Senin, 25 Mei 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Kemitraan Konservasi Untuk Pemulihan Ekosistem di TN Moyo Satonda

Sumbawa 23 Januari 2025 - Balai Konservasi Sumber Daya Alam Nusa Tenggara Barat (BKSDA NTB) melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama kemitraan konservasi dalam rangka pemulihan ekosistem di Taman Nasional Moyo Satonda, Kabupaten Sumbawa. Penandatanganan ini dilakukan bersama 5 (lima) Kelompok Tani Hutan (KTH) yang berada di Desa Labuhan Aji Kecamatan Labuhan Badas Kabupaten Sumbawa. KTH yang dimaksud meliputi : Penandatanganan perjanjian kerja sama ini dilaksanakan setelah melalui proses pembinaan dan fasilitasi masyarakat selama kurang lebih 2 tahun mulai tahun 2020 sejak TN Moyo Satonda masih berstatus Taman Buru dan Taman Wisata Alam yang pengelolaannya di Seksi Konservasi Wilayah II Sumbawa – Balai KSDA NTB. Dalam pelaksanaan fasilitasi tersebut, Balai KSDA NTB bekerja sama dengan pihak Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan Wildlife Conservation Society Indonesia Program (WCS IP) merupakan organisasi konservasi satwa liar internasional dengan fokus kegiatan penyelamatan satwa liar di seluruh dunia salah satunya TN Moyo Satonda yang merupakan habitat dari Kakatua Kecil Jambul Kuning (Cacatua Sulphurea) yang dilindungi undang-undang. Dalam proses fasilitasi tersebut, Balai KSDA NTB dan WCS IP telah melaksanakan berbagai kegiatan prakondisi yang meliputi identifikasi dan inventarisasi masing-masing penggarap serta lahan garapannya, sosialisasi dalam rangka membangun kesepahaman mengenai skema kemitraan konservasi dalam rangka pemulihan ekosistem bersama masyarakat penggarap, pembentukan kelom tani hutan, penguatan kelembagaan, hingga pendampingan penyusunan dokumen usulan kemitraan konservasi, sesuai dengan PermenLHK No.14 Tahun 2023. Kemudian Tim Satlakwasdal melaksanakan peninjauan lapangan untuk memverifikasi usulan kemitraan konservasi dari 5 KTH dimaksud dan berdasarkan rekomendasi tim tersebut usulan kemitraan konservasi dalam rangka pemulihan ekosistem 5 KTH di TN Moyo Satonda telah disetujui Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia melalui Memorandum Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Nomor: M.97/KSDAE/PKK/KSA.1/12/2024 tanggal 31 Desember 2024 telah memberikan Persetujuan Perjanjian Kemitraan Konservasi 5 KTH di di Taman Nasional Moyo Satonda, untuk tidak dikenakan sanksi kewajiban pembayaran denda administratif, dan dapat ditindaklanjuti melalui skema Kemitraan Konservasi. Kemitraan konservasi dalam rangka pemulihan ekosistem ini merupakan salah satu solusi penyelesaian permasalahan penguasaan lahan negara di dalam kawasan TN Moyo Satonda oleh masyarakat yang telah berlangsung lebih dari 5 tahun, bahkan sejak sebelum lahan tersebut ditunjuk sebagai bagian dari kawasan TN Moyo Satonda, dengan catatan bahwa luas penguasaan lahan tersebut tidak melebihi 5 ha untuk setiap orangnya. Dalam pelaksanaannya kelompok masyarakat akan melakukan penanaman pohon jenis asli TN Moyo Satonda yang dikombinasikan dengan jenis MPTS (Multipurpose Tree Species) atau tanaman produktif dan tanaman sela lainnya. Dengan demikian diharapkan kedepannya akan terjadi peningkatan kualitas ekosistem hutan dengan tetap memperhatikan peningkatan taraf sosial dan ekonomi masyarakat yang ada di sekitarnya. Kegiatan penandatangan kemitraan konservasi ini dihadiri oleh Bupati Sumbawa, Kepala Balai KSDA NTB, Kasubag TU BKSDA NTB, Kepala SKW II Sumbawa, Sekretaris BAPPEDA Sumbawa, Koordinator WCS IP Mataram, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kab. Sumbawa, Kepala Dinas Pertanian Kab. Sumbawa, Camat Labuhan Badas, Kepala Desa Labuhan Aji dan Kelompok Tani Hutan. Sumber: Balai KSDA Nusa Tenggara Barat
Baca Artikel

Sispala PALH SMAN 2 Medan Lantik Anggota Baru

Pancur Batu, 30 Januari 2025. Siswa/i Pencinta Alam (Sispala) Pencinta Alam Lingkungan Hidup (PALH) SMA Negeri 2 Medan, merupakan salah satu kelompok sispala yang ada di Sumatera Utara, khususnya di Kota Medan. Sispala ini giat melakukan peningkatan kapasitas bagi anggotanya melalui pendidikan dan pelatihan, seperti yang baru saja dilakukan yaitu Pendidikan Dasar (Diksar) bagi 16 orang anggota perunggu Angkatan 8 (Angkatan Riuh Malam) dari tanggal 23-25 Januari 2025, di Kampung Outbound Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang. Usai menjalani Diksar, ke 16 orang anggota perunggu ini pun dilantik sebagai bentuk pengesahan secara resmi bergabung dan terdaftar di Sispala PALH SMAN 2 Medan. Kegiatan Diksar bertujuan untuk menempa mental, fisik, serta memperkenalkan anggota baru dengan dasar-dasar kegiatan pencinta alam. Dalam Diksar ini, peserta diajak untuk memahami dan menerapkan berbagai teknik dasar survival dan petualangan di alam terbuka. “Kami menyelenggarakan berbagai kegiatan seperti, sejarah pencinta alam, mountainering, survival dan Raplin. Selain itu, peserta juga diberikan materi navigasi darat, konservasi alam dan lingkungan hidup oleh kader konservasi alam binaan Balai Besar KSDA Sumatera Utara” ungkap M.Dava Yuspratama Ketua PALH SMAN 2 Medan yang juga Green Ambassador GYM (Green Youth Movement) Angkatan 2. Diksar ini melibatkan sejumlah pihak pendukung, termasuk Kepala SMAN 2 Medan, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Pembina PALH, serta dukungan dari Genetika FP UISU Medan sebagai pembina teknis dan Kader Konservasi Alam binaan Balai Besar KSDA Sumut. Kolaborasi dengan berbagai pihak ini menjadi bagian penting dalam menyukseskan kegiatan yang menantang namun penuh manfaat dan dampak positif. Kepala sekolah SMAN 2 Medan Drs. Marsito, M.Si. mengatakan kegiatan ini sangat bermanfaat bagi siswa supaya mampu membentuk diri, kualitas karakter untuk organisasi, menyamakan persepsi terhadap kegiatan ekstrakulikuler yang ada di SMAN 2 Medan dan unggul di bidang akademik. Selain itu diharapkan, lewat kegiatan ekstrakulikuler dapat melahirkan orang-orang baik di sekolah yang menginisiasi dan menginspirasi para siswa untuk ikut aktif dalam kegiatan ekstrakuler. Kedepan harus di tingkatkan lagi kualitasnya agar lebih baik. Pembina PALH SMAN 2 Medan, Angga Pratama, S.Pd , mengingatkan bahwa program PALH bukan hanya sekadar kegiatan ekstrakurikuler, melainkan sebuah wadah untuk membentuk karakter siswa yang tangguh, mandiri, dan bertanggung jawab. “Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membentuk pribadi yang kuat dan mampu beradaptasi dengan berbagai situasi, terutama di era yang serba cepat dan penuh tantangan seperti sekarang ini.” ujar Angga Pratama. Salah satu kegiatan Diksar yang sangat berkesan bagi para peserta adalah materi konservasi alam, dimana peserta diajarkan untuk bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitar, dengan contoh sederhana membersihkan area camp tempat kegiatan Diksar dari berbagai jenis sampah termasuk sampah plastik. Hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan serta mengajarkan pentingnya menjaga kelestarian alam. Sispala PALH SMAN 2 Medan telah memiliki reputasi sebagai salah satu organisasi siswa pecinta alam yang aktif di Kota Medan. Sejak berdiri, organisasi ini telah menghasilkan banyak alumni yang kini berkiprah di berbagai bidang, termasuk di dunia kepetualangan dan lingkungan hidup. Salah satu keunggulan PALH SMAN 2 Medan adalah kurikulum pendidikan lapangan yang komprehensif, menggabungkan teori dengan praktik di lapangan, seperti yang diterapkan dalam Diksar kali ini. Nurhabli Ridwan, Anggota Kehormatan Genetika FP UISU, Founder Generasi Rimba Alam Semesta (GRAS) yang juga Kader Konservasi Alam Binaan Balai Besar KSDA Sumatera Utara, selaku narasumber, mengingatkan kepada peserta bahwa pendidikan dasar ini bukan hanya sekedar mendapat slayer setelah itu selesai, dan juga tidak hanya untuk membekali peserta dengan keterampilan teknis, tetapi yang lebih penting adalah membentuk pola pikir yang berorientasi pada keselamatan dan kerja sama. "Dalam kegiatan ini, saya mengajarkan berbagai materi bagaimana bekerja dalam tim, mengatasi rasa takut, dan beradaptasi dengan berbagai situasi di alam. Ini adalah bekal penting bagi mereka yang ingin menjadi pecinta alam sejati. Saya juga berharap, para anggota perunggu angkatan VIII PALH SMAN 2 Medan lebih solid dan bisa menjadi organisasi pecinta alam yang bisa membawa perubahan di sekolah, desa, bahkan daerah. Untuk itu saya mensupport penuh segala kegiatan positif dari adik-adik yang tergabung dalam organisasi Sispala PALH SMAN 2 Medan,” ujar Nurhabli dalam arahan dan bimbingannya kepada peserta. Keberadaan sispala tentunya sangat penting dalam pembinaan generasi muda agar memiliki karakter yang kritis dan peduli terhadap kondisi alam dan lingkungan hidup, yang semakin hari semakin intens menghadapi berbagai permasalahan dan ancaman. Generasi muda merupakan generasi masa depan yang memiliki andil untuk ikut menyelamatkan alam dan lingkungan dari berbagai tekanan dan ancaman tersebut. Oleh karena itu pembinaan terhadap generasi muda ini menjadi krusial. Kementerian Kehutanan melalui Balai Besar KSDA Sumatera Utara merupakan salah institusi yang selama ini sangat konsern dalam pembinaan generasi muda melalui kegiatan Bina Cinta Alam. Apresiasi tentunya diberikan kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Kedepannya diharapkan Balai Besar KSDA Sumatera Utara dalam melakukan pembinaan juga memberdayakan generasi muda untuk ikut terlibat berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan konservasi alam, khususnya di Sumatera Utara. Salam konservasi ….. Sumber : Nurhabli Ridwan ( GRAS/Kader Konservasi Alam) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

