Senin, 12 Jan 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Kesepahaman Antara Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu Dengan Hondo Ada Tampo Pekurehua Tawaelia

Palu, 4 September 2024. Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu kembali mendapat dukungan pengelolaan Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) untuk perlindungan dan pengelolaan TNLL secara kolaboratif. Kali ini BBTN Lore Lindu “bersepaham” dengan Hondo Ada Tampo Pekurehua Tawaelia yang merupakan Lembaga Adat untuk wilayah Lore Bersaudara di Kabupaten Poso untuk berkolaborasi melindungi, mengamankan, mengelola TNLL serta berupaya untuk dapat meningkatkan kesejahteraan Masyarakat di sekitarnya. Bertempat di Aula Visitor Information Center Obyek Wisata Rano Kalimpa’a/ Danau Tambing, Senin (2/9), dilaksanakan pembahasan dan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kepala Balai Besar TNLL dengan Hondo Ada Tampo Pekurehua Tawaelia tentang Penanganan Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) secara kolaboratif di kawasan TNLL. Tidak hanya PETI, Nota Kesepahaman tersebut juga memuat upaya-upaya terkait pelestarian, pengamanan kawasan dan peningkatan kesejahteraan Masyarakat. Dihadiri oleh Kepala Balai Besar TNLL Dr. Ir. Titik Wurdiningsih, M.Si besera jajaran, Kapolsek Lore Utara, Danramil Lore Utara, Camat Lore Utara, Kepala Desa Sedoa dan Dongi-Dongi serta Tokoh Adat kegiatan ini diawali dengan pengantar dari Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II C.L. Awang yang kemudian dilanjutkan pemaparan dan arahan oleh Titik Wudiningsih, diskusi serta penandatanganan Nota kesepahaman. Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Kepala Balai Besar TNLL dan Ketua Hondo Ada Tampo Pekurehua Tawaelia Drs. Hary S. Kabi. Dalam arahannya Kepala Balai Besar TNLL menyampaikan pentingnya peran semua pihak untuk turut serta melestarikan dan menjaga kawasan TNLL. “Taman Nasional Lore Lindu memiliki potensi penyangga kehidupan yang luar biasa untuk menunjang kehidupan makhluk hidup termasuk Masyarakat disekitarnya, berdasarkan data dan analisis BBTNLL, jumlah penggunaan air setiap tahun pada DAS Lariang dan DAS palu yang hulunya dari TNLL sebanyak 1.164.634.259 M3/Tahun atau jika dirupaiahkan sebesar 5,8 T/ Tahun. Dari jasa lingkungan air saja kita lihat begitu besar potensinya untuk menghidupi Masyarakat di sekitarnya, untuk itu kita harus bersama-sama sepakat dan sepaham dalam mengelola dan melestarikannya” ujar Titik. Hondo Ada Tampo Pekurehua Tawaelia melalui ketuanya Hary S. Kabi juga menyambut baik pelibatan Hondo Ada Tampo Pekurehua tawaelia dalam pengelolaan TNLL. “ kami menyambut baik inisiasi ini, karena Masyarakat adat secara turun temurun juga telah menjaga dan bergantung dengan alam, untuk itu nota kesepahaman ini sebagai wadah untuk kemudia kita tindaklanjuuti bersama demi kelestarian alam dan kesejahteraan Masyarakat” ujarnya. Nota kesepahaman ini juga dibuat sebagai dasar untuk sosialisasi dampak perambahan, illegal logging, perburuan, PETI dan kegiatan illegal lain dibidang kehutanan serta melakukan penanganan aktivitas tersebut secara kolaboratif di kawasan TNLL. Semoga dengan lahirnya Nota Kesepahaman ini dapat mendorong partisipasi aktif Masyarakat melalui Lembaga Adat yang secara turun temurun masih memegang kearifan lokal serta aturan adat dalam kehidupan sehari-hari untuk melestarikan alamnya. Sumber : Irham Rangga - Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu
Baca Artikel

Saat Patroli, Petugas Temukan Kebakaran Lahan

Pohon Pinus yang ikut terbakar didata oleh petugas Dusun Parbalokan, 4 September 2024. Saat petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Resort Cagar Alam (CA) Martelu Purba pada Seksi Konservasi Wilayah III Kisaran, melakukan kegiatan Patroli Pencegahan Kebakaran Hutan Bersama Dengan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) di Dusun Parbalokan, Nagori Pematang Purba, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun, pada Selasa, 3 September 2024, menemukan adanya bekas bakaran lahan di lapangan yang berada antara ladang masyarakat. Lokasi perladangan ini dikenal dengan nama perladangan Simotung. Bila mengacu kepada Peta Perkembangan Penataan Batas Kawasan Hutan Sumatera Utara sampai dengan tahun 2021, berada pada kawasan Hutan Lindung, yang berjarak dari batas CA Martelu Purba sekitar 1,15 km. Peristiwa yang diperkirakan terjadi beberapa hari yang lalu, menyebabkan terbakarnya lahan seluas 20 x 40 meter (800 m2). Kebakaran diduga akibat dari aktivitas pembakaran semak oleh warga dalam rangka membersihkan lahan pertanian. Selain lokasi tersebut, ditemukan juga 3 lokasi kebakaran lainnya dalam radius 200 meter. Petugas memberikan sosialisasi (penyuluhan) kepada warga Selain melakukan pendataan dengan smart mobile, petugas juga memberikan penyuluhan dan sosialisasi kepada warga yang sedang bekerja di ladang di sekitar lokasi, agar menghindari perbuatan atau kegiatan pembukaan maupun pembersihan lahan dengan cara membakar, karena akan berdampak buruk terhadap lingkungan, seperti : menurunnya kualitas udara, pencemaran udara dan bahkan dapat menimbulkan sakit penyakit, diantaranya Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA), iritasi pada mata, hidung dan tenggorokan, memperburuk bagi yang berpenyakit asma, serta berbagai penyakit lainnya. Sumber : Al Haris Ruhidi, SP., M.Si. (Kepala Resort CA. Martelu Purba) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Warga Medan Johor Serahkan Burung Beo Kepada Petugas

