Minggu, 14 Jun 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Peningkatan Kapasitas Kelompok Binaan BBTN Teluk Cenderawasih di Masa Pandemi

Nabire, 9 Juni 2021. Pantai Sowa merupakan salah satu destinasi wisata favorit yang ada di Kampung Sima, Kabupaten Nabire yang sebagian besar wilayahnya dikelola oleh Kelompok Binaan Bidang Pengelolaan Taman Nasional (BPTN) Wilayah I Nabire Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih (BBTNTC) juga terkena efek dari pandemi ini. Ditutupnya aktivitas pariwisata di wilayah ini mengakibatkan menurunnya sumber pendapatan masyarakat secara drastis sehingga membuat masyarakat pesimis dan semakin khawatir untuk bertahan di sektor ini. Semenjak aktivitas wisata telah dibuka kembali, masyarakat mulai membenahi usahanya dibidang pariwisata. Balai Besar TNTC (BBTNTC) sebagai pengelola kawasan TNTC memberikan angin segar dengan melaksanakan kegiatan Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Kelompok Binaan Bidang Pengelolaan Taman Nasional (BPTN) Wilayah I Nabire pada tanggal 20 – 21 Mei 2021 di Gedung Serbaguna Resort Sowa Kwatisore (RSK). Pelatihan terdiri dari pelatihan cara memasak masakan modern dan cara mengatur cottage. Ini sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan pemahaman anggota kelompok binaan khususnya di Kampung Sima dan Kwatisore terkait pengelolaan ekowisata. Selain itu, juga memberikan motivasi dan kepercayaan diri masyarakat terhadap sektor pariwisata dengan target yaitu Kelompok Ekowisata Guraja Indah (Sima) dan Kelompok Ekowisata Hiu Paus (Kwatisore), dimana setiap kelompok mengirimkan perwakilan dari masing-masing divisi untuk mendapatkan pelatihan. Narasumber Fany Aledela yang didatangkan dari Manokwari, merupakan salah satu staff hotel di Manokwari menyampaikan cara mengolah bahan makan secara modern yang dipraktekkan langsung . Makanan modern yang diolah diantaranya salad buah, jus jeruk, ikan asam manis dan sup asparagus. Adapun dasar pemilihan masakan tersebut karena bahan-bahan tersebut mudah di dapatkan di Nabire. Sekilas pembuatan masakan terlihat gampang dan umum, namun pada prakteknya ada beberapa detail yang harus di perhatikan, sehingga hasil akhirnya terlihat lebih memuaskan. Untuk materi Penataan Cottage, masyarakat diarahkan langsung ke Cottage yang ada di RSK dan diberikan pengetahuan serta pemahaman tentang barang dan alat yang ada di dalam kamar, kemudian tata cara penyusunan dan desain interior kamar-kamar di Cottage yang akan digunakan sebagai kamar tamu di RSK. Diharapkan anggota kelompok binaan nantinya lebih mandiri, mampu membuat makanan yang lebih modern, dan nantinya dapat melayani wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Pantai Sowa dan sekitarnya. Sumber : Rolf Geffken Situmeang – Penyuluh Kehutanan Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih
Baca Artikel

Pasang Camera Trap, BBKSDA Riau Pantau Konflik Satwa Liar di Teluk Meranti

Pekanbaru, 9 Juni 2021 - Seksi Konservasi Wilayah I Balai Besar KSDA Riau bersama PT. RAPP Estate Teluk Meranti dan masyarakat setempat turun ke lokasi untuk penanggulangan konflik satwa liar yang terjadi di Dusun Sangar, Desa Pulau Muda, Kec. Teluk Meranti, Kab. Pelalawan pada tanggal 5-6 Juni 2021. Upaya yang dilakukan dengan menambah 2 unit camera trap di sekitaran TKP yang sebelumnya sudah terpasang camera trap di sekitar lokasi, namun belum juga menemukan tanda – tanda atau jejak terbaru dari satwa tersebut. Masyarakat menyadari bahwa terjadinya konflik satwa liar dimungkinkan akibat sudah berkurangnya sumber makanan dan habitatnya sehingga satwa harus keluar untuk bertahan hidup. Oleh karena itu, Tim juga melakukan sosialisasi penanganan konflik satwa liar kepada masyarakat bersama RT setempat. Tim juga menghimbau agar untuk sementara warga tidak beraktivitas di malam hari dan tidak anarkis terhadap satwa liar apalagi untuk satwa liar yang dilindungi dan meminta masyarakat untuk membersihkan lahan dan kebun mereka agar satwa liar tidak memasuki areal tersebut. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Balai Besar TaNa Bentarum, Gelar Psikotes Bagi Calon Pemegang Senjata Api

