Minggu, 31 Mei 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Pendampingan DLH Kota Dumai di TWA Sungai Dumai

Pekanbaru, 14 Februari 2023 - Balai Besar KSDA Riau melalui Resort Dumai melakukan kegiatan pendampingan keanekaragaman hayati di Taman Wisata Alam Sungai Dumai (TWA) Sungai Dumai, Kamis (9/2). Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup Kota Dumai melakukan koordinasi dengan Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) IV Dumai, Rabu (8/2) terkait keanekaragaman hayati yang dilanjutkan kunjungan lapangan di Hutan Wisata Kota Dumai. Kedepannya dengan koordinasi ini dapat berjalan dengan baik dan optimalisasi fungsi kawasan sesuai yang diharapkan dengan perhatian dari berbagai pihak. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

BBKSDA Riau Beri Surat Peringatan Untuk Oknum Pengambilan Tanah Timbun

Pekanbaru, 14 Februari 2023 - Balai Besar KSDA Riau melalui Resort Dumai melakukan patroli rutin pengamanan kawasan di Kel. Tanjung Palas, Kec. Dumai Timur, Kota Dumai dan Kel. Bumiayu Kec. Dumai Selatan (Bukit Cahaya), Kota Dumai pada tanggal 8-9 Februari 2023. Di dua lokasi tersebut ditemukan adanya aktivitas pengambilan tanah timbun di dalam kawasan TWA Sungai Dumai. Untuk di Tanjung Palas, pengawas lapangan an. RH (40 th) menyampaikan bahwa dia tidak tahu jika lokasi berada di dalam kawasan konservasi. Sedangkan di Kel. Bumiayu, operator alat berat an. H (43 thn) menyampaikan bahwa kegiatan tersebut sudah berlangsung 2 hari dengan pemilik alat berat berinisial AD. Tanah di kedua lokasi tersebut dipergunakan untuk penimbunan pondasi rumah masyarakat. Tim memberikan surat peringatan kepada oknum yang melakukan aktivitas di dalam kawasan konservasi untuk segera menghentikan kegiatan tersebut dan keluar dari kawasan. Berdasarkan hasil kesepakatan di lapangan, mereka akan segera keluar dan menghentikan kegiatannya. Tim akan terus memantau lokasi untuk memastikan kegiatan tersebut benar - benar tidak dilanjutkan. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Komitmen Bersama Untuk Keutuhan dan Kelestarian TN Tesso Nilo

Pekanbaru, 13 Februari 2023. Akhirnya dilakukan kesepakatan dan penandatangan surat pernyataan dukungan serta komitmen masyarakat Bagan Limau untuk perlindungan, pengamanan dan pemulihan ekosistem pada kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Selasa (7/2). Kesepakatan ini dilakukan di kantor Seksi Gakkum KLHK Pekanbaru yang di tandatangani oleh Kepala Desa Bagan Limau, Ketua Masyarakat Peduli Api (MPA) Bagan Limau dan Tokoh masyarakat, serta masyarakat Bagan Limau yang disaksikan oleh Kepala Balai TN Tesso Nilo, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Lubuk Kembang Bunga (LKB), dan Kepala Seksi Gakkum Pekanbaru. Dalam surat pernyataan, disebutkan masyarakat bagan limau akan mendukung dan ikut serta menjaga keutuhan dan kelestarian hutan yang ada dan seluruh kawasan TN Tesso Nilo, masyarakat juga akan membantu program pengelolaan TN Tesso Nilo yaitu rehabilitasi hutan dan program lainnya. Poin yang tak kalah penting dalam surat pernyataan ini adalah masyarakat Bagan Limau tidak akan melakukan aktivitas melanggar hukum di dalam kawasan TN Tesso Nilo, dan turut membantu menghentikan aktivitas tipihut di dalam kawasan. Balai TN Tesso Nilo berharap dengan komitmen yang ditandatangani ini, masyarakat dapat bersama sama menjaga keutuhan dan kelestarian kawasan TN Tesso Nilo, karena Balai TN Tesso Nilo tidak bisa berdiri sendiri dan membutuhkan peran serta dari masyarakat dalam mengelola kawasan. Sumber: Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Masyarakat Betung dan Balai TN Tesso Nilo Berhasil Giring Gajah Liar