Medan, 2 September 2024. Bermula dari adanya informasi tentang kepemilikan Burung Beo (Gracula religiosa) oleh warga Jalan Suka Surya, Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Medan Johor, Kota Medan. Menindaklanjuti laporan tersebut, Kepala Bidang KSDA Wilayah I Kabanjahe menugaskan Tim untuk melakukan pengecekan. Pada Rabu, 28 Agustus 2024, Tim gabungan dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara dan Balai Gakkum Wilayah Sumatera menyambangi lokasi di Tooke Coffee di Jalan Suka Surya, Kelurahan Suka Maju Kecamatan Medan Johor, dan bertemu langsung dengan pemilik didampingi kuasa hukumnya. Kedatangan Tim disambut baik oleh pemiliknya dan menjelaskan bahwa Burung Beo tersebut, yang jumlahnya 2 ekor (sepasang), merupakan hadiah dari kerabatnya. Tim kemudian memberi edukasi dan sosialisasi kepada pemilik serta kuasa hukumnya bahwa Burung Beo merupakan salah satu jenis satwa liar yang dilindungi sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018. Atas penjelasan petugas, pemilik kemudian secara sukarela menyerahkan kedua Burung Beo tersebut. Usai penyerahan satwa langsung dievakuasi ke Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit guna mendapat perawatan dan rehabilitasi sebelum nantinya dilepasliarkan ke habitat alaminya. Foto bersama Tim dan pemilik serta kuasa hukum usai penyerahan satwa Sumber : Tim Resort Pelabuhan Laut Belawan – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Kajati Sumatera Utara Terima Penghargaan Dari Menteri LHK di HKAN 2024

Menteri LHK, Prof. Dr. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc. saat menyerahkan penghargaan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Idianto, SH., MH. Boyolali, 2 September 2024. Rangkaian peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Tahun 2024 diantaranya memberikan penghargaan (apresiasi) kepada beberapa orang serta lembaga yang menunjukkan kepedulian terhadap upaya-upaya konservasi alam. Salah satu diantara penerima penghargaan tersebut adalah Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Idianto, SH., MH., yang menerima langsung dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Prof. Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc., pada puncak acara HKAN, Kamis, 29 Agustus 2024 di Alun Alun Kidul Boyolali, Jawa Tengah. Penyerahan penghargaan disaksikan Wakil Menteri LHK Drs. Alue Dohong, M.Sc., Ph.D., Sekretaris Jenderal Kementerian LHK, Dr. Ir. Bambang Hendroyono, MM., Direktur Jenderal KSDAE Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko, S.Hut., M.Agr.Sc., dan pejabat eselon I lainnya lingkup Kementerian LHK. Pemberian apresiasi Penghargaan ini berdasarkan langkah-langkah yang telah dilakukan oleh jajaran Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dalam upaya penanganan yang luar biasa yang dilakukan untuk pemulihan ekosistem kawasan SM. Karang Gading dan Langkat Timur Laut sejak tahun 2021. Upaya yang dilakukan oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, disamping berhasil mengembalikan kawasan hutan kepada negara, juga menjadi kampanye positif kepada para pelaku lain bahwa Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara komitmen akan mendukung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk menjaga dan mengelola kawasan hutan konservasi. Upaya penegakan hukum ini dilakukan secara kolaboratif bersama oleh Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Balai PPHLHK Wilayah Sumatera, dan akademisi untuk menilai kerugian ekologis yang diakibatkan oleh alih fungsi lahan. Dengan menggandeng akademisi dari Institut Pertanian Bogor, penyidik Kejaksaan dapat menghitung nilai kerugian fisik dan kerugian ekologis sebagai akibat alih fungsi lahan sehingga dapat ditetapkan tersangkanya. Penggunaan metode perhitungan kerugian negara yang berdasarkan scientific based investigation menjadi langkah maju dalam penetuan tersangka dan terobosan hukum dengan menggunakan Undang-undang Tindak pidana korupsi untuk menjerat pelaku dan oknum pejabat yang terindikasi melakukan pelanggaran atau kelalaian dalam kasus tersebut. Setelah dilakukan proses hukum dengan penerapan Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, pada tanggal 1 November 2022, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara telah melakukan penyitaan lahan seluas 97,8 hektar yang telah terbit Sertifikat Hak Milik (SHM)-nya oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Langkat sebanyak 60 sertifikat. Selain upaya penyitaan areal SM. Karang Gading dan Langkat Timur Laut di Desa Tapak Kuda, Kecamatan Tanjung Pura seluas 97,8 Ha, terdapat juga kawasan SM. Karang Gading dan Langkat Timur Laut yang dikembalikan oleh pemilik (yang telah menguasai selama puluhan tahun) kepada pemerintah melalui Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara yang luasannya mencapai ratusan hektar di Desa Karang Gading, Kecamatan Labuhan Deli dan Desa Paluh Kurau, Kecamatan Hamparan Perak. Upaya penanganan langsung dan non penanganan langsung yang dilakukan oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara selain berhasil memulihkan ratusan Ha kawasan Suaka Margasatwa (SM) Karang Gading dan Langkat Timur Laut, juga menegaskan kehadiran pemerintah sebagai otoritas pengalola hutan konservasi. Pada tahun 2024, areal yang dikembalikan tersebut akan direstorasi dengan kegiatan Pemulihan Ekosistem bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) Gading Hijau dan KTH Tunas Tanjung Harapan. Sekali lagi upaya yang dilakukan oleh Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara ini merupakan sebuah terobosan hukum/Rule Breaking dengan menegakkan UU Tipikor atas terbitnya SHM di atas hutan negara SM. Karang Gading dan Langkat Timur Laut. Dengan adanya proses hukum terhadap pelaku yang merupakan pemilik modal menjadi publikasi positif bahwa pemerintah akan menindak serius semua tindak pidana konservasi sumber daya alam di kawasan SM. Karang Gading dan Langkat Timur Laut baik perorangan, pengusaha maupun korporasi. Sinergitas antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara dalam penanganan alih fungsi hutan di kawasan SM. Karang Gading dan Langkat Timur Laut dapat menjadi salah satu role model pemulihan ekosistem dengan terobosan hukum penerapan Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Sumber : Herbert BP. Aritonang, S.Sos. MH. (Kepala SKW II Stabat) – Balai besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Pembelajaran Wisata Alam Pendakian Gunung di TN Merapi dan TN Merbabu

