Sabtu, 3 Jan 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Komisi II DPRD Halmahera Timur Bahas Peningkatan PAD Sektor Ekowisata TN Aketajawe Lolobata

Sofifi 24 Februari 2021. Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) mendapat kunjungan kerja dari Komisi II DPRD Kabupaten Halmahera Timur. Kunjungan dipimpin oleh Ketua Komisi II Mursid Amalan serta didampingi tiga anggota dewan lainnya, yaitu Basir H Taher, Bahmit Djafar dan Aminudin untuk melakukan fungsi pengawasan di bidang pendapatan daerah baik bagi dari hasil Pendapatan Nasional Bukan Pajak (PNBP) maupun peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di kawasan Taman Nasional Aketajawe Lolobata. Tutut Heri Wibowo, selaku Kepala Balai TNAL bersama Ramadhan R, SP selaku Kepala Sub Bagian Tata Usaha dan beberapa staf TNAL menyambut hangat kunjungan tersebut di Gedung Pusat Informasi Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata. Ikhlas Pambudi, Penyuluh Kehutanan BTNAL menyampaikan tata usaha PNBP di kawasan konservasi TNAL. Ikhlas menyebutkan bahwa luas kawasan TNAL sebesar 6.65% dari luas kawasan hutan di Provinsi Maluku Utara dengan berbagai potensi yang dapat dikembangkan. Potensi ekowisata yang dikelola TNAL menyumbang pemasukan negara karena terdapat pungutan jasa kegiatan wisata alam yang menggunakan fasilitas negara. Kepala Balai TNAL menambahkan bahwa TNAL memiliki potensi burung endemik Maluku Utara, yaitu bidadari halmahera Semioptera walacii dan atraksi kehidupan masyarakat adat suku togutil yang merupakan ikon dari Provinsi Maluku Utara dan hanya bisa dijumpai jika berkunjung ke Halmahera. Jika potensi ini dikembangkan dengan baik, maka dapat menjadi pemasukan negara yang menjanjikan seperti taman nasional lain yang ada di Indonesia. “TNAL merupakan satu satunya kawasan konservasi di Halmahera dan merupakan aset jika dikelola dengan baik". “Pemerintah daerah khususnya Halmahera Timur dapat berkolaborasi dengan TNAL dalam membangun atau mengembangkan potensi ekowisata di bumi Halmahera dan saya harap bisa bersilaturahmi secara langsung dengan Bupati Halmahera Timur.” ujar Heri. Ketua komisi II DPRD Halmahera Timur menyambut baik harapan pihak Balai TNAL. Beliau menyampaikan di Halmahera Timur sudah memilki BUMD yang siap mendukung pengelolaan dalam menghidupkan ekowisata di Taman Nasional Aketajawe Lolobata dan bersedia menjadi fasilitator silaturahmi antara TNAL dengan Bupati Halmahera Timur. Acara diakhiri dengan penyerahan cinderamata dan buku Jelajah Rimba Halmahera Biodiversity of Halmahera Taman Nasional Aketajawe Lolobata dari Kepala Balai TNAL untuk Komisi II DPRD Halmahera Timur dan foto bersama. Sumber : Rosalina Alvionita - Penyuluh Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Baca Artikel

Cucak Kerinci Burung Endemik Sumatera Yang Mendiami Hutan TNBG

Panyabungan, 24 Februari 2021. Cucak kerinci adalah spesies burung dari suku Pycnonotidae dengan genus Pycnonotus, memiliki tubuh berukuran 18 cm, berwarna coklat zaitun dengan bulu bercoretkan putih mencolok. Sayap dan ekor berwarna hijau zaitun dengan jambul lebat dan agak membulat. Pinggir kepala dan dada coklat zaitun bercoretkan putih. Tenggorokan dan perut putih dan penutup ekor bawah kuning. Iris kuning, paruh kehitaman, kaki kehitaman. Burung pemakan buah-buahan ini mengeluarkan suara yang ramai dengan panggilan yang meletup-letup. Cucak kerinci merupakan burung endemik Sumatera yang penyebarannya terbatas, hanya di hutan-hutan perbukitan dengan ketinggian antara 800-1200 mdpl. Seperti cucak-cucak lainnya, cucak kerinci menyukai pegunungan bawah dan hutan sekunder yang rapat dan perkebunan kopi. Status konservasi : Beresiko rendah/ Least Concern (LC) di dalam daftar Red List IUCN (International Union for the Conservation of Nature). Status perlindungan : Tidak dilindungi. Lokasi dijumpai : Taman Nasional Batang Gadis. Sumber : Mulliyadi - PEH Balai Taman Nasional Batang Gadis
Baca Artikel

