Kamis, 28 Mei 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

FGD Rencana Pemberdayaan Masyarakat

Kabanjahe, 21 Mei 2024. Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Ketua Pokja Pemberdayaan Masyarakat dan Bina Cinta Alam Samuel Siahaan, SP., bersama dengan Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang Tuahman Raya, S.Sos memandu FGD (Focus Group Discussion) Penyusunan Dokumen Rencana Pemberdayaan Masyarakat, yang dilaksanakan di Kantor Bidang KSDA Wilayah I Kabanjahe. Kegiatan FGD ini merupakan langkah penting, karena mengundang berbagai pihak (stakeholder) untuk dapat membantu memberikan saran dan masukan sehingga nantinya dokumen rencana pemberdayaan masyarakat menjadi tepat sasaran. Pada kegiatan FGD ini, bertindak sebagai fasilitator adalah Prof. Dr. Ir. Abdul Rauf, M.P. dan dihadiri berbagai stakeholder antara lain Kepala Resort kawasan konservasi lingkup Bidang KSDA Wilayah I, masing-masing : Kepala Resort (Karest) TWA Danau Sicike-cike, Karest TWA Lau Debuk-debuk, Karest TWA Deleng Lancuk, Karest SM Siranggas, Karest SM Karang Gading Langkat Timur Laut, dan Karest TWA/CA Sibolangit. Selain itu juga dihadiri oleh beberapa Kepala Desa sekitar kawasan konservasi, seperti dari Desa Tinada, Kecamatan Tinada, Desa Doulu Kecamatan Berastagi dan Desa Kuta Gugung Kecamatan Namanteran Kabupaten Karo, dan tak lupa pula mitra Balai Besar KSDA Sumatera Utara yang dapat membantu dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat, yaitu Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Wisata Alam Sibolangit, Yayasan TAHUKAH dan COP. Pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan konservasi merupakan salah satu tupoksi Balai Besar KSDA Sumatera Utara dalam upaya menjaga kawasan konservasi dengan bekerja bersama stakeholder terdekat di tingkat tapak, yaitu masyarakat desa sekitar kawasan konservasi. Dalam perencanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat perlu disusun dokumen rencana pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan konservasi dalam satu periode yaitu 5 tahun. Dokumen rencana pemberdayaan masyarakat yang disusun saat ini adalah periode 2025-2029 dan dokumen ini yang akan menjadi acuan selama 5 tahun kedepan dalam upaya pemberdayaan masyarakat. Adanya dokumen rencana pemberdayaan masyarakat ini akan menampung berbagai saran masukan dalam hal upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat dengan mengikutsertakan peran pemerintahan desa namun tetap berbasis menjaga dan melestarikan kawasan konservasi di sekitar desa tersebut. Harapannya dokumen rencana pemberdayaan masyarakat yang disusun sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekitar kawasan konservasi sehingga hutan lestari dan masyarakat sekitar kawasan yang Sejahtera dapat terwujud. Foto bersama seluruh peserta FGD Sumber : Hafsah Purwasih, S.Hut. (Penyuluh Kehutanan) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Menciptakan ASN Bertalenta Digital, Balai TN Taka Bonerate Gelar Peningkatan Kapasitas

Benteng - Kepulauan Selayar, 20 Mei 2024. Balai Taman Nasional (TN) Taka Bonerate menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas Personil Resort bersama Masyarakat Mitra Polhut (MMP) dengan tema Penggunaan Aplikasi SMART PATROL & Optimalisasi Implementasi Sistem Manajemen Data Taman Nasional Taka Bonerate (SiMataTaka) untuk mendukung pengelolaan taman nasional Taka Bonerate berbasis resort (tapak), Minggu (19/5). Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 19 hingga 21 Mei 2024 di Rayhan Square Hotel, yang dibuka oleh Plt. Kepala Balai TN Taka Bonerate Raduan, SH.,M.A.P dengan dihadiri oleh 35 peserta dari tenaga fungsional Polhut, PEH dan Penyuluh Balai TN Taka Bonerate, serta 12 orang dari anggota Masyarakat Mitra Polhut. "Dengan adanya kegiatan peningkatan kapasitas dan optimalisasi sistem manajemen data ini diharapkan teman-teman di tingkat tapak semakin bersemangat mengumpulkan data spasial, apa lagi akan dibantu oleh anggota MMP," ujar plt. Kepala Balai disela-sela sambutannya. Salah satu tujuan dalam kegiatan ini adalah meningkatkan skill personil di resort dan anggota Masyarakat Mitra Polhut serta menciptakan Asn bertalenta digital. Peningkatan Kapasitas ini dilaksanakan atas kerjasama Balai TN Taka Bonerate dengan mitra WCS_IP. Adapun materi-materi yang dipaparkan pada sesi pertama adalah tentang kebijakan tata kelola data dan informasi Balai TN Taka Bonerate yang dibawakan oleh Usman, S.Hut.,MP, terus dilanjutkan materi kedua oleh Taufik Hidayat, S.Kom dengan materi Sistem Manajemen Data Taman Nasional Taka Bonerate (SiMATA TAKA), kemudian materi ketiga manajeman Data Spasial untuk Mendukung Pengelolaan Berbasis Resort yang dibawakan oleh Asri, S.Sos. Dengan moderator Saleh Rahman, SP., M.Sc dan Khoirul Anam, S.Kel. Setelah Ishoma dilanjutkan sesi kedua dengan pemaparan Implementasi Resort Base Management (RBM) dari seluruh resort. Keesokan harinya akan dilanjutkan dengan materi-materi tentang operasional aplikasi-aplikasi smart patrol dan prakteknya dilapangan dengan pemateri dari Balai TN Taka Bonerate dan WCS-IP. Sumber: Fahmi Syamsuri - Koordinator Polhut, Andi Rezki Mutmainnah - PEH Ahli Pertama Sumber Foto & Video : Arsil - WCS IP Editor : Asri - Humas Balai TN Taka Bone
Baca Artikel

