Jumat, 29 Mei 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Transplantasi Terumbu Karang di Hari Sumpah Pemuda

Ampana, 31 Oktober 2023 – Memperingati hari sumpah pemuda ke-95, tanggal 28 Oktober 2023, Balai Taman Nasional (TN) Kepulauan Togean melakukan kegiatan transplantasi terumbu karang di reef Siatu (Desa Siatu Kecamatan Una-Una), reef 4 Kadoda (Desa Kadoda Kecamatan Togean), dan reef Lumpatan (Desa Pulau Tiga Kecamatan Walea Kepulauan). Kepala Balai TN Kepulauan Togean, Dodi Kurniawan menyatakan "Peringatan hari sumpah pemuda ke-95 di lingkungan Balai TN Kepulauan Togean kali ini dilakukan dalam bentuk kegiatan transplantasi terumbu karang bersama masyarakat, pelajar dan mahasiswa Universitas Tadulako. Kegiatan ini diharapkan akan meningkatkan kesadaran dan peran aktif semua pihak untuk melestarikan terumbu karang, karena kerusakan terumbu karang akan sangat merugikan dan mempengaruhi pendapatan masyarakat khususnya dari sektor pariwisata dan perikanan”. “Pelestarian terumbu karang harus dilakukan, hentikan penggunaan bahan peledak dan kimia dalam penangkapan ikan hanya karena ingin mendapatkan keuntungan besar sesaat tanpa memikirkan masa depan masyarakat di Kepulauan Togean, bersama kita pasti bisa, bersama kita majukan Indonesia”, pungkas Dodi menambahkan. Sumber: Balai Taman Nasional Kepulauan Togean
Baca Artikel

Keterlanjuran Tambak Ikan dan Kepiting, BKSDA Kalsel Atasi Dengan Kemkon

Kotabaru, 25 Oktober 2023 – Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan melalui Seksi Konservasi Wilayah III melakukan kegiatan Pembentukan Kelompok Kemitraan Konservasi di Desa Sebelimbingan dan Desa Pantai Baru, Kabupaten Kotabaru. Wilayah Desa Sebelimbingan dan Desa Pantai Baru Masuk dalam Wilayah yang berbatasan langsung dengan Cagar Alam Selat Laut (daerah penyangga), dan terdapat aktifitas masyarakat yang masuk dalam Cagar Alam. Hal ini lah yang membuat Tim Balai KSDA Kalimantan Selatan yakin untuk membentuk kelompok Kemitraan Konservasi (Kemkon) di dua wilayah desa tersebut. Aktifitas masyarakat diantaranya adalah keterlanjuran tambak ikan dan kepiting. Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Dr. Ir Mahrus Aryadi M.Sc., menyampaikan bahwa: “Masyarakat setempat masih diperkenankan untuk tetap menggelola tambak mereka tapi dengan syarat – syarat tertentu sesuai peraturan seperti dalam blok rehabilitasi dan wajib menanam serta ikut dalam menjaga lingkungan dan juga tidak diperkenankan membuka lahan baru. Masyarakat hanya boleh mengelola dan mengambil hasil dari tambak mereka namun tidak dapat memiliki lahan tersebut”. Sistem Silvofishery yang nantinya akan diterapkan mengikuti model yang sudah berhasil, yaitu para petani tambak yang ada di SM Kuala Lupak Kabupaten Barito Kuala. Keberhasilan Pemulihan Ekosistem yang berbasis para pihak di areal tersebut berdasarkan penelitian dan pengakuan petani tambak lebih bagus dengan adanya tanaman di tengah tambak di bandingkan seluruh tanaman habis di babat. Cara yang seperti ini lebih efektif dan membuat lahan tambak dapat terus aktif dibandingkan dengan tambak tanpa tanaman hanya akan efektif dua sampai tiga tahun. Pembentukan Kelompok Kemkon telah menyepakati adanya 2 (dua) kelompok yaitu Kelompok Pammase Lestari dan Kelompok Pantai Baru Mangrove Lestari. Kepala Desa Sebelimbingan Baru dan Kepala Desa Pantai Baru siap mendukung skema Kemitraan Konservasi di wilayah mereka. (Ryn) Sumber: Maulinda, S.Hut - Staf Seksi Konservasi Wilayah III Batulicin, Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Artikel

Refleksi Konservasi Alam Sumatera Utara 2023 di Coffee Morning

Medan, 30 Oktober 2023. Tahun 2023, sudah berjalan dan sampai sekarang ini memasuki bulan Oktober 2023. Dalam perjalanan waktu 10 bulan ada banyak kegiatan serta aktivitas khususnya di bidang konservasi alam di wilayah kerja Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Kegiatan dan aktivitas ini tentunya menjadi hal yang penting dan berharga dibagikan kepada publik (masyarakat) sebagai bahan informasi dan edukasi sekaligus awareness (penyadaran) tentang konservasi alam dan berbagai permasalahannya. Informasi ini tidak mungkin tersampaikan dengan baik kepada publik tanpa adanya partisipasi/peranserta dari jurnalis (wartawan). Jurnalislah yang kemudian menjadi pelaku-pelaku pewarta terdepan yang mewartakan berbagai ragam kegiatan konservasi alam melalui medianya masing-masing, yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat dimanapun berada. Arti penting peran jurnalis inilah yang kemudian yang menginspirasi dan mendorong Balai Besar KSDA Sumatera Utara untuk melaksanakan kegiatan Coffee Morning Refleksi Konservasi Alam Sumatera Utara Tahun 2023. Giat ini sekaligus juga sebagai wujud penerapan Keterbukaan Informasi Publik oleh badan publik sebagaimana yang diamanatkan dalam Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Pasal 28 F disebutkan bahwa setiap orang berhak untuk berkomunikasi dan memperoleh Informasi untuk mengembangkan pribadi dan lingkungan sosialnya, serta berhak untuk mencari, memperoleh, memiliki dan menyimpan Informasi dengan menggunakan segala jenis saluran yang tersedia, serta Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Kegiatan coffee morning yang diikuti sekitar 20 orang jurnalis, pada Senin 22 Oktober 2023, di Habitat jl. KH. Wahid Hasyim No. 38 Medan, memaparkan kegiatan-kegiatan Balai Besar KSDA Sumatera Utara yang telah direalisasikan periode bulan Januari sampai dengan bulan Oktober 2023 serta rencana kegiatan tersisa dan akan diselesaikan di bulan November s.d Desember 2023. Paparan disampaikan oleh narasumber masing-masing : Kepala Bidang Teknis Dr. Fifin Nopiansyah, S.Hut., M.Si., Kepala Bidang KSDA Wilayah I Kabanjahe Amenson Girsang, SP., MH., Kepala Bidang KSDA Wilayah II Pematang Siantar Buana Darmansyah, S.Hut., Kepala Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan Hermanto Sialagan, SH. MH., dan Kepala Bagian Tata Usaha Elvina Rosinta Dewi, S.Hut., M.I.L. Keseluruh narasumber memaparkan segala kegiatan yang telah dilakukan/dikerjakan seusai tugas pokok dan fungsinya serta wilayah kerja masing-masing. Beberapa narasumber memaparkan sepanjang tahun 2023 di wilayah kerja Balai besar KSDA Sumatera Utara masih tingginya interaksi negatif antara warga dengan satwa liar baik jenis yang dilindungi undang-undang maupun yang tidak dilindungi, seperti : Harimau Sumatera, Gajah, Orangutan, Buaya Muara dan Monyet Ekor Panjang. Disamping interaksi negatif, juga permasalahan perambahan di beberapa kawasan konservasi masih terjadi dan beberapa diantaranya sudah masuk dalam tahap proses hukum oleh aparat penegak hukum. Namun dibagian lain, giat pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan konservasi pun tidak kalah gencarnya dilakukan dengan menjalin kemitraan dengan pemerintah desa serta kelompok tani. Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Rudianto Saragih Napitu, S.Si., M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan coffee morning merupakan bentuk komitmen Balai Besar KSDA Sumatera Utara dalam menjalankan dan mengawal Keterbukaan Informasi Publik. Disamping itu, melalui coffee morning ini, diharapkan menjadi media perekat tali silaturahmi antara Balai Besar KSDA Sumatera Utara dengan para jurnalis. Para jurnalis mengapresiasi kegiatan ini mengingat banyaknnya informasi serta data-data yang diperoleh/didapatkan, sembari berharap agar Balai Besar KSDA Sumatera Utara konsisten dalam memberikan informasi-informasi. Semoga kegiatan yang sama rutin dilakukan dalam mensinergikan peran media massa untuk memenuhi kebutuhan publik terhadap informasi-informasi yang aktual dan terpercaya tentang konservasi alam Sumatera Utara, dari narasumbernya langsung yaitu Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Sumber : Evansus Renandi Manalu - Analis Tata Usaha Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Bioprospektif Spesies Asing Invasif Asal TN Bukit Barisan Selatan Sebagai Anti Kanker

