Rabu, 27 Mei 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Balai Taman Nasional Komodo Sukses Menyelenggarakan Virtual Tour Pertama Bersama Direktorat PJLHK

Labuan Bajo, 24 September 2021. Balai Taman Nasional Komodo melakukan Virtual Tour “Taman Nasional dan Taman Wisata Alam” yang diselenggarakan oleh Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi (PJLHK), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, bulan Agustus silam (24/8). Kegiatan ini diselenggarakan secara virtual melalui aplikasi Zoom dan disiarkan secara langsung melalui aplikasi Youtube. Virtual Tour Taman Nasional Komodo berlangsung selama kurang lebih 2 jam dan diikuti oleh 480 peserta Zoom Meeting dan Live YouTube. Peserta sebagian besar merupakan mahasiswa, guru/dosen, dan pelajar tingkat sekolah dasar dari berbagai wilayah seperti Surabaya, Bogor, dan Jakarta. Virtual Tour ini bertujuan untuk memberikan informasi edukasi kepada masyarakat mengenai alur kunjungan wisatawan, sistem manajemen pengunjung, ragam obyek daya tarik wisata alam daratan maupun perairan, serta menunjukan keindahan bentang alam bawah laut Taman Nasional Komodo. Peserta dibuat seolah-olah melakukan tur secara nyata dan diberikan kesempatan untuk dapat menyaksikan Kembali pengalaman menarik tersebut melalui rekaman Youtube. Pelaksanaan Virtual Tour Taman Nasional Komodo dipandu oleh Pengendali Ekosistem Hutan yang juga merupakan Duta Wisata Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2015 (Muhammad Ikbal Putera) dan Mahasiswi Magang Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung (Bunga Cinta Evangelin). Virtual Tour Taman Nasional Komodo diawali dengan sambutan Direktur PJLHK (Nandang Prihadi) dan Kepala Balai Taman Nasional Komodo (Lukita Awang Nistyantara). Tim kreatif Balai Taman Nasional Komodo yang terdiri dari Dimitri Hanzalla, Yovi Septia, Novita Yanti Sidabutar, Aliifatus Syahiidah, Mohammad Rizqi Afreza, Banu Widyanarko, Fahri Ikhlas terlibat langsung dan berpartisipasi aktif mendukung keberlangsungan kegiatan dari balik layar. Tim kreatif Balai Taman Nasional Komodo juga menyiapkan serangkaian pertanyaan yang dikemas dalam permainan daring interaktif bagi peserta dan menyediakan door prize menarik dari para sponsor hadiah bagi pemenang. Acara Virtual Tour Taman Nasional Komodo berlangsung dengan sangat meriah dan diselimuti dengan antusiasme para peserta yang selalu semangat menyimak apa yang disampaikan oleh kedua pemandu. Acara ini ditutup dengan komentar spontan yang dilontarkan oleh salah satu peserta Zoom, “Seru banget dah walaupun virtual!”. Rekaman Virtual Tour Taman Nasional Komodo dapat disaksikan ulang pada aplikasi Youtube melalui tautan berikut: https://bit.ly/vtkomodo. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penulis: Bunga Cinta Evangelin dan Mohammad Rizqi Afreza | Penyunting: Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S.
Baca Artikel

Berbagi Wawasan Kepada Calon Penerus Pengelola Kehati Indonesia

Padang, 29 September 2021. Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat (BKSDA Sumbar) mendapat kehormatan untuk berbagi pengalaman tentang Pengelolaan Kawasan Konservasi di Masa 4.0 kepada mahasiswa Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati ITB, pada mata kuliah Manajemen Kawasan Konservasi, Selasa (28/9). Kepala Balai menjelaskan bahwa Indonesia memiliki Kawasan Konservasi yang sangat luas yakni 27 juta hektar dengan kekayaan keanekaragaman hayati yang tinggi namun jumlah personil yang sangat terbatas, aksesibilitas yang sulit dijangkau, tupoksi yang cukup banyak sehingga memerlukan inovasi dalam pengelolaannya, salah satunya dengan revolusi 4.0. dalam kesempatan tersebut disampaikan beberapa inovasi yang baik di dibuat oleh Unit Pengelola Teknis KSDAE maupun oleh masyarakat berupa aplikasi Burungnesia. Saat ini yang cukup urgent adalah adanya Big Data Kehati yang mengintegrasikan data kehati antar lembaga, universitas, masyarakat/ citizen scientist/ pemerhati dan penggiat, pemerintah daerah, lembaga penelitian, lembaga swadaya masyarakat baik nasional maupun internasional sehingga data tersebut dapat dijadikan alat penunjang yang valid dalam pengambilan keputusan salah satunya dalam keputusan penentuan tata ruang dari tingkat nasional hingga daerah. Dengan adanya wacana revisi UU No 5 tahun 1990 tentang Konservasi Keanekaragaman Hayati dan Ekosistemnya semoga dapat memasukkan Big Data Kehati sebagai mandat yang harus terwujud. Dihadiri kurang lebih 77 orang melalui media online baik mahasiswa maupun berbagai kalangan, pesan moral yang disampaikan bahwa perlu inovasi untuk mengumpulkan data di lapangan sehingga dapat dijadikan pengambilan keputusan yang tepat dalam mengelola kawasan juga harus mengetahui kondisi real time kawasan konservasi. Mahasiswa diharapkan kedepannya menjadi bagian EARTH DEFENDER atau penjaga bumi sehingga kelestariannya dapat dirasakan oleh generasi yang akan datang. Sumber : Balai KSDA Sumatera Barat
Baca Artikel

