Minggu, 31 Mei 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Ranger Goes to School 2023 Siap Beraksi dan Mengabdi

Labuan Bajo, 16 Januari 2023. Balai Taman Nasional Komodo menyelenggarakan pertemuan perdana seluruh pengajar Ranger Goes to School (RGTS) Tahun 2023 di basecamp Komodo Survival Program di Labuan Bajo. Pertemuan ini menghadirkan 23 pengajar RGTS dengan komposisi 16 orang staf Balai Taman Nasional Komodo dan tujuh orang praktisi dari berbagai bidang keilmuan yang berdomisili di Labuan Bajo dan Bali. Momentum penting ini dibuka dengan pemaparan hasil pelaksanaan program Ranger Goes to School Tahun 2022 oleh Koordinator RGTS 2022. Setidaknya program RGTS 2022 telah mengajar di tiga sekolah yaitu SMKN 1 Labuan Bajo, SMKN 3 Komodo, dan SMAN 3 Komodo dengan total 427 siswa telah mendapatkan pembelajaran dari seluruh pengajar secara bergantian mulai dari bulan Januari – Juni 2022. Sebanyak empat kali Kelas Inspirasi berhasil dilaksanakan di SMKN 1 Labuan Bajo dan SMAN 3 Komodo. Berdasarkan penuturan para siswa, kelas tersebut telah meningkatkan pengetahuan dan informasi para pelajar terkait peluang beasiswa dan peluang bersekolah di perguruan tinggi ternama di Indonesia. Kegiatan RGTS 2022 di SMKN 1 Labuan Bajo ditutup dengan pelaksanaan wisuda yang dihadiri oleh Kepala Balai Taman Nasional Komodo dan Kepala SMKN 1 Labuan Bajo. Koordinator RGTS juga menyampaikan bahwa program RGTS sudah dipresentasikan sebanyak dua kali pada event internasional di Malaysia dan Jerman, serta dalam cakupan wilayah regional, capaian program telah dipaparkan di Kupang pada akhir Bulan November 2022. Seusai pemaparan hasil pelaksanaan program, seluruh pengajar RGTS 2023 mendapatkan pengarahan dari Kepala Balai Taman Nasional Komodo terkait visi dan misi RGTS pada tahun berjalan. Kepala Balai Taman Nasional Komodo berharap agar kegiatan ini dapat terus dilaksanakan dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak baik dari seluruh tenaga pengajar maupun para mitra sekolah. Sebagai bentuk dukungan penuh bagi pelaksanaan program, Kepala Balai Taman Nasional Komodo menerbitkan SK Tim Pengajar RGTS Tahun 2023. Bagaikan gayung bersambut, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT turut menerbitkan SK Tim Pengajar RGTS Tahun 2023 sebagai bentuk apreasiasi dan dukungan agar program terus dilaksanakan secara berkelanjutan dan berproses lebih lanjut. Sebagai penutup arahannya, Kepala Balai berharap agar tim RGTS dapat mengaktualisasikan misi Rencana Pengelolaan Taman Nasional Komodo Tahun 2026 – 2025 yaitu melakukan transformasi kurikulum pendidikan di sekolah melalui penjajakan program RGTS setiap tahunnya. Pada kesempatan ini, perwakilan sekolah target tahun 2023 yaitu SMKN 1 Labuan Bajo, SMKN 3 Komodo, dan SMK Stella Maris Labuan Bajo turut hadir memberikan aspirasi terhadap penyempurnaan pelaksanaan program RGTS 2023. Perwakilan sekolah secara bergantian memberikan apresiasi dan aspirasi terkait keinginan-keinginan yang perlu diakomodir oleh pengajar RGTS. Pihak sekolah berharap program ini tidak berhenti di tahun 2023, namun dapat berlangsung pada tahun-tahun berikutnya. Koordinator RGTS juga berkeinginan untuk melakukan pre-test dan post-test sebelum dan sesudah pengajaran program RGTS 2023 dilaksanakan. Hal ini merupakan tahapan penting untuk dapat menentukan efektivitas program melalui evaluasi pembelajaran siswa dan penilaian perubahan sikap para pelajar setelah mengikuti program selama satu semester setiap tahunnya. Untuk merancang kuisioner yang akurat dan ilmiah, Koordinator RGTS berkolaborasi dengan Yayasan Komodo Survival Program dan Professor Noel Scott dari Griffith University Australia. Koordinator program berharap agar survei ini dapat menjadi acuan kebijakan pemerintah provinsi yang menaungi jenjang pendidikan menengah atas secara scientific dan dapat dipertanggungjawabkan. Tim RGTS juga berharap agar program RGTS dapat menjadi salah satu muatan ajar wajib bagi seluruh SMA/SMK/MA lingkup Kabupaten Manggarai Barat kedepannya. Sumber: Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.Sc. (+6281310300678) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.Sc. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6281138290000)
Baca Artikel

