Senin, 25 Mei 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Road to Peringatan HKAN 2024: Program Visit to School, Tanamkan Cinta Alam pada Generasi Muda

Makassar, 31 Juli 2024 – Menyambut dan memperingati Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) tahun 2024 Tim Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan melaksanakan program “Visit to School” di SD Muhammadiyah II dan SMP Muhammadiyah 9 Berua pada 30 dan 31 Juli 2024. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi alam, serta menanamkan nilai-nilai konservasi sejak dini kepada generasi muda, khususnya siswa-siswi sekolah. Program visit to school dilaksanakan oleh Penyuluh Kehutanan, Pengendali Ekosistem Hutan, dan Polisi Kehutanan Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan serta mahasiswa magang dari Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin dan Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar. Sebagai bentuk sosialisasi konservasi sumber daya alam, dalam kegiatan visit to school disampaikan materi tentang pentingnya hutan, keanekaragaman hayati, dan dampak dari kerusakan lingkungan. Materi tersebut disesuaikan dengan tingkat usia dan pemahaman siswa serta disampaikan dengan suasana yang menggembirakan. Para siswa SD Muhammadiyah II dan SMP Muhammadiyah 9 diharapkan dapat memahami materi yang disampaikan, tertanam nilai-nilai konservasi alam, dan nantinya menjadi agen perubahan dalam mewujudkan lingkungan berkelanjutan. Agen perubahan yang peduli terhadap lingkungan dan aktif dalam upaya pelestarian alam. Para siswa menunjukan antusiasme sangat tinggi dalam pelaksanaan kegiatan, terlihat dari banyaknya pertanyaan kritis yang diajukan. Hal ini menunjukkan bahwa generasi muda memiliki kepedulian yang besar terhadap masa depan bumi. "Kami sangat senang melihat antusiasme siswa dalam mengikuti program ini," ujar Murniaty, Penyuluh Kehutanan yang terlibat dalam program ini. "Melalui program Visit to School, kami berharap dapat menginspirasi siswa untuk menjadi generasi yang peduli lingkungan dan turut serta dalam menjaga kelestarian alam." Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, namun juga menghadapi ancaman kerusakan lingkungan yang serius. Peringatan HKAN menjadi momentum untuk mengingatkan kita semua tentang pentingnya menjaga kekayaan alam yang kita miliki. Untuk itu program Visit to School menjadi salah satu kegiatan dalam rangkaian Road to Peringatan HKAN sebagai upaya menanamkan nilai-nilai konservasi sejak dini. Dengan melibatkan lembaga pendidikan, diharapkan akan terbentuk generasi muda yang peduli terhadap lingkungan dan berperan aktif dalam upaya pelestarian alam. Pemerintah melalui Keputusan Presiden RI Nomor 22 Tahun 2009 menetapkan tanggal 10 Agustus sebagai Hari Konservasi Alam Nasional. Pemerintah menilai bahwa konservasi alam merupakan bagian integral dari pembangunan nasional yang berkelanjutan yang harus terus dilaksanakan dan dipertahankan pada setiap kegiatan dalam upaya perlindungan sumber daya alam hayati dan ekosistemnya sebagai sistem penyangga kehidupan. Sumber: Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (SIARAN PERS Nomor : SP.27/K.8/TU/Humas/07/2024) Call Center BBKSDA Sulsel: 08114600883
Baca Artikel

Road To HKAN 2024, BBKSDA Sumatera Utara Sambangi SMP Negeri 1 Nassau

Kepala Resort SM. Dolok Surungan II, Timbul H. Pardosi, mengedukasi pelajar Nassau, 1 Agustus 2024. Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah IV Tarutung giat melakukan kegiatan menuju Road To HKAN 2024 dengan melakukan kunjungan sekolah guna mengedukasi generasi muda, khususnya kalangan pelajar. Kali ini sekolah yang disambangi adalah SMP Negeri 1 Nassau di Kecamatan Nassau, Kabupaten Toba, pada Selasa 30 Juli 2024. Sekolah yang berada di sekitar kawasan konservasi Suaka Margasatwa (SM) Dolok Surungan. Kunjungan ke SMP Negeri 1 Nassau ini dimaksudkan dimaksudkan untuk mensosialisasikan kawasan SM. Dolok Surungan terkait potensi serta peran pentingnya bagi kehidupan masyarakat sekitar, serta mengenalkan jenis satwa dan tumbuhan yang dilindungi di Indonesia dan khususnya di Sumatera Utara, agar generasi muda peduli dan mencintai alam dan lingkungan sekitarnya sedini mungkin. Rangkaian kegiatan kunjungan sekolah ini berupa pemaparan materi oleh narasumber Kepala Resort SM. Dolok Surungan II, Timbul H. Pardosi, tentang Fungsi Vital Kawasan Konservasi SM Dolok Surungan Bagi Warga Desa Sekitar Kawasan, Pengenalan Jenis-jenis Hutan, serta Mengenal Beberapa Jenis Satwa Liar Yang Dilindungi. Usai pemaparan dilanjutkan dengan diskusi untuk membahas serta memperdalam materi yang telah dipaparkan. Peserta begitu antusias bertanya karena merasa informasi yang didapatkan merupakan pengetahuan baru yang bermanfaat. Di akhir kegiatan, narasumber Kepala Resort SM. Dolok Surungan II menyampaikan apresiasi dan terima kasihkepada Kepala Sekolah dan guru-guru SMP Negeri 1 Nassau yang sudah memberi ruang dan waktu untuk terselenggaranya kegiatan edukasi ini. Dan kepada pelajar, diingatkan untuk rajin belajar serta menggali informasi dan pengetahuan lebih banyak lagi tentang konservasi alam dari berbagai sumber sehingga wawasan pengetahuannya akan lebih luas dan lengkap. Sumber : Timbul H. Pardosi (Kepala Resort SM. Dolok Surungan II) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Road To HKAN 2024: Belajar Konservasi Alam di SMPN 3 Lumban Lintong

