Minggu, 31 Mei 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Langkah Kecil Untuk Keberlangsungan Lingkungan Hijau Kota Palembang

Palembang (30/3) - Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan (BKSDA Sumsel) mendapat dukungan penyediaan 15.000 bibit pohon dari PT LG Electronics Indonesia yang diagendakan dalam acara serah terima bibit pohon, dilanjutkan dengan penanaman 100 pohon di Taman Wisata Alam (TWA) Punti Kayu pada Kamis (30/3). Jenis-jenis yang ditanam adalah tembesu (Fagraea fragrans), matoa (Pometia pinnata), durian (Durio zibethinus), rambutan (Nephelium lappaceum), jambu air (Syzygium aqueum). Dalam sambutan yang disampaikan oleh President of LG Electronics Indonesia melalui Ewan, Branch Manager Palembang for LG Electronics Indonesia mengatakan bahwa penyediaan 15.000 bibit pohon merupakan wujud dukungan kepedulian PT LG Electronics Indonesia terhadap upaya pemerintah dalam menjaga dan melindungi lingkungan hidup yang berkelanjutan dan usaha dalam mengurangi emisi karbon. “Sebuah kebanggaan jika kampanye ini juga merambah kota lain di Indonesia termasuk di Kota Palembang yang menjadi salah satu cabang Kantor LG Electronics Indonesia”, ungkap Ewan. “Lewat kolaborasi dengan BKSDA Sumatera Selatan, semoga langkah kecil ini memberikan manfaat besar bagi keberlangsungan lingkungan hijau di Indonesia khususnya di Kota Palembang,” tambahnya. Sementara itu, Kepala BKSDA Sumsel Ujang Wisnu Barata menyambut baik dukungan penyediaan bibit pohon tersebut dan akan ditindaklanjuti dengan penanaman di kawasan konservasi yang menjadi target pemulihan ekosistem dan desa-desa sekitarnya. Pelaksanaan pemulihan ekosistem merupakan salah satu tugas fungsi BKSDA Sumsel dalam pengelolaan kawasan konservasi di Provinsi Sumatera Selatan dan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. “Pelaksanaan pemulihan ekosistem di kawasan konservasi sejalan dengan terbitnya Keputusan Menteri LHK Nomor 168 Tahun 2022 tentang Forest and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030 untuk Pengendalian Perubahan Iklim”, terang Ujang. “Selain di TWA Punti Kayu ini, bibit-bibit yang merupakan jenis-jenis Multi Purpose Tree Species (MPTS) tanaman asli kawasan tersebut akan ditanam melalui pelibatan Kelompok Tani Hutan Konservasi (KTHK) untuk pelaksanaan peningkatan cadangan karbon pada blok rehabilitasi di SM Dangku, SM Isau-Isau, HSA KH Gumai Tebing Tinggi, dan HSA PLG KH Isau-Isau,” ungkapnya. “Ini merupakan momen kita bersama dalam bersinergi menjaga dan merawat alam melalui berbagai aktivitas positif. Kita adalah generasi yang berdamai dengan alam,” pesan Ujang. Kegiatan ini dihadiri unsur UPT KLHK Lingkup Provinsi Sumatera Selatan, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan, Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan, Dinas Lingkungan Hidup Kota Palembang, Badan Restorasi Gambut dan Mangrove, PT Indosuma Putra Citra, dan Saka Wanabakti Daerah Sumatera Selatan. (A) Sumber: Balai KSDA Sumatera Selatan
Baca Artikel

Kunjungan Spesial dan Bermanfaat Untuk TN GGP

Cibodas, 31 Maret 2023. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/BAPPENAS didampigi Sekretariat Direktorat Jenderal KSDAE, Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi (PJLKK), Direktorat Bina Pengelolaan Pemulihan Esensial (BPPE), Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi (RKK), Direktorat Pengelolaan Kawasan Konservasi (PKK) dan Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik (KKHSG) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyambangi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) pada tanggal 29 Maret – 31 Maret 2023. Fokus kunjungan kerja kali ini untuk melakukan identifikasi isu strategis di tingkat tapak dan rencana pengelolaan di TNGGP pada tahun 2024; identifikasi kegiatan yang menjadi prioritas dalam pengelolaan kawasan konservasi, memperoleh informasi dan identifikasi daya dukung daya tampung pariwisata di taman nasional. Rombongan yang berjumlah 25 orang ini diterima langsung oleh Kepala Balai Besar TNGGP, Sapto Aji Prabowo, S.Hut., M.Si. yang diawali dengan paparan pengelolaan TNGGP yang disampaikan Kepala Balai Besar. “Ada 7 isue strategis di TNGGP yaitu Geothermal, Cable-Car, Jalan Tol, Kemantapan Kawasan, Penataan Wisata, Garapan ex-Perhutani dan BMN terdampak gempa Cianjur", ungkap Sapto Beberapa tantangan pengelolaan juga tak lepas menjadi perhatian seperti dukungan anggaran yang belum sebanding target pemulihan ekosistem, sarpras terdampak gempa dan potensi konflik tenurial. Pimpinan rombongan yang diwakili Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air BAPPENAS Dr. Nur Hygiawati dalam sambutannya mengapresiasi atas capaian pengelolaan TNGGP saat ini meskipun harus terus ditingkatkan untuk pengelolaan yang lebih baik. “Peluang dukungan anggaran akan datang seiring tersusunnya perencanaan prioritas pengelolaan di TNGGP” ucapnya. Lawatan dilanjutkan ke salah satu resort pengelolaan wisata, disini rombongan disuguhkan potensi wisata ramah lingkungan yang sudah tersertifikasi ISO 9001:2015 yaitu Resort Cibodas. Beberapa aktivitas yang dapat dilakukan seperti wisata alam Air Terjun Ciwalen, Cibeureum, dan pendakian Gunung Gede Pangrango. Kunjungan pada hari kedua dilanjutkan di saung Kelompok Tani Hutan (KTH) Hejo Cipruk Desa Gekbrong yang merupakan wilayah kerja Resort Tegallega. Peserta beraudiensi dengan perwakilan KTH sekaligus meninjau keberhasilan usaha pemberdayaan masyarakat hasil binaan Penyuluh Kehutanan BBTNGGP berupa Green House (GH) budidaya Paprika dan Peternakan Sapi. Destinasi terakhir kunjungan adalah Resort Mandalawangi, andalan wisata yaitu bumi perkemahan dengan panorama danau dan galeri korea. Pengelolaan wisata dengan pelibatan masyarakat di Mandalawangi menjadi contoh sinergitas pemangku wilayah dengan pihak lain. Penghujung lawatan hari ketiga dilakukan di kantor balai dengan diskusi penyusunan rekomendasi pengelolaan TNGGP. Direktur PJLKK, Dr. Nandang Prihadi turut serta dalam sesi ini. Nilai kemanfaatan kawasan hingga multiplier effect bagi masyarkat menjadi poin penting, bukan hanya PNBP-nya saja. Nilai-nilai konservasi dapat menjadi jualan wisata alam yang membedakan dengan wisata lainnya. Semoga apa-apa yang telah disusun bersama ini kelak bisa terwujud demi pengembangan dan kelestarian hutan konservasi. Sumber: Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Teks : Agus Deni @agustdenie Foto : Tim Publikasi BBTNGGP
Baca Artikel