Kotaagung, 27 Oktober 2023. Pelaksana Tugas Kepala Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Ismanto, S.Hut.,M.P menerima kunjungan Tim Peneliti dari Fakultas Pertanian Universitas Lampung (UNILA), Jumat 27 Oktober 2023 di Kantor Balai Besar TNBBS Kotaagung. Tim Peneliti yang dipimpin oleh Duryat, S.Hut.,M.Si menyampaikan bahwa maksud kedatangan untuk melakukan penelitian Bioprospektif Spathodea campanulata yang tumbuh di kawasan, tepatnya di kawasan TNBBS yang masuk dalam wilayah Resort Pemerihan, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Sukaraja Atas, Bidang PTN Wilayah I Semaka. "Spathodea campanulata merupakan spesies asing invasive yang mengancam keseimbangan ekosistem hutan TNBBS. Bagian akar Spathodea campanulata mengandung fenolik, flavonoid dan iridoid. Iridoid berpotensi membentuk konjugat dengan obat antikanker, antidiabetes, antileishmanial, dan antimalaria lain, yang secara sinergis berpotensi meningkatkan efeknya. Iridoid berpotensi sebagai obat kanker alternatif/adjuvan yang lebih murah dan tidak terlalu beracun”, urai Duryat. Kanker penyebab kematian utama nomor 5 di dunia dengan tingkat kematian 58,3%. Pengidap kanker di Indonesia ditemukan 396.914 kasus dengan jumlah kematian mencapai 234.511 jiwa (Globocan, 2020). Diperkirakan penderita Kanker akan terus meningkat berkali lipat pada 2040 karena polusi dan gaya hidup yang tidak sehat. Sampai dengan saat ini, belum ditemukan obat dan tindakan medis efektif dengan tidak menurunkan kualitas hidup pasien. Berdasarkan data – data terkait kanker dan Spathodea campanulata ini, maka kegiatan Penelitian Bioprospektif Spathodea spp sebagai anti kanker penting dilakukan, dalam upaya eradikasi Spesies Asing Invasif Spathodea campanulata di kawasan konservasi TNBBS dan upaya penanggulangan penyakit kanker di Indonesia. “Penelitan Bioprospektif Spathodea campanulata yang berasal dari kawasan TNBBS sebenarnya telah dilakukan dari tahun 2022 dengan kegiatan awal berupa pengumpulan data terkait keberadaan Spathodea campanulata di TNBBS. Tahun 2023, kita akan melakukan Profilling Senyawa Bioaktif Spathodea, Uji Farmakologi Bioaktif Spathodea di tahun 2024 dan target output penelitian ini berupa 2 Jurnal Internasional dan 2 Prosiding Seminar Internasional di tahun 2025”, papar Duryat saat menyampaikan paparannya di Kantor Balai Besar TNBBS. Plt. Kepala Balai Besar TNBBS Ismanto, S.Hut.,M.P. memberikan apresiasi positif atas kegiatan Penelitan Bioprospektif Spathodea campanulata. “Kawasan TNBBS merupakan laboratorium alam dan perlu dilakukan kajian atas potensi yang terkandung di dalamnya. Kami membutuhkan mitra yang dapat membantu kami dalam pengelolaan TNBBS dari segi “Scientific Based” dan memperkaya data identifikasi keanekaragaman hayati TNBBS”, ujar Ismanto. Balai Besar TNBBS telah menjalin Perjanjian kerjasama dalam rangka penguatan fungsi KSA/KPA dengan Fakultas Pertanian UNILA dengan ruang lingkup perjanjian kerjasama diantaranya melakukan Penelitian dan Pengembangan Flora dan Fauna TNBBS. “Kami juga berharap agar Fakultas lainnya yang ada di Universitas Lampung agar dapat melakukan penelitian dan menjalin kerjasama dengan Balai Besar TNBBS seperti halnya yang telah dilakukan oleh Fakultas Pertanian UNILA. Selain itu, dengan adanya kerjasama ini dapat mendukung upaya peningkatan kapasitas SDM berupa pemberian beasiswa bagi staf Balai Besar TNBBS sehingga dapat meningkatkan profesionalisme dalam bekerja”, tambah Ismanto. Sumber: Humas Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan
Baca Artikel

TNGGP Tuan Rumah Gelaran Kejurnas Lari Trail

Cibodas, 30 Oktober 2023. Plh. Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Agus Yulianto didampingi Pejabat Eselon III Anggit Haryoso, Lana sari serta Susanti menghadiri acara pembukaan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Lari Trail di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, 27 Oktober 2023. Hadir langsung Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo dan Walikota Bogor Bima Arya beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Cianjur tak terkecuali TNI/Polri. Event yang berlangsung 27-29 Oktober 2023 ini diselenggarakan oleh Asosiasi Lari Trail Indonesia (ALTI) dan mengambil rute jalur pendakian TNGGP yaitu Cibodas, Gunung Putri hingga Selabintana. Bima Arya sebagai Ketua Umum ALTI dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kejurnas ini menjadi panggung bagi para pelari trail menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI di Aceh-Sumatera Utara pada 2024 mendatang. Beliau pun mengapresiasi 13 Provinsi yang siap bertanding dan mengirimkan 66 atlet pelari trail di Kejurnas tahun ini. Ia berharap, daerah bisa memanfaatkan ajang ini untuk semakin menggaungkan olahraga lari lintas alam dan mencari bibit atlet masa mendatang. Menurut informasi yang didapatkan dari penyelenggara, dalam Kejurnas ALTI 2023, ada tiga kategori yang diperlombakan, antara lain Kategori Vertikal 7,5 km (kumulatif gain elevasi 1.150 m), Kategori Jarak Pendek 40 km (kumulatif gain elevasi 3.570 m) dan Kategori Jarak Panjang 70 km (kumulatif gain elevasi 5840 m). ALTI Provinsi yang mengirimkan atletnya diantaranya, Sulawesi Tengah, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, DI Yogyakarta, Kalimantan Timur, DKI Jakarta, Sumatera Utara, Jawa Barat, Jambi, Lampung, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan dan Jawa Timur. Sementara itu, Ketua Penyelenggara Kejurnas Lari Trail 2023 Muhammad Farhan, menambahkan, maskot Kejurnas 2023 adalah ‘Si Kumpang’ yang merupakan akronim dari ‘Kumbang Jampang’. “Maskot itu dipilih karena Provinsi Jawa Barat dan Provinsi DKI Jakarta ditunjuk menjadi tuan rumah bersama,” kata Farhan yang juga menjabat sebagai Ketua Harian ALTI. Dari 66 atlet yang akan bertanding, lanjutnya, beberapa diantaranya pernah mengikuti kejuaraan dunia lari trail di Austria dan Thailand. “Semoga dengan masuknya cabang olahraga lari trail di ekshibisi PON 2024 menjadi motivasi tersendiri bagi atlet yang bertanding,” pungkasnya. (dikutip penulis dari panitia penyelenggara). Selain Kejurnas lari gunung ada juga kegiatan Aksi Bersih jalur pendakian Cibodas dan Gunung Putri yang dilaksanakan dalam waktu bersamaan oleh 3 entitas lainnya antara lain Tramp, Trash Bag Community dan Volunteer GPO dengan total jumlah peserta 307 orang. Pelepasan peserta dihari Sabtu 28 Oktober 2023 oleh Plh. Kepala BBTNGGP ini menjadi satu rangkaian acara yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-95. Terima Kasih kepada semua pihak atas penyelenggaraan kegiatan positif kali ini. Sehingga sejalan dengan tema "Bersama majukan Indonesia" Sumber: Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Teks : Agus Deni @ agustdenie@gmail.com Foto : Tim Publikasi BBTNGGP
Baca Artikel