Puding Spesial Untuk Si Hewan Besar

Lubuk Kembang Bunga, 28 September 2021. Gajah jinak flying squad Taman Nasional (TNTN) aktif untuk mencegah dan mengurangi konflik satwa dan manusia serta memberdayakan gajah jinak terlatih. Untuk selalu mewujudkan itu, semua gajah-gajah jinak tentunya harus memiliki tubuh dan stamina yang sehat. Dalam menjaga stamina para gajah jinak, para mahout flying squad selalu melatih dan merawat gajah salah satunya dengan memperhatikan asupan makanan setiap hari. Salah satu upaya agar gajah tetap dalam kondisi sehat, para mahout membuat makanan tambahan berupa pudding yang dikonsumsi gajah secara rutin. Kali ini mahout dan Mahasiswa PKL Universitas Riau bersama-sama membuat dan memasak puding khusus untuk para gajah, Jumat (24/9). Puding yang dibuat merupakan makanan tambahan gajah berbahan dasar jagung giling, dedak, gula aren, garam mineral serta gula. Semua bahan kemudian dihaluskan, digodok kemudian dimasak dengan tungku berapi sedang. Puding direbus dan dimasak selama beberapa jam sampai semua bahan menyatu dan padat. Setelah padat puding yang telah jadi akan dibentuk kepalan-kepalan bulat agar mudah dimakan oleh para gajah jinak. Puding diberikan kepada gajah jinak paling tidak sebanyak dua kali dalam satu minggu untuk terus menjaga dan meningkatkan stamina dan energi dari gajah. Campuran garam mineral pada puding juga diberikan untuk pertumbuhan tulang gajah agar senantiasa kuat. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Konsultasi Publik RPJP CA Sungai Lulan Sungai Bulan dan CA Teluk Pamukan

Kotabaru, 22 September 2021 – Balai KSDA Kalimantan Selatan kembali menyelenggarakan konsultasi publik draft Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) 2 kawasan yaitu RPJP Cagar Alam Sungai Lulan Sungai Bulan dan RPJP Cagar Alam Teluk Pamukan, Kabupaten Kotabaru di ballroom Hotel Grand Surya di Kotabaru, Rabu (22/9). Konsultasi Publik RPJP merupakan salah satu mekanisme untuk melibatkan para pihak dalam proses pengambilan keputusan terkait pengelolaan KSA, KPA dan TB. Konsultasi Publik juga memberikan kesempatan kepada para pihak termasuk masyarakat untuk menyampaikan aspirasi terkait pengelolaan kawasan konservasi agar pengelolaan CA Sungai Lulan Sungai Lulan dan CA Teluk Pamukan diketahui dan mendapatkan dukungan pemangku kepentingan sehingga rancangan RPJP yang disusun ini menjadi rencana bersama para pihak yang terlibat dalam pengelolaan kedua kawasan ini. Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Kotabaru menyampaikan bahwa dukungan semua pihak diperlukan dalam upaya pembangunan termasuk dalam pengelolaan kawasan konservasi. Selanjutnya Sekda mengharapkan keterlibatan dan kontribusi dari para pihak yang hadir dalam konsultasi publik ini dapat mengambil peran dalam pembangunan konservasi alam. Juga sebagai upaya menyingkronkan kebijakan/ program pembangunan serta penggunaan pemanfaatan ruang wilayah Kabupaten Kotabaru, khususnya yang termasuk dalam kawasan konservasi. Narasumber yang dihadirkan dalam konsultasi publik ini selain dari BKSDA Kalsel, juga berasal dari Bappeda Kabupaten Kotabaru, Ibu Lisma, ST, MM dan dari Dinas Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Bapak Obet Tarukallo, S.ST, MT. Dalam pemaparannya, Kepala Balai KSDA Kalimantan, Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc memaparkan visi, misi dan tujuan pengelolaan RPJP CA SLSB dan CA Teluk Pamukan, serta strategi pengelolaan yang akan dijalankan untuk mencapai visi pengelolaan kawasan dimaksud. Visi pengelolaan CA SLSB yang ingin diwujudkan dalam jangka waktu 10 tahun ke depan adalah “Mewujudkan Pelestarian Ekosistem Mangrove Alami Berbasis Masyarakat” sedangkan visi pengelolaan CA Teluk Pamukan adalah “Mengoptimalisasi Kawasan CA Teluk Pamukan sebagai Habitat Flora dan Fauna bersama Masyarakat dan Para Pihak”. Satu poin penekanan yang disampaikan oleh Mahrus adalah bahwa saat ini paradigma pengelolaan kawasan konservasi khususnya cagar alam sudah berkembang, yakni ada peluang yang dibuka kerannya oleh pemerintah berupa akses kelola untuk masyarakat melalui kemitraan konservasi pada blok rehabilitasi. Kemitraan konservasi ke depan diharapkan dapat menjadi solusi bagi permasalahan konflik pemanfaatan lahan di dalam kawasan konservasi. “Sudah ada contohnya yang kami implementasikan di Kabupaten Barito Kuala, yakni di kawasan Suaka Margasatwa Kuala Lupak,” ungkap Dr. Mahrus. Di akhir sesi dirumuskan kesepakatan-kesepakatan para pihak yang dituangkan dalam Berita Acara Konsultasi Publik yang antara lain memuat komitmen sebagai berikut: Di penghujung acara Sekda Kotabaru, menyampaikan apresiasi kepada BKSDA Kalsel yang telah menyelenggarakan konsultasi publik dengan melibatkan para pihak. Diperlukan komitmen semua pihak untuk menjaga kelestarian dan menghindarkan kerusakan lingkungan melalui “action” nyata. Kami sangat mendukung penyelesaian konflik tenurial melalui Kemitraan Konservasi terutama keterlanjuran tambak. Acara dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Kotabaru, Bapak Drs. H. Said Akhmad, MM dan dihadiri oleh 40 peserta yang terdiri atas unsur SKPD Kabupaten Kotabaru (Bappeda, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Perikanan, Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga, Dinas LIngkungan Hidup dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa), unsur pemerintah kecamatan dan desa, Kepolisian Sektor dan Koramil yang ada di sekitar kawasan CA Sungai Lulan Sungai Bulan dan CA Teluk Pamukan, dan juga unsur wartawan. Acara juga dilaksanakan dengan prokes yang ketat. (ryn) Sumber : Mila Rabiati, S.Hut., M.Si. - PEH Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Artikel

