Minggu, 31 Mei 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

PEH Berkarya: Terpilih Mewakili Indonesia Pada 8th UNESCO Training Course For Island and Coastal Biosphere Reserve di Pulau Jeju, Korsel

Labuan Bajo, 29 Juni 2023 - Muhammad Ikbal Putera, Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Ahli Muda Balai Taman Nasional Komodo terpilih mewakili Indonesia mengikuti kegiatan 8th UNESCO Training Course for Island and Coastal Biosphere Reserve bertempatkan di Pulau Jeju, Korea Selatan, mulai tanggal 25 – 30 Juni 2023. Kegiatan ini diselenggarakan dan dibiayai penuh oleh UNESCO MAB dan Jeju Special-Governing Province, Republic of Korea dengan menghadirkan perwakilan dari 10 Cagar Biosfer dan berbagai negara, yaitu: Great Sandy Biosphere Reserve (Australia), Gouritz Cluster Biosphere Reserve (Afrika Selatan), Green Belt Biosphere Reserve (Brazil), Guanahacabibes Peninsula Biosphere Reserve (Cuba), Kein Giang Biosphere Reserve (Vietnam), Palawan Biosphere Reserve (Filipina), Komodo Biosphere Reserve (Indonesia), Fuvahmulah Biosphere Reserve (Maldives), North East Tobago Biosphere Reserve (Trinidad dan Tobago), dan Black River GorgesBel Ombre Biosphere Reserve (Mauritius). Kegiatan 8th UNESCO Training Course for Island and Coastal Biosphere Reserve berupaya untuk mengumpulkan para pengelola cagar biosfer dari berbagai belahan dunia untuk mendapatkan penyegaran wawasan terkait dengan konsep cagar biosfer, tren dan dinamika pengelolaan cagar biosfer, studi banding dengan pengelolaan cagar biosfer di Pulau Jeju, dan pertukaran pengalaman serta informasi tentang dinamika cagar biosfer di masing-masing wilayahnya. Kegiatan hari pertama dan kedua (27-28 Juni 2023) terdiri dari rangkaian pemaparan yang disampaikan oleh UNESCO MAB, Sekretariat World Network of Island and Coastal Biosphere Reserves (WNICBR) Jeju, Jeju Special-Governing Province, Korea National Park Service, dan para delegasi pelatihan. Sementara kegiatan pada hari ketiga (27 Juni 2023) merupakan kunjungan lapangan ke beberapa destinasi cagar biosfer dan situs warisan dunia yang ada di Pulau Jeju. Adapun lokasi yang dikunjungi antara lain: Desa Ekowisata Harae-ri, Situs Warisan Dunia Alam Seongsan Ilchulbong, dan Situs Warisan Dunia Alam Manjanggul Lava Tube. Ikbal merasa bahwa kunjungan ke Desa Ekowisata Harae-ri cukup berkesan bagi dirinya. Pasalnya, Desa Harae-ri cukup modern layaknya perumahan/komplek yang dibangun sarana prasarananya dengan sangat rapi dan bersih. Aktivitas wisata yang dilakukan di Desa Harae-ri adalah pembuatan roti tradisional dan penelusuran jalur trekking menuju Sungai Hyodon-cheon. Pada saat mengunjungi rumah pembuatan roti tradisional, seorang perempuan yang merupakan pemiliki rumah roti tersebut tampil di depan dan mulai menjelaskan kilas histori roti tradisional ini bagi penduduk Desa Harae-ri puluhan tahun silam. “Pulau Jeju dulu merupakan lokasi pengasingan di zamannya. Laki-laki pun diminta untuk berperang dan meninggalkan para pasangan dan keluarganya sebatang kara. Perempuan-perempuan Jeju dulu adalah pejuang, meskipun berat, kita tetap berusaha menaklukan kerasnya alam agar keluarga kita tetap hidup. Roti tradisional ini adalah salah satu sejarah hidup yang menyelamatkan penduduk Harae-ri dari kelaparan. Kita memanfaatkan gandum dan hasil pertanian seadanya, dan mengolahnya menjadi roti tradisional kebanggaan kami ini. Namun, seiring berkembangnya zaman dan banyaknya alternatif makanan pokok, roti tradisional ini sudah banyak ditinggalkan. Kami tidak ingin makna sejarah dari roti ini hilang, dan kami percaya dengan mengajarkan cara membuat roti ini dengan wisatawan, akan mempertahankan kebudayaan kami”, tutur pemilik rumah tradisional di Desa Ekowisata Harae-ri. Sambil menunggu roti dipanggang, para delegasi diajak menelusuri jalur trekking menuju Sungai Hyodon-cheon. Ikbal merasa takjub dengan kebersihan lingkungan di Desa Ekowisata Harae-ri. Air sungainya pun bersih dan jernih tanpa ada sedikitpun sampah tersangkut pada bebatuan besar di sepanjang aliran sungai. Jalur trekking-nya pun didesain menarik dengan menggunakan trotoar pejalan kaki yang sama. Penduduk Harae-ri menggambar cicak pada trotoar tersebut untuk menunjukan arah kepada wisatawan kemana harus berjalan kaki, sehingga semestinya tanpa pendampingan penduduk lokal pun, wisatawan tidak akan tersesat. Meski demikian, pemandu lokal Harae-ri menyampaikan bahwa wisatawan yang pertama kali berkunjung ke Desa Harae-ri wajib didampingi oleh masyarakat Harae-ri untuk mendapatkan penjelasan mengenai tata tertib dan beraktivitas di wilayah tempat tinggalnya. Menurut penuturan pemandu lokal, setidaknya 10.000 pengunjung datang ke Desa Hara-eri setiap tahunnya. Destinasi berikutnya yang dikunjungi adalah Puncak Matahari Terbit (Seongsan Ilchulbong) yang merupakan gunung bawah laut yang erupsi dan naik ke atas permukaan, membentuk anak gunung dan daratan baru yang menghubungkannya dengan daratan utama Pulau Jeju. Para delegasi diajak melakukan trekking hingga menuju puncak gunung dengan memakan waktu tempuh sekitar 30-40 menit berjalan kaki. Ribuan orang mengunjungi Situs Warisan Dunia Ala mini setiap harinya dan banyak dari wisatawan yang melakukan wisata keluarga bersama anak-anak mereka. Pengelola destinasi membuat tangga berbahan semen, batu, dan kayu hingga mencapai puncak. Pada bagian puncak sudah disiapkan kursi kayu dan semen untuk wisatawan dapat menikmati sejuknya angin dan indahnya matahari terbit. Buah tangan terkenal di Pulau Jeju adalah jeruk Jeju yang sangat manis dan tidak memiliki biji. Pada saat melakukan trekking, suhu berkisar antara 15oC – 18o C dan cuaca sedikit berhujan. Destinasi terakhir adalah Situs Warisan Dunia Manjanggul Lava Tube yang merupakan salah satu dari belasan gua bawah tanah yang ada di Pulau Jeju. Manjanggul Lava Tube menjadi satu dari dua gua bawah tanah yang dibuka untuk kunjungan wisatawan setiap harinya. Wisatawan dapat menyusuri gua dengan sangat aman dan dilengkapi dengan fasilitas penyusuran gua yang sangat modern. Di dalam gua, wisatawan tidak perlu khawatir karena terdapat lampu-lampu redup berlogokan World Heritage Site yang menerangi jalur trekking-nya. Langit-langit gua-nya pun cukup tinggi yang membuat hembusan angin dan aktivitas kelelawar tidak terganggu oleh kehadiran wisatawan. Ikbal terpukau dengan kedisiplinan dan komitmen wisatawan yang berkunjung ke Manjanggul Lava Tube. Ikbal merasa seluruh wisatawan benar-benar mengikuti ketentuan berwisata sebagaimana dijelaskan pada saat briefing di titik pertemuan. Tidak ada wisatawan yang berusaha menyalakan lampu terlalu terang, tidak ada yang berlarian atau membuat keributan, ataupun tidak ada yang merusak fasilitas atau melakukan aksi vandalisme. Wisatawan yang datang benar-benar fokus pada diri dan kelompoknya untuk menikmati kesunyian dan kesejukan udara di dalam gua Manjanggul Lava Tube. Ikbal bangga bisa menjadi Pengendali Ekosistem Hutan yang mewakili Indonesia pada giat internasional. Ikbal mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan oleh Kepala Balai Taman Nasional Komodo dan MAB Indonesia untuk mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas pegawai melalui pelatihan di Pulau Jeju ini. Kunjungannya ke Pulau Jeju merupakan kali ketiga Ikbal mengikuti kegiatan peningkatan kapasitas di luar negeri dalam dua tahun terakhir, dimana pada tahun 2022, Ikbal berkesempatan mengikuti 2nd Asia Parks Congress di Kinabalu – Malaysia dan 10th Meeting of the World Network of Island and Coastal Biosphere Reserves di Wilhemshaven – Jerman. Setibanya di Labuan Bajo nanti, Ikbal ingin menceritakan ulang pengalamannya di Pulau Jeju kepada para koleganya di Balai Taman Nasional Komodo dan bersama-sama akan membuat inovasi-inovasi baru yang berdampak positif bagi pengelolaan Taman Nasional Komodo kedepannya. Sumber : Balai TN Komodo Penulis dan Penyunting Berita : Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S. (Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Muda)
Baca Artikel

