Minggu, 31 Mei 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Road to HKAN 2023: Aksi Bersih Sampah di TWA Pelaihari

Batakan, 10 Agustus 2023 – Memperingati Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Tahun 2023, Balai KSDA Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) menyelenggarakan aksi bersih sampah di Taman Wisata Alam (TWA) Pelaihari yang dihadiri Kepala Balai KSDA Kalsel Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M. Sc., Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) 1 Pelaihari Mirta Sari S.Hut, M.Si, diikuti oleh Dinas PUPR Kabupaten Tanah Laut, Dinas Pariwisata Kab. Tanah Laut, Dinas Perhubungan Kab. Tala, Kapolsek Kec. Panyipatan, Kepala Pos AL Batakan, KPH Tanah Laut, Daops Manggala Agni Tanah Laut, Pemerintah Desa Batakan, Tokoh masyarakat, Kelompok Pantai Maju Bersama, Kelompok Tani Lestari, Kelompok Jasa Penyeberangan Pulau Datu Desa Tanjung Dewa. Setiap tahunnya Hari Konservasi Alam Nasional diperingati pada tanggal 10 Agustus. Peringatan nasional ini bertujuan untuk mengingatkan ke masyarakat akan pentingnya edukasi terkait ekosistem alam dan mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga ekosistem alam, sehingga konservasi dapat menjadi bagian dari sikap hidup dan budaya bangsa. Tema Hari Konservasi Alam Nasional 2023 adalah “Hapungkal Himba Kalingu” memiliki makna “Jiwa Yang Damai dalam Harmoni Rimba Belantara”, Peringatan HKAN 2023 akan dilaksanakan di TWA Bukit Tangkiling Kalimantan Tengah tanggal 23-25 Oktober 2023. Aksi bersih sampah di Pantai Cemara Asri Batakan (TWA Pelaihari) merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan yang dilaksanakan lingkup BKSDA Kalsel. Ada sekitar 75 kg sampah yang terkumpul, umumnya sampah bekas plastik minuman dan makanan. Sampah yang terkumpul selanjutnya diserahkan ke mobil kebersihan Dinas LH Kabupaten Tanah Laut. (Ryn) Sumber: Endah Wahyuni Kuswidyosusanti, S.Si. - Koordinator PJLKK Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Artikel

Balai TN Gunung Merapi Menerima Apresiasi dari Badan Geologi

Bandung, 18 Agustus 2023 - Sebuah kebanggaan, Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) menerima apresiasi kategori Geohazard, “Best Partnership in Mitigation” dari Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia. Pemberian apresiasi ini dilaksanakan pada hari Jumat, 18 Agustus 2023, pada Geo Appreciation Night 2023 di Bandung. Geo Appreciation Night 2023 dilaksanakan untuk pemberian apresiasi kepada para pemangku kepentingan, dalam rangka meningkatkan sinergitas dan peran serta pemangku kepentingan sebagai upaya dalam mendukung pemerintah mewujudkan pelayanan publik di bidang geologi yang berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif. Apresiasi sebagai Taman Nasional yang Paling Kooperatif diberikan kepada BTNGM, atas dukungan dan peran pentingnya yang tak ternilai dalam memfasilitasi tugas mitigasi bencana letusan Gunung Merapi. Bantuan dan kerjasama BTNGM telah memberikan kontribusi yang signifikan untuk memudahkan upaya minimalisasi dampak aktivitas gunung berapi di Kawasan Merapi. Hadir dalam pemberian apresiasi tersebut, Kepala BTNGM, Muhammad Wahyudi. Wahyudi menyampaikan ucapan terima kasih atas apresiasi ini. Selama ini, BTNGM telah bermitra dengan baik dengan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta. Selama ini, pemasangan 51 (lima puluh satu) alat pendeteksi dinamika gunung Merapi, dilaksanakan bersama-sama petugas BPPTKG dan BTNGM. Rekomendasi BPPTKG dalam aktivitas bencana menjadi acuan aktivitas lapangan TNGM. Dr. Agus Budi Santoso, Kepala BPPTKG Yogyakarta, yang juga hadir pada acara tersebut, memberikan ucapan selamat kepada BTNGM atas penghargaan yang diberikan, serta mengharapkan kerjasama dan sinergitas yang sudah baik selama ini, terus di pertahankan terutama dalam upaya mitigasi bencana gunung api. Wahyudi menjelaskan, sebuah kebanggaan, karena BTNGM merupakan satu-satnya Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang memperoleh penghargaan dari Badan Geologi ini. Tentunya penghargaan ini di dedikasikan buat semua teman-teman BTNGM sampai tingkat tapak dan masyarakat desa penyangga yang selama ini sudah bekerja luar biasa untuk kawasan TNGM. Inilah kado Hari Kemerdekaan RI ke-78 buat Balai TNGM. Sejarah panjang kemitraan Balai TNGM dan BPPTKG didasarkan realitas pengelolaan ekosistem TNGM sangat dipengaruhi oleh dinamika vulkanik Gunung Merapi. Ekosistem Merapi inilah yang menjadi sistem penyangga kehidupan masyarakat desa penyangga, pungkas Wahyudi. Sumber : Balai TN Gunung Merapi
Baca Artikel

