Minggu, 31 Mei 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Menyambut HBR, Balai TN Taka Bonerate Giat Donor Darah

Benteng, 15 Maret 2023 - Menyambut peringatan Hari Bakti Rimbawan (HBR) ke - 40 Tahun 2023, Balai Taman Nasional Taka Bonerate bekerja sama dengan PMI Kepulauan Selayar mengadakan kegiatan donor darah. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, (14/03/2023), di Lobi Kantor Balai Taman Nasional Taka Bonerate, mulai dari pukul 09.00 - 12.30 WITA. Seperti yang diketahui bersama, donor darah merupakan salah satu kegiatan kemanusiaan guna membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan transfusi darah untuk penyembuhan. Kegiatan ini tidak hanya bermanfaat bagi penerima darah (resipien), tapi juga bermanfaat bagi pendonor. Donor darah bagi pendonor yang teratur dapat membantu merangsang produksi sel-sel darah baru. Proses mendonorkan darah ini, akan membantu tubuh tetap sehat dan bekerja lebih efisien. Pendonor berjumlah 14 orang dengan rincian, 9 orang pegawai Balai Taman Nasional Taka Bonerate dan 5 orang dari masyarakat umum/ mitra. Jumlah tersebut melampaui target, yang mana panitia mentargetkan hanya 10 pendonor. Kegiatan donor darah ini dibantu oleh tim dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kepulauan Selayar, yang berjumlah 10 orang. Sumber: Balai Taman Nasional Taka Bonerate Teks: Khoirul Anam (PEH) Dokumentasi: Humas BTN Taka Bonerate Diedit dan diunggah oleh admin
Baca Artikel

Tanam Pohon, Habitat Orangutan Lestari

Adiankoting, 9 Maret 2023. Lembaga mitra kerjasama Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Yayasan Ekosistem Lestari (YEL), untuk peningkatan perekonomian masyarakat dan upaya pelestarian habitat Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis) di kawasan ekosistem Batangtoru, melakukan kegiatan pembagian bibit pohon dan penanaman di Dusun Aek Matio, Desa Adiankoting, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara, pada Rabu 8 Maret 2023. Adapun jenis bibit yang dibagikan dan ditanam, terdiri dari bibit pinang sebanyak 1.564 bibit, kemenyan sebanyak 785 bibit dan kulit manis sebanyak 500 bibit. Bibit-bibit tersebut merupakan hasil dari kegiatan pembibitan yang dilakukan oleh YEL bekerjasama dengan masyarakat Desa Adiankoting di Rumah Persemaian di Dusun Aek Natio, Desa Adiankoting, Kecamatan Adiankoting, Kabupaten Tapanuli Utara. Dan kegiatan pembagian bibit serta penanaman pohon kerjasama YEL dengan Kelompok Tani (KT) Aek Rau Lestari. Kepala Seksi Konservasi Wilayah IV Tarutung, mewakili Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada YEL yang terus berupaya dalam kegiatan pelestarian habitat Orangutan Tapanuli dan mensinergikannya dengan peningkatkan perekonomian serta kesejahteraan masyarakat. Secara khusus kepada warga, Kepala Seksi Konservasi Wilayah IV Tarutung mengedukasi warga tentang arti penting pelestarian hutan, alam beserta ekosistemnya. Perlindungan dan pelestarian Orangutan Tapanuli beserta habitatnya, sejatinya bukan hanya tanggung jawab pemerintah tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama. Kegiatan pembagian dan dan penanaman bibit pohon ini turut dihadiri unsur pimpinan Kecamatan Adiankoting, Dinas Lingkungan Hidup Tapanuli Utara, KPH XI dan KPH XII. Sumber : Manigor Lumbantoruan, SP. (Kepala SKW UV Tarutung) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

TWA Sibolangit Nominasi Penilaian Desa Wisata

Sibolangit, 14 Maret 2023. Penilaian Desa Wisata Tingkat Kabupaten Deli Serdang digelar di Taman Wisata Alam Sibolangit, Rabu (8/3) oleh Tim Penilai. Penilaian ini turut dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Serta Pariwisata Kabupaten Deli Serdang diwakili oleh Kepala Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Rahmi Khairani Nst, M.Psi. Penilaian Desa Wisata yang merupakan program Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Serta Pariwisata Kabupaten Deli Serdang, khususnya untuk Desa Sibolangit dilakukan setelah sebelumnya pada tahun 2022 diusulkan oleh pihak Kecamatan Sibolangit. Ada 7 lokasi (objek) wisata unggulan yang diusulkan oleh pihak Kecamatan Sibolangit, diantaranya wisata religi Taman Merturia Sibolangit berupa monumen pekabar injil GBKP (Gereja Batak Karo Protestan) pertama kali, kemudian Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit, Pasar Kuda, Uruk Sikuda-kuda, Panorama Tangga Seribu, Pemandian Alam Lau Ketaren Sibolangit dan Gua Air Bersih Peninggalan Belanda. Penilaian dilakukan oleh Tim Ahli Penetapan Desa Wisata Di Kabupaten Deli Serdang, yang berasal dari HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) Sumatera Utara, Akademisi Politeknik Negeri Pariwisata Medan dan Universitas Negeri Medan. Turut hadir Camat Sibolangit Hesron T Girsang, Kepala Desa Sibolangit Samiranta Ketaren, Staf Balai Besar KSDA Sumatera Utara Samuel Siahaan, SP, Kelompok Sadar Wisata, Sanggar Budaya Tiga Sibolangit, Sanggar Pencak Silat Karo Sibolangit, Lansia dan Petugas Resort CA/TWA Sibolangit. Berbagai kegiatan digelar dihadapan Tim penilai, seperti suguhan tarian budaya Selamat Datang, penampilan pencak silat Karo, pertunjukan Senam Lansia Air Bersih Sibolangit, hiburan lagu-lagu rohani Kristen, lagu nasional dan lagu daerah Karo sebagai asset seni lokal Desa Sibolangit. Tak lupa juga suguhan makanan khas Karo Cimpa dan air minum nira segar produk Desa Sibolangit. Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Serta Pariwisata Kabupaten Deli Serdang diwakili oleh Kepala Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Rahmi Khairani Nst, M.Psi mengucapkan terima kasih kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Kepala Desa Sibolangit serta Camat Sibolangit yang bersinergi dan bersama membangun serta mendorong masyarakat mengembangkan wisata alam, wisata religi maupun wisata budaya. Pihaknya juga mensosialisasikan program PAK SATA (PAKet wiSATA), POKDARWIS GO DIGITAL dan BANG JAKA DESA (BANgga belanJA eKonomi kreAtif DEli SerdAng). Samuel Siahaan, PEH pada Balai Besar KSDA Sumatera Utara sekaligus pendamping Pokdarwis Wisata Alam Sibolangit, memaparkan bahwa TWA Sibolangit yang memiliki Luas 24, 85 ha. sudah berdiri sejak zaman Belanda tahun 1914, kala itu ditunjuk menjadi Kebun Raya Sibolangit yang merupakan cabang dari Kebun Raya Bogor, dan menjadi ikon Wisata Desa SIbolangit. TWA Sibolangit sudah melakukan berbagai kegiatan wisata alam alam untuk mendorong tingkat kunjungan, seperti paket wisata edukasi konservasi alam dan lingkungan bagi kalangan pelajar dan mahasiswa dari Kota Medan sekitarnya, pengamatan hidupan liar jenis Rangkong Julang Emas, jelajah hutan, kemah konservasi, perayaan pesta rakyat, lokasi pembuatan video dan photografi serta pelaksanaan hari-hari Konservasi Alam dan Lingkungan yang rutin dilaksanakan di TWA Sibolangit. Sumber : Samuel Siahaan, SP. (PEH) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Kawanan Monyet Masuk Pemukiman, Begini Tanggapan Balai TN Gunung Rinjani