Peningkatan Usaha Ekonomi Produktif di Desa Paromaan

Balai Besar Konservasi Sumberdaya Alam Jawa Timur telah menyelenggarakan Kegiatan Pelatihan Peningkatan Usaha Ekonomi Produktif di Desa Paromaan pada tanggal 18 Juli 2023 berlokasi di Balai Desa Paromaan, Kecamatan Tambak, Kabupaten Gresik. Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Paromaan Bapak Hairul Fatah, S.Pd., Para Anggota Kelompok Tani Hutan (KTH) Mutiara Madu sebanyak 23 orang, dan Para Personil RKW 11 Pulau Bawean. Kegiatan pelatihan dimulai sekitar pukul 10.00 waktu setempat yang dipimpin oleh Moderator yaitu Bapak Abdullah (KaSie Pemerintahan Desa Paromaan), kemudian dilanjutkan Sambutan dari Perwakilan BBKSDA Jawa Timur (Eka Heryadi, S.Hut. selaku Penyuluh Kehutanan Muda pada Seksi KSDA Wilayah III Surabaya) dan Kepala Desa Paromaan. Narasumber pelatihan dari Inspirator Lebah Madu Indonesia (ILMI) Bapak Ahmad Sahrul Alim selaku KaBid Operasional ILMI telah memberikan materi terkait dasar-dasar dan praktek budidaya lebah madu Apis dan Trigona. Berdasarkan hasil eksplorasi dan analisa dari Narasumber, diketahui bahwa potensi madu di Desa Paromaan berupa lebah Apis Cerana dan Trigona. Peserta pelatihan yang merupakan para anggota KTH Mutiara Madu yang telah mempelajari cara budidaya lebah madu yang meliputi jenis lebah madu, produk yang dihasilkan lebah madu, budidaya vegetasi pendukung pakan lebah, dan cara perawatan koloni lebah budidaya hingga panen. Pada sesi praktek para peserta telah berhasil mencoba memindahkan koloni lebah Apis cerana dan Trigona dari pancingan ke kotak budidaya. Pada akhir sesi praktek, Narasumber memberikan tantangan pada peserta untuk membuat kotak budidaya lebah Apis yang mirip dengan model kotak budidaya yang dibawakan oleh Narasumber. Tantangan tersebut langsung direspon dan dikerjakan oleh peserta pada malam harinya. Narasumber menekankan pentingnya para pembudidaya untuk memperbanyak sumber pakan lebah dengan memperbanyak menanam vegetasi pakan bagi lebah madu seperti diantaranya tanaman durian (buah-buahan), air mata pengantin, xantosthemon, dan dombeya. Secara umum, KTH Mutiara Madu telah menunjukkan keseriusan dan kesiapannya dalam membudidayakan lebah madu Apis cerana dan Trigona di Desa Paromaan. Kedepan diharapkan KTH Mutiara Madu bisa menjadi pelopor madu murni khas Pulau Bawean yang dapat memberikan manfaat bagi para konsumen yang membutuhkan madu murni bagi kesehatan dan daya tahan tubuh. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Timur Ditulis oleh : Eka Heryadi, S.Hut. (Penyuluh Kehutanan Ahli Muda)
Baca Artikel

Tim Gabungan Melakukan Pengambilan Sampel Ekologis Bagian Satwa untuk Memastikan DNA Lutung Sentarum

