Minggu, 31 Mei 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

AMMTC Ke-17, Balai TN Komodo Antusias Berikan Informasi

Labuan Bajo, 3 Oktober 2023. Kegiatan Asean Ministerial Meeting On Transnational Crime (AMMTC) Ke-17 diselenggarakan di Labuan Bajo mulai tanggal 19 – 23 Agustus 2023. Acara lintas negara ini dibuka secara virtual oleh Presiden Joko Widodo dan dihadiri oleh 10 negara anggota ASEAN, Timor Leste (Negara Pengamat), dan 3 negara mitra dialog yang terdiri dari Republik Rakyat Tiongkok, Jepang, dan Korea Selatan. Presiden Joko Widodo dalam sambutannya menyampaikan pentingnya penyelenggaraan AMMTC untuk memperkuat penanganan kejahatan transnasional pada lingkup negara ASEAN dan kolaborasi antar negara dalam menghadapi tantangan global. “Dengan kemajuan teknologi saat ini, kejahatan transnasional semakin masif dan dengan cara yang semakin kompleks sehingga penanganannya juga harus adaptif, terutama tindak pidana terorisme, tindak pidana perdaganan manusia, dan tidak pidana narkotika, “ ujar Presiden Joko Widodo. Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, memimpin pelaksanaan AMMTC Ke-17 di Labuan Bajo, termasuk melaksanakan kunjungan ke kawasan Taman Nasional Komodo. Kunjungan Jenderal Listyo Sigit dan rombongan disambut langsung oleh Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Hendrikus Rani Siga. Rombongan diajak untuk melakukan trekking menyusuri jalan jerambah (elevated deck) menuju ke Pusat Informasi Komodo, serta melakukan aksi penanaman pohon di Resort Loh Buaya – Pulau Rinca. Muhammad Ikbal Putera, Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Muda Balai Taman Nasional Komodo, yang menjadi interpreter utama bahasa asing terus mendampingi Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta para rombongan delegasi negara ASEAN dan undangan kenegaraan lainnya selama berada di Taman Nasional Komodo. Selain, menugaskan satu orang interpreter utama, Balai Taman Nasional Komodo juga menugaskan Ande Kefi (PEH Mahir) sebagai interpreter pendukung selama pendampingan. Dalam kunjungannya, Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta delegasi ASEAN berkesempatan meninjau Pusat Informasi Komodo dan mengamati dari dekat diorama pengelolaan Taman Nasional Komodo serta ikon utamanya, kerangka biawak komodo Mr. X dan Jessica. Setelahnya, rombongan beranjak ke lokasi penanaman pohon pada salah satu area Lembah Loh Buaya yang telah disiapkan. Disana, rombongan menjumpai beberapa individu biawak komodo dengan berbagai kelas umur, baik anakan maupun dewasa yang mendiami Lembah Loh Buaya. Para delegasi tampak antusias dapat berkesempatan mengamati biawak komodo dari jarak yang aman dan didampingi oleh petugas Naturalist Guide, masyarakat yang telah dilatih untuk menjadi interpreter wisata alam di Taman Nasional Komodo. Muhammad Ikbal Putera menginterpretasikan fakta menarik mengenai biawak komodo kepada Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta rombongan dan mendapatkan apresiasi atas informatifnya penjelasan yang disampaikan dalam Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia. Seusai melaksanakan penanaman, rombongan kembali ke Labuan Bajo. Merujuk pada siaran pers Humas Kepolisian Republik Indonesia, pelaksanaan kegiatan AMMTC Ke-17 di Labuan Bajo diakhiri dengan penyerahan Keketuaan AMMTC Ke-18 dan Keketuaan ASEAN Senior Official Meeting on Transnational Crime (SOMTC) Ke-24 kepada Negara Laos. Semoga kegiatan AMMTC dapat konsisten memperkuat hubungan antar negara dalam rangka penanganan kejahatan transnasional. Sumber: Balai Taman Nasional Komodo (Siaran Pers No: PG.22/T.17/SET.2/HMS.3/8/2023) Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Hendrikus Rani Siga, S.Hut., M.Sc. (+6281353363519) Penulis Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Muda - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S. (+6281310300678) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Muda - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6281138290000)
Baca Artikel

