai Barat. Pimpinan mendukung penuh pelaksanaan program dengan dibuatkannya SK Tim Pengajar RGTS Tahun 2023 dan akan berusaha seoptimal mungkin memberikan kemudahan dalam proses pelaksanaannya. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.Sc. (+6281310300678) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.Sc. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6281138290000)
Baca Artikel

World Mountain Day 2022 Dengan Bantuan Bibit Pohon

Desa Sarogodung, 13 Desember 2022. Momen World Mountain Day (Hari Gunung Sedunia) 2022, tidak ingin dilewatkan begitu saja oleh anak-anak muda Tapanuli Selatan yang tergabung dalam komunitas Lembaga Pariwisata dan Pecinta Alam Mahasiswa Islam (LEPPAMI) TAP – SEL dan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) TAP – SEL, dengan melakukan berbagai kegiatan, seperti : camping bersama dan gerakan menanam pohon, yang dilaksanakan selama 2 hari berturut-turut, Sabtu dan Minggu, 10-11 Desember 2022, di Desa Sarogodung, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan. Melalui kegiatan ini, anak-anak muda Tapanuli Selatan ingin menyampaikan pesan dan edukasi kepada masyarakat untuk ikut menjaga serta merawat gunung, dengan memberi contoh keteladanan melakukan kegiatan penanaman bibit pohon. Menjadi kewajiban setiap warga negara untuk peduli dengan pelestarian alam dan lingkungan hidup, termasuk diantaranya menjaga kelestarian kawasan/areal pegunungan. Menyikapi niat baik dan mulia generasi muda Tapanuli Selatan ini, Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok pada Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan, tak mau juga ketinggalan untuk ikut berpartisipasi, dengan cara menyediakan bibit pohon untuk ditanam dalam event tersebut. Sekitar 100 bibit pohon yang disediakan Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok, masing-masing jenis Meranti, Suren, Alpokat, Petai, Jengkol, Durian, Kulit Manis dan Glugur, yang keseluruhannya ditanam di lahan kosong di sepanjang jalan wisata Paralayang, Desa Sarogodung. Usai kegiatan penanaman, LEPPAMI dan masyarakat menyampaikan komitmen serta target jangka panjang yang akan dilakukan, yaitu : kegiatan penanaman berkelanjutan untuk menjamin ketersediaan sumber air serta kelestarian alam, berperan aktif dalam kegiatan konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya, serta mencegah kebakaran hutan dan lahan. Untuk merealisasikan komitmen tersebut, masyarakat dan LEPPAMI mengharapkan adanya dukungan bantuan bibit/pohon yang lebih banyak lagi dari pemerintah, khususnya Balai Besar KSDA Sumatera Utara, dalam mewujudkan cita cita jangka panjang lembaga bersama warga Desa Sarogodung, yaitu penanaman yang berkelanjutan. Sumber : Ambet P. Harianja – TPHL Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok, Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

