Rabu, 27 Mei 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Danau Sentarum Meluap

Danau Sentarum, 13 November 2021. Kepala Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) Wahju Rudianto, S.Pi.,M.Si. melakukan kunjungan langsung ke Danau Sentarum untuk melihat kondisi danau dan sarana prasarana yang ada, sekaligus memberikan arahan kepada semua pegawai yang ada di lapangan untuk siaga akan semakin tingginya air danau, Sabtu (13/11). “Kondisi air danau yang semakin tinggi sangat berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat yang ada di Kawasan Danau Sentarum, sebagian besar pemukiman masyarakat mulai tergenang. Hasil tangkapan ikan yang menjadi penopang perekonomian masyarakat di danau juga semakin sulit. Selain itu, madu hutan yang dihasilkan dari kawasan Danau Sentarum juga terancam gagal panen karena sarang lebah madu hutan yang ikut tergenang. Hal tersebut tentunya berdampak terhadap penghasilan yang didapat oleh masyarakat untuk pemenuhan kehidupan sehari-harinya.” ungkap Wahju Rudianto. Hujan deras yang terus mengguyur kawasan Taman Nasional Danau Sentarum sejak awal November 2021 menyebabkan kenaikan tinggi muka air danau yang cukup signifikan. Intensitas hujan yang tinggi dan hampir merata di kawasan Danau Sentarum dan sekitarnya mempercepat laju kenaikan, mencapai 5-10 cm setiap harinya. “Tingginya muka air danau yang terus naik berdampak terhadap fasilitas wisata yang telah kita bangun, beberapa fasilitas wisata seperti dermaga dan walking bridge yang ada di Pulau Sepandan dan Bukit Tekenang ikut tergenang air “ tambah Wahju. Kawasan Danau Sentarum seluas 127.393,40 ha merupakan reservoir yang berfungsi sebagai pengatur tata air yang ada di Kabupaten Kapuas Hulu, dimana menjadi penampung limpahan air dari sungai Kapuas dan mensuplai air ke hilirnya. Namun, karena tingginya intensitas hujan yang terjadi baik dari hulu maupun hilir, menyebabkan tinggi muka air di danau juga terus mengalami kenaikan. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Artikel

Aksi Mahasiswa/i Magang di Balai Besar KSDA Riau Sosialisasikan Satwa Liar Yang Dilindungi

Pekanbaru, 8 November 2021 - Dalam rangka mengenalkan konservasi ke kalangan generasi muda, Balai Besar KSDA Riau menerima siswa dari Sekolah Menengah maupun Universitas untuk praktek kerja atau bahasa kerennya magang loh. Selain belajar administrasi perkantoran, tak jarang para siswa diajak terjun langsung ke lapangan mengurus satwa maupun ikut melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Seperti yang dilakukan pada Senin, 8 November 2021, 10 orang mahasiswa/i dari Universitas Islam Riau (UIR) dan Universitas Islam Negeri (UIN), Fakultas Ilmu Komunikasi yang sedang magang di Balai Besar KSDA Riau turun melakukan kegiatan sosialisasi tentang tumbuhan dan satwa liar. Kali ini sasaran mereka adalah Pusat Penjualan Satwa Liar di kota Pekanbaru. Setelah mendapat arahan dari Kepala Seksi Perencanaan Perlindungan dan Pengawetan, Ujang Holisudin, tim berangkat menuju lokasi. Kegiatan sosialisasi ini dilakukan untuk menyadarkan masyarakat tentang keberadaan tumbuhan dan satwa liar yang dilindungi. Tentang pentingnya melestarikan satwa yang hampir punah keberadaannya, jenis satwa apa saja yang tidak dapat diperdagangkan serta tidak ketinggalan sanksi yang dapat dikenakan kepada pelakunya. Tanggapan positif diberikan para pedagang, bahkan mereka berharap sosialisasi ini dapat dilakukan secara berkala. Bagi para Mahasiswa/i tersebut, kegiatan ini tidak hanya menjadi sebuah pengalaman baru berharga yang mengasyikkan namun juga merupakan salah satu langkah awal peran serta generasi muda dalam upaya melestarikan konservasi alam dan ekosistemnya. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Penyelesaian Konflik Tenurial di Kawasan Suaka Margasatwa Karang Gading