Wow, Pelahlar Ditemukan di Cagar Alam Gunung Sigogor

Ponorogo, 26 Oktober 2023. Dipterocarpaceae merupakan sekelompok tumbuhan pantropis yang anggota-anggotanya banyak dimanfaatkan dalam bidang perkayuan. Suku ini praktis semuanya berupa pohon, yang biasanya sangat besar dengan ketinggian mencapai 70-85 m. Di Pulau Jawa, Dipterocarpaceae merupakan bagian tak terpisahkan dari vegetasi hutan di masa lalu. Namun, keberadaannya di Pulau Jawa saat ini semakin terancam, bahkan di beberapa tempat telah punah. Penyebab utama kepunahan Dipterocarpaceae di Pulau Jawa adalah deforestasi, yang disebabkan oleh berbagai faktor, seperti pembukaan lahan pertanian, perkebunan, dan pertambangan. Cagar Alam Gunung Sigogor terletak di lereng gunung Wilis yang secara adminsitratif berada di Kecamatan Ngebel, Kabupaten Ponorogo, merupakan salah satu benteng terakhir kawasan hutan di Pulau Jawa. Kawasan ini menyimpan begitu banyak misteri, termasuk keberadaan spesies-spesies Dipterocarpaceae yang diyakini telah menghilang. Pada Summer Camp 2023 yang lalu, peserta berhasil menemukan kembali spesies-spesies Dipterocarpaceae di Cagar Alam Gunung Sigogor. Sedikitnya mereka menemukan 3 genus Dipterocarpus, 1 genus Shorea dan 1 genus Vatica. Berdasarkan status konservasi IUCN, spesies-spesies Dipterocarpaceae yang ditemukan di Cagar Alam Gunung Sigogor tergolong dalam kategori terancam punah (EN) dan rentan (VU), seperti Pelahlar / Keruing Gunung (Dipterocarpus retusus). Penemuan ini merupakan kabar baik bagi konservasi Dipterocarpaceae di Pulau Jawa. Keberadaan spesies-spesies ini menunjukkan bahwa Cagar Alam Gunung Sigogor masih memiliki potensi untuk menjadi habitat bagi spesies-spesies langka. Penemuan ini diharapkan dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk lebih peduli terhadap konservasi Dipterocarpaceae di Pulau Jawa. Dengan kerja keras dan komitmen dari berbagai pihak, spesies-spesies Dipterocarpaceae di Pulau Jawa dapat diselamatkan dari kepunahan. Kegiatan Summer Camp 2023 sejatinya telah dilaksanakan di Cagar Alam Gunung Picis dan Cagar Alam Gunung Sigogor, 13 hingga 19 Oktober 2023 yang lalu. Balai Besar KSDA Jawa Timur melaksanakan kegiatan ini atas dukungan Yayasan Konservasi Elang Indonesia, dan PT. Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Surabaya. Sedangkan peserta yang mengikutinya dari berbagai kalangan, mulai akademisi hingga kelompok pecinta alam. Sumber : Fajar Dwi Nur Aji - PEH Muda pada BBKSDA Jawa Timur Foto : Arief Adhi Pratama
Baca Artikel

Lima Kelompok Tani Sekitar SM Siranggas Menerima Bantuan Ekonomi Produktif

Sidikalang, 27 Oktober 2023. Lima Kelompok Tani (KT), Senin (23/10), diantaranya Kelompok Wanita Tani (KWT) Bersama Desa Majanggut I, Kelompok Tani Sepakat Desa Perolihen, Kelompok Tani Nduma Desa Tanjung Mulia, Kelompok Tani Enmo Mulana Desa Mahala dan Kelompok Tani Dalan Maju Desa Simerpara menerima bantuan usaha ekonomi produktif dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara (BBKSDA Sumut) melalui Kepala Bidang KSDA Wilayah I Kabanjahe, Amenson Girsang, S.P., M.H. didampingi Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang Tuahman Raya, S.Sos. Serah terima ini dilaksanakan setelah sebelumnya dilakukan pembelian barang bantuan, sesuai dengan yang keinginan yang disampaikan oleh kelompok tani. Kepada KWT Bersama Desa Majanggut I dan KT Dalan Maju Desa Simerpara, diserahkan 2 unit alat pemipil jagung pada masing-masing kelompok. Sedangkan kepada KT Sepakat Desa Perolihen dan KT Nduma Desa Tanjung Mulia diserahkan bantuan berupa ternak lembu sebanyak 4 ekor dan 5 ekor lembu. Dan kepada KT Enmo Mulana Desa Mahala diserahkan bantuan berupa 1 unit alat handtracktor dan 400 sak pupuk kandang. Seluruh barang bantuan ini telah sampai pada kelompok tani dan dapat dimanfaatkan sesuai dengan rencana kegiatan kelompok yang telah disusun. Dengan bantuan ini diharapkan menjadi pemicu untuk meningkatkan dan menambah pendapatan bagi masyarakat desa sekitar kawasan konservasi umumnya dan kelompok tani secara khususnya. Selain itu juga dengan adanya bantuan usaha peningkatan ekonomi masyarakat, yang berada di sekitar kawasan Suaka Margasatwa (SM) Siranggas dapat menjadikan masyarakat merasa lebih bertanggung jawab secara bersama untuk menjaga kawasan konservasi SM Siranggas yang memiliki luas wilayah 5.657 Ha, dan mengurangi bahkan tidak memasuki kawasan SM. Siranggas apalagi merusaknya. Sumber : Hafsah Purwasih, S.Hut. - Penyuluh Kehutanan Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Peran Penting Adat dan Agama Merawat Hutan Konservasi

