Senin, 21 Sep 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Balai Besar KSDA Riau dan Mitra Adakan Pelatihan Konservasi

Pekanbaru, 14 Juni 2022 - Kegiatan Pendidikan Konservasi selama 3 (tiga) hari dimulai dari tanggal 20 s/d 22 Mei 2022 di Taman Wisata Alam (TWA) Muka Kuning, Batam, Provinsi Kepulauan Riau telah berakhir. Sebelumnya, Pendidikan Konservasi ini diinisiasi oleh Green Leadership Indonesia (GLI) dan beberapa UPT KLHK. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya melakukan pengembangan SDM yang akan berperan aktif dalam menjalankan dan menjaga kelestarian di Indonesia. Program ini juga bertujuan untuk menghimpun para pegiat konservasi, penyadartahuan generasi muda terhadap konservasi, menciptakan partisipasi aktif generasi muda dalam pekerjaan konservasi, baik didalam maupun di luar Kawasan Konservasi. Berbagai ilmu dan pengalaman dari para narasumber baik pusat maupun daerah telah diberikan kepada seluruh peserta. Semoga dengan bekal ilmu yang didapat, mereka akan menjadi agen-agen konservasi untuk terus menyebarkan spirit konservasi kepada siapapun dan dimanapun. Tetap semangat dan tunjukkan aksi-aksi nyata kalian untuk konservasi dan kelestarian alam! Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Kunjungi Kawasan, Kepala Balai TN Taka Bonerate Lakukan Transplantasi Bersama Masyarakat dan Edukasi Siswa Tentang Konservasi

Desa Khusus Pasitallu, 13 Juni 2022 - Kepala Balai Taman Nasional Taka Bonerate, Faat Rudhianto, S.Hut., M.Si. dengan didampingi Kepala SPTN Wilayah II Jinato dan Kepala Resort Pasitallu Timur melakukan aksi konservasi transplantasi karang bersama masyarakat di Pulau Pasitallu Timur, Taman Nasional Taka Bonerate pada Rabu lalu (08/06/2022). Transplantasi karang dilakukan dengan metode jaring laba-laba, yaitu dengan melekatkan anakan karang pada substrat rangka besi berbentuk jaring laba-laba. Substrat ini sebelumnya telah dipersiapkan oleh petugas resort bersama masyarakat. Kegiatan ini, selain dihadiri oleh masyarakat Desa Khusus Pasitallu, juga dihadiri oleh Masyarakat Desa Tambuna serta pengurus dan anggota kelompok binaan Balai TN Taka Bonerate. Dalam kesempatan tersebut, kepala balai menjelaskan bahwa transplantasi karang adalah salah satu teknik rehabilitasi lingkungan laut atau salah satu upaya untuk melestarikan kekayaan alam berupa biota laut yang terdapat dan hidup di sekitar terumbu karang. Pelibatan masyarakat dalam kegiatan ini diharapkan akan semakin meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam melakukan transplantasi karang serta semakin menumbuhkan kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk menjaga dan melestarikan lingkungan disekitar mereka. Selain bertemu dengan masyarakat, Kepala Balai TN Taka Bonerate juga menyempatkan diri menyapa anak-anak sekolah di Desa Khusus Pasitallu. Kepala balai memberi edukasi tentang konservasi alam dan lingkungan kepada anak-anak sekolah dari UPT SMPN 31 SATAP Desa Pasitallu. Materi yang diberikan, antara lain pengenalan dan pengelolaan kawasan Taman Nasional Taka Bonerate, pengenalan biota laut yang dilindungi, dan dampak yang ditimbulkan dari destructive dan illegal fishing. "Tanggung jawab konservasi merupakan tanggung jawab kita bersama, termasuk pelajar sebagai generasi muda. Mereka harus terus dibina dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat dan bermuatan konservasi serta lingkungan", tutur Faat Rudhianto. Didampingi Kepala SPTN Wilayah II Jinato dan petugas resort, pada kesempatan ini kepala balai juga memberikan pengetahuan dasar tentang kegiatan transplantasi karang yang kemudian dilanjutkan dengan praktik. Pemberian kuis dan hadiah menambah keseruan acara. Adik-adik dilatih untuk percaya diri dan berani tampil ke depan menjawab pertanyaan yang diberikan, yang menjawab benar diberikan hadiah. Sumber: Humas Balai Taman Nasional Taka Bonerate
Baca Artikel

Kelola Data Kehati, Kelola Kawasan Konservasi Seutuhnya

Bogor, 13 Juni 2022. Plh. Kepala Balai Besar KSDA Papua, Yulius Palita, membuka Bimbingan Teknis Invetarisasi Kehati, Penataan Kawasan Konservasi dan Perencanaan Pengelolaan Kawasan Konservasi sesuai undangan dari Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi (Dit. RenKK), Senin (13/6/22) di ruang rapat Balai Besar KSDA Papua. Yulis menekankan pentingnya menyiapkan data keanekaragaman hayati (Kehati) di kawasan yang akan dilakukan pemekaran wilayah pengembangan Kabupaten. "Provinsi Papua sedang memasuki proses pembahasan rencana pemekaran menjadi 3 provinsi baru. Hal ini harus disikapi dengan penguatan data keanekaragaman hayati di kawasan konservasi. Akan menjadi permasalahan misal di wilayah Merauke, kawasan pembangunan terpadu, yang pastinya membutuhkan ruang sangat besar sehingga tidak menutupi nantinya bersentuhan dengan kawasan konservasi. Belum lagi di wilayah pegunungan Papua Tengah, yang kemungkinan besar akan menjadi Kabupaten lagi". ungkap Yulius saat membuka kegiatan. Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi yang diwakili Nurman Hakim mengantarkan peserta bimtek dengan materi Inventarisasi Kehati Tinggi, dengan harapan kedepannya data kehati di kawasan konservasi akan terkumpul dan terkelola dengan baik sehingga dapat mendukung pengelolaan kawasan konservasi. Selain Balai Besar KSDA Papua, bimtek juga dihadiri perwakilan dari Balai Taman Nasional Lorentz dan Balai Taman Nasional Wasur dengan semangat dan antusias. Sumber : Mugiharto dan Nurman Hakim - Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Direktorat RenKK Pantau Pembangunan Ruas Jalan di Blok Khusus SM Buton