Hujan Deras, BBKSDA Papua Pantau Sungai-Sungai di CA Pegunungan Cycloop

Jayapura, 23 Februari 2021 – Hujan deras yang mengguyur Kota dan Kabupaten Jayapura sejak Minggu malam (21/2) menyebabkan beberapa titik tergelontor air, salah satunya area gedung SMA YPKP Sentani, Kabupaten Jayapura. Kondisi air sangat keruh dengan ketinggian sebatas betis orang dewasa, dan mengalir deras ke permukaan yang lebih rendah. Hujan masih cukup ekstrim hingga Senin sore (22/2). Situasi ini menimbulkan kecemasan tersendiri bagi sebagian warga, terutama yang memiliki trauma banjir bandang 2019 silam. Sejauh ini, pantauan tim Balai Besar KSDA Papua (BBKSDA Papua) terhadap sungai-sungai yang berhulu di dalam kawasan Cagar Alam (CA) Pegunungan Cycloop menunjukkan situasi normal. Pada Senin malam (22/2), pemantauan berlangsung di Sungai Ibhoy, Taruna, Sereh, Makanuay, Ular, dan Kemiri. Secara umum, enam sungai tersebut menunjukkan debit air yang stabil. Meskipun keruh, namun aliran air tetap normal, tidak terdapat indikasi penyumbatan. Pemantauan sebelumnya berlangsung 4 – 13 Februari 2021 di empat sungai yang berhulu di dalam kawasan Cagar Alam Pegunungan Cycloop, yaitu Sungai Makanuay, Taruna, Sereh, dan Ibhoy. Keempat sungai tersebut bermuara di Danau Sentani. Pemantauan di tiga sungai menggunakan drone, sementara Sungai Ibhoy dipantau secara langsung. Hasil laporan tim menerakan, bahwa sungai-sungai tersebut mengalami peningkatan aliran air saat hujan deras dalam waktu 1 – 3 jam. Arus air cukup deras dan keruh, tetap mengalir pada jalur sungai, dan tidak terdapat material berukuran besar yang terbawa. Meski demikian, masih terdapat potensi genangan air atau banjir di pemukiman warga apabila drainase kurang baik. Tim juga melaporkan, terdapat dua titik longsor di Sungai Ibhoy. Titik pertama berjarak 300 meter dari batas kawasan Cagar Alam Pegunungan Cycloop, sementara titik kedua berjarak 2.500 meter dari batas kawasan. Material longsor tidak membentuk bendung alam, meski pada titik longsor pertama terjadi penyempitan badan sungai. Kepala BBKSDA Papua, Edward Sembiring, mengimbau masyarakat tetap tenang namun waspada. Edward mengatakan, “Kita perlu jeli membaca tanda-tanda alam. Ini langkah mitigasi paling dini yang bisa kita lakukan, yaitu membaca alam, supaya bisa mengantisipasi segala kemungkinan. Dengan begitu, kita dapat mengurangi dampak kerugian yang mungkin timbul dari keadaan alam. Tim akan terus memantau kondisi di lapangan, dan melaporkan secara langsung hasilnya melalui media sosial resmi BBKSDA Papua, baik facebook maupun instagram. Kami juga menyebarkan siaran pers untuk media-media di Papua, dan menulis berita di lingkup KSDAE. Jadi, masyarakat bisa langsung melihat kabar-kabar terbaru, khususnya pemantauan sungai-sungai di Cycloop. Intinya, kita semua saling mendukung, tetap tenang dan waspada, ya.” (djr) Sumber: Balai Besar KSDA Papua Call Center BBKSDA Papua : 0823 9802 9978
Baca Artikel

Ranger Bogani Belajar Bersama GIS Dasar

Kotamobagu, 19 Februari 2021. Guna pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) dan peningkatan kapasitas Ranger Bogani, Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone (BTNBNW) bekerjasama dengan Wildlife Conservation Society(WCS) mengadakan kegiatan belajar bersama Geographic Information System(GIS) Dasar. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 18-19 Februari 2021 ini diikuti ASN (Aparatur Sipil Negara), Tenaga Kontrak, MMP (Masyarakat Mitra Polhut), dan PIMP (Perempuan Inspiratif Mitra Polhut), baik dari staf Tata Usaha (TU), Seksi Wilayah, maupun Resort lingkup BTNBNW dengan menghadirkan pemateri yang berasal dari kalangan Ranger Bogani sendiri yang mempunyai kemampuan yang mumpuni di bidang GIS, yaitu ST. Agung Triono Hermawan, S.Si, M.Sc,ir (Kepala SPTN Wilayah 2 Doloduo), Roni Mokoginta (Polhut) dan Hendra Dwi Purnama, S.Si (PEH). Kegiatan ini berawal dari inisiatif mandiri Ranger Bogani yang bertugas di lapangan dan mempunyai keinginan kuat untuk meningkatkan kemampuan di bidang GIS. “Saya dan segenap pimpinan Balai TNBNW sangat mengapresiasi atas inisiattif dan motivasi dari seluruh Ranger Bogani. Menjadi Ranger Bogani harus selalu siap memperbaharui dan meningkatkan kapasitas dan kemampuan diri dalam upaya mendukung tugas” ungkap Kepala Balai BTNBNW, drh. Supriyanto dalam pembukaan kegiatan belajar bersama GIS Dasar. Materi-materi seperti Kartografi Dasar, Pengenalan Peta, Pengenalan Aplikasi GIS, Georeferencing, Input data koordinat pada Peta, Digitasi Peta, Ekstraksi Data Ketinggian dari GPS Visualizer, Pembuatan Data Kontur, Pembuatan dan Pengolahan Digital Elevation Model (DEM), Membuat Peta dan Layout Peta telah disampaikan pada kegiatan ini, baik secara teori maupun prkatek. Peserta sangat antusias belajar dari tahap ke tahap sehingga mampu mengolah maupun menghasilkan peta. Berdasarkan hasil pretest dan yang dilberikan kepada peserta diketahui bahwa 90% kemampuan dan pengetahuan peserta tentang GIS dasar meningkat. Ramanda Lela, salah satu MMP yang menjadi peserta kegiatan ini menyampaikan “sangat beruntung dan bersyukur bisa belajar bersama tentang GIS yang selama ini masih buta. Kami berharap aka nada kesempatan lain untuk bisa mempelajari GIS lebih lanjut.” Peningkatan kapasitas Ranger Bogani dibidang GIS merupakan hal yang penting dalam mendukung pelaksanaan pengelolaan kawasan berbasis tapak di BTNBNW. Oleh karena itu, BTNBNW berkomitmen untuk terus berupaya mewujudkan learning organization dalam pengembangan SDM untuk pengelolaan kawasan yang lebih baik ke depannya. Sumber : Balai Taman Nasional Bogani Nani Wartabone Call Center : 0852-4019-1852 E-mail: btnbnw@yahoo.co.id
Baca Artikel