Putussibau, 8 Juni 2021. Sebagai upaya pengurusan administrasi pemegang senjata api Non Organik TNI/Polri, Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) menggelar Tes Psikologi (Psikotes) bagi calon Pemegang Senpi Non Organik TNI/Polri. Peserta pelatihan berjumlah 40 orang terdiri dari Pejabat Struktural dan Fungsional Polisi Kehutanan Balai Besar TaNa Bentarum, yang difasilitasi Bagian Psikologi Biro SDM POLDA Kalbar yang dipimpin oleh Kabbagpsikologi AKBP Abdur Rosid, S.Ag., M.H. “Kami sangat mengapresiasi pihak Balai Besar TaNa Bentarum yang tertib dalam pengurusan administrasi senjata api” ungkap Abdul Rosid. “Psikotes ini dilakukan untuk mengetahui dan mengukur kepribadian bagi calon pemegang senjata api serta sebagai salah satu syarat dalam memperoleh ijin penguasaan pinjam pakai senjata api” tambahnya. Kegiatan Psikotes dibuka langsung Kepala Balai Besar TaNa Bentarum Ir. Arief Mahmud, M.Si. “Senjata api merupakan bagian dari sarpras perlindungan dan pengamanan kawasan hutan, sehingga seorang Fungsional Polisi Kehutanan harus benar-benar memahami prosedur penggunaan senjata api” pungkasnya. Sumber : Ade Arief - Polhut Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Artikel

“Operasi Sampah” Rasa Kampanye

Cibodas, 9 Juni 2021. ”Hutan itu rumah kita, kalau kotor kita ga akan betah, tidak akan merasa nyaman”, ujar Agus salah satu volunteer yang pagi itu berkumpul bersama ratusan peserta operasi bersih (opsih) lainnya. Pada tanggal 2 Juni 2021, di depan kantor Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) berkumpul perwakilan Volunteer Gunung Gede Pangrango (GPO dan Montana), pemegang Izin Usaha Pemanfaatan Jasa Wisata Alam/ IUPJWA (Koperasi Surya Kencana Mandiri Sejahtera dan Koperasi Cantigi Wisata Sejahtera), Masyarakat Mitra Polhut (MMP) Gunung Putri dan Cibodas, Kelompok Tani Hutan (KTH) Sukatani dan Universitas Parahiyangan Bandung, serta masyarakat pelaku usaha jasa wisata yang ada di sekitar kawasan. Antusias dan semangat peserta opsih, jelas menunjukan masih tingginya kepedulian masyarakat terhadap Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, seperti yang disampaikan salah satu peserta, “Saya datang bukan sekedar untuk munguti sampah, tapi ini aktualisasi cinta saya pada Gede Pangrango.” Budaya bersih memang terus dikampanyekan oleh Balai Besar TNGGP bersama para mitra. ISO 14001-2015 tentang Sistem Manajemen Lingkungan sudah lama diterapkan namun kesadaran wisatawan khususnya pendaki gunung masih terus harus digugah dan disegarkan. Lihat saja hasil opsih, sampah yang diturunkan sebanyak 828 Kg untuk jalur Gunung Putri dan 292,5 Kg untuk jalur Cibodas dengan total sampah yang diperoleh 1.120,5 Kg (1 Ton lebih). Sampah tersebut terdiri dari plastik, botol bekas air minum kemasan, dan kaleng yang berasal dari bekas limbah pengunjung. Padahal salah satu kewajiban para pendaki adalah membawa kembali sampahnya ketika turun. Kepala Balai Besar TNGGP pada saat pelepasan peserta secara simbolis, menyampaikan pentingnya menumbuhkan kesadaran dan budaya hidup bersih bagi wisatawan, khususnya pendaki. Budaya bersih sebagai salah satu bagian dari eduwisata TNGGP akan terus ditekankan sampai kita tidak perlu lagi ada kegiatan opsih, karena tidak ada lagi sampah. Kegiatan selama dua hari (2 – 3 Juni 2021) yang melibatkan para mitra, tercatat sebanyak 142 orang merupakan rangkaian kegiatan Road to HKAN 2021. Masih dalam rangkain acara tersebut pada tanggal 5 - 6 Juni 2021 bersama Universitas Parahiyangan digaungkan kembali Kampanye Pendaki Cerdas, harapannya TNGGP dapat menjadi jalur pendakian taman nasional pertama yang bebas sampah, ZERO WASTE! Sumber: Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Teks: Darwin Dok: Tim Operasih Bersih
Baca Artikel

