Senin, 25 Mei 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Lokalatih Kader Konservasi Binaan Balai TN Gunung Rinjani

Mataram, 24 Juli 2024. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR), pada tanggal 20-21 Juli 2024 menggelar Pembinaan Kader Konservasi di Destinasi Wisata Alam Non Pendakian Otak Kokoq Joben, Resort Tetebatu, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II, binaan Balai TNGR. Kegiatan ini untuk menumbuhkan kolaborasi dan kerjasama antar para anggota Kader Konservasi yang dihadiri oleh Kepala SPTN Wilayah II, Ibu Lidia Tesa Vitasari Seputro S.Si, M.T., M.M.G. mewakili Kepala Balai TNGR. Dalam pembukaannya, Beliau menyampaikan bahwa Kader Konservasi merupakan Mitra BTNGR sebagai perpanjangan tangan kepada masyarakat luas dalam rangka mewujudkan keberhasilan pengelolaan Taman Nasional Gunung Rinjani. Rangkaian kegiatan ini terdiri dari Penyampaian materi mengenai Capaian dan Tantangan Pengelolaan TNGR serta Peluang Kontribusi Kader Konservasi dan Pengenalan Tumbuhan Edible di dalam Kawasan Hutan yang disampaikan oleh Muhammad Faisyal, PEH Ahli Madya BTNGR; Penyusunan Kepengurusan dan Program Kerja Kader Konservasi selama 2 tahun kedepan yang dipandu oleh Bapak Supriyanto, Kepala Resort Tetebatu; Kampanye Peduli Satwa dan Lingkungan kepada pengunjung di Destinasi Otak Kokoq Joben; dan Penyerahan Sertifikat dan Kartu Tanda Anggota Kader Konservasi. Ketua terpilih Kader Konservasi BTNGR yaitu Andriansyah dari Sahabat Pecinta Alam Rinjani memiliki Program Kerja yang akan dilakukan dalam jangka waktu 2 tahun (2024 s.d 2026) yaitu Jambore Konservasi, Penguatan Kelembagaan, Peningkatan Kapasitas SDM, serta Sosialisasi dan Kampanye Konservasi. Sumber: Balai Taman Nasional Gunung Rinjani
Baca Artikel

KTH Jurang Jero Asri Belajar Persemaian, Pembibitan dan Pembuatan Pupuk Cair Organik

Magelang, 23 Juli 2024. Di sisi barat Gunung Merapi, tepatnya di Desa Ngargosoko, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Selasa (23/7), Pendampingan Kelompok Tani Hutan (KTH) Jurang Jero Asri dilakukan di Joglo Obyek Wisata Alam (OWA) Jurang Jero, Resort Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Srumbung, Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM). Kegiatan diikuti sekitar 20 peserta yang terdiri dari perwakilan perangkat Desa Ngargosoko dan segenap anggota KTH Jurang Jero Asri. Acara ini sendiri bertajuk pelestarian alam melalui manajamen persemaian dan pelatihan pembuatan pupuk cair organik. Dalam kesempatan ini, disampaikan dua materi, yaitu tentang manajemen persemaian dan pembibitan dan pembuatan pupuk organik cair. Materi pertama disampaikan oleh Gunawan Setiaji dari Mitsui Sumitomo dengan tema manajemen persemaian dan pembibitan yang dikembangkan oleh KTH. Penyiapan bibit yang baik menjadi kunci keberhasilan rehabilitasi hutan. Tahapan lanjutan yang tidak boleh dilupakan adalah melakukan pendataan pohon induk, hal ini guna menambah koleksi benih. Menimbang “Bibit, Bebet, Bobot” begitu juga dalam pemilihan benih yang baik. Pembuatan bibit tidak harus selalu dari benih, tetapi bisa dilakukan dengan cara yang lain dikarenakan tidak semua bibit tanaman mudah dikembangkan. Materi kedua yaitu terkait pembuatan pupuk cair organik yang disampaikan oleh Sumardi, ketua KTH Serba Usaha Merapi 1 dari lereng Gunung Bibi Merapi, tepatnya Desa Wonodoyo, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali. Kelompok ini juga salah satu kelompok binaan BTNGM. Dipaparkan oleh Sumardi, bahwa pupuk organik cair awalnya ditemukan atau dibuat pada tahun 2019, dan hingga kini sudah semakian berkembang dengan ratusan kelompok yang sudah mencoba mengembangkan pupuk cair organik produksi KTH Serba Usaha Merapi 1. Pupuk cair ini sebagai salah satu pelestarian kandungan nutrisi tanah dimana tidak lagi menggunakan pupuk kimia yang dapat membahayakan nutrisi tanah. Kegiatan ini ditutup dengan praktek sederhana manajemen persemaian di lokasi persemaian bersama RPTN Srumbung dengan KTH Jurang Jero, serta acara pamungkas dengan praktek pembuatan pupuk cair organik. Kegiatan berjalan lancar dan peserta sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Dalam kesempatan terpisah, Kepala BTNGM, Muhammad Wahyudi, menyampaikan bahwa kegiatan pendampingan ini merupakn sinergisitas antara BTNGM dengan masyarakat daerah penyangga. Bagaimana kiat-kiat sukses mengelola persemaian yang efektif dan memadukan dengan pupuk organik cair dapat kita pelajari melalui materi yang disampaikan oleh para narasumber. Sumber: Khamdan Primandaru - Balai Taman Nasional Gunung Merapi Penyunting Berita : Titin Septiana Rahmawati Penanggung Jawa Berita : Muhammad Wahyudi (Kepala Balai TNGM, 085244012365) ***
Baca Artikel

