Jumat, 29 Mei 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Pengelolaan TN Moyo Satonda Memasuki Babak Konsultasi Publik

Mataram, 23 Februari 2024 - Balai Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Barat (BKSDA NTB) menyelenggarakan konsultasi publik draft Dokumen Zona Pengelolaan dan Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) Taman Nasional Moyo Satonda pada Jumat 23 Februari 2024 di Hotel Astoria, Mataram. Konsultasi publik merupakan salah satu tahapan dalam penyusunan dokumen zona pengelolaan maupun RPJP kawasan konservasi yang berguna untuk menjaring masukan-masukan dari pihak-pihak terkait guna penyempurnaan kedua dokumen tersebut. Konsultasi publik dibuka oleh Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi NTB, Dr. Mahjulan didampingi oleh Kepala Balai KSDA NTB, Budhy Kurniawan. Pada kesempatan tersebut, Dr. Mahjulan menyampaikan agar dokumen RPJP tersebut disampaikan ke BAPPEDA Provinsi NTB untuk sinkronisasi dengan program daerah. Selain itu disampaikan agar pembangunan akses ke Pulau Moyo dapat ditingkatkan serta peran masyarakat sekitar kawasan dapat ditingkatkan. Peserta konsultasi publik merupakan pihak-pihak terkait yang terdiri dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi NTB (BAPPEDA, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dinas Pertanian dan Perkebunan, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Pariwisata, Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemerintah Desa dan Kependudukan Catatan Sipil, Dinas Komunikasi dan Informatika serta Dinas Perindustrian). Kegiatan dihadiri juga oleh OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Sumbawa (BAPPEDA Kab. Sumbawa, Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) serta OPD lingkup Kabupaten Dompu (BAPPEDA Kab. Dompu dan Dinas Pariwisata). Beberapa instansi lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang hadir antara lain Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Bali dan Nusa Tenggara, Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani. Hadir juga dalam acara tersebut wakil dari akademisi yaitu Universitas Teknologi Sumbawa, Universitas Samawa, Univeritas Mataram dan Politeknik Pariwisata Lombok. Adapun Lembaga Swadaya Masyarakat yang hadir adalah wakil dari Wildlife Conservation Society (WCS). Dokumen Zona Pengelolaan dan RPJP disampaikan oleh mitra BKSDA NTB yaitu Mayser Syahputra dan Budhi Setiawan sebagai tim penyusun dari Fakultas Pertanian Universitas Mataram. Dokumen Zona Pengelolaan berisi tentang pembagian zona pengelolaan dalam kawasan Taman Nasional Moyo Satonda yang terdiri dari Zona Inti, Zona Rimba, Zona Perlindungan Bahari, Zona Pemanfaatan, Zona Pemanfaatan Bahari, Zona Rehabilitasi, Zona Tradisional dan Zona Khusus. Adapun Rencana Pengelolaan Jangka Panjang berisi rencana pengelolaan TamanNasional Moyo Ssatonda dalam periode 10 tahun dari Tahun 2024 sampai dengan 2033. Pada sesi diskusi, para peserta menyampaikan beberapa masukan yang cukup penting dan menarik, antara lain tentang isu proyeksi ke depan tentang keberadaan masyarakat di Pulau Moyo yang merupakan pulau kecil, akses menuju Pulau Moyo yang belum layak, apa yang dapat diperoleh oleh daerah dengan adanya taman nasional tersebut. Sebagai informasi, kegiatan ini merupakan kerjasama Kementerian Lingkungan Hidup Kehutanan melalui program konservasi keanekaragaman hayati berbasis landskap multiguna dengan sebutan project Conserve (Catalyzing Optimum Management on Natural Heritage for Sustainability of Ecosystem, Resources, and Viability of Endangered Wildlife Species) dengan dukungan pendanaan dari Global Environment Facility ( GEF) dan fasilitasi oleh United Nation Development Program (UNDP). Taman Nasional Moyo Satonda merupakan taman nasional termuda di Indonesia yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor SK.901/MENLHK.SETJEN/PLA.2/8/2022 tanggal 16 Agustus 2022. Taman nasional yang terletak di Kabupaten Sumbawa danKabupaten Dompu merupakan kawasan konservasi yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dalam pengelolaan taman nasional terdapat tiga prinsip utama yaitu perlindungan sistem penyangga kehidupan, pengawetan keaenakaragaman jenis tumbuhan dan satwa serta ekosistemnya serta pemanfaatan secara lestari sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Sumber: Balai KSDA Nusa Tenggara Barat
Baca Artikel

