Jumat, 29 Mei 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Terkuak, Asal Komodo di Kandang Transit WRU BBKSDA Jatim

Sidoarjo, 8 Mei 2024. Saat ini seekor Komodo (Varanus komodoensis) tampak mendiami kandang transit WRU (Wildlife Rescue Unit) milik Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jatim). Berdasarkan hasil uji DNA yang dilakukan oleh Laboratorium Sistematika Hewan Fakultas Biologi UGM, 30 April 2024, dapat disimpulkan bahwa Komodo tersebut merupakan representasi haplotype dengan populasi komodo dari Pulau Flores bagian Utara. Menurut Sarjono, Polisi Kehutanan Mahir, satwa yang berusia sekitar 1 tahun tersebut merupakan barang bukti penindakan perdagangan satwa online oleh Subdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Jatim. 13 Maret 2024 yang lalu. “Bersama seekor Ular Sanca Hijau (Morelia viridis), Komodo tersebut dititipkan ke pihak BBKSDA Jatim pada 13 Maret 2024 yang lalu,” tambah Sarjono. Sekarang, satwa yang memiliki panjang tubuh sekitar 103 cm tersebut dalam masa perawatan di kandang transit, untuk memulihkan kondisi kesehatannya. Selanjutnya, akan dilakukan proses pelepasliaran kembali ke habitat asalnya. Pada tahun 2019, pihak BBKSDA Jatim juga telah melepasliarkan 6 ekor Komodo kembali ke habitatnya. Saat itu lokasi pelepasliaran adalah di Taman Wisata Alam Riung 17 Pulau, Kab. Ngada, Flores, Nusa Tenggara Timur. Dari hasil uji DNA, keenam Komono tersebut juga berasal dari Pulau Flores bagian utara. Sumber : Agus Irwanto - Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Artikel

Melihat Pemulihan Ekosistem di Resort Tarupa Kecil Bersama Komunitas Pemuda

Kepulauan Selaya, 3 Mei 2024. Banyak hal yang bisa merusak kehidupan terumbu karang, salah satunya diakibatkan oleh ulah manusia yaitu menangkap ikan dengan menggunakan bom atau bius. Diperlukan Pemulihan Ekosistem yang dilakukan bersama - sama dengan masyarakat dan komunitas kepemudaan setempat. Sebagai contoh di Taman Nasional Taka Bonerate, tepatnya di Resort Tarupa Kecil, Seksi Pengelolaaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Tarupa, Kamis (2/5). Personil Resort bersama dengan komunitas pemuda desa Tarupa KPPL (Kelompok Pemuda Peduli Lingkungan) melakukan Pemulihan Ekosistem dengan cara Transplantasi Karang dengan menggunakan metode Spider Mars. Kegiatan ini melibatkan kelompok KPPL Tarupa baik untuk pengikatan bibit anakan karang maupun penginstalan rangka (penyusunan dan pematokan rangka pada lokasi transplantasi) yang dikerjakan dari tanggal 27 April sd 01 Mei 2024. "Mulai dari pembuatan hingga instalasi rangkanya dikerjakan bersama dengan KPPL," Ujar Andi Rezeki Mutmainnah selaku ketua kegiatan pemulihan Ekosistem Resor Tarupa Kecil. Tahun ini rangka yang dibuat untuk Zona Rehabilitasi di Pulau Tarupa berjumlah 400 buah dengan sebaran 20 titik sepanjang tubir mengikuti kontur dasar perairan denga lokasi disebelah utara Pulau Tarupa besar. "Karena lokasi terpisah - pisah teman-teman di resor akan melakukan monitoring rutin setiap bulan, walau hanya snorkling," ujar Raduan Kepala SPTN Kepala Wilayah 1 Tarupa yang sekaligus sebagai Plh (Pelaksana Harian) Kepala Balai TN Taka Bonerate. Menjadi harapan dengan pelibatan masyarakat bertujuan untuk meningkatkan rasa kepedulian menjaga lingkungan sekitarnya dan tentu saja meningkatkan kemandirian, pemberdayaan masyarakat, dan kemitraan dalam penguatan fungsi dalam pengelolaan TN Taka Bonerate. Sumber Teks & Foto : Alex Dwi Ariyanto - Polhut Ahli Pertama Resor Tarupa Kecil, dan Andi Rezeki Mutmainnah - PEH Ahli Pertama SPTN Wilayah 1 Tarupa Balai Taman Nasional Taka Bonerate Editor : Asri - Humas Balai TN Taka Bonerate
Baca Artikel