Balai TN Babul Ikut In House Training Literasi Digital

Maros, 2 Oktober 2023. Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul) berpartisipasi pada kegiatan In House Training Literasi Digital Bidang Perhutanan Sosial pada tanggal 29 s.d 1 Oktober 2023 di Hotel Gammara, Makassar, dengan menjadi narasumber. Kegiatan yang diinisiasi oleh Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (PSKL) Wilayah Sulawesi juga melakukan kunjungan lapangan di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Sedikitnya 40 peserta aktif mengikuti proses belajar menulis, infografis, dan fotografi ini. Mereka berasal dari seksi wilayah dan Balai PSKL Wilayah Sulawesi, Kelompok Kerja Percepatan Perhutanan Sosial Sulawesi Selatan, dan Dinas LHK Sulawesi Selatan. Kepala Balai PSKL Wilayah Sulawesi membuka pelatihan literasi ini secara resmi. "Saya bersyukur atas terselenggaranya in house training ini. Mengapa? Karena melalui literasi ini, memudahkan sosialisasi kegiatan perhutanan sosial yang terus kita gaungkan di bumi Celebes ini," pungkas Muchksin, Kepala Balai PSKL Wilayah Sulawesi. Pelatihan literasi digital ini menghadirkan 3 narasumber. Narasumber yang kompeten di bidangnya. Bugi Sumirat, Peneliti BRIN, membawakan materi penulisan storing telling dan infografis. Anis Kurniawan, Direktur Klikhijau.com, menghantarkan materi reportase. Terakhir, Taufiq Ismail, Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) pada Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung menyajikan materi fotografi. "Menulis itu bukan bakat. Menulis itu adalah keterampilan. Keterampilan berarti membutuhkan latihan tanpa henti untuk menjadi lihai merangkai kata," pungkas Bugi Sumirat, Peneliti BRIN. Karenanya seorang penulis harus terus berlatih dan berlatih. Menurut Kang Budi, sapaan akrabnya, menerangkan bahwa pengambilan data sebagai tulisan tak kalah pentingnya. Perlu perencanaan dan teknik pengambilan data yang perlu dipersiapkan. "Main mapping adalah salah satu teknik perencanaan data yang akan digali di lapangan. Menentukan poin-poin utama yang menjadi target informasi yang akan dikumpulkan," tambah Kang Budi. Peserta nampak antusias menyimak paparan pemateri perdana. Tak heran jika sesi diskusi, peserta melayangkan beberapa kesulitan yang mereka hadapi saat hendak menulis. Pada hari yang sama, pemateri fotografi menyajikan paparannya. Mengantar materi: photo story. "Cerita foto menampilkan satu kisah atau perjalanan seseorang dalam waktu yang singkat. Bisa dicontohkan berupa perjalanan seseorang dalam sehari. Ada kisah permulaan, pertengahan dan akhir perjalanan," terang Taufiq Ismail, PEH Ahli Muda. Sebelum beristirahat, pemateri kemudian membagikan tugas kepada peserta secara berkelompok. Setidaknya ada empat kelompok yang menerima tugas peliputan selama kunjungan ke taman nasional. Keesokan harinya, peserta bertandang ke kawasan wisata Bantimurung. Menikmati kesejukan air terjun dan keasrian pepohonan yang menutupi koridor karst ini. Anis Kurniawan, Direktur Klikhijau.com, menyapa peserta. Berbagi pengalaman peliputan lapangan dan menulis reportase. Memberi tips menulis berita secara cepat. "Menulis berita sebenarnya lebih mudah. Cukup mengikuti pedoman 5W1H," terang Anis Kurniawan, Editor in Chief Klikhijau.com Menurut Anis, paragraf pertama bisa menulis: siapa yang menyelenggarakan acara? Apa acaranya? Kapan dan di mana diselenggarakan. Lebih lanjut, paragraf selanjutnya, menuliskan siapa saja yang hadir dalam acara tersebut. Termasuk stakeholder kunci yang hadir. "Setelah itu, bisa dilanjutkan dengan kutipan langsung pembicara pada kegiatan tersebut. Sebagai penegasan dan makna terselenggaranya suatu kegiatan," tambah Anis. Anis melanjutkan bahwa pada bagian akhir diisi dengan kutipan langsung dan diselingi pernyataan tidak langsung. "Khusus untuk bagian akhir tulisan ditutup dengan kutipan langsung pembicara kunci suatu acara," kata Anis pada akhir paparannya. Peserta kemudian mengeksplor keunikan kawasan wisata ini. Kelompok menggali potensi target sesuai hasil diskusi kelompok masing-masing. Ada kelompok yang mengeksplor kupu-kupu, ada kelompok yang berfokus di gua mimpi, gua batu, dan wisata tirta cano. Mereka antusias mencari data, memotret, dan mengamati alam sekitar. Memenuhi tugas: berita atau artikel mini (feature), infografis, dan foto cerita. Malam hari, mereka tak langsung beristirahat. Menyisihkan waktu, merangkai data dan potongan dokumentasi menjadi sebuah konten yang layak disajikan ke khalayak. Hasil olahan kelompok kemudian dipublikasikan melalui media sosial masing-masing. Menjadi penilaian oleh narasumber karena setiap peserta men-tag ketiga pemateri di setiap unggahan mereka. Tak sampai di sana, pada hari terakhir, peserta mempresentasikan hasil kerja kelompoknya. Satu per satu kelompok menyajikan tugasnya. Narasumber pun kemudian memberi masukan sebagai bahan pembelajaran. Termasuk menjawab ketakutan peserta memulai menulis. "Kami terkadang sulit memulai. Terkadang sulit membuat kalimat pertama," ungkap Aldo, peserta in house training. Kang Bugi kemudian menjawab bahwa menulis saja. Bisa dimulai dari apa acaranya, siapa yang laksanakan, selanjutnya tidak mencentang "W" apalagi yang belum, dan melanjutkannya. Menjelang siang, hari Minggu (1/10/2023), paparan dan evaluasi pelatihan berakhir. Kepala balai kemudian menutup kegiatan. "Saya senang sekali melihat staf kami belajar menulis dan memotret. Ternyata staf saya memiliki potensi literasi yang tersembunyi selama ini. Mudah-mudahan ke depan terus bisa dikembangkan. Menjadi jembatan menyiarkan kinerja kita selama ini kepada masyarakat umum," tutup Muchksin, Kepala Balai PSKL Wilayah Sulawesi. Sumber: Taufiq Ismail - Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung
Baca Artikel

Efektivitas Pengelolaan TN Komodo Meningkat

Labuan Bajo, 29 September 2023. Balai Taman Nasional Komodo menyelenggarakan Diskusi Kelompok Terpumpun (DKT), Kamis (21/9), dengan mengundang para pemangku kepentingan kunci di Labuan Bajo dalam rangka penilaian efektivitas pengelolaan kawasan konservasi Taman Nasional Komodo dengan menggunakan metode Management Effectiveness Tracking Tool (METT) pada tanggal 19 – 20 September 2023. Balai Taman Nasional Komodo memilih pendekatan DKT untuk memberikan jaminan kesetaraan dan keterbukaan informasi, serta memastikan tercapainya obyektivitas penilaian diantara pada pemangku kepentingan. Kegiatan penilaian efektivitas pengelolaan ini dilaksanakan setiap dua tahun sekali dan melibatkan berbagai aktor pentahelix kunci, meliputi: pemerintah pusat, pemerintah daerah, pemerintah desa, lembaga swadaya masyarakat (LSM), lembaga pendidikan, korporasi, dan organisasi profesi. Dua orang fasilitator kunci dan pendukung dari Balai Taman Nasional Komodo memimpin jalannya sebuah diskusi yang intens dan dinamis yaitu: Muhammad Ikbal Putera (Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Muda) dan Ikhwan Syahri (Polisi Kehutanan Ahli Pertama). Mempertimbangkan kuatnya penguasaan materi pengelolaan dan relasi profesional fasilitator kunci, menjamin pelaksanaan DKT terlaksana secara generatif, kondusif, dan bottom-up. Selain fasilitator kunci dan pendukung, turut hadir perwakilan Balai Taman Nasional Komodo lainnya yang terdiri dari: Urbanus Sius (Kepala Sub Bagian Tata Usaha BTN Komodo), Judy Aries Mulik (Kepala SPTN Wilayah III BTN Komodo), Julizar Riduan (Polhut Ahli Muda), Margaretha Priska Nur (Penyuluh Kehutanan Ahli Pertama), Ande Kefi (PEH Mahir), Naoma Yunita Banamtuan (Polhut Mahir), Issabella Maharani (PEH Ahli Pertama), Masda Susi Linar Limbong (APBN Ahli Pertama), Arif Ardianto Sofian (Polhut Ahli Pertama), Fahri Ikhlas (Penyuluh Kehutanan Ahli Pertama), Yovi Septia (Penyuluh Kehutanan Ahli Pertama), dan empat orang mahasiswa magang dari Politeknik Pariwisata NHI Bandung serta Politeknik eLbajo Commodus. Selama proses DKT berlangsung, para pemangku kepentingan banyak memberikan kritik yang membangun untuk penyempurnaan pengelolaan kawasan Taman Nasional Komodo. Beberapa hal yang paling sering beresonansi adalah terkait peningkatan sarana prasarana wisata alam di destinasi wisata alam pantai, diantaranya: Long Beach Padar dan Pink Beach Komodo, agar disediakan MCK yang layak bagi wisatawan. Hal lainnya yang disampaikan adalah terkait kondisi dermaga kapal yang saat surut menyulitkan wisatawan untuk naik/turun, sehingga menimbulkan risiko kecelakaan kerja saat berkunjung ke Taman Nasional Komodo. Seluruh kritik dan masukan selama prosesi DKT dicatat dan disesuaikan dengan formulir lembar data yang tersedia pada metodologi METT. Seluruh pemangku kepentingan kunci yang hadir pada kegiatan penilaian ini mengakui bahwa pengelolaan kawasan Taman Nasional Komodo dalam dua tahun terakhir semakin kuat dan mengalami peningkatan. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya inovasi dan inisiasi yang dilaksanakan oleh Balai Taman Nasional Komodo dan memberikan banyak manfaat bagi para pemangku kepentingan. Sebagai contoh, kegiatan resort-based management (RBM) dan ranger goes to school (RGTS) mendapatkan pengakuan dan pujian dari para peserta DKT. Salah seorang peserta yang merupakan perwakilan dari LSM menyampaikan bahwa ketersediaan dan kontinuitas data primer di tingkat tapak sangatlah penting untuk dimiliki oleh UPT Taman Nasional, karena informasi tersebut akan menjadi modal dasar/fondasi dalam merumuskan sebuah kebijakan publik yang inklusif dan berbasiskan sains. Lebih lanjut, perwakilan peserta dari lembaga pendidikan, Hortensi Herima (Kepala SMKN 3 Komodo), menyampaikan apresiasi dilaksanakannya RGTS dan menekankan pentingnya keberlanjutan program tersebut bagi institusi pendidikan, utamanya Sekolah Menengah Kejuruan, dalam lingkup wilayah Kabupaten Manggarai Barat. Hortensia menyampaikan bahwa program tersebut sangat berdampak tidak hanya bagi murid di sekolah, namun juga membantu para guru dalam menyadartahukan wawasan konservasi dan lingkungan kepada para peserta didiknya. Urbanus Sius mewakili Kepala Balai Taman Nasional Komodo, mendengar seluruh kritik membangun dan menyampaikan terima kasih atas buah pikiran yang dihasilkan selama DKT. Meskipun masih banyak keterbatasan, Urbanus menyampaikan bahwa akan memprioritas aktualisasi kritik tersebut satu per satu menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran yang diterima dalam satu tahun anggaran. Urbanus juga mengajak para korporasi dan organisasi profesi untuk dapat memberikan kontribusi secara langsung bagi peningkatan layanan wisata alam Taman Nasional Komodo di tingkat tapak, agar peningkatan pengelolaan tidak terpusat hanya dilakukan oleh Balai Taman Nasional Komodo, melainkan melibatkan berbagai pihak terkait lainnya. Hasil penilaian efektivitas pengelolaan kawasan konservasi Taman Nasional Komodo dengan menggunakan metode METT Tahun 2023 memperoleh nilai total sebesar 83%. Nilai tersebut mengalami peningkatan dibandingkan dengan nilai total yang diperoleh pada tahun 2021 yaitu sebesar 80%. Peningkatan ini tentu tidak terlepas dari kinerja dan berbagai pencapaian formal maupun informal yang telah dilaksanakan oleh Balai Taman Nasional Komodo yang terasa/berdampak bagi banyak pihak di Kabupaten Manggarai Barat. Balai Taman Nasional Komodo memastikan akan terus melakukan peningkatan pelayanan dan mempertahankan kualitas pengelolaan pada tahun-tahun selanjutnya. Sumber: Balai Taman Nasional Komodo (Siaran Pers No: PG.35/T.17/TU/HMS.3/9/2023) Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Hendrikus Rani Siga, S.Hut., M.Sc. (+6281353363519) Penulis Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Muda - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S. (+6281310300678) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Muda - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6281138290000)
Baca Artikel