Trophy Proklim Utama Untuk Kelompok Masyarakat Binaan Balai TN Manusela

Maluku Tengah, 16 Januari 2023. Penyerahan Trophy Proklim Utama Tahun 2022 Kepada Kelompok Masyarakat Kewang Asinahu Negeri Sawai yang diterima Kepala Pemerintahan Negeri Sawai, Rahman Mukadar, digelar di Rumah Adat Salaola Negeri Sawai, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah, Sabtu (14/1) . Trophy diserahkan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup Propinsi Maluku, Roy C.Siauta yang didampingi Kepala Balai Taman Nasional (TN) Manusela, MHD. Zaidi. Selain penyerahan trophy, juga dilakukan penyerahan sertifikat kepada kelompok masyarakat dari Negeri Saunulu Kecamatan Tehoru yang diserahkan oleh Kepala Balai TN. Manusela. Kepala Balai TN. Manusela mengharapkan komitmen kelompok proklim Negeri Sawai untuk terus melakukan kegiatan pelestarian lingkungan dalam upaya pengendalian perubahan iklim dan menjadi contoh dan panutan untuk Negeri lain di sekitar, sehingga kedepannya Kelompok masyarakat di Negeri Sawai dapat meraih trophy tertinggi yaitu Trophy Lestari. Dukungan kepada Balai TN. Manusela diberikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Propinsi Maluku yang dalam sambutannya menyatakan dukungan atas program kegiatan yang diturunkan pemerintah Provinsi, Kabupaten dan Balai yang ada di sekitarnya, "Kalau kelompok Proklim Negeri Sawai ingin mendapatkan Trophy Lestari maka wajib hukumnya membina 10 Kelompok Proklim yang ada disekitar negeri Sawai." kata beliau. Prestasi dan pencapaian kelompok Proklim Negeri Sawai dan Negeri Saunulu dibidang lingkungan yang berkembang dengan luas, dikarenakan adanya campur tangan Kepala Balai TN. Manusela dan staf, atas nama Pemerintah Propinsi, Kabupaten/Kota menyampaikan terima kasih atas bantuan dan campur tangan selama ini dalam membina masyarakat Negri Sawai maupun negeri disekitarnya. Sumber: Balai Taman Nasional Manusela
Baca Artikel

Sowan Santun di Awal Tahun

Cibodas, 13 Januari 2023. Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) menggelar pertemuan dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Sukabumi di Pendopo Kabupaten Sukabumi, Selasa (10/1). Kunjungan yang dikomandani Kepala Balai Besar, Sapto Aji Prabowo, diterima langsung Wakil Bupati Sukabumi Drs. H. Iyos Somantri, M.Si. Pada kesempatan yang baik ini juga ikut hadir jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Sukabumi dan Pejabat Struktural lingkup BBTNGGP. Agenda utama selain silaturahmi sekaligus audiensi pengelolaan TNGGP dan Cagar Biosfer Cibodas. Sapto Aji Prabowo, dalam pemaparan presentasinya menekankan bahwa ada 9 (sembilan) isu strategis di wilayah Sukabumi sehingga harapan besar adanya dukungan dari Pemerintah Daerah terkait hal tersebut. "Hal yang tidak mungkin tercapainya keberhasilan dalam pengelolaan TNGGP tanpa ada dukungan berbagai pihak termasuk Pemda Kabupaten Sukabumi" imbuhnya. Setali tiga uang, Wabup mengemukakan pentingnya sinergitas antar pemangku kepentingan dalam upaya menguatkan soliditas pengelolaan kawasan hutan khususnya di wilayah administratif Sukabumi, "Banyak hal yang bisa dikerjasamakan, baik itu kepariwisataan, perekonomian masyarakat sekitar hutan atau pun sektor-sektor strategis lainnya" ungkapnya. Beberapa tanggapan dari OPD yang hadir antara lain usulan kerjasama di bidang pariwisata, kesenian dan budaya serta pemasaran hasil-hasil pertanian untuk mendukung kebutuhan wisata khususnya di Situgunung. Momentum yang langka ini tentunya menjadi langkah awal dan positif dalam upaya menjalankan amanat Undang-Undang terkait menjaga keutuhan serta kelestarian hutan konservasi khususnya TNGGP. Sumber: Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Teks : Agus Deni @agustdenie Foto : Rey
Baca Artikel