Belajar Perencanaan Areal Bernilai Konservasi Tinggi

Bandung, 5 Mei 2024.Bimbingan Teknis Inventarisasi dan Verifikasi Potensi Keanekaragaman Hayati Tahun 2024 yang dilaksanakan di El Hotel Bandung pada tanggal 2 – 5 Mei 2024 dibuka oleh Direktur Bina Pengelolaan Pemulihan Ekosistem (BPPE), Dr. Ir. Ammy Nurwati, M.M. dengan arahan terkait Evaluasi Pencapaian Target Inventarisasi Verifikasi 2024. Para peserta dibentuk dalam diskusi kelompok terarah terkait perencanaan pelaksanaan inventarisasi dan verifikasi kehati dibantu fasilitator dari mitra WCS, FFI dan Burung Indonesia. Tahun 2024 merupakan tahun ke lima pelaksanaan inventarisasi dan verifikasi kawasan dengan kehati tinggi di luar KSA, KPA, dan TB. Kegiatan ini merupakan kontribusi Ditjen KSDAE dalam mendukung pencapaian Sasaran Strategis KLHK dengan Indikator Kinerja Utama (IKU) berupa Luas Kawasan Bernilai Konservasi Tinggi (HCV) seluas 70 Juta Ha. Saat ini telah terlaporkan dan terverifikasi kawasan dengan nilai kehati tinggi di luar KSA, KPA, dan TB Seluas 39 juta hektarMenyelesaikan target kinerja Tahun 2024 yang tersisa seluas 3,73 Juta ha pada 17 UPT, dengan memaksimalkan anggaran yang tersedia; Meningkatkan koordinasi dan komunikasi aktif dengan para pihak pemangku kepentingan di tingkat tapak, baik instansi Pemerintah Pusat (KLHK maupun non KLHK), Pemerintah Daerah, masyarakat serta mitra kerja lainnya; Mempersiapkan dan melaksanakan sosialisasi dan diseminasi hasil inventarisasi kehati tinggi di luar kawasan hutan konservasi pada masing-masing wilayah kerja. Diskusi fokus pada data dan informasi perencanaan kegiatan Inver di setiap UPT BBKSDA/BKSDA tahun 2024 dengan strategi penyelesaian target IKK, karena tindak lanjut hasil inver untuk Renstra/RPJMN2025-2029.Semua sesi diskusi harus memiliki gagasan awal penguatan pengelolaan areal dengan nilai kehati tinggi serta berbagi pengalaman inisiasi di lapangan denan para mitra. Hasil yang diharapkan terkumpulnya data dan informasi yang terkait dengan perencanaan pelaksanaan kegiatan Inventarisasi dan Verifikasi Potensi Keanekaragaman Hayati Tahun 2024; Tersedianya dokumen usulan perencanaan dan informasi kesenjangan pelaksanaan Inventarisasi dan Verifikasi Potensi Keanekaragaman Hayati Tahun 2024; Tersedianya bahan dan data untuk laporan pencapaian RPJMN/Rencana Strategis KLHK 2020-2024 dan Tersedianya inisiasi perencanaan untuk penguatan pengelolaan areal dengan keanekaragaman Hayati tinggi di luar kawasan hutan konservasi pada wilayah kerja Balai Besar/Balai KSDA. Fasilitator kegiatan mengungkapkan bahwa raw data wajib disimpan dengan baik untuk kepentingan lainnya dimasa mendatang, pentingnya kemanfaatan dan pengawasan data keanekaragaman hayati dan sumber daya alam yang berkelanjutan serta jadikan kemitraan sebagai strategi dalam pengelolaan areal bernilai konservasi tinggi. Proses telaahan kawasan atau areal bernilai konservasi tinggi dilanjutkan dengan penyampaian data dukung pada tanggal 4-5 Mei 2024. Sumber: Setditjen KSDAE
Baca Artikel

The 15th SeaBRnet: Ayo ke Selayar

Wakatobi, 01 Mei 2024. Wakil Bupati Kabupaten Selayar, Saiful Arif menjadi salah satu narasumber pada Konferensi Internasional The 15th Southeast Asian Biosphere Reserve Network (SeaBRnet) di Resort Patuno, Kecamatan Wangi - Wangi, Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara, Rabu (1/5). Menjawab Pewarta, Kamis (2-5) pagi, Wabup menyatakan, Pada Konfrensi yang turut dihadiri Delegasi dari beberapa Negara se Asia Tenggara, antara lain Australia, Timur Leste, Tailand, Kamboja, Vietnam, Jepang, Philipina dan Malaysia, pihaknya yang didampingi Plt Kepala Balai Taman Nasional Taka Bonetate, Raduan dan Nasaruddin (Bappeda) pihaknya memaparkan materi "Pengelolaan Cagar Biosfer Taka Bonerate - Kepulauan Selayar dengan berharap, kiranya insiatif Lokal dan kreatifitas dalam mengelola Cagar Biosfer di Selayar, dapat menjadi inspirasi bagi Unesco sebagai penanggung jawab Program untuk dijadikan sebagai kebijakan dan program di tingkat lokal, regional, dan Nasional. Bahkan, mungkin dalam skala internasional. Wabup Selayar Saiful Arif mendapat perhatian khusus dari panitia dan peserta dan tiga kali mendapat apluse, selama 12 menit pemaparan, yakni saat menginfokan, Tinabo menjadi tempat bermainnya wisman dan wisnu dengan "bayi hiu" (baby shark), wacana "one day no fishing" (sehari tanpa menangkap ikan) yang terus didorong agar kearifan lokal ini, menjadi regulasi di tingkat desa, dan saat menyampaikan undangan untuk menghadiri Festival Taka Bonerate yang direncanakan tanggal 9 Oktober mendatang. Lebih lanjut, disampaikan, dalam kurun waktu beberapa bulan ini ada dua kapal yang sempat berkunjung ke pulau Tinabo yang memuat sekira 88 wisatawan mancanegara, dari Australia 81 orang, New Zelan 3, United of Kingdom 2, serta United States dan NedherLands masing masing 1 orang. Ini pertanda bahwa Taka Bonerate sebagai Cagar Biosfer Kepulauan Selayar makin diminati oleh wisatawan lokal dan juga oleh "wisman" Karena itu, "Ayo ke Selayar", ajaknya, disambut apluse oleh panitia dan peserta. Konfeerensi Tingkat Regional ini, merupakan tindak lanjut konfrensi tingkat Nasional di Makassar, sekaligus persiapan konfrensi tingkat Dunia yang direncanakan di China awal tahun depan. Diselenggarakan Unesco Jakarta, berlangsung dua hari, Selasa - Rabu (30 April sd 1 Mei) dibuka Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan,Hukum, dan politik Provinsi Sulawesi Tenggara Laode Fasikin dan ditutup Bupati Wakatobi H. Haliana, S.E dan diikuti Komite Nasional MAB di Asia Tenggara, Stakeholders Utama MAB, perwakilan Kementrian terkait, Akademisi, NGO, serta beberapa Kepala UPT Kementrian LHK, Perwakilan Pemerintah Daerah, Pengelola Cagar Biosfer di masing-masing daerah. Sumber Teks : Gilman - Humas Balai Taman Nasional Taka Bonerate
Baca Artikel

