Senin, 21 Sep 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Profesor Asal Spanyol Jelajahi Kawasan Resort Cibodas

Cibodas, 19 Mei 2022. Ignacio Javier Diaz-Maroto Hidalgo merupakan Profesor dari Department of Agroforestry Engineering, Univesidade De Santiago De Compostela (USC), Spain. Bersama tim dari IPB University, Prof. Ignacio melakukan jelajah alam ke Canopy Trail Ciwalen, Resort Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Cibodas, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP), Rabu (19/5). Petualangan dimulai dengan menyebrangi Canopy Trail dengan pemandangan alam yang menakjubkan. Tidak puas sampai disitu, perjalanan berlanjut menuju Curug Ciwalen. Dengan umur yang tidak lagi muda, beliau masih sangat kuat dan bersemangat melakukan perjalanan ini. Beliau menyampaikan bahwa kondisi di TNGGP masih sangat baik, asri, dan alami. Berbeda dengan Indonesia yang memiliki begitu banyak Taman Nasional, di Spanyol sendiri ada sekitar 17 Taman Nasional. Tim Humas didampingi Tim Resort PTN Cibodas memperkenalkan kondisi TNGGP secara umum serta menyampaikan 3 (tiga) satwa prioritas yang ada di TNGGP yaitu Owa Jawa (Hylobates moloch), Elang Jawa (Nisaetus bartelsi), dan Macan Tutul (Panthera pardus melas). Tim juga menjelaskan dengan luas 24 ha, TNGGP memiliki keanekaragaman hayati yang cukup tinggi, meliputi lebih dari 1000 spesies fauna, dan lebih dari 2000 spesies flora. Sumber : Sisca Widiya A - Penyuluh Kehutanan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Dok : Tim IPB University dan Tim Humas BBTNGGP
Baca Artikel

Bentuk Cinta Untuk Populasi Kakatua Kecil Jambu Kuning di TN Komodo

Labuan Bajo, Balai Taman Nasional Komodo, 17 Mei 2022. Balai Taman Nasional Komodo menyelenggarakan monitoring kakatua kecil jambul kuning di Loh Sebita dan Loh Baes Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Balai Taman Nasional Komodo pada tanggal 9 – 15 Mei 2022. Monitoring kakatua kecil jambul kuning merupakan salah satu bentuk upaya pengawetan keanekaragaman hayati yang ada di dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Monitoring ini sudah dilaksanakan sebanyak 10 kali setiap tahunnya pada lokasi pemantauan permanen yang telah ditetapkan sebelumnya dengan dikoordinir oleh petugas resort dan pejabat fungsional Pengendali Ekosistem Hutan serta Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Komodo. Loh Sebita dan Loh Baes merupakan salah satu lembah luas yang memiliki populasi kakatua kecil jambul kuning terbesar di dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Kelimpahan populasi di kedua lembah ini disebabkan oleh ketersediaan pakan dan habitat mangrove yang mumpuni yang dapat dimanfaatkan oleh kakatua kecil jambul kuning. Berdasarkan hasil pengamatan pada tiga lokasi pengamatan diketahui terdapat + 157 individu pada lembah Loh Sebita dan + 38 individu pada teluk Loh Baes, sementara data tahun 2020 dan 2021 di lembah Loh Sebita adalah + 201 individu dan + 199 individu sedangkan dugaan populasi di Loh Baes pada tahun 2020 dan 2021 berturut-turut adalah + 25 individu dan + 18 individu. Jika dibandingkan, maka populasi kakatua kecil jambul kuning pada lembah Loh Sebita mengalami sedikit penurunan, sementara Loh Baes mengalami sedikit peningkatan. Meskipun demikian, baik di lembah Loh Sebita dan Loh Baes, tren populasi kakatua kecil jambul kuning masih dalam rentang/kondisi stabil. Kakatua kecil jambul kuning memakan daun/pucuk tumbuhan yang masih muda. Beberapa jenis pohon/tumbuhan pakan yang berhasil diidentifikasi oleh tim monitoring antara lain: Gebang (Corypha utan), Bakau (Rhizopora sp.; Xilocarpus sp.), Asam (Tamarindus indica), Kelumpang (Sterculia oblongata), Nitak (Sterculia foetida), Bidara (Ziziphus jujuba), Kesambi (Schleichera oleosa), Srikaya (Annona squamosa), Reket, dan Pampa. Jagawana Balai Taman Nasional Komodo berharap dengan dilakukannya monitoring ini, informasi dugaan populasi kakatua kecil jambul kuning dapat diketahui secara berkelanjutan. Informasi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan interpretasi dan edukasi bagi para pelajar dan wisatawan yang datang ke kawasan Taman Nasional Komodo. Dengan efektifnya kegiatan pengelolaan di dalam kawasan, maka populasi biawak komodo dan habitatnya terjaga. Dengan terjaganya populasi biawak komodo dan habitatnya, maka populasi kakatua kecil jambul kuning juga turut terjaga. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Mahir - Ande Kefi, S.ST. (+6282242707977) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6282145675612)
Baca Artikel

