Senin, 12 Jan 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Dukungan Sustainable Financing Bagi Masyarakat Penyangga Taman Nasional Komodo

Labuan Bajo, 3 Oktober 2024. Balai Taman Nasional Komodo bersama Proyek Investing in the Komodo Dragon and Other Globally Threatened Species in Flores (IN – FLORES) menyelenggarakan kegiatan Pengembangan Strategi Kerja Sama Inkubator Bisnis Kelompok Masyarakat guna distribusi dukungan modal usaha untuk pengembangan model pembagian keuntungan berkelanjutan, Kamis (3/10), di Resort Kerora Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Balai Taman Nasional Komodo. Balai Taman Nasional Komodo bersama IN-FLORES berupaya mengembangkan mekanisme sustainable financing melalui skema benefit sharing dengan mengoptimalkan potensi sumber daya alam hayati dan ekosistem serta kebudayaan masyarakat di dalam dan penyangga kawasan Taman Nasional Komodo. Target sasaran pelaksanaan kegiatan ini adalah 70 orang masyarakat umum dan perwakilan kelompok binaan Balai Taman Nasional Komodo yaitu: Kelompok Pelestari Penyu Kerora dan Kelompok Tenun Canai’ Golomori. Hendrikus Rani Siga (Kepala Balai Taman Nasional Komodo) mengawal langsung pelaksanaan kegiatan ini bersama dengan Kepala Balai Besar KSDA NTT, Arief Mahmud, dan Penjabat Sementara Bupati Manggarai Barat, Ondy Christian Siagian. Kegiatan turut dihadiri oleh Staf Ahli Menteri Bidang Pangan Kementerian LHK, Indra Exploitasia, dan Direktur Bina Pengelolaan dan Pemulihan Esensial (BPPEE), Suharyono, yang menyampaikan arahan bagi masyarakat untuk berkolaborasi bersama mengelola, melestarikan, dan memanfaatkan potensi alam secara berkelanjutan. “Hutan Lestari, Masyarakat Sejahtera,” tutur Staf Ahli Menteri Bidang Pangan dalam kesempatan tersebut. Pesan ini menjadi pengingat pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan kelestarian alam. Staf Ahli Menteri Bidang Pangan Kementerian LHK bersama Direktur BPPE didampingi Kepala Balai Besar KSDA NTT, Kepala Balai Taman Nasional Komodo, dan Pjs. Bupati Manggarai Barat secara simbolis memberikan dukungan model usaha sebesar Rp 50.000.000 untuk masing-masing kelompok binaan Balai Taman Nasional Komodo. Penyaluran modal usaha ini akan difasilitasi oleh koperasi atau lembaga yang berbadan hukum dengan menerapkan skema benefit sharing yang keuntungannya harus dapat dimanfaatkan kembali untuk pengelolaan konservasi di Balai Taman Nasional Komodo. Hendrikus Rani Siga menegaskan, “Keterlibatan koperasi atau lembaga hukum ini memiliki peranan penting dalam mendukung upaya peningkatan kapasitas kelompok masyarakat dan pengelolaan Taman Nasional Komodo sehingga harus ditentukan dengan sangat hati-hati”. Basyir selaku Kepala Dusun Kerora menyampaikan rasa haru bahwa Dusun Kerora mendapatkan perhatian dan dukungan dari Kementerian LHK. “Ini adalah kali pertama kami warga Dusun Kerora bisa duduk bersama dan berdialog langsung dengan pimpinan Kementerian LHK dan Pjs. Bupati Manggarai Barat. Kami yakin Dusun Kerora akan bangkit maju dan berkembang seperti desa-desa pesisir lainnya”, ujar Basyir. Usman, figur muda Dusun Kerora turut menyampaikan tantangan keterlibatan masyarakat dalam pengleolaan Taman Nasional Komodo dalam agenda dialog publik yang dilaksanakan pada kegiatan ini. Usman menuturkan, “Infrastruktur dan sumber daya manusia di sini sangat terbatas sehingga kami memiliki banyak keterbatasan untuk mendukung pengelolaan ekowisata. Kami belum memiliki jaringan listrik, internet, maupun dermaga yang layak sehingga kami berharap Kementerian LHK dan Pemerintah Manggarai Barat dapat memberikan dukungan dan perhatian yang lebih besar untuk kami di Dusun Kerora". Balai Taman Nasional Komodo bersama dengan West Landscape-Seascape Management Unit (WLSMU) IN-FLORES akan terus berkomitmen dan berupaya mendukung pengembangan ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat dalam dan penyangga kawasan Taman Nasional Komodo melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia dan pengembangan infrastruktur ekowisata serta edukasi alam. Balai Taman Nasional Komodo berharap melalui pelibatan masyarakat dalam pengelolaan kawasan konservasi, hal ini dapat meningkatkan kualitas pengelolaan Taman Nasional Komodo sebagai destinasi ekowisata nasional terbaik di dunia. Sumber: Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Hendrikus Rani Siga, S.Hut., M.Sc. (+6281353363519) Penulis Berita: West Landscape – Seascape Assistant Project IN - FLORES - Yudha Pamungkas, S.Tr.Par. (+6282210465828) Penyunting Berita: Karyasiswa Program Doktor Balai Taman Nasional Komodo - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.Sc. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6281138290000)
Baca Artikel

Menteri LHK Pimpin Wisuda Serentak Green Leadership Indonesia 4, Green Youth Movement 2, dan Green Public Interest Lawyer