Pemaparan oleh narasumber Lumban Lintong, 1 Agustus 2024. Masih dalam rangkaian Road To HKAN 2024, Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Resot Suaka Margasatwa (SM) Dolok Surungan III pada Seksi Konservasi Wilayah IV Tarutung melaksanakan kegiatan Belajar Konservasi Alam di SMP Negeri 3 Lumban Lintong , Kecamatan Habinsaran, Kabupaten Toba, salah satu sekolah yang berada di sekitar kawasan konservasi Suaka Margasatwa (SM.) Dolok Surungan, pada Selasa 30 Juli 2024. Kegiatan ini dimaksudkan untuk mensosialisasikan kawasan Suaka Margasatwa (SM.) Dolok Surungan, mengedukasi pelajar mengenal kawasan hutan dan fungsinya yang sangat penting bagi keberlangsungan kehidupan manusia serta mengenalkan jenis satwa dan tumbuhan yang dilindungi di Indonesia dan khususnya di Sumatera Utara, agar generasi muda peduli dan mencintai alam dan lingkungan sekitarnya sedini mungkin. Rangkaian kegiatan belajar Konservasi Alam ini berupa pemaparan materi oleh narasumber Kepala Resort SM. Dolok Surungan III, Onto Sianipar, beserta staf Irawan Lumban Gaol (Polhut Pemula) tentang Fungsi Hutan dan Konservasi Sumber Daya Alam, serta Mengenal Satwa Liar. Untuk mengetahui sejauhmana pengetahuan dan pengenalan para pelajar terhadap satwa liar, narasumber memberikan games (permainan) yaitu Mengklasifikasikan Satwa Liar Kedalam Kelompok Dilindungi atau Tidak Dilindungi. Melalui games ini pelajar diperkenalkan beberapa jenis satwa liar yang dilindungi serta pertimbangan penetapan status dilindungi. Di akhir kegiatan dilakukan penyerahan hadiah bagi pelajar yang aktif dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Kepala Resort SM. Dolok Surungan III menyampaikan pesan dan semangat kepada para pelajar untuk belajar bersungguh-sungguh dalam meraih cita-cita dan menghimbau/mengajak untuk saling tolong menolong menjaga dan menyelamatkan alam demi masa depan yang lebih baik. Sumber : Irawan Lumban Gaol (Polhut Pemula) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Ujung Kulon Culture Festival 2024 Ditutup Dengan Doa Bersama dan Santunan Anak Yatim

Labuan, 1 Agustus 2024. Penutupan Ujung Kulon Culture Festival 2024, Minggu (28/7/24), diadakan acara pemberian santunan anak yatim untuk warga sekitar dan Istigosah bersama seluruh masyarakat yang hadir untuk memohon pertolongan kepada Allah SWT agar kita terlepas dari kesulitan dan juga dikhususkan untuk perlindungan dan kelestarian badak jawa di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) serta Geopark Ujung Kulon. Pada kesempatan yang baik ini, Kepala Balai TNUK, Ardi Andono, S.TP., M.Sc menyampaikan akan senantiasa bergandengan tangan dengan seluruh masyarakat yang ada di sekitar kawasan TNUK, karena dalam menjaga kawasan dibutuhkan partisipasi dan dukungan masyarakat khususnya dalam melindungi dan melestarikan badak jawa. Beliau juga mengutip dari pernyataan Sesepuh Ulama Banten, Abuya KH Ahmad Muhtadi bin Dimyathi al-Bantani yang mengatakan bahwa “badak jawa memiliki kekuatan, dimana badak jawa dapat menjaga keamanan di wilayah kita semua khususnya Pandeglang, Banten”. Kami sangat berterima kasih atas partisipasi dan dukungan dari seluruh masyarakat, para ulama, dan tokoh masyarakat yang telah hadir. Semoga acara ini dapat meningkatkan semangat konservasi dan rasa tanggung jawab untuk menjaga lingkungan di hati setiap insan, juga kami mengajak seluruh pihak untuk terus berikhtiar demi masa depan yang lebih baik bagi Badak Jawa dan Geopark Ujung Kulon. Badak Jawa Lestari, Geopark Ujung Kulon Terjaga! Sumber: Balai Taman Nasional Ujung Kulon
Baca Artikel