Melihat Perkembangan Bantuan Sapi di KTH Tunas Baru Desa Buantan Besar

Pekanbaru, 19 Mei 2022 - Monitoring pengembangan bantuan yang telah diberikan dalam kegiatan pengembangan ekonomi produktif rutin dilakukan Balai Besar KSDA Riau. Kali ini, Kamis (12/5) monitoring dilakukan Plt. Kepala Seksi Konservasi Wilayah IV, Gunawan beserta staf Resort Siak pada kelompok tani hutan (KTH) Tunas Baru Desa Buantan Besar, Kab. Siak. Pemberian bantuan telah berjalan sejak tahun 2021 dan setiap pertiga bulannya dilakukan monitoring. Bantuan yang diberikan sesuai pengajuan proposal kelompok berupa penggemukan sapi sebanyak 4 ekor dengan 2 jantan dan 2 betina. Namun 2 ekor sapi bantuan mengalami penyakit akibat terkena cacing parasit atau disebut Paramphistomum Sp. yang ditemukan di lambung sapi, sehingga kelompok mengambil inisiatif untuk memotong dan menjual dagingnya untuk membeli bibit baru. Kehilangan dua sapi, ternyata dari sapi yang tersisa, sang betina melahirkan satu ekor anak sapi sehingga menambah jumlah sapi menjadi 3 ekor. Setelah dilakukan vaksin, anak sapi kondisinya menjadi kurang sehat di bagian pencernaannya, sehingga Tim berkoordinasi dengan kepala Dinas Peternakan untuk dilakukan pengecekan kesehatan sapi pada kelompok tersebut. Tim menyarankan agar ke depannya lebih teliti lagi dalam memilih bibit sapi sehingga bantuan ini dapat berkelanjutan serta memberikan manfaat peningkatan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan Suaka Margasatwa (SM) Giam Siak Kecil. Monitoring akan terus dilakukan setiap 3 bulannya dan masyarakat diharap untuk selalu melaporkan perkembangan terbaru di grup WhatsApp yang telah di bentuk. [Teks : DI, Foto : Humas BBKSDARIAU | 052022] Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Terus Menggali Potensi Budidaya Madu Kelulut KTH Tuah Berseri

Pekanbaru, 19 Mei 2022 - Seksi Konservasi Wilayah IV, Resort Siak Balai Besar KSDA Riau (BBKSDA Riau) melakukan monitoring bantuan ekonomi produktif di desa sekitar kawasan Suaka Margasatwa (SM) Giam Siak Kecil, Kamis (12/5), tepatnya di kelompok tani hutan (KTH) Tuah Berseri, Desa Tuah Indrapura di Desa Tuah Indrapura, Kec. Bunga Raya, Kab. Siak. Sebagai salah satu desa yang berbatasan dengan kawasan konservasi, Tuah Indrapura menjadi desa binaan Balai Besar KSDA Riau, dimana kelompok ini mengajukan proposal berupa Budidaya Madu kelulut (jenis trigona). Monitoringpun dilakukan setiap 3 bulannya dengan mengecek pengembangan usaha kelompok madu kelulut KTH Tuah Berseri. Dari keterangan ketua kelompok, lebah belum optimal dalam produksi madu, dimana perkembangan kantung madu dan kantung pollen masih sangat kurang sehingga belum dapat banyak menghasilkan madu. Kelompok masih mempelajari penyebab permasalahan tersebut dan menimba ilmu ke peternak madu kelulut mahir sehingga hasil madu dapat optimal. Tim menyarankan kepada kelompok agar dapat membuat laporan perkembangan setiap bulannya dan menyampaikan kendala untuk dapat dicari solusinya. [Teks : DI, Foto : Humas BBKSDARIAU | 052022] Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Ditegur Dua Kali, Medan Zoo Berbenah

Medan, 19 Mei 2022. Perusahaan Daerah (PD) Pembangunan Kota Medan merupakan salah satu lembaga konservasi yang berada di Sumatera Utara dengan nama brand Medan Zoo, dan mendapat ijin lembaga konservasi sebagai Taman Satwa sesuai SK. Menhut No. 124/Menhut-II/2010 tanggal 18 Maret 2010. Dalam pengelolaannya selama ini Medan Zoo sering mendapat sorotan dari pemerhati satwa liar karena pengelolaannya tidak memenuhi unsur animal welfare yang ditandai dengan adanya kandang sempit dan kotor, diduga ada satwa-satwa yang kelaparan, banyaknya kematian satwa, tidak adanya pengayaan kandang, dan lain-lain. Untuk itu Balai Besar KSDA Sumatera Utara telah memberikan teguran sebanyak 2 kali agar pengelolaan Medan Zoo sesuai peraturan dan animal welfare. Selanjutnya hasil diskusi Balai Besar KSDA Sumut bersama dengan Direksi Medan Zoo disepakati perlu dilakukan pembenahan menyeluruh, meliputi administrasi, sarana prasarana, sumber daya manusia (SDM), serta animal welfare. Untuk merealisasikan pembenahan tersebut, sangat diperlukan adanya investor yang dijalin Kerja Sama Operasi (KSO). Tindak lanjut dari diskusi dan masukan-masukan yang diberikan oleh Balai Besar KSDA Sumatera Utara, pihak Pemko Medan melalui Walikota Bobby Nasution dan pengelola Medan Zoo kemudian mengundang RAN Entertainment yang dipimpin Raffi Ahmad yang nantinya akan bertindak sebagai investor di Medan Zoo melalui mekanisme KSO, pada Selasa 17 Mei 2022. RAN Entertainment secara bertahap akan melakukan peremajaan kandang-kandang satwa, melakukan pengayaan isi kandang, melaksanakan animal welfare, penambahan koleksi satwa liar, pengembangan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) sebagai icon Medan Zoo karena keberhasilan dalam pengembangbiakkan satwa ini, yang ditargetkan akan selesai dalam waktu 2 tahun. Selain itu, direncanakan pula akan berkolaborasi dengan salah satu kebun binatang di Jepang dengan mekanisme sister zoo sesuai peraturan yang berlaku. Plt. Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Ir. Irzal Azhar, M.Si., disela-sela peninjauan bersama Walikota Medan, Bobby Nasution dan Raffi Ahmad, mengharapkan kedepannya pengelolaan Medan Zoo akan semakin baik, tidak ada satwa yang terlantar lagi, jumlah kematian satwa akan semakin berkurang, meningkatnya pengunjung, dan pada akhirnya akan memenuhi fungsi sebagai lembaga konservasi untuk tujuan konservasi, pendidikan sekaligus untuk berekreasi. Sumber : Evansus Renandi Manalu - Analis Data Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