BBKSDA Sumatera Utara Raih Stand Pameran Terbaik

Kota Pinang, 18 Agustus 2023. Kerja keras yang dilandasi dengan semangat serta ikhlas menjalankan tugas, membuahkan hasil yang menggembirakan. Setidaknya itulah yang dirasakan Tim Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah VI Kota Pinang, usai mengikuti kegiatan Pameran Pembangunan dalam rangka Hari Ulang Tahun (Hari Jadi) Kabupaten Labuhan Batu Selatan ke 15 sekaligus dirangkai dengan perayaan Hari Proklamasi Kemerdekaan RI ke 78, dengan ditetapkannnya stand pameran Balai Besar KSDA Sumatera Utara bersama dengan Manggala Agni Daops Sumatera III sebagai stand pameran terbaik (Juara I). Kegiatan pameran yang berlangsung selama 3 (tiga) hari, dari tanggal 13 s.d 15 Agustus, menjadikan stand pameran Balai Besar KSDA Sumatera menjadi primadona dan idola para pengunjung. Gajah Merry dan Nur Halimah, menjadi magnit dan daya tarik tersendiri untuk menarik perhatian pengunjung. Selama 3 hari giat pameran berlangsung, pengunjung tidak henti-hentinya belajar untuk memuaskan keingintahuan tentang satwa gajah dan berkesempatan berfoto bersama dengan satwa bertubuh tambun ini. Sekolah-sekolah juga memanfaatkan momen ini dengan membawa siswanya belajar (edukasi) tentang gajah. Bukan hanya itu saja, di stand pameran pengunjung juga dimanjakan dengan adanya kuis berkaitan dengan konservasi alam yang menawarkan hadiah-hadiah menarik. Pengunjung berlomba-lomba dan berebut untuk menjawab kuis. Sungguh luar biasa antusias masyarakat Labuhan Batu Selatan menyaksikan giat pameran tahun ini. Sampai pada waktunya, Selasa, 15 Agustus 2023, sekitar pukul 23.00 Wib, saat penutupan kegiatan pameran, Panitia Penyelenggara mengumumkan stand Pameran Balai Besar KSDA Sumatera Utara menjadi stand pameran terbaik. Rasa letih dan lelah Tim mulai dari persiapan sampai berakhirnya kegiatan pameran, terbayar lunas dan setimpal dengan penghargaan/apresiasi yang diterima/diperoleh. Keberhasilan dan prestasi ini tentunya menjadi amal ibadah Tim serta pemicu dan pemacu semangat untuk terus berbenah mempersiapkan diri guna mengikuti kegiatan-kegiatan yang sama berikutnya di lain waktu dan kesempatan. Sumber : Suyono, SH., M.Si. (Kepala SKW VI Kota Pinang) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Kemah Konservasi : Harmoni Konservasi untuk Indonesia Maju

Makassar, 18 Agustus 2023. Memperingati HUT ke-78 Kemerdekaan Republik Indonesia, Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (BBKSDA Sulsel) menggelar Kemah Konservasi dengan tema "Semangat Merah Putih dalam Harmoni Konservasi untuk Indonesia Maju" melibatkan kurang lebih 3000 peserta dari UPT KLHK Sulsel, TNI, Polri, Kejaksaan, Karantina, Pemkab Gowa, Basarnas, PMI, Sulsel Peduli, Organisasi Pecinta Alam, BUMN dan swasta serta Masyarakat Mitra Polisi Kehutanan yang tergabung dalam Kolaborasi Merah Putih Peduli Lingkungan Bawakaraeng. Kemah Konservasi dilaksanakan 15-17 Agustus 2023 di Hutan Pinus Lembanna kawasan Taman Wisata Alam Malino Kabupaten Gowa dengan rangkaian kegiatan yang menarik dan edukatif. Pelepasan Tim SAR jalur pendakian Gunung Bawakaraeng disertai penanaman pohon dan bersih gunung mengawali rangkaian kegiatan. Dialog dan diskusi seputar etika pendakian, pengelolaan sampah, pengendalian kebakaran hutan/lahan, pelatihan pengelolaan jasa wisata alam serta peran swasta dalam pelestarian lingkungan telah menghadirkan narasumber dari kelompok pemerhati lingkungan, Yayasan Haji Kalla, Sulsel Peduli dan Balai PPIKLH Wilayah Sulawesi. Edukasi konservasi ke anak-anak juga dilakukan melalui Visit to School SD Inpres Lembanna serta kunjungan ke Stand Pameran Balai Besar KSDA Sulsel. Puncak semaraknya kemah konservasi saat Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih 17 Agustus 2023 dengan Kepala Balai Besar KSDA Sulsel sebagai inspektur upacara. Dirangkaikan penyerahan bantuan ekonomi produktif secara simbolis kepada 4 kelompok pemberdayaan, pelepasan burung jenis Merpati hutan, Jalak kerbau, Elang paria dan Perkici biru kuning serta penanaman pohon jenis endemik Sulawesi. Peringatan ini semakin lengkap dengan beragam lomba kemerdekaan yang menyatukan semangat kompetisi dan persatuan. Sebagai bentuk komitmen seluruh pemangku kepentingan yang tergabung dalam Kolaborasi Merah Putih Peduli Lingkungan Bawakaraeng telah dilakukan penandatanganan MoU dan Komitmen Bersama. Upacara Penurunan Bendera Merah Putih tepat pada pukul 18.00 WITA berlangsung secara khidmat menjadi rangkaian penutup kegiatan kemah konservasi. Kawasan Hutan Malino ditunjuk sebagai Taman Wisata Alam berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: 420/KPTS-II/1991 tanggal 19 Juli 1991. Menyimpan berbagai potensi wisata alam yang menjadi objek wisata andalan Prov. Sulawesi Selatan. Sebagai hulu kawasan, fungsi ekologis TWA Malino berperan penting bagi kawasan hilir yang berada di bawahnya. Diperlukan upaya sinergis dan kolaboratif untuk menangani tantangan dan gejolak tenurial dalam pengelolaan kawasan. Kemah Konservasi ini diharapkan mampu menjadi brainstorming awalan yang melibatkan banyak pihak untuk bersama-sama menyatukan visi mewujudkan kawasan TWA Malino yang lestari dan bermanfaat secara berkelanjutan, tidak hanya manfaat ekologis tetapi juga manfaat sosial ekonomis. Satu tekad satu tujuan, Berpadu dalam kolaborasi, Harmoni konservasi penuh harapan Indonesia maju alam lestari Sumber: Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Call Center BBKSDA Sulsel: 08114600883
Baca Artikel

