Senin, 21 Sep 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Tutup Program RGTS, Balai TN Komodo Beri Penghargaan

Labuan Bajo, 8 Juni 2022. Balai Taman Nasional Komodo menutup program pendampingan kependidikan Ranger Goes to School (RGTS) di SMKN 1 Labuan Bajo dengan upacara kelulusan dan pemberian sertifikat penghargaan pada tanggal 8 Juni lalu. Kegiatan ini digelar secara sederhana namun khidmat dan turut dihadiri oleh Lukita Awang Nistyantara (Kepala Balai Taman Nasional Komodo), Viktoria Timung Wulang (Kepala SMKN 1 Labuan Bajo), Kepala Program Keahlian Usaha Perjalanan Wisata beserta jajarannya, serta sebagian pengajar Ranger Goes to School yang berada di Labuan Bajo. Program Ranger Goes to School di SMKN 1 Labuan Bajo genap diselesaikan selama satu semester mulai dari tanggal 31 Januari – 8 Juni 2022. Program ini mulanya ditargetkan selesai pada awal bulan Mei 2022, namun adanya libur nasional dan libur keagamaan di daerah yang berlangsung secara berturut-turut membuat pengajaran program ini perlu dilangsungkan hingga akhir semester dan telah mendapatkan persetujuan dari pihak sekolah. Pengajar Ranger Goes to School yang berjumlah 21 orang silih bergantian mengisi kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas setiap minggunya dengan total kelas ajar mencapai 48 kelas dalam 4 bulan efektif mengajar. Adapun materi yang diberikan antara lain: (1) Pengenalan Taman Nasional Komodo dan Program Ranger Goes to School, (2) Pengantar Industri Hospitality, (3) Ekologi Biawak Komodo, (4) Pemanduan dan Interpretasi I, (5) Manajemen Flora dan Fauna I, (6) Pengembangan Desa Wisata, (7) Keanekaragaman Hayati Bawah Laut, (8) Manajemen Flora dan Fauna II, (9) Pemanduan dan Interpretasi II, (10) Psikologi Lingkungan dan Kearifan Lokal, (11) Pengembangan Karakter: Mind Mapping, (12) Kewirausahaan, (13) Wisata Foraging, dan (14) Kelas Inspirasi (Bimbingan Konseling). Kegiatan belajar mengajar pun dievaluasi melalui ujian tengah semester dan ujian akhir semester. Masing-masing pengajar sangat antusias dan berdedikasi mengembangkan masing-masing topik yang diampunya dan diminta untuk saling mengajarkan para pengajar lain guna mendukung KBM seandainya pengajar utama berhalangan hadir. Untuk itu, program Ranger Goes to School bukan merupakan program kependidikan hanya untuk para pelajar namun juga menjadi kesempatan bagi para ranger dan praktisi untuk saling belajar satu sama lain. Total siswa yang mengikuti program Ranger Goes to School di SMKN 1 Labuan Bajo adalah sebanyak 101 siswa yang merupakan siswa kelas XI dari Prodi Usaha Perjalanan Wisata. Berdasarkan hasil rekapitulasi nilai akhir kedua ujian, hampir sebagian besar pelajar dikatakan cukup mampu mengikuti kurikulum ajar yang ditawarkan dengan nilai rata-rata siswa mencapai 66.11 dan nilai tertinggi mencapai 92. Menindaklanjuti capaian dan prestasi siswa, Kepala Balai Taman Nasional Komodo memberikan apresiasi tinggi dengan memberikan kesempatan magang bagi siswa SMKN 1 Labuan Bajo di Balai Taman Nasional Komodo selama enam bulan. Jumlah siswa yang diterima magang di Balai Taman Nasional Komodo adalah sebanyak 12 orang. Siswa-siswi yang mendapatkan nilai akhir dengan peringkat 1 sampai dengan 3 dari setiap kelasnya adalah yang berhak mendapatkan reward tersebut, sementara tiga siswa lainnya merupakan siswa yang memiliki keaktifan tinggi selama mengikuti rangkaian program. Alokasi jumlah siswa tersebut merupakan alokasi tertinggi dalam sejarah pengelolaan Taman Nasional Komodo yang pernah diberikan oleh Kepala Balai Taman Nasional Komodo kepada sekolah dalam satu waktu kesempatan magang. Kepala Balai percaya bahwa keduabelas siswa yang telah lulus program Ranger Goes to School akan lebih mudah mempelajari