BBKSDA Riau Bersama Mitra Pantau Pergerakan Satwa Gajah

Pekanbaru, 18 Mei 2022 - Mitigasi konflik satwa liar gajah sumatera terus dilakukan Tim Balai Besar KSDA Riau. Seperti yang terjadi pada Rabu, 11 Mei 2022 di Desa Teluk Sungkai, Kec. Kuala Cenaku, Kab. Inhu, kemudian pada Jum'at dan Sabtu, 13 s/d 14 Mei 2022 di Desa Rawa Asri dan Senin, 16 Mei 2022 di Desa Rawa Asri dan Desa Rawa Sekip, Kec. Kuala Cenaku, Kab. Inhu. Tim Resort Kerumutan Selatan bersama Staf Kesbang Pol Kab. Inhu, petugas Satpol PP Kec. Kuala Cenaku, Bhabinkamtibmas Desa Rawa Asri, Kadus Desa Teluk Sungkai, serta Sekdes Rawa Asri melakukan koordinasi untuk penjagaan, pemantauan pergerakan dan pengecekan gajah sumatera. Banyak keluhan masyarakat terkait keberadaan satwa yang telah +/- 1,5 bulan bertahan di lokasi Sei Jari-jari dan Sei Batang Cenaku sehingga tanaman yang berada di kebun masyarakat sekitarnya habis dimakan. Pengecekan juga dilakukan pada tanaman masyarakat yang dirusak dan dimakan satwa gajah sumatera, karena ditemukan sisa makanan berupa pohon sawit, pohon pisang dan singkong yang dimakan satwa. Penyusuran di pinggiran sungai Batang Cenaku dan sungai Jari-jari juga dilakukan dengan menggunakan dua perahu motor untuk memantau pergerakan dan mencari keberadaan satwa tersebut, namun nihil. Tim hanya menemukan jejak-jejak dan kotoran satwa di pinggiran pantai Sei batang Cenaku dan Sei Jari-jari. Menurut keterangan masyarakat, hampir setiap sore satwa gajah turun mandi di sungai Batang Cenaku yang merupakan habitat buaya muara. Untuk mengetahui kondisi lapangan yang akurat harus menggunakan drone karena lokasi keberadaan satwa masih berlumpur dan dipenuhi oleh semak belukar serta kebun sawit masyarakat yang sudah menjadi hutan belukar, sehingga sulit bagi Tim untuk melakukan pemantauan dengan berjalan kaki masuk ke dalam lokasi tersebut. Tim Balai Besar KSDA Riau akan segera merelokasi gajah tersebut ke habitatnya yang jauh dari pemukiman penduduk. [Teks : DI, Foto : Humas BBKSDARIAU | 052022] Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Kick off dan Prototyping Modul Sustainable Tourism Development

