Minggu, 24 Mei 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Tim Patroli Pencegahan Kebakaran SPTN II Baserah Gencar Awasi Areal Rawan

Baserah, Juni 2024 - Tim Patroli Pencegahan Kebakaran Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Baserah, Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) telah melaksanakan serangkaian kegiatan intensif dalam rangka mengantisipasi potensi kebakaran hutan di beberapa titik rawan, terutama di sekitar bekas kebakaran tahun lalu, Kamis (13/6). Tim melakukan patroli rutin ke beberapa lokasi strategis yang telah ditetapkan. Di antaranya adalah areal bekas kebakaran di beberapa grid kawasan TN Tesso Nilo. Selain itu, tim juga melakukan kunjungan ke pondok warga yang berdekatan dengan lokasi bekas kebakaran tahun 2023 untuk memberikan sosialisasi serta himbauan agar masyarakat tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan. Salah satu temuan signifikan dalam patroli kali ini adalah adanya aktivitas yang berpotensi membahayakan di beberapa titik. Tim menemukan tiga orang yang sedang melakukan penyemprotan herbisida di belakang lokasi pembibitan BSH di Grid I18. Para pelaku mengaku diinstruksikan oleh seorang warga berinisial NG dari Toro. Tim dengan tegas memberikan peringatan dan menjelaskan potensi bahaya kebakaran yang dapat timbul di musim kemarau. Mereka kemudian diminta untuk segera meninggalkan lokasi dan merapihkan peralatan mereka. Selain itu, tim juga menemukan empat orang sedang melakukan penanaman sawit di dalan kawasan. Mereka mengaku bekerja atas perintah oknum masyarakat berinisial MR, dari Toro Jaya. Tim segera memberikan peringatan kepada mereka untuk tidak melanjutkan aktivitas tersebut dan segera meninggalkan kawasan TN Tesso Nilo. Secara keseluruhan, tim patroli mencatat adanya peningkatan aktivitas potensial yang dapat menyebabkan kebakaran. Hal ini menjadi perhatian serius mengingat pendekatan musim kemarau yang semakin mendekat. Tim Patroli Pencegahan Kebakaran SPTN II Baserah mengungkapkan semoga upaya yang dilakukan dapat membantu mencegah terjadinya bencana kebakaran hutan dikawasan TN Tesso Nilo. Sumber: Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Areal Terbuka, Tim Patroli BTN Tesso Nilo Sebar Benih

Baserah, 19 Juni 2024 - Tim Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Baserah, Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), giatkan patroli penjagaan berbasis smart patrol dikawasan TN Tesso Nilo tepatnya Resort Nilo, SPTN Wilayah II Baserah. Membawa peralatan seadaanya tim melalukan patroli dengan sistem mandah dan menginap didalam kawasan hutan. Sepanjang perjalanan menuju camp, cuaca dalam kondisi gerimis sehingga tim beberapa kali sempat berhenti sementara. Setelah cuaca membaik tim berpatroli diareal-areal rawan dan memasang plang-plang peringatan di wilayah tersebut. Tim juga memanfaatkan musim hujan untuk menyebarkan benih biji-bijian diareal-areal terbuka. Menariknya selama didalam areal hutan, tim banyak menjumpai indikasi keberadan satwa-satwa seperi burung rangkong, bekas cakaran beruang pada pohon, burung elang, dan lain-lain. Menemukan berbagai macam satwa yang masih sangak eksis, tim ungkapkan semakin bersemangat untuk mengintensifkan patroli demi melindungi tumbuhan dan jenis jenis satwa yang berada di kawasan. Sumber: Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Aktivitas Patroli Mendata Areal Tumbangan

Lubuk Kembang Bunga, 19 Juni 2024 - Pekan lalu petugas Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) melakukan patroli kawasan konservasi di areal Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Lubuk Kembang Bunga (LKB) khususnya pada Resort Air Hitam. Pada patroli kali ini tim sempat mengalami kendala dimana jalur patroli tertutup tumbangan-tumbangan kayu, sehingga tim merubah haluan perjalanan dengan melewati akses jalan lain. Tim dalam perjalanan menemukan bekas-bekas tumbangan lama namun tidak ada tanda-tanda aktifitas para perambah di bekas tumbangan tersebut. Tim mendata areal-areal tumbangan maupun areal terbuka untuk segera berkoordinasi dengan Kepala SPTN Wilayah I LKB dan Kepala Balai TN Tesso Nilo agar areal-areal tersebut dapat diberi tindak lanjut seperti penanaman, penyebaran biji, dan lain sebagainya. Tim sampaikan terus optimis dan akan berupaya keras demi menjaga dan menyelamatkan kawasan hutan dari kerusakan. Patroli kawasan secara tersebar dilakukan oleh tim-tim petugas TN Tesso Nilo untuk mewujudkan hutan alam yang lestari. Petugas himbau masyarakat untuk tidak melakukan aktifitas illegal didalam kawasan, dan bersinergi dengan petugas dalam menjaga hutan alam. Sumber: Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Peningkatan Kompetensi Melalui Latihan Menembak 2024

Medan, 19 Juni 2024. Upaya meningkatkan kompetensi di lingkungan pejabat fungsional Polisi Kehutanan (Polhut) pada Balai Besar KSDA Sumatera Utara, telah dilaksanakan kegiatan Latihan Menembak selama 2 hari, Rabu dan Kamis (12/6 s.d. 13/6), dimana materi ruang pada Rabu (12/6) di kantor Balai Besar KSDA Sumatera Utara dan praktek dilaksanakan di Lapangan Tembak YHL Shooting Range, Desa Durin Tonggal, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang pada Kamis (13/6). Kegiatan Latihan menembak ini bekerjasama dengan Direktorat Intelkam Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara. Peserta sebanyak 40 orang, terdiri dari pejabat struktural dan pejabat fungsional Polisi Kehutanan Balai Besar KSDA Sumatera Utara, dengan instruktur dari Sekolah Polisi Negara (SPN) Hinai Polda Sumatera Utara. Peserta mendapat pembekalan tentang dasar-dasar menembak yang baik dan benar dan mempraktekkannya langsung. Melalui kegiatan ini diharapkan peserta memiliki pengetahuan dan pengalaman yang nantinya bisa diterapkan di lapangan saat melaksanakan tugas sehari-hari. Di akhir pelatihan, dilakukan evaluasi serta penilaian dan diperoleh hasil peserta yang berprestasi, yaitu masing-masing : Hardi Hutabarat (Polhut pada Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan) sebagai Terbaik I (Pertama), Rizki Pramana Putra (Polhut pada Bidang KSDA Wilayah I Kabanjahe) sebagai Terbaik II (Kedua) dan Boby Natalius Purba, S.Hut. (Polhut pada Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar) sebagai Terbaik III (Ketiga). Selamat buat yang berprestasi, dan semoga kegiatan ini bermanfaat dalam peningkatan kapasitas pejabat fungsional polhut untuk lebih berkompeten dan professional. Sumber : Ani, SP. (Polhut Ahli Muda) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Menyelamatkan Bumi Dari Ancaman Degradasi Lahan & Kekeringan