Yogyakarta, 27 Agustus 2024 – Tim Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (BBKSDA Sulsel) melaksanakan kegiatan pembelajaran pengembangan wisata alam pendakian gunung di Taman Nasional Gunung Merapi dan Taman Nasional Gunung Merbabu pada tanggal 27-28 Agustus 2024. Tim terdiri atas pejabat struktural BBKSDA Sulsel, pejabat fungsional, fasilitator desa, tenaga teknis Forest Programme (FP) IV dan Programme Executing Agency (PEA) FP IV Mamasa Watershed Sulawesi. Pada tanggal 27 Agustus tim BBKSDA Sulsel berkunjung ke kantor Balai Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) di Kabupaten Sleman, Yogyakarta dan diterima oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Ahmadi, S.Hut., dengan agenda sharing pembelajaran pengelolaan wisata alam TNGM. Ahmadi menyampaikan bahwa “dalam pengelolaan wisata gunung harus banyak teman, jejaring kerja, dan berkolaborasi dengan banyak pihak terkait”. Hal ini mengingat wisata gunung di TNGM dengan vulkanik-nya yang aktif, di lapangan menghadapi fenomena alam berupa erupsi gunung sehingga dinamika pengelolaan Kawasan mempertimbangkan relasi antara manusia dengan gunung. Banyak hal yang memerlukan upaya mitigasi bencana, seperti aktifitas vulkanik, kecelakaan pendakian, kebakaran hutan, dan sebagainya. Untuk itu pelibatan para pihak seperti Basarnas, kepolisian, BPBD, masyarakat sekitar kawasan, serta kelompok pencita alam mutlak dibutuhkan. Selanjutnya tim BBKSDA Sulsel melakukan kunjungan lapangan ke salah satu lokasi wisata alam Plunyon. TNGM mengembangkan beberapa wisata alam andalan seperti air terjun Tlogo Muncar, glamping dan camping ground di Jurang Jero, ekoeduwisata, Kali Kuning, Deles Indah, dan forest therapy di Sapuangin. Pada tanggal 28 Agustus 2024, Tim BBKSDA Sulsel melakukan kunjungan ke Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGMb) yang berada di Kabupaten Boyolali, diterima oleh Kasubag Tata Usaha TNGMb, Nurpana, S.Hut. Jajaran TNGMb menyampaikan apresisasi atas kehadiran tim BBKSDA Sulsel dalam rangka sharing pengalaman dan pembelajaran pengelolaan wisata alam Gunung. Dalam penjelasan tim TNGMb menekankan bahwa dalam membangun wisata pendakian gunung harus menggandeng semua para pihak untuk bersama-sama bersepakat berperan dalam bidang masing-masing serta bersepakat untuk berkolaborasi. Selain itu, perlu survei lapangan, analisa daya dukung dan daya tampung, kesiapan petugas lapangan, survei jalur, dan menentukan titik-titik pendakian yang memungkinkan. Taman Nasional Gunung Merbabu telah menerapkan pengelolaan wisata alam secara digital, dengan membangun budaya kerja responsif, membuat jargon atau slogan untuk membangun kebersamaan, kekompakan dan soliditas. Pembelajaran yang dilakukan oleh tim BBKSDA Sulsel bermaksud untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan Taman Nasional Gandang Dewata (TNGD) yang berada di bawah pengelolaan BBKSDA Sulsel. Sedangkan tujuannya adalah untuk: (a) Meningkatkan pengetahuan pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan dalam pengelolaan pariwisata alam secara kolaboratif dan berkelanjutan berbasis alam dan kebudayaan; (b) Meningkatkan kapasitas kelembagaan dan kompetensi sumber daya manusia dalam pengelolaan pariwisata alam secara kolaboratif dan berkelanjutan berbasis alam dan kebudayaan; serta (c) Meningkatkan jejaring kerja kerja (antar pemerintah, antar pengelola, antar mitra swasta dan masyarakat) dalam pengelolaan pariwisata alam secara kolaboratif dan berkelanjutan berbasis alam dan kebudayaan. Latar belakang dipilihnya lokasi pembelajaran di TNGM dan TNGMb antara lain karena adanya kesamaan karakteristik TNGD yang dikelola oleh BBKSDA Sulsel berupa wilayah pegunungan dengan wisata alam pendakian berbasis alam dan budaya. Sumber: Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (SIARAN PERS Nomor : SP.37/K.8/TU/Humas/08/2024) Call Center BBKSDA Sulsel:08114600883
Baca Artikel

Dedikasi Tak Terbatas PEH dalam Lagu Mars Baru

Solo, 30 Agustus 2024. Pada acara Sarasehan Pengendali Ekosistem Hutan ( PEH) di Solo (28/9), yang digelar dalam rangkaian Puncak Hari Konservasi Alam Nasional tahun 2024, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Prof. Satyawan Pudyatmoko secara resmi meluncurkan Lagu Mars Pengendali Ekosistem Hutan (PEH). Lagu ini diciptakan oleh Kiswanto PEH Balai Besar KSDA Jawa Timur, sebagai pengobar semangat bagi para ujung tombak pengelolaan ekosistem hutan di lapangan, yang tak kenal lelah dalam menjaga kelestarian hutan Indonesia. Acara Sarasehan ini juga dihadiri pula oleh Sekretaris Direktorat Jenderal KSDAE, Direktur Pengelolaan Kawasan Konservasi, beberapa Kepala UPT Ditjen KSDAE, Pejabat Fungsional Utama Ditjen KSDAE serta PEH dari seluruh Indonesia yang berjumlah lebih kurang 185 orang yang hadir secara offline dan 550 secara online Lagu Mars PEH bukan sekadar untaian nada dan lirik, lagu ini merupakan wujud nyata dari dedikasi dan komitmen para PEH yang senantiasa berkarya demi menjaga hutan tetap hijau dan lestari. Dengan pesan kuat yang tercermin dalam setiap bait, lagu ini diharapkan menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi para pengendali ekosistem hutan dalam menjalankan tugas mulianya. Melodinya yang kuat dan lirik yang penuh makna, menjadi simbol dari dedikasi tak terbatas para Pengendali Ekosistem Hutan (PEH). Mereka yang setiap hari bergelut dengan tantangan alam, kini memiliki senjata baru dalam bentuk semangat dan kebanggaan, yang terwakili dalam lagu ini. Melalui Mars PEH, setiap nada dan kata mencerminkan tekad dan komitmen para penggiat lingkungan dalam menjaga kekayaan alam Indonesia. Acara peluncuran yang dipenuhi antusiasme ini menunjukkan bahwa dedikasi para PEH bukan hanya omong kosong, melainkan sebuah karya nyata yang terus tumbuh dan bersemi di tengah-tengah alam Indonesia. Dengan Mars PEH, diharapkan semangat juang para pengendali ekosistem hutan semakin membara, membawa hutan Indonesia menuju masa depan yang lebih lestari dan hijau. Antusiasme yang terlihat dalam acara ini menjadi bukti nyata bahwa lagu ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi pendorong semangat dan kebanggaan bagi para PEH dalam menjalankan tugas mulia mereka. PEH sebagai ujung tombak garda terdepan dalam upaya pelestarian hutan dan ekosistem di Indonesia, memainkan peran vital dalam menjaga keseimbangan alam dan melestarikan sumber daya hutan untuk generasi mendatang. Melalui usaha keras dan dedikasi mereka, keanekaragaman hayati dan keindahan hutan Indonesia tetap terjaga. Lagu Mars ini menjadi pengingat bahwa perjuangan mereka bukanlah hal yang mudah, namun semangat yang mereka miliki tak akan pernah padam. Peluncuran Mars PEH ini bukan hanya sebuah seremonial, tetapi juga merupakan simbol kebangkitan dan komitmen untuk terus menjaga dan melestarikan hutan Indonesia. Dengan melodi yang menggugah dan lirik yang menginspirasi, lagu ini diharapkan dapat memotivasi lebih banyak orang untuk turut serta dalam menjaga lingkungan. Keberadaan Mars PEH menjadi bukti nyata bahwa dedikasi dan semangat para PEH dalam menjaga hutan Indonesia tak akan pernah surut. **Lirik Lagu Mars PEH:** Dari hutan aku bernafas, Berhembus segar hari ini. **Dari hutan aku berkarya, Kendalikan ekosistem hutan, Dedikasi nyataku tuk negeri, Terus bersemi tumbuh mewangi, Tak kan hilang semangat berbakti, Karya nyata bukan karya kata.** Kami PEH Indonesia, Mengabdi, Tuk hutan lestari, Kami PEH Indonesia, Berkarya, Tuk hijaukan alam. PEH Indonesia (back voc), Siap berbakti, PEH Indonesia (Back voc), ? Siap berkarya. Kembali ke ** Kami PEH Indonesia (all vocal), Mengabdi, Tuk hutan lestari, Kami PEH Indonesia (all vocal), Berkarya, Tuk hijaukan alam (2X). PEH Indonesia (back voc), Siap berbakti, PEH Indonesia (Back voc), Siap berkarya (2X). Dari hutan aku bernaung, Iringi kicau burung liar. Sumber: Mugiharto - Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