Aksi Peduli Lingkungan Di TWA Pulau Bakut

Barito Kuala, 30 April 2024 – Digelar aksi peduli lingkungan di Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Bakut, Sebayak 4 bibit Beringin (Ficus benjamina L) dan seratus bibit Rambai (Sonneratia caseolaris) ditanam dalam upaya pelestarian habitat Bekantan, primata endemik Kalimantan Selatan. Pohon Rambai merupakan salah satu jenis tanaman Bakau yang tumbuh pada substrat dari kombinasi dominan lumpur dan pasir dengan kedalaman berkisar antara 18 hingga 22 centimeter serta selalu tergenang air. Kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama atara Balai KSDA Kalimantan Selatan dengan Balai Pelaksanaan Jalan nasional Kalimantan Selatan. Kegiatan ini dihadiri oleh Plt. Kepala Balai KSDA Kalsel yaitu Bapak Suwandi, S.Hut., M.A., Plt. SKW II Banjarbaru Bapak Suparni, S.Hut. Kepala Resort TWA Pulau Bakut Bapak Muhammad Fajerian Noor dan Perwakilan dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Selatan. Gerakan Penanaman ini merupakan wujud komitmen kedua Instansi dalam menjaga kelestarian Alam dan Habitat Bekantan. Penanaman bibit Rambai dipilih karena buahnya yang menjadi makanan utama Bekantan. Pohon adalah makhluk hidup sejuta manfaat. Seluruh bagiannya sangat berarti untuk kehidupan alam. Pohon memberi oksigen melalui metabolismenya dan mengeluarkannya melalui daun. Penanaman bibit pohon mangrove di pulau bakut ini diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang dalam menjaga eksosistem mangrove di Pulau tersebut. Karenanya melalui kegiatan ini diharapkan bisa menginspirasi dan memotivasi banyak pihak untuk berkontribusi menjaga Alam dan Lingkungan. (Ryn) Sumber : Tri Budi Yono, S.Hut. (PEH SKW II Banjarbaru) , Foto: Faturrahman, S.Hut. (Penyuluh SKW II Banjarbaru) - Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Artikel

Memasuki FGD Tahap Akhir, Buku "The State of Indonesia's Forests 2024" Siap Diluncurkan

Yogyakarta, 30 April 2024. Buku "The State of Indonesia Forests 2024" (SOIFO 2024) telah memasuki tahap akhir proses penyusunan. Pusat data dan Informasi (Pusdatin), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) kembali menggelar Focus Group Discussion (FGD) tahap akhir ini untuk memfasilitasi dialog dan pertukaran informasi antara kontributor data yang terlibat dalam pengelolaan hutan dan lingkungan hidup di Indonesia serta mendorong pemahaman yang lebih mendalam tentang kondisi hutan Indonesia saat ini dan tantangan yang dihadapi dalam mencapai keberlanjutan ekosistem hutan. FGD dilaksanakan di Harper Hotel, Yogyakarta selama dua hari pada tanggal 29-30 April 2024. Plt. Kepala Pusdatin KLHK yang diwakili oleh Kepala Pusat Pengendalian Ekoregion (P3E) Wilayah Jawa, Abdul Muin, bersama Penasehat Senior Menteri (PSM) selaku Managing Director Buku SOIFO 2024, Dr. Effransjah, membuka FGD sekaligus memberikan arahan dan sambutan dengan peserta seluruh perwakilan eselon I lingkup KLHK dan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM). FGD juga turut dihadiri Sekretaris Ditjen Planologi Kehutanan dan Tata Lingkungan (PKTL) dan Tim Editor buku. Pada FGD tahap akhir ini, seluruh peserta perwakilan eselon I mulai melakukan pencermatan terhadap data dan informasi, narasi istiah teknis kehutanan, keterangan foto dan grafik yang sebelumnya diberikan dan telah dikolaborasikan dalam draft buku. Dr. Effransjah juga mengajak peserta memberi masukan untuk cover buku yang akan menjadi buku terakhir status kehutanan di Indonesia pada era Presiden Joko Widodo dan Menteri LHK Siti Nurbaya. Buku SOIFO 2024 ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih mendalam tentang kondisi hutan Indonesia dan tantangan yang dihadapi dalam mencapai keberlanjutan ekosistem hutan. Dengan demikian, buku dapat memengaruhi pembuat kebijakan dan praktisi di lapangan untuk merancang dan melaksanakan kebijakan dan praktik pengelolaan hutan yang lebih berkelanjutan, memperhitungkan kebutuhan jangka panjang bagi ekosistem hutan dan kesejahteraan masyarakat yang bergantung padanya. Saat membuka FGD, Kapus P3E Wilayah Jawa menyampaikan bahwa buku "The State of Indonesia's Forests 2024" ini akan menjadi buku yang dapat memberikan gambaran komprehensif tentang kondisi hutan Indonesia pada tahun 2024, termasuk tantangan dan peluang dalam mencapai keberlanjutan ekosistem hutan; serta dapat membangun kolaborasi antar instansi dan pemangku kepentingan dalam rangka meningkatkan pemahaman bersama dan kerjasama dalam upaya pelestarian hutan dan lingkungan hidup di Indonesia. Proses berikutnya, buku akan memasuki proses layout danfinalisasi terjemahan dalam bahasa inggris yang direncanakan akan rampung pada bulan Juni 2024 karena akan diluncurkan pada acara sidang The Committee on Forestry (COFO)-27, di kantor pusat FAO, Roma, Italia Sumber: Setditjen KSDAE
Baca Artikel