Yes, Masyarakat Ficus Raih Juara Wana Lestari

Jakarta, 15 Agustus 2023. Yayasan Masyarakat Ficus Indonesia (YMFI), salah satu Kelompok Pecinta Alam binaan BBKSDA Jawa Timur behasil menyabet juara 1 lomba Wana Lestari tingkat nasional tahun 2023. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Siti Nurbaya Bakar kepada ketua YMFI, dr. Ari Purnomo Adi, 15 Agustus 2023 di Jakarta. Lomba Wana Lestari merupakan ajang tahunan bergengsi bagi pegiat lingkungan hidup dan kehutanan. Lomba ini diselenggarakan sebagai suatu metode penyuluhan yang dilaksanakan untuk menilai prestasi perorangan, kelompok atau aparatur pemerintah dalam memberdayakan dan mengubah perilaku masyarakat di bidang lingkungan hidup dan kehutanan. Sedangkan Apresiasi Wana Lestari merupakan penilaian prestasi yang dicapai berdasarkan inisiatif dan partisipasi dalam pelaksanaan tugas di bidang lingkungan hidup dan kehutanan. Pada kesempatan itu, Menteri Siti kembali menegaskan bahwa bobot kegiatan utama dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup ialah menyangkut dua hal. Pertama, kebijakan insentif dan disinsentif atau subsidi dan pajak. Yang kedua yaitu public campaign, kampanye publik dengan kesertaan masyarakat. “Dengan demikian, maka dalam upaya kita menjaga, mengelola dan merawat lingkungan dan hutan Indonesia menjadi kebutuhan akan hadirnya partisipasi dari berbagai pihak dan elemen fungsi masyarakat,” ujarnya. Dengan menyabet juara 1 kategori KPA, YMFI dan 4 juara kategori lain dari penyuluh kehutanan PNS, PKSM, KTH dan kader konservasi asal Jawa Timur lainnya telah berhasil mengantarkan Provinsi Jawa Timur menjadi juara umum Lomba Wana Lestari tahun 2023. Sumber : Agus Irwanto - Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Artikel

Taman Nasional Gunung Merapi Hadir dalam Berbagai Upacara Hari Kemerdekaan RI ke-78

Sleman, 18 Agustus 2023 - Hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 dirayakan secara meriah, di seluruh pelosok Indonesia. Demikian juga Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) mengikuti rangkaian upacara peringatan hari kemerdekaan di sekitar lokasi kerja. Yang pertama, pelaksanaan upacara bendera di halaman kantor Balai Besar Pengujian Standar Instrumen Kehutanan (BBPSIK) Yogyakarta. Seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan lingkup D.I Yogyakarta mengikuti upacara ini. Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Jawa (P3EJ) bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam kesempatan ini, juga dilaksanakan penyerahan hadiah lomba cabang olahraga antar UPT. Kedua, pelaksanaan upacara oleh masyarakat sekitar kawasan TNGM di Dusun Canguk dan Pajegan, Desa Tegalmulyo. Terselenggara di teras Sapuangin Coffee and Farm, petugas Balai TNGM didapuk menjadi inspektur dan komandan upacara. Tak hanya sebagai petugas upacara hari kemerdekaan, petugas Balai TNGM mengikuti aneka perlombaan yang diadakan masyarakat. Ketiga, pelaksanaan upacara bendera di halaman Gardu Pandang Boyong Kaliurang, dengan penyelenggara Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman. Diikuti oleh tamu undangan serta masyarakat sekitar Kaliurang, upacara berlangsung khidmat. Upacara ini dilanjutkan dengan flashmob, penilaian lomba tumpeng dan pertunjukan kesenian. Hadir dalam upacara ini, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Magelang Sleman, beserta anggota. Keempat, pelaksanaan upacara bendera di Bungker Kaliadem, inisiasi Aliansi Mahasiswa Nusantara Yogyakarta. Aksi bersih sampah setelah upacara dilakukan peserta di lingkungan tersebut. Hadir dalam upacara ini, Kepala Balai TNGM beserta staf. Momen ini menjadi kesempatan untuk bersilaturahmi antar elemen masyarakat. BTNGM juga turut serta dalam upacara bendera di kantor administratif lokasi kerja, yaitu di Kapanewon Cangkringan, Kapanewon Pakem, Kecamatan Dukun, serta Kabupaten Boyolali. Kepala BTNGM, Muhammad Wahyudi, menyampaikan sinergi dan keakraban antara Balai TNGM dan para pihak baik instansi pemerintah, TNI, POLRI, swasta, terlihat dari perayaan hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-78 ini. Jika sinergi ini terjalin dengan baik, besar harapan dapat mewujudkan proses yang baik untuk Terus Melaju untuk Indonesia Maju, seperti tema perayaan tahun ini. Sumber : Balai TN Gunung Merapi
Baca Artikel