Kolaborasi yang Membawa Perubahan

Pulau Jinato - Kepulauan Selayar, 28 September 2023. Desa Jinato, bersama dengan 5 desa lainnya di dalam Kawasan Taman Nasional (TN) Taka Bonerate, berkumpul di kantor Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah 2 Jinato, Desa Jinato, Kecamatan Taka Bonerate, untuk Peningkatan Kapasitas Kelompok Masyarakat Binaan Balai TN Taka Bonerate, Kamis (28/9). Program peningkatan kapasitas kelompok masyarakat ini adalah contoh nyata kolaborasi yang sukses antara pemerintah, lembaga konservasi alam, dan komunitas lokal dalam upaya menjaga keberlanjutan alam dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Kegiatan ini diawali dengan pembukaan secara resmi oleh Kepala SPTN Wilayah 2 Jinato, Muhammad Hidayat, yang turut dihadiri oleh perangkat desa Jinato. Dalam sambutannya, Muhammad Hidayat menggarisbawahi pentingnya kerja sama antara pemerintah daerah, Balai TN Taka Bonerate, dan masyarakat lokal untuk menjaga keberlanjutan sumber daya alam yang unik dan melindungi lingkungan di kawasan TN Taka Bonerate ini. "Giat ini juga untuk memantapkan masyarakat dalam pelayanan tamu wisata pada event Festival Taka Bonerate dan Dive Camp pada 26 sd. 30 Oktober 2023 ini," jelas Muhammad Hidayat. Program ini melibatkan 30 peserta dari 6 desa yang berada di dalam kawasan TN Taka Bonerate. Mereka akan menjalani serangkaian pelatihan selama dua hari (28 sd. 29 Oktober 2023) yang mencakup aspek pengelolaan Homestay, pembuatan cinderamata mata dari bahan lokal, dan pramu wisata (guiding). Adapun pemateri-pemateri yang didatangkan merupakan praktisi yang sangat berkompeten dibidangnya, Pengolaan Homestay Mursalim dari Indonesian Homestay Association yang juga pemilik Homestay Dodo, Pramu Wisata (Guiding) Mastudi dari Yayasan Jokkaki (Jokka Kreatif Indonesia) yang juga sekaligus anggota Himpunan Pramu Wisata Indonesia Sul Sel, Pembuatan Cinderamata Nur Hariyani Pengrajin Berliana Tanjung Bira. Perangkat desa Jinato dalam hal ini Kepala Desa Jinato Andi Sulistilawanti juga mengekspresikan dukungannya terhadap program ini dan berharap program ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat setempat, termasuk peningkatan pendapatan dan pelestarian keindahan alam Pulau Jinato khususnya dan TN Taka Bonerate pada umumnya. Semua mata tertuju pada masa depan yang lebih terang bagi Taman Nasional Taka Bonerate dan penduduknya. Sumber Teks dan Foto: Syamsuriani & Harlina - Penyuluh Kehutanan Balai TN Taka Bonerate Editor Asri - Humas Balai Tn Taka Bonerate
Baca Artikel

Laksanakan Penilaian METT tahun 2023, Berapa Nilai Efektifivitas Pengelolaan Kawasan TNBK?

