Jumat, 29 Mei 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Green Youth Movement Simpul Belajar BKSDA Kalsel Dikukuhkan

Banjarbaru, 16 November 2023 – Berlokasi di Auditorium Dr. Ir. Soedjarwo Gedung Manggala Wanabakti, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Dr. Siti Nurbaya Bakar melantik 1.979 peserta Green Youth Movement (GYM) dan pengukuhan menjadi Green Ambassador Indonesia (GAI) yang berasal dari 114 UPT KLHK dan KPH Perhutani sebagai simpul belajar di 35 provinsi se Indonesia. Pada kesempatan tersebut, Balai KSDA Kalimantan Selatan sebagai salah satu simpul belajar mengirimkan satu peserta terbaik yaitu Ananda Hamidah Nur Pasha dari SMAN 3 Banjarbaru untuk mengikuti kegiatan pengukuhan secara langsung di Jakarta. Selain menjadi peserta terbaik di simpul belajar BKSDA Kalimantan Selatan, Hamidah Nur Pasha merupakan 20 peserta terbaik yang terpilih diantara keseluruhan peserta dan mendapatkan kesempatan untuk dikukuhkan secara langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK). Selain diikuti secara offline di Jakarta, pengukuhan Green Ambassador Indonesia juga dilakukan secara hybrid di simpul belajar BKSDA Kalimantan Selatan yang diikuti sebanyak 19 Green Ambassador. “Semangat para pemuda dalam upaya mitigasi, rehabilitasi dan pengelolaan lingkungan hidup perlu kita sadari sebagai kekuatan besar dalam menjaga keberlanjutan lingkungan hidup. Sebagai negara yang kaya dengan berbagai sumber daya alam dan keanekaragaman hayati baik di darat maupun di laut, Indonesia penting untuk mempersiapkan generasi mendatang yang dapat mewariskan cita-cita melindungi segenap bangsa dan tanah air agar terus lestari dan lingkungan yang sehat di masa depan. Situasi ini benar-benar telah memanggil kita semua, kekuatan antar-generasi terkhusus generasi muda yang sangat dibutuhkan untuk dapat bersama-sama dengan pihak-pihak yang terlibat dan relevan untuk dapat menyelesaikan berbagai macam persoalan nyata atas ancaman yang ada” kata Menteri LHK dalam arahannya. Pendidikan Green Youth Movement (GYM) yang telah terlaksana, dikatakan oleh Menteri LHK merupakan wadah penting sekaligus harapan baru bagi model Pendidikan lingkungan di Indonesia. Pendidikan ini dikembangkan dengan orientasi pada penguatan kapasitas siswa dalam mengidentifikasi bentuk-bentuk penyelamatan lingkungan yang lestari dan berkelanjutan, pemuda dan lingkungan yang telah menjadi trend dunia. Beliau juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dan turut serta mendukung keberhasilan kegiatan Green Youth Movement (GYM). Akhirnya dengan penuh suka cita dan bahagia, Kamis 16 November 2023 Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar melantik 1.979 Green Ambassador Indonesia sesuai berdasarkan Keputusan MenLHK No.SK 1221/MENLHK/SETJEN/KUM.0/11/2023. Sementara itu Founder Institut Hijau Indonesia sekaligus pelopor Green Youth Movement (GYM), Chalid Muhammad menyampaikan kepada seluruh Green Ambassador untuk memegang teguh amanah sebagai Green Ambassador sesuai SK dari Menteri LHK. “Jadilah Green Ambassador yang memberikan inspirasi dan mendorong lingkungan hidup yang makin baik bagi Indonesia” kata Founder Institut Hijau Indonesia. Sebagai tindak-lanjut keberadaan GAI, Kepala Balai KSDA Kalsel menyatakan bahwa kedepan akan dijadikan kader-kader muda konservasi yang akan dibina langsung oleh BKSDA Kalsel. Kegiatan turut dihadiri Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Dr. Bambang Hendroyono, Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pratama lingkup KLHK, Founder Institut Hijau Indonesia (IHI) Chalid Muhammad serta 114 peserta terbaik satu dari masing-masing simpul belajar.(Ryn) Sumber : Endah Wahyuni Kuswidyosusanti, S.Si. - Koordinator PJLKK Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Artikel