Pendampingan KTH Binaan BBKSDA Riau

Pekanbaru, 30 Maret 2023 - Balai Besar KSDA Riau pada tanggal 21-23 Maret melakukan pendampingan kepada Kelompok Tani Hutan (KTH) baru binaan yang berada di Desa Kuntu, Kec. Kampar Kiri, Kab. Kampar dan di Desa Petai, Kecamatan Singingi Hilir, Kab. Kuantan Singingi. Pendampingan dilakukan pada KTH Toeroba Amanah di Desa Kuntu dan KTH Singagak Lintang di Desa Petai. KTH Toeroba Amanah akan melakukan usaha budidaya ikan dengan jenis lokal sebagai komoditi utama yaitu Ikan Kapiek. Ikan tersebut adalah ikan asli dari sungai yang melintasi desa Kuntu juga Ikan nila, gurami, dan sebagainya. Sementara KTH Singagak Lintang akan melakukan budidaya sapi. Selain pendampingan , juga dilakukan pemilihan pengurus inti yaitu Ketua, Sekretaris dan Bendahara. Hasil dari pemilihan ditandatangani dalam Berita Acara pembentukan KTH. Tim fasilitator menjelaskan teknis pemberian bantuan ekonomi produktif kepada kelompok dan ketertiban administrasi yang harus dipenuhi. Pembentukan kelompok juga dihadiri oleh Kepala Desa, beliau menyatakan komitmennya untuk mendorong kemajuan kelompok dan akan ikut menyertakan BUMDES sebagai modal kelompok. Fasilitator memberikan motivasi dan arahan pengembangan kelompok termasuk pentingnya kesolidan, saling percaya dan pertemuan rutin KTH. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Mitigasi Konflik Orangutan Tapanuli Membutuhkan Kolaborasi

Padangsidimpuan, 27 Maret 2023. Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis) salah satu spesies kera besar, yang hanya ditemukan di Ekosistem Batang Toru, meliputi hutan dataran tinggi tersebar di tiga kabupaten Tapanuli di Propinsi Sumatera Utara, yaitu : Kabupaten Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan dan Tapanuli Tengah. Berbeda dengan kedua orangutan lainnya (Orangutan Sumatera dan Orangutan Kalimantan), Pongo tapanuliensis memakan jenis tumbuhan yang belum pernah tercatat sebagai jenis pakan, termasuk biji Aturmangan (Casuarinaceae) dan buah Sampinur Tali/Bunga (Podocarpaceae). Keberadaan Orangutan Tapanuli di Ekosistem Batang Toru, tidak bisa terhindar dari timbulnya konflik dengan warga di sekitar ekosistem tersebut. Khusus untuk Kabupaten Tapanuli Selatan, berdasarkan catatan yang ada, konflik kerap terjadi dalam kurun waktu 6 (enam) bulan terakhir, setidaknya satu konflik terjadi setiap bulan. Adapun desa rawan konflik dengan satwa liar ini, diantaranya : Desa Luat Lombang, Kecamatan Sipirok, Desa Bulu Mario, Kecamatan Sipirok, Desa Pagaran Pisang, Kecamatan Arse, Desa Aek Haminjon, Kecamatan Arse dan Lokasi PLTA Batangtoru. Menyikapi tingginya kerawanan konflik warga dengan Orangutan Tapanuli, pada tanggal 15 – 16 Maret 2023, Yayasan Orangutan Sumatera Lestari – Orangutan Information Centre (YOSL – OIC) berinisiasi melaksanakan kegiatan Koordinasi dan Sosialisasi Mitigasi Konflik Manusia dan Orangutan Tapanuli, di dua kecamatan di Tapanuli Selatan. Bertindak sebagai narasumber dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok, Refdi Azmi, SH. Refdi Azmi dalam paparannya menjelaskan beberapa jenis – jenis satwa yang dilindungi, termasuk diantaranya satwa endemik Tapanuli yaitu Orangutan Tapanuli. Kerentanan konflik dengan warga dapat mengancam kelestarian satwa liar yang dilindungi undang-undang ini, mengingat Orangutan Tapanuli sangat lambat berkembangbiak, dengan jarak melahirkan dari anak yang satu ke yang lainnya membutuhkan waktu sekitar 8 sampai 9 tahun. Oleh karena itu perlu dilakukan langkah-langkah dan upaya penanganan konflik secara konkrit dan nyata dengan memperhatikan kaedah-kaedah konservasi, yaitu memperhatikan kelestarian dan keberlangsungan hidup satwa ini. Selain itu juga diharapkan dalam upaya mitigasi konflik ini tidak hanya dilakukan pihak-pihak tertentu saja, melainkan secara bersama berkolaborasi, yang melibatkan berbagai pihak/unsur/elemen, dalam menangani dan menyelesaikannya. Sumber : Efrina Rizkiyah Pohan, SP. (Penyuluh Kehutanan) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Penanganan Konflik Satwa Liar Dibahas Dengan FGD Kolaboratif