Tingkatkan Peran Generasi Muda Kapuas Hulu, Tana Bentarum Latih Kader Konservasi

Kapuas Hulu, 22 Februari 2024. Sebanyak 32 (tiga puluh dua) orang siswa/ siswi dari 9 Sekolah Menengah Atas/ sederajat di Kapuas Hulu mengikuti kegiatan Pembinaan Kader Konservasi yang diselenggarakan oleh Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum). Kegiatan ini untuk meningkatkan peran generasi muda dalam pengelolaan hutan dan lingkungan hidup salah satunya pengurangan penggunaan plastik pada kehidupan sehari – hari. Dengan materi yang disampaikan terkait tentang Kawasan Konservasi, Pengelolaan Hasil Hutan Bukan Kayu Berupa Madu Kelulut Sebagai Alternatif Pendapatan Masyarakat Disekitar Hutan, Pengelolaan Sampah Sederhana dan praktek Panen Madu Kelulut. Madu Kelulut yang berada di halaman Kantor Seksi PTN Wilayah III Padua Mendalam merupakan salah satu demplot Madu Kelulut yang sudah berproduksi bertahun – tahun dan sudah dijual baik on line maupun off line. Para peserta belajar tentang budidaya Madu Kelulut dan praktek panen madu sehingga diharapkan dapat memberikan pengetahuan tentang budidaya hasil hutan bukan kayu (HHBK) sebagai alternatif pendapatan bagi masyarakat yang hidup di dalam maupun di sekitar kawasan hutan sehingga dapat mengurangi tekanan negatif terhadap kawasan hutan khususnya kawasan hutan konservasi. Nadia Agustin salah satu peserta yang berasal dari SMA Karya Budi menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat berguna bagi kami sebagai generasi muda Kapuas Hulu bisa terlibat dalam pengelolaan hutan yang bukan hanya kayu saja yang bisa dimanfaatkan, selain itu peran kita dalam mengkampanyekan kepada teman – teman disekolah untuk mengurangi penggunaan sampah plastik contohnya menggunakan tumbler setiap hari perlu ditingkatkan. “Saya berharap generasi muda ini bisa berpartisipasi dalam pelestarian kawasan konservasi dan pengelolaan sampah di rumah masing – masing dan sekolahnya, menerapkan gaya hidup tanpa plastik dan kebersihan lingkungan disekitarnya” ujar Indra Kumara, salah satu narasumber dari Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kapuas Hulu. Kepala Bidang Teknis Konservasi Taman Nasional, Gunawan Budi Hartono, S.Hut., M.Si selaku penanggung jawab kegiatan menyampaikan bahwa Kader Konservasi harus bisa menjadi teladan dalam lingkungan dan kehutanan sehingga kader konservasi dapat berkontribusi dan berperan aktif dalam menciptakan lingkungan yang asri. Sumber: Harri - Penyuluh Kehutanan Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Artikel

Wakil Bupati Kapuas Hulu Lantik Jajaran Saka Wana Bakti Cabang Kapuas Hulu

Kapuas Hulu, 22 Februari 2024. Bertempat di Aula Kantor Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum), Wakil Bupati Kapuas Hulu selaku Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kapuas Hulu melantik kepengurusan Saka Wanabakti Cabang Kapuas Hulu masa bakti 2023 – 2027 yang terdiri dari 13 (tiga belas) orang Majelis Pembimbing (Mabi) dan 34 (tiga puluh empat) orang Pimpinan Saka Wanabakti (Pim Saka). Kegiatan dihadiri oleh unsur pimpinan Kwarcab Kapuas Hulu, Kepala Sekolah, dan seluruh anggota Saka Wanabakti yang dilantik. Majelis Pembimbing di pimpin oleh Kepala Balai Besar Tana Bentarum yang beranggotakan Kepala KPH Kapuas Hulu Timur, Kepala KPH Kapuas Hulu Utara, Kepala KPH Kapuas Hulu Selatan, Kepala Bidang PTN Wilayah I Mataso, Kepala Bidang PTN Wilayah II Kedamin, Kepala Bidang PTN Wilayah III Sintang, Cuncun Hidayat, S.Hut, Hendra Siswanto, S,Hut dan RA Sumarni, S.Hut., M.M.Pd. Sedangkan Pimpinan Saka (Pin Saka) Wanabakti dipimpin oleh Kepala Bidang Teknis Konservasi yang terdiri dari beberapa krida dan instruktur. Dalam kata sambutannya Wakil Bupati Kapuas Hulu, Wahyudi Hidayat, S.T. menyampaikan bahwa Gerakan Pramuka Saka Wanabakti merupakan unsur penting dalam pembangunan generasi muda khususnya di Kapuas Hulu “semoga saka wanabakti dapat menjadi pelopor dalam pergerakan generasi muda Kapuas Hulu mengenai perbaikan lingkungan hidup, kehutanan dan ikut serta dalam permasalahan lingkungan hidup yang ada di Bumi Uncak Kapuas”. Kepala Bidang Teknis Konservasi Taman Nasional, Gunawan Budi Hartono, S.Hut., M.Si selaku ketua Pim Saka berharap Saka Wanabakti menjadi salah satu pelopor penggerak dibidang konservasi sehingga dapat menjadi inovator bagi pelestarian lingkungan melalui kegiatan kepramukaan. Anggota Saka Wanabakti juga menjadi bagian dari Kader Konservasi yang memberikan kontribusi langsung dalam pembangunan Kehutanan. Dalam kesempatan ini dilaksanakan penyematan brevet Green Ambassador dan Penyerahan Surat Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor. SK. 1221/ MenLHK/Setjen/ Kum.1/11/2023 tentang Penetapan Green Ambassador tanggal 16 November 2023 kepada 18 (delapan belas) orang Siswa/i dari 9 (Sembilan) sekolah menengah atas/ sederajat di Kapuas Hulu yang telah mengikuti rangkaian kegiatan Green Youth Movement Tahun 2023. Sumber: Harri - Penyuluh Kehutanan Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Artikel