Kapolres Simalungun Sambangi TWA Dolok Tinggi Raja

Dolok Tinggi Raja, 23 Juli 2024. Dalam kunjungan kerja Kepala Kepolisian Resort (Kapolres) Simalungun, AKBP Choky Sentosa Meliala, S.I.K., S.H., M.H., ke Polsek Silau Kahean pada Jumat 19 Juli 2024, Kapolres menyambangi kawasan Taman Wisata Alam Dolok Tinggi Raja selain untuk memantau kondisi keamanan juga menikmati keindahan kawasan wisata alam tersebut. Dalam kunjungan ini Kapolres didampingi Kabag OPS Polres Simalungun KOMPOL Martua Manik, SH, MH, Kabag SDM Polres Simalungun KOMPOL Gandhi Hutagaol, SH, Kasiwas Polres Simalungun AKP Robert Santoni Purba, Kasat Reskrim Polres Simalungun AKP Ghulam Yanuar Lutfi, S.T.K, S.I.K, M.H, Kasat Binmas Polres Simalungun AKP Hengky B. Siahaan, SH, Kasat Intel Polres Simalungun IPTU Julvan Purba, SH, Kasi Propam Polres Simalungun AKP Gomgom Silaen beserta Kapolsek Silau Kahean IPTU Parlaungan Pane. Kehadiran Kapolres disambut Kepala Resort CA./TWA. Dolok Tinggi Raja Gibran Muhammad Tri Rahmawan dan beberapa staf Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar yang pada saat bersamaan sedang melaksanakan tugas di wilayah kerja Resort CA./TWA. Dolok Tinggi Raja. Kapolres dan pejabat jajaran Polres Simalungun menikmati kawah putih dan kawah biru Dolok Tinggi Raja sembari bertanya kepada petugas tentang sejarah kawasan. Sebagaimana diketahui kawasan TWA Dolok Tinggi Raja merupakan kawasan konservasi yang pada awalnya merupakan bagian dari kawasan CA Dolok Tinggi Raja, yang ditunjuk sebagai Natuurmonument berdasarkan Surat Keputusan Kepala-kepala Pemerintahan Daerah/Raja-raja di Simalungun (Zelfbestuurbesluit van de Inlandsch Zelfbesturen in Simalungun) No. 24 tanggal 18 April 1924. Perubahan fungsi atas kawasan ini dikarenakan tingginya tingkat kunjungan masyarakat lokal maupun luar daerah Silau Kahean pada obyek umbul air belerang. Yang menjadi daya tarik pada kawasan ini adalah kawah putih dan kawah biru yakni umbul air panas belerang yang keluar dari dalam tanah mengalir pada bebatuan dan kemudian mengendap menjadi tumpukan bukit belerang. Keindahan inilah yang menarik minat pengunjung untuk menikmatinya serta merasakan kehangatan air panas belerang yang oleh beberapa orang diyakini dapat menyembuhkan penyakit kulit. Kapolres beserta jajarannya merasa puas menikmati keindahan kawasan TWA Dolok Tinggi Raja serta mendapatkan penjelasan dari petugas tentang sejarah kawasan. Kapolres juga menghimbau agar petugas dan masyarakat menjaga ketertiban dan keamanan sehingga pengunjung bisa menikmati kegiatan wisata di kawasan tersebut. Sebelum mengakhiri kunjungan Kapolres berswafoto dengan petugas Resort CA./TWA. Dolok Tinggi Raja. Sumber : Gibran Muhammad Tri Rahmawan (Kepala Resort CA./TWA. Dolok Tnggi Raja) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

BKSDA Kalimantan Selatan menjadi Simpul Belajar Green Youth Movement Angkatan Dua

Banjarbaru, 22 Juli 2024 – Green Youth Movement (GYM) merupakan program pendidikan dasar gerakan lingkungan hidup yang menyediakan wadah bagi para generasi muda untuk bertukar pengetahuan dalam melindungi dan mengelola lingkungan hidup. Selain itu juga memfasilitasi tumbuhnya generasi muda sebagai pelopor dan duta penyelamat lingkungan hidup dan kehutanan. Kegiatan GYM Angkatan 2 dilaksanakan secara hybrid pada masing-masing simpul belajar selama 6 hari yaitu tanggal 15-21 Juli 2024. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Ibu Prof. Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc. dalam sambutan pembukaan menyampaikan bahwa Pendidikan Green Youth Movement Angkatan Kedua mampu menjadi ruang bagi remaja setingkat SMA/SMK sederajat di seluruh penjuru tanah air Indonesia untuk belajar tentang cara melakukan perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup secara lebih bijak dan berkelanjutan. Kegiatan Green Youth Movement merupakan sebuah langkah yang sangat positif dan tepat untuk membangun kepedulian dan aksi nyata generasi muda dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. GYM Angkatan Kedua diikuti sebanyak 14 peserta dari 6 sekolah tingkat SMA/SMK lingkup Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar yaitu SMA Muhammadiyah Martapura, SMA Negeri 1 Martapura, SMK Negeri 1 Martapura, SMAS IT Assalam Martapura, SMA Negeri 2 Martapura dan SMA IT ANIC Banjarbaru. Materi-materi yang disampaikan oleh para narasumber dan fasilitator juga menarik dan beragam seperti: 1. Isu lingkungan hidup 2. Pencemaran dan perusakan lingkungan 3. Gaya hidup hijau (Green lifestyle) 4. Peran Penting Hutan dan Lahan Daerah Aliran Sungai 5. Konservasi dan keanekaragaman hayati 6. Peran penting media sosial dalam mengawal isu lingkungan hidup. Pada sesi praktek pendalaman materi diisi dengan berbagai macam praktek seperti membuat konten terkait isu lingkungan, lagu/puisi dengan tema lingkungan hidup, video reportase, dan mading. Selain itu untuk memperdalam materi terkait dengan kehati dilaksanakan kegiatan eksplorasi keanekaragaman hayati yang pada kali ini dilaksanakan di TWA Pulau Bakut. Juga dilaksanakan praktek pembuatan ecoprint guna mengenalkan inovasi teknologi hijau dalam pengembangan usaha tekstil. Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan, drh. Agus Ngurah Krisna K., M.Si menyatakan bahwa apapun cita-cita yang akan dicapai oleh para Green Heroes, ilmu yang telah didapatkan selama kegiatan GYM akan tetap berguna kedepannya untuk mendukung pembangunan berkelanjutan. Green Youth Movementhadir untuk mengenalkan, menumbuhkan kesadaran, dan memberikan keterkaitan generasi muda terhadap isu lingkungan dan perubahan iklim. Tujuannya, agar para generasi muda memperoleh gambaran terkait konsep utama gerakan yang akan dilaksanakan. (Ryn) Sumber: Riyan S. A., S.Kom (Prakom BKSDA Kalsel) & Siti Sofiatun N., S.Hut. (Penyuluh BKSDA Kalsel) Doc. by : Riyan S. A., S.Kom (Prakom BKSDA Kalsel) & Hamsan, S.E. (Humas BKSDA Kalsel)
Baca Artikel