Semujan, 22 Juli 2023 - Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum) bekerjasama dengan Fakultasi Kehutanan dan Lingkungan Institut Pertanian Bogor (IPB) melakukan pengambilan sampel spesimen biologis bagian satwa dari 3 individu Lutung Sentarum (Presbytis chrysomelas ssp.cruciger) di Kaki Bukit Semujan, kawasan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS). Kegiatan yang merupakan bagian dari Studi Bioekologi dan Konservasi Lutung Sentarum di TNDS ini adalah untuk memastikan karakteristik DNA dari Lutung Sentarum dengan mengambil sampel spesimen biologis bagian satwa berupa darah, rambut dan kuku. Satwa yang menjadi sampel kegiatan ini terdiri dari 1 individu berjenis kelamin Jantan dan 2 individu berjenis kelamin Betina yang ditangkap menggunakan perangkap tradisional sehingga tidak membahayakan satwa tersebut. Tim pengambilan sampel ini terdiri dari Tim Balai Besar Tana Bentarum, Tim Peneliti IPB, Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Kehutanan Yogyakarta (BBPSIK Yogyakarta), BKSDA Kalimantan Barat, Sintang Orangutan Center (SOC), perangkat desa serta masyarakat setempat dengan total personil yang ikut 20 Orang. Pelaksanaan pengambilan sampel dilakukan di kaki Bukit Semujan, wilayah kerja Resort Lupak Mawang, Seksi PTN Wilayah V Selimbau, BPTN Wilayah III Lanjak selama 2 (dua) hari mulai dari tanggal 21 s.d 22 Juli 2023. Satwa yang akan diambil sampel sebelumnya dilakukan pembiusan terlebih dahulu, baru kemudiaan dilakukan pengambilan data morfometri (berat badan, panjang badan, panjang ekor, lingkar dada), pengambilan sampel darah, bulu/rambut dan kuku serta pengambilan foto gigi untuk mengetahui umur satwa. Total sampel yang diambil sebanyak 18 sampel yang akan dibagi 2, dimana setiap bagian dikirim ke Laboratorium Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Kehutanan Yogyakarta dan Laboratorium Pusat Studi Satwa Primata (PSSP) IPB. Setelah seluruh rangkaian pengambilan sampel terkumpul, Lutung Sentarum langsung dilepasliarkan kembali ke habitatnya. Dr. Ir. Nyoto Santoso, MS selaku Kepala Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata-Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB berharap dengan pengambilan sampel ini bisa mendapatkan data utuh terhadap bioekologi termasuk genetiknya, sehingga data informasi tersebut bisa digunakan oleh pengelola maupun oleh para peneliti Indonesia karena Lutung Sentarum ini merupakan kekayaan sumber daya hayati yang ada di Indonesia. Selanjutnya perwakilan dari TaNa Bentarum yang ikut dalam kegiatan ini, Syarif M. Ridwan menyampaikan bahwa TaNa Bentarum sangat mendukung terhadap Studi Bioekologi dan Konservasi Lutung Sentarum di TNDS. Harapannya keberadaan spesies yang merupakan temuan baru di TNDS ini dapat menjadi satwa prioritas nasional serta didorong menjadi satwa yang dilindungi undang-undang untuk menjaga kelestariannya”. Secara terpisah Kepala Balai Besar TNBKDS. Wahju Rudianto, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya konservasi jenis dan genetik satwa liar di kawasan TN Danau Sentarum. Kedepan kegiatan ini menjadi langkah awal bagi BBTNBKDS untuk menyusun grand design bagi penelitian lutung sentarum dalam skala yang lebih luas, baik nasional maupun internasional. Sumber : Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Artikel

Survei Genetik Orangutan Sumatera Temukan Sarang

SM. Siranggas, 25 Juli 2023 - Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang bersama dengan lembaga mitra kerjasama Yayasan Ekosistem Lestari (YEL), selama 10 (sepuluh) hari, dari tanggal 11 s.d 21 Juli 2023, melakukan kegiatan Survei Genetik Orangutan Sumatera (Pongo abelii) di kawasan Konservasi Suaka Margasatwa (SM.) Siranggas dan kawasan Hutan Lindung Batu Ardan. Selama sepuluh hari pelaksanaan kegiatan survei, Tim menemukan data beberapa sarang orangutan serta data pohon pakan yang sedang berbuah yang merupakan makanan Orangutan Sumatera. Perjumpaan langsung dengan satwa yang sering juga disebut dengan Mawas ini kerap terjadi, namun karena sifat liarnya serta sangat sensitif saat melihat kehadiran Tim, satwa tersebut segera menghindar dan menjauhi lokasi perjumpaan. Sifat liar ini menyebabkan Tim sedikit kesulitan dalam mengambil feses yang akan dijadikan sampel dalam survei genetik Orangutan Sumatera. Meskipun jadwal kegiatan survei berakhir, namun Tim akan tetap berusaha untuk mencari dan mendapatkan feses tersebut di kegiatan-kegiatan lainnya. Sebagaimana diketahui, bahwa Orangutan Sumatera merupakan salah satu satwa kunci dan termasuk jenis yang dilindungi oleh undang-undang, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor: P.106/MenLHK/Setjen/ Kum.1/12/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa Yang Dilindungi. Keberadaannya saat ini terancam punah, sehingga menjadi tanggung jawab kita bersama untuk dijaga kelestariannya agar terhindar dari kepunahan. Sumber : Balai Besar KSDA Sumatera Utara Edisuanto Situmorang (TPHL SM. Siranggas) dan Hafsah Purwasih, S.Hut. (Penyuluh Kehutanan Ahli Pertama)
Baca Artikel

Kebakaran Lahan Mulai Marak, Petugas Tingkatkan Kesiagaan

Arse Nauli, 25 Juli 2023 - Untuk memantau kondisi kawasan Cagar Alam (CA) Dolok Sipirok dari ancaman kebakaran hutan dan lahan, petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok melakukan giat Patroli Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan selama 3 hari, dari tanggal 21 s.d 23 Juli 2023, di Kelurahan Arse Nauli, Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan. Saat patroli, ditemukan adanya bekas bakaran di kebun milik masyarakat di kawasan APL. Kemudian petugas melakukan koordinasi dengan Lurah Arse Nauli dan menghimbau agar mengedukasi masyarakat untuk tidak lagi menggunakan metode pembakaran dalam membersihkan ladangnya. Patroli berlanjut, kembali ditemukan adanya bekas pembakaran di lahan/ ladang milik warga, Fahmianto Simatupang. Petugas memberi edukasi dan mengingatkan bahwa perbuatannya bisa menimbulkan dampak negatif berupa kerusakan lingkungan, pencemaran (polusi) udara serta penyakit infeksi saluran pernapasan. Oleh karena itu diminta untuk tidak lagi melakukan kegiatan pembakaran lahan. Selain mengedukasi juga dilakukan pemasangan spanduk larangan membakar hutan dan lahan, di areal kebun milik Fahmianto Simatupang. Melihat tingginya intensitas kebakaran lahan milik warga untuk tujuan kegiatan perladangan/kebun yang dapat mengancam kawasan konservasi, petugas meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan dengan melakukan berbagai kegiatan, seperti patroli pengamanan kawasan, sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, pemasangan spanduk himbauan dan larangan membakar hutan dan lahan di beberapa titik rawan serta meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak terkait. Penanganan kebakaran hutan dan lahan tidak bisa dilaksanakan sendiri tetapi membutuhkan sinergitas dari berbagai pihak agar dapat meminimalisir baik peristiwa maupun dampaknya. Sumber : Dany Roy Putra Sitanggang, S.Hut. (Polhut Ahli Pertama) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Wakil Gubenur Sumatera Barat Meresmikan Sistem Pendakian Booking Online TWA Pertama di Indonesia