hal-hal baru terkait pengelolaan kawasan konservasi di Balai Taman Nasional Komodo dan kelak mampu menjadi agent of change lingkungan yang konstruktif bagi Indonesia. Upacara kelulusan diawali dengan penyampaian sambutan dari Kepala SMK Negeri 1 Labuan Bajo dan Kepala Balai Taman Nasional Komodo dimana keduanya mengapresiasi penuh pelaksanaan program ini dari awal sampai dengan selesai. Selanjutnya, Muhammad Ikbal Putera (Koordinator Pengajar dan Program Ranger Goes to School) turut menyampaikan laporan pelaksanaan kegiatan selama satu semester dihadapan para hadirin. Untuk menambahkan keceriaan upacara kelulusan, para pengajar memutarkan video Ranger Goes to School dihadapan para pelajar dan guru, sontak, canda tawa dan haru terlihat nyata pada setiap tatapan pelajar yang berada di gedung aula sekolah. Kepala Balai Taman Nasional Komodo memberikan piagam penghargaan pertama kepada Kepala SMKN 1 Labuan Bajo atas dedikasi dan kerja samanya mendukung pelaksanaan program Ranger Goes to School. Piagam penghargaan kedua dan ketiga diberikan kepada Kepala Program Keahlian Usaha Perjalanan Wisata (Heribertus Helgar) dan Guru Produktif Prodi Usaha Perjalanan Wisata (Vincencia Natalia Dian Purnama). Tanpa dukungan keduanya, pelaksanaan program Ranger Goes to School di SMKN 1 Labuan Bajo tidak akan terlaksana sesuai dengan rencana. Siswa-siswi bersorak sorai bahagia melihat guru favoritnya mendapatkan piagam penghargaan dari Kepala Balai Taman Nasional Komodo. Kepala Balai Taman Nasional Komodo memberikan sertifikat penghargaan kepada seluruh siswa dalam bentuk salinan digital yang ditampilkan di layar utama. Koordinator Ranger Goes to School dibantu salah satu perwakilan guru sekolah kemudian memanggil nama siswa-siswi satu persatu kedepan untuk memulai prosesi upacara kelulusan. Para pelajar yang disebutkan namanya lalu maju kedepan untuk bersalaman dengan Kepala Balai Taman Nasional Komodo dan Kepala SMKN 1 Labuan Bajo. Acara ini sangat berarti bagi para pelajar di SMKN 1 Labuan Bajo karena prosesi kelulusan semacam ini belum pernah mereka lakukan semasa sekolah sebelumnya. Kembali ramai, setiap kali nama sesama siswa disebutkan, siswa lain sontak bersorak sorai layaknya upacara kelulusan sekolah pada umumnya di tempat lain. Prosesi upacara kelulusan ini ditutup dengan diberikannya kesempatan bagi satu orang wakil siswa dan satu orang wakil siswi untuk menyampaikan pesan dan kesan mengikuti program Ranger Goes to School. Vincencia Natalia Dian Purnama, Guru Produktif Prodi Usaha Perjalanan Wisata, juga turut menyampaikan testimoni dihadapan seluruh audiens. Vincencia berharap agar program Ranger Goes to School tidak berhenti di tahun ajar ini dan dapat dilanjutkan pada tahun ajar selanjutnya. Vincencia yakin dengan diselenggarakannya program luar biasa ini dan ditambah dengan diberikannya kesempatan magang secara khusus oleh Kepala Balai Taman Nasional Komodo, kualitas pendidikan pelajar di Kabupaten Manggarai Barat dapat meningkat signifikan dibandingkan dari masa sebelumnya. Para pengajar Ranger Goes to School Balai Taman Nasional Komodo akan berjuang keras membuat modul ajar dan merangkum keseluruhan kurikulum dalam bentuk yang lebih mudah dipahami guru serta pelajar sekolah. Modul tersebut kemudian akan diadvokasi ke Gubernur Nusa Tenggara Timur dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan harapan agar mata pelajaran Pendidikan Konservasi Taman Nasional Komodo yang diajarkan dalam program Ranger Goes to School dapat menjadi muatan lokal wajib bagi seluruh sekolah di Kabupaten Manggarai Barat. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S. (+6281310300678) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo +6282145675612
Baca Artikel