Konsultasi Publik Desain Tapak TWA Busuwa

Batulicin, 21 September 2021 – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Kalimantan Selatan menyelenggarakan Konsultasi Publik Desain Tapak Pengelolaan Pariwisata Alam Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Burung dan Pulau Suwangi (TWA Busuwa) di Hotel Ebony Tanah Bumbu, Selasa (21/9). Kegiatan konsultasi publik ini merupakan upaya Balai KSDA Kalimantan Selatan dalam menyerap aspirasi dari berbagai pihak khususnya pemerintah daerah Tanah Bumbu dan masyarakat di dalam dan sekitar TWA Pulau Burung dan Pulau Suwangi guna mengoptimalkan pengelolaan pariwisata alam di TWA Pulau Burung dan Pulau Suwangi. Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan, Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M. Sc, Kepala Bidang Perencanaan Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Bappeda Tanah Bumbu, Hayatunnisa, ST, dan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, Hamaluddin Tahir, S.Pd, MM. menjadi narasumber pada konsultasi publik ini. Dr. Mahrus Aryadi memaparkan tujuan penyusunan desain tapak yaitu membagi Blok Pemanfaatan menjadi ruang publik dan ruang usaha dengan mempertimbangkan aspek potensi flora, fauna wisata yang ada serta sumber daya masyarakat di kawasan TWA Pulau Burung dan Pulau Suwangi. Sedangkan narasumber dari pemerintahan Kabupaten Tanah Bumbu menyampaikan bahwa pengembangan pariwisata merupakan salah satu tujuan dari misi kebijakan Kabupaten Tanah Bumbu Tahun 2021-2026 yaitu Mewujudkan Perekonomian Daerah Berbasis Pengembangan Potensi Maritim dan Agroindustri melalui Peningkatan pertumbuhan ekonomi sektor pariwisata. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata menyampaikan bahwa TWA Busuwa merupakan destinasi wisata yang berpotensi dikembangkan, dan siap untuk mencarikan dukungan dana pihak ketiga, selain dari APBD. Hasil dari konsultasi publik ini diperoleh beberapa kesepakatan yang dituangkan dalam rumusan, antara lain: Diakhir acara, Mahrus Aryadi menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas semua masukan dan dukungan dari berbagai pihak, diharapkan dengan adanya Desain Tapak Pengelolaan Pariwisata Alam TWA Pulau Burung dan Pulau Suwangi ini dapat menjadi acuan dalam pengembangan pariwisata alam dengan tetap mengedepankan peran serta masyarakat. Kegiatan ini dibuka oleh Asisten 2, Bapak Rahmat Prapto Udoyo, S. Hut, M. Sc mewakili Bupati Tanbu, dihadiri oleh beberapa pihak terkait seperti: Bappeda Tanah Bumbu, Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Tanah Bumbu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Perikanan, Polres Tanah Bumbu, Lanal Kotabaru-Tanah Bumbu, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Kusan, Kecamatan Simpang Empat, Kepala Desa Pulau Burung, serta Tokoh Masyarakat Pulau Suwangi, khususnya Bapak Abdurrahim, S.Pd selaku warga Pulau Suwangi dan juga Anggota DPRD Tanbu. (ryn) Sumber : Wedkita Hari Aristo, M.Pa - PEH Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Artikel