Mataram, 14 Maret 2023. Berkaitan dengan pemberitaan di media sosial pada hari Jumat (10 Maret 2023) dengan tajuk berita ”Kawanan monyet di kawasan hutan wilayah Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) masuk ke pemukiman dan menyerang warga" pihak Balai TNGR memberikan beberapa klarifikasi bahwa berdasarkan laporan Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Gunung Rinjani Wilayah II sesuai Nota Dinas Nomor : ND.66/SPTN-II/KSA/3/2023 tanggal 10 Maret 2023 perihal Permohonan Penanganan Konflik Satwa Liar di Luar Kawasan TNGR oleh BKSDA NTB telah terjadi konflik satwa dan manusia berupa penyerangan satwa yang diduga primata dengan korban masyarakat yang terjadi di perbatasan dusun Bangle-Lunggu, Desa Pesanggrahan Kec. Montong Gading (sekitar aliran Kokoq Gading) wilayah kerja Resort Joben, SPTN Wilayah II, Balai TN Gunung Rinjani. Lebih lanjut disampaikan bahwa kejadian penyerangan tersebut telah terjadi sebanyak 3 (tiga) kali (tanggal 31 Januari 2023, 1 Maret 2023, dan 9 Maret 2023) sehingga menyebabkan 3 (tiga) korban terluka akibat gigitan dan cakaran satwa tersebut. Beberapa masyarakat juga mengalami penyerangan namun tidak sampai mengakibatkan luka. Dan berdasarkan pengumpulan informasi, lokasi konflik satwa tersebut berada di lahan milik masyarakat dan bukan di dalam kawasan TN Gunung Rinjani (jarak 2 km dari batas kawasan TN Gunung Rinjani) sehingga penanganan konflik satwa tersebut bukan kewenangan Balai TN Gunung Rinjani. Untuk mengantisipasi permasalahan tersebut, Balai TN Gunung Rinjani telah mengupayakan beberapa langkah penanganan berupa Koordinasi dengan aparat pemerintahan tingkat Kecamatan Montong Gading dan Desa Pesanggrahan; Koordinasi dengan masyarakat yang menjadi korban dalam konflik tersebut; Koordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Barat selaku UPT yang membidangi penanganan konflik satwa di luar kawasan konservasi; Patroli dan penjagaan di sekitar lokasi kejadian bersama petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Barat, masyarakat maupun mitra lainnya; Pemasangan kandang jebakan bersama petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Barat, Polsek Montong Gading, KPH Lombok Timur, aparat pemerintah Kecamatan Montong Gading, aparat pemerintah desa Pesanggrahan, dan perwakilan masyarakat. Balai TN Gunung Rinjani menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak melakukan tindakan yang menganggu hidupan satwa liar seperti perburuan liar, pemasangan jebakan/jerat satwa serta melaporkan kepada petugas apabila terjadi kejadian gangguan satwa. Sumber: Balai Taman Nasional Gunung Rinjani
Baca Artikel

Sosialisasi Keberadaan Kawasan Konservasi

Pekanbaru, 14 Maret 2023 - Balai Besar KSDA Riau melalui Resort Bukit Rimbang yang dipimpin Kepala Resort, Ahmad Fitriansyah bersama Penyuluh Kehutanan, Tommy P Sinambela melakukan patroli dan sosialisasi di sekitar kawasan Suaka Margasatwa (SM) Bukit Rimbang Bukit Baling (BRBB) di Desa Sumpu, Kec. Hulu Kuantan, Kamis (2/3). Petugas menindaklanjuti adanya laporan masyarakat terkait dugaan adanya aktivitas pengambilan kayu di kawasan SM BRBB yang berada di desa tersebut. Tim Resort setempat yaitu Resort Bukit Rimbang berkoordinasi dengan KPH Kuansing terkait laporan tersebut dan menuju lokasi melalui dua arah yaitu melaui PT. Merauke melewati Desa Serosa dan Desa Sumpu. Saat melewati Desa Serosa menuju kawasan SM BRBB yang berada di Desa Sumpu, petugas melewati kawasan Hutan Produksi Terbatas (HPT) sejauh 29 km hingga ujung jalan. Di lokasi tidak di jumpai adanya aktivitas pengambilan kayu dan tidak ada jalan mengarah ke dalam kawasan SM BRBB, namun dijumpai bukaan lahan dan aktivitas pengambilan kayu yang berada di kawasan HPT. Pengamatan melalui udara menggunakan drone (jarak ± 1,2 km dari dalam kawasan) juga dilakukan untuk melihat kondisi kawasan SM BRBB karena tidak ada akses jalan menuju kawasan. Dari hasil drone, kondisi kawasan SM BRBB masih relatif baik. Kondisi kawasan relatif baik, petugas bertemu dengan 2 orang masyarakat yang sedang berburu menggunakan senapan angin rakitan dan jerat. Barang bukti 3 buah jerat sling yang telah dipasang diamankan dan diberikan sosialisasi kepada masyarakat tersebut larangan berburu di kawasan hutan apalagi membawa senapan angin dan jerat serta meminta oknum tidak melakukannya lagi. Masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan SM BRBB juga diberikan sosialisasi untuk tidak merusak kawasan hutan dan melakukan aktivitas perburuan. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