Aktivitas Drone Berkembang, Balai TN Komodo Tata Perizinan dan Pengoperasiannya

Labuan Bajo, 16 Juni 2022. Balai Taman Nasional Komodo berupaya mengatur pengoperasian dan pengawasan drone melalui perancangan kebijakan protokol kunjungan wisatawan di Taman Nasional Komodo. Kebijakan ini disusun dengan maksud untuk menghindari terjadinya penumpukan unit drone di ruang udara, mengindahkan peraturan pemerintah yang berlaku yang mengurusi perizinan dan pengoperasian drone, mencegah terjadinya kecelakaan terbang yang dapat membahayakan satwa liar dan ekosistem, serta berupaya untuk menjaga kenyamanan wisatawan terbebas dari suara bising unit drone saat beraktivitas di dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Memperkuat draf rancangan tersebut, Balai Taman Nasional Komodo kembali mengadakan rapat koordinasi lanjutan bersama mitra secara daring pada tanggal 15 Juni 2022 guna membahas penatausahaan perizinan dan pengoperasian drone di dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Koordinasi antar instansi pemerintah yang fokus mendiskusikan terkait dengan penggunaan drone untuk tujuan rekreasi di Taman Nasional Komodo ini, diinisiasi pertama kali oleh Kepala Balai Taman Nasional Komodo. Kepala Balai Taman Nasional Komodo bersama dengan Pengendali Ekosistem Hutan Pertama (Muhammad Ikbal Putera) berupaya memformulasikan kebijakan tersebut dengan mempelajari berbagai implementasi peraturan di taman nasional lain baik di dalam maupun luar negeri. Koordinasi ini dilakukan dengan mengomunikasikan draf kebijakan dengan Direktorat Navigasi Penerbangan (Kemenhub), Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat (Kemenhub), Direktorat Pemanfaatan Jasa Lingkungan Kawasan Konservasi (KLHK), Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV Bali (Kemenhub), Perum LPPNI Cabang Bali, dan Perum LPPNI Cabang Pembantu Labuan Bajo. Balai Taman Nasional Komodo berharap agar keterlibatan mitra dapat memberikan masukan untuk penguatan regulasi berdasarkan sudut pandang regulasi dan teknis keilmuan yang berbeda-beda. Rapat koordinasi lanjutan kali ini berusaha untuk meluruskan tahapan pengurusan izin drone pada setiap stakeholders yang berkepentingan. Jika wisatawan ingin mengajukan permohonan izin terbang drone untuk kepentingan rekreasi di Taman Nasional Komodo, maka pilot drone perlu mengajukan permohonan rekomendasi safety assessment ditujukan kepada General Manager Perum LPPNI Cabang Bali melalui surel sekgmairnavdps06@gmail.com (pemrosesan dokumen memerlukan waktu 7 hari kerja). Setelah itu, pemohon perlu mendaftarkan unit drone dan lisensi pilot drone melalui aplikasi Sistem Registrasi Drone dan Pilot Drone Indonesia (SIDOPI). Adapun persyaratan dan informasi lengkapnya dapat diakses melalui portal http://hubud.dephub.go.id/hubud/website/AppOnline.php. Selanjutnya, pemohon dapat mengajukan permohonan persetujuan operasi pesawat udara tanpa awak (PUTA) ditujukan kepada Direktur Navigasi Penerbangan (Kemenhub) melalui surel sekdir.dnp@gmail.com dengan estimasi pemrosesan dokumen maksimal 14 hari kerja. Setelah seluruh izin diperoleh, pemohon wajib mengajukan permohonan izin terbang drone ditujukan kepada Kepala Balai Taman Nasional Komodo di Labuan Bajo. Pemohon yang tidak melengkapi izin atau tidak mengikuti regulasi pemerintah yang berlaku maka tidak akan memperoleh Surat Izin Penggunaan Pesawat Udara Tanpa Awak (Drone) dari Balai Taman Nasional Komodo. Balai Taman Nasional Komodo berupaya untuk mengatur ketat pengoperasian unit drone di dalam kawasan Taman Nasional Komodo merujuk kepada regulasi pemerintah yang berlaku. Unit drone yang belum terdaftar dan pilot drone yang belum lulus sertifikasi, maka tidak dapat menerbangkan unit dronenya di dalam kawasan Taman Nasional Komodo dengan alasan apapun. Petugas Balai Taman Nasional Komodo berwenang sepenuhnya untuk meminta yang oknum wisatawan tidak berizin untuk menurunkan unit dronenya dan mengenakan sanksi pidana jika terbukti melanggar peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Balai Taman Nasional Komodo berharap dengan dirancangnya kebijakan ini, pengoperasian dan pengawasan drone di kawasan Taman Nasional Komodo dapat dilaksanakan lebih tertib demi menjaga kelestarian kawasan konservasi. Sebagai informasi, diketahui dari data bahwa wisatawan yang paling banyak berkunjung ke kawasan Taman Nasional Komodo pasca pandemi COVID-19 berasal dari Indonesia. Menurut penelitian Putera (2019), Wisatawan Nusantara yang mengunjungi Taman Nasional Komodo memiliki motivasi kunjungan paling kuat untuk ‘social recognition’ atau pengakuan sosial, yang berarti kepuasan paling tinggi diperoleh jika wisatawan dapat mengabadikan momen bersama dengan obyek paling unik/terkenal di area tersebut dan mengunggahnya ke media sosial andalannya. Motivasi kunjungan wisatawan untuk pengakuan sosial tersebut tentu menimbulkan dinamika usaha bagi para agen/biro perjalanan wisata di Labuan Bajo. Setiap agen perjalanan wisata berlomba-lomba untuk mengikutsertakan jasa dokumentasi aerial dalam paket perjalanan wisatanya (itinerary) untuk menarik minat pasar menggunakan jasa agen tersebut. Semakin lumrahnya paket perjalanan wisata yang mengikutsertakan jasa dokumentasi aerial menggunakan drone, menyebabkan jumlah pemohon izin drone di kawasan Taman Nasional Komodo meningkat drastis dari dalam dua tahun terakhir. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S. (+6281310300678) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo +6282145675612
Baca Artikel

Rakor Forum Wisata Lingkar Rinjani Tahun 2022

Lombok Utara, 24 Juni 2022. Berbagai kegiatan dilaksanakan di Villa Bambu Desa Senaru Kec. Bayan, Kab. Lombok Utara, Senin (20/6). Mulai dari rapat koordinasi (Rakor) Forum Wisata Lingkar Rinjani, Sosialisasi Revisi SOP Pendakian, Upgrade Aplikasi eRinjani dan penerapan asuransi wisata. Dalam kegiatan forum disetujui beberapa hal yang menjadi keputusan akhir diantaranya pengunduran diri ketua Forum Citra Wisata Rinjani atas nama Lalu Ahmad Yani yang disetujui oleh anggota forum. Anggota forum telah melakukan pemilihan ketua Forum Citra Wisata Rinjani dengan ketua forum terpilih a.n Royal Sembahulun dan selanjutnya ketua forum yang baru akan menyusun struktur organisasi Forum Citra Wisata Rinjani serta kelengkapan kelembagaan berupa AD/ART dan kemudian menyampaikannya kepada Balai TN Gunung Rinjani paling lambat tanggal 21 Juli 2022. Hadir dalam kegiatan Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Bapak Dedy Asriady beserta jajaran pejabat struktural dan staf TNGR serta stakeholders diantaranya Camat Tanjung, Camat Bayan, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Timur, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Utara, Geopark dan Polsek Bayan serta Trekking Organizer dan Pecinta Alam Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Rinjani
Baca Artikel