Putussibau, 26 September 2023 - Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (BBTNBKDS) melaksanakan penilaian efektivitas pengelolaan Kawasan Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK). Kegiatan dilaksanakan di ruang Aula kantor Balai Besar TNBKDS ini melibatkan pihak-pihak terkait diantaranya Dinas Perumahan Rakyat Dan Kawasan Permukiman, Pertanahan Dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kapuas Hulu, Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Kabupaten Kapuas Hulu, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Putussibau Utara, KPH Putussibau Selatan, Camat Embaloh Hulu, Camat Putussibau Selatan, Camat Putussibau Utara, Para Kepala Desa di sekitar Taman Nasional Betung Kerihun, Kelompok Binaan, serta para Pejabat dan Petugas lapangan lingkup TNBKDS. Dengan pelibatan berbagai pihak dalam kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan partisipasi pihak-pihak eksternal dan internal sekaligus sebagai wujud obyektifnya penilaian efektivitas pengelolaan Kawasan Konservasi. Penilaian efektifitas pengelolaan Kawasan TNBK dilakukan dengan menggunakan instrumen Management Effectivenes Tracking Tools (METT). METT merupakan perangkat yang digunakan untuk mengevaluasi secara mandiri (self assessment) sehingga mudah untuk diaplikasikan dan dijawab oleh para pihak yang terlibat. Proses penilaian dalam METT difasilitasi oleh Rahman R. Nababan sebagai fasilitator dari UPT BBTNBKDS sesuai dengan Surat Keputusan Direktur Pengelolaan Kawasan Konservasi nomor SK.15/PKK/PPKK/KSA.1/9/2022. Kepala Balai Besar TNBKDS, Bapak Wahju Rudianto dalam arahannya menyampaikan bahwa “kegiatan penilaian ini merupakan penilaian rutin yang wajib dilakukan oleh TNBKDS sebagai pengelola. Penilaian harus dilakukan sesuai kondisi faktual di lapangan dan diharapkan ada hasil atau output berupa nilai efektivitas serta rekomendasi ke depan bagi pengelola yang harus ditindaklanjuti”. Di akhir kegiatan, kepala Bidang Teknis Konservasi TN, Gunawan Budi Hartono dalam arahannya menyampaikan bahwa Nilai Efektivitas Pengelolaaan Kawasan TNBK merupakan gambaran kuantitatif pengelolaan mulai dari perencanaan hingga capaian yang dilakukan oleh Balai Besar TNBKDS dari 77% pada tahun 2021 hingga mencapai 79% pada tahun 2023 ini. ‘’Harapannya Nilai Efektivitas Pengelolaaan Kawasan TNBK tahun ini menjadi gambaran yang objektif dari pengelolaan kawasan TNBK dan tentunya masih perlu perbaikan berdasarkan masukan dalam rekomendasi dalam penilaian’’ pungkasnya. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Artikel

Balai TN Babul Ajak Anggota KTH Mandiri Bersama

Maros, 23 September 2023. Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul) menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Usaha Ekonomi Produktif, Sabtu (23/9), di Kawasan Wisata Alam Bantimurung. Bimtek dihadiri oleh Anggota Komisi IV DPR RI, Bapak Dr. H. Andi Akmal Pasludin, S.P., M.M., juga dihadiri oleh Bupati Kab. Maros, Bupati Kab. Pangkep, dan Ketua DPRD Kab. Maros. Dalam sambutannya, Bapak Dr. H. Andi Akmal Pasludin, S.P., M.M. mengatakan bahwa ia akan mengusahakan bantuan produktif tahun mendatang serta sarana dan prasarana wisata sebagai bentuk memperjuangkan aspirasi masyarakat. Pemberdayaan kelompok masyarakat yang dilakukan Balai TN Babul melibatkan peran masyarakat lokal guna menciptakan kemandirian dan kesejahteraan ekonomi bagi masyarakat melalui partisipasi aktif serta inisiatif anggota masyarakat itu sendiri. Hal ini bertujuan untuk menjaga kelestarian keanekaragaman hayati dan ekosistemnya, melalui pendampingan serta peran dan partisipasi masyarakat dalam melestarikan biodiversitas kawasan konservasi. Kegiatan ini juga merupakan salah satu bentuk tindak lanjut dari pemberdayaan kelompok masyarakat dengan memberikan bimtek peningkatan usaha sekaligus penyerahan bantuan usaha ekonomi produktif secara simbolis pada Kelompok Tani Hutan lingkup TN Babul sebanyak ± 150 orang. Adapun peserta yang turut hadir yakni, Camat Bantimurung, Camat Simbang, Camat Tondong Tallasa, Camat Minasatene, Camat Mallawa, Camat Cenrana, Camat Camba, Camat Lappariaja, Desa Bantimurung, Desa Padaelo, Desa Rompegading, Desa Pattanyamang, Desa Gattareng Matinggi, Desa Barugae, Desa Mattampawalie, Kelurahan Kalabbirang, KTH Manyampa, KTH A' Bulo Sibatang, KTH Balanglohe, KTH Sonrae, KTH Pattanyamang, KTH Segitiga GMK, KTH Semangat Baruga, KTH Labongke, KTH Maccini, dan Pemegang Izin Jasa Wisata Alam. Sumber: Dewi F Wahab - PEH Balai TN Bantimurung Bulusaraung
Baca Artikel

Kelompok Kemitraan Konservasi Banua Sio Kembangkan Usaha Kelompok dengan Bisnis Model Canvas

Kapuas Hulu, 21 September 2023 - Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum melalui SPTN Wilayah II Tanjung Kerja, kembali lakukan Penyusunan RKT Pengembangan Usaha, Pendampingan dan Peningkatan Kapasitas Kelompok Kemitraan Konservasi Banua Sio Desa Tanjung Lasa, Kecamatan Putussibau Utara, Kabupaten Kapuas Hulu. Guna menjamin keberlanjutan usaha kelompok, maka pembinaan dan pendampingan secara berkesinambungan perlu dilakukan disertai dengan rencana pengembangan usahan kelompok ini. Acara diikuti oleh anggota Kelompok Kemitraan Konservasi Banua Sio, Pemerinta Desa Tanjung Lasa, serta stakeholder terkait. Kegiatan ini juga turut bekerjasama dengan Kelompok Rumah Produksi Kasturi Bersatu yang juga bergerak dibidang pengembangan usaha produk olahan ikan yang berbasis di Desa Tanjung Lasa. “Penyusunan Rencana Kerja Tahunan, Pendampingan dan Peningkatan Kapasitas Kelompok ini merupakan bentuk komitmen dari TNBKDS dalam melakukan pembinaan berkelanjutan bagi Kelompok Kemitraan Konservasi Banua Sio Desa Tanjung Lasa yang merupakan salah satu desa penyangga TNBKDS”, ungkap Junaidi, S.Hut., M.Si selaku Plt. Kepala BPTN Wil. I Mataso yang turut hadir pada acara ini. Beliau juga mengungkapkan bahwa, “kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman kelompok dalam mengembangkan usahanya yang berbasis sumberdaya lokal terutama hasil perikanan secara lestari. Kami berharap pada akhirnya akan mendukung kesejahteraan Masyarakat setempat, sesuai dengan tema kegiatan ini Alam Lestari, Masyarakat Sejahtera”. Usaha ekonomi yang dilakukan oleh Kelompok Kemitraan Konservasi Banua Sio yang sudah dikembangkan adalah pemanfaatan perikanan secara tradisional dan pengolahan nugget ikan. “Kami berharap kegiatan ini bisa membangun semangat dan memotivasi anggota kelompok untuk meningkatkan kualitas usahanya. Penyusunan rencana pengembangan usaha yang disusun dapat menjadi pedoman atau acuan dalam pelaksanaan kegiatan usaha kelompok”, ucap Kepala Desa Tanjung Lasa, Stefanus Stevens, SE. Hal senada juga disampaikan oleh Pendiri Yayasan Adi Darma Kertabuvana (AIDA), Indra Kumara, selaku narasumber pada kegiatan ini. Beliau menyambut baik Ketika diminta oleh Kelompok Kemkon untuk membantu mengembangkan ekonomi kelompok kemitraan konservasi tersebut untuk mendukung Upaya Pembangunan berkelanjutan melalui 5 aspek yakni Ekonomi, Ekologi, Sosial, Kelembagaan dan Penataan Ruang di tingkat lokal. “Keikutsertaan kami ini juga sebagai salah satu bentuk kontribusi dalam mendukung Cagar Biosfer Betung Kerihun Danau Sentarum Kapuas Hulu”, ungkap Indra Kumara. Masyarakat di sekitar Kawasan Taman Nasional merupakan mitra penting dalam pencapaian tujuan pengelolaan Kawasan. Dengan mengenalkan Bisnis Model Canvas (BMC) untuk pengembangan usaha Kelompok Kemitraan Konservasi Banua Sio Desa Tanjung Lasa agar pengelolaannya dapat berjalan secara berkelanjutan. BMC ini diperkenalkan karena dipandang mudah diaplikasikan di tingkat desa, dan dapat membantu kelompok agar lebih focus ke dalam usahanya. Model bisnis ini juga dapat membantu Masyarakat dalam menganalisis kesesuaian produk dengan target pasar dan dapat menganalisis kekuatan serta kelemahan usaha yang sudah dilakukan untuk melihat arah usaha kedepannya. Sumber: Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Artikel

