Rabu, 27 Mei 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Workshop Penguatan Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan di TN Taka Bonerate

Benteng – Kepulauan Selayar, 26 Oktober 2021. Wakil Bupati Kepulauan Selayar H, Saiful Arif, SH., membuka Wokrshop Penguatan Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan di Kawasan Taman Nasional Taka Bonerate (TN Taka Bonerate) di Tinabo Room - Reyhan Square, Selasa (26/10/2021). Workshop ini kerjasama Balai TN Taka Bonerate bersama dengan mitra Wildlife Conservation Society – Indonesia Program (WCS-IP) untuk mengetahui potensi, karakteristik pemanfaatan sumber daya ikan, dan tantangan dalam pengelolaan perikanan berkelanjutan; harmonisasi arahan kebijakan pengembangan sektor kelautan dan perikanan di Kecamatan Taka Bonerate, dan mendapatkan masukan perbaikan rantai pasok perikanan karang dalam TN Taka Bonerate. Wakil Bupati Kepulauan Selayar, H. Saiful Arif, SH., memberikan apresiasi dan penghargaan kepada pihak penyelenggara dalam hal ini Balai TN Taka Bonerate dan Wildlife Conservation Society – Indonesia Program (WCS-IP) yang telah menginisiasi terlaksananya kegiatan. Beliau juga menambahkan, bahwa output dari kegiatan ini harus dapat diimplementasikan demi tercapainya perikanan berkelanjutan khususnya dalam kawasan TN Taka Bonerate. Lebih lanjut Wakil Bupati Kepulauan Selayar menyampaikan bahwa untuk mewujudkan pengelolaan perikanan berkelanjutan diperlukan sinergitas antara semua stakeholders. “Ada tiga pilar penting untuk mewujudkan sinergitas, yaitu koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi”, pungkas Bapak H. Saiful Arif, SH. Lima materi diberikan oleh para narasumber yang berkompeten di bidangnya, yaitu H. Saiful Arif, SH., Wakil Bupati Kepulauan Selayar (Arah Kebijakan Pembangunan Kabupaten Kepulauan Selayar); Faat Rudhianto, S.Hut., M. Si., Kepala Balai TN Taka Bonerate (Pengelolaan Taman Nasional Taka Bonerate); Dian Adi Luhur, SH., Camat Taka Bonerate (Dukungan Kecamatan dan Desa dalam Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan); Muh. Amran, S.Tp., Dinas Perikanan Kab. Kepulauan Selayar (Kebijakan Pembangunan Kelautan dan Perikanan Kab. Kepualauan Selayar), dan Muh. Ruslan Smith, S.Pi., Konsultan Perikanan (Kajian Rantai Pasok dan Rantai Nilai Perikanan Karang di TN Taka Bonerate). Workshop ditutup Kepala Balai TN Taka Bonerate, Faat Rudhianto, S.Hut., M.Si. dengan ucapan terima kasih kepada narasumber, peserta, panitia yang sudah meluangkan waktu, pikiran, dan tenaga sehingga acara ini dapat terselenggara dengan baik. Kepala Balai juga berharap komitmen dari semua pihak untuk bersama-sama mengawal upaya penguatan pengelolaan perikanan berkelanjutan di kawasan TN Taka Bonerate. Hadir pada kegiatan secara faktual antara lain Wakil Bupati Kepulauan Selayar, Kepala Balai TN Taka Bonerate, Kepala Bappelitbangda Kabupaten Kepulauan Selayar, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kab. Kepulauan Selayar, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Selayar, Kepala Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan, Camat Taka Bonerate, Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Kab. Kepulauan Selayar, Koordinator PSDKP Selayar, WCS-IP, Koordinator Penyuluh Perikanan Selayar, Kepala Desa Tarupa, Kepala Desa Rajuni, Kepala Desa Latondu, Kepala Desa JInato, Kepala Desa Tambuna, Kepala Desa Khusus Pasitallu, pelaku usaha perikanan, dan perwakilan dari kelompok nelayan mitra balai TN Taka Bonerate. Selain itu acara ini juga dihadiri secara virtual oleh mitra Balai TN Taka Bonerate dari Bekal Pemimpin. Sumber : Balai Taman Nasional Taka Bonerate
Baca Artikel

Vaksinasi Covid-19 di Desa-Desa Sekitar Kawasan TN Taka Bonerate

Selayar, 26 Oktober 2021. Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19, melakukan pelayanan vaksinasi secara mobile pada desa-desa di dalam kawasan Taman Nasional (TN) Taka Bonerate. Kegiatan ini dilakukan mulai tanggal 18 Oktober hingga 23 Oktober 2021 pada 4 (empat) desa di dalam kawasan TN Taka Bonerate, yaitu Desa Jinato, Desa Rajuni, Desa Latondu, dan Desa Tarupa. Sebagai wujud komitmen untuk mempercepat pembentukan herd immunity (kekebalan kelompok) di masyarakat terhadap risiko penularan penyakit atau risiko munculnya gejala yang berat bila terinfeksi Covid-19, Kepala Balai TN Taka Bonerate, Bapak Faat Rudhianto, S.Hut., M.Si. secara khusus telah memerintahkan kepada staf Seksi Wilayah I Tarupa dan Seksi Wilayah II Jinato untuk turut mensosialisasikan dan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait program vaksinasi tersebut, serta memfasilitasi program tersebut agar berjalan dengan lancar. Selama kegiatan vaksinasi Covid-19 secara mobile tersebut, sebanyak 505 orang telah berhasil divaksinasi dengan rincian, 502 orang vaksinasi dosis pertama dan 3 orang vaksinasi dosis kedua. Dari empat desa yang menjadi sasaran kegiatan, cakupan vaksinasi terbesar dicapai di Desa Tarupa dengan jumlah divaksinasi sebanyak 224 orang. Sumber : Balai Taman Nasional Taka Bonerate
Baca Artikel