Jakarta, 3 Oktober 2024 – Menteri LHK, Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc. memimpin prosesi wisuda serentak Green Leadership Indonesia (GLI) Angkatan 4, Green Youth Movement (GYM) Angkatan 2, dan Green Public Interest Lawyer (Green PIL) di Auditorium Manggala Wanabakti, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Jakarta. Wisuda ini dilaksanakan secara hybrid, dengan peserta dari berbagai wilayah dan sebagian besar mengikuti secara daring melalui simpul-simpul belajar yang tersebar di seluruh Indonesia. Sebanyak 22 peserta dari simpul belajar Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan mengikuti wisuda secara daring/online, dan satu peserta terbaik, Aisyah Munadhilah Tamrin dari SMA Negeri 21 Makassar, berkesempatan mengikuti wisuda secara langsung di Auditorium Manggala Wanabakti, Jakarta. Sebagai salah satu program unggulan pendidikan lingkungan hidup, Green Leadership Indonesia dan Green Youth Movement menitikberatkan pada pembentukan karakter pemimpin muda yang peduli terhadap isu lingkungan, perlindungan alam, dan upaya pengendalian perubahan iklim. Dalam sambutannya, Menteri LHK menyampaikan arahan penting terkait peran generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan. “Generasi muda yang terlibat dalam GYM, GLI, dan Green PIL memainkan peran penting sebagai agen perubahan dalam konservasi dan pengelolaan lingkungan hidup.” Program Green Youth Movement merupakan langkah strategis dalam memberikan edukasi lingkungan kepada generasi muda melalui rangkaian pendidikan dan mentoring selama 4 bulan. Melalui program ini, para peserta yang diwisuda hari ini diharapkan dapat menjadi duta lingkungan yang mampu membawa perubahan nyata dalam perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Seluruh rangkaian wisuda ditutup dengan penyematan pin Green Ambassador Indonesia, simbol tanggung jawab generasi muda dalam menjaga kelestarian lingkungan. “Selamat kepada seluruh Green Ambassador Indonesia yang telah diwisuda. Jadilah agen perubahan dalam menciptakan Indonesia yang lebih hijau dan berkelanjutan,” tutup Menteri LHK dalam sambutannya. Acara wisuda ini juga diikuti dengan serangkaian kegiatan keakraban dan field trip edukatif, mengunjungi berbagai lokasi bersejarah di Jakarta seperti Kota Tua dan Monas, guna memperkuat semangat kolaborasi dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. Sumber: Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (Siaran Pers Nomor : SP.45/K.8/TU/Humas/10/2024) Call Center BBKSDA Sulsel: 08114600883
Baca Artikel

Wisuda Serentak Green Youth Movement Angkatan II oleh Menteri LHK secara Hybrid

Banjarbaru, 3 Oktober 2024 – Wisuda Serentak Green Youth Movement (GYM) Angkatan II oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Prof. Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc., diselenggarakan secara luring di Auditorium Dr. Ir. Soejarwo Gedung Manggala Wanabakti, dan secara daring di 245 simpul belajar di seluruh Indonesia termasuk simpul belajar BKSDA Kalimantan Selatan. Wisuda yang mengukuhkan peserta Green Leadership Indonesia (GLI) Angkatan IV dan Green Public Interest Lawyer (PIL) merupakan puncak dari rangkaian kegiatan GYM Angkatan II setelah kegiatan In Class dan mentoring yang telah selesai diikuti oleh seluruh Green Ambassador. Dalam sambutannya Ibu Siti Nurbaya Bakar mengungkapkan bahwa “Pada berbagai kesempatan perjalanan sebagai Menteri LHK selama 10 tahun berkunjung ke negara – negara di dunia dan berjumpa dengan berbagai komunitas dalam konferensi-konferensi, ternyata partisipasi masyarakat terutama generasi muda Indonesia termasuk yang terdepan di dunia” Ibu Siti Nurbaya Bakar juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung acara dengan baik. Diakhir periode jabatan beliau sebagai Menteri LHK, beliau berharap semoga apa yang selama ini telah dirintis diharapkan bisa terus membesar dengan situasi berat yang harus dihadapi bersama-sama. Harapan besar beliau sekiranya pola pendidikan dapat memiliki efek ulasan yang akan terus berjalan membesar ke lebih banyak tempat lagi. Selamat bagi para Green Ambassador yang secara resmi telah dikukuhkan, semoga ilmu dan wawasan yang didapat selama mengikuti Green Youth Movement (GYM) 2024 Angkatan II dapat menjadi bekal dalam menjalankan amanah selaku Green Ambassador. Green Ambassador yang memberikan inspirasi dan mendorong lingkungan hidup yang makin baik bagi Indonesia. (Ryn) Sumber: Siti Sofiatun Nafiah, S.Hut. (Penyuluh SKW II) & Riyan Susilo A., S.Kom (Prakom BKSDA Kalsel) - Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Artikel

Belajar Pengawasan Koherensi Perencanaan Lingkungan Hidup 2024

Narasumber dari Inspektorat Jenderal KLHK sedang pemaparan Medan, 3 Oktober 2024. Inspektur Wilayah III Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan giat Sosialisasi Pengawasan Koherensi Perencanaan Lingkungan Hidup di Provinsi Sumatera Utara pada Rabu, 2 Oktober 2024, di ruang rapat Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Sosialisasi ini dihadiri Kepala UPT lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara serta dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Sumatera Utara. Inspektorat Jenderal KLHK sejatinya telah melaksanakan beberapa pengawasan tematik yang didasarkan proses bisnis satker dengan sasaran tercapainya keselarasan perencanaan dengan implementasi di lapangan, antara lain: Evaluasi Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL), Evaluasi Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS), Evaluasi Pemulihan Ekosistem, Evaluasi Perizinan Bidang KSDAE, dan lain-lain. Dari hasil pemantauan dan pengawasan tersebut, disimpulkan bahwa kinerja satker KLHK di daerah belum efektif memberi gambaran kualitas lingkungan hidup yang utuh di suatu wilayah administrasi (provinsi). Selain itu juga sinergi pelaksanaan kegiatan satker KLHK dengan pemerintah daerah yang belum direncanakan dengan baik. Oleh karena itulah maka diperlukan Inovasi Pengawasan Koherensi Perencanaan Lingkungan Hidup sebagai Strategi Pengawasan yang Efektif dan Efisien. Banyak manfaat yang didapatkan dari inovasi ini, seperti : bagi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan akan membantu perbaikan perencanaan strategis KLHK dalam bentuk perencanaan program kegiatan anggaran tidak hanya berdasarkan IKP eselon I namun juga berdasarkan kondisi spesifik setiap provinsi. Manfaat bagi satker KLHK untuk membantu penajaman perencanaan kegiatan, dan bagi masyarakat melalui kebijakan KLHK akan menjawab persoalan pemerintah daerah di satu provinsi. Dengan dilakukannya pengawasan koherensi perencanaan lingkungan hidup, maka hasil (outcome) yang diharapkan adalah tercapainya perbaikan kinerja satker KLHK terkait dampak (impact) terhadap kondisi lingkungan hidup, serta terjalinnya keserasian dan saling terhubung target outcome dan atau lokus beberapa kegiatan oleh beberapa satker KLHK di satu provinsi. Sumber : Evansus Renandi Manalu (Analis Tata Usaha) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Dukung Wujudkan Generasi Muda Cinta Lingkungan, BBKSDA Sulsel Ikut Pertikawan Nasional II 2024