Balai Besar TaNa Bentarum Gelar Pelatihan Operator Radio

Putussibau, 7 Juni 2021. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) menggelar Pelatihan Operator Radio Komunikasi yang diikuti 40 orang peserta yang berasal dari Bidang Teknis Konservasi, Bidang Pengelolaan Taman Nasional (PTN), Seksi PTN dan Resort Pengelolaan lingkup Balai Besar. Kegiatan dilaksanakan selama satu hari dengan Narasumber Firdaus Hendri dari ORARI (Organisasi Amatir Radio Indonesia) Sintang yang kegiatannya meliputi teori dan praktek lapangan. “Alat komunikasi sangat penting dalam menunjang pengelolaan kawasan taman nasional. Dalam rangka mengantisipasi dan menghadapi bencana seperti kebakaran hutan, alat komunikasi sangatlah mutlak diperlukan sebagai sarana penyampaian informasi baik pada saat terjadi ataupun pasca kejadian. Sebab, dalam penanggulangan bencana kebakaran hutan, diperlukan informasi yang cepat, tepat dan akurat agar tidak terjadi keterlambatan dan kesalahan informasi sehingga dapat meminimalisir dampak kerugian dari bencana kebakaran” ungkap Arief Mahmud dalam sambutan pembukaan acara. “ Dalam rangka Pengendalian Kebakaran Hutan kita menerapkan strategi Early Warning System (EWS), sehingga peran radio komunikasi menjadi sangat penting dan vital dalam mendukung upaya engendalian kebakaran hutan, sehingga upaya deteksi dini pencegahan kebakaran hutan di kawasan TNBK dan TNDS menjadi lebih efektif dan efisien” tambahnya. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kemampuan dan kompetensi managerial maupun teknis bagi operator radio komunikasi lingkup Balai Besar TaNa Bentarum, dengan harapan mampu menghasilkan tenaga operator yang handal, terampil dan siap didayagunakan untuk kepentingan penyampaian informasi dalam menunjang pengelolaan kawasan TNBK dan TNDS melalui jaringan radio komunikasi. Sumber : Ade Arief, S.Hut - Polhut Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Artikel

Kesepakatan Konservasi di 4 Desa Penyangga SM Pelaihari Tanah Laut

Jorong, 2 Juni 2021 – Upaya menjaga dan melindungi kawasan konservasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program pemberdayaan masyarakat, sebagai langkah awal untuk memberikan kepastian hukum bagi masyarakat yang melakukan aktifitas di dalam kawasan konservasi di Suaka Margasatwa (SM) Pelaihari Kabupaten Tanah Laut, maka BKSDA Kalimantan Selatan menginisiasi adanya Nota Kesepakatan antara BKSDA Kalimantan Selatan dengan desa-desa yang menjadi penyangga kawasan S.M Pelaihari Tanah Laut. Nota kesepakatan tersebut dibuat antara BKSDA Kalimantan Selatan dengan empat desa penyangga yang berbatasan langsung dengan kawasan S.M Pelaihari Tanah Laut. Keempat desa tersebut adalah: Desa Alur, Desa Jorong, Desa Sabuhur dan Desa Swarangan. Penandatanganan nota kesepakatan ini merupakan bagian dari rencana pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan dalam jangka lima tahun kedepan. Tujuannya adalah tercapainya kesepakatan konservasi antara BKSDA Kalimantan Selatan dengan Desa-Desa yang menjadi kawasan penyangga S.M Pelaihari Tanah Laut. Hal-hal yang dimuat dalam Nota Kesepakatan yang telah ditandatangani tersebut, antara lain adalah sebagai berikut : Pada saat acara penandatanganan nota keepakatan ini dihadiri oleh keempat kepala desa dan para tokoh masyarakat dan kelompok pemberdayaan dari Desa Sabuhur, Desa Swarangan, Desa Alur dan Desa Jorong. Acara penandatanganan nota kesepakatan ini turut juga dihadiri dan disaksikan oleh Camat Jorong dan Koramil Jorong. Dalam sambutannya Bapak M. Alfan Rosidi Anwar ,S.STP selaku Camat Jorong sangat mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini sebagai sebuah progress dari komunikasi intens yang selama ini dilakukan oleh pihak BKSDA Kalimantan Selatan dengan desa-desa yang menjadi kawasan penyangga S.M Pelaihari. Tak lupa pula, Bapak M. Alfan Rosidi Anwar dalam kesempatan tersebut juga menghimbau agar bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan lahan, mengingat Kalimantan Selatan pada umumnya telah memasuki musim kemarau. Kepala BKSDA Kalimantan Selatan, Bapak Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc. mengungkapkan dalam sambutannya bahwa tujuan utama dari penandatanganan nota kesepakatan ini adalah untuk memberikan landasan hukum bagi masyarakat yang berkegiatan dengan melakukan pemanfaatan di dalam kawasan S.M Pelaihari. “Tujuan penandatanganan nota kesepakatan ini adalah agar masyarakat dapat beraktivitas pada blok-blok yang sudah ditentukan dan tidak melanggar peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.”ucapnya. Ditambahkan pula oleh beliau bahwa inti dari penandatanganan nota kesepakatan ini adalah dalam rangka pelibatan masyarakat dalam menjaga kawasan konservasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan dan terjaganya keseimbangan alam pada kawasan S.M Pelaihari Tanah Laut. (ryn) Sumber : Badrul Arifin, S.Hut - PEH Seksi Konservasi Wilayah I Pelaihari Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Artikel