Supervisi Pengembangan Wisata Alam di Kabupaten Gowa

Makassar, 20 November 2023 – Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi (PJLKK), Direktorat Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Nandang Prihadi, S.Hut., M.Sc., beserta tim melakukan supervisi terkait arahan teknis dan regulasi untuk pengembangan pemanfaatan jasa lingkungan dan wisata alam di Kabupaten Gowa. Kegiatan supervisi ini dihadiri langsung oleh Bupati Gowa Dr. Adnan Purichta Ichsan, S.H., M.H. Dalam supervisi tersebut, Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan turut mendampingi sebagai pemangku kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Malino. TWA Malino memiliki potensi wisata alam yang cukup tinggi. Melihat potensi tersebut dan untuk efektifitas pengelolaan kawasan maka para pihak terkait perlu menyamakan persepsi dalam pengembangan pemanfaatan pariwisata alam di kawasan TWA Malino. Dengan adanya supervisi ini, diharapkan dapat terjalin sinergi yang baik antara instansi terkait, pemangku kepentingan, dan masyarakat setempat dalam pengembangan pemanfaatan jasa lingkungan dan wisata alam. Selain itu, supervisi ini diharapkan mampu menciptakan pemahaman yang lebih mendalam tentang regulasi yang berlaku dan memberikan arahan teknis yang dapat memastikan keberlanjutan proyek ini secara positif. Dalam kegiatan yang dilaksanakan di Baruga Karaeng Pattingalloang Kantor Bupati Gowa, turut hadir para pihak terkait yakni Dinas LHK Pov. Sulsel, BPKHTL Wilayah VII Makassar, Bappeda Kab. Gowa, Dinas LH Kab Gowa, Dinas PU Kab. Gowa, Kepala Dinas Pariwisata Kab. Gowa, Badan Pendapatan dan Aset Daerah Kab. Gowa, Dinas PMPTSP Kab. Gowa, Dinas Pertanian dan Holtikultura Kab. Gowa, Perseroda Kab. Gowa, Bagian Hukum Setda Gowa, KPH Jeneberang dan Camat Tinggimoncong Kab. Gowa. Kegiatan diawali dengan laporan dari Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Ir. Jusman, “Saat ini Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan dalam proses penyiapan Desain Tapak Jasa Wisata Alam. Pada blok pemanfaatan nantinya akan tersedia ruang publik dan ruang usaha, yang dapat dimanfaatkan untuk pengusahaan pariwisata alam. Kami berharap setelah pertemuan ini desain tapak tersebut dapat dirampungkan dan pada forum ini Pak Direktur dapat memberikan arahan bagaimana membangun komunikasi dan menindaklanjuti keterlanjutan yang sudah ada”, ujar Beliau. Sejalan dengan hal tersebut dalam sambutannya Bupati Gowa menyampaikan bahwa, “Kabupaten Gowa merupakan daerah penyangga Kota Makassar dan untuk itu kawasan Tinggimoncong dijadikan destinasi unggulan agar dapat menjaring investor masuk sehingga ekonomi berputar dan kesejahteraan Masyarakat meningkat”. Masuknya investasi dalam pengembangan pariwisata alam dikawasan Tinggimoncong tentunya harus disesuaikan dengan fungsi TWA Malino sebagai kawasan konservasi. Karena berbicara kawasan hutan maka berbicara tentang masa depan. Oleh karena itu, yang paling kita inginkan adalah bagaimana kawasan konservasi tetap terjaga kelestariannya. Dan kita membutuhkan konsistensi dalam implementasinya, ujar Beliau mengakhiri sambutannya. Dalam arahannya Direktur PJLKK menyampaikan bahwa TWA Malino merupakan kawasan yang indah maka mari bersama-sama kita kelola. Dan untuk yang sudah terbangun maka harus dicarikan solusi bersama. “Saya melihatnya bahwa pengelolaan pariwisata di TWA Malino dapat menempuh mekanisme pemanfaatan jasa lingkungan wisata alam yang dilakukan dengan mekanisme perizinan berusaha melalui sistem OSS. Dimana mekanismenya diatur di UU 11/2020 tentang Cipta Kerja”, imbuh Dr. Nandang Prihadi, S.Hut., M.Sc. Mengakhiri arahannya, Direktur PJLKK sependapat dengan Bupati Gowa bahwa tim teknis Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan dan tim Pemerintah Kabupaten Gowa dapat membentuk tim bersama untuk menyusun Desain Tapak Pengelolaan Pariwisata Alam TWA Malino sehingga hasilnya akan lebih kredibel dan dapat dimanfaatkan oleh semua pihak terkait. Sumber: Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (SIARAN PERS Nomor : SP.19/K.8/TU/Humas/11/2023) Penanggung Jawab Berita: BBKSDA Sulawesi Selatan Call Center BBKSDA Sulsel: 08114600883
Baca Artikel

Mendidik Generasi Muda Kapuas Hulu Melalui Pembentukan Kader Konservasi dan Perkemahan Pramuka Sakawanabakti

Kapuas Hulu, 22 November 2023 - Bertempat di Lokasi Arung Jeram Dusun Kalis Jaya Desa Rantau Kalis Kecamatan Kalis Kabupaten Kapuas Hulu, Balai Besar TN Betung Kerihun Danau Sentarum bersama Saka Wanabakti Kapuas Hulu menyelenggarakan Pembentukan Kader Konservasi Melalui Perkemahan Pramuka Saka Wanabakti. Kegiatan yang diikuti oleh 30 (tiga puluh) orang peserta dari 9 (Sembilan) sekolah yang berada di sekitaran Putussibau dan Kalis ini bertujuan untuk membentuk kader konservasi yang berwawasan konservasi dan lingkungan hidup. Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dana Danau Sentarum (BBTNBKDS), Wahju Rudianto menyampaikan “Kegiatan ini merupakan salah satu upaya BBTNBKDS untuk meningkatkan peran aktif genersi muda dalam bidang konservasi, harapan kedepan adalah akan terbentuk kader – kader konservasi dari kelompok ini yang menjadi pelopor dan penggerak untuk membantu pemerintah dalam menyuarakan pesan – pesan konservasi di masyarakat terutama generasi muda sehingga timbul rasa memiliki dan menyayangi alam dan lingkungan sekitar mereka”. Kegiatan yang berlangsung selama 5 (lima) hari dari tanggal 15 – 19 September 2023 ini, disambut dengan antusias oleh Kepala Desa Rantau Kalis dan Ketua Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) Tetang Baro Raun. Bapak Leonardus selaku Ketua Pokdarwis pada sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kepedulian anak - anak muda terhadap makin rendahnya rasa kepedulian khususnya terhadap lingkungan alam. Sedangkan menurut Kades Desa Rantau Kalis “kegiatan ini sangat baik untuk mempromosikan desa kita ke tempat lain, bahwa desa kita memiliki potensi wisata alam dan budaya yang perlu dikenal luas”. Pada kegiatan ini para siswa berkesempatan mendapatkan materi tentang Pengetahuan Konservasi, Perlindungan Tumbuhan Satwa Liar, Kepramukaan (Saka Wanabakti), Pengelolaan Kawasan Wisata Berbasis Masyarakat, Materi Dasar SAR (Search And Resque). Praktek Pengarungan Sungai Rantau Kalis (Arung Jeram), Penanaman Pohon di Area Bekas Kebakaran, materi tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Lingkungan dan Lintas Alam serta pengambilan data Objek Daya Tarik Wisata Alam (ODTWA). Materi tersebut diberikan langsung oleh ahli yang berkompeten dibidangnya masing – masing seperti Kesatuan Pengelola Hutan Kapuas Hulu Utara, Kesatuan Pengelola Hutan Kapuas Hulu Selatan, Tim Reaksi Cepat SAR Kapuas Hulu, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kapuas Hulu, Pokdarwis dan Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kabupaten Kapuas Hulu. “Materinya asik, acaranya mewah, dan jalan – jalan lintas alam serta main arung jeramnya keren pak!, ketemu sama tanaman langka bunga bangkai lagi” Ujar Nadia Agustin salah satu peserta kegiatan dimaksud yang berasal dari SMA Karya Budi. “dapat ilmu gratis, dapat jalan – jalan gratis, pas arung jeram saya baru sadar bahwa sungai yang bersih dan segar adalah dari hutan yang asri dan perlu dijaga oleh kita semua, semoga tahun – tahun kedepan saya bisa berkonstribusi dalam menjaga hutan yang ada” Bung Roy Fernando salah satu peserta yang berasal dari SMAN 2 Putussibau. Sumber: Harri Ramadani, S.Hut (Penyuluh Kehutanan Ahli Muda) - Balai Besar TN Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Artikel