Menjaga Asa Fungsional Gepang Yang Luar Biasa

Cibodas, 13 Januari 2023. Cuaca dingin yang berhembus di Cibodas tidak menyurutkan semangat para fungsional dalam menunjukkan kiprah capaian kinerja 2022, Kamis (12/1). Sebanyak 52 orang terdiri dari 19 orang Pejabat Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan (PEH), 25 orang Polisi Kehutanan (POLHUT) dan 8 orang Penyuluh Kehutanan (PK) Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango hadir dalam acara "Paparan Capaian 2022 dan Rencana Kerja 2023". Pertemuan yang berlangsung selama 1 hari ini dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Besar, Sapto Aji Prabowo. Dalam sambutannya, beliau menegaskan semua fungsional senantiasa optimis dan terus meningkatkan kinerjanya. Pemaparan materi diawali oleh PEH, dengan kinerja utama yang disampaikan terkait hasil inventarisasi dan monitoring keanekaragaman hayati dengan diperolehnya angka dugaan estimasi populasi satwa prioritas merupakan capaian yang baik. Sesi selanjutnya presentasi Polisi Kehutanan, yang membangun jejaring dengan stakeholder seperti Kepolisian, TNI dan Pemerintah Daerah setempat masih menjadi prioritas di tahun 2022. Penyuluh Kehutanan sebagai pemapar terakhir menyampaikan beberapa capaian kegiatan pemberdayaan masyarakat dan penyuluhan antara melalui penguatan dan peningkatan kapasitas masyarakat, bimbingan teknis dan supervisi, pembinaan dan koordinasi, pendampingan kelompok masyarakat, dan dukungan usaha alternatif ekonomi produktif. Setidaknya dari 47 KTH binaan 39 KTH sudah teregister di Dinas Kehutanan Provinsi, pemberdayaan masyarakat melalui skema Kemitraan Konservasi (15 KTH), 28 desa penyangga sudah melaksanakan Kesepakatan Konservasi dengan BBTNGGP (dari target 25 desa dalam periode tahun 2020 – 2022), serta mendukung IKK Direktorat Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim dalam ProKlim (8 desa penyangga terdaftar sebagai lokasi ProKlim pada SRN PPI). Tahun 2023, pada umumnya ketiga fungsional berpedoman kegiatan berbasis DIPA dan tentunya sejalan dengan visi dan misi BBTNGGP yang tertuang dalam Renstra BBTNGGP Tahun 2020 - 2024, namun demikian tidak menutup kemungkinan untuk melanjutkan rutinitas yang tidak didukung anggaran negara. Semoga apa yang telah dicapai menjadi pelecut semangat untuk mewujudkan rencana dimasa depan. Sumber: Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Teks : Agus Deni @agustdenie Foto : Tim Publikasi BBTNGGP
Baca Artikel

BBKSDA Sumut Siap Menyongsong Tahun 2023

Pematangsiantar, 11 Januari 2023. Balai Besar KSDA Sumatera Utara melaksanakan Rapat Konsolidasi yang diikuti 27 Kepala Resort Konservasi Wilayah di aula Balai Pendidikan dan Pelatihan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Pematangsiantar, selama 2 hari dari tanggal 9-10 Januari 2023. Konsolidasi seluruh jajaran Resort Konservasi Wilayah untuk mempersiapkan dan menyongsong tahun 2023. Konsolidasi ini juga diperlukan dalam menghadapi tantangan yang akan dihadapi Balai Besar KSDA Sumut Tahun 2023, sehingga mampu memberikan kontribusi signifikan dalam pembangunan konservasi di Sumatera Utara. Dalam sambutannya, Kepala Balai Besar KSDA Sumut, Rudianto Saragih Napitu, S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa dalam mencapai tujuan dan visi Balai Besar KSDA Sumatera Utara ada 4 pendekatan yakni : Landscape Management, Cross Function, Optimalisasi resort dan Revitalisasi kawasan konservasi. Untuk mencapai tujuan tersebut, sebagai organisasi pembelajaran maka semua pegawai Balai Besar KSDA Sumatera Utara harus tetap belajar, dan siap beradaptasi dengan perubahan khususnya dalam mensukseskan program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam mencapai birokrasi digital. Dengan telah beroperasinya SIKADIR, SRIKANDI serta SMART PATROL, maka Balai Besar KSDA Sumatera Utara telah siap menyongsong era digital dalam pengukuran kinerja online, mengoperasikan administrasi elektronik, dan melaksakan aktivitas lapangan dengan sistem smart patrol. Dengan 4 pendekatan management serta didukung perbaikan Sumber Daya Manusia (SDM) dan system, maka tahun 2023 diharapkan harus lebih baik dari tahun 2022. Pada kesempatan itu juga, dilaksanakan pelepasan pegawai yang memasuki purnabakti, masing-masing : Selly Siahaan (Pengelola Pemeliharaan Konservasi Lingkungan dan Kawasan Konservasi pada Seksi Konservasi Wilayah III Kisaran) serta Muda Hutabarat (Polisi Kehutanan sekaligus Kepala Resort Konservasi Wilayah CA. Dolok Sipirok pada Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok). Sumber : Rezki Indah Siregar, SP. – PEH Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Menuju Pencapaian Kinerja Berbasis Spasial