Jakarta, 23 September 2024 – Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Prof. Dr. Ir. Siti Nurbaya, M.Sc., IPU, secara resmi membuka kegiatan Perkemahan Bakti Saka Kalpataru dan Saka Wanabakti (Pertikawan) Nasional II Tahun 2024 pada tanggal 23 September 2024 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Wiladatika, Cibubur, Jakarta Timur. Pertikawan Nasional II 2024 diikuti sekitar 1.792 peserta yang terdiri dari 1.548 kontingen Saka Kalpataru dan Saka Wanabakti perwakilan daerah dan 244 peserta selaku pendamping dari UPT KLHK, Dinas terkait, Pimpinan Kontingen, Pembina Pendamping, dan Tenaga Medis. Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan turut berpartisipasi dalam kegiatan nasional ini, dengan mengirimkan perwakilan sebanyak 11 orang yang berasal dari Saka Wanabakti dan Saka Kalpataru. Sedangkan Kwartir Daerah Sulawesi Selatan mengutus kontingen sebanyak 186 peserta terdiri dari 119 dari Saka Wanabakti (63 putra, 56 putri) dan 67 peserta dari Saka Kalpataru (38 putra, 29 putri). Keikutsertaan perwakilan dari Sulawesi Selatan ini memperkuat komitmen kaum muda dalam peduli pelestarian alam. Menteri LHK dalam sambutan pembukaannya menegaskan pentingnya Pertikawan sebagai wadah pembentukan karakter dan pengembangan solusi inovatif yang ramah lingkungan. "Dengan gaya hidup hijau yang mulai menjadi tren di kalangan generasi muda, Pertikawan ini adalah momen penting untuk meningkatkan komitmen dan pengetahuan dalam melestarikan alam. Ini adalah langkah nyata dalam mendukung tujuan FOLU Net Sink 2030 untuk Indonesia yang lebih hijau," ungkap Siti. Tema yang diusung adalah "Dengan Pertikawan Nasional II Tahun 2024 Kita Tingkatkan Peran Serta Saka Wanabakti dan Saka Kalpataru dalam Mensukseskan FOLU Net Sink 2030 Menuju Indonesia Hijau". Tema tersebut ditetapkan dengan tujuan untuk menggerakkan generasi muda menjadi pelopor dalam gerakan lingkungan berkelanjutan. Hal ini sebagaimana ditekankan oleh Menteri LHK bahwa generasi muda berperan penting dalam upaya pemulihan lingkungan. Gaya hidup hijau yang berkembang semakin memperkuat pentingnya generasi yang tumbuh dengan nilai-nilai cinta lingkungan. “Ini adalah kesempatan untuk menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari dan mengajak masyarakat lebih peduli pada lingkungan,” tambahnya. Plh. Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Bachtiar, dalam sambutannya, mengajak seluruh peserta untuk peka terhadap perkembangan zaman dan menjaga Gerakan Pramuka sebagai wadah pendidikan karakter yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Kementerian LHK telah menyiapkan arah kebijakan dalam rangka pengembangan generasi yang berbudaya lingkungan. Contohnya melalui penyiapan grand design pengembangan kompetensi SDM KLHK, serta penyelenggaraan serangkaian pendidikan dan latihan bagi generasi muda, termasuk melalui Gerakan Pramuka. Hasil kebijakan pengembangan generasi berbudaya serta berwawasan lingkungan dan kehutanan di tingkat tapak dapat dilihat dari banyaknya partisipasi sekolah, pemda, dan masyarakat. Sebut saja dalam program Adiwiyata, Kalpataru, Adipura, Nirwasita Tantra, Wana Lestari, PROPER, Green Youth Movement, Climate Generation Camp, Climate Innovation Generation Program, dan lain sebagainya yang diselenggarakan KLHK. Dengan kegiatan Pertikawan Nasional II Tahun 2024, Gerakan Pramuka diharapkan dapat memperkuat sinergi dengan masyarakat dalam gerakan konservasi lingkungan, menciptakan generasi yang lebih peduli terhadap bumi dan siap menghadapi tantangan masa depan.Selama Pertikawan Nasional berlangsung dari tanggal 23 - 29 September 2024, para peserta akan mengikuti berbagai kegiatan di Main Camp maupun di Sub Camp antara lain Jumpa Tokoh, Job Creation, Penanaman Pohon, Pendalaman Krida, hingga kegiatan seni dan perlombaan. Sumber: Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (Siaran Pers Nomor : SP.42/K.8/TU/Humas/09/2024) Call Center BBKSDA Sulsel:08114600883
Baca Artikel

Melihat Kelompok Binaan di TWA Pelaihari

Pelaihari, 22 September 2024 – Kepala Balai Konsevasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) Agus Ngurah Krisna melakukan kunjungan ke wilayah kerja Seksi Konservasi Wilayah (SKW) 1, tepatnya ke Taman Wisata Alam (TWA) Pelaihari. Di kantor Resort TWA Pelaihari, Kepala Balai melakukan pertemuan dengan Kelompok Tani yang merupakan binaan dari BKSDA Kalsel. Kelompok Tani tersebut yaitu Kelompok Pemberdayaan Masyarakat Maju Bersama dan Sumber Rezeki serta Kelompok Kemitraan Konservasi Tani Lestari. Pada kesempatan ini berlangsung diskusi terkait pemberdayaan masyarakat. Tercatat perkembangan usaha ekonomi yang sedang berjalan dan harapan kedepannya. Kepala Balai juga menyempatkan untuk menikmati pesona pantai di TWA Pelaihari. Melihat potensi alam sebagai modal utama wisata alam, beliau optimis bahwa pantai di TWA Pelaihari akan menjadi salah satu objek wisata alam unggulan. Dukungan berbagai pihak diharapkan bisa mendorong TWA Pelaihari menjadi jauh lebih baik. (Ryn) Sumber : Mariana Ulfah (Staf SKW I Batulicin) - Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Artikel