SIDARING Versi 2 Resmi Meluncur

Boyolali, 12 Desember 2022. Balai Taman Nasional Gunung Merbabu telah melakukan Launching Penerapan Sistem Aplikasi Booking Online SIDARING Versi 2 sebagai bagian dari pengembangan dan inovasi Transformasi Taman Nasional Gunung Merbabu. SIDARING (Sistem Pendataan dan Monitoring) merupakan inovasi Balai Taman Nasional Gunung Merbabu pada area perubahan eksternal. Ide genuine SIDARING adalah penerapan gelang berchips dengan teknologi Radio Frequency Identification (RFID) untuk mengontrol pendaki. Penerapan aplikasi ini merupakan salah satu wujud komitmen Balai Taman Nasional Gunung Merbabu dalam memberikan pelayanan dan keamanan bagi pendaki. SIDARING Versi 2 merupakan peningkatan sistem versi sebelumnya sekaligus menjadi bentuk respon masukan masyarakat melalui fitur pembayaran e-Payment BRI Virtual Account atau BRIVA tanpa dikenakan biaya tambahan. Disamping itu, pada versi terbaru ini telah ada fitur Solo Traveler yang memberikan kemudahan bagi pendaki yang belum memenuhi syarat minimal jumlah pendaki sesuai SOP pendakian untuk mendapatkan partner mendaki Gunung Merbabu. Fitur solo traveller merupakan sebuah fitur yang menampung dan menampilkan data calon pendaki solo, sehingga para calon pendaki dapat memilih dan mengajak join pendaki solo traveller mendaki bersama. Mereka harus membuka komunikasi kesediaan untuk mendaki bersama terlebih dahulu dan dilanjutkan dengan pendaftaran booking bersama. Balai Taman Nasional Gunung Merbabu juga telah menentukan pembatasan pengunjung pendakian. Penerapan quota pendaki sesuai dengan daya dukung jalur dimaksudkan untuk menjaga kelestarian sumber daya alam dan sekaligus mempertahankan tingkat pengalaman wisata/ tourist experiences level . Penerapan Sistem Aplikasi Booking Online SIDARING Versi 2 ini dibuka secara simbolis dengan menekan tombol mouse booking online oleh Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi, Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem didampingi dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah; Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah; Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Boyolali; Kepolisian Resor Boyolali; Komando Distrik Militer 0724/Boyolali; BRI Cabang Boyolali; dan Camat Selo. Dengan adanya penerapan Sistem Aplikasi Booking Online SIDARING Versi 2 diharapkan dapat meningkatkan pelayanan pendakian di Taman Nasional Gunung Merbabu. Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Merbabu Penanggung jawab berita : Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu - Junita Parjanti - 085643838625 Informasi lebih lanjut : Call center BTNGMb 0811-2950-970 Instagram : @btn_gn_merbabu
Baca Artikel

BBKSDA Riau Pantau Pergerakan Gajah Liar

Pekanbaru, 13 Desember 2022 - Resort Bukit Rimbang (Petai) dan Bukit Baling (Muara Bio), Balai Besar KSDA Riau melakukan mitigasi interaksi negatif manusia dan satwa liar gajah sumatera di Desa Ludai, Kec. Kampar Kiri. Kab. Kampar, Sabtu (3/12). Dari hasil koordinasi dengan Sekdes Muara Selaya dan masyarakat setempat, keberadaan gajah liar terlihat mengarah ke Desa Ludai, kemudian mengarah ke hutan di Desa Koto Lama. Warga juga menyampaikan bahwa kondisi jalan menuju Desa Ludai terlalu rusak jadi tidak bisa dilewati kendaraan roda empat sehingga Tim memutuskan untuk putar arah karena kondisi mobil tidak memungkinkan. Petugas kemudian melakukan sosialisasi terkait keberadaan gajah liar dan meminta warga untuk menyampaikan jika gajah kembali mendekati pemukiman warga. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Melihat Efektifitas Pengelolaan Tahura Tuanku Tambusai