Bogor, 10 Januari 2023. Mengawali tahun 2023 ini, Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi mengikuti rapat kerja tematik Direktorat Jenderal KSDAE pada tanggal 7 Januari 2022 di Ruang Rapat Ditjen KSDAE, Bogor. Rapat yang dipimpin oleh Plt Dirjen KSDAE,Dr. Ir. Bambang Hendroyono, MM diselenggarakan untuk berkonsolidasi dan berintegrarsi kinerja berbasis spasial lingkup Diretorat Jenderal KSDAE yang dihadiri oleh Sekditjen KSDAE, para Direktur Eselon II lingkup Ditjen KSDAE dan Kepala Subdit Eselon III lingkup Ditjen KSDAE. Harapannya, langkah kerja tahun 2023 Ditjen KSDAE dapat tercapai dan terealisasi sesuai target rencana sehingga konservasi sumber daya alam di Indonesia semakin mantap pengelolaannya, lestari keanekaragaman hayatinya dan termanfaatkan SDA nya secara berkelanjutan. Sumber: Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Evaluasi Kesesuaian Fungsi TN Bali Barat

Bogor, 10 Januari 2023. Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi menjadi narasumber pada pelaksanaan kegiatan Evaluasi Kesesuaian Fungsi (EKF) kawasan Taman Nasional (TN) Bali Barat tahun 2023 dengan materi tentang Inventarisasi kawasan hutan dengan nilai keanekaragaman hayati tinggi serta capaian inver UPT dan UPTD Pengelola Kawasan Konservasi. Kegiatan diisi dengan diskusi dan sosialisasi tentang Evaluasi Kesesuaian Fungsi di kawasan konservasi pada tanggal 19-20 Desember 2022 di Aula ruang rapat Hotel Cakra Denpasar. Kepala Balai TN Bali Barat hadir membuka kegiatan dengan peserta dari stakeholder, seperti pihak akademisi, unsur pemerintah daerah dan institusi terkait. Hasil rekomendasi bahwa Balai Taman Nasional Bali Barat mengajukan usulan lokasi EKF dan anggota tim teknis EKF kepada Direktur Teknis yang membidangi EKF untuk dilakukan penilaian berdasarkan hasil inventarisasi dan verifikasi. Evaluasi Kesesuaian Fungsi (EKF) kawasan konservasi TN Bali Barat dilaksanakan dalam rangka dilaksanakan dalam rangka memenuhi kewajiban sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2011 Jo. Peraturan Pemerintah Nomor 108 tahun 2015 tentang Pengelolaan KSA dan KPA Kawasan Suaka Alam (KSA) dan Kawasan Pelestarian Alam (KPA) sebagai evaluasi periodik. Penyusunan Kerangka Acuan Kerja (KAK) telah memberikan gambaran awal proses EKF yang akan dilaksanakan di kawasan TN Bali Barat dan sudah mendapatkan masukan dari peserta diseminasi. Sumber: Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Pendampingan Pengelolaan KK BKSDA Jateng di Penghujung Tahun 2022

Bogor, 10 Januari 2023. Di penghujung tahun 2022, Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi, berkesempatan mengunjungi Balai KSDA Jawa Tengah guna berkoordinasi dan pendampingan kegiatan Penataan Blok Pengelolaan, Rencana Pengelolaan dan Inventarisasi Kehati bernilai Tinggi. Kunjungan yang berlangsung selama 3 hari ( 20/12/2022 sd 22/12/2022) diikuti dengan pembahasan penyusunan draft revisi blok Taman Wisata Alam (TWA) Sumber Semen, Penyusunan Rencana Pengelolaan Jangka Panjang TWA Sumber Semen Periode 2023 s/d 2032 serta pendampingan pengisian link E – Reporting Inver Kehati. Kepala Balai KSDA Jawa Tengah memberikan arahan pada pembahasan draft blok TWA Sumber Semen dan Draft RPJP TWA Sumber Semen, bahwa penyusunan dokumen perencanaan tersebut perlu dilakukan dikarenakan adanya penyesuaian kondisi saat ini dengan kepentingan pengelolaan serta untuk pembaharuan perencanaan yang telah selesa masa periodenya. Untuk pengisian link E – Reporting Inver Kehati pada kawasan konservasi lingkup BKSDA Jawa Tengah didampingi oleh mentor dari Tim Pokja Inventarisasi Kawasan konservasi. Pengelolaan kawasan konservasi lingkup BKSDA Jawa Tengah semakin terkelola dengan baik baik ditingkat pengelolaan lapangan juga pada pengelolaan data basenya. Sumber: Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Bangun SInergitas, BBKSDA Sumut Koordinasi Dengan Polsek Purba