UPT KLHK Lingkup Provinsi Kalsel Peringati Hari Kebagkitan Nasional 2024

Banjarbaru, 20 Mei 2024 – Upacara Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei 2024 kali ini bertepatan pada hari Senin yang diselenggarakan di halaman Kantor BPSILHK Banjarbaru. Upacara dipimpin oleh Plt. Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Suwandi, S.Hut., M.A dan diikuti oleh pejabat dan pegawai di lingkup UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kalimantan Selatan. Hari-hari ini kita dihadapkan pada suatu realitas yang terpampang terang yakni, kemajuan teknologi yang melesat cepat. Kita sudah memilih bukan hanya ikut-serta, tetapi lebih daripada itu, menjadi pemain penting agar dapat menggapai dunia. Hari-hari ini hingga dua dekade ke depan merupakan momen krusial yang akan sangat menentukan langkah kita dalam mewujudkan itu semua. Kita berada pada fase kebangkitan kedua, melanjutkan semangat kebangkitan pertama yang telah dipancangkan para pendiri bangsa. Berbeda dengan perjuangan yang telah dirintis lebih dari seabad yang lalu, kini kita menghadapi beragam tantangan dan peluang baru. Kemajuan teknologi menjadi penanda zaman baru. Dalam sambutan Menteri Komunikasi dan Informatika RI yang dibacakan Plt. Kapala Balai KSDA Kalsel Suwandi, S.Hut., M.A. menyampaikan ” Kebangkitan kedua merupakan momen terpenting bagi kita hari ini. Kita harus menatap masa depan dengan penuh optimisme, kepercayaan diri, dan keyakinan. Kemajuan telah terpampang di depan mata. Momen ini mesti kita tangkap agar kita langgeng menuju mimpi sebagai bangsa. Tidak mungkin lagi bagi kita untuk berjalan lamban, karena kita berkejaran dengan waktu. Di titik inilah, seluruh potensi sumber daya alam kita, bonus demografi kita, potensi transformasi digitalkita, menjadi modal dasar menuju “Indonesia Emas 2045”. Upacara berjalan dengan khidmat meskipun diselenggarakan dengan cuaca yang cukup panas. “Ratusan lidi akan tercerai berai, tidak berguna, dan mudah patah jika tidak diikat, namun jika lidi-lidi tersebut disatukan dan diikat maka tak akan ada yang mampu mematahkannya. Demikian pula rakyat Indonesia yang harus menjaga persatuan dan kesatuannya. Apalah artinya pembangunan yang masif jika masyarakatnya terpecah belah”. (Ryn) Sumber: Hamsan, S.E. - Humas BKSDA Kalimantan Selatan
Baca Artikel

SMK Penerbangan Medan “Landing” di TWA Sibolangit

Sambil belajar sambil menikmati keindahan TWA Sibolangit Sibolangit, 20 Mei 2024. Suasana berbeda pagi itu, Sabtu 18 Mei 2024, tampak terlihat di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit, manakala serombongan anak muda memasuki kawasan wisata alam tersebut. Usut punya usut, ternyata rombongan ini berasal dari SMK Manajemen Penerbangan Medan yang dikelola Yayasan Citra Darma Riau, sedang “landing” di TWA Sibolangit. Lengkap dengan uniform (seragam) dan atribut, layaknya pilot dan pramugari/pramugara, 33 orang siswa/siswi bersama guru pendamping sedang melaksanakan study tour yaitu berwisata sekaligus belajar tentang konservasi alam TWA Sibolangit. Kunjungan ini menjadi langka, mengingat selama dalam kegiatan pembelajaran di sekolah, mereka dijejali/dibekali dengan ilmu pengetahuan teknis dan praktis tentang hal-hal yang berkaitan dengan dunia penerbangan. Namun ini kemudian menjadi menarik karena belajar sesuatu yang baru, yang belum pernah didapatkan saat dibangku sekolah SMK Manajemen Penerbangan, setidaknya itulah yang terpancar dari raut wajah mereka. Selama di kawasan TWA Sibolangit, dengan didampingi Kepala Resort CA./TWA. Sibolangit beserta staf, siswa/siswi mendapatkan penjelasan tentang keberadaan kawasan TWA Sibolangit beserta dengan potensi yang ada baik flora, fauna maupun potensi wisatanya. Selain itu, berkesempatan juga mengelilingi kawasan dan melihat langsung Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit sebagai tempat perawatan sekaligus tempat rehabilitasi sementara satwa-satwa hasil penyerahan masyarakat maupun dari hasil penanganan tindak pidana oleh aparat penegak hukum, sebelum nantinya dilepasliarkan ke habitat alaminya. Beberapa dari peserta mengajukan pertanyaan-pertanyaan pendalaman dan oleh petugas diberi penjelasan. Sampai akhirnya tak terasa waktu berkunjung pun berakhir, siswa/siswi bersama guru pendamping merasa puas. Sebelum melanjutkan perjalanan perwakilan dari rombongan menyampaikan terima kasih atas pelayanan yang diberikan oleh petugas dan berjanji akan mengagendakan kembali kunjungan ke TWA Sibolangit. Sumber : Suparman, SP. (Kepala Resort CA./TWA. Sibolangit) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Inventarisasi Potensi Kehati Tinggi di PT ANJ Agri

Potensi kehati di areal perkebunan PT. ANJ Agri Simangambat, 17 Mei 2024. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 38 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia, mengatur tentang Pengelolaan Kawasan Lindung dan Areal Bernilai Konservasi Tinggi pada Perkebunan Kelapa Sawit, dengan indikator diantaranya : memiliki hasil identifikasi kawasan lindung dan areal bernilai konservasi tinggi, memiliki SOP pemeliharaan kawasan lindung dan areal bernilai konservasi tinggi, melakukan kegiatan dalam rangka menjaga kawasan lindung dan nilai konservasi tinggi, serta melaporkan kepada instansi yang berwenang. Khusus terkait dengan konservasi keanekaragaman hayati, beberapa indikatornya ditetapkan : memiliki SOP pelestarian keanekaragaman hayati, memiliki daftar jenis tumbuhan dan satwa prioritas baik di kebun maupun sekitar kebun sebelum dan sesudah usaha perkebunan, memiliki laporan keberadaan tumbuhan dan satwa prioritas yang disampaikan kepada instansi yang menangani konservasi dan perlindungan tumbuhan dan satwa liar, melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat mengenai keberadaan tumbuhan dan satwa prioritas jika terdapat tumbuhan dan satwa yang dilindungi, serta penanganan apabila ditemukan insiden dengan satwa prioritas dan atau satwa liar. PT. Austindo Nusantara Jaya (ANJ) Agri, merupakan salah satu perkebunan kelapa sawit yang ada dan beroperasi di Sumatera Utara, tepatnya di Simangambat Julu, Kecamatan Simangambat, Kabupaten Padang Lawas Utara. Untuk memenuhi ketentuan seperti yang diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 38 Tahun 2022 tersebut, Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah VI Kota Pinang, sebagai instansi yang menangani konservasi dan perlindungan tumbuhan dan satwa liar, melakukan kegiatan Inventarisasi Potensi Kawasan Dengan Keanekaragaman Hayati Tinggi di luar kawasan konservasi di PT. ANJ Agri, pada tanggal 7-8 Mei 2024. Kegiatan Inventarisasi tersebut dimaksudkan untuk memantau dan memonitor pelaksanaan serta penerapan dari Peraturan Menteri Pertanian Nomor 38 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Sertifikasi Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia, Instruksi Presiden RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang Pengarusutamaan Pelestarian Keanekaragaman Hayati Dalam Pembangunan Berkelanjutan, Instruksi Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : INS.1/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2022 tanggal 17 Juni 2022 tentang Perlindungan Satwa Liar Atas Ancaman Penjeratan dan Perburuan Liar di Dalam dan di Luar Kawasan Hutan, serta Standar Operasional Prosedur (SOP) Nomor : SOP.1/KSDAE/SET.3/KSA.2/12/2022 tanggal 7 Desember 2023 tentang Perlindungan Satwa Liar di Dalam dan di Luar Kawasan Hutan. Inventarisasi dilaksanakan oleh Tim Seksi Konservasi Wilayah VI Kota Pinang didampingi personil PT. ANJ Agri, di zona NKT (Nilai Konservasi Tinggi) yang ada di PT. ANJ Agri dengan tanaman kayu keras yang cukup beragam, diantaranya Ketapang, Mahoni, Sengon, Waru hingga Bambu. Dari pengamatan Tim di lapangan, PT. ANJ Agri aktif dalam pengelolaan kawasan dengan Nilai Konservasi Tinggi yang ada di wilayah perkebunannya, yang meliputi radius penanaman atau penanaman kembali sawit yang dibatasi minimal 30 – 50 Meter dari tepi sungai / aliran sungai. PT. ANJ Agri juga sudah memulai pusat persemaian tanaman guna pengayaan kawasan NKT Di zona NKT lainnya terdapat jungle track di hutan kayu keras sekitar aliran sungai Sionggoton yang ditumbuhi beberapa jenis kayu, seperti meranti dan ansana. Selain itu terdapat juga lapangan bola yang di sekelilingnya ditanami berbagai jenis tanaman kayu keras diantaranya ketapang dan buah-buahan. Terkait satwa liar, dijumpai beberapa monyet ekor panjang, burung Rangkok, dan lain-lain. Menjadi catatan penting pula, PT ANJ Agri merupakan salah satu perkebunan yang telah memperoleh penghargaan Proper dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, masing-masing Proper Hijau tahun 2020, Proper Emas tahun 2021, Proper Emas tahun 2022 dan Proper Emas tahun 2023. Diakhir kegiatan inventarisasi, Tim mengapresiasi dan mengharapkan agar PT. ANJ Agri tetap mempertahankan dan terus meningkatkan kinerja positifnya, terutama dalam pengelolaan kawasan dengan keanekaragaman hayati tinggi. Sumber : Suyono, SH., M.Si. (Kepala SKW VI Kota Pinang) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