Ada Beo Nias di Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional ke-34

Medan, 26 Oktober 2021. Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke 34 tahun 2021, yang diselenggarakan di kampus Universitas Sumatera Utara (USU) dari tanggal 25 s.d 30 Oktober 2021, menarik perhatian masyarakat kota Medan. Masalahnya di sepanjang jalan kampus USU, tepatnya di seputaran jalan Dr. Mansur, terpampang di spanduk maupun di baliho logo/maskot PIMNAS bergambar burung Beo Nias. Memang benar, USU yang menjadi tuan rumah dari PIMNAS ke 34 menetapkan burung Beo Nias (Gracula religiosa robusta) sebagai maskot dari kegiatan tersebut. Rektor USU, Dr. Muryanto Amin, S.Sos., dalam keterangannya ke media, sebagaimana yang dikutip dari Harian Sinar Indonesia Baru edisi Senin 20 September 2021, menjelaskan bahwa burung Beo Nias yang menjadi maskot PIMNAS diberi nama ITO. ITO diambil dari “partuturan” dalam adat Batak merupakan sebutan atau panggilan pria kepada wanita atau sebaliknya yang berbeda jenis kelamin. ITO dalam PIMNAS ini memiliki arti lebih khusus yaitu merupakan akronim dari Intelligent, Tough and Outstanding. Rektor berharap agar PIMNAS ke 34 ini yang diikuti 2.200 mahasiswa dari 100 PTN/PTS di Indonesia, mampu mendorong para mahasiswa di Indonesia untuk lebih giat dalam berinovasi dan mengasah talentanya, agar kedepan semakin banyak ilmuwan-ilmuwan muda yang menghasilkan inovasi baru yang bermanfaat untuk kemajuan Indonesia. Pemilihan burung Beo Nias sebagai maskot PIMNAS layak untuk diapresiasi, mengingat satwa tersebut merupakan endemik Provinsi Sumatera Utara dan termasuk jenis yang dilindungi sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor : P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018. Lebih menarik lagi, bahwa tahun ini tepat 30 tahun burung Beo Nias beserta Bunga Kenanga (Cananga odorata) ditetapkan oleh Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sumatera Utara sebagai Identitas Flora dan Fauna Daerah Tingkat I Sumatera Utara, melalui Surat Keputusan Nomor : 522.5/1611/K/TAHUN 1991 tanggal 8 Juni 1991. Sehingga PIMNAS ke 34 ini juga menjadi momentum penting dalam mengedukasi dan mensosialisasikan kepada peserta yang berasal dari kalangan generasi muda seluruh Indonesia, maupun masyarakat umum lainnya untuk peduli terhadap nasib satwa endemik Sumatera Utara ini. Upaya penyelamatan dan pelestariannya harus terus dilakukan. Bila tidak, maka generasi yang akan datang mengenal satwa ini hanya dari foto/gambar yang ada. Sumber : Evansus Renandi Manalu dan Inggrid R Tarihoran, S.Hut - Staf Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

BBKSDA Riau Raih Terbaik ke-2 Satker Berkinerja Terbaik Dalam Pengelolaan BMN

Pekanbaru, 25 Oktober 2021 - Balai Besar KSDA Riau menerima penghargaan sebagai Satua Kerja (Satker) Berkinerja Terbaik ke-2 dalam Pengelolaan BMN lingkup Ditjen KSDAE periode tahun 2017 sd 2021, Senin (25/10). Penghargaan diberikan Direktur Jenderal KSDAE Ir. Wiratno, M.Sc pada acara Rekonsiliasi Laporan Keuangan dan BMN lingkup Direktorat Jenderal KSDAE di Hotel Ciputra, Jakarta. Penghargaan yang diterima semakin memacu Balai Besar KSDA Riau untuk lebih baik dalam bekerja baik di lapangan maupun administrasi perkantoran. Ucapan terima kasih diucapkan untuk Bambang Sarimuda atas upayanya, Bapak Setditjen KSDAE Suharyono, Plt. Kepala Balai Besar Riau, Bu Fifin Arfiana Jogasara, Pak Hartono serta Pak Eko Herry Satrio Utomo atas bimbingannya dan Bapak Dirjen atas kepercayaannya. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Kolaborasi Pengelolaan TN Tesso Nilo Bersama Desa Lubuk Kembang Bunga