Peningkatan Kapasitas Kelompok Binaan BBTNLL Di Desa Bora

Sigi, 22 September 2021. Bertempat di Balai Desa Bora, Kabupaten Sigi dilaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas Kelompok Usaha Bersama (KUB) Higira yang diinisiasi oleh Balai Besar TN Lore Lindu (BBTNLL). Kegiatan peningkatan kapasitas ini diikuti oleh pengurus dan anggota KUB Higira yang merupakan binaan BBTNLL dalam upaya pemberdayaan masyarakat di sekitar TNLL (Selasa, 21/09/2021). Kepala Desa Bora, Kusmayadi dalam sambutannya saat membuka menyampaikan kepada peserta untuk mengikuti kegiatan ini dengan baik, sehingga dapat mengambil ilmu dan mengaplikasikannya. Selain itu, Kades Bora ini berharap produk yang dihasilkan kelompok ini dapat dipajang di lokasi wisata yang ada di Desa tersebut. “Kita punya obyek wisata di Bora ini, seperti pemandian air panas, dan saya harap produk yang dihasilkan kelompok in bisa dipajang di sana, jadi sinergi dengan program kita” ujar Kades Bora. Kelompok Usaha Bersama Higira saat ini berupaya mengembangkan usaha meubelair, yang salah satu bahan bakunya adalah Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yaitu bambu. Sejalan dengan hal tersebut, hari ini dilaksanakan peningkatan kapasitas yang salah satu pematerinya dari Dinas UMKM Kabupaten Sigi dan PLUT KUMKM Kabupaten Sigi yang memberi masukan serta kiat dalam mengembangkan usaha serta branding produk yang dihasilkan sehingga bernilai lebih dan memiliki daya saing. Pada kesempatan yang berbahagia ini dihadiri pula Kepala BBTNLL Ir. Jusman yang memberikan sambutan untuk selalu mengedepankan prinsip 3M yaitu mutual trust (saling percaya), mutual respect (saling menghormati), dan mutual benefit (saling memberikan manfaat) dalam bekerjasama. “Prinsip 3M ini merupakan modal kita dalam bekerjasama untuk bersama mengelola Taman Nasional Lore Lindu demi mencapai tujuan bersama, yaitu kesejahteraan masyarakat dan kelestarian TNLL” ujar Ir. Jusman. Selain itu, ditambahkan pula oleh Ir. Jusman, agar semua pihak untuk selalu bersama-sama berpartisipasi dalam mengelola TNLL untuk kesejahteraan masyarakat dan kelestarian hutan kita yang ada di Kabupaten Sigi. Harapannya dengan kegiatan peningkatan kapasitas kelompok ini dapat berlangsung secara berkelanjutan dan menjadi rangkaian upaya dalam suksesnya pemberdayaan masyarakat di Desa Bora. Sumber : Irham Rangga Sasmita - Penyuluh Kehutanan Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu
Baca Artikel

Sinergitas BKSDA Sumatera Barat dengan Kabupaten Tanah Datar

Padang, 23 September 2021. Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat (BKSDA Sumbar) beraudiensi dengan Bupati Tanah Datar, Eka Putra, sebagai upaya membangun sinergitas penanganan dan penyelesaian permasalahan pengelolaan kawasan Taman Wisata Alam (TWA) di Kabupaten Tanah Datar pada hari Rabu 22 September 2021. Dalam kesempatan tersebut Kepala BKSDA Sumbar, Ardi Andono, menyampaikan sejarah penetapan dan isu-isu pengelolaan taman wisata alam, update penanganan permasalahan yang telah dilakukan, dan menjelaskan alternatif solusi serta ruang sinergi melalui program kemitraan konservasi, pola-pola pengelolaan partisipatif, serta berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dapat menjadi pengungkit bagi terwujudnya “Masyarakat Sejahtera Hutan Lestari”. Sementara itu, upaya penegakan hukum tetap harus dilakukan sebagai upaya terakhir atau ultimatum remedium. Bapak Bupati menyambut baik audiensi ini dan siap bersinergi dalam mendampingi masyarakat di sekitar hutan. Upaya dialog, sosialisasi dan pendampingan telah dilakukan oleh petugas lapangan BKSDA Sumbar di tingkat tapak pada level desa sampai dengan kecamatan. Saat ini di Kabupaten Tanah Datar terdapat 3 kelompok desa binaan yang berada di bawah BKSDA Sumbar yaitu KTH Taxus Singgalang Nagari Pandai Sikek, Pokdarwis Gantiang Singgalang Nagari Singgalang dan KTH Sawah Luak Nagari Andaleh. Kelompok desa binaan ini didukung melalui program pengembangan usaha ekonomi masyarakat disekitar kawasan hutan. Bantuan direncanakan diserahkan langsung oleh Bupati Tanah Datar kepada ketiga kelompok desa binaan. Hasil audiensi ini diharapkan dapat dijadikan pijakan awal dalam membangun kesepakatan dengan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kesepakatan tersebut diperlukan untuk menjadi acuan dalam memperkuat komunikasi dan kesepahaman areal kelola masyarakat dan memastikan konflik kepentingan dalam kawasan taman wisata alam tidak semakin meruncing. Pertemuan yang dilakukan di ruang kerja Bupati dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Turut hadir bersama Bapak Bupati yaitu Kepala Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan olah Raga. Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Kepala Bagian Pengelolaan Sumber Daya Alam. Sumber : Balai KSDA Sumatera Barat
Baca Artikel