Paluh Kurau, 11 November 2021. Permasalahan konflik tenurial yang terjadi di Suaka Margasatwa (SM) Karang Gading dan Langkat Timur Laut di Desa Paluh Kurau, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang yang telah berlangsung sejak tahun 1990-an, saat ini memasuki babak baru melalui skema kemitraan konservasi. Permasalahan ini kembali mencuat setelah adanya adanya saling lapor oleh 2 kubu penggarap yang berseteru ke Kepolisian Resort (Polres) Belawan, sampai adanya proses hukum terhadap pelaku tindak pidana. Atas peristiwa tersebut, Polres Belawan menginisiasi pertemuan para pihak untuk mencari solusi penyelesaian permasalahan pada hari Rabu 2 November 2021 di Mapolres Belawan. Pertemuan dipimpin langsung oleh Kapolres Belawan, AKBP Faisal Rahmat H.S., SIK., S.H., M.H., dan dihadiri Kepala Bagian Tata Pemerintahan Pemkab Deli Serdang, Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Stabat, Camat Kecamatan Hamparan Perak, Camat Kecamatan Labuhan Deli, penyidik Satreskrim Polres Belawan, Kepala Resort SM Karang Gading Langkat Timur Laut 1 dan 2, Kepala Desa Paluh Kurau, Kepala Desa Karang Gading, serta masyarakat penggarap dan kuasa hukum para penggarap. Pada pertemuan tersebut, Kepala SKW II Stabat, Herbert BP. Aritonang, S.Sos., M.H., kembali menegaskan bahwa kawasan hutan SM Karang Gading dan Langkat Timur Laut adalah hutan milik Negara yang telah ditunjuk sejak tahun 1932 sampai kemudian ditetapkan pada tahun 2014, sehingga tidak diperbolehkan adanya penguasaan atas areal dimaksud. Untuk penyelesaian konflik tenurial yang termasuk dalam kategori keterlanjuran akan dilakukan melalui skema kemitraan konservasi dimana sampai saat ini Balai Besar KSDA Sumatera Utara telah melakukan perjanjian kerjasama dengan 2 kelompok tani hutan (KTH) di Desa Paluh Kurau dan Desa Karang Gading untuk melalukan kemitraan konservasi dalam rangka Pemulihan Ekosistem. Di akhir sesi, semua pihak mengakui areal tersebut adalah milik Negara dan menyepakati skema kemitraan konservasi. Masyarakat diminta untuk mengajukan permohonan kemitraan konservasi namun terhadap tindak pidana umum yang terjadi akan dilakukan proses hukum oleh Polres Belawan. Menindaklanjuti rekomendasi hasil pertemuan di Mapolres Belawan tersebut, Balai Besar KSDA Sumatera Utara selanjutnya menginisiasi pertemuan dengan berbagai pihak, termasuk pihak-pihak yang hadir sebelumnya. Pertemuan dilaksanakan pada Selasa 9 November 2021, di kantor Desa Paluh Kurau, guna mensosialisasikan Peraturan Direktur Jenderal KSDAE Nomor : P.6/KSDAE/SET/Kum.1/6/2018 tentang Petunjuk Teknis Kemitraan Konservasi Pada Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam. Sosialisasi ini merupakan kegiatan yang sudah dilakukan berulangkali khususnya di desa Paluh Kurau. Sosialisasi kemitraan konservasi di kantor Desa Palu Kurau Dalam sosialisasi tersebut, masyarakat kembali menegaskan dukungan terhadap kegiatan kemitraan konservasi yang dilaksanakan oleh Balai Besar KSDA Sumatera Utara serta sepakat untuk mengembalikan fungsi kawasan SM Karang Gading, dan menolak adanya pihak-pihak/oknum penggarap yang akan mengelola kawasan. Turut hadir dalam pertemuan tersebut Kepala Bidang KSDA Wilayah I Kabanjahe Mustafa Imran Lubis, SP., beserta tim, Kepala SKW II Stabat Herbert BP. Aritonang, S.Sos. M.H., Kapolsek Hamparan Perak Kompol Edward Simamora, serta Danramil Hamparan Perak Kapten Kay Azwar. Pada akhir kegiatan sosialisasi, semua pihak menyetujui untuk melakukan pengecekan di lapangan guna mendata langsung lokasi/lahan yang digarap oleh masyarakat. Semoga ini menjadi awal baik untuk penyelesaian permasalahan di kawasan SM. Karang Gading Langkat Timur Laut dengan win win solution. Sumber : Evansus Renandi Manalu, Analis Data Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Tinjau Program Kerjasama, Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove bertandang ke Rumah Kahiyu TN Tanjung Puting

Pangkalan Bun, 10 November 2021 – Pada tanggal 04 November 2021 Rumah Kahiyu mendapat kehormatan kunjungan dari Bpk. Ir. Hartono, M.Sc selaku Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM). Kunjungan ini merupakan rangkaian dari kunjungan kerja untuk meninjau kegiatan-kegiatan yang dilakukan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove di Kalimantan Tengah. Rombongan tamu BRGM didampingi oleh Kepala Balai Taman Nasional Tanjung Puting, bertandang ke Resort Camp Leakey untuk menyaksikan langsung nilai penting kawasan TN Tanjung Puting yang kaya akan biodiversitas, salah satunya gambut yang mencapai 60% dari luas kawasan TN Tanjung Puting. Kawasan TN Tanjung Puting juga menjadi salah satu lokasi kegiatan kerjasama dengan BRGM yaitu Rewetting (R1) berupa pembangunan sekat kanal, Revegetation (R2) berupa penanaman seluas 100 Ha dan Revitalization (R3) berupa bantuan ekonomi produktif untuk 10 desa penyangga kawasan TNTP. Program-program tersebut merupakan amanah BRGM untuk memulihkan gambut dan mangrove serta meningkatkan mata pencaharian masyarakat sekitar kawasan TN Tanjung Puting. Dalam kesempatan ini Kepala Balai TN Tanjung Puting mengucapkan terima kasih atas kerjasama dengan BRGM. Semoga program – program tersebut dapat berlanjut dan memberikan dampak nyata bagi kawasan TN Tanjung Puting dan masyarakat desa sekitarnya. Sumber : Balai TN Tanjung Puting
Baca Artikel

