Minggu, 31 Mei 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Kerjasama Dengan PT. PLN UIP Sumbagut Akhirnya Akan Berlanjut Kembali

Jum'at, 16 Juni 2023 - Bertempat di aula Bilou Taman Nasional (TN) Siberut, Balai KSDA Sumatera Barat dan PT. PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan (UIP) Sumatera Bagian Utara (SBU) Sumbagut bersepakat untuk melanjutkan kembali kerjasama yang sempat terhenti karena adanya Pandemi Covid-19. Sebelumnya telah dilakukan evaluasi kerjasama oleh Tim Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi (RKK), Ditjen KSDAE bersama Balai KSDA Sumbar dan PT. PLN (Persero) UIP SBU Sumbagut terhadap kerjasama Pembangunan Strategis yang Tidak Dapat Dielakkan dalam rangka Pembangunan dan Pemeliharaan Jaringan Listrik SUTET 275 kV di Suaka Margasatwa (SM) Malampah Alahan Panjang dan Cagar Alam (CA) Batang Pangean I Provinsi Sumatera. Harapannya kerjasama ini dapat berjalan dengan lancar didasari prinsip 3M (mutuall trust, mutual respect, mutual benefit) saling percaya, saling menguntungkan dan saling menghormati. Semoga kerjasama ini dapat memperkuat fungsi kawasan dan memberi manfaat untuk lingkungan serta masyarakat sekitarnya dan terimakasih banyak atas dukungannya Direktur Perencanaan Kawasan Konservasi, Ahmad Munawir dan Tim Direktorat RKK . Sumber : Balai BKSDA Sumatera Barat
Baca Artikel

Petugas Temukan Karhutla Tak Jauh Dari CA. Martelu Purba

Purba Tongah, 27 Juni 2023 - Sesuai instruksi dan arahan Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara kepada seluruh jajaran lingkup Balai Besar KSDA Sumatera Utara untuk mengawasi dan mengamankan kawasan konservasi dari adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), ditindaklanjuti oleh petugas Resort Cagar Alam (CA) Martelu Purba pada Seksi Konservasi Wilayah III Kisaran, Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar, dengan melakukan patroli pencegahan kebakaran hutan di CA Martelu Purba, pada Senin, 26 Juni 2023, tepatnya di Desa Purba Tonga, Kabupaten Simalungun. Giat patroli ini dilaksanakan bersama dengan mahasiswa PKL dari Universitas Sumatera Utara (USU), dan hasilnya ditemukan areal bekas kebakaran seluas 18 m2 (di dua lokasi) di kawasan hutan lindung yang ditumbuhi semak, sekitar 20 meter dari pal batas kawasan CA. Martelu Purba. Diperkirakan peristiwa kebakaran ini terjadi pada Minggu, 25 Juni 2023, dan dugaan sementara akibat kegiatan pembersihan lahan dari tumbuhan semak oleh warga. Upaya tindak lanjut yang dilakukan oleh petugas Resort CA Martelu Purba bersama dengan mahasiswa adalah berjaga di lokasi kebakaran serta memberikan penyuluhan kepada warga tentang bahaya atau dampak dari kebakaran hutan dan lahan. Kemudian petugas juga melakukan koordinasi dengan jajaran Pangulu (pemerintahan desa) Purba Tongah untuk ikut mengawasi serta mengedukasi warga agar tidak melakukan aktifitas pembakaran baik lahan maupun kawasan hutan, termasuk kawasan CA. Martelu Purba, karena perbuatan tersebut melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Memperhatikan peringatan dini dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi dalam tahun 2023 akan terjadi musim kemarau lebih kering dari biasanya atau sering disebut dengan fenomena El-Nino, yang berpotensi menjadi penyebab terjadinya bencana karhutla lebih tinggi lagi, sehingga memerlukan perhatian yang serius agar peristiwa tersebut dapat dicegah atau diminimalisir. Petugas Resort CA Martelu Purba, sesuai dengan arahan Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, akan terus memantau keberadaan kawasan dan menjalin komunikasi serta koordinasi dengan berbagai pihak. Sumber : Al Haris Ruhidi, SP., M.Si. (Kepala Resort CA. Martelu Purba) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Mahasiswa Korea Selatan dan Institut Pertanian Bogor Belajar Konservasi Alam di Plunyon, Taman Nasional Gunung Merapi