BBKSDA Sumatera Utara dan YOSL-OIC Bahas RKT IV

Medan, 23 Januari 2025. Seiring dengan berakhirnya Rencana Kerja Tahunan (RKT) III Tahun 2024 Kerja Sama Balai Besar KSDA Sumatera Utara dengan Yayasan Orangutan Sumatera Lestari – Orangutan Information Centre (YOSL-OIC), maka pada Rabu (22/1) telah dilaksanakan Rapat Pembahasan RKT IV Tahun 2025, di kantor Yayasan Orangutan Sumatera Lestari. Bahwa sebelumnya Balai Besar KSDA Sumatera Utara telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama dengan Yayasan Orangutan Sumatera Lestari Nomor: PKS.366/K.3/TU/PK/1/2022 dan Nomor: 05/PKS/YOSL/I/2022 tanggal 24 Januari 2022 yang mengatur tentang Penguatan Fungsi Konservasi Keanekaragaman Hayati Melalui Dukungan Program Konservasi Orangutan dan Habitatnya, Primata Dilindungi, dan Beruang Madu di Wilayah Kerja Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara. Rapat dipimpin Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Novita Kusuma Wardani, S.Hut., M.AP., M.Env. dan dihadiri Kepala Bagian Tata Usaha, Kepala Bidang Teknis, Kepala Bidang KSDA Wilayah I, Kepala Bidang KSDA Wilayah III, Kepala Seksi Konservasi Wilayah I, Kepala Seksi Konservasi Wilayah II, staf lingkup Balai Besar KSDA Sumatera Utara dan perwakilan dari YOSL-OIC, Indra Kurniawan, S.Hut. Sebelum masuk dalam tahapan pembahasan RKT IV Tahun 2025, Kepala Bagian Tata Usaha, Elvina Rosinta Dewi, S.Hut., M.IL. terlebih dahulu memaparkan evaluasi terhadap realisasi RKT III Tahun 2024. Ada beberapa kegiatan yang sudah dilaksanakan pada RKT III, diantaranya : Program Beasiswa Peduli Orangutan kepada 5 (lima) orang mahasiswa yang melaksanakan penelitian tentang orangutan dan habitatnya di wilayah kerja BBKSDA Sumatera Utara, Program Beasiswa Penelitian Orangutan Tapanuli kepada 7 (tujuh) orang mahasiswa yang melakukan penelitian tentang Orangutan Tapanuli dan Habitatnya di Ekosistem Batang Toru, peringatan Hari Orangutan Sedunia pada tanggal 24-25 Agustus 2024 di Hotel Tor Sibohi Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, penanganan 13 laporan interaksi negatif manusia dan satwa liar yang terdiri dari 6 (enam) laporan interaksi negatif dengan Orangutan, 3 (tiga) laporan interaksi negatif dengan Beruang Madu, 4 (empat) laporan interaksi negative dengan Harimau Sumatera, mencetak dan mendistribusikan 1.000 eksemplar poster kalender materi kampanye tentang upaya pelestarian orangutan dan habitatnya. Kepala BBKSDA Sumatera Utara memimpin rapat pembahasan Realisasi lainnya : pembentukan 3 (tiga) kelompok mitigasi interaksi negatif manusia dengan orangutan di 3 desa di Kecamatan Simangumban, Kabupaten Tapanuli Utara : Dolok Saut, Dolok Sanggul dan Lobu Sihim, melakukan monitoring populasi orangutan terisolasi di 48 desa, merehabilitasi 20 individu Siamang-Owa serta 5 individu Beruang Madu, pelepasliaran Beruang Madu Hercules di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser Resort Cinta Raja, transfer/pemindahan 1 (satu) individu Owa betina dan 1 (satu) individu Siamang betina dari Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit ke SRA, melakukan kegiatan survei sebaran dan populasi orangutan di luar area PHVA 2016, serta dukungan untuk kegiatan penanganan barang bukti penegakkan hukum terhadap satwa. Kepala Bagian Tata Usaha memaparkan evaluasi RKT III Tahun 2024 Sedangkan untuk Rencana Kerja Tahunan (RKT) IV tahun 2025, dibahas beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan/dilakukan, seperti : program beasiswa peduli orangutan, peringatan Hari Orangutan Sedunia tahun 2025, pengelolaan SMS/Call Centre untuk menerima laporan interaksi negatif antara manusia dan orangutan serta habitatnya, primate dilindungi dan beruang madu, membuat dan mendistribusikan material kampanye tentang upaya pelestarian orangutan dan habitatnya, primate dilindungi dan beruang madu, dukungan pameran KSDAE, penanganan interaksi negatif manusia dan orangutan, rehabilitasi satwa liar (Siamang, Owa dan Beruang madu) hasil penyelamatan, survei potensi interaksi negative manusia dan orangutan, survei sebaran dan populasi orangutan, patrol perlindungan dan pengamanan kawasan hutan serta dukungan penanganan barang bukti penegakkan hukum satwa orangutan, siamang dan beruang madu. Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Novita Kusuma Wardani, S.Hut., M.AP., M.Env. dalam arahannya menyampaikan apresiasi kepada Yayasan Orangutan Sumatera Lestari yang telah menuntaskan kegiatan-kegiatan konservasi di RKT III Tahun 2024, serta berharap dapat mempertahankan dan meningkatkan kinerjanya untuk merumuskan serta merealisasikan program-program di RKT IV Tahun 2025. Sumber : Evansus Renandi Manalu (Analis Tata Usaha) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Menilik Keindahan Cagar Alam Pulau Saobi, Permata Alam Sumenep di Utara Bali