Bahas MoU, Balai TN Manusela Telaah Peta MoU

Wahai, 21 September 2021. Kepala Balai Taman Nasional (TN) Manusela melakukan kunjungan kerja ke kantor PT. Sumber Daya Wahana di Siatele, Wahai, Selasa (21/9). Kunjungan kerja Kepala Balai Taman Nasional Manusela didampingi Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah l Wahai dan Kepala Resort Sasarata bermaksud untuk meninjaklanjuti usulan MoU antara Balai TN Manusela dengan PT. Sumber Daya Wahana (SDW) yang bergerak di bidang perkebunan kakao. Dalam diskusinya, Tim Balai TN Manusela bersama Manajer Operasional PT. SDW Ir. Bambang Eko, membahas terkait arah MoU serta telaah peta MoU yang akan disepakati bersama. Dalam kesempatan ini Kepala Balai juga memberikan Cenderamata berupa Selendang sebagai tanda perkenalan. Sumber : Balai Taman Nasional Manusela
Baca Artikel

Tinjau Lokasi Karhutla, Petugas Balai TN Tesso Nilo Tegaskan Perlindungan Hutan Alam

Air Hitam, 20 September 2021 – Petugas Resort Air Hitam Bagan Limau Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Lubuk Kembanga Bunga (LKB) Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) bersama dengan Polsek Ukui, Pemerintah Desa Air Hitam dan PT. GMP melakukan pengecekan terhadap kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan TN Tesso Nilo, Senin (20/9). Diinformasikam bahwa lokasi kejadian kebakaran merupakan areal rehabilitasi hutan dan lahan (RHL) tahun 2019. Setelah diukur petugas, lahan telah terbakar seluas 0,4 Ha dan tanaman RHL yang terbakar sebanyak 400 batang. Setelah memantau lokasi kejadian kebakaran, petugas kemudian berkoordinasi dengan Kepala Desa Air Hitam. Dari pertemuan tersebut disepakati bahwa tim akan melakukan pertemuan di kantor Desa Air Hitam dengan agenda pembahasan terkait penegasan perlindungan hutan alam TN Tesso Nilo, penegasan terkait karhut, penegasan terkait tanaman RHL dan penegasan terkait penanaman sawit baru. Upaya penegasan yang dibentuk oleh petugas diharapkan dapat meminimalisir dan menuntaskan permasalah karhutla yang ada di kawasan TN Tesso Nilo. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Perkuat Dukungan Perlindungan Dan Pengamanan Hutan, Balai TN Tesso Nilo Koordinasi Dengan Stakeholder

Air Hitam, 21 September 2021 – Guna penguatan, penegasan, perlindungan dan pengamanan kawasan Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), petugas Resort Air hitam Bagan Limau Balai Taman Nasional Tesso Nilo melakukan koordinasi stakeholder bersama dengan Kasat Intelkam Polres Pelalawan dan Kepala Desa Air Hitam. Dalam pertemuan tersebut Kepala Resort Air Hitam Bagan Limau, Ahmad Gunawan, S.Hut menyampaikan pentingnya komitmen bersama dan dukungan dalam pengamanan hutan alam TN Tesso Nilo, pencegahan karhutla, serta pemulihan ekosistem yang sedang dan akan dilakukan. Selain itu dibahas pula dukungan terkait kemitraan konservansi untuk menunjang program-program pengelolaan kawasan. Balai TN Tesso Nilo berharap pertemuan tersebut dapat memperkuat koordinasi dan dukungan yang lebih kuat terkait perlindungan hutan alam serta menyelesaikan permasalahan yang ada dikawasan TN Tesso Nilo. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Dukung Fasilitasi Sumber Air, Dirjen KSDAE Resmikan Bantuan Sumur Bor Bagi Masyarakat Desa Karangasem