Buton Utara, 10 Juni 2022. Rencana peningkatan jalan (eksisting) ruas Lakansai - Labuan dan rencana pembangunan jalan ruas Karya Mulya – Labaraga di Suaka Margasatwa (SM) Buton Utara memasuki tahap pengecekan lapangan. Tim lapangan terdiri dari Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi (Dit. RenKK) dan Balai KSDA Sulawesi Tenggara didampingi pihak Pemerintah Kabupaten Buton Utara. Monitoring lapangan ini atas permohonan Bupati Buton Utara guna membahas lebih lanjut jalan baru di Blok Khusus SM Buton Utara pada tanggal 7-10 Juni 2022. Rencana peningkatan jalan eksisting ruas Lakansai – Labuan di Blok Khusus SM Buton Utara bertujuan untuk mempersingkat waktu tempuh dan memperlancar perjalanan antar Desa antar Kecamatan dan Kabupaten lain yang semula selama ±3 jam menjadi ±1,5 jam (jarak tempuh ±76 km), sehingga akan berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat, khususnya masyarakat di sekitar akses jalan yang berada di SM Buton Utara, dan umumnya untuk masyarakat Kabupaten Buton Utara. Rencana pembangunan jalan baru ruas Karya Mulya – Labaraga – Labuan (jalur tengah) yang melintasi Blok Khusus SM Buton Utara juga akan memperpendek waktu tempuh dengan perkiraan sekitar ±1,5 jam. Saat ini masyarakat Kecamatan Kulisusu, Kabupaten Buton Utara untuk aktivitas menuju pelabuhan melewati 2 ruas jalan, yaitu: Semoga dengan adanya pembangunan jalan di Suaka Margasatwa Buton Utara meningkatkan penguatan tata kelola pengelolaan kawasan dan konservasi keanekaragaman hayati terwujud. Sumber : Djujduk Wiyono, Tintin P dan Mugiharto – Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Ramaikan Pameran Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BBKSDA Papua Kampanye Satwa Liar Dilindungi

Timika, 13 Juni 2022 – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua melalui Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Timika, turut berpartisipasi dalam pameran bertema Only One Earth: Living Sustainably in Harmony with Nature. Pameran digelar di Memorial Park Kuala Kencana, Timika, pada Jumat sampai Minggu (10-12/6/2022). Salah satu sisi menarik pada pameran ini adalah pengunjung stand BBKSDA Papua sangat antusias mengenal satwa liar dilindungi sesuai UU Nomor 5 tahun 1999 dan PP Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018. Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Timika, Bambang H. Lakuy, menyampaikan bahwa pameran yang diselenggarakan P.T. Freeport Indonesia ini menjadi media yang baik untuk sosialisasi satwa liar dilindungi. Ada pengunjung yang langsung mengunduh P.106 dari internet di sela perbincangan dengan tim pameran. Selain pengunjung dewasa, banyak juga pengunjung anak-anak usia SD, SMP, dan SMA. Mereka begitu bersemangat ingin tahu tentang satwa liar dilindungi dari gambar-gambar yang disajikan. Bambang menjelaskan, selain tentang satwa liar dilindungi, dalam pameran juga menampilkan foto-foto kegiatan translokasi satwa endemik Papua, pelepasliaran satwa, patroli satwa liar dilindungi, survei keanekaragaman hayati, dan sebagainya. Satu hal lagi yang khas dan menarik minat para pengunjung adalah BBKSDA Papua mengenalkan ecoprint, yaitu teknik memotif kain menggunakan bahan-bahan dari alam, seperti daun ketapang, daun jambu biji, daun bambu, dan masih banyak lagi. Menurut Bambang, ecoprint dapat menjadi alternatif sandang di masa depan, yang meringankan beban bumi tanpa limbah tekstil. Menanggapi hal ini, Plt. Kepala BBKSDA Papua, Abdul Azis Bakry, mengharapkan, melalui konten pameran yang secara teknis dibawakan oleh SKW II Timika akan semakin banyak orang memahami urgensi menjaga keanekargaman hayati yang memiliki fungsi penting bagi kita dan alam semesta. “Secara keseluruhan, saya berharap masyarakat luas semakin memahami pentingnya menjaga bumi, rumah kita satu-satunya. Menjaga bumi termasuk juga menjaga seluruh keanekaragaman hayati di dalamnya, beserta habitat dan hutan-hutannya,” pungkas Abdul.(dd) Sumber : BBKSDA Papua Call Center BBKSDA Papua : 0823 9770 9728
Baca Artikel