Medan, 26 Oktober 2023. Kawasan Suaka Margasatwa (SM) Karang Gading dan Langkat Timur Laut seluas 14.827 Ha., merupakan hutan konservasi yang berada di dua Kabupaten (Langkat dan Deli Serdang) dan 4 Kecamatan (Kecamatan Tanjung Pura dan Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat serta Kecamatan Labuhan Deli dan Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang). Kawasan ini satu-satunya hutan konservasi dengan ekosistem mangrove di Propinsi Sumatera Utara. Budaya Melayu pesisir sangat dominan dan mempengaruhi kehidupan masyarakat di sekitar kawasan, meskipun memang ada juga budaya lainnya, namun budaya Melayu menjadi budaya yang mendominasi. Karena itu, beberapa nilai-nilai dari budaya Melayu diadopsi oleh masyarakat dan tercermin dalam cara pandang, kebiasaaan, maupun kearifan lokal terhadap keberadaan hutan SM. Karang Gading dan Langkat Timur Laut. Selain itu, hampir 90% masyarakat di 14 desa di sekitar kawasan menganut agama Islam. Hanya sedikit yang menganut agama lain dan pada umumnya mereka adalah pendatang yang menetap di desa tersebut. Nilai-nilai agama Islam tentunya sangat mempengaruhi kehidupan sehari-hari masyarakat termasuk cara pandang terhadap pengelolaan dan pemanfaatan kawasan SM. Karang Gading dan Langkat Timur Laut. Misalnya, ada sebuah keyakinan bahwa setiap hari Jumat tidak diperbolehkan untuk melaut karena dipercaya akan mendatangkan/mengakibatkan sesuatu yang tidak baik terhadap orang yang melakukannya. Nilai-nilai agama dan adat istiadat yang masih terpelihara dengan baik sampai saat ini ditengah-tengah masyarakat dari 14 desa, akan sangat efektif apabila dapat mengejawantahkannya menjadi norma kebiasaan masyarakat terhadap pengelolaan SM. Karang Gading dan Langkat Timur Laut. Balai Besar KSDA Sumatera Utara sebagai Unit Pelaksana Teknis dari Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, yang ditugaskan untuk mengelola kawasan SM. Karang Gading dan Langkat Timur Laut, ditengah-tengah tantangan dan permasalahan yang dihadapi, berupa pengalihan fungsi kawasan untuk berbagai kegiatan, seperti : perkebunan sawit, tambak ikan dan udang, lahan pertanian serta pemukiman, menyadari hal ini sehingga mengundang partisipasi/peranserta dari beberapa tokoh agama dan tokoh masyarakat, diantaranya Tuan Guru Babussalam Syekh Zikmal Fuad dan Kerapatan Adat Kesultan Negeri Langkat Tuanku Azwar Aziz Abdul Djalil Rahmad Shah guna menguatkan dan merawat norma-norma yang sebenarnya sudah ada sejak zaman dulu, yaitu dalam menjaga hubungan baik antara manusia dengan alam sekitarnya. Penyadartahuan ini dilakukan melalui kegiatan (even) akbar Festival Masyarakat Adat dan Agama Desa Sekitar Kawasan SM. Karang Gading dan Langkat Timur Laut, yang puncaknya digelar pada Sabtu, 21 Oktober 2023 yang lalu, di lapangan alun-alun Tengku Amir Hamzah Stabat, Jalan Proklamasi Kwala Bingai, Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat. Even penting ini tidak dilewatkan oleh Sultan Langkat Tuanku Azwar Aziz Abdul Djalil Rahmat Shah yang hadir langsung di giat festival tersebut. Sultan Langkat merupakan salah satu sosok tokoh yang dihormati di Kabupaten Langkat. Dalam berbagai kesempatan Sultan mengajak seluruh lapisan masyarakat Langkat, dari berbagai suku dan agama, terkhusus masyarakt Melayu Langkat, untuk bersatu padu mengangkat harkat dan martabat bumi bertuah melalui berbagai aspek pembangunan. Menariknya Sultan melalui Kerapatan Adat Kesultanan Negeri Langkat mengeluarkan Maklumat dalam giat Festival Masyarakat Adat dan Agama, yang dibacakan putranya, Tengku Ariefanda Aziz. Salah satu poin dari Maklumat tersebut berisi pesan-pesan konservasi alam : “selaku Pemangku Adat di Kabupaten Langkat, Kerapatan Adat Kesultanan Negeri Langkat meminta kepada Pemerintah Daerah untuk tetap berperan aktif di dalam mendukung program-program pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dalam hal ini Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) dan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara agar kelestarian kawasan konservasi maupun kawasan Ekosistem Esensial dapat terus dijaga dan masyarakat di sekitar kawasan hutan sejahtera.” Pesan melalui Maklumat ini menjadi nilai penting dari festival yang mendorong terwujudnya kepedulian akan pelestarian kawasan SM. Karang Gading dan Langkat Timur Laut. Menjadi lengkap dan sempurna ketika siraman rohani (tausyiah) disampaikan oleh Ustadz K.H. Thamrin Munthe, juga menyejukkan dan memberi pencerahan. Ustadz mengingatkan peserta yang hadir untuk tidak melakukan kerusakan di muka bumi. Ingatlah, bahwa bumi ini bukan warisan melainkan titipan dan pinjaman dari anak cucu kita, sehingga diharapkan sikap dan tindakan (perilaku) yang bijak dalam memanfaatkan dan mengelola bumi ini agar terus memberi manfaat. Sebaik-baiknya manusia apabila dia bermanfaat bagi alam, lingkungan dan sesama manusia, ujar Ustadz. Maklumat Sultan Langkat dan Tausyiah Ustadz K.H. Thamrin Munthe sejatinya menjadi inti dari giat festival dalam mendorong percepatan kebangkitan akan kepedulian terhadap keberlangsungan (keberlanjutan) kawasan SM. Karang Gading Langkat Timur Laut. Untuk mewujudkannya tentu perlu komitmen, dan komitmen ini pun kemudian dituangkan dalam Deklarasi Bersama Antara Pemerintah, Masyarakat Adat dan Keagamaan Perlindungan Kawasan SM. Karang Gading dan Langkat Timur Laut, yang isinya : “Kawasan Hutan Suaka Margasatwa Karang Gading dan Langkat Timur Laut Adalah Anugerah Allah Yang Maha Kuasa Kepada Masyarakat Desa Sekitar Kawasan. Dengan Ridho Allah Subhanahu Wa Ta’ala Kami Menyatakan Kesepakatan Untuk Melindungi dan Menjaga Kawasan Hutan Suaka Margasatwa Karang Gading dan Langkat Timur Laut Sesuai Dengan Prinsip-prinsip Konservasi Melalui Program Pemerintah Republik Indonesia Yang Dilakukan Oleh Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara”. Deklarasi tersebut ditandatangani oleh Bupati Langkat, Sultan Langkat, Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Ustadz K.H. Thamrin Munthe, serta seluruh Pengurus Kelompok Tani Hutan. Harapannya tentu Deklarasi ini akan mendorong partisipasi masyarakat. Semua upaya dilakukan untuk merajut seluruh potensi masyarakat, agar bergerak bersama merawat kawasan konservasi SM. Karang Gading dan Langkat Timur Laut, dengan satu tujuan : hutan lestari masyarakat sejahtera. Sumber : Evansus Renandi Manalu - Analis Tata Usaha Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Warga Langkat Tumpah Ruah di Festival Adat dan Agama

Medan, 26 Oktober 2023. Setelah sukses dengan penyelenggaraan kegiatan pra Festival Masyarakat Adat dan Agama Desa Sekitar kawasan Suaka Margasatwa (SM) Karang Gading dan Langkat Timur Laut Tahun 2023, yang berlangsung di dua desa sekitar kawasan yaitu Desa Suka Maju, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, pada Kamis 12 Oktober 2023 dan Desa Tanjung Ibus, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat, pada Senin 16 Oktober 2023, berupa perlombaan yang bertema keagamaan dan kearifan masyarakat lokal dengan pesan moral perlindungan kawasan SM Karang Gading dan Langkat Timur Laut. Balai Besar KSDA Sumatera Utara kembali menggelar puncak acara Festival Masyarakat Adat dan Agama Desa Sekitar Kawasan SM. Karang Gading Langkat Timur Laut, pada Sabtu 21 Oktober 2023 di lapangan alun-alun Tengku Amir Hamzah Stabat. Beragam acara menghiasi kegiatan akbar ini, seperti : lomba mewarnai, pameran (melibatkan kelompok tani hutan, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Langkat, UMKM binaan Dinas Koperasi Kabupaten Langkat, lembaga mitra kerjasama Balai Besar KSDA Sumatera Utara YSLI, YEL, COP dan Balai Besar KSDA Sumatera Utara), Maklumat Kerapatan Adat Kesultan Negeri Langkat Tuanku Azwar Aziz Abdul Djalil Rahmat Shah, tausyiah dari Tuan Guru Babussalam Syekh Zikmal Fuad diwakili Ustadz K.H. Thamrin Munthe, Deklarasi Dukungan Perlindungan Kawasan SM. Karang Gading Langkat Timur Laut, penyerahan bibit mangrove serta pemberian bantuan bibit ikan, bibit kepiting, ternak sapi dan budidaya lebah madu dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara kepada KTH binaan. Ribuan masyarakat Langkat dari berbagai desa dan kecamatan tumpah ruah di alun-alun Tengku Amir Hamzah Stabat. Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Rudianto Saragih Napitu, S.Si., M.Si. dalam sambutannya menyampaikan bahwa melalui event Festival Masyarakat Adat dan Agama menjadi momentum starting point percepatan akselarasi pengembangan penyelamatan perlindungan SM. Karang Gading Langkat Timur Laut. Untuk itu diharapkan dukungan dan kerjasama baik dari Pemerintahan Kabupaten Langkat, TNI dan Polri, tokuh adat dan agama, serta seluruh lapisan masyarakat bersama-sama mendorong agar SM. Karang Gading Langkat Timur Laut memberi manfaat bagi kesejahteraan masyarakat dengan tetap menjaga keutuhan kawasan ini. Asisten Asisten Perekonomian dan Pembangunan Drs. H. Sukhyar Mulyamin, M.Si., yang mewakili Bupati Langkat H. Syah Afandin, SH., menyampaikan apresiasi kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara atas segala upaya yang telah dan sedang dilakukan dalam perlindungan dan penyelamatan kawasan SM. Karang Gading Langkat Timur Laut, karena ini berdampak positif kepada kehidupan masyarakat sekitar kawasan, sembari mengajak masyarakat untuk ikut berperan serta. Sumber : Evansus Renandi Manalu - Analis Tata Usaha Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