BBKSDA Sulsel Sosialisasi Peredaran TSL di Indonesia pada Latihan Fungsional Polisi Militer Kolinlamil Wilayah Timur I

Makassar, 27 Agustus 2024. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sulawesi Selatan berpartisipasi sebagai narasumber "Sosialisasi Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) di Indonesia" pada rangkaian Latihan Fungsional Polisi Militer Kolinlamil Wilayah Timur I Tahun Anggaran 2024. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 27 Agustus 2024 di Markas Komando Satlinlamil 3, Jalan Teuku Umar, Makassar, yang dihadiri oleh personel dari Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan dan berbagai instansi terkait. Kegiatan dibuka oleh Komandan Satlinlamil 3, Kolonel Laut (P) Nur Rochmad Ibrohim, S.T., M.Tr. Hanla., yang menyampaikan apresiasi atas kehadiran Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan. Dalam sambutannya menekankan pentingnya materi terkait keanekaragaman hayati yang disampaikan dan diharapkan dapat diserap dengan baik oleh seluruh peserta. “Saya menyampaikan pesan kepada seluruh peserta sosialisasi agar dalam melakukan setiap kegiatan baik teori maupun pelaksanaan praktek, laksanakan dengan sungguh-sungguh dan memahami ilmu yang diberikan oleh pemateri,” Jelas Dansatlinlamil 3. Dalam sesi materi utama, Muhammad Rasul, S.H., M.H., mewakili Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, memaparkan materi Sinergitas Pengendalian Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar. Materi berisi berbagai aspek pengendalian peredaran TSL, termasuk peraturan baru UU Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Berkaitan dengan peraturan baru tersebut, terdapat beberapa perubahan hukuman bagi pelaku perdagangan TSL ilegal, strategi manajemen keanekaragaman hayati, serta peran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam pengelolaan penangkaran dan pemanfaatan satwa secara bijaksana. Selain itu juga dibahas mengenai tantangan yang dihadapi dalam konservasi keanekaragaman hayati, seperti konflik antara satwa liar dan manusia, perburuan liar, serta perdagangan satwa liar ilegal, baik melalui penyelundupan maupun ancaman online. Diskusi interaktif dengan peserta mencakup pertanyaan tentang penanganan satwa liar yang mengancam keselamatan, serta prosedur dan syarat-syarat untuk memperoleh izin penangkaran satwa. Acara ini diakhiri dengan sesi diskusi yang aktif, dimana peserta mendapatkan penjelasan lebih lanjut mengenai dasar hukum terkait perlindungan satwa liar dan edukasi untuk meningkatkan keberhasilan penangkaran. Dengan berpartisipasi dalam kegiatan ini, Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan telah memperkuat komitmen Kolinlamil dalam mendukung upaya konservasi dan pengendalian peredaran tumbuhan dan satwa liar di Indonesia, serta memberikan kontribusi nyata dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati di wilayah Sulawesi Selatan. Sebagai informasi Komando Lintas Laut Militer atau disingkat Kolinlamil adalah salah satu Komando Utama TNI Angkatan Laut. Komando ini bermarkas besar di Tanjung Priok, Jakarta Utara. Kolinlamil dibentuk sejak tanggal 1 Juli 1961 dengan nama Djawatan Angkutan Laut Militer (DALMIL). Dengan moto “Satya Wira Jala Dharma” Kolinlamil merupakan Komando Utama (Kotama) Pembinaan dan Operasional. Dalam bidang pembinaan Kolinlamil berkedudukan langsung di bawah KASAL, sedangkan dalam bidang operasional berkedudukan langsung di bawah Panglima TNI. Sumber: Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (SIARAN PERS Nomor : SP.35/K.8/TU/Humas/08/2024) Call Center BBKSDA Sulsel: 08114600883
Baca Artikel