Estimasi Populasi Macan Tutul, Si Penghuni Gunung Gede Pangrango

Cibodas, 11 November 2021 - Macan tutul jawa (Panthera pardus melas) merupakan satwa karnivora endemik dan salah satu top predator penghuni kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) yang kondisi habitat dan populasinya terus dipantau. Status konservasi macan tutul jawa dievaluasikan sebagai spesies terancam punah (Endangered) dalam IUCN Redlist pada tahun 2021, dan didaftarkan dalam CITES Appendix 1 sejak tahun 1978. Satwa dilindungi ini dicantumkan dalam UU KSDAE No.5 tahun 1990, Peraturan Pemerintah No.7 tahun 1999, dan Peraturan Menteri LHK No. 106 tahun 2018. Pada tahun 2021, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango bersama dengan Conservation International Indonesia, telah melakukan monitoring populasi macan tutul jawa dengan menggunakan camera trap di seluruh kawasan TNGGP. Penentuan lokasi penempatan camera trap ini didasarkan pada laporan perjumpaan satwa dan hasil analisis kesesuaian habitat yang diolah dengan aplikasi Maxent. Camera trap sebanyak 54 unit ditempatkan pada lokasi yang diindikasikan sebagai lintasan serta habitat macan tutul dan mangsa potensialnya pada grid-grid ukuran 2×2 km. Hasil monitoring diperoleh sebanyak 720 foto selama hampir 3 bulan pemasangan camera trap. Foto-foto tersebut kemudian diidentifikasi dan dianalisis oleh kelompok jabatan fungsional Pengendali Ekosistem Hutan (PEH) bersama dengan tim Conservation International Indonesia, kemudian dibahas dan dianalisis bersama narasumber (Dr. Anton Ario, S.Si., M.Si.) pada tanggal 8 November 2021 di Cibodas. Pembahasan hasil monitoring juga dihadiri oleh Kepala Bidang Teknis Konservasi BBTNGGP, Buana Darmansyah, S.Hut.T. dan Kepala Seksi Perencanaan, Perlindungan dan Pengawetan, Aden Mahyar B., S.H., M.H. Individu macan tutul diidentifikasi berdasarkan pola totol, jenis kelamin, ciri-ciri morfologis dan dimensi dasar tubuhnya. Macan tutul melanistic (kumbang) yang sekujur tubuhnya berwarna hitam juga memiliki pola totol, namun lebih sulit membedakan jika tidak ada tanda-tanda spesifik (misalnya bekas luka) pada setiap individunya. Dari tahapan identifikasi tersebut dapat dibedakan sebanyak 22 individu yang memiliki ciri unik berdasarkan foto bagian sisi kiri dan kanan tubuh. Selain macan tutul, diperoleh juga foto satwa mangsa potensialnya, seperti: babi, kancil, musang luwak, musang leher kuning, bajing, linsang, landak, monyet ekor panjang, dan tikus gunung. Perolehan foto camera trap untuk semua jenis satwa diolah dengan menggunakan aplikasi ReNamer, dan dianalisis lebih dalam menggunakan aplikasi Spatially Explicit Capture–Recapture (SECR) pada Program R untuk mengetahui kepadatan individu macan tutul jawa.Hasil analisis tersebut diperoleh kepadatan individu macan tutul jawa sebesar 11,5 individu/100km², dan diperoleh estimasi ukuran populasi macan tutul jawa di TNGGP sebesar 24 individu (CI 95%=14,31 – 42,09) dalam area sampling seluas 21.075 hektar, pada tahun 2021 Estimasi tersebut tidak jauh berbeda dengan hasil survei populasi macan tutul jawa oleh Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango bersama dengan Conservation International Indonesia pada tahun 2009, yaitu sebesar 20 individu (CI 95%=9,68 – 42,38) dalam area sampling seluas 12.575 hektar, dengan kepadatan 16 individu/100km². Keberadaan macan tutul jawa memiliki peranan penting sebagai pengendali dan penyeimbang ekositem di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango dan wilayah sekitarnya. Kondisi habitat ideal harus terus dijaga agar populasinya stabil. Tentu bukan hanya tanggungjawab Balai Besar TNGGP saja sebagai pemangku kawasan, namun masyarakat secara luas harus turut berperan dalam menjaga dan melestarikan taman nasional, termasuk di dalamnya macan tutul jawa. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Teks : Ayi Rustiadi, S.Si. (PEH Muda) Foto : Balai Besar TNGGP dan Conservation International Indonesia
Baca Artikel

Tingkatkan Peran Serta Masyarakat, Balai TN Tanjung Puting Jalin Dua Kesepakatan Konservasi

Pangkalan Bun, 30 Oktober 2021 – Penghujung bulan Oktober, dua kesepakatan konservasi telah ditandatangani oleh Kepala Balai Taman Nasional Tanjung Puting, Murlan Dameria Pane, S.Hut., M.Si bersama dengan kepala desa. Kegiatan ini berlangsung di Desa Pembuang Hulu I dan Desa Bahaur, Kecamatan Hanau, Kabupaten Seruyan pada tanggal 30 Oktober 2021. Kesepakatan Konservasi antara Balai TN Tanjung Puting dan Pemerintah Desa mempunyai tujuan untuk meningkatkan dukungan dan peran serta masyarakat dalam pengelolaan dan perlindungan kawasan TN Tanjung Puting serta untuk meningkatkan ekonomi produktif masyarakat. Keberadaan masyarakat di sekitar kawasan TN Tanjung Puting diharapkan menjadi garda depan keutuhan kawasan dalam menghadapi tekanan dan ancaman yang merusak kelestarian kawasan. Adanya kesepakatan konservasi ini diharapkan agar masing-masing desa di sekitar kawasan TN Tanjung Puting memiliki rasa tanggung jawab mendukung upaya konservasi dan upaya peningkatan ekonomi masyarakat. Setelah penandatangan kesepakatan konservasi, rombongan Kepala Balai TN Tanjung Puting melanjutkan rangkaian kegiatannya dengan mengunjungi kolam tanah ikan air tawar Desa Pembuang Hulu I dan keramba sungai budidaya perikanan Desa Bahaur. Kedua desa tersebut merupakan bagian dari program revitalisasi ekonomi masyarakat kerjasama Balai TN Tanjung Puting dengan Badan Restorasi Gambut dan Mangrove TA 2020 dan TA 2021. Sumber : Balai TN Tanjung Puting
Baca Artikel

Pelepasliaran Rusa Totol oleh Balai Besar KSDA Riau di PTPN V Pekanbaru

Pekanbaru, 8 November 2021, Plt. Kepala Balai Besar KSDA Riau, Fifin Arfiana Jogasara melepaskan Rusa tutul atau Rusa totol (dalam bahasa Hindi, daerah asalnya disebut Chital), yang merupakan spesies Rusa dari anak benua India ke halaman kantor PT Perkebunan Nusantara (PTPN) V di Pekanbaru. Rusa totol tersebut berasal dari PTPN VI Jambi yang diserahkan ke Balai KSDA Jambi. Selanjutnya dari Balai KSDA Jambi diteruskan ke Balai Besar KSDA Riau hingga akhirnya diserahterimakan ke PTPN V untuk dilepasliarkan di halaman kantor PTPN V yang cukup luas di jl. Rambutan, Pekanbaru. Rusa totol yang dilepasliarkan tersebut berjumlah 6 ekor, yang terdiri dari 4 ekor berjenis kelamin betina sedangkan 2 ekor lainnya berjenis kelamin jantan. Rusa totol ini merupakan jenis satwa yang tidak termasuk satwa dilindungi. Makanan Rusa totol disamping rumput juga ubi ubian, wortel, kacang panjang dan jagung. Semoga dapat segera berkembang biak ya sob. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Peningkatan Kapasitas Kelompok Masyarakat Binaan Balai Besar KSDA Riau