Sumenep, 21 Januari 2025. Terletak di Desa Saobi, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Sumenep, Cagar Alam Pulau Saobi merupakan salah satu surga keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia. Dengan luas mencapai 436,826 hektar, kawasan ini ditunjuk sebagai cagar alam sejak 25 Oktober 1926. Pulau Saobi tidak hanya menawarkan keindahan alam yang memukau tetapi juga menyimpan kekayaan flora dan fauna yang luar biasa. Keistimewaan Cagar Alam Pulau Saobi Hutan musim di Pulau Saobi menjadi salah satu ciri khas utama kawasan ini. Vegetasi yang tumbuh di sini meliputi pohon Sawo Kecik, Kesambi, dan Ketapang. Tidak hanya mempercantik bentang alamnya, vegetasi ini juga memiliki peran penting sebagai penyedia makanan dan tempat berlindung bagi satwa liar. Pulau Saobi menjadi habitat bagi berbagai spesies satwa, termasuk burung Gosong kaki merah, Rusa jawa, Monyet-ekor panjang, dan Kalong. Keberadaan satwa-satwa ini memiliki peran signifikan dalam menjaga keseimbangan ekosistem di kawasan cagar alam. Perjalanan Menuju Pulau Saobi Mengunjungi Pulau Saobi mungkin membutuhkan sedikit usaha, tetapi pengalaman yang ditawarkan sangat sepadan. Perjalanan dimulai dari Pelabuhan Kalianget di Sumenep dengan menumpang kapal motor menuju Pulau Kangean. Setelah menempuh perjalanan laut selama kurang lebih 8 jam, perjalanan dilanjutkan dengan jalur darat menuju Kayuwaru, sebelum akhirnya menyeberang ke Pulau Saobi. Meskipun menantang, petualangan ini akan meninggalkan kesan mendalam bagi para peneliti. Melindungi Permata Alam Indonesia Pulau Saobi adalah bukti nyata betapa kayanya keanekaragaman hayati di Indonesia. Namun, kekayaan alam ini bukanlah warisan untuk dieksploitasi, melainkan titipan yang harus dijaga untuk generasi mendatang. Dengan menjaga kelestarian Pulau Saobi, kita turut berkontribusi dalam melestarikan habitat satwa langka, menjaga keseimbangan ekosistem, dan melindungi lingkungan yang rapuh. Mari bersama-sama kita lestarikan Cagar Alam Pulau Saobi, permata alam Sumenep yang penuh pesona dan keajaiban! Sumber : Fajar Dwi Nur Aji, Pengendali Ekosistem Hutan BBKSDA Jatim
Baca Artikel

Balai TN Taka Bonerate Mengawali Tahun 2025 Dengan Penataan dan Pembinaan Pegawai

Benteng - Kepulauan Selayar, 14 Januari 2025 – Balai Taman Nasional Taka Bonerate melaksanakan penataan dan pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tahun 2025 atau biasa dengan istilah SK.01. Langkah strategis ini dipimpin langsung oleh Kepala Balai, Ali Bahri, yang dipandu oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha Usman, sebagai upaya meningkatkan kinerja organisasi dalam pelestarian kawasan dan pelayanan masyarakat. Giat ini dilaksanakan secara hybrid, online dan offline yang dihadiri oleh seluruh pejabat struktural, fungsional dan staf Balai Taman Nasional Taka Bonerate (13/01). Sebelum masuk ke arahan, pertama-tama kepala balai menyampaikan ucapan selamat kepada teman-teman Pegawai Pemerintah Non-Pegawai Negeri (PPNPN) yang telah berhasil lulus seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K). Keberhasilan ini diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja dalam mendukung pelaksanaan tugas dan program kerja instansi. Setelah itu kepala balai melanjutkan arahannya, menegaskan bahwa proses penataan dan penempatan personil dilakukan secara profesional, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan organisasi. "Tidak ada unsur suka atau tidak suka dalam penempatan ini. Semua dilakukan berdasarkan kompetensi, pengalaman, dan kebutuhan di lapangan," tegasnya. Fokus Penataan dan Pembinaan Personil Penataan dan Pembinaan ini bertujuan untuk: 1. Penguatan Kapasitas Tim – Menempatkan ASN sesuai dengan keahlian dan potensi mereka. 2. Peningkatan Efisiensi – Memastikan tugas-tugas strategis dapat dijalankan dengan optimal. 3. Pemecahan Masalah Prioritas – Menyelesaikan isu-isu penting dalam kawasan, seperti konservasi sumber daya alam, pengelolaan ekosistem, pemberdayaan masyarakat, perlindungan dan pengamanan serta peningkatan pariwisata alam. Persiapan untuk Tantangan 2025 Ali Bahri juga menyoroti pentingnya kesiapan menghadapi berbagai tantangan di kawasan Taka Bonerate, termasuk isu lingkungan, perlindungan dan pengamanan, penurunan tingkat gangguan kawasan, pemberdayaan masyarakat dan dukungan kolaborasi eksternal. Penempatan personil yang tepat diharapkan dapat meningkatkan respons organisasi terhadap dinamika yang ada. Dukungan Tim yang Kompak Ali Bahri mengapresiasi kekompakan dan dedikasi seluruh tim dalam menjalankan tugas di tahun-tahun sebelumnya. "Saya yakin, dengan tim yang solid dan komitmen yang tinggi, kita dapat mencapai target-target yang telah direncanakan untuk 2025," ujarnya. Harapan ke Depan Melalui penataan dan pembinaan ASN ini, Balai Taman Nasional Taka Bonerate berharap dapat memberikan kontribusi yang lebih besar dalam pelestarian kawasan serta mendukung pengelolaan Taka Bonerate sebagai Kawasan Inti Cagar Biosfer Dunia. Langkah ini menjadi awal yang baik untuk memulai tahun 2025 dengan semangat baru, menuju keberhasilan bersama dalam pelestarian dan pengelolaan kawasan yang tak lepas dari dukungan para stakeholder yang ada. Sumber: Asri - Humas Balai TN Taka Bonerate Sumber Foto : Andi Ali Safaat - Humas Balai TN Taka Bonerate
Baca Artikel