Perkuat Daya Tarik Wisata, BBTNGGP Selenggarakan Pelatihan Kop

Bogor, 9 Juni 2022. Pengelolaan wisata alam tidak jauh dari sajian kuliner khas lokal setempat. Sajian makanan dan minuman menambah daya tarik wisata yang membuat orang terkenang. Salah satu kuliner khas di Bogor dan masih menjadi tren sampai saat ini yaitu seduhan kopi lokalnya. Sambil menikmati kopinya, pengunjung akan dimanjakan dengan panorama alam yang indah dan udara yang dingin. Potensi alam di Pasundan Jawa Barat memang cocok untuk budidaya tanaman kopi. Tanaman kopi banyak ditemukan di Perkebunan dan Hutan Produksi Perhutani termasuk kawasan Gunung Mas Puncak yang dikelola oleh kelompok masyarakat setempat. Kelompok ini bernama Kelompok Tani Hutan (KTH) Cibulao dan sudah memiliki prestasi di kancah nasional sebagai kopi terbaik tingkat nasional dalam ajang Kontes Kopi Spesialiti Indonesia (KKSI) ke-VIII yang berlangsung di Takengan, Aceh tahun 2016. Kelompok ini berawal dari 10 orang menjadi 350 orang yang terlibat dalam usaha produk kopi dan pengembangan paket wisata di dalamnya paket sepeda dan edukasi kopi di Cibulao, Desa Tugu Utara, Kec. Cisarua, Kab. Bogor. Nilai yang dipelajari dalam budidaya kopi di Cibulao dimana kopi merupakan jenis tumbuhan intoleran (memerlukan naungan). Jenis pohon naunganpun akan mempengaruhi cita rasa dari kopi yang dihasilkan. Semakin beragam pohon naungan, semakin kaya rasa kopi yang ditanam. Hal ini membuktikan bahwa penanaman kopi dapat berjalan berdampingan dengan fungsi konservasi hutannya. Tetapi bagaimana jika tanaman kopi yang berada di hutan konservasi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) yang pada awalnya tanaman kopi yang merupakan warisan pada areal perluasan dari Perum Perhutani dari tahun 2003. Berdasarkan hasil pengamatan Ketua KTH Cibulao, Jumpono, bahwa kopi memiliki kualitas baik ditanam pada lahan dengan tingkat kesuburan tinggi dan tidak terdapat hama pengerat tanaman kopi. Selain itu juga, dapat diberikan label bersertifikat organik yang terjamin keasliaanya. Penyampaian ini disampaikan pada saat mengisi materi pada kegiatan pelatihan pengolahan yang diselenggarakan oleh Bidang Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah III Bogor, Balai Besar TNGGP. Fasilitasi peningkatan kapasitas masyarakat di sekitar penyangga TNGGP dalam pengolahan kopi mengundang beberapa masyarakat atau kelompok masyarakat yang telah memiliki pengalaman atau bergerak dalam usaha kopi walaupun kopi yang digunakan bukan berasal dari kawasan. Wilayah Bidang PTN III mempunyai 4 KTH yang memiliki akses perjanjian kerjasama kemitraan konservasi dalam rangka pemberdayaan masyarakat yaitu KTH Cipeucang, KTH Ciwaluh Girang, KTH Ciwaluh Hilir dan KTH Ciaul Maju Bersama. Pelatihan ini dilaksanakan di lokasi KTH Cibulao selama 1 (satu) hari dan diikuti oleh 30 orang yang merupakan perwakilan dari 22 KTH binaan. Pelatihan ini dikemas dalam bentuk studi banding/kunjungan. Peserta pelatihan diberikan 3 kelompok materi. Materi pertama, diisi oleh narasumber, Muhamad Arifin, yang berasal dari Peneliti Pusat Studi Pengkajian Perencanaan dan Pengembangan Wilayah - P4W IPB dengan menyampaikan pengenalan jenis kopi Indonesia dan analisis usaha produk kopi. Pengetahuan narasumber yang satu ini dalam kopi, tidak diragukan lagi karena beliau memiliki produk kopi yang dikenal Patani Kopi yang berada di wilayah Leuwiliang, Bogor. Ternyata telah ada 59 merk kopi di wilayah Jawa Barat dan prestasi penggiat kopi di Jawa Barat sudah masuk pada skala internasional. Hal ini sangat membanggakan bagi masyarakat wilayah Jawa Barat khususnya. Selain itu juga, peluang pengembangan kopi dapat terus dilakukan. Materi kedua dan ketiga, narasumber berasal dari KTH Cibulao, Bapak Jumpono dan Kiryono yang merupakan Ketua dan Wakil Ketua. Banyak pengetahuan baik secara teknis dan moril dalam pengembangan kelompok yang diberikan kepada peserta. Selain materi dan diskusi, peserta diajak melihat proses pemanenan dan pemeliharaan tanaman kopi di Kebun, pengolahan pasca panen mulai dari penjemuran dan penggorengan kopi. Praktek lapangan berlangsung selama 2,5 jam di lokasi kebun dan pemukiman masyarakat. Metode penjemuran kopi dilakukan dalam green house yang dirancang oleh kelompok. Sedangkan untuk proses penggorengan kopi dilakukan dengan menggunakan mesin. Setelah dilakukan praktek atau kunjungan lokasi produksi, peserta kembali ke saung untuk melihat teknik penggilingan biji kopi yang telah digoreng (roasting) dan belajar teknik dasar barista. Walapun sebagian besar peserta pemahaman pengolahan kopi sedikit, tetapi peserta antusia dalam menerima materi. Peserta dapat menikmati kopi asli dari Cibulao. Beberapa rekomendasi yang disampaikan oleh pemateri untuk perawatan kopi yang dilakukan dalam hutan konservasi yaitu dengan perawatan kopi yang sudah ada melalui penjarangan tanaman kopi dan peningkatan produktivitas dapat dilakukan teknik pemangkasan batang tanpa mengganggu tumbuhan lainnya Bahkan jika dapat dilakukan dengan proses grafting dari jenis klon lainnya untuk meningkatkan produktivitas kopi. Pasaran kopi saat ini yang masih memerlukan produk dari jenis kopi Robusta. Nah, di Indonesia terdapat empat jenis kopi yaitu jenis Arabika, Robusta, Liberika dan Exelsa. Sedangkan jenis kopi yang dikenal pada masyarakat sekitar kawasan yaitu Arabika dan Robusta. Masyarakat di sekitar Ciwaluh tepatnya Desa Pasir Buncir, Kec. Caringin, Kab. Bogor telah memiliki produk kopi yang dikenal dengan Kopi Ciwaluh. Dengan adanya pelatihan kopi ini, diharapkan adanya peningkatan kapasitas masyarakat dalam pengembangan produk kopi yang dapat mendorong pengembangan wisata alam sehingga meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah penyangga TNGGP. Kopi Dinikmati, TNGGP di Hati Sumber : Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Teks: Ratih Mayangsari, S.Hut. Foto: Ayi Rustiadi, S.Si.
Baca Artikel