Medan, 19 Juni 2024. Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengirimkan surat kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) soal peringatan potensi kemarau panjang di sejumlah wilayah Indonesia. Dalam surat tersebut, Dwikorita mengatakan, saat ini sejumlah wilayah Indonesia sudah mengalami kondisi kering, khususnya di daerah-daerah yang berada di bagian selatan khatulistiwa. Hal tersebut berdasarkan Hari Tanpa Hujan (HTH) yang menunjukkan mayoritas wilyah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara sudah mengalami HTH sepanjang 21–30 hari atau lebih panjang. Selain itu, menurutnya monitoring dengan satelit menunjukkan kemunculan beberapa titik panas atau hotspot awal pada daerah-daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sebagaimana dikutip dari Harian Mistar, Selasa 28 Mei 2024, hal. 2. Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan bahwa dunia saat ini menuju kondisi neraka iklim sebagaimana diperingatkan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) Antonio Guteres. Hal itu disampaikan Jokowi pada acara Rakornas Pengendalian Inflasi Tahun 2024 dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Award di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/6). Menurut Presiden suhu bumi akan mencapai rekor tertinggi pada lima tahun kedepan. Presiden meminta jajarannya untuk hati-hati karena akan berdampak pada masalah pangan. (Tribun Medan, Sabtu, 15 Juni 2024, hal. 1). Potensi kemarau panjang yang mengancam terhadap kekeringan telah pula memantik reaksi dunia internasional. Melalui Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO meresponnya dengan menyebutkan bahwa frekwensi dan intensitas kejadian cuaca ekstrim semakin meningkat yang diperkirakan berpotensi menyebabkan, meningkatkan atau mengubah keadaan dan penyakit yang ditularkan melalui air. Karena itu pemerintah seluruh dunia didorong untuk mengembangkan dan secara berkala menguji efektivitas rencana tanggap darurat keamanan pangan nasional, sekaligus meningkatkan elemen lain dari sistem pengendalian pangan nasional, termasuk pengawasan penyakit bawaan makanan dan pemeriksaan pangan berbasis resiko secara berkala. Kondisi dan situasi ini menjadi catatan penting di saat dunia memperingati Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia atau The World Day to Combat Desertification and Drought, yang diperingati setiap tanggal 17 Juni. Degradasi lahan dan kekeringan merupakan fenomena alam yang cukup merugikan dan berdampak cukup buruk bagi keberlangsungan kehidupan manusia. Sebagaimana diketahui, bahwa degradasi lahan pada umumnya disebabkan oleh perbuatan yang dilakukan manusia, seperti : pembersihan lahan, hilangnya nutrisi tanah secara permanen akibat praktik pertanian yang kurang baik, irigasi yang tidak baik dan pengambilan air tanah berlebih, perluasan lahan yang menabrak habitat hewan liar, pertanian monokultur dan pembuangan sampah non biodegradable, seperti plastik. Sedangkan kekeringan terjadi akibat fenomena alam yang terjadi di dunia, dimana penyebabnya : curah hujan yang rendah, global warning, minimnya daerah resapan, letak geografis tepat di bawah garis khatulistiwa, dan kerusakan hidrologis (17 Juni Hari Penanggulangan Degradasi Lahan Dan Kekeringan Sedunia, Mari Jaga Bumi Tercinta !, https://www.idntimes.com). Tujuan utama dari peringatan Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia ini adalah : untuk meningkatkan kesadaran publik tentang masalah lahan kritis yang terjadi akibat kekeringan dan degradasi lahan, serta memberi informasi kepada masyarakat bahwa masalah lahan kritis bisa diatasi secara efektif dengan solusi tertentu. Apa yang bisa dipetik dari peringatan Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Sedunia tahun ini ? Momentum ini menjadi inspirasi serta motivasi untuk melakukan kerja-kerja nyata dalam mengatasi ancaman degradasi lahan dan kekeringan yang sudah di depan mata. Perlu kerja keras dengan melakukan langkah-langkah konkrit dan berkelanjutan (suistanable). Permasalahan degradasi yang terjadi di beberapa kawasan konservasi akibat adanya kegiatan/aktivitas perambahan dan pengalihan fungsi kawasan menjadi skala prioritas untuk segera diselesaikan. Disamping kegiatan pemulihan kawasan melalui penanaman, penghijauan, rehabilitasi lahan dan restorasi juga takkala pentingnya untuk terus digiatkan dan gencar dilakukan. Untuk itu diperlukan keterlibatan dan peranserta seluruh komponen secara berkolaborasi, bergerak bersama bersinergi menyelamatkan bumi dari degradasi lahan dan kekeringan menuju alam dan lingkungan yang lestari. Tunggu apalagi ….? Sumber : Evansus Renandi Manalu (Analis Tata Usaha) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Kolaborasi Pengelolaan Rencana Proyek Pembangunan Tanggul di Tepi Danau Matano