Jakarta, 12 Desember 2022. Taman Hutan Raya Tuanku Tambusai ditetapkan sebagai Taman Hutan Raya melalui Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor SK. 187/Menlhk/Setjen /PLA.2/4/2020 tanggal 13 April 2022 tentang Penetapan Fungsi Pokok Kawasan Pelestarian Alam Mahato sebagai Kawasan Hutan Taman Hutan Raya Tuanku Tambusai di Kabupaten Rokan Hulu Provinsi Riau seluas 1.345 Ha. Sebelumnya Status kawasan Tahura Tuanku Tambusai merupakan KSA/KPA Mahato yang dikelola oleh Balai Besar KSDA Riau. Selanjutnya melalui hasil rekomendasi tim tekis hasil evaluasi kesesuaian fungsi, kawasan tersebut direkomendasikan menjadi taman hutan raya. Sejak ditetapkannya kawasan Tahura Tuanku Tambusai, belum ada kelembagaan khusus yang mengelola Tahura, dan saat ini pengelolaannya di bawah Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rokan Hulu. Meskipun demikian pengelolaan Tahura Tuanku Tambusai Tetap harus dimonitoring sampai sejauh mana efektifitas pengelolaannya. Sebelumnya pada tahun 2020 setelah beberapa bulan ditetapkan, Tahura Tuanku Tambusai dilakukan penilaian untuk pertama kalinya dengan metode Monitoring efectiveness tracking tool (METT) yang dilakukan oleh Balai Besar KSDA Riau. Penilaian efektivitas pengelolaan kawasan dengan metode METT terdiri dari 3 form, yaitu: 1) Lembar Data (berisi tentang informasi kawasan), 2) Lembar Ancaman (berisi tentang pertanyaan anacaman-ancaman bagi kawasan) dan 3) Lembar Penilaian (berisi tentang pertanyaan-pertanyaan tentang pengelolaan kawasan). Berdasarkan penilaian tahun 2020, penilaian efektifitas pengelolaan Tahura Tuanku Tambusai sebesar 23%. Pada tahun 2022, kembali dilakukan penilaian efektifitas pengelolaan Tahura Tuanku Tambusai, hal ini didasari atas surat Direktur Pengelolaan Kawasan Konservasi nomor : S.54/RKK/PPKK/KSA.1/3/2022 tanggal 8 Maret 2022 perihal Penilaian Efektiiftas Pengelolaan Kawasan Konservasi Tahun 2022, dimana Tahura Tuanku Tambusai menjadi salah satu target penilaian pada tahun 2022. Penilaian tahun 2022 dilakukan pada tanggal 8 Desember 2022 secara internal oleh Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rokan Hulu dengan fasilitator dari Direktorat Pengelolaan Kawasan Konservasi. Hasil penilaian pada tahun 2022 yaitu 24% mengalami peningkatan 1% dari penilaian tahun 2020. Berdasarkan hasil penilaian tahun 2022, beberapa informasi penting dalam pengelolaan Tahura Tuanku Tambusai adalah sebagai berikut : Kelembagaan yang belum terbentuk juga sangat berpengaruh pada penganggaran. Tahun 2022 Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rokan Hulu mendapatkan alokasi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam Kehutanan Dana Reboisasi (DBHDR), akan tetapi dana tersebut tidak dapat direalisasikan mengingat kelembagaan Tahura belum ada. Pemerintah Daerah Kabupaten Rokan Hulu telah mengupayakan untuk menyegerakan pembentukan kelembagaan Tahura Tuanku Tambusai. Progres pembentukan kelembagaan telah melalui proses Harmonisasi Draft Peraturan Bupati terkait Rencana Pembentukan UPTD Tahura dengan stakeholder terkait. Terakhir draft tersebut sudah sampai pada tahap permintaan rekomendasi kepada Gubernur Provinsi Riau. Melalui penilaian efektifitas pengelolaan kawasan konservasi ini, diharapkan dapat memacu percepatan proses pembentukan kelembagaan tahura melalui rekomendasi yang dihasilkan dalam rumusan penilaian. Beberapa rekomendasi hasil penilaian efektifitas pengelolaan kawasan yang perlu segera ditindaklanjuti oleh pengelola Tahura Tuanku Tambusai antara lain sebagai berikut : Rekomendasi ataupun masukan-masukan dari hasil penilaian seyogyanya digunakan dalam upaya perbaikan pengelolaan ke depannya yang dituangkan dalam sejumlah rencana aksi yang nyata sehingga memudahkan proses penyusunan rencana untuk perbaikan dimasa yang akan datang. Melalui rekomendasi ini, selanjutnya pengelola Tahura Tuanku Tambusai dapat menentukan langkah kebijakan berikutnya baik dalam mengusulkaan program/ kegiatan dan penganggaran. Sumber : Resi Diniyanti, SP, ME - Direktorat Pengelolaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Perkembangan Penelitian Video Pembelajaran Komodo