BBKSDA Riau Bahas Evaluasi Kesesuain Fungsi Dua Kawasan Konservasi

Pekanbaru, 18 Februari 2021 - Balai Besar KSDA Riau gelar Pembahasan Evaluasi Kesesuain Fungsi (EKF) dua kawasan konservasi di Kota Duri Kabupaten Bengkalis, yaitu Suaka Margasatwa (SM) Balai Raja dan SM. Pusat Latihan Gajah (PLG) Sebanga pada tanggal 16-17 Februari 2021. Pembahasan yang dilaksanakan di Hotel Grand Zuri Kota Duri dihadiri oleh Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sumatera, BAPPEDA Provinsi Riau, Dinas LHK Provinsi Riau, BAPPEDA Bengkalis, Kantor Pertanahan Bengkalis, BPKH XIX Provinsi Riau, Dinas Perikanan dan Kelautan Bengkalis, Dinas Perkebunan Bengkalis, Kecamatan Pinggir, Kecamatan Mandau, Desa Muara Basung, Desa Semunai, Desa Pinggir, Desa Tasik Serai, Desa Sungai Meranti, Rimba Satwa Foundation, Pihak Chevron Akademisi yaitu Universitas Riau dan didukung oleh Direktorat PIKA dan Direktorat KK. Kegiatan diawali dengan kunjungan lapangan untuk melihat langsung kondisi-kondisi terkini keadaan di dalam kawasan SM. Balai Raja dan SM. PLG Sebanga untuk memotret kondisi kawasan konservasi SM. Balai Raja dan SM. PLG Sebanga yang nantinya akan dituang dalam sebuah Rekomendasi tentang kesesuaian fungsi kawasan oleh tim EKF yang telah ditunjuk oleh menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Evaluasi Kesesuaian Fungsi Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam meupakan serangkaian kegiatan untuk melakukan evaluasi terhadap kondisi kawasan untuk diketahui kesesuaiannya dengan kriteria kawasan dan tujuan pengelolaannya. Pengelolaan kawasan adalah upaya atau tindakan pengurusan atas kawasan agar kawasan tersebut tetap aman, lestari dan berfungsi optimal. Pelaksanaan evaluasi kesesuaian fungsi kawasan ditujukan untuk menetapkan tindak lanjut penyelenggaraan KSA dan KPA yang terdegradasi, baik dalam bentuk pemulihan ekosistem maupun perubahan fungsi. Dua kawasan yang menjadi pembahasan adalah SM. Balai Raja dan SM. PLG Sebanga. Kedua kawasan ini terletak di Kabupaten Bengkalis Provinsi Riau. Suaka Margasatwa (SM) Balai Raja ditunjuk melalui Surat Keputusan Menteri Kehutanan Nomor 173/Kpts-II/1986 tanggal 6 Juni 1986. Luas kawasan 18.000 Ha terletak di 0 24 LU 01 25 LS dan 10150 10155 BT, kemudian penetapan kawasan dengan SK Menhut Nomor : 3978/Menhut-VII/KUH/2014 tanggal 23 Mei 2014 dengan luas 15.343,95 Ha. Secara administrasi pemerintahan Suaka Margasatwa Balai Raja terletak di Kecamatan Mandau dan Pinggir Kabupaten Bengkalis.Berdasarkan pengelolaan wilayah kerja Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Riau Suaka Margasatwa Balai Raja berada di wilayah kerja Bidang Konservasi Sumber Daya Alam Wilayah II yang dibantu oleh Seksi Konservasi Wilayah III. Suaka Margasatwa Pusat Latihan Gajah Sebangga ditunjuk berdasarkan SK. Gubernur KDH Tk. I Riau No. 387/VI/ 1992 tanggal 29 Juni 1992 dengan luas kawasan 5.873 ha. Secara geografis terletak di 0 04 - 0 17 LU dan 101 21 BT. Kawasan ini berada di Kec. Mandau Kab. Bengkalis Prov. Riau, di Wilayah Kerja Seksi Konservasi Wilayah III Bidang KSDA Wilayah II Balai Besar KSDA Riau. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Peran Aktif Balai TN Bunaken Pada Diskusi Destructive Fishing