Road To HKAN 2024, Edukasi Konservasi Alam di SMPN 2 Paranginan

Paranginan, 31 Juli 2024. Road To HKAN 2024, Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Resort Taman Wisata Alam (TWA) Sijaba Hutaginjang pada Seksi Konservasi Wilayah IV Tarutung melaksanakan kegiatan edukasi konservasi alam di SMP Negeri 2 Paranginan, Kecamatan Paranginan, Kabupaten Humbang Hasundutan, salah satu sekolah yang berada di sekitar kawasan konservasi Taman Wisata Alam (TWA) Sijaba Hutaginjang, pada Selasa, 30 Juli 2024. Pendidikan konservasi alam kepada kalangan generasi muda khususnya pelajar dimaksudkan untuk mensosialisasikan kawasan TWA Sijaba Hutaginjang sekaligus untuk meningkatkan minat serta kepedulian mencintai alamnya sedini mungkin. Kegiatan edukasi ini juga diikuti oleh 4 orang mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) yang sedang melaksanakan Praktek Kerja Lapangan di Persemaian Permanen Hutaginjang, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) Asahan Barumun. Materi tentang Fungsi Hutan dan Konservasi Alam disampaikan oleh narasumber guna memberi pemahaman akan arti penting hutan dan perlunya upaya konservasi sumber daya alam. Pemamparan materi diselingi juga dengan permainan (games) Menyusun Potongan Kata Membentuk Slogan atau Kampanye Konservasi Alam dan Lingkungan Hidup. Melalui games ini pelajar dilatih berpikir kritis untuk berperan dalam mengkampanyekan tentang konservasi alam dan lingkungan hidup. Materi kedua, Mengenal Satwa Liar Yang Dilindungi. Narasumber memperkenalkan beberapa jenis satwa yang dilindungi yang dibarengi dengan permainan (games) Mengklasifikasikan Satwa Liar ke Dalam Kelompok Dilindungi atau Tidak Dilindungi. Melalui games dan pemaparan materi, pelajar dibekali pengetahuan tentang mengapa satwa ditetapkan sebagai jenis yang dilindungi, kemudian faktor-faktor yang menyebabkan satwa dilindungi bisa berubah statusnya menjadi tidak dilindungi. Penanaman pohon di lingkungan sekolah Model pembelajaran dengan memadukan pemaparan materi serta permainan (games) sangat menarik minat dan antusias dari para pelajar. Diakhir acara dilakukan penyerahan alat-alat kebersihan sebagai bentuk cinderamata Tim Balai Besar KSDA Sumatera Utara kepada Wakil Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Paranginan, penyerahan hadiah bagi pelajar yang aktif dan memperoleh nilai terbaik di permainan (games), serta penanaman 10 bibit Macadamia dan 10 bibit Matoa di lingkungan Sekolah. Semoga pertemuan yang singkat memberi kesan dan makna yang mendalam bagi pelajar untuk belajar konservasi alam. Sumber : Budi Satria Sihite, S.Hut. (Kepala Resort TWA Sijaba Hutaginjang) - Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Road To HKAN 2024: BBKSDA Sumut Visit To School SMPN 4 Pangaribuan

Kepala Resort CA. Dolok Saut, Poltak Rimson Sinaga, memaparkan materi Pangaribuan, 31 Juli 2024. Masih dalam rangkaian Road To HKAN 2024, Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Resot CCagar Alam (CA) Dolok Saut pada Seksi Konservasi Wilayah IV Tarutung melaksanakan kegiatan Visit To School SMP negeri 4 Pangaribuan , Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara, pada Selasa 30 Juli 2024. Visit to School dimaksudkan untuk mensosialisasikan kawasan Cagar Alam (CA) Dolok Saut, mengedukasi pelajar mengenal kawasan hutan dan fungsinya yang sangat penting bagi keberlangsungan kehidupan manusia serta mengenalkan jenis satwa dan tumbuhan yang dilindungi di Indonesia dan khususnya di Sumatera, agar generasi muda peduli dan mencintai alam dan lingkungan sekitarnya sedini mungkin. Adapun rangkaian kegiatan visit to school berupa pemaparan materi oleh narasumber Kepala Resort CA. Dolok Saut, Poltak Rimson Sinaga, tentang Pembagian dan Fungsi Hutan serta Manfaat Hutan Bagi Kehidupan Manusia. Untuk mengetahui sejauhmana pemahaman para pelajar terhadap apa yang disampaikan oleh narasumber, diberikan pertanyaan-pertanyaan sebagai kuis. Pemaparan materi kedua berkaitan dengan Pengenalan Satwa dan Tumbuhan Yang Dilindungi di Indonesia dan Sumatera. Para pelajar diperkenalkan beberapa satwa liar yang dilindungi serta pertimbangan penetapan status dilindungi. Dengan pengenalan ini diharapkan pelajar dapat menularkan informasi tersebut ke orangtua maupun teman-temannya. Penanaman bibit Alpukat oleh Kepala Resort CA. Dolok Saut didamping Kepala SMPN 4 Pangaribuan Di akhir kegiatan dilakukan penyerahan hadiah bagi pelajar yang aktif mengikuti kegiatan pembelajaran, serta penanaman 4 batang bibit Alpukat (Persea Americana) di lingkungan sekolah. Kepala Sekolah serta perwakilan siswa dan siswi SMP Negeri 4 Pangaribuan mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh Balai Besar KSDA Sumatera Utara karena sangat mengedukasi dan menginspirasi dalam menumbuhkan kecintaan terhadap alam dan lingkungan sedini mungkin. Sumber : Aris Carno S (Polhut Pemula) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Kemah Bakti di Ujung Kulon Culture Festival 2024

Labuan, 30 Juli 2024. Masih dalam rangkaian acara Ujung Kulon Culture Festival (UKCF), diadakan kegiatan Kemah Bakti Saka Wanabakti Kwarcab Pandeglang di Taman Edukasi, Kecamatan Sumur. Kegiatan Kemah Bakti ini berlangsung dari tanggal 26 Juli s.d 28 Juli 2024 yang diikuti oleh 700 orang dari 40 sekolah se-Kabupaten Pandeglang. Kepala Balai TN Ujung Kulon, Ardi Andono, S.TP., M.Sc atau Kak Ardi Andono selaku Ketua Majelis Pembimbing Saka Wanabakti Kwarcab Pandeglang memimpin apel kesiapan serta membuka acara peserta kegiatan Kemah Bakti ini. Sumber: Balai Taman Nasional Ujung Kulon
Baca Artikel