BBKSDA Sumatera Utara Pemenang III Instagram Terbaik HKAN 2024

Para pemenang dan penerima penghargaan dari Dirjen KSDAE Boyolali, 28 Agustus 2024. Peringatan Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) Tahun 2024 dengan penuh kemeriahan diselenggarakan di Alun-Alun Kidul Boyolali, Jawa Tengah. Kegiatan yang mengusung tema Youth for Suistanable Nature atau Aktualisasi Konservasi Alam Pada Generasi Muda, akan berlangsung selama tiga hari, dari tanggal 27 hingga 29 Agustus 2024, dan dihadiri oleh perwakilan dari UPT di bawah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan termasuk Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Pada hari pertama, 27 Agustus 2024, acara dibuka oleh Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko, S.Hut., M.Agr.Sc. Dalam sambutannya, Satyawan mengatakan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga sumber daya alam hayati beserta ekosistemnya, sehingga perlu disediakan platform yang sesuai dengan minat dan bakatnya. Dengan begitu harapannya mereka dapat menjadi agen-agen konservasi yang akan meneruskan upaya konservasi sumber daya alam dan ekosistemnya di masa depan. Beragam kegiatan digelar seperti : pameran konservasi alam dari berbagai satker lingkup Direktorat Jenderal KSDAE yang menampilkan beragam inovasi, layanan, dan program unggulan yang ditawarkan, bedah buku “Rimba Rapsody”, apresiasi konservasi alam, berbagai saresehan dan diskusi, hiburan musik, serta penampilan kesenian tradisional. Pada acara pembukaan diberikan Apresiasi Konservasi Alam, salah satunya untuk kategori Instagram Balai KSDA Terbaik, dimana Balai Besar KSDA Sumatera Utara mendapatkan apresiasi Pemenang III Instagram Terbaik, dan menerima Penghargaan dari Dirjen KSDAE, Prof. Dr. Satyawan Pudyatmoko, S.Hut., M.Agr.Sc. yang diterima langsung Kepala Bagian Tata Usaha Elfina Rosinta Dewi, S.Hut., M.IL., mewakili Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Penghargaan ini merupakan pengakuan atas usaha dan kerja keras Tim Sosial Media Balai Besar KSDA Sumatera Utara dalam menyebarkan kesadaran serta edukasi tentang pentingnya konservasi alam melalui platform media sosial. Apresiasi ini juga sekaligus sebagai motivasi untuk bekerja lebih baik lagi. Sumber : HM Parlindungan Sinaga, S.Kom. (Pranata Komputer Ahli Pertama) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Rimbawan Mengajar Kembali Satroni Sekolah di Sekitar Cagar Alam

Kediri, 22 Agustus 2024. Rangkaian Road To HKAN 2024, Seksi KSDA Wilayah I, Balai Besar KSDA Jawa Timur, kembali menggelar Rimbawan Mengajar, Kamis (22/8). Kali ini sekolah tim Rimbawan Mengajar menyatroni SDN 2 Manggis, sebuah sekolah yang terletak di Desa Wonorejo, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri. Desa ini menjadi desa penyangga dari Cagar Alam Manggis Gadungan. Tak kurang 90 siswa mengikuti kegiatan Rimbawan Mengajar ini dengan antusias, mereka terdiri dari siswa kelas 4, 5, dan 6. Dengan memakai seragam berupa baju lurik, para siswa mengikuti setiap materi dan permainan yang disajikan. Beberapa materi ringan yang disampaikan mengenai BBKSDA Jatim, kawasan hutan beserta fungsinya dan dampaknya bila mengalami kerusakan khususnya CA Manggis, profesi Polisi Kehutanan (Polhut) dan Pengendali Ekosistem Hutan (PEH), satwa liar berserta fungsinya, rantai makanan, dan dampak negative dari perburuan satwa liar. Ada juga praktikum yang dikemas seperti permainan, seperti terjadinya banjir akibat dari penebangan liar. Kali ini rambut siswa menjadi bahan praktikum, rambut tebal diibaratkan hutan yang masih terjaga dan kepala yang tanpa rambut sebagai hutan yang habis. Dengan disiram air, siswa dapat melihat kepala yang mana yang airnya akan terjun bebas membasahi hidung, mata, yang diibaratkan sebagai sekolah dan desa. Ada juga permainan “ular tangga konservasi”. Kali ini para siswa dibagi menjadi enam kelompok, dimana setiap kelompok beranggotakan 5 siswa. Satu siswa sebagai pion untuk berjalan di kotak ular tangga, satu siswa bertugas untuk melempar dadu, dan tiga siswa bertugas untuk memilih kartu pertanyaan dan menjawabnya. Seluruh pertanyaan seputar materi-materi yang telah diberikan. Jika benar, maka siswa dapat naik kotak selanjutnya, namun jika salah ia tetap berada di kotak yang sama. Peserta yang paling cepat sampai pada kotak terakhir menjadi pemenangnya, dan akan mendapatkan hadiah. Sebagai penutup, para siswa diajak menonton film tentang perburuan burung yang berjudul “Sabda Alam”. Setelah menonton, dua siswa ditunjuk untuk menceritakan kembali tentang kisah film tersebut dan menceritakan pesan yang terkandung di dalamnya. Sumber : Agus Irwanto - Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Artikel

Konsultasi Publik RPJP Kawasan Konservasi : Langkah Konkrit Lestarikan Alam

Malili, 24 Agustus 2024. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Sulawesi Selatan telah menyelenggarakan Konsultasi Publik Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) Kawasan Konservasi (KK) Cagar Alam (CA) Kalaena dan CA Ponda-Ponda. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Kamis dan Jumat, 22-23 Agustus 2024 di Hotel I Lagaligo, Malili, Kabupaten Luwu Timur. Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang KSDA Wilayah I Palopo yang mewakili Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan. "Kami berharap melalui konsultasi publik ini, kita dapat merumuskan rencana pengelolaan yang lebih efektif dan efisien. Dengan demikian, kita dapat mencapai tujuan bersama, yaitu menjaga keanekaragaman hayati, meningkatkan kesejahteraan Masyarakat dan melestarikan lingkungan hidup", ujar Kepala Bidang Wilayah I Palopo Iskandar, S.Hut., M.I.L. pada saat membuka kegiatan RPJP. Kegiatan ini dihadiri oleh para pihak perwakilan dari Bapelitbangda, Disparmudora, Kantor Pertanahan Kab. Luwu Timur, Dispenda, DLH, Manggala Agni Daops Sulawesi II, Akademisi Universitas Andi Djemma Palopo, Camat Mangkutana, Camat Malili, Desa Teromu, Desa Koroncia, Desa Sindu Agung, Desa Kasintuwu, Desa Margolembo, Bidang Wilayah I Palopo, SKW II Malili, dan Resort lingkup SKW II Malili. Konsultasi publik ini bertujuan untuk menjaring masukan dan saran dari para pihak untuk mempertajamn RPJP CA Kalaena dan CA Ponda-Ponda periode 2025-2034. Para narasumber menyampaikan paparan mengenai kondisi terkini kawasan, potensi, serta tantangan yang dihadapi dalam pengelolaannya. Narasumber berasal dari Bappelitbangda Kabupaten Luwu Timur, Dekan Fakultas Kehutanan Unanda dan dimoderatori oleh Kepala KPH Kalaena. Pada sesi diskusi, peserta rapat menyampaikan pentingnya meningkatkan peran aktif masyarakat sekitar kawasan, terutama kaum muda (karang taruna), dalam pengelolaan kawasan konservasi. Ditegaskan bahwa pengelolaan kawasan konservasi membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, dan akademisi. Selain itu, perlu dilakukan penguatan basis data dan publikasi hasil penelitian untuk mendukung pengambilan keputusan dalam pengelolaan kawasan. Pemerintah Kabupaten Luwu Timur menyatakan dukungan penuh terhadap upaya pelestarian kawasan konservasi di wilayahnya. Komitmen ini tercermin dalam partisipasi aktif dalam kegiatan konsultasi publik serta kesediaan untuk bersinergi dengan BBKSDA dalam mewujudkan pengelolaan kawasan yang berkelanjutan. Di akhir kegiatan, para peserta menyepakati pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan CA Kalaena dan CA Ponda-ponda. Hasil dari konsultasi publik ini akan dijadikan bahan pertimbangan dalam penyusunan RPJP CA Kalaena dan CA Ponda-Ponda yang lebih komprehensif dan partisipatif. Dengan demikian, diharapkan pengelolaan kawasan konservasi di Luwu Timur dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan, sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Konsultasi Publik ini diharapkan menjadi landasan yang kuat bagi implementasi RPJP CA Kalaena dan CA Ponda-ponda 2025-2034, serta mendorong sinergi yang lebih erat antara pemerintah, akademisi, pihak swasta, dan masyarakat dalam upaya konservasi dan pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Selatan. Balai Besar KSDA Sulsel berkomitmen untuk terus berupaya menjadikan CA Kalaena dan CA Ponda-ponda berfungsi optimal dengan memanfaatkan potensi kawasan secara berkelanjutan bersama masyarakat sekitar. Sumber: Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (SIARAN PERS Nomor : SP.34/K.8/TU/Humas/08/2024) Call Center BBKSDA Sulsel: 08114600883
Baca Artikel