Aek Nauli Elephant Conservation Camp Disambangi DWP Ditjen PHLHK

ANECC, 16 Agustus 2023. Aek Nauli Elephant Conservation Camp (ANECC) disambangi rombongan Dharma Wanita Persatuan (DWP) lingkup Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PHLHK), Rabu (15/8). Kunjungan ini merupakan rangkaian dari kegiatan Pengarusutamaan Gender (PUG) dan Pembinaan Pengurus DWP (Dharma Wanita Persatuan) Lingkup Direktorat PHLHK yang dipimpin langsung Ketua Dharma Wanita Ibu Jenny Muslim Rasio (Ny. Dr. Rasio Ridho Sani, M.Com, MPM/Direktur Jenderal PHLHK) didampingi jajaran Pengurus dan Anggota DWP dari Sumatera, DKI Jakarta, Jabalnusra, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Rombongan disambut Kepala Bidang KSDA Wilayah II Pematang Siantar, Buana Darmansyah, S.Hut.T beserta staf. Setibanya di ANECC Ketua Dharma Wanita menerima pengalungan bunga tamu kehormatan dari Gajah Figo. Kemudian rombongan mengelilingi kawasan untuk pengenalan ANECC serta edukasi tentang satwa Gajah Sumatera, yang saat ini jumlahnya sebanyak 5 (lima) ekor, masing-masing: Gajah Figo, Gajah Ester, Gajah Siti, Gajah Pini dan Gajah Dini. Ketua Dharma Wanita beserta rombongan sangat terkesan dengan penyambutan yang diberikan tuan rumah pengelola ANECC, dalam hal ini Kepala Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar beserta staf, mulai dari pengalungan bunga, dilanjutkan dengan pemberian informasi tentang Gajah Sumatera, memberi makan gajah serta foto bersama dengan gajah. Hal ini menjadi kesan yang menyenangkan dan akan terus dikenang karena sebagian besar dari rombongan merasakan pengalaman melihat gajah secara dekat dan bahkan bersentuhan dengan gajah adalah pengalaman pertama. PUG KLHK merupakan suatu strategi yang dibangun untuk mengintegrasikan gender menjadi satu dimensi integral dari perencanaan, penyusunan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi atas kebijakan dan program pembangunan di bidang lingkungan hidup dan kehutanan. Menjawab kesenjangan akses, partisipasi, kontrol dan manfaat pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan antara perempuan dan laki-laki. PUG dimaksudkan juga untuk pelestarian lingkungan dan keanekaragaman hayati, sehingga melalui Program PUG tidak menutup kemungkinan DWP KLHK menjadi pelaku utama dalam konservasi Gajah Sumatera dan habitatnya. Sumber : Lisbeth Manurung, S.Hut. (Penyuluh Kehutanan Muda) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Pinjam Pakai BMN Dukung Pembangunan Hidroponik

Medan, 16 Agustus 2023. Bermula dari adanya surat permohonan Kelurahan Sudirejo I, Kecamatan Medan Kota, Kota Medan, kepada Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, yang akan mengadakan kegiatan pembuatan Sarana dan Prasarana untuk Taman Edukasi dan Kegiatan Menanam dengan metode Hidroponik. Dari hasil survey yang dilakukan pihak Kelurahan, lokasi yang sesuai untuk Pembangunan Sarana dan Prasarana berada di tanah Barang Milik Negara (BMN) milik Balai Besar KSDA Sumatera Utara yang berlokasi di Jl. Santun No. 58 Medan. Sarana dan Prasarana yang dibangun di atas lahan tersebut berupa Green House serta Modul Hidroponik, yang pembangunannya bekerjasama (berkolaborasi) dengan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dimana Ikatan Wanita BRI (IWABRI) sedang mengembangkan program Hidroponik, sehingga diharapkan dapat disinkronkan dengan program PKK Kelurahan Sudirejo I dalam mengembangkan peran wanita untuk peduli lingkungan serta ikut mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga. Program ini juga menurut pihak Kelurahan Sudirejo I, sejalan dengan Program Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam hal pemeliharaan lingkungan dengan menempatkan pemilahan sampah organik, non organik dan non organik berbahaya di lokasi tersebut. Program Budidaya Tanaman Hidroponik ini diharapkan dapat menjadi tempat atau lokasi edukasi bagi masyarakat sekitar dan memberikan manfaat bagi masyarakat di Kelurahan Sudirejo I. Menindaklanjuti permohonan tersebut, pada tanggal 29 Mei 2023 Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara mengajukan surat permohonan persetujuan/rekomendasi sewa Tanah Bangunan Rumah Negara Golongan II yang terletak di Jln. Santun No. 58 Medan seluas 330m2, dengan masa sewa selama 3 (tiga) tahun, ke Sekretaris Jenderal (Setditjen) Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (KSDAE) Nomor : S.1946/K.3/TU/KAP/05/2023. Pada tanggal 27 Juni 2023, Setditjen KSDAE mengeluarkan rekomendasi yang pada prinsipnya setuju melakukan sewa atau pinjam pakai lahan milik Balai Besar KSDA Sumatera Utara tersebut. Setelah mendapat persetujuan, maka dilaksanakanlah program Budidaya Tanaman Hidroponik (Ekosistem Urban Farming) yang diluncurkan dengan pemberian bantuan CSR oleh PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. Kepada Tim PKK Kelurahan Sudirejo I. Acara penyerahan bantuan dihadiri Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara Rudianto Saragih Napitu, S.Si., M.Si. dan Kepala Bagian Tata Usaha Elvina Rosinta Dewi, S.Hut., M.I.L. Sumber : Surabina Tarigan, SE. (Analis Tata Usaha) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Pentingnya Penyelamatan Sempadan Sungai Batang Gadis