BBKSDA Sumatera Utara Dan COP Visit To School Di Sekitar SM Siranggas

Pakpak Bharat, 26 September 2024. Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang bekerjasama dengan Centre for Orangutan Protection (COP) telah melaksanakan kegiatan visit to School ke enam sekolah di sekitar Kawasan Suaka Margasatwa (SM) Siranggas dan Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang. Kegiatan ini dilakukan untuk memberikan pendidikan/edukasi kepada para siswa-siswi tentang konservasi, jenis satwa liar dilindungi sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. P.106/MenLHK/Setjen/Kum.1/12/2018 dan pengenalan Orangutan Sumatera. Adapun sekolah yang menjadi sasaran kegiatan pada tanggal 17 s.d. 21 September 2024 ini antara lain SMA Negeri 1 Sigunung sejumlah 75 siswa, SD Negeri 030432 Rahib sejumlah 34 siswa, SMP Negeri 2 Kerajaan sejumlah 50 siswa, SMP Muhammadiyah 51 Sidikalang sejumlah 75 orang, SD Muhammadiyah 1 Sidikalang sejumlah 50 orang dan SD Negeri 030428 Tinada sejumlah 40 orang. Pada kegiatan ini dilakukan pemberian materi, quiz dan games edukasi seperti bermain kartu konservasi, angka berkelompok dan kelompok pohon dan monyet. Selain itu juga dilakukan pernyataan dukungan menjaga satwa Orangutan Sumatera di SM Siranggas dengan cara siswa dan bahkan guru membuat cap tangan dan tandatangan pada sebuah kertas yang kemudian kertas tersebut dibingkai dan diberikan kepada sekolah dan disimpan di BBKSDA Sumatera Utara, yaitu di Kantor Seksi Konservasi Wilayah I Sidikalang. Kegiatan ini kemudian diakhiri dengan memberikan cinderamata berupa Pengenalan Orangutan Sumatera kepada pihak sekolah. Adanya kegiatan Pendidikan konservasi ke sekolah-sekolah tentu dapat menjadi salah satu cara bagi kita mengenalkan pentingnya konservasi terhadap tumbuhan dan satwa liar khususnya satwa Orangutan Sumatera yang menjadi satwa kunci di Suaka Margasatwa Siranggas agar kualitas hidup generasi mendatang tetap terjaga. Salam konservasi.. Sumber : Hafsah Purwasih, S.Hut. (Penyuluh Kehutanan Ahli Pertama)-Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Sosialisasi Penanaman Untuk Pemulihan Ekosistem

Narasumber dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara Desa Paluh Kurau, 26 September 2024. Balai Besar KSDA Sumatera Utara melakukan giat Sosialisasi Pelaksanaan Kegiatan Penanaman Dalam Rangka Pemulihan Ekosistem di Suaka Margasatwa (SM) Karang Gading Langkat Timur Laut dengan mengedepankan prinsip Persetujuan Atas Dasar Informasi Di Awal Tanpa Paksaan (PADIATAPA), di Desa Paluh Kurau, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (24/9). Bertindak sebagai narasumber dalam giat tersebut, Fitri Noor Ch., S.Hut., M.P., Ketua Tim Kerja Pengelolaan Kawasan Konservasi dan Kehati Balai Besar KSDA Sumatera Utara, yang dihadiri Kepala Desa Paluh Kurau, Kepala Dusun XIII Paluh Kurau, perwakilan masyarakat eks pengelola lahan, Kelompok Tani Hutan (KTH) Tanjung Harapan, KTH Pesisir Utara, perwakilan TNI Angkatan Laut, dan warga. Sosialisasi ini menghasilkan kesepakatan yaitu mengakui keberadaan kawasan SM. Karang Gading Langkat Timur Laut untuk dipertahankan dan dikelola sebagai kawasan Konservasi dengan peruntukan sebagai Kawasan Suaka Alam sesuai dengan penunjukkan melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor : 811/Kpts/Um/11/1980 tanggal 5 November 1980. Para Pihak juga sepakat untuk mendukung seluruh pelaksanaan kegiatan pengelolaan kawasan SM. Karang Gading Langkat Timur Laut dan akan bekerjasama untuk melaksanakan kegiatan penanaman dalam rangka pemulihan ekosistem di dalam kawasan. Kegiatan sosialisasi Sedangkan untuk kegiatan penanaman pada tahun 2024, yang direncanakan dilaksanakan di bulan Desember, akan dilakukan di areal seluas 38 ha. yang merupakan bekas lahan sawit yang sudah terendam air asin, sehingga sawit dalam kondisi mati. Batang kelapa sawit yang sudah mati tersebut akan ditebang sebelum ditanam. Penanaman akan menggunakan sistem jalur pada gang tunggul/batang kelapa sawit dengan jarak tanam yang menyesuaikan di lapangan, dimana bibit mangrove yang akan ditanam sebanyak 3.300 bibit/ha. Adapun biaya operasional penanaman dalam rangka pemulihan ekosistem di SM. Karang Gading Langkat Timur Laut di Dusun XIII Desa Paluh Kurau, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang akan dibebankan pada anggaran Balai Besar KSDA Sumatera Utara dan dilakukan oleh KTH Tunas Tanjung Harapan dan KTH Pesisir Utara. Dengan tercapainya kesepakatan yang dituangkan dalam Berita Acara tersebut, maka diharapkan kegiatan penanaman di areal 38 ha. pada bulan Desember 2024 nanti, dapat berjalan dengan lancar, dan memberi manfaat baik bagi kelestarian kawasan konservasi SM. Karang gading serta peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan. Sumber : Evansus Renandi Manalu (Analis Tata Usaha) – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Direktur BPPE Sambangi TWA Pulau Burung dan Pulau Suwangi

Batulicin, 22 September 2024 – Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Burung dan Pulau Suwangi mendapat kunjungan oleh Direktur BPPE (Bina Pengelolaan dan Pemulihan Ekosistem) Suharyono, S.H., M.Si., M.Hum yang di dampingi oleh Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan drh. Agus Ngurah Krisna K., M.Si , Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) III Batulicin Nikmat Hakim Pasaribu, S.P., M.Sc dan Kepala Resort TWA Busuwa Muhammad Tejar. Kunjungan kali ini Bapak Suharyono melihat ke lokasi pemulihan ekosistem mangrove yang mana Balai KSDA Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) sebagai pemangku dan pengelola kawasan dan BPDAS sebagai support anggaran, kegiatan rehabilitas hutan dan lahan (RHL) dilaksanakan oleh Kelompok Tani Citra Pulau Suwangi dengan luas 25 Ha di Pulau Suwangi dan Kelompok Citra Tani Usaha Bersama dengan luas 17 Ha di Pulau Burung dengan pola tanam Silvofishery jenis Rizhophora S.P. Terhitung hingga bulan September penanaman telah terlaksana 100% di Pulau Suwangi maupun di Pulau Burung. Jumlah bibit yang ditanam di Pulau Suwangi sebanyak 44.000 bibit (penanaman awal dan sulaman) di Pulau Burung sebanyak 44.000 bibit (penanaman awal, bibit sulaman dan pengkayaan). Bapak Suharyono mengharapkan kegiatan Rehabilitasi ini berlanjut sehingga tutupan lahan mangrove di TWA Pulau Burung dan Pulau Suwangi menjadi semakin tinggi. (Ryn) Sumber: M. Fattah Al Qifari (PEH SKW III Batulicin) & Maulinda, S.Hut (PEH SKW III Batulicin) Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Artikel