Rukun dan Ruzain Pulang Ke Rumahnya

Jantho, 21 November 2023. Rukun dan Ruzain kembali menghirup segarnya udara di hutan Jantho, Aceh. Keduanya merupakan sepasang Orangutan Sumatera (Pongo abelii) liar yang diselamatkan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh dan lembaga mitra Yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information Center (YOSL – OIC) pada 16 Juli 2016, dari Kabupaten Aceh Barat Daya, Provinsi Aceh. Saat direscue, Orangutan Rukun yang merupakan ibu (induk) dalam kondisi kaki kanan terluka diduga kuat terkena/korban jerat. sedangkan anaknya/bayi Orangutan Ruzain berada dalam pelukan induknya. Selama kurang lebih 4 bulan, kedua Orangutan tersebut menjalani pemulihan di Pusat Karantina dan Rehabilitasi Orangutan di Batu Mbelin Sibolangit, yang digagas oleh Balai Besar KSDA Sumatera Utara bersama dengan lembaga mitra kerjasama Yayasan Ekosistem Lestari (YEL) Medan, sampai pada akhirnya Sabtu 18 November 2023, Rukun dan Ruzain pulang (kembali) ke habitat alaminya di hutan Jantho, Aceh. Semoga ibu dan anak Orangutan ini dapat hidup tenang dan sejahtera serta berkembang biak di rumahnya. Sumber : Dede Syahputra Tanjung, SP. - PEH Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Serunya Jungle Run TN Bukit Tigapuluh

Belilas, 21 November 2023. Kegiatan “Jungle Run Taman Nasional Bukit Tigapuluh 2023” digelar tak hanya untuk promosi wisata juga untuk meningkatkan kepedulian masyarakat akan kelestarian Taman Nasional Bukit Tiga Puluh. Kegiatan ini merupakan event tahunan Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh (TNBT) yang kedua kalinya dengan mengangkat tema “Run For Healing” yang dilaksanakan pada Minggu, 19 November 2023 di Camp Granit, Resort Talang Lakat, Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Belilas. 2. Start dan finish lari dari Camp Granit dengan jarak sepanjang 5 Km, mengambil rute jelajah yang cukup menantang, menelusuri jalan datar, mendaki, menurun dan menyeberangi aliran sungai yang berada di zona pemanfaatan TNBT. Jumlah peserta pada tahun ini sebanyak 172 orang terdiri dari 152 putra dan 20 putri yang berasal dari beberapa daerah di Provinsi Riau, Jambi, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, Sumatera Selatan dan DI Yogyakarta dan berbagai komunitas meliputi SeduluRun ( Pematang Reba /Indragiri Hulu ), Indragiri Berlari / IB ( Rengat / Indragiri Hulu ) , Baju Basah, Binlat NaraSinga Indragiri (Rengat/Indragiri Hulu ), Fairrunning ( Padang / Sumatera Barat ), LibuRun, Rengat Castinger Community ( Rengat / Indragiri Hulu ), Riau Complex Running Community / RCRC, Pelalawan Running / PRUN ( Pelalawan Riau ), Tangan Di Atas (TDA) Runners Jambi, Padang Trail Runner / PTR ( Sumatera Barat ), Himalaya Team, Mapala Siginjai Universitas Jambi, Indorunners_Sukabumi, Mapala OASIS ITB- Indragiri. Untuk mencetak para calon atlit, Balai TNBT mengundang pihak SMK Kehutanan Pekanbaru sebanyak 15 (lima belas) siswa dan 5 (lima) siswi, 2 siswa dari SMA Negeri Batang Gansal dan 1 (satu) siswi dari SMK Batang Gansal. Kategori peserta dibedakan menjadi 2 kategori yaitu putra dan putri, juara 1 mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp. 3.000.000,- , juara 2 uang sebesar Rp. 2.000.000,- dan juara 3 uang sebesar Rp. 1.000.000,. Peserta tidak ada yang mengalami cedera serius, beberapa hanya luka dan cedera ringan. Panitia telah melibatkan tim medis dari Puskesmas Batang Gansal, pengamanan dari Polsek Batang Gansal, Riau Pos, Kader Konservasi Alam TNBT dan Mapala OASIS Rengat. Kegiatan ini juga mendapat dukungan stakeholder, mitra kerja dan sponsorship meliputi PT. Lestari Asri Jaya, PT. Arara Abadi, Frankfurt Zoological Society, PT. PLN Persero UP Rengat, Bank BSI Rengat, PT.Transgasindo RO 2 Belilas, Arei Outdoor, Restorasi Ekosistem Riau (RER), PIR, Shelter Adventure Riau, Kahf, Cleo, Ramp Forester, RM Pondok Kayu, Kopi Paman, Coffee Al Hijrah dan Ayola First Point Hotel Pekanbaru. Sumber: Balai Taman Nasional Bukit Tigapuluh
Baca Artikel