Festival Vanda tricolor ke-6

Sleman, 21 September 2023. Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa membuka Festival Vanda tricolor ke-6, Kamis (21/9), di kebun buah dan anggrek Titi Orchids di jalan Boyong, Pakem. Festival akan berlangsung selama 3 hari hingga Minggu, 23 September 2023. Selain sarasehan dan seminar, terdapat pula lomba foto anggrek, lomba kreasi tari, dan lomba mewarnai serta workshop merajut dan membatik. Pihak Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) rencananya akan mengisi Bincang Santai pada Jumat siang (22/9), pukul 13.00 WIB dengan tajuk Konservasi Anggrek di kawasan TNGM dan Desa Penyangganya, yang akan disampaikan oleh Pejabat Fungsional Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) dan Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat Penyangga TNGM dari Cangkringan, Sleman. Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sleman menyampaikan agar masyarakat turut melestarikan anggrek Vanda tricolor dengan tidak mengambil dari alam. Masyarakat bisa membantu pelestarian anggrek dari pengembangbiakan dan pembudidayaan kelompok masyarakat yang telah ada. Festival tahun ini juga sebagai Pentas Event Khusus Danais dalam rangka mendukung Jogja Tourism Day, dihadiri oleh GKR Bendoro. Setelah serah terima anggrek dari Wabup dan GKR Bendoro ke pengelola wisata Sempu Wonokerto Turi dan Jethak Sidokerto Godean dan simbolis menanam anggrek Vanda tricolor di media tanam. Kemudian bersama para undangan lainnya, Wakil Bupati Sleman meninjau stand pameran UMKM, pameran petani/pengusaha anggrek dan kontestan anggrek Vanda dan anggrek lainnya. Rangkaian acara ditutup dengan santap siang bersama. Dalam kesempatan terpisah, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Muhammad Wahyudi, menyampaikan rasa bangganya, bahwa semakin banyak pihak yang peduli dan melestarikan Anggrek Merapi. Sumber: Balai Taman Nasional Gunung Merapi *** Pembuat berita : Putu Dhian Budhami Penyunting berita : Titin Septiana Rahmawati Penanggung jawab: Muhammad Wahyudi, S.P, M.Sc. (Kepala Balai) - 085244012365 FB: Taman Nasional Merapi Twiter: @btngunungmerapi IG: @btn_gn_merapi Website : tngmerapi.id
Baca Artikel

Sekolah Alam Mahira Outing ke Gunung Baung

Pasuruan, 19 September 2023. Sebanyak 24 siswa sekolah dasar melakukan Outing di Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Baung. Mereka berasal dari Sekolah Alam Mahira, Bengkulu. Didampingi oleh 6 orang gurunya, mereka tiba di Gunung Baung, Pasuruan pada Selasa sore, 19 September 2023. Menurut Andi Iskandar Zuikarnain, Manager Operasional PT. Multi Agro Forestindo, ke 24 siswa tersebut akan berada di camping ground Baung Canyon hingga 21 September 2023 “Mereka akan melakukan beberapa kegiatan belajar yang dilakukan sambil bermain seperti membuat batik, alat musik karinding, serta eco print,” ujar pria yang akrab dipanggil Andi gondrong itu. Pada malam harinya, para siswa mendapatkan pengetahuan mengenai hutan dan Taman Wisata Alam Gunung Baung dari pihak Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jatim). Sebagai pembuka ada Kepala Resort Konservasi Wilayah (RKW) 20, Asep Hawim Sudrajat yang memberikan pengantar, kemudian dilanjutkan oleh mahasiswa Kehutanan IPB dan UMM yang sedang melaksanakan PKL di Gunung Baung. Bukan tanpa persiapan, ketiga narasumber dari mahasiswa PKL lebih dahulu berlatih untuk memberikan materinya dibawah bimbingan penyuluh kehutanan, Veve Ivana. Karena yang dihadapi saat itu adalah siswa sekolah dasar, sehingga perlu trik khusus agar mendapatkan perhatian dari mereka. Selain lebih interaktif dalam membawakan materinya, materi yang mudah dipahami, juga disiapkan banyak hadiah dari setiap pertanyaan yang dijawab. Tak perlu benar dalam menjawabnya, berani maju untuk bertanya atau memberikan jawaban, tim dari BBKSDA Jatim akan memberikan apresiasi berupa gantungan kunci dan coklat. Trik ini cukup manjur, karena hingga akhir materi mereka sangat riang dan selalu menjawab berbagai pertanyaan dari narasumber. Sekolah Mahira melakukan kegiatan outing ini dengan tema “Big Outing 2023” dari 18 - 26 September 2023. Dan lokasi yang menjadi jujugan adalah Malang dan Batu. Sebelum ke TWA Gunung Baung, para siswa dari kelas 5 dan 6 ini telah mengunjungi terlebih dahulu beberapa lokasi di kota Malang seperti kampung warna-warni - Jodipan serta pusat pembuatan kripik tempe di Sanan. Sekolah yang terletak di Kebun Tebeng, Kota Bengkulu ini merupakan sekolah alam memperkenalkan pentingnya pendidikan karakter dalam kurikulum pendidikannya. Menurut salah seorang guru pendampingnya, di Mahira setiap anak dididik tidak cukup kecerdasannya saja, tetapi juga mandiri, serta bertangung jawabnya juga. Wah, semoga banyak cerita yang mereka dapatkan saat outing di TWA Gunung Baung. Lalu dapat mereka ceritakan kepada teman dan adik kelasnya, di Bengkulu. Sumber : Agus Irwanto - Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Artikel