Kabanjahe, 24 Maret 2023. Balai Besar KSDA Sumatera Utara bersama dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pemerintah Kabupaten Karo serta lembaga mitra kerja Balai Besar KSDA Sumatera Utara melaksanakan Focus Group Discussion (FGD), Kamis (16/3), di kantor Bidang KSDA Wilayah I Kabanjahe. FGD ini dimaksudkan untuk membahas upaya-upaya penanganan konflik antara manusia dan satwa liar di Kabupaten Karo yang intensitasnya mulai dirasakan saat ini. Langkah awal yang dapat dilakukan dalam waktu dekat ini adalah dengan melakukan survey potensi konflik manusia dan satwa liar di desa-desa sekitar habitat satwa liar terkhusus jenis satwa Orangutan Sumatera (Pongo abelii) yang termasuk dilindungi undang-undang. Pihak-pihak yang ikut terlibat dalam FGD berasal dari berbagai instansi, antara lain KPH Wilayah XV Kabanjahe, Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, Balai PSKL Wilayah Sumatera, lingkup Pemerintahan Daerah Kabupaten Karo (Dinas Lingkungan Hidup, Camat Merdeka, Camat Mardingding dan Camat Kuta Buluh), Polsek Berastagi, Polsek Kuta Buluh, dan beberapa LSM/NGO seperti YOSL-OIC, YEL serta FORINA. Kepala Bidang KSDA Wilayah I Kabanjahe, Mustafa Imran Lubis, SP. mengharapkan dari pertemuan ini akan tercapai hasil kesepakatan bersama yaitu kedepannya dibentuk Satgas mitigasi konflik manusia dan satwa liar di tingkat Kabupaten Karo, pembentukan desa mandiri konflik dan masyarakat peduli satwa liar, serta operasi sapu jerat dan penertiban senapan angin di desa sekitar habitat satwa liar. Perlindungan terhadap satwa liar terutama satwa liar yang dilindungi undang-undang adalah tanggung jawab kita bersama. Adanya konflik antara satwa liar dan manusia memiliki beberapa penyebab yang sebenarnya tanpa kita sadari kebanyakan karena manusia itu sendiri. Untuk itu, perlu secara bersama-sama mengharmonisasikan kehidupan manusia dan satwa liar agar tidak saling terganggu. Sumber : Hafsah Purwasih, S.Hut. (Penyuluh Kehutanan) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Memberdayakan Masyarakat Di Lereng Argopuro

Situbondo, 21 Maret 2023. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur (BBKSDA Jatim) melakukan pembentukan kelompok konservasi binaan di Desa Tamankursi, kecamatan Sumbermalang, Situbondo. Kelompok yang bernama Kelompok Konservasi Tamankursi Bangkit beranggotakan 20 orang masyarakat desa setempat yang didampingi seorang calon Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM). Kegiatan yang tepatnya dilakukan di Balai Desa Tamankursi, turut dihadiri Kepala Bidang KSDA Wilayah III Jember, Kepala Seksi Konservasi Wilayah VI Probolinggo, Kepala Desa Tamankursi, PKSM, dan anggota kelompok konservasi yang dibentuk. Selain pembentukan kelompok binaan, kegiatan juga diisi dengan penandatanganan Nota Kesepahamam antara BBKSDA Jatim dan Desa Tamankursi, penyusunan AD/ART kelompok, penyusunan Rencana Kerja, serta penyusunan proposal kegiatan. Desa Tamankursi merupakan salah satu desa penyangga dari kawasan konservasi Suaka Margasatwa Dataran Tinggi Yang. Kawasan yang memiliki luas 14.177 Ha ini merupakan rumah bagi berbagai dari jenis satwa liar dan terkenal memiliki keindahan savana-savananya. Kawasan yang lebih dikenal dengan Gunung Argopuro ini merupakan trek terpanjang pendakian di Pulau Jawa. Berbeda dengan desa penyangga lainnya, desa Tamankursi memiliki jalan yang sempit dan terjal, sehingga untuk menjangkaunya tim lebih memilih kendaraan roda 2. Melihat antusias anggota kelompok yang tetap semangat mengikuti kegiatan hingga akhir, semoga menjadi modal bagi kelompok untuk bertahan dan berhasil meningkatkan taraf hidup anggotanya dengan usaha pengolahan kopi dan pemasarannya. Sumber : Wiwin Sepiastini, S.Hut., Pengendali Ekosistem Hutan Madya di Seksi Konservasi Wilayah VI - Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Artikel