IPB Turunkan Mahasiswa Kehutanan Meneliti Biawak Komodo & Kakatua Kecil Jambul-Kuning di TN Komodo

Labuan Bajo, 13 Maret 2023. Mahasiswa Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB) melaksanakan kegiatan penelitian di Taman Nasional Komodo pada Februari – Maret 2023. Agisna Riza Permadi, mahasiswa Departemen Konservasi Sumber Daya Hutan dan Ekowisata, tertarik melakukan kajian penelitian mengenai ekologi kakatua kecil jambul kuning di kawasan Taman Nasional Komodo. Judul penelitian yang diangkat oleh Riza adalah “Analisis Kesesuaian Habitat Burung Kakatua Kecil Jambul Kuning di Pulau Komodo”. Riza mulai melaksanakan kegiatan penelitian monitoring populasi kakatua kecil jambul kuning pada tanggal 24 Februari 2023 di Resort Loh Liang - Pulau Komodo yang termasuk ke dalam tata kelola Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II, Balai Taman Nasional Komodo. Setelah melaksanakan pengamatan selama lebih dari 10 hari di lapangan, Riza memperoleh data dugaan populasi kakatua kecil jambul kuning yang relatif banyak yaitu 90 ekor. Riza mengamati bahwa burung kakatua kecil jambul kuning di lembah Loh Liang banyak memanfaatkan pohon yang telah mati sebagai sarangnya, dan jenis vegetasi yang paling dominan digunakan adalah tumbuhan gebang (Corypha utan). Selain itu, Riza juga mengamati bahwa koloni kakatua di Loh Liang paling sering terlihat mengonsumsi buah kelumpang, hantap (Sterculia oblongata), pucuk daun kesambi, dan pucuk daun asam. Ketersediaan pakan merupakan salah satu komponen penting untuk kelestarian populasi kakatua karena burung kakatua harus bersaing dengan jenis burung lain dalam mencari pakan di alam. Salah satu kompetitor alaminya antara lain: kepudang kuduk hitam, welik laut, welik hijau dan srigunting. Jagawana Balai Taman Nasional Komodo secara rutin mengamati dinamika populasi kakatua kecil jambul kuning pada 10 lokasi pengamatan tetap. Sebagian besar lokasi pengamatan tersebut berada di Pulau Komodo, yaitu: Loh Lawi, Banungguung, Poreng, Loh Sebita, Loh Baes, Sok Keka, dan Sok Pure. Riza berupaya untuk mengetahui jalur transek yang sesuai untuk menandai titik keberadaan kakatua pada habitat aslinya. Riza melakukan pengumpulan titik presence kakatua selama 9 hari dengan 3 jalur transek dan 2 kali pengulangan (pagi dan sore hari). Selain melaksanakan kegiatan penelitian di Taman Nasional Komodo, Riza juga berkesempatan mengikuti kegiatan tambahan lainnya yaitu monitoring populasi biawak komodo bersama Yayasan Komodo Survival Program. Riza belajar memasang perangkap komodo dengan menggunakan metode CMRR untuk memonitor dugaan populasi komodo yang hidup di lembah Loh Liang. Penanganan komodo dalam perangkap merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting dalam monitoring komodo agar satwa tidak terluka dan stress ketika penanganan. Tahapan dalam handling komodo dalam perangkap, yaitu memegang ekor komodo agar tidak berontak, mengikat kaki-kaki komodo dan menutup mulut komodo dengan menggunakan isolasi. Setelah itu baru dapat dilakukan pengukuran dimensi dan berat komodo. Kegiatan ini sangat berguna untuk menjadi data time series bagi komodo yang ada di Pulau Komodo dan juga merupakan salah satu cara invetarisasi komodo baru yang belum teridentifikasi. Ilmu yang didapatkan sangat berharga karena belum tentu mahasiswa dapat mendapatkannya di perguruan tinggi maupun kondisi lapangan lain sehingga membuat momen ini menjadi sulit terlupakan. Sumber: Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Hendrikus Rani Siga, S.Hut., M.Sc. (+6281353363519) Penulis Berita: Mahasiswa Departemen KSHE Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB Agisna Riza Firmadi (+6281298540323) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.Sc. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6281138290000)
Baca Artikel

Ranger Goes To School: Ujian Tengah Semester Rampung Diselenggarakan Di 3 Sekolah

Labuan Bajo, 13 Maret 2023. Balai Taman Nasional (BTN) Komodo konsisten menyelenggarakan pendidikan konservasi melalui pelaksanaan program pendampingan pendidikan Ranger Goes to School (RGTS) Tahun 2023 bagi pelajar di Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Program RGTS Tahun 2023 memberikan dukungan pengajaran selama enam bulan mulai dari Bulan Januari – Juni setiap tahunnya berisikan materi muatan lokal mengenai pengelolaan Taman Nasional Komodo dan ragam keterampilan kepariwisataan lainnya untuk lebih dari 500 siswa yang bersekolah di SMKN 1 Labuan Bajo, SMKN 3 Komodo, dan SMK Stella Maris Labuan Bajo. Dua puluh tiga pengajar RGTS yang terdiri dari 16 orang jabatan fungsional (JF) lingkup BTN Komodo (PEH, Polhut, dan Penyuluh Kehutanan) dan 7 praktisi bidang kepariwisataan di Labuan Bajo saling bergotong royong memberikan pengajaran untuk para siswa selama enam minggu pertama. Beragam materi yang telah diajarkan mencakup: pengenalan Taman Nasional Komodo, ekologi biawak komodo, teknik pemanduan, teknik interpretasi, pengenalan industri hospitality, dan foraging tourism. Untuk mengevaluasi performa belajar siswa di sekolah selama enam minggu, para RGTS mengadakan Ujian Tengah Semester (UTS) untuk seluruh siswa di sekolah. Koordinator RGTS, Muhammad Ikbal Putera, mengujicobakan mekanisme ‘ujian ketuk’ sebagai bentuk diversifikasi bentuk ujian siswa di sekolah. Siswa diharapkan dapat menjawab soal pilihan ganda dan soal isian yang relatif mudah berdasarkan bahan ajar yang telah diberikan setiap minggunya. Siswa mendapatkan alokasi waktu pengerjaan selama 30 detik untuk menjawab setiap soal, kemudian pengawas akan mengetuk meja dan siswa diharuskan bergeser mengerjakan soal berikutnya. Kendati mekanisme ujian ini lumrah digunakan di sekolah dan perguruan tinggi di Pulau Jawa, mekanisme ini cenderung baru di Labuan Bajo sehingga dalam pelaksanaannya siswa perlu diberikan instruksi dan arahan yang jelas untuk menghindari kesalahpahaman pengisian. Koordinator RGTS berharap dengan diujicobakannya skema ujian kinetik intelektual ini, siswa dapat mengasah kemampuan berpikirnya secara cepat, cermat, dan tanpa perlu merasa jenuh harus berkonsentrasi selama 60 – 90 menit duduk di meja layaknya tipe pelaksanaan ujian konvensional di sekolah. Koordinator RGTS berharap agar siswa yang mengikuti program RGTS tidak hanya mendapatkan pembekalan materi ajar, namun memperoleh kesenangan saat belajar dengan digunakannya berbagai teknologi dan games interaktif yang membuat kelas menjadi tetap ‘hidup’. Para pengajar RGTS berharap agar siswa dapat terus semangat mengikuti materi minggu ke-7 hingga ke-13, serta mampu mengerjakan Ujian Akhir Semester (UAS) pada minggu ke-14. Sumber: Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Hendrikus Rani Siga, S.Hut., M.Sc. (+6281353363510) Penulis Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.Sc. (+6281310300678) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.Sc. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6281138290000)
Baca Artikel