Dua Dekade di Jalan Konservasi

Pulau Pramuka, 13 Juni 2022. Tahun 2022 menjadi penanda 2 (dua) dekade Taman Nasional Kepulauan Seribu sejak penetapannya pada tanggal 13 Juni 2002 melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor: SK .6310/Kpts-II/2002. Taman Nasional Kepulauan Seribu adalah sebuah kawasan pelestarian alam yang berlokasi di Provinsi Jakarta seluas 107.489 hectare yang memiliki keunikan berupa perairan laut sangat dangkal. Selama 20 tahun, Taman Nasional Kepulauan Seribu dikelola untuk menjamin keberlanjutan fungsi ekologis dari ekosistem karang, ekosistem karang dan ekosistem lamun yang merupakan habitat berbagai jenis biota laut yang perlu dipertahankan keberadaannya. Puncak peringatan dua dekade ini dipusatkan di depan kantor SPTN Wilayah III Pulau Pramuka dengan tema “Dua Dekade di Jalan Konservasi – Sekali Melangkah Seribu Manfaat” bersama Sekditjen KSDAE, Bapak/Ibu yang pernah menjabat Kepala Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu, kelompok masyarakat binaan Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu, mitra, perangkat daerah Kabupaten Kepulauan Seribu dan perwakilan Direktorat Teknis Ditjen KSDAE. Kegiatan puncak dimulai dengan tarian selamat datang dari anak-anak Kabupaten Kepulauan Seribu dan senandung “Pesona Pulauku” yang diciptakan dari 11 tahun yang lalu, dinyanyikan oleh tim paduan suara Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu. Dua Dekade resmi dibuka oleh Kepala Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu, dilanjutkan dengan sambutan Wakil Bupati Kepulauan Seribu. Sekretaris Ditjen KSDAE secara khusus memberikan refleksi dua dekade Taman Nasional Kepulauan Seribu yang menyatakan pentingnya setiap kawasan konservasi memiliki ciri khas wisata alamnya dan berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentimgan. Sebagai apresiasi dan rasa terima kasih, plakat diberikan kepada Bapak/Ibu mantan Kepala Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu. Tak ketinggalan kelompok masyarakat binaan Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu juga diberikan bantuan paket sembako yang diserahkan oleh perwakilan DWP KLHK dan DWP Ditjen KSDAE serta sertifikat sebagai kelompok pendampingan masyarakat yang diserahkan Kepala Balai. Dari sisi mitra, Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu bersama dengan Smiling Coral Indonesia (SMI) melakukan penandatanganan kerja sama dalam bentuk kemitraan konservasi terkait upaya pembudidayaan terumbu karang di Pulau Pramuka. Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu juga membagi kegembiraan dua dekadenya dengan menggelar Lomba Video Kreatif Instagram untuk peserta umum dan lomba video serta foto untuk internal pegawai. Kegiatan dua dekade ditutup dengan aksi konservasi berupa pelepasan 100 tukik jenis penyu sisi, penanaman mangrove, penanaman lamun dan pembudidayaan terumbu karang. Sumber : Sekretariat Direktorat Jenderal KSDAE
Baca Artikel

Bersama Akademisi Perkuat Pengelolaan KK Berbasis Scientific Based

Bogor, 10 Juni 2022. Jarak saat ini tak menjadi kendala untuk melaksanakan rapat pembahasan, hal ini terbukti dengan pelaksanaan Rapat Pembahasan Draft Perjanjian Kerja Sama Antara UPT KSDAE di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan Universitas Nusa Cendana, Kamis (9/6) yang dilakukan secara daring. Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi (Dit RenKK) Ditjen KSDAE juga berpartisipasi dan berperan aktif pada Kerja Sama Penguatan Fungsi Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam serta Konservasi Keanekaragaman Hayati Melalui Dukungan Pengembangan Inovasi Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kepada Masyarakat. Kerja sama tersebut merupakan kegiatan kerjasama yang akan dilaksanakan antara UPT KSDAE di Provinsi NTT dengan Universitas Nusa Cendana. Dengan adanya dukungan kerja sama Universitas Nusa Cendana, akan memperkuat pengelolaan kawasan konservasi berbasis scientific based kedepannya. Hadir melalui online pada rapat Pembahasan Draft Perjanjian Kerja Sama Antara UPT KSDAE Di Provinsi NTT Dengan Universitas Nusa Cendana diantaranya Sekretaris Direktorat Jenderal KSDAE, Direktur Perencanaan Kawasan Konservasi, Direktur Pengelolaan Kawasan Konservasi, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik,Direktur Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi,Rektor Universitas Nusa Cendana,Wakil Rektor Universitas Nusa Cendana Bidang Kerja Sama, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Nusa Cendana,Tim PKS Universitas Nusa Cendana,Kepala Balai Taman Nasional Kelimutu, Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Kepala Balai Taman Nasional Matalawa, Struktural dan Fungsional BBKSDA NTT, B.S. Jati, S.Hut., M.E., M.PP Analis Kebijakan Ahli Muda Dit PKK. Sumber : B.S. Jati dan Mugiharto - Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Menata dan Meningkatkan Kerja Sama Penyelenggaraan KSA dan KPA