Bangun Spirit Konservasi Sejak Dini

Baserah, 24 Juni 2022 – Upaya membangun spirit kepedulian terhadap lingkungan sekitar bagi siswa/i sekitar kawasan, petugas Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) yang tergabung dari 5 orang penyuluh dan 3 orang Polhut melaksanakan kegiatan Pendidikan Konservasi di SDN 005 / SMP Satu Atap Desa Gunung Melintang Kec. Kuantan Hilir, Kab. Kuantan Singingi, Kamis (23/6). Peserta pendidikan konservasi kali ini berjumlah 16 orang yang akan diberikan materi pendidikan konservasi berupa pengenalan Taman Nasional Tesso Nilo dan konservasi gajah sumatera. Siswa/i mengikuti kegiatan dengan antuasias dan partisipatif. Untuk lebih menarik perhatian para siswa, disela-sela pemberian materi siswa diberikan games dan kuis agar suasana belajar lebih menyenangkan. Selesai pemberian materi di kelas, tim kemudian berfoto bersama dan melakukan penanaman pohon dengan jenis tanaman buah-buahan yaitu Matoa. Tidak hanya para guru, siswa/i SDN 005 juga sangat bersemangat dalam menanam pohon di depan sekolah. Petugas mengungkap bahwa pendidikan konservasi ini dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kesadaran generasi muda khususnya para siswa/i tentang nilai – nilai lingkungan dan isu permasalahan lingkungan yang pada akhirnya dapat menggerakkan generasi muda untuk berperan aktif dalam upaya pelestarian dan keselamatan lingkungan untuk kepentingan generasi sekarang dan yang akan datang. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Resort Pulau Ambon Menerima Kunjungan dari Kejaksaan Negeri Ambon

Ambon, 21 Juni 2022. Kepala Resort Pulau Ambon - Bapak Denny Soewarlan menerima kunjungan dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon (Jaksa Ahmad Latupono, S.H.,M.H selaku Jaksa Penuntut Umum) dan DirKrimsus Polda Maluku (Aipda Daud Sitanggang, S.H dan Briptu Sonia Sarwa), Kamis (2/6). Maksud kedatangan rombongan Kejari Ambon untuk melihat satwa jenis Burung Nuri Maluku (Eos bornea cyanonotha) titipan dari Dirkrimsus Polda Maluku, dimana satwa ini menjadi barang bukti yang akan diserahkan ke Kejaksaan Negeri Ambon. Sumber : Denny Soewarlan - Kepala Resort Pulau Ambon Balai KSDA Maluku
Baca Artikel

Binmas Maluku Bahas Tupoksi Polhut di Masohi

Ambon, 21 Juni 2022. Kantor Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Masohi Balai KSDA Maluku mendapatkan kunjungan Bpk AKP.F.Bawole dari Binmas Maluku selaku Kasibinlat Sub Dit dan Binmas Polres Maluku Tengah Bripka F. Wattimena, Jumat (3/6). Kunjungan tersebut bertujuan untuk silaturahmi dan koordinasi serta kerjasama terkait Tupoksi Polhut. Sumber : Suherwin Yusuf - Penyuluh Kehutanan Balai KSDA Maluku
Baca Artikel

BBKSDA Riau Dukung Peran Mahasiswa Untuk Kelestarian SM Bukit Rimbang Bukit Baling

Pekanbaru, 20 Juni 2022. Forum Mahasiswa Kampar Kiri Hulu menggelar seminar sekaligus pelantikan pengurus dengan tema "Melestarikan Kawasan SM Bukit Rimbang Baling dan Kompensasi Pemerintah terhadap Masyarakat.", Minggu (19/6) di hotel Batiqa Pekanbaru. Kegiatan tersebut menjadi peran yang paling pas dalam mendorong kelestarian kawasan dan sekaligus berdiskusi terkait program yang dapat dibangun di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Bukit Rimbang Bukit Baling, dimana di dalamnya terdapat beberapa desa. Karena hal tersebut sangat positif dan mendorong peran mahasiswa dalam melestarikan kawasan konservasi SM Bukit Rimbang Bukit Baling, maka Camat Kampar Kiri Hulu, para Kepala Desa se-Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Balai Besar KSDA Riau, UNRI, aktivis lingkungan, pengurus forum dan mahasiswa yang berasal dari Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kab. Kampar hadir pada acara tersebut. Balai Besar KSDA Riau mengapresiasi acara tersebut apalagi muncul gagasan-gagasan baru dalam mewujudkan peran mahasiswa dalam kelestarian kawasan konservasi seperti edukasi bersama kepada masyarakat, program kolaborasi pemberdayaan masyarakat, penelitian, dan publikasi kelestarian melalui medsos, seni dan nilai budaya yang tentu harus dibarengi dengan tekad serta niat yang ikhlas. Selain itu muncul ide program one entrepreneur one village di mana mahasiwa dan sarjana bisa menjadi bagian dari entrepeneur yang akan mendorong produk - produk desa untuk dibawa ke pasar lokal, nasional maupun internasional dan juga ide mewujudkan desa digital. Di akhir seminar disepakati bahwa komunikasi akan terus dilanjutkan untuk mendorong peran mahasiswa yang lebih banyak lagi dan lebih implementatif. Acara diakhiri dengan pengukuhan pengurus forum mahasiswa Kampar Kiri Hulu (FORMAKIH) periode 2022/2024. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Pemberdayaan Masyarakat Pantai Baru SM Pelaihari