SiMataTaka, Upaya Peningkatan Pelayanan Informasi Digital

Benteng - Kepulauan Selayar, 16 Mei 2024. Balai Taman Nasional Taka Bonerate menggelar rapat pembahasan tugas dan peran tim efektif dalam rangka persiapan pelaksanaan Rencana Aksi Perubahan Kualitas Pelayanan Publik "Optimalisasi Implementasi Sistem Manajemen Data Taman Nasional Taka Bonerate SiMataTaka". Rapat ini dipimpin langsung oleh Plt. Kepala Balai Raduan, SH., M.A.P dengan pemateri Kepala Sub Bagian Tata Usaha Usman, S.Hut., MP yang dihadiri oleh Tim Efektif Optimalisasi SiMataTaka yang sudah di tunjuk oleh Plt. Kepala Balai dan Staf Balai. "Kawan-kawan yang ditunjuk dalam Surat Keputusan Kepala Balai tersebut merupakan orang-orang pilihan yang nantinya siap untuk membantu pelaksanaan Aksi Perubahan ini," ujar Plt. Kepala Balai disela-sela arahan pertemuan. Setelah arahan dari Plt. Kepala Balai dilanjutkan dengan pemaparan materi Rencana Aksi Perubahan dan Optimalisasi SiMata Taka oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha. "Sebagaimana kita ketahui, untuk peningkatan layanan publik berbasis digital, Balai Taman Nasional Taka Bonerate telah memiliki sistem informasi manajemen dengan nama SiMATA-TAKA (Sistem Manajemen Data Taman Nasional Taka Bonerate). Sistem ini dibangun dengan tujuan mengintegrasikan data tematik (data perlindungan, pengawetan, pemanfaatan dan pemberdayaan masyarakat) untuk mensupport pengambilan kebijakan dan penyebarluasan informasi," Jelas Ka Subag Tata Usaha. Dalam rapat pembahasan ini ditetapkan pula uraian tugas dan tata waktu pelaksanaan tim yang ditunjuk. "Untuk jangka panjang (2 tahun) diharapkan telah terintegrasi system informasi New SiMata Taka," tutup Ka Subag Tata Usaha Balai TN Taka Bonerate, Usman. Sumber: Asri - Humas Balai Taman Nasional Taka Bonerate
Baca Artikel

Jadi Kader Konservasi Asik

Kediri, 15 Mei 2024. Sebanyak 35 aktivis dan penggiat konservasi lingkungan dari Jombang, Kediri dan Tulungagung kompak menuju Rumah Jawa, sebuah resto berkonsep rumah tradisional dengan pemandangan pedesaan di Gurah, Kediri. Mereka memenuhi undangan BBKSDA Jawa Timur untuk mengikuti kegiatan Pembentukan Kader Konservasi Tingkat Pemula pada 14 hingga 15 Mei 2024. Para aktivis disambut langsung oleh Kepala Balai Besar KSDA Jawa Timur, Nur Patria Kurniawan. Dalam sambutannya beliau berpesan, Kader Konservasi harus mampu bekerja ikhlas, bekerja cerdas, bekerka keras, dan bekerja tuntas. Walaupun judulnya pembentukan, tetapi acara tersebut sesungguhnya lebih tepat disebut sebagai pengukuhan saja. Karena para calon kader konservasi yang hadir tak lain para suhu dalam bidang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem di daerah asalnya. Mulai dari aktivis yang lihai dalam menyemai bibit tumbuhan hutan, pelaku penghijauan lahan kritis, penyelamat primata dari eksploitasi topeng monyet, penyelamat ikan lokal, hingga aktivis yang fokus dalam pembersihan dan pengelolaan sampah. Meskipun begitu, mereka tetap antusias mengikuti pemaparan dan diskusi dengan para narasumber. Adapun materi yang disajikan merupakan materi-materi wajib dalam pembentukan kader konservasi tingkat pemula. Mulai dari kehutanan umum, kepemimpinan, dasar ekologi, dasar konservasi, flora-fauna Indonesia, bina cinta alam, wisata alam hingga materi PPPK dan SAR. Tidak hanya ceramah, tanya jawab dan diskusi, peserta juga mengikuti praktek lapangan di Cagar Alam Manggis Gadungan dengan penuh semangat. Sebuah semboyan tercipta secara spontan di penghujung acara, ”Kader Konservasi, berkarya sampai mati!” Sebuah semboyan yang menggambarkan semangat untuk berkarya sepanjang hayat dikandung badan. Kami tunggu karya nyata selanjutnya, Bravo Kader Konservasi Indonesia! Sumber : Siti Nurlaili - PEH Muda Seksi KSDA Wilayah I Kediri, Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Artikel