Senin, 24 Juli 2023 - Bertempat di Sumatera Barat Convention Hall Padang, pembukaan kembali (reaktivasi) Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Marapi dan launching sistem pendakian booking online TWA Gunung Marapi dilakukan. Acara dihadiri oleh Wakil Gubernur, Bupati Agam beserta jajarannya, Bupati Tanah Datar yang diwakili Assisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Kab. Tanah Datar beserta jajarannya, Direktur PT. Semen Padang, BASARNAS, BPPD, Camat Sungai Puar Kab. Agam, Camat Sepuluh Koto Kab. Tanah Datar, Wali Nagari Batu Palano, Koto Baru dan Aia Angek serta para penerima bantuan usaha ekonomi dari tiga kelompok masyarakat dari Pengelola Pendakian Aia Angek, Pengelola Pendakian Koto Baru dan Pengelola Pendakian Batu Palano secara offline dan Direktur PJLKK, bapak DR. Nandang Prihadi, S. Hut. M.Sc. secara online. Pembukaan kembali (reaktivasi) dilakukan oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, DR. Ir. H. Joinaldy, S.Pt., M.Sc., MM., IPM., ASEAN.Eng. Dt. Rajo Pasisia Alam dimana dalam kesempatan ini menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kepala Balai KSDA Sumatera Barat karena telah membuat inovasi baru di Sumatera Barat dan berharap bahwa pendakian sistem booking online yang merupakan booking online pertama Taman Wisata Alam di Indonesia dapat mendatangkan lebih banyak wisatawan ke daerah Sumatera Barat. Sistem booking online ini didukung penuh oleh pemda dan wali nagari setempat dimana sistem pendakian ini dapat dilakukan melalui tiga pintu yaitu Batu Palano yang terletak di Kabupaten Agam serta Koto Baru dan Aia Angek yang terletak di Kabupaten Tanah Datar. Kepala Balai KSDA Sumbar, Ardi Andono menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pihak yang telah mendukung kegiatan sistem booking online ini, dimana sistem ini bertujuan untuk mempermudah pendataan pengunjung, akuntabilitas pengelolaan pendakian dan mempermudah pengunjung melakukan pendaftaran sehingga akan meningkatkan jumlah wisatawan yang tentunya akan meningkatkan pendapatan bagi negara maupun masyarakat sekitar. Aplikasi ini di bangun berkat dukungan PT. Semen Padang melalui kerjasama dengan Balai KSDA Sumatera Barat. Sebelum acara ditutup dilakukan penyerahan bantuan secara simbolis kepada dua kelompok penerima bantuan pengembangan ekonomi masyarakat yaitu kelompok Pengelola Pendakian Aia Angek dan kelompok Pengelola Pendakian Koto Baru.
Baca Artikel

Peses Orangutan Tapanuli Untuk Survei Genetik

Desa Bulumario, 24 Juli 2023 - Dalam rangka mengumpulkan informasi genetik dari beberapa individu orangutan, Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok bersama dengan lembaga mitra kerjasama Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) melakukan pengambilan sampel peses orangutan khususnya di wilayah sebaran populasi Kawasan Ekosistem Batangtoru. Giat ini dilakukan selama 10 hari dari tanggal 11-20 Juli 2023. Hasilnya pada Sabtu, 15 Juli 2023, Tim menemukan satu individu Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis) dewasa, jenis kelamin betina, umur diperkirakan 11 tahun, di Desa Bulumario, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, tepatnya di areal kawasan APL. Perjumpaan ini menjadi istimewa, karena Tim berhasil mendapatkan peses satwa yang kerap juga disebut dengan mawas. Sesuai dengan prosedur yang ditentukan, akhirnya pengambilan peses berjalan dengan lancar. Selanjutnya, pada Kamis, 20 Juli 2023, sampel peses orangutan pun dititipkan sementara di kantor Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok sebelum nantinya dilakukan tindak lanjut penanganannya. Semoga melalui sampel peses Orangutan Tapanuli ini, kelak bermanfaat dalam pemenuhan kebutuhan akan informasi genetik dari satwa liar yang termasuk jenis dilindungi ini. Sumber : Mahdin Oloan Situmorang – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Pesona Belibis di TWA Sicike-cike