Labuan Bajo, Balai Taman Nasional Komodo, 13 Mei 2022. Balai Taman Nasional Komodo mengikuti rangkaian Bimbingan Teknis Sustainable Tourism Development 2022 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Hotel Bintang Flores Labuan Bajo selama dua hari mulai tanggal 12 – 13 Mei 2022. Bimbingan teknis yang diselenggarakan secara hybrid ini diinisiasi Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf/Baparekraf yang diikuti hampir 400 individu dari berbagai aparatur sipil negara lingkup kementerian dan lembaga negara lainnya serta lingkup organisasi perangkat daerah, akademisi, pelaku usaha wisata, pengelola destinasi wisata, dan pelajar dari berbagai latar belakang pendidikan dan lokus yang berbeda di Indonesia. ‘Kick off dan Prototyping Modul Sustainable Tourism Development’ menjadi tema Bimbingan Teknis Sustainable Tourism Development 2022 dengan 11 modul teknis yang disampaikan sebagai materi utama, diantaranya: (1) Pengelolaan Rantai Pasok, (2) Carrying Capacity, Limit of Acceptable Change, dan Environmental Impact Assessment, (3) Pengukuran dan Penanganan Manajemen Risiko Terhadap Pengelolaan Kapal Wisata, (4) Perencanaan dan Desain Sepadan Pantai, Bangunan, dan Tata Ruang, (5) Visitor Management, (6) Sumber Daya Manusia Setempat dan UMKM: Professional, Unggul, dan Berjiwa Wirausaha, (7) Water Management, (8) Hospitality and Service Management: Layanan Profesional dan Teknik Komunikasi, (9) Pengelolaan Regenerative Tourism & Penerapan Ekonomi Sirkular Pariwisata: Sampah, Limbah, dan Inisiatif Carbon Footprint Calculation & Offsetting, (10) Promosi dan Pemasaran Digital yang Bertanggungjawab, dan (11) Pengembangan Wisata Kuliner/Gastronomy Lokal/Sustainable Gastronomy. Kesebelas modul teknis tersebut dibawakan oleh narasumber diantaranya David Makes (CEO Sustainable Management Group), Prof Jatna Supriatna, M.Sc., Ph.D. (Guru Besar Fakulas MIPA Universitas Indonesia; Co-Chair United Nations Sustainable Development Solution Network for Indonesia), Prof. Dr. Ir. Winda Mercedes Mingkid, M.Mar.Sc. (Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi), Prof. M. Baiquni (Guru Besar Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada), Dr. Frans Teguh, M.A. (Plt. Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan), Prof. Dr. Diena M. Lemy, A.Par., M.M., CHE. (Guru Besar Fakultas Pariwisata Universitas Pelita Harapan), Akhmad Saufi, S.E., M.Bus., Ph.D. (Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram), dan Dr. Amelda Pramezwary, A.Par., M.M. (Kepala Prodi Manajemen Perhotelan Universitas Pelita Harapan). Bimbingan teknis ini sangat komprehensif dan rangkaiannya dipandu oleh Muhammad Ikbal Putera,S.Hut., M.S. (Duta Wisata Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2015) dan juga seorang moderator dari Sekretariat Indonesia Tourism Council (ISTC): Anastasia Manuella, S.H., M.ISTM. Kepala Balai Taman Nasional Komodo menugaskan Urbanus Sius (Kepala SPTN Wilayah III), Naoma Yunita Banamtuan (Polisi Kehutanan Mahir), Maria Rosdalima Panggur (Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama), dan Yovi Septia (Penyuluh Kehutanan Ahli Pertama) untuk mengikuti rangkaian bimbingan teknis. Dalam beberapa kesempatan, perwakilan Balai Taman Nasional Komodo turut menyampaikan gagasan dan pertanyaan kepada para narasumber terkait dengan kondisi terkini pengelolaan Taman Nasional Komodo. Beberapa topik yang menjadi perhatian utama adalah implementasi Tourism Carrying Capacity dan permasalahan pengelolaan sampah di dalam dan sekitar kawasan Taman Nasional Komodo. Para peserta diminta untuk membuat komitmen dan rencana aksi pembangunan/pengembangan destinasi pariwisata berkelanjutan di Labuan Bajo pada hari kedua pelatihan. Peserta luring kemudian dibagi ke dalam dua kelompok besar dan mengambil topik perhatian utama untuk didiskusikan lebih lanjut. Hasil sementara komitmen dan rencana aksi tersebut kemudian mendapatkan umpan balik dari Dr. Frans Teguh, M.A. dan Prof. Dr. Diena M. Lemy, A. Par., M.M., CHE. untuk kembali disempurnakan. Masih banyak bidang terkait dengan pariwisata berkelanjutan di dalam kawasan Taman Nasional Komodo yang perlu disempurnakan. Urbanus Sius dan pelaksana tugas lainnya merasa bahwa informasi dari setiap modul teknis yang diberikan sangat bermanfaat bagi pengelolaan kawasan Taman Nasional Komodo dan memicu lahirnya gagasan-gagasan baru yang dapat diimplementasikan ke depannya. Adapun materi pelatihan dapat diunduh melalui tautan berikut: Hari Ke-1 https://motce.id/bimtekstdev-h1 dan Hari Ke-2 https://motce.id/bimtekstdev-h2. Acara ini ditutup dengan penyerahan sertifikat secara simbolis oleh Sekretaris Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan (Adella Raung, S.E.) yang diberikan kepada peserta paling aktif dimana salah satu diantaranya adalah Urbanus Sius (Kepala SPTN Wilayah III Balai Taman Nasional Komodo). Bimbingan Teknis Sustainable Tourism Development 2022 ini tidak cukup panjang untuk membekali para pengelola destinasi wisata alam di Labuan Bajo. Balai Taman Nasional Komodo berharap agar kedepannya dapat juga diselenggarakan kegiatan Training of Trainers (ToT) guna membahas lebih dalam setiap modul teknis memadukannya dengan berbagai pengalaman lapangan. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S. (+6281310300678) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo (+6282145675612)
Baca Artikel