Labuan Bajo, 13 Desember 2022. Mahasiswi Pendidikan Biologi, Universitas Negeri Yogyakarta, Ni Kadek Sri Ayu Wijayani, menyampaikan presentasi capaian perkembangan penelitian dihadapan pimpinan dan staf Balai Taman Nasional Komodo pada tanggal 16 November 2022 secara daring. Ayu mendapatkan saran penyempurnaan terhadap produk penelitian yang sedang digarapnya yang berjudul “Pengembangan Video Pembelajaran Keanekaragaman Hewan Berbasis Potensi Lokal Untuk Meningkatkan Kemampuan Literasi Konservasi Peserta Didik SMA Kelas X”. Sebelumnya, Ayu telah melakukan pengamatan lapangan untuk mempelajari keanekaragaman hewan yang hidup di lembah Loh Liang pada tanggal 26 Agustus 2022. Ayu melakukan penelusuran hutan untuk mengamati jejak, kotoran, sisa makanan, dan sarang komodo di sepanjang jalur jelajah dan trekking wisatawan. Adapun satwa yang teramati adalah biawak komodo (Varanus komodoensis), rusa timor (Rusa timorensis), ayam hutan (Gallus varius), burung gosong (Megapodius reinwardt), babi hutan (Sus scrofa), musang luwak (Paradoxurus hermaphroditus), burung perkutut (Geopelia striata), kakatua kecil jambul kuning (Cacatua sulphurea), dan burung gagak kampung (Corvus macrorhynchos). Produk akhir penelitian Ayu adalah video pembelajaran yang akan diujicobakan kepada para pelajar SMA di Yogyakarta. Untuk memperdalam pemahaman, Ayu melakukan wawancara mendalam tanggal 5 September 2022 dengan Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama, Maria Rosdalima Panggur, di kantor Balai Taman Nasional Komodo. Pertanyaan yang ditanyakan berkaitan dengan potensi ancaman bagi kelestarian biodiversitas, upaya konservasi yang sudah dilakukan para jagawana dan masyarakat, serta peranan masing-masing flora dan fauna dalam rantai ekosistem di Taman Nasional Komodo. Ayu menyortir muatan konten yang akan dimasukan menjadi bahan dalam video pembelajaran. Ayu merancang storyboard yang berisikan konsep, contoh, gambar dan video referensi, hingga gaya tampilan yang sesuai dengan setiap adegan yang telah disusun. Adegan ini disusun mengikuti konsep dan dikelompokan dengan tematik tertentu untuk memperjelas muatan pesan yang ingin disampaikan. Setelah melalui proses kompilasi dan penyusunan, Ayu menghasilkan draf video pembelajaran yang perlu dikonsultasikan dengan dosen pembimbing dan para jagawana Balai Taman Nasional Komodo untuk mendapatkan tindak lanjut revisi. Potongan draft video ini yang ditampilkan dalam presentasi Hasil Penelitian Ayu pada tanggal 16 November 2022 kemarin. Adapun beberapa masukan penyempurnaan yang diperoleh oleh dosen pembimbing dan staf Balai Taman Nasional Komodo antara lain: (a) video perlu dipersingkat agar tidak terlalu lama dan menimbulkan kebosanan peserta ajar, (b) beberapa konsep perlu mendapatkan penekanan yaitu: keanekaragam gen, spesies, ekosistem, ancaman, dan upaya kelestarian keanekaragaman hayati, (c) konsep mengenai tingkatan trofik, rantain makanan, jaring-jaring makanan, aliran energi, piramida energi, dan siklus materi perlu dipertimbangkan untuk dikeluarkan dari video, (d) masih terdapat miskonsepsi biologi yang perlu diperbaiki, (e) beberapa konsep dan contoh perlu diperdalam dengan menggunakan fenomena biologi dari hasil penelitian sendiri atau referensi serupa, (f) perlu menggunakan referensi gambar atau video yang interaktif, dan (g) penjelasan dalam video harus menggunakan bahasa yang mudah, bersahabat, ilmiah namun menyenangkan. Ayu berharap agar hasil video pembelajarannya dapat bermanfaat bagi para pelajar di berbagai tingkatan sekolah di Indonesia. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Mahasiswa Penelitian Pendidikan Biologi Universitas Negeri Yogyakarta - Ni Kadek Sri Ayu Wijayani (+6287864362416) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.Sc. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6281138290000)
Baca Artikel