Pancur Nauli, 24 Juli 2023 - Taman Wisata Alam (TWA) Sicike-cike yang terletak di dua kabupaten di Provinsi Sumatera Utara, yaitu kabupaten Dairi dan kabupaten Pakpak Bharat, menyimpan kekayaan keragaman hayati yang sangat luar biasa. Kawasan ini menjadi habitat dari ratusan jenis anggrek hutan dan Kantung Semar (Nephentes sp.) serta beragam jenis tanaman obat yang tumbuh subur. Disamping itu, di kawasan konservasi ini juga banyak ditemukan satwa liar yang khas, seperti : Siamang (Symphalangus syndactylus), Mentok Rimba / Itik Liar (Cairina scutulata), Burung Enggang (Buceros Sp.) dan Musang (Paradoxurus hermaprodicus). Salah satu jenis satwa liar yang kerap juga muncul adalah Belibis Batu (Dendrocygna javanica), seperti yang terpantau saat petugas Resort TWA Sicike-cike mendampingi mahasiswa jurusan Biologi Universitas Sumatera Utara (USU) melakukan kegiatan praktek kerja lapangan (PKL) di TWA Sicike-cike belum lama ini, dimana sekumpulan Belibis Batu atau yang sering juga disebut dengan Belibis Polos dan Belibis Kecil sedang berenang di salah satu dari tiga danau di TWA Sicike-cike. Kemunculan sekelompok unggas berparuh datar ini tentunya menarik perhatian. Tidak terpengaruh dan terusik dengan kehadiran petugas bersama dengan mahasiswa, belibis seolah sangat menikmati suasana di danau tersebut. Di waktu-waktu tertentu memang, burung yang dapat mengeluarkan suara siulan sehingga dalam bahasa Inggris dikenal juga dengan whistling duck, akan berkumpul di danau-danau tersebut. Belibis dari keluarga anatidae dan dari genus Dendrocygna merupakan burung pemakan tumbuh-tumbuhan. Di Indonesia, burung belibis terdiri dari dua jenis, yaitu burung Belibis Kembang (Dendrocygna arcuata) dan burung Belibis Batu. Satwa ini berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar). Indukan akan membuat sarang di lubang pohon atau terkadang di tanah. Dalam sekali bertelur dapat menghasilkan 7-17 butir. Dengan kerapnya belibis terlihat berkumpul di danau yang ada di TWA Sicike-cike, mengindikasikan bahwa burung ini merasa tenang dan nyaman berada di kawasan. Burung pengembara ini pun merasa segala kebutuhannya tercukupi selama berada di sana. Sebaliknya, keberadaan dan kelimpahan dari burung-burung air (termasuk belibis) dapat dijadikan sebagai indikator penting dari produktivitas suatu ekosistem lahan basah. Dengan kehadiran belibis, sejatinya mengukuhkan posisi kawasan TWA Sicike-cike menjadi salah satu kawasan wisata konservasi alam unggulan di Provinsi Sumatera Utara yang layak untuk dikunjungi para wisatawan baik lokal maupun mancanegara. Kawasan ini menawarkan berbagai ragam kegiatan yang dapat dilakukan, seperti : pusat pembelajaran (edukasi) konservasi alam, penelitian (riset) keanekaragaman hayati, serta penggalian kearifan budaya lokal mengingat kawasan TWA Sicike-cike menyimpan legenda cerita rakyat yang oleh etnis/suku Pakpak diyakini sebagai asal muasal leluhur mereka, sehingga kawasan ini juga disakralkan serta dijaga/dipertahankan kelestariannya. Bagi para penggiat fotografer, kawasan TWA Sicike-cike menawarkan pula momen-momen keindahan serta keunikan alam, termasuk diantaranya kumpulan burung belibis, yang dapat menjadi sasaran bidikan kamera. Keindahan natural (alami) ini bila dikemas dengan seni fotografi yang menarik, tentunya akan menjadi pesona dan kekuatan magis dalam menginspirasi pengunjung untuk napak tilas menjelajahi kawasan ini. Sumber : Hotber Sianturi – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Meningkatkan Target Capaian Inventarisasi Potensi TSL Melalui Kegiatan Workshop

Putussibau, 21 Juli 2023 - Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum) menyelenggarakan kegiatan Workshop Penyusunan Rencana Pengelolaan Tumbuhan dan Satwa Liar Prioritas di Kawasan TN Betung Kerihun dan TN Danau Sentarum mulai dari tanggal 19 – 21 Juli 2023. Kegiatan yang diselenggarakan bersama Institut Pertanian Bogor (IPB)-University selama tiga hari ini dilaksanakan dengan penyampaian materi dengan menghadirkan beberapa Tenaga Ahli dari Fakultas Kehutanan dan Lingkungan, IPB-University dan Tenaga Ahli dari Rangkong Indonesia sebagai narasumber. Untuk mendukung kegiatan, dihadirkan narasumber dengan tingkat spesialis keahlian mulai dari Ahli Primata, Ahli Mamalia, Ahli Reptil, Ahli Avifauna, Ahli Ikan dan Ahli Tumbuhan. Dalam pembukaan yang dihadiri oleh Kepala Balai Besar Tana Bentarum melalui virtual zoom meeting, beliau menyampaikan kepada peserta untuk mengikuti kegiatan dengan seksama dan kedepannya dapat meningkatkan target capaian Inventarisasi Potensi Tumbuhan dan Satwa Liar di masing-masing wilayah kelolaannya. Tak hanya materi, antuasias 30 peserta Workshop terlihat dihari kedua kegiatan dengan banyaknya pertanyaan oleh para peserta berdasarkan pengalaman di lapangan kepada narasumber saat penyusunan rencana pengelolaan yang dibagi beberapa kelompok. Beberapa materi seperti Teknis Penyusunan Desain Monitoring Populasi Kelompok Mamalia yaitu Beruang Madu, Teknis Penyusunan Desain Monitoring Populasi Kelompok Reptil yaitu Buaya Sinyulong, Teknis Penyusunan Desain Monitoring Populasi Kelompok Primata yaitu Orangutan Kalimantan, Owa/Klempiau, Langur/ Lutung Sentarum, dan Bekantan, Teknis Penyusunan Desain Monitoring Populasi Kelompok Avifauna yaitu Burung Rangkong dan Burung Migran, Teknis Penyusunan Desain Pengelolaan Lokasi Habituasi Pelepasliaran Ikan Arwana, dan Teknis Penyusunan Desain dan Analisis Inventarisasi Potensi Tumbuhan sangat membantu petugas di lapangan untuk mendukung pengumpulan data di lapangan. “saat melakukan survey, sangat disarankan diikuti oleh seorang ahli dengan minimal sering melakukan kegiatan serupa untuk mempermudah pengambilan data dan mengetahui SOP pelaksanaan” tegas Dr. Ir. Nyoto Santoso, MS selaku Kepala Departemen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata-Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB-University sekaligus menjadi Narasumber saat kegiatan. Sumber : Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Artikel

Road to HKAN : Memupuk Jiwa Korsa, Polhut Se-Jabalnusra Berlatih Menembak Bersama

Yogyakarta, 20 Juli 2023 - Polisi Kehutanan seyogyanya mendapat peningkatan kapasitas secara periodik. Hingga kemudian Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara (BPPHLHK Wilayah Jabalnusra) melaksanakan pelatihan menembak. Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Kamis, 20 Juli 2023. Kegiatan pelatihan menembak ini dilaksanakan dalam rangka meningkatkan ketrampilan dan kemampuan bagi personil SPORC, POLHUT, PPNS lingkup BPPHLHK Wilayah Jabalnusra. Pelatihan ini sekaligus meningkatkan jiwa korsa sesama rimbawan di lingkup Kementerian LHK wilayah Jabalnusra. Pelatihan menembak ini dilaksanakan di lapangan tembak Mako BRIMOB Gondowulung POLDA D.I Yogyakarta dan diikuti oleh 127 orang peserta dari BPPHLHK Wilayah Jabalnusra, Balai TN Gunung Merapi (TNGM), Balai KSDA DIY, Dinas Kehutanan DIY, ditambah Kepala UPT BBSILHK, BPSKL, PPPE Jawa. Dalam kesempatan ini, dilaksanakan rangkaian pembekalan dan penyegaran pengetahuan kesenjataapian, dilanjutkansesi latihan tembak senapan genggam jenis pistol type Glock dan HS, serta sesi latihan tembak laras panjang PM3 A3 Cakrawana. Dalam kesempatan terpisah, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi, Muhammad Wahyudi, menyampaikan, terima kasih pada BPPHLHK yang telah melaksanakan pelatihan menembak untuk Unit Pelaksana Teknis (UPT) wilayah Jabalnusra. Besar harapan pelatihan ini dilaksanakan secara periodik. Sumber : Balai TN Gunung Merapi
Baca Artikel