Pengobatan Gratis pada Ujung Kulon Culture Festival 2024

Labuan, 30 Juli 2024. Masyarakat merupakan salah satu garda terdepan dalam upaya konservasi alam di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK). Oleh karena itu, kesejahteraan masyarakat sekitar Taman Nasional merupakan hal yang penting, termasuk kesejahteraan dalam kesehatan. Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, dalam acara Ujung Kulon Culture Festival, Balai TNUK bersama UPT Puskesmas Kecamatan Sumur dan mitra dari Yayasan Badak Indonesia (YABI) melaksanakan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bagi seribu orang masyarakat setempat. Kami berharap, kegiatan ini dapat membantu meningkatkan kesehatan serta memperkuat semangat gotong royong dalam menjaga dan melestarikan alam di Taman Nasional Ujung Kulon. Sumber: Balai Taman Nasional Ujung Kulon
Baca Artikel

Peran Serta Balai Taman Nasional Ujung Kulon pada Ujung Kulon Culture Festival

Labuan, 29 Juli 2024. Balai Taman Nasional Ujung Kulon mengikuti acara Ujung Kulon Culture Festival (UKCF) di Taman Edukasi, Kecamatan Sumur Kabupaten Pandeglang, Sabtu (27/7), dengan membuat booth pameran. UKCF merupakan upaya sosialisasi Taman Nasional Ujung Kulon sebagai Geopark Nasional. Acara ini berlangsung dari tanggal 27 s.d 29 Juli 2024, yang menampilkan beragam kegiatan, mulai dari penampilan kebudayaan setempat, Kemah Bakti SMA/SMK se-Kabupaten Pandeglang, Rally Tour Offroad IOF Kabupaten Pandeglang, pameran UMKM dan masih banyak lagi. A Pada kegiatan pembukaan, dilakukan penyerahan Sertifikat Geopark Nasional Ujung Kulon dari Kepala Badan Geologi Kementerian ESDM Muhammad Wafik kepada Bupati Pandeglang Irna Narulita Irna Narulita Dimyati S.E., M.M kemudian acara dilanjutkan dengan seremonial Restorasi Sejuta Terumbu Karang yang disaksikan oleh PJ gubernur, Bupati Pandeglang, Kementerian ESDM dan Kepala Balai TNUK Sebelum acara tersebut, terlebih dahulu dilaksanakan pelepasan Rally Tour Offroad oleh Pj Gubernur Banten Dr. Al Muktabar, M.Sc dan Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon, Ardi Andono, S.TP., M.Sc. Sumber: Balai Taman Nasional Ujung Kulon
Baca Artikel