Serah Terima Bantuan Ekonomi Produktif di 3 Desa

Kuta Gugung, 23 Agustus 2024. Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Bidang KSDA Wilayah I Kabanjahe dan Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang telah melaksanakan kegiatan serah terima terhadap bantuan usaha ekonomi produktif pada 3 kelompok tani di 3 desa yang merupakan desa penyangga kawasan konservasi Taman Wisata Alam (TWA) Danau Sicike-cike, Suaka Margasatwa (SM) Siranggas dan TWA Deleng Lancuk pada tanggal 19 s.d. 21 Agustus 2024. Serah terima ini dilaksanakan langsung oleh Kepala Bidang KSDA Wilayah I Kabanjahe Bapak Amenson Girsang, SP, MH. dan Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang Bapak Tuahman Raya, S.Sos. serta didampingi petugas dari resort kawasan masing-masing dengan ketua kelompok tani, yaitu Kelompok Tani Lomba Maju, Kelompok Tani Rebbak Nduma dan Kelompok Tani Hutan Lestari. Serah terima ini dilakukan setelah kelompok tani membelikan barang sesuai dengan proposal awal, guna peningkatan kesejahteraan masyarakat desa secara umum dan kelompok tani secara khusus. Kelompok Tani Lomba Maju, Desa Prongil, Kecamatan Tinada, Kabupaten Pakpak Bharat telah membelanjakan dana bantuan sebanyak 2 unit alat handtracktor dan 2 unit mesin babat. Pada Kelompok Tani Rebbak Nduma, Desa Majanggut II, Kecamatan Kerajaan, Kabupaten Pakpak Bharat telah membelanjakan dana bantuan untuk pengadaan 2 unit alat handtracktor dan 3 unit alat semprot portable. Sedangkan pada Kelompok Tani Hutan Lestari, Desa Kuta Gugung, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo telah membelanjakan dana bantuan untuk pengadaan 2 unit alat handtracktor dan 2 unit mesin babat. Seluruh barang bantuan telah sesuai dengan keinginan dan kebutuhan kelompok tani, sehingga dana bantuan yang diberikan masing-masing kelompok sebesar Rp 35.000.000,- telah menjadi barang yang dapat dimanfaatkan oleh kelompok tani tersebut. Harapan bersama bahwa bantuan usaha ekonomi produktif yang diberikan Balai Besar KSDA Sumatera Utara dapat bermanfaat secara nyata dalam meningkatkan kesejahteraan kelompok tani dan masyarakat desa sekitarnya. Selain itu juga diharapkan kepada kelompok tani yang menerima bantuan dapat menjadi perpanjangan tangan Balai Besar KSDA Sumatera Utara dalam menjaga kawasan konservasi sehingga kelestarian kawasan hutan TWA Danau Sicike-cike, SM Siranggas dan TWA Deleng Lancuk tetap terjaga. Salam Lestari….. Sumber : Hafsah Purwasih (Penyuluh Kehutanan) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Pembukaan Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam Indonesia 2024

Banyuwangi, 22 Agustus 2024. Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam Indonesia 2024 yang diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal KSDAE Kementerian LHK, secara resmi dibuka oleh Bupati Banyuwangi pada hari ini, di Taman Blambangan, Kota Banyuwangi. Pembukaan Festival TN dan TWA 2024 ditandai dengan pemukulan gong oleh Bupati Banyuwangi dan penyerahan cinderamata berupa buku 55 Taman Nasional. Acara yang berlangsung dari tanggal 22 hingga 25 Agustus 2024 ini menjadi ajang penting untuk mempromosikan keindahan dan kekayaan alam Indonesia, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi di kawasan taman nasional dan taman wisata alam. Festival ini diikuti oleh 16 Taman Nasional (TN) dan 7 Balai Besar/Balai KSDA, salah satunya adalah Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Sulawesi Selatan yang turut berpartisipasi dengan menghadirkan Taman Nasional Gandang Dewata (TNGD) melalui sebuah stan pameran yang banyak menarik perhatian dan pengunjung. Stand Taman Nasional Gandang Dewata selain menampilkan keindahan dan kekayaan alam Taman Nasional Gandang Dewata, juga berhasil menciptakan suasana interaktif yang menyenangkan. Pengunjung stand Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan disuguhkan dengan berbagai souvenir menarik yang menjadi incaran banyak pengunjung. Selain itu, terdapat pula berbagai aktivitas seru seperti game miniatur pendakian dan kuis seputar Taman Nasional Gandang Dewata yang menguji pengetahuan para pengunjung mengenai alam dan konservasi. Aktivitas-aktivitas ini tidak hanya menghibur, tetapi juga edukatif, sehingga menambah nilai lebih bagi para pengunjung festival. Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam Indonesia 2024 ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara masyarakat dengan alam, serta menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan. Berbagai kegiatan yang telah dipersiapkan oleh panitia, mulai dari pentas seni, diskusi interaktif, hingga pameran produk-produk hasil alam dari masyarakat binaan UPT KSDAE yang diharapkan dapat memberikan inspirasi dan wawasan baru kepada pengunjung. Kegiatan ini juga merupakan bentuk apresiasi terhadap upaya pemerintah dan masyarakat dalam menjaga keanekaragaman hayati di Indonesia. Dengan adanya festival ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang terdorong untuk berperan aktif dalam upaya pelestarian alam dan turut serta dalam menjaga kawasan konservasi. Festival Taman Nasional dan Taman Wisata Alam merupakan acara tahunan yang diadakan oleh Kementerian LHK dengan tujuan untuk mempromosikan obyek wisata alam yang menyimpan keindahan alam dan kekayaan hayati Indonesia. Selain itu, festival ini juga berfungsi sebagai sarana edukasi dan sosialisasi mengenai pentingnya konservasi lingkungan, khususnya di kawasan taman nasional dan taman wisata alam. Sumber Berita: Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (SIARAN PERS Nomor : SP.32/K.8/TU/Humas/08/2024) Call Center BBKSDA Sulsel:08114600883
Baca Artikel