Membudayakan Konservasi dan Mengkonservasi Budaya

Madiun, 17 Juli 2023 - Dalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Tahun 2023, Bidang KSDA Wilayah I Madiun bersama Yayasan Konservasi Elang Indonesia (YKEI) menggelar Seminar Road to HKAN 2023 yang bertempat di Eduwisata Ndalem Kerto Ngrupit Ponorogo, 17 Juli 2023. Dengan mengusung tema “Membudayakan Konservasi dan Mengkonservasi Budaya” kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Balai Besar KSDA Jawa Timur, Nur Patria Kurniawan, S.Hut., M.Sc. Selain untuk meningkatkan pengetahuan, kegiatan ini juga bertujuan mensosialisasi, dan penyadartahuan kepada masyarakat berkaitan dengan satwa dilindungi jenis Merak Hijau sebagai pendukung budaya Reyog Ponorogo. Seminar dihadiri 32 peserta yang berasal dari instansi terkait, Kader Konservasi, Kelompok Pecinta Alam, kelompok masyarakat binaan, penggiat konservasi, serta kelompok unsur budaya di Kabupaten Ponorogo. Menurut Nur Patria, penangkaran Merak Hijau Jawa di Ponorogo sebagai daerah asal Reyog Ponorogo perlu dikembangkan, agar kebutuhan bahan baku dhadhak merak dapat tetap terpenuhi dan populasi Merak Hijau Jawa di alam tetap terjaga. Hal tersebut ia ungkapkan dalam materinya yang bertajuk Arahan Teknis Konservasi Satwa Melalui Kegiatan Penangkaran. Dalam seminar tersebut juga mendatangkan pembicara lain seperti Edy Kurniawan, ST., MT., pemilik penangkaran Merak hijau UD. Gentan Farm, dan Rido kurnianto, M.Ag dari Yayasan Reyog Ponorogo. Suksesnya kegiatan penangkaran Merak Hijau UD. Gentan Farm diharapkan mampu mendukung revitalisasi kesenian Reyog, serta menunjang pembangunan pariwisata di Kabupaten Ponorogo. Sumber : Endry Wijayanti - Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Artikel

Road to HKAN 2023 : Merti Bebeng, Upaya Konservasi Air Lerang Selatan Merapi

Sleman, 19 Juli 2023 - Banyak upaya dilaksanakan masyarakat sekitar Gunung Merapi, terlebih lagi jika terkait kearifan lokal. Kearifan lokal yang terkait dengan perwujudan rasa syukur dari warga masyarakat lereng Merapi atas anuregah Tuhan Yang Maha Esa, berupa sumber air Bebeng, yang berada di lereng selatan Gunung Merapi. Hingga kemudian masyarakat melaksanakan upacara adat Merti Umbul Bebeng dengan tema “Merti Kali, Rumekso Tirta”. Upacara adat ini dilaksanakan pada hari Selasa sore (18/07/2023) hingga Rabu (19/07/2023) di Klangon, Kalurahan Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman. Diawali dengan pengambilan air Umbul Bebeng oleh Mbah Harjo Juru kunci Umbul Bebeng, yang di tempatkan dengan kendi terbuat dari tanah liat. Air Umbul Bebeng selama ini dimanfaatkan oleh 4 (empat) desa, yaitu Kalurahan Glagaharjo, di Kabupaten Sleman serta 3 (tiga) desa di Kabupaten Klaten, yaitu Desa Balerante, Panggang dan Sidorejo. Sehingga upacara adat ini terselenggara berkat dukungan keempat desa tersebut. Masing-masing desa mengirimkan pasukan (bergodho, bahasa Jawa) untuk rangkaian acara kirab. Juga disiapkan ubo rampe gunungan, yang berupa nasi tumpeng, lauk pauk, sayuran serta palawija (hasil bumi). Harapan dari berbagai pihak adalah upacara adat ini diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan, dengan dukungan para stakeholder. Setda Kabupaten Klaten, Bapak Joko Purwanto, MM, selaku wakil Bupati Klaten menyampaikan harapan agar dengan upacara adat ini, maka kelak diberi lahan yang subur, Makmur loh jinawi, serta masyarakatnya bisa hidup rukun tenteram serta harmonis berdampingan dengan Gunung Merapi. Setda Kabupaten Sleman, H. Harda Kiswaya, S.E., M.S.i, mewakili Bupati Sleman, menyampaikan bahwa ngrumati sumber, ngrumati sukma, memelihara sumber air, artinya memelihara kehidupan. Kedepannya, Pemerintah Kabupaten Sleman dapat berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Klaten untuk program terkait dengan sumber air Bebeng. Dalam kesempatan terpisah, Kepala Balai TNGM, Muhammad Wahyudi menambahkan bahwa pembelajaran lakon wayang Banyu Suci Perwitosari bagi pegiat konservasi adalah konservasi adalah tugas kepemimpinan. Tugas suci yang harus dilakukan dengan ikhlas tanpa memikirkan kamokten dan kamulyan (harta benda dan jabatan ?). Konservasi harus bijak dalam melihat permasalahan lapangan dan tidak serta merta saling menyalahkan. Dengan demikian, konservasi dapat menjadi bagian jiwa manusia untuk menjalankan tugas kepemimpinan di muka bumi. Keikutsertaan TNGM dalam rangka upacara adat Merti Bebeng ini, merupakan rangkaian kegiatan Road to HKAN 2023. Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2023 dengan tema Hapungkal Himba Karingu atau Jiwa Yang Damai Dalam Harmoni Hutan Belantara. Puncak HKAN akan dilaksanakan di TWA Bukit Tangkiling Provinsi Kalimantan Tengah. Sumber : Balai TN Gunung Merapi
Baca Artikel