Yogyakarta, 20 September 2021 - Dirjen KSDAE, Ir. Wiratno, M.Sc meresmikan bantuan sumur bor kepada masyarakat Desa Karangasem, Paliyan, Gunungkidul (19/9/21). Bantuan sumur bor ini merupakan langkah nyata Balai KSDA Yogyakarta dalam mewujudkan harapan masyarakat Desa Karangasem, Paliyan, Gunungkidul dalam memfasilitasi ketersediaan sumber air bagi masyarakat melalui pembuatan sumur bor di wilayah Kelurahan Karangasem, desa penyangga kawasan Suaka Margasatwa (SM) Paliyan. Pembuatan dua lokasi sumur bor di Dusun Karangasem A dan Dusun Manggul Kelurahan Karangasem ini berawal dari kunjungan Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi di akhir tahun 2019 yang saat itu belum lama menjabat menjadi Kepala Balai KSDA Yogyakarta menggantikan kepala balai yang sebelumnya. Dari hasil kunjungan tersebut yang dilanjutkan dengan pertemuan bersama Kelompok Tani Hutan (KTH) yang ada di Kelurahan Karangasem, diketahui bahwa masyarakat Dusun Karangasem A membutuhkan tambahan air untuk pengairan ke ladang pertaniannya. Balai KSDA Yogyakarta berinisiatif memberikan bantuan sumur bor ke warga Karangasem dengan harapan bisa dimanfaatkan untuk pengairan lahan pertanian yang dikelola KTH Sodong Makmur, salah satu KTH Binaan Balai KSDA Yogyakarta yang ada di Kelurahan Karangasem. Keprihatinan Balai KSDA Yogyakarta kepada warga yang membutuhkan air, yang membuat Balai KSDA Yogyakarta bersemangat untuk membuat perencanaan pengeboran sumur sedalam 120 meter tersebut. Terdapat hambatan dalam pemboran, yaitu patahnya peralatan bor hingga dua kali yang menunjukkan betapa kerasnya bebatuan yang ada di wilayah sekitar SM Paliyan ini. Selain memberikan bantuan sumur bor, BKSDA Yogyakarta juga memberikan bantuan pengadaan sarpras pendukung seperti tanki air (water torn), rumah panel dan instalasi pendukung lainnya. Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi membantu masyarakat sekitar kawasan SM Paliyan tersebut dengan membuat perencanaan dan fasilitasi bantuan penyediaan sumber air di Kelurahan Karangasem, Paliyan. “Air menjadi kebutuhan pokok masyarakat, tersedianya sumber air di Kelurahan Karangasem Paliyan diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. KTH sekitar kawasan SM Paliyan juga akan dapat mengembangkan usaha hortikulturanya sehingga nantinya mereka dapat menjadi KTH yang mandiri, dan tentunya masyarakat sekitar kawasan akan mendapatkan akses air yang mudah untuk keperluan sehari-hari.” ujar M. Wahyudi. Dalam kegiatan tersebut, Dirjen KSDAE mengapresiasi langkah yang telah dilakukan Balai KSDA Yogyakarta “Apa yang sudah dilakukan Kepala Balai KSDA Yogyakarta ini sudah tepat. Pak Wahyudi telah berhasil menerjemahkan mandat pengelolaan kawasan konservasi dengan baik. Kawasan konservasi bukan hanya sekedar mengelola kawasan agar terjaga dengan baik, namun juga memperhatikan keberadaan masyarakat di sekitar kawasan. Semoga dengan adanya sumur bor di sekitar kawasan SM Paliyan ini akan memberikan dampak positif dan kesejahteraan bagi masyarakat. Dengan demikian Hutan lestari masyarakat sejahtera bukanlah sekedar slogan, tapi telah berhasil diwujudkan oleh Balai KSDA Yogyakarta” ungkap Dirjen KSDAE, Ir. Wiratno. M, Sc Keberhasilan menyediakan sumber air di sekitar kawasan SM Paliyan ini disambut gembira oleh masyarakat Kelurahan Karangasem. Sigit Purnomo, Lurah Karangasem saat dihubungi menyampaikan respon masyarakat terhadap tersedianya sumber air di sekitar SM Paliyan ini. “Yang jelas masyarakat sangat senang, harapannya nanti akan memberikan manfaat yang luar biasa dan dapat mendorong masyarakat untuk melakukan pertanian yang lebih kreatif dan modern. Jangka panjang ke depan, semoga generasi petani di Kelurahan Karangasem akan dapat tumbuh dengan baik.”ungkapnya. Hal senada juga diungkapkan oleh Sarjono, Kepala Dusun Karangasem A dan Samsul, Kepala Dusun Manggul. Keberhasilan pembuatan sumur bor ini sangat membantu sekali bagi masyarakat. Masyarakat mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Balai KSDA Yogyakarta, keberadaan sumber air di Dusun Karangasem A dan Dusun Manggul yang berasal dari sumur bor bantuan Balai KSDA Yogyakarta ini sangat bermanfaat, karena selama ini masyarakat selalu membeli air. Sementara itu, Gunawan Setiaji, Site Manager Mitsui Sumitomo Insurance juga merespon keberhasilan pembuatan sumur bor di Desa Karangasem yang telah dilakukan Balai KSDA Yogyakarta. “Mitsui Sumitomo selaku mitra Balai KSDA Yogyakarta dalam membantu pengelolaan SM Paliyan mengucapkan selamat kepada Balai KSDA Yogyakarta yang telah berhasil mewujudkan harapan masyarakat Desa Karangasem dengan memberikan bantuan sumur bor yang menjadi sumber air bagi masyarakat Karangasem. Mitsui Sumitomo juga memiliki KTH binaan yang melakukan budidaya hortikultura di demplot pertanian yang berlokasi tidak jauh dari Kantor Resort SM Paliyan. Semoga kedepan akan ada lagi sumur bor di sekitar SM Paliyan yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan budidaya pertanian termasuk juga KTH binaan Mitsui Sumitomo Insurance.” Ujar Gunawan. “Balai KSDA Yogyakarta akan memprogramkan kegiatan sumur bor pada tahun-tahun berikutnya untuk masyarakat di sekitar SM Paliyan yang memerlukan air bersih.” tutup M. Wahyudi. Upaya menjaga kelestarian hutan bukanlah hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja. Dengan membentuk hubungan yang baik dengan masyarakat serta mitra terkait, maka akan semakin menguatkan tujuan mewujudkan hutan lestari dan masyarakat sejahtera. Salam konservasi! Sumber : Balai KSDA Yogyakarta.
Baca Artikel