Manado, 16 Februari 2021. Balai Taman Nasional Bunaken berperan aktif pada “Focus Group Discussion Penggalian Isu, Permasalahan dan Profilling Lokasi Perikanan yang Merusak di Sulawesi Utara” yang diadakan Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah Provinsi Sulawesi Utara bekerjasama dengan Wildlife Conservation Society Indonesia Program (WCS-IP) di Best Western Hotel Manado. Focus Group Discussion (FGD) dibuka Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Daerah (DKPD) Provinsi Sulawesi Utara dan juga dihadiri oleh Komandan Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut VIII, Badan Keamanan Laut, Kepolisian Daerah Sulawesi Utara dengan jumlah peserta 20 orang. Kegiatan ini fokus untuk mendiskusikan apa saja upaya yang dapat dilakukan dari berbagai pihak untuk mengendalikan praktek penangkapan ikan yang merusak (Destructive Fishing) seperti halnya penggunaan alat tangkap dan alat bantu penangkapan ikan yang sangat berdampak bagi ekosistem laut seperti potassium, sianida dan kompressor ataupun bom ikan. Melalui materi yang dibawakan oleh Kepala Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pangkalan Bitung, dampak yang dapat terjadi dari Destructive Fishing antara lain, merusak terumbu karang, membunuh ekosistem laut, menghambat konservasi, mengganggu kegiatan pariwisata dan sebagainya. Dalam diskusi ini Kepala Balai Taman Nasional Bunaken Genman S. Hasibuan, S.Hut, M.M memberikan usulan dalam upaya penanganan kasus tersebut agar sebaiknya lebih memprioritaskan kemana fokus atau sasaran yang dituju dengan melakukan pemetaan lokasi, pemetaan persoalannya, serta pemetaan pelaku selanjutnya tentukan prioritas tindakan. Dalam kasus ini, masyarakat yang terlibat dalam Destructive Fishing sebaiknya dilibatkan dalam penanganan dan pencegahan masalah tersebut agar permasalahan ini dapat terminimalisir dan tepat sasaran. Semoga permasalahan yang dapat merusak ekosistem laut dapat segera terselesaikan, dimana sejatinya keanekaragaman hayati di Sulawesi Utara dapat tetap terjaga dan terawat dengan baik. Sumber : Balai Taman Nasional Bunaken
Baca Artikel

Membangun Persamaan Persepsi Kemitraan Konservasi

Jambi, 12 Februari 2021. Guna membangun persamaan persepsi antara Balai Taman Nasional Berbak dan Sembilang dengan Masyarakat Desa Sungai Rambut mengenai Peraturan Dirjen KSDAE No. 6 Tahun 2018 tentang Kemitraan Konservasi, maka Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I yang dikomandoi Bobby Sandra, S.P., M.Si. (Kepala Seksi) menggelar Sosialisasi pada 5 Februari 2021 di Desa Sungai Rambut, Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Sosialisasi dihadiri Camat Berbak, Kepala Desa Sungai Rambut serta perwakilan dari 6 (enam) Kelompok yang akan terlibat dalam Pelaksanaan Kegiatan Kemitraan Konservasi tersebut. Proses Kemitraan Konservasi di Desa Sungai Rambut akan dilaksanakan melalui skema pemulihan ekosistem di Zona rehabilitasi sebagai solusi konflik tenurial. “Saya sangat senang dan bersyukur akhirnya pelaksanaan kegiatan sosialisasi yang merupakan bagian dari tahapan Kemitraan konservasi ini dapat terlaksana dan kami Desa Sungai Rambut berjanji akan melengkapi kekurangan data yang dibutuhkan oleh pihak Balai TN Berbak dan Sembilang” Ujar Kepala Desa Sungai Rambut. Bobby Sandra, S.P., M.Si. menyampaikan bahwa Proses kemitraan konservasi telah dimulai sejak tahun 2015 sampai dengan diterbitkannya peraturan Dirjen KSDAE No. 6 tahun 2018 tentang kemitraan Konservasi. “Dengan adanya sosialisasi tentang kemitraan konservasi ini diharapkan kelompok dapat memahami dan mengerti apa saja Hak dan Kewajibannya, sehingga akan terbentuk kerjasama yang baik antara pihak Balai Taman Nasional Berbak dan Sembilang dengan seluruh warga di Desa Sungai Rambut” ujarnya. Yani, S.E. selaku Camat Berbak dalam arahannya menyampaikan bahwa Balai Taman Nasional Berbak dan Sembilang telah memfasilitasi warga desa Sungai Rambut dengan kegiatan kemitraan konservasi ini, oleh karena itu diharapkan masyarakat tidak lagi merambah hutan dan melakukan kegiatan ilegal lainnya. Materi disampaikan oleh Penyuluh Balai TN Berbak dan Sembilang mengenai sosialisasi Perdirjen No. 6 Tahun 2018 dan hasil verifikasi administrasi proposal kelompok Maju Jaya I-VI. Pelaksanaan kegiatan sosialisasi dilakukan dengan sangat interaktif dan ditutup dengan adanya kesepakatan kelompok untuk melengkapi kekurangan dokumen dalam proposal yang telah disampaikan kelompok ke Balai TN Berbak dan Sembilang. Sumber: Mega Putri Armanesa - Penyuluh Balai Taman Nasional Berbak dan Sembilang
Baca Artikel