Tiga Instansi dan Masyarakat Dilibatkan Dalam Pengamanan Kawasan TNUK

Labuan, 20 November 2023. Kegiatan perlindungan dan pengamanan hutan terus dilakukan di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Ini rutin dilaksanakan sebagai upaya untuk mencegah dan membatasi ruang gerak aktifitas illegal yang melanggar hukum di Kawasan TNUK. Upaya perlindungan dan pengamanan rutin dilakukan dengan patroli di tingkat resort hingga patroli gabungan bersama Masyarakat, TNI, Polri, Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum LHK JABALNUSRA dan stackholder lainnya. Patroli ini merupakan kegiatan preventif yang dilaksanakan untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan kawasan hutan dan mencegah terjadinya tindak pidana kehutanan guna menjaga keutuhan kawasan hutan terutama areal Kawasan yang menjadi tempat habitat Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus). Ardi Andono, S.TP., M.Sc., Kepala Balai TNUK, turun langsung ke lapangan guna memastikan full protection areal Kawasan TNUK dapat terlaksana secara efektif dan efesien. “Ke depan, kita akan menutup beberapa areal wisata di TNUK dengan jangka waktu tertentu dan bulan-bulan tertentu sehingga diharapkan dengan berkurangnya aktifitas manusia di dalam Kawasan dapat membuat nyaman satwa Badak Jawa tersebut ,” ucapnya. Di beberapa lokasi yang biasanya menjadi tempat kunjungan wisata seperti di sahiyangsirah, pulau peucang, dan padang pengembalaan terdapat aktifitas pengunjung, setelah pengecekan identitas para pengunjung dan izin masuk, Kepala BTNUK mengajak para pengunjung untuk turut serta menjaga lingkungan dan ekosistem hutan. “Kita harus jaga kawasan ini harus tetap utuh, kita juga dilarang untuk tidak berbuat tidak senonoh, kita juga jangan merusak Kawasan hutan seperti berburu, menebang pohon, pembuatan bakar-bakaran dan sebagainya. Kita juga berharap para peziarah tidak ada yang standby (menginap) disini”, Imbuhnya. Di lain tempat, beliau menjelaskan bahwa TNUK akan terus mengevaluasi kegiatan-kegiatan yang telah dilaksanakan dan penempatan-penempatan kamera jebak. Untuk para nelayan dan aktifitas manusia lainnya secara illegal akan diberikan sanksi ringan (peringatan) hingga berat sesuai peraturan yang berlaku. Sumber: Balai Taman Nasional Ujung Kulon
Baca Artikel

Magang Di Rumah Rakyat Sambangi TN Gunung Gede Pangrango

Cibodas, 17 November 2023. Komisi IV DPR-RI menjadi tempat magang mahasiswa dari Perguruan Tinggi se-Indonesia antara lain: Institut Pertanian Bogor, Universitas Padjadjaran, Universitas Negeri Jember, Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Udayana, Universitas Mulawarman, Universitas Tadulako, Universitas Lambung Mangkurat dan Universitas Patttimura. Mengambil tema Magang Di Rumah Rakyat (MDRR), kegiatan yang dilaksanakan selama 4 bulan ini tak lain merupakan implementasi "Kampus Merdeka". Tak hanya mengikuti agenda rutin anggota dewan, 10 orang mahasiswa tersebut juga mengunjungi Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) selama 3 (tiga) hari mulai tanggal 15 s.d 17 November 2023. Hari pertama, rombongan tiba di kantor balai dan langsung menerima paparan materi Overview TNGGP oleh Kepala Bagian Tata Usaha Dr. Anggit Haryoso, S.Hut., M.Sc. dan Tata Kelola Wisata TNGGP yang disampaikan Agus Yulianto, S.Si., M.IDS., M.Eng. sebagai Kepala Bidang Teknis. Dilanjutkan dengan mengunjungi pengelolaan TNGGP tingkat tapak terdekat yaitu Resort Cibodas dan Mandalawangi, disini potensi yang disuguhkan adalah air terjun Ciwalen, jalur interpretasi, Canopy Trail, bumi perkemahan dan Gallery Korea. Kunjungan ke Situgunung menjadi destinasi dihari kedua dan ketiga, disambut langsung Kepala Balai Besar Sapto Aji Prabowo, S.Hut., M.Si. dan Kepala Bidang PTN Wilayah II Sukabumi Susanti, S.Hut., M.Sc. "Di Situgunung, adik-adik mahasiswa dapat melihat langsung kolaboratif pengelolaan wisata yang sudah berjalan baik dan sinergis" ucap Sapto. Diskusi singkat menjadi pembuka lawatan yang kemudian berlanjut ke Lembah Purba Suspension Bridge, Flying Fox, Air Terjun Sawer, dan Danau Situgunung hingga akhirnya menginap di Glamping Bungbuay. Rasa syukur, senang dan bangga bercampur aduk diungkapkan seluruh peserta, "Pengalaman yang sangat berharga kami dapatkan dari kunjungan ke TNGGP" ucap Akbar, koordinator MDRR. Sumber: Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Teks : Agus Deni @agustdenie Foto : Tim Publikasi BBTNGGP
Baca Artikel