Purba, 9 Januari 2023. Awal tahun baru 2023 menjadi resolusi untuk meningkatkan sinergitas dengan pihak-pihak terkait, dalam upaya membangun konservasi alam. Setidaknya itulah yang menjadi pemikiran dan alasan Kepala Resort Cagar Alam (CA) Martelu Purba dan CA Batu Gajah, Alharis Ruhidi, SP., M.Si. melakukan kunjungan serta koordinasi dengan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Purba, Kabupaten Simalungun Ajun Komisaris Polisi (AKP) Marollop Sinaga pada Jumat 6 Januari 2023. Pertemuan yang penuh dengan keakraban membahas tentang perlunya pemberdayaan kelompok Masyarakat Mitra Polhut (MMP) dalam rangka perlindungan hutan tahun 2023. Sebagaimana diketahui bahwa keberadaan MMP merupakan mitra kerja dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Saat ini terdaftar ada sebanyak 8 orang MMP di wilayah kerja Resort CA Martelu Purba sebagaimana tertuang dalam Surat Keputusan Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara No. SK. 1997/K.3/BKW II/KPA/8/2022, tanggal 12 Agustus 2022. Keberadaan MMP selama ini berperan positif dalam mendukung pengelolaan kawasan, antara lain sebagai penghubung dengan masyarakat sekitar kawasan mengingat mereka adalah warga sekitar kawasan, melakukan patroli bersama petugas, serta membantu sosialisasi konservasi sumber daya alam dan ekosistem kepada masyarakat. Usai menerima penjelasan Kepala Resort CA Martelu Purba dan CA Batu Gajah, Kapolsek Purba mengapresiasi kinerja dari MMP binaan Balai Besar KSDA Sumatera Utara, dan menyampaikan dukungan pemberdayaan MMP. Kapolsek menyarankan agar MMP mendahulukan tindakan persuasif dalam melaksanakan tugas dan fungsinya. Polsek siap untuk memback up MMP. Selain itu Kapolsek juga menyarankan agar penyuluhan tentang kawasan hutan kepada masyarakat terus dilakukan mengingat ada beberapa kasus Surat Keterangan tanah (SKT) di dalam kawasan hutan. Kepala Resort CA Martelu Purba dan CA Batu Gajah serta Kapolsek Purba sepakat untuk terus membina komunikasi dan koordinasi dalam upaya membangun kolaborasi dibidang konservasi alam. Sumber : Alharis Ruhidi, SP., M.Si. – Kepala Resort CA. Martelu Purba dan CA. Batu Gajah, Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Bersama Mitra, Pengelolaan TN Karimunjawa Semakin Berkembang

Semarang, 5 Januari 2023. Balai Taman Nasional (TN) Karimunjawa tuntas melaksanakan evaluasi dan monitoring pelaksanaan program kerja WCS periode semester 2 tahun 2022, serta pembahasan rencana kerja tahun 2023 kerja sama antara Balai Taman Nasional Karimunjawa dengan WCS di aula kantor Balai, Kamis (5/1). Capaian tahun 2022 yang telah dicapai meliputi, Revisi SOP kegiatan wisata alam untuk setiap perkumpulan wisata; Short Report Pembelajaran pelaksanaan Rencana Aksi Wisata Berkelanjutan selama tahun pertama; Laporan kondisi kualitas perairan pada Bulan Januari 2022; Fact Sheet laporan teknis pembelajaran penutupan lokasi Maer; Laporan monitoring ekologi Taman Nasional Karimunjawa; Laporan monitoring sosial Ekonomi Taman Nasional Karimunjawa; Laporan kondisi kualitas perairan; kerusakan karang dan penyakit terumbu karang; Laporan insidental pemutihan terumbu karang di Taman Nasional Karimunjawa; Identifikasi isu, tantangan dan solusi pengelolaan perikanan; tersusunnya strategi pengelolaan perikanan ekor kuning berkelanjutan dalam bentuk draft SK Pengaturan Perikanan Ekor Kuning untuk dikonsultasikan dengan masyarakat; Kesepakatan Pengaturan Jaring Gondrong di Desa Nyamuk; Laporan Kualitas Perairan di TN Karimunjawa Bulan Januari 2022; Fact Sheet Buka Tutup Kawasan Maer Tahun Ke-4 (empat). Untuk tahun 2023, WCS masih terus mendukung pengelolaan TN Karimunjawa, dengan program-program seperti: Sistem penilaian efektivitas pengelolaan Kawasan (Revisi Zonasi); Pendampingan masyarakat dan kegiatan kampanye dan penyadartahuan; Memperkuat forum komunikasi wisata berkelanjutan, implementasi dan dampak rencana pengembangan pariwisata berkelanjutan tahun ke-2; Monitoring Kawasan (status biofisik, sosial ekonomi, perikanan dan kualitas air) dan penyusunan tata Kelola kebijakan pengelolaan perikanan dan kualitas perairan; dan Penguatan kapasitas Lembaga pengelola dan kelompok masyarakat dalam membangun wisata dan perikanan berkelanjutan. Sebagai informasi, kegiatan dibuka oleh Kepala Balai Taman Nasional Karimunjawa Ibu Widyastuti, S.H.,M.Hum. yang dilanjutkan dengan paparan pelaksanaan kegiatan WCS tahun 2022, paparan rencana kerja tahun 2023, diskusi, pembacaan rumusan, penyampaian secara simbolis dokumen Laporan Kerjasama Kemitraan BTNKj-WCS dan penutup. Perlu diketahui bahwa ruang lingkup kerja sama WCS-IP di Taman Nasional Karimunjawa meliputi Perlindungan dan Pengawetan Keanekaragaman Hayati, Mengembangkan pendekatan konservasi berbasis informasi ilmiah, penguatan tata kelola dan kebijakan konservasi serta pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan. Sumber : Humas Balai Taman Nasional Karimunjawa
Baca Artikel