Mencetak Generasi Muda Peduli Lingkungan Melalui Pembentukan Kader Konservasi

Kapuas Hulu, 27 Juli 2024. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum Bersama Saka Wanabakti Cabang Kapuas Hulu melaksanakan kegiatan Pembentukan Kader Konservasi Melalui Perkemahan Saka Wanabakti. Kegiatan ini berlangsung di Dusun Kalis Jaya Desa Rantau Kalis Kecamatan Kalis Kabupaten Kapuas Hulu, tepatnya di Lokasi Wisata Arung Jeram Rantau Kalis. Perkemahan yang diikuti sebanyak 21 orang peserta ini, dilaksanakan selama 5 (lima) hari sejak 23 hingga 27 Juli 2024. Para peserta merupakan siswa/i pelajar yang berasal dari 6 (enam) SMA/SMK Sederajat yang ada di Putussibau, diantaranya SMAN 1 Putussibau, SMAN 2 Putussibau, MAN Putussibau, SMKN 1 Putussibau, SMKN 2 Putussibau, dan SMA Karya Budi. Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Bidang Teknis Konservasi selaku Ketua Pengurus Pimpinan Saka Wanabakti Cabang Kapuas Hulu, Kak Gunawan Budi Hartono, S.Hut., M.Si menyampaikan “Kegiatan Perkemahan ini merupakan upaya awal mengenalkan lingkungan dan alam pada para peserta melalui kegiatan Kepramukaan (Saka Wanabakti). Kedepannya akan banyak lagi kegiatan kegiatan – kegiatan lanjutan yang akan melibatkan anggota sebagai kader dalam upaya menyebarluaskan semangat konservasi pada masyarakat luas. Kegiatan Pembentukan Kader Konservasi melalui Perkemahan ini memberikan kesempatan bagi para peserta perkemahan untuk lebih mengenali lingkungan dan alam di sekitarnya melalui berbagai materi seperti pengetahuan dasar tentang Ilmu Kehutanan dan Konservasi, Pengenalan Dasar Tumbuhan dan Satwa Liar, Fotografi, Pengelolaan Kawasan Wisata Berbasis Masyarakat, Pengenalan Ilmu Survival di Alam, dan Materi 4 (empat) Krida dalam Saka Wanabakti yaitu Bina Wana, Reksa Wana, Tata Wana, dan Guna Wana. Tidak lupa para peserta juga melakukan praktek langsung materi materi yang telah disampaikan melalui praktek pengamatan tumbuhan dan satwa liar, Praktek Fotografi, Praktek arung jeram Sungai Rantau Kalis, Penanaman Pohon di lahan masyarakat, Inventarisasi Hutan dengan cara Analisis Vegetasi, Pengelolaan Sampah, Jelajah Rimba (jungle track) serta Interpretasi Alam. Dalam penyampaian materi materi tersebut tim melibatkan narasumber yang berpengalaman di bidangnya. Turut hadir pula Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tetang Baro Raun dalam memberikan materi tentang Pengenalan Wisata Alam di Desa Rantau Kalis. “ Kami sangat antusias menyambut kembali kehadiran adik-adik pada Kegiatan Perkemahan Saka Wanabakti kali ini, karena merupakan yang kedua kalinya dilaksanakan di Desa kami. Selian itu, kegiatan ini juga sebagai upaya mempromosikan potensi wisata di Desa Rantau Kalis kepada masyarakat luas. Semoga semakin banyak generasi muda Kapuas Hulu yang lebih mengenali potensi wisata di daerahnya”, ungkap Leonardus, Ketua Pokdarwis Tetang Baro Raun. Farhanna Ghea Arimbi, Salah satu peserta yang berasal dari SMA Negeri 1 Putussibau menyampaikan bahwa sangat menikmati seluruh rangkaian acara ini. “ Masih banyak pelajar siswa/i di Putussibau yang belum tahu ilmu ilmu tentang alam dan lingkungan. Masih banyak juga yang suka buang sampah sembarangan dan kurang peduli dengan kelestarian alam. Disini kami belajar untuk lebih peduli lagi. Selain itu, kami juga berkesempatan untuk mengetahui cara mengenal pohon, satwa dan potensi wisata alam”, ungkap Farhanna. Lain lagi Roi Hendra Saputra. Siswa kelas XI SMAK Negeri 1 Putussibau ini mengungkapkan bahwa sangat senang dengan aktivitas di alam seperti jelajah alam sambil pengamatan satwa, menikmati sejuknya Sungai Rantau Kalis sambil berarung Jeram. Saya juga dapat teman teman baru disini. Wahh.. asyiklah pokoknya..!!”, Pungkas Roi. Semoga melalui kegiatan pembentukan kader konservasi tingkat Pemula lingkup Balai Besar Tana Bentarum, dapat memunculkan generasi muda yang secara aktif dan mandiri dalam melakukan aktivitas peduli lingkungan, serta dapat menjadi mitra Balai Besar Tana Bentarum dalam upaya melestarikan kawasan hutan khususnya Taman Nasional Betung Kerihun dan Taman Nasional Danau Sentarum. Sumber: Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Artikel