Air Terjun Keempat Ditemukan, TWA Danau Sicike-Cike Semakin Mempesona

Lae Hole II, 16 Mei 2024. Bermula dari kegiatan Patroli Pengamanan Kawasan Hutan yang dilakukan oleh Kepala Resort Taman Wisata Alam (TWA) Danau Sicike-cike dan staf beserta Masyarakat Mitra Polhut (MMP), pada tanggal 6 sampai dengan 9 Mei 2024. Kegiatan patroli ini dimaksudkan sebagai salah satu bentuk atau upaya tindakan preventif untuk mencegah adanya kegiatan/aktifitas illegal yang mungkin dapat mengganggu kawasan konservasi. Selain itu, patroli ini juga merupakan kegiatan inventarisasi dengan mencatat potensi yang ada ditemukan di dalam kawasan TWA Danau Sicike-cike baik flora, fauna maupun potensi lainnya. Patroli Pengamanan Hutan Bersama MMP ini dilakukan secara rutin sehingga data potensi kawasan juga dapat terupdate dan memenuhi seluruh grid-grid kawasan yang ada. Pada patroli kali ini, Tim berhasil menemukan adanya air terjun baru di dalam kawasan TWA Danau Sicike-cike yang cukup tinggi, sehingga membuat air terjun tersebut sebagai air terjun keempat yang ada di dalam kawasan TWA Danau Sicike-cike. Lokasi air terjun ini cukup jauh dan berada di grid kawasan yang paling ujung serta berbatasan dengan kawasan Hutan Produksi. Akses yang cukup sulit serta jarak tempuh yang jauh membuat air terjun sulit ditemukan. Dibutuhkan ekstra tenaga untuk dapat mencapai lokasi ini. Namun dengan keberadaannya yang telah diketahui dan pesona keindahannya yang sangat eksotik, diyakini air terjun ini nantinya akan menjadi salah satu spot destinasi TWA Danau Sicike-cike yang layak untuk dikunjungi oleh wisatawan/pengunjung termasuk yang mempunyai hobbi berpetualang menjelajahi kawasan hutan. Tim berkesempatan berfoto di dekat air terjun yang baru ditemukan Selain air terjun, temuan lain yang menarik perhatian adalah adanya penemuan diduga sarang Orangutan Sumatera (Pongo abelii). Sarang ini ditemukan pada 4 koordinat yang berbeda, di lokasi yang berbatasan dengan Hutan Produksi. Dengan penemuan diduga sarang Orangutan Sumatera tersebut, mendorong untuk dilakukannya penelitian lebih mendalam lagi, guna memastikan bahwa TWA. Danau Sicike-cike termasuk habitat Orangutan Sumatera. Temuan salah satu yang diduga sarang Orangutan Sumatera Adanya temuan baru air terjun dan temuan yang diduga sarang Orangutan Sumatera menunjukkan bahwa kawasan TWA Danau Sicike-cike sangat kaya akan ragam potensi, baik flora, fauna dan wisata alam. Dengan mengemas dan menata seluruh potensi yang ada serta mendesain promosinya semenarik mungkin, kawasan ini kelak bisa menjadi objek wisata andalan dan unggulan di Propinsi Sumatera Utara berdampingan dengan objek wisata Danau Toba yang telah mendunia. Oleh karena itu, perlu upaya untuk terus merawat dan melindungi kawasan ini agar tetap terjaga kelestariannya. Sumber : Hafsah Purwasih, S.Hut. (Penyuluh Kehutanan) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Pekan Keanekaragaman Hayati Indonesia 2024

Jakarta, 15 Mei 2024. Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik, Ditjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyelenggarakan Pekan Kenaekaragaman Hayati Indonesia yang dibuka oleh Wakil Menteri mewakili Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Rangkaian acara Pekan Keaekaragaman Hayati Nusantara digelar pada tanggal 15-17 Mei 2024 bertempat di Gd. Manggala Wanabakti Senayan Jakarta, bersamaan dengan penyelenggaraan World Species Congress, kongres global pertama yang akan dilaksanakan untuk spesies serta merupakan rangkaian dari peringatan hari keanekaragaman hayati yang diperingati setiap tanggal 22 Mei. Membangun optimisme konservasi keanekaragaman hayati di Indonesia dalam jangka Panjang menjadi tujuan kegiatan dengan proses mendiskusikan mengenai pentingnya upaya konservasi spesies untuk mencapai Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework, khususnya Target 4, menghentikan kepunahan dan memulihkan keanekaragaman hayati, dan mencari solusi, berbagi informasi tentang komitmen dan upaya yang telah dilakukan yang dilakukan oleh Pemerintah, organisasi maupun individu/kelompok untuk konservasi spesies di Indonesia, Mengembangkan kolaborasi yang berhasil antara lembaga pemerintah dan organisasi yang berkomitmen untuk menyelamatkan spesies, meningkatkan komitmen dan tindakan yang spesifik dan terukur terhadap pemulihan spesies dan mendiskusikan kemungkinan replikasi strategi dan upaya yang berhasil dilakukan serta menetapkan keberhasilan pemulihan spesies sebagai target kolektif. Untuk menarik minat dan antusisiasme masyarakat juga dilaksanakan beberapa acara di Auditorium dan Selasar Gd. Manggala Wanabakri yaitu Talkshow dengan pembicara dari multi sektor konservasi spesies di Indonesia, seperti Kementerian terkait, Perusahaan, Lembaga Konservasi, komunitas multi spesies, dan generasi muda mempresentasikan upaya-upaya konkret yang telah dilakukan dan keberhasilan konservasi di tingkat tapak, pameran dengan booth species impact organization, dan mini games serta dimeriahkan penampilan Ello sebagai penutup acara. Pemerintah Indonesia, mempunyai komitmen tinggi dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati bagi kelangsungan hidup dan kesejahteraan bangsa dan negara. Kehidupan manusia, ekonomi, dan lingkungan alam kita tak terpisahkan dari keberadaan dan kelestarian keanekaragaman hayati. Keanekaragaman hayati adalah warisan berharga yang harus dijaga dan dilestarikan untuk generasi saat ini dan masa depan. Salah satu upaya Indonesia dalam melaksanakan komitmen bersama konvensi Internasional untuk konservasi keanekaragaman hayati, termasuk Konvensi Keanekaragaman Hayati (Convention on Biological Diversity - CBD). Salah satu target penting CBD yang juga telah diadopsi oleh negara-negara yang telah meratifikasi termasuk Indonesia adalah penghentian kepunahan spesies, perlindungan keanekaragaman genetik, dan pengelolaan konflik manusia - satwa liar. secara kontinyu melakukan tiga tindakan korektif yang berbeda namun saling terkait, yakni: a. Menghentikan kepunahan yang disebabkan oleh manusia pada tahun 2030 dan untuk mengurangi risiko kepunahan, khususnya untuk spesies yang terancam punah b. Mempertahankan dan memulihkan keanekaragaman genetik c. Mengelola interaksi manusia-satwa liar untuk meminimalkan konflik antara manusia dan satwa liar Telah banyak keberhasilan yang ditunjukkan Indonesia dalam berbagai upaya untuk mencegah kepunahan tersebut. Pada tahun 2023 Indonesia menjadi sorotan dunia karena kelahiran 2 individu Badak Sumatera di Suaka Rhino Sumatera (SRS) Taman Nasional Way kambas, selain itu selama tahun 2023 telah dilakukan upaya penyelamatan satwa liar sebanyak 2.490 kejadian, termasuk pemulangan satwa Indonesia yang berada di luar negeri kembali ke Indonesia atau yang kita sebut “repatriasi” sebanyak 4 kali yaitu 1 individu monyet Yaki (Malaysia-Sulawesi Utara), 33 individu kura-kura leher ular rote (Singapura-NTT), 73 individu burung (Filipina-Sulawesi Utara), dan 3 individu orangutan Sumatera (Thailand-Jambi) Repatriasi merupakan bukti negara hadir, terlibat aktif dan tanggung jawab terhadap perlindungan lingkungan dan keanekaragaman hayati. Sumber penyelamatan satwa juga berasal dari penanganan konflik satwa sebanyak 749 kegiatan, dengan 5 terbanyak satwa berkonflik yaitu gajah sumatera (273), buaya muara (127), harimau sumatera (75), beruang madu (65) dan monyet ekor panjang (57); pelepasliaran satwa sebanyak 807 kegiatan, dengan 5 terbanyak satwa yang dilepasliarkan yaitu penyu hijau (52628), penyu lekang (11878), perenjak jawa (7239), labi-labi moncong babi (5231) dan maleo (4131); dan Sitaan/serahan/penyelamatan sebanyak 930 kegiatan, dengan 5 terbanyak satwa yang diselamatkan yaitu perenjak jawa (7349), kakatua koki (5603), labi-labi moncong babi (4738), gelatik batu kelabu (3618) dan kerak kerbau (2498). Konservasi in situ maupun ex situ juga berhasil menunjukkan kinerja positif sepanjang 2016-2023 dengan jumlah kelahiran satwa mencapai 658.496 individu satwa terutama Aves, Herpetofauna, Mamalia, dan Pisces. Kelestarian Kenekaragaman Hayati bukan hanya menjadi tanggungjawab Pemerintah. Kelestarian bumi adalah tanggungjawab seluruh elemen bangsa. Dan harus berkomitmen menjadi bagian tak terpisahkan dari konservasi alam, untuk hidup harmoni dan semakin lebih menghargai alam. agar terwujudnya dunia yang lebih baik dan berkelanjutan. “Be Part of The Plan”. ______________ Sumber: Biro Humas dan Direktorat KKHSG Penanggung jawab berita: Kepala Biro Hubungan Masyarakat, KLHK - U. Mamat Rahmat Website: www.menlhk.go.id dan www.ppid.menlhk.go.id Youtube:Kementerian LHK Facebook: Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Instagram: kementerianlhk Twitter:@kementerianlhk
Baca Artikel