HUT Kompi Kavaleri Rajawali Bakti Tama di TWA Buluh Cina

Pekanbaru, 20 Maret 2023 - Balai Besar KSDA Riau melalui petugas Resort Buluh Cina melakukan pendampingan HUT Kompi Kavaleri yang diselenggarakan di Taman Wisata Alam (TWA) Buluh Cina, Kec. Siak Hulu, Kab.Kampar, Sabtu (11/3). Kepala Bidang KSDA Wilayah I, Andri Hansen Siregar turun langsung untuk mendampingi bersama Camat Siak Hulu, Polsek Siak Hulu dan Ninik Mamak Buluh Cina. HUT Kompi Kavaleri 6/ Rajawali Bakti Tama dilaksanakan dengan kegiatan Karya Bakti seperti menebar bibit ikan nila di Danau Tanjung Putus yang berada di dalam kawasan TWA Buluh Cina. Jumlah bibit ikan yang ditebar sebanyak 1000 ekor. Selain itu juga di laksanakan gotong royong pembersihan areal camping ground dan di sekitar Danau Tanjung Putus oleh anggota kavaleri dan anggota Resort Buluh Cina. Selamat HUT Kompi Kavaleri 6/ Rajawali Bakti Tama. Sumber: Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Progres Pemulihan Ekosistem & Siaga Siaga Karhutala di SM Padang Sugihan

Palembang, 19 Maret 2023 - Sekretaris Jenderal sekaligus Plt. Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) bersama Plt. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia LHK, Kepala Biro Humas KLHK, dan Direktur Pengelolaan Kawasan Konservasi Direktorat Jenderal KSDAE melakukan kunjungan ke site kerja sama di Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan Provinsi Sumatera Selatan pada Minggu (19/3). Agenda kunjungan ini meliputi rangkaian kegiatan yang dikolaborasikan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan (BKSDA Sumsel) dan mitra kerja sama, PT OKI Pulp & Paper Mills antara lain 1) Meninjau progres kerja sama BKSDA Sumsel dengan PT OKI Pulp & Paper Mills tentang dukungan pemulihan ekosistem dan penanggulangan kebakaran di kawasan SM Padang Sugihan; 2) Penyerahan GPS Collar dari PT OKI Pulp & Paper Mills/Asia Pulp & Paper Sinar Mas ke BKSDA Sumsel; 3) Penanaman pohon di area kerja sama dalam kawasan SM Padang Sugihan; dan 4) Pelepasliaran empat individu satwa dilindungi hasil evakuasi/serahan masyarakat. Dalam diskusi tersebut, Kepala BKSDA Sumsel Ujang Wisnu Barata menyampaikan histori dan upaya penguatan fungsi kawasan SM Padang Sugihan melalui kerja sama yang dijalin dengan PT OKI Pulp & Paper Mills sejak Bulan Juli Tahun 2020. “Program yang berjalan sampai saat ini, telah berkontribusi mendukung upaya pemulihan ekosistem, pelestarian gajah sumatra, perlindungan dan pengamanan hutan serta penanggulangan kebakaran yang menjadi ruang lingkup dalam kerja sama dengan PT OKI Pulp & Paper Mills”, terang Ujang. Bambang Hendroyono juga menjelaskan bahwa progres kerja normalisasi sungai Tampin-Tambatan (21,50 km) dan sungai Cakur-Tambatan (23,30 km) di kawasan SM Padang Sugihan telah memberikan kemanfaatan hidrologis bagi ekosistem air dan ekosistem terestrial lain di sekitarnya serta mendukung upaya konservasi spesies serta kestabilan ekosistem gambut. “Ini merupakan salah satu best practices kelola lansekap, sekaligus solusi dari lapangan/tapak. Tentu upaya ini membutuhkan dukungan Pemerintah Daerah, swasta, akademisi, masyarakat, dan media”, terangnya. Keberadaan gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) sebagai spesies kunci di kawasan SM Padang Sugihan dan area sekitarnya juga menjadi perhatian para pihak, sebagaimana Surat Edaran Dirjen KSDAE Nomor 7/KSDAE/KKH/KSA.2/10/2021 tentang Arahan Pelaksanaan Kegiatan Prioritas Pengelolaan Gajah Sumatera, kantong habitat Sugihan Simpang Heran merupakan salah satu dari delapan kantong habitat di Sumatera Selatan yang menjadi prioritas perlindungan alami dari perburuan dan pencegahan kematian akibat interaksi negatif gajah dengan manusia. “Untuk memantau pergerakan gajah di kantong habitat Sugihan Simpang Heran sebagai deteksi dini, mencegah/meminimalisir interaksi negatif gajah yang selama ini terjadi dengan manusia, BKSDA Sumsel mendapat dukungan dari PT OKI Pulp & Paper Mills/APP Sinar Mas berupa GPS Collar”, ujar Ujang. “Penyerahan GPS Collar ini melengkapi kalung GPS yang sudah dipasangkan pada dua kelompok gajah di kantong habitat Air Sugihan pada Mei 2022 lalu”, tambahnya. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Balai KSDA Sumatera Selatan dengan PT OKI Pulp & Paper Mills berdasarkan perjanjian kerja sama nomor PKS.1150/K.12/TU/REN/7/2020 dan Nomor 09/CAD-OKI/EM/07/2020 tentang Penguatan Fungsi Berupa Dukungan Pemulihan Ekosistem dan Penanggulangan Kebakaran di Suaka Margasatwa (SM) Padang Sugihan Provinsi Sumatera Selatan dan perjanjian kerja sama nomor PKS.2844/K.12/TU/REN/12/2022 dan Nomor 74/SSE-JKT/APP/PKS/12/2022 tentang Penguatan Fungsi Kawasan Suaka Margasatwa Padang Sugihan dan Sekitarnya Melalui Dukungan Perlindungan dan Pengamanan Kawasan Konservasi Keanekaragaman Hayati Serta Pemulihan Ekosistem. Bambang Hendroyono juga menanam pohon serta melepasliarkan empat individu satwa dilindungi di kawasan SM Padang Sugihan. Keempat satwa tersebut berasal dari hasil serahan masyarakat ke BKSDA Sumsel, terdiri dari satu individu satwa baning cokelat (Manouria emys) dan tiga individu satwa buaya muara (Crocodylus porosus). Baning cokelat dan buaya muara termasuk dalam daftar jenis satwa dilindungi sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi. Baning cokelat termasuk dalam IUCN Red List kategori spesies pada tingkat terancam kritis (critically endangered) dengan wilayah sebarannya hampir di seluruh wilayah Pulau Sumatera dan Pulau Kalimantan. Sedangkan buaya muara termasuk dalam IUCN Red List kategori spesies pada tingkat resiko rendah (least concern) dengan wilayah sebarannya hampir di seluruh wilayah Indonesia. Hadir dalam acara ini, unsur UPT KLHK lingkup Provinsi Sumatera Selatan, yaitu BKSDA Sumsel, BPKHTL Wilayah II Palembang, BPDAS Musi, BPSILHK Palembang, BPTH Wilayah I, BPHL Wilayah V Palembang, Balai PPI Wilayah Sumatera, Balai Gakkum Sumatera, BTN Berbak Sembilang; Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan; Universitas Sriwijaya; dan APP Sinar Mas. Sumber: Balai KSDA Sumartera Selatan
Baca Artikel