Simpul Belajar Balai Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai

Konawe Selatan, 22 Juli 2024. Green Youth Movement (GYM) merupakan program pendidikan dasar gerakan lingkungan hidup yang menyediakan wadah bagi para generasi muda untuk bertukar pengetahuan dalam melindungi dan mengelola lingkungan hidup. Kegiatan pendidikan yang akan dilangsungkan mengusung konsep simpul belajar. Kegiatan Green Youth Movement (GYM) Angkatan 2 mengusung tema “Memfasilitasi Tumbuhnya Generasi Muda Sebagai Pelopor Dan Duta Penyelamat Lingkungan Hidup.” Kegiatan Green Youth Movement (GYM) dilaksanakan di Kantor Balai Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai yang merupakan salah satu dari simpul belajar yang tersebar di seluruh Indonesia. Kegiatan dilaksanakan mulai tanggal 15 sampai 20 Juli 2024 dengan jumlah peserta sebanyak 20 orang yang berasal dari SMAN 1 Konawe Selatan, SMAN 12 Konawe Selatan, SMAN 22 Konawe Selatan, Madrasah Aliyah At Taqwa Lapoa dan SMAN 12 Bombana. Materi- materi yang diberikan yaitu : Tujuan dilaksanakan kegiatan GYM mengembangkan potensi generasi muda dalam membangun jaringan pengalaman terkait pengelolaan lingkungan, Meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang isu dan solusi penyelesaian masalah lingkungan serta menjaring Green Ambassador GYM. Saat ini, green lifestyle mulai tumbuh di kalangan generasi muda di tengah dengunya isu perubahan iklim, meskipun belum menjadi satu gerakan signifikan yang dapat menumbuhkan budaya ramah lingkungan dalam komunitas atau masyarakat, terutama untuk generasi muda. Keinginan generasi muda untuk berbuat konkret dalam melindungi dan mengelola lingkungan hidup mulai tumbuh sehingga perlu disediakan wadah untuk mewujudkannya. Kegiatan GYM dibuka langsung oleh ibu menteri lingkungan hidup dan kehutanan. Kegiatan dilaksanakan melalui pemberian materi dan praktek. Metode yang digunakan yaitu metode kelas berupa kelas interaktif, Focus Group Discussion (Breakout Room), Workshop, yang dilaksanakan secara hybrid. Para siswa diberi kesempatan untuk mengesplor kemampuan masing- masing yang dituangkan dalam tugas pendalaman materi. Para peserta diberi tugas untuk membuat puisi, mengidentifikasi flora, ecoprint, pembawa berita, membuat video dengan tema lingkungan hidup. Para peserta sanggat antusias dan semangat mengikuti kegiatan proses pembelajaran. Hal ini terlihat dari antusias para peserta berlomba lomba dalam mengikuti kuis “Kahoot” yang diadakan oleh panitia. pada Sabtu, 18 Juli 2024, merupakan hari keenam sekaligus hari terakhir In Class Green Youth Movement (GYM) angkatan ke-2. Pada hari keenam ini, Green Heroes mendapatkan materi berkaitan dengan cara membuat ecoprint. Kemudian dilanjutkan dengan tugas pendalaman materi yaitu praktik pembuatan ecoprint. Selain itu, Green Heroes juga merumuskan agenda perubahan yang akan dilakukan di daerah masing-masing. Agenda perubahan yang disusun dapat dilaksanakan dalam lingkup satu simpul belajar maupun berkolaborasi dengan simpul belajar lain dalam satu region. Agenda perubahan yang disusun diharapkan dapat membawa harapan baru dalam melindungi dan mengelola lingkungan hidup. Hari terakhir in class GYM ditutup oleh Ketua Institut Hijau Indonesia, Chalid Muhammad, beliau menyampaikan bahwa berakhirnya kegiatan in class merupakan awal bagi Green Heroes untuk membawa perubahan positif di daerah masing-masing terutama berkaitan dengan lingkungan hidup. Melalui kegiatan ini diharapkan melahirkan Green Heroes yang ikut berperan sebagai pelopor dan duta penyelamat Lingkungan hidup dan kehutanan di tingkat tapak. Sumber : Balai Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai Penanggung jawab berita : Ahmad, S.Hut., M.Si. (Kepala Balai TN Rawa Aopa Watumohai) Penulis berita : Wa Ode Asrawati (Penyuluh Kehutanan Ahli Muda) Editor berita : Galeh Primadani (Pengendali Ekosistem Hutan) Informasi lebih lanjut : Call Center Balai TN Rawa Aopa Watumohai ( 085173306413)
Baca Artikel

Aksi Cinta Alam GYM & SSD di Kampung Penyu Tanjung Sumingi

Kampung Penyu - Kepulauan Selayar, 21 Juli 2024. Setelah 6 hari menerima materi in class, hari minggu (21/07) peserta Green Youth Movement (GYM) Simpul Belajar Balai Taman Nasional (TN) Taka Bonerate (angkatan 1 dan 2) menerima undangan dari Komunitas Selam Sileya Scuba Divers (SSD) untuk bergabung giat aksi konservasi Bersih Pantai dan Silaturahim di Kampung Penyu, Tanjung Sumingi Kepulauan Selayar. Giat bersih pantai saat-saat ini moment yang tepat di Pantai Barat Daratan Selayar, seperti kondisi saat ini di Kampung Penyu, sampah plastik menumpuk yang 90 persen merupakan sampah kiriman dari berbagai daerah, bahkan dari negara tetangga. Sesuai kumpulan sampah plastik yang sekarang dikumpulkan oleh Green Youth Movement Simpul Belajar TN Taka Bonerate dan Sileya Scuba Divers. Aksi bersih pantai untuk generasi muda ini sebagai pendidikan lingkungan guna meningkatkan kesadaran generasi muda tentang pentingnya menjaga kebersihan pantai dan dampak negatif sampah terhadap ekosistem laut.; tanggung jawab sosial untuk membentuk rasa tanggung jawab dan kepedulian sosial terhadap lingkungan; memberikan aktivitas positif untuk menyediakan kegiatan positif yang melibatkan mereka dalam aksi nyata; pemberdayaan guna mendorong generasi muda untuk berperan aktif dalam menjaga lingkungan dan kesehatan dan kesejahteraan yang meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat dengan menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas dari polusi. "Setelah kami mengikuti in class kemarin (20/07), giat semacam ini sangat penting selain sebagai pendidikan lingkungan juga sebagai tanggung jawab sosial terhadap lingkungan tempat tinggal kami," Jawab Daus salah satu peserta GYM Simpul Belajar TN Taka Bonerate utusan MAN Kepulaun Selayar. Sampah plastik yang berhasil dikumpulkan sebanyak 15 karung dengan berat sekitar 200an kilogram, selain itu area yang dibersihkan merupakan daerah peneluran penyu sehingga nanti diharapkan bisa mempermudah penyu naik bertelur. Kepala Balai TN Taka Bonerate Ali Bahri berharap Balai TN Taka Bonerate agar menjadi pelopor dan penggerak untuk kebersihan pantai di Kepulauan Selayar. Dipenghujung kegiatan ditutup dengan pelepasan 130 tukik jenis lekang dan sisik serta makan siang bersama mempererat silaturahim antar sesama komunitas pecinta lingkungan. Sumber: Asri - Humas Balai TN Taka Bonerate
Baca Artikel