Uji Coba Penggunaan Drone Dalam Mendukung Pengelolaan Kawasan Konservasi

Batam, Mei 2022. Penggunaan drone saat ini mendukung pengelolaan data dan informasi kelola kawasan konservasi, Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi (RenKK) mengambil kesempatan tersebut untuk melaksanakan kegiatan penyusunan data spasial potensi dan permasalahan kawasan Taman Buru Pulau Rempang di Batam, Kepulauan Riau. Kegiatan yang dilakukan pada tanggal 1 s.d 4 Maret 2022 berhasil mengumpulkan informasi dan data penggunaan drone yang mendukung pengelolaan kawasan konservasi dengan diskusi permasalahan penggunaan drone serta melakukan uji coba penggunaan drone. Tahap awal kegiatan dilakukan Tim Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi dengan persiapan dan perencanaan serta berdiskusi dengan Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Batam Balai Besar KSDA Riau untuk menyusun mission plan menggunakan Drone Deploy (www.dronedeploy.com). Tim Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi melakukan uji coba penggunaan drone didampingi pilot drone dari personil Polisi Kehutanan Seksi Konservasi Wilayah Batam Balai Besar KSDA Riau. Uji coba penerbangan drone dilaksanakan dengan beberapa kali penerbangan, beberapa ketinggian dan coverage, juga pengambilan foto drone. Dari hasil pengambilan foto drone, 86 image berhasil dikumpulkan yang selanjutnya diolah menggunakan Agisoft Metashape. Direktorat RenKK juga berkoordinasi dengan Pangkalan TNI Angkatan Udara Hang Nadim atau (Bandar Udara Hang Nadim) dan diperoleh data sekunder berupa data foto drone seluas 17 hectare dengan menggunakan MAVIC 2 PRO di Taman Buru Pulau Rempang, sehingga dapat menjadi bahan perbandingan dan diskusi lebih lanjut. Sumber : Mugiharto HP - PEH Muda dan Budi Susetya -PEH Pertama Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Meninjau Lokasi Abrasi Terindikasi Tumpang Tindih Lahan

Bengkulu, April 2022. Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi (RenKK) melakukan peninjauan lapangan ke lokasi abrasi yang terindikasi tumpang tindih lahan antara Hak Pengelolaan (HPL) PT. Pelindo (Persero) Regional 2 Bengkulu dan Taman Wisata Alam (TWA) Pantai Panjang Pulau Baai (12/4). Melalui peninjauan ini diharapkan menghasilkan solusi dalam penanganan permasalahan kawasan di TWA Pantai Panjang Pulau Baai. Sebelumnya, rapat pembahasan digelar di kantor Balai KSDA Bengkulu sebagai tindak lanjut penanganan permasalahan abrasi di areal tumpang tindih lahan antara Hak Pengelolaan (HPL) PT. Pelabuhan Indonesia (PT. Pelindo) (Persero) Regional 2 Bengkulu dengan TWA Pantai Panjang Pulau Baai, BKSDA Bengkulu. Lokasi abrasi yang terindikasi tumpang tindih lahan merupakan lokasi yang direncanakan untuk ditimbun karena merupakan perairan, ternyata dulunya adalah daratan dan berada di sekitar dermaga sandar kapal minyak Pertamina. Pipa minyak Pertamina yang berada di lokasi yang ditinjau juga terlihat di permukaan pasir. Peninjauan ini diikuti oleh perwakilan Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi, Direktorat Bina Pengelolaan dan Pemulihan Ekosistem, Balai KSDA Bengkulu, Kanwil BPN Prov. Bengkulu, Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu, PT. Pelindo Regional 2 Bengkulu, KSOP Pulau Baai dan Wakil Ketua 11 DPRD Provinsi Bengkulu. Hasil peninjauan lokasi kemudian dilanjutkan dengan rapat pembahasan yang dipimpin oleh Kepala Balai KSDA Bengkulu dan dihadiri Kepala Sub Direktorat lnventarisasi dan Pemolaan Kawasan Konservasi Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi, Kepala Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Sumatera, Kepala Bidang Pelayaran Dinas Perhubungan Provinsi Bengkulu, General Manager PT. Pelindo (Persero) Regional 2 Bengkulu, Kepala Syahbandar Otoritas Pelabuhan Pulau Baai di Bengkulu, Kepala Bidang Survei dan Pemetaan Kanwil BPN Provinsi Bengkulu, Perwakilan Balai KSDA Bengkulu, Perwakilan Balai Pemantapan Kawasan Hutan Wilayah XX Bandar Lampung, Perwakilan Kantor Badan Pertanahan Nasional Kota Bengkulu, Perwakilan dari Direktorat Pengelolaan Kawasan Konservasi, Perwakilan dari Direktorat Bina Pengelolaan Ekosistem Esensi, dan Staf Subdit lnventarisasi dan Pemolaan Kawasan Konservasi Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi. Sumber : Mugiharto HP - PEH Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Lima Rekomendasi Revisi Peraturan Penataan Zona Blok