Pembentukan Masyarakat Peduli Api Kawah Ijen, Menuju MPA Proklim

Banyuwangi, 20 Agustus 2024. Balai Besar KSDA Jawa Timur (BBKSDA Jatim) bersama Balai PPI Jabalnusra melaksanakan pelatihan dan pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) Kawah Ijen di kantor Desa Tamansari, Kec. Licin, Kab. Banyuwangi, 20 Agustus 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, utamanya para pemandu wisata dan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) Taman Wisata Alam (TWA) Kawah ijen. Kegiatan yang diikuti oleh 30 orang ini menjadi salah satu bentuk upaya nyata BBKSDA Jatim dalam penguatan keterampilan teknis, wawasan, dan kelembagaan terhadap para pemandu wisata dan MMP. Secara rutin mereka telah melakukan pengendalian kebakaran hutan yang terjadi di TWA Kawah Ijen. Dengan adanya kelembagaan MPA yang telah terbentuk, pihak BBKSDA Jatim akan terus mengupayakan dukungannya dengan melengkapi sarana dan prasarana pengendalian kebakaran hutan. Untuk itu akan terus dijalin komunikasi dengan Balai PPI Jabalnusra terkait usulan perlengkapan dimaksud. Selain itu, akan terus diupayakan peningkatan kapasitas pelaku wisata yang ada di TWA. Kawah Ijen dengan pelatihan sejenis atau pelatihan lainnya yang masih relevan, yang juga diharapkan dapat memberdayakan ekonomi anggota MPA. Juga, akan menjajaki peluang pengembangan kelembagaan MPA ke arah kelompok MPA Proklim, sebagai unit percontohan kegiatan MPA. Sumber : Agus Irwanto - Balai Besar KSDA Jawa Timur
Baca Artikel

Konsultasi Publik RPJP SM Ko’mara dan TB Ko'mara Periode 2024-2033

Takalar, 20 Agustus 2024. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan (BBKSDA Sulsel) mengadakan Konsultasi Publik Draft Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) Suaka Margasatwa (SM) Ko'mara dan Taman Buru (TB) Ko'mara periode 2024-2033 di Hotel Kalampa, Kabupaten Takalar. Kegiatan dibuka oleh Kepala BBKSDA Sulsel, Ir. Jusman yang dihadiri oleh perwakilan dari Bappelitbangda Provinsi Sulsel, Universitas Hasanuddin, satuan kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Gowa, Kabupaten Takalar, dan Kabupaten Jeneponto, antara lain Bappeda, Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, serta Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Wilayah Sulawesi, Balai Pemantapan Kawasan Hutan dan Tata Lingkungan Wilayah VII Makassar, Polsek Polongbangkeng Utara, Kodim 1426/01 Polut, Camat Bungaya, Camat Polongbangkeng Utara, Kepala Desa Bissoloro, Kepala Desa Barugaya, KPH Je’neberang, Kepala Desa Persiapan Tarangtoaya, Camat Bangkala Barat, Camat Polongbangkeng Selatan, Danramil Polongbangkeng Selatan, Polsek Polongbangkeng Selatan, Kepala Desa Ko’mara, Kepala Desa Cakura, Sekretaris Desa Barana, Desa Kale Lantang, PT Pertamina Patra Niaga Integrated Terminal Makassar, dan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) Resor Wilayah Konservasi Ko’mara. Dalam sambutannya, Kepala BBKSDA Sulsel menekankan pentingnya kolaborasi dalam perencanaan wilayah, terutama antara BBKSDA dengan Bapelitbangda/Bappeda dan stakeholder lainnya. "Dalam konteks perencanaan, kita tidak dapat bekerja sendiri. Prinsip Holistik, Integratif, Tematik, dan Spasial (HITS) harus diimplementasikan dalam setiap langkah perencanaan," ujar Kepala BBKSDA Sulsel. Oleh karena itu, Konsultasi Publik ini bertujuan untuk membahas arah kebijakan pengelolaan dua kawasan konservasi tersebut dengan melibatkan berbagai pihak terkait. Pada sesi pertama, Kepala Seksi Konservasi Wilayah IV BBKSDA Sulsel, Tamsil, S.Hut., M.Si., menyampaikan paparan draft RPJP SM Ko'mara dan menekankan pentingnya pengelolaan yang terarah dan berkelanjutan untuk memastikan kelestarian satwa dan ekosistem di kawasan tersebut. Sesi kedua, Kepala Bidang Wilayah II, Abdul Rajab, S.T.P., M.P. untuk Taman Buru Ko’mara. Selanjutnya, Kepala Bidang Perekonomian dan Sumberdaya Alam Bappelitbangda Sulsel, Inyo, ST, M.Eng., memaparkan kebijakan pembangunan dan pengembangan wilayah di Kabupaten Gowa dan Takalar yang menjadi daerah penyangga bagi kawasan konservasi ini. Di sesi ketiga, paparan dari dari Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Amran Achmad, M.Sc. yang mengangkat tema "Kolaborasi Pengelolaan SM Ko’mara dan TB Ko'mara dengan Para Pihak." Dalam presentasinya, beliau menekankan perlunya kerja sama antara BBKSDA dengan masyarakat setempat untuk mencapai pengelolaan kawasan yang efektif dan berkelanjutan. Sesi diskusi yang dipandu oleh Kabid Pemerintahan, Pembangunan Manusia, Perekonomian, dan Infrastruktur Bappelitbangda Kabupaten Takalar, Abd. Rifai, SKM., berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan dan masukan dari peserta. Isu penting yang diangkat, antara lain: penetapan batas kawasan, strategi pengelolaan sumber daya alam, serta upaya kolaboratif dalam mengatasi konflik tenurial dan pengelolaan kawasan. Peserta menyampaikan masukan yang konstruktif, termasuk pentingnya memastikan keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan kawasan dan pemanfaatan lahan secara berkelanjutan. Kegiatan ini juga diisi dengan diskusi mendalam mengenai rencana pengembangan kawasan segitiga emas di Sulawesi Selatan yang meliputi tiga kabupaten, yaitu: Makassar, Maros, Gowa, dan Takalar. Pengembangan kawasan ini diarahkan untuk memperkuat ekonomi kelautan dan pusat pertumbuhan wilayah melalui sektor pertanian, perikanan, industri, dan pariwisata. Di akhir kegiatan, para peserta menyepakati pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pengelolaan SM Ko'mara dan TB Ko'mara. Peran kolaborasi untuk mencapai tujuan dapat dilakukan dalam bentuk perlindungan kawasan, pengelolaan ekowisata, penangkaran satwa liar, penelitian dan pendidikan, serta pengelolaan hasil hutan bukan kayu. Dokumen RPJP ini telah memuat isu-isu yang berkembang saat ini dan membutuhkan partisipasi para pihak dalam pelaksanaan rencana aksinya. Nilai penting kawasan digali berdasarkan hasil penelitian, hasil survei dan studi literatur, yaitu merupakan perlindungan habitat Rusa Timor, area tangkapan air Kabupaten Takalar dan sebagian Kabupaten Gowa, dan merupakan wilayah hutan di Kabupaten Takalar yang memiliki kondisi asli. Konsultasi Publik ini diharapkan menjadi landasan yang kuat bagi implementasi RPJP SM Ko'mara dan TB Ko'mara 2024-2033, serta mendorong sinergi yang lebih erat antara pemerintah, akademisi, pihak swasta, dan masyarakat dalam upaya konservasi dan pembangunan berkelanjutan di Sulawesi Selatan. Balai Besar KSDA Sulsel berkomitmen untuk terus berupaya menjadikan TB Ko'mara sebagai contoh taman buru yang berfungsi optimal dengan memanfaatkan potensi kawasan secara berkelanjutan bersama masyarakat sekitar. Sumber: Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Call Center BBKSDA Sulsel:08114600883
Baca Artikel