Bermanfaat Dan Tepat Guna Bantuan Usaha Ekonomi Produktif

Pakpak Bharat, 30 April 2024. Kegiatan monitoring terhadap pemberian bantuan usaha ekonomi produktif Balai Besar KSDA Sumatera Utara telah dilaksanakan oleh Tim dari Bidang KSDA Wilayah I Kabanjahe dan Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang dari tanggal 24 s.d 26 April 2024. Kegiatan monitoring ini dilaksanakan pada kelompok tani yang berada di desa sekitar kawasan konservasi TWA. Sicike-cike dan SM. Siranggas yang mendapatkan bantuan pada tahun 2023 lalu, yaitu Kelompok Tani Barakit Tani Desa Perpulungen, Kecamatan Kerajaan, Kelompok Tani Enmo Mulana, Desa Mahala, Kecamatan Tinada dan Kelompok Tani Sada Orjok, Desa Perjaga Kecamatan Sitellu Tali Urang Jehe. Kegiatan monitoring ini sebagai salah satu upaya untuk melihat perkembangan dan kemanfaatan dari bantuan yang diberikan sekaligus mendapatkan informasi kendala yang dihadapi oleh kelompok tani. Pada Kelompok Tani Barakit Tani yang mendapatkan bantuan berupa alat handtracktor sudah berfungsi dan digunakan dalam mengolah lahan persawahan mereka. Alat tersebut baru tahun ini digunakan mengingat tahun sebelumnya sudah selesai masa tanam sehingga belum ada uang kas bagi kelompok. Kesepakatan kelompok terhadap pemakaian alat handtracktor adalah lahan siap tanam per rante (20mx20m) dikenakan biaya Rp. 80.000,- untuk anggota kelompok dan Rp. 90.000,- untuk masyarakat di luar kelompok. Operator alat ini adalah anggota kelompok dengan rencana pembagian 50% untuk operator, 30% minyak dan oli serta 20% kas kelompok. Adanya alat handtracktor ini bermanfaat dalam mengefisiensikan waktu serta biaya mengolah lahan persawahan sehingga diharapkan dapat berkesinambungan dengan memelihara alat tersebut. Pada Kelompok Tani Enmo Mulana yang juga mendapatkan bantuan alat handtracktor sawah, sudah merasakan manfaat terhadap bantuan alat tersebut. Pemakaian alat handtracktor sudah dilakukan dari tahun sebelumnya dan saat ini dikarenakan musim tanam, juga sudah digunakan oleh kelompok. Adapun system penggunaan alat handtracktor, kelompok mematokkan lahan yang siap tanam per rante dikenakan biaya Rp. 150.000,- dengan pembagian 40% untuk operator, 40% untuk minyak dan oli dan 20% untuk kas kelompok. Pada tahun 2023 lalu kas yang terkumpul sudah mencapai Rp. 1.100.000,- namun uang ini tidak dibagikan dan menjadi cadangan untuk biaya perawatan alat nantinya. Selain itu, uang kas juga menjadi cadangan bagi anggota yang belum memiliki uang untuk mengolah sawahnya dengan memakai alat tersebut terlebih dahulu dan membayar operasionalnya setelah memiliki uang. Hal ini sangat bermanfaat dan membantu perekonomian kelompok tani. Pada Kelompok Tani Sada Orjok yang mendapatkan bantuan alat pemipil jagung dan alat penggiling padi juga sudah berfungsi dan digunakan oleh kelompok tani. Untuk alat pemipil jagung disewakan dengan harga Rp. 100,- per kg bagi anggota dan Rp. 200,- per kg di luar anggota kelompok tani. Operator alat pemipil jagung ini adalah anggota kelompok sebanyak 3 orang dan alat pemipil ini telah dipakai sekitar 10 kali dengan kapasitas 300 kg hingga 800 kg sekali beroperasi. Sedangkan untuk alat penggiling padi, juga sudah digunakan dari tahun lalu. Untuk tahun ini belum karena masih dalam musim tanam padi. Pada alat penggiling padi ini system sewa alatnya adalah dengan menggilingkan padi satu kaleng maka upahnya adalah satu liter. Kemudian satu liter beras ini dibagi menjadi dua bagian 50% untuk operator dan 50% untuk kas kelompok. Setelah dikumpulkan berasnya baru dijual sehingga menjadi uang. Saat ini uang kas Kelompok Tani Sada Orjok sudah ada sekitar Rp. 300.000,- bersih. Sebelumnya uang kas yang terkumpul ditambah patungan dari anggota kelompok digunakan untuk membangun tempat untuk alat pemipil jagung dan juga alat penggiling padi sehingga semua anggota kelompok merasa memiliki alat tersebut. Bantuan alat yang diberikan ini sangat bermanfaat bagi kelompok dan Masyarakat di luar kelompok. Tim mengapresiasi kelompok tani karena bantuan yang diberikan dimanfaatkan dan digunakan dengan sebaik-baiknya, dan kelompok tani sudah merasakan manfaat nilai ekonomi baik bagi kelompok tani maupun masyarakat. Hingga saat ini belum ada kendala dalam pemanfaatan bantuan tersebut bahkan perawatan juga belum ada karena alat masih dalam kondisi baik. Tim juga menyampaikan harapan, bahwa bantuan ini menjadi pengingat bagi kelompok untuk ikut menjaga kawasan konservasi yang ada di sekitar desa, yaitu kawasan SM. Siranggas pada Desa Perjaga dan Desa Mahala serta Kawasan TWA. Sicike-cike pada Desa Perpulungen Sumber : Hafsah Purwasih (Penyuluh Kehutanan) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Kunjungi Sekolah, Rimbawan BBKSDA Jatim Ajarkan Pelestarian Alam

Kediri, 29 April 2024. Rimbawan Mengajar kembali menyambangi sekolah dasar untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian siswa terhadap kelestarian alam sejak dini. Kali ini tim Seksi KSDA Wilayah I Kediri, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur (BBKSDA Jatim) mengunjungi SDIT. Bina Insani Kota Kediri pada tanggal 23 dan 25 April 2024. Kali ini mereka mengajar di kelas 5 Ibnu Zuhdi dan kelas 3 Ibnu Sina. Selain memperkenalkan satwa liar, tim juga menjelaskan peranannya bagi lingkungan, serta pentingnya meletarikan satwa liar. Para siswa juga diajak menonton film animasi berjudul Sabda Alam yang bercerita tentang perburuan burung dan akibat yang ditimbulkan. Dalam kesempatan tersebut, siswa juga diberi pengalaman ilustrasi terjadinya banjir akibat penggundulan hutan dengan menggunakan rambut siswa berambut tebal. Rambut siswa diibaratkan sebagai hutan di gunung yang terjaga, sehingga air akan tertahan oleh rambut. Pun jika kepala gundul membuat air yang disiram akan langsung meluncur bebas. Materi dibawakan dengan bahasa ringan yang mudah dimengerti oleh para siswa dengan diselingi dengan kuis berhadiah, sehingga mereka lebih antusias dan bersemangat. Diharapkan dengan pendidikan kelestarian alam sejak dini, para siswa dapat menjadi generasi penerus yang peduli alam, keanekaragaman hayati, dan lingkungan. (ak) Sumber: Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Artikel