Makassar, 11 Juni 2024 – Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan (BBKSDA Sulsel), Ir. Jusman, menerima kunjungan jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Timur dan Manajemen PT. Vale Indonesia Tbk. di Ruang Rapat Kantor BBKSDA. Kunjungan ini bertujuan untuk mendiskusikan rencana proyek pembangunan tanggul di Desa Nikkel, Kecamatan Nuha, yang terletak di tepi Taman Wisata Alam (TWA) Danau Matano. Proyek ini akan dilaksanakan dengan bantuan dana dari PT. Vale Indonesia Tbk. Rencana pembangunan tanggul bertujuan untuk mengintegrasikan akses dermaga dengan jalan yang eksisting termasuk penyediaan sarana UMKM khususnya usaha kuliner, mengamankan dari abrasi, dan mencegah aliran sedimentasi. Dalam sambutannya, Kepala BBKSDA Sulawesi Selatan, Ir. Jusman, menekankan pentingnya kolaborasi dalam pengelolaan kawasan konservasi. "Pengelolaan kawasan konservasi memerlukan kolaborasi dengan berbagai pihak, mengintensifkan komunikasi, serta tertib aturan dengan memperhatikan regulasi terbaru yang ada,". "Dengan komunikasi yang baik, kebutuhan para pihak yang ada, baik BBKSDA Sulawesi Selatan, Pemerintah Daerah Luwu Timur, masyarakat, dan PT. Vale Indonesia Tbk. ke depan dapat terpenuhi dan diantisipasi dengan baik". Hal lain penting yang harus diperhatikan adalah memastikan limbah aktifitas pada area tersebut tidak memberi dampak pada Danau Matano dengan menyiapkan perencanaan penanggulangan sampah termasuk fasilitas MCK”. Perwakilan dari Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh BBKSDA Sulawesi Selatan. Mereka bersama-sama dengan PT. Vale Indonesia Tbk. berkomitmen untuk mematuhi berbagai ketentuan yang ada sehingga proyek pembangunan tanggul ini dapat bermanfaat bagi semua pihak. Selain itu, perhatian khusus akan diberikan terhadap dampak yang mungkin timbul dan berpengaruh terhadap ekosistem perairan di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Danau Matano. Kerja sama ini diharapkan tidak hanya memperkuat sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat, tetapi juga menjamin bahwa proyek pembangunan tanggul dapat berjalan sesuai dengan aturan dan berkelanjutan untuk menjaga kelestarian lingkungan. Sebagai informasi, TWA Danau Matano yang berada di Kabupatan Luwu Timur, merupakan kawasan konservasi yang ditetapkan melalui SK Menteri Kehutanan RI Nomor: SK.6597/Menhit-VII/KUH/2014 tanggal 28 Okrober 2014 seluas 23.219,30 Ha dengan fungsi perlindungan dan pelestarian tumbuhan dan satwa endemik serta pemanfaatan pariwisata dan rekreasi alam. Sumber: Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (SIARAN PERS Nomor : SP.18/K.8/TU/Humas/06/2024) Call Center BBKSDA Sulsel: 08114600883
Baca Artikel

Bahas TN Gunung Latimojong Bersama Komisi II DPRD Kabupate Luwu

Makassar, 11 Juni 2024 – Plh. Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (Sulsel), Muhammad Rasul, SH, MH, Selasa (11/6), menerima kunjungan delegasi Komisi II DPRD Kabupaten Luwu beserta rombongan yang terdiri dari Asisten II Pemerintah Kabupaten Luwu, Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya beserta jajarannya di kantor BBKSDA Sulsel. Kunjungan tersebut membahas kemajuan proses pengusulan Taman Nasional Gunung Latimojong yang meliputi wilayah Kabupaten Enrekang, Toraja, Luwu, dan Sidrap. Pada saat pembahasan berlangsung, dari Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan menyampaikan bahwa proses pengusulan Taman Nasional Gunung Latimojong saat ini berada di tingkat Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, dan diharapkan dapat segera diajukan ke Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk proses lebih lanjut, termasuk perubahan fungsi dan penetapan menjadi kawasan konservasi/taman nasional. Pentingnya penetapan Taman Nasional Latimojong menjadi sorotan utama dalam pertemuan ini, terutama mengingat akhir-akhir ini di wilayah Kabupaten Enrekang, Toraja, Luwu, dan Sidrap terjadi bencana alam banjir dan tanah longsor. Penetapan kawasan konservasi/taman nasional ini menjadi suatu kebutuhan bersama untuk menjaga kelestarian alam dan melindungi masyarakat dari resiko potensi bencana yang lebih besar di masa depan. Komitmen kuat juga terlihat dari pemerintah Kabupaten Luwu yang menegaskan dukungannya hingga penetapan kawasan hulu Latimojong sebagai taman nasional. Ini merupakan langkah nyata dalam mendukung upaya pelestarian alam dan pembangunan berkelanjutan di wilayah tersebut. Melalui pertemuan ini, diharapkan kerjasama antara Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, pemerintah Kabupaten Luwu, dan semua pihak terkait dapat semakin solid untuk mencapai tujuan bersama dalam menjaga kelestarian alam serta kesejahteraan masyarakat. Sumber: Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (SIARAN PERS Nomor : SP.17/K.8/TU/Humas/06/2024) Call Center BBKSDA Sulsel: 08114600883
Baca Artikel

Pemulihan Ekosistem di Cagar Alam Gunung Picis Dan Cagar Alam Gunung Sigogor

Ponorogo, 12 Juni 2024. Kegiatan pemulihan ekosistem di Cagar Alam (CA) Gunung Picis dan CA. Gunung Sigogor telah dilaksanakan pada tahun 2022 yang lalu. Saat itu, tidak kurang 548 bibit ditanam di CA. Gunung Picis dan 400 bibit di CA. Gunung Sigogor, adapun jenis bibitnya terdiri dari Pasang, Morosowo, Wesen, dan Cemoro Gunung. Berdasarkan kegiatan supervisi pemulihan ekosistem (PE) pada 12 Juni 2024 di kedua kawasan konservasi tersebut, diketahui bahwa tingkat keberhasilan penanaman sekitar 90-95%. Dengan pertumbuhan tanaman bervariasi antara 2 hingga 3 meter, tergantung pada jenis bibit yang ditanam. Menurut Agustinus Krisdijantoro, Kepala Bidang KSDA Wilayah I Madiun, faktor yang membuat tingkat keberhasilan penanaman relatif tinggi, diantaranya disebabkan oleh rutinitas dalam pemantauan dan pemeliharaannya. “Dalam setiap kesempatan kegiatan yang dilakukan oleh Tim Resort Konservasi Wilayah (RKW) 06 Ponorogo dalam kawasan konservasi, seperti patroli kawasan,” imbuhnya. Saat dihubungi melalui Whatsapp, Dina Jayanti, Polisi Kehutanan pada RKW 06 Ponorogo menjelaskan bahwa luas kawasan pemulihan ekosistem di CA G. Sigogor seluas 1,3 Ha, sedangkan di CA G. Picis seluas 1 Ha. Dan selama ini juga dilakukan penyulaman jika terjadi kematian pada bibit-bibit PE. “Pada pemeliharaan tahun pertama ada sekitar 20% bibit disulam dari total keseluruhan bibit, sedangkan pada pemeliharaan tahun kedua ada sekitar 10% bibit,” ujar Dina. Sumber : Agus Irwanto - Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Artikel