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Dumai

Pekanbaru, 7 Juni 2021. Balai Besar KSDA Riau yang diwakili Kepala Bidang Teknis, bapak M. Mahfud menghadiri peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Pertamina RU II Dumai pada hari Sabtu, 5 Juni 2021. Yang menggembirakan adalah dalam rangkaian acara, terdapat pelepasliaran satwa ke kawasan Parta Seroja Eco Park Bukit Datuk. Kawasan ini merupakan salah satu hutan primer yang tersisa di Kota Dumai, dengan luas 56 ha. Adapun satwa yang dilepasliarkan adalah Kura2 Matahari = 2 ekor, Tupai Tiga Warna = 2 ekor, Burung Srindit = 20 ekor dan Burung Pleci = 20 ekor. Semoga dapat memperkaya fauna yang ada di kawasan Parta Seroja Eco Park sehingga kawasan ini makin asri dan berbagai satwa yang ada di muka bumi ini makin lestari. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

BBKSDA Riau Bersama BRGM Bantu Kelompok Masyarakat Sekitar SM Giak Siak Kecil

Pekanbaru, 7 Juni 2021 - Tim Resort Duri Balai Besar KSDA Riau dan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) melakukan pendampingan sekaligus sosilaisasi kepada Kelompok Masyarakat Desa Tasik Serai dan Tasik Serai Timur. Kegiatan yang dilakukan pada hari Selasa, 1 Juni 2021, Tim menanyakan kepada masyarakat terkait jenis bantuan yang akan diberikan kepada masing-masing kelompok masyarakat. Kedua kelompok masyarakat tersebut memilih bantuan berupa ternak sapi. Tim memeriksa proposal dari masing-masing kelompok masyarakat dan memberikan arahan tentang kelengkapan dari proposal tersebut. Seperti biasa, Tim juga mengajak masyarakat agar bersama-sama menjaga dan melestarikan kawasan konservasi Suaka Masrgasatwa (SM) Giam Siak Kecil untuk kepentingan bersama, baik saat ini maupun dimasa-masa yang akan datang. Karena jika tidak terjaga maka dapat menimbulkan bencana terutama bagi masyarakat sekitarnya. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Wakil Bupati Lampung Timur dan Plt. Kepala Balai TNWK ajak