Sinergitas Pengamanan Suaka Margasatwa Pulau Nusa Barung Bersama TNI-AL

Jember, 25 April 2024. Kepala Seksi KSDA Wilayah V Banyuwangi, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jawa Timur (BBKSDA Jatim), Dwi Putro Sugiarto, melakukan koordinasi dengan Satuan Tugas Pulau Terluar (Satgas Puter) di Suaka Margasatwa (SM) Pulau Nusa Barung – Jember, Kamis (25/4). Pertemuan yang juga dihadiri oleh Bidang Teknis – BBKSDA Jatim dan Resort Konservasi Wilayah 15 Puger, membahas mengenai sarana dan prasarana yang dimiliki Satgas Puter di dalam kawasan konservasi tersebut. Sebelumnya, telah ada Memorandum of Understanding (MoU) antara Menteri LHK dan panglima TNI terkait penempatan Satgas Puter di kawasan hutan. Maka sebagai tindaklanjutnya, perlu disusun Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara pihak BBKSDA Jatim dan Satgas Puter TNI-AL. Satgas Puter TNI-AL mengharapkan adanya tembusan terkait Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI), hasil screening, beserta identitas personil WNA yang terlibat dalam kegiatan di SM. Pulau Nusa Barung. Untuk itu perlu terus menjaga koordinasi dan komunikasi yang baik antara RKW. 15 Puger sehubungan kegiatan yang ada di dalam suaka margasatwa. Apalagi secara rutin terjadi pergantian personil Satgas Puter TNI-AL, sehingga diharapkan ada sosialisasi kepada tim yang baru bertugas agar berkesinambungan pemahaman konservasinya. Mengingat Pulau Nusa Barung saat ini bukan hanya suaka margasatwa, namun telah ditetapkan sebagai pulau terluar yang penting untuk kedaulatan negara, maka perlu dijalin komunikasi dan kerjasama yang baik. Dan, Satgas Puter TNI-AL berkomitmen untuk membantu BBKSDA Jatim dalam pengamanan kawasan SM. Pulau Nusa Barung dari gangguan perburuan liar dan pencurian kayu. Serta, ikut melakukan penyuluhan kepada nelayan setempat agar menjaga kawasan SM. Pulau Nusa Barung beserta isinya. Sumber : Agus Irwanto - Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Artikel

Tanam Serentak Mangrove, Ingatkan Pentingnya Ekosistem Mangrove

Probolinggo, 25 April 2024. Sebanyak 1.000 batang bibit mangrove jenis Avicennia sp. di Desa Dringu, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Kamis (25/4). Lokasi penanaman seluas 0,5 hektar ini merupakan areal pemeliharaan P-1 rehabilitasi hutan mangrove BPDAS Brantas Sampean tahun 2024. Rangkaian penanaman mangrove serentak ini dilakukan dalam rangka Road to Green Impact Days 2024, dengan menanam 25.000 Mangrove di seluruh Indonesia. Pada kesempatan tersebut, Sekretaris Ditjen. Pengendalian Perubahan Iklim menyampaikan sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan terkait penanaman mangrove serentak pada 25 lokasi di Indonesia. Penanaman mangrove ini merupakan rangkaian inisiatif serupa yang ke-5 kalinya dan telah dilaksanakan bersama-sama, yakni pada 30 Desember 2023 di Kabupaten Malang, serta 14 Januari 2024 di Kabupaten Mojokerto. Selanjutnya, 7 Februari 2024 di Kabupaten Trenggalek, dan 7 Maret 2024 di Kabupaten Jombang. Kegiatan kali ini khusus dilaksanakan di ekosistem mangrove, mengingat peran penting mangrove baik dari sisi ekologis, ekonomis maupun sosial dalam pembangunan wilayah pesisir, terutama terkait dengan penguatan resiliensi, serta menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan. Aksi penanaman mangrove serentak ini juga menjadi bagian dari upaya peningkatan kepedulian, wawasan, dan pemahaman generasi muda dalam pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan, khususnya dalam penanaman pohon untuk masa depan yang lebih baik. Tak kurang 125 orang ikut serta dalam penanaman mangrove kali ini, yang terdiri dari UPT KLHK se-Jawa Timur, OPD Provinsi Jawa Timur, Perum Perhutani, Forkopimda Kabupaten Probolinggo, Forkopimcam Dringu, generasi muda (Green Leadership Indonesia-GLI), perangkat dan masyarakat Desa Dringu. Sumber : Agus Irwanto - Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Artikel