Hijaukan Mangrove Tingkatkan Kesejahteraan

Medan 26 Juli 2024. International Day for The Conservation of the Mangrove Ecosystem, yang biasanya diperingati setiap tanggal 26 Juli, kembali dirayakan tahun ini dengan mengusung tema “Hijaukan Mangrove Tingkatkan Kesejahteraan”. Mangrove merupakan ekosistem unik dan kompleks. Ekosistem mangrove juga menjadi penghubung ekosistem daratan termasuk manusianya dengan ekosistem laut, dimana melalui koneksi inilah mangrove menyediakan fungsi dan jasa lingkungan berlimpah baik ditingkat lokal, regional maupun global. Paling tidak ada 3 (tiga) fungsi jasa lingkungan mangrove, pertama habitat dan nursery function. Mangrove merupakan habitat tempat berlindung/ berkembangbiaknya berbagai jenis fauna dan biota laut. Kedua, coastal protection and erosion control, dimana mangrove menjadi buffer zone dalam menstabilisasi sedimen dan purifikasi air, perlindungan garis pantai, erosi, mitigasi bencana seperti tsunami dan badai. Dan ketiga, mangrove sebagai nutrient cycling and carbon sequestration. Mangrove dalam banyak penelitian memiliki kemampuan untuk menyimpan huge stocks of carbon, baik di atas permukaan maupun di bawah permukaan yang jauh lebih besar dibandingkan kemampuan menyimpan karbon di hutan-hutan terrestrial. (https://ppid.menlhk.go.id) Yang menjadi ciri khas dari hutan mangrove, diantaranya : didominasi oleh tumbuhan mangrove atau tumbuhan bakau, yakni tumbuhan yang mempunyai akar mencuat ke permukaan, tumbuh di kawasan perairan payau, yakni perairan yang terdiri atas campuran air tawar dan air asin serta sangat dipengaruhi oleh pasang surut air laut. Selain pengurai limbah organik, hutan mangrove juga dapat membantu mempercepat proses penguraian bahan kimia yang mencemari laut, seperti minyak dan diterjen dan merupakan penghalang alami terhadap angin laut yang kencang pada musim tertentu. Sumatera Utara patut berbangga, karena memiliki kawasan konservasi hutan mangrove, yaitu Kawasan Suaka Margasatwa (SM) Karanggading dan Langkat Timur Laut yang terletak di 2 (dua) kabupaten dan 4 (empat) kecamatan, masing-masing Kabupaten Deli Serdang (Kecamatan Labuhan Deli dan Kecamatan Hamparan Perak) dan Kabupaten Langkat (Kecamatan Tanjung Pura dan Kecamatan Secanggang). Kawasan yang berada dibawah pengelolaan Balai Besar KSDA Sumatera Utara merupakan satu-satunya hutan konservasi dengan ekosistem mangrove yang berhadapan langsung dengan luasnya selat malaka dimana hutan mangrovenya menjadi benteng pertahanan Sumatera Utara, dan dari sisi timur kawasan ini merupakan habitat dari berbagai satwa yang terancam punah. Selain itu juga, SM. Karanggading dan Langkat Timur Laut menjadi tempat tumbuh bagi jenis-jenis bakau endemik, seperti Rhizophora sp., Api-api, Nyiri, Tengar, Buta-buta, Dengganai, Pidada, Rengas, Nipah dan lain sebagainya. Ratusan bahkan ribuan orang dari 14 desa sekitar kawasan SM. Karanggading dan Langkat Timur Laut saat ini pada umumnya bermata pencaharian sebagai nelayan dan petani yang kehidupannya sangat tergantung kepada keberadaan kawasan tersebut. Tidak dipungkiri bahwa kawasan ini mengalami ancaman deforestasi diakibatkan oleh aktivitas seperti konversi lahan hutan menjadi kebun sawit, tambak ikan dan udang, pembalakan liar, pemukiman dan penguasaan lahan untuk alasan “kesejahteraan” dan sebagainya. Berbagai upaya untuk mempertahankan keberadaan kawasan ini terus dirancang dan dilakukan oleh Balai Besar KSDA Sumatera Utara, seperti membangun kemitraan dengan belasan kelompok tani yang ada di sekitar kawasan dan memberikan bantuan. Hal ini sebagai komitmen untuk membangun masyarakat sekaligus membangun hutan. Karena kawasan konservasi ini harus bisa bermanfaat untuk masyarakat serta harus tetap lestari, terjaga dan terlindungi. (https://analisadaily.com ). Selain itu, Balai Besar KSDA Sumatera Utara dengan dukungan mitra KFW juga mengagas acara Festival Masyarakat Adat dan Agama Desa Sekitar Kawasan SM. Karanggading Langkat Timur Laut, pada Sabtu 21 Oktober 2023 yang lalu, di lapangan alun-alun Tengku Amir Hamzah Stabat. Balai Besar KSDA Sumatera Utara mengangkat isu antara alam dan masyarakat yang dilandasi filosofi dasar bergerak dengan dukungan agama dibangun dengan budaya. Nilai-nilai agama dan adat istiadat yang masih terpelihara dengan baik sampai saat ini di tengah-tengah masyarakat dari 14 desa, akan sangat efektif apabila dapat mengejawantahkannya menjadi norma kebiasaan masyarakat terhadap pengelolaan SM Karanggading dan Langkat Timur Laut. Festival Masyarakat Adat dan Agama Desa Sekitar Kawasan SM. Karanggading Langkat Timur Laut ditandai dengan adanya Maklumat dari Tokoh Kerapatan Adat Kesultananan Negeri Langkat serta deklarasi dan dukungan perlindungan kawasan SM. Karanggading dan Langkat Timur Laut dari Pemerintahan Kabupaten Langkat, tokoh Kerapatan Adat Kesultananan Negeri Langkat, tokoh agama Tuan Guru Babussalam serta dari kelompok-kelompok tani hutan binaan Balai Besar KSDA Sumatera Utara (Harmonisasi Adat, Agama Merawat Hutan, Evansus Renandi Manalu, Harian Waspada, Jumat 20 Oktober 2023, hal. B3). Semua upaya akan terus dilakukan oleh Balai Besar KSDA Sumatera Utara untuk merajut seluruh potensi masyarakat agar bergerak bersama, berkolaborasi merawat kawasan konservasi SM. Karanggading dan Langkat Timur Laut, dengan satu tujuan “Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera” sesuai dengan tema Hari Mangrove Sedunia Tahun 2024 “Hijaukan Mangrove Tingkatkan Kesejahteraan”. Selamat Hari Mangrove Sedunia 2024… Sumber : Evansus Renandi Manalu (Analis Tata Usaha) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

BBKSDA Jatim Semarakkan Festival Bambu Magetan

Magetan, 26 Juli 2024. Ikut menyemarakkan Festival Bambu Kabupaten Magetan, Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jatim) turut serta dalam pameran konservasi pada festival tersebut, pada tanggal 26 Juli – 4 Agustus 2024. Festival ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup tahun 2024 dan menyambut Eco Bambu Park Magetan. Pameran yang dihelat di pelataran GOR Ki Mageti - Kompleks Stadion Magetan ini juga diikuti oleh segenap OPD Kabupaten Magetan, CDK Madiun, Bank Jatim, dan UMKM lingkup Kabupaten Magetan. Festival Bambu tahun ini mengambil tema “ Magetan Djadoel”. Menurut Kepala Bidang KSDA Wilayah I Madiun, Agustinus Krisdijantoro, dalam festival tersebut BBKSDA Jatim menampilkan banya informasi terkait Taman Wisata Alam Kawah Ijen, kawasan konservasi lingkup BBKSDA Jatim, jenis satwa liar yang dilindungi, produk binaan daerah penyangga, serta visual pengenalan kegiatan BBKSDA Jatim. “Kami juga menampilkan edukasi-edukasi konservasi serta doorprize bagi pengunjung stand kami”, tambah Agustinus. Selama Festival ini pengunjung juga dapat menyaksikan pertunjukan seni tradisional menggunakan alat musik bambu dan menikmati makanan dan jajanan khas Magetan di area kuliner jadul. Sumber : Agus Irwanto - Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Artikel