10 Delegasi Milenia Expedition Berbagi Pengalaman di TN Ujung Kulon

Labuan, 19 September 2023. Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) bersama dengan Indonesian Millenial Development menggelar Indonesian Millenial Expedition yang mengusung tema ”Impacting Adventure, Expanding Motivation”. Kegiatan ini diharapkan mampu merepresentasikan kepedulian generasi muda atas nilai budaya masyarakat dan alam karena generasi muda sebagai aset sumber daya manusia yang memiliki peran penting dalam melanjukan estafet keberlanjutan konservasi sumber daya alam di Indonesia. Kegiatan Millenial Expedition dimulai dengan bootcamp, Sabtu (16/9), secara online melaui zoom “Sharing Session Kultur dan ekosistem Kehidupan Ujung Kulon” yang disampaikan oleh Kepala Balai TN Ujung Kulon Bapak Ardi Andono, S.TP, M.Sc. kepada seluruh peserta sebanyak 16 orang. Untuk menanamkan dan menumbuhkan rasa cinta terhadap dunia konservasi dan lingkungan secara nyata, Balai Taman Nasional Ujung Kulon mengajak para peserta ke Resort Pulau Peucang dan Pulau Handeuleum untuk meningkatkan fungsi TN untuk ilmu pengetahuan, penelitian dan pendidikan pada tanggal 26 s.d 28 Agustus 2023. Sebagai informasi, Indonesian Millenial Expedition diikuti oleh 10 orang delegasi terpilih dari berbagai daerah di Indonesia diantaranya provinsi Lampung, Jawa Barat, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Jawa Timur, Bali, Yogyakarta dan 6 orang panitia dari Indonesian Millenial Development berasal dari Jakarta, Jawa Barat, Jawa tengah dan Jawa Timur. Selain mengenalkan kepada para peserta tentang potensi obyek daya tarik wisata alam di Taman Nasional Ujung Kulon (jenis flora dan fauna, waktu terbaik pengamatan satwa, fungsi obyek/ lokasi terhadap ekosistem) yang berada di Pulau Peucang, Padang Penggembalaan Cidaon, dan Pulau Handeuleum, kegiatan juga diikuti dengan pengamatan hidupan liar dan potensi wisata alam. Para peserta juga diajak untuk melakukan penanaman jenis tumbuhan Pantai dan mangrove. Sumber: Balai Taman Nasional Ujung Kulon
Baca Artikel

Pernyataan Sikap 12 KTH Sekitar TN Ujung Kulon

Labuan, 19 September 2023. Masyarakat dan kelompok tani hutan (KTH) sekitar Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) memberikan pernyataan sikap menolak pernyataan Aliansi Gerakan Reforma Agraria (AGRA) Wilayah Banten. Dukungan sekitar 1.600 kepala keluarga dari 12 KTH disikapi dengan penandatanganan "Pernyataan Sikap" ketua kelompok KTH diantaranya dari Kecamatan Cimanggu, Desa Cibadak, Desa Tugu, Desa Kramatjaya, Desa Cimanggu, Desa Padasuka, sedangkan dari Kecamatan sumur diantaranya adalah Desa Kertajaya, DesaTangkilsari, Desa Kertamukti, Desa Cigorondong, Desa Padasuka, Desa Tamanjaya dan Desa Ujungjaya. Aksi ini dipicu demo dari kelompok Agra beberapa waktu yang lalu di kantor Balai TNUK yang ternyata cukup membuat resah warga sekitar TNUK, mereka menganggap aksi demo tersebut merusak hubungan baik yang sudah berlangsung selama ini. "Kepercayaan antara masyarakat dengan TNUK yang selama ini baik khawatir menjadi buruk, kami hidup berdampingan dan kami juga sangat tergantung dengan TNUK”. Selama ini petugas TNUK sangat baik dalam memperlakukan kami, tidak ada yang diusir bahkan saat ini sudah ada naskah kesepakatan kerjasama untuk Kemitraan Konservasi, Nota Kesepahan Kesepakan (NKK) yang juga diketahui oleh Muspika setempat" ujar salah seorang ketua kelompok. Para ketua kelompok tani hutan juga menyatakan tidak ada satupun anggotanya yang terlibat dalam aksi demo yang berlangsung pada Selasa (12/9) dengan peserta aksi massa 20 orang. Mereka juga meminta ke pihak Balai TNUK agar dipertemukan dengan kelompok AGRA karena salah satu tuntutan dari Agra adalah Kepala Balai TNUK bersedia memenuhi undangan audensi untuk bertemu dengan masyarakat. Karena permintaan kelompok tani hutan untuk ikut dalam audiensi dengan Agra kedepannya, kepala Balai TNUK menyanggupi permintaan tersebut "Jika perlu, kunjungan kita melibatkan seluruh anggota KTH, semakin banyak semakin baik" ujar kepala Balai TNUK mengakhiri. Inilah "Pernyataan Sikap" yang di buat oleh kelompok tani hutan diantaranya adalah : 1. Mengakui bahwa lahan garapan berupa kebun dan sawah merupakan tanah negara dengan fungsi Kawasan Konservasi TNUK dan bukan tanah rakyat; 2. Pihak pengelola TNUK tidak pernah merampas hak rakyat atau mengusir masyarakat yang menggarap di dalam Kawasan TNUK; 3. Balai TNUK mengakui keberadaan masyarakat yang menggarap lahan berupa sawah dan kebun dengan diterbitkan Nota Kesepakatan Kerjasama (NKK) pada tahun 2017 dan dilanjutkan dengan program pengukuran lahan garapan dan verifikasi data penggarap; 4. Balai Taman Nasional Ujung Kulon berusaha meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar melalui program Pemberdayaan masyarakat dan Bantuan Usaha Ekonomi (BUE) serta melibatkan masyarakat didalam program padat karya; 5. Budaya “Nganjingan” menurut kami adalah upaya mengusir/menghalau hewan Babi Hutan yang menjadi hama di kebun dan sawah dengan menggunakan hewan Anjing, karena Babi Hutan akan kabur/takut ketika mendengar suara (gonggongan) Anjing; 6. Kami bersedia dengan sukarela menyerahkan senjata api rakitan jenis “Locok” kepada Aparatur Desa dan Kepolisian karena bisa membahayakan atau digunakan untuk tindak kejahatan di masyarakat; 7. Kami mendukung program pembangunan dan pengembangan JRSCA sebagai upaya pelestarian dan penyelamatan Badak Jawa supaya tidak punah karena merupakan satwa asli Banten dan satu-satunya di dunia sebagai aset Bangsa Indonesia; 8. Kami mendukung dan akan berperan aktif didalam upaya perlindungan dan pengamanan Kawasan TNUK. 9. Kami tidak setuju dan tidak mendukung Pernyataan Sikap AGRA Wilayah Banten dan atau Organisasi lain, khususnya tentang menjalankan reforma agraria untuk lahan garapan dikarenakan lahan tersebut merupakan tanah negara yaitu Kawasan Taman Nasional Ujung Kulon. Sumber: Balai Taman Nasional Ujung Kulon
Baca Artikel