Verifikasi Teknis Calon Penerima Bantuan

Kutagugung, 26 April 2024. Tim Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara (BBKSDA Sumut) telah melaksanakan kegiatan verifikasi teknis dan administrasi terhadap kelompok masyarakat calon penerima bantuan di desa sekitar kawasan konservasi Taman Wisata Alam (TWA) Deleng Lancuk. Kelompok tani yang diverifikasi adalah Kelompok Tani Hutan Lestari yang berada di Desa Kuta Gugung, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo. Kegiatan verifikasi ini dilaksanakan untuk memperoleh data kelompok dan administrasi kelengkapan berkas kelompok seperti proposal, SK pembentukan kelompok, buku rekening kelompok, NPWP kelompok dan lainnya. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah lanjutan untuk mendapatkan bantuan Usaha Ekonomi Produktif dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Pada Tahun 2024 ini, Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah I Sidiklang, Bidang KSDA Wilayah I Kabanjahe akan memberikan bantuan Usaha Ekonomi Produktif pada 3 desa yang berada di sekitar kawasan konservasi. Bantuan Usaha Ekonomi Produktif ini diharapkan dapat menjadi pemicu dan pemacu bagi masyarakat sekitar kawasan konservasi untuk meningkatkan pendapatannya dan kesejahteraannya namun tetap menjaga kawasan konservasi yang ada. Sebelumnya pada awal April 2024 telah dilaksanakan kegiatan verifikasi teknis dan administrasi terhadap kelompok masyarakat calon penerima bantuan di desa sekitar kawasan konservasi TWA Sicike-cike yaitu Kelompok Tani Lomba Maju, Desa Prongil, Kecamatan Tinada dan kelompok masyarakat calon penerima bantuan di desa sekitar kawasan konservasi SM Siranggas yaitun Kelompok Tani Rebbak Nduma Desa Majanggut II, Kecamatan Kerajaan Kabupaten Pakpak Bharat. Ketiga kelompok tani yang telah diverifikasi menginginkan bantuan alat pertanian berupa handtracktor yang dapat memudahkan masyarakat dalam mengolah tanah pertanian, karena mata pencaharian utama anggota kelompok adalah bertani baik jenis padi, jagung, cabai hingga sayur-sayuran. Hasil verifikasi terhadap ketiga kelompok tani calon penerima bantuan ini kemudian akan menjadi dasar selanjutnya untuk dilakukan Kesepakatan Konservasi dan Perjanjian Kerja Sama antara Desa dengan Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Besar harapan bahwa desa maupun kelompok tani yang akan menerima bantuan ini dapat menjadi perpanjangan tangan BBKSDA Sumatera Utara dalam menjaga kawasan konservasi dengan tidak memasuki kawasan untuk mengganggu kawasan apalagi merusak kawasan namun tetap dapat berupaya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sendiri dengan bantuan tersebut. Sumber : Hafsah Purwasih (Penyuluh Kehutanan) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Ragam Pesona dan Keindahan Jamur di SM. Siranggas

SM. Siranggas, 24 April 2024. Banyak rahasia alam yang masih tersembunyi di kawasan konservasi Suaka Margasatwa (SM) Siranggas dan menarik untuk ditelusuri serta diungkap. Salah satunya adalah ragam koleksi tumbuhan jamur yang menjamur di kawasan, setidaknya itulah yang ditemukan Tim Smart Patrol Kawasan Hutan SM. Siranggas I dalam giat patrolinya belum lama ini. Tulisan artikel ini akan mengungkap sebagian kecil dari ragam jamur yang tumbuh mempesona memperindah kawasan SM. Siranggas. Kawasan konservasi SM. Siranggas tidak hanya menjadi rumah bagi primate seperti Orangutan Sumatera, Beruang Madu, Harimau Sumatera, dan lain sebagainya, melainkan juga pusat keanekaragaman flora yang unik serta menarik tumbuh subur menghiasi kawasan, dan salah satunya adalah jamur. Jamur merupakan komponen dasar yang sangat penting dalam suatu ekosistem. SM. Siranggas merupakan salah satu ekosistem dengan beberapa tipe habitat yang mendukung pertumbuhan jamur dan kawasan ini menyimpan keanekaragaman jamur yang belum banyak dieksplorasi. Sampai artikel ini terbit, Tim Smart Patrol Kawasan Hutan SM. Siranggas I sudah menemukan dan berhasil mengidentifikasi sedikitnya 6 jenis jamur di Kawasan SM Siranggas. Dan berikut penjelasan tentang keenam jenis jamur tersebut. 1. Clavaria fragilis Jamur dengan nama Clavaria fragilis merupakan genus Clavaria dan family Clavariaceae. Jenis jamur ini ditemukan oleh Tim Smart Patrol SM Siranggas I pada sekitaran kawasan di Desa Tinada, Kecamatan Tinada, Kabupaten Pakpak Bharat. Penampilan unik dari jamur ini sangat sederhana dan tidak bercabang namun sering kali bergerombol, penampilannya yang seperti cacing dan belut merupakan cerminan dari Clavaria vermicularis. Jenis jamur ini dapat di temukan di berbagai negara seperti di Inggris dan Irlandia. Clavaria fragilis juga ditemukan di sebagian besar daratan Eropa. Spesies ini dilaporkan juga ada di Afrika, Asia, Australia dan Amerika Utara. Bentuk dari Clavaria fragilis agak rata kesamping dan kadang-kadang beralur memanjang, terkadang lurus tetapi lebih sering bergelombang, kadang-kadang ujungnya bercabang dua, berwarna putih, ujungnya menguning dan warna menjadi coklat seiring bertambahnya usia. Jamur ini sangat rapuh, batang di setiap individu biasanya memiliki tinggi 2 hingga 12 cm dan lebar 4 hingga 5 mm. Jamur Clavaria fragilis merupakan spesies endemik yang telah ditemukan di Kawasan Konservasi SM Siranggas. 2. Calvatia Jamur jenis Calvatia ini di temukan oleh Tim Smart Patrol di dalam Kawasan sekitaran Desa Kecupak I, Kecamatan Pergetteng Getteng Sengkut, Kabupaten Pakpak Bharat. Jamur ini bisa hidup di berbagai macam iklim yang dingin dan bisa juga hidup dan tumbuh di iklim tropis, seperti halnya kawasan SM. Siranggas yang merupakan iklim tropis basah, membuat jamur ini bisa hidup/tumbuh dengan baik. Jamur dengan jenis Calvatia merupakan spesies yang juga endemik. 3. Agaricus arvensis Jamur ini di temukan oleh tim Smart Patrol di dalam Kawasan Konservasi SM Siranggas di sekitaran Desa Mahala, Kecamatan Tinada, Kabupaten Pakpak Bharat. Jamur ini akan muncul di musim panas dan biasanya terus tumbuh hingga akhir musim gugur. Bagian tudung dari jamur Agaricus arvensis dewasa memiliki diameter 8 hingga 20 cm (bisa lebih dari 30cm). Bagian tubuh yang tebal berwarna putih dan teksturnya agak keras dan tidak kenyal. 4. Laccaria laccata Laccaria laccata merupakan jenis jamur yang banyak di temukan di kawasan SM. Siranggas. Tim Smart Patrol Resort Siranggas I menemukan jamur ini di Desa Mahala, Kecamatan Tinada, Kabupaten Pakpak Bharat. Lebar tudung dengan diameter 2 hingga 7 cm, tudung Laccaria laccata awalnya cembung dan menjadi hampir rata saat matang/dewasa. Jamur ini hinggap di perakaran pohon dan di serasah basah maupun kering. 5. Myxarium nucleatum Jamur Myxarium nucleatum merupakan spesies jamur dari family Hyaloriaceae dengan penampakan tubuh/badan berwarna putih dan kenyal, jamur ini ditemukan oleh Tim Smart Patrol Resort SM Siranggas I dalam kawasan di seputaran Desa Simerpara, Kecamatan Pergetteng Getteng Sengkut, Kabupaten Pakpak Bharat. Jamur ini tumbuh di dahan pohon berdaun lebar yang mati/tumbang, serasah, dan sekitaran daun yang berguguran. Myxarium nucleatum tumbuh pada saat musim gugur dan musim dingin sehingga sangat cocok dengan keadaan iklim di Kawasan Konservasi SM Siranggas yaitu Tropis Basah. Spesies jamur Myxarium nucleatum merupakan spesies endemik yang telah ditemukan di Kawasan Konservasi SM Siranggas. 6. Mycena haematopus Selanjutnya adalah spesies jamur dengan nama Mycena haematopus, jamur ini ditemukan pada saat bersamaan dengan Myxarium nucleatum di sekitaran kawasan di Desa Simerpara, Kecamatan Pergetteng Getteng Sengkut, Kabupaten Pakpak Bharat. Jamur Mycena haematopus merupakan adalah spesies jamur dalam family Mycenaceae dari ordo Agaricales. Jamur ini pada umumnya hidup di tempat yang lembab dan di sekitaran akar dari pohon serta bekas serasah/daun yang sudah kering. Keragaman dari jenis jamur-jamur yang ada di Kawasan Konservasi SM. Siranggas harus di jaga dan di perhatikan. Hal ini bisa menjadi referensi dan potensi bagi para peneliti untuk melakukan penelitian. Oleh karena itu diharapkan masyarakat peduli dan ikut menjaga keanekaragaman tersebut mengingat beberapa spesies merupakan endemik yang perlu mendapat perhatian khusus. Sumber : Alamuddin Sahputra, S.Hut (Ahli Pertama Penyuluh Kehutanan) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Buaya Kembali Muncul, Tim Gabungan Lakukan Identifikasi