Pangkalan Kuras, 13 Februari 2023. Konflik gajah liar dan masyarakat kembali terjadi, kali ini di Desa Betung, Kecamatan Pangkalan Kuras, Pelalawan, Riau, Selasa (7/2). Melihat hal tersebut, Kepala Resort Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) dan Tim mahout flying squad TN Tesso Nilo bersama dengan BBKSDA Riau, YTNTN, PT. Musimas dan masyarakat terjun ke lokasi untuk menggiring kembali gajah liar masuk ke dalam kawasan. Menurut masyarakat, gajah liar masih ada di Desa Betung yang posisinya di hutan kepungan sialang. Kemudian, tim dibagi menjadi 3 untuk melakukan penjajakan akan keberadaan gajah liar tersebut dan identifikasi serta mengikuti jejak gajah liar yang terbaru. Dari hasil penjajakan, identifikasi dan penyusuran jejak, akhirnya ditemukan gajah liar sebanyak 5 ekor. Dengan teknik khusus penggiringan menggunakan alat meriam sederhana, tim berhasil menggiring gajah liar sampai menyeberangi sungai Napo. Malam hari setelah penggiringan, tim dibantu oleh masyarakat untuk memblokade tempat penyeberangan gajah liar tersebut. Tim kembali melakukan penggiringan gajah liar sampai ke sungai Nilo. Sumber: Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

BAPPENAS Kunjungi Green House Eduwisata Kth Botani Gandang Dewata

Mamasa, 09 Februari 2023 – Kelompok Tani Hutan (KTH) Botani Gandang Dewata yang merupakaan binaan Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan dikunjungi Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumberdaya Air Bappenas beserta tim, Kamis (9/2). Bappenas melakukan kunjungan lapangan ke Desa Wisata Tondok Bakaru. Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Green House Eduwisata yang berada di Desa Tondok Bakaru Kabupaten Mamasa yang merupakan desa penyangga kawasan Taman Nasional Gandang Dewata. Tim Bappenas yang didampingi oleh Tim Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan dan Project Executing Agency (PEA) Forest Programme IV Mamasa Watershed-Sulawesi, melakukan kunjungan lapangan dan diskusi dalam rangka Pemantauan Pelaksanaan Proyek Hibah Luar Negeri (HLN) Forest Programme IV Mamasa di Provinsi Sulawesi Barat dan Sulawesi Selatan. Dr. Nur Hygiawati Rahayu, ST, MSc selaku Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumberdaya Air yang memimpin langsung tim Bappenas dalam kunjungan lapangan di Desa Wisata Tondok Bakaru mengawali dengan diskusi terkait pelaksanaan proyek HLN Forest Programme IV di Rumah Bicara Tondok Bakaru. Beberapa hal disampaikan oleh KTH Botani Gandang Dewata selama diskusi terkait permintaan bantuan (alat atau referesi) untuk mengidentifikasi anggrek. Alat ini sangat dibutuhkan karena menurut informasi dari kelompok terdapat beberapa jenis aggrek yang diindikasikan langka dan endemik Mamasa. Selain itu, legalitas pemasaran anggrek ke luar kota dipandang perlu untuk dilakukan, dan terkait hal ini dibutuhkan dukungan dan fasilitasi kepada kelompok. Setelah diskusi tim Bappenas melakukan kunjungan ke Green House Eduwisata Kelompok Tani Hutan (KTH) Botani Gandang Dewata untuk melihat langsung jenis-jenis anggrek yang dibudidayakan oleh kelompok. Selama kunjungan Ibu Dr. Nur Hygiawati Rahayu, ST, MSc banyak berdiskusi dengan Bapak Andarias Ketua KTH Gandang Dewata mengenai cara budidaya anggrek. Kunjungan ke Green House ini mengakhiri sesi kunjungan dan diskusi tim Bappenas di Desa Wisata Tondok Bakaru. Kemudian tim melanjutkan perjalanan ke Kantor KPH Mamasa Tengah untuk melakukan diskusi terkait pelaksanaan proyek HLN Forest Programme IV Mamasa Watershed-Sulawesi. Turut hadir dalam kegiatan kunjungan dan diskusi, Bappeda Kabupaten Mamasa, Dinas Pariwisata Kabupaten Mamasa, Camat Mamasa, Kepala Desa Tondok Bakaru serta Ketua dan anggota KTH Botani Gandang Dewata. Sumber: Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (Nomor: SP.4/K.8/TU/Humas/02/2023) Penanggung Jawab Berita: BBKSDA Sulawesi Selatan Call Center BBKSDA Sulsel: 08114600883
Baca Artikel