Kemeriahan HUT RI Ke 79 di TWA Sibolangit

Sibolangit, 20 Agustus 2024. Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke 79, dilaksanakan di berbagai tempat dan daerah. Termasuk penyelenggaraannya di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit di Desa, Sibolangit, Kecamatan Sibolabgit, Kabupaten Deli Serdang, pada Sabtu, 17 Agustus 2024. Kemeriahan sudah mulai terlihat pada pagi hari, usai pelaksanaan upacara peringatan Detik-detik Proklamasi. Menariknya kegiatan perayaan HUT RI ke 79 ini diikuti oleh masyarakat 4 desa se Kecamatan Sibolangit, masing-masing Desa Sibolangit, Desa Rumah Sumbul, Desa Puangaja, Desa Betinus Mbaru. Masyarakat 4 desa ini tumpah ruah di kawasan TWA Sibolangit bergembira sebagai wujud syukur dan sukacita atas 79 tahun perjalanan kemerdekaan RI. Berbagai perlombaan dan hiburan pun digelar, seperti : panjat pinang (pucang), makan kerupuk dan masukan paku ke botol. Turut hadir dalam kemeriahan tersebut 4 kepala desa yang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui petugas Resort CA/TWA Sibolangit atas dukungan yang diberikan sehingga semua pelaksanaan perayaan berjalan dengan lancer dan sukses. Keempat Kepala Desa menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Balai Besar KSDA Sumatera Utara Kepala Resort CA/TWA Sibolangit di momen penting tersebut tidak lupa memperkenalkan dan mempromosikan kawasan TWA Sibolangit beserta dengan berbagai potensi wisata alam yang ada di dalamnya. Peserta juga diajak untuk ikut menjaga kelestarian kawasan, karena kawasan ini cukup penting peranannya baik bagi masyarakat sekitar maupun bagi masyarakat Kota Medan, mengingat CA/TWA Sibolangit termasuk sebagai penyedia (catchment area) air bersih untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat. Sumber : Suparman, SP. (Kepala Resort CA/TWA Sibolangit) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Maraknya Peringatan HKAN 2024 Balai TN Taka Bonerate

Pulau Tinabo - Taman Nasional Taka Bonerate, 20 Agustus 2024. Balai Taman Nasional Taka Bonerate menggelar rangkaian giat Hari Konservasi Alam Nasional 2024 dengan Sosialisasi SOP Smart Patrol & Perundang - Undangan serta Kampanye Penanggulangan Sampah di TN Taka Bonerate, Senin (19/8). Sosialisasi mengenai SOP smart patroli dan perundang-undangan serta kampanye penanggulangan sampah bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan ketaatan terhadap aturan serta praktik yang berkelanjutan dalam menjaga lingkungan. Hal ini dapat membantu masyarakat dan pihak terkait untuk lebih efektif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan. Dengan mengambil lokasi di Pulau Tinabo Besar, Resort Tinabo giat ini dihadiri perwakilan masing-masing Resort dan Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN), Kepala Subagian Tata Usaha, Kepala SPTN Wilayah 1 dan 2, Babinsa Desa Jinato & Desa Tarupa, Masyarakat Mitra Polhut (MMP) Kerapu Macan & Komunitas Pemuda Peduli Lingkungan (KPPL) Tarupa, MMP Tarupa Sejahtera & Komunitas Peduli Konservasi (KPK) Jinato, Mahasiswa dan mahasiswi Fahutan Universitas Hasanuddin. Diawali coffee morning, giat dilanjutkan dengan aksi bersih pantai mengumpulkan 57 karung sampah plastik dengan titik pembersihan di sebelah timur pulau Tinabo Besar. Usai Aksi Bersih Pantai dilanjutkan dengan rangkaian Sosialisasi yang dibuka langsung oleh Ka. Balai TN Taka Bonerate Ali Bahri. Setelah memberi sambutan dan arahan, dilanjutkan materi oleh Kepala SPTN Wilayah I Tarupa, Kepala SPTN Wilayah II Jinato, Koordinator PEH Saleh Rahma. & Koordinator Polhut Fahmi Syamsuri, yang dilanjutkan dengan diskusi dan sesi tanya jawab. Aksi bersih pantai di sore hari kembali dilakukan dengan titik pengumpulan sekitar Landmark Tinabo Island dan berhasil mengumpulkan 9 karung sampah plastik. "Alhamdulillah, giat yang merupakan rangkaian peringatan HKAN ini mengumpulkan 66 karung besar sampah kiriman di Pulau Tinabo dan giat ini diharapkan kedepannya menjadi cikal bakal satgas penanganan sampah di TN Taka Bonerate," jelas Ali Bahri. Sumber: Fahmi Syamsuri - Polhut Balai Taman Nasional Taka Bonerate Editor : Asri - PEH/Humas

Menampilkan 385–400 dari 1.992 publikasi