Evaluasi Efektivitas Pengelolaan TN Taka Bonerate

Penilaian METT Balai Taman Nasional Taka Bonerate: Kolaborasi Daring dan Tatap Muka dengan Dukungan Direktorat PKK Kemenhut Benteng - Kepualauan Selayar, 20 Desember 2024 – Balai Taman Nasional Taka Bonerate sukses menggelar penilaian Management Effectiveness Tracking Tool (METT) yang dihadiri oleh berbagai instansi terkait, baik secara daring maupun tatap muka. Acara ini bertujuan mengevaluasi efektivitas pengelolaan kawasan konservasi sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga kelestarian Taman Nasional Taka Bonerate. Kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan tim Direktorat Pengelolaan Kawasan Konservasi (PKK) Kementerian Kehutanan secara daring sebagai Fasilitator. Selain Direktorat PKK, acara ini juga diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Perikanan, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Bapelibangda, para pejabat struktural, komandan Resort, Staf dan Pejabat fungsional pihak Balai TN Taka Bonerate, WCS-IP, anggota Masyarakat Mitra Polhut, serta Mahasiswa Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UNHAS yang sementara magang. Penilaian ini menyoroti indikator-indikator penting seperti unsur penilaian Konteks (Penilaian Ancaman Penting dan Kebijakan yang ada), Perencanaan (Penilaian Desain dan Perencanaan Kawasan), Input (Penilaian Sumberdaya yang dibutuhkan untuk melaksanakan pengelolaan), Proses (Penilaian cara pelaksanaan pengelolaan), Out Put (Penilaian pelaksanaan program pengelolaan dan aksi, penyediaan produk dan jasa) serta Out Come (Penilaian sejauh mana tujuan telah tercapai. Kepala Balai Taman Nasional Taka Bonerate, Ali Bahri, dalam sambutannya menyampaikan bahwa penilaian METT merupakan upaya bersama untuk memperbaiki pengelolaan kawasan. "Dengan melibatkan berbagai pihak, kita dapat mengidentifikasi tantangan yang ada dan menyusun langkah strategis untuk mengatasinya," ujar beliau. Diskusi tatap muka yang dilaksanakan di kantor Balai Taman Nasional Taka Bonerate membahas isu-isu mendesak, seperti perlindungan habitat, pengelolaan wisata berkelanjutan, dan penguatan ekonomi masyarakat sekitar. Sementara peserta daring, termasuk Direktorat PKK, memberikan masukan dan pendampingan melalui platform virtual, memastikan proses penilaian tetap inklusif. Hasil dari penilaian ini akan menjadi dasar penyusunan strategi pengelolaan dan pelestarian Taka Bonerate ke depan. Sebagai salah satu kawasan Biosphere Reserve UNESCO, Taka Bonerate diharapkan terus menjadi contoh pengelolaan konservasi yang efektif, sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat lokal. Dengan dukungan kuat dari pusat dan daerah, Taman Nasional Taka Bonerate optimistis dapat menjawab tantangan pengelolaan kawasan di masa depan. Hasil lengkap penilaian METT akan diumumkan dalam waktu dekat dan menjadi pijakan dalam langkah-langkah peningkatan pengelolaan. Sumber: Asri - Humas Balai TN Taka Bonerate Sumber Foto : Andi Firman Ali Safaat - Humas Balai TN Taka Bonerate
Baca Artikel

Ngobrolin Iklim di 6 Sekolah Simpul Belajar Balai TN Batang Gadis

Panyabungan, 20 Desember 2024. Green Youth Movement (GYM) Sumatera Utara sukses selenggarakan Road Show Ngobrolin Iklim di 6 Sekolah, Kamis (19/12/2024). Kegiatan ini berlangsung dari 22 November 2024 hingga 19 Desember 2024, yang diikuti total 600 peserta perwakilan ekstrakulikuler yang ada di 6 Sekolah, dengan agenda kegiatan nonton video dokumenter tentang perubahan iklim, FGD dan membuat poster kampanye lingkungan. Adapun Road Show Ngobrolin Iklim bareng Green Youth Movement bertemakan "Mengenal dan Menghadapi Perubahan Iklim dari Sekolah” dimulai pada 22 November 2024 di SMAS YAPIM Biru-biru, 29 November 2024 di SMAN 2 Medan, 30 November 2024 di SMAN 12 Medan, 17 Desember 2024 di SMAN 3 Panyabungan, 18 Desember 2024 di MAN 1 Mandailing Natal, diakhiri di SMAN 2 Plus Panyabungan pada 19 Desember 2024. Koordinator Daerah Green Youth Movement (GYM) Sumatera Utara Nurhabli Ridwan yang juga alumni Green Leadership Indonesia Bacth 1 mengatakan Green Youth Movement (GYM) merupakan program pendidikan dasar gerakan lingkungan hidup yang menyediakan wadah bagi para generasi muda untuk bertukar pengetahuan dalam melindungi dan mengelola lingkungan hidup. Pada tahun 2023 program ini diinisiasi oleh Institut Hijau Indonesia dan didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Angkatan pertama program ini telah selesai, ditandai dengan kegiatan wisuda pelantikan 1.992 Green Ambassador oleh Ibu Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada November 2023. GYM Angkatan ke-2 baru saja selesai, ditandai dengan kegiatan wisuda pelantikan 4.461 Green Ambassador oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada Oktober 2024. Program Pendidikan Green Youth Movement (GYM) Angkatan 2 melaksanakan kegiatan kunjungan ke beberapa Sekolah di 36 Provinsi dengan nama kegiatan “Ngobrolin Iklim Bareng Green Youth Movement”, setiap Provinsi mengunjungi 10 Sekolah. Kegiatan kunjungan GYM ke beberapa Sekolah ini merupakan wadah pembelajaran yang melibatkan generasi muda dalam bidang lingkungan hidup dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan sejak awal, meningkatkan wawasan terkait pemanfaatan hutan dan penggunaan lahan (FOLU/Forest and Other Land Use) serta memperkenalkan program pendidikan GYM secara lebih luas. Sekolah merupakan tempat yang strategis untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini, sehingga generasi muda tidak hanya memahami isu-isu iklim tetapi juga tergerak untuk mengambil peran nyata dalam menghadapinya Dengan demikian, kegiatan "Ngobrolin Iklim Bareng Green Youth Movement" dirasa perlu dilaksanakan. Selain memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada para pelajar tentang perubahan iklim dan dampaknya, kegiatan ini juga memungkinkan para Green Ambassador untuk berbagi pengalaman dan inspirasi kepada sesama generasi muda. Dalam kegiatan ini para peserta belajar berdiskusi menjadi peran masyarakat, pemerintah, organisasi lingkungan, pengusaha, dan akademisi. Di akhir peserta mempresentasikan rencana program lingkungan yang bisa di jalankan oleh para peserta, salah satunya aksi bersih, pilah sampah, pembuatan ecobrick, kompos, daur ulang sampah, pembuatan lubang biopori, penanaman pohon, dan masih banyak lagi yang sudah direncanakan oleh para peserta. Untuk wilayah Sumatera Utara dalam kegiatan ini juga melakukan kampanye membagikan 100 tumbler / botol minum di 6 sekolah dengan total 600 tumbler yang telah dibagikan kepada peserta kegiatan sebagai edukasi pengurangan sampah plastik. Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi wadah yang efektif untuk membentuk komunitas yang peduli lingkungan di kalangan pelajar serta memperluas dampak dari Green Youth Movement di daerah. Dalam penutupan kegiatan road show ngobrolin iklim bareng Green Youth Movement yang bertempat di SMAN 2 Plus Panyabungan dihadiri Kepala SMAN 2 Plus Panyabungan, Fasilitator GYM 2 dari Simpul Belajar Taman Nasional Batang Gadis, Guru Pendamping dan Green Ambassador GYM dari Simpul Belajar Taman Nasional Batang Gadis. Kepala SMAN 2 Plus Panyabungan, Hendri, M. Pd mengatakan berterima kasih sekolah ini dikunjungi oleh tim GYM dan Fasilitator Simpul Belajar Balai Taman Nasional Batang Gadis, kegiatan ini sangat positif mengingat perubahan iklim saat ini sangat terasa, perlunya edukasi kepada kalangan pelajar untuk dapat melakukan gerakan pencegahan perubahan iklim. Selain itu, penting juga para pelajar untuk menyebarkan informasi dan kesadaran kepada teman dan keluarga untuk ikut terlibat meminimalkan perubahan iklim. Saya juga berharap, melalui kegiatan ini, akan lahir banyak inovasi dan solusi kreatif untuk mengatasi perubahan iklim dalam upaya kalangan pelajar untuk menjaga Bumi kita. Fasilitator Simpul Belajar Taman Nasional Batang Gadis, Liah Maliana Nasution, SP mengatakan perubahan iklim dapat mengakibatkan pergeseran dan gangguan pada ekosistem alami, termasuk hutan, Kondisi ini dapat mempengaruhi keanekaragaman hayati dan menyebabkan kepunahan spesies. Untuk mengatasi krisis iklim dan melindungi biodiversitas, diperlukan tindakan yang komprehensif dan kolaboratif. Dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan masa depan bumi, kita perlu bertindak segera untuk mengurangi perubahan iklim, melindungi habitat, dan melestarikan keanekaragaman hayati. Setiap individu memiliki peran penting dalam upaya konservasi ini, mulai dari perubahan gaya hidup sehari-hari hingga mendukung kebijakan yang berpihak pada lingkungan. Sumber: Balai Taman Nasional Batang Gadis Narahubung: Nurhabli Ridwan, Kader Konservasi Alam / GRAS ( 087868871082 )
Baca Artikel