Dukungan Ekonomi Produktif Eratkan Harmonisasi

Kandangan Lama, 30 November 2022 – Bertempat di kediaman ketua kelompok Bapak Ideransyah, Balai KSDA Kalimantan Selatan menyerahkan bantuan pengembangan/peningkatan usaha ekonomi produktif kepada kelompok masyarakat tani hutan (KTH) Sanipah Berjaya, Desa Kandangan Lama. Bantuan senilai Rp.20.000.000 (Dua Puluh Juta Rupiah) diserahkan kepada kelompok untuk mendukung pengembangan peternakan kambing milik kelompok. Bantuan diserahkan langsung oleh Kepala Balai KSDA Kalsel Dr.Ir.H.Mahrus Aryadi, M.Sc. didampingi Kepala Resort Ahmad Fauzan, S. Hut. Kepala Balai menekankan akan pentingnya saling terbuka, menjaga komunikasi dan silaturahim diantara anggota kelompok, sehingga tujuan dari adanya program pemberdayaan ini dapat tercapai, yaitu untuk membantu meningkatkan ekonomi masyarakat. “Kami harapkan KTH Sanipah Berjaya ini dapat aktif dan menjadi contoh bagi masyarakat Desa Kandangan Lama tentang peternakan kambing, sehingga keberadaannya dapat menghadirkan manfaat bagi masyarakat secara langsung. Adapun permasalahan di lapangan terkait program pemberdayaan ini, hendaknya selalu dikomunikasikan dan saling terbuka. Karena setiap masalah akan dapat diselesaikan jika dibicarakan dan dirembukkan, mari kita cari berkahnya dari program ini.” ungkap Mahrus. Kepala Balai juga menjelaskan tentang pembagian status dan fungsi kawasan hutan serta pentingnya menjaga kawasan hutan konservasi guna terwujudnya harmonisasi, menjaga keseimbangan alam dalam rantai makanan. Beliau juga menghimbau agar Kepala Resort Suaka Margasatwa (SM) Pelaihari dan tim untuk terus aktif mendampingi kelompok dan kunjungan ke desa penyangga, sehingga dapat terjadi pemahaman yang baik tentang kawasan konservasi dan program-program bantuan dapat tercapai tujuannya. Dalam rangkaian acara penyerahan bantuan tersebut juga diselingi dengan sesi diskusi bersama kelompok untuk mengetahui rencana pengembangan kelompok sekaligus kendala yang kemungkinan akan dihadapi. Bapak Ideransyah selaku ketua kelompok menyampaikan ucapan syukur dan penghargaannya kepada Balai KSDA Kalimantan Selatan yang telah aktif ‘menjemput bola’ hadir ditengah-tengah masyarakat guna mendengarkan keluh-kesah masyarakat dan mencoba menjembatani kesejahteraan masyarakat melalui program pemberdayaannya. “Kami sangat berterimakasih kepada BKSDA Kalsel yang telah berkenan untuk mendampingi dan membantu kami, khususnya dalam pembentukan kelompok dan penyerahan bantuan ini. Bantuan ini adalah bentuk nyata perhatian dan kerja sama dari BKSDA Kalsel kepada Kami selaku masyarakat Desa Kandangan Lama. Harapan kami adalah agar tetap dibina dan didampingi dari Bapak-Bapak sekalian.” tutup Ideransyah. Dalam penyerahan bantuan tersebut turut hadir pula perwakilan dari instasi mitra, diantaranya adalah perwakilan dari Polsek Panyipatan, KPH Tala, Aparat Desa Kandangan Lama, dan Tokoh Masyarakat Desa Kandangan Lama. KTH Sanipah Berjaya sendiri dibentuk pada 6 November tahun 2022 dengan program pemberdayaan masyarakatnya adalah peternakan kambing. Kelompok ini diketuai Bapak Ideransyah dengan jumlah anggota 21 orang yang berasal dari Desa Kandangan Lama. (ryn) Sumber : B. Arifin - PEH Resort Jorong dan Doc. by : Rizal - Calon PEH Resort Jorong, Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Artikel