Sipirok, 16 Agustus 2023. Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan, menerima apresiasi dari para pihak yang hadir dalam acara diskusi Pelestarian Sempadan Sungai Batang Gadis yang digagas PT. Austindo Nusantara Jaya Agri Siais (PT. ANJ) bertempat di Aula Kantor Dinas Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan pada Rabu, 09 Agustus 2023. Dengan mengangkat tema pembahasan kerusakan hulu sungai Batang Gadis akibat perambahan di sempadan sungai oleh manusia-manusia serakah, menyebabkan kualitas air sungai semakin menurun dan berimbas kepada masyarakat yang sehari-harinya bergantung pada sungai Batang Gadis di bagian hilir. Sempadan Sungai atau riparian zone merupakan kawasan yang berada diantara ekosistem daratan dan sungai, atau dapat dikatakan sebagai zona pembatas, pada hakikatnya sempadan sungai bukanlah hanya berperan sebagai pembatas namun memegang peranan penting alam dalam menjaga stabilitas ekosistem terutama untuk menjamin berfungsinya sungai dengan baik dan berkelanjutan (Wardiningsih & Fuadi Salam, 2019), hal ini juga dipertegas dalam Peraturan Pemerintah Nomor 11 tahun 2011 tentang sungai dalam pasal 5 Ayat (5) disebutkan bahwa sungai merupakan ruang penyangga antara ekosistem sungai dan daratan, agar fungsi sungai dan kegiatan manusia tidak saling terganggu. Semaraknya perambahan pada Hulu Sungai Batang Gadis memunculkan keprihatainan yang besar bagi semua pihak, salah satunya adalah PT. ANJ yang areal Hak Guna Usaha perkebunannya sejajar dan berdekatan dengan sempadan sungai Batang Gadis hampir sepanjang 11,3 Kilometer. Menanggapi permasalahan kerusakan sempadan sungai di hulu sungai Batang Gadis tersebut, Kepala Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan Hermanto MP Siallagan, S.H,. M.H., menyebutkan bahwa sempadan sungai harus dijaga dan dilestarikan dengan baik, sebagai ruang penyangga antara ekosistem sungai dan daratan, sempadan sungai merupakan pelindung sungai agar kualitas dan kuantitas air sungai tetap terjaga, mengingat air merupakan salah satu kebutuhan pokok makhluk hidup, selain itu beliau juga menyebutkan meskipun sempadan sungai ini bukanlah merupakan kawasan konservasi atau bagian dari Tupoksi BKSDA, namun urusan mengenai sungai merupakan tanggungjawab bersama antara pemerintah, masyarakat, lembaga swadaya masyarakat, dan badan-badan usaha karena menyangkut kepada kebutuhan air masyarakat, tumbuhan dan satwa yang hidup di ekosistem kawasan sungai, sehingga rencana pelaksanaan patroli pengamanan sempadan sungai Batang Gadis yang diusulkan semua pihak yang hadir direspon positif dan Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan siap turun bersama Tim. Diakhir acara diskusi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapanuli Selatan dan Manajemen PT. ANJ menyampaikan akan menindaklanjuti hasil diskusi untuk melaksanakan patroli bersama di wilayah hulu sempadan sungai Batang Gadis dengan menyurati pihak-pihak yang telah berkomitmen bersama-sama menjaga Sungai Batang Gadis. Turut hadir dalam acara diskusi tersebut antara lain manajemen PT. ANJ, Jajaran Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tapanuli Selatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Bappeda, Kepolisian Resort Kabupaten Tapanuli Selatan, Pihak Kecamatan Angkola Selatan dan Kepala Desa. Sumber : Irwan Hanafi, S.Hut., M.M. (PEH Muda) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Peresmian Kantor Resort TWA Pulau Bakut