Mendorong Regenerasi Generasi Muda Peduli Keberlanjutan Laut di TN Taka Bonerate

TN Taka Bonerate - Kepulauan Selayar, 19 Desember 2024 – Sebanyak 13 mahasiswa dan mahasiswi dari Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP) Universitas Hasanuddin, Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan, memulai program magang selama enam bulan di Taman Nasional Taka Bonerate. Program ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kompetensi mahasiswa dalam pengelolaan sumber daya perikanan berkelanjutan. "Program magang kami mulai bulan Desember ini sampai dengan Mei 2025 dengan SKS yang ingin dicapai dari program ini sebesar 20 SKS dengan tema besarnya Optimalisasi Pengelolaan Sumberdaya Perikanan dan Pariwisata Bahari TN Taka Bonerate," jelas Ilham Farid Muliawan salah satu peserta magang sekaligus ketua magang. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa dalam berbagai aspek pengelolaan kawasan konservasi laut, termasuk penelitian ekosistem, pemantauan keanekaragaman hayati, hingga edukasi masyarakat lokal terkait pemanfaatan sumber daya secara bijak serta merupakan program Kampus Merdeka. Kepala Balai Taman Nasional Taka Bonerate, Ali Bahri, menyambut baik kehadiran mahasiswa tersebut. "Program ini tidak hanya memperkuat sinergi antara dunia akademik dan pengelola kawasan konservasi, tetapi juga mendorong regenerasi generasi muda yang peduli terhadap keberlanjutan laut kita," ungkapnya. Para mahasiswa memaparkan rencana programnya, seperti Orientasi Lokasi dan Pengenalan Kawasan, Pengumpulan Data Awal tentang Perikanan dan Pariwisata Bahari, Pengumpulan Data tentang Perikanan Tangkap, Pengumpulan Data Pariwisata Bahari, Analisis Data Perikanan Tangkap, Pemantauan Ekosistem Laut, Penerapan Praktik Perikanan Ramah Lingkungan, Pengelolaan Pariwisata Bahari Berkelanjutan, Evaluasi Pengelolaan Perikanan dan Evaluasi Pengelolaan Pariwisata. Selain itu program magang ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan praktis di lapangam yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman langsung dalam mengelola sumber daya perikanan secara profesional. Para mahasiswa juga mengungkapkan antusiasme mereka. "Kami sangat bersemangat untuk belajar dan berkontribusi langsung di salah satu taman nasional laut yang terkenal atol terbesar ke tiga di dunia," ujar salah satu peserta, Ratnasari R, mahasiswi semester lima. Program ini diharapkan mampu memberikan manfaat ganda, baik bagi mahasiswa dalam peningkatan kapasitasnya maupun bagi Taman Nasional Taka Bonerate dalam mendukung kegiatan konservasi dan pemberdayaan masyarakat lokal. Sumber: Asri - Humas Balai TN Taka Bonerate Sumber Foto : Gilman - Humas Balai TN Taka Bonerate
Baca Artikel

Website ksdae Merajut Tulisan Membingkai Makna

Medan, 19 Desember 2024. Seberapa pentingkah menulis ? Ada banyak ahli, pakar, akademisi dan bahkan aktivis yang berkecimpung dalam dunia tulis menulis yang memberikan pendapatnya. Salah seorang diantaranya menarik perhatian penulis adalah Zainal Arifin Toha, yang berprofesi sebagai sastrawan. Arifin Toha menyebutkan, bahwa menulis adalah proses dimana kita bisa menghargai hidup. Dengan menulis sesuatu yang bermanfaat, setidaknya ada satu atau dua orang yang akan membaca dan kemudian bermanfaat buat mereka, maka itulah yang disebut menghargai hidup. Pendapat sastrawan ini tentunya sangat menginspirasi. Permasalahannya adalah ketika kemampuan menulis itu masih belum optimal, ditambah lagi media untuk menerbitkan tulisan juga amat sangat terbatas. Dibanyak media cetak atau surat kabar (baik terbitan lokal maupun nasional) selalu menerapkan seleksi yang ketat untuk memuat karya tulis, mengingat banyaknya tulisan-tulisan yang masuk sehingga media harus selektif dalam memilih tulisan yang layak di publikasikan serta yang sesuai dengan misi dari masing-masing media. Kendala ini membuat banyak orang urung dan enggan menuangkan ide serta pemikirannya, meskipun ide itu sangat brilian dan bermanfaat. Kendala ini pula banyak dihadapi oleh rimbawan ketika ada bahan informasi dan pengetahuan yang berkaitan dengan konservasi alam tidak tersalurkan, mengingat keterbatasan media yang siap untuk mempublikasikannya. Beruntung disaat buntu seperti ini, muncullah media Website ksdae yang menjadi asupan penawar kebuntuan. Media yang dikelola oleh Direktorat Jenderal KSDAE benar-benar menjadi penawar dahaga baik bagi penulis pemula maupun penulis mahir untuk menyalurkan bukan hanya sekedar bahan informasi tetapi juga menyalurkan bakat-bakat menulis. Terbukti Website ksdae siap menampung dan mengekspose beragam tulisan baik berita, liputan, artikel opini maupun feature dari berbagai penulis. Sajiannya juga cukup beragam baik berita/liputan tentang kawasan konservasi beserta potensinya, interaksi negatif masyarakat dengan satwa liar, penyerahan satwa liar oleh masyarakat kepada petugas, pelepasliaran atau pengembalian satwa ke habitat alaminya, penegakkan hukum dibidang konservasi alam, kegiatan pemberdayaan masyarakat, pembinaan generasi muda dan bina cinta alam, serta berbagai kegiatan seremonial lainnya. Semua bahan dikemas (editorial) oleh Tim redaksi Website ksdae sehingga menjadi bacaan yang menarik, bermutu dan bermanfaat. Sajian beritanya juga nasional, karena sumber berita berasal dari seluruh satker lingkup Direktorat Jenderal KSDAE di seluruh Indonesia. Puluhan Balai Besar/Balai KSDA dan Balai Besar/Balai Taman Nasional berkontribusi untuk mensuplai bahan berita, sehingga melalui pemberitaan tersebut seluruh rimbawan yang berada di masing-masing satker di seluruh Indonesia dapat berbagi informasi dan pengetahuan tentang kondisi di wilayah satkernya. Ada hal-hal (inovasi) yang baru di salah satu satker atau wilayah, bisa juga menjadi referensi atau rujukan bagi satker lainnya. Sungguh bermanfaat keberadaan Website ksdae. Penulis juga merasakan manfaat itu. Puluhan tulisan baik berita/liputan maupun artikel opini dan feature sudah tayang di Website ksdae. Yang membahagiakan penulis adalah ketika beberapa orang pembaca dan bahkan media cetak lokal mengutip serta menjadikan tulisan-tulisan tersebut sebagai referensi atau rujukan. Sejatinya penulis termasuk salah seorang yang beruntung merasakan makna kehidupan dari tulisan di Website ksdae, sebagaimana yang didefenisikan oleh Zainal Arifin Toha. Oleh karena itu, penulis menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Website ksdae yang telah menjadi teman setia memberi ruang dan kesempatan yang seluas-luasnya dalam menyalurkan aspirasi konservasi alam. Ekspektasinya kedepan, tetaplah menjadi media yang berkontribusi dalam menyalurkan serta menebarkan informasi, pengetahuan dan inspirasi, sehingga memberi warna dan makna bagi konservasi alam Indonesia. Salam lestari…… Sumber : Evansus Renandi Manalu (Analis Tata Usaha) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Langkah Strategis Memadukan Aspek Konservasi dan Pemanfaatan