Monitoring RHL Mangrove TWA BUSUWA

Batulicin, 24 Juli 2024 – Balai KSDA Kalimantan Selatan dan BPDAS Barito (Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Barito) melaksanakan kegiatan monitoring Rehabilotasi Hutan dan Lahan (RHL) Mangrove, berlokasi di TWA (Taman Wisata Alam) Pulau Burung dan Pulau Suwangi. RHL blok II Pulau Burung dengan luasnya 17 Ha terbagi 10 ha dengan pola Intensif (jmlh 36.000) dan 7 ha dengan pola Pengkayaan (jmlh 11.700) hasil monitoring awal sdh ternama semua, dan akan direncanakan kegiatan geoteg untuk mengetahui secara akurat persentase keberhasilan. RHL blok IIl Pulau Suwangi denga luasnya 25 ha, areal merupakan tambak di lakukan pola Silfovisery (jmlh bibit 40.000) hasil monitoring awal yg sdh tertanam sebanyak 21,000 bibit atau seluas 13 ha. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala BPDAS Barito Ir. Supriyanto Sukmo Sejati, M.Si dan Balai KSDA Kalsel diwakili oleh Muhammad Tejar selaku Kepala Resort TWA. Pulau Burung & Pulau Suwangi. Bapak Ir. Supriyanto Sukmo Sejati, M.Si menyampaikan bahwa kegiatan RHL ini merupakan sebuah bentuk upaya bersama untuk menjaga kelestarian dan sumber daya hutan, sehingga diharapkan dalam kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan kerjasama dari semua pihak. (Ryn) Sumber: Siti Zakia, S.Hut. - Penyuluh SKW 3 Batulicin, Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Artikel

Balai Besar KSDA Sumatera Utara Dan Mahasiswa Universitas Sumatera Utara Gelar Edukasi Konservasi di SDN 030293 Lae Hole

Lae Hole, 25 Juli 2024. Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang bekerjasama dengan mahasiswa dari Fakultas Kehutanan Universitas Sumatera Utara (USU) yang sedang melaksanakan Praktek Kerja Lapangan (PKL) di Kawasan Konservasi TWA Sicike-cike melakukan kegiatan Pendidikan Konservasi melalui program visit to school dengan sasaran generasi muda yaitu murid Kelas 6 SDN 030293 Lae Hole, pada Senin 22 Juli 2024. Kegiatan ini diikuti oleh 39 siswa dari kelas VI, diawali dengan melakukan koordinasi kepada Kepala Sekolah SDN 030293 Lae Hole. Giat Pendidikan Konservasi ini bertujuan untuk memberikan informasi terkait pengenalan hutan sekaligus pengenalan berbagai jenis satwa yang dilindungi sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.106/MenLHK/Setjen/Kum.1/ 12/2018. Kepala Sekolah SDN 030293, Rindu Waty Purba, dalam sambutan pengantarnya menyampaikan bahwa Pendidikan Konservasi yang dilaksanakan bagi siswa kelas VI diharapkan menambah pengetahuan dan rasa cinta bagi para siswa terhadap lingkungan dan satwa liar. Usai sambutan kepala sekolah, dilanjutkan dengan pemberian materi terkait pengenalan hutan dan manfaatnya oleh mahasiswa Fakultas Kehutanan USU serta pengenalan satwa liar dilindungi dan satwa liar yang dapat dimanfaatkan oleh Penyuluh Kehutanan Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang. Untuk melihat dan mengetahui seberapa jauh pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan, dilakukan post test . Pada kegiatan ini juga diselingi dengan berbagai games yaitu tebak gerakan, eja kata satwa dan mencocokkan gambar satwa dan namanya serta quiz yang telah disediakan hadiahnya untuk membuat siswa semakin tertarik. Selain itu juga dilakukan penanyangan video edukasi terkait satwa liar agar siswa semakin mengerti dan memahami arti penting satwa liar, sehingga terpanggil untuk ikut melindungi dan melestarikannya dengan cara-cara yang kecil serta sederhana namun bermanfaat. Kegiatan ini kemudian diakhiri dengan penanaman pohon berupa bibit jenis alpukat di pekarangan sekolah. Penanaman yang dilakukan oleh Kepala Sekolah SDN 030293 Lae Hole, Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang, Kepala Resort TWA Sicike-cike, mahasiswa Fakultas Kehutanan USU serta perwakilan siswa SD, dimaksudkan juga untuk mengedukasi para siswa agar peduli dengan lingkungan melalui kegiatan kecil menanam dan ketika sudah dewasa, tumbuhan juga sudah besar dapat memanen/memanfaatkan buahnya baik untuk dikonsumsi sendiri maupun nantinya bisa diperdagangkan sehingga mempunyai nilai ekonomis. Penanaman bibit alpukat oleh Kepala Sekolah didampingi Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang Dengan adanya kegiatan Pendidikan Konservasi ke sekolah-sekolah tentu dapat menjadi salah satu cara dalam mengenalkan dan mengedukasi generasi muda akan arti pentingnya hutan serta keanekaragaman hayati yang ada sehingga diharapkan kualitas hidup generasi mendatang tetap terjaga. Salam konservasi.. Sumber : Hafsah Purwasih, S.Hut. (Penyuluh Kehutanan)- Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