Makassar, 09 Juni 2022 – Balai Besar KSDA Sulsel bersama mitra melakukan koordinasi evaluasi kerja sama penyelenggaraan Kawasan Suaka Alam (KSA) dan Kawasan Pelestarian Alam (KPA) di Ruang Rapat Anoa Balai Besar KSDA Sulsel. Rapat koordinasi dipimpin oleh Kepala Balai Besar KSDA Sulsel dihadiri oleh Mitra yang terdiri dari Sekretaris Daerah Kabupaten Soppeng, Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan Kepemudaan & Olahraga Kabupaten Luwu Timur, General Manager Area IV PT Dayamitra Telekomunikasi, Project Manager Fauna & Flora International–Maros Project, Direktur Eksekutif Perhimpunan Pelestarian Burung Liar Indonesia, Perwakilan Lembaga Adat Mokole Nuha, pejabat struktural dan staf Balai Besar KSDA Sulsel. Evaluasi bersama ini dimaksudkan untuk menata kembali dan meningkatkan kualitas tata kelola penyelenggaraan kerja sama bidang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) karena semakin besarnya animo berbagai pihak dalam rangka turut serta berkontribusi pada penyelenggaraan kerja sama di KSA dan KPA. Kepala Balai Besar KSDA Sulsel menekankan bahwa esensi mendasar kerjasama penyelenggaraan KSA & KPA adalah melestarikan dan mengoptimalkan fungsi kawasan konservasi, serta dalam rangka memberikan pelayanan karena melalui mekanisme ijin tidak memungkinkan. “Sekali lagi kerjasama ini dalam rangka pelayanan, dan kuncinya pada komunikasi dan koordinasi di antara para pihak” terang Ir. Jusman. Hal-hal yang dievaluasi meliputi pengecekan ketersediaan data mitra, dokumen Perjanjian Kerja Sama (PKS), Rencana Pelaksanaan Program (RPP), Rencana Kerja Tahunan (RKT), Peta lokasi, ruang lingkup kerjasama, output/outcome dan komitmen pendanaan. Hasil akhirnya berupa pengisian form evaluasi kerja sama penyelenggaraan KSA dan KPA, yang dikirim ke Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi, Ditjen KSDAE, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Hal-hal tersebut merupakan aspek penting yang harus dipedomani bersama para pihak dalam melaksanakan kerja sama penyelenggaraan KSA dan KPA. Saat ini, Balai Besar KSDA Sulsel mengelola 13 kerja sama kemitraan yang meliputi : Sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor : P.85/Menhut-II/2014 jo P.44/MENLHK/SETJEN/KUM1/6/2017 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kehutanan nomor : P.85/Menhut-II/2014 tentang Tata Cara Kerja Sama Penyelenggaraan KSA dan KPA, bahwa kerja sama penyelenggaraan KSA dan KPA bertujuan untuk mewujudkan penguatan tata kelola pengelolaan kawasan dan konservasi keanekaragaman hayati. Kerja sama penyelenggaraan KSA dan KPA meliputi penguatan fungsi KSA dan KPA serta keanekaragaman hayati, dan kerja sama pembangunan strategis yang tidak dapat dielakkan. Penguatan fungsi meliputi penguatan fungsi KSA dan KPA sebagai wilayah sistem penyangga kehidupan, kawasan perlindungan terhadap keanekaragaman hayati, sumber plasma nutfah, serta sebagai sumber/kawasan pemanfaatan kondisi lingkungan dan jenis tumbuhan dan satwa liar. Sedangkan pembangunan strategis yang tidak dapat dielakkan adalah kegiatan yang mempunyai pengaruh sangat penting secara nasional terhadap kedaulatan negara, pertahanan keamanan negara dan sarana komunikasi, transportasi terbatas dan jaringan listrik untuk kepentingan nasional. Diakhir kegiatan Project Manager Fauna & Flora International Maros Project menyerahkan Annual report tahun 2020-2021 kepada Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan. Annual report ini berisi kegiatan yang telah dilaksanakan oleh Fauna & Flora Indonesia di wilayah kerja Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan pada tahun 2020-2021. Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Call Center BBKSDA Sulsel: 08114600883
Baca Artikel

Gandeng Akademisi Kerja Sama Dukung Manfaat Kawasan Konservasi

Bogor, 9 Juni 2022. Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi (RenKK) ikut berpartisipasi dan berperan aktif pada pembahasan kerja sama antara Balai Taman Nasional dengan Universitas Diponegoro, Selasa (7/6) di Aula Balai Taman Nasional Karimunjawa (TNKJ). Kerja sama ini mempunyai fokus pada Penguatan Fungsi dan Konservasi Keanekaragaman Hayati di Taman Nasional Karimunjawa dengan tujuan untuk meningkatkan sinergitas akademisi dalam pelaksanaan tridarma perguruan tinggi serta meningkatkan fungsi TNKJ sebagai lokasi pendidikan dan penelitian dosen dan mahasiswa. Kedepannya, semoga peran dan manfaat kawasan Taman Nasional Karimunjawa dalam mendukung pendidikan dan pengetahuan di Indonesia semakin meningkat. Hadir dalam pembahasan ini Kepala Balai TN Karimunjawa, , Prof.Dr Ir. Sri Puryono Karto Soedarmo. M.P, Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UNDIP, Dekan Fakultas Sains dan Matematika UNDIP, Dekan Fakultas Peternakan dan Pertanian UNDIP, Dekan Fakultas Teknik UNDIP, Dekan Sekolah Pasca Sarjana UNDIP, B.S Jati .S.Hut. M.E, MPP ( Analisis KebijakanAhli Dit RKK). Sumber : B.S Jati dan Mugiharto H.P. – Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Optimal Perencanaan Kawasan Konservasi Bersama Direktorat RenKK