Sabuhur, 15 Juni 2022 – Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) monitoring dan evaluasi kelompok pemberdayaan masyarakat di Desa Sabuhur. Monitoring dipimpin langsung oleh Kepala Balai KSDA Kalsel Bapak Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc. Monitoring kali ini menyasar kepada kelompok Pantai Baru Desa Sabuhur. Kelompok Pantai Baru merupakan kelompok binaan BKSDA Kal-Sel yang dibentuk sejak tahun 2019 dengan program unggulan ekowisata di Muara Sungai Sabuhur. Monitoring ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan kegiatan kelompok dilapangan baik secara langsung maupun tidak langsung, sehingga bisa mempertanggungjawabkan kegiatan yang telah dilaksanakan. Monitoring dan Pendampingan ini dihadiri juga oleh Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Ibu Mirta Sari, S.Hut M.Si, dan Kepala Resort S.M. Pelaihari Bapak Akhmad Fauzan, S.Hut bersama tim monitoring. Pertemuan dilaksanakan di rumah salah satu anggota kelompok dan dihadiri oleh anggota kelompok pemberdayaan. Dalam arahannya, Kepala Balai KSDA Kalsel meminta agar keterbukaan dan saling percaya antar anggota kelompok dapat terus dijaga dan dipertahankan. Dan juga peran aktif keterlibatan kelompok dalam menjaga dan melestarikan hutan di Muara Sabuhur dapat ditingkatkan agar program ekowisata di Muara Sabuhur ini dapat berhasil dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dalam monev tersebut juga dilakukan diskusi dengan kelompok Pantai Baru. Menggali terkait tantangan dan kendala dalam pengembangan program kelompok. Bapak Nordin selaku ketua kelompok menyampaikan kendala dan dinamika yang terjadi di kelompok. “Kami dilapangan ini mengalami sedikit kendala terkait perizinan, kami bingung terkait alur perizinan masuk ke dalam kawasan. Kami berharap ada pembinaan terkait prosedur masuk ke dalam kawasan.” ujar Nordin. Bapak Kaslani sebagai salah satu anggota kelompok dan juga warga dari masyarakat dusun Pantai Baru berharap agar kiranya ada bantuan-bantuan lain dari BKSDA Kalsel. “Kami berharap ada bantuan dari BKSDA, seperti bantuan pohon buah agar lingkungan di dusun kami lebih teduh dan asri.” ujar Kaslani. "Kita merawat dan menjaga tumbuhan dan satwa agar tetap lestari, dan karena didalam kawasan itu ada masyarakatnya, maka masyarakatnya juga kita bina dan dampingi agar dapat meningkatkan kesejahtetaan melalui program-program pemberdayaan. Termasuk permintaan bibit buah, bisa saja kita bantu. tentunya dengan jenis-jenis buah yang cocok dengan ekosistem disini.” tutupnya. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini kelompok Masyarakat Pantai Baru dapat berkembang lebih baik dan program-program yang direncanakan dapat berjalan baik sehingga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar Kawasan, sekaligus terjaganya kawasan dari gangguan yang tidak diharapkan. (ryn) Sumber : Badrul Arifin, S.Hut - PEH Seksi Konservasi Wilayah I Pelaihari Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Artikel

Gencar Rehabilitasi Lahan Terbuka, Balai TN Tesso Nilo Cari 1500 Bibit

Pekanbaru, 17 Juni 2022. Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Baserah Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) Bapak Ibram Eddy Chandra, S.Hut, M.Sc melakukan kunjungan ke Persemaian Permanen BPDAS Inrok di komplek SMK Kehutanan Negeri Pekanbaru, Kamis (2/6). Kunjungan ini guna mengecek bibit siap tanam untuk penanaman mandiri yang gencar dilakukan Balai TNTN agar dapat merehabilitasi kembali lahan terbuka kawasan TN Tesso Nilo. Setelah berkoordinasi dengan Manager Persemaiam Permanen BPDAS Inrok Bapak Jonson, S.Hut., kemudian Kepala SPTN II melakukan pengecekan kepada permohonan bibit-bibit tanaman untuk penanaman mandiri di Kawasan TN Tesso Nilo. Berdasarkan hasil pengecekan, ada beberapa bibit yang belum siap tanam dan masih dalam proses penyemaian. Dua pekan kedepan SPTN II Baserah akan mengambil bibit-bibit yang telah siap tanam dengan jumlah sekitar 1500 bibit untuk ditanam di kawasan TN Tesso Nilo SPTN II Baserah. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Monitoring Rehab DAS – Pemulihan Ekosistem di SM Kuala Lupak