Balai TNGM Ajak Masyarakat Desa Penyangga Belajar ke Gembira Loka Zoo

Sleman, 15 September 2023. Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) telah secara intensif mendampingi Kelompok Tani Hutan (KTH) Harapan Makmur, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. KTH Harapan Makmur ini memiliki mata pencaharian utama sebagai peternak sapi, baik sapi perah ataupun pedaging. Berawal dari usaha ternak tersebut, KTH Harapan Makmur memiliki gagasan untuk mengelola dan memanfaatkan kotoran ternak yang ada. Menyambut baik gagasan tersebut, Balai TNGM mengajak KTH Harapan Makmur untuk belajar membuat pupuk di Gembira Loka (GL) Zoo, juga proses pembuatan pupuk tersebut, Kamis (14/9). GL Zoo memanfaatkan dan mengelola kotoran Gajah secara mandiri untuk dijadikan pupuk yang dinamai Lethong Liman. GL Zoo juga merawat 12 ekor Gajah Sumatra (Elephas maximus sumatranus) yang setiap harinya membutuhkan masing-masing 300 kg pakan yang terdiri dari rumput dan buah. Gajah-gajah tersebut menghasilkan kotoran sebanyak 100kg per hari. Kotoran gajah tersebut tidak berbau dan memiliki kandungan serat selulosa dan lignin yang tinggi sehingga dapat dimanfaatkan menjadi pupuk. KTH Harapan Makmur juga melakukan praktik pembuatan pupuk Lethong Liman. Sebelum dijadikan pupuk, kotoran gajah dicampur dengan dolomit dan dijemur. Setelah kadar airnya berkurang, kotoran gajah digiling dan difermentasi dengan bahan-bahan lainnya. Proses dilanjut dengan uji laboratorium untuk mengetahui kandungannya serta dilanjutkan dengan pengemasan. Kegiatan tersebut ditutup dengan pembagian pupuk Lethong Liman kepada seluruh anggota KTH Harapan Makmur. Dalam kesempatan terspisah, Kepala Balai TNGM, Muhammad Wahyudi, menyampaikan bahwa transfer pengetahuan dari para pihak menjadi dukungan bagi kelompok masyarakat desa penyangga untuk mencapai kemandirian, serta penyuluh kehutanan perlu terus berusaha menyambungkan antara kelompok masyarakat dengan para pihak yang memiliki pengetahuan dan kemampuan tertentu. Sumber: Balai Taman Nasional Gunung Merapi **** Pembuat berita : Bettyningsih Linggartanti Penyunting berita : Ayu Diyah Setiyani Penanggung jawab: Muhammad Wahyudi, S.P, M.Sc. (Kepala Balai) - 085244012365 FB: Taman Nasional Merapi Twiter: @btngunungmerapi IG: @btn_gn_merapi Website : tngmerapi.id
Baca Artikel

Kalikuning, Mengenal Sebagian Kecil Geopark Jogja

Sleman, 15 September 2023. Sebanyak 15 perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sleman berkunjung ke Kalikuning, sebagai bagian Geopark Jogja, Kamis (14/9). Kunjungan lapang perdana ini diprakarsai Sekretariat Forum Warisan Geologi dan menjadi salah satu agenda tahunan Forum Warisan Geologi. Ada 15 geosite dalam Geopark Jogja, salah satunya Geosite Turgo-Plawangan di Sleman. Sisi paling timur Plawangan yaitu Kalikuning, menyimpan singkapan batuan penyusun Merapi sekarang. Lokasi ini berada di kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). Peserta kunjungan lapang cukup antusias menyimak paparan Dr. Ir. C. Prasetyadi, M.Sc, akademisi ahli geologi dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta. Disampaikan bahwa terdapat tiga proses pembentukan Gunung Merapi dari Pre Merapi Plawangan-Turgo, Merapi Tua Geger Boyo, dan Merapi muda saat ini. Selain penjelasan dari Ahli Geologi UPN Veteran Yogyakarta, pihak Balai TNGM juga menyampaikan kepada peserta beberapa jenis tumbuhan yang mampu tumbuh pascaerupsi 2010 di sepanjang jalur menuju Watu Gebyok. Pada kesempatan ini hadir Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Kepala Dinas Pariwisata, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Pemukiman, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kepala Bagian Perekonomiam Setda Sleman. Sedangkan dari Balai TNGM dihadiri oleh Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah I Sutris Haryanta, SH beserta anggota Resort PTN Cangkringan. Selesai melakukan kunjungan di Kalikuning, dilanjutkan ke Gardu Pandang Boyong-Kaliurang. Dari lokasi ini peserta lebih jelas melihat Geosite Plawangan-Turgo. Dalam kesempatan terpisah, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi, Muhammad Wahyudi, menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan lapangan ini. Harapannya melalui kunjungan lapangan ini para perangkat daerah memiliki pemahaman yang sama mengenai Geosite sehingga dapat lebih meningkatkan pengelolaan Geopark Jogja, sebagai aset Daerah Istimewa Yogyakarta, pungkasnya. Sumber: Balai Taman Nasional Gunung Merapi *** Pembuat berita : Putu Dhian Budhami Penyunting berita : Titin Septiana Rahmawati Penanggung jawab: Muhammad Wahyudi, S.P, M.Sc. (Kepala Balai) - 085244012365 FB: Taman Nasional Merapi Twiter: @btngunungmerapi IG: @btn_gn_merapi Website : tngmerapi.id
Baca Artikel

TaNa Bentarum Kembali Serahkan Bantuan Usaha Ekonomi Produktif Masyarakat Desa Binaan