Verifikasi Dugaan Pencemaran Lingkungan Hidup Akibat Kandasnya Kapal Kandas di Pulau Panaitan TN Ujung Kulon

Labuan, 12 Juni 2024. Pada tanggal 20 s.d 22 Mei 2024, Tim dari Direktorat Penyelesaian Sengketa Lingkungan Hidup, Ditjen Gakkum KLHK melakukan verifikasi dugaan pencemaran lingkungan hidup akbiat terdamparnya kapal TB. Bomas Karya dan Tongkang BG. Pulau Tiga 338 milik PT. Pulau Seroja Jaya di Perairan Tanjung Cina Pulau Panaitan yang merupakan kasawan TNUK. Kegiatan verifikasi ini menghadirkan ahli Ekotoksikologi dan Pencemaran, Ahli Oseanografi terapan, Ahli Terumbu Karang, Ahli Ekologi Karang, ahli valuasi ekonomi, yang berasal dari Universitas dan BRIN. Tim tersebut menganalisa kondisi hidrooseanografi yang diantaranya mencakup analisa data batimetri arus dan angin di lokasi verifikasi, analisa data tersebut digunakan sebagai input model numerik sebaran tumpahan Batubara, juga dilakukan pengambilan sampel air laut, sedimen, dan biota, yang dilakukan untuk untuk melihat dugaan tumpahan batu bara, serta untuk membuktikan adanya pencemaran air laut akibat kandasnya kapal tersebut di Perairan pulau Panaitan TNUK. Selain itu dilakukan pengukuran luasan kerusakan karang menggunakan metode tulang ikan (fishbone method) dan pengukuran volume tumpahan batu bara menggunakan transek lingkaran (transek circle). Hasil verifikasi lapangan menunjukkan telah terjadi kerusakan terumbu karang akibat kandasnya kapal TB. Bomas Karya dan BG. Pulau Tiga 338 di perairan Pulau Panaitan TNUK dituangkan dalam Berita Acara. Dugaan pencemaran lingkungan masih menunggu hasil laboratorium dan akan diolah Tim Ahli KLHK untuk menghasilkan luas area kompensasi. Data-data dan informasi yang diperoleh, selanjutnya ditabulasi dan akan dianalisis untuk menghasilkan nilai-nilai kerugian sebagaimana dimaksud pada Permen LH Nomor 07 Tahun 2014 tentang Kerugian Lingkungan Hidup akibat Pencemaran dan/atau Kerusakan Lingkungan Hidup. Setelah verifikasi lapangan akan dilakukan tahapan selanjutnya (klarifikasi hasil verifikasi sengketa lingkungan hidup). Semoga kerusakan terumbu karang tidak meluas dan merusak ekosistem laut. Sumber: Balai Taman Nasional Ujung Kulon
Baca Artikel

BBKSDA Sulsel Dukung Pengembangan Jalan Nasional Dengan Penandatanganan PKS

Makassar, 16 Mei 2024. Telah dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sulawesi Selatan dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sulawesi Selatan di Bogor, Senin (10/6). Acara ini berlangsung di Ruang Rapat Savana, Ditjen Perencanaan Kawasan Konservasi, dengan tujuan mengkoordinasikan pembangunan jalan yang melintasi kawasan konservasi, serta memastikan kelestarian lingkungan tetap terjaga. Pelaksanaan kerja sama pembangunan strategis yang tidak dapat dielakkan ini merupakan program pemanfaatan dan pengembangan transportasi terbatas berupa preservasi dan pelebaran badan jalan nasional ruas tarengge – kayulangi – batas provinsi sulawesi tengah di cagar alam kalaena dan cagar alam faruhumpenai kabupaten luwu timur provinsi sulawesi selatan. Susunan acara dalam rapat ini meliputi penandatanganan PKS, pembukaan oleh MC, dan sambutan dari pimpinan terkait. Berikut poin-poin utama dari rapat tersebut: Penandatanganan PKS, Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan dan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Selatan sebagai langkah awal pelaksanaan program. Sambutan Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Ir. Jusman menegaskan, “Pembangunan jalan akan berdampak pada penebangan pohon, sehingga perlu dilakukan penanaman kembali sebagai tindak lanjut. Program pemulihan ekosistem dan pembangunan pos jaga harus disesuaikan dan dibahas bersama, terutama untuk pembangunan pos jaga yang berada di kawasan hutan agar dilengkapi pagar.” Sambutan Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Selatan, Kepala BBPJN Sulawesi Selatan Asep Syarip Hidayat menyampaikan, “Dalam RPP ada empat program yang telah disepakati, namun detail kegiatan akan dibahas bersama kembali. Pembangunan pos jaga dan infrastruktur terkait pengamanan kawasan konservasi akan dikonsultasikan ke Cipta Karya Sulsel. Sinkronisasi dari kedua lembaga menjadi prioritas untuk kelancaran pelaksanaan PKS.” Arahan dari Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah II, Direktur Preservasi Jalan dan Jembatan Wilayah II Budiamin menyatakan, “Pagi ini kita telah menandatangani PKS terkait pembangunan jalan di kawasan konservasi CA Faruhumpenai dan CA Kalaena. Kami berharap BBPJN Sulsel dapat mempercepat pembangunan jalan di lapangan. Kedua pihak harus mengawal PKS yang telah ditandatangani agar dapat bermanfaat bagi masyarakat Sulawesi Selatan.” Arahan dari Direktur Perencanaan Kawasan Konservasi, Direktur Perencanaan Kawasan Konservasi Munawir menekankan, “RPP harus diselesaikan dalam satu minggu ini agar pekerjaan jalan dapat dilanjutkan. BBKSDA Sulsel harus melakukan analisis vegetasi beserta titik koordinat. Pohon yang ditebang harus dibuatkan berita acara dan tetap berada di kawasan untuk mengurangi resiko gejolak masyarakat sekitar. Tata kelola PKS harus melibatkan monitoring dan evaluasi tahunan yang komprehensif.” Kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memastikan pembangunan infrastruktur jalan tidak mengabaikan aspek kelestarian lingkungan, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di sekitar kawasan konservasi. Kedua belah pihak berkomitmen untuk mengawal dan memastikan implementasi PKS berjalan dengan baik. Sumber Berita: Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (SIARAN PERS Nomor : SP.15/K.8/TU/Humas/05/2024) Call Center BBKSDA Sulsel: 08114600883
Baca Artikel