SMPN2 Sibolangit Merdeka Belajar di TWA Sibolangit

Sibolangit, 26 Oktober 2023. Balai Besar KSDA Sumatera Utara mendukung penerapan Program Merdeka Belajar dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Momentum ini bersinergi dengan peringatan Hari Konservasi Alam Nasional 2023 serta menyambut Hari Cinta Puspa Dan Satwa Nasional (HCPSN) Tahun 2023 yang biasanya diperingati setiap tanggal 5 November. Karena program ini, SMP Negeri 2 Sibolangit melaksanakan kunjungan ke Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit pada Selasa, 24 Oktober 2023, untuk mengenal lebih dekat ekosistem hutan, mengamati keragaman tumbuhan pepohonan sekaligus memupuk rasa cinta alam dan lingkungan di kalangan pelajar. Merdeka Belajar merupakan program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, yaitu langkah untuk mentransformasi pendidikan demi terwujudnya sumber daya manusia (SDM) unggul yang memiliki profil Pelajar Pancasila. Dikatakan merdeka dalam belajar itu berarti siswa memiliki kebebasan untuk berpikir dan berekspresi. Pembelajaran ke TWA Sibolangit ini, menurut Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Sibolangit, Achmad Bahtiar, MA., sejalan dengan tujuan dari merdeka belajar, yaitu membangun suasana belajar yang lebih menyenangkan baik bagi guru maupun siswa, dan menciptakan peserta didik yang berjiwa merdeka sehingga mereka dapat menemukan potensi dan kemampuan diri masing-masing. Kegiatan ini diikuti 100 pelajar dan didampingi 3 orang guru, Muhammad Taufi Jufri, S.PdI, Gerry Abraham Elroy Sembiring, S.PdK. dan Kyanto Hutabarat, S.Pd.,. Di lokasi kehadiran siswa/I SMP Negeri 2 Sibolangit disambut dengan dengan hangat oleh Kepala Resort CA./TWA. Sibolangit Four Leddys Aritonang, ST. beserta staf yang bertindak sebagai pemandu lapangan. Sebagian besar dari pelajar belum pernah mengunjungi kawasan, sehingga kunjungan perdana ini menarik perhatian mereka untuk belajar dan mengenal isi kawasan. Saat ditanya kesannya, seluruhnya menyatakan menyenangkan dan berharap dapat mengunjungi kembali kawasan TWA. Sibolangit, mengingat banyak hal yang masih perlu digali dan dipelajari lagi. Kepala Resort CA./TWA. Sibolangit menyampaikan apresiasi kepada Kepala Sekolah, guru pendamping dan siswa/i SMPN Negeri 2 Sibolangit yang telah menjadikan kawasan konservasi ini sebagai media penerapan Merdeka Belajar, dan berharap semoga pembelajaran yang telah disampaikan dapat bermanfaat dalam menambah serta memupuk jiwa konservasi, cinta alam dan lingkungan. Sumber : Samuel Siahaan, SP. - PEH Pertama Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Optimalkan Pengendalian Peredaran TSL, BBKSDA Papua Perkuat Kerja Sama dengan Para Pihak

Jayapura, 25 Oktober 2023 – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua terus berupaya mengoptimalkan pengendalian peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) Papua, terutama yang dilindungi undang-undang. Mengingat, karakteristik TSL Papua yang eksotis dan memikat masih rentan terhadap tindak ilegal. Menurut Kepala BBKSDA Papua, A.G. Martana, TSL Papua yang elok memerlukan upaya tingkat tinggi dalam menjaganya. “Sampai saat ini TSL Papua tetap perlu perhatian khusus, karena banyak peminatnya di luar Papua. Banyak juga pintu masuk dan keluar Papua, baik itu bandara maupun pelabuhan. Ini memerlukan koordinasi dan kerja sama semua pihak dalam pengawasan dan pengendalian TSL Papua, agar tetap aman dan lestari di habitat alaminya,” ungkap Martana. Sebagai langkah untuk mengoptimalkan pengawasan dan pengendalian peredaran TSL Papua dilindungi, BBKSDA Papua menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD). Kegiatan tersebut berlangsung pada Selasa, (24/10/2023) di Hotel Mercure Jayapura. Martana menyampaikan, FGD tersebut setidaknya memiliki tiga tujuan. Pertama, meningkatkan koordinasi bersama para pihak dalam upaya efektivitas pengawasan dan pengendalian peredaran TSL Papua. Kedua, mencapai kesepahaman bersama terkait penanganan dan pencegahan peredaran TSL Papua secara ilegal. Katiga, mewujudkan Deklarasi Papua dalam bentuk pernyataan komitmen lintas stakeholder terkait penanganan jaringan peredaran TSL ilegal di Provinsi Papua. Adapun hasil FGD tercantum dalam beberapa poin penting, antara lain, mengoptimalkan pengawasan dan pengendalian peredaran TSL dilindungi di lokasi-lokasi rawan, yaitu pintu masuk dan keluar Papua, khususnya pelabuhan dan bandara. Selain itu, para pihak juga akan melaksanakan operasi gabungan pada daerah-daerah rawan penangkapan atau jual beli TSL Papua dilindungi. Kegiatan FGD ini melibatkan berbagai pihak terkait, yaitu, Kepolisian Daerah Papua, Kodam XVII Cenderawasih, Lantamal X Jayapura, Lanud Silas Papare, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua, Kejaksaan Tinggi Papua, Pengadilan Tinggi Jayapura, Balai Karantina Pertanian Kelas I Jayapura, Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Biak, Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Timika, Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Sorong, Stasiun Karantina Pertanian Kelas I Merauke, Stasiun Karantina Pertanian Kelas II Manokwari, PT Angkasa Pura I Bandar Udara Sentani, PT Pelindo (Persero) Regional 4 Jayapura, PT Pelni (Persero) Jayapura, BPDAS Memberamo, BPHL Wilayah XV Jayapura, Seksi Wilayah III BPPHLHK Jayapura, Seksi Wilayah BPSKL Maluku-Papua II Jayapura, Seksi Wilayah II BPPI Maluku-Papua, WALHI Papua, dan GIZ Forclime. (dd) Sumber: Balai Besar KSDA Papua Call Center BBKSDA Papua : 0823 9770 9728
Baca Artikel