Kereen, 3 Apresiasi Diraih BBTNGGP dalam HKAN 2023

Cibodas, 10 November 2023. Puncak peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) tahun 2023 dilaksanakan di Taman Wisata Alam (TWA) Bukit Tangkiling, Palangkaraya, Kalimantan Tengah dengan mengambil tema "Hapungkal Himba Kalingu" yang memiliki makna jiwa yang damai dalam harmoni rimba belantara. Dalam rentang waktu 3 (tiga) hari, agenda rutin tahunan ini tidak dibatasi dalam bentuk kegiatan tertentu, namun secara umum kegiatan yang dilaksanakan berupa Jambore Nasional Konservasi Alam, Pentas Seni dan Budaya, Pameran Konservasi Alam dan Produk UMKM, Talk Show, Fieldtrip, Seremoni Peringatan HKAN 2023, Pelepasliaran Satwa, Penanaman bibit pohon dan Anggrek, Jalan Santai, Pemberian Anugerah HKAN, Serasehan Pengendali Ekosistem Hutan (PEH). Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) yang turut berpartisipasi dalam HKAN Ini dipimpin langsung Kepala Balai Besar dan Kepala Bidang Teknis bersama perwakilan masyarakat KTH. Hadir juga Dirjen KSDAE yang membuka acara puncak HKAN sekaligus memberikan Piagam Penghargaan kepada 49 penerima Apresiasi yang terdiri dari: Kelompok Tani Hutan (KTH), Desa Binaan, Kelompok Sadar Wisata, Kelompok Masyarakat Pelestari Hutan, Pemerintah Desa, Pemegang Perizinan, Satker TN/KSDA dan Komunitas lainnya. Dan pada HKAN kali ini BBTNGGP berhasil memboyong 3 (tiga) Apresiasi kategori, yang pertama Pemenang IV Kelompok Masyarakat Binaan UPT KSDAE : Kelompok Tani Hutan (KTH) Bodogol Kampung Hoya. Pendamping KTH Bodogol Kampung Hoya : Maria Kurnia Nugrahani, S.Hut; kedua Dukungan Pemegang Perizinan Berusaha Penyediaan Jasa Wisata Alam (PB-PJWA) Bidang Jasa Perjalanan Wisata Alam terhadap Pengelolaan Wisata Alam di Kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango : Ade Mulyana dan yang ketiga Satker Taman Nasional dengan Media Sosial Instagram Kriteria Baik tahun 2022 : bbtn_gn_gedepangrango. Salah satu agenda baru yang cukup menarik perhatian adalah Serasehan Pengendali Ekosistem Hutan. Kegiatan ini diikuti oleh perwakilan PEH dari Direktorat Jenderal KSDAE, Direktorat Jenderal PDAS-RH, Direktorat Jenderal PKTL, Direktorat Jenderal PHL, Direktorat Jenderal PPI, Direktorat Jenderal PSKL, Badan Standarisasi lnstrumen LHK, Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion, dan Dinas Kehutanan Provinsi. Adapun salah satu rumusan yang dihasilkan adalah pengusulan jabatan PEH Utama, yang pada saat ini tingkat jabatan PEH hanya sampai Madya. Hari terakhir peringatan HKAN ditutup oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan sekaligus melaunching Desa Tahawa sebagai Desa Ramah Satwa Pertama di Indonesia dan Buku 55 Taman Nasional serta Penandatanganan sampul perangko maskot HCPSN 2023 (Flora hanguana sitinurbayoi dan Fauna rachaphorus higropalmatus). Kesadaran akan pentingnya keselarasan hidup berdampingan dengan alam serta hutan perlu ditingkatkan guna menekan dampak negatif yang muncul dari aktivitas manusia. Adanya kecenderungan menurunnya kualitas lingkungan hidup dan semakin meningkatnya interaksi negatif antara manusia dengan satwa liar saat ini seharusnya dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya hidup berdampingan dan selaras dengan alam dan hutan. Selamat kepada para penerima Apresiasi, semoga menjadi pelecut semangat berkarya untuk Negeri. Sumber: Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Teks : Agus Deni @agustdenie Foto : Dadi Haryadi M, S.Hut.
Baca Artikel

Inilah Kerjasama dan Kolaborasi Balai TN Gunung Rinjani

Mataram, 10 November 2023. Untuk meningkatkan keterlibatan para pihak dalam pengelolaan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) diselenggarakan kegiatan Kemah Konservasi Tahun 2023 pada tanggal 28 s.d 29 Oktober 2023 di Destinasi Wisata Alam Non Pendakian Joben Eco Park, Resort Joben dan Destinasi Wisata Alam Non Pendakian Jeruk Manis, Resort Timbanuh. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerjasama antara Balai TN Gunung Rinjani dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Nusa Tenggara Barat. Peserta yang hadir antara lain Kepala Balai TN Gunung Rinjani, Kepala SPTN Wilayah I dan Wilayah II, fungsional PEH lingkup Balai TN Gunung Rinjani serta kader konservasi. Rangkaian kegiatan terdiri dari pengenalan teknik budidaya anggrek dan identifikasi kupu-kupu serta sharing pengelolaan TN Gunung Rinjani dan kegiatan Bina Cinta Alam. Pada kegiatan tersebut, Bapak Kepala Balai TN Gunung Rinjani Dedy Asriady, S.Si, M.P turut menjadi narasumber dan berbagi ilmu mengenai identifikasi kupu-kupu. Selain itu, dilakukan pula kegiatan penanaman bibit pohon bersama mitra Balai TN Gunung Rinjani yakni Bank Negara Indonesia (BNI), Masyarakat Desa Jeruk Manis, Kader Konservasi dan anggota Pramuka Saka Wanabakti Cabang Lombok Timur dengan total 300 bibit. Bibit pohon yang ditanam antara lain Klokos Udang (Syzygium pormosum) , Jukut (Syzygium polyanthum) dan Lembokek (Ficus septica). Penanaman pohon ini merupakan dukungan terhadap Gerakan Menanam Pohon 1 orang 1 pohon yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi NTB sekaligus memperingati HUT BNI ke-77. Sumber: Balai Taman Nasional Gunung Rinjani
Baca Artikel