Kuala Lupak, 8 Juni 2022 – Balai KSDA Kalimantan Selatan bersama dengan Balai PDASHL Barito melaksanakan monitoring Rehab DAS IPPKH PT. Adaro Indonesia di Suaka Margasatwa (SM) Kuala Lupak, Selasa, (7/6) tepatnya di Sungai Bakau Desa Kuala Lupak. Monitoring ini sekaligus bimbingan teknis Rehab DAS oleh tim dari Balai KSDA Kalimantan Selatan yang terdiri dari Kepala Balai, Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc., Kepala SKW II, M. Ridwan Effendi, S.Hut, M.Si., dan juga Kepala Resort SM Kuala Lupak dan SM Pulau Kaget Ahmad Barkati. Untuk bimbingan teknis dilaksanakan guna memberikan arah dan panduan dalam pemeliharaan serta meningkatkan keberhasilan kegiatan Rehab DAS sebagai tahapan untuk serah terima pekerjaan dari pihak pelaksana kepada penerima kegiatan. Selain itu pihak BPDASHL Barito juga menyampaikan kriteria kondisi tanaman yang akan diserah terimakan. Kendala atau permasalahan selama kegiatan rehab DAS tersebut juga disampaikan oleh pihak pelaksana, dan secara bersama antara pengelola kawasan (BKSDA Kalsel) dan pihak yang melaksanakan rehab DAS kemudian mencari alternatif solusi. Monitoring dan bimbingan teknis kegiatan Rehab DAS ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penyampaian materi, diskusi dan observasi lapangan, dimana tim pelaksana rehab DAS mendapatkan penjelasan terkait kriteria keberhasilan tanaman dan kiat-kiat untuk mempertahankan tingkat keberhasilan tersebut. Tim juga menuju petak yang dijadikan contoh yang sesuai dengan kriteria keberhasilan. Tanaman yang ada di dalam petak diperhatikan pertumbuhannya baik dari segi jumlah daun maupun tinggi tanaman. Tanaman yang tidak mencapai kriteria disarankan untuk dirawat atau segera disulam agar persentase dalam satuan luasan tidak berkurang. Pihak BPDASHL Barito selaku pihak yang memberikan kriteria tersebut, menyatakan bahwa sebagian besar tanaman yang ada telah masuk dalam kriterian keberhasilan tanaman, hanya beberapa tanaman saja yang segera dirawat atau segera disulam. Pihak vendor penanaman menyampaikan beberapa kendala dalam kegiatan penanaman. Diantaranya adalah hama kepiting yang menyerang tanaman baru, terutama tanaman sulaman. Dimana hama kepiting biasanya menyerang tanaman baru atau tanaman sulaman. Pihak BPDASHL Barito memberikan saran untuk penggunaan pelindung tanaman dari bahan bambu untuk mencegah serangan kepiting terhadap tanaman sulaman. Selain itu menyarankan agar sarana dan prasarana pelengkap kegiatan rehab DAS agar segera dipenuhi diantaranya adalah jembatan inspeksi. Dr. Mahrus menjelaskan bahwa kegiatan rehab DAS dalam konteks konservasi merupakan kegiatan Pemulihan Ekosistem pada Blok Rehabilitasi. Diharapkan setelah tanaman diserah terimakan kepada BKSDA Kalsel selaku pengelola kawasan masih ada kegiatan pemeliharaan lanjutan oleh pihak Adaro melalu sumber dana CSR agar pertumbuhan tanaman tetap bagus minimal sampai umur tanaman 5 tahun. Kegiatan ini dapat dipayungi melalui mekanisme Perjanjian Kerja Sama Penguatan Fungsi. Dalam kegiatan ini hadir pula perwakilan PT. Adaro Indonesia, pihak PT. Rehabilitasi Lingkungan Indonesia (RLI) dan pihak PT. Graha Persada Amanah (GPA) selaku vendor kegiatan penanaman serta anggota kelompok Kemitraan Konservasi. (ryn) Sumber : Cecep Budiarto, S.Hut - Penyuluh Kehutanan Seksi Konservasi Wilayah II Banjarbaru Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Artikel

Melihat Tantangan Internal Rehab DAS TN Tesso Nilo

Lubuk Kembang Bunga, 17 Juni 2022.– Tim monitoring dan evaluasi internal Rehab DAS Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) tahun 2022, sudah berhasil rampungkan kegiatan Monitoring dan Evaluasi internal ke-3 Rehabilitasi DAS BOB PT. Bumi Sial Pusako- Pertamina Hulu yang bertempat di areal Resort Air Hitam Bagan Limau, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Lubuk Kembang Bunga (LKB) pada tanggal 7 s.d 12 Juni 2022. Monitoring dilakukan 6 (enam) orang petugas Balai TN Tesso Nilo selama 6 hari dengan hasil monitoring diketahui bahwa persentase tanaman hang ditemukan pada area dengan luas keseluruhan 613 Ha sudah sebesar 61,1 %. Belum maksimalnya tingkat keberhasilan diungkapkan petugas salah satunya disebabkan oleh adanya gangguan atau konflik sosial di areal kerja Rehab DAS. Petugas monev menyampaikan untuk meningkatkan keberhasilan tumbuh, akan dilakukan pengawasan lebih ketat serta pengecekan berkelanjutan terhadap progres penanaman. Hambatan serta tantangan lainnya pada areal yang terganggu, nantinya akan diselesaikan dengan strategi, upaya dan tindakan yang tepat. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Implementation Arrangement Balai TN Manusela dan Unpatti