Kolaborasi Dengan Mahasiswa UGM, Balai TNGR Gelar Pelatihan Dasar Fotografi

Senaru, 19 Juli 2024. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menggelar Pelatihan Dasar Fotografi sebagai program kerja bersama Universitas Gajah Mada (UGM) yang berlangsung di Jebag Gawah, Resort Senaru, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I, Kamis (18/7). Adapun pematerinya adalah Bapak Pinto NH yang berasal dari Jogja dan beberapa Asosiasi Fotografi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Resort Senaru SPTN Wilayah I TNGR, para mahasiswa KKN Universitas Gajah Mada (UGM), Keluarga Alumni Gajah Mada (KAGAMA) NTB, Asosiasi Fotografi NTB, yang diikuti oleh masyarakat (para pelaku wisata) yang ada di Taman Nasional Gunung Rinjani. Pelatihan dasar fotografi untuk masyarakat & pelaku wisata bertujuan untuk membekali para pelakKolaboru wisata agar meningkatkan kemampuan fotografi sehingga dapat meningkatkan nilai jual paket wisata di Taman Nasional Gunung Rinjani. Sumber: Balai Taman Nasional Gunung Rinjani
Baca Artikel

Balai TNGM dan Universitas Atmajaya Tandatangani PKS Penguatan Fungsi

Yogyakarta, 18 Juli 2024. Kolaborasi antara Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) dan Fakultas Teknobiologi Universitas Atmajaya Yogyakarta (FTb UAJY) telah berlangsung lama. Kerja sama diawali dengan Nota Kesepahaman antara Dirjen KSDAE dan Rektor UAJY pada tahun 2018. Nota Kesepahaman tersebut ditindaklanjuti dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BTNGM dan FTb UAJY pada 2020 – 2023, dan telah berakhir dengan hasil evaluasi baik. Kedua belah pihak memutuskan untuk memperpanjang kerja sama, sehingga pada tanggal 18 Juli 2024, dilaksanakan penandatanganan perpanjangan PKS di Ruang Rapat Universitas, Gedung Thomas Aquinas FTb UAJY. Periode waktu pelaksanaan PKS ini lima tahun, Juli 2024 s.d. Juli 2029. Selain penandatanganan PKS, juga dilaksanakan pendatanganan Rencana Kerja Tahunan (RKT) periode Juli s.d. Desember 2024 dan Rencana Pelaksanaan Program (RPP) periode Juli 2024 s.d. Juli 2029. Hadir dalam kesempatan ini, Kepala BTNGM, Muhammad Wahyudi, juga Pairah, selaku Kepala Sub Bagian Tata Usaha (KSBTU) BTNGM beserta jajarannya. Dari pihak FTb UAJY hadir Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama UAJY, Yosef Daryanto, Kepala Kantor Kerja Sama dan Promosi, Ign. Agus Putranto dan Dekan Fakultas FTb UAJY Ines Septi Arsiningtyas, beserta jajarannya. Kepala BTNGM, Muhammad Wahyudi, sangat mengapresiasi atas keberlanjutan PKS ini, dan mengharapkan PKS harus terlaksana secara timbal balik, sejajar, dan saling menghargai. Tiga aspek yang harus diperhatikan bersama, yaitu mutual respect, mutual trust, dan mutual benefit. Hal ini disampaikan dalam sesi ramah tamah sebelum penandatangan dimulai. Pihak BTNGM merasa bahwa kerja sama ini memberikan manfaat terutama pada bidang pengembangan pendidikan melalui penelitian mahasiswa, hal ini terlihat dari pelaksanaan magang maupun Kuliah Kerja Nyata (KKN) Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di kawasan TNGM. Juga terima kasih dihaturkan atas dukungan pengembangan bioprospeksi, kajian bioakustik, dan pemberdayaan masyarakat melalui kultur jaringan anggrek. Hal inilah yang menyebabkan pihak BTNGM mendukung perpanjangan PKS dengan FTb UAJY ini, lanjutnya. Rangkaian sesi penandatangan ini diakhiri dengan foto bersama. Sumber: Balai Taman Nasional Gunung Merapi Penulis : Eko Susilo Penyunting : Titin Septiana Penanggung jawab : Muhammad Wahyudi (Kepala Balai TNGM, +6285244012365) ***
Baca Artikel

Memaknai Kukilo dan Fenomena Silent Forest di Masa Kini

Yogyakarta, 13 Juli 2024. Dalam filosofi jawa kepemilikan akan kukilo (burung) menjadi salah satu tolok ukur kesuksesan. Saat ini pengertian akan kukilo telah mengalami pergeseran, kini kukilo dimaknai sebagai bentuk hobi atau kesenangan dalam memelihara burung. Burung yang dimaksud dalam kukilo ini awalnya adalah burung anggunan yakni burung – burung pemakan biji yang mengeluarkan bunyi mengalun seperti derkuku, puter, dan perkutut. Namun kini, burung-burung berkicau seperti murai batu, cucak rawa, dan kacer juga termasuk dalam daftar kukilo. Semakin banyak jenis burung yang dipelihara oleh penghobi tersebut, selanjutnya memunculkan pertanyaan menggelitik “dari mana masyarakat penghobi tersebut memperoleh burung kukilo nya?” Idealnya memang burung-burung kukilo ini berasal dari hasil penangkaran, akan tetapi mengingat waktu yang diperlukan untuk penangkaran burung tidaklah sebentar dan tingkat keberhasilanannya pun bervariasi, tak jarang pengambilan burung di alam dijadikan sebagi salah satuj jalan pintas untuk penyediaan burung tersebut. Dalam jangka waktu yang panjang, pengambilan burung di alam memiliki konsekuensi yang cukup besar, ketika jumlah yang diambil semakin banyak, akan mengakibatkan berkurangya jenis burung di alam secara signifikan. Hal ini yang kemudian memicu munculnya silent forest atau hutan yang sepi. Pada silent forest ini akan sangat sulit menemukan burung-burung liar, meski kondisi hutan cukup bagus. Itu karena pemburu mengambil burung di alam secara asal tanpa memandang umur burungnya. Menyikap ihal tersebut, Balai KSDA Yogyakarta melakukan pendataan burung-burung di alam di berbagai wilayah di DIY melalui kegiatan smart patrol yang dilakukan secara berkesinambungan. Khusus resort konservasi wilayah (RKW) Sleman – Kota Yogyakarta telah melakukan pendataan di wilayah kerjanya yang meliputi Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta hingga bulan Juni 2024, dan telah berhasil menemukan 74 jenis burung dimana 8 diantaranya merupakan jenis dilindungi berdasarkan P. 106/2018, dan sebagian jenis burung lainnya merupakan jenis burung yang rutin bermigrasi di wilayah DIY. Pendataan tersebut dilakukan pada 30 titik pengamatan yang meliputi daerah urban dan daerah perkotaan. Temuan di sebagian daerah urban menunjukkan adanya fenomena silent forest dan sebaliknya di ruang terbuka hijau di daerah perkotaan yang padat dengan aktivitas manusia justru menjadi habitat yang cukup aman bagi burung. Secara ringkas hasil pengamatan dirangkum sebagaimana tabel berikut Persebaran titik pengamatan 26 titik di Kabupaten Sleman 4 titik di Kota Yogyakarta Jenis-jenis burung dilindungi yang ditemukan 1. Elang ular bido 2. Elang brontok 3. Alap-alap kawah 4. Bubut jawa 5. Gelatik jawa 6. Kipasan belang 7. Serindit jawa 8. Alap-alap sapi Jenis-jenis burung yang sering dijumpai saat pengamatan 1. Bondol jawa 2. Perkutut jawa 3. Burung madu sriganti 4. Cucak kutilang 5. Cabai jawa 6. Bondol peking 7. Tekukur biasa 8. Merbah terucuk Sumber : Gunungan, Juni 2024 Upaya mempertahankan kelestarian satwa di Indonesia memerlukan adanya kerjasama yang baik antar berbagai pihak mengingat keberadaan burung di alam dapat menjadi indikator terhadap kualitas lingkungan. Kehadiran burung di suatu daerah menunjukkan bahwa daerah tersebut masih asri, dan selain itu secara ekologis burung berperan dalam menebar biji dan melakukan penyerbukan. Fenomena silent forest menjadi tantangan yang perlu ada solusinya. Ketika pemerintah telah melakukan upaya preventif dengan menetapkan regulasi perlindungan satwa, maka Balai KSDA Yogyakarta sebagai bagian dari institusi pemerintah juga berupaya mendukung pelaksanaan peraturan perundang-undangan tersebut. Di tingkat tapak, Balai KSDA Yogyakarta juga melakukan upaya preventif melalui kegiatan sosialisasi dan pendidikan lingkungan terkait satwa, mengembangkan kerjasama dengan para pemerhati dan pelestari satwa, serta melakukan koordinasi dengan aparat penegak hukum. Namun demikian, tantangan di lapangan cukup besar karena terkadang permintaan satwa berasal dari masyarakat dengan tingkat ekonomi yang cukup mapan dan dengan latar pendidikan yang cukup tinggi. Pembangunan kesadaran masyarakat menjadi catatan penting yang perlu segera ditindaklanjuti. Kerjasama dengan mitra pelestari satwa dan paguyuban burung di Jogja diharapkan dapat membantu mendorong kesadaran masyarakat untuk menjaga populasi burung di alam agar hutan tetap bernyanyi. Sumber: Balai KSDA Yogyakarta Sumber informasi: Gunawan (PEH Balai KSDA Yogyakarta) Editor: Donna Susanti Penanggung jawab berita: Kepala Balai KSDA Yogyakarta Kontak informasi: Call center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449)
Baca Artikel