Kunjungan Studi Tiru Bidang PTN Wilayah II Sukabumi, BBTNGGP ke BTNGM

Sleman, 21 Februari 2024 . Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) menerima kunjungan Kepala Bidang Wilayah II Sukabumi, Balai Besar Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) beserta rombongan. Kunjungan ini diterima Kepala BTNGM beserta staf dan anggota kelompok wisata (Pokwis) Taman Jurang Jero, Rabu (21/2). Kepala BTNGM, Muhammad Wahyudi, menyampaikan selamat datang kepada rombongan BBTNGP. BTNGM mungkin tidak sehebat BBTNGP. BTNGM merupakan cagar biosfer dan KSPN Borobudur. Selain itu, yang sedang trend di TNGM yaitu pengembangan bioprospeksi. Taman Nasional Gunung Merapi memiliki harapan menjadi centra bioprospeksi dimana saat menjadi salah satu andalan dari KLHK. Bedanya kalau BTNGM inventornya langsung oleh salah satu Pejabat Fungsional PEH BTNGM. Di akhir penyampaian, beliau memaparkan beberapa produk hasil Bioprospeksi di BTNGM Kemudian Kepala Bidang Wilayah II Sukabumi, BBTNGGP, Susanti, S. Hut, M. Sc, menyampaikan ucapan terima kasih, karena ini menjadi media belajar bersama, khususnya terkait pemberdayaan masyarakat bidang wisata alam seperti yang berlangsung di Obyek Wisata Alam (OWA) Jurang Jero dimana pengelolaannya bersama kelompok masyarakat melalui jasa wisata alam. Bioprospeksi di BBTNGGP sedang mulai dikembangkan. Pastinya ada potensi atau aktivitas yang tidak ada di BBTNGGP, sehingga kesempatan ini kita dapat saling berbagi pengalaman apa yang ada di masing-masing wilayah/UPT. Kegiatan wisata alam di OWA Jurang Jero, yang berada di Resort Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Srumbung, berupa wisata minat khusus dan umum, hal ini disampaikan oleh Koordinator RPTN Srumbung, Ali Machfudhi. Untuk aktivitas jasa berupa outbond, camping, Jeep wisata adventure, downhill, tracking, Glamour camping (Glamping), dll. Glamping berjalan 1,5 tahun dengan total pemakaian kurang lebih sebanyak 90-an kali. Skema pengelolaan glamping dimana izin jasa penyewaan peralatan wisata. Lika-liku perkembangan di Jurang Jero antara BTNGM dengan Pokwis Taman Jurang Jero sangat dinamis, namun demikian saat ini sudah sinergis. Kuncinya membangun kesepakatan bersama. Selanjutnya, Ketua Pokwis Taman Jurang Jero, Rofingudin, menyampaikan bahwa semakin berkembangnya wisata di Jurang Jero semakin banyak pihak yang ingin terlibat. Adanya kesepakatan awal di internal Pokwis menjadi salah satu kunci untuk menstabilkan dinamika tersebut termasuk salah satu pembagian hasil. Kunci dalam pembagian hasil ini yaitu dengan skema "siapa yang kerja, dia yang dapat". Melibatkan tokoh masyarakat dalam proses membangun kesepakatan juga menjadi poin penting selain keterbukaan. Acara ditutup dengan foto bersama dan dilanjutkan dengan kunjungan ke wisata sekitar kawasan TNGM. Sumber: Balai Taman Nasional Gunung Merapi
Baca Artikel

Lakukan Verifikasi, Kelompok Budidaya Lebah Kelulut Binaan Tana Bentarum Siap Menerima Nomor Kontrol Veterine

Putussibau, 21 Februari 2024. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum) bersama-sama Dinas Perkebunan dan Peternakan Propinsi Kalimantan Barat melakukan kegiatan Verifikasi Usulan Nomor Kontrol Veteriner (NKV) pada Kelompok Binaan Balai Besar TaNa Bentarum yang berlokasi di wilayah kerja Seksi PTN Wilayah III Padua Mendalam – Bidang PTN Wilayah II Kedamin. Terdapat 2 lokasi yang saat ini dilakukan verifikasi untuk mendapatkan sertifikasi NKV yaitu Demplot Budidaya Lebah Kelulut di Seksi PTN Wilayah III Padua Mendalam dan Budidaya Lebah Kelulut pada Kelompok Tani Hutan (KTH) Datah Buluu’ Pering. Ke 2 (dua) lokasi ini memiliki produk madu kelulut yang berada di Desa Tanjung Karang dan Desa Datah Dian kecamatan Putussibau Utara dan juga merupakan salah satu produk dari Branding Produk Cagar Biosfer Betung Kerihun Danau Sentarum Kapuas Hulu. Nomor Kontrol Veteriner (NKV) merupakan bentuk Jaminan Pemerintah bahwa produk hewan yang dihasilkan dari suatu unit usaha yang telah memiliki Nomor Kontrol Veteriner telah memenuhi kaidah-kaidah hygiene sanitasi. Berdasarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 11 Tahun 2020 tentang Sertifikasi Nomor Kontrol Veteriner (NKV), dijelaskan bahwa setiap orang yang mempunyai unit usaha produk hewan wajib mengajukan permohonan untuk memperoleh NKV. Jenis unit usaha produk hewan yang harus mengajukan permohonan NKV meliputi: Kepala Seksi PTN Wilayah III Padua Mendalam – Balai Besar Tana Bentarum, Bpk. Hery Gunawan menyampaikan “Kelompok Binaan yang nantinya akan memiliki sertifikasi NKV, diharapkan dapat meningkatkan daya saing, meningkatkan nilai jual dan kepercayaan konsumen untuk membeli produk tersebut serta meningkatkan pendapatan usaha ekonomi masyarakat. Kami dari Balai Besar TaNa Bentarum bersama-sama dengan instansi terkait berupaya mendampingi Kelompok Masyarakat untuk mengembangkan potensi produk-produk masyarakat lokal yang merupakan lokasi binaan dari Balai Besar TaNa Bentarum”. Pada kesempatan ini, turut hadir Kepala Desa Datah Dian, Bpk Markus Jaran untuk ikut serta mendampingi kelompok KTH Datah Buluu’ Pering. Bapak Markus Jaran menyampaikan ucapan terima kasih kepada Tim NKV Kalimantan Barat dan Balai Besar TaNa Bentarum yang telah membantu terkait verifikasi usulan NKV pada Kelompok KTH Datah Buluu’ Pering di Desa Datah Dian Kecamatan Putussibau Utara. Kegiatan Verifikasi yang dilaksanakan oleh Tim Auditor NKV Dinas Perkebunan dan Peternakan Pontianak Propinsi Kalimantan Barat ini terdiri dari drh. Banter Wahyudi, drh. Nur Hidayatullah dan Ely Marini K., S.Pt. Salah satu Tim Auditor NKV Dinas Perkebunan dan Peternakan Propinsi Kalimantan Barat, drh. Banter Wahyudi sekaligus pejabat otoritas veteriner Kalimantan Barat menjelaskan bahwa “Tujuan sertifikasi NKV ini diantaranya agar terlaksananya tertib hukum dan tertib administrasi dalam pengelolaan usaha produk pangan asal hewan, memastikan bahwa unit usaha telah memenuhi persyaratan higiene-sanitasi dan menerapkan cara produksi yang baik, serta mempermudah penelusuran kembali apabila terjadi kasus keracunan pangan asal hewan. Kami mengapresiasi Tim Tana Bentarum yang telah menginisiasi pengajuan NKV pada budidaya lebah kelulut ini dan semoga dapat memotivasi kelompok atau usaha produk hewan lainnya”. Sertifikat NKV diberikan oleh Pejabat Otoritas Veteriner (POV) Provinsi Kalimantan Barat dan berlaku selama 5 (lima) tahun. Bagi unit usaha produk hewan yang telah memiliki Nomor Kontrol Veteriner, akan dilaksanakan surveilans NKV pada periode waktu tertentu sesuai dengan tingkat/level yang didapatkan. Untuk Tingkat/level 3 (Cukup) akan dilaksanakan surveilans setiap 3 bulan sekali, untuk tingkat/level 2 (Baik) setiap 6 bulan sekali dan Tingkat/Level I (Sangat Baik) dilaksanakan 1 tahun sekali. Pelaku unit usaha yang dapat mengajukan permohonan untuk memperoleh NKV kepada Gubernur melalui Dinas Daerah Provinsi yang membidangi fungsi Peternakan dan Kesehatan Hewan secara online melalui sistem yang terintegrasi antara Online Single Submission (OSS) dan aplikasi Sistem Informasi Nasional Sertifikasi NKV (SISNAS NKV). Sumber: Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Artikel