Lagi, Aksi Bersihkan Sampah Alas Simpenan

Kediri, 13 Februari 2023. Curah hujan tinggi yang mengguyur sepekan terakhir telah menjebol pagar hidup penahan sampah di timur Alas Simpenan, Cagar Alam (CA) Manggis Gadungan. Sampah yang belum sepenuhnya bersih dalam aksi bersih 30 Januari lalu, kini bertambah dengan luapan sampah baru. Sampah merangsek masuk hingga 50 meter ke dalam kawasan. Untuk menanggulanginya, Balai Besar KSDA Jawa Timur melalui Resort Konservasi Wilayah (RKW) 03 CA Manggis Besowo Gadungan bersama Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat, Mapala Reksa Buana - Uniska, Pelita - UNP, dan Senja - Polinema Kediri memperbaiki pagar penghalang sampah serta memungut luapan sampah. Selain permasalahan sampah, derasnya aliran air dari timur kawasan menyebabkan terkikisnya tanah lapisan atas, hingga mengakibatkan terbukanya akar pepohonan. Dengan terbukanya akar, akan meningkatkan peluang terjadinya pohon tumbang. Menanam pagar hidup dan membersihkan sampah merupakan solusi jangka pendek, untuk jangka panjangnya diperlukan peran serta para pihak dalam menjaga kelestarian alas simpenan. Perlu dicarikan solusi buangan saluran air dari Desa Satak dan sekitarnya agar tidak lagi diarahkan ke alas simpenan. Karena aliran yang terlalu deras dapat mengikis tanah lapisan atas beserta vegetasinya dan juga membawa sampah yang mencemari alas simpenan. Sumber : Siti Nurlaili, S.si., PEH Muda. Kepala RKW 03 CA Manggis Besowo Gadungan Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Artikel

Mengasah Keterampilan Mengolah Data Kehati di Kawasan Konservasi

Pekanbaru, 9 Februari 2023 – Balai Besar KSDA Riau menggelar bimbingan teknis pelaksanaan inventaris dan verifikasi kawasan dengan nilai kehati tinggi di kawasan konservasi lingkup Provisi Riau di Kantor Balai Besar KSDA Riau, selama dua hari dari tanggal 8 sampai dengan tanggal 9 Februari tahun 2023. Bimtek dilakukan untuk meningkatkan keterampilan staff Unit Pelaksana Teknis (UPT) terutama yang bertanggung jawab dalam melakukan pelaporan di web E-Reporting Kepala Seksi Perencanaan, Perlindungan, dan Pengawetan Bapak Ujang Holisudin, S.Hut, mewakili kepala balai dan kepala bidang teknis yang berhalangan hadir, membuka secara resmi dan menekankan pentingnya menyiapkan dan mengolah data hasil inventarisasi keanekaragaman hayati (Kehati) di kawasan konservasi sehingga bisa dilaporkan pada sistem E-Reporting, dan berharap agar semua peserta bisa mengikuti bimbingan teknis sampai selesai dan memahami apa yang disampaikan oleh tim Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi selaku pemateri. Narasumber dari Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi memaparkan materi terkait tata cara menyiapkan data sebelum diupload di laman E-Reporting, kemudian dilanjutkan dengan diskusi. Peserta bimtek yang pada umumnya merupakan bagian dari pengelola data nilai kehati tinggi di kawasan koservasi sangat antusias mendengarkan penjelasan dari narasumber. Diskusi berjalan sangat efektif dengan adanya arahan dan pencerahan narasumber dari Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi. Diakhir acara peserta latihan mengupload data hasil inventarisasi keanekaragaman hayati di kawasan konservasi pada laman E-Reporting. Bimtek dihadiri beberapa UPT seperti Balai Taman Nasional Tesso Nilo (2 orang), Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (3 orang) dan UPT Taman Hutan Raya Sultan Syarif Hasyim (2 orang). Perwakilan dari Balai Besar KSDA Riau hadir sebanyak 9 orang baik yang ada di Balai, maupun kantor seksi dan resort Muka Kuning, Pulau Rempang, Kepulauan Riau, dan narasumber dari Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi sebanyak 4 orang. Sumber: Suwandi - Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Mengawal Antusiasme Siswa Sekolah Alam di SM Balai Raja