Kolaborasi Jejaring Kerja Penguatan Kelembagaan Desa Berbasis Kehutanan Di Tingkat Tapak

Padangsidimpuan, 15 Juli 2024. Sekali dayung dua tiga pulau terlampaui, itulah sebutan yang layak diberikan dalam kolaborasi antara Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara, Balai Besar KSDA Sumatera Utara dan Dinas Pertanian Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan dalam acara Sosialisasi Fasilitasi Pos Penyuluhan Kehutanan Pedesaan di Kantor KPH Unit X Padangsidimpuan Rabu, 10 Juli 2024. Acara yang dibuka oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Burma Tampubolon, SE.,M.Si dan Kasi Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat, Khairunnisa Harahap, S. Hut., dihadiri peserta dari Pengurus Kelompok Tani Hutan Harapan Desa Sipange Siunjam, Kecamatan Sayur Matinggi, Kabupaten Tapanuli Selatan dan KTH Lembah Gon Gonan Desa Pasar Lama, Kecamatan Batang Angkola, Kabupaten Tapanuli Selatan. Pos Penyuluhan Kehutanan Pedesaan (POSLUHUTDES) merupakan program kegiatan Dinas Lingkungan dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara sesuai amanat Peraturan Kepala Badan penyuluhan dan pengembangan SDM Kementerian LHK BP2SDM Nomor P.5/P2SDM/SET/KUM.1/4/2017 tentang Pos Penyuluhan Kehutanan Pedesaan Hadirnya POSLUHUTDES sebagai organisasi non Permerintah berbasis Kehutanan di tingkat desa ini sebagai wadah bagi masyarakat dalam menyalurkan aspirasinya serta meningkatkan peran kelembagaan masyarakat di pedesaan dalam kegiatan pembangunan kehutanan dan lingkungan hidup, sedangkan tujuannya adalah untuk meningkatkan kegiatan pembelajaran dan penyebarluasan informasi pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan, menguatkan jejaring kerja penyuluhan kehutanan di pedesaan serta meningkatkan keswadayaan dan kemandirian masyarakat di pedesaan dalam pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan sehingga melalui Posluhutdes diharapkan terjadi proses pembelajaran, terjadi temu warga KTH untuk memecahkan permasalahan kelompok dan pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan di tingkat desa, selain itu untuk memberikan akses bagi calon Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (calon PKSM) dan yang sudah aktif sebagai PKSM untuk berinteraksi dengan Kelompok Tani Hutan. Hadir sebagai pembicara mewakili Kepala Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan, Irwan Hanafi, S, Hut.,MM., selain menyampaikan materi kepada peserta sosialisasi tentang pentingnya Pos Penyuluhan Kehutanan Desa sebagai media komunikasi dan pengembangan pengetahuan masyarakat terkait pembangunan lingkungan hidup dan kehutanan, juga menyampaikan pesan dari Kepala Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan, Hermanto MP Siallagan, SH.,MH., bahwa POSLUHUTDES memang bukan program kegiatan Balai Besar KSDA Sumatera Utara, tetapi selaku jejaring kerja Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan secara tidak langsung memiliki tanggungjawab moral terhadap hutan produksi dan hutan lindung yang merupakan wewenang pengelolaan KPH, karena kedua jenis fungsi hutan ini berguna sebagai penyangga (buffer zone) dan benteng pertahanan terakhir sebelum memasuki kawasan konservasi. Selain Narasumber dari Bidang KSDA Wilayah III Padangsidimpuan, hadir juga Penyuluh Pertanian dari Dinas Pertanian daerah Kabupaten Tapanuli Selatan yang nantinya akan berperan sebagai aktor dalam POSLUHUTDES selain sebagai mitra Penyuluh Kehutanan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara dalam berdiskusi dan belajar teknis pertanian bersama masyarakat desa. Kolaborasi antar jejaring kerja ini merupakan wujud persamaan misi yang diemban oleh masing-masing pihak karena berkaitan dengan kegiatan pemberdayaan masyarakat, adapun hasil yang diharapkan dari kolaborasi ini adalah terlaksananya penyadartahuan kepada masyarakat mengenai pentingnya konservasi alam dan ekosistemnya serta meningkatnya kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan. Sumber : Irwan Hanafi, S.Hut., MM. (Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Muda) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Green Youth Movement Angkatan II Dimulai