Bimbingan Teknis Peningkatan SDM di Kawasan Konservasi

Tanah Bumbu, 23 September 2024 – Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan bersama Komisi IV DPR RI menggelar Bimtek (Bimbingan Teknis) dengan tema “Peningkatan Sumber Daya Manusia dan Pemberdayaan Kelompok Masyarakat Daerah Penyangga Kawasan Konservasi” yang dilaksanakan di Hall Room Hotel Madina (Putri Duyung), Desa Sungai Lembu, Kabupaten Tanah Bumbu. Turut hadir beberapa instansi penting dalam acara ini yaitu Anggota Komisi IV DPR RI Dr. H. Novri Ompusunggu, S.H, M.H., Direktur BPPE (Bina Pengelolaan dan Pemulihan Ekosistem) Suharyono, S.H., M.Si., M.Hum., Kepala Balai KSDA Kalsel drh. Agus Ngurah Krisna K., M.Si., Kepala SKW III Batulicin Nikmat Hakim Pasaribu, S.P., M.Sc, KPH Kusan Dawan, S.Hut., M.P., Kadis PMD mewakili Bupati Samsir S.E., M.Ap., Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan diwakili Agus Dwi Wahyono., S.Hut., M.P., Camat Batulicin diwakili Amran Bukhori, S,H., M.H., serta Kelompok Masyarakat. Narasumber pada bimtek kali ini dibawakan oleh Joko Sundoro, S.P., dari Dinas BPMD Kab. Tanah Bumbu dan Agus Dwi Wahyono, S,Hut., MP dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kab. Tanah Bumbu. Diharapkan kedepannya KPM yang didampingi menjadi lebih berkualitas. Dalam Sambutan Bapak Suharyono Direktur BPPE menyampaikan pentingnya kawasan konservasi bila dijaga akan memberikan manfaat jasling dan lestarinya kehati. Ditjen KSDAE berkomitmen untuk mengalokasikan anggaran pemberdayaan masyarakat dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bapak Novri anggota DPR menyampaikan apresiasi atas perhatian KLHK khususnya Ditjen KSDAE kepada masyarakat. Potensi di kawasan konservasi agar dapat dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat. Lebih lanjut beliau mengajak masyarakat untuk lebih memahami pentingnya kawasan konservasi dan turut aktif menjaganya. Pada akhir acara bimtek dilakukan penyerahan bantuan kepada 14 kelompok pemberdayaan masyarakat yang tersebar di Kabupaten Tanah bumbu dan Kotabaru. Penyerahan bantuan usaha ekonomi diberikan secara simbolis kepada 14 kelompok masyarakat, diantaranya: Bantuan yang diberikan kepada kelompok masyarakat diharapkan dapat membantu mengembangkan usaha, memperkuat ekonomi sekaligus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga Kawasan konservasi. Kegiatan bimtek ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menambah wawasan kelompok pemberdayaan masyarakat dalam mendukung kebijakan, pengelolaan, kelembagaan dan teknologi tepat guna. (Ryn) Sumber: M. Fattah Al Qifari (PEH SKW III Batulicin) & Sarah Damayanti N., S.Hut. (Penyuluh SKW III Batulicin) Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Artikel

Kepala SMKN 1 Labuan Bajo Raih Penghargaan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan

Labuan Bajo, Balai Taman Nasional Komodo, 13 September 2024 — Kepala SMKN 1 Labuan Bajo, Viktoria Timung Wulang, S.Pd.Kim., atau yang akrab dipanggil Ibu Tori, telah dianugerahi Anugerah Konservasi Alam dalam kategori Tokoh Masyarakat Bidang Pendidikan Konservasi oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Prof. Dr. Ir. Siti Nurbaya, M.Sc. Penghargaan ini diserahkan dalam peringatan Puncak Hari Konservasi Alam Nasional Tahun 2024 yang berlangsung di Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah tanggal 29 Agustus 2029. Penganugerahan ini merupakan pengakuan atas dedikasi dan kontribusi Ibu Tori dalam mendukung program Ranger Goes To School (RGTS) yang diinisiasi oleh Muhammad Ikbal Putera (PEH Ahli Muda Balai Taman Nasional Komodo) beserta timnya. Program ini telah dilaksanakan secara konsisten di SMKN 1 Labuan Bajo sejak tahun 2022. Melalui dukungan dan kebijakan berani dari Ibu Tori, Balai Taman Nasional Komodo difasilitasi untuk menyelenggarakan pendidikan konservasi di sekolah ini selama satu semester setiap tahun, memberikan edukasi intensif tentang pentingnya pelestarian alam kepada generasi muda. “Pendidikan konservasi bukan hanya tentang pengetahuan, tetapi tentang membangun karakter dan tanggung jawab generasi muda untuk mencintai dan menjaga alam. Saya yakin, setiap anak muda di Labuan Bajo harus merasa bahwa mereka adalah bagian dari Taman Nasional Komodo yang harus dilestarikan," ujar Ibu Tori saat menerima penghargaan. Tidak berhenti disitu, Ibu Tori juga telah mengambil langkah lebih jauh dengan mengadvokasi agar program RGTS menjadi muatan lokal wajib bagi institusi pendidikan tingkat kejuruan di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Usaha ini mendapatkan sambutan positif dan dukungan penuh dari Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur sejak tahun 2022, memperluas dampak pendidikan konservasi di seluruh provinsi. Pencapaian ini mencerminkan dampak jangka panjang dari pendidikan konservasi yang dimulai dari level sekolah menengah. Dengan pembentukan sense of belonging terhadap Taman Nasional Komodo, siswa Labuan Bajo kini tidak hanya mengenal, tetapi juga merasakan keterhubungan emosional dan tanggung jawab langsung untuk menjaga salah satu keajaiban alam dunia tersebut. Generasi muda yang tumbuh dengan pemahaman ini diharapkan akan menjadi duta-duta konservasi yang efektif di masa depan. Ibu Tori juga berharap bahwa penghargaan ini dapat menjadi inspirasi bagi lebih banyak kepala sekolah, guru, dan pemimpin pendidikan di seluruh Indonesia untuk mengintegrasikan pendidikan konservasi ke dalam kurikulum mereka. "Kita semua memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa generasi mendatang memiliki pengetahuan, kesadaran, dan semangat untuk melestarikan alam Indonesia yang kaya ini," tambahnya. Melalui penghargaan ini, diharapkan lebih banyak kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan organisasi lingkungan dalam mengembangkan program-program edukasi lingkungan yang inovatif dan berdampak luas. Pendidikan adalah kunci dalam membangun masa depan yang berkelanjutan, dan keberhasilan program RGTS di SMKN 1 Labuan Bajo menjadi contoh nyata bahwa upaya ini tidak hanya mungkin, tetapi juga dapat menciptakan perubahan signifikan. Proyek Investing in The Komodo Dragon and Other Globally Threatened Species (IN – FLORES) West Landscape – Seascape Management Unit, akan berkomitmen untuk mendukung upaya pendidikan konservasi di Flores, khususnya di Manggarai Barat. Sebagai upaya kolaborasi dengan entitas pengelola kawasan lindung, dinas pemda, institusi akademik, dan masyarakat sipil dalam memberikan edukasi alam tentang konservasi keanekaragaman hayati dan mempromosikan ilmu pengetahuan warga di Flores. Sumber: Balai Taman Nasional Komodo Penanggung Jawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Hendrikus Rani Siga, S.Hut., M.Sc. (+6281353363519) Penulis Berita: West Flores Landscape-Seascape Assistant IN-FLORES - Yudha Pamungkas, S.Tr.Pr. (+6282210465828) Penyunting Berita : Karyasiswa Doktor Balai Taman Nasional Komodo - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut : Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6282145675612)
Baca Artikel