Pekanbaru, 9 November 2021, Beragam upaya dilakukan Balai Besar KSDA Riau untuk meningkatkan kapasitas kelompok masyarakat di sekitar kawasan konservasi agar perekonomian masyarakat meningkat. Kali ini upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pelatihan usaha ekonomi produktif lebah madu kelulut di sekitar kawasan Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil, tepatnya di Kampung Buantan Besar, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Selasa, 9 November 2021. Peserta yang mengikuti kegiatan pelatihan diantaranya Kelompok Tani Hutan (KTH) Hutan Tunas Baru (Desa Buantan Besar Kabupaten Siak), KTH Tuas Berseri (Desa Tuah Indrapura Kabupaten Siak) dan KTH Pesisir Melayu (Desa Muara Dua Kabupaten Bengkalis). Materi yang diberikan yakni pengenalan UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah), teknik pemasaran, pembentukan koperasi dan pengurusan IUM (Izin Usaha Mikro) yang disampaikan oleh Julio Karya, SE dan Arinda Novita, selaku perwakilan dari Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Siak. Materi lainnya tentang manajemen pemeliharaan dan kesehatan sapi serta manajemen pemeliharaan lebah kelulut yang disampaikan oleh Drh. Tondi Prawira Lubis selaku perwakilan dari Dinas Perikanan, Perternakan dan Kelautan Kabupaten Siak. Diharapkan dengan adanya pelatihan ini, masyarakat dapat lebih produktif dan kreatif untuk meningkatkan perekonomiannya sehingga dapat menguatkan fungsi kawasan itu sendiri. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Balai Besar KSDA Sumatera Utara Dampingi Kelompok Tani Studi Banding Ke Lombok

Pematangsiantar, 8 November 2021. Balai Besar KSDA Sumatera Utara (BBKSDA Sumut) mendampingi beberapa kelompok tani binaan melakukan studi banding ke Balai Taman Nasional Gunung Rinjani dan Balai KSDA Nusa Tenggara Barat di Lombok, selama 5 (lima) hari dari tanggal 26 s.d 30 Oktober 2021. Kegiatan ini tidak hanya untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan juga sebagai media sharing informasi dan pengalaman bagi kelompok tani di sekitar kawasan konservasi sesuai dengan bidang kegiatan/usaha yang digeluti, maupun bagi aparatur/pegawai pendamping kelompok tani. Di Taman Nasional Gunung Rinjani, rombongan melakukan serangkaian kegiatan, seperti : peninjauan Kelompok Madu “Harapan Keluarga” di Desa Salut, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, eksplore Desa Wisata Senaru (pintu pendakian wisata Senaru, Desa Adat Senaru dan air terjun Sendang Gila), eksplore pengelolaan manajemen pendakian Gunung Rinjani di pintu pendakian wisata Sembalun, peninjauan lokasi pengolahan kopi “Kopikey Sembalun”, peninjauan Kelompok Pertanian Asitaba, bawang putih dan strawberry “Dayan Rurung” Desa Sembalun Bumbung dan peninjauan lokasi pemulihan ekosistem kawasan konservasi di Desa Bebidas, Kecamatan Wanasaba, Kabupaten Lombok Timur. Sedangkan di Balai KSDA Nusa Tenggara Barat kegiatan studi banding dengan melakukan kunjungan serta eksplore Taman Wisata Alam (TWA) GunungTunak yang memiliki Sanctuary Rusa Timor, dimana pengelolaan dan pengembangan kawasan ini bekerjasama dengan Korea, khususnya dalam pembangunan fasilitas dan sarana prasarana. Bagi kelompok tani binaan BBKSDA Sumut, studi banding ini memberikan pencerahan dan inspirasi yang menambah wawasan dan pengalaman sebagai bekal untuk nantinya diaplikasikan/diterapkan di tempatnya masing-masing. Terima kasih dan apresiasi kepada Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani beserta staf dan juga Kepala Balai KSDA Nusa Tenggara Barat beserta staf, yang telah mendampingi dan memfasilitasi kunjungan rombongan sehingga kegiatan berjalan dengan baik dan lancar. Studi banding ini diikuti Kepala Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar, Seno Pramudita, S.Hut., ME., Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Kisaran, Alfianto Luat Siregar, S.Hut., MT., M.PP., Kepala Seksi Konservasi Wilayah IV Tarutung, Manigor Lumbantoruan, S.Hut., Ketua Kelompok Tani Alam Lestari, Ketua Kelompok Tani Bunga Meranti, Ketua Kelompok Tani Huta Dolok, Ketua Kelompok Wisata Tinggi Raja serta para pendamping kelompok masyarakat dan PSM. Sumber : Hafsah Purwasih, S.Hut. - Penyuluh Kehutanan Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Harmonisasi Dalam Tubuh KTH Hijau Lestari Cibeureum