Komitmen Mitra Untuk Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan di TN Taka Bonerate

Bogor, 18 Maret 2023 – Kepala Balai Taman Nasional Taka Bonerate, Bapak Ir. Ahmad Yani dan Country Director Wildlife Conservation Society – Indonesia Programme (WCS-IP), Ibu Noviar Andayani menandatangani dokumen Rencana Kerja Tahunan (RKT), Jum’at (17/03/2023), di Kantor WCS-IP, Kota Bogor. Dokumen Rencana Kerja Tahunan (RKT) Tahun 2022-2023 ini merupakan penjabaran dari Rencana Pelaksanaan Program (RPP) yang disusun sebagai tindak lanjut dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Balai TN Taka Bonerate dengan WCS-IP tentang upaya mengurangi praktik penangkapan ikan yang merusak dan memperkuat sistem pengelolaan perikanan berkelanjutan di wilayah kerja Balai Taman Nasional Taka Bonerate. Dokumen RKT ini berisi rencana kegiatan, lokasi, waktu dan teknis pelaksanaan, output, dan outcome kegiatan serta rencana pembiayaan untuk 1 (satu) tahun kegiatan. Sebagai acuan teknis dalam pelaksanaan kegiatan, diharapkan pelaksanaan kegiatan kerja sama ini dapat berjalan dengan baik dan mencapai target yang telah ditetapkan. Sumber: Balai Taman Nasional Taka Bonerate Teks: Humas Balai TN Taka Bonerate Foto: Nurdin, N (Analis Perencanaan dan Kerjasama) Diedit dan diunggah oleh admin
Baca Artikel