HKAN 2023, BBKSDA Jatim Raih 2 Piagam Apresiasi Sekaligus

Palangkaraya, 7 November 2023. Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jatim) mendapatkan 2 Piagam Apresiasi dari Direktur Jenderal KSDAE saat puncak peringangatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2023 di Taman Wisata Alam Bukit Tangkiling, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, 7 November 2023. Kedua piagam tersebut diberikan langsung oleh Dirjen KSDAE, Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko, M.Agr.Sc. Kedua kategori tersebut masing-masing Satker KSDA dengan PNBP tertingggi ketiga bidang pemanfaatan jasa lingkungan di Kawasan Konservasi Tahun 2022, dan Satker KSDA dengan Media Sosial Instagram Kriteria Cukup Baik Tahun 2022. Menurut Kepala Bagian Tata Usaha - BBKSDA Jawa Timur, I Ketut Catur Marbawa, Piagam Apresiasi ini didedikasikan kepada para pemungut Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebagai garda terdepan dalam memungut hasil pemanfaan jasa lingkungan kawasan konservasi lingkup Balai Besar KSDA Jawa Timur. “Semoga penghargaan ini semakin memacu semangat kawan-kawan dan seluruh pegawai BBKSDA Jawa Timur pada umumnya,” tambahnya. Tak lupa ia berterima kasih atas atensi warga BBKSDA Jatim yang telah semangat menyampaikan laporan kegiatan harian untuk bahan berita media sosial, yang selanjutnya diolah oleh tim medsos. Sumber : Agus Irwanto - Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Artikel

Konsultasi Publik Revisi Blok Pengelolaan CA Kelautku

Kotabaru, 26 Oktober 2023 – Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) melalui Seksi Konservasi Wilayah III Menggelar kegiatan Konsultasi Publik Revisi Penataan Blok Pengelolaan Cagar Alam Teluk Kelumpang, Selat Laut dan Selat Sebuku (KELAUTKU) bertempat di Hotel Grand Surya Kotabaru. Acara ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kotabaru Bapak H. Said Akhmad. Konsultasi publik ini dihadiri oleh perwakilan dari Pemerintah Daerah Kotabaru dan Pemerintah Daerah Tanah Bumbu, SKPD terkait lingkup Pemkab Kotabaru dan Tanah Bumbu, Camat (Kelumpang dan Pulau Laut) Kotabaru, Camat Simpang Empat dan Kusan Hilir Tanah Bumbu, Kepala Desa serta LSM. Kegiatan konsultasi publik ini bertujuan untuk memperoleh masukan dan informasi tambahan secara eksternal dari instansi pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat. Dalam hal ini Sekda Kotabaru Bapak H. Said Akhmad menyampaikan “Penataan ini merupakan upaya kita bersama untuk menata ruang dalam rangka optimalisasi fungsi dan peruntukan potensi sumber daya pada setiap bagian kawasan”. Beliau juga mengatakan Cagar Alam adalah Sumber Kehidupan manusia sehingga kita sebagai manusia jangan sembarangan menebang atau membuka lahan, berfikirlah jangka panjang untuk anak cucu kita. Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan Bapak Dr. Ir. Mahrus Aryadi. M.Sc., juga menyampaikan dalam sambutannya “Kenapa harus melakukan revisi penataan blok, karena memang pada kondisinya ada perubahan-perubahan yang terjadi, diantaranya dikarenakan adanya Reposisi, Tata Batas, Tora, RTRWP dan Perubahan Fungsi Kawasan. Sehingga dgn kondisi yang ada kita perlu melakukan revisi penataan blok agar kita dapat mengelola kawasan bersama masyarakat dan pemerintah daerah dengan lebih efektif dan efisien. Pada sessi diskusi disampaikan oleh Camat Kelumpang bahwa hasil konsultasi publik ini perlu disosialisasikan hingga tingkat desa, agar masyarakat mengetahui blok-blok yg ada di desa mereka. Kemudian Kepala Desa Langadai Bapak Ali Fitri bahwa keberadaan Bekantan di desa mereka perlu dipertahankan habitatnya, ini perlu sosialisasi kepada masyarakat. Bagian akhir disusun bersama Berita Acara antara lain: hal-hal yang belum terakomodir khususnya terkait dengan kebutuhan masyarakat seperti jalan akan dimasukkan dalam blok khusus; keterlanjuran tambah oleh masyarakat setempat melalui skema Kemitraan Konservasi. (Ryn) Sumber: Maulinda, S.Hut - Staf SKW III Batulicin Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Artikel