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan membuka secara resmi Green Youth Movement Angkatan II Medan, 15 Juli 2024. Setelah program pendidikan Green Youth Movement Angkatan I selesai dan diwisuda sebagai Green Ambasador oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pada bulan November 2023 yang lalu, kini kembali digelar Green Youth Movement Angkatan II, yang pelaksanaannya secara serentak diselenggarakan di seluruh wilayah Indonesia pada Senin, 15 Juli 2024, dan dibuka secara resmi melalui virtual oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Prof. Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc. Green Youth Movement pada dasarnya merupakan program pendidikan dasar gerakan lingkungan hidup yang menyediakan wadah bagi para generasi muda untuk bertukar pengetahuan dalam melindungi dan mengelola lingkungan hidup serta memfasilitasi tumbuhnya generasi muda sebagai pelopor dan duta penyelamat lingkungan hidup dan kehutanan. Green Youth Movement hadir untuk mengenalkan, menumbuhkan kesadaran, dan memberikan keterkaitan generasi muda terhadap isu lingkungan dan perubahan iklim. Tujuannya agar para generasi muda memperoleh gambaran terkait konsep utama gerakan yang akan dilaksanakan. Adapun visi dari program ini adalah memfasilitasi tumbuhnya generasi muda sebagai pelopor dan duta penyelamat lingkungan hidup dan kehutanan. Sedangkan misinya memfasilitasi generasi muda untuk membangun jaringan dan berbagi cerita serta bertukar pengalaman terhadap pengelolaan lingkungan hidup sedari awal, meningkatkan pemahaman serta pengetahuan tentang penyelesaian masalah lingkungan, meningkatkan pengetahuan mengenai isu-isu lingkungan hidup secara aktual, serta menjaring Green Ambasador Green Youth Movement. Green Youth Movement memiliki target peserta siswa/siswi kelas II tingkat Sekolah Menengah Atas/Sederajat yang telah berusia 15-17 tahun untuk menjadi peserta didik. Bentuk pendidikan yang dikembangkan adalah mengusung konsep Simpul Belajar yang berfungsi sebagai ruang kelas untuk para peserta Green Youth Movement selama fase in-class berlangsung. Dengan menggunakan jejaring daring (on-line), setiap Simpul Belajar akan mendapatkan praktik belajar mengajar yang sama. Peserta dari Simpul Belajar Balai Besar KSDA Sumatera Utara mengikuti acara pembukaan Green Youth Movement Angkatan II Balai Besar KSDA Sumatera Utara kembali ditunjuk sebagai salah satu Simpul Belajar yang akan melaksanakan kegiatan Green Youth Movement Angkatan II. Ada sebanyak 20 orang peserta yang akan mengikuti kegiatan ini berasal dari 10 sekolah yang berada di Sumatera Utara, yaitu : SMA Swasta UISU Medan, SMK Dwi Warna Medan, SMA Negeri 2 Medan, SMA Negeri 6 Medan, SMA Swasta Al Manar Medan, SMA Islam An Nizam Medan, MAN 1 Medan, SMA Al Bukhari Muslim Medan dan SMA Negeri 4 Medan. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Prof. Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc dalam sambutannya menekankan bahwa Green Youth Movement merupakan wadah bagi Green Ambasador yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia untuk bertukar cerita dan pengalaman tentang pengelolaan lingkungan hidup. Banyak karya-karya dari Green Ambasador Green Youth Movement yang membanggakan dan dirasakan manfaatnya. Pendidikan Green Youth Movement juga mampu menginspirasi generasi muda untuk memikirkan, mencari dan ikut menangani permasalahan lingkungan hidup yang ada. Acara pembukaan turut dihadiri Kepala Bidang Teknis Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Ir. Bresman Marpaung, mewakili Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Kegiatan materi kelas Green Youth Movement akan dilaksanakan selama 6 (enam) hari dari tanggal 15 s.d 20 Juli 2024 di Simpul Belajar Balai Besar KSDA Sumatera Utara, semoga kegiatan ini nantinya melahirkan generasi muda pelopor serta duta penyelamat lingkungan hidup dan kehutanan. Sumber : Evansus Renandi Manalu (Analis Tata Usaha) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

KTH Maju Makmur dan KTH Karya Manunggal Belajar Pupuk Organik dan Media Tanam

Boyolali, 15 Juli 2024. Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) menyelenggarakan pendampingan Kelompok Tani Hutan (KTH) sekitar kawasan konservasi di Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Senin (15/7). Kegiatan ini dilaksanakan di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Subur, yang berada di Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali. Kegiatan ini diikuti oleh KTH Karya Manunggal dan KTH Maju Makaryo, dengan narasumber yaitu Ir. Agus Wiryatmo dari P4S Subur. Hadir dalam kegiatan ini Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II, Ruky Umaya, sekaligus membuka acara. Ruky menyampaikan harapannya, bahwa KTH Karya Manunggal dan Maju Makaryo nantinya dengan pendampingan ini langsung dapat meningkatkan kemampuannya, menyerap dan saling menularkan ilmunya, serta dapat dipraktekkan khususnya di Desa Samiran. Disampaikan oleh Ir Agus Wiryatmo, bahwa pertemuan kali ini merupakan pertemuan kedua dan berharap ada kelanjutannya demi kelancaran usaha dan kesejahteraan kelompok. Dalam pendampingan ini peserta kegiatan menerima materi tentang pembuatan media, pupuk organik cair dan pupuk organik padat. Selain paparan materi, pendampingan ini juga diselipkan diskusi membangun jejaring usaha, yang diharapkan ketika KTH sudah siap berproduk dalam jumlah besar bisa disalurkan ke P4S Subur untuk pemasarannya. Tak cukup materi saja yang disampaikan, pada kesempatan ini juga dilaksanakan praktek pembuatan pupuk organik cair dan pembuatan media tanam organik. Pada kesempatan terpisah Kepala BTNGM, Muhammad Wahyudi, menyampaikan bahwa pendampingan menjadi suatu hal yang tidak terpisahkan dari pemberdayaan masyarakat di daerah penyangga TNGM. Semoga pertemuan ini membawa manfaat untuk keberlanjutan usaha kelompok dan kelestarian alam Merapi. Sumber: Balai Taman Nasional Gunung Merapi
Baca Artikel