Mahasiswa IPB dan Unsoed Ajari Penggunaan Aplikasi Identifikasi Tumbuhan ‘Picturethis’ Kepada Siswa RGTS

Labuan Bajo, 13 Maret 2023. Balai Taman Nasional Komodo menyelenggarakan kegiatan pendidikan konservasi Ranger Goes to School (RGTS) Tahun 2023 pada Hari Sabtu (11/03/2023) bertempatkan di SMKN 1 Labuan Bajo. Kali ini, tim pengajar RGTS memberikan kesempatan dan pengalaman kepada dua orang mahasiswa untuk terlibat mengajar secara langsung di kelas. Agisna Riza Permadi, mahasiswa penelitian Departemen Konservasi Sumber Daya Hutan dan Ekowisata Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Zahra Tufaila Pambudi, mahasiswa magang Prodi Ilmu Kelautan Universitas Jenderal Soerdirman (UNSOED) ditugaskan oleh Muhammad Ikbal Putera (Koordinator Program RGTS) untuk membawakan materi minggu ke-7 mengenai Manajemen Hutan dan Tumbuhan kepada siswa-siswi kelas XI Usaha Layanan Pariwisata (ULP) 3 SMKN 1 Labuan Bajo. Materi mengenai keanekaragaman hayati tumbuhan ini merupakan muatan yang penting bagi pengayaan informasi interpretasi pelajar jurusan ULP lingkup Kabupaten Manggarai Barat. Siswa diharapkan tidak hanya mampu memahami dan menjelaskan mengenai ekologi biawak komodo, namun juga mengetahui potensi flora dan fauna lainnya yang hidup di kawasan Taman Nasional Komodo. Materi Manajemen Hutan dan Tumbuhan mencakup penjelasan dasar seputar pengertian dan fungsi hutan, perbedaan tumbuhan dan tanaman serta fungi, karakteristik umum pohon, dan ragam jenis tumbuhan di Taman Nasional Komodo dan manfaatnya. Hal menarik yang menjadi perhatian Riza dan Zahra adalah penggunaan teknologi digital dalam praktik identifikasi tumbuhan yang diujicobakan di luar kelas. Untuk bisa mengikuti praktik identifikasi tumbuhan, siswa diharapkan dapat mengunduh aplikasi PictureThis pada gawainya masing-masing. Siswa diberikan kesempatan untuk memindai tumbuhan yang paling ingin diketahui hanya dengan memotret salah satu bagian tumbuhan secara jelas. Aplikasi ini kemudian akan memberikan hasil identifikasi yang cukup akurat mengenai jenis vegetasi yang telah dipotret sebelumnya oleh siswa. Penggunaan teknologi digital dalam penajaman materi ajar di luar kelas membuat suasana kelas menjadi sangat kondusif dan para siswa cukup interaktif serta responsif terhadap pertanyaan yang diberikan oleh kedua pengajar. Meski demikian, penggunaan aplikasi ini perlu dicermati dengan seksama, utamanya dengan memeriksa terlebih dulu nama vegetasi dan wilayah persebaran dari tumbuhan tersebut. Bukan tanpa alasan, aplikasi ini dirancang untuk mengidentifikasi tumbuhan berdasarkan foto dan tidak termasuk lokasi aktual pengamat sehingga perlu dilakukan crosschecking lebih lanjut agar hasil identifikasinya lebih akurat. Perpaduan teori dan praktik digital ini membuat siswa semakin tertarik untuk memotret setiap tumbuhan yang ditemuinya di sepanjang koridor sekolah. Riza berpendapat bahwa kegiatan pendidikan konservasi RGTS yang digagas oleh Balai Taman Nasional Komodo merupakan kegiatan yang sangat bermanfaat bagi para siswa, utamanya bagi siswa yang ingin melanjutkan ke jenjang pendidikan lebih tinggi yang memiliki keterkaitan dengan pengelolaan Taman Nasional Komodo. Melihat antusias siswa, Riza berpikir bahwa program RGTS sebaiknya turut menambahkan materi jungle survival yang sangat berguna untuk menunjang keterampilan para pelajar yang ingin menjadi praktisi kepariwisataan di kawasan Taman Nasional Komodo. Praktik pembuatan bivak dan identifikasi satwa berbahaya serta cara penanganannya dapat menjadi salah satu alternatif yang menarik untuk diajarkan kepada para pelajar di sekolah. Riza berharap agar program RGTS Balai Taman Nasional Komodo dapat diselenggarakan secara berkelanjutan dan memberikan dampak yang lebih luas bagi penguatan kualitas pendidikan masyarakat di Kabupaten Manggarai Barat. Sumber: Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Hendrikus Rani Siga, S.Hut., M.Sc. (+6281353363519) Penulis Berita: Mahasiswa Departemen KSHE Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB Agisna Riza Firmadi (+6281298540323) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.Sc. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6281138290000)
Baca Artikel