Upaya Kecil Berdampak Besar, Meningkatnya Pemberdayaan Perempuan di Tingkat Tapak

Rajuni Bakka - Kepulauan Selayar, 11 Juni 2024. Pemberdayaan perempuan di tingkat desa/tapak memiliki banyak manfaat yang signifikan, baik bagi individu perempuan, keluarga mereka, dan komunitas desa/tapak secara keseluruhan. Beberapa alasan mengapa pemberdayaan perempuan di tingkat desa sangat penting yakni Sebagai upaya peningkatan Kesejahteraan Ekonomi; Pengentasan Kemiskinan; Peningkatan Pendidikan dan Kesehatan; Kesetaraan Gender; Pembangunan Berkelanjutan; Penguatan Sosial dan Komunitas; Peningkatan Partisipasi Politik; Penurunan Angka Kekerasan; dan Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Manusia. Nah, sama halnya dengan yang dilakukan Balai Taman Nasional Taka Bonerate pemberdayaan/pendampingan beberapa kelompok/komunitas perempuan di dalam kawasan. Giat yang terbaru berasal dari Personil Resort Rajuni Bakka dengan kelompok Gadis Tobajo (Gadis Bajo) bersama mendirikan kedai yang diberi nama Kedai Pasebatang. Kedai didirikan dengan memanfaatkan barang-barang yang ada di sekitar dan bahan hanyut di pantai untuk kemudian digunakan sebagai tempat berkumpul, media beraktivitas kelompok dan bersosialisasi tentunya. "Kedai ini, adalah kedai portable, bisa pindah-pindah jika ada event atau kegiatan yang ramai di Pulau Tinabo," jelas Andi Irham pendamping lapangan. Andi Irham menambahkan dari dana modal support teman-teman penyuluh sebesar 1 juta rupiah ditambah dengan modal usaha kedai/kios Rp. 2.284.000,- untung penjualan 3 malam di Pulau Tinabo Rp.825.000,- "Laba ini akan dikembalikan ke anggota kelompok dan modal akan dioperasikan kembali sebagai usaha bersama," terang Andi Irham. Dengan usaha kecil di tingkat desa/tapak uni diharapkan masyarakat khususnya perempuan menjadi upaya penguatan sosial dan komunitas, kesetaraan gender, kemandirian dan pengentasan kemiskinan. Dan secara keseluruhan, pemberdayaan perempuan di tingkat desa/tapak adalah langkah penting menuju pembangunan yang lebih inklusif, adil, dan berkelanjutan. Ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi perempuan tetapi juga bagi seluruh komunitas desa/tapak. Sumber: Asri - Humas Balai TN Taka Bonerate Sumber Foto : Andi Irham - PEH Pertama
Baca Artikel

Launching Gerbang Wisata, Tandai Langkah Penting Desa Mannimbahoi Dalam Pengelolaan Wisata

Makassar, 8 Juni 2024 - Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (BBKSDA Sulsel) meresemikan Gerbang Wisata Tanralili dan Bulu Baria di Desa Mannimbahoi, Kecamatan Parigi, Kabupaten Gowa. Acara yang berlangsung pada Sabtu, 8 Juni 2024, dari pukul 08:00 hingga 16:00 Wita di Dusun Lengkese, Desa Mannimbahoi, ini menandai tonggak penting dalam pengembangan potensi wisata alam pada kawasan konservasi di Sulawesi Selatan. Gerbang wisata diresmikan oleh Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan dan dihadiri oleh berbagai pihak termasuk Camat Parigi, Kepala Bidang Teknis, Kepala Bidang Wilayah II, Kepala Seksi IV BBKSDA Sulsel, Lurah Bontolerung, Kades Manimbahoi, Pengurus BumDes Manimbahoi, Pengelola Jalur Wisata Tanralili dan Bulubaria, KTH Lompobattang, KTH Karaengpuang, KTH Lestari Toipidi dan Kelompok Ekowisata Karaeng Lompoa. Berbagai unsur tersebut memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif pengelolaan wisata alam yang berkelanjutan di wilayah tersebut. Sambutan hangat dari Kepala Desa Manimbahoi, Drs. Kamaruddin, memaparkan sejarah dan perjalanan pengelolaan jalur wisata Danau Tanralili dan Gunung Bulubaria oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sejak tahun 2016. Adanya kesadaran akan pentingnya konservasi alam mendorong desa ini untuk bekerja sama dengan pihak terkait guna memastikan pengelolaan yang sesuai dengan regulasi yang berlaku. “Apresiasinya terhadap langkah proaktif Pemerintah Desa Mannimbahoi dalam mengelola potensi wisata alam. Kerjasama antara pemerintah desa, instansi terkait, dan masyarakat diharapkan dapat menciptakan sinergi yang positif dalam upaya pelestarian alam dan pembangunan ekonomi masyarakat setempat”, ujar Camat Parigi, Nur Aeny Apriani, S. S.T.P., M.M. Ir. Jusman, Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, menekankan pentingnya prinsip saling percaya dalam kerjasama antarpihak. Pengelolaan objek wisata alam haruslah mengacu pada ketentuan pemerintah yang berlaku, sambil memastikan bahwa keberadaannya tidak merugikan lingkungan sekitar. Kegiatan ini dirangkaikan dengan pemberian bantuan ekonomi produktif kepada kelompok pemberdayaan masyarakat hingga penanaman bibit pohon, hal ini menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga keberlangsungan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat lokal. Peresemian Gerbang Wisata Jalur Tanralili dan Bulu Baria di Desa Mannimbahoi sekaligus penerapan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) bukan hanya sekadar pembukaan jalur wisata baru, namun juga merupakan simbol dari komitmen bersama untuk membangun destinasi wisata yang berkelanjutan dan berdaya saing tinggi. Dengan harapan meningkatnya kunjungan wisatawan, pertumbuhan ekonomi lokal, dan kelestarian alam yang terjaga, Desa Mannimbahoi membuktikan bahwa partisipasi aktif masyarakat dan kerjasama lintas sektor menjadi kunci keberhasilan dalam pengelolaan wisata berbasis komunitas. Sumber: Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (SIARAN PERS Nomor : SP.15/K.8/TU/Humas/06/2024) Call Center BBKSDA Sulsel: 08114600883
Baca Artikel

Giat Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2024 Provinsi Sumatera Utara