Masohi, 16 Juni 2022. Tindaklanjut dari Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang sudah ditandatangani antara Balai Taman Nasional Manusela dan Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura (Unpatti) pada tahun 2017 yaitu dengan penandatanganan Implementation Arrangement, Kamis (16/6). Penandatangan tersebut dilakukan Kepala Balai Taman Nasional (TN) Manusela, MHD. Zaidi dengan Ketua Prodi Kehutanan Ibu Henderina Lelloltery yang didampingi salah seorang dosen Unpatti Bapak Irwanto. Pada kesempatan ini juga dibahas rencana penempatan mahasiswa Prodi Kehutanan Unpatti di Taman Nasional Manusela dalam program Kampus Merdeka Belajar dan rencana praktek umum mahasiswa semester akhir di kawasan TN Manusela yang akan dilaksanakan pada bulan Juli nanti. Menyambut baik kunjungan tersebut, Kepala Balai TN. Manusela menyampaikan kesediaan penerimaan kegiatan kampus merdeka belajar dan praktek umum mahasiswa. Pada kesempatan ini Kepala Balai juga menyampaikan usulan adanya program khusus bagi anak-anak di sekitar kawasan Taman Nasional yang direkomendasikan oleh Balai Taman Nasional Manusela untuk diterima sebagai mahasiswa di Unpatti dan diberikan beasiswa bagi mereka yang kurang mampu. Selain itu juga disampaikan usulan untuk adanya penelitian Unpatti terhadap jenis tanaman dan satwa endemik di Taman Nasional Manusela seperti Pakis Binaya (Alsophila binayana) dan Kakatua Seram (Cacatua moluccensis) serta TSL endemik lainnya. Sumber : Balai Taman Nasional Manusela
Baca Artikel

Kepala Balai TN Taka Bonerate Sambangi Desa Latondu Melihat Transplantasi Karang

Desa Latondu, 15 Juni 2022 – Beberapa hari yang lalu, Kepala Balai Taman Nasional Taka Bonerate Faat Rudhianto, S.Hut., M.Si mengunjungi Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Jinato (SPTN Wil. II Jinato) dalam rangka aksi konservasi bersama masyarakat. Bertolak dari Pulau Jinato, beliau melanjutkan kunjungan kerjanya ke Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Tarupa (SPTN Wil. I Tarupa), tepatnya di Desa Latondu. Kepala balai yang didampingi Kepala SPTN Wil. I Tarupa dan Kepala Resort Latondu mendukung penuh transplantasi terumbu karang di Desa Latondu dengan berpartisipasi langsung dalam kegiatan (9/6/2022). Transplantasi terumbu karang yang menggunakan metode jaring laba-laba diikuti oleh petugas Resort Latondu, Resort Tarupa, personil SPTN Wil. I Tarupa, masyarakat, anak-anak Desa Latondu, Kelompok PAAP Rajuni-Latondu, dan Kelompok Mawar yang anggotanya mayoritas perempuan. Kepala balai memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada masyarakat atas perhatian dan kepedulian dalam menjaga ekosistem terumbu karang. “Semoga keberhasilan Desa Latondu dalam pelestarian ekosistem terumbu karang menjadi contoh yang baik serta diikuti oleh desa-desa lainnya”, tutur Faat Rudhianto. Lebih lanjut kepala balai menyampaikan, bahwa keberadaan terumbu karang dapat menjadi kekayaan alam yang sangat indah dan memberikan banyak manfaat bagi kehidupan. Oleh karena itu, mari bersama jaga kelestariannya. Sumber: Humas Balai Taman Nasional Taka Bonerate
Baca Artikel

Resort Bukit Rimbang Pantau Aktivitas Alat Berat di Dekat Kawasan

Pekanbaru, 14 Juni 2022 - Tim Balai Besar KSDA Riau Resort Bukit Rimbang (Petai), SKW I menindaklanjuti temuan Tim patroli sebelumnya yang menemukan adanya aktivitas alat berat yang diduga akan menuju ke arah SM Bukit Rimbang Bukit Baling (BRBB) di sekitar daerah Pematang Panjang dari arah Desa Kuntu melewati koridor PT. RAPP (09/06). Kepala Resort Bukit Rimbang, Ahmad Fitriansyah bersama tim turun langsung ke lokasi. Ditemukan 1 unit alat berat jenis excavator yang sebelumnya melakukan perbaikan jalan di luar kawasan SM BRBB (sekitar 1 km), dan saat ini alat berat berada sekitar 100 m di luar kawasan SM BRBB. Alat tersebut terparkir di kebun sawit warga sedangkan operator alat berat tidak ditemukan di lokasi. Tim menyosialisasikan tentang batas kawasan dan larangan beraktivitas, apalagi dengan menggunakan alat berat, di dalam kawasan SM BRBB kepada warga yang dijumpai di sekitar lokasi. Timpun menitipkan surat himbauan/peringatan kepada warga di sekitar alat berat untuk disampaikan kepada pemilik/operator alat berat agar tidak beraktivitas di dalam kawasan SM BRBB dan dapat dikenai sanksi pidana seauai Undang Undang No. 18 tahun 2013, tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan. Tim akan menelusuri lebih dalam dan memantau terus keberadaan serta aktivitas alat berat tersebut. Ayo masyarakat sekitar kawasan hutan. Kita bangkit!! Mari kita pantau bersama dan amankan hutan yang tersisa, karena yang akan terkena dampak utama adalah masyarakat sekitar kawasan.
Baca Artikel