Restocking Koral, Lestarikan Karang Sekitar Cagar Alam Pulau Sempu

Malang, 24 Oktober 2023. Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jatim) bersama Kelompok Pembudidaya Karang Hias Nusantara (KPKHN) Banyuwangi melakukan pelepasliaran koral hasil transplantasi dalam keadaan hidup di Tekuk Air Tawar – Cagar Alam Pulau Sempu, 24 Oktober 2023. Kegiatan yang dimulai pagi hari tersebut menanam jenis yang tidak dilindungi dan atau Appendiks II yang berasal dari hasil transplantasi PT. Srikandi Banyuwangi. Sebanyak 50 potong koral hidup yang ditanam di sekitar perairan cagar alam tersebut, antara lain koral Jahe (Acrophora spp) sebanyak 10 potong, koral Stylo (Stylophora spp)10 potong, koral Tangan/Anemon (Euphyllia glabrescens) 10 potong, koral Kuku Cabang (Euphyllia paraancora) 10 potong, dan koral Kodok (Euphyllia yaeyamaensis) 10 potong. Kelima jenis koral tersebut ditanam dalam formasi 2 meja dengan kedalaman masing-masing 2-5 meter dan 5-7 meter. Turut serta berpartisipasi dalam giat pelepasliaran/restocking dari perusahaan budidaya karang PT. Dewa Ruci, PT. Aristo, dan PT. BDC. Kegiatan restocking tahap I ini merupakan uji coba dan akan dilakukan monitoring sekitar 1 bulan kedepan. Sumber : Purwanto - Kepala RKW 21 Pulau Sempu BBKSDA Jatim
Baca Artikel

Summer Camp 2023 : Katak Pohon Mutiara Kembali Dijumpai

Ponorogo, 24 Oktober 2023. Selama lebih dari satu abad, Katak Pohon Mutiara (Nyctixalus margaritifer) dari Gunung Wilis, Hindia (Jawa), tak terlihat. Informasi sebaran sebelumnya hanya mencakup Jawa Barat dan Jawa Tengah. Namun, pada Summer Camp 2018 yang lalu, satu katak pohon mutiara ditemukan di Gunung Wilis bagian barat, tepatnya pada Cagar Alam Gunung Sigogor, Ponorogo, Jawa Timur. Spesimen tersebut merupakan spesimen ketiga yang ditemukan dari Gunung Wilis setelah hilangnya holotipe pada 1882 dan neotipe pada 1885. Konfirmasi tersebut telah terpublikasi pada Turkish Journal of Zoology yang berjudul Rediscovery of pearly tree frog, Nyctixalus margaritifer Boulenger, 1882 (Amphibia: Rhacophoridae) from Mt. Wilis afer 135 years. Diketahui, bahwa ekologi dan preferensi habitatnya masih minim pemahaman, membuatnya sulit ditemukan. Dan, pada Summer Camp 2023 yang bertajuk “Eksplorasi Keanekaragaman Hayati Cagar Alam Gunung Picis dan Cagar Alam Gunung Sigogor” keberadaan katak pohon mutiara tetap menjadi sorotan. Keberadaan spesies ini kembali terkonfirmasi di lokasi yang sama dengan jumlah yang berbeda. Summer Camp sendiri kembali diselenggarakan pada tanggal 13 hingga 19 Oktober 2023 oleh Balai Besar KSDA Jawa Timur atas dukungan Yayasan Konservasi Elang Indonesia dan PT. Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Surabaya, setelah sempat vakum karena adanya pandemi. Kedepan, penelitian mencakup deskripsi spesimen dengan pendekatan holistik, mencakup karakter morfologi, ekologi, dan preferensi habitatnya perlu dilaksanakan karena Informasi ini krusial untuk upaya konservasi dan perlindungan spesies tersebut. Sumber : Fajar Dwi Nur Aji - PEH Muda Balai Besar KSDA Jawa Timur Foto : AM. Kadafi
Baca Artikel

Identifikasi Sarang Burung Gosong di Resort Loh Baru

Labuan Bajo, 18 Agustus 2023. Enam mahasiswa prodi Ilmu Kehutanan Universitas Mataram diberikan kesempatan oleh Balai Taman Nasional Komodo untuk magang di dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Keenam mahasiwa prodi Ilmu Kehutanan Universitas Mataram ini dinyatakan lolos seleksi program magang Junior Park Ranger Balai Taman Nasional Komodo yang dilaksanakan mulai tanggal 21 Juni – 18 Agustus 2023. Setiap mahasiswa magang diwajibkan untuk memiliki satu judul miniriset dengan konsep Small Scale Reseach (SSR) yang dilaksanakan selama durasi pembelajaran mahasiswa di kawasan Taman Nasional Komodo. Data dan informasi yang diperoleh selama kegiatan SSR ini diharapkan dapat digunakan oleh mahasiswa sebagai data akhir skripsi/tugas akhir di universitas sehingga memberikan kemudahan dan efisiensi waktu bagi penyelesaian kewajiban tersebut. Rencana dan hasil pelaksanaan SSR ini harus dipresentasikan dihadapan pimpinan dan seluruh staf Balai Taman Nasional Komodo sebagai salah satu pemenuhan kewajiban dalam program magang. Seluruh pelaksanaan penelitian dan magang di Balai Taman Nasional Komodo disupervisi oleh Muhammad Ikbal Putera, PEH Ahli Muda. Syaiful Imam, salah satu dari enam mahasiswa Ilmu Kehutanan Universitas Mataram memilih topik SSR mengenai identifikasi karakterisitik sarang burung gosong kaki merah (Megapodius reinwardt) di Resort Loh Baru, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I, Balai Taman Nasional Komodo. Syaiful tertarik mempelajari burung gosong karena merupakan satwa penting dalam siklus hidup biawak komodo (Varanus komodoensis) di Taman Nasional Komodo. Berdasarkan penelusuran studi literatur, didapatkan informasi bahwa setidaknya terdapat tiga tipe sarang biawak komodo dimana salah satunya yaitu sarang gundukan, dibuat oleh burung gosong secara alami. Dinamika pembuatan dan penggunaan sarang gundukan oleh biawak komodo dan burung gosong menjadi sesuatu yang menarik untuk dikaji lebih lanjut oleh Syaiful sebagai mahasiswa kehutanan. Syaiful memilih Resort Loh Baru di Pulau Rinca sebagai lokus SSR karena lembah Loh Baru memiliki karakteristik ekosistem yang unik berupa hutan gugur terbuka dan hutan daratan rendah yang lebih rimbun dan hijau, dibandingkan dengan beberapa lembah lain di Pulau Rinca yang didominasi oleh ekosistem padang sabana. Syaiful berusaha mengkaji dan memetakan jumlah sarang dan status aktif/tidak aktif sarang burung gosong yang terdapat di lembah Loh Baru, Resort Loh Baru SPTN Wilayah I Balai Taman Nasional Komodo. Dalam proses pengumpulan datanya, Syaiful dibantu oleh Petugas Resort Loh Baru, Muhammad Ikbal dan Faustino Abi Septano Parera, serta rekan mahasiswa Ilmu Kehutanan Universitas Mataram, Cintana Cahya Ramadhella. Syaiful menemukan 6 sarang gundukan yang diduga dimanfaatkan oleh biawak komodo dan sebagian digunakan oleh burung gosong. Berdasarkan hasil observasi bersama petugas, Syaiful menduga terdapat 1 sarang aktif, 4 sarang yang digunakan oleh biawak komodo, dan 1 sarang tidak aktif yang tidak lagi digunakan oleh biawak komodo ataupun burung gosong. Syaiful melihat bahwa sarang burung gosong aktif memiliki banyak sersah daun daun kering dan lubang masuk sarang, yang biasanya berjumlah 5-6 lubang yang berada di atas permukaan sarang dengan ukuran lubang yang kecil, serta tekstur tanah yang tidak keras. Berbeda halnya dengan sarang gundukan yang dimanfaatkan oleh biawak komodo dimana pada permukaan atas sarang bersih dari serasah dan terdapat dipenuhi jejak komodo serta ditemukan lubang sarang dengan ukuran yang cukup besar, serta memiliki tekstur tanah yang keras. Berdasarkan hasil identifikasinya, Syaiful berhasil membuat peta sebaran sarang burung gosong di Resort Loh Baru, SPTN Wilayah I Balai Taman Nasional Komodo. Supervisor program magang Junior Park Ranger Balai Taman Nasional Komodo, Muhammad Ikbal Putera, berharap agar mahasiswa prodi Ilmu Kehutanan dari Universitas Mataram selanjutnya yang tertarik melakukan magang di Balai Taman Nasional Komodo menjadi lebih siap dan matang karena telah memiliki senior/mahasiswa pendahulu yang telah berhasil melaksanakan rangkaian program magang sampai dengan selesai. Kesempatan magang ini terbuka sepanjang tahun bagi mahasiswa yang tertarik belajar langsung pada kawasan konservasi di Indonesia. Sumber: Balai Taman Nasional Komodo (SIARAN PERS No: PG.27/T.17/TU/HMS.3/8/2023) Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Hendrikus Rani Siga, S.Hut., M.Sc. (+6281353363519) Penulis Berita: Mahasiswa Prodi Kehutanan Universitas Mataram - Syaiful Imam (+6281237383520) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Muda - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6281138290000)
Baca Artikel