Medan, 6 Juni 2024. Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2024 tingkat Provinsi Sumatera Utara digelar dengan melaksanakan upacara di halaman kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan, di jalan Sisingamangaraja Km. 5,5 No. 14 Medan, pada Rabu 5 Juni 2024, yang diikuti oleh seluruh pegawai UPT lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara serta jajaran lingkup Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara. Momentum ini sebagai sejarah memperingati Deklarasi Konferensi Stockholm tahun 1972 yang menandai dialog pertama pembahasan pertumbuhan ekonomi, pengendalian pencemaran, dan kelangsungan hidup manusia diseluruh dunia. Sekaligus sebagai fondasi besar yang merubah pandangan masyarakat dunia untuk bekerjasama dan berkolaborasi dengan ditandai semakin meningkatnya kesadaran global dan prinsip lingkungan hidup, melalui pembentukan badan lingkungan hidup dunia PBB UNEP, kerjasama internasional, kebiakan pembangunan berkelanjutan, serta pendidikan dan penelitian. Bertindak sebagai pembina upacara Kepala Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah I Medan, Fernando L. Tobing, SP. M.Si. yang membacakan sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Prof. Dr. Ir. Siti Nurbaya, M.Sc. Dalam arahannya Siti Nurbaya menyampaikan, bahwa tema tahun ini adalah “Land Restoration, Desertification, and Drought Resilience (Restorasi lahan, penggurunan dan ketahanan terhadap kekeringan)” dengan slogan “Our Land, Our Future, Generation Restoration.” Sebagaimana tema dari UNEP, untuk Hari Lingkungan Hidup tahun 2024 difokuskan pada kegiatan pemulihan lahan, pengendalian desertifikasi, dan ketahanan terhadap kekeringan. Pemulihan lingkungan merupakan kunci dalam membalikkan arus degradasi lahan, dan dapat sekaligus meningkatkan mata pencaharian, mengurangi kemiskinan, dan membangun ketahanan terhadap cuaca ekstrem. Pemulihan juga meningkatkan penyimpanan karbon dan memperlambat proses ataupun dampak akibat perubahan iklim. Pemulihan dari degradasi lahan sangat penting. Pemulihan berkaitan langsung dengan upaya penyelesaian krisis iklim. Dalam upaya penyelesaian krisis iklim, inovasi dan prinsip keadilan memegang peran penting. Melalui investasi dalam pemulihan lahan dan ketahanan terhadap kekeringan, kita tidak hanya mengatasi masalah degradasi lingkungan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam mitigasi perubahan iklim. Restorasi lahan, selain menghasilkan manfaat ekosistem yang signifikan, juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan keberlanjutan sosial, kesejahteraan masyarakat. Namun, pendekatan ini juga harus didasarkan pada prinsip keadilan, memastikan bahwa manfaatnya dirasakan oleh semua pihak, termasuk komunitas lokal dan masyarakat adat Sambutan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan dibacakan Kepala Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah I Medan, Fernando L. Tobing, SP., M.Si “Peringatan Hari Lingkungan Hidup 2024 ini, menjadi momen penting untuk terus menumbuhkan, meningkatkan kesadaran dan kepedulian secara konsisten dalam upaya memperbaiki lingkungan secara berkelanjutan’ ujar Siti Nurbaya mengakhiri sambutannya. Upacara berjalan dengan lancar. Balai Besar KSDA Sumatera Utara dalam rangka memeriahkan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2024, telah melaksanakan berbagai kegiatan, diantaranya pelepasliaran satwa liar dilindungi undang-undang jenis Kukang (Nycticebus coucang) di kawasan Hutan Lindung Batang Toru Blok Barat pada Jumat (31/5), penanaman mangrove dan pelepasliaran satwa liar dilindungi undang-undang jenis Tuntong Laut (Batagur borneoensis) di kawasan Suaka Margasatwa (SM.) Karanggading Langkat Timur Laut yang dilakukan oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Prof. Dr. Siti Nurbaya, M.Sc. bersama dengan Menteri Iklim dan Lingkungan Norwegia Andreas Bjelland Eriksen pada Sabtu (1/6), dan edukasi konservasi alam di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit kepada 107 orang mahasiswa Universitas Negeri Medan (Unimed) pada Selasa (4/6). Sumber : Evansus Renandi Manalu (Analisa Tata Usaha) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Hari Lingkungan Hidup Sedunia, Panggilan Untuk Peduli Lingkungan