CPNS Balai TN Komodo Belajar Pimpin Patroli Terpadu

Labuan Bajo, 13 Desember 2022. Balai Taman Nasional Komodo gigih menyelenggarakan giat patroli terpadu untuk memastikan keutuhan dan kelestarian ekosistem di Taman Nasional Komodo. Patroli terpadu kali diselenggarakan selama lima hari mulai tanggal 4 – 8 November 2022 dengan beranggotakan personil dari Balai Taman Nasional Komodo, Kantor Pos Penegakan Hukum LHK Labuan Bajo, Kepolisian Resort Manggarai Barat, Kepolisian Perairan dan Udara Polda NTT. Kepala Balai Taman Nasional Komodo memberikan tanggung jawab kepercayaan kepada personil Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk memimpin giat patroli terpadu kali ini. Rijkard Gideon Sambite (Polisi Kehutanan Pemula) berperan sebagai Ketua Tim dengan beranggotakan Muhammad Dzulfiansyah (Polisi Kehutanan Pemula), Abdul Aziz (Tenaga Pengamanan Hutan Resort Loh Liang), Falentinus I. Djoda (Tenaga Pengaman Hutan Resort Gili Lawa), Ferdinan Leonardo Parera (Tenaga Pengamanan Hutan Resort Padar Utara), dan Jimianus Zakarias Nguru (Kapten). Tim berupaya melakukan penyisiran jalur laut dan darat di sekitar wilayah timur laut Pulau Komodo. Salah satu agenda patroli adalah melakukan pemeriksaan aktivitas nelayan dan wisatawan di dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Berdasarkan hasil penyisiran, tim patroli masih menemukan nelayan yang berasal dari Sapeh (Nusa Tenggara Barat) beraktivitas di dalam kawasan namun belum melaporkan diri ke resort jaga terdekat. Tim kemudian memberikan pemahaman terkait kewajiban lapor diri nelayan ke pos jaga dan melakukan sosialisasi terkait alat pancing yang boleh digunakan di dalam kawasan. Tim patroli juga memeriksa kelengkapan karcis PNBP wisatawan di sekitar perairan Gili Lawa. Tim menemukan beberapa kapal yang membawa kelompok wisatawan belum membeli karcis Taman Nasional Komodo namun sudah beraktivitas di perairan dalam kawasan. Tim patroli menegur dan mengarahkan kapal tersebut untuk membeli karcis PNBP di pos jaga terdekat. Taman Nasional Komodo menjadi lokasi berbagai mata pencaharian masyarakat yang perlu dijaga. Upaya penjagaan bukan hanya wajib dilakukan oleh para jagawana, namun juga oleh segenap masyarakat yang memanfaatkannya. Balai Taman Nasional Komodo berharap agar masyarakat, utamanya yang berasal dari luar Manggarai Barat, turut menjaga kelestarian alam di kawasan Taman Nasional Komodo. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Polisi Kehutanan Pemula - Muhammad Dzulfiansyah (+62813422182214) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.Sc. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6281138290000)
Baca Artikel