BBKSDA Sulsel Perkenalkan Sistem Baru Pelayanan Publik Melalui Aplikasi Layanan Online

Makassar, 15 Mei 2024 - Dalam upaya meningkatkan pelayanan publik berbasis digital, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan (BBKSDA Sulsel) telah mengembangkan sistem aplikasi layanan online SIMAKSI, SATS DN dan SATS-LN. Pengenalan aplikasi kepada para mitra dilakukan melalui kegiatan “Sosialisasi Sistem Pelayanan Publik Berbasis Digital” yang dilaksanakan pada Rabu, 15 Mei 2024, di Hotel MaxOne Makassar. Acara sosialisasi ini bertujuan untuk memperkenalkan kepada mitra tentang kemudahan akses layanan publik berbasis digital yang disiapkan untuk mempermudah proses administrasi permohonan Surat Izin Masuk Kawasan Konservasi (SIMAKSI), Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Dalam Negeri (SATS-DN), dan Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Luar Negeri (SATS-LN). Penerapan sistem online ini diharapkan dapat menciptakan efisiensi dan transparansi dalam pelayanan publik. Dalam acara ini, peserta mendapatkan pemahaman mendalam tentang berbagai fitur yang tersedia dalam sistem aplikasi, termasuk kemudahan akses, efisiensi waktu dan tahapan proses administrasi yang sebelumnya memakan waktu lama kini dapat diselesaikan dengan lebih cepat. Berbagai saran dan masukan yang diterima selama sosialisasi akan menjadi bahan berharga untuk pengembangan aplikasi online ini ke depannya. Kepala BBKSDA Sulawesi Selatan, Ir. Jusman menyatakan, "Kami berharap dengan adanya sistem aplikasi layanan online ini, mitra dan masyarakat dapat merasakan kemudahan dalam mengurus administrasi terkait konservasi sumber daya alam. Ini adalah langkah maju dalam pelayanan publik yang lebih baik dan responsif terhadap kebutuhan. Kami berharap penerapan sistem online ini akan menciptakan efisiensi dan transparansi dalam pelayanan publik”. Selain sistem aplikasi layanan online SIMAKSI, SATS-DN dan SATS-LN mitra dan masyarakat juga dapat mengakses E-Lapor, ini merupakan bagian dari Sistem Pengelolaan Pengaduan Pelayanan Publik Nasional (SP4N). Layanan ini merupakan sarana penghubung antara publik dengan pemerintah untuk menyampaikan pengaduan maupun keluhan atas ketidaksesuaian pelaksanaan dengan standar pelayanan publik. BBKSDA Sulawesi Selatan adalah Unit Pelaksana Teknis di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang bertanggung jawab atas pelestarian sumber daya alam dan keanekaragaman hayati di wilayah Sulawesi Selatan. Dengan inovasi digital ini, BBKSDA Sulsel berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan mendukung upaya pelestarian lingkungan. Sumber: Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (SIARAN PERS Nomor : SP.13/K.8/TU/Humas/05/2024) Call Center BBKSDA Sulsel: 08114600883
Baca Artikel