Saka Wanabakti Balai TN Ujung Kulon Bentuk Kader Konservasi

Labuan, 4 November 2023. Saka Wanabakti Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) membentuk Kader Konservasi di Kantor Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Sumur, Kamis (2/11). Sebanyak 30 anggota pramuka yang berasal dari SMAN 3 Pandeglang, SMAN 16 Pandeglang, SMKN 3 Pandeglang, SMKS Dwi Putra Bangsa Cimanggu, SMK Darul Azhar Al-Bantany dan MA Darul Afkar mengikuti pelantikan Kader Konservasi tersebut dengan tujuan menambah pengetahuan dan pengalaman para kader konservasi terkait Saka Wanabakti dan juga pengetahuan dan informasi potensi Taman Nasional Ujung Kulon. Acara dibuka oleh Kepala Balai TNUK dan dihadiri oleh Pusdiklat Kwarcab Pandeglang, Kwarcab Pandeglang, Ketua Kwarran Labuan, Ketua Kwarran Sumur, Ketua Kwarran Cimanggu, Kepala Sekolah SMK 3 Pandeglang, Kepala Sekolah SMK Dwi Putra Bangsa Cimanggu, Kepala Sekolah MA Darul Afkar dan Kepala Sekolah SMK AL Bantany. Dalam sambutannya, Kepala Balai TNUK, Kakak Ardi Andono, S.T.,M.Sc selaku Ketua Mabisaka Wanabakti Cabang Pandeglang menyampaikan bahwa dengan dibentuknya kader konservasi Saka Wanabakti ini diharapkan adik-adik dapat belajar mengenai TNUK ,dimana didalam kawasan TNUK banyak sekali yang dapat di pelajari baik flora dan fauna, khususnya badak jawa yang hanya di TNUK. Juga diharapkan turut serta membantu dan menjaga konservasi TNUK serta ikut mensosialisasikan di lingkungan baik dirumah, sekolah dan lingkungan sekitar. Para peserta Kader konservasi pun mendapatkan pembekalan materi terkait Pengenalan Sakawanabakti yang disampaikan oleh Kakak Herlan, selaku Kepala Pusdiklat Pramuka Cabang Pandeglang serta materi tentang Potensi Keanekaragaman Hayati TNUK yang disampaikan oleh Kakak Herry Trisna,S.Hut selaku PEH Ahli Pertama TNUK . Semoga dengan dilantiknya para Kader Konservasi Saka Wanabakti Balai TNUK ini, diharapkan akan menciptakan kader-kader muda konservasi serta dapat memperkuat konservasi di TNUK. Saka Wanabakti adalah salah satu jenis satuan karya pramuka yang merupakan wadah pembinaan di bidang kehutanan bagi anggota pramuka agar mereka mampu membantu melestarikan sumber daya alam dan lingkungan hidup sesuai dharma baktinya terhadap pembangunan masyarakat, bangsa, dan Negara. Sumber: Balai Taman Nasional Ujung Kulon
Baca Artikel

Setelah 5 Kali FGD, Akhirnya Perdes Disahkan

Kualanamu, 3 November 2023. Setelah melalui perjalanan panjang sebanyak 5 kali Focus Grup Discussion (FGD), sejak tanggal 23 Mei 2023, dengan diskusi yang alot sampai saat-saat menjelang penandatanganan, akhirnya tercapai juga kesepakatan dan dilanjutkan dengan pengesahan Peraturan Desa (Perdes) Desa Bukit Mas tentang Penanggulangan Konflik antara Manusia dan Satwa Liar, disaksikan Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Asisten 2 Pemkab Langkat, Camat Besitang, perwakilan Kapolres Langkat, pada Selasa 1 November 2023, di Hotel D’Prima Kualanamu. Kegiatan FGD yang dirangkai dengan Bimbingan Teknis (Bimtek) Satgas Penanganan Konflik Manusia dan Satwa Liar Desa Bukit Mas, diikuti oleh 51 orang peserta dari Desa Bukit Mas, Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Balai Besar TNGL, Pemkab Langkat, Forkopimcan Besitang dan mitra dari LSM/NGO. Bimbingan Teknis menyangkut tentang Pedoman dan Tata Laksana Penanggulangan Konflik antara Manusia dengan Harimau dan Manusia dengan Gajah oleh drh. Anhar Lubis, serta berkaitan dengan Pedoman dan Tata Laksana Penanggulangan Konflik antara Manusia dengan Orangutan oleh Suhendra dari lembaga Yayasan Orangutan Sumatera Lestari-Orangutan Information Center (YOSL OIC). Sebelum dan sesudah Bimtek dilakukan pre test dan post test dengan menggunakan aplikasi Kahoot Learning Games. Bagi peraih score terbaik diberi reward. Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Rudianto Saragih Napitu, S.Si., M.Si.,dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada berbagai pihak yang hadir atas terwujudnya kesepakatan bersama ini dan berharap kedepannya tercapai harmonisasi serta sinergitas tim Satgas guna berkolaborasi dalam penanggulangan konflik antara manusia dengan satwa liar, khususnya di Desa Bukit Mas, Kecamatan Besitang, Kabupaten Langkat. Sumber : Herbert BP. Aritonang, S.Sos., MH. - Kepala SKW II Stabat Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Pentingnya Monitoring dan Evaluasi Kawasan TN Kepulauan Togean

Ampana, 31 Oktober 2023 – Balai Taman Nasional (TN) Kepulauan Togean melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan perlindungan kawasan lingkup Seksi Pengelolaan TN Wilayah pada tanggal 28 s/d 30 Oktober 2023 di Fhadilah Cottage, Pulau Pangempa, Desa Katupat, Kecamatan Togean, Kabupaten Tojo Una-Una. Kegiatan monitoring dan evaluasi dilaksanakan oleh tim Balai yang dipimpin oleh Budi Prasetyo selaku Kepala Sub Bagian Tata Usaha, yang dihadiri oleh petugas lapangan ditingkat Seksi dan Resor Pengelolaan TN Wilayah; Kepala Balai TN Kepulauan Togean, Dodi Kurniawan dalam arahannya mengatakan bahwa “Monitoring dan evaluasi merupakan tahapan penting dalam suatu kegiatan, untuk mengetahui sejauh mana kegiatan yang dilakukan mencapai target yang telah ditetapkan, kendala dan permasalahan yang dihadapi, sehingga didapatkan masukan sebagai bahan perbaikan kedepannya”. “Upaya perlindungan kawasan TN Kepulauan Togean dengan keterbatasan sumberdaya yang ada baik jumlah personel, kondisi sarpras dan dukungan operasional merupakan tantangan dalam pemantauan dan pengawasan kawasan yang memiliki luas + 363.150,18 Ha terdiri dari wilayah daratan di kepulauan seluas + 25.012,18 Ha dan wilayah perairan laut seluas + 338.138 Ha, dengan panjang garis pantai + 976,54 Km ini. Upaya perlindungan tidak akan berhasil tanpa dukungan masyarakat dan para pemangku kepentingan disekitar kawasan TN Kepulauan Togean, oleh karena itu upaya-upaya untuk meningkatkan pemahaman, sinergisitas dan pengelolaan kolaboratif menjadi sangat penting.” “Terimakasih dan setinggi-tingginya kami sampaikan kepada petugas lapangan yang ada di Seksi dan Resor Pengelolaan TN Wilayah atas dedikasinya dalam bertugas, semoga tetap terus semangat dalam bertugas walaupun jauh dari keluarga. Ucapan terimakasih juga kami sampaikan kepada semua pihak yang selama ini telah ikut melestarian kawasan TN Kepulauan Togean. Mari bersama berbuat maksimal dengan keterbatasan sumberdaya yang ada, demi kelestarian kawasan TN Kepulauan Togean” pungkas Dodi menambahkan. Sumber: Balai Taman Nasional Kepulauan Togean
Baca Artikel