Bersama Generasi Muda Dukung Atasi Sampah Plastik dengan Cara Produktif

Tanjung Lasa, 21 Februari 2024. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum) melalui Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Tanjung Kerja, lakukan Visit to School dalam rangka Hari Peduli Sampah Nasional. Dukungan terhadap kelestarian alam dan lingkungan ini disambut semangat oleh siswa siswi SD Negeri 13 Tanjung Lasa, Desa Tanjung Lasa, Kecamatan Putussibau Utara. Kegiatan ini diikuti oleh siswa kelas 1 sampai dengan kelas 6 SD dengan total sebanyak 61 siswa. SD Negeri 13 Tanjung Lasa yang berada di desa yang berbatasan langsung dengan kawasan Taman Nasional Betung Kerihun tepatnya wilayah Sub DAS Sibau. Lokasinya yang berada di sekitar sempadan Sungai Sibau menjadikan Kepala Sekolah SD Negeri 13 Tanjung Lasa sangat mendukung kegiatan ini demi menjaga kebersihan sekolah maupun Sungai. “Kepedulian terhadap sampah ini menjadi bagian dari kelestarian alam dan lingkungan baik di dalam sekolah maupun di sekitar sekolah, penting juga karena sekolah persis berada di sisi Sungai, sehingga siswa-siswi sangat perlu untuk diberikan pengetahuan dan informasi mengenai cara-cara mengatasi sampah”, ungkap Kepala SPTN Wilayah II Tanjung Kerja, Bpk. Wahyu Setiyakusumo, S.P. Beliau juga menyampaikan bahwa kegiatan yang dilaksanakan juga akan bermanfaat bagi keseharian siswa di sekolah sehingga kebersihan dan kesehatan sekolah juga dapat terjaga, apalagi sampah plastik bisa dimanfaatkan menjadi beranekaragam kerajinan tangan yang mendukung keterampilan siswa. Sampah merupakan tanggung jawab kita bersama. Hari Peduli Sampah Nasional yang jatuh pada tanggal 21 Februari ini menjadi alarm bersama bagi kita untuk terus mencegah peningkatan volume sampah. “Kami berharap kegiatan ini bisa membangun semangat dan memotivasi siswa dan meningkatkan tanggung jawab siswa atas sampah yang ada di sekitar.”, ucap salah satu perwakilan Guru SD Negeri 13 Tanjung Lasa, Bpk. Paulus, S.Pd.K. Pembelajaran tentang sampah disampaikan kepada siswa SD Negeri 13 Tanjung Lasa mulai dari pengertian, jenis sampah, cara pengelolaan, dan juga pengolahan sampah plastik dan organik menjadi lebih produktif. Selain materi dalam ruangan, juga dilakukan pembelajaran langsung di luar kelas untuk lebih memahami tentang materi yang disampaikan. Para siswa sekolah dasar juga dapat mendukung dalam gerakan mengatasi sampah plastik dengan produktif melalui gerakan membawa tumbler sendiri dari rumah dan memanfaatkan sampah plastik menjadi kerajinan tangan yang memberi nilai manfaat, Sumber: Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Artikel