Mahasiswa Magang Ilmu Kelautan Unsoed Berhasil Memetakan Profil Pantai di Pulau Padar

Labuan Bajo, 13 Maret 2023. Balai Taman Nasional Komodo membuka kesempatan magang dari berbagai bidang keilmuan diluar ilmu kehutanan, termasuk ilmu kelautan, utamanya sejak tahun 2021 lalu. Kali ini, Balai Taman Nasional Komodo menerima permohonan magang mahasiswa program studi (Prodi) Ilmu Kelautan Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) di Taman Nasional Komodo yang dilaksanakan selama lebih dari 50 hari kerja mulai dari tanggal 26 Januari – 14 Maret 2023. Zahra Tufaila Pambudi menyelenggarakan magang riset dengan mengkaji profil pantai di wilayah pesisir Pantai Long Beach, Pulau Padar - Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah III Balai Taman Nasional Komodo. Zahra tertarik mendalami informasi mengenai profil pantai Long Beach Padar yang menjadi salah satu destinasi wisata alam yang kerap dikunjungi wisatawan. Sebagai salah satu destinasi perairan favorit, Zahra ingin berkontribusi bagi pengelolaan Taman Nasional Komodo dengan menyediakan informasi nilai derajat dan persentase kemiringan pantai serta kelas klasifikasinya. Pada tanggal 18 Februari 2023 lalu, Zahra didampingi oleh Arif Ardianto Sofian (Polisi Kehutanan Ahli Pertama/Kepala Resort Padar Utara) memulai kajiannya dengan membuat enam peta transek pengamatan dengan ukuran 5 – 11 meter di sepanjang pantai Long Beach Padar. Zahra berusaha mengestimasi nilai kemiringan pantai dengan cara mengukur dan menghitung ketinggian serta kemiringan pantai yang dilakukan dari batas muka terendah pasang surut dengan menggunakan instrumen water pass dan mistar untuk selanjutnya ditampilkan dalam bentuk peta spasial. Zahra juga melakukan analisa tingi gelombang laut untuk mengetahui hubungan antara gelombang laut di perairan Flores dengan tingkat kemiringan pantai Long Beach Padar. Dalam pelaksanaannya, Zahra juga turut dibantu oleh petugas Resort Padar Utara dan dua siswa magang dari SMKN 3 Komodo yang berpartisipasi aktif belajar mengenal metode pengukuran profil pantai di Pulau Padar bersama mahasiswa kelautan. Para siswa magang tampak antusias membantu pengukuran dan tidak menghiraukan panasnya terik matahari di pesisir pantai Pulau Padar. Berdasarkan data perhitungan derajat dan persentase kemiringan pantai di Long Beach Padar, diperoleh informasi bahwa kemiringan pantai Long Beach termasuk pada klasifikasi kelas landai- miring dengan rata-rata persentase pada setiap transeknya mencapai 7-11%, serta memiliki potensi terjadinya perubahan garis pantai. Menariknya, pantai Long Beach Padar yang landai dan berpasir kuarsa serta dikelilingi oleh ekosistem terumbu karang yang sehat, menjadi lokasi favorit bagi peneluran penyu hijau dan sisik di Taman Nasional Komodo. Merujuk kepada Laporan Pelaksanaan Kegiatan Monitoring Sarang Bertelur Penyu di Padar Utara Tahun 2020, diketahui bahwa pesisir pantai Long Beach Padar menjadi habitat bagi 9 sarang telur penyu. Penyu-penyu tersebut tampak memiliki kecenderungan untuk membuat sarang disekitar vegetasi rumput lari (Spinifex littoreus). Berdasarkan analisa mahasiswa, hal ini dapat disebabkan karena akar vegetasi rumput lari dapat mengikat butiran pasir dan menghindari terjadinya keruntuhan pasir yang mempermudah mobilitas penyu dalam melakukan penggalian dan penelurannya. Vegetasi menjadi salah satu komponen dan indikator penting bagi pelestarian penyu karena turut melindungi telur penyu dari sinar matahari langsung, mencegah dampak suhu tinggi, dan melindungi sarang dari gangguan predator alpha di Pulau Padar yaitu biawak komodo (Varanus komodoensis). Sementara berdasarkan data kemiringan pantai yang diperoleh, Zahra menekankan kepada pengelola mengenai pentingnya menjaga kelestarian ekosistem pantai Long Beach Padar karena memiliki banyak peran dan manfaat bagi wisatawan dan satwa liar di sekitarnya. Zahra berharap agar metode dan data yang diperoleh dalam kegiatan magang riset ini dapat mendukung ketersediaan data dan informasi bentuk profil pantai. Data tingkat kemiringan pantai Long Beach Padar juga dapat dijadikan sebagai data awal/dasar (T0) untuk selanjutnya dilakukan pemantauan kemiringan berkala di pantai Long Beach dan atau pantai lainnya yang menjadi destinasi wisata alam Taman Nasional Komodo. Zahra berharap agar data pengamatan magang risetnya dapat mengawali penilaian dampak perubahan iklim dan aktivitas wisatawan pada ekosistem pantai, serta merekomendasikan agar Balai Taman Nasional Komodo dapat memberlakukan pengaturan daya dukung daya tampung pada ekosistem pantai agar tetap alam tetap lestari. Zahra turut berharap agar keaktifannya belajar di Taman Nasional Komodo dapat memperkuat motivasi mahasiswa Fakultas Ilmu Perikanan dan Kelautan lingkup perguruan tinggi lainnya di Indonesia untuk melakukan kegiatan magang riset di kawasan konservasi, khususnya Taman Nasional Komodo. Sumber: Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Hendrikus Rani Siga, S.Hut., M.Sc. (+6281353363510) Penulis Berita: Mahasiswa Prodi Ilmu Kelautan Universitas Jenderal Soedirman - Zahra Tufaila Pambudi (+6281283621221) Penyunting Berita: Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6281138290000)
Baca Artikel