Diskusi Konservasi BBKSDA Sumatera Utara Bersama Kader Konservasi

Medan, 11 Februari 2021. Balai Besar KSDA Sumatera Utara yang diwakili Ida Marni dan Samuel Siahaan, SP melaksanakan diskusi konservasi tentang Perkembangan Konservasi Alam bersama Tempat Kita Peduli (TKP) sebagai kader konservasi di sekretariat TKP pada Jumat, 5 Februari 2021. Kader Konservasi pada dasarnya merupakan seseorang/sekelompok orang yang telah dididik atau ditetapkan oleh instansi pemerintah atau lembaga non pemerintah, yang secara sukarela berperan sebagai penerus upaya konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya, bersedia serta mampu menyampaikan pesan-pesan konservasi kepada masyarakat, sehingga peran aktif Kader Konservasi dalam kegiatan konservasi secara bersama-sama dengan pemerintah berjalan sesuai tujuan, harapan dan cita cita. Diskusi konservasi yang diikuti 6 (enam) orang kader konservasi (Syukur Ricky Roy, Indah Asri Anggraini, Naufal Ramadhan Siregar, Sri Suartini, M.Fajar Sidik dan M. Hidayatullah) membicarakan tentang perkembangan konservasi alam. Generasi milenial dalam hal ini TKP menjadi motor kader konservasi sekaligus mitra Balai Besar KSDA Sumatera Utara yang digaet untuk ikut serta dalam menyebarluaskan informasi konservasi dan berperan serta dalam kegiatan2 konservasi di lingkungan sekitar. Selesai diskusi tim dari Balai Besar KSDA Sumatera Utara menyerahkan buku Buletin Beo Nias sebanyak 5 edisi, Buku Wisata Edukasi Konservasi dan Lingkungan Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit, dan leaflet yang memuat Informasi konservasi di Wilayah kerja Balai Besar KSDA Sumatera yang dapat menambah pengetahuan, semangat dan kepedulian kader konservasi terhadap alam. Adapun tindak lanjut dari diskusi konservasi ini adalah akan dilaksanakan Pelatihan dan Peningkatan Kapasitas Kader Konservasi Alam yang akan langsung difasilitasi oleh Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Semangat bagi TKP dalam berkarya, jadikan kegiatan konservasi menjadi bagian pekerjaan dan gaya hidup yang dapat memberi manfaat bagi kita dan lingkungan hidup. Sumber : Samuel Siahaan, SP dan Ida Marni - Staf Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Edukasi Konservasi di TWA Buluh Cina

Pekanbaru, 10 Februari 2021 – Petugas Resort Buluh Cina, Balai Besar KSDA Riau pada tanggal 6-7 Februari 2021 melakukan pendampingan kepada mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI). Teman teman mahasiswa dari UMRI sedang melakukan kemah di Taman Wisata Alam (TWA) Buluh Cina dalam rangka Latihan Dasar Kepemimpinan. Dalam pelatihan tersebut, petugas Resort juga memberikan edukasi tentang konservasi dan TWA Buluh Cina sebagai salah satu kawasan konservasi dalam pengelolaan Balai Besar KSDA Riau. Edukasi tersebut bertujuan untuk lebih mengenalkan tentang konservasi dan menumbuhkan kecintaan generasi muda pada satwa yang dilindungi serta pentingnya kelestarian alam untuk generasi saat ini dan generasi selanjutnya. Hal tersebut perlu disampaikan karena kelestarian alam dan satwa adalah tugas kita bersama. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

BBKSDA Sumut Ajak Masyarakat Nagori Dolok Merawa Ngobrol Kawasan

Medan, 4 Februari 2020. Balai Besar KSDA Sumatera Utara melaksanakan FGD (Focus Group Discussion) bersama masyarakat Nagori Dolok Marawa pada Rabu, 3 Februari 2021 dengan jumlah terbatas dan tetap menerapkan protokol kesehatan covid-19. Sebelumnya telah dilaksanakan kegiatan penilaian efektifitas pengelolaan kawasan konservasi yang dilaksanakan bersama dengan pengelolaan kawasan di tapak dan mitra sejajar, dan kali ini Balai Besar KSDA Sumatera Utara kembali menggali informasi melalui FGD bersama masyarakat apakah kawasan sudah terkelola dengan optimal dan mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat??. Sebagai informasi, bahwa beberapa waktu yang lalu masyarakat Nagori Dolok Marawa bersepakat untuk membentuk Kelompok Wisata Tinggi Raja, yang rencananya menjadi cikal bakal dalam mengelola kegiatan wisata alam Dolok Tinggi Raja secara mandiri. Harapannya, kelompok ini dapat menjadi media dan organisasi pengelola kegiatan wisata alam berbasis masyarakat dengan memberdayakan potensi lokal dengan rasa global, mengingat potensi Dolok Tinggi Raja dengan kawah putihnya yang semakin bergaung. Dalam forum diskusi tersebut, berkaitan dengan rencana pengelolaan kegiatan wisata di Taman Wisata Alam (TWA) Dolok Tinggi Raja, permasalahan sampah menjadi sorotan yang utama dari masyarakat. Untuk itu Balai Besar KSDA Sumut memberikan alternatif guna mengatasi masalah sampah di dalam kawasan. Salah satunya adalah dengan mengapresiasi pengunjung yang membawa kembali sampahnya sendiri dari dalam kawasan, menyediakan tong sampah dan plang larangan membuang sampah di dalam kawasan. Usulan masyarakat untuk melengkapi sarpras pendukung wisata alam juga sudah direspons pengelola kawasan, dengan mengadakan/menyediakan perlengkapan/peralatan untuk kegiatan tubbing yang mendukung wisata alam air di dalam kawasan. Pertemuan kali ini menyimpulkan bahwa kegiatan penguatan perlindungan kawasan hutan, budidaya jenis-jenis tanaman obat dan tanaman hias serta keterlibatan pihak yang berkompeten untuk penelitian dan pendampingan dalam pembuatan Peraturan Desa termasuk peraturan adat menjadi harapan dalam pengelolaan kawasan yang efektif. Selanjutnya hasil diskusi dengan masyarakat ini, nantinya akan kembali didiskusikan melalui zoom meeting dengan para pemangku kepentingan lainnya, yakni Camat Silau Kahean, Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Utara cq KPH Wilayah II Siantar, Bappeda Simalungun, Kepala Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar dan Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Kisaran selaku pengelola wilayah Cagar Alam (CA) Dolok Tinggi Raja Sumber : Edina Emininta G, S.Hut., M.Si. - PEH Muda Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Memupuk Semangat Kerja Pegawai Balai TN Matalawa