Bogor, 5 November 2021. Terbentuknya Kelompok Tani Hutan (KTH) Hijau Lestari Cibeureum yang berdomisili di Desa Cibeureum, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, dibentuk atas inisiatif dari kelompok masyarakat tersebut, dengan tujuan mewadahi aktivitas kelompok masyarakat dalam aksi peduli terhadap lingkungan dan upaya pengembangan wisata alam di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Kelompok ini beranggotakan 20 orang terdiri dari 17 orang kaum laki-laki dan 3 orang kaum perempuan. Komitmen dari seluruh anggota untuk mewadahi kelompok ini dalam bentuk KTH dituangkan dalam Berita Acara Pembentukan KTH sebagaimana amanat Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor:P.89/MENLHK/SETJEN/KUM.1/8/2018 tentang Pedoman Kelompok Tani Hutan. Penandatanganan Berita Acara pembentukan KTH ini dilaksanakan di Aula Kantor Desa Cibeureum, dengan disaksikan Kepala Desa Cibeureum, Pejabat Sruktural Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP), dan pihak PTPN VIII Gunung Mas. Kepala Seksi Pemanfaatan dan Pelayanan, Sahyudin, S.Hut, M.Si. pada sambutannya menyampaikan bahwa KTH ini sebagai mitra TNGGP yang diharapkan dapat memberikan kontribusi pengelolaan taman nasional melalui pemanfataan jasa wisata yang dapat memberikan manfat secara ekonomi dan keterlibatan dalam upaya pelestarian hutan. Selanjutnya, Kepala Desa Cibeureum, Rakhmat Hamami, SIP., turut menyampaikan bahwa dengan adanya KTH yang terbentuk di Desa Cibeureum ini dapat membantu upaya pelestarian hutan mengingat kawasan hutan memiliki peran penting bagi kelangsungan mahluk hidup sehingga harus tetap terjaga kelestariannya. Pada rangkaian acara pembentukan KTH di Desa Cibeureum ini disampaikan pula pembekalan materi berupa sosialisasi pengelolaan kawasan yang disampaikan Kepala Seksi Pengelolaan TN (SPTN) Wilayah VI Tapos, Bambang Mulyawan, S.H., M.H. dan Ricky Rahman Ginanjar, S.Hut. PTPN VIII Gunung Mas. Pembekalan materi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar kepada seluruh anggota KTH khususnya dalam kelola wisata karena aktivitas pengelolaan wisata yang akan dilakukan oleh KTH berada di wilayah TNGGP dan PTPN. Salah satu daya tarik wisata yang berada di TNGGP yaitu potensi Curug Cibogo dengan ketinggian 25 meter memiliki pesona yang indah dan aksebilitas yang mudah, namun pintu masuk menuju curug tersebut berada di Kawasan PTPN VIII Gunung Mas, sehingga dalam kesempatan ini sangat tepat pula dimanfaatakan untuk menjembatani kepentingan KTH agar legalitas dalam beraktifitas kelola wisata menjadi jelas untuk dapat diurus dan dilengkapi. Dengan Pembentukan KTH ini tidak berarti legalitas beraktivitas kelola wisata di Zona Pemanfaatan Blok Cibogo ini telah terpenuhi, namun tetap harus diurus permohonan perijinan baik melalui perorangan maupun badan usaha dimana salah satunya dapat melalui koperasi. Berdasarkan penyampaian pihak PTPN VIII Gunung Mas terdapat skema pemberdayaan masyarakat yang dapat dikerjasamakan dengan pihak PTPN melalui program Pemberdayaan Masyarakat Desa Kebun (PMDK). Tentunya program ini bertujuan dalam rangka mempercepat penyelesaian permasalahan aset PTPN yang illegal dengan pola pendekatan terhadap masyarakat. Program ini dilakukan juga untuk memelihara potensi lahan perkebunan yang belum optimal. Celah program ini yang dapat menjadi salah satu solusi pemanfaatan lahan PTPN secara legal. Hal tersebut telah ditangkap oleh Ketua KTH, Herry yang menuturkan bahwa adanya keinginan untuk terlibat dalam program PMDK sehingga mennumbuhkan banyak peluang dalam pengembangan wisata dari berbagai potensi mulai bentang alam, pertanian, perkebunan dan bidang lainnya. Pengelolaan wisata tersebut akan terintegrasi baik dalam kawasan TNGGP maupun di wilayah PTPN. Tentunya pihak pemerintah desa setempat pun akan mendukung penuh pengembangan wisata oleh masyarakatnya. Hal ini dengan telah ada wadah organisasi Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) yang sudah terbentuk sebagai wujud komitmen untuk mengelola sektor pariwisata di wilayah tersebut. Makna penting yang dapat diambil dalam kegiatan ini dapat ilustrasikan dalam sebuah musik yang indah dapat dihasilkan dari berbagai alat musik yang dimainkan dengan berbagai harmoni yang dijalankan sesuai dengan keteraturan nada dan penghayatan. Hal ini sama halnya dengan prinsip kolaborasi dimana tercapainya tujuan yang besar karena peran dari berbagai pihak yang saling mendukung dan selaras, sekaligus peningkatan dan pemerataan perekonomian masyarakat di sekitar penyangga taman nasional.Salam konservasi. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Teks: Ratih Mayangsari, S.Hut. Foto: Bidang PTN Wilayah III
Baca Artikel