Tim gabungan melakukan identifikasi Medan, 25 April 2024. Setelah penampakan pada Kamis 11 April 2024 yang lalu, Buaya Muara (Crocodylus porosus) kembali muncul di Lingkungan Seruai, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, Kota Medan serta Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, dan video penampakan sempat viral sehingga Tim gabungan dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Direktorat Polairud Polda Sumatera Utara dan Kepala Desa Tanjung Rejo, Kecamatan Percut Sei Tuan melakukan identifikasi lapangan dengan sisir perairan paluh merbau atau sei pegatalan menggunakan Kapal SWAM BOAT OPER RAWA milik Direktorat Polairud Polda Sumatera Utara, pada Senin 22 April 2024. Adapun Tim dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara diwakili Kepala Bidang KSDA Wilayah I Kabanjahe Amenson Girsang, SP., MH. beserta Kepala Resort Pelabuhan Laut Belawan Zakaria, SP. dan staf Fuad Khalil Harahap, S.Hut., sedangkan Tim dari Direktorat Polairud Polda Sumatera Utara terdiri dari KBO Dit. Polairud Polda Sumut AKBP Jenda K Sitepu, Aiptu Subardi (Dan Kapal KP II 3001), Aipda Bayu Duha, Bripka Amir Ruddin (OPR SWAM BOAT OPER RAWA), Bripka Supriadi (OPR SWAM BOAT RAWA), Bripda Reza Kahfi, dan Selamet selaku Kades Tanjung Rejo. Dalam identifikasi diketahui bahwa perairan paluh merbau merupakan habitat buaya, sehingga diminta kepada masyarakat yang beraktifikas untuk waspada dan berhati-hati. Selain itu masyarakat diingatkan bahwa Buaya Muara merupakan jenis satwa liar yang dilindungi dan terancam punah, sehingga perlu dijaga kelestariannya dengan tidak melakukan tindakan/perbuatan yang mengancam/membahayakan satwa tersebut serta menjaga habitatnya. Pada Selasa 23 April 2024, Petugas Resort Pelabuhan Laut Belawan melanjutkan melakukan identifikasi penelusuran perairan seruai di Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan dengan didampingi Kepala Lingkungan 1, penyuluh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kota Medan dan masyarakat petambak seruai guna mendata lokasi perjumpaan satwa buaya. Kegiatan pemantauan masih terus dilakukan untuk mengambil langkah-langkah tindak lanjut penanganan nantinya. Sumber : Zakaria, SP. (Kepala Resort Pelabuhan Laut Belawan) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Penanganan Interaksi Negatif Warga Dengan Gajah di Sapo Padang