Pekanbaru, 9 Februari 2023 - Petugas Balai Besar KSDA Riau dari Seksi Konservasi Wilayah (SKW) 3 Duri sangat antusias saat melakukan pendampingan Sekolah Alam SMP dan SMA Duri di Suaka Margasatwa (SM) Balai Raja tepatnya di hutan Talang, Rabu (1/2). Para siswa dan guru yang berjumlah 100 orang didampingi langsung Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) 3, bapak MB Hutajulu melakukan jelajah alam setelah mengurus simaksi terlebih dulu. Simaksi merupakan surat izin masuk ke dalam kawasan konservasi yang dikeluarkan Balai Besar KSDA Riau. Untuk kegiatan ini, pembuatan jalur jelajah alam dipersiapkan 1 minggu sebelum kegiatan guna menjamin keamanan dan semua berjalan baik dan lancar. Tracking dibagi menjadi 8 kelompok, setiap 1 kelompok didampingi petugas Balai Besar KSDA Riau. Petugas memberikan edukasi konservasi, diantaranya larangan melakukan kegiatan di hutan tanpa izin, edukasi satwa dilindungi, pengamatan satwa liar burung, mamalia, tumbuhan, pengenalan jejak satwa, suara burung, suara primata, dan cara tracking di dalam hutan. Peserta diajak belajar mencintai alam bukan hanya sekedar teori tapi langsung dipraktekkan. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Banyak Ditolak Masyarakat, BBKSDA Riau Tetap Lakukan Penanganan Konflik Satwa

Pekanbaru, 9 Februari 2023 - Niat baik Balai Besar KSDA Riau mengajak masyarakat untuk melakukan penggiringan satwa gajah liar, ditolak masyarakat hingga terjadi perdebatan. Kendati mendapat penolakan dari masyarakat, petugas tetap melakukan pengamanan terhadap satwa liar yang dilindungi Undang – Undang tersebut dengan melakukan jaga malam bersama beberapa masyarakat pemilik kebun, sekaligus membuat blokade agar gajah tidak memasuki kebun warga, Senin (6/2). Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I menyampaikan dalam rapat di kantor Kec. Pangkalan Kuras, Selasa, (7/2), bahwa solusi jangka menengah akan dilakukan pemasangan GPS Collar, untuk mendeteksi keberadaan gajah liar sehingga kedepannya dapat mendukung pencegahan interaksi negatif konflik gajah liar. Rapat turut dihadiri Wakil Bupati Pelalawan, Ketua DPRD Pelalawan, Camat Pangkalan Kuras, Kepala Desa Betung, Kepala Desa Kesuma, Kepala Desa Tanjung Beringin, Balai Besar KSDA Riau, Mahout Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Mahout YTNTN dan warga Desa Betung Saat ini, solusi yang sedang berjalan adalah penggiringan gajah liar, yang diketahui berjumlah 4 ekor berkelamin jantan ke arah HCV perkebunan PT Musim mas, Kundur, PT Arara Abadi, dan selanjutnya ke hutan TN Tesso Nilo. Balai Besar KSDA Riau berharap masyarakat dan pemerintah daerah setempat serta PT Musimas dapat bekerja sama untuk melakukan penggiringan gajah liar ini. Selain itu, Balai Besar KSDA Riau menghimbau agar masyarakat tidak anarkis terhadap gajah sumatera karena satwa liar tersebut adalah satwa yang dilindungi Undang Undang. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Penguatan Fungsi Kawasan Dengan Kerja Sama