Waibakul, 3 Februari 2021. Tidak terasa bahwa tahun 2021 sudah memasuki bulan kedua. Walaupun saat ini pandemi COVID-19 masih menghantui kehidupan di Indonesia, sebagai abdi negara, para pegawai Balai Taman Nasional Manupeu Tanah Daru dan Laiwangi Wanggameti (TN Matalawa) harus tetap dapat menunjukkan pelayanan prima dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Demi menjamin terlaksananya dan memupuk semangat kerja seluruh pegawai hingga tingkat tapak, Kepala Balai TN Matalawa, Memen Suparman, dengan Kepala Sub Bagian Tata Usaha, Hastoto Alifianto, bersama beberapa staff melakukan kunjungan ke tiga seksi wilayah yang dilaksanakan pada tanggal 2 dan 3 Februari 2021. Hari pertama digunakan untuk turun ke Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Matawai Lapau dan hari kedua ke SPTN Wilayah II Lewa dan SPTN Wilayah I Waibakul. Dalam kegiatannya turun ke SPTN tersebut, Kepala Balai mengingatkan kepada seluruh pegawai untuk dapat mengerjakan tugas dengan baik sesuai dengan komitmen kerja yang telah disepakati. Tak lupa juga untuk tetap menjaga kebugaran dan melaporkan kondisi kesehatan apabila ada keluhan pada diri masing-masing. Pada akhir acara, dilakukan penandatanganan Ikrar Bersama Pembangunan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi, Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBK/WBBM). Tak henti-hentinya Kepala Balai mengingatkan bahwa praktek-praktek yang disebutkan di pakta integritas ini harus kita jalani dengan sungguh-sungguh sehingga terwujud struktur pemerintahan yang bersih. Sumber: Balai Taman Nasional Manupeu Tanahdaru dan Laiwangi Wanggameti
Baca Artikel

Sinkronisasi Program Balai TN Berbak dan Sembilang Dengan 4 Kecamatan

Simpang, 3 Februari 2021. Demi terwujudnya sinkronisasi dan harmonisasi, Balai Taman Nasional (TN) Berbak dan Sembilang turut aktif berpartisipasi dalam kegiatan Musrenbang Tingkat Kecamatan yang diadakan Pemerintah Daerah secara paralel untuk 4 (empat) kecamatan (Nipah Panjang, Sadu, Rantau Rasau dan Berbak) pada Dapil 2 (dua) Kabupaten Tanjung Jabung Timur. Kegiatan yang dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 03 Februari 2021 ini dilakukan secara virtual melalui aplikasi zoom meeting dan dibuka oleh Bupati Kabupaten Tanjung Jabung Timur yang diwakili Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan dan dihadiri oleh perwakilan DPRD Provinsi Jambi, Pimpinan dan anggota DPRD Kab. Tanjabtim, OPD lingkup Kab. Tanjabtim, Camat Sadu, Camat Nipah Panjang, Camat Berbak, Camat Rantau Rasau, BPN, Tokoh Masyarakat serta instansi terkait lingkup kecamatan. Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Balai TN Berbak dan Sembilang beserta jajarannya dan Ka Brigdalkarhut TN Berbak dan Sembilang ikut serta mensukseskan musrenbang Tingkat Kecamatan ini bersama Camat Berbak, Kepala Desa Lingkup Kecamatan Berbak beserta instansi terkait lainnya di ruang rapat kantor Kecamatan Berbak secara virtual melalui zoom meeting. Musrenbang Tingkat Kecamatan ini merupakan tindak lanjut dari musrenbang di tingkat Desa yang telah dilaksanakan pada tanggal 20-22 Januari 2021 dimana Balai TN Berbak dan Sembilang telah berpartisipasi aktif dalam kegiatan tersebut mengingat 4 (empat) dari 6 (enam) desa yang berada di Kecamatan Berbak yakni Kelurahan Simpang, Desa Telago Limo, Desa Sungai Rambut dan Desa Rantau Rasau merupakan Desa Penyangga Kawasan TN Berbak. Dalam sambutan Bupati Tanjung Jabung Timur yang dibacakan oleh staf ahli Bupati Bidang Ekonomi dan Pembangunan menghimbau untuk mempertajam RKPD dan Renja Perangkat Daerah Lingkup Kabupaten Tanjabtim, selain itu sesuai arahan dari Pemerintah Pusat bahwa fokus kegiatan yang kedepannya diarahkan kepada Pemulihan Ekonomi Nasional. Kegiatan dimulai dengan paparan dari masing-masing Camat pada Dapil 2 serta narasumber yang berasal dari Bappeda dan DPRD. Berdasarkan paparan usulan kegiatan dari Kecamatan, terdapat tiga usulan kegiatan yang selaras dengan program kegiatan Balai TN Berbak dan Sembilang yaitu pelaksanaan pelatihan menjahit yang merupakan tindak lanjut dari kegiatan bantuan peningkatan usaha ekonomi masyarakat oleh Balai TN Berbak dan Sembilang dalam bentuk mesin jahit, pengadaan perahu wisata dalam pengembangan wisata di kecamatan Berbak yang terintegrasi dengan wisata kawasan TN Berbak dan pengadaaan peralatan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di desa sebagai antisipasi dan pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Dengan aktifnya Balai TN Berbak dan Sembilang dalam kegiatan musrenbang ini kedepannya diharapkan adanya sinkronisasi perencanaan kegiatan lingkup kecamatan maupun kabupaten dengan program yang ada di Balai. Hasil dari kegiatan musrenbang tingkat kecamatan ini dijadikan sebagai bahan pendukung dalam penyusunan RKPD Kabupaten Tanjabtim tahun 2022. Sumber: Mega Putri Armanesa - Penyuluh Balai Taman Nasional Berbak dan Sembilang
Baca Artikel