Road to HKAN : Nguri-uri Tradisi Merapi, Sedekah Gunung 1 Suro

Artikel ini telah tayang di web Taman Nasional Gunung Merapi dengan judul "Sedekah Gunung Merapi; Nguri-uri Tradisi 1 Suro di Lencoh, Boyolali" Boyolali, 19 Juli 2023 - Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) turut serta dalam Sedekah Gunung Merapi yang merupakan tradisi tahunan di Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Sedekah Gunung Merapi tersebut merupakan upacara tradisional di lereng utara Gunung Merapi yang diselenggarakan setiap malam 1 Suro (menurut Almanak Jawa) yang bertepatan pada tanggal 18 Juli 2023. Sebelum pelaksanaan upacara adat Sedekah Gunung Merapi tersebut, masyarakat serta pihak-pihak terkait lainnya seperti Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kabupaten Boyolali, Forum Komunikas Pimpinan Kecamatan Selo, Pemerintah Desa Lencoh, serta penyelenggara kegiatan (event organizer) telah menjalin komunikasi intensif dengan Balai TNGM tentang penyelenggaraan upacara adat tersebut. Mengingat status Gunung Merapi, hanya beberapa orang yang merupakan tokoh kunci dan tokoh masyaraakat diizinkan untuk melarung sesaji di Pasar Bubrah. Sedekah Gunung Merapi tersebut diselenggarakan untuk merayakan rasa syukur masyarakat lereng Gunung Merapi atas berkah Tuhan berupa alam yang gemah ripah lohjinawi. Lewat Sedekah Gunung Merapi tersebut, masyarakat juga berharap akan kemakmuran yang semakin berlimpah di tahun-tahun yang akan datang. Serangkaian upacara adat digelar dalam Sedekah Gunung Merapi tersebut. Diawali dengan pembuatan gunungan secara gotong royong oleh masyarakat Desa Lencoh, dilanjutkan tarian tradisional khas desa-desa lereng utara Merapi, hingga kemudian dilanjutkan dengan Kirab Sesaji berupa kepala kerbau. Kepala kerbau ini selanjutnya diserahkan oleh Bupati Boyolali, Muhammad Said Hidayat, S.H. kepada Kepala Desa Lencoh sebagai tuan rumah. Upacara adat kemudian disambung serta pagelaran wayang kulit. Rangkaian upacara adat tersebut ditutup dengan melarung sesaji kepala kerbau ke puncak Gunung Merapi pada Rabu, 19 Juli 2023 pukul 00.00, di pasar Bubrah. Selain upacara adat tersebut, terdapat juga pameran yang berada di sekitar lokasi upacara adat. Pameran tersebut diikuti oleh berbagai pihak baik instansi pemerintah pusat termasuk Balai TNGM, pemerintah daerah, ataupun masyarakat umum lainnya. Balai TNGM membuka stan serta membagikan materi publikasi cetak seperti buku dan bahan lainnya untuk mengenalkan TNGM ke masyarakat luas. Upacara adat Sedekah Gunung Merapi yang diikuti oleh Forum Komunikasi Daerah Kabupaten Boyolali, UPTD Boyolali, Balai TNGM, Balai TN Gunung Merbabu, Kecamatan Selo, seluruh Desa di Kecamatan Selo, serta warga masyarakat sekitar maupun dari berbagai daerah sekitar Boyolali ini dibuka oleh Bupati Boyolali. Dalam sambutannya, Bupati Boyolali, Muhammad Said Hidayat, SH, menyampaikan bahwa membangun Boyolali tidak melulu infrastruktur, tetapi juga merawat adat budaya lokal dan alam. Pada kesempatan terpisah Kepala Balai TNGM, Muhammad Wahyudi,S.P., M.Sc., menyampaikan dukungannya pada agenda tahunan Sedekah Gunung Merapi ini. “Sedekah Gunung Merapi ini merupakan bentuk upaya masyarakat untuk nguri-uri tradisi sekaligus ngopeni Merapi,” tutur Wahyudi. Keterlibatan langsung TNGM melalui penjagaan dan pengamanan pada jalur pendakian, memastikan jalur aman, tidak ada pendaki ataupun orang lain yang berniat mengikuti ke arah puncak, mengingat wisata pendakian Gunung Merapi sampai saat ini masih ditutup, lanjut Wahyudi. Harapan kami dengan rangkaian budaya ini dapat lebih mengenalkan juga pentingnya menjaga alam khususnya kawasan konservasi TNGM, pungkas Wahyudi. Keikutsertaan TNGM dalam rangka kegiatan Sedekah Gunung 1 Suro ini, merupakan rangkaian kegiatan Road to HKAN 2023. Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2023 dengan tema "Hapungkal Himba Karingu atau Jiwa Yang Damai Dalam Harmoni Hutan Belantara". Puncak HKAN akan dilaksanakan di TWA Bukit Tangkiling Provinsi Kalimantan Tengah. Sumber : Balai TN Gunung Merapi
Baca Artikel

Cagar Alam Dolok Saut Kaya Ragam Kehati

Pansur Natolu, 20 Juli 2023 - Cagar Alam (CA) Dolok Saut, secara administrasi pemerintahan berada di Desa Pansur Natolu, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara. Terletak pada ketinggian 1.280 s/d 1.360 mdpl. Penunjukkan kawasan konservasi CA. Dolok Saut adalah untuk melestarikan keberadaan pinus merkusii yang merupakan jenis pohon asli Indonesia. Selain itu terdapat beberapa jenis tumbuhan lain, seperti Anturmangan (Casuarina sumatrana), Hapas hapas (Exbuclandia populnea RW), Sihondung dan Hoting (Lithocarpus Spp). Pada Jumat, 14 Juli 2023, petugas Resort CA Dolok Saut bersama dengan petugas Seksi Konservasi Wilayah IV Tarutung melakukan giat patroli rutin di kawasan konservasi CA. Dolok Saut. Dalam giat patroli tersebut petugas melakukan perjumpaan langsung dengan satwa liar jenis Siamang (Shymphalangus syndactylus) yang berada di atas pohon Hoting (Lithocarpus Spp.) sedang melintas disekitar kawasan konservasi CA Dolok Saut. Disamping itu juga ditemukan Ihan Batak dan kepiting sungai berwarna merah di sungai yang berada di dalam kawasan. Petugas mencoba menggali informasi dan keterangan dari masyarakat yang sedang berladang di luar kawasan CA. Dolok Saut. Warga menyampaikan kerap mendengar adanya suara-suara satwa di sekitar kawasan CA. Dolok Saut. Tentunya ini kabar baik, bahwa kawasan CA. Dolok Saut sampai saat ini masih menjadi rumah yang layak dan nyaman bagi beragam keanekaragaman hayati, serta masih tingginya kesadaran maupun kepedulian warga untuk menjaga dan melindungi kawasan konservasi tersebut. Petugas memberi apresiasi dan berharap agar masyarakat selain ikut menjaga juga menghindari aktivitas ataupun kegiatan yang dapat mengancam kehidupan satwa liar di dalam kawasan, seperti pemasangan jerat dan berburu. Karena perbuatan tersebut selain membahayakan bagi kehidupan satwa liar juga merupakan perbuatan yang melanggar ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Sumber : Sahat Tua Berutu, A.Md. (Polhut Terampil) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Antisipasi Maraknya Perburuan, Petugas Giat Patroli