Pola Kemitraan Pariwisata TN Tesso Nilo Dibahas di RDP DPRD Kab. Pelalawan

Pelalawan, 09 Juli 2024 - Komisi II DPRD Kabupaten Pelalawan mengadakan Rapat Dengar Pendapat dengan agenda utama membahas Pola Kemitraan Pariwisata Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Selasa (9/7). Rapat yang berlangsung di Gedung DPRD Kabupaten Pelalawan tersebut dihadiri berbagai pihak terkait, antara lain Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pelalawan, Balai Taman Nasional Tesso Nilo, serta PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP). Rapat dipimpin Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pelalawan, Bapak Sunardi, dan dihadiri Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo yang menyampaikan kondisi terkini serta potensi pariwisata di area tersebut. Dalam paparannya, Kepala Balai menyoroti perlunya kerjasama antara pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan mitra perusahaan untuk mengembangkan infrastruktur pariwisata yang lebih baik. Selain itu, anggota komisi II DPRD Pelalawan turut menyuarakan dukungan mereka terhadap rencana pengembangan pariwisata, yang diharapkan mampu menjadi ikon baru dan mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. Dalam rangka mendukung upaya ini, perusahaan mitra seperti RAPP diminta untuk turut serta dalam pemeliharaan jalan masuk ke kawasan wisata Taman Nasional Tesso Nilo. Kepala Dinas Pariwisata juga memberikan informasi bahwa pihaknya telah berupaya untuk mengembangkan destinasi pariwisata, dengan fokus tidak hanya pada Taman Nasional Tesso Nilo, tetapi juga wisata bono, tugu katulistiwa, dan air panas. Namun, tantangan infrastruktur masih menjadi kendala yang perlu diatasi melalui kolaborasi bersama. Dalam penutup rapat, Bapak Sunardi menegaskan bahwa Taman Nasional Tesso Nilo adalah aset daerah yang perlu dijaga dan dikembangkan secara berkelanjutan. Pariwisata diharapkan tidak hanya menjadi motor ekonomi, tetapi juga alat untuk meningkatkan kesadaran konservasi lingkungan. Rencananya termasuk pembangunan pondok wisata dan penggunaan speed boat untuk meningkatkan daya tarik wisata dalam jangka pendek. Rapat ini berakhir dengan komitmen semua pihak untuk terus berkolaborasi dan bekerja sama dalam upaya memajukan pariwisata serta menjaga keberlanjutan Taman Nasional Tesso Nilo, sebagai bagian dari tanggung jawab bersama dalam melestarikan warisan alam yang berharga ini. Sumber: Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Komitmen Bersama untuk Pelestarian Pengelolaan TN Tesso Nilo

Pelalawan, 8 Juli 2024 - Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) menggelar Rapat Koordinasi Pengelolaan Taman Nasional Tesso Nilo yang dihadiri oleh berbagai pihak terkait, yang dipimpin langsung Kepala Balai TN Tesso Nilo, Heru Sutmantoro, S.Hut, M.M. Kepala Balai memberikan penjelasan mendalam mengenai kondisi terkini Taman Nasional Tesso Nilo. Beliau juga mengajak perusahaan yang beroperasi di sekitar TN Tesso Nilo untuk berkontribusi nyata dalam upaya pelestarian kawasan tersebut. Salah satu tindakan konkret yang diminta adalah menutup seluruh akses yang menuju ke kawasan konservasi TN Tesso Nilo serta melakukan pendataan terhadap populasi gajah sumatera dan harimau sumatera di wilayah kerja perusahaan. PT. RAPP, salah satu perusahaan yang hadir dalam rapat, menyatakan dukungan penuh terhadap rencana penyelamatan kawasan TN Tesso Nilo. Mereka berkomitmen untuk melindungi kawasan konservasi dengan berbagai langkah preventif, seperti pelarangan pengangkutan bahan baku sawit melalui jalan perusahaan, serta pendirian pos penjagaan untuk mengamankan wilayah. Utusan dari PT. Rimba Peranap Indah (RPI) juga menyampaikan komitmen serupa dalam mendukung upaya pelestarian, termasuk melakukan penindakan hukum terhadap pelaku illegal logging yang merusak lingkungan. Tindakan konkret lainnya yang dilakukan RPI adalah patroli pengamanan dan perlindungan serta patroli kebakaran di wilayah konsesi mereka. CV. Putri Lindung Bulan (PLB) juga menyatakan kesiapan mereka untuk bekerja sama dengan Balai TNTN dalam upaya pelestarian lingkungan. Mereka menyoroti pentingnya penerapan hukum yang ketat untuk memberikan efek jera terhadap pelanggar hukum lingkungan. Kepala UPT KPH Sorek, Dinas LHK, juga turut mendukung penuh rencana yang disusun oleh Balai TNTN. Mereka menegaskan perlunya kerjasama yang erat antara balai, KPH, pemda, dan perusahaan yang beroperasi di sekitar kawasan untuk melakukan monitoring dini dan pencegahan terhadap aktivitas yang dapat merusak lingkungan. PT. Arara Abadi juga menyuarakan komitmen nya untuk memperkuat sinergi dalam perlindungan kawasan. Mesti tidak berbatasan langsung dengan TNTN, PT. Arara Abadi ungkapkan siap untuk mengerahkan kekuatan menjaga kawasan. Rapat ini menandai komitmen bersama untuk melindungi Taman Nasional Tesso Nilo dari ancaman yang mengintai, seperti illegal logging dan konflik manusia-hewan liar. Semua pihak sepakat untuk terus berkoordinasi dan bertindak secara aktif dalam upaya pelestarian lingkungan yang berkelanjutan. Sumber: Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Supervisi Penilaian Keberhasilan Rehabilitasi DAS PT Adaro Indonesia di SM Pelaihari