Kader Konservasi Sebagai Agen Perubahan

Makassar, 20 Februari 2024 – Berlokasi di Kawasan Wisata Taman Nasional (TN) Bantimurung Bulusaraung, Kabupaten Maros, Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (BBKSDA Sulsel) menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Kader Konservasi. untuk mendorong keterlibatan aktif masyarakat secara umum, terutama generasi muda, dalam mempromosikan arti penting Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya (KSDAE). Kegiatan ini merupakan salah satu upaya Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan untuk membentuk dan meningkatkan pemahaman serta kesadaran generasi muda akan pentingnya konservasi alam. Melalui kegiatan ini juga diharapkan dapat membangkitkan semangat dan kesadaran generasi muda untuk mengaplikasikan nilai-nilai konservasi alam dalam kehidupan sehari-hari. Peningkatan kapasitas ini dihadiri oleh Kepala Bidang Teknis Balai Besar KSDA Sulsel, Kepala Seksi Pengelolaan TN Bantimurung Bulusaraung, dengan peserta sebanyak 20 orang. Peserta terdiri dari perwakilan mahasiswa/i dari Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin, Prodi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar, Prodi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar, Prodi Manajemen Informatika Universitas DIPA Makassa serta siswa/i dari Sekolah Menengah Atas (SMA) 7 Makassar, Sekolah Menengah Atas (SMA) 23 Makassar dan CV. Bobo Animals Pethouse. Kepala Bidang Teknis, Heri Suheri, S.Hut., M.Sc. mewakili Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan dalam sambutannya menyampaikan, "Melalui program ini, kami berharap dapat melahirkan generasi muda yang memahami secara mendalam arti penting konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Kami yakin bahwa dengan pengetahuan dan kesadaran yang diperoleh, generasi muda akan menjadi agen perubahan yang berharga dalam menjaga kelestarian alam di sekitar kawasan hutan konservasi dan tempat lainnya”. Materi kegiatan disampaikan oleh Andy Siady Hamzah, S.Hut., M.Si, seorang dosen ahli satwa liar dari Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin, menyampaikan materi tentang Ekologi dan Perlindungan Satwa Liar. Sementara itu, materi kedua disampaikan oleh Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Sulawesi Selatan, yang membahas tentang Penguatan Kelembagaan dan Peran Kader Konservasi dalam Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Materi ketiga oleh Dewan Pengurus Wilayah Ikatan Pengendali Ekosistem Hutan Indonesia (DPW IPEHINDO) Sulawesi Selatan tentang Potensi Wisata di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, serta materi keempat oleh Andi Mulatauwe dari KAOSA mengulas tentang Peluang Jasa Wisata Karst. Penyampaian materi dalam acara tersebut dimoderatori oleh DPW IPEHINDO Sulawesi Selatan. Secara lebih luas, kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, tetapi juga untuk menginspirasi tindakan nyata di lapangan. Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan konservasi, generasi muda diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang membantu menyebarkan informasi dan kesadaran tentang pentingnya pelestarian lingkungan kepada masyarakat luas. Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan mengundang semua pihak yang peduli terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan untuk mendukung dan berpartisipasi sebagai Kader Konservasi. Bersama-sama, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih baik untuk alam dan generasi mendatang. Sumber: Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (SIARAN PERS Nomor : SP.04/K.8/TU/Humas/02/2024) Call Center BBKSDA Sulsel: 08114600883
Baca Artikel

Penyegaran Polhut BKSDA NTB

Mataram 20 Februari 2024 - Balai Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Barat (BKSDA NTB) melaksanakan kegiatan Penyegaran Polisi Kehutanan (POLHUT) lingkup Balai KSDA NTB yang diikuti oleh 25 (dua puluh lima) orang pesera yang terdiri dari POLHUT BKSDA NTB, BTNGR, GAKKUM Pos NTB, Dinas LHK Prov. NTB, BKPH Rinjani Barat, Balai Tahura Nuraksa, BKPH Batu Lanteh dan BKPH Empang Plampang. Materi yang diberikan seperti Kebijakan Perlindungan Hutan dan Pengamanan Kawasan Hutan di Provinsi NTB oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Prov. NTB; Penyusunan Laporan Patroli Perlindungan dan Pengamanan Kawasan Hutan berbasis SMART Patrol oleh WCS Indonesia Program; Strategi Penanganan TIPIHUT (Perambahan, Illegal Loging, Tambang dan Tumbuhan dan Satwa Liar) oleh DIR RESKRIMSUS POLDA NTB; dan Pertolongan Pertama pada Kecelakaan Kerja di Dalam Kawasan Hutan oleh BASARNAS Prov. NTB. Kepala Balai KSDA NTB membuka kegiatan sekaligus memberikan arahan dan pembinaan bahwa kegiatan ini untuk meningkatkan wawasan, kemampuan dan pengetahuan POLHUT yang berkaitan dengan tugas rutin sebagai ujung tombak pengamanan hutan dan tenaga fungsional serta meningkatkan kapasitas administrasi dan teknis pelaporan berbasis SMART patrol. Sumber: Balai KSDA Nusa Tenggara Barat
Baca Artikel

Menumbuhkan Kecintaan Pada Alam Melalui Visit to School

Makassar, 20 Februari 2024 – Untuk menumbuhkan kecintaan pada alam dan lingkungan Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, melaksanakan Visit to School di UPTD SMP Negeri 4 Bantimurung. Visit to School, merupakan salah satu upaya Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan untuk mendekatkan pendidikan konservasi kepada anak sekolah atau generasi muda. Sebagai institusi yang mengemban tugas di bidang konservasi sumber daya alam dan ekosistem, Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan menilai pentingnya mendidik masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai peran strategis pelestarian alam untuk kesejahteraa seluruh rakyat Indonesia. Kepala Bidang Teknis, Heri Suheri, S.Hut., M.Sc. dalam sambutannya mewakili Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan menyampaikan, "Kami percaya bahwa melalui pemahaman yang ditanamkan sejak dini, generasi muda akan menjadi agen perubahan yang kuat dalam menjaga keberlanjutan hutan dan lingkungan". Dalam pelaksanaanVisit to Schoolini, tim Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan berkunjung ke sekolah-sekolah dengan tujuan menyampaikan materi mengenai konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya. Para siswa akan diberikan pemahaman yang mendalam tentang pentingnya pelestarian hutan dan lingkungan hidup serta peraturan yang terkait dengan hal tersebut. Salah seorang Guru yang mewakili Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Bantimurung menyampaikan, “Kami mendukung dan mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan ini, pendidikan tentang kehutanan dan lingkungan hidup sangat dibutuhkan oleh siswa-siswi. Kami percaya bahwa menjaga serta melestarikan alam adalah tanggung jawab bersama yang harus diemban oleh semua generasi”. KegiatanVisit to Schoolyang diikuti oleh 35 orang siswa-siswi dari jenjang kelas VI s/d VIII, tidak hanya bertujuan untuk memberikan pengetahuan, tetapi juga untuk menanamkan rasa cinta dan tanggung jawab pada alam. Selain materi tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya dalam bentuk poster dan film pendek, para siswa juga mendapat pelatihan singkat pembuatan ecobrick. Ecobbrik merupakan sebuah inovasi untuk mengurangi sampah plastik serta mendaur ulangnya dengan media botol plastik bekas untuk dijadikan sesuatu yang berguna. Para siswa bersemangat mengikuti diskusi, menjawab pertanyaan yang diberikan dengan antusias, dan aktif mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang cerdas tentang kehutanan dan lingkungan hidup. Kegiatan menjadi tambah seru dengan adanya hadiah-hadiah menarik untuk peserta yang berpartisipasi aktif. Kegiatan Visit to Schooldilaksanakan oleh Tenaga Fungsional Penyuluh Kehutanan dan Penggerak Swadaya Masyarakat yang menangani kegiatan Bina Cinta Alam Lingkup Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan. Kolaborasi ini diharapkan dapat memberikan dampak yang efektif dalam upaya pelestarian alam. Melalui kegiatanVisit to School, Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan menegaskan komitmennya dalam menjaga keberlangsungan ekosistem serta mengajak seluruh lapisan masyarakat, khususnya generasi muda, untuk turut serta dalam menjaga kelestarian alam. Sumber: Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (SIARAN PERS Nomor : SP.05/K.8/TU/Humas/02/2024) Call Center BBKSDA Sulsel: 08114600883
Baca Artikel