Ngobrol Pengembangan Usaha Ekonomi Bersama KTH Binaan BBTN Kerinci Seblat

Padang, 20 September 2021. Hati Senin, tanggal 20 September 2021, Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional (BPTN) Wilayah II Sumatera Barat (Sumbar) Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BBTNKS), Ahmad Darwis melakukan pertemuan dengan perwakilan Kelompok Tani Hutan (KTH) binaan BBTNKS wilayah kerja Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPT) III Painan, Senin (20/9). Dalam pertemuan tersebut beliau menyampaikan teknis pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat, baik pemulihan ekosistem maupun untuk pengembangan usaha ekonomi yang nantinya diharapkan semua kegiatan ini dapat berjalan dengan baik, lancar dan sesuai harapan, sehingga memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat di sekitar kawasan TNKS. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat 1. Bidang PTN Wilayah II Sumbar 2. Humas Balai Besar TNKS
Baca Artikel

BKKSDA Riau Perpanjang SIM Senjata Api

Pekanbaru, 17 September 2021. Seluruh Balai Besar KSDA Riau melaksanakan psikotes, pengecekan kesehatan serta pengambilan sidik jari untuk pengurusan perpanjangan SIM senjata api bagi Pejabat Struktural dan Fungsional Polisi Kehutanan lingkup Balai Besar KSDA Riau, Jumat (17/9). Semua kegiatan di pusatkan di kantor Balai Besar KSDA Riau Jl. HR Soebrantas km. 8,5 Pekanbaru dengan peserta berjumlah 35 orang. Semoga dengan tertibnya administrasi kepengurusan SIM senjata api ini menjadikan Pejabat Struktural dan para Polisi Kehutanan tenang dalam melaksanakan tugasnya di lapangan untuk memberantas illegal logging, perambah liar di kawasan konservasi dan pelaku perdagangan dan kejahatan terhadap tumbuhan dan satwa liar (TSL) yang dilindungi. Kegiatan diikuti seluruh Pejabat Struktural dan Polisi Kehutanan Balai Besar KSDA Riau, beberapa Polisi dari Polda Riau, petugas medis serta psikolog. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Sumpah PNS Balai Besar KSDA Sumatera Utara

Medan, 17 September 2021. Memenuhi ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS), dimana dalam pasal 3 angka 1 disebutkan bahwa setiap PNS wajib mengucapkan sumpah/janji PNS, maka pada Jumat 17 September 2021, telah dilaksanakan pengucapan sumpah/janji PNS Tahun 2021 lingkup Direktorat Jenderal KSDAE secara tatap muka (faktual) dan secara virtual. Kegiatan pengucapan sumpah/janji PNS ini diikuti juga oleh PNS lingkup Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Ada sebanyak 8 orang PNS yang mengikutinya, dimana 7 orang mengikuti secara virtual di kantor Balai Besar KSDA Sumatera Utara, dan 1 orang lagi bergabung di kantor Balai Taman Nasional Batang Gadis di Penyabungan, Mandailing Natal. Pengambilan sumpah/janji ini dilakukan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal KSDAE, Suharyono, SH., M.Si., M.Hum., dengan saksi masing-masing : Kepala Bagian Kepegawaian, Organisasi dan Tata Laksana Sekretariat Direktorat Jenderal KSDAE serta Kepala Bagian Mutasi Kepegawaian Biro Kepegawaian, Organisasi dan Tata Laksana Sekretariat Jenderal Kementerian LHK. PNS lingkup Balai besar KSDA Sumatera Utara didampingi rohaniawan agama Islam dan rohaniawan agama Kristen Protestan. Sekretaris Direktorat Jenderal KSDAE, Suharyono, dalam arahannya menyampaikan bahwa PNS merupakan warga terpilih yang memiliki kompertensi, oleh karena itu diharapkan agar menjaga integritas dan perilaku yang baik dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan. Selain itu, setiap PNS wajib menjalankan tugas melayani. "Saya juga ingin mengingatkan kepada sahabat-sahabat PNS yang baru saja mengucap sumpah dan janji, agar berhati-hati dalam memberikan informasi, terutama melalui media sosial. Karena pengaruh informasi tersebut bisa menimbulkan dampak yang luar biasa," ujar Suharyono. Pengambilan sumpah/janji PNS secara virtual merujuk kepada Surat Edaran Kepala BKN Nomor 10/SE/IV/2020 tentang Pelantikan dan Pengambilan Sumpah /Janji PNS atau Sumpah Janji Jabatan melalui media elektronik/teleconference pada masa status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat virus corona. Turut hadir dalam pengambilan sumpah/janji Plt. Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara Ir. Irzal Azhar, S.Hut., M.Si., Plh. Kepala Bagian Tata Usaha Andoko Hidayat, S.Hut., MP., Kepala Sub Bagian Umum Imelda Kamayanti Harahap, SH. serta Kepala Seksi Perencanaan, Perlindungan dan Pengawetan Amenson Girsang, SP. Sumber : Evansus Renandi Manalu - Analis Data Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