Tanah Laut, 7 Juli 2024 – Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan drh. Agus Ngurah Krisna Kepakisan, M.Si, Kepala BPDAS Barito Supriyanto Sukmo dan Kepala Bidang PDASRHL Dishut Kalimantan Selatan Alip Winarto melakukan supervisi penilaian keberhasilan rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) oleh PT Adaro Indonesia di Suaka Margasatwa Pelaihari. Rehabilitasi ini mencakup area seluas 85 hektar dengan jenis tanaman galam (Melaleuca cajuputi), pulai (Alstonia scholaris), dan jabon (Neolamarckia cadamba). Tujuan dari kegiatan ini adalah memastikan bahwa upaya rehabilitasi berjalan sesuai rencana dan mencapai hasil yang diinginkan. Turut mendampingi dalam kegiatan ini Kepala SKW I Pelaihari Agus Erwan, S.Hut, M.Sc dan Kepala Resort SM. Pelaihari Akhmad Fauzan, S.Hut. Supervisi ini melibatkan berbagai pihak terkait, termasuk tim dari PT Adaro Indonesia, Vendor Pelaksana (PT SKMA) serta perwakilan masyarakat setempat. Selama supervisi, tim penilai melakukan inspeksi langsung ke lokasi penanaman untuk memeriksa mpertumbuhan tanaman. “Rehabilitasi ini sangat penting untuk memulihkan ekosistem dan menjaga kelestarian keanekaragaman hayati di kawasan Suaka Margasatwa Pelaihari,” ujarnya. Selain itu Kepala BKSDA Kalimantan Selatan juga menyampaikan bahwa upaya pemulihan ekosistem di SM. Pelaihari tidak hanya melalui kegiatan penanaman tetapi juga dengan melakukan pengendalian jenis tumbuhan invasif. Kepala BPDAS Barito Supriyanto Sukmo, menambahkan bahwa penilaian awal menunjukkan hasil yang sangat memuaskan. “Vegetasi yang tumbuh dengan baik di area rehabilitasi seluas 85 hektar (petak 1, 2 dan 5) ini merupakan bukti bahwa program ini berjalan sesuai rencana. Ini adalah langkah penting dalam mencapai target kriteria keberhasilan rehab DAS dengan tingkat tanaman tumbuh dan tanaman sehat lebih dari 75 persen,” katanya. Ahmad juga menyoroti pentingnya pemantauan berkelanjutan untuk memastikan keberhasilan jangka panjang dari program rehabilitasi ini. Kabid PDASRHL Dishut Kalimantan Selatan Alip Winarto menyampaikan keberhasilan rehabilitasi tidak hanya terlihat dari pertumbuhan tanaman, tetapi juga mengembalikan fungsi ekologis DAS serta mendukung upaya konservasi lingkungan. Pertumbuhan yang baik dari tanaman galam, pulai, dan jabon di area rehabilitasi ini merupakan bukti nyata bahwa program ini berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Kegiatan supervisi ini diakhiri dengan diskusi antara tim penilai, perwakilan PT Adaro Indonesia, dan Vendor Pelaksana (PT SKMA). Diskusi tersebut bertujuan untuk mendapatkan masukan dan menyusun strategi lanjutan untuk memastikan keberhasilan program rehabilitasi dan manfaat yang dirasakan oleh masyarakat sekitar. Para pimpinan mengapresiasi komitmen PT Adaro Indonesia dalam mendukung pelestarian lingkungan dan berharap agar upaya ini dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat, diharapkan program rehabilitasi DAS ini akan mencapai hasil yang maksimal dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi lingkungan serta masyarakat sekitar. Sumber: Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Artikel

Peningkatan Pelayanan Taman Wisata Alam Lejja dengan Sistem E-Tiketing

Soppeng, 1 Juli 2024 – Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (BBKSDA Sulsel) menyelenggarakan sosialisasi dan Focus Group Discussion (FGD) Layanan Pengunjung dengan Sistem e-Tiketing di Taman Wisata Alam (TWA) Lejja pada tanggal 1 Juli 2024 di Hotel Grand Saota, Watansoppeng, Kabupaten Soppeng. Tak hanya untuk sosialisasi, kegiatan juga untuk menampung saran masukan dari stakeholders terhadap penerapan e-tiketing bagi pengunjung di TWA Lejja. Kepala Balai Besar KSDA Sulsel yang diwakili oleh Kepala Bidang Teknis BBKSDA Sulsel membuka kegiatan dengan peserta terdiri dari perwakilan satuan kerja Pemerintah Kabupaten Soppeng, jajaran Kepolisian, swasta, Bank Sulselbar Region Kabupaten Soppeng, dan masyarakat sekitar kawasan TWA Lejja. Kepala Bidang Teknis BBKSDA Sulsel, Heri Suheri, S.Hut. M.Sc., dalam sambutannya menyampaikan : “Pentingnya penerapan sistem e-Tiketing dalam memberikan perbaikan kualitas pelayanan yang cepat, tepat, dan transparan kepada pengunjung TWA Lejja”. Dalam sosialisasi dan FGD ini, Kepala Bidang Wilayah II Pare-pare, Abdul Rajab, S.T.P., M.P. dan Tim IT BBKSDA Sulawesi Selatan memaparkan alur kerja tiket online dan offline serta melakukan demonstrasi penggunaan aplikasi e-Tiketing. Diskusi dan pembahasan menghasilkan beberapa kesimpulan dan rekomendasi penting, antara lain: o Peningkatan tata kelola pelayanan manajemen wisata alam berbasis digital e-tiketing di TWA Lejja. o Aplikasi pelayanan karcis pengunjung dengan sistem e-tiketing berbasis android dan website serta monitoring pendapatan PNBP secara digital. o Penerapan aplikasi reservasi dan sistem booking tiket online (e-tiketing) sebagai kebutuhan mendesak. o E-Tiketing memungkinkan pelayanan yang cepat, tepat, dan transparan, memberikan kepuasan serta menghemat waktu pengunjung. o Sistem e-tiketing dinilai efektif dan efisien karena memberikan kemudahan, kenyamanan, keuntungan, dan keamanan. o Antisipasi terhadap kendala pemesanan tiket online dengan tetap menyediakan pemesanan manual di loket. o Penyediaan genset untuk mengatasi kendala listrik dan pemberitahuan di aplikasi jika terjadi gangguan jaringan. o Penyediaan karcis manual sebagai cadangan jika terjadi gangguan jaringan. o Peningkatan kapasitas bagi tenaga pelayanan sistem aplikasi e-tiketing di TWA Lejja. o Sambutan positif dari pihak-pihak terkait mengenai penerapan e-tiketing di TWA Lejja. o Kerjasama dan Kolaborasi Penyelenggaraan kegiatan ini merupakan sinergi antara Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, Perusda PT. Lamatesso Mattapa, Pemerintah Kabupaten Soppeng, dan melibatkan masyarakat Desa Bulue di TWA Lejja. Hal ini penting untuk memastikan implementasi sistem e-tiketing dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat yang maksimal bagi semua pihak yang terkait, khususnya masyarakat yang akan menerima manfaat dari peningkatan layanan kunjungan wisata alam di TWA Lejja. Sistem e-tiketing telah diterapkan di berbagai destinasi wisata alam di Indonesia, termasuk di Sulawesi Selatan. Saat ini terdapat 10 Taman Nasional yang sudah menerapkan sistem e-tiketing untuk meningkatkan efisiensi dan kenyamanan pengunjung. Dengan e-tiketing, pengunjung dapat memesan tiket secara online, mengurangi waktu antrian, dan memastikan transparansi biaya. Inovasi ini tidak hanya mengoptimalkan pengelolaan wisata tetapi juga mendukung pengembangan pariwisata yang berkelanjutan. Penerapan sistem e-tiketing di Taman Wisata Alam Lejja diharapkan menjadi contoh sukses yang dapat diimplementasikan di destinasi wisata alam lainnya di Indonesia, khususnya di Sulawesi Selatan. Diharapkan peningkatan kualitas layanan wisata alam dapat terus berkembang, memberikan manfaat yang lebih besar bagi pengunjung, pengelola wisata alam, pengelola Kawasan, serta masyarakat di sekitar kawasan konservasi. Sumber: Balai Besar BKSDA Sulawesi Selatan (SIARAN PERS Nomor : SP. 19/K.8/TU/Humas/07/2024) Call Center BBKSDA Sulsel: 08114600883

Menampilkan 737–752 dari 2.298 publikasi