Bogor, 28 April 2022. Revisi Peraturan Menteri LHK Nomor P.76/Menlhk-Setjen/2015 tentang Pemanfaatan Jasa Lingkungan digelar secara hybrid di kantor Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) dan virtual meeting pada tanggal 7 April 2022 silam. Rapat yang dibuka Kepala Subdit IPKK Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi juga dihadiri Kepala Balai TNGC, Kepala Subdit PJLWA, Perwakilan Sekditjen KSDAE, Perwakilan Direktorat PJLKK, Perwakilan Direktorat KKH, Perwakilan Direktorat PKK, Perwakilan BPPE, Pejabat Fungsional Direktorat RKK, dan Pejabat Fungsional Balai TNGC. Gelaran rapat kali ini membahas permasalahan pada Peraturan Menteri LHK Nomor P.76/MenLHK–Setjen/2015 dan diskusi terkait pemafaatan jasa lingkungan di zona/blok pengelolaan kawasan konservasi. Sempat dibahas pula permasalahan Penetapan Wilayah Kerja Panas Bumi yang dikeluarkan Kementerian ESDM, yang tersebar luas di kawasan konservasi selain pada zona/blok pemanfaatan, sedangkan berdasarkan Peraturan Menteri LHK Nomor P.76/MenLHK–Setjen/2015 harus berada di zona/blok pemanfaatan. Penetapan wilayah kerja panas bumi atau daerah prospek Kementerian ESDM seharusnya selalu berkoordinasi dengan pemangku kepentingan daerah atau dengan Kementerian LHK, sehingga akan menjadi bahan pertimbangan pada saat penyusunan zona/blok. Berdasarkan aturan perundang - undangan yang ada, dalam konteks ekplorasi dan eksploitasi hanya boleh dilakukan di zona/blok pemanfaatan, sehingga ketika rencana ekplorasi dan eksploitasi tidak sesuai pada zona blok pemanfaatan harus dilakukan perubahan sesuai aturan. Beberapa daerah yang mempunyai prospek panas bumi dari Kementerian ESDM menjadi bahan pertimbangan untuk dijadikan ruang pemanfaatan melalui proses revisi zona/blok dan dimatchingkan juga dengan data inventarisasi data potensi kehati kawasan tersebut Saat ini sedang disusun draft Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Tematik terkait pemanfaatan jasa lingkungan yang mengacu kepada PermenLHK N0 4 Tahun 2019 tentang Pemanfaatan Jasa Lingkungan Panas Bumi. Berdasarkan Peraturan Menteri LHK Nomor 3 tahun 2021 tentang Standar Kegiatan Usaha pada Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Resiko Sektor Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pemanfaatan air dan wisata alam di kawasan konservasi telah diatur dan perlu menjadi pertimbangan dalam revisi Peraturan Menteri LHK Nomor P.76/MenLHK–Setjen/2015. Berikut beberapa hasil rekomendasinya : Sumber : Mugiharto HP, S.Hut, M.Si - PEH MUDA, Ety Ambarwati, S.Hut. - PEH MUDA, Taufik Syamsudin, S.Hut. - PEH PERTAMA (Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi)
Baca Artikel

Sebelas Arahan Khusus Perencanaan Kawasan Konservasi

Bogor, 27 April 2022. Beberapa Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi (RKK) yang ingin dicapai, perlu dilakukan dengan upaya pencapaian output/IKK melalui tahapan-tahapan kegiatan. IKK tersebut antara lain (1) Luas kawasan hutan yang diinventarisasi dan diverifikasi dengan nilai keanekaragaman tinggi (27 Juta Hektar); (2) Jumlah unit kawasan konservasi yang dilakukan pemolaan, penataan dan perencanaan (150 Unit KK); (3) Jumlah kerja sama penguatan fungsi dan pembangunan strategis pada kawasan konservasi (100 PKS). Untuk optimalisasi pencapaian IKK tersebut, Direktorat RKK menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tematik guna menjaring informasi dan menyamakan persepsi perencanaan kawasan konservasi pada tangga 17 Maret 2022 silam secara hybrid, dimana pengisi acara dan panitia hadir secara luring di Sahira Butik Hotel Pakuan dan peserta hadir secara daring melalui aplikasi Zoom Meeting. Rapat Koordinasi ini juga menjadi ruang komunikasi antara pusat dengan UPT dalam menyampaikan strategi, target kinerja, dan aspek teknis lainnya. Adapun yang dibahas antara lain (1) Komponen dan strategi dalam pencapaian target; (2) NSPK; (3) Metode pengukuran kinerja; (4) Pengelolaan data dukung capaian kinerja; (5) Target per UPT; dan (6) Dukungan anggaran. Output dari rakor tematik ini menghasilkan rumusan berupa arahan khusus yang diberikan kepada UPT sebagai strategi pencapaian IKK. Rumusan tersebut disusun Tim Perumus dengan anggota Kepala Balai KSDA Sumatera Barat, Kepala Balai TN Gunung Halimun Salak, Kepala Balai TN Gunung Rinjang, Kasubdit Inventarisasi dan Pemolaan Kawasan Konservasi, Kasubdit Penguatan Fungsi dan Pembangunan Strategis Kawasan Konservasi, serta PEH Madya lingkup Direktorat RKK. Arahan khusus tersebut yaitu : Hasil rumusan semoga selaras dengan tujuan bersama dalam kegiatan perencanaan kawasan konservasi untuk tersedianya bahan masukan volume dan lokasi target IKK/Rincian Output (RO) tahun 2023 dan tersedianya arahan strategi pencapaian IKK. Sumber : Mugiharto HP - PEH Muda Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Dukungan Kemitraan Konservasi Untuk Masyarakat Sekitar TN GGP