Buku SOIFO 2024 Memasuki FGD Tahap Dua

Kuta, 21 Februari 2024. Pusat data dan Informasi (Pusdatin), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali menggelar Focus Group Discussion tahap 2 (dua) penyusunan buku "The State of Indonesia Forests 2024" (SOIFO 2024)di ruang Balangan, Hotel Truntum Kuta, Bali. Buku SOIFO tahun 2024 ini menjadi buku terakhir kabinet dibawah Presiden Joko Widodo yang mengangkat tema Sustainability untuk perkembangan status kehutanan di Indonesiadanakan dilaunching pada bulan Juni 2024 di Roma, Italia. Kepala Pusdatin KLHK, Edi Sulistyo, bersama Penasehat Senior Menteri (PSM) selaku Managing Director Buku SOIFO 2024, Dr. Effransjah, membuka FGD sekaligus memberikan arahan dan sambutan dengan peserta seluruh perwakilan eselon I lingkup KLHK dan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM). Pada FGD tahap dua ini, seluruh peserta perwakilan eselon I mulai melakukan verifikasi data atau informasi yang disampaikan sesuai pertanyaan kunci setiap sub chapter atau bab pada setiap Bab. Pertanyaan kunci diberikan pada setiap sub bab agar data dan informasi yang disampaikan relevan dengan judul Bab dan terdapat alur cerita dari Bab awal hingga terakhir. Penyampaian data dan informasi susulan atau revisi dapat disampaikan setelah FGD tahap 2 selesai dengan dokumen pendukung seperti foto kualitas resolusi tinggi dan data mentah dalam bentuk file excel, powerpoint ataupun word. Saat membuka FGD, Kepala Pusdatin menyampaikan bahwa dibutuhkan sinergi dari seluruh eselon I agar buku SOIFO 2024 menjadi buku yang dapat memberikan kontribusi dan informasi bagi dunia internasional. Dr Effransjah selaku Managing Director Buku SOIFO 2024 memberikan arahan agar seluruh eselon I memberikan komitmennya dalam memberikan data dan informasi terbaik untuk buku SOIFO 2024, karena ini merupakan -pencapaian yang baik untuk KLHK. FGD berikutnya akan dilaksanakan setelah proses bahan materi diterjemahkan dalam bahasa inggris. Sumber: Setditjen KSDAE
Baca Artikel

Belajar Perlakuan Buah Sarangan

Sleman, 21 Februari 2024. Seperti kita ketahui bersama, bahwa Sarangan atau Saninten yang nama ilmiahnya Castanopsis argentea adalah jenis pohon yang dilindungi di kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). Berdasarkan Peraturan Menteri LHK Nomor 106 Tahun 2018, sedangkan dalam IUCN Redlist, sarangan ini dikategorikan sebagai Endangered Species. Keberadaan sarangan di kawasan TNGM menjadi perhatian serius karena sulit dijumpai permudaannya. Mempertimbangkan hal-hal di atas, Balai TNGM melakukan strategi konservasi yang salah satunya perbanyakan secara generatif dan vegetatif, termasuk dengan teknologi kultur jaringan. Untuk memperoleh materi perbanyakan yang baik, pada bulan Oktober - November 2023, personil Balai TNGM melakukan pembungkusan (brongsong) buah muda dan pencangkokan. Saat ini, buah sarangan yang dibrongsong telah mencapai fase siap panen. Dan pemanenan dilakukan di beberapa lokasi, pada tanggal 19 – 20 Februari 2024. Selanjutnya buah sarangan tersebut akan disemaikan dan juga digunakan sebagai materi kultur jaringan. Untuk menunjang tujuan tersebut, pada hari Rabu, 21 Februari 2024, dilaksanakan bimbingan teknis Perlakuan Buah Sarangan dalam Perbanyakan melalui Penyemaian Biji (Persemaian Sederhana) oleh Ketua Forum Peduli Lingkungan Pecinta Alam Lereng Merapi (FPL PALEM), Warjana. Dalam kesempatan ini, Warjana, menyampaikan teori maupun praktek persemaian sederhana, yang dihadiri oleh staf Balai TNGM, juga anggota FPL PALEM. Bertempat di Dusun Batur, pelaksanaan bimbingan teknis ini berlangsung dengan lancar. Selain itu, pada kesempatan ini juga berlangsung sharing session, tukar pengalaman dari masing-masing wilayah, ketika pemanenan, sekaligus menjadi evaluasi pelaksanaan kegiatan. Tentunya, dengan harapan agar kegiatan serupa di kemudian hari dapat berlangsung lebih baik, dan tujuan konservasi sarangan dapat terlaksana dengan baik. Dalam kesempatan terpisah, Kepala Balai TNGM, Muhammad Wahyudi, menyampaikan harapan, agar keberadaan sarangan di wilayah TNGM ke depannya semakin melimpah, sejalan dengan beberapa upaya yang dilaksanakan Balai TNGM bersama mitra. Sumber: Balai Taman Nasional Gunung Merapi
Baca Artikel