Bakti Rimbawan Sumatera Utara Ke 40, Tanam Pohon dan Donor Darah

Medan, 20 Maret 2023. Hari Bakti Rimbawan Ke 40 kembali diperingati dan dirayakan tahun ini dengan gelaran upacara yang dilakukan di halaman Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Povinsi Sumatera Utara, pada Kamis (16/3). Bertindak sebagai Pembina upacara, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, Ir. Yuliani Siregar, M.AP. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc. dalam arahannya yang dibacakan Pembina upacara menyampaikan bahwa peringatan Hari Bakti Rimbawan tahun ini mengusung tema “Hijaukan Bumi, Birukan Langit”. Tema ini mengandung makna reflektif/evaluasi atas apa yang telah kita lakukan bersama sebagai Rimbawan. Tema ini juga meneguhkan arah dan cara pandang seluruh Rimbawan, dan menggali atau recall memori yang senantiasa ada dalam benak kita tentang peran hutan sebagai elemen dan struktur pembentuk bentang alam dan lingkungan yang perlu senantiasa kita jaga dan rawat bersama. Begitu pula peran atmosfer dan udara sebagai bagian di dalamnya yang harus dijaga untuk tetap bersih dan terefleksi dalam langit biru. Lebih lanjut, Menteri LHK menyampaikan pada kesempatan Hari Bakti Rimbawan Ke 40 ini saya mengajak rimbawan baik di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pemerintah daerah, bisnis leaders dan para aktivis, para pemangku kepentingan yang ada dan seluruh masyarakat, untuk kita dapat bersama bahu membahu memberikan kontribusi pemikiran ataupun kegiatan nyata di lapangan/ masing-masing area of interest/responsibility untuk menyukseskan upaya pengendalian perubahan iklim secara massif dan terukur. “Mari terus kita lakukan konsolidasi Rimbawan Indonesia dari berbagai elemen fungsi di masyarakat, kita terus mengambil langkah aksi nyata pengendalian iklim Indonesia untuk bumi yang lebih baik. Dedikasi semua insan Rimbawan untuk Alam Indonesia yang Rupawan,” ujar Menteri LHK mengakhiri sambutannya. Usai upacara dilanjutkan dengan kemeriahan melalui berbagai kegiatan, yaitu pemotongan nasi tumpeng oleh Kepala Dinas LHK Provinsi Sumatera Utara, perlombaan tarik tambang, balap karung, lomba bakiak, lomba kelereng dan joget balon. Rimbawan Sumatera Utara juga menggelar bakti sosial melalui kegiatan donor darah kerjasama dengan Palang Merah Indonesia (PMI). Tidak cukup sampai disitu, untuk mewujudkan tema peringatan Hari Bakti Rimbawan “Hijaukan Bumi”, Rimbawan Sumatera Utara melakukan aksi nyata penanaman mangrove di Hutan Kemasyarakatan (HKM) Muara Baimbal di Desa Nagalawan, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Deli Serdang, pada Jumat (17/3). Kemeriahan peringatan Hari Bakti Rimbawan pun berakhir sudah, namun spirit dan semangat kebersamaan menjadi inspirasi untuk memulai aktivitas kembali, bekerja lebih baik dan berkarya untuk mewujudkan hutan lestari, masyarakat sejahtera. Hadir dalam upacara seluruh pejabat UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, pejabat lingkup Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, seluruh pegawai, tamu undangan dari Himpunan Pensiunan Kehutanan dan dari mitra kerja. Sumber : Evansus Renandi Manalu (Analis Data) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Momentum Pelestarian Keanekaragaman Hayati dan Perlindungan Satwa Liar

Palembang, 18 Maret 2023 - Direktur Jenderal Pengelolaan Hutan Lestari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Dirjen PHL KLHK) melakukan pelepasliaran dua individu kukang (Nycticebus coucang) ke habitat alaminya di Kawasan Pelestarian Plasma Nutfah (KPPN) Distrik Bagan Rame PT Bumi Andalas Permai (BAP) dan penanaman pengkayaan pakan gajah pada areal koridor PT BAP, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan pada Jumat (17/3). Kukang termasuk dalam daftar jenis satwa dilindungi sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018, kategori Appendix 1 CITES yang berarti tidak boleh diperdagangkan, serta termasuk dalam IUCN Red List dengan status rentan terhadap kepunahan (vulnerable). Wilayah sebaran jenis satwa ini hampir di seluruh wilayah Pulau Sumatera. Sementara itu, jenis yang ditanam dalam pengkayaan pakan gajah antara lain balangeran (Shorea balangeran), pulai (Alstonia scholaris), bintangur (Calophyllum inophyllum), dan rumput king grass. Kegiatan yang merupakan rangkaian agenda kunjungan kerja Dirjen PHL ke Provinsi Sumatera Selatan ini, dikolaborasikan oleh Balai Pengelolaan Hutan Lestari (BPHL) Wilayah V Palembang, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan (BKSDA Sumsel), Asia Pulp & Paper (APP) Sinar Mas dan para pihak terkait lainnya. Agenda kolaboratif ini bertujuan mendorong implementasi Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Pengarusutamaan Pelestarian Keanekaragaman Hayati Dalam Pembangunan Berkelanjutan dan Instruksi Menteri LHK Nomor 1 Tahun 2022 tentang Perlindungan Satwa Liar Atas Ancaman Penjeratan dan Perburuan Liar di Dalam dan di Luar Kawasan Hutan yang menjadi kewajiban pemegang konsesi Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) serta upaya memperkuat peran para pihak pada pelaksanaan program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan “Living in Harmony with Nature: Melestarikan Satwa Liar Milik Negara”. Dirjen PHL Agus Justianto menyampaikan bahwa kukang yang dilepasliarkan ini adalah satwa yang diselamatkan oleh masyarakat dan diserahkan ke BKSDA Sumsel untuk upaya konservasi. “Untuk itu, saya menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam konservasi hidupan liar. Harapan kita bersama, kedua kukang yang dilepasliarkan ini akan mampu beradaptasi di alam tanpa terancam perburuan sehingga kelestariannya dapat terjaga dengan baik. Begitu pun penanaman pakan gajah ini dapat dilanjutkan secara konsisten oleh pihak perusahaan untuk memberi ruang hidup dan habitat yang cukup dalam menopang kehidupan gajah liar. Ini merupakan upaya konkrit mengimplementasikan Surat Edaran saya Nomor 7 Tahun 2022 tentang Perlindungan Satwa Liar yang Dilindungi di Dalam Areal Kerja Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH)”, ujar Agus. Dalam kesempatan ini, Kepala BKSDA Sumsel Ujang Wisnu Barata menghimbau PT BAP, PT Bumi Mekar Hijau (BMH), dan PT Sebangun Bumi Andalas (SBA) agar aktif melindungi keberadaan satwa liar yang ada di areal konsesinya sebagaimana diamanatkan dalam Instruksi Menteri LHK Nomor 1 Tahun 2022. “Terbitnya Inpres Nomor 1 Tahun 2023 merupakan momentum bagi dunia konservasi, dimana Presiden menekankan upaya koordinasi dan integrasi antar Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah agar memperhatikan keberlangsungan pelestarian keanekaragaman hayati dalam setiap proses pengambilan kebijakan pembangunan berkelanjutan”, terang Ujang. Sementara itu, pada kesempatan terpisah, Plt. Dirjen KSDAE, Bambang Hendroyono menyambut baik kegiatan ini. “Ini merupakan langkah mewujudkan pengelolaan tumbuhan dan satwa liar berbasis lansekap, karena khususnya satwa liar, wilayah jelajahnya tidak hanya di hutan konservasi, namun juga di fungsi hutan lainnya bahkan juga di luar kawasan hutan. Penguatan tapak melalui pengelolaan kawasan berbasis resor selayaknya diterapkan oleh semua pemangku kawasan hutan, tidak hanya pada kawasan hutan konservasi, namun juga di kawasan hutan lindung dan hutan produksi sehingga nantinya akan terintegrasi dalam memperkuat sistem data keanekaragaman hayati nasional”, tambahnya. Hadir dalam acara, unsur UPT KLHK lingkup Provinsi Sumatera Selatan, yaitu BPHL Wilayah V Palembang dan Balai KSDA Sumsel; Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan; dan APP Sinar Mas. (J) Sumber: Balai KSDA Sumatera Selatan
Baca Artikel