TWA Buluh Cina, Langganan Penelitian Mahasiswa

Pekanbaru, 3 Februari 2021 - Petugas Resort Buluh Cina Balai Besar KSDA Riau pada Senin, 1 Februari 2021 kedatangan beberapa mahasiswa Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim (UIN Suska) Riau dan mahasiswa Universitas Riau (UNRI) yang melakukan penelitian di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Buluh Cina. Petugas diajak berdiskusi tentang kelestarian alam dan konservasi khususnya mengenai TWA Buluh Cina termasuk tentang kondisi sosial, ekonomi, budaya serta mata pencaharian masyarakat sekitar kawasan. Tak lupa petugas juga mengajak mereka melihat cara merawat, memandikan, mengangon, memberi makan dan mengajak bermain Gajah Robin, Ngatini dan Damar. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Balai Besar KSDA Sumut Ikuti Perayaan Natal Virtual Bersama KLHK

Medan, 29 Januari 2021. Untuk pertama kalinya Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melaksanakan Perayaan Natal secara virtual melalui zoom meeting, pada Jumat 29 Januari 2021. Tahun ini mengusung tema “Tuhan Senantiasa Menyertai Kita Di Masa Sukacita Maupun Sulit Pada Masa Pandemi”. Perayaan Natal ini diikuti seluruh pegawai kristiani lingkup Kementerian LHK di seluruh Indonesia, tidak terkecuali pegawai lingkup Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Tidak kurang dari 25 orang yang menghadiri acara ini, yang dilaksanakan di ruang rapat, terlihat diantaranya Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara Dr. Ir. Hotmauli Sianturi, M.Sc.For., Kepala Seksi Perencanaan, Perlindungan dan Pengawetan Amenson Girsang, SP. yang berjuga bertindak sebagai Ketua Panitia Natal Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Kepala Sub Bagian Program dan Kerjasama Elvina Rosinta Dewi, S.Hut., M.I.L dan Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Stabat Herbert BP. Aritonang, S.Sos., MH. Menteri LHK Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc. yang mengikuti acara secara virtual dalam sambutannya menyampaikan, perayaan Natal ini kiranya menjadi momentum yang baik guna menjalin tali silaturahim dan persaudaraan diantara pegawai jajaran KLHK serta momen untuk membangun kepedulian terhadap sesama, terutama saudara-suadara kita yang terdampak akibat pandemi Covid-19 serta bencana alam. “Mari tebarkan kebaikan di bumi bagi semua orang dengan tetap bekerja keras dan tetap memberikan pelayanan terbaik, serta senantiasa menjaga protokol kesehatan. Dengan rasa syukur dan optimisme yang tinggi maka kita akan dapat menghadapi tantangan,” ujar Siti Nurbaya. Siti Nurbaya juga mengapresiasi kegiatan bakti sosial yang dilakukan UPT lingkup Kementerian LHK di seluruh wilayah Indonesia (termasuk di dalamnya Balai Besar KSDA Sumatera Utara), karena itu menandakan kepedulian pegawai kristiani terhadap kondisi bangsa dan masyarakat saat ini. Menteri LHK saat menyampaikan Selamat Natal dan Tahun Baru (gbr. kiri) dan Wakil Menteri LHK juga menyampaikan Selamat Natal dan Tahun Baru (gbr. kanan) Selain Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang menyampaikan Selamat Natal dan Tahun Baru, Wakil Menteri Alue Dohong, SE., M.Sc., Ph.D., juga turut menyampaikan Selamat Natal dan Tahun Baru kepada seluruh umat kristiani. Sumber : Inggrid R. Tarihoran, S. Hut. - Penyuluh Kehutanan Pertama Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Tanam Swadaya 300 Bibit Pohon Penyimpan Air