In Class GYM Angkatan II Berakhir

Ecoprint karya peserta GYM Angkatan II Simpul Belajar BBKSDA Sumatera Utara Medan, 24 Juli 2024. Setelah menjalani proses pendidikan dengan materi kelas (In Class) di seluruh simpul belajar di Indonesia, selama 6 (enam) hari dari tanggal 15 s.d 20 Juli 2024, akhirnya kegiatan Green Youth Movement (GYM) Angkatan II berakhir pada Sabtu, 20 Juli 2024. In class merupakan proses tahapan awal pengenalan materi mengenai isu lingkungan hidup. Peserta dibekali dengan pengetahuan dari berbagai narasumber yang professional, dan model pembelajaran pun dikemas semenarik mungkin dengan mengkolaborasikan/mengkombinasikan pemaparan materi dengan praktek, sehingga peserta dapat dengan mudah memahaminya dan mempraktekkannya. Balai Besar KSDA Sumatera Utara salah satu simpul belajar yang mendapat kepercayaan untuk kedua kalinya menyelenggarakan GYM. Bahkan di GYM Angkatan I (pertama), Green Ambasador utusan simpul belajar Balai Besar KSDA Sumatera Utara, M. Rafif Rahim Lubis, terpilih sebagai salah satu dari 20 Green Ambasador terbaik dari seluruh Indonesia yang mendapat kehormatan bertemu langsung dengan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Prof. Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc. Sebelum acara penutupan, peserta menerima materi dan belajar tentang cara membuat inovasi hijau yang keren. Narasumbernya adalah Tieninghtyas Andrijani yang merupakan owner Ecoprint Ramban Kayu. Peserta melakukan praktek pembuatan ecoprint dengan menggunakan bahan-bahan alami yang bersumber dari lingkungan sekitar, seperti daun-daunan dan bunga-bungaan. Akhirnya waktu itu pun tiba, seluruh rangkaian kegiatan in class GYM Angkatan II berakhir dan secara resmi ditutup oleh Ketua Institut Hijau Indonesia Chalid Muhammad, mewakili Sekretaris Jenderal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Dalam arahannya, Chalid mengapresiasi seluruh simpul belajar dan Green Heroes yang sudah dengan bersemangat dan sungguh-sungguh mengikuti seluruh kegiatan in class selama 6 hari. Chalid juga mengajak green heroes sebagai harapan masa depan Indonesia untuk melakukan hal-hal yang kecil namun berdampak besar bagi kehidupan. “Bukan tidak mungkin suatu saat nanti Presiden Republik Indonesia maupun Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan berasal dari Green Ambasador yang sudah mengikuti program GYM,” ujar Chalid menginspirasi seluruh peserta. Usai penutupan Panitia Simpul Belajar Balai Besar KSDA Sumatera Utara mengumumkan 5 terbaik hasil penilaian dari Tim Panitia dan Fasilitator Balai Besar KSDA Sumatera Utara atas partisipasi, karakter, keaktifan dan kreatifitas dari 20 orang peserta selama berlangsungnya proses pembelajaran. Ke 5 terbaik tersebut masing-masing : Terbaik I Fahri Al Kahfi (MAN 1 Medan), terbaik II Almira Chandra Kirana Nasution (SMA Negeri 4 Medan), terbaik III Alfajar Adwie Fahlevi (SMA Negeri 4 Medan), terbaik IV Saufi Aulia (SMA Negeri 13 Medan) dan terbaik V Lidia Fedora Elizabeth Manik (SMA Negeri 13 Medan). Selesai mengikuti kegiatan in class, selanjutnya green heroes akan mengikuti pendalaman melalui kegiatan mentoring selama 8 pekan dan diakhir program akan diwisuda sebagai Green Ambasador oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada bulan September 2024. 5 (lima) terbaik GYM Simpul Belajar Balai Besar KSDA Sumatera Utara menerima hadiah dari Panitia Sumber : Evansus Renandi Manalu (Analis Tata Usaha) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Menilik Perkembangan Kerja Sama BTN Gunung Merapi Dengan FPL PALEM

Sleman, 23 Juli 2024. Perjanjian Kerja Sama (PKS) penguatan fungsi dilaksanakan Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) dengan berbagai pihak, diantaranya dengan Forum Peduli Lingkungan Pecinta Alam Lereng Merapi (FPL PALEM). Monitoring PKS tersebut juga dilakukan pada Selasa (23/7), di Gedung Serbaguna Dukuh Batur, Kalurahan Kepuharjo, Kapanewon Cangkringan. Hadir dalam kesempatan ini Kepala Seksi PTN Wilayah I, Sutris Haryanta, Ketua FPL PALEM, Warjana beserta anggota, tokoh masyarakat sekitar serta tim BTNGM. BTNGM memiliki 3 PKS penguatan fungsi yang aktif, diantaranya Forum Peduli Lingkungan (FPL PALEM), Fakultas Kehutanan UGM, dan Fakultas Kehutanan INTAN. PKS penguatan fungsi antara BTNGM dengan FPL PALEM berkaitan dengan pengawetan jenis-jenis tumbuhan lokal di kawasan TNGM. Kegiatan monitoring PKS ini membahas beberapa hal, yaitu monitoring kerjasama dan kegiatan-kegiatan lingkup PKS yang terlaksana dalam 1 tahun terakhir, serta membahas permasalahan dan tindak lanjut/solusi. Anggota FPL PALEM merasa sangat terbantu dengan adanya PKS dan berharap PKS akan terus berlanjut di masa mendatang. Sumber: Aulia Novindasari - Balai Taman Nasional Gunung Merapi Penyunting Berita : Titin Septiana Rahmawati Penanggung Jawab Berita : Muhammad Wahyudi, S.P., M.Sc. (Kepala Balai TNGM, 085244012365) ***

Menampilkan 721–736 dari 2.298 publikasi