Sosialisasi Kawasan Melalui Spanduk Himbauan

Bargot Topong, 17 Maret 2023. Berbagai upaya dilakukan untuk perlindungan dan pengamanan kawasan konservasi. Seperti yang dilakukan oleh Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah VI Kota Pinang, dengan pemasangan beberapa spanduk yang berisi informasi tentang kawasan Suaka Margasatwa (SM) Barumun serta himbauan untuk tidak melakukan aktifitas di dalam kawasan, karena perbuatan tersebut melanggar ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Pemasangan spanduk himbauan ini dilakukan petugas saat melaksanakan kegiatan patroli bersama Masyarakat Mitra Polhut (MMP) binaan Seksi Konservasi Wilayah VI Kota Pinang di Morang, Kecamatan Batang Onang, Kabupaten Padang Lawas Utara dan Desa Bargot Topong, Kecamatan Padang Sidimpuan Batunadua, Kota Padang Sidimpuan, yang dilaksanakan dari tanggal 14 sampai dengan 17 Maret 2023. Tingginya kerawanan terhadap gangguan kawasan konservasi, menjadi perhatian khusus jajaran pimpinan Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Oleh karena itu disamping menggiatkan patroli rutin pengamanan kawasan, pemasangan spanduk dan papan-papan himbauan menjadi salah satu cara untuk mensosialisasikan serta memberi peringatan kepada siapa saja yang ingin melakukan kegiatan/aktifitas illegal di kawasan konservasi. Tak kalah pentingnya, petugas juga giat melakukan sosialisasi dan penyuluhan langsung kepada warga, sehingga warga memahami arti penting kawasan konservasi dan ikut menjaga keberlangsungannya. Sumber : Supandi Andi (Polhut) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Pemilihan Putri Rinjani 2023

Mataram, 16 Maret 2023. Ajang Pemilihan Putri Rinjani 2023 telah selesai diselenggarakan pada Kamis (16/3/2023) sore hari di Aula Gedung Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Lombok Timur Provinsi NTB. Grand Final Puteri Rinjani terdiri dari delapan kandidat yang telah melewati karantina selama selama 2 (dua) hari mulai tanggal 15 s.d 16 Maret 2023 di BPVP. Dari para kandidat tersebut terpilih empat orang pemenang sebagai berikut: Pemilihan Puteri Rinjani 2023 ini kali pertama diadakan dan merupakan kerjasama antara Balai Taman Nasional Gunung Rinjani dengan Dinas Pariwisata Lombok Timur, yang didukung oleh BPVP Lombok Timur, Arei Outdoorgear, BRI Kanca Mataram, dan Rinjanica.Ketua Panitia Pemilihan Puteri Rinjani 2023 (Lalu Anggara WS) dan Plh. Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (Daniel A. Rosang) berharap Puteri Rinjani akan bersama-sama dengan TNGR dalam memberikan edukasi kepada masyarakat termasuk generasi milenial untuk peduli dalam kelestarian kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bapak Kepala Dinas Pariwisata Lombok Timur (Iswan Rakhmadi), Beliau mengharapkan agar event Pemilihan Puteri Rinjani ini akan menjadi sebuah event yang menarik dan berkelanjutan untuk tahun-tahun seterusnya serta Puteri Rinjani bisa memberikan edukasi dan ajakan mengenai pentingnya menjaga kelestarian alam Gunung Rinjani. Sumber: Balai Taman Nasional Gunung Rinjani
Baca Artikel