Sulitnya kondisi medan Tim gabungan melakukan pemantauan dengan sepeda motor Sapo Padang, 24 April 2024. Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) menindaklanjuti terjadinya interaksi negatif antara warga dengan satwa liar Gajah Sumatera (Elephas maximus sumatrae) di Dusun Sapo Padang, Kecamatan Bahorok, Kabupaten Langkat, Sabtu (20/4). Penanganan interaksi negatif dilakukan setelah mendapatkan laporan yang disampaikan oleh Kepala Seksi Pengelolaan TNGL (SPTNGL) V Bukit Lawang dengan petugas gabungan dari Seksi Konservasi Wilayah II Stabat Balai Besar KSDA Sumatera Utara (Hizkia Ginting dan Rio Waldy Sembiring) dan SPTNGL V Bukit Lawang. Mengingat akses menuju lokasi cukup sulit karena hujan deras, dan akses satu-satunya berupa jalan setapak, Tim gabungan melakukan pemantauan dengan menggunakan sepeda motor jenis trail. Penanganan bersama juga dilakukan dengan masyarakat Dusun Sapo Padang dengan melakukan identifikasi temuan jejak gajah, bekas pada pohon dan arah jejak untuk dilakukan upaya penghalauan, namun petugas tidak menemukan keberadaan gajah di lokasi perladangan masyarakat, Minggu (21/4). Setelah dilakukan beberapa kali upaya penelusuran di sekitar perladangan yang dilaporkan, dan tidak juga ditemukan Tim akhirnya memutuskan kembali ke pemukiman di Dusun Sapo Padang. Esok harinya, Senin 22 April 2024 dilakukan kembali upaya identifikasi jejak terbaru dan mengumpulkan data serta informasi dari masyarakat setempat, dan diperoleh informasi bahwa bekas jejak, gesekan dan kotoran yang ditemukan merupakan kejadian yang sudah terjadi seminggu yang lalu. Tim menelusuri lokasi penemuan yang dilaporkan warga Setelah melakukan patroli dan penelusuran di sekitar perladangan penduduk selama 3 hari dan tidak menemukan satwa gajah, Tim memutuskan kembali ke kantor Resort Bahorok, namun sebelumnya Tim menyerahkan bantuan petasan kepada masyarakat yang tinggal di Dusun Sapo Padang untuk digunakan pada saat penghalauan apabila gajah kembali memasuki Dusun Sapo Padang. Dusun Sapo Padang merupakan enclave di dalam zona inti TN Gunung Leuser sehingga menjadi jelajah satwa flag species seperti Harimau Sumatera, Orangutan Sumatera dan Gajah Sumatera. Untuk menuju dusun ini dapat melalui Dusun Simbelin yang juga merupakan enclave di dalam kawasan TN Gunung Leuser. Peristiwa interaksi negatif dengan satwa gajah di Dusun Sapo Padang merupakan kejadian yang rutin dilaporkan oleh masyarakat yang berladang di dalam enclave TN Gunung Leuser. Sebagian besar penduduk Dusun Sapo Padang tinggal di luar dusun dan hanya datang pada saat menanam serta memanen, mengingat dusun ini sangat tepencil dan berada di tengah Zona Inti TN Gunung leuser. Keterlambatan laporan yang diterima dari masyarakat, diakibatkan oleh tidak adanya jaringan telekomuniksi di Dusun Sapo Padang sehingga peristiwa interaksi negatif dilaporkan ke petugas Balai Besar TNGL pada saat masyarakat telah pulang ke desa. Sampai berita ini diterbitkan, Tim gabungan masih terus memantau kondisi dan perkembangan di lapangan. Sumber : Herbert BP. Aritonang, S.Sos., MH. (Kepala SKW II Stabat) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Pendampingan Masyarakat Sangup Membuat Pupuk Organik

Boyolali, 24 April 2024. Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) membersamai Kelompok Tani Hutan (KTH) Guyub Mulyo yang berada di Desa Sangup, Kecamatan Tamansari, Kabupaten Boyolali dalam acara Pendampingan Kelompok Tani Hutan sekitar Kawasan Konservasi Desa Sangup, Rabu (24/4). Hadir dalam kegiatan ini Bayan (Kepala Dusun) Sudimoro, Desa Sangup, selaku perwakilan dari pemerintahan Desa Sangup. Ucapan terima kasih dan apresiasi beliau sampaikan kepada BTNGM atas pendampingan kepada KTH Guyub Mulyo. Kegiatan dibuka oleh Marjono, S.H., selaku Wakil Koordinator Polisi Kehutanan BTNGM. Beliau menyampaikan terima kasih atas kehadiran undangan dan semoga kegiatan KTH Guyub Mulyo berjalan lancar. Kelompok berkesempatan belajar pembuatan pupuk organik padat dan cair dengan narasumber Managemen Farmer Speed dan KTH Serba Usaha Merapi I. Pembelajaran ini diawali dengan teori dan dilanjutkan dengan praktek pembuatan pupuk organik padat dan cair. Dalam kesempatan terpisah, Muhammad Wahyudi, selaku Kepala BTNGM, mengucapkan terima kasih atas peran serta KTH Guyub Makmur dalam konservasi selama ini. Diharapkan, semoga ilmu yang didapat selanjutnya dapat diaplikasikan oleh kelompok dan berkembang dengan baik, pungkasnya. Sumber: Balai Taman Nasional Gunung Merapi
Baca Artikel

Melihat Presentasi Mahasiswa Untuk Pengelolaan Lestari TN Gunung Merapi

Kaliurang, 24 April 2024. Mahasiswa Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) Program Studi Biologi Fakultas Teknobiologi (FTb) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) telah selesai melaksanakan salah satu dari rangkaian MBKM yaitu magang. Rangkaian MBKM FTb UAJY terdiri dari magang, mini riset, dan pengabdian masyarakat. Kegiatan magang dilaksanakan sejak 26 Februari 2024 s.d. 24 April 2024 di 5 Resort Pengelolaan Taman Nasional (RPTN), yaitu RPTN Kemalang, RPTN Cangkringan, RPTN Pakem Turi, RPTN Musuk Cepogo, dan RPTN Selo, Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM). Hasil dari magang ini adalah laporan magang. Hasil magang dipresentasikan pada Rabu, 24 April 2024, dihadiri oleh KSBTU, Kepala Seksi PTN Wilayah I Magelang, perwakilan dosen UAJY, mahasiswa MBKM UAJY dan staf BTNGM. Beberapa kegiatan yang dilakukan selama magang yaitu Patroli Pengamanan & Pemantauan Kehati, Pengolahan Data Smart Patrol, Kegiatan Perbanyakan Tanaman, Kunjungan Kelompok (Kelompok Kreatif Acacia & KTH Majumartani), dan Anjangsana. Semoga magang ini memberikan manfaat bagi mahasiswa dan untuk pengelolaan TNGM. Sumber: Balai Taman Nasional Gunung Merapi ===

Menampilkan 833–848 dari 2.305 publikasi