Putussibau, 14 September 2023 - Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) bersama Anggota DPR RI Komisi IV yang diwakili Tenaga Ahli Bapak Yesaya Putra Pamungkas, kembali melaksanakan kegiatan penyerahan bantuan pemberdayaan secara simbolis kepada kelompok Masyarakat Desa Binaan sekaligus melaksanakan Bimbingan Teknis Pemberdayaan Masyarakat. Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Hulu yang diwakili Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Balai Besar TaNa Bentarum, Perwakilan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, Pertanahan, dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kapuas Hulu, Perwakilan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Kapuas Hulu, Tenaga Ahli Lokal Anggota Komisi IV DPR RI, Kepala Desa serta ketua kelompok binaan lingkup TaNa Bentarum. Bantuan Pemberdayaan Masyarakat yang diserahkan merupakan Bentuk Fasilitasi Pengelolaan Usaha Ekonomi Produktif Masyarakat Desa di Sekitar dan di dalam Kawasan serta merupakan upaya pembinaan dan pendampingan berkelanjutan dari TaNa Bentarum. Dalam sambutannya, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Kapuas Hulu, Ibu Triwati, S.P., M.Si. mewakili Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Hulu menyampaikan, “Agar bantuan yang diterima dikelola dan dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya serta harus membawa kemajuan bagi ekonomi masyarakat, jangan hanya sekedar diterima saja. Jangan jadi Kelompok yang timbul tenggelam atau maju mundur saat ada bantuan”. Beliau turut menyampaikan apresiasi kepada TaNa Bentarum atas pembinaan dan pelibatan aktif masyarakat sekitar Kawasan TaNa Bentarum yang sumber pendapatan ekonominya masih bergantung dari sumber daya hutan. Bapak Yesaya Putra Pamungkas selaku Tenaga Ahli Anggota DPR RI Komisi IV yang membidangi Lingkungan Hidup dan Kehutanan turut berpesan agar bantuan yang telah diberikan dipergunakan sebaik mungkin untuk mengembangkan usaha ekonomi masyarakat hingga nantinya menghasilkan produk-produk unggulan yang siap dipasarkan secara luas dan tentunya akan menambah sumber penghasilan masyarakat. Pada tahun 2023 ini, Balai Besar TaNa Bentarum melakukan Penyerahan Bantuan kepada 5 kelompok Masyarakat Binaan, diantaranya adalah 3 Kelompok Penerima Bantuan Usaha Ekonomi Produktif melalui Skema Kesepakatan Konservasi yaitu Kelompok Tani Hutan Roda Desa, Desa Nanga Suhaid; Kelompok Tani Hutan Madang Bersatu, Desa Madang Permai; dan Kelompok Tani Hutan Tunas Mulia, Desa Padua Mendalam. Masing masing Kelompok tersebut menerima bantuan senilai Rp.50.000.000,- (Lima Puluh Juta Rupiah). Sedangkan 2 Kelompok Penerima Bantuan lainnya melalui skema Kerjasama Kemitraan Konservasi yaitu Kelompok Madu Periau Pulau Majang, Desa Pulau Majang dan Kelompok Periau Semangit, Desa Nanga Leboyan yang masing-masing menerima bantuan senilai Rp. 20.000.000,- (Dua Puluh Juta Rupiah). Dengan adanya bantuan pemberdayaan masyarakat ini, diharapkan menjadi stimulan agar kelompok masyarakat dapat mengembangkan potensi daerahnya dengan tujuan menambah pendapatan. Hingga tahun 2023, Balai Besar TaNa Bentarum telah berhasil melakukan fasilitasi usaha ekonomi produktif pada 20 Desa Binaan yang mendapat bantuan dan pendampingan langsung dari TaNa Bentarum dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Setelah melaksanakan bimbingan teknis serta penyerahan bantuan secara simbolis, acara dilanjutkan dengan Penandatangan Deklarasi Bersama dan Berita Acara Serah Terima Secara Simbolis. Deklarasi Bersama adalah komitmen Bersama antara Kelompok Masyarakat Bersama TaNa Bentarum untuk menjalankan Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat secara bertanggungjawab untuk kemajuan bersama. Deklarasi Bersama ditandatangani oleh Para Perwakilan Kelompok Penerima Bantuan Pemberdayaan dan disaksikan oleh Asisten bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Kapuas Hulu, Tenaga Ahli Anggota Komisi IV DPR RI, Kepala Balai Besar TaNa Bentarum beserta para tamu undangan. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama serta meninjau stand produk-produk hasil pemberdayaan kelompok masyarakat binaan TaNa Bentarum. Terdapat beberapa produk yang dipamerkan seperti produk olahan ikan, madu, pisang, singkong, pewarna alam, Aras body scrub dan lainnya. Melalui pameran produk-produk masyarakat ini, diharapkan akan menjadi penyemangat bagi kelompok yang baru saja menerima bantuan untuk menciptakan produk-produk baru yang semakin inovatif dan juga sebagai bukti nyata kegiatan pendampingan berkelanjutan yang dilakukan oleh TaNa Bentarum. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Artikel

Kisah Inspiratif Forest Fire dan Profil Suistinable Lanscape SM Rawa Singkil Dijadikan Film

Aceh Singkil, 15 September 2023. Balai KSDA Aceh melalui Resort Konservasi Wilayah 19 Singkil bersama mitra SL WCS-IP dan Kru Film melakukan kegiatan pembuatan film kisah inspiratif Forest First dan Profil Suistinable Landscape di Desa Takal Pasir, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil pada tanggal 11-13 September 2023. Video yang akan dijadikan film Desa Takal Pasir ini memuat cerita tentang potensi Desa Takal Pasir diantaranya sosial ekonomi dan budaya Desa Takal Pasir, menampilkan produk kesenian, produk kerajinan tangan seperti menganyam tikar dari pandan serta produk pengasapan ikan lele dan aktivitas Masyarakat Desa Takal Pasir lainnya. Selain itu dilakukan juga pengambilan video mengenai peningkatan kapasitas Kelompok Tani Hutan (KTH) PALS tentang pengelolaan ekowisata Lae Trep. Salah satu kreativitas yang harus diupayakan untuk meningkatkan antusias wisatawan, yaitu pengemasan paket wisata dan penguatan teknik bercerita pemandu wisata (guide) tentang potensi Suaka Margasawa (SM) Rawa Singkil. Video ini melibatkan tokoh Masyarakat Desa Takal Pasir, Kepala Desa Takal Pasir, Ketua Pemuda / Ketua KTH PALS. Video juga diambil menggunakan drone untuk pengambilan video profil desa. Rencananya Film Desa Takal Pasir ini akan dijadikan layar tancap dan ditayangkan pada hari Senin malam 18 September 2023. Sumber : Seksi Konservasi Wilayah II Subulussalam – Balai KSDA Aceh
Baca Artikel

BKSDA NTB Ajak Pelajar Mengenal Kakatua Kecil Jambu Kuning

Sumbawa, 31 Agustus 2023 - Balai Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Barat (BKSDA NTB) melalui Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Sumbawa bersama-sama dengan Project CONSERVE melaksanakan kampanye dan penyadartahuan pelestarian satwa dilindungi Kakatua Kecil Jambul Kuning (Cacatua sulphurea) Taman Nasional Moyo Satonda kepada masyarakat dan pelajar di 3 (tiga) lokasi berbeda secara paralel. Ketiga tempat yakni, SMAN 1 Sumbawa, SMPN 1 Moyo Utara dan SD SMP SATAP Ai Bari dengan total peserta terlibat sedikitnya 100 (seratus) siswa. Kegiatan dimaksudkan untuk membangun pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perlindungan keanekaragaman hayati (Cacatua sulphurea), kampanye STOP memelihara dan memperdagangkan satwa dilindungi, pentingnya melindungi dan menjaga kawasan konservasi, apa itu Taman Nasional Moyo Satonda serta sosialisasi PERMENLHK No.106 tahun 2018 tentang jenis tumbuhan dan satwa dilindungi. Seluruh paparan materi disampaikan oleh PEH dan POLHUT lingkup SKW II Sumbawa. Kegiatan juga diselingi dengan lomba mewarnai, lomba puzzle serta penyerahan booklet kakatua kecil jambul kuning. Sebagai informasi, Catalyzing Optimum Management of Natural Heritage for Sustainability of Ecosystem, Resources and Viability of Endangered Wildlife Species (CONSERVE) adalah sebuah proyek kerjasama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Global Environment Facility (GEF) dan United Nations Development Programme (UNDP) yang memiliki tujuan untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan lanskap multiguna untuk meningkatkan konservasi keanekaragaman hayati, mewujudkan praktek-praktek baik dalam penggunaan lahan dan penghidupan berkelanjutan serta mengatasi perdagangan ilegal satwa liar. Proyek ini berlokasi di tiga habitat penting satwa terancam punah yaitu Gajah (Ulu Masen, BKSDA Aceh), Harimau (Seblat, BKSDA Bengkulu) dan Kakatua Kecil Jambul Kuning (Pulau Moyo, BKSDA NTB). Sumber: Balai KSDA Nusa Tenggara Barat

Menampilkan 993–1.008 dari 2.311 publikasi