Bogor, 28 April 2022. Menjelang mudik lebaran, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 2 (dua) Kelompok Tani Hutan (KTH) di Wilayah Bogor yaitu KTH Ciaul Maju Bersama dan KTH Putra Batong Pangrango pada Kamis (28/4/22) di Kantor Bidang PTN Wilayah III Bogor. Kedua KTH ini kelompok masyarakat lokal yang berasal dan berdomisili di sekitar kawasan hutan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Penandatanganan PKS ini guna penguatan tata kelola kawasan dan dukungan terhadap perlindungan, pengawetan serta pemanfaatan secara lestari keanekaragaman hayati TNGGP melalui pemberian akses pemungutan hasil hutan bukan kayu dan budidaya pada zona tradisional TNGGP, juga dapat meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar. KTH Ciaul Maju Bersama dibentuk dan ditetapkan sebagai Kelompok Tani Hutan (KTH) berdasarkan Keputusan Kepala Desa Cibedug Nomor: 141/07/03/KPTS/2016 tanggal 7 Maret 2016 Tentang Pengukuhan Kelompok Tani Ciaul Maju Bersama, Desa Cibedug, Kecamatan Ciawi, Kabupaten Bogor. Sedangkan KTH Putra Batong Pangrango dibentuk dan ditetapkan sebagai Kelompok Tani Hutan (KTH) berdasarkan Keputusan Kepala Desa Tangkil Nomor: 16 Tahun 2021 Tentang Penetapan Kelompok Tani Hutan (KTH) Putra Batong Pangrango Desa Tangkil Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor. KTH Ciaul Maju Bersama, melalui surat nomor : 04/CMB/XII/2021 tanggal 31 Desember 2021 telah menyampaikan usulan kemitraan konservasi pada Blok Cinakimun Resort PTN Tapos Seksi PTN Wilayah VI Tapos, Bidang PTN Wilayah III Bogor kepada Kepala BBTNGGP. Kemudian menyusul, pada tanggal 11 Januari 2022 KTH Putra Batong Pangrango melalui surat nomor : 001/ O/ /KTH/2022 juga telah menyampaikan usulan kemitraan konservasi pada Zona Tradisional Blok Citaman, Resort PTN Cimande, Seksi PTN Wilayah V Bodogol Bidang PTN Wilayah III Bogor, kepada Kepala BBTNGGP. Bidang PTN Wilayah III Bogor telah melakukan penilaian/verifikasi terhadap permohonan KTH Ciaul Maju Bersama sesuai Nota Dinas Kepala Bidang PTN Wilayah III Bogor Nomor: ND. 33/BBTNGGP/Wil.3/1/2022 tanggal 17 Januari 2022 dan terhadap permohonan KTH Putra Batong Pangrango sesuai Nota Dinas Kepala Bidang PTN Wilayah III Bogor Nomor: ND. 69/BBTNGGP/Wil.3/1/2022 tanggal 4 Februari 2022. Selain itu, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Dan Ekosistem juga telah memberikan persetujuan dan arahan kemitraan konservasi dalam rangka pemberdayaan masyarakat melalui Pemberian Akses Berupa Pemungutan Hasil Hutan Bukan Kayu Dan Budidaya kepada KTH Ciaul Maju Bersama pada Blok Cinakimun Resort PTN Tapos Seksi PTN Wilayah VI Tapos, Bidang PTN Wilayah III Bogor BBTNGGP Melalui Surat Nomor : S.456/KSDAE/PKK/K.SET.I/4/2022 tanggal 21 April 2022. Serta kepada KTH Putra Batong Pangrango pada Zona Tradisional Blok Citaman, Resort PTN Cimande, Seksi PTN Wilayah V Bodogol Bidang PTN Wilayah III Bogor BBTNGGP melalui Surat Nomor : S.456/KSDAE/PKK/K.SET.I/4/2022 tanggal 21 April 2022. Sumber : Sisca Widiya Afiyanti – Penyuluh Kehutanan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Dok : Wanna Gustadipura
Baca Artikel

Komitmen Untuk PeningkatanPerlindungan Wisata Alam di TNGGP

Cibodas, 27 April 2022. Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) bersama PT. Asuransi Jiwa Syariah Amanahjiwa Giri Artha menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait Jasa Asuransi Pengunjung Wisata dan Pengembangan Wisata Alam di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Penandatanganan yang dilakukan di kantor BBTNGGP bertujuan untuk meningkatkan pelayanan, keselamatan dan perlindungan Asuransi Jiwa bagi Petugas dan Pengunjung Wisata serta melakukan pengembangan wisata alam di TNGGP. PT. Asuransi Jiwa Syariah Amanahjiwa Giri Artha merupakan lembaga di bidang asuransi jiwa dengan prinsip syariah yang mengikuti bidding (lelang) atau beauty contest yang diselenggarakan oleh Panitia Pemilihan Penyedia Jasa Asuransi Pengunjung Wisata Alam di TNGGP pada tanggal 30 Desember 2021. Pemenang bidding (lelang) diumumkan melalui laman www.gedepangrango.org dan http://ksdae.menlhk.go.id/info/10103/pemilihan-penyelenggara-asuransi-jiwa-pengunjung.html, yaitu PT. Asuransi Jiwa Syariah Amanahjiwa Giri Artha yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Kepala BBTNGGP Nomor: : SK. 527/BBTNGGP/TU.1/12/2021 tentang Penetapan Pemenang Beauty Contes, Pemilihan Mitra Kerjasama Jasa Asuransi Pengunjung Wisata Alam Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Melalui kerja sama ini PT. Asuransi Jiwa Syariah Amanahjiwa Giri Artha berkomitmen untuk dapat memfasilitasi kepentingan Asuransi Jiwa bagi pengunjung Taman Nasional Gunung Gede Pangrango secara profesional dalam bidangnya. Sumber : Sisca Widiya A - Penyuluh Kehutanan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Dok : Wanna Gustadipura
Baca Artikel