Kesempatan Langka Mahasiswa Magang di Pulau Gilimotang

Labuan Bajo, 13 Desember 2022. Mahasiswa magang dari Program Studi Manajemen Destinasi Pariwisata Politeknik Pariwisata NHI Bandung, Joy Filip Oktavianus, mengikuti kegiatan penjagaan di Resort Loh Baru, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I, Balai Taman Nasional Komodo mulai tanggal 21 – 31 Oktober 2022. Joy ditugaskan di Resort Loh Baru untuk membandingkan bentuk pengelolaan resort non-wisata dan mengikuti kegiatan monitoring populasi biawak komodo di Pulau Gilimotang bersama Tim 7 Balai Taman Nasional Komodo. Resort Loh Baru merupakan salah satu resort jaga dalam lingkup wilayah SPTN Wilayah I di Pulau Rinca. Resort ini berada di tenggara Pulau Rinca dan memiliki wilayah kerja yang sangat luas meliputi Pulau Nusa Kode dan Pulau Gilimotang. Resort Loh Baru dikelilingi oleh beberapa tipe ekosistem diantaranya: ekosistem mangrove, pantai, daratan rendah, dan sabana, yang menjadikan resort ini berbeda dengan resort jaga di sekitarnya. Pengalaman yang sangat langka didapatkan Joy saat bertugas di Resort Loh Baru. Joy berkesempatan mengunjungi Pulau Gilimotang sebagai salah satu habitat alami biawak komodo yang berada di selatan Pulau Rinca. Abdul Hamid (Kepala Resort Loh Baru), Hendra Liu (Tenaga Pengamanan Hutan Resort Kampung Kerora), Gunardi dan Ady Setiawan (Tenaga Pengamanan Hutan Resort Loh Baru) serta beberapa anggota Tim 7 Balai Taman Nasional Komodo menyelenggarakan kegiatan monitoring populasi biawak komodo di Pulau Gilimotang dengan melibatkan Joy sebagai mahasiswa magang di Resort Loh Baru. Setidaknya terdapat 16 titik pengamatan di Pulau Gilimotang. Joy bersama dengan tim Hendra Liu bertanggung jawab memasang camera trap di sebanyak lima titik pengamatan di bagian barat Pulau Gilimotang. Camera trap ini dipasang untuk menangkap gambar biawak komodo di alam. Adapun peralatan yang dibawa antara lain: umpan berupa daging kambing, kotak umpan, tali, dan camera trap. Kamera yang sudah dipasang di setiap titik ditinggalkan selama tiga hari untuk memberikan waktu bagi daging umpan membusuk. Tim kemudian akan mengambil kembali kamera dan mengunduh seluruh dokumentasi yang terekam dalam setiap camera trap. Sesampainya di Resort Loh Baru, Joy juga diajarkan teknik analisa data berdasarkan data yang sudah dituangkan pada tally sheet saat pemasangan kamera dilakukan. Selain kegiatan monitoring populasi biawak komodo komodo, Joy juga ikut dalam kegiatan jelajah hutan. Joy melakukan pengamatan satwa dan berhasil menjumpai lima sarang komodo dengan letak posisi sarang yang berdekatan. Joy juga mengikuti patroli perairan dengan menyusuri perairan Loh Dasami hingga mencapai Pulau Nusa Kode. Terakhir, Joy bersama dengan petugas resort lainnya mengunjungi Loh Tongker dan Pulau Muang untuk melakukan pengamatan pada wilayah perairan. Joy merasa beruntung ditugaskan selama kurang lebih sepuluh hari di Resort Loh Baru. Pengalaman langka bagi mahasiswa pariwisata selama bertugas di selatan Pulau Rinca. Joy berharap agar mahasiswa pariwisata Indonesia lebih mampu memahami tugas pokok dan fungsi jagawana (ranger) di hutan yang kerap tidak terlihat/tampak pada media sosial terkini. Joy merasa menjadi satu bagian dengan para ranger saat bertugas di alam. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Mahasiswa Manajemen Destinasi Pariwisata Politeknik Pariwisata NHI Bandung - Joy Filip Oktavianus (+6281395201028) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.Sc. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6281138290000)

Menampilkan 1.281–1.296 dari 2.311 publikasi