Bina Cinta Alam Melalui Visit to School Taman Nasional Kepulauan Togean

Ampana, 15 Mei 2024. Tim Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Popolii, Balai Taman Nasional Kepulauan Togean mengadakan kegiatan Sosialisasi Bina Cinta Alam Visit to School ke SMP Negeri 1 Walea Kepulauan pada tanggal 3 – 5 Mei 2024. Kegiatan dilaksanakan dengan sistem di dalam dan di luar kelas. Pada tanggal 3 Mei 2024, siswa dan siswi dari SMP Negeri 1 Walea Kepulauan belajar tentang “Mengenal Taman Nasional Kepulauan Togean”. Melalui pembelajaran ini mereka jadi tahu pengertian taman nasional, alasan keberadaan Kepulauan Togean menjadi taman nasional, tugas dan fungsi taman nasional, satwa- satwa yang dilindungi, kegiatan apa saja yang dapat merusak ekosistem terumbu karang, dan kegiatan yang menjadi gangguan terhadap kelestarian Taman Nasional Kepulauan Togean. Pada tanggal 4 Mei 2024, siswa dan siswi SMP Negeri 1 Walea Kepulauan belajar di kelas tentang “Hutan”, meliputi pengertian hutan, fungsi-fungsi hutan serta banyaknya pengaruh hutan bagi kehidupan sehari-hari, serta akibat yang terjadi jika hutan dirusak. Oleh karena itu, siswa dan siswi dapat tersadarkan bahwa hutan harus dijaga dan dilestarikan. Di hari terakhir, pada tanggal 5 Mei 2024, kegiatan dilaksanakan di pantai pasir putih Desa Popolii. Kegiatan yang dilakukan yaitu pembelajaran tentang bahaya sampah dan lamanya sampah terurai oleh alam, aksi bersih sampah, pelestarian ekosistem terumbu karang dengan cara transplantasi terumbu karang serta pengenalan alat-alat selam. Siswa dan siswi SMP 1 Walea Kepulauan sangat menikmati kegiatan pembelajaran outdoor ini. Kegiatan Visit to School ini bertujuan untuk menumbuhkan pemahaman tentang pelestarian keanekaragaman hayati dan ekosistemnya serta pentingnya menjaga hutan untuk kehidupan sehari-hari sejak dini. Kegiatan berlangsung seru, menarik dan para siswa siswi sangat antusias mengikuti kegiatan. Agar siswa dan siswi semakin bersemangat dalam mengikuti kegiatan, Tim SPTN Wilayah III Popolii memberikan hadiah bagi siswa dan siswi yang berhasil menjawab pertanyaan dari tim disetiap materi yang disampaikan. Kemudian kegiatan diakhiri dengan peletakkan substrat hasil transplantasi terumbu karang yang dilakukan oleh siswa siswi, percobaan alat-alat selam dan foto bersama serta pemberian cendramata berupa plakat kepada kepala sekolah SMP Negeri 1 Walea Kepulauan. Sumber: Balai Taman Nasional Kepulauan Togean Penulis : Vandra Melvi Juwairiyah Lubis – PEH Pemula Editor : Amalia Diaztari, S.Hut – Penyuluh Ahli Pertama
Baca Artikel

Langkah Konkrit Menyelamatkan Belangkas Si “Darah Biru”

Medan, 14 Mei 2024. Belangkas atau mimi adalah sejenis hewan air yang berbentuk unik. Tubuhnya lebar pipih dan berekor panjang seperti ikan pari, tapi mereka bukan ikan. Dalam bahasa Inggris hewan ini disebut horseshoe crab alias kepiting ladam karena bentuknya dianggap mirip ladam. Julukan kepiting ladam bukan berarti bahwa belangkas adalah sejenis kepiting. Mereka tidak punya antena, maka tidak termasuk kruetasea alias keluarga kepiting dan udang-udangan. Belangkas termasuk chelicerate, yaitu sebuah subfilum yang juga mencakup arachinda. Maka walaupun hidup di laut, belangkas sebenarnya masih berkerabat dengan hewan arachinda seperti laba-laba, kalajengking dan tungau (Mengenal Belangkas, Hewan Unik Penyelamat Jutaan Manusia, https://www.idntimes.com). Belangkas hidup di dasar perairan berpasir dan berlumpur. Hewan ini sering menggali substrat dengan ujung karapasnya, berjalan dengan kaki jalannya dan terkadang berenang dengan menggunakan insang dayungnya. Dikutip dari laman Universitas Airlangga, belangkas termasuk ke dalam golongan binatang laut omnivore dan scavenger (pemakan segala dan pemakan bangkai). Makannya terdiri dari jenis-jenis invertebrate yang lunak dan jenis algae yang ditemukan di dasar perairan. Makanan-makanan tersebut didapatkan belangkas dengan cara mengaduk pasir dan lumpur dengan ekor (telson) dan karapasnya yang keras. (Belangkas, Hewan Era Dinosaurus Yang Hidup di Indonesia, https://www.cnnindonesia.com) Saat ini terdapat 4 (empat) spesies Belangkas yang hidup di dunia. Tiga diantaranya hidup dan terdapat di perairan Indonesia, yaitu : Belangkas Besar (Tachypleus gigas), Belangkas Tiga Duri (Tachypleus tridentatus) dan Belangkas Padi (Carcinoscorpius rotundicauda). Ketiganya merupakan hewan yang dilindungi, berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018. Berdasarkan data International Union for Conservation ofNatures Red List of Threatened Species (IUCN), belangkas masuk dalam satwa terancam punah adalah jenis Tachypleus tridentatus, dengan status Genting atau Endangered (Kupas Tuntas Belangkas, Octavia Susilowati, https://balaiksdasumsel.org). Belangkas disebut sebagai fosil hidup. Bukan saja karena penampilannya yang primitif, tapi juga punya leluhur yang hidup sejak 450 juta tahun lalu, bahkan sebelum dinosaurus hidup di bumi. Dan leluhur mereka ternyata punya penampilan yang gak jauh beda dengan belangkas modern. Darah manusia berwarna merah karena mengandung hemoglobin yang terbentuk dari zat besi. Darah belangkas tidak mengandung hemoglobin, melainkan hemosianin yang mengandung tembaga. Jika terkena udara, hemosianin akan memancarkan warna biru kehijauan, sehingga darah belangkas pun terlihat berwarna biru. Darah ini yang kemudian membuat belangkas punya jasa besar bagi manusia. Pada tahun 1956, ditemukan bahwa darah belangkas mengandung sel khusus amebosit yang bisa mendeteksi adanya bakteri. Jika terpapar bakteri, amebosit ini akan mengeluarkan semacam lender yang mengisolasi bakteri tersebut supaya tidak menyebar. Itu artinya darah belangkas bisa digunakan untuk mengetes steril atau tidaknya suatu komponen obat atau vaksin. Maka sejak 1970, FDA alias Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat mewajibkan segala macam obat dan vaksin yang diberikan melalui suntikan untuk terlebih dahulu di tes menggunakan darah belangkas. Kebijakan serupa kemudian ditetapkan di negara-negara lain. Maka bayangkan sudah berapa juta orang di dunia ini yang terhindar dari infeksi atau bahkan kematian akibat suntikan tidak steril, semuanya berkat darah belangkas (https://www.idntimes.com). Populasi hewan langka ini terancam karena beberapa faktor, diantaranya perburuan dan eksploitasi guna diperdagangkan sebagai pemenuhan konsumsi maupun untuk pemenuhan kebutuhan biomedis yang dilakukan oleh masyarakat, degradasi habitat serta pencemaran lingkungan (https://balaiksdasumsel.org). Lalu, apa yang dapat dan harus dilakukan ? Sosialisasi dan kampanye, menjadi krusial dan urgen dilakukan secara kontinyu yang melibatkan berbagai pihak/elemen termasuk di dalamnya media massa. Karena masih banyak masyarakat, khususnya nelayan, yang belum mengetahui bahwa Belangkas termasuk jenis yang dilindungi sehingga mereka sering secara serampangan mengeksploitasinya besar-besaran dari alam hanya untuk tujuan diperdagangkan. Oleh karena itu, masyarakat perlu mendapatkan pencerahan dan mengetahui informasi yang benar tentang belangkas serta statusnya, hingga pada akhirnya terpanggil untuk ikut menjaga kelestariannya. Dibagian lain upaya penegakan hukum (law enforcement) juga menjadi hal yang tidak kalah penting dalam rangka menimbulkan efek jera bagi para pelaku dan calon pelaku produktif lainnya yang ingin mengeksplorasi dan mengeksploitasi satwa ini. Dan terakhir, mengingat belangkas merupakan salah satu biota laut yang prospek pemanfaatannya dapat diolah sebagai bahan baku industri farmasi, maka kedepannya patut juga dipertimbangkan upaya-upaya penangkaran (budidaya) satwa ini, sehingga pelestariannya bisa sejalan dengan pemanfaatannya. Untuk merealisasikan semua langkah-langkah progresif tersebut, diperlukan keterpaduan berbagai pihak. Keterpaduan (kolaborasi) ini harus dimulai sedini mungkin, tanpa menunggu sampai populasinya kritis. Sumber : Evansus Renandi Manalu (Analisa Tata Usaha) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Cerita Taruni Politeknik AUP Jakarta, 90 Hari di TN Taka Bonerate