Lampung Timur, 6 Juni 2021 - Wakil Bupati Lampung Timur Azwar Hadi bersama dengan Plt. Kepala Balai Taman NasionalWayKambas (TNWK) dan rombongan komunitas sepeda melakukan dialog tentang pengembangan objek wisata , hal itu dilakukan di Rest area wisata Desa Labuhanratu VI, Kecamatan Labuhan ratu, Minggu (6/6/2021). Sebelum melakukan dialog, rombongan komunitas sepeda bersama Wakil Bupati Lampung Timur lebih dulu bersepeda sejauh 20 kilo meter dengan melintasi pinggir hutan TNWK dan disertai pelepasliaran belasan ekor burung ke alam. Wakil Bupati Lampung Timur Azwar Hadi mengatakan, setelah di lakukan cek lokasi rest area yang awalnya dibangun sebagai objek wisata, pada 2018 lalu namun sampai saat ini belum berjalan optimal, sementara pemerintah daerah setempat akan menggerakkan objek wisata tersebut guna memajukan perekonomian masyarakat. Hasil dari dialog kata Azwar Hadi rest area perlu pembenahan beberapa insfratruktur umum terutama soal aliran listrik, yang akan digunakan sebagai penggerak penerangan dan penggerak air bersih. "Lah ini tadi saya cek listrik tidak hidup, air di semua toilet tidak fungsi karena tidak ada air, persoalannya tidak ada arus listrik," ucap Azwar Hadi. Azwar meminta sejumlah OPD yang bersangkutan harus memperhatikan kondisi semua objek wisata yang ada di Lampung Timur yang kiranya bisa menarik simpati pengunjung. "Memang kondisi masih Covid 19 namun kita tetap berbenah dan merencanakan program kedepan untuk memajukan wisata Lampung Timur, namun tetap waspada memperhatikan protokol kesehatan. Sementara itu, Plt. Kepala Balai TNWK Amri, SH. M. Hum. menegaskan Balai TNWK siap mendukung program pemerintah Kabupaten Lampung Timur terkait wisata terutama wisata yang ada di pinggir hutan, Amri juga siap bekerja sama untuk mendatangkan beberapa gajah jinak jika rest area ini sudah siap dioperasikan, gajah jinak bisa dinikmati pengunjung rest area yang ada di Labuhan Ratu VI. Kita buat konsep Lembaga Konservasi sehingga pihak ketiga dapat memanfaatkan gajah-gajah yang ada di Pusat Latihan Gajah Way Kambas. Namun Kepala Balai berharap, warga penyangga khususnya Desa Labuhanratu VI bisa turut serta menjaga dan melestarikan hutan dan satwa yang ada, artinya warga penyangga diminta jangan melakukan kegiatan ilegal dalam hutan konservasi. "Mudah mudahan Rest area yang kedepannya akan dioperasikan ini bisa membantu ekonomi masyarakat," terang Amri. Kepala Desa Labuhan ratu VI, Prayitno mengatakan jika progress pemerintah Lampung Timur benar akan menghidupkan rest area maka akan disambut gembira oleh masyarakat sekitar, karena warga Labuhan ratu VI bisa mencari rejeki dengan menjual kuliner dan kerajinan tangan, Prayit juga berharap masyarakat dapat memanfaatkan kotoran gajah untuk pupuk kompos dan bahan souvenir (pot bunga/media tanam). Prayit mengatakan dihadapan Wakil Bupati Lampung Timur, ada sebagian warganya yang dibina melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) untuk mengelola berbagai kerajinan tangan yang berbahan baku dari batok kelapa dan bambu. "Souvenirnya macam macam, dari penghias ruangan rumah, peralatan dapur hingga souvenir kecil gantungan kunci," papar Prayitno. Sumber : Balai TN Way Kambas
Baca Artikel

Masih Misteri, BBKSDA Riau Pasang Camera Trap di Lokasi Konflik Satwa Liar

Pekanbaru, 5 Juni 2021 - Mitigasi konflik satwa liar di Desa Teluk Binjai, Kec.Teluk Meranti, Kab. Pelalawan dilakukan Tim Resort Kerumutan Utara (Teluk Meranti) Balai Besar KSDA Riau pada Selasa, 1 Juni 2021. Berawal dari laporan warga Dusun Tanjung Mentangor, Desa Teluk Binjai, Kec.Teluk Meranti, Kab.Pelalawan yang menyampaikan kehilangan ternaknya yang diduga dimangsa satwa liar. Di lokasi TKP, Tim menemukan bekas jejak satwa yang berkeliaran di dekat kandang itik/bebek yang tidak jauh dari rumah warga. Berdasarkan keterangan dari warga, satwa liar tersebut sudah memangsa itik/bebek sebanyak 5 ekor pada hari Sabtu, 29 Mei 2021 dan sebelumnya juga sudah memangsa 1 ekor ayam serta membawa sangkar ayam tersebut ke semak-semak tidak jauh dari rumah warga. Warga sekitar sudah merasa takut dan resah sehingga meminta pihak terkait untuk menangani permasalahan ini. Tim memberikan himbauan kepada warga agar tetap tenang, berhati-hati, meningkatkan kewaspadaan dan jangan keluar rumah sendiri di waktu magrib dan malam hari. Tim menyampaikan kepada warga jangan ada yang melakukan tindakan anarkis kepada satwa yang dilindungi Undang Undang. Saat ini, Tim telah memasang camera trap di sekitar lokasi tersebut untuk memastikan satwa jenis apa, berapa jumlahnya dan kondisinya guna penanganan lebih lanjut. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Revitalisasi Ekonomi Masyarakat Di Sekitar SM Kerumutan