Tanam pohon, pulihkan lingkungan hidup, lestarikan alam Sidikalang, 5 Juni 2024. Hari Lingkungan Hidup Sedunia, yang biasa diperingati setiap tanggal 5 Juni, merupakan momentum dan hari penting untuk memperingati, merayakan, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya peranan setiap orang menjaga lingkungan hidup di seluruh dunia, terutama di negara kita Indonesia. Hari tersebut dianggap sebagai panggilan secara global atau mendunia untuk bertindak dengan aksi peduli dalam menghadapi permasalahan lingkungan hidup yang semakin hari semakin semakin kompleks dan sangat mendesak, seperti dalam aspek perubahan iklim, kerusakan habitat, dan kerusakan ekosistem. Di Indonesia sampai saat ini, masih banyak permasalahan lingkungan hidup yang terjadi di daerah-daerah. Mari kita sebut saja, yang sudah sering terjadi dan masih terus berlangsung yaitu penebangan/pembalakan hutan di beberapa tempat yang mengakibatkan rusaknya komponen ekosistem dan habitat dari satwa-satwa yang dilindungi maupun rantai makanan di alam liar, kegiatan perburuan liar, serta perdagangan satwa liar yang dilindungi. Selain itu, polusi air dari limbah industri dan pertambangan oleh perusahaan-perusahaan, polusi udara di daerah perkotaan yang diakibatkan oleh asap kendaraan bermotor yang sangat banyak, asap tebal dan kabut efek dari kebakaran hutan dan lahan, perusakan terumbu karang akibat penggunaan bom oleh nelayan saat memancing ikan di laut, pembuangan sampah B3/radioaktif yang tidak sesuai prosedur, dan masih adanya pembuangan sampah secara sembarangan. Akibat dari semua itu, berbagai musibah pun menyambangi bumi dan penghuninya. Bencana alam, seperti : banjir bandang, tanah longsor, dan kemarau yang berkepanjangan menjadi langganan yang rutin dirasakan. Belum lagi tercemarnya lingkungan akibat pembuangan limbah baik limbah industri, limbah rumah sakit, dan limbah rumah tangga membuat lingkungan tidak sehat. Polusi udara akibat kebakaran hutan dan asap kendaraan bermotor pun membawa korban, tidak sedikit masyarakat yang terkena penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Maraknya kegiatan perambahan kawasan hutan yang tidak terkendali membuka akses yang seluas-luasnya untuk terjadinya interaksi negatif antara manusia dan satwa liar. Oleh karena itu, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang dirayakan setiap tahun memiliki peran dan dampak yang sangat signifikan dalam hal meningkatkan kepedulian, kesadaran lingkungan, dan mengubah perilaku dalam diri manusia. Tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diusung oleh Indonesia di tahun 2024 ini adalah “Penyelesaian Krisis Iklim Dengan Inovasi dan Prinsip keadilan” (Pedoman Penyelenggaraan Peringatan hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2024). Tema ini menjadi pengingat sekaligus ajakan bahwa penyelesaian akar masalah krisis iklim harus diselesaikan dengan inovasi yang dilaksanakan secara konsisten oleh seluruh pemangku kepentingan, sekaligus harus mengedepankan prinsip keadilan dan inklusivitas. Selain itu, upaya pemulihan lahan sangat erat kaitannya dengan aksi penyelesaian krisis iklim yang berbasis pada inovasi dan prinsip keadilan. Pemulihan lahan melibatkan penggunaan teknologi canggih, seperti drone untuk reforestasi, teknik pengelolaan air yang efisien, dan varietas tanaman tahan kekeringan. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan produktivitas lahan tetapi juga mengurangi emisi karbon dan memperbaiki siklus air, sehingga berkontribusi signifikan terhadap perubahan iklim. Disisi lain prinsip keadilan menekankan bahwa manfaat dari pemulihan lahan harus dirasakan oleh semua lapisan masyarakat, terutama yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim. Pendekatan ini mencakup melibatkan komunitas lokal dalam proses pengambilan keputusan, memastikan akses yang adil terhadap sumber daya alam, dan mengakui serta menghargai pengetahuan tradisional dalam praktik pemulihan lahan. Untuk itu, semangat Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2024 harus bisa dirasakan oleh seluruh pihak sampai dengan tingkat tapak. Perlu diingat bahwa lingkungan yang baik dan sehat bukan tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga bersama-sama dengan akademisi, dunia usaha, masyarakat, generasi muda dan juga media massa (pers). Langkah aksi ini harus disinergikan agar mengglobal dan mendapat pengakuan dunia guna menciptakan sinkronisasi pelaksanaan agenda lingkungan, baik nasional maupun internasional. Akhirnya, mari kita berkolaborasi bergerak bersama menjaga, melindungi, dan melestarikan seluruh komponen lingkungan hidup untuk masa depan anak cucu kita. Sungguh mulia merawat lingkungan hidup, karena itu wujud dari tanggung jawab dan ucapan syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa. Jalan-jalan di kawasan konservasi….. Memanjat perbukitan turun naik Jadikan Hari Lingkungan Hidup inspirasi Merajut kehidupan yang lebih baik Sumber : Alamuddin Sahputra, S.Hut. (Penyuluh Kehutanan Ahli Pertama) Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Rano Kalimpaa Taman Nasional Lore Lindu Menyajikan Atmosfer Berbeda di Kota Palu

Palu, Juni 2024. Selain dikenal mendunia dengan patung megalitikumnya, Taman Nasional Lore Lindu juga punya danau indah. Berjarak sekitar 90 kilometer arah Selatan Kota Palu, Ibu Kota Propinsi Sulawesi Tengah, kita dapat menikmati atmosfer yang sangat sejuk di Rano Kalimpaa atau yang kerap kita kenal dengan Danau Tambing. Cukup menempuh 2,5 jam perjalanan menggunakan mobil atau motor wisatawan dapat menikmati keindahan alam sekaligus udara yang segar. Danau Tambing sendiri merupkan bagian dari Taman Nasional Lore Lindu yang masuk pada wilayah kerja Bidang Pengelolaan Taman Nasional Lore Lindu (Wilayah II Makmur). Danau dengan luas 6 Hektar ini memiliki temparatur suhu yang sejuk cenderung dingin. Suhu pada wilayah ini akan semakin dingin khususnya pada sore dan malam hari. “Suhu pada Danau Tambing rata-rata berkisar 15 sampai 10 derajat celcius pada malam hari, dan 19 derajat celcius pada siang hari” ungkap Asdi kepala Resort ODTWA Danau Tambing. Danau yang berada pada ketinggan 1.700mdpl ini, selain memberikan nuasa sejuk juga membrikan nuasa tenang dan pemandangan alam yang masih terjaga. Kondisi ini membuat Danau Tambing yang terleta di desa Sedoa, Lore Utara di Kabupaten Poso sebagai salah satu lokasi favorit masyarakat Sulawesi Tengah untuk berwisata ataupun mencoba suasana alam usai aktivitas di tengah hiruk pikuk perkotaan. Danau Tambing memiliki 3 keunggulan yang berada pada satu ekosistem yaitu alam, danau, dan burung. Danau Tambing memiliki keanekaragaman makhluk hidup, seperti spesies burung. Dengan lebih dari 260 jenis burung, membuat tempat ini dijuluki “Surga Burung”. 30 persen di antara spesies burung tersebut adalah jenis endemik, artinya 30 persen jenis burung yang ada di Tambing, hanya ada dan berkembang biak di sekitar Danau Tambing. Danau Tambing menjadi habitat burung kancilan buah (Hylocitrea Bonensis), itik benjut (Anas gibberifrons), sikatan dahi biru (Cyornis hoevelli), dan lainnya. Jenis anggrek juga sangat beragam seperti Bulbophyllum incisilabrum, B. gutattum, Eria hyancithoides, phaius takervilleae, dan Renanthera elongate. Dengan kondisi hutan masih alami, berbagai jenis rotan dapat ditemukan di sini seperti Calamus didynocarpus, Calamus inops, Calamus scleracanthus, Calamus minahasae dan Calamus shyphonospanthus.(*) Potensi tersebut membuat Danau Tambing menjadi lokasi popular untuk spot bird watching oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Pada saat wisatawan masuk, terdapat papan informasi jenis-jenis burung yang habitatnya ada pada sekitar Danau Tambing. Selain itu, di sekitar Danau juga telah disediakan Camping Ground yang dapat dijadikan sebagai lokasi outbound dengan menonjolkan panorama Danau. Danau Tambing juga telah difasilitasi Mushola dan Toilet umum serta saat ini telah terdapat pusat informasi yang menyajikan informasi keanekaragaman Danau Tambing. Kegiatan yang dapat dilakukan di Danau Tambing adalah berkemah, tracking menjelah sekitar Danau, dan bahkan sekedar menikmati alam di hammock atau pelataran tenda. Kegiatan tersebut dapat anda lakukan di Danau Tambing. Lebih santai lagi, menikmati pemandangan danau Tambing ditemani dengan hangat kopi ditemani buku bacaan favorit. Danau Tambing merupakan tempat sempurna untuk menenangkan diri. Seperti namanya Danau Tambing atau Rano Kalimpaa dikenal juga sebagai danau untuk merefleksikan diri. Menurut bahasa Pamona atau bahasa lokal, Rano diartikan sebagai Danau sedangka untuk Kalimpaa artinya menyendiri. Menyendiri disini adalah mereleksikan diri lebih dekat dengan alam. Untuk menikmati kenyamanan dari alam Danau Tambing ini, wisatawan cukup membayar tiket karcis kepada pihak Balai Besar TN Lore Lindu. Sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2014, saat ini wisatawan lokal yang akan berwisata di Danau Tambing dikenakan biaya Rp.5.000 pada hari kerja dan Rp.7.500 pada hari libur. Sedangkan untuk wisatawan asing dikenakan biaya Rp.150.000,- pada hari kerja dan Rp.225.000.- pada hari libur. Harga yang sangat terjangkau bukan untuk menikmati seluruh sajian alam dan pengalaman di Danau Tambing. Tips bagi untuk wisatawan yang akan mengunjungi Danau Tambing, sebagai lokasi untuk merefleksikan diri sebaiknya perlu dipersiapkan perbekalan yang cukup mengingat lokasi Danau Tambing yang cukup jauh dari toko atau warung penyedia makanan. Bagi penggemar fotografi jangan lupa untuk membawa lensa tele, aneka burung siap memamerkan kemolekannya untuk diburu para fotografer. Selamat berkunjung ke Rano Katampaa, Atmosfer berbeda di Kota Palu. Sumber : Dewi RPN - Direktorat PJLKK Foto : 1) BBTN Lore Lindu, 2) dan 3) Dewi RPN (*)Rujukan: Informasi Kehati BBTN Lore Lindu
Baca Artikel