BBKSDA Riau Sumpah PNS Virtual

Pekanbaru, 17 September 2021 - Sumpah atau janji adalah suatu kesanggupan untuk mentaati keharusan atau untuk tidak melakukan larangan yang telah ditentukan. Diikrarkan dihadapan atasan yang berwenang menurut agama atau kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Maka pada hakekatnya sumpah atau janji itu bukan saja merupakan kesanggupan terhadap atasan yang berwenang, tetapi juga merupakan kesanggupan terhadap Tuhan, bahwa yang bersumpah atau berjanji akan mentaati segala keharusan dan tidak melakukan segala larangan yang telah ditentukan. Sebagaimana yang terjadi pada Jum'at, 17 September 2021, 8 PNS dari Balai Besar KSDA Riau, 11 PNS dari Balai Taman Nasional Tesso Nilo serta 1 dari Direktorat KK bersama sama mengucapkan ikrar janji sumpah PNS dipimpin bapak Sekditjen KSDAE, bapak Suharyono dari Bandung, Jawa Barat. PNS dipercayakan tugas Negara yang harus dilaksanakan dengan sebaik-baiknya dan dalam melaksanakan tugas tersebut diperlukan keikhlasan, kejujuran, dan tanggungjawab. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Ikut Rapat Bersama DPR RI, Ini Yang Disampaikan Kepala Balai TN. Aketajawe Lolobata

Sofifi, 16 September 2021. Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) telah mengadakan Rapat Dengar Pendapat Umum Panja Konservasi Sumberdaya Alam dan Ekosistem (KSDAE) dengan Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem/Taman Nasional diseluruh Indonesia, Kamis (16/9). Pembahasan pada rapat ini untuk menjaring masukan bagi Panja (Panitia Kerja) mengenai Penyusunan RUU tentang perubahan atas UU No.5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya. Rapat dilaksanakan di Gedung DPR RI yang disiarkan langsung di akun media sosial dan youtube milik DPR RI. Dalam kesempatan tersebut, seluruh kepala balai yang hadir diberikan kesempatan untuk memberikan masukan terkait rancangan undang-undang tersebut. Kepala Balai Taman Nasional mewakili UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Regional Maluku dan Maluku Utara memberikan masukan diantaranya mempertimbangkan pengelolaan kawasan di kepulauan seperti Maluku dan Maluku Utara atau yang masuk dalam konservasi perairan. Ditambah perlunya penetapan penyangga kehidupan di luar kawasan konservasi atau ekosistem esensial seperti di Desa Kao, Kabupaten Halmahera Utara sebagai habitat burung gosong maluku Eulipoa wallacii dan Pulau Jiew di Kabupaten Halmahera Tengah sebagai habitat berbiak burung junai emas Caleonas nocobarica. “Penetapan kawasan penyangga kehidupan agar dimasukkan ke dalam revisi undang-undang ini untuk beberapa kawasan yang memiliki HCVF tinggi di luar kawasan konservasi” kata Heri Wibowo, Kepala Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL). “Jadi kalua di Maluku Utara, identifikasi kami ada kawasan mangrove Kao sebagai habitat burung mamoa (gosong maluku), terus kemudian ada juga Pulau Jiew itu sebagai habitat burung junai emas yang notabene dia apendiks satu dan juga satwa dilindungi” tambahnya. Saran lainnya yang disampaikan oleh Kepala Balai TNAL adalah dimasukkannya unsur pengawetan dan perlindungan genetik, pelibatan aktif unsur adat serta kewenangan penyidikan dalam KSDAE. Setelah rapat selesai dilakukan, Heri Wibowo di undang oleh Ibu Alien Mus, anggota Komisi IV DPR RI Dapil Maluku Utara untuk diskusi bersama di ruangan Beliau. Tidak lupa, Kepala Balai TNAL juga memberikan cinderamata kepada pimpinan rapat, Dedi Mulyadi selaku Wakil Ketua Komisi IV DPR RI dan Ibu Alien Mus berupa buku Burung-Burung Indah maluku Utara. Sumber : Akhmad David Kurnia Putra – Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata

Menampilkan 2.001–2.016 dari 2.305 publikasi