Polewali Mandar, 16 Desember 2024 –Sosialisasi Perubahan Fungsi Kawasan Suaka Alam/Kawasan Pelestarian Alam (KSA/KPA) Kunyi menuju Taman Wisata Alam (TWA) Kunyi telah diselenggarakan, Senin (16/12) di Hotel Ratih, Polewali Mandar, Provinsi Sulawesi Barat. Melibatkan berbagai pihak terkait dari tingkat provinsi hingga desa, untuk mendiskusikan potensi dan langkah pengembangan TWA Kunyi sebagai destinasi wisata berbasis konservasi yang berkelanjutan. Sosialisasi dibuka secara resmi oleh Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, Ir. Jusman, secara daring melalui zoom meeting. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan agar perubahan status kawasan ini mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kunyi dan Polewali Mandar. Perubahan fungsi Kawasan Suaka Alam/Kawasan Pelestarian Alam Kunyi menjadi Taman Wisata Alam adalah langkah strategis dalam memadukan aspek konservasi dan pemanfaatan. Dengan sinergi yang kuat antara semua pihak, kawasan ini diharapkan akan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, ujar Ir. Jusman dalam sambutannya. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Dr. Ritabulan, S.Hut, M.Si dari Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) dan Jamaluddin, S.Sos dari Badan Penelitian Pengembangan dan Perencanaan (Balitbangren) Kabupaten Polewali Mandar. Sesi diskusi dipandu oleh Daud Irindu, S.Hut, M.Si selaku moderator dari Unsulbar. Diskusi juga diikuti oleh perwakilan dari berbagai instansi, seperti Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Barat, Plt. Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Polewali Mandar, Camat Anreapi, Kepala Desa Kunyi, Ketua BPD, Tokoh Masyarakat Desa Kunyi, Ketua Asosiasi Pariwisata Polewali Mandar. Diskusi yang berlangsung produktif menghasilkan beberapa poin penting yang disepakati bersama: Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini, seluruh pihak diharapkan dapat berkolaborasi dalam pengelolaan dan pengembangan TWA Kunyi. Potensi wisata alam, keanekaragaman hayati, serta budaya lokal yang dimiliki kawasan ini dapat menjadi aset berharga bagi Polewali Mandar dan Sulawesi Barat secara keseluruhan. Sumber: Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (Siaran Pers Nomor : SP.58/K.8/TU/Humas/12/2024) Call Center BBKSDA Sulsel:08114600883
Baca Artikel

Pendekatan Kolaboratif Multipihak,Wujudkan Konservasi Sumber Daya Alam Berkelanjutan

Makassar, 10 Desember 2024 – Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan (BBKSDA Sulsel) menjadi salah satu narasumber pada kegiatan Talkshow dan Pertemuan Forum dengan tema “Pendekatan Kolaboratif Multipihak dalam Pengelolaan Bentang Alam Secara Berkelanjutan”, bertempat di Aula Tudang Sipulung Rumah Jabatan Gubernur Sulsel pada tanggal 10 Desember 2024. Narasumber lainnya adalah Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani, S.IP., M.Si., dan Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Provinsi Sulsel, Ir. Andi Hasbi, MT. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Fauna & Flora International Indonesia (FFI Indonesia) yang berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah Sulsel dan Pemerintah Daerah Luwu Utara, dalam rangka membangun kolaborasi multipihak dalam pengelolaan Kawasan Bernilai Ekosistem Penting (KBEP) di Bentang Alam Seko Rongkong, Kabupaten Luwu Utara. Pertemuan dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Sulsel, Pemerintah Daerah Luwu Utara, Akademisi/Perguruan Tinggi, Organisasi Kemasyarakatan, Private Sector, serta Dinas LHK Provinsi Sulsel dan BBKSDA Sulsel. Kegiatan talkshow dan pertemuan forum dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sulawesi Selatan,Ir. Andi Hasbi, MT, dengan membacakan pidato Pj. Gubernur Sulawesi Selatan. Dalam sambutan pembukaan, disampaikan: “Berdasarkan data dan informasi yang terkumpul, pelestarian ekosistem hutan pegunungan di area pengusulan Kawasan Bernilai Ekosistem Penting tentunya menjadi keinginan bersama seluruh pihak yang terkait untuk mewujudkan dan mempertahankan nilai-nilai penting tersebut. Skema pengelolaan kawasan melalui rencana pengusulan Kawasan Bernilai Ekosistem Penting (KBEP) ini merupakan opsi yang juga akan memfasilitasi kita semua untuk senantiasa berkolaborasi dan bersinergi guna mencapai tujuan mulia tersebut”. Kepala BBKSDA Sulsel , Ir. Jusman pada pertemuan tersebut mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil kajian Inventarisasi dan Verifikasi yang dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan pada 2020 diketahui sebagian besar area berhutan di Luwu Utara memiliki nilai keanekaragaman hayati tinggi. Hal ini didukung oleh kajian High Conservation Value (HCV) atau Nilai Konservasi Tinggi (NKT) yang dilakukan secara kolaboratif antara Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan, Pemerintah Daerah Luwu Utara, BBKSDA Sulsel, Universitas Hasanuddin, Universitas Andi Djemma, dan perwakilan masyarakat sipil serta Fauna & Flora pada 2022-2023. Hasilnya, kawasan Pegunungan Quarles di Seko Rongkong memenuhi syarat akan nilai biologis, ekologis termasuk jasa ekosistem, sosial dan budaya yang penting di tingkat lokal, regional, dan atau global. "Hutan di luar kawasan konservasi juga menjadi habitat bagi lebih banyak flora dan fauna yang dilindungi serta penting secara ekologis sehingga memerlukan perhatian lebih. Contohnya adalah hutan di Kecamatan Rongkong dan Seko yang masih menjadi rumah bagi berbagai jenis satwa liar. Keberadaan spesies penting seperti anoa pegunungan (Bubalus quarlesi) di kedua wilayah ini perlu mendapatkan perhatian khusus dengan pelaksanaan pemantauan berkelanjutan untuk mengurangi ancaman terhadap spesies ini maupun satwa lainnya," ujar Ir. Jusman dalam sambutannya pada acara hari ini. Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani, S.I.P., M.Si menyatakan bahwa inisiasi yang dilakukan oleh semua pihak dalam mendukung dan melestarikan alam yang ada di Luwu Utara membuatnya merasa bersyukur sekaligus bangga. “Oleh karena itu, saya menyambut baik kegiatan yang dilakukan oleh rekan-rekan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sulsel bersama dengan Pemerintah Kabupaten Luwu Utara beserta pihak yang ikut mendukung forum ini,” ungkapnya. “Kegiatan ini menandai kuatnya komitmen bersama antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya untuk memastikan pengelolaan kawasan yang inklusif dan berkelanjutan. Pertemuan dan diskusi hari ini diharapkan menjadi ajang tersosialisasikannya kawasan bernilai ekosistem penting bagi konservasi keanekaragaman hayati bentang alam Seko Rongkong dan tindak lanjut Rencana Kerja Forum Kolaborasi melalui pembahasan yang partisipatif,” lanjutnya. Bupati Luwu Utara juga kemudian menyebutkan bahwa dengan pendekatan multipihak diharapkan kawasan ini tidak hanya terjaga kelestariannya, tetapi juga menjadi contoh pengelolaan lanskap yang mampu mengintegrasikan kepentingan konservasi dan pemanfaatan berkelanjutan bagi generasi mendatang. Kegiatan talkshow dirangkaikan dengan penyerahan simbol kunci yang bermakna penyerahan pondok kerja pengelolaan KBEP Seko Rongkong, kerja sama Balai Besar KSDA Sulsel dan FFI Indonesia, kepada Dinas LHK Provinsi Sulsel c.q. Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Rongkong dan KPH Kambuno. Selain itu juga penyerahan Surat Keputusan (SK) Gubernur Sulawesi Selatan tentang Kawasan Bernilai Ekosistem Penting (KBEP) di Bentang Alam Seko Rongkong, Kabupaten Luwu Utara. Pemerintah Daerah Sulawesi Selatan resmi menetapkan Kawasan Bernilai Ekosistem Penting (KBEP) di Bentang Alam Seko Rongkong, Kabupaten Luwu Utara, melalui SK Gubernur Nomor 1160/X/2024 yang terbit pada 1 Oktober 2024. KBEP ini memiliki luas 74.811,98 hektar dengan kawasan yang meliputi 13 desa di Kecamatan Seko dan Rongkong. Kegiatan ini merupakan wujud dukungan dalam implementasi pengelolaan KBEP. Kegiatan sosialisasi dan diskusi multipihak digelar di Makassar pada 10–11 Desember 2024. Sosialisasi berlokasi di Aula Tudang Sipulung (Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan Jl. S. Tangka No. 31 Sawerigading Kec. Ujung Pandang, Kota Makassar). Adapun diskusi multipihak diadakan di Hotel Harper Perintis, Jl. Kemerdekaan KM 15 No.14 A, Pai, Kec. Biringkanaya, Kota Makassar. Agenda utama meliputi penyerahan SK Gubernur kepada Bupati Luwu Utara, talkshow bertema 'Pendekatan Kolaboratif Multipihak dalam Pengelolaan Bentang Alam Secara Berkelanjutan’, serta finalisasi rencana kerja Forum Kolaborasi. Sumber: Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (Siaran Pers Nomor : SP.57/K.8/TU/Humas/12/2024) Call Center BBKSDA Sulsel: 08114600883
Baca Artikel