Bimtek Perizinan Berusaha Wisata Alam: Upaya BBKSDA Sulsel Mengembangkan Pariwisata Alam di Kawasan Konservasi

Palopo, 19 September 2024 – Dalam upaya mengembangkan pariwisata alam yang berkelanjutan dan berdaya saing, Balai Besar KSDA Sulsel telah menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Perizinan Berusaha Wisata Alam pada tanggal 18-19 September 2024 di Hotel Harapan Palopo, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, antara lain Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) Kota Palopo, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), serta para Camat, Lurah, dan masyarakat sekitar Taman Wisata Alam (TWA) Nanggala III. Acara dibuka dengan sambutan secara virtual dari Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Sulawesi Selatan (BBKSDA Sulsel) yang menekankan pentingnya sosialisasi regulasi terkait konservasi sumber daya alam, baik sebelum maupun setelah revisi undang-undang. Selain itu, juga mengajak seluruh peserta untuk mengoptimalkan kolaborasi lintas sektoral guna mewujudkan pemanfaatan jasa lingkungan yang berkelanjutan di TWA Nanggala III. Beliau menekankan agar “Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memberikan materi teoritis, tetapi juga mendorong peserta untuk menerapkan pengetahuan tersebut di lapangan,”. Kepala Dinas Parekraf Kota Palopo menyampaikan bahwa Palopo memiliki potensi wisata alam yang sangat menjanjikan. Ia menyoroti TWA Nanggala III sebagai destinasi baru yang berpotensi dikembangkan karena keberadaan satwa endemik seperti rangkong, kupu-kupu Blumei, serta keindahan air terjun alami. Ia juga menekankan pentingnya penyederhanaan perizinan untuk mendukung pengembangan destinasi wisata di Palopo yang jumlahnya masih terbatas. Selama Bimtek, peserta mendapatkan berbagai materi dari para ahli dan pejabat terkait, yakni Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palopo yang membahas pentingnya daya dukung lingkungan dalam pengelolaan pariwisata, Kepala Dinas PTSP Kota Palopo yang menjelaskan mekanisme perizinan berusaha terkait pemanfaatan jasa lingkungan wisata alam, Ir. Dody Wahyu Karyanto, M.M., Direktur Eksekutif APPAI yang memberikan wawasan tentang bagaimana menciptakan pariwisata alam yang profesional, kompetitif, dan berkelanjutan dan Perwakilan Direktorat PJLKK yang memimpin praktek penginputan perizinan untuk calon pemohon perizinan usaha wisata alam di kawasan konservasi. Diskusi yang berlangsung menyoroti berbagai hal yang perlu ditingkatkan dalam pengelolaan TWA Nanggala III, salah satunya adalah pembentukan badan usaha/koperasi bagi kelompok pengelola wisata untuk memudahkan perizinan jasa wisata. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pemangku kepentingan lainnya akan semakin solid dalam memajukan pariwisata alam di Kota Palopo, khususnya di TWA Nanggala III. Sumber: Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (Siaran Pers Nomor : SP.39/K.8/TU/Humas/09/2024) Call Center BBKSDA Sulsel: 08114600883
Baca Artikel

Workshop Peningkatan Kapasitas Nilai Universal Luar Biasa Situs Warisan Dunia Taman Nasional Komodo

Labuan Bajo, Balai Taman Nasional Komodo, 02 Juni 2024. Balai Taman Nasional Komodo menyelenggarakan workshop peningkatan kapasitas terkait Nilai Universal Luar Biasa (NULB) Situs Warisan Dunia Taman Nasional Komodo di ITDC The Golomori, Kabupaten Manggarai Barat, NTT. Kegiatan ini dikoordinir oleh Muhammad Ikbal Putera (PEH Ahli Muda) bersama dengan anggota yaitu: Fahri Ikhlas (Penyuluh Kehutanan Ahli Pertama), Naoma Yunita Banamtuan (Polisi Kehutanan Mahir), Yovi Septia (Penyuluh Kehutanan Ahli Pertama), Yudha Pamungkas (IN-FLORES), dan Fajra Farhan Ekadj (IN-FLORES). Kegiatan ini merupakan kegiatan peningkatan kapasitas terkait NULB Situs Warisan Dunia Taman Nasional Komodo pertama yang diselenggarakan oleh Balai Taman Nasional Komodo dengan menargetkan para pemangku kepentingan kunci dalam pengelolaan Taman Nasional Komodo di Labuan Bajo. Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Hendrikus Rani Siga, membuka khusus acara ini dan menyampaikan arahan serta harapannya kepada audiens. “Taman Nasional Komodo sebagai Situs Warisan Dunia, bukan hanya menjadi warisan bagi Bangsa Indonesia melainkan bagi Bangsa-Bangsa di dunia. Untuk itu, pengelolaannya tidaklah mudah. Perlu kolaborasi seluruh pihak untuk dapat mempertahankan NULB kawasan ini, khususnya kriteria VII dan kriteria X”, ujar Hendrikus dalam arahannya. Balai Taman Nasional Komodo berupaya mengaktualisasikan 10 Cara Baru Mengelola Kawasan Konservasi di Indonesia melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam lingkup pengelolaan Situs Warisan Dunia Taman Nasional Komodo terkait Nilai Universal Luar Biasa (NULB) atau Outstanding Universal Values (OUV). Peningkatan NULB ini merupakan kegiatan yang dimaksudkan untuk mengedukasi para pemangku kepentingan dalam ruang lingkup pengelolaan Taman Nasional Komodo. Kegiatan ini mengundang 10 orang stakeholder kunci dalam ruang lingkup pengelolaan Taman Nasional di Labuan Bajo. Kegiatan ini turut mengundang narasumber yang ahli dalam bidangnya terdiri dari: Siti Rahmania dari UNESCO Jakarta, Dr. Yu Fai Leung dari North Carolina State University-USA, dan Irfan Cahyadi dari Direktorat Pengelolaan Kawasan Konservasi Kementerian LHK. Kegiatan penyampaian materi dilaksanakan dalam dua bahasa: Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, dengan penerjemah bahasa yaitu Muhammad Ikbal Putera (PEH Ahli Muda) Para peserta mendapatkan materi dengan skema in-class coaching dimana materi diberikan secara langsung oleh narasumber/praktisi ahli bidang terkait. Para peserta juga mengikuti prosesi harvesting pembelajaran yang dimaksudkan untuk mengukur tingkat pemahaman dan perubahan paradigma berpikir peserta. Giat ini ditutup dengan kegiatan kunjungan lapang (out-class coaching) ke Resort Loh Buaya, SPTN Wilayah I Balai Taman Nasional Komodo, sebagai resort jaga percontohan Balai Taman Nasional Komodo yang berhasil mengaktualisasikan konsep resort-based management (RBM) ke dalam sarana prasarana wisata alam di Resort Loh Buaya. Balai Taman Nasional Komodo berharap dapat mengundang lebih banyak stakeholder kunci dalam ruang lingkup pengelolaan Situs Warisan Dunia Taman Nasional Komodo untuk memperluas jangkauan implementasi dan mendorong peluang kolbaorasi dengan instansi terkait dalam rangka penguatan pengelolaan Situs Warisan Dunia Taman Nasional Komodo. Harapannya, kegiatan peningkatan kapasitas SDM selanjutnya mengenai pengelolaan Situs Warisan Dunia dan NULB di dalam dan luar negeri sebaga bahan pembelajaran para pengelola dalam jangka panjang. Hal ini diperlukan untuk memastikan bahwa SDM dalam ruang lingkup pengelolaan Situs Warisan Dunia Taman Nasional Komodo memiliki pemahaman yang mumpuni terhadap implementasi NULB. Sumber: Balai Taman Nasional Komodo Penanggung Jawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Hendrikus Rani Siga, S.Hut., M.Sc. (+6281353363519) Penulis Berita: Penyunting Berita : Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Muda - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut : Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6282145675612)
Baca Artikel