Rinjani Begawe Festival 2023

Mataram, 10 Maret 2023. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) mengadakan “RINJANI BEGAWE FESTIVAL 2023” yang akan digelar di Taman Budaya Kota Mataram Provinsi NTB tanggal 18 Maret 2023 mulai pukul 16.00 s/d 22.00 WITA. Pagelaran RBF 2023 tahun ini merupakan kali ke-3 dengan mengusung tema “Komitmen Bersama Menuju Pendakian Kelas Dunia Berkelanjutan”. Perlu diketahui bahwa RBF merupakan kegiatan rutin yang diadakan oleh Balai TNGR dan dilaksanakan menjelang pembukaan kembali destinasi wisata pendakian di Taman Nasional Gunung Rinjani yang sebelumnya ditutup untuk pemulihan dan recovery kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Ada yang berbeda untuk gelaran Rinjani Begawe Festival (RBF) tahun ini dimana festival diadakan di Taman Budaya Kota Mataram, Provinsi NTB. Ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena diadakan secara outdoor di kawasan Resort pintu pendakian. Dalam RBF 2023 juga diadakan Pemilihan Putri Rinjani, Launching Logo World Class Mountaineering, Pengumuman Pemenang Lomba Reels, Penampilan Tari Galang Bulan, Pemutaran Film Manusia dan Rinjani, serta Perform hiburan dari Band Armonica dan Bhavana. Akan tersedia pula stan dari beberapa produk Arei, BRI dan Balai TNGR serta stan dari produk-produk UMKM binaan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani dengan produk unggulan seperti madu, gula aren, kerajinan hasil hutan bukan kayu, dan produk lainnya yang bisa dibeli untuk mendukung kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan hutan Gunung Rinjani. Ramaikan Event RBF (Rinjani Begawe Festival) 2023 di Kota Mataram pada Tanggal 18 Maret 2023 dari Pukul 16.00 hingga 22.00 WITA. Sumber: Balai Taman Nasional Gunung Rinjani
Baca Artikel

Balai Besar KSDA Sumatera Utara Giat Pacu SMART Patrol

Medan,10 Maret 2023. SMART (Spacial Monitoring And Reporting Tools) adalah pedoman yang telah dikembangkan dalam pengelolaan kawasan konservasi dengan sistem basis data. Melihat urgensinya dan dalam upaya memacu penerapan SMART di lingkungan Balai Besar KSDA Sumatera Utara, selama 2 (dua) hari, Selasa – Rabu (7-8/3) dilaksanakan kegiatan Bimbingan Teknis SMART Patrol Berbasis Grid dan SMART Mobile yang diikuti para Kepala Resort Konservasi Wilayah lingkup Balai Besar KSDA Sumatera Utara serta seluruh operator SMART Patrol lingkup Balai Besar KSDA Sumatera Utara dan dari lembaga mitra kerjasama Yayasan Ekosistem Lestari (YEL), di kantor Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Pelaksanaan SMART Patrol ini bertujuan agar dapat meningkatkan sumberdaya manusia petugas resort lingkup Balai Besar KSDA Sumatera Utara dalam pemahaman dan penggunaan SMART Patrol dan SMART Mobile dengan mengoptimalkan pengelolaan kawasan konservasi berbasis SMART. Selain Pengenalan SMART Patrol dilakukan juga praktek penggunaan SMART Mobile yang selanjutnya dapat di report ke dalam aplikasi SMART Patrol agar data dapat dianalisis lebih lanjut. Oleh karena itu peserta dibekali pengetahuan tentang Pengenalan Grid dan Landscape Management, Analisis, Penggunaan Data dan Informasi serta Perencanaan Kegiatan Resort dan Kawasan Konservasi, Penggunaan SMART Patrol serta SMART Mobile. Bimbingan Teknis SMART Patrol berbasis grid dan SMART Mobile ini dipimpin langsung Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara Bapak Rudianto Saragih Napitu, S.Si., M.Si., dengan narasumber dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser dan lembaga mitra Wildlife Conservation Society (WCS). Rudianto dalam arahan dan bimbingannya menekankan bahwa melalui pembekalan SMART Patrol ini diharapkan Resort sebagai unit pengelolaan kawasan konservasi terkecil, dan nanntinya dapat mewujudkan tujuan dengan terselesaikannya permasalahan yang ada di lapangan, efektivitas pengelolaan kawasan meningkat, data terdokumentasi dengan lengkap dan terintegrasi, serta hubungan dengan masyarakat dan para pihak terjalin dengan baik. Di akhir kegiatan sebagai bentuk komitmen bersama seluruh peserta Bimtek dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman, yang nantinya akan menjadi acuan dalam pengelolaan kawasan konservasi berbasis SMART. Keep in Hard Work. Sumber : Yustiil Fazri (PPNPN) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Upaya Bersama Mewujudkan Koeksistensi Manusia dan Gajah di Wilayah OKI