Longsor di Tarutung, Petugas Sosialisasi Warga

Tarutung, 17 Maret 2023. Curah hujan dengan intensitas yang tinggi mengguyur wilayah Kabupaten Tapanuli Utara, pada Rabu (13/3), pukul 15.00 Wib, mengakibatkan perbukitan di ruas jalan Tarutung – Sibolga, tepatnya di Kelurahan Hutatoruan, Kecamatan Tarutung, Kabupaten Tapanuli Utara, mengalami longsor, sehingga akses jalan Tarutung-Sibolga tertutup. Mengetahui peristiwa longsor ini, petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Resort Cagar Alam (CA) Dolok Saut pada Seksi Konservasi Wilayah IV Tarutung segera merespon dengan melakukan pengecekan ke lapangan, pada Kamis (16/3). Di lokasi petugas melakukan koordinasi dengan Lurah Hutatoruan dan mengumpulkan data serta keterangan. Selain itu terlihat warga sedang bergotong royong membersihkan sisa-sisa longsor yang berada di sekitar pemukiman warga. Ada 2 rumah yang terkena dampak longsoran, namun dengan sigap petugas Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Tapanuli Utara bersama warga membersihkan lokasi. Disaat menyambangi warga, petugas juga menyampaikan penyuluhan agar tetap waspada mengingat curamnya perbukitan di sekitar lokasi, dan menghimbau untuk tidak melakukan aktifitas/kegiatan penebangan pohon secara sembarangan. Sebaliknya warga diminta untuk pro aktif melakukan kegiatan penanaman serta perawatan tanaman di sekitar lokasi rawan longsor. Kehadiran petugas Seksi Konservasi Wilayah IV Taurung di lokasi bencana, merupakan respon tanggap serta bentuk simpati dan empati dengan apa yang dialami masyarakat. Petugas nyata hadir di tengah-tengah masyarakat. Sumber : Sahat Berutu, A.Md (Polhut Terampil) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Menyambung Harapan Di Tepi Gunung Abang

Pasuruan, 15 Maret 2023. Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jatim) memfasilitasi pembentukan masyarakat binaan di Desa Kedung Pengaron, Kecamatan Kejayan, Pasuruan, Jawa Timur. Kedung Pengaron merupakan salah satu desa penyangga Cagar Alam Gunung Abang yang memiliki keunikan tanah berwarna merah. Masyarakat desa tersebut umumnya berinteraksi langsung dengan cagar alam dalam bentuk pengambilan kayu bakar (rencek) dan pemanfaatan aliran air Sungai Jrinjing untuk kebutuhan domestik. Pada kegiatan ini dibentuk kelompok binaan bernama Kelompok Konservasi Sejahtera. Nama tersebut dipilih karena memiliki makna kelompok yang dibentuk diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi anggotanya tanpa merambah kawasan cagar alam. Anggota kelompok merupakan masyarakat Kedung Pengaron yang kesehariannya bersentuhan dengan kawasan konservasi. Dengan adanya kelompok konservasi ini diharapkan dapat membantu merubah kebiasaan masyarakat yang mengakibatkan tekanan terhadap cagar alam. Kelompok Konservasi Sejahtera bersepakat untuk memulai usaha ekonomi produktif berupa budidaya ayam petelur untuk mendukung peningkatan ekonomi masyarakat yang modal usahanya pada tahun 2023 akan difasilitasi oleh BBKSDA Jatim dan didukung oleh dana Desa Kedungpengaron. Selain usaha ekonomi produktif, Kelompok Konservasi Sejahtera juga memiliki program pelestarian lingkungan hidup dan kehutanan dalam bentuk edukasi terkait fungsi lingkungan dan Cagar Alam Gunung Abang, membantu pengembangan tanaman langka yakni tumbuhan Sempu (Dillenia pentagyna) dengan dukungan informasi konservasi dari BBKSDA Jatim. Sumber : Veve Ivana Pramesti, S.Hut. - Penyuluh Kehutanan di Seksi Konservasi Wilayah VI, BBKSDA Jatim
Baca Artikel

Siswa SD Sekitar TN MerBeti “Hijaukan Bumi Biru Langit”

Jember, 15 Maret 2023. Menyambut Hari Bakti Rimbawan 2023 tanggal 16 Maret 2023, Balai Taman Nasionak Meru Betiri (TN MerBeti) melakukan penanaman bersama siswa-siswi SDN Wonoasri 02 di kawasan Taman Nasional Meru Betiri, Resort Wonoasri, Rabu (15/3). Kegiatan ini diharapkan dapat membangkitkan kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan dan konservasi alam sesuai dengan tema Hari Bakti Rimbawan 2023 yaitu "Hijaukan Bumi, Birukan Langit". Penanaman dilakukan bersama 16 orang siswa beserta guru pendamping SDN Wonoasri 02 dengan berbagai jenis tanaman di antaranya adalah nangka, sirsak, sukun, pete, matoa, jengkol, dan beringin. Total jumlah tanaman yang ditanam mencapai 110 batang. Dalam sambutannya, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Ambulu mengatakan bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk menjaga kelestarian alam. Ia juga mengajak para siswa dan masyarakat sekitar untuk selalu menjaga lingkungan sekitar dan melakukan aksi nyata dalam upaya pelestarian alam. Para siswa yang ikut dalam kegiatan penanaman bersama ini juga sangat antusias dan senang dapat berpartisipasi dalam kegiatan yang bernuansa lingkungan ini. Mereka belajar cara menanam yang benar dan merasa bangga dapat berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam. Kegiatan penanaman bersama ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat sekitar untuk melakukan aksi nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan dan konservasi alam. Juga diharapkan dapat membangun kesadaran tentang pentingnya menjaga keberlangsungan hidup manusia dan seluruh makhluk hidup di bumi ini, juga menjadi bukti bahwa setiap orang dapat berkontribusi dalam menjaga kelestarian alam. Menjadikan bumi kita lebih hijau, biru langit yang semakin cerah. Sumber: Balai Taman Nasional Meru Betiri

Menampilkan 1.169–1.184 dari 2.311 publikasi