Fenomena Berburu Ciput Keris di Pantai Kuala Besar

Kuala Besar, 3 Januari 2023. Di akhir bulan Desember 2022, ratusan orang yang didominasi oleh ibu-ibu memenuhi pinggiran pantai Kuala Besar untuk mencari yang mereka sebut buah laut, yaitu Ciput Keris, sejenis kerang. Fenomena di akhir tahun sampai nantinya di awal bulan Maret ini, menjadi ladang untuk mencari rezeki. Warga betah menunggu berlama-lama menantikan munculnya ciput keris tersebut. Biasanya kerang yang bersembunyi di dalam pasir di pinggir pantai, akan memberikan tanda keberadaannya dengan menyemburkan air dari dalam pasir, lalu oleh warga segera mengorek/mengais pasir untuk mendapatkan ciput keris tersebut. Seorang ibu saat ditanya berapa keuntungan yang didapat bila berhasil mengumpulkan ciput keris tersebut, menjawabnya bahwa setiap 1 kilogram ciput keris dihargai sebesar Rp. 115.000,- oleh pihak penampung/pedagang. Keuntungan ini tentunya sangat menjanjikan. Itulah sebabnya pinggiran pantai dipenuhi oleh warga yang sampai ratusan orang. Si ibu yang diwawancarai juga menyatakan usaha yang dilakoninya tersebut sangat membantu bagi perekonomian keluarga dan mendukung pekerjaan suami sebagai nelayan. Kehadiran ciput keris ini tidak terlepas juga dari terjaganya keutuhan kelestarian kawasan konservasi Suaka Margasatwa (SM) Karang Gading Langkat Timur Laut, mengingat pantai Kuala Besar merupakan pinggiran kawasan SM. Karang Gading Langkat Timur Laut. Oleh karena itu, dalam momen fenomena berburu ciput keris ini, petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Resort SM. Karang Gading Langkat Timur Laut I di Karang Gading, pada Seksi Konservasi Wilayah II Stabat, tidak lupa mengingatkan warga untuk ikut menjaga kelestarian kawasan agar tetap memberi manfaat secara berkesinambungan. Karena antara ciput keris dengan kawasan konservasi saling membutuhkan, sehingga bila kawasan konservasi rusak akan berdampak berkurangnya populasi ciput keris. Sumber : Rahmadi – Polhut Penyelia dan Kepala Resort SM. Karang Gading Langkat Timur Laut I, Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Kunjungan Kapolres Simalungun Ke ANECC