Boyolali, 31 Januari 2021. Kelompok Pecinta Alam PINOES bersama dengan warga masyarakat Dusun Sleker, Desa Kopeng, Kec. Getasan, Kab. Semarang dan seratus orang peserta, melaksanakan kegiatan penanaman secara swadaya sebagai wujud kepedulian terhadap kelestarian kawasan konservasi Taman Nasional (TN) Gunung Merbabu (9/1/21). Tiga ratus batang bibit tanaman dari jenis aren, puspa, dan beringin ditanam di blok Ngroto, Resort Kopeng, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Balai Taman Nasional Gunung Merbabu. Melalui kegiatan penanaman ini masyarakat berharap jenis tanaman yang ditanam dapat memberikan sumbangsih dalam ekosistem yang ada sehingga dapat memperbaiki sumber air. Air menjadi kebutuhan pokok dalam keberlangsungan kehidupan, dan Kawasan TN Gunung Merbabu merupakan “tandon banyu” atau kawasan penyimpan air (recharge area). Salah satu amanah mandat pengelolaan TN Gunung Merbabu adalah sebagai perlindungan sumber air dan kawasan TN Gunung Merbabu memegang peranan penting dalam penyediaan air bersih bagi daerah sekitar. Penanaman jenis tanaman penyimpan air diharapkan dapat menambah debit air pada sumber air yang ada dan diharapkan tidak hanya berhenti pada penamanam saja namun akan diikuti dengan pemeliharaan tanaman yang telah ditanam sehingga dapat dipastikan benar-benar hidup. Semoga kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan pada blok-blok lain dalam kawasan TN Gunung Merbabu sehingga kelestarian kawasan dapat terwujud dan kawasan TN Gunung Merbabu menjadi jaminan ketersediaan air bersih pada masa depan. Sumber : NurA - Penyuluh Kehutanan Balai Taman Nasional Gunung Merbabu
Baca Artikel

Dishut Kalsel Bersama Mitra Evakuasi Beberapa Reptil

Banjarmasin, 30 Januari 2021. Banjir yang melanda wilayah Kalimantan Selatan berlangsung lebih dari 1 minggu dan merendam sebagian wilayah Kabupaten/Kota merupakan fenomena alam yang mengakibatkan naiknya permukaan air dan menimbulkan permasalahan lain bagi warga terutama daerah pinggiran sungai, rawa dan gambut. Munculnya hewan reptil di pemukiman warga menjadi salah satu perhatian Tim KSDAE Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan (Dishut Kalsel). Barisan Pemadam Kebakaran berbasis swadaya masyarakat (BPK) Emirat kota banjarmasin yang merupakan mitra Dinas Kehutanan juga bersinergi dalam penyelamatan satwa liar dan membantu mengevakuasi beberapa jenis reptil di wilayah pemukiman kota Banjarmasin yang kemudian diserahkan ke Dishut Kalsel. TIM KSDAE Dishut Kalsel kemudian melaksanakan pelepasliaran dengan jenis 5 (lima) ekor ular yang terdiri dari 4 ekor jenis ular sanca kembang (malayopython reticulatus) dan 1 ekor ular cobra (naja), dalam kesempatan itu juga dilepasliarkan 1 ekor biawak (varanus). Keseluruhan satwa liar tersebut sebelumnya dievakuasi di pemukiman penduduk yang terkena banjir di wilayah Banjarmasin dan Banjarbaru. Keseluruhan satwa liar tersebut dilepasliarkan di wilayah Taman Hutan Raya Sultan Adam yang jauh dari pemukiman penduduk serta sesuai dengan habitat aslinya (28/1/21) Sesuai dengan arahakan kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel lbu Fathimatuzzahra, S.Hut., MP bahwa "Kita harus bergerak cepat dalam penanganan konflik satwa dengan menusia, apalagi saat banjir yang terjadi saat ini akan banyak muncul satwa liar ke pemukiman warga terutama jenis reptil". Pantja Satata, S.Hut. Kepala Bidang PKSDAE Dinas Kehutanan Kalimantan Selatan juga menjelaskan bahwa pola-pola konservasi berbasis masyarakat di Kalsel terus dikembangkan, “kami terus berupaya melaksanakan kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung, kita juga sedang mengembangkan pola konservasi yang dapat mencakup seluruh wilayah Kalimantan Selatan”. Sementara ditempat lain Supiani,S.Hut., MP selaku Kepala Seksi KSDAE menjelaskan bahwa tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan konservasi di Kalimantan Selatan selama tahun 2020 meningkat signifikan, untuk bulan Januari 2021 saja kita sudah melaksanakan beebrapa kali evakuasi dan pelepasliaran berbagai jenis satwa liar, semuanya melibatkan masyarakat dalam proses evakuasimya, laporan warga tentang keberadaan satwa liar merupakan indikator kepedulian masyarakat terhadap nilai-nilai konservasi” tutupnya. Sumber : Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan

Menampilkan 1.937–1.952 dari 1.989 publikasi