Mahasiswa Unimed Sambangi TWA Sibolangit, di Road To Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2024

Pengamatan tumbuhan di kawasan TWA Sibolangit Sibolangit, 5 Juni 2024. Sekitar 107 orang mahasiswa/mahasiswi Universitas Negeri Medan (Unimed), Selasa (4/6) beserta dengan dosen pendamping menyambangi kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit dalam rangka kegiatan edukasi (belajar) potensi tumbuhan yang ada di kawasan. Sebelum menjelajahi kawasan, Kepala Resort CA./TWA. Sibolangit menyampaikan selamat datang kepada rombongan serta memperkenalkan sekilas tentang kawasan TWA. Sibolangit. Usai penyambutan dan perkenalan kawasan, dengan dipandu oleh petugas Resort TWA. Sibolangit, mahasiswa/i memasuki kawasan dan melakukan inventarisasi serta identifikasi potensi tumbuhan dan tanaman yang ada di dalam kawasan, mulai dari tumbuhan lumut, jamur, tanaman obat-obatan, bunga bangkai sampai kepada tumbuhan pepohonan. Beberapa satwa dan hewan juga tak luput dari pengamatan. Semua yang didapatkan tidak hanya sekedar dicatat, tetapi juga didokumentasikan dengan menggunakan kamera handphone. Terhadap beberapa potensi yang tidak dimengerti/dipahami, peserta bertanya kepada pemandu untuk mendapatkan penjelasan dan pencerahan. Selanjutnya, data-data dan informasi yang diperoleh serta dikumpulkan tersebut nantinya akan diolah dalam bentuk tulisan serta laporan. Petugas dari The Centre For Orang Utan Protection (COP) sedang memberi penjelasan tentang Orangutan Istimewanya, dalam acara kunjungan mahasiswa/i Unimed ini, juga tampak hadir lembaga mitra dari The Centre For Orang Utan Protection (COP) yang menggelar stand pameran juga dalam rangka mensosialisasikan serta mengedukasi mahasiswa tentang pengenalan salah satu satwa kunci endemik Sumatera Utara, yaitu orangutan, dimana Sumatera Utara memilki 2 jenis orangutan, Orangutan Sumatera (Pongo abelii) dan Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis). Tidak sedikit dari mahasiswa yang menggali informasi tentang orangutan dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada petugas dari The Centre For Orang Utan Protection (COP). Semua pertanyaan dilayani dengan baik dan mahasiswa juga mendapatkan informasi tambahan dari buku-buku, brosur maupun stiker yang telah disiapkan sebelumnya. Pada saat yang bersamaan, hadir pula Tim dari Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi, Salbiah Hanum Hasibuan S.Hut., M.Si. dan Ginanjar Cipto Prasetyo, S.TI., yang sedang melakukan kegiatan Bimbingan Teknis Promosi dan Pengelolaan Media Sosial di Balai Besar KSDA Sumatera Utara, yang berbaur dengan peserta guna menggali informasi dan masukan sekaligus promosi tentang pengenalan kawasan wisata alam baik taman nasional maupun taman wisata alam, khususnya yang ada di Provinsi Sumatera Utara, dan juga mempromosikan berbagai media sosial yang dikelola oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan melalui Direktorat Jenderal KSDAE. Tim dari Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi berbaur dengan mahasiswa/mahasiswi sekaligus melakukan peliputan Seluruh rangkaian kegiatan kunjungan edukasi dan pembelajaran mahasiswa/i Universitas Negeri Medan di pusat pembelajaran konservasi alam TWA Sibolangit juga merupakan rangkaian dari road to Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2024, yang diperingati setiap tahun pada tanggal 5 Juni. Semoga berbagai ilmu dan pengetahuan yang didapatkan bermanfaat dan dapat diaplikasikan/diterapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menjaga lingkungan hidup dan melestarikan alam. Sumber : Suparman, SP. (Kepala Resort CA./TWA. Sibolangit) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara

Menampilkan 769–784 dari 2.298 publikasi