Bogor, 9 Juni 2022. Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi (RenKK) melaksanakan Bimbingan Teknis (bimtek) Inventarisasi Potensi Keanekaragaman Hayati Tinggi di kawasan konservasi lingkup Balai KSDA Maluku dan Balai Taman Nasional (TN) Manusela, Selasa (7/6) di ruang rapat BKSDA Maluku. Selai inventarisasi permasalahan kawasan konservasi juga dijelaskan terkait updating open area, penataan zona/blok di kawasan konservasi dan perencanaan kawasan konservasi (Rencana Pengelolaan KK). Bimbingan teknis ini digelar guna mensosialisasikan aturan dan teknis terkait inventarisasi potensi kawasan, penataan kawasan dan perencanaan pengelolaan kawasan serta pemolaan kawasan sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan pengetahuan personil teknis di BKSDA Maluku dan BTN Manusela dalam pengelolaan Kawasan konservasi. Pengelolaan kawasan konservasi merupakan kegiatan pengelolaan yang dimaksudkan untuk mempertahankan dan mengembangkan kelestarian sumber daya alam hayati beserta ekosistemnya sehingga dapat memberikan dukungan terhadap mutu kehidupan dan kesejahteraan masyarakat. Untuk optimalisasi pengelolaan kawasan konservasi, perencanaan merupakan bagian awal yang harus dilakukan oleh pengelola kawasan konservasi dengan berbagai kegiatan seperti Inventarisasi Potensi Kawasan, Penataan Kawasan dan Perencanaan Pengelolaan Kawasan serta Pemolaan Kawasan. Sumber : Ety Ambarwati, Cica Ali dan Mugiharto H.P. – Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Eratkan Komunikasi Dengan Volunteer Untuk Pengelolaan TNGGP

Cianjur, 9 Juni 2022. Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) menggelar Penguatan Kelembagaan Bina Cinta Alam bersama volunteer lingkup BBTNGGP, Selasa (7/6). Kegiatan diikuti 50 (lima puluh) peserta perwakilan dari volunteer GPO, Montana, Panthera, Eagle, Cantigi, Tepala, PAL, Evergreen, Satapak Rimba, dan Konci. Plt. Kepala Balai Besar TNGGP, Wasja menyampaikan “Kegiatan ini dalam rangka meningkatkan komunikasi yang intensif dengan volunteer sebagai bagian dari pengelolaan TNGGP”. Mantan Kepala Balai Besar (periode 2015-1017), Herry Subagiadi yang saat ini menjadi praktisi bidang lingkungan hidup dan kehutanan, memberikan materi tentang Kolaborasi Pengelolaan TNGGP. Beliau menyampaikan bahwa “Kunci penting kolaborasi yaitu komunikasi yang sehat dan intensif harus dibangun dan diperkuat”. Herry juga menggaris bawahi prinsip kerjasama volunteer, yaitu: a) Pengelolaan Taman Nasional tidak dapat bekerja sendiri, membutuhkan dukungan dari berbagai pihak antara lain potensi generasi muda b) Volunteer dibentuk sebagai wadah pembelajaran bagi generasi muda dalam mempersiapkan kemampuan untuk pengembangan diri di masyarakat c) Pemberdayaan volunteer diarahkan untuk mendukung pencapaian tujuan dan target pengelolaan taman nasional (Taman Nasional Gunung Gede Pangrango). Agus Rumchani Sulistyo dari Direktorat Pengelolaan Kawasan Konservasi, Kementerian LHK, mengupas tentang Kebijakan Bina Cinta Alam, memberikan informasi peluang untuk volunteer dapat ambil bagian dalam ajang lomba tingkat nasional (Wana Lestari dan Hari Konservasi Alam) yang diadakan setiap tahun. Acara dilanjutkan dengan paparan progres dan rencana aksi dari 10 (sepuluh) volunteer yang hadir. Ahmad Zaini, Ketua Volunteer Montana berbagi pengalaman tentang jalinan kerjasama dengan BBTNGGP dalam Penguatan Fungsi dan Tata Kelola Kawasan melalui skema Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dilakukan sejak tahun 2020. Hasil pertemuan dengan volunteer menghasilkan rumusan hasil yang ditandatangani oleh pihak BBTNGGP dengan perwakilan dari 10 (sepuluh) volunteer yang hadir. Poin penting rumusan tersebut bahwa Volunteer berkomitmen atas nama kelompok/ komunitas merupakan bagian dari pengelolaan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) dalam rangka pelestarian Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya; Volunteer berkomitmen melakukan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan BBTNGGP dalam rangka pengelolaan TNGGP dan adanya rencana aksi yang akan dilakukan oleh volunteer dalam rangka pengelolaan TNGGP seperti Penguatan kelembagaan; Perlindungan kawasan; Pengawetan flora dan fauna; Pemulihan ekosistem; Pengembangan wisata alam; Pemberdayaan masyarakat; Pendidikan konservasi/ lingkungan; dan Kegiatan sosial lainnya. Selain itu rumusan juga menyebutkan bahwa sistem komunikasi dua arah harus diintensifkan dan perlunya bimbingan teknis dalam rangka pembinaan Bina Cinta Alam (termasuk di dalamnya volunteer) lingkup Balai Besar TNGGP secara bertahap mulai dari tingkat Resort, Seksi PTN Wilayah, Bidang PTN Wilayah sampai Balai. Banyak pembelajaran yang dapat kita petik bersama dari acara Penguatan Kelembagaan Bina Cinta Alam (Volunteer), yaitu Komunikasi yang sehat dan intensif harus dibangun dan diperkuat; Prinsip saling menghargai, mempercayai, dan saling mendapatkan keuntungan yang positif harus menjadi landasan kerjasama antara Balai Besar TNGGP dan volunteer; Balai Besar TNGGP harus secara jelas dan tegas memberikan ruang-ruang kegiatan dalam melibatkan volunteer dalam rangka mendukung pengelolaan TNGGP; Paradigma bahwa volunteer merupakan wadah untuk pembelajaran dan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia, tanpa memikirkan keuntungan harus secara terus menerus ditanamkan oleh seluruh anggota volunteer TNGGP dan Volunteer hendaknya memiliki program yang jelas dan berkesesuaian dengan program penguatan pengelolaan TNGGP. Semoga kolaborasi antara BBTNGGP dengan volunteer maupun mitra lainnya dapat memperkuat pengelolaan TNGGP menjadi lebih baik. Sumber : Poppy Oktadiyani, S.Hut., M.Si. - Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Dok : Bidang Teknis Konservasi - BBTNGGP
Baca Artikel