Benteng - Kepulauan Selayar, 14 Mei 2024. Setelah 90 hari di Taman Nasional (TN) Taka Bonerate, dua taruni Politekni Ahli Usaha Perikanan Jakarta ini akhirnya telah selesai melakukan program praktik akhir dan magangnya dengan baik. "Alhamdulillah, akhirnya selesai juga praktik akhir dan magang kami dengan baik dan sehat walafiat, tak lupa kami ucapkan terima kasih kepada bapak-bapak sudah membantu dan mendampingi kami selama dilapangan," ujar Murti salah satu taruni yang baru saja presentasi hasil sementara di depan para pimpinan Balai TN Taka Bonerate. Sudah tradisi bagi setiap mahasiswa sebelum dan setelah melaksanakan penelitian ataupun magang di dalam kawasan Taman Nasional Taka Bonerate harus presentasi di depan pimpinan dan staf Balai TN Taka Bonerate. "Ini sudah kewajiban seorang mahasiswa atau peneliti yang ingin atau sudah berkegiatan, harus presentasi di depan para ASN Balai," jelas Raduan Plt Kepala Balai TN Taka Bonerate. Dikesempatan yang sama Ka Subag TU Usman menambahkan bahwa selain presentasi para mahasiswa yang ingin berkegiatan atau penelitian terlebih dahulu mengisi Simaksi (Surat Izin Masuk Kawasan). "Sebelum berkegiatan salah satu prosedur yang harus dipenuhi adalah mengisi Simaksi, dan untuk mempermudah kami sudah siapkan E-Simaksi, jadi ngisinya bisa online dan itu bayarnya nol Rupiah" Jelas Usman. Kedua taruni ini mempunyai kegiatan praktik akhir atau penelitian yaitu Ditribusi Kerang Kima (Tridacna Sp) dan Hubungan Kerapatan Lamun (Seagrass) dengan Kelimpahan Gastropoda di 3 Pulau, yaitu P. Tarupa Kecil, P. Tinabo Besar dan Rajuni Besar. Adapun tujuan kegiatan penelitiannya adalah mengkaji indeks kelimpahan, pola sebaran indeks keanekaragaman, seragaman dan dominansi sedangkan pada lamun yaitu mengkaji struktur ekosistem lamun, kualitas perairan, hubungan ekosistem lamun dan gastropoda. Hasil kegiatan penelitian yang dilakukan oleh kedua Taruni Politkenik AUP Jakarta sangat diapresiasi oleh para pimpinan yang hadir, Plt Kepala Balai dan Ka Subag TU. "Kami ucapkan terima kasih atas selesainya kegiatan praktik akhir ini, hasilnya ini sangat mendukung data tematik kami sebagai pengelola, jika laporannya selesai segera ditembuskan ke kami baik itu dalam soft atau hard copynya," Ucap Plt Kepala Balai Raduan. Penyerahan Sertifikat dari Balai TN Taka Bonerate pada akhir giat presentasi sebagai tanda telah melakukan kegiatan dan tak lupa penyerahan plakat kenang-kenangan dari pihak Taruni Politekni AUP Jakarta. Nah, untuk mahasiswa yang ingin magang atau penelitian silahkan menghubungi call center atau sosial media kami. Sumber: Asri - Humas Balai TN Taka Bonerate Sumber Foto : Gilman Mudassir - Humas Balai TN Taka Bonerate
Baca Artikel