Situgunung Berbagi

Situgunung, 24 April 2022 – Bulan Ramadhan merupakan bulan penuh keberkahan, hal ini dirasakan juga khususnya oleh warga Desa Gede Pangrango, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. Sebanyak 150 anak yatim dan lansia mendapatkan santunan berupa uang tunai pada acara yang diadakan di Pusat Informasi atau Tourist Information Center (TIC) Situgunung, Resort Pengelolaan Taman Nasional (PTN) PTN Situgunung, Bidang PTN Wilayah II Sukabumi, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP). Kegiatan amal ini merupakan bentuk kepedulian mitra BBTNGGP, dalam hal ini PT. Fonis Aquam Vivam (PT. FAV), kepada masyarakat yang berada di sekitar wilayah Resort PTN Situgunung. Pada kesempatan ini, perwakilan PT. FAV menyampaikan bahwa ini bentuk kepedulian PT. FAV kepada masyarakat yang berada di sekitar areal usaha PT. FAV. Fokus pemberian santunan kali ini adalah kepada anak yatim dan para lansia. Plt. Kepala Bidang PTN Wilayah II Sukabumi – TNGGP yang diwakili oleh Kepala Resort PTN Situgunung juga menyampaikan apresiasi kepada mitra sebagai donatur kegiatan amal ini. “Kami sangat mengapresiasi mitra yang telah menginisiasi kegiatan amal ini khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan di sekitar wilayah kerja Resort PTN Situgunung. Kiranya acara ini dapat menjadi acara rutin yang dapat dilaksanakan setiap tahunya” kata Kepala Resort PTN Situgunung. Kegiatan amal yang difasilitasi oleh Resort PTN Situgunung ini dihadiri perwakilan dari PT. FAV, jajaran Muspika Kecamatan Kadudampit, Camat Kadudampit yang diwakili oleh Sekretaris Camat Kadudampit, Kapolsek Kadudampit, serta Danramil Cisaat. Selain untuk menjalin silaturahmi, momen ini juga dimanfaatkan untuk memberikan himbauan khususnya kepada masyarakat sekitar Resort PTN Situgunung agar tetap menjaga lingkungan dan dapat bersama-sama membangun konservasi. Semoga kegiatan ini dapat menjadi keberkahan bagi donatur dan juga para undangan yang hadir pada acara ini, serta dapat lebih mempererat tali siraturahmi antara petugas, mitra, dan juga masyarakat sekitar Resort PTN Situgunung. Alam terjaga, Masyarakat sejahtera. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Penulis : Ika Novianti, A.Md – PEH Terampil Dokumentasi : Resort PTN Situgunung
Baca Artikel

Balai TN Tesso Nilo Kawal dan Bantu Masyarakat Usaha Pelestarian Kawasan

Pelalawan, 26 April 2022. Kantor Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) dikunjungi masyarakat sekitar kawasan TNTN, Selasa (26/4). Kunjungan ini diterima dan disambut langsung oleh Kepala Balai TN Tesso Nilo Bapak Heru Sutmantoro, S.Hut, M.M Dalam kunjungan ini masyarakat berdiskusi terkait pengelolaan kawasan konservasi, khususnya kawasan Taman Nasional Tesso Nilo Kepala Balai memberikan apresiasi terhadap kunjungan ini dan Balai TNTN siap menerima diskusi dan pelaporan masyarakat yang mau membantu dan mengawal usaha pelestarian kawasan Taman Nasional Tesso Nilo. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Jelang Libur Lebaran, Balai TN Tesso Nilo Siap Tingkatkan Pelayanan & Kewaspadaan

Lubuk Kembang Bunga, 25 April 2022 – Guna memantapkan kesiapan menghadapi cuti bersama lebaran Idul Fitri Tahun 2022, Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) Bapak Heru Sutmantoro, S.Hut, M.M, melakukan pengecekan dan pendampingan petugas di Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) wilayah I Lubuk Kembang Bunga (LKB). Dalam kunjungannya, Kepala Balai mengumpulkan semua petugas SPTN Wilayah I LKB untuk memberikan pengarahan secara langsung. Pendampingan diikuti oleh Polhut, Brigdalkarhut, dan Flying Squad Team TN Tesso Nilo. Kepala Balai mengingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas ilegal kawasan seperti perambahan, ilegal logging, kebakaran dan perburuan satwa liar. Selain itu, Kepala Balai juga menekankan kepada petugas untuk lebih memperhatikan aktivitas pengunjung wisata alam di Flying Squad TN Tesso Nilo, dimana telah dilakukan reaktivasi ekowisata sejak 16 April 2022 silam. “Protokol kesehatan harus tetap diterapkan dan menjaga keamanan, keselamatan dan kenyamanan pengunjung”, tutup Kepala Balai. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo

Menampilkan 1.985–2.000 dari 2.606 publikasi