Balai TN Taka Bonerate Asah Kapasitas Petugas Resort

Pulau Tinabo, 31 Oktober 2021. Balai Taman Nasional Taka Bonerate mengadakan peningkatan kapasitas petugas resort selama 3 (tiga) hari, pada 29 - 31 Oktober 2021. Sebanyak 30 orang petugas resort mengikuti kegiatan hasil kerjasama Balai TN Taka Bonerate dengan mitra Wildlife Conservation Society - Indonesia Program (WCS-IP) untuk meningkatkan pengetahuan, wawasan, keterampilan, dan kinerja petugas dalam pengelolaan Taman Nasional berbasis resort. Kepala Balai, Faat Rudhianto, S.Hut., M.Si, menyampaikan, bahwa para petugas resort harus mampu bersosialisasi dan melakukan pendekatan kepada masyarakat. "Petugas resort harus mampu berbaur dan bersosialisasi dengan masyarakat yang merupakan modal utama pendekatan untuk merubah cara penangkapan ikan dari destructive dan illegal menjadi ramah lingkungan", tutur Faat Rudhianto. "Saya yakin teman-teman memiliki cara masing-masing dalam melakukan pendekatan kepada masyarakat, misalnya dengan ngopi-ngopi sambil bercerita, intinya jika masyarakat sudah mau diajak berkomunikasi dan merasa dekat dengan petugas, maka akan lebih mudah mengarahkan masyarakat ke arah yang lebih baik", tambah Faat Rudhianto. Kepala Balai juga memberikan apresiasi kepada panitia, narasumber, dan peserta yang telah meluangkan segenap waktu, tenaga, dan pikiran sehingga kegiatan ini dapat dilaksanakan. Tiga materi diberikan oleh para narasumber yang berkompeten di bidangnya, yaitu Taufik Hidayat, S.Kom, Balai TN Taka Bonerate (Optimalisasi Penggunaan Aplikasi Memento dan SiMATA-TAKA dalam Pengumpulan Data di Resort; Abdul Muis, WCS-IP (Penggunaan Aplikasi Smart Patrol); dan Ir. Irwan Setiawan, M.Sc., BDLHK Makassar (GIS dan Pemetaan Dasar). Hadir pada kegiatan ini, yaitu Kepala Balai TN Taka Bonerate, Kepala Sub Bagian Tata Usaha , Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Jinato, dan Tim WCS-IP. Sumber: Balai Taman Nasional Taka Bonerate
Baca Artikel

Kapal Wisata Mendukung Susur Sungai Sabuhur Suaka Margasatwa Pelaihari

Sabuhur, 28 Oktober 2021 – Banyaknya destinasi wisata di Kabupaten Tanah Laut memberikan berbagai pilihan dan daya tarik bagi pengunjung yang ingin berekreasi. Ekowisata susur sungai di Desa Sabuhur Kecamatan Jorong yang mulai dikembangkan masyarakat setempat merupakan opsi menarik dalam menikmati panorama alam. Selain itu dukungan dari berbagai pihak sangat diperlukan dalam mendukung pengembangan wisata tersebut. Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) mewujudkan dukungan tersebut dengan memberikan bantuan satu unit kapal wisata. Bantuan itu diserahkan langsung oleh Kepala BKSDA Kalsel Dr.Ir.Mahrus Aryadi, M.Sc kepada Ketua Kelompok Sadar Wisata Konservasi (POKDARWISKON) “Pantai Baru”, Bapak Nordin. “Bantuan Kapal Wisata ini diharapkan akan menjadi sarana dan daya tarik pengunjung untuk berwisata di Desa Sabuhur” ujar Nordin. Dr. Mahrus mengatakan pemberian bantuan kapal wisata dengan kapasitas 15 orang penumpang tersebut dimaksudkan untuk untuk mendorong ekowisata susur Sungai Sabuhur yang terhubung langsung dengan Kawasan Suaka Margastawa Pelaihari (Pantai Muara Sabuhur) yang merupakan wilayah pengelolaan BKSDA Kalsel. Ekowisata susur sungai yang dikembangkan merupakan wisata minat khusus seperti pengamatan satwa (Bekantan, Buaya dan Burung Air). Kemudian wisata memancing (Udang, ikan) serta wisata menikmati panorama Alam Pantai Muara Sabuhur. “Wisata ini diharapkan juga sebagai pendidikan konservasi (Edutourism) bagi pengunjung terkait kawasan konservasi dan satwa yang dilindungi Undang-undang” tambah Mahrus. Rute Ekowisata disampaikan Kepala Resort Suaka Margasatwa Pelaihari Akhmad Fauzan, S.Hut dimulai dari Desa Sabuhur kemudian menyusuri sungai Sabuhur dan berakhir di Pantai Muara Sabuhur (Suaka Margasatwa Pelaihari). “Sementara ini, untuk menikmati keindahan Pantai Muara Sabuhur pengunjung wajib mengurus Surat izin masuk kawasan konservasi (SIMAKSI)’’ jelas Fauzan. Turut hadir dalam acara penyerahan Bantuan Kapal Wisata tersebut, KSBTU BKSDA Kalsel, Suwandi, S.Hut, M.A, KPH Tanah Laut (Bapak Rusdi Mairi), Mitra BKSDA Kalsel seperti PT Adaro Indonesia (Bapak Ade) dan PT Arutmin Indonesia Site Asam-Asam (Bapak Fajri). Dengan hadirnya para mitra diharapkan terjalin Sinergitas dan dukungan para pihak dalam mengembangkan Ekowisata Susur Sungai di Desa Sabuhur serta mewujudkan konservasi alam yang berkesinambungan. (jrz) Sumber : Akhmad Fauzan, S.Hut - Kepala Resort SM Pelaihari Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Artikel

Diskusi Kerjasama Balai TN Taka Bonerate dan Program Blue Communities

Benteng, 28 Oktober 2021. Kepala Balai Taman Nasional (TN) Taka Bonerate, Faat Rudhianto, S.Hut., M.Si. menerima kunjungan Dr. Sugardjito (Direktur Centre for Sustainable Energy and Resources Management - Universitas Nasional), Prof. Dr. Ir. Enny Sudarmonowati (Pusat Riset Bioteknologi BRIN), dan Tim dari Blue Communities, Kamis (28/10). Pertemuan ini merupakan diskusi kerjasama antara Balai TN Taka Bonerate dan program Blue Communities yang sedang dilaksanakan bersama CSERM - Universitas Nasional. Beberapa hal yang dibahas, yakni peningkatan kapasitas SDM pengelola Cagar Biosfer Taka Bonerate - Kepulauan Selayar dalam monitoring satwa khususnya penyu, peluang penelitian bioprospecting, branding produk dari Cagar Biosfer Taka Bonerate - Kepulauan Selayar dan kajian terkait sampah plastik Cagar Biosfer - Kepulauan Selayar. Tim juga berkesempatan bertemu dan berdiskusi dengan Wakil Bupati Kepulauan Selayar, H. Saiful Arif, SH. Salah satu topik diskusi dalam pertemuan ini adalah pengelolaan dan langkah percepatan pengembangan kawasan ekowisata Hutan Kenari di Dusun Gojang Utara, Desa Bontomarannu, Kecamatan Bontomanai, Kabupaten Kepulauan Selayar yang berada dalam wilayah Cagar Biosfer Taka Bonerate - Kepulauan Selayar. Didampingi Kepala Balai TN Taka Bonerate, Tim kemudian melanjutkan perjalanan ke Hutan Kenari untuk melihat kondisi terkini dan aktivitas kelompok masyarakat di lokasi tersebut. Perjalanan kemudian dilanjutkan ke salah satu objek wisata yang lokasinya tidak jauh dari Hutan Kenari, yaitu Puncak Tanadoang. Di tempat ini Tim menikmati sejuknya udara pegunungan dan matahari terbenam dari ketinggian. Sumber: Balai Taman Nasional Taka Bonerate
Baca Artikel