Aek Nabara, 20 Juli 2023 - Bermula dari adanya laporan masyarakat Desa Aek Nabara kepada petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah V Sipirok tentang adanya aktivitas perburuan satwa di malam hari, oleh warga di sekitar Desa Aek Nabara dan Desa Batu Satail, Kecamatan Marancar. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas Resort Suaka Alam (SA) Lubuk Raya melakukan patroli di Desa Aek Nabara, pada Minggu malam, 16 Juli 2023, dan menjumpai 4 orang warga yang akan melakukan perburuan di pinggiran jalan lintas antara Desa Aek Nabara dan Desa Bulu Mario. Desa Bulu Mario berbatasan dengan kawasan Cagar Alam (CA) Dolok Sibual-buali. Keempat orang warga tersebut sedang mengintai satwa buruan dengan cara melihat jejak-jejak perlintasan satwa di rerumputan atau semak-semak di pinggiran jalan lintas, dengan membawa 2 pucuk senapan angin (1 pucuk senapan angin model pompa tangan atau model lama dan 1 pucuk lagi model tabung atau gas), parang 3 buah di pinggang dan senter kepala setiap orang. Saat petugas meminta keterangan, keempat warga menjelaskan bahwa mereka sedang berburu babi hutan, musang serta satwa lain yang merupakan hama bagi kebun masyarakat (kebun kopi, sawit, pisang, dan lain-lain). Petugas kemudian memberikan sosialisasi untuk tidak melakukan kegiatan perburuan terhadap jenis satwa yang dilindungi, seperti : harimau sumatera, rusa, dan jenis-jenis lainnya. Apabila nanti ditemukan adanya aktivitas perburuan satwa yang dilindungi tersebut, maka akan dikenakan sanksi hukuman sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan. Beberapa hari kemudian, petugas kembali melakukan patroli di sekitar kawasan SA Lubuk Raya, dan menjumpai 6 orang warga Desa Tanjung Rompa saat akan melakukan perburuan satwa babi hutan dan musang di sekitaran simpang Batu Satail, dengan membawa 2 pucuk senapan angin tabung, 6 senter kepala dan 3 parang di pinggang masing-masing pemburu. Kembali petugas memberikan sosialisasi serta himbauan agar tidak melakukan kegiatan perburuan jenis satwa liar yang dilindungi undang-undang. Petugas mengumpulkan data warga yang melakukan aktivitas perburuan tersebut. Dari pengumpulan keterangan dan informasi beberapa warga, kegiatan perburuan belakangan ini memang sedang marak. Tujuan utamanya adalah berburu satwa yang menjadi hama dan pengganggu tanaman pertanian serta perkebunan milik warga. Tapi dalam perburuan tersebut tidak tertutup kemungkinan yang menjadi sasaran juga jenis satwa yang dilindungi undang-undang. Menyikapi kondisi ini, petugas Resort SA Lubuk Raya menggiatkan patroli kawasan dengan mengaktifkan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) guna memantau aktivitas perburuan tersebut, disamping juga pro aktif melakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada warga di sekitar kawasan. Koordinasi juga digiatkan dengan aparat pemerintahan desa agar ikut menghimbau dan mengawasi warganya. Sumber : Parta Basmely (Polhut Mahir) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Sinergi Balai KSDA Kalimantan Selatan dan Kantor Bea Cukai Pelabuhan Tri Sakti Banjarmasin

Banjarbaru, 12 Juli 2023 – Untuk meningkatkan pengawasan peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) di Wilayah Kalimantan Selatan, BKSDA Kalimantan Selatan dan Kantor Bea Cukai Pelabuhan Tri Sakti Banjarmasin, baru-baru ini mengadakan rapat koordinasi untuk menjalin silahturahmi sekaligus memperkuat jaringan koordinasi dan kerjasama dalam memberantas pengiriman illegal (tanpa dokumen resmi) tumbuhan dan satwa. Dalam Rapat Koordinasi tersebut, hadir Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bea Cukai Pelabuhan Tri Sakti Banjarmasin, Bapak Edy Soesatyo, didampingi beberapa staf teknis terkait. Sementara dari Balai KSDA Kalimantan Selatan, dihadiri oleh Kepala Balai KSDA Kalsel, Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc., Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Suwandi, S.Hut. MA, beserta staf teknis. Pembahasan dalam rapat tersebut menyepakati untuk saling memperkuat peran masing-masing instansi, sesuai tugas dan fungsi, terutama dalam menjaga dan mengawasi peredaran TSL baik import maupun eksport. Bea Cukai berperan dalam pengawasan terkait kepabeanan. BKSDA Kalsel memastikan spesimen yang dikirim maupun masuk ke wilayah Kalsel sesuai perijinan yang berlaku di Kementerian LHK. Kepala BKSDA Kalsel, Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc., menjelaskan bahwa sinergi antara BKSDA Kalsel dan Bea Cukai Banjarmasin merupakan salah satu upaya krusial dalam penegakan hukum bidang konservasi TSL. Lebih lanjut dijelaskan bahwa kasus pengungkapan perdagangan illegal sisik Trenggiling sebanyak 260 Kg menjadi bukti nyata. Terungkapnya kasus tersebut bermula dari patroli cukai rokok yang dilakukan oleh Tim Bea Cukai Wilayah dan Banjarmasin, sampai akhirnya mendapati 6 koli (kardus) yang diduga rokok illegal namun setelah dicek berisi sisik Trenggiling yang hendak dibawa ke Surabaya melalui Pelabuhan Tri Sakti Banjarmasin, imbuhnya. Dengan adanya rapat koordinasi lintas sektor ini, diharapkan akan lebih memperkuat sistem pengawasan peredaran TSL antar kedua instansi terutama berkaitan dengan eksport dan import spesimen TSL, sehingga kedepan kegiatan pemanfaatan TSL akan lebih terkontrol dan terjamin kelestariannya di alam. Sumber : Balai KSDA Kalimantan Selatan

Menampilkan 1.073–1.088 dari 2.311 publikasi