Palembang, 10 Maret 2023 – Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan (BKSDA Sumsel) bersama pemangku kawasan dan pemegang izin konsesi pada areal hutan produksi di sekitar areal Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) pada Kantong Habitat Sugihan-Simpang Heran melakukan konsolidasi dan diskusi terfokus pada Rabu (8/3), di kantor BKSDA Sumsel. Pertemuan tersebut digelar guna merespon kejadian interaksi negatif gajah liar di sekitar areal Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) pada Kantong Habitat Sugihan-Simpang Heran dengan melakukan pembahasan bersama terhadap upaya tindaklanjut, komitmen, serta solusi permanen agar kejadian tidak berulang. Kejadian interaksi negatif masyarakat dengan gajah terakhir, kembali terjadi dimulai pada tanggal 11 Februari 2023 yang secara administratif berada di Desa Bukit Batu, Desa Simpang Heran, dan Desa Banyu Biru, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Lokus sebagian besar berada pada areal tanaman kehidupan masyarakat di dalam kawasan hutan produksi wilayah kelola PBPH PT Bumi Andalas Permai (BAP) pada wilayah pemangkuan KPH Wilayah IV Sungai Lumpur, dengan sesekali berada di Areal Penggunaan Lain yaitu kebun sawit PT Sinar Agro Makmur Lestari (SAML). Kepala BKSDA Sumsel Ujang Wisnu Barata menyampaikan bahwa sampai saat ini, pemantauan terhadap keberadaan gajah-gajah liar yang saat ini berada di dalam wilayah konsesi tetap dilanjutkan melalui pembacaan GPS Collar di Kantor BKSDA Sumsel untuk diinformasikan kepada petugas di lapangan, dalam rangka mengambil langkah-langkah mitigasi yang diperlukan di tapak. “Upaya terdekat yang dapat dilakukan, antara lain membuat blokade untuk menghalau pergerakan gajah (insidentil), penggiringan kelompok gajah agar masuk ke dalam koridornya (insidentil), patroli gabungan bersama tim satgas BKSDA, masyarakat, dan perusahaan (insidentil), serta pembangunan posko reaksi cepat di desa Banyu Biru”, terang Kepala Balai Ujang. Dalam Focus Group Discussion (FGD) ini, BKSDA Sumsel menyampaikan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2023 tentang Pengarusutamaan Pelestarian Keanekaragaman Hayati dalam Pembangunan Berkelanjutan, serta regulasi-regulasi dan Standard Operational Procedure (SOP) terkait perlindungan dan pelestarian satwa liar di dalam dan di luar kawasan hutan, dan khususnya di dalam areal kerja PBPH, yaitu: Disampaikan juga hasil pemetaan, identifikasi, dan inventarisasi kantong-kantong habitat satwa prioritas Provinsi Sumsel, khususnya kantong dan koridor Gajah Liar di Sugihan – Simpang Heran. Topik lainnya adalah terkait penanganan interaksi negatif satwa liar, aspek manajerial, teknis, maupun sosialnya. Dalam pertemuan ini, BKSDA Sumsel bersama para pihak menyepakati upaya tindak lanjut dalam rangka memberikan solusi permanen antara lain: 1) Pembinaan habitat berupa pengkayaan pakan yang disukai gajah di kawasan koridor di dalam areal konsesi, penyediaan artificial saltlick, sebagai tempat menggaram bagi gajah dan menghubungkan antar jalur jelajah dalam koridor, restorasi kawasan lindung untuk untuk meningkatkan tutupan lahan sebagai tempat berlindung dan beristirahat dengan jenis kayu alam spesies lokal; 2) Pembangunan barrier fisik maupun vegetasi (pengaturan komoditi) di batas luar konsesi dan APL yang didahului dengan kajian; 3) Pengaturan areal produksi dan areal tanaman kehidupan di dalam wilayah konsesi dengan memperhatikan komoditi dan tata waktu penanaman serta membangun kesepahaman-kesepakatan dengan masyarakat terkait pemilihan komoditi sebagai barrier di areal APL; 4) Pembentukan Desa Mandiri Konflik; dan 5) Studi ekowisata minat khusus yang terintegrasi di wilayah PBPH-RE PT KEN (masih dalam tahap planning/desain). “Masing-masing pemegang izin konsesi pada areal hutan produksi di sekitar areal PBPH juga telah menyampaikan program keanekaragaman hayati di wilayah konsesinya, khususnya untuk konservasi gajah”, tambahnya. Para pihak yang terlibat dalam pertemuan ini yaitu UPTD KPH Wilayah IV Sungai Lumpur-Riding, Asia Pulp and Paper (APP) Sinar Mas, PT Karawang Ekawana Nugraha, PT Sebangun Bumi Andalas Wood Industries, PT Bumi Andalas Permai, dan PT Bumi Mekar Hijau. (J) Sumber: Balai KSDA Sumatera Selatan
Baca Artikel

Suntikan Dukungan Untuk TN Gandang Dewata

Makassar, 8 Maret 2023. Taman Nasional Gandang Dewata (TNGD) sebagai taman nasional ke-53 yang belum mempunyai organisasi pengelola, berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal KSDAE Nomor: SK.29/KSDAE/SET.3/OTL.0/2/2023 telah ditetapkan Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan sebagai unit pelaksana dan unit pembina teknis organisasi pengelolaan TNGD. Forest Programme IV telah mendukung pengembangan dan pengelolaan TNGD melalui beberapa kegiatan utama yang dituangkan dalam Annual Work Plan (AWP), diantaranya: pembangunan fasilitas dan infrastruktur pengelolaan, penataan dan perencanaan kawasan, penguatan kelembagaan dan SDM, penandaan batas kawasan, patroli dan monitoring hutan serta pemulihan ekosistem. Pelaksanaan Forest Programme IV pada tahun 2023 telah memasuki tahun ke-4. Sebagai kegiatan pertama dalam Annual Work Plan 2023, Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan selaku Project Implementing Unit (PIU) melaksanakan Ekspose Kegiatan Tahun 2022 serta Workshop AWP 2023 di Hotel Harper Perintis Makassar tanggal 7 s.d 8 Maret 2023. Melalui ekspose dan workshop ini diharapkan capaian kinerja pelaksanaan kegiatan Forest Programme IV dapat terdiseminasikan, peran serta dan komitmen para pihak dapat ditingkatkan serta diperoleh masukkan untuk pemantapan rencana kerja tahun 2023. Hal ini sebagaimana disampaikan Ir. Jusman, Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan bahwa tujuan kegiatan ekspose adalah untuk mengkomunikasikan apa yang telah dilaksanakan dan apa yang akan dilaksanakan ke depan. Hadir membuka ekspose, Andi Aco Takdir, S.Pd., M.Pd selaku Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Barat yang menyampaikan arti penting keberadaan TNGD dalam menjaga kelestarian sumber daya alam dan potensi wisata alam di Sulawesi Barat. Selain itu, pengembangan dan pengelolaan TNGD merupakan perjuangan yang panjang dan memerlukan kolaborasi para pihak. Direktur Pengelolaan Kawasan Konservasi Ditjen KSDAE, Ir Jefry Susyafrianto, M.M yang hadir langsung sebagai pemateri, memaparkan terkait kebijakan pengelolaan taman nasional sebagaimana diatur dalam PP Nomor 28 Tahun 2011 jo PP Nomor 108 Tahun 2015 yang meliputi aspek perencanaan kawasan, perlindungan, pengawetan, pemanfaatan secara lestari, evaluasi kesesuaian fungsi, kerjasama pengelolaan dan pemberdayaan masyarakat. Ir Jefry juga menyampaikan bahwa masyarakat bukanlah obyek pengelolaan taman nasional, namun sebagai subyek. Fardi Ali Syahdar, S.S. (Project Manager Fauna & Flora International Sulawesi Office) dan Abdul Syukur, S.Hut (Sulawesi Community Foundation) bertindak sebagai moderator yang memandu jalannya penyampaian materi dan diskusi. Beberapa isu yang mengemuka selama pelaksanaan diskusi antara lain: mendorong skema pembayaran atas jasa lingkungan (payment environmental services), peningkatan peran serta lembaga adat, OPD dan media lokal serta peningkatan pemberdayaan masyarakat dan konservasi jenis asli setempat. Rumusan hasil ekspose akan dijadikan bahan rencana tindak lanjut di tahun 2023, guna mengidentifikasi permasalahan dan tantangan serta memperkuat sinergi kolaborasi dalam pengelolaan TNGD. Acara ditutup dengan closing statement Direktur Pengelolaan Kawasan Konservasi yang menekankan bahwa kolaborasi dengan pemerintah daerah penting sekali dijalin serta perlunya mengawal dan menindaklanjuti hasil ekspose. Kegiatan yang dilaksanakan secara faktual dan virtual ini diikuti 33 peserta dari unsur Organisasi Perangkat Daerah, perangkat desa dan tokoh masyarakat (Lambanan, Rambu Saratu, Tondok Bakaru, Taupe, Mambuliling, Bubun Batu dan Osango), AMAN Mamasa, tokoh perempuan, media lokal, UPT Kementerian LHK, konsultan dan NPMU Forest Programme IV. Sumber: Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Penanggung Jawab Berita: BBKSDA Sulawesi Selatan Call Center BBKSDA Sulsel: 08114600883
Baca Artikel