Aksi Peduli Lingkungan Green Youth Movement Ambassadors Simpul Belajar Balai TN Komodo di Pantai Pede

Labuan Bajo, 13 September 2024 Green Youth Movement Ambassadors batch 1 dan batch 2 dari Simpul Belajar Taman Nasional Komodo sukses mengadakan kegiatan pemungutan sampah dan kampanye peduli lingkungan yang melibatkan masyarakat setempat di Pantai Pede, Labuan Bajo. Aksi peduli lingkungan ini, yang merupakan bagian dari program Green Action, turut mengajak dua sekolah, yaitu SMKN 1 Labuan Bajo dan SMA Negeri 1 Komodo, untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kebersihan pantai. Green Youth Movement sendiri merupakan komunitas muda binaan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang peduli terhadap pelestarian alam, lingkungan, dan kemajuan pendidikan konservasi saat ini. Program ini diselenggarakan dengan tujuan untuk membangun kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda dan mengajak mereka untuk terlibat dalam kegiatan-kegiatan yang mendukung keberlanjutan lingkungan. Kegiatan aksi hijau berupa pemungutan sampah di sepanjang Pantai Pede ini diikuti dengan kampanye edukatif tentang pentingnya menjaga lingkungan pesisir dan laut. Para peserta, yang terdiri dari siswa, komunitas masyarakat, dan anggota Green Youth Movement, bekerja sama mengumpulkan sampah plastik dan limbah lainnya yang berpotensi merusak ekosistem laut. Menurut perwakilan dari Simpul Belajar Taman Nasional Komodo, aksi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, terutama generasi muda, tentang pentingnya menjaga lingkungan. "Kami ingin menumbuhkan semangat cinta lingkungan di kalangan masyarakat dan generasi muda. Kegiatan ini adalah bentuk nyata dari komitmen kami untuk terus berkontribusi dalam menjaga kebersihan dan kelestarian alam, terutama di wilayah pesisir Labuan Bajo," ujarnya. Keterlibatan dua sekolah, SMKN 1 Labuan Bajo dan SMA Negeri 1 Komodo, juga memberikan dampak positif dalam menanamkan nilai-nilai lingkungan kepada para siswa sejak dini. Para siswa tidak hanya diajak untuk berpartisipasi dalam kegiatan pemungutan sampah, tetapi juga dilatih untuk menjadi agen perubahan yang mampu menyuarakan pentingnya pelestarian lingkungan kepada masyarakat luas. Kegiatan pemungutan sampah di Pantai Pede ini diakhiri dengan sesi edukasi dan diskusi bersama masyarakat tentang langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi sampah plastik di lingkungan sehari-har, serta pentingnya menjaga kebersihan laut sebagai upaya menjaga kelestarian ekosistem laut dan sumber daya Adapun dari masyarakat berpesan bahwa "Jika kegiatan ini rutin dilakungan kami akan membantu apalagi ini adalah tempat yang harus kita jaga, kita nikmati bersama-sama keindahannya maka dari itu kegiatan ini saya sendiri mendukung anak generasi muda seperti kalian memberikan adukasi seperti ini itu akan menjadi contoh baik dari kaum muda yang lain ataupun masyarakat disini", ujar salah satu masyarakat. Dengan adanya kegiatan ini, Green Youth Movement berharap dapat terus berkolaborasi dengan berbagai pihak, baik dari komunitas, sekolah, maupun pemerintah, dalam menciptakan gerakan lingkungan yang berkelanjutan di Labuan Bajo dan sekitarnya. Sumber: Balai Taman Nasional Komodo Penanggung Jawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Hendrikus Rani Siga, S.Hut., M.Sc. (+6281353363519) Penulis Berita: Kader Konservasi Tingkat Pemula BTN Komodo – Perwakilan Desa Pasir Putih - Nabil (+62812-3859-7912) Penyunting Berita : Karyasiswa Doktor Balai Taman Nasional Komodo - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut : Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6282145675612)
Baca Artikel