Pekanbaru, 5 Juni 2021 - Balai Besar KSDA Riau bersama Tim Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) telah melakukan kegiatan pendampingan verifikasi proposal dan rencana lokasi usaha revitalisasi ekonomi masyarakat yang merupakan program dari BRGM pada hari Kamis - Minggu, 27- 30 Mei 2021. Program dari BRGM bersama Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Pangkalan Kerinci, Balai Besar KSDA Riau akan dilakukan di 4 desa yang berada di sekitar kawasan Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan. Nama kelompok tani hutan (KTH) program revitalisasi ekonomi tersebut adalah KTH Tuah Bersama, Desa Pulau Gelang, Kec.Kuala Cenaku, Kab.Indragiri Hulu dengan ketua kelompok Sdr.Khairudin, beranggotakan 15 orang dengan usaha budidaya ikan patin menggunakan sistem bioflok. KTH Kerumutan Lestari, Desa Redang, Kec.Rengat Barat, Kab.Indragiri Hulu dengan ketua kelompok yaitu Sdr Budi Eriadi, beranggotakan 15 orang dengan usaha budidaya ikan patin menggunakan sistem kolam. KTH Tasik Bertuah, Desa Mak Teduh, Kec.Kerumutan, Kab.Pelalawan dengan ketua kelompok yaitu Sdr Zaini, beranggotakan 15 orang dengan usaha ternak sapi Bali. Dan yang terakhir KTH Punak Lestari Baru, desa Teluk Binjai, Kec.Teluk Meranti, Kab.Pelalawan dengan ketua kelompok yaitu Sdr.Tamzirin, beranggotakan 15 orang dengan usaha ternak kambing lokal. Tim BRGM telah melakukan verifikasi semua proposal kelompok dan kedua belah pihak juga sepakat menandatangani surat kesepakatan rincian anggaran biaya untuk masing masing usaha. Balai Besar KSDA Riau dan BRGM berharap kelompok ini dapat meningkatan kesejahteraan hidupnya dan mengurangi ketergantungan terhadap hutan (lahan gambut) terutama di sekitar kawasan SM Kerumutan. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Balai Besar Tana Bentarum Kembali Fasilitasi Seleksi PPDB SMKKN Samarinda Bagi Calon Siswa (I) Asal Kapuas Hulu

Putussibau, 3 Juni 2021. Sekolah Menengah Kejuruan Kehutanan Negeri (SMKKN) Samarinda atau sebelumnya dikenal dengan nama Sekolah Kehutanan Menengah Atas (SKMA) adalah Lembaga Pendidikan Formal Tingkat Menengah Kejuruan sedang membuka Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2021/2022. Penerimaan peserta didik baru ini melalui beberapa seleksi mulai dari seleksi Test Tertulis, Psikotest Dan Wawancara, Test Fisik Dan Kesehatan yang dilaksanakan selama 3 hari yang bertempat di Kantor Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum), RSUD dr. Achmad Diponegor, Puskesmas Kedamin dan Klinik Dokter Dewi. Pelaksanaan seleksi PPDB SMKKN Samarinda di Putussibau ini telah memasuki tahun ke lima sejak penandatanganan Nota kesepahaman antara Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan Bupati Kapuas Hulu tentang Kerjasama pendidikan bagi putra(i) daerah yang berasal dari masyarakat adat disekitar kawasan hutan Kabupaten Kapuas Hulu pada tahun 2016. “Kami terus berperan aktif dan berupaya dalam peningkatan pendidikan di wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, salah satunya dengan memfasilitasi PPDB ke SMKKN Samarinda, yang diawali dengan mensosialisaikan kepada masyarakat umum dan SMP di Kabupaten Kapuas Hulu, membantu menerima berkas pendaftaran sampai memfasilitasi pelaksanaan Tes seleksi.” ungkap Arief Mahmud, Kepala Balai Besar TaNa Bentarum. Sesuai dengan Perjanjian kerjasama antar Pengembangan Sumber Daya Manusia Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan dengan Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas Hulu Nomor : PKS.2/SET/PK/KUM.3/12/2019 dan Nomor : 421/2235/SETDA/KM-A pada tanggal 18 Desember 2019 tentang Peningkatan pendidikan bidang kehutanan bagi putra daerah yang berasal dari masyarakat sekitar kawasan hutan di Kabupaten Kapuas Hulu pada SMKKN Samarinda dengan keunggulan Boarding School, Gratis Pendidikan selama 3 Tahun, Sarana dan Prasarana Lengkap, Kampus Asri dan Aman, Sertifikat ISO 9001:2015, Kurikulum 2013, Terakreditasi A dan Tiga Kelas/angkatan menjadi daya tarik para calon siswa(i) untuk melanjutkan pendidikan. Sebanyak 14 siswa(i) berasal dari Kapuas Hulu berjuang untuk meraih rangking penerimaan dengan total 108 siswa(i) keseluruhan yang di cari dari 5 Provinsi di Kalimantan untuk disekolahkan di SMKKN Samarinda. Memasuki tahun ajaran baru yang akan di mulai pada bulan Juli 2021 siswa(i) yang diterima akan melaksanakan proses belajar mengajar secara tatap muka, namun jika tidak memungkinkan proses belajar mengajar tetap dilaksanakan secara daring/online. “Kami sangat memprioritaskan putra putri terbaik yang masuk dalam 5 skema perhutanan sosial kabupaten Kapuas Hulu, dengan harapan setelah mereka lulus, mereka bisa mengembangkan daerah mereka, serta menjadi salah satu pilar yang membangun hutan dan kehutanan di masa depan” pungkas Johan Wahyudi selaku pengelola kesiswaan SMKKN Samarinda. Sumber : Humas Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Artikel

Patroli Perlindungan Kawasan SM Bukit Batu Bersama Para Pihak

Pekanbaru, 1 Juni 2021 - Resort Bukit Batu Balai Besar KSDA Riau bersama Babinsa 07 Bukit Batu dan Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Temiang melakukan patroli pengamanan hutan mandiri di pinggir Kawasan Suaka Margasatwa (SM) Bukit Batu (31/5). Tim berpatroli dengan menggunakan 3 unit sepeda motor melalui jalan PT. Bukit Batu Hutani Alam dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat yang berkebun di pinggir kawasan SM Bukit Batu untuk berhati hati cegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan di pinggir kawasan. Selain itu, disampaikan juga agar tidak melakukan aktifitas baik perambahan maupun penebangan liar serta tetap waspada terhadap satwa liar dan tidak memasang jerat. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Perkuat Mitra Desa Penyangga, Balai TN Rawa Aopa Watumohai Bentuk Dua Kelompok Masyarakat

Kolaka Timur, 29 Mei 2021. Balai Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TaNa Rawa) melalui Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III melaksanakan kegiatan pembentukan kelompok masyarakat yang masing - masing kelompok berjumlah 15 orang di Desa Lara Kecamatan Tirawuta dan Desa Mokupa Kecamatan Lambandia. Pembentukan Kelompok Masyarakat ini sebagai salah satu tahapan kegiatan Pemberdayaan Masyarakat setelah identifikasi potensi diselenggarakan pada tanggal 27 dan 28 Mei 2021. Desa Lara Kec. Tirawuta dan Desa Mokupa Kec. Lambandia Kabupaten Kolaka Timur merupakan 2 Desa yang menjadi target lokasi desa penyangga kawasan yang masuk dalam Rencana Pemberdayaan Masyarakat sekitar kawasan Tana Rawa Tahun 2021 – 2025. Kegiatan utama yaitu musyawarah bersama atau diskusi dalam rangka pembentukan kelompok sekaligus penandatanganan berita acara. Dari hasil kegiatan musyawarah atau diskusi bersama disetujui bahwa masyarakat desa Lara setuju membentuk kelompok yaitu Kelompok Budidaya Ikan Lara Hijau dengan anggota sebanyak 15 orang (mewakili setiap dusun dan layak untuk menerima bantuan) yang rencananya akan mengembangkan potensi usaha budidaya ikan lele. Sementara untuk desa Mokupa disetujui bahwa masyarakat desa Mokupa setuju membentuk kelompok yaitu Kelompok Usaha Mokupa dengan anggota sebanyak 15 orang yang rencananya akan mengembangkan potensi usaha Sewa Tenda. Sebagai informasi, pemberdayaan masyarakat desa penyangga merupakan salah satu upaya pemerintah dalam hal ini Kementerian LHK guna membantu penguatan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan potensi sumberdaya di daerah penyangga kawasan konservasi berikut permasalahannya sebagai upaya meningkatkan kemandirian masyarakat bagi mewujudkan kesejahteraannya, masyarakat yang hidup harmonis dengan lingkungan alam dan kawasan konservasi. Meskipun masih dalam kondisi dan situasi pandemi COVID 19 namun kegiatan berjalan lancar dan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Sumber : Balai Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai
Baca Artikel

Pengumpulan Keterangan Kebakaran SM Giak Siak Kecil

Pekanbaru, 30 Mei 2021 - Resor Duri Balai Besar KSDA Riau bersama Balai Gakkum Wil. Sumatera Seksi Wilayah II Pekanbaru melakukan pengumpulan bahan keterangan kebakaran pada tanggal 27-28 Mei 2021 di Suaka Margasatwa (SM) Giam Siak Kecil. Berdasarkan semua keterangan yang disampaikan, Balai Gakkum membuat Berita Acara dan berharap kasus ini dapat dituntaskan dan memberi efek jera sehingga tidak ada lagi oknum yang berani semena mena melakukan pembakaran hutan dan lahan dengan alasan APAPUN!!! Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Inventarisasi dan Verifikasi Wilayah Kemitraan Serta Dampingi Penyusunan RKT Kampung Menarbu

Kampung Menarbu, 31 Mei 2021. Kawasan konservasi merupakan kawasan yang bertujuan untuk mengusahakan terwujudnya kelestarian sumber daya alam hayati serta keseimbangan ekosistemnya. Kelestarian sumber daya alam tersebut untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat dan mutu kehidupan. Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih (BBTNTC) sebagai unit pengelola terus melakukan pendampingan kepada masyarakat proses ekologis dapat terjaga. Partisipatif dari masyarakat lokal dalam pengelolaan sangat dibutuhkan karena merupakan kekuatan utama dalam mengelola kawasan konservasi. Pengelolaan kawasan konservasi selalu berhubungan dengan banyak pihak (multistakeholder) agar proses pencapaian tujuan berjalan sesuai visi dan misi. Manajemen pengelolaan harus sesuai kondisi di lapangan dan peraturan yang ada. Kebijakan dalam pengelolaan kawasan terus berkembang, seiring dengan kondisi saat ini. Berbagai kegiatan yang memberikan ruang bagi masyarakat terlibat dalam pengelolaan kawasan TNTC menjadi penting supaya mereka memiliki rasa tanggung jawab menjaga kelestarian kawasan TNTC. Pembentukan kelompok-kelompok masyarakat oleh BBTNTC merupakan salah satu upaya memberikan peran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan. Di kampung Menarbu, Distrik Roon, Kabupaten Teluk Wondama, Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah (SPTN) III Aisandami, kelompok yang sudah terbentuk yaitu Kelompok Bumka Yenui. Pada 25-26 Mei 2020, BBTNTC melakukan kegiatan Inventarisasi dan Verifikasi Wilayah Kemitraan serta Pendampingan Penyusunan RKT kepada kelompok tersebut. Kegiatan ini bertujuan untuk mendampingi kelompok desa binaan dalam penyusunan rencana kerja serta menginventarisasi dan memverifikasi akses kelola masyarakat dalam kawasan TNTC. Di samping itu, kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari rangkaian Road to HKAN (Hari Konservasi Alam Nasional) 2021 untuk mengkampanyekan pentingnya konservasi alam dan mengajak masyarakat dalam pelestarian ekosistem sumber daya alam. Kegiatan dibuka oleh Kepala Kampung Menarbu Kegiatan dilaksanakan di balai kampung yang dihadiri 40 orang peserta, terdiri dari Sekertaris Kampung, Majelis Gereja, Ketua dan Anggota Kelompok Bumka Yenui. Kegiatan dibuka oleh Kepala Kampung, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh tim pelaksana kegiatan. Peserta dibagi berdasarkan kelompok kerja untuk mendiskusikan rencana kerja yang akan dilaksanakan dalam jangka waktu satu tahun ke depan. Diskusi kelompok berjalan dengan penuh semangat dan menghasilkan poin-poin rencana kerja sebagai berikut: Diskusi Masing-Masing Kelompok Kerja Kelompok Nelayan ini telah berhasil menjual produknya yaitu ikan asin dan ikan-ikan dalam kondisi masih segar atau yang dibekukan menggunakan es. Rencananya mereka akan menambah hasil tangkapan lain seperti teripang dan beberapa hasil laut lainnya yang tidak termasuk biota yang tidak dilindungi. Kelompok kerja Keterampilan ini bergerak di bidang kerajinan tangan yang bahannya berasal dari alam. Mereka pernah mengikuti pelatihan pembuatan kue berbahan dasar singkong dan pisang. Kelompok Kerja Keterampilan Memperlihatkan Beberapa Hasil Kerajinan Tangan yang Telah Dibuat Dalam poin-poin perencanaannya, kelompok kerja Ekowisata merencanakan pengelolaan ekowisata yang disinergikan dengan beberapa destinasi wisata di Kampung Menarbu tentunya sesuai dengan prinsip-prinsip konservasi. Kelompok ini telah melakukan penjualan secara langsung dan tak jarang juga melakukan sistem barter dengan masyarakat kampung lainnya. Kedepan kelompok jual beli berencana untuk melakukan promosi pemasaran melalui media sosial. Masing-masing kelompok kerja berkomitmen untuk terus melaksanakan apa yang telah mereka kerjakan, dan rencana kerja yang dibuat diupayakan untuk dikerjakan dengan pendampingan dari BBTNTC. Kegiatan inventarisasi dan verifikasi wilayah kemitraan serta pendampingan penyusunan RKT Kampung Menarbu yang telah disusun secara partisipatif oleh para anggota kelompok diharapkan dapat berjalan sesuai dengan rencana. Sehingga perlindungan sistem penyangga kehidupan yang menunjang kelangsungan kehidupan dapat mensejahterakan masyarakat. Sumber: Krisensia Yayuk Mangguali, S.Hut - Penyuluh Kehutanan Ahli Pertama Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih

Menampilkan 2.177–2.192 dari 2.322 publikasi