Pekanbaru, 7 Februari 2023 - Guna mendukung penguatan fungsi kawasan konservasi pada Balai Besar KSDA Riau khususnya Suaka Margasatwa (SM) Giam Siak Kecil dan SM Bukit Batu, pada hari Kamis (2/2), telah dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem KLHK, Plt. Direktur Jenderal, bapak Bambang Hendroyono dengan Ketua Yayasan Arsari Djojohadikusumo, bapak Hashim S. Djojohadikusumo tentang Kerja sama Penguatan Fungsi Kawasan Suaka Alam dan Konservasi Keanekaragaman Hayati Melalui Dukungan Program Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya Secara Berkelanjutan.A Kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja sama antara Balai Besar KSDA Riau dan Yayasan Arsari Djojohadikusumo yang dilakukan oleh Kepala Balai Besar KSDA Riau, bapak Genman Suhefti Hasibuan dengan Direktur Eksekutif Yayasan Arsari Djojohadikusumo, ibu Catrini Pratihari Kubontubuh di Gedung Manggala Wanabhakti Jakarta. Perjanjian Kerjasama antara kedua belah pihak mengenai Penguatan Fungsi Kawasan SM Giam Siak Kecil dan SM Bukit Batu Serta Konservasi Keanekaragaman Hayati Melalui Pengembangan Kegiatan Penyelamatan, Rehabilitasi dan Pelepasliaran Harimau Sumatera dan Satwa Liar lainnya di Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau. Selain mendukung pemerintah dalam upaya mewujudkan SM Giam Siak Kecil dan SM Bukit Batu sebagai Kawasan Hidrologis Gambut (KHG) yang berfungsi sebagai habitat harimau sumatera dan satwa liar dilindungi lainnya, kerja sama juga sebagai upaya mendukung pelestarian keanekaragaman hayati khususnya satwa dilindungi lingkup Balai Besar KSDA Riau. Sebagai informasi, jangka waktu Perjanjian Kerja Sama yaitu selama 5 tahun berasas saling menghormati, menghargai, percaya dan memberikan manfaat serta berpedoman pada ketentuan perundangan serta dapat diperpanjang berdasarkan persetujuan para Pihak dan hasil evaluasi Tim lingkup Direktorat Jenderal KSDAE dan para Pihak. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Bersama Membuat Puding Untuk Gajah

Lubuk Kembang Bunga, 31 Januari 2023. Tim Mahout Flying Squad Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) bersama dengan Mahasiswa Kehutanan Universitas Riau melakukan kegiatan perawatan terhadap 10 (sepuluh) ekor gajah binaan, Kamis (19/1). Mahout dan para Mahasiswa melakukan pengecekan kesehatan para gajah dengan memperhatikan kondisi fisik dari para gajah. Mahout dan mahasiswa juga membuat makanan tambahan berupa pudding yang dikonsumsi gajah secara rutin. Puding yang dibuat merupakan makanan tambahan gajah berbahan dasar jagung giling, dedak, gula aren, garam mineral serta gula. Semua bahan kemudian dihaluskan, digodok kemudian dimasak dengan tungku berapi sedang. Puding direbus dan dimasak selama beberapa jam sampai semua bahan menyatu dan padat. Setelah padat puding yang telah jadi akan dibentuk kepalan-kepalan bulat agar mudah dimakan oleh para gajah binaan. Puding diberikan kepada gajah jinak paling tidak sebanyak dua kali dalam satu minggu untuk terus menjaga dan meningkatkan stamina dan energi dari gajah. Campuran garam mineral pada puding juga diberikan untuk pertumbuhan tulang gajah agar senantiasa kuat. Sumber: Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Perkumpulan Jejaring Hutan Satwa Jajaki Kerja Sama Dengan Balai TN Tesso Nilo