Menolak Kepunahan Sarangan

Kaliurang, 21 Februari 2024.Sarangan atau saninten yang nama ilmiahnya Castanopsis argentea adalah jenis pohon yang salah satu habitatnya berada di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). Berdasarkan Peraturan Menteri LHK Nomor 106 Tahun 2018, sarangan termasuk dilindungi. Sedangkan dalam IUCN Redlist, sarangan ini dikategorikan sebagai Endangered Species. Keberadaan sarangan di kawasan TNGM menjadi perhatian serius karena sulit dijumpai permudaannya. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain pohon berbuah antara 3 tahun sekali, buah muda disukai pemangsa seperti primata, tupai, musang. Sementara itu, peran sarangan di dalam kawasan konservasi ini penting karena menjadi sumber pakan, rumah, dan tempat bermain bagi satwa liar. Apabila tidak dilakukan intervensi, dikhawatirkan terjadi kelangkaan bahkan kepunahan lokal di kawasan TNGM. Mempertimbangkan hal-hal di atas, Balai TNGM melakukan strategi konservasi yang salah satunya perbanyakan secara generatif dan vegetatif. Untuk memperoleh materi genetik yang baik, pada bulan Oktober - November 2023, personil Balai TNGM melakukan pembungkusan (brongsong) buah muda dan pencangkokan. Saat ini, buah sarangan yang dibrongsong telah mencapai fase siap panen. Dan pemanenan dilakukan di wilayah Resort Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Dukun, RPTN Pakem-Turi, RPTN Kemalang, dan RPTN Musuk-Cepogo, pada tanggal 19 – 20 Februari 2024. Selanjutnya buah sarangan tersebut akan disemaikan dan juga digunakan sebagai materi kultur jaringan. Kegiatan pemanenan buah Sarangan didukung oleh personil PEH, personal masing-masing RPTN, anggota MMP, serta anggota FPL PALEM. Sebelumnya, materi vegetatif cangkokan juga telah berhasil berakar dan ditanam pada beberapa lokasi di wilayah RPTN Kemalang dan RPTN Musuk-Cepogo. Kepala Balai TNGM, Muhammad Wahyudi, menyampaikan melalui upaya ini harapannya dapat memberikan hasil maksimal agar buah sarangan semakin mudah dijumpai, dan selanjutnya ditanam kembali ke dalam kawasan TNGM. Selain itu dengan berbagai uji coba perlakuan perbanyakan akan diketahui metode efektif dalam konservasi sarangan. Sumber: Balai Taman Nasional Gunung Merapi
Baca Artikel

Belajar Patroli Perlindungan Satwa dengan Metode SMART

Sumbawa, 21 Februari 2024. Balai Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Barat (BKSDA NTB) terus meningkatkan instrumen patroli perlindungan satwa di lanskap Moyo Satonda dengan dukungan proyek GEF-CONSERVE melalui Bimbingan Teknis (BIMTEK) Patroli Perlindungan Satwa dengan Metode Spatial Monitoring and Reporting Tool (SMART) pada tanggal 19-20 Februari 2024. Patroli merupakan kegiatan rutin yang tidak bisa dipisahkan dalam menjaga kelestarian kawasan konservasi. Melalui BIMTEK ini, para petugas lapangan mendapat pembekalan untuk meningkatkan keterampilan patroli mereka. Salah satunya dengan menerapkan tools SMART dalam menjaga dan mengelola kawasan konservasi. Tools ini sangat berguna untuk mampu dengan lebih baik mengukur, mengevaluasi dan meningkatkan efektifitas monitoring dan upaya konservasi berbasis lokasi. Materi bimbingan teknis: SOP patroli pengamanan hutan, eksisting kondisi Taman Nasional Moyo Satonda, protokol pengumpulan data oleh tim patroli, penyusunan data model SMART berdasarkan surat edaran Dirjen KSDAE Nomor SE.6/KSDAE/PKK/KSA.1/12/2022, pengolahan database dan reporting SMART oleh operator dan administrator hingga simulasi/praktek lapangan oleh tim patroli. Kegiatan selama 2 (dua) hari ini difasilitasi oleh proyek CONSERVE dan 2 (dua) orang trainer yang berasal dari WCS Indonesia Program. Peserta BIMTEK ini berjumlah 27 (dua puluh tujuh) orang terdiri perwakilan SKW I Lombok, SKW II Sumbawa dan SKW III Bima serta 4 (empat) orang staf dari Kantor Balai KSDA NTB. Kedepannya, BKSDA NTB melalui proyek CONSERVE terus mendorong terimplementasinya kegiatan patroli berbasis SMART di seluruh kawasan konservasi di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Dengan petimbangan bahwa pengelolaan kawasan konservasi harus memiliki data yang terukur dan terbaru mengenai tingkat ancaman dan potensi di setiap resort yang akan menjadi dasar dalam pengamblian strategi pengelolaan kawasan. Sumber: Balai KSDA Nusa Tenggara Barat
Baca Artikel

Tingkatkan Kapasitas Pegawai, BBKSDA Jatim Adakan In House Training Pengukuran Stok Karbon