Menuju Pemandu Gunung Rinjani Berdedikasi

Mataram, 10 Desember 2024. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani menggelar Peningkatan Kapasitas Teknis Masyarakat Pemandu Gunung/Guide Lingkup Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I, Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Tahun 2024, Selasa (3/12) di Aula Villa Bambu Desa Senaru. Kegiatan dibuka secara langsung oleh Kepala Balai TNGR, yang pada kesempatan yang sama Beliau memberikan Buku Panduan Interpretasi Pemandu Gunung Rinjani secara simbolis dalam bentuk hardcopy dan softcopy kepada peserta pemandu gunung/guide. Acara turut dihadiri oleh Kepala Desa Senaru, Kepala SPTN Wil I, Pokja WCM, Unit SAR Lotim, APGI, dan peserta para Pemandu Gunung/Guide lingkup SPTN Wilayah I Balai Taman Nasional Gunung Rinjani. Adapun materi yang disampaikan meliputi Kebijakan Taman Nasional dan Program Zero Waste oleh BTNGR, Materi dan Praktek Pencarian dan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan Pengunjung Pendakian oleh Unit SAR Lotim serta Materi dan Praktek Etika Pemandu Gunung dan Penerapan Zero Waste oleh APGI. Kegiatan dilakukan guna meningkatkan wawasan dan kapabilitas para Pemandu Gunung Rinjani/Guide, sehingga kemampuan Pemandu Gunung Rinjani tidak hanya terletak pada kemampuannya mendaki melainkan juga dalam memahami peraturan yang berlaku di Taman Nasional, kemampuan memberikan pertolongan pertama Pada Kecelakaan Pengunjung Pendakian serta komunikasinya dengan wisatawan dan pelaku jasa wisata gunung lainnya dalam mencegah terjadinya potensi sampah. Pada kegiatan ini juga para peserta Pemandu Gunung/Guide menyatakan dukungannya terhadap penerapan program Zero Waste di Taman Nasional Gunung Rinjani. Semoga dengan adanya kegiatan ini akan memberikan perubahan untuk Rinjani yang lebih baik. Sumber: Balai Taman Nasional Gunung Rinjani
Baca Artikel

TN Taka Bonerate Menuju Model Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan yang Harmonis

Makassar, 3 Desember 2024 – Upaya meningkatkan pengelolaan sumber daya perikanan yang berkelanjutan, Balai Taman Nasional Taka Bonerate bekerjasama dengan Mitra WCS-IP menyelenggarakan Workshop Penguatan Penataan Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan di Hotel Melia, Makassar selama 2 hari (3 sd. 4/12). Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Dandim 1415 Kepulauan Selayar, Kapolres Kepulauan Selayar, Kajari Kepulauan Selayar, Anggota Komisi II DPRD Kepulauan Selayar, DKP Propinsi SulSel, DPMPTSP Propinsi SulSel, Dinas Perikanan Kepulauan Selayar, Cab. DKP Propinsi Kab. Kepulauan Selayar, PSDKP Bitung, UPT Pelabuhan Wil.2 Propinsi SulSel, PSDKP Satwas Takalar, PSDKP Wilker Kepulauan Selayar, Sinjai serta Bulukumba, UNHAS, Forum Komunikasi TNTBR, Kepala Desa Tarupa, Rajuni, Tambuna dan Jinato, Pelaku Usaha Perikanan (Panges) dan Mitra WCS-IP. Kepala Balai Taman Nasional Taka Bonerate, Ali Bahri, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya sinergi antar pihak dalam menjaga keberlanjutan ekosistem laut di kawasan tersebut. “Taman Nasional Taka Bonerate merupakan aset nasional dan dunia. Melalui workshop ini, kita bersama-sama merancang strategi pemanfaatan sumber daya perikanan yang tetap menjaga keseimbangan ekologi,” ujar Ali Bahri. Workshop ini menyoroti beberapa topik utama, antara lain: 1. Terpetakannya pembagian peran dan tanggung jawab setiap pemangku kepentingan dapat memahami dan menyepakati sistem pengelolaan perikanan berkelanjutan melalui check point dalam Taman Nasional Taka Bonerate. 2. Adanya Rencana Aksi atau pedoman pengelolaan sumber daya perikanan melalui check point di zona tradisional yang disepakati bersama, dengan fokus pada praktik penangkapan ikan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan. 3. Teridentifikasinya indikator pengelolaan sumberdaya perikanan dalam sistem check point untuk memudahkan mekanisme pemantauan dan evaluasi yang melibatkan pengelola taman nasional Taka Bonerate, pemangku kepentingan dan masyarakat lokal untuk memastikan pelaksanaan pengelolaan perikanan melalui check point sesuai dengan rencana aksi yang telah disepakati. Workshop ini diharapkan menghasilkan beberapa rekomendasi strategis, seperti penguatan kolaborasi antar pihak, antara pemerintah daerah, balai taman nasional, organisasi non-pemerintah, dan komunitas lokal untuk bersama-sama menjaga keberlanjutan sumber daya perikanan melalui tata kelola yang terpadu dan efektif di Taman Nasional Taka Bonerate, serta aksi bersama yang konkret untuk mengatur pemanfaatan sumber daya perikanan di zona tradisional, agar dapat dilakukan secara bijak, terukur dan terarah. Selain itu, rencana tindak lanjut diharapkan tercipta kesepahaman dan kesepakatan antara pihak terkait mengenai langkah-langkah pengelolaan yang sesuai dengan prinsip keberlanjutan dan konservasi ekosistem laut di Taman Nasional Taka Bonerate. Melalui langkah ini, diharapkan Taman Nasional Taka Bonerate dapat menjadi model pengelolaan perikanan berkelanjutan yang harmonis dengan kebutuhan konservasi. Sumber: Balai Taman Nasional Taka Bonerate
Baca Artikel