Aek Nauli, 3 Januari 2023. Guna memantau kondisi keamanan di lingkungan wilayah Kepolisian Resort (Polres) Simalungun, Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Simalungun, AKBP Ronald F.C. Sipayung, S.H., S.I.K., M.H. melakukan kunjungan kerja ke salah satu objek wisata Aek Nauli Elephant Conservation Camp (ANECC), Senin (2/1). Kunjungan ini disambut langsung oleh petugas di lapangan, dan beliau melihat secara langsung kondisi keamanan yang terjaga dengan baik dan kondusif. Sebagai bentuk penghormatan dan penyambutan tamu, Kapolres mendapat pengalungan bunga dari salah satu gajah. Terlihat Kapolres yang juga bersama dengan keluarga dan anggota Polres Simalungun, gembira atas penyambutan tersebut. Dalam arahannya Kapolres menyampaikan kekagumannya dengan objek wisata ANECC yang merupakan salah satu tujuan wisata yang mendukung Danau Toba, dan berharap agar kondisi keamanan di sekitar lingkungan ANECC dapat terus terjaga sehingga pengunjung merasa nyaman saat berada di lokasi tersebut. Petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar pun menyambut gembira atas kunjungan Kapolres beserta rombongan dan berharap di hari-hari yang akan datang tetap berkenan berkunjung kembali ke ANECC. Sumber : Yustiil Fazri - Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Tutup Tahun, "Rinjani Meriri" Digelar

Mataram, 29 Desember 2022. "RINJANI MERIRI" merupakan kegiatan clean up bersama di akhir tahun sebelum dilakukan penutupan di berbagai destinasi wisata pendakian Taman Nasional Gunung Rinjani. Giat ini dilakukan dari tanggal 22 -25 Desember 2021 yang diikuti sebanyak 100 peserta dari 24 kelompok relawan peduli Rinjani dari beberapa organisasi dan Kelompok Pecinta Alam, serta 30 orang petugas Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Dari kegiatan Rinjani Meriri ini berhasil dikumpulkan sampah sebanyak 270 kg yang dibawa turun melalui pintu Sembalun dan sebanyak 114,5 kg dibawa turun melalui Pintu Torean sehingga total sampah yang terkumpul sebanyak 384,5 kg. Kegiatan Rinjani Meriri ini direncanakan akan rutin dilakukan tiap akhir tahun menjelang penutupan destinasi wisata pendakian Gunung Rinjani. Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat menjadi ajang silaturahmi untuk semua orgnisasi maupun komunitas pecinta alam yang ada di Indonesia dan juga menjadikan kita untuk terus peduli akan Rinjani dan juga lingkungan sekitar untuk tetap menjaga kebersihan. Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Rinjani
Baca Artikel

Bakti Negeri, Rimba Lestari di HUT POLHUT Ke 56

Medan, 26 Desember 2022. Peringatan Hari Ulang Tahun Polisi Kehutanan (Polhut) Tahun 2022, kembali digelar. Untuk Provinsi Sumatera Utara, upacara dilaksanakan di halaman kantor Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, pada Kamis, 22 Desember 2022, dengan Pembina Upacara Kepala Dinas Kehutanan, Ir. Herianto, M.Si. Upacara ini diikuti Polhut yang berasal dari Dinas Kehutanan, Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, Balai Taman Nasional Batang Gadis, Balai Pengamanan dan Penegakkan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Sumatera, UPT KPH I s.d XVI serta UPT Pengelolaan Tahura Bukit Barisan. Selain itu turut juga hadir para kepala UPT lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta UPT Daerah Provinsi Sumatera Utara. Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara Ir. Herianto, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para pendahulu di Kementerian Kehutanan hingga sekarang di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang telah membangun, membina, dan membentuk Polisi Kehutanan hingga hari ini menjadi garda terdepan dalam penanganan penindakan kejahatan dibidang Kehutanan. Di momen peringatan HUT yang ke 56, dengan mengusung tema “Bakti Negeri, Rimba Lestari”, seluruh jajaran Polhut dimanapun berada diingatkan bahwa masih ada tantangan yang belum tuntas untuk diselesaikan diantaranya : masih adanya tindak kejahatan di bidang Kehutanan, jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) Polhut yang masih belum memadai, belum terwujudnya satu kesatuan komando Polhut, serta Polhut belum sepenuhnya secara maksimal menanggulangi pelanggaran yang melibatkan masyarakat dengan mengedepankan humanisme. Tantangan kejahatan yang perlu diselesaikan adalah kejahatan di bidang kehutanan yang masih terus terjadi. Seiring dengan perkembangan teknologi, kejahatan kehutanan bertransformasi dan memiliki daya rusak semakin tinggi, oleh karena itu Polhut memiliki peran penting dalam penindakan pelaku kejahatan di sektor kehutanan yang mengancam kehidupan masyarakat, ekosistem dan keragaman hayati, merusak bangsa dan Negara. “Untuk itu Polhut harus bisa membuktikan kinerja sebagai pasukan dan personil yang mumpuni dalam memberantas kejahatan kehutanan. Dalam rangka penanganan permasalahan tindak kejahatan di bidang kehutanan, diperlukan Polhut yang handal dengan menggandeng keterlibatan dan kerjasama dengan stakeholder (pemerintah, swasta, lembaga non pemerintah dan masyarakat). Selain itu Polhut wajib memiliki jiwa integritas, professional, responsive, dan inovatif,” ujar Herianto mengakhiri sambutannya. Sumber : Ani, SP. – Polhut Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Akhirnya, KT Fajar Pansur Nauli Nikmati Panen Kentang