Only One Earth di Taman Edukasi Rumbai

Pekanbaru, 8 Juni 2022 - Balai Besar KSDA Riau menghadiri peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang ke 50 di kota Pekanbaru, Minggu (5/6). Tema Hari Lingkungan Hidup tahun ini adalah "Only One Earth" (Sustainably in Harmony with Nature) satu bumi untuk masa depan. Selain peringatan Hari Lingkungan Hidup, juga dilakukan penyerahan penghargaan kepada kelompok peduli lingkungan dan penanaman bibit tumbuhan. Beberapa tamu undangan turut hadir seperti Tenaga Ahli Menteri LHK, ibu Afni Zulkifli mewakili Menteri LHK, UPT Kementerian LHK Prov. Riau, jajaran Pemerintah Kota Pekanbaru, Civitas Akademika Universitas Lancang Kuning, SKK Migas, dan BUMN Pertamina Hulu Rokan. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Hari Lingkungan Hidup 2022, Fakultas Pertanian UMSU Field Trip ke TWA Sibolangit

Sibolangit, 8 Juni 2022. Masih suasana peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2022, bertempat di Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit, Senin 6 Juni 2022 Balai Besar KSDA Sumatera Utara bersama 258 Mahasiswa/I Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) didampingi 20 orang dekan, dosen dan panitia melaksanakan kegiatan kunjungan lapangan (Field Ttrip). Momentum kunjungan kali ini bagian dari rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dengan tema “Satu Bumi untuk Masa Depan”. Hutan Konservasi TWA Sibolangit sebagai salah satu bagian bumi perlu dikenalkan kepada ke generasi muda khususnya mahasiswa/i. Misril Fuadi, S.P., M.Sc. selaku Ketua Program Studi Teknologi Hasil Pertanian mewakili UMSU menyampaikan, bahwa kunjungan kali ini adalah bagian tugas kuliah untuk mengenalkan alam dan lingkungan serta keanekaragaman berbagai jenis tumbuhan pohon sekaligus menikmati dan merasakan udara serta ekosistem hutan TWA Sibolangit. Baru saat ini dapat kembali hadir di TWA Sibolangit pasca pandemi, dan bersamaan pula momentumnya dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup. Tak ketinggalan, Kepala Resort CA/TWA Sibolangit, Samuel Siahaan, SP., mengatakan TWA Sibolangit sebagai pusat edukasi konservasi dan lingkungan di Sumatera Utara sudah menjadi kewajiban kepada setiap kunjungan yang hadir di TWA Sibolangit diedukasi dan dikenalkan lebih dahulu apa itu konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya. Masih menurut Samuel, bahwa ilmu pertanian yang dijalani mahasiswa/i Fakultas Pertanian UMSU dari Program Studi Agroteknologi, Teknologi Hasil Pertanian dan Agribisnis sangat relevan dan saling terkait dengan kehutanan khususnya Hutan. Mengapa ? karena hutan berfungsi sebagai sistem penyangga kehidupan, dan salah satu penyedia jasa lingkungan berupa kebutuhan air baku bagi kehidupan manusia khususnya masyarakat yang bergerak dibidang pertanian, disamping juga sebagai pengatur iklim lokal dan global serta mencegah erosi/banjir. Hutan Konservasi TWA Sibolangit adalah daerah resapan air berfungsi sebagai pengikat air dalam tanah secara berkelanjutan, sehingga sangat penting untuk menjaga kelestariannya. Dengan kehadiran mahasiswa/i disini, sudah merupakan bagian dari upaya kepedulian lingkungan serta konservasi dari generasi muda. Samuel menghimbau kepada generasi muda untuk menerapkan hidup dengan go green (ramah lingkungan) dimulai dari diri sendiri, rumah dan lingkungan kampus seperti menerapkan gaya hidup pilah sampah (baik organik maupun non organik) untuk dapat dimanfaatkan/ didaur ulang kembali, membawa sendiri tempat air minum (mengurangi penggunaan air minum dalam kemasan), hemat energi/air serta pola-pola peduli lingkungan lainnya, yang semuanya itu dilakukan untuk menjaga keutuhan bumi. Generasi muda khususnya mahasiswa/i Fakultas Pertanian UMSU diajak juga ikut serta melalui dunia digital, untuk mengkampanyekan kepedulian terhadap kehidupan satwa liar dengan tidak memasang jerat, tidak memelihara, tidak memburu atau memperdagangkannya. Fieldtrip dilanjutkan dengan memperkenalkan kepada mahasiswa/i berbagai keanekaragaman hayati jenis tumbuhan yang ada di sepanjang jalur interpretasi dan diakhiri kunjungan di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Sibolangit untuk mengenalkan secara singkat upaya konservasi satwa liar yang dilindungi undang-undang. Selama fieldtrip peserta didampingi petugas Resort CA/TWA Sibolangit dan 2 orang pemandu dari Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Diakhir kunjungan peserta menyampaikan rasa puasnya telah mendapatkan pengetahuan dan pengalaman selama mengelilingi kawasan. Dekan Fakultas Pertanian juga menyampaikan ucapan terima kasih atas penerimaan dan sambutan dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara, khususnya pengelola TWA Sibolangit serta akan menjadwalkan kunjungan berikutnya ke TWA Sibolangit. Turut serta hadir mendampingi mahasiswa, Dekan Fakultas Pertanian UMSU Dr. Dafni Mawar Tarigan, S.P., M.Si, . Dr.Ir. Wan Arfiani Barus, M.P., Wakil Dekan 1 dan Akbar Habib, S.P., M.P. Wakil Dekan 3. Sumber : Samuel Siahaan, SP. – PEH Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Widyakarya ke Jogja Bersama Kelompok Masyarakat Binaan