Belajar Pengelolaan Sanctuary Maleo Ke TN Bonawa

Kotamobagu, 27 Oktober 2023. Dua orang pegawai Balai Besar KSDA Jawa timur (BBKSDA Jatim)m melakukan studi banding terkait pengelolaan Sanctuary Maleo yang ada di Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (TN. Bonawa) Kotamobagu, Sulawesi Utara, 24 - 27 Oktober 2023 yang lalu. Dua orang petugas tersebut masing-masing Dhany Triadi, Pengendali Ekosistem Hutan Madya dan Khoirul Rozikin, Pengendali Ekosistem Hutan Muda yang berkesempatan untuk mengenal lebih dekat seperti apa pengelolaan sanctuary ini. Dalam sambutannya, Kepala Balai TN. Bonawa, Anis Suratin, M.P. menyampaikan terima kasihnya atas kunjungan tim dari BBKSDA Jatim yang ingin belajar mengenai pengelolaan Sanctuary Maleo (Macrocephalon maleo) yang ada di TN. Bonawa. “Dalam pengelolaannya, Sanctuary Maleo TN Bonawa bekerjasama dengan NGO yaitu WCS (Wildlife Conservation Society),” tambah Anis. Menurut Dhany Triadi, Burung Gosong Kaki Merah (Megapodius reinwardt) yang ada di Cagar Alam Pulau Saobi dengan burung Maleo masih satu keluarga yaitu Megapodidae. Dimana Burung Maleo dan Gosong Kaki merah memiliki kesamaan yaitu menaruh telurnya di dalam tanah atau pasir untuk menetaskannya. Rangkaian studi banding berupa kunjungan ke 3 site monitoring, yakni Sanctuary Muara Pusian, Sanctuary Tambun dan Batu menangis. Dan kegiatan yang dilakukan berupa pengamatan di lokasi peneluran, pemindahan telur ke bak penetasan, dan pelepasan anak Maleo. Dalam kawasan TN Bonawa, lokasi peneluran maleo biasanya ditandai dengan adanya sumber air panas vulkanik (air panas) dengan batas lokasi penelurannya berupa lubang-lubang yang terdeteksi masih atau pernah digunakan sebagai tempat penempatan telur. Pada lokasi ini kegiatan yang diperbolehkan adalah penelitian, pemantauan, pembangunan fisik, kegiatan wisata terbatas, dan kegiatan dalam pengelolaan lokasi peneluran itu sendiri. Semua kegiatannya harus memenuhi waktu-waktu dan batasan tertentu yang telah ditetapkan. Pelepasliaran anak maleo menjadi salah satu rangkaian yang paling menarik. Biasanya, anakan yang dianggap kuat dan lincah menjadi pilihan utama untuk dilepaskan. Nah, salah satu cara untuk meningkatkan peluang hidup anak maleo di alam adalah dengan melepasliarkannya di tepi hutan dan mengarahkannya ke dalam hutan. Sangat penting untuk anak maleo segera masuk ke hutan karena mereka butuh perlindungan secepat mungkin dengan menemukan lokasi tenggeran yang bebas dari predator. Dan cara melepaskan anak Maleo ini tidak sembarangan ternyata, bukan melemparkannya ke udara. Namun melepaskannya dari genggaman tangan secara perlahan, dan membiarkannya berjalan, berlari, atau terbang sendiri ke arah hutan. Dari sinilah akhirnya tercetus Salam Maleo, Jepit Pahanya, elus elus kepalanya. Sumber : Khoirul Rozikin - Pengendali Ekosistem Hutan Muda BBKSDA Jawa Timur
Baca Artikel

Dua KTH Terima Bantuan Usaha Ekonomi Produktif

Sipirok, 1 November 2023. Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan melakukan serah terima bantuan Usaha Ekonomi Produktif berupa alat – alat pertanian senilai tiga puluh lima juta rupiah, Minggu (31/10). Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan, Hermanto M.P. Siallagan kepada kelompok tani di kantor Seksi Wilayah V Sipirok. Ada dua kelompok tani yang menerima bantuan yaitu Kelompok Tani Satahi dari Kelurahan Arse Nauli dan Kelompok Tani Satahai dari Desa Luat Lombang. Kedua kelompok tani tersebut merupakan masyarakat yang tinggal di sekitar atau berbatasan langsung dengan kawasan hutan konservasi Cagar Alam (CA.) Dolok Sipirok. Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan menyampaikan arahan kepada kedua kelompok agar bantuan yang telah diterima dapat dipergunakan dengan sebaik – baiknya, serta mampu menjadi pendorong untuk meningkatkan kapasitas kerja kelompok dan meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar sehingga tidak ada lagi kegiatan illegal di dalam kawasan hutan. Selain itu, diharapkan dengan adanya kegiatan seperti ini hubungan kerjasama antara petugas dengan masyarakat sekitar kawasan semakin erat dalam menjaga kelestarian hutan. Sumber : Efrina Rizkiyah Pohan, SP. - Penyuluh Kehutanan Ahli Pertama Balai Besar KSDA Sumatera Utara

Menampilkan 929–944 dari 2.305 publikasi