Balai KSDA Kalsel Berkomitmen sebagai Wilayah Bebas Korupsi

Banjarbaru, 27 Oktober 2021 – Mendukung program pemerintahan yang bersih, efektif dan terpercaya melalui Reformasi Birokrasi, Inspektorat Investigasi KLHK mengagendakan sosialisasi Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan survei terkait WBK untuk pihak internal dan eksternal. Sosialisasi yang diadakan pada hari rabu tanggal 27 Oktober 2021 disambut baik Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Dr. Mahrus Aryadi,M.Sc yang mengungkapkan bahwa WBK merupakan langkah awal menuju reformasi birokrasi untuk mencapai good governance. Selain itu untuk melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan pemerintah yang menyangkut aspek-aspek kelembagaan (organisasi), ketatalaksanaan (proses bisnis) dan sumber daya manusia (Aparatur). Sosialisasi WBK dari Inspektorat Investigasi dipimpin oleh Yogyanto Daru Sasongko,S.Sos.,M.H yang pada paparannya menjelaskan bahwa WBK diimplementasikan kedalam enam area, yaitu: manajemen perubahan (5 poin), penataan tata laksana (5 poin) , penataan sistem manajemen sumber daya manusia (15 poin), penguatan akuntabilitas (10 poin), penguatan pengawasan (15 poin), dan peningkatan kualitas pelayanan publik (10 poin). Dalam mendukung WBK, Kepala Balai KSDA Kalsel menyampaikan bahwa telah dibentuk tim kerja, rencana kerja, agen perubahan dan dirumuskan budaya kerja Balai KSDA Kalsel yaitu “Inisiatif, Integritas, Profesional, Deteksi Cepat Solusi Tepat dan Gotong-Royong”. Selain itu, moto Salam “Bekantan” (Bekerja Ikhlas Untuk Konservasi Alam dan Kemaslahatan) dan Gerak “CTM” (Cepat, Tepat, Manfaat) menjadi jargon yang dianut oleh pegawai dalam rangka menumbuhkan spirit dalam bekerja. Tentu masih terdapat beberapa kekurangan, akan tetapi proses dan progresnya menuju ke situ (WBK), tambah tambah Kepala Balai. Keseluruhan aspek-aspek tersebut menjadi indikasi kuat bahwa Balai KSDA Kalsel berkomitmen untuk mencapai predikat WBK kedepannya. Sebagai penutup Kepala Balai mengingatkan kepada setiap pegawai untuk selalu menjaga protokol kesehatan untuk memutus rantai penyebaran virus Covid-19 dengan 6M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas dan mendukung Vaksinasi). Ikut mendampingi anggota tim dari Inspektorat Investigasi yakni Rangga Mahardika,S.Hut, Andhie Mardiansyah,S.Hut.,M.Si, dan Sadwidji Puspo Wahyudi. Pelaksanaan kegiatan sosialisasi menerapkan protokol Kesehatan sehingga dilaksanakan secara hybrid yaitu offline secara terbatas di Ruang Rapat Balai KSDA Kalsel dan online menggunakan media daring Zoom untuk mencegah penyebaran Covid-19. (jrz) Sumber : Prawira Aditya Rahman, SE - Staf Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Artikel

Peningkatan Kapasitas Kelompok Kemitraan Konservasi Lingkup SKW 1 Pelaihari

Pelaihari, 26 Oktober 2021 – Koperasi Madu Permata Sejati menjadi tempat yang dipilih untuk pelaksanaan kegiatan Peningkatan Kapasitas Kelompok Kemitraan Konservasi oleh Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Pelaihari, Mirta Sari, S. Hut., MP. Dipilihnya Koperasi tersebut karena telah berhasil mengembangan budidaya lebah madu kurang lebih 300 stup dengan jenis kelulut (Trigona itama) dan tawon (Avis cerana). “Kita bisa meningkatkan pengetahuan tentang budidaya lebah madu ditempat tersebut, sehingga bisa memotivasi Kelompok Kemitraan Konservasi yang telah dibina untuk dapat mengembangkan budidaya lebah madu baik Cerana ataupun trigona, “ungkap Mirta. Kegiatan dilaksanakan di areal Koperasi Madu Permata Sejati Desa Sumber Makmur Kecamatan Takisung Kabupaten Tanah Laut yang dihadiri oleh Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan, Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M. Sc., Kepala SKW I Pelaihari, Kepala Resort lingkup SKW I, Kelompok Tani Lestari, Kelompok Relawan Rumah Gerbaca, Kelompok Tani Hutan Datar Belimbing, Kelompok Sadulur Lestari, Kelompok Jasa Wisata Sumber Rejeki dan Kelompok Pantai Baru serta Kelompok Tani HR Berseri dari Pontren Assyifa Hasan Makshum. Kuswanto Ketua Koperasi yang menjadi narasumber dalam kegiatan peningkatan kapasitas ini didampingi oleh Maria, S. Hut. Penyuluh kehutanan KPH Tanah Laut sebagai moderator. Kegiatan dilaksanakan dengan pemaparan materi oleh narasumber berupa pengenalan jenis-jenis lebah, peralatan, pakan, perawatan, pemecahan indukan, pemanenan hingga pemasaran. Disela-sela materi dilakukan juga diskusi dengan peserta yang dipandu oleh moderator. Setelah materi selesai, kuswanto juga mengajak peserta untuk praktek secara langsung pemisahan koloni lebah trigona, pemindahan koloni ke kotak produksi jenis cerana dan pemanenannya. Dalam arahannya Dr. Mahrus berharap agar kegiatan ini tidak disia-siakan oleh peserta, ilmu yang didapat pada kegiatan peningkatan kapasitas ini bisa dipraktekkan di tempat masing-masing terutama bagi kelompok yang sudah mempunyai stup lebah madu. Keberhasilan yang dicapai Pak Kuswanto sampai dengan saat ini adalah proses yang panjang, 9 tahun bukan waktu yang singkat. Semangat untuk semua anggota kelompok, beberapa tahun awal hasil yang didapat untuk kebutuhan keluarga, karena mengkonsumsi madu sangat bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Kemudian dikembangkan untuk meningkatkan ekonomi. (ryn) Sumber : Hendar Wibawa - Polhut Seksi Konservasi Wilayah 1 Pelaihari Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Artikel