Kolaborasi Untuk Meru Betiri Lestari

Jember, 8 Maret 2023. Bertempat di Pendapa Wahyawibawagraha, Kabupaten Jember, telah dilaksanakan seremoni penandatanganan kerjasama antara Balai Taman Nasional Meru Betiri (TN MerBeti) dengan Pemerintah Kabupaten Jember. Penandatanganan kerjasama tentang Pembangunan Strategis Yang Tidak Dapat dielakkan berupa Peningkatan Dan Pemeliharaan Jalan (Eksisting) di Kawasan Taman Nasional Meru Betiri Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur ini dilakukan oleh Kepala Balai TN Meru Betiri Nuryadi, S.Hut. M.P dan Bupati Jember Ir H, Hendy Siswanto ST, IPU. Tujuan diadakannya perjanjian kerja sama ini adalah untuk menjamin terwujudnya keutuhan, kelestarian, dan manfaat kawasan TN Meru Betiri serta meminimalkan dampak secara langsung maupun tidak langsung sebagai akibat peningkatan dan pemeliharaan jalan di TN Meru Betiri, melalui peran serta para pihak. Kepala Balai TN Meru Betiri pada kesempatan tersebut menyampaikan banyak terima kasih kepada Bupati Jember dan seluruh jajarannya atas terlaksananya Kerjasama ini dan berharap dengan adanya kerjasama ini dapat memberikan peluang peningkatan kesejahteraan kepada masyarakat disekitar kawasan TN Meru Betiri sehingga kelestarian hutan di TN Meru Betiri dapat terjaga. Kerjasama ini merupakan upaya kolaborasi seluruh pihak untuk konservasi dan menuju Masyarakat Jember yang makmur sejahtera. Kegiatan kerjasama ini tidak hanya berkutat tentang pembangunaan jalan saja, akan tetapi akan menyentuh seluruh aspek pembangunan ekonomi, sosial, budaya, dan pendidikan khususnya yang berada di sekitar kawasan TN Meru Betiri. “Saya perintahkan kepada seluruh OPD Pemkab Jember yang terlibat untuk segera menyusun Rencana Program dan Kegiatan setelah seremoni ini selesai, agar masyarakat Jember yang ada di kawasan TN Meru Betiri dapat merasakan dampak positif dari PKS ini secepatnya” pungkas Bupati Jember saat memberikan sambutan dan arahan di kegiatan penandantanganan PKS ini. Sumber: Alif Aulia Ananda - PEH Ahli Pertama Balai Taman Nasional Meru Betiri
Baca Artikel

Suntikan Bantuan Dari Balai Jalan Untuk Masyarakat Sekitar TN Matalawa

Waingapu, 8 Februari 2023. Perjanjian kerjasama antara Balai Taman Nasional Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) mengamanatkan beberapa kegiatan, salah satunya sosialisasi dan pemberian bantuan usaha ekonomi bagi masyarakat sekitar kawasan hutan. Tujuannya untuk meningkatkan perekonomian masyarakat melalui usaha pertanian yang berkelanjutan. Kepala Balai TN Matalawa, Agung Widodo, Rabu (8/3), didampingi Kepala SPTN Wilayah II Lewa, Judy Aries Mulik beserta kepala resort dan staff, melaksanakan sosialisasi ke kelompok tani hutan (KTH) binaan Balai TN Matalawa. Sosialisasi dilakukan untuk memberikan pengetahuan kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kawasan hutan dari segala kerusakan seperti kebakaran, penebangan, perladangan, dan lain-lain, sehingga fungsinya dapat tetap terus dirasakan oleh masyarakat. Selain sosialisasi, Kepala Balai yang didampingi oleh perwakilan dari BPJN menerima proposal dari KTH untuk permohonan bantuan inkind dalam pengelolaan kebun masyarakat. Kegiatan sosialisasi diakhiri dengan memanen hasil bumi berupa kacang tanah yang ada di kebun masyarakat. Saat ini kebun kacang tersebut dapat dialiri oleh air berkat bantuan mesin pompa air dari Balai TN Matalawa pada tahun 2021. Sumber: Balai Taman Nasional Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti Teks: Safaat Nurhidayat, S.Hut Foto: Safaat Nurhidayat, S.Hut Editor: Dwi Putro Notonegoro, S.Hut, M.S.E, M.Ec
Baca Artikel

PLG Minas Kedatangan Anak – anak PAUD GYTA

Pekanbaru, 7 Maret 2023. Yayasan PAUD GYTA Kids Islami Perawang melakukan kunjungan ke PLG Minas Riau, Senin (27/2). Kunjungan ini untuk memberikan edukasi satwa liar dilindungi gajah sumatera. Peserta juga diberi kesempatan memandikan dan memberi makan satwa yang tentunya didampingi para pelatih dan ahlinya. Gajah Bangkin, Vera dan Dayang menyambut anak - anak dan pendampingnya yang berjumlah 46 orang. Begitu juga para petugas yaitu bang Mukti Ali, bang Khairul Amri dan bang M. Raden Sulaiman dengan ramah menjelaskan dan mengedukasi mereka tentang satwa dilindungi tersebut. Mau lihat secara langsung Bankin, Vera dan kawan kawannya? Datang saja ke Pusat Latihan Gajah Minas dengan menghubungi Balai Besar KSDA Riau di nomor HP 081374742981 atau 082171280190. Sumber: Balai Besar KSDA Riau

Menampilkan 1.185–1.200 dari 2.311 publikasi