Menyiapkan Pemandu Pendakian Lokal yang Kompeten di TN Gandang Dewata

Mamasa, 20 September 2024 – Upaya meningkatkan kualitas dan keterampilan pemandu pendakian lokal, Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (BBKSDA Sulsel) dengan dukungan dari Forest Program IV, melaksanakan Pelatihan dan Sertifikasi Pemandu Pendakian di Kawasan Taman Nasional Gandang Dewata (TNGD). Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara BBKSDA Sulsel dengan Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) yang dilaksanakan selama tiga hari, mulai tanggal 18 hingga 20 September 2024, di Hotel Sajojo, Kabupaten Mamasa. Kegiatan diikuti oleh 18 peserta dengan melibatkan para pemuda dari enam desa penyangga kawasan TNGD. Selain kegiatan berupa pelatihan, juga dirangkaikan dengan sertifikasi dan uji kompetensi pemandu pendakian bagi peserta. Kegiatan dibuka dengan sambutan Kepala BBKSDA Sulsel, Ir. Jusman, secara virtual melalui sambungan video conference. Pada sambutan pembukaan, Ir. Jusman menyampaikan bahwa "Pelatihan dan sertifikasi pemandu gunung ini merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas wisata pendakian di TNGD. Kami berharap para peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan, tetapi juga dapat memberikan pengalaman yang aman dan menyenangkan bagi para pendaki nantinya. Ini adalah bagian dari upaya kami untuk menjaga kelestarian alam dan mendukung pemandu lokal dalam mengembangkan potensi mereka,”. Pada kegiatan tersebut, Camat Mamasa, Hesron Lullulangi, S.Pt., M.Pd, juga menyampaikan sambutan kepada peserta, Pada sambutannya, beliau menyampaikan bahwa “Sertifikasi pemandu gunung ini sangat penting agar para peserta memiliki pengetahuan dan keahlian dalam bidang memandu pendakian khususnya untuk mendukung wisata pendakian di TNGD.” Kegiatan pelatihan menghadirkan narasumber berpengalaman dari APGI, yakni Musthari Zainal dan Indar Jaya, serta pengajar Adifa Risa Bagasta. Assessment dilakukan secara online oleh Asesor Gatot Wisnu Wiryawan dan Rahman Mukhlis. Didahului dengan tes awal untuk mengevaluasi pengetahuan peserta dan tes akhir untuk menilai pemahaman mereka setelah pelatihan. Materi yang disampaikan mencakup sepuluh unit kompetensi, termasuk pengantar profesi pemandu gunung, persiapan dokumen perjalanan pendakian, serta prosedur kesehatan dan keselamatan di tempat kerja. Peserta juga dilatih dalam menghadapi situasi konflik dan menangani wisatawan selama pendakian. Pelatihan diakhiri dengan praktek bimbingan teknis pra-sertifikasi dan uji kompetensi. Dimana seluruh peserta dinyatakan kompeten menjadi pemandu gunung, siap memberikan pelayanan terbaik di kawasan wisata. Sumber: Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan (Siaran Pers Nomor: SP.41/K.8/TU/Humas/09/2024) Call Center BBKSDA Sulsel: 08114600883
Baca Artikel

Pelatihan Tenaga Pengajar Program Ranger Goes to School BTN Komodo Tahun 2024

Labuan Bajo, Balai Taman Nasional Komodo, Rabu, 6 Maret 2024. Balai Taman Nasional Komodo menyelenggarakan kegiatan pelatihan tenaga pengajar program Ranger Goes to School (RGTS) dari SMKN 1 Labuan Bajo, SMK Stella Maris Labuan Bajo, SMKN 3 Komodo, dan SMA Lentera Harapan Labuan Bajo. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman mengenai pengelolaan Taman Nasional Komodo bagi para guru-guru SMA/SMK yang bermitra erat dengan Balai Taman Nasional Komodo dan berharap agar para guru dapat menjadi bagian dari tim pengajar RGTS pada tahun ajar selanjutnya. Kegiatan ini dikoordinir oleh Muhammad Ikbal Putera (PEH Ahli Muda) bersama dengan seluruh tim pengajar RGTS terdiri dari Novita Yanti Sidabutar (Polhut Ahli Pertama), Rawuh Pradana (Polhut Ahli Pertama), Ikhwan Syahri (Polhut Ahli Pertama), Arif Ardianto Sofian (Polhut Ahli Pertama), Fahri Ikhlas (Penyuluh Kehutanan Ahli Pertama), Yovi Septia (Penyuluh Kehutanan Ahli Pertama), Abdul Haris Manggala Putra (Praktisi Pengelolaan Sampah), Katrina Inandia (BEKAL PEMIMPIN 3.0), Isa Ahmad Ansori (BEKAL PEMIMPIN 3.0), Nurain Lapolo (BEKAL PEMIMPIN 3.0), Muliawati Handayani (BEKAL PEMIMPIN), dan Dewi Natalia Marpaung (BEKAL PEMIMPIN 3.0). Saat ini tim RGTS berjumlah 29 orang yang dari 16 orang jagawana Balai Taman Nasional Komodo dan 13 orang praktisi dari berbagai bidang dan industri (LSM, Swasta, Akademisi, Pemerintah Daerah, dan Pemerintah Pusat lainnya) di luar Balai Taman Nasional Komodo. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 06 – 08 Maret 2024 dengan jumlah peserta mencapai 20 orang tenaga pengajar pada sekolah mitra RGTS. Adapun metode pelaksanaan kegiatan dikemas dengan skema In-Class dan Out-Class Training, Pre-test dan Post-Test, Praktik Mindfulness, dan Field Sensing ke Resort Loh Buaya di Pulau Rinca. Setelah peserta memenuhi akumulasi jam Pelajaran minimum, Balai Taman Nasional Komodo memberikan sertifikat kelulusan kepada seluruh peserta guru yang telah mengikuti kegiatan Pelatihan Tenaga Pengajar Program RGTS. Sertifikat tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas proses pembelajaran yang dilakukan dan sebagai pengingat bahwa peserta guru merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari program RGTS kedepannya. Sertifikat diberikan bergantian oleh perwakilan Balai Taman Nasional Komodo yang hadir pada kegiatan penutupan. Dengan adanya program Ranger Goes to School (RGTS) tersebut, Balai Taman Nasional Komodo berharap para guru dapat mendukung pelaksanakan program RGTS pada tahun ajar selanjutnya di di sekolahnya masing-masing secara mandiri dan mampu menjadi agent of change di komunitasnya. Balai Taman Nasional Komodo juga berharap para guru agar terlibat aktif dalam program RGTS pada tahun yang akan datang. Para guru diharapkan dapat menjadi figur konservasi di lingkungan akademisi bagi muridnya dalam melakukan upaya konservasi di Taman Nasional Komodo. Sumber: Balai Taman Nasional Komodo Penanggung Jawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Hendrikus Rani Siga, S.Hut., M.Sc. (+6281353363519) Penulis Berita: Mahasiswa Program Studi Destinasi Pariwisata Politeknik Pariwisata NHI Bandung - Abdillah Traju Alam (+6287748119237) Penyunting Berita : Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Muda - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut : Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6282145675612)

Menampilkan 353–368 dari 1.991 publikasi