Pangkalan Kerinci, 31 Januari 2023. 16 Januari 2023 – Balai Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) menerima kunjungan dari Lembaga Swadaya Masyarakat “Perkumpulan Jejaring Hutan Satwa – PJHS”, Senin (16/1). Kunjungan diterima langsung oleh Kepala Balai TN Tesso Nilo Heru Sutmantoro, S.Hut, MM. Perkumpulan Jejaring Hutan Satwa – PJHS merupakan LSM lingkungan berbadan hukum yang bergerak di Indonesia yang pada saat ini berkegiatan di Provinsi Riau, Jambi, Sumsel, Aceh dan Kalimantan. Lembaga ini dirikan pada tanggal 12 September 2019 di kota Pekanbaru, Provinsi Riau, oleh praktisi, ahli satwa liar yang berkecimpung di konservasi gajah dan harimau di Indonesia. Kunjungan dilakukan untuk melakukan kajian terhadap satwa liar yang ada di areal konsesi dan areal – areal yang berbatasan langsung dengan konsesi hutan tanaman industri (HTI), tepatnya berlangsung di 3 landscape yaitu Pulau Padang, Semenanjung Kampar, dan Tesso. Selain akan melakukan kajian satwa liar, kunjungan ini juga bertujuan untuk mendiskusikan dan mendapatkan informasi pengelolaan di tiga bentang alam tersebut. PJHS juga menyebutkan akan ada alokasi 1 GPS collar yang rencananya akan di pasang pada gajah liar yang terdapat di landskap Tesso Nilo. Kepala Balai TN Tesso Nilo bersama dengan PJHS juga membahas kerjasama dan komitmen stakeholder dalam menjaga kawasan konservasi dan pengelolaan satwa liar. Sumber: Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Dua Pondok Perambah Dirobohkan

Lubuk Kembang Bunga, 31 Januari 2023. Saat petugas Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) melakukan penjagaan dan patroli di area Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Lubuk Kembang Bunga (LKB), tepatnya di Resort Lancang Kuning daerah Kenayang pada tanggal 16-17 Januari 2023 ditemukan dua pondok perambah. Pondok tersebut kemudian dirobohkan dan dihancurkan karena pada bulan Desember 2022 sudah diberi peringatan karena disinyalir akan dibangun permanen. Sebelumnya petugas telah berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Lubuk Kembang Bunga dan KTHK Tani Sepakat untuk melakukan patroli bersama ke dalam kawasan TN Tesso Nilo. Petugas kemudian melanjutkan patroli pada areal-areal lainnya dan tidak ditemukan aktivitas baru perambahan di wilayah hutan Resort Onangan Nilo. Sumber: Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Fokus Mangrove, Komisi 4 DPR RI Sambangi Gudang Mangrove di Batam

Pekanbaru, 2 Februari 2023 - Balai Besar KSDA Riau, Seksi Konservasi Wilayah II Batam, mendapat kunjungan kerja Komisi 4 DPR RI pada tanggal 25 – 27 Januari 2023. Kepala Seksi Wilayah II, Decky Hendra Prasetya, mendampingi rombongan yang melakukan kunjungan kerja tepatnya di Pulau Rempang untuk fokus pada mangrove, dan dilanjutkan ke gudang arang mangrove serta memasang garis PPNS dan papan penyegelan Perhatian dari berbagai pihak terkait dampak lingkungan dapat mendukung pelestarian mangrove sehingga mengurangi terjadinya abrasi dan penurunan tangkapan perikanan pantai serta intrusi air laut yang makin jauh ke darat. Kunjungan kerja kali ini turut dihadiri Ketua komisi 4 dan jajaran, Kepala BRGM dan jajaran, Dirjen Gakum KLHK dan jajaran, unsur pemerintah Prov Kepri, unsur BP Batam, UPT KLHK lingkup Prov Kepri, dan jajaran Pangkalan PSDKP Kemen KKP dan para pihak terkait lainnya. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Patroli dan Koordinasi Untuk Tingkatkan Pengamanan Kawasan TN Tesso Nilo