Ini Peran POKDARWIS Native Rinca Untuk Pengembangan Desa Wisata

Labuan Bajo, 18 Agustus 2023. Mahasiswa Program Studi (Prodi) Kehutanan Universitas Mataram, Irkawati, melaksanakan kegiatan magang di Balai Taman Nasional Komodo mulai tanggal 21 Juni – 20 Agustus 2023. Irkawati merupakan mahasiswi asal Desa Pasir Panjang yang berada dalam wilayah pengelolaan Resort Kampung Rinca, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I, Balai Taman Nasional Komodo. Irkawati membuktikan bahwa putri daerah setempat pun perlu mengikuti seleksi administrasi program magang Junior Park Ranger (JPR) Balai Taman Nasional Komodo dan mampu melalui proses penyeleksiannya yang ketat, karena Balai Taman Nasional Komodo mewajibkan mahasiswa magang untuk memiliki satu topik SSR sebagai prasyarat utama program Junior Park Ranger. Irkawati mengusulkan topik Small Scale Research (SSR) berjudul “Peran Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) Dalam Pengembangan Desa Wisata Sebagai Upaya Peningkatan Perekonomian Masyarakat” dibawah supervisi Muhammad Ikbal Putera (Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Muda) dan Maiser Syaputra (Dosen Prodi Kehutanan Universitas Mataram). Irkawati bermaksud menginvestigasi peran POKDARWIS Native Rinca di Desa Pasir Panjang pada lingkup wilayah pengelolaan Resort Kampung Rinca, SPTN Wilayah I, Balai Taman Nasional Komodo. Keterlibatan POKDARWIS Native Rinca dalam mendukung pengelolaan wisata desa di Desa Pasir Panjang mendorong Irkawati untuk mengobservasi sejauh mana peran kelompok dalam mendukung pembangunan dan pengembangan industri pariwisata di tempat tinggalnya. Kajian ini harapannya dapat digunakan sebagai data dan informasi untuk penyusunan skripsi akhir bagi Irkawati selaku mahasiswa Prodi Kehutanan Universitas Mataram. Irkawati memulai tahap pengumpulan data dengan melakukan studi literatur mengenai pelibatan kelompok masyarakat dalam pengelolaan kawasan konservasi. Irkawati merasa bahwa sebuah kawasan konservasi idealnya turut menerapkan co-management dengan melibatkan partisipasi masyarakat pada sebagian kegiatan yang dapat dikolaborasikan. Selanjutnya, Irkawati berkonsultasi dengan supervisor magang untuk bersiap terjun ke lapang guna mengambil data primer dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah daftar pertanyaan wawancara yang akan diajukan kepada aktor kunci dalam POKDARWIS Native Rinca. Responden ditentukan secara purposive berdasarkan kriteria tertentu untuk membatasi ruang lingkup kajian yang dilakukan. Adapun kriteria responden, antara lain: (a) responden merupakan pengurus inti POKDARWIS Native Rinca, (b) responden merupakan perangkat Desa Pasir Panjang, dan (c) responden merupakan anggota POKDARWIS Native Rinca. Irkawati mengumpulkan data mulai tanggal 11 – 20 Juli 2023 di Desa Pasir Panjang – Resort Kampung Rinca. Irkawati memperoleh jumlah responden dengan rincian sebagai berikut: pengurus inti POKDARWIS Native Rinca (3 orang), perangkat Desa Pasir Panjang (2 orang), anggota POKDARWIS Native Rinca (12 orang dengan mempertimbangkan keterwakilan kampung meliputi Kampung Bajo, Kampung Komodo, Kampung Beringin Baru, dan Kampung Beringin Jaya). Sebagai tambahan pengayaan informasi kepuasan dan persepsi pengunjung, Irkawati bermaksud mewawancarai setidaknya 5 orang wisatawan yang berkunjung ke Desa Pasir Panjang selama periode pengumpulan data. Irkawati mengetahui bahwa anggota POKDARWIS Native Rinca beranggotakan sebanyak 20 orang dan telah memperoleh Izin Usaha Pengusahaan Jasa Wisata Alam (IUPJWA) Perseorangan an. Eddi Sudrajat selaku Koordinator Pokdarwis Native Rinca. Kelompok ini pun telah mampu menghubungkan obyek daya tarik wisata alam yang ada di sekitar desa dan mengembangkannya menjadi sebuah paket perjalanan wisata desa (cultural tourism itinerary) yang ditawarkan kepada wisatawan. Kelompok yang mayoritas beranggotakan pemuda pemudi Desa Pasir Panjang ini telah berhasil memberikan pelayanan kepada hampir 2000 orang wisatawan dalam dua tahun terakhir (2021 – 2022). Lebih lanjut, Irkawati menggali informasi lebih dalam mengenai strategi pengembangan atraksi yang kelola oleh POKDARWIS Native Rinca. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, Irkawati memperoleh informasi bahwa kelompok ini tidak hanya mendapatkan asistensi dari Balai Taman Nasional Komodo, namun juga KEMENPAREKRAF/BAPAREKRAF pada tahun 2021 berupa pelibatan kelompok masyarakat dalam program AKSILARASI yaitu sebuah lokakarya berseri yang bertujuan untuk menciptakan dan mengembangkan potensi atraksi wisata alam dan buatan yang bisa dikelola dalam lingkup Desa Pasir Panjang. Salah satu produk program AKSILARASI adalah kelompok tari modern Animal Pop yang beranggotakan pemuda dan pemudi Desa Pasir Panjang. Grup tari modern ini menyuguhkan pertunjukan tari yang menggambarkan anatomi tubuh biawak komodo, pola perilaku biawak komodo, serta menghubungkannya dengan pengembangan legenda rakyat yang ada di Desa Pasir Panjang. Pada awal tahun 2022, kelompok tari Animal Pop ini pun berkesempatan untuk tampil dihadapan Menteri PAREKRAF dan berkesempatan untuk berkunjung ke Jakarta mengunjungi KEMENPAREKRAF/BAPAREKRAF dan mengikuti program City Tour DKI Jakarta. Selain Animal Pop, obyek daya tarik wisata alam (ODTWA) di Desa Pasir Panjang – Pulau Rinca pun sangat beragam yang berkaitan erat dengan jenis atraksi yang disuguhkan. Bagi wisatawan yang tertarik melakukan trekking dan wildlife watching dapat mengunjungi ODTWA Batu Balok, Gua Kalong, dan Wisata Alun-Alun Desa, sementara bagi wisatawan yang ingin melakukan snorkeling dapat mengunjungi Pulau Kambing dan Pulau Strawberry. Tidak hanya itu, wisatawan pun dapat menikmati wildlife watching di kala senja dengan mengamati kalong besar (Pteropus vampyrus) yang bangun dari pohon tidurnya untuk bersiap terbang keluar mencari makan. Wisatawan dapat menikmati momen ini dari atas kapal phinisinya masing-masing tanpa mengganggu mamalia terbang tersebut beraktivitas. Seluruh atraksi tersebut diramu menjadi sebuah itinerary khusus yang telah dipasarkan kepada beberapa agen perjalanan wisata di Labuan Bajo. Masyarakat Desa Pasir Panjang juga memiliki kebudayaan lokal yang masih dipraktikan hingga saat ini, salah satunya adalah seni tari tradisional “Manca Bajo”. Tari Manca Bajo sendiri merupakan pertunjukan pencak silat yang biasanya diperankan oleh laki-laki paruh baya yang secara berpasangan saling ‘berkelahi’ dan ditampilkan pada saat perayaan pernikahan atau acara khusus tertentu. Tarian ini besar pengaruhnya dari Suku Bima karena Pulau Rinca merupakan tempat singgah para nelayan Suku Bima yang beraktivitas pada perairan Pulau Rinca yang termasuk ke dalam wilayah kekuasaan Kesultanan Bima pada tahun 1900an. Tari Manca Bajo turut diiringi alunan musik tradisional yang terdiri dari gong dan kangkong. Seiiring berkembangnya wisata desa, tarian ini pun dapat diperankan oleh laki-laki muda sebagai salah satu upaya pelestarian kebudayaan lokal Desa Pasir Panjang. Desa Pasir Panjang memiliki setidaknya 3 homestay bagi wisatawan yang ingin bermalam di Desa Pasir Panjang. Wisatawan dapat membayar biaya akomodasi (termasuk makan malam dan sarapan) sebesar Rp300.000,-/malam/orang. Pengalaman tinggal langsung pada rumah panggung penduduk setempat merupakan pengalaman bermalam yang juga cukup berkesan bagi sebagian penikmat wisata budaya. Namun demikian, jumlahnya masih sangat terbatas sehingga belum dapat mengakomodir wisatawan dalam jumlah yang banyak saat ini. Banyak faktor yang perlu menjadi perhatian pengelola homestay mulai dari kenyamanan kamar, kebersihan lingkungan, ketersediaan air dan makanan, ketersediaan listrik dan jaringan komunikasi, serta keamanan wisatawan saat menginap. Dengan berbagai macam aktivitas wisata desa yang berkembang, tentu peran POKDARWIS Native Rinca sangat besar dalam pengembangan pariwisata desa di Desa Pasir Panjang. Tidak hanya menyediakan lapangan pekerjaan sebagai pemandu, wargapun berkesempatan membuka peluang homestay atau penyewaan kapal dan peralatan snorkeling, hingga berkesempatan menyediakan peluang wisata kuliner tradisional. Meskipun kajian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengukur sejauh mana dampak ekonomi yang dibentuk oleh POKDARWIS Native Rinca di Desa Panjang, namun berdasarkan hasil pengamatan Irkawati, peluang-peluang usaha yang sudah berkembang saat ini tentu mendukung peningkatan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di Desa Pasir Panjang. Irkawati merekomendasikan agar Pemerintah Desa Pasir Panjang dapat membuat program peningkatan kapasitas SDM bagi aktor- aktor kunci yang terlibat dalam lingkup pengelolaan wisata desa terkait pengelolaan wisata desa terbarukan sehingga dapat memahami tata kelola wisata desa dengan cermat dan seksama karena Desa Pasir Panjang berada dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Dukungan infrastruktur untuk Tourist Information Center serta penyusunan Standard Operational Procedure (SOP) pemanduan perlu dibantu oleh Pemerintah Desa menggunakan anggaran dana desa agar kualitas wisata dapat ditingkatkan. Selain itu, pengembangan wisata desa di Desa Pasir Panjang pun memerlukan bantuan dari Balai Taman Nasional Komodo berupa perlengkapan kepemanduan yang lengkap untuk meningkatkan jaminan keamanan dan keselamatan wisatawan saat melakukan trekking dan wildlife watching di hutan. Irkawati berharap Balai Taman Nasional Komodo dapat memberikan asistensi berkala kepada seluruh anggota POKDARWIS Native Rinca dan perangkat Desa Pasir Panjang untuk dapat saling berkolaborasi memajukan Desa Pasir Panjang lebih baik lagi kedepannya. Sumber: Balai Taman Nasional Komodo (SIARAN PERS No: PG.28/T.17/TU/HMS.3/10/2023) Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Hendrikus Rani Siga, S.Hut., M.Sc. (+6281353363519) Penulis Berita: Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Muda - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6281138290000
Baca Artikel