Menjaring PPPK Melalui Seleksi Kompetensi

Pendaftaran peserta seleksi dilayani dengan baik oleh panitia Medan, 3 Desember 2024. Upaya pemenuhan kebutuhan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2024, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan memberi kesempatan bagi Warga Negara Indonesia yang memenuhi syarat untuk menjadi PPPK di lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengikuti seleksi baik Adminitrasi maupun Kompetensi. Setelah menjalani Seleksi Administrasi pada tanggal 1 s.d 29 Oktober 2024 yang lalu, 128 orang peserta yang telah ditetapkan dan dinyatakan lulus kemudian menjalani tahapan Seleksi Kompetensi dengan menggunakan Metode CAT pada Senin (2/12), di Kantor Regional VI Badan Kepegawaian Negara (BKN) Medan. Kebutuhan PPPK Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan merujuk kepada Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 347 Tahun 2024 yang mengatur tentang Mekanisme Seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Tahun Anggaran 2024, yaitu diperuntukan bagi pelamar dengan kriteria diantaranya Eks Tenaga Honorer Kategori II (Eks THK-II) yang terdaftar pada pangkalan data (database) BKN dan aktif bekerja pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan saat mendaftar, serta Tenaga Non Aparatur Sipil Negara (Tenaga Non ASN) yang terdaftar pada pangkalan data (database) dan aktif bekerja pada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan saat mendaftar. Khusus untuk Tenaga Non ASN berlaku ketentuan memiliki masa kerja paling sedikit 2 (dua) tahun terakhir secara terus menerus. Sedangkan untuk batasan usia (umur) ditentukan paling rendah 20 (dua puluh) tahun dan paling tinggi 57 (lima puluh tujuh) tahun pada saat melamar. Peserta serius mengikuti seleksi kompetensi Pelaksanaan Seleksi Kompetensi yang berlangsung selama 1 hari berjalan dengan baik. Terlihat seluruh peserta menunjukkan semangat dan antusiasme tinggi dalam mengikuti proses seleksi ini. Dari raut wajah terpancar keinginan serta kerinduan untuk meraih keberhasilan dan bergabung dengan Kementerian Lingkungan Hidup dan kehutanan. Dari sudut penyelenggara, diharapkan melalui seleksi ini nantinya akan terpilih tenaga profesional yang berkompeten dalam mendukung upaya pelestarian dan pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan khususnya di Provinsi Sumatera Utara. Sumber : HM. Parlindungan Sinaga, S.Kom. (Pranata Komputer Ahli Pertama) - Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Longsor di Sibolangit Menyisakan Duka Yang Mendalam

Mobil ambulance korban longsor di Sibolangit Sibolangit, 2 Desember 2024. Tidak ada yang menduga durasi hujan panjang yang tumpah ruah hampir di seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Utara berujung pada duka. Intensitas curah hujan yang cukup tinggi sejak Selasa (26/11) sore hingga Rabu (27/11) memicu longsor di Desa Sibolangit, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang. Sudah bisa dibayangkan apa yang kemudian terjadi. Tak dapat dielak, longsor pun menimbulkan duka. Kendaraan roda dua dan roda empat yang melintas di sepanjang jalan Sibolangit tertimbun longsor, beberapa rumah penduduk yang ada di sekitar juga ikutan tertimpa longsor. Jalur lintas Medan-Berastagi dan sebaliknya, yang melintasi Sibolangit terputus. Jerit tangis pun meledak, korban berjatuhan, tercatat ada 9 (sembilan) orang yang meninggal dunia, dan ada puluhan lainnya yang terluka. Peristiwa longsor ini terjadi di 24 titik, diantaranya 19 titik di kawasan konservasi Cagar Alam (CA) Sibolangit dilihat dari peta kerja avanza dan 5 titik di areal/lokasi PDAM Tirtanadi. Menyikapi peristiwa ini, Kepala Resort CA./Taman Wisata Alam(TWA) Sibolangit beserta staf melakukan giat mitigasi dengan mendata dan mendokumentasikan titik-titik longsor, kemudian bersama dengan petugas maupun pihak-pihak terkait lainnya melakukan pencarian dan evakuasi korban longsor serta memantau pembersihan lokasi dari material longsor. Evakuasi korban longsor dan pembersihan material longsor Selain itu juga menghentikan untuk sementara waktu semua kegiatan kunjungan ke kawasan TWA. Sibolangit, ikut memberikan sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat untuk waspada serta menghentikan seluruh kegiatan/aktivitas di sekitaran lokasi longsor agar terhindar dari kemungkinan terjadinya longsor susulan. Sampai berita ini terbit petugas masih berada di lokasi melakukan pemantauan. Mengingat peristiwa ini menyisakan duka yang mendalam buat keluarga korban, Balai Besar KSDA Sumatera Utara menyatakan turut berdukacita dan berdoa semoga korban mendapatkan tempat yang layak disisiNYA, serta keluarga yang ditinggal diberi kekuatan dalam menghadapi musibah ini, Amin… Tim Resort CA./TWA. Sibolangit ikut melakukan mitigasi Sumber : Suparman, SP. (Kepala Resort CA./TWA. Sibolangit) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Balai TN Taka Bonerate Perkuat Koordinasi Internal Pengelolaan Taman Nasional

Kepulauan Selayar, 20 November 2024 – Balai Taman Nasional Taka Bonerate menggelar Rapat Konsolidasi Internal Tata Kelola Taman Nasional selama dua hari dari tanggal 19 s/d 20 November 2024 yang dipimpin langsung oleh Kepala Balai, Ali Bahri. Rapat ini diadakan di Kantor Balai Taman Nasional Taka Bonerate, Kepulauan Selayar, dan dihadiri oleh seluruh pejabat struktural baik Kepala Sub Bagian Tata Usaha, dan Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I dan II, kepala resor, serta staf terkait. Giat ini diawali dengan arahan Kepala Balai. Dalam arahannya, Ali Bahri menekankan pentingnya tata kelola yang baik dan terstruktur dalam pengelolaan kawasan Taman Nasional Taka Bonerate. “Rapat konsolidasi ini menjadi momentum penting bagi kita semua untuk menyelaraskan visi, misi, dan strategi dalam menjaga kelestarian ekosistem, sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan wisatawan,” ujar Ali Bahri. Rapat ini untuk memperkuat koordinasi internal dan meningkatkan efektivitas pengelolaan taman nasional, khususnya dalam menghadapi tantangan konservasi kini dan akan datang. Dalam kesempatan ini, Ali Bahri juga menekankan pentingnya sinergi antar unit kerja dan optimalisasi sumber daya yang ada untuk mencapai target kinerja. Selain pembahasan mengenai tata kelola dan strategi konservasi, rapat ini juga menjadi ajang evaluasi capaian program kerja selama tahun 2024, serta persiapan menyambut tahun anggaran baru. Salah satu agenda penting yang dibahas adalah penguatan upaya pelestarian terumbu karang dan tata kelola perikanan di kawasan Taka Bonerate. Ali Bahri juga memberikan apresiasi kepada seluruh tim yang telah bersama-sama bekerja keras dalam menjaga dan peningkatan mutu pengelolaan TN Taka Bonerate. Setelah arahan dilanjutkan dengan materi pengantar dari Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Usman dengan judul "Langkah Percepatan Penguatan Tata Kelola Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan pada Zona Tradisional TN Taka Bonerate". Kemudian pemaparan masing-masing Kepala Resor tentang kondisi dan tantangan yang dihadapi masing-masing resor. Hari pertama (19/11) pemaparan dilakukan oleh Resor - resor di SPTN Wilyah I Tarupa, yaitu Resor Tarupa Kecil, Tinabo, Rajuni dan Latondu kemudian dilanjutkan hari kedua (20/11) dari masing-masing Resor di SPTN Wilayah II Jinato yaitu Resor Rajuni Bakka, Lantigiang, Pasitallu Timur dan Pasitallu Tengah. Rapat konsolidasi ini diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang interaktif serta penyusunan rumusan hasil, di mana seluruh peserta rapat berkesempatan menyampaikan masukan dan saran terkait perbaikan tata kelola dan strategi pengelolaan taman nasional ke depan. Dengan adanya rapat ini, diharapkan Balai Taman Nasional Taka Bonerate dapat semakin solid dalam melaksanakan tugas dan fungsi konservasi, sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Kepulauan Selayar. Sumber : AsriTo' - Humas Balai TN Taka Bonerate

Menampilkan 625–640 dari 2.298 publikasi