Barito Kuala, 2 Agustus 2023 – Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) meresmikan Kantor Resort Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Bakut yang berada di Kecamatan Anjir Muara, Kabupaten Barito Kuala, Provinsi Kalimantan Selatan. Pembangunan Kantor Resort di bangun atas kerjasama BKSDA Kalsel dengan PT. Adaro Indonesia untuk menunjang dan meningkatkan kinerja pegawai TWA agar lebih maksimal dan efisien. Peresmian dilakukan oleh Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Bapak Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko, S.Hut, M.Agr.Sc. serta dihadiri Direktur Perencanaan Kawasan Konservasi (RKK) Ahmad Munawir, S. Hut, M. Si., didampingi Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Bapak Dr. Mahrus Aryadi, M.Sc. dan Bapak Thoha dari PT Adaro Indonesia. Selain meresmikan, Dirjen KSDAE juga menjadi salah satu narasumber utama dalam Seminar Nasional Konservasi Primata Endemik Borneo dengan tema “Pelestarian Lutung Dahi Putih”. Dirjen KSDAE juga meninjau secara langsung pembangunan sarpras pendukung wisata dan telah dikerjakan sebagai implementasi dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BKSDA Kalsel dan PT. Adaro Indonesia. Sarpras pendukung wisata antara lain dermaga apung, loket karcis pintu, gerbang, musholla, WC/Kamar mandi, pusat informasi, jembatan titian dan menara pandang, serta menyaksikan film pendek terkait hidupan liar Bekantan di TWA Pulau Bakut. Beliau sangat mengapresiasi adanya kolaborasi dengan kelompok masyarakat dalam pengelolaan kawasan dan berharap pengelolaan kawasan wisata dan peningkatan kegiatan pariwisata terbatas ini dapat berdampak langsung bagi masyarakat di sekitar kawasan. Kegiatan Peresmian Kantor Resort diakhiri dengan penanaman pohon Ketapang di depan klinik TWA Pulau Bakut oleh Dirjen KSDAE yang diikuti juga oleh Direktur RKK Bapak Ahmad Munawir, S.Hut., M.S, dan Guru Besar IPB Prof. Hadi Alikodra serta tamu undangan lainnya. Kepala Balai KSDA Kalsel Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc. menyampaikan terima kasih kepada Bapak Direktur Jenderal yang telah menyempatkan hadir untuk berkunjung di TWA Pulau Bakut. Beliau juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan segera ditandatangani PKS Lanjutan karena PKS tahap pertama dengan PT Adaro Indonesia sudah berakhir pada bulan Juli 2023 yang lalu. TWA Pulau Bakut adalah salah satu kawasan konservasi di Kalimantan Selatan yang merupakan habitat Bekantan dengan tipe ekosistem hutan mangrove. Kawasan ini ditetapkan sebagai site monitoring spesies prioritas terancam punah Bekantan di Kalimantan Selatan sejak Tahun 2012 dengan luas kawasan ± 15,58 ha.(ryn) Sumber: Imam Riyanto, S.Hut. (Kepala Resort TWA Pulau Bakut)
Baca Artikel

Apresiasi Para Mitra yang Mendukung Kinerja BKSDA Kalsel

Banjarbaru, 3 Agustus 2023 – Baru-baru ini Balai KSDA Kalimantan Selatan, sebagai unit pelaksana teknis konservasi Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) di daerah, telah memberikan apresiasi kepada para pihak atas kontribusinya dalam membantu program konservasi. Pada periode ini, beberapa pihak yang turut berperan tersebut adalah: Bea Cukai Kalbagsel berperan dalam mengungkap perdagangan ilegal bagian satwa dilindungi berupa sisik Trenggiling (Manis javanica) sebanyak 360 Kg yang hendak dikirim ke Surabaya. Barang bukti berhasil disita dan tersangka sebanyak 4 orang diamankan. Polres Hulu Sungai Tengah telah berkontribusi dalam mengungkap perdagangan Kucing Kuwuk (Prionailurus bengalensis) dan Owa Jenggot Putih (Hylobates albibarbis). Tersangka saat ini sedang menjalani proses peradilan dan menunggu vonis. Sementara itu Polsek Candi Laras Utara berperan dalam membantu menyelamatkan Beruang Madu yang memasuki pemukiman penduduk dan menimbulkan keresahan warga. Dari kegiatan ini seekor Berung Madu berhasil dievakuasi dalam kondisi sehat. Pemberian apresiasi dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan secara khusus dilakukan langsung oleh Dirjen KSDAE, Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko, M.Agr., Sc., didampingi oleh Direktur Perencanaan Kawasan Konservasi Ahmad Munawir, S.Hut. M.Si. dan Kepala Balai KSDA Kalsel, Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc., kepada penerima penghargaan yaitu Bp. Iwan Kurniawan dan Bp. Yosafat Fatra Patuh (perwakilan Bea Cukai Kalbagsel), Raindhard Maradona, S.I.K, M.H, dan Soleyas, SH. (Polres HST), dan Ketut Sedemen, S.Ag dan Robert Pernandes, S.Sos. (Polsek CLU). Menurut Kepala Balai KSDA Kalsel Dr. Mahrus, pemberian apresiasi kepada para pihak ini adalah bentuk perhatian dan rasa terima kasih KLHK melalui UPTnya kepada parapihak atas kepedulian yang diberikan dalam membantu program konservasi spesies yang dilakukan pemerintah. Dengan adanya apresiasi ini diharapkan akan semakin banyak lagi peran yang diberikan institusi atau lembaga dalam membantu program pemerintah dalam melindungi dan menjaga TSL sehingga kelestariannya akan tetap terjaga. (jjm) Sumber : Jarot Jaka Mulyono, S.Hut, M.Sc (Call Center BKSDA Kalsel)
Baca Artikel