Lae Hole II, 22 Desember 2022. Kabar gembira datang dari Kelompok Tani binaan Balai Besar KSDA Sumatera Utara yakni Kelompok Tani (KT) Fajar Pansur Nauli di Desa Lae Hole II. Dari bantuan usaha pemberdayaan masyarakat untuk peningkatan ekonomi dan kesejahteraan yang disalurkan Balai Besar KSDA Sumatera melalui Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang, dengan kegiatan penanaman kentang telah membuahkan hasil. Dimana saat petugas Resort Taman Wisata Alam (TWA) Sicike-cike beserta Penyuluh Kehutanan melakukan kunjungan kepada Kelompok Tani Fajar Pansur Nauli, anggota kelompok tani tengah melakukan panen kentang perdana. Meskipun cuaca kurang mendukung, namun anggota kelompok tani berhasil mengumpulkan 8.032 kg kentang dari pengelolaan lahan seluas 2.800 m2. Dari 8.032 kg ini diperoleh kentang dengan grade A-B sebanyak 6.381 kg dan kentang grade C-D sebanyak 1.652 kg. Selanjutnya kentang grade A-B inilah yang akan dipasarkan/dijual melalui penampung, sedangkan kentang grade C-D akan kembali dijadikan bibit. Secara garis besar, hasil panen kentang Kelompok Tani Fajar Pansur Nauli memuaskan mengingat faktor cuaca yang buruk dengan curah hujan yang cukup tinggi, sehingga membuat perawatan kentang menjadi lebih ekstra. Kedepannya untuk keberlangsungan bantuan ini, masih disisihkan bibit kentang yang nantinya akan dibagikan kepada anggota kelompok untuk ditanami di ladangnya masing-masing. Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang, Tuahman Raya Tarigan, S.Sos. menyatakan kepuasannya terhadap hasil kerja keras Kelompok Tani Fajar Pansur Nauli, dan memiliki keyakinan bahwa kegiatan penanaman kentang dalam rangka peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat akan dapat diwujudkan/ direalisasikan. Tuahman Raya Tarigan juga menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung serta mendampingi kelompok tani dalam pengembangan usaha ini. Sumber : Hafsah Purwasih, S.Hut. - Penyuluh Kehutanan Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Balai TN Manusela Tanam Mangrove dan Upacara di Hari Polhut

Masohi, 21 Desember 2022. Balai Taman Nasional Manusela melaksanakan Upacara peringatan Hari Ulang Tahun Polisi Kehutanan (Polhut) dengan tema “Bhakti Negeri, Rimba Lestari”, Rabu (21/12). Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kasubag TU Balai Taman Nasional Manusela, Suharto Ismail menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para pendahulu Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan karena telah membangun, membina dan membentuk Polhut sampai seperti sekarang ini. Beliau juga menyampaikan tantangan-tantangan yang masih di hadapi sekarang berupa masih adanya tindak kejahatan dibidang kehutanan, jumlah sumberdaya manusia POLHUT yang masih belum memadai, belum terwujudnya satu kesatuan komando Polhut, dan belum maksimalnya Polhut melibatkan masyarakat dalam menanggulangi pelanggaran dengan mengedepankan humanisme. “Polhut dapat membuat kegiatan sosial seperti donor darah, mengumpulkan pakaian layak pakai, vaksin booster, sembako murah, santunan ke panti asuhan dan sebagainya” kata beliau. Sehari sebelumnya di Pantai Batas Kota Kelurahan Namasina, Masohi dilakukan penanaman 1000 anakan mangrove. Penanaman dilakukan oleh Balai TN Manusela dengan melibatkan beberapa pihak antara lain POLRES Maluku Tengah, KODIM 1502 Binaya, PT. Pertamina, Bank BRI cabang Masohi dan Instansi Pemerintah Daerah. Penanaman ini merupakan salah satu upaya menjaga Pantai Batas Kota dari abrasi air laut dan mewujudkan arahan Menteri Kehutanan yang menyatakan bahwa “Polhut seluruh Indonesia harus lebih melayani dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan bermanfaat bagi masyarakat”. Dan sebagai bukti bahwa Polhut hadir ditengah masyarakat serta mewujudkan BHAKTI UNTUK NEGERI. Sumber: Balai Taman Nasional Manusela

Menampilkan 1.265–1.280 dari 2.311 publikasi