Merajut Kesepakatan Untuk Kelestarian Kawasan Konservasi

Penandatanganan kesepakatan konservasi di Nagori Purba Dolok, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun Pematangsiantar, 14 Mei 2024. Kawasan Konservasi merupakan kawasan yang bertujuan untuk melindungi habitat dan tempat hidup berbagai jenis makhluk hidup. Pada umumnya, di sekitar kawasan konservasi tersebut terdapat kelompok-kelompok masyarakat yang bermukim. Maka dari itu, diperlukan pemberdayaan masyarakat untuk memberikan pengetahuan tentang pelestarian kawasan konservasi dan kemandirian masyarakat melalui kegiatan yang dinamakan kesepakatan konservasi Kesepakatan konservasi pada intinya merupakan bentuk pengakuan dari pemerintahan desa dan masyarakat akan keberadaan kawasan konservasi serta komitmen untuk menjaga dan merawat kawasan tersebut agar tetap lestari melalui dukungan terhadap kegiatan pengembangan ekonomi masyarakat. Kesepakatan konservasi juga merupakan salah satu upaya pengelolaan kawasan konservasi yang lebih baik, melalui dukungan partisipasi aktif masyarakat desa dan mensinergikannya dengan kegiatan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan pemberdayaan masyarakat merupakan salah satu target/sasaran pembangunan dibidang KSDAE dengan indikator ketercapaian IKK adalah adanya kesepakatan konservasi antara pemerintah desa/kelurahan dengan pengelola kawasan konservasi (Kepala Balai/Balai Besar KSDA atau pejabat yang ditunjuk). Kesepakatan konservasi tersebut isinya memuat poin-poin yang mengatur tentang : pengakuan pemerintah desa/kelurahan terhadap keberadaan kawasan konservasi, kesediaan pemerintah desa untuk turut berperan dalam pelestarian kawasan konservasi, kegiatan pemberdayaan masyarakat dilakukan oleh pengelola kawasan konservasi untuk meningkatkan produktivitas ekonomi desa binaan, serta kesepakatan lain sesuai dengan kondisi lapangan dari desa-desa konservasi. Penandatanganan kesepakatan konservasi di Desa Lumban Pinasa, Kecamatan Habinsaran, Kabupaten Toba Sepanjang bulan Maret sampai dengan bulan Mei 2024, Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar telah melaksanakan penandatanganan Kesepakatan Konservasi dengan 8 (delapan) Kepala Desa di sekitar Kawasan Konservasi, masing-masing Nagori Purba Dolok, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun berbatasan dengan kawasan CA. Martelu Purba, Desa Kuala Beringin, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara berbatasan dengan kawasan SM. Dolok Surungan I, Desa Lumban Pinasa dan Lumban Pinasa Saroha, Kecamatan Habinsaran, Kabupaten Toba, dan Desa Sipagabu dan Liattondung Kecamatan Nassau Kabupaten Toba berbatasan langsung dengan kawasan SM. Dolok Surungan II, serta Desa Sibuntuon dan Pagar Batu, Kecamatan Habinsaran, Kabupaten Toba berbatasan dengan kawasan SM. Dolok Surungan III. Penandatanganan kesepakatan konservasi di Desa Sipagabu, Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba Penandatangan dilakukan langsung Kepala Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar, disaksikan Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Kisaran, Kepala Seksi Konservasi Wilayah IV tarutung, Kepala Resort Konservasi Wilayah CA. Martelu Purba, SM. Dolok Surungan I, SM. Dolok Surungan II, SM. Dolok Surungan III dan staf Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar. Hingga tahun 2024 sudah terjalin 24 Kesepakatan Konservasi antara Balai Besar KSDA Sumatera Utara dengan Pemerintah Desa di sekitar kawasan konservasi di Wilayah Kerja Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar. Harapannya semua desa penyangga dan desa sekitar kawasan konservasi dapat menjalin kesepakatan konservasi agar tercipta sinergitas antara Balai Besar KSDA Sumatera Utara dan masyarakat untuk meningkatkan perekonomian dan kelestarian kawasan konservasi tetap terjaga Sumber : Lisbeth Yuni S. Manurung, S.Hut. (Penyuluh Kehutanan Muda) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Revisi Blok Pengelolaan TWA Deleng Lancuk Agar Optimal

Kuta Gugung, 13 Mei 2024. Kepala Bidang KSDA Wilayah I Kabanjahe, Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang dan staf telah melaksanakan kegiatan peninjauan lapangan terkait usulan revisi blok pengelolaan kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Deleng Lancuk pada tanggal 30 April s.d. 2 Mei 2024. Tujuannya adalah untuk melihat dan mengevaluasi kembali kesesuaian blok dengan kondisi terkini di lapangan, guna memastikan dan merekomendasikan perlunya dilakukan revisi yang lebih faktual dengan pertimbangan ekologis dan juga sosial budaya. Taman Wisata Alam Deleng Lancuk berada di Desa Kuta Gugung, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, dan berada di kaki Gunung Sinabung dengan spot wisatanya adalah Danau Lau Kawar. TWA. Deleng Lancuk yang memiliki luas 435 Ha ini memiliki 3 blok pengelolaan yaitu Blok Pemanfaatan, Blok Perlindungan dan Blok Tradisional. Salah satu lokasi blok yang rencananya akan direvisi adalah lokasi blok pemanfaatan yang berbatasan dengan kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Barisan, dimana memiliki tutupan lahan berhutan lebat, merupakan areal gambut (tanah keke) dan menjadi habitat burung bangau (migran). Memiliki resiko tinggi ketika dikelola (belum ada penelitian/kajian terkait tanah keke) sehingga areal tersebut akan diusulkan menjadi blok perlindungan demi menjaga (memproteksi) ciri khas kawasan TWA. Deleng Lancuk. Dengan adanya revisi blok pengelolaan ini, diharapkan TWA Deleng Lancuk menjadi lebih tertata dengan mengetahui lokasi mana yang dapat dimanfaatkan baik untuk penelitian ataupun kunjungan wisata (tracking) serta kegiatan lain, hingga lokasi yang harus dilindungi demi menjaga habitat tumbuhan dan satwa liar, dan secara keberlanjutan memberi jaminan terpenuhinya sumber air maupun oksigen bagi masyarakat sekitarnya. Sumber : Hafsah Purwasih (Penyuluh Kehutanan) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Kunjungan Kedua Kapal Wisata Coral Expedition di TN Taka Bonerate

P. Tinabo - Kepulauan Selayar, 29 April 2024. Coral Expedition berkunjung untuk kedua kalinya tahun ini tepatnya pada Senin silam (29/4), dengan rute trip yang sama yaitu ke Pulau Tinabo (Resort Tinabo) dan Pulau Rajuni Kecil (Resort Rajuni), Taman Nasional Taka Bonerate. Jumlah pengunjung terrdiri dari 88 orang yang terdiri dari beberapa negara meliputi Selandia Baru : 3 orang, UK : 2 orang, Belanda : 1 orang, USA : 1 orang dan sebagian besar dari Australia sebanyak 81 orang. Kapal Wisata berbendera Australia ini berangkat dari Makassar dengan tujuan akhir Darwin Australia. Adapun trip wisata ini memadukan model wisata berbasis edukasi di Pulau Tinabo dan wisata berbasis masyarakat lokal di P. Rajuni. Sebelum melakukan aktivitas wisata para wisatawan diberikan penjelasan umum dari Danpos Resort Tinabo dan pemberian plakat TN Taka Bonerate ke Ketua Tim Rombongan. Aktifitas yang dilakukan selama di Pulau Tinabo diantaranya Penanaman Pohon, Transplantasi Karang, Pelepasan Penyu dari pemulihan kesehatan, Interaksi dengan Baby Shark, Snorkeling, disekitaran Perairan Pulau Tinabo. Selanjutnya mereka berkunjung ke Pulau Rajuni Kecil, di pulau ini diterima oleh Pemerintah Desa, Personil Resor Rajuni dan kelompok Model Desa Konservasi Tau Pulo dengan suguhan Tarian Tradisional. Disela-sela acara penyambutan, ketua rombongan secara simbolis menyerahkan bingkisan berupa alat tulis ke anak-anak sekolah desa Rajuni. Guide wisatawan dibagi 2 sesuai dengan dusun, yaitu : dusun Bugis dan Bajo. Di Pulau Rajuni melihat proses pembuatan kapal Tradisional, proses pengolahan ikan basah menjadi kering (Ikan Asin) yang dilakukan oleh masyarakat lokal. Setelah melakukan kunjungan trip di P. Rajuni, para wisatawan kembali ke Kapal Pesiar dan meninggalkan Pulau Rajuni Taman Nasional Taka Bonerate dan bertolak untuk kunjungan wisata berikutnya, P. Komodo dan Kembali ke Darwin Australia. Sumber: Asri - Humas Balai TN Taka Bonerate

Menampilkan 817–832 dari 2.305 publikasi