Rayakan Hari Konservasi Alam Nasional, TNGM Reresik Tlogo Muncar

Sleman – 10/08/2023 Balai Taman Nasional Gunung Merapi bersama Paguyuban Pedagang Tlogo Putri, Masyarakat Mitra Polhut (MMP) dan Masyarakat Peduli Api (MMA) Lingkup Pakem-Turi melakukan aksi bersih sampah dan penanaman pohon di Objek Wisata Alam (OWA) Tlogo Muncar. Kegiatan aksi bersih sampah ini dilakukan dalam rangka peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Tahun 2023. Puncak acara HKAN Tahun 2023 sendiri akan diselenggarakan Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Tangkiling, Provinsi Kalimantan Tengah. Tema HKAN tahun ini yaitu Hapungkal Himba Kalingu yang artinya jiwa yang damai dalam harmoni rimba belantara. Aksi bersih yang dilaksanakan pada hari Kamis, 10 Agustus 2023 ini diikuti oleh 70 orang. Kegiatan ini dilakukan dengan memilah sampah menjadi beberapa kategori seperti sampah plastik dan sampah organik. Sampah yang dikumpulkan sejak pukul 08.00 WIB hingga pukul 10.WIB yaitu sebanyak 3 kg sampah plastik. Dalam kegiatan ini dilakukan dialog antara Balai TNGM dengan paguyuban pedagang, MMP, dan MMA. Dalam dialog tersebut, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I, Sutris Haryanta, S.H. menyampaikan bahwa sejatinya, aksi bersih dapat dilakukan setiap bulan tanpa harus menunggu peringatan HKAN. Kepala Balai TNGM, Muhammad Wahyudi, S.P., M. Sc. pun menambahkan bahwa dengan adanya peringatan HKAN ini dapat menjadi semangat untuk bersama-sama mewujudkan harmoni bersama Merapi. Aksi bersih ini ditutup dengan penanaman pohon secara serentak. Jenis pohon yang ditanam yaitu Pronojiwo (Euchresta horsfieldii) sebanyak 5 (lima) pohon. Pronojiwo sendiri merupakan salah satu tumbuhan asli Gunung Merapi yang juga sering dimanfaatkan masyarakat sebagai tanaman obat. ** Pembuat dan penyunting berita : Ayu Diyah Setiyani Penanggung jawab: Muhammad Wahyudi, S.P, M.Sc. (Kepala Balai) - 085244012365 FB: Taman Nasional Merapi Twiter: @btngunungmerapi IG: @btn_gn_merapi Website : tngmerapi.id
Baca Artikel

Balai TN Gunung Rinjani Gelar Budidaya Anggrek

Mataram, 14 Agustus 2023. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) mengadakan kegiatan Pelatihan Budidaya dan Pengembangan Anggrek yang dilaksanakan pada tanggal 9 hingga 10 Agustus 2023 di Hotel Puri Sharon.Kegiatan dibuka dengan penyampaian materi potensi anggrek di Rinjani, teknik in vitro dan praktek penyerbukan serta pembuatan media tanam dan kemudian dilanjutkan sesi diskusi dan sharing pejabat fungsional PEH Balai Taman Nasional Gunung Rinjani. Pada kegiatan ini Balai TNGR mengundang langsung narasumber berpengalaman dari Tengger Orchid dan Lombok Orchid dengan peserta sebanyak 26 orang yang terdiri dari 17 orang Pejabat fungsional PEH TNGR dan 9 orang dari masyarakat binaan TNGR Kegiatan berlangsung selama dua hari, dengan materi hari kedua materi dilakukan praktek penebaran biji anggrek melalui kultur in vitro, praktek aklimatisasi hasil kultur in vitro, dan penyampaian materi taknik pemasarannya. Kegiatan Pelatihan Budidaya dan Pengembangan Anggrek ditutup dengan pemberian souvenir dan foto bersama. Sumber: Balai Taman Nasional Gunung Rinjani
Baca Artikel

Penguatan Kelembagaan Pemberdayaan Masyarakat di Desa Tamiang Bakung

Kotabaru, 28 Juli 2023 – Langkah Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) dalam menjaga Kawasan Cagar Alam (CA) bekerjasama dengan masyarakat sekitar kawasan selalu ditingkatkan. Tujuannya tentu untuk menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan masyarakat sekitar kawasan sehingga informasi tentang kawasan dan keamananannya bisa terus terpantau. Penguatan kelembagaan melalui pembentukan kelompok pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu cara agar silaturahmi dapat terus berjalan serta selaligus dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan. Desa Tamiang Bakung menjadi salah satu Desa yang berbatasan langsung dengan Kawasan Cagar Alam Teluk Kelumpang dan itulah alasan Tim Seksi Konservasi Wilayah III memilih Pembentukan KPM di Desa tersebut. Pembentukan kelompok dihadiri langsung oleh Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Bapak Nikmat Hakim Pasaribu S.P., M.Sc beserta Tim SKW III, Nama KPM Desa Tamiang Bakung yaitu KPM Tamiang Bakung Bersama yang sepakat berkegiatan di bidang tanaman Jagung Manis. Alasan anggota kelompok memilih Jagung manis adalah karena melihat pemasaran dan jagung manis lebih mudah dan peminat lumayan banyak. Bapak Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan Dr. Ir. Mahrus Aryadi M.Sc menyampaikan pesan diharapkan usaha yang dilakukan oleh masyarakat dapat berkembang sehingga bisa membantu dalam perekonomian masyarakat dan menjadi alat komunikasi silaturahmi antara masyarakat dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan, sehingga Visi dan Misi dalam Pembentukan Kelompok ini terwujud yakni dengan terjaganya kawasan Cagar Alam di Sekitar Tempat Tinggal Masyarakat. Menjaga kekompakan kelompok dan saling peduli merupakan kunci keberhasilan kelompok. (ryn) Sumber : Maulinda, S.Hut (Staf SKW III Batulicin), Doc. by : M. Fattah Al Qifari (PEH SKW III Batulicin)
Baca Artikel