Cibodas, 8 Juni 2022. Untuk meningkatkan kapasitas kelompok tani hutan (KTH) dan pendamping di lingkup Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP), pada tanggal 1-3 Juni 2022 dilaksanakan kegiatan widyakarya ke KTH Mudhotomo di Jatimulyo, Girimulyo, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Total peserta widyakarya sebanyak 30 orang yang terdiri dari perwakilan KTH Binaan lingkup BBTNGGP dan penyuluh sebagai pendamping KTH. Mudhotomo awalnya merupakan kelompok tani yang dibentuk pada 26 Juni 1986 beranggotakan 28 orang. Kemudian menjadi kelompok tani hutan (KTH) pada tahun 2015 dan menjadi salah satu dari 5 (lima) Wanawiyata Widyakarya yang ada di DIY. KTH Mudhotomo ditetapkan menjadi Wanawiyata Widyakarya pada tahun 2017 saat masa kepengurusan Bapak Supari. Kelompok masyarakat belajar banyak hal terkait model usaha yang dikembangkan, mulai dari budidaya lebah madu klanceng, peternakan kambing etawa, pengolahan pupuk organik, pengolahan gula aren, pengolahan aneka keripik, hingga pengelolaan ekowisata Sungai Mudal, destinasi wisata yang memiliki beragam daya tarik seperti air terjun, kolam pemandian alami, area berkemah, gazebo, program sekolah sungai/ perpustakaan ESM, outbond, flying fox, rappelling, zip bike, dan tree top. Keterlibatan gender juga menjadi salah satu faktor pendukung kesuksesan KTH yang berhasil meraih Juara 1 pada tahun 2014. Dari beragam model usaha yang dikembangkan oleh KTH Mudhotomo, ada 4 (empat) jenis yang akan diterapkan oleh KTH lingkup BBTNGGP yaitu pengolahan pupuk organik, peternakan kambing, budidaya lebah madu, dan pengelolaan wisata alam. Selain model usaha, peserta juga dibekali tentang kelembagaan dan promosi yang dilakukan. Kesuksesan KTH juga tidak terlepas dari peran pendamping. Pak Puniman merupakan pendamping KTH Mudhotomo yang berhasil meraih Juara 2 Lomba Wana Lestari pada tahun yang sama. Salah satu metode widyakarya yang intensif melalui pendekatan langsung kepada KTH dengan menginap di homestay agar dapat lebih detail dan mudah mengali informasi dari masyarakat setempat sebagai anggota KTH Mudhotomo. Beberapa masukan juga disampaikan oleh Sang Pelopor KTH Mudhotomo, L. Suprayitno bahwa suatu kelompok harus memiliki niat yang tulus, kompak, semangat, saling mengingatkan, dan saling percaya. KTH juga harus menjalin komunikasi yang baik dengan semua pihak, untuk membangun hubungan dan kepercayaan guna pengembangan usaha yang dijalankan. Sumber : Sisca Widiya Afiyanti, S.Hut. - Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Dok : Penyuluh Kehutanan - BBTNGGP
Baca Artikel

Semangat Gowes di “Aksi Sejuta Sepeda Satu Indonesia”

Jakarta, 6 Juni 2022. Tim Gowes Direktorat Jenderal (Ditjen) KSDAE yang terdiri dari perwakilan Direktorat (Dit.) RKK, Dit PJLKK, Dit PKK dan UPT KSDAE atau dikenal juga dengan MATADOR - Manggih, Tanjakan, Dorong yang artinya nemu tanjakan didorong, ikut serta dalam kegiatan “Aksi Sejuta Sepeda Satu Indonesia” yang diselenggarakan Kementerian Lingkungan Hidup bersama Bike to Work pada tanggal 5 Juni 2022. Aksi ini bertujuan untuk mengkampanyekan gaya hidup sehat sekaligus pengurangan emisi dan menciptakan langit biru di Indonesia. Aksi bersepeda ini merupakan rangkaian memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia yang diperingati setiap tanggal 5 Juni. Tema Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia tahun ini, yaitu Only One Earth. Sebagai pengingat bahwa bumi adalah satu-satunya rumah kita yang sampai saat ini masih bergandengan erat dengan krisis lingkungan maka Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga menetapkan tema Hari Lingkungan Hidup untuk Indonesia yaitu “Satu Bumi untuk Masa Depan”. Rangkaian kegiatan aksi bersepeda dengan melakukan bersepeda bersama dengan rute dimulai dari Balai Kota Jakarta dan berakhir di Gedung Manggala Wanabakti KLHK. Beberapa kegiatan selanjutnya dilaksanakan di Gedung Manggala Wanabakti KLHK berupa deklarasi para pesepeda untuk berkomitmen menggunakan sepeda sebagai moda transportasi sehari hari, mendorong jalur khusus pesepeda, dan terlibat dalam program ramah lingkungan. Selain itu juga dilaksanakan pelepasliaran burung kutilang, penanaman pohon mahoni yang berfungsi sebagai penyerap polutan udara dan peresmian parkir sepeda serta launching komunitas pesepeda KLHK. Sumber : Mugiharto - Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi

Menampilkan 1.937–1.952 dari 2.606 publikasi