Pasuruan, 19 Februari 2024. Berkaitan dengan mitigasi perubahan iklim, Balai Besar KSDA Jawa Timur mengadakan In House Training Pengukuran Stok Karbon di Baung Canyon - Taman Wisata Alam Gunung Baung, Pasuruan, 17-19 Februari 2024 yang lalu. Kegiatan yang dalam rangka untuk meningkatan kapasitas bagi staf teknis dan pejabat fungsional ini diikuti oleh 30 peserta dari seluruh Seksi KSDA Wilayah yang ada. Hadir sebagai pembicara sekaligus pemateri dalam in house training kali ini adalah Prof. Dr. Ir. Kurniatun Hairiah dari Univ. Brawijaya Malang, Dr. Liris Lis Komara, S.Hut, M.Si. dari STIPER - Kutai Timur, dan Tulus Pambudi, S.Hut, M.URP., M.Eng. dari BBKSDA Jatim. Beberapa materi teori yang diberikan antara lain Ilmu Dasar Karbon, Metode Pengukuran Stok Karbon dengan Analisis Vegetasi, Metode Pengukuran Karbon dengan Penginderaan Jauh, dan Analisis Data. Namun kegiatan selama 3 hari ini lebih ditekankan pada praktek pengukuran stok karbon, seperti praktek pembuatan PUP, praktek sampling bawah tanah, praktek sampling permukaan tanah, dan praktek sampling di atas tanah . Kepala Balai Besar KSDA Jawa Timur, Nur Patria Kurniawan mengungkapkan bahwa setelah kegiatan ini, setiap pengelola kawasan konservasi segera melakukan pengukuran stok karbon di masing-masing kawasan konservasi. “Sehingga tahun ini, BBKSDA Jatim sudah mengeluarkan stok karbon yang ada di dalam kawasan konservasi,” tambahnya. Sumber : Agus Irwanto - Balai Besar KSDA Jawa Timur.
Baca Artikel

Tim Balai TNUK Pelatihan Trajektori dan Translokasi Badak Jawa di SRS TNWK

Labuan, 15 Februari 2024. Tim Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) melakukan pelatihan Trajektori dan translokasi Badak Jawa di Sumatran Rhino Sanctuary (SRS), Taman Nasional Way Kambas (TNWK) pada Tanggal 7 s.d 12 Februari 2024. Kegiatan ini dilakukan untuk melaksanakan program peningkatan kapasitas SDM Pegawai Balai TNUK dan Mitra dalam upaya peningkatan populasi Badak Jawa. Pelatihan ini juga untuk membentuk tim trajektori dan translokasi Badak Jawa yang dapat mendukung program pemindahan Badak Jawa kedalam JRSCA, dan mempertahankan serta meningkatkan populasi Badak Jawa sob. Pelatihan yang dilaksanakan di sekitar SRS TNWK ini diikuti oleh beberapa pegawai dari Balai TNUK, Mitra YABI, dan Mitra ALeRT. Kepala Balai TNUK, Ardi Andono, S.TP., M.Sc membuka kegiatan sekaligus menjadi narasumber dalam kegiatan ini. Beliau menyampaikan “Dengan Kegiatan pelatihan ini kita harapkan bisa mewujudkan peningkatan populasi badak Jawa di TNUK dengan didahului langkah trajektori badak Jawa dari semenanjung TNUK ke JRSCA”. Seperti yang kita ketahui bersama, Balai TNWK telah berhasil melakukan peningkatan populasi Badak Sumatera semi insitu di SRS TNWK. Keberhasilan SRS di TNWK ini akan diaplikasikan oleh TNUK untuk memindahkan Badak Jawa yang ada di Semenanjung ke Kawasan JRSCA TNUK. Semoga keberhasilan TNWK dalam meningkatkan populasi Badak Sumatera dapat ditiru TNUK dalam upaya melestarikan Badak Jawa. Sumber: Balai Taman Nasional Ujung Kulon
Baca Artikel

Serah terima PPPK Balai TN Gunung Merapi Hasil Optimalisasi Pengadaan ASN Formasi Tahun 2022 KLHK

Kaliurang, 12 Februari 2024. Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) menghadiri Serah Terima PPPK Optimalisasi Pengadaan ASN Formasi Tahun 2022 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) secara online, Senin (12.2). Pada Balai TNGM, pengadaan formasi terdiri dari Jabatan Fungsional Terampil Pranata Komputer, Terampil Arsiparis dan Ahli Pertama Perencana. Dan Saudari Aulia Novindasari, S. Hut., pelamar pada formasi jabatan Fungsional Ahli Pertama Perencana terpilih menjadi PPPK untuk mengisi kekosongan jabatan tersebut sesuai dengan regulasi bahwa Pemerintah memberikan kesempatan kepada PPNPN yang telah mengikuti tes pada jabatan dimaksud dengan cara optimalisasi, yaitu pengisian kebutuhan jabatan fungsional teknis dilakukan terhadap jabatan yang belum terpenuhi kebutuhannya pada seleksi PPPK 2022. Untuk jabatan yang belum terisi dikarenakan ambang batas tidak terpenuhi oleh semua pelamar di Balai Taman Nasional TNGM. Acara serah terima ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Secara Simbolis serta penandatangan dan penyerahan Berita Acara Serah Terima antara Sekretaris Jenderal (Sekjen) KLHK kepada masing-masing Unit Kerja Eselon I yang diwakili Sesdit/Sekbadan dan Unit Kerja lainnya secara hybrid, yang mana terdapat 767 orang Sebaran PPPK di Seluruh Indonesia pada Lingkup KLHK. Selesai acara, Bambang Hendroyono, selaku Sekjen KLHK memberi arahan dan pesan kepada para PPPK Optimalisasi 2022 diantaranya untuk selalu bisa berinovasi, mau berkembang, mudah beradaptasi dan memiliki budaya kerja baru serta tepat waktu. Selain itu, harus menjadi simpul penting persatuan dan kesatuan bangsa, membangun tatanan masyarakat Indonesia yang harmonis. PPPK juga diharapkan memiliki orientasi yang sama dalam hal pelayanan kepada masyarakat, mampu memanfaatkan teknologi, terus mengabdi serta menerapkan nilai core value ASN berAKHLAK. ****

Menampilkan 881–896 dari 2.305 publikasi