Aksi Mitigasi Konflik Satwa Liar BBKSDA Riau

Pekanbaru, 14 Juni 2022 - Tim Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Balai Besar KSDA Riau bersama masyarakat Desa Suka Makmur, Kec. Gunung Sahilan, Kab. Kampar melakukan mitigasi konflik satwa liar gajah sumatera di desa tersebut (08/06). Tim melakukan pengecekan di lapangan terkait laporan masyarakat Suka Makmur tentang adanya gajah liar di areal kebun masyarakat. Tim mencari informasi melalui penjaga kebun sawit bernama pak Slamet, di sekitar Sei Air Panas. Menurut beliau, memang ada rombongan gajah berjumlah sekitar 9 ekor beberapa hari lalu yang merusak tanaman sawit masyarakat. Namun, di tiga hari terakhir tidak nampak aktivitas gajah dimaksud. Beliau juga menunjukan arah masuk gajah tersebut dari areal konsesi PT. RAPP di seberang Sei Tesso. Tim selanjutnya memberikan himbauan kepada yang bersangkutan untuk memasang api unggun pada beberapa titik lokasi agar gajah tidak melintasi di kebun masyarakat. Kepada penjaga kebun dan masyarakat lainnya juga dihimbau untuk tidak anarkis terhadap satwa dilindungi dan meminta masyarakat untuk selalu berkomunikasi dengan Balai Besar KSDA Riau terkait konflik satwa dilindungi. Selanjutnya di tempat terpisah, di bawah cuaca mendung, Tim dari Resort Bukit Batu menuju Dusun Bangun Rejo, Desa Sadar Jaya, Kec. Siak Kecil, Kab. Bengkalis untuk melakukan pengecekan atas laporan Kepala Desa Sadar Jaya tentang ditemukannya jejak satwa liar yang diduga Harimau Sumatera di kebun warga (08/06). Tim bersama aparat desa dan Bhabinkamtibmas melakukan pengecekan di tiga lokasi kejadian. Tim menemukan jejak dimaksud yang terdiri dari dua jejak, satu jejak berukuran besar dan satu jejak lainnya berukuran kecil. Diperkirakan satwa tersebut merupakan induk dengan anaknya. Tim menghimbau kepada aparat desa agar menyampaikan kepada masyarakat setempat untuk waspada dan berhati hati dalam melakukan kegiatan sehari-hari di sekitar lokasi kejadian. Aksi mitigasi konflik satwa liar selanjutnya dilakukan di Desa Lubuk Kembang Bunga, Kec. Ukui, Kab. Pelalawan (09/06). Tim SKW I, Azwar dan Romi bersama masyarakat melakukan mitigasi konflik gajah sumatera di areal perkebunan warga. Tim berkoordinasi dengan Ketua Kelompok Tani Belalang Bangkit di desa tersebut dan turun ke lokasi di perkebunan dekat sungai Nilo tempat kemunculan gajah liar dimaksud. Jarak lokasi kemunculan gajah sumatera dari kawasan hutan TN Tesso Nilp kurang lebih 10 km. Pada saat penelusuran dilakukan, tidak dijumpai adanya gajah liar, hanya terlihat kerusakan beberapa batang sawit. Tim melakukan sosialisasi kepada masyarakat pemilik kebun di sekitar area kemunculan gajah agar tidak melakukan tindakan anarkis karena gajah termasuk satwa liar yang dilindungi. Selanjutnya, tim bersama masyarakat melakukan patroli penjagaan kebun dengan menginap di pondok penjaga kebun salah satu anggota kelompok tani pada malam harinya. Menurut informasi dari masyarakat, gajah sering muncul mulai 3 tahun terakhir dan terlihat terakhir pada hari Selasa, 7 Juni 2022 sekitar pukul 09:00 waktu setempat dengan jumlah sebanyak 2 ekor. Tim mengusulkan kepada Kelompok Tani Belalang Bangkit agar bergilir melakukan penjagaan kebun karena perkebunan tersebut memang berada di daerah perlintasan gajah sumatera. Semoga satwa hanya melintas dan tidak saling mengganggu karena sejatinya manusia dan satwa adalah makhluk ciptaan Tuhan yang punya hak sama untuk hidup, bertahan dan berkembang. Salam lestari!! Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Mitigasi Konflik Satwa Liar Buaya Sinyulong yang Mendekat ke Pemukiman Warga

Pekanbaru 14 Juni 2022 - Tim Resort Kerumutan Selatan dipimpin Kepala Resort Bapak Zulkifli bersama Tim Damkar dan Penyelamatan KPBD Kabupaten Inhu, serta perwakilan dari masyarakat Pangkalan Kasai melakukan mitigasi konflik satwa liar buaya sinyulong di Kelurahan Pangkalan Kasai, Kