Rabu, 27 Mei 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Kesepakatan Konservasi Desa Binaan di SPTN II Baserah

Baserah, 30 Agustus 2021 – Tim Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) melakukan koordinasi ke Camat Logas Tanah Darat terkait program pemberdayaan masyarakat desa binaan di wilayah kerja Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah 2 Baserah, Senin (30/8/21). Pemberdayaan masyarakat ini untuk mengembangkan kemandirian dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat salah satunya dengan memberikan bantuan hibah, meningkatkan pengetahuan dan pendampingan Kelompok Tani Hutan (KTH) serta pemanfaatan sumber daya alam dan SDM di sekitar wilayah desa binaan. Bersama dengan Bapak Rian Fitra (Camat Logas Tanah Darat, Kab. Kuansing), beliau menyampaikan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya untuk Balai TN Tesso Nilo yang telah memberikan bantuan ekonomi produktif bagi 2 Desa yang ada di wilayah Kecamatan Logas Tanah Darat yakni Desa Rambahan dan Desa Situgal. Dengan harapan program bantuan ekonomi dapat berjalan kontinu dan memberikan hasil berupa peningkatan penghasilan bagi kedua KTH yang dibentuk. Bantuan ekonomi produktif ini sudah berjalan sejak tahun 2019 dan telah memberikan dampak positif. Perkembangan saat ini, KTH Rambahan di Hati-Desa Rambahan awalnya memiliki 3 ekor sapi (diberikan pada tahun 2019) saat ini sudah berkembang menjadi 4 ekor. Sementara itu, KTH Maju Basamo-Desa Situgal telah memiliki perkembangan dari 8000 kecambah bibit pinang yang disemai di tahun 2019, saat ini terdistribusi dan tertanam seluruhnya di lingkungan Desa. Semoga program bantuan ekonomi yang diberikan dapat memberikan hasil yang terbaik bagi kelompok dan dapat menjadi contoh bagi desa lain. Pada hari yang sama tim juga berkoordinasi dengan Kepala Desa Rambahan dan Kepala Desa Situgal terkait dukungan dari Pemerintah Desa terhadap pengelolaan TN Tesso Nilo dan bersama-sama Balai melaksanakan pendampingan terhadap kelompok masyarakat di masing-masing desa secara berkelanjutan dalam hal pengembangan kelompok dan pelaksanaan kegiatan kelompok. Dukungan dan komitmen ini dituangkan dalam dokumen Kesepakatan Konservasi yang ditandatangani oleh Kepala Desa selaku Pemerintah Desa dan Kepala Balai TN Tesso Nilo selaku pengelola kawasan. Dari Kesepakatan Konservasi ini diharapkan dapat membangun rasa saling percaya demi tercapainya kesejahteraan masyarakat desa dan kelestarian kawasan TN Tesso Nilo. Pemerintah daerah (Camat LTD dan Kepala Desa) sangat mendukung program pemberdayaan masyarakat dan berterima kasih atas bantuan yang telah diberikan oleh Balai TN Tesso Nilo. Harapan Pemerintah Desa, semoga pihak Balai TN Tesso Nilo dapat mempertimbangkan untuk memberikan bantuan bagi kelompok KTH lainnya yang tinggal di desa Rambahan dan Situgal dan desa-desa lain terutama di Kecamatan Logas Tanah Darat. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

BBKSDA Sumut Tingkatkan Level Budidaya Tanaman Jeruk Kelompok Masyarakat CA Dolok Saut

Parlombuan, 26 Agustus 2021. Balai Besar KSDA Sumatera Utara (BBKSDA Sumut) melalui Seksi Konservasi Wilayah IV Tarutung, Bidang Konservasi Wilayah II Pematangsiantar giat meningkatkan kapasitas kelompok masyarakat Desa Rahut Bosi, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara sebagai bagian dari Pengembangan Usaha Ekonomi Produktif Kelompok Masyarakat Sekitar Kawasan Konservasi Cagar Alam (CA) Dolok Saut, Kamis (26/8). Desa Rahut Bosi merupakan desa penyangga yang berada di sekitar kawasan Cagar Alam Dolok Saut. Pada Tahun 2021, Desa Rahut Bosi menjadi mitra BBKSDA Sumatera Utara melalui Kesepakatan Konservasi dan mendapatkan bantuan Program Pengembangan Usaha Ekonomi Produktif Kelompok Masyarakat Sekitar Kawasan Konservasi yang berupa alat cultivator yang akan digunakan dalam pertanian jeruk dan palawija. Desa Rahut Bosi melalui Kelompok Tani Hutan Dolok melaksanakan peningkatan kapasitas kelompok berupa Pelatihan Budidaya Tanaman Jeruk dimana saat ini peluang komoditi jeruk masih terbuka untuk dilaksanakan di Desa Rahut Bosi. Kepala Desa Rahut Bosi, Kepala Desa Parsorminan dan Kepala Desa Parlombuan, Kec. Pangaribuan, Kab. Tapanuli Utara turut hadir melihat dengan metode langsung di lapangan di mana seluruh anggota Kelompok Tani Huta Dolok berkunjung ke kebun jeruk yang sukses berproduksi di Desa Parlombuan. Bapak Jonni Rasoki Gultom memberikan materi dan sekaligus berbagi pengalaman mengenai budidaya jeruk yang telah dilaksanakannya. Kegiatan Peningkatan Kapasitas Kelompok Tani Huta Dolok berjalan dengan lancar dan interaktif sehingga diharapkan Kelompok Tani Huta Dolok memiliki pengetahuan dan kapasitas dalam membudidayakan tanaman jeruk yang nantinya dapat meningkatkan ekonomi masyarakat dan sekaligus juga dapat menjaga kawasan konservasi dari gangguan. Sumber : Hafsah Purwasih, S.Hut - Penyuluh kehutanan Pertama Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Gajah PLG Sebanga Tambah Asupan Makanan

Pekanbaru, 31 Agustus 2021 - Mahout Pusat Latihan Gajah (PLG) Sebanga Balai Besar KSDA Riau membuat puding untuk gajah dan pemberian buah buahan segar sebagai makanan tambahanny, Minggu (29/8/21). Selain memberikan asupan tambahan makanan, mahout PLG Sebanga juga melakukan gotong-royong di pekarangan kantor PLG Sebanga dan melanjutkan proses pembuatan demplot pakan gajah serta bergotong royong membersihkan lingkungan dan perbaikan instalasi listrik. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Upaya Pengelolaan Yang Lestari, BKSDA Sumbar Optimalisasi Penataan Blok SM Tarusan Arau Hilir

Bogor, 31 Agustus 2021. Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat (BKSDA Sumbar) melakukan ekspos revisi penataan blok Suaka Margasatwa (SM) Tarusan Arau Hilir di ruang rapat komodo A, Direktorat Penataan Kawasan Konservasi Bogor, Senin (31/8/21). Pelaksanaan revisi blok ini melihat adanya kondisi terkini di dalam kawasan yang sudah tidak sesuai peruntukannya dan juga untuk mengakomodir kebutuhan strategis Provinsi Sumbar dalam hal mitigasi bencana serta potensi wisata alam yang cukup baik untuk dikembangkan. Selain untuk mendapatkan koreksi dokumen yang telah disusun Balai KSDA Sumbar dari tim pokja, tujuan revisi penataan untuk mendapatkan bahan masukan sebagai penyempurnaan nantinya. Kepala Balai KSDA Sumbar menyampaikan langsung paparan revisi penataan yang dilanjutkan penambahan penyampaian materi oleh Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Propinsi Sumbar yang diwakili oleh Kepala Bidang Bina Marga. Diharapkan penataan kawasan yang dilakukan oleh Balai KSDA Sumbar semakin lebih baik dan menjadi dokumen bersama yang dapat mendukung penuh upaya konservasi dan upaya pengelolaan yang lestari. Kegiatan dihadiri tim pokja Ditjen KSDAE, Ditjen PKTL, Subdit Penataan Kawasan Konservasi, Bagian Hukum dan Kerjasama Teknis Ditjen KSDAE, Kepala Balai BKSDA Sumbar bersama tim penyusun dokumen revisi blok, dan Dinas Bina Marga Cipta Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumbar. Sumber : Balai KSDA Sumatera Barat
Baca Artikel

Melihat Hasil Bantuan Ternak Kelompok Tani Binaan BBKSDA Riau

Pekanbaru, 29 Agustus 2021 – Pada hari Selasa, 24 Agustus 2021, personil Bidang KSDA Wilayah I Balai Besar KSDA Riau yang dipimpin Kepala Bidang Wilayah, Andri Hansen Siregar melakukan monitoring terhadap penyerahan bantuan 4 ternak Sapi Bali, Selasa (24/8/21) kepada kelompok tani binaan Balai Besar KSDA Riau. Bantuan ini diberikan agar masing - masing kelompok tani lebih aktif membangun kelompoknya sehingga kesejahteraan meningkat, dan masyarakat sekitar kawasan ikut peduli terhadap kelestarian kawasan Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan yang ada di sekitarnya. Monitoring pertama dilakukan pada Kelompok Tani Tuah Sekampung di Kelurahan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan yang bantua ternaknya diserahkan pada tanggal 14 Juli 2021 lalu. Hasil monitoring tersebut adanya kemajuan bantuan ternak yang diberikan dengan lahirnya 1 ekor anak Sapi. Monitoring selanjutnya dilakukan kepada Kelompok Tani Sadar Bahagia di Desa Rantau Bakung, Kec. Rengat Barat, Kab. Indragiri Hulu yang juga diberikan pada tanggal 14 Juli 2021. Hasil monitoring diperoleh kemajuan bahwa 2 ekor sapi hasil bantuan saat ini dalam keadaan hamil. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Aktivitas PLG Minas Dalam Memanfaatkan Kotoran Gajah Jinak

Pekanbaru, 29 Agustus 2021 – Aktivitas berbeda dilakukan Mahout di Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas dari yang biasanya mengurus dan merawat gajah jinak, Rabu (25/8/21). Petugas di PLG Minas melakukan kegiatan pembuatan kompos dan penyemaian pohon beringin. Dengan peralatan cangkul, sekop, terpal plastik, tangki semprot, N4, gula merah dan kotoran gajah, mahout membuat pupuk kompos dari kotoran gajah. Persiapan pertama yang dilakukan yaitu dengan membuat lubang tempat kotoran gajah yang akan dibuat pupuk kompos dilanjutkan pencacahan kotoran gajah agar mudah diaduk dan cepat terurai. Lubang tempat kotoran gajah baru dibuat 1 lubang, dari rencana 2 lobang. Sementara mahout yang lainnya melakukan penyemaian pohon beringin ditempat yang teduh dan terhindar dari sinar matahari langsung, sebelum nantinya dipindahkan ke polybag dan menyusun media penyemaian serta menyiapkan batang pohon Beringin. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Edukasi Pelajar, Balai Besar TaNa Bentarum Gelar Virtual Event Green School

Desa Vega, 25 Agustus 2021. Dalam menyemarakan Hari Konservasi Alam Nasional atau HKAN yang diperingati setiap tahunnya, Balai Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum) menggelar event virtual Tana Bentarum Road to HKAN secara Live streaming, Rabu (25/8/21). Rangkaian kegiatan dilaksanakan mulai dari pembacaan prestasi Balai Besar Tana Bentarum, pemutaran video kegiatan, talkshow bincang-bincang inspiratif, pelepasan buaya senyulong dan salah satu acara paling menarik yaitu live streaming kegiatan Green School di Desa Vega dengan tema "Pendidikan Konservasi dan Cinta Lingkungan". Green School merupakan wadah informasi tentang sumber daya alam dan ekosistemnya serta lingkungan hidup sekaligus sosialisasi program pengelolaan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) kepada masyarakat dengan harapan terwujudnya kolaborasi antara pengelola UPT dengan masyarakat dalam bidang konservasi dan lingkungan hidup. Green School juga bertujuan memberikan pendidikan konservasi dan lingkungan hidup kepada generasi muda. Virtual event Tana Bentarum Road to HKAN 2021 lingkup Balai Besar Tana Bentarum ini dibuka langsung Kepala Balai Besar Tana Bentarum, Wahju Rudianto, S.Pi, M.Si sedangkan untuk acara Live Streaming di Desa Vega dibuka oleh Kepala Resort Lupak Mawang Bapak Ekhsan di bangunan Green School. 30 peserta yang terdiri dari 25 orang siswa-siswi SDN 18 Vega dan 5 orang siswa-siswi dari SMPN 7 Satap Selimbau turut berpartisipasi yang didampingi 3 Guru pendamping. Bapak Ekhsan berharap kegiatan Green School ini dapat menambah ilmu pengetahuan para siswa-siswi pelajar terkait konservasi lingkungan serta memupuk kecintaan mereka terhadap alam sekitar. Acara Green School di Desa Vega meliputi penjelasan materi pengenalan konservasi TSL, TNDS, materi menjaga lingkungan dan pemanfaatan sampah serta mini expo yang menampilkan demonstrasi pilorisator, prakarya yang terbuat dari serasah daun, biji dan bunga yang di sekitar bukit vega serta kegiatan penanaman. Acara ditutup dengan aksi bersih sampah di sekitar jalur wisata Bukit Vega. "Dengan adanya event ini, kami harap dapat memberikan nilai manfaat pada konservasi alam, meningkatkan kesadaran dan rasa peduli masyarakat terhadap lingkungan dan tidak kalah penting kegiatan ini menjadi media publikasi potensi SDA kawasan TNBK dan TNDS" ungkap Wahju dalam sambutannya. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Artikel

Balai TN Tesso Nilo Beberkan Tantangan Pengelolaan Kawasan di DPRD Kabupaten Pelalawan

Pangkalan Kerinci, 24 Agustus 2021 - Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Heru Sutmantoro, S.Hut, M.M bersama dengan jajarannya menghadiri rapat kerja yang diadakan oleh Komisi II DPRD Kabupaten Pelalawan di Gedung DPRD Kabupaten Pelalawan, Selasa (24/8/21). Dalam kesempatan ini, Kepala Balai menyuarakan kondisi pengelolaan kawasan TN Tesso Nilo saat ini berserta dengan program kerja dan tantangan yang dihadapi. Kepala Balai juga menyampaikan upaya-upaya yang dapat dilakukan bersama dalam menghadapi tantangan pengelolaan kawasan. Rapat kerja berjalan dengan partisipatif dan diharapkan mampu menghasilkan komitmen dan spirit baru dalam melestarikan kawasan TN Tesso Nilo. Rapat kerja diikuti oleh beberapa instansi yaitu Gakkum DLHK Riau, BPDAS Riau, Kejaksaan Negeri Pelalawan, Kapolres Pelalawan, Kapolsek Ukui, BPN Pelalawan, Dinas Pariwisata Pelalawan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat, TN Tesso Nilo, Camat Ukui, Kepala Desa Bagan Limau, dan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) Bagan Limau. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Memantau Perkembangan Rafflesia gadutensis di TN Kerinci Seblat

Sungai Penuh, 24 Agustus 2021. Pada beberapa minggu terakhir ini, Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS) bersama-sama dengan mitra yakni Egi Masro dan Kelompok Sadar Wisata Sakora telah melakukan pemantauan perkembangan bunga Rafflesia gadutensis di dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat tepatnya di Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Pesisir Selatan. Hasil pemantauan berhasil mendokumentasikan sebagian proses yang dilalui oleh bunga Rafflesia ini sampai mekar pada tanggal 21 Agustus 2021 lalu. Rafflesia merupakan salah satu nilai penting kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat. Karena sifatnya yang "double parasite" dengan inang yang sangat spesifik menyebabkan keberadannya di alam liar sangat susah ditemukan. Saat ini sudah mulai banyak upaya pengumpulan data bioekologi dan sebarannya yang terus dilakukan setiap waktu. Sumber : Humas dan Dian Indah Pratiwi PEH Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat Dian Indah Pratiwi Foto : Dian Indah Pratiwi
Baca Artikel

Mengenal Elephant Flying Squad, Gajah Patroli Balai TN Tesso Nilo

Lubuk Kembang Bunga, 21 Agustus 2021 - Tim Elephant Flying Squad Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) melakukan patroli pencegahan konflik satwa di kawasan Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Lubuk Kembang Bunga (LKB), Jumat (20/8/21). Dua gajah jinak Flying Squad TN Tesso Nilo membantu mencegah terjadinya konflik satwa, selain itu gajah jinak tersebut juga dibiarkan menjelajah seperti gajah liar pada umumnya. Sejauh melaksanakan patroli, tim tidak menemukan tanda-tanda satwa yang keluar dari kawasan hutan TN Tesso Nilo. Gajah merupakan mamalia darat paling besar yang hidup pada zaman ini, sehingga membutuhkan wilayah jelajah yang sangat luas. Ukuran wilayah jelajah gajah Asia bervariasi antara 32,4 – 166,9 km2. Wilayah jelajah unit-unit kelompok gajah di hutan primer mempunyai ukuran dua kali lebih besar dibanding dengan wilayah jelajah di hutan sekunder. Secara alami gajah melakukan penjelajahan dengan berkelompok mengikuti jalur tetap tertentu dalam satu tahun penjelajahan. Jarak jelajah gajah bisa mencapai 7 km dalam satu malam, bahkan pada musim kering atau musim buah-buahan di hutan mampu mencapai 15 km per hari. Kecepatan gajah berjalan dan berlari di hutan (untuk jarak pendek) dan di rawa melebihi kecepatan manusia di medan yang sama. Fakta tersebut merupakan salah satu alasan patroli pencegahan konflik gajah rutin dilakukan oleh tim untuk meminimalisir kemungkinan gajah keluar dari jalurnya, Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Cegah Karhutla, BBKSDA Riau Pantau SM Bukit Batu

Pekanbaru, 24 Agustus 2021 – Petugas Resort Bukit Batu Balai Besar KSDA Riau melakukan patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di pinggir kawasan Suaka Margasatwa (SM) Bukit Batu pada tanggal 19-20 Agustus 2021. Patroli dilakukan kepada masyarakat dan para pekerja kebun yang berbatasan dengan kawasan. Kegiatan yang dilakukan meliputi sosialisasi dan pemasangan spanduk peringatan untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan karena saat ini musim kemarau telah tiba dan air kanal juga sudah mulai mengering. Selain tugas pokok dan fungsi Balai Besar KSDA Riau dalam perlindungan, pengawetan dan pemanfaatan tumbuhan dan satwa liar, Balai Besar KSDA Riau juga mempunyai tugas untuk pengamanan kawasan konservasi yang ada di wilayah kerjanya. SM Bukit Batu di Kab. Bengkalis adalah salah satu kawasan konservasi yang berada di bawah pengelolaan Bidang KSDA Wil. II, Balai Besar KSDA Riau. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Meninjau Hasil Kegiatan Kelompok Tani Binaan BBKSDA Riau

Pekanbaru, 23 Agustus 2021 – Tim Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya (BBKSDA) Riau beserta jajaran pimpinan lingkup BBKSDA Riau melakukan peninjauan ke beberapa kelompok tani binaan Balai Besar KSDA Riau yang berada di Kabupaten Siak, Selasa (17/8/21). Peninjauan difokuskan pada diskusi untuk mencari solusi memajukan kesejahteraan rakyat sekitar kawasan konservasi dengan menghilangkan ketergantungan masyarakat akan hasil hutan, untuk penguatan fungsi kawasan itu sendiri. Kelompok Tani tersebut diantaranya Kelompok Tani Tuah Berseri, Desa Tuah Indrapura, Kec. Bunga Raya, Kelompok Tani Tunas Baru, Desa Buantan Besar, Kec. Siak, Kelompok Tani Nelayan Hutan Danau Zamrud, Desa Dayun, Kec. Dayun dan Kelompok Tani Nelayan Hutan Taman Nasional Zamrud, Desa Rawa Mekar Jaya, Kec. Sungai Apit. Pada Kelompok Tunas Baru Desa Buantan Besar, Tim melakukan diskusi dan mengingatkan kembali akan kelengkapan administrasi yang harus dipenuhi untuk pemberdayaan masyarakat. Persyaratan tersebut adalah disusunnya RKT, RUKK, RAB, Proposal dan surat pengantar proposal. Tak kalah penting adalah NPWP serta buku tabungan harus atas nama kelompok tani tersebut. Anggota kelompok ini berjumlah 19 orang dan berencana mengajukan bantuan berupa penggemukan sapi. Tim turun melakukan pengecekan lokasi pembangunan kandang sapi. Tim juga berkesempatan meninjau produksi teh gaharu yang telah dikembangkan kelompok ini. Bersama Ketua kelompok, Tim diajak melihat secara langsung lokasi serta cara pemilihan daun gaharu untuk dijadikan teh. Kegiatan ditutup dengan penanaman bibit beringin sebanyak 5 pohon di pinggir kanal Kampung Tuah Indrapura bersama penghulu dan anggota kelompok tani binaan. Rencana ke depannya akan ditanam bibit beringin kembali dan buah - buahan sepanjang 14 kilometer di sepanjang kanal yang melintasi Desa Tuah Indrapura. Deretan pimpinan BBKSDA Riau yang hadir yakni Plh. Kepala Bidang KSDA Wilayah II, M.B. Hutajulu didampingi Plt.Kepala Seksi Wilayah IV, Gunawan beserta staf, Kepala Sub Bag Program dan Anggaran, Desty Sitompul serta Kepala Sub Bag Data, Evlap dan Kehumasan, Dian Indriati. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Kelompok Tani Sijonggi Abadi Belajar Mengelola Potensi Kawasan CA Bukit Bunguk

Pekanbaru, 23 Agustus 2021 - Plh. Kepala Bidang KSDA Wilayah II bersama Kepala Resort Kampar dan petugas Balai Besar Konservasi Sumber Daya (BBKSDA) Riau melakukan pendampingan masyarakat sekitar kawasan yang akan menerima bantuan ekonomi produktif dari BBKSDA Riau, Kamis (19/8/21). Petugas Bidang KSDA Wilayah II sudah berkeliling melakukan sosialisasi dan pemahaman mengenai bantuan di sekitar kawasan konservasi selama seminggu khususnya kepada Kelompok Tani Sijonggi Abadi yang berada di Desa Pulau Terap, Kec. Kuok, Kab. Kampar Disamping pendampingan penyusunan RKT kelompok tersebut, petugas juga memberikan arahan tentang potensi kawasan yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar kawasan Cagar Alam (CA) Bukit Bungkuk untuk peningkatan kesejahteraan tanpa harus merusaknya. Diantaranya pemanfaatan Air Terjun Lubuk Nginio, dimana airnya berasal dari dalam kawasan CA Bukit Bungkuk. Juga dapat melestarikan Sungai Laki sebagai sungai atau lubuk larangan (dengan penyusunan Perdes) dan penebaran ikan semah yang telah dilakukan sebagai bantuan Pemda Kampar. Semua kegiatan yang direncanakan akan dilestarikan bersama oleh masyarakat bekerjasama dengan Balai Besar KSDA Riau serta pembahasan tentang pembuatan Perdes yang menyangkut kawasan konservasi CA Bukit Bungkuk. Kegiatan ditutup dengan peninjauan bersama lokasi tempat diletakkannya stup madu kelulut yang berada di salah satu rumah anggota Kelompok Tani Sijonggi Abadi. Mereka juga mengusulkan bantuan bibit petai yang akan ditanam di lahan masyarakat karena petai merupakan salah satu mata pencaharian masyarakat di tempat tersebut. Semoga bantuan yang diberikan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar kawasan CA Bukit Bungkuk secara berkelanjutan dengan penguatan fungsi kawasan dari masyarakat sekitar kawasan. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Balai Besar TaNa Bentarum Dukung Potensi 11 Kelompok Binaan di 10 Desa Penyangga

Putussibau, 23 Agustus 2021. Memperingati Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) tahun 2021, Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) sebagai salah satu pengelola kawasan konservasi terbesar di Kalimantan memiliki fungsi salah satunya meningkatkan perekonomian masyarakat baik yang berada di dalam kawasan maupun di sekitar kawasan sesuai dokumen Rencana Induk Pemberdayaan Masyarakat (RIPM) Balai Besar TaNa Bentarum yaitu penyerahan bantuan pemberdayaan masyarakat kepada kelompok binaan. Momentum HKAN ini digunakan Balai Besar TaNa Bentarum untuk mengucurkan dana pemberdayaan masyarakat kepada 11 (sebelas) kelompok di 10 (sepuluh) desa penyangga dengan masing – masing kelompok menerima Rp. 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah). Bantuan dana diserahkan secara simbolis pada salah satu acara rangkaian HKAN Tahun 2021 lingkup Balai Besar TaNa Bentarum di Kantor Balai Besar TaNa Bentarum, Kecamatan Putussibau Utara, Senin (23/8/21). Penyerahan bantuan ini pada mulanya akan diserahkan Bapak Wakil Bupati Kapuas Hulu di Desa Datah Diaan yang merupakan salah satu penerima bantuan yaitu kelompok tani Datah Buluh Pering, namun karena kondisi saat ini sedang banjir maka penyerahan bantuan dilakukan di Aula Balai Besar TaNa Bentarum yang diserahkan Bapak. Bachtiar, S.P., M.Si selaku asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kabupaten Kapuas Hulu. Beliau mengatakan bahwa kegiatan ini dapat menjadi upaya untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan ekonominya sesuai dengan potensi yang dimiliki. Bapak Ir. Arief Mahmud, M.Si selaku Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum sangat mengapresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini, sehingga kedepannya kegiatan pemberdayaan masyarakat dikawasan Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum dapat terselenggara dengan baik dan memberikan banyak manfaat bagi masyarakat serta kelompok pemberdayaan dapat berkembang melalui dampingan dari penyuluh pendamping. Kegiatan peringatan HKAN juga sebagai upaya perlindungan kawasan konservasi melalui pembangunan berkelanjutan dimana TaNa Bentarum sebagai salah satu cagar biosfer di Kabupaten Kapuas Hulu. “Adapun kegiatan penyerahan bantuan pemberdayaan masyarakat ini seyogyanya dapat dimanfaatkan dengan baik oleh kelompok serta masyarakat yang berada di desa penyangga kawasan Taman Nasional. Sehingga bantuan pemberdayaan masyarakat ini dapat meningkatkan taraf hidup serta perekonomian masyarakat. Kami berharap Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati berkenan untuk mengunjungi lokasi pemberdayaan di desa binaan Balai Besar TaNa Bentarum” ungkap Bapak Junaidi, S.Hut., M.Si. selaku PLT Kepala Bidang Teknis Konservasi Taman Nasional dan selaku penanggung jawab kegiatan penyerahan bantuan pemberdayaan masyarakat dalam rangka rangkaian Hari Konservasi Alam Nasional Tahun 2021. Kegiatan ini diharapkan dapat diselenggarakan secara rutin dan mencakup banyak Desa penyangga yang berada di Kawasan Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum. Penyerahan bantuan pemberdayaan masyarakat dihadiri oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Para Kepala Desa dan perwakilan kelompok penerima bantuan pemberdayaan masyarakat di Desa penyangga Kawasan Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum. Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) merupakan hari peringatan yang memiliki tujuan untuk mengkampanyekan pentingnya konservasi alam bagi kesejahteraan masyarakat dan mengedukasi serta mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menyelamatkan ekosistem alam. HKAN ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2009 tentang Hari Konservasi Alam Nasional. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) senantiasa memperingati HKAN pada tanggal 10 Agustus setiap tahunnya sebagai salah satu agenda besar KLHK. Sumber : Eka - Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Artikel

Verifikasi Permasalahan Pengelolaan Tahura Bontobahari

Jakarta, 23 Agustus 2021. Tim Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Ditjen KSDAE) Pusat yang diwakili perwakilan Direktorat Kawasan Konservasi, Direktorat PIKA, Direktorat PJLHK, BBKSDA Sulawesi Selatan dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Bulukumba Provinsi Sulawesi Selatan, selaku pengelola Tahura Bontobahari melaksanakan verifikasi lapangan terkait permasalahan pengelolaan Tahura Bontobahari pada tanggal 9-13 Agustus 2021. Verifikasi dalam pelaksanaannya dilakukan 3 (tiga) tahapan, yaitu konsolidasi dan koordinasi, pengecekan lapangan, dan penyusunan laporan. Isu-isu yang digali selama verifikasi lapangan, meliputi: (1) pendalaman terhadap permasalahan kawasan Tahura Bontobahari; dan (2) permohonan Pemerintah Kabupaten Bulukumba terhadap pengelolaan Tahura Bontobahari yang disampaikan kepada Dirjen KSDAE. Data dan informasi yang komprehensif terkait permasalahan di Tahura Bontobahari yang dikumpulkan berupa Rencana peningkatan kualitas jalan wisata dalam kawasan Tahura Bontobahari, Penataan blok kawasan, Kemitraan konservasi, Pemulihan ekosistem, Rencana pembangunan sanctuary rusa dan monyet hitam Sulawesi, Rencana penertiban dan pengembangan obyek-obyek wisata di Tahura Bontobahari, Permasalahan kawasan lainnya di Tahura Bontobahari, Pendampingan/bimbingan teknis pengelolaan Tahura Bontobahari dan Arahan langkah-langkah konkrit tindak lanjut. Diharapkan dengan verifikasi lapangan permasalahan pengelolaan Tahura Bontobahari maka beberapa rekomendasi tindak lanjut perlu dilakukan oleh masing-masing pihak untuk menyelesaikan isu-isu pengelolaan di Tahura Bontobahari dengan mempertimbangkan kondisi, fakta, saran, masukan dan dukungan dari para pihak, serta komitmen Pemerintah Kabupaten Bulukumba. Dinas LHK Kabupaten Bulukumba akan melaksanakan seluruh saran dan solusi yang dihasilkan tim Ditjen KSDAE dan melaporkan hasilnya secara rutin kepada Direktur Jenderal KSDAE. Sedangkan untuk Eselon II lingkup Ditjen KSDAE terkait, memastikan dan mengawal setiap proses penyelesaian isu-isu pengelolaan di Tahura Bontobahari. Sumber : Mugiharto H.P. - PEH Muda Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

BBTN Teluk Cenderawasih Asah Keterampilan Kelompok Ekowisata di Resort Sowa Kwatisore

Sowa Kwatisore, Agustus 2021. Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan kapasitas masyarakat di sekitar kawasan konservasi, salah satunya dengan memberikan berbagai pelatihan yang dampaknya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat. Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih (BBTNTC) melalui Bidang Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah I Nabire, menggelar kegiatan Fasilitasi Konservasi Masyarakat dan Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Kelompok Desa Binaan tanggal 28 Juni sampai dengan 01 Juli 2021 di Resort Sowa Kwatisore (RSK). Peningkatan kapasitas masyarakat dilakukan melalui pelatihan pembuatan abon ikan dan pelatihan pembukuan serta tata cara pelaporan keuangan. Kegiatan ini diikuti oleh Kelompok Ekowisata Hiu Paus Kampung Akudiomi dan Kelompok Ekowisata Guraja Indah Kampung Sima dengan total peserta sebanyak 20 orang. Kepala Bidang PTN Wilayah I Nabire menyampaikan beberapa hal mengenai pentingnya peningkatan kapasitas masyarakat. Beliau juga berharap kegiatan ini nantinya akan semakin menambah wawasan masyarakat dan agar masyarakat mampu mengasah keterampilan dengan sumber daya alam yang ada. Rapat persiapan mengawali kegiatan kemudian di hari selanjutnya (29/6/21) dilanjutkan pelatihan pembuatan abon ikan. Semua kegiatan disesuaikan dengan potensi dan kondisi yang terdapat di Kampung Sima dan Kampung Akudiomi yang potensi utamanya adalah ikan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok terkait pembuatan Abon ikan, pengemasan serta pemasarannya. Cara pembuatan abon ikan diinstruksikan langsung oleh narasumber, kemudian peserta dibagi menjadi tiga kelompok dan melakukan praktek sesuai arahan narasumber. Abon ikan yang telah dibuat dan dikemas, nantinya akan dipasarkan oleh anggota kelompok kepada wisatawan yang berkunjung ke RSK. Keesokan harinya (30/6/21), dilakukan Pelatihan Pembukuan dan Tata cara Pelaporan Keuangan Kelompok. Tujuannya agar kelompok desa binaan memperoleh pengetahuan dalam hal pembukuan dan laporan keuangan, serta diharapkan pelatihan ini dapat meningkatkan kapasitas masyarakat dalam bidang administrasi kelembagaan. Anggota kelompok yang mengikuti pelatihan ini juga melakukan praktek langsung mengenai pembukuan dan keuangan kelompok. Kegiatan ini diikuti peserta dengan antusias, terbukti dengan sesi tanya-jawab yang berlangsung sangat menarik. Yafet Maniburi, salah seorang peserta, bahkan bertanya “Bagaimana kalo kitong mau langsung dapat untung, kaka?”. Spontan pemateri menjawab “Ya tentunya harus lebih besar pemasukan daripada pengeluaran ade”, membuat seisi ruangan dipenuhi gelak tawa. Di penghujung acara, masing-masing kelompok diberikan perlengkapan pembukuan seperti logbook dan alat tulis menulis. Kegiatan ini dilakukan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan COVID-19. Sumber : Asdiron Panandu, S.Hut Penyuluh Kehutanan Ahli Pertama - Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih

Menampilkan 2.049–2.064 dari 2.305 publikasi