Artikel ini sudah tayang disini dengan judul “Oppa Korea dan Mahasiswa Bogor Belajar Konservasi Alam di Plunyon” Sleman, 24 Juni 2023 - Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) mendapat kehormatan menerima kunjungan fieldtrip rombongan dosen dan mahasiswa dari Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, Institut Pertanian Bogor serta perwakilan dosen dan mahasiswa dari 5 (lima) universitas di Korea Selatan. Kunjungan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 24 Juni 2023. Rombongan tersebut berjumlah 25 (dua puluh lima) orang ini diterima di aula kantor Balai TNGM. Dalam kesempatan ini, Kepala Balai TNGM yang diwakili oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Dr. Pairah dalam penjelasannya menyampaikan bahwa sebuah kehormatan, TNGM menjadi salah satu tujuan fieldtrip, dan inilah saatnya memperkenalkan konservasi alam di Indonesia, terutama yang ada di TNGM dengan segala keanekaragaman hayatinya. Harapan kami, rombongan dapat mengenal lebih lanjut pengelolaan di TNGM dengan langsung ke lapangan, ungkap Pairah. Dalam kesempatan pertama, pemaparan tentang pengelolaan TNGM disampaikan oleh Dr. Tri Atmojo dan Dr Ruky Umaya, keduanya adalah Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Balai TNGM. Juga disampaikan tentang metode penilaian efektifitas pengelolaannya, serta hubungan kelembagaan Balai TNGM dengan Kesultanan Ngayogyakarta. Paparan ini menjadi bahan diskusi yang lebih dinamis. Kemudian rombongan melanjutkan kunjungan ke Kalikuning Park, untuk lebih mengenal pengelolaan TNGM lebih dekat. Pemaparan selanjutnya disampaikan oleh Nur Anifah, S.Bio, selaku PEH Balai TNGM, tentang pemulihan ekosistem, penanaman pasca erupsi serta monitoring suksesi primer dan sekunder. Paparan ini pun menjadi diskusi yang dinamis tentang monitoring plot permanen, pertumbuhan dan kematian tumbuhan endemic Acacia decurens, serta forest healing. Kepala Balai TNGM Muhammad Wahyudi, yang dihubungi secara terpisah menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB), yang telah memilih TNGM sebagai tempat kunjungan lapangan bagi 5 (lima) Universitas di Korea. Kunjungan tersebut menjadi salah satu bukti, bahwa TNGM sebagai salah satu laboratorium alam, tidak akan pernah habis dikaji dan dipelajari karena mempunyai potensi yang luar biasa termasuk potensi Bioprospeksi nya, tutup Wahyudi Sumber : Balai TN Gunung Merapi
Baca Artikel

Plunyon Sebagai Kawasan Konservasi Berbasis Tapak Menjadi Lokasi Kunjungan Rapat Kerja

Artikel ini sudah tayang disini dengan judul “Plunyon, Taman Nasional Gunung Merapi, Kawasan Konservasi Berbasis Tapak” Sleman, 23 Juni 2023 - Obyek Wisata Alam (OWA) Plunyon, di Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), menjadi lokasi kunjungan lapangan para peserta Rapat Kerja Pengendalian Pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ekoregion Jawa Tahun 2023. Kawasan konservasi ini merupakan salah satu contoh pengelolaan kawasan konservasi berbasis tapak di Pulau Jawa. Kunjungan lapangan ini dilaksanakan pada Jumat, 23 Juni 2023, sebagai rangkaian Rapat Kerja Pengendalian Pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Ekoregion Jawa Tahun 2023 di Yogyakarta, sehari sebelumnya. Rapat Kerja tersebut dihadiri oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Kementerian LHK), Dinas LHK Provinsi, BAPPEDA Provinsi, di seluruh Pulau Jawa serta Perguruan Tinggi. Kegiatan dimulai dengan trekking bersama dengan para peserta Rapat Kerja, dan dipaparkan lebih detail tentang kondisi OWA Plunyon yang disampaikan oleh Akhmadi, S.Hut, M.Sc, selaku Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II, Sutris Haryanta, S.H., selaku Kepala SPTN Wilayah I serta Suwiknya, Kepala Resort Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Cangkringan. Selanjutnya, peserta mendapat penjelasan dari Dr Ruky Umaya, S.Hut, M.Si, PEH Muda BTNGM, tentang zonasi TNGM, potensi wisata di TNGM, keanekaragaman hayati TNGM dan potensi bioprospeksi yang ada di TNGM, melalui paparan infografis. Muhammad Wahyudi, Kepala Balai TNGM, menyampaikan apresiasinya karena wilayah Plunyon, dijadikan tempat untuk kunjungan lapangan para peserta Rapat Kerja. Pemilihan lokasi ini sebagai lokasi benchmaking karena dianggap sudah melakukan pengelolaan sampai tingkat tapak, dengan model Resort Based Management (RBM) dimana semua data dan infornasi di tingkat lapangan diambil dan dikumpulkan untuk diolah yang selanjutnya digunakan untuk pengambilan keputusan pengelolaan kawasan, tutup Muhammad Wahyudi. Sumber : Balai TN Gunung Merapi

Menampilkan 1.105–1.120 dari 2.311 publikasi