Pelalawan, 31 Januari 2023. Balai Taman Nasional Tesso Nilo giatkan patroli di areal Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Lubuk Kembang Bunga (LKB) dan di SPTN Wilayah II Baserah, Minggu, (22/1). Selain patroli kawasan, petugas juga tabur biji di areal terbuka yang ditemukan, pendampingan edukasi wisatawan, dan koordinasi ke pihak perusahaan. Patroli diawali di areal SPTN Wilayah I Lubuk Kembang Bunga tepatnya di daerah kenayang, Resort Lancang Kuning Air Sawan. Disana petugas melakukan pengecekan pada areal bekas kebakaran serta pondok yang sudah dirobohkan oleh petugas patroli sebelumnya. Untuk mempercepat proses pemulihan ekosistem pada areal terbakar, dilakukan penaburan biji di sekitar areal terbuka, dan memantau area sungai sawan serta melakukan pemasangan plang larangan/himbauan pada areal sekitar. Sedangkan di area SPTN Wilayah II Baserah, patroli darat dilakukan ke arah bekas lahan bukaan dan menabuh benih disekitarnya serta melihat TKP penangkapan alat berat. Disana, petugas menemukan dua unit motor yang dicurigai ada oknum melakukan imasan di dekat TKP penangkapan alat berat, namun oknum yang dimaksud tidak ditemukan. Di tempat terpisah, petugas SPTN Wilayah I Lubuk Kembang Bunga melakukan pendampingan wisatawan yang berkunjung ke camp flying squad TN Tesso Nilo. Wisatawan diberikan edukasi gajah oleh tim mahout flying squad dan diajak untuk melakukan patroli gajah di sekitar Sungai Perbekalan. Wisatawan juga diajak untuk memandikan gajah di sungai dan berdiskusi tentang pengelolaan TN Tesso Nilo. Usai patroli dan pendampingan tamu, petugas berkoordinasi di kantor RAPP Sei Lanjut, terkait pengamanan batas kawasan TN Tesso Nilo dengan PT. RPI, PT. Rimba Lazuardi dan PT. Putri Lindung Bulan, terkait diskusi penanganan kasus penangkapan alat berat oleh pihak perusahaan. Sumber: Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Perkembangan Pemberdayaan Masyarakat Desa Gunung Melintang

Baserah, 31 Januari 2023. Penyuluh dan Kepala Resort Nilo, Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) memberikan pendampingan dan pembinaan ke Desa Gunung Melintang, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Baserah pada tanggal 24-26 Januari 2023. Kegiatan dilakukan secara rutin untuk memantau dan membantu kelompok tani hutan (KTH) dalam melaksanakan program kerja serta dapat membantu menyelesaikan hambatan dan tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaannya. Di hari pertama pendampingan, Selasa (24/1), petugas melakukan diskusi dalam rapat pemecahan permasalahan pada kelompok budidaya sapi bali karena adanya perubahan nama kelompok dan pergantian/perubahan anggota kelompok, dimana sebelumnya sapi dirawat oleh masyarakat Desa Gunung melintang di luar anggota kelompok KTH. Setelah dilakukan diskusi bersama, disepakati bahwa kelompok lama, yakni KTH Maju Bersama diubah namanya menjadi KTH SAKATO dengan jumlah anggota sebanyak 15 orang. Saat ini terpantau jumlah sapi KTH sebanyak 3 ekor (2 ekor indukan, 1 ekor anakan) dengan kondisi 2 ekor indukan tersebut sedang dalam keadaan mengandung. Hasil musyawarah dituangkan dalam Berita Acara Musyawarah yang telah disepakati pengurusan kelompok dan aturan kerja kelompok terkait pemeliharaan sapi. Pada hari kedua, Rabu (25/1), tim melakukan kunjungan ke kebun anggota KTH Pinang Balirik untuk memantau pinang yang telah ditanam pada tahun 2019, karena sudah mulai belajar berbuah, dan sudah dipanen sejak bulan Oktober 2022. Dari 500 batang pinang, 150 batang sudah berbuah dengan hasil sebanyak 20 kg buah kering. Disampaikan oleh KTH, pemanenan dilakukan dengan jarak waktu 1 bulan sekali saat panen pertama dan waktu pemanenan akan menjadi 2 kali dalam seminggu saat Pinang berbuah normal. Tinggi tanaman saat ini sudah mencapai 8-9 meter dengan diameter batang 12-15 cm. Pada hari terakhir kegiatan, Kamis (26 /1), tim melakukan monitoring dan diskusi kepada KTH Perempuan Kreatif Bersama terkait perkembangan kegiatan jahit. Saat ini kelompok sedang mengerjakan pesanan berupa pembuatan gorden untuk kantor Desa Gunung Melintang. Selain dibidang jahit, kelompok juga berkembang dibidang kuliner dengan menerima pesanan untuk acara rapat desa dan pesta di lingkup Desa Gunung Melintang. Sumber: Balai Taman Nasional Tesso Nilo

Menampilkan 1.217–1.232 dari 2.311 publikasi