Mengembalikan Kekuasaan Sang Raja Rimba

Medan, 14 Agustus 2023. Hari Harimau Sedunia atau dikenal juga dengan Global Tiger Day merupkan perayaan tahunan terhadap usaha konservasi harimau, yang diperingati setiap tanggal 29 Juli. Pertama kali digagas di Saint Petersburg Tigger Summit pada tahun 2010. Menurunnya populasi harimau di beberapa negara mendasari lahirnya gerakan ini. Tujuan dari perayaan atau peringatan Global Tiger Day adalah untuk mempromosikan sistem global dalam rangka melindungi habitat alami harimau dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu konservasi harimau. Balai Besar KSDA Sumatera Utara bersama dengan berbagai mitra dan institusi terkait, tidak melewatkan momen penting ini dan ikut merayakannya dengan melakukan giat talkshow yang bertepatan juga dengan momen peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Tahun 2023, pada Kamis 10 Agustus 2023, di halaman Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara. Tema talkshow yang diusung adalah Mengembalikan Kekuasaaan Sang Raja Rimba, yang sejalan dengan tema Global Tiger Day Nasional yaitu Know Your Tigers. Talkshow menghadirkan narasumber, terdiri dari : Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara Rudianto Saragih Napitu, S.Si., M.Si., Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara Ir. Yuliani Siregar, M.AP., perwakilan Polda Sumatera Utara Kompol Samosir, perwakilan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Irma Hasibuan, SH., akademisi perguruan tinggi Dr. Pindi Patana, S.Hut., M.Si. dan aktivis harimau Harray Sam Munthe. Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Rudianto Saragih Napitu, dalam paparannya menyampaikan bahwa Balai Besar KSDA Sumatera Utara menemukan kelahiran baru beberapa ekor Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). Kelahiran ini menjadi kabar gembira tentunya ditengah ancaman kerusakan habitat dan interaksi negatif dengan manusia yang masih kerap terjadi. Namun hal ini bisa menjadi masalah ke depan karena harimau membutuhkan areal teritori. Semakin banyak populasi harimau, semakin luas teritori yang dibutuhkan. Harimau adalah individu soliter, tidak berkelompok seperti singa. “Karena harimau bukan hewan berkelompok, ini menjadi pekerjaan rumah untuk menyediakan teritorinya. Bila kita tidak menjamin adanya habitat yang layak untuk mereka hidup, kedepan interaksi negatif dengan masyarakat tak terhindari dan semakin intens,” ujar Rudianto. Beberapa hal yang juga menjadi catatan penting menurut Rudianto adalah masih ditemukannya pemasanga jerat oleh masyarakat di beberapa tempat. Meskipun jerat dimaksudkan untuk memburu babi hutan, namun dalam beberapa kasus justru yang menjadi korban adalah jenis satwa liar dilindungi, termasuk harimau. Masyarakat juga sulit menerima harimau untuk dievakuasi dan dilepasliarkan ke hutan di dekat desanya. Sehingga ini pun menjadi tantangan yang harus dicarikan solusinya Oleh karena itu Balai Besar KSDA Sumatera Utara mengajak seluruh komponen, baik pemerintah pusat, pemerintah daerah, penegak hukum, NGO/LSM, akademisi perguruan tinggi, pihak swasta maupun masyarakat untuk bersama-sama bergandeng tangan menyelesaikan permasalahan dengan ikut menjaga serta melindungi bukan hanya harimaunya saja, tetapi yang jauh lebih penting adalah habitatnya. Harmonisasi dalam kolaborasi akan mampu mengatasi berbagai permasalahan yang sudah dan akan timbul, sehingga kekuasaan sang raja pun rimba dapat dikembalikan. Narasumber lainnya menyatakan dukungan terhadap upaya-upaya yang sedang dan akan dilakukan oleh Balai Besar KSDA Sumatera Utara dalam mengembalikan kekuasaan sang raja rimba, sesuai dengan tugas pokok dan fungsi serta perannya masing-masing. Sumber : Evansus Renandi Manalu (Analis Tata Usaha) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Meriahnya HUT RI di Kabupaten Tojo Una-Una

Ampana, 11 Agustus 2023 – Menyambut HUT Kemerdekaan RI Ke-78, Balai Taman Nasional Kepulauan Togean (TNKT) pada tanggal 11 Agustus 2023 ikut berpartipasi pada kegiatan Senam Sehat dan Lomba yang diselenggarakan oleh Sekretariat Daerah Kab. Tojo Una-Una di Ampana. Kepala Balai TN Kepulauan Togean, Dodi Kurniawan menyatakan bahwa “Keikutsertaan Balai TN Kepulauan Togean dalam kegiatan Senam Sehat dan Lomba ini merupakan bagian dari upaya membangun koordinasi dan komunikasi dengan para pihak di Kab.Tojo Una-Una” “Pada kesempatan ini kami sekaligus menyampaikan hasil Rapat Koordinasi Pengelolaan Kawasan TN Kepulauan Togean yang diselenggarakan pada hari Kamis, 10 Agustus 2023 kepada Wakil Bupati Kab. Tojo Una - Una. Wakil Bupati Kab.Tojo Una-Una menyambut baik terhadap upaya yang telah dilakukan oleh Balai TN Kepulauan Togean, dan beliau berpesan agar komunikasi, koordinasi dan sinergitas antara para pihak dalam pengelolaan TN Kepulauan Togean dapat terus dijaga”, ungkapnya menambahkan. Kegiatan Senam Senam Sehat bersama ini dirangkaikan dengan beberapa kegiatan lomba/permainan diantaranya Bakiak, Lari Karung, Gigit Sendok/Kelereng, Lari Balon, Tarik Tambang dan Lomba Makan Kerupuk, yang diikuti oleh OPD, Instansi Vertikal, BUMN/BUMD, dan Kecamatan di Kab.Tojo Una-Una. Sumber : Amelia Diaztari S.Hut dan Wita Nofrinar, S.Si (Penyuluh Kehutanan Ahli Pertama) - Balai Taman Nasional Kepulauan Togean

Menampilkan 1.025–1.040 dari 2.311 publikasi