Lubuk Kembang Bunga (LKB), 22 Oktober 2021. Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) menghadiri undangan Kepala Desa Lubuk Kembang Bunga (LKB) terkait pelaksanaan kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) dan Konsep Pengelolaan Kawasan TNTN di ruang rapat Kantor Desa Lubuk Kembang Bunga, Jumat (22/10). Rapat dipimpin langsung Kepala Desa LKB Ir. H. Rusi Chairus Slamet yang menyampaikan beberapa masukan dan permohonan antara lain pada saat kegiatan RHL dilaksanakan, pihak Balai TNTN dapat memberikan bantuan evaluasi dan monitoring hingga tanamannya tumbuh dengan baik dan subur agar hasil RHL dapat dirasakan nyata oleh masyarakat desa baik dari aspek ekologi maupun ekonomi. Selain itu, Kepala Desa LKB juga berharap pihak Balai TNTN bersikap tegas terhadap penguasaan lahan dalam kawasan TNTN oleh oknum masyarakat tanpa ijin, khususnya pada lokasi yang masuk dalam areal RHL. Terkait tindakan tegas terhadap para pelaku penguasaan lahan tanpa ijin tersebut pihak Pemerintah Desa LKB siap mendukung, bahkan siap turun lapangan jika dilibatkan oleh Balai TNTN. Terakhir, Kepala Desa LKB menyampaikan permohonan agar BTNTN segera memproses usulan kemitraan konservasi terhadap 17 KTHK yang sudah disampaikan mengingat untuk RHL 2019 sudah masuk pada tahun ketiga agar masyarakat segera dapat mengelola tanaman RHL. Merespon yang disampaikan Kepala Desa LKB, Kepala Balai TNTN Heru Sutmantoro, S.Hut.,M.M. mengucapkan terima kasih dan apresiasi atas adanya kepedulian serta perhatian dari Pemerintah Desa LKB terhadap TNTN. "Saya sengaja langsung hadir bersama rekan-rekan dalam rapat ini juga sebagai momen silaturrahmi agar dapat bertemu langsung dengan pemdes LKB dan masyarakat, karena pastinya saya ingin belajar banyak dari masyarakat" kata Heru. Kepala Balai TNTN menutup dengan menegaskan bahwa mengelola kawasan TNTN tidak bisa sendiri, dibutuhkan kerjasama dari semua pihak, utamanya masyarakat LKB karena jantung TNTN sebenarnya adalah masyarakat desa LKB. Terkait oknum-oknum yang masih mengganggu kegiatan RHL akan ditindak dengan tegas, jika memang membandel akan dicabut secara bersama tanaman sawit mereka. Untuk itu dukungan penuh keikhlasan dan kejujuran dari pemdes beserta masyarakat LKB sungguh-sungguh diharapkan. Tim Balai TNTN yang hadir pada rapat antara lain Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) didampingi Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I LKB Taufiq Haryadi, SP, Kaur Kepolhutan Asari, S.Hut., Kepala Resort LKAS Dedi Ariska, SH dan Kepala Resort AHBL Ahmad Gunawan, S.Hut. Sumber : Ahmad Gunawan. S.Hut Kepala Resort Air Hitam Bagan Limau Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Beraktivitas di TN Komodo, Publik Figur Ini Patuhi Aturan Kawasan Konservasi

Labuan Bajo, 24 Oktober 2021. Balai Taman Nasional Komodo mendukung upaya promosi kawasan konservasi sebagai destinasi wisata alam nasional baik yang dilakukan oleh pemerintah dan swasta termasuk para Key Opinion Leaders (KOL). Bentuk dukungan nyata yang dapat dilakukan Balai Taman Nasional Komodo adalah menugaskan para jagawana (ranger) untuk mendampingi kegiatan shooting salah satu publik figur (Ruben Onsu dan keluarga) di dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Mereka melakukan pengambilan dokumentasi untuk video klip dan video blog di Taman Nasional Komodo pada tanggal 23 Oktober 2021. Semua kegiatan shooting komersial Ruben Onsu bersama keluarga difasilitasi oleh tim Media Onsu Perkasa dalam rangka pembuatan konten kanal Youtube-nya. Jagawana yang melakukan pendampingan kegiatan shooting antara lain: Muhammad Ikbal Putera (Pengendali Ekosistem Hutan), Ikhwan Syahri (Polisi Kehutanan), Banu Widyanarko (Polisi Kehutanan), Yovi Septia (Penyuluh Kehutanan), dan Wedny H. Lassa (Tenaga Pengamanan Hutan). Para jagawana tersebut melakukan pendampingan di Long Beach – Pulau Padar dan Resort Loh Liang – Pulau Komodo. Tim berangkat dari Labuan Bajo pada pukul 04:00 WITA menggunakan kapal phinisi dan tiba di Long Beach pada pukul 07:30 WITA. Pengambilan dokumentasi di Long Beach dilakukan selama kurang lebih 3 jam dan selanjutnya menyempatkan untuk menerbangkan drone di wilayah perairan timur Resort Kampung Komodo SPTN Wilayah II Balai Taman Nasional Komodo. Petugas jagawana memastikan pengambilan dokumentasi drone tidak mengganggu aktivitas satwa liar yang terbang di habitatnya. Tim kemudian bergerak menuju Resort Loh Liang di Pulau Komodo untuk melakukan pengambilan dokumentasi terakhir. Petugas jagawana menemukan banyak pemandu dan wisatawan yang menerbangkan drone tanpa izin di Long Beach Pulau Padar. Hal ini menjadi dinamika tugas dalam rangka pendampingan kegiatan shooting di dalam kawasan. Ikhwan Syahri (Polisi Kehutanan) menegur oknum pemandu dan wisatawan tersebut untuk segera menurunkan drone dan meminta yang bersangkutan untuk mengurus izin terbang drone di resort jaga terdekat. Balai Taman Nasional Komodo akan memberikan sanksi tegas kepada oknum yang melanggar dan menekankan kepada agen perjalanan wisata maupun wisatawan pentingnya mengurus izin dokumentasi drone di Kantor Balai Taman Nasional Komodo. Petugas Balai Taman Nasional Komodo perlu memastikan jangkauan terbang drone tidak dilakukan pada ruang terbang raptor migrasi maupun permanen dan memastikan agar drone tidak terbang di atas zona tertentu diluar peruntukannya. Balai Taman Nasional Komodo mengapresiasi tim Media Onsu Perkasa yang memfasilitasi kegiatan shooting Ruben Onsu bersama keluarga di Taman Nasional Komodo. Apreasiasi ini diberikan atas komitmen tim beserta artis ternama nasional tersebut sebagai wisatawan yang sangat patuh terhadap regulasi yang berlaku di Taman Nasional Komodo. Tim Bensu telah melaksanakan kewajibannya membayar tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) kategori pungutan jasa kegiatan wisata alam berupa ‘snapshot film komersial: video komersial’ merujuk apda Peraturan Pemerintah No 12 Tahun 2014 Tentang Jenis dan Tarif Atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku Pada Kementerian Kehutanan. Tim berharap agar Key Opinion Leaders (KOL) Indonesia dapat meneladani komitmen dan dedikasi tim Bensu sebagai wisatawan bertanggungjawab dan turut aktif mendukung tegaknya regulasi di kawasan konservasi. Apresiasi tinggi juga diberikan kepada tim Media Onsu Perkasa atas bentuk aksi kepedulian terhadap kebersihan lingkungan di Long Beach Pulau Padar. Sangat disayangkan masih banyak sekali oknum wisatawan dan agen perjalanan wisata tidak bertanggungjawab yang seringkali meninggalkan sampah di pesisir pantai setelah beraktivitas. Tim menekankan agar wisatawan yang datang berkunjung ke Taman Nasional Komodo tidak meninggalkan sampah di dalam kawasan ataupun membawa obyek alam apapun seperti pasir merah muda dan kerang-kerangan. Wisatawan diharapkan hanya membawa pulang kenangan, pengalaman, dan pelajaran berharga tentang Taman Nasional Komodo. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penulis: Banu Widyanarko, S.Si. | Penyunting: Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S.
Baca Artikel

Komunitas SEBUMI Peduli Desa Penyangga Taman Nasional Gunung Rinjani

Lombok Utara, 23 Oktober 2021. Komunitas SEBUMI melakukan aksi peduli desa penyangga Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) bersama Petani Kopi Rinjani melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat di Desa Senaru, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Selasa (19/10/2021). Beberapa materi diberikan dalam bentuk sharing dan diskusi lebih dalam mengenai teknik pemanenan, teknik perlakuan kopi pasca panen termasuk proses pencucian, teknik penjemuran dan fermentasi untuk mendapatkan sensasi rasa kopi tertentu. Begitupun dengan teknik cupping (pemilahan sesuai kualitas) green beans, teknik pengemasan kopi baik berbentuk green beans maupun powder. Serta mempelajari teknik roasting dan teknik grinder sesuai alat yang digunakan, juga tata cara penyajian seperti teknik tuang air panas ke bubuk kopi sampai dengan cara menikmati kopi dari jenis yang berbeda. Harapan dari kegiatan ini agar kopi dapat dijadikan sebagai alternatif ekonomi selain wisata, kelompok mendapat legalitas dari pemerintah, kelompok konsisten kembangkan kopi demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan kelompok Petani Kopi Rinjani mempunyai komitmen menjaga kelestarian kawasan konservasi. Komunitas SEBUMI juga melakukan pendakian Rinjani jalur Torean - Sembalun pada tanggal 24 Oktober 2021 dan dilanjutkan dengan mengunjungi Rumah Belajar Sangkabira di Desa Sembalun. Komunitas SEBUMI ini terdiri dari CEO www.kitabisa.com, CEO www.wecare.id, Youtuber #Andovidalopez dkk. Dalam kegiatan tersebut, Komunitas SEBUMI menyalurkan sumbangan berupa buku dan uang untuk rehabilitasi bangunan belajar yang diterima langsung oleh pendiri Rumah Belajar Sangkabira Bpk. MS. Wathon, SP yang memiliki 63 orang siswa. Pihak Balai TNGR yang dihadiri Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II dan Kepala Resort Sembalun, menyampaikan apresiasi kepada komunitas SEBUMI termasuk pula kepada Pak Wathon dengan Sangkabira-nya, karena dengan adanya kolaborasi antar orang-orang baik maka Taman Nasional Gunung Rinjani bisa lestari dan masyarakat sekitarnya sejahtera. Rinjaninte, Rinjani Kita Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Rinjani
Baca Artikel

Partisipasi Balai TN Tesso Nilo di Seminar Nasional Pelestarian Lingkungan

Pekanbaru, 23 Oktober 2021. Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN), Heru Sutmantoro, S.Hut.,M.M., menghadiri undangan Seminar Nasional Pelestarian Lingkungan yang diselenggarakan Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Universitas Riau di Hotel Evo Pekanbaru. Seminar dengan tema "Upaya Konservasi dan Pemanfaatan Lingkungan Dalam Pelestarian Keanekaragaman Hayati dibuka langsung Rektor Universitas Riau, Prof. Dr. Ir. Aras Mulyadi,DEA., dan dikuti 40 orang peserta dari berbagai Universitas di Pulau Sumatera. Dalam seminar tersebut, Kepala Balai memaparkan materi "Konservasi Keanekaragaman Hayati : Studi Kasus TN Tesso Nilo". Seminar ini menjadi kesempatan yang sangat baik untuk berbagi infomasi dan pengetahuan antara akademisi dengan praktisi pelestarian keanekaragaman hayati. Kepala Balai TNTN menjelaskan secara umum terkait pengelolaan Sumber Daya Alam di Indonesia, kemudian Sejarah, Potensi, Permasalahan, dan Tantangan Taman Nasional Tesso Nilo, serta Rencana Aksi Pengelolaan TNTN kedepannya. Kepala Balai juga menggarisbawahi bahwasanya masyarakat melayu Riau sangat erat kaitannya dengan alam, khususnya hutan. Pelestarian hutan di Riau berarti pelestarian budaya masyarakat Riau. Tantangan konservasi keanekaragaman hayati masa depan sangat berat, sehingga butuh kesadaran dan kepedulian seluruh lapisan masyarakat, dan akademisi punya peran yang sangat penting dalam konservasi alam. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Dukung Film dan Dokumenter Destinasi Wisata Alam, Balai TN Komodo Tekankan Pentingnya Pesan Konservasi

Labuan Bajo, 21 Oktober 2021. Setiap kegiatan pengambilan dokumentasi di Taman Nasional Komodo dikenakan tarif Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2014 Tentang PNBP yang Berlaku Pada Kementerian Kehutanan. Petugas Balai Taman Nasional Komodo pun turut mendampingi proses pengambilan dokumentasi di dalam kawasan guna memastikan agar pemohon mematuhi segala regulasi dan ketentuan yang berlaku. Kehadiran petugas tentunya sekaligus menyampaikan pesan-pesan konservasi penting kepada pemohon dalam rangka upaya edukasi melalui sosialisasi dengan cara kekinian. Balai Taman Nasional Komodo berharap publik yang melakukan kegiatan perfilman tidak hanya mementingkan nilai ekonomi dari produk yang dihasilkan, namun juga memprioritaskan pesan konservasi yang perlu disampaikan dari mulut ke mulut agar keindahan alam turut terjaga lestari. Balai Taman Nasional Komodo beberapa kali memfasilitasi pengambilan video dokumenter setidaknya 4 permohonan. Permohonan ini diajukan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, dan salah satu televisi swasta Indonesia. Pulau Padar dan Pulau Komodo menjadi obyek utama bagi insan perfilman untuk mempromosikan lokasi pelaksanaan berbagai kegiatan pada masing-masing instansi. Keindahan bentang ekosistem savana dan megahnya warna biru lautan Taman Nasional Komodo mempercantik dokumentasi video dokumenter yang mampu membuat publik terpesona menyaksikannya. Peningkatan tren kunjungan wisatawan dapat menimbulkan dampak negatif bagi keutuhan ekosistem dan kelestarian sosial budaya masyarakat setempat. Balai Taman Nasional Komodo mendukung pelaksanaan berbagai kegiatan perfilman dan dokumenter yang diajukan oleh komunitas film maupun Kementerian/Lembaga terkait yang tentunya perlu diimbangi dengan pesan konservasi sebagai upaya edukasi berkelanjutan. Labuan Bajo sendiri memiliki keterikatan erat dengan Taman Nasional Komodo sebagai daya tarik wisata alam unggulan yang termasuk ke dalam lingkup wilayah Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Gencar dan giatnya promosi wisata alam oleh para pemangku kepentingan secara kontinyu mengakibatkan peningkatan tren kunjungan wisatawan ke Taman Nasional Komodo dalam 10 tahun terakhir. Sebagai informasi, berdasarkan data Balai Taman Nasional Komodo (2021), jumlah kunjungan wisatawan ke Taman Nasional Komodo antara lain: 44.492 (2010), 48.010 (2011), 49.982 (2012), 63.801 (2013), 80.626 (2014), 95.410 (2015), 107.711 (2016), 125.069 (2017), 176.834 (2018), dan 221.703 (2019). Sementara kunjungan pada tahun 2020 menurun menjadi 51.618 dikarenakan adanya dinamika pandemi COVID-19 yang melanda. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penulis: Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S. | Penyunting: Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S.
Baca Artikel

Balai TN Manusela Percepat PKS Kemitraan Konservasi dan Hibah Jalan Usaha Tani

Masohi, 22 Oktober 2021 - Kepala Balai Taman Nasional (TN) Manusela Bapak Mhd. Zaidi,. S.Hut, M.A.P, telah melakukan kunjungan ke Kantor Dinas Pertanian dan Hotikultura Kabupaten Maluku Tengah. Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Kepala Dinas Bapak Arsad Slamat, SP. Kunjungan ini merupakan tindak lanjut pertemuan dengan Ibu Saadiah Uluputty, S.T anggota komisi IV DPR RI beberapa waktu lalu di Ambon. (21/10/2021) Acara tersebut diawali dengan pengalungan salendang oleh Kepala Balai TN Manusela kepada Bapak Arsad Slamat selaku Kepala Dinas sebagai tanda persahabatan dan dilanjutkan dengan diskusi mengenai proyek bantuan kepada masyarakat Saleman yg merupakan dana aspirasi anggota Komisi IV DPR RI, yg berlokasi di dalam kawasan TN Manusela pada zona tradisional. Kepala Dinas menjelaskan bahwa sumber dana dari kegiatan tersebut bersumber dari Kementerian Pertanian Jakarta pada bagian sarana prasarana, Dinas Pertanian membantu untuk kelengkapan administrasi pertanggungjawaban. Kepala Balai menjelaskan bahwa bantuan jalan usaha tani tersebut bisa dipenuhi walaupun berada pada zona tradisional, namun harus melalui mekanisme perjanjian hibah setelah mendapatkan arahan dari Bapak Dirjen KSDAE. Pada kesempatan ini, disepakati bahwa kedua pihak akan membantu masyarakat untuk mempercepat proses dokumen perjanjian hibah jalan usaha tani tersebut dan Perjanjian Kerjasama (PKS) Kemitraan Konservasi kepada kelompok masyarakat untuk pemanfaatan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) di zona tradisional tersebut. Kepala Dinas juga berjanji akan memfasilitasi antara pihak Kementerian Pertanian dengan Balai TN Manusela untuk memastikan sumber dana tersebut berasal sehingga mempermudah proses PKS dan hibah nantinya. Sumber : Balai Taman Nasional Manusela.
Baca Artikel

Peningkatan Pendamping Kelompok Binaan Balai TN Gunung Rinjani

Lombok Timur, 21 Oktober 2021. Hari Kamis , 21 Oktober 2021 Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menggelar giat Peningkatan Kapasitas SDM bagi staff khususnya pendamping kelompok binaan, Kamis (21/10). Giat ini diikuti 17 peserta yang merupakan pendamping kelompok (Penyuluh, Polhut dan PEH) di seluruh Resort Lingkup Balai TNGR. Kegiatan dilakukan secara outdoor tepatnya di salah satu destinasi wisata di TNGR yaitu Joben Eco Park, Resort Joben, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Lombok Timur dengan harapan dapat meningkatkan SDM petugas Balai TNGR menjadi Fasilitator yang tangguh di lapangan. Bapak B. Rio Wibawanto, S. Hut, MSc selaku Kepala SPTN Wilayah II TNGR dan Supriyanto selaku Fasilitator membuka acara dengan materi yang disampaikan yaitu Pengenalan Teknik Fasilitasi Kelompok dimana kegiatan ini merupakan kegiatan lanjutan / Pasca ToT teknik Fasilitasi yang telah diikuti bersama perwakilan 74 UPT KSDAE di Indonesia. Acara ini juga merupakan ajang silaturahim serta berbagi pengalaman bagi pendamping kelompok dalam rangka pemberdayaan masyarakat di dalam peningkatan usaha ekonomi pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan agar kedepannya menjadi lebih baik. Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Rinjani
Baca Artikel

Bupati Kapuas Hulu dan Bupati Murung Raya Terpesona Dengan Keindahan Danau Sentarum

Sepandan, 21 Oktober 2021. Bupati Kapuas Hulu Bpk. Fransiskus Dian yang akrab disapa Bang Sis dan Bupati Murung Raya Prov. Kalteng Bpk. Perdie M. Yoseph berkunjung ke Pulau Sepandan yang merupakan salah satu tempat andalan wisata Kapuas di Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS). Rombongan berjumlah 60 (enam puluh) orang terdiri dari kepala dinas, anggota dewan dan pejabat teras Kabupaten Murung Raya Kalteng, mereka terpesona dengan keindahan Pulau Sepandan yang menampilkan view landscape terbaik Taman Nasional Danau Sentarum. Kegiatan yang dilaksanakan selama satu hari ini dengan menikmati jalur pendakian Pulau Sepandan, presentasi singkat pengenalan TNDS dan acara ramah ramah di Kapal Bandong, merupakan rangkaian kunjungan kerja Bupati Murung Raya ke Bumi Uncak Kapuas. Salah satu peserta rombongan sekaligus seorang youtuber menyampaikan “taman nasional ini sangat spesial dan unik, keindahan hutan rawa gambut dan pasang surutnya merupakan kekhasan yang tidak ditemukan di tempat lain”. "Hari ini saya mengajak Bupati Murung Raya beserta rombongan jalan-jalan untuk melihat destinasi wisata yang ada di Taman Nasional Danau Sentarum. Ini merupakan salah satu tempat wisata yang bisa saya rekomendasikan untuk dijadikan tempat liburan keluarga karena tempatnya sangat representatif, juga tidak jauh dari Lanjak kurang lebih 20 menit saja menggunakan speed boat" Ungkap Bang Sis. Gunawan Budi Hartono, Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah III Lanjak mewakili Kepala Balai Besar dalam presentasi singkat menyampaikan bahwa Taman Nasional Danau Sentarum merupakan salah satu taman nasional yang sudah dikenal dunia dengan segala keindahan, keunikannya, dan prestasinya. Salah satu capaian dalam pengelolaan taman nasional berbasis masyarakat selain kegiatan pemberdayaan masyarakat adalah keberhasilan Desa Pulau Majang dalam menjuarai Proklim Tahun 2020 dan menjadi desa binaan terbaik ke 4 (empat), Desa Vega sebagai juara desa binaan terbaik ke 3 (tiga) dan juara nasional Kalfor Youth Inovation Tahun 2020 dalam bidang pengelolaaan sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif. Sumber : Harri Ramadani, S.Hut - Penyuluh Kehutanan Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Artikel

Peningkatan SDM Bidang Jasa Lingkungan Air di Sekitar Kawasan Konservasi

Pontianak, 20 Oktober 2021. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum) berpartisipasi dalam kegiatan peningkatan kapasitas sumber daya manusia yang unggul di bidang jasa lingkungan air yang diselenggarakan oleh Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi (PJLKK) pada tanggal 18 – 20 Oktober 2021. Dalam arahannya Dr. Nandang Prihadi S.Hut., M.Sc selaku Direktur PJLKK menyampaikan bahwa “Peta Areal Pemanfaatan Air (PAPA) yang akan dibahas ini menjadi dasar dalam pengendalian air dan energi yang terdapat di kawasan konservasi, sehingga ke 30 peserta harus serius untuk mengikuti kegiatan sampai akhir”. Adapun materi yang disampaikan mengenai kebijakan pemanfaatan air dan energi air, prakondisi pemanfaatan jasa lingkungan air, penyajian peta dan tata cara pengusulan penetapan areal pemanfaatan air dan energi air, potensi hutan untuk pemanfaatan air dan energi air, teknik-teknik inventarisasi air dan energi, kajian/desk study potensi air dan energi air, serta praktek dan simulasi di lapangan langsung di Singkawang. Disela – sela pemaparan materi, Tim Balai Besar Tana Bentarum juga berperan aktif menyampaikan kondisi pemanfaatan air di kawasan TN Danau Sentarum dan TN Betung Kerihun yang nantinya dapat menjadi masukan dalam pengelolaan kawasan yang lebih baik lagi. “Dengan dilaksanakan kegiatan ini, memberikan kejelasan kepada pengelola kawasan konservasi terhadap areal pemanfaatan air yang berada di wilayahnya masing-masing. Sehingga penetapan areal pemanfaatan air bermanfaat juga bagi masyarakat di sekitar kawasan konservasi” ucap Sadtata Noor Adirahmanta S.Hut.,M.T., Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Barat (BKSDA Kalbar) dalam sambutannya. Kegiatan yang diselenggarakan di Hotel Orchard Gajah Mada Pontianak ini diikuti empat UPT yaitu Balai BKSDA Kalbar sebanyak 15 orang, Balai Besar Tana Bentarum sebanyak 12 orang, Balai Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TNBBBR) sebanyak 2 orang dan Balai Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) sebanyak 1 orang. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Artikel

Balai TN Sebangau Bentuk Kelompok Kemitraan Konservasi Habari Hurung

Palangka Raya, 20 Oktober 2021. Balai Taman Nasional (TN) Sebangau melalui Seksi Pengeloaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Palangka Raya melakukan pembentukan kelompok masyarakat Habaring Hurung Lestari di Gazebo Kantor Resort Habaring Hurung. Pembentukan kelompok ini untuk mengakomodir keinginan masyarakat Kelurahan Habaring Hurung yang ingin bermitra dengan Balai TN Sebangau dengan anggota kelompok berjumlah 20 orang yang merupakan masyarakat yang berdomisili di Kelurahan Habaring Hurung. Adanya ketergantungan masyarakat berupa pemanfaatan budidaya tradisional di Habaring Hurung mengakibatkan tingginya interaksi masyarakat dengan kawasan TN Sebangau. Oleh karena itu penting adanya kolaborasi antara masyarakat Habaring Hurung dengan Balai TN Sebangau dalam menjaga kelestarian kawasan TN Sebangau. Dengan adanya kemitraan konservasi antara Balai TN Sebangau dan Kelompok Habaring Hurung Lestari diharapkan mampu untuk meningkatkan pendapatan bagi anggota kelompok dan juga menciptakan pengelolaan kawasan TN Sebangau secara lestari melalui pelibatan masyarakat. Masyarakat dapat turut menjaga kelestarian kawasan TN Sebangau dari gangguan illegal dan juga berpartisipasi dalam kegiatan pengendalian kebakaran hutan yang rawan terjadi pada musim kemarau di Habaring Hurung. Jika dirunut berdasarkan sejarahnya, Kelurahan Habaring Hurung merupakan lokasi transmigrasi yang dicadangkan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah pada tahun 1993, kemudian pada saat penunjukkan kawasan TN Sebangau pada tahun 2004, Kelurahan Habaring Hurung masuk ke dalam kawasan TN Sebangau. Pada tahun 2020 telah dilakukan kegiatan pemancangan pal batas hasil Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) oleh pihak Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah XXI Palangka Raya. Dari hasil TORA hanya area pemukiman, fasos dan fasum yang dapat dilepaskan statusnya dari hutan konservasi yakni seluas ± 84 ha, sedangkan area lain yakni lahan usaha yang telah dikelola oleh masyarakat tidak dapat dialihfungsikan status kawasan hutannya. Pada kenyataannya area ini telah dimanfaatkan oleh masyarakat Kelurahan Habaring Hurung secara turun temurun untuk budidaya jenis buah-buahan. Luas area yang akan dikerjasamakan antara kelompok masyarakat Habaring Hurung Lestari dan Balai TN Sebangau adalah seluas ± 50 Ha. Pertemuan dihadiri Kepala SPTN Wilayah I (Lisna Yulianti), Kepala Resort Habaring Hurung (Yusaufin) dan masyarakat Kelurahan Habaring Hurung. Sumber: Balai Taman Nasional Sebangau
Baca Artikel

Berjalan Alot, Akhirnya Konsultasi Publik BBKSDA Riau Hasilkan Draft Rencana Pemberdayaan Masyarakat

Pekanbaru, 19 Oktober 2021 - Balai Besar KSDA Riau mengadakan konsultasi publik rencana pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan konservasi Suaka Margasatwa (SM) Bukit Rimbang Bukit Baling, Taman Wisata Alam (TWA) Buluh Cina dan Cagar Alam (CA) Bukit Bungkuk, Senin (18/10). Draft dokumen rencana pemberdayaan masyarakat (RPM) disajikan oleh 3 orang Tim Perumus dengan narasumber dari Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat Desa Kab. Kuansing serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kab. Kampar. Dokumen RPM disusun sebagai pedoman dalam pengembangan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat di sekitar Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam serta Taman Buru dengan tetap menjaga kelestarian dari kawasan tersebut. Konsultasi publik berjalan dengan alot dimana para Kepala Desa silih berganti memberikan masukan kepada tim perumus demi tersusunnya dokumen RPM yang sesuai dengan harapan semua pihak. Kegiatan diakhiri dengan penandatanganan Berita Acara Konsultasi Publik Rencana Pemberdayaan Masyarakat yang memuat seluruh masukan dari para pihak yang hadir. Draft final RPM akan segera disampaikan ke Direktorat Pengelolaan Kawasan Konservasi dengan mempertimbangkan semua masukan yang diperoleh selama kegiatan konsultasi publik berlangsung. Acara yang diadakan di aula Gajah kantor Balai Besar KSDA Riau dihadiri Kasubdit Bina Daerah Penyangga dan Zona Pemanfaatan Tradisional Direktorat PKK, Kepala Bidang Teknis selaku pimpinan rapat, Kepala Seksi Pemanfaatan dan Pelayanan (Arry Purnama), Kepala Seksi P3 (Ujang Holisudin), Kepala Resort dan Penyuluh Kehutanan Balai Besar KSDA Riau, Plt. Kadis sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kab. Kuansing, Kabid Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa dan Moderator dari Dinas PMD Kab. Kampar serta 18 orang Kepala Desa/Kelurahan. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Tourism Aerial Video And Photograhpy 2021 Di TWA Pulau Bakut

Barito Kuala, 3 Oktober 2021. Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Bakut menjadi salah satu spot hunting pada Grand Final Tourism Aerial Video dan Photography Competition 2021, sebuah persembahan untuk negeri dengan tema “Jelajah Indonesia Tanpa Batas bersama Shafwah Holidays dan Asosiasi Pilot Drone Indonesia”. Kegiatan ini didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan serta Pemerintah Daerah (Pemerintah Kota Banjarbaru, Pemerintah Kota Banjarmasin, Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Pemerintah Kabupaten Banjar dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan). Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc, selaku Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan, sangat mendukung kegiatan ini dilakukan dan berharap dapat membantu meningkatkan sektor pariwisata di Kalimantan Selatan khususnya TWA Pulau Bakut agar lebih maju dan dikenal hingga kancah Internasional. CEO PT. Shafwah Holidays Bapak Dr. Muhammad Helmi menyampaikan bahwa tujuan kegiatan ini adalah memperkenalkan tempat-tempat wisata berbasis alam, seperti TWA dan Taman Nasional. Kegiatan ini diikuti tidak kurang dari 150 peserta, dan yang berhak lolos sebanyak 24 peserta berhak hadir di Provinsi Kalimantan Selatan. Lokasi yang terpilih selain TWA Pulau Bakut adalah Tahura Sultan Adam, Geopark Meratus dan jembatan Bromo Banjarmasin serta pasar terapung Lok Baintan. Tim juri yang terlibat antara lain Assad Amar (Sutradara Film Naga Bonar), Barry Kusuma (Travel photo dan videographer) dan Bramadity (Founder Skygrapher); sedangkan tim juri photo adalah Didi Kasim (Editor in Chief Nat Geo Indonesia), Anton (Founder Skygrapher) dan CEO Shafwah Group Dr. Muhammad Helmi. Sumber: Imam Riyanto, S.Hut - Kepala Resort Taman Wisata Alam Pulau Bakut

Menampilkan 1.953–1.968 dari 2.305 publikasi