"Simpul Belajar" Balai TN Komodo di Green Youth Movement 2023

Labuan Bajo, 27 Agustus 2023. Balai Taman Nasional Komodo berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan kegiatan pendidikan konservasi dan lingkungan Green Youth Movement (GYM) yang diselenggarakan oleh KLHK secara serentak bersama dengan seluruh Balai Taman Nasional dan Balai KSDA se-Indonesia mulai tanggal 20 – 26 Agustus 2023. Kegiatan ini menitikberatkan pola keikutsertaan bagi para pelajar SMA/SMK yang berada pada lingkup wilayah Unit Pelaksana Teknis (UPT) taman nasional dan KSDA yang selanjutnya disebut dengan “Simpul Belajar”. Balai Taman Nasional Komodo berhasil mengirimkan peserta sebanyak 16 orang pelajar SMA/SMK. Adapun sekolah yang mengirimkan perwakilan siswanya dalam Simpul Belajar Taman Nasional Komodo, antara lain: SMKN 1 Labuan Bajo (4 orang), SMKN 3 Komodo (2 orang), SMK Stella Maris Labuan Bajo (2 orang), SMAN 1 Komodo (2 orang), SMAN 2 Komodo (2 orang), SMA Lentera Harapan (2 orang), dan SMAK St. IgnatiusLoyola Labuan Bajo (2 orang). Siswa-siswi yang diutus merupakan para pelajar unggulan di masing-masing sekolah yang memiliki kecakapan, keterampilan, dan wawasan konservasi yang mumpuni. Balai Taman Nasional Komodo menunjuk Muhammad Ikbal Putera (PEH Ahli Muda) dan Arif Ardianto Sofian (Polhut Ahli Pertama) sebagai pendamping program. Kegiatan pendampingan peserta GYM ini juga melibatkan mahasiswa magang Balai Taman Nasional Komodo dari Prodi Destinasi Pariwisata Politeknik Pariwisata NHI Bandung dan Prodi Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya. Selama in-class training, para peserta diajarkan materi-materi penting oleh para narasumber ahli dalam bidang teknisnya masing-masing. Materi yang diajarkan kepada peserta meliputi: peran pemuda dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, menjadi konten kreator muda yang keren, memahami konsep dan gerakan green lifestyle bagi anak muda, memahami isu perubahan iklim, memahami konsep rehabilitasi hutan dan perlindungan keanekaragaman hayati, serta membuat inovasi hijau. Pada setiap proses pembelajarannya, para peserta mendapatkan serangkaian pertanyaan untuk menjadi bahan diskusi dalam simpul belajarnya masing-masing guna mengasah kreativitas, kerja kelompok, dan kemampuan berpikir kritis. Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Hendrikus Rani Siga, menyampaikan bahwa kegiatan GYM ini sangat positif bagi kemajuan pendidikan konservasi dan lingkungan para pelajar di Kabupaten Manggarai Barat. “Penyelenggaraan Green Youth Movement oleh KLHK sangat bagus. Saya rasa kegiatan yang melibatkan banyak kaum muda ini dapat meningkatkan rasa kecintaan mereka terhadap Taman Nasional Komodo dan alam lingkungannya. Kami akan berusaha memastikan kolaborasi kegiatan dengan sekolah tidak berhenti sampai disini dan akan berupaya menyelenggarakan kegiatan kolaboratif selanjutnya bersama siswa-siswi di Labuan Bajo”, tutur Hendrikus. Sebagai penutup rangkaian in-class training, Balai Taman Nasional Komodo membuat video GYM Simpul Belajar Taman Nasional Komodo yang dapat dilihat melalui tautan berikut: https://www.instagram.com/reel/CwcBnVHMpXE/?igshid=MzRlODBiNWFlZA== Sumber: Balai Taman Nasional Komodo (SIARAN PERS No: PG.28/T.17/TU/HMS.3/8/2023) Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Hendrikus Rani Siga, S.Hut., M.Sc. (+6281353363519) Penulis Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Muda - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S. (+6281310300678) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Muda - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6281138290000)

Menampilkan 945–960 dari 2.305 publikasi