Balai TN Komodo Kembali Menggelar Virtual Tour Untuk Siswa Sekolah Dasar Di Bogor

Labuan Bajo, 27 Oktober 2021. Balai Taman Nasional Komodo gencar memberikan edukasi publik melalui program Virtual Tour Wisata Alam Taman Nasional Komodo. Virtual Tour kini menjadi sebuah tren pembelajaran baru bagi pelajar, khususnya di tengah pandemi COVID-19. Tingginya hasrat para pelajar untuk berekreasi menjelajahi destinasi wisata alam menjadi terbatas karenanya. Virtual Tour menjadi solusi efektif bagi pelajar untuk tidak hanya berlibur, namun juga belajar dari tempat kediamannya masing-masing. Balai Taman Nasional Komodo bersama Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Hutan Konservasi (PJLHK) berkolaborasi menyelenggarakan program Virtual Tour Taman Nasional Komodo bagi Sekolah Dasar Islam (SDI) Anugrah Insani Bogor pada tanggal 22 Oktober 2021. Kegiatan diawali dengan sambutan hangat yang disampaikan oleh Nandang Prihadi (Direktur PJLHK), disusul oleh Muhamad Reza Afrianto (Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan), dan Lukita Awang Nistyantara (Kepala Balai Taman Nasional Komodo). Tim kreatif Balai Taman Nasional Komodo yang terlibat dalam Virtual Tour antara lain: Muhammad Ikbal Putera (Pengendali Ekosistem Hutan), Novita Yanti Sidabutar (Polisi Kehutanan), Arif Ardianto Sofian (Polisi Kehutanan), Ikhwan Syahri (Polisi Kehutanan), Yovi Septia (Penyuluh Kehutanan), Samuel Tan (Mahasiswa STP NHI Bandung), Hanif Nugroho (Mahasiswa STP NHI Bandung), dan Adelgonda Tasina Naul (Mahasiswa Politeknik Elbajo Commodus). Setidaknya sebanyak 660 orang yang terdiri atas siswa SD dan guru turut hadir dalam program tersebut. Virtual Tour Taman Nasional Komodo kali ini berdurasi kurang lebih 111 Menit. Ikbal selaku pemandu Virtual Tour Balai Taman Nasional Komodo mengajak para siswa SD berwisata mengunjungi pulau-pulau cantik mempesona dengan ekosistem savana yang identik dengan topografi Nusa Tenggara. Ikbal juga membawa siswa menyelami indahnya ekosistem bawah laut Taman Nasional Komodo dengan menunjukan berbagai biota laut yang menakjubkan. Hanya dengan berbekal gawai pintar, seluruh peserta Virtual Tour dapat menikmati perjalanan dengan bersemangat, seakan- akan mereka sendiri yang melakukan perjalanan tersebut secara langsung. Ikbal juga menjelaskan bahwa Taman Nasional Komodo merupakan salah satu taman nasional pertama Indonesia yang ditunjuk pada tanggal 6 Maret 1980 dengan 5 pulau utama serta 143 pulau kecil lainnya. Siswa-siswa diajak pergi mendaki bukit savana Pulau Gili Lawa dan dibawa terbang mengitari cantiknya bentang alam khas pulau tersebut dari ketinggian. Siswa-siswa dipertemukan dengan berbagai satwa liar seperti diantaranya: biawak komodo, rusa timor, kerbau air, babi hutan, monyet ekor panjang, berbagai jenis burung dan biota laut lainnya, termasuk pari manta raksasa. Siswa SDI Anugrah Insani Bogor antusias mengikuti Virtual Tour Taman Nasional Komodo sampai dengan selesai. Hal ini terbukti dengan aktifnya para siswa mengikuti permainan interaktif pada Menti.com dan mampu menyelesaikan tantangan menggambar satwa liar yang ada di Taman Nasional Komodo secara singkat. Para siswa juga sangat aktif mengajukan pertanyaan seputar biawak komodo kepada pemandu. Tim kreatif Balai Taman Nasional Komodo pun dengan sigap menanggapi setiap pertanyaan yang diajukan oleh para siswa baik melalui kanal Zoom maupun Youtube. Balai Taman Nasional Komodo membuka kesempatan seluas-luasnya untuk institusi pendidikan mengajukan permohonan program Virtual Tour ke Balai Taman Nasional Komodo. Balai Taman Nasional Komodo juga percaya bahwa Virtual Tour dapat menjadi jembatan edukasi yang efektif khususnya dalam masa transisi pasca pandemi COVID-19 di Indonesia. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penulis: Adelgonda Tasina Naul [Mahasiswa Politeknik Elbajo Commodus] | Penyunting: Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S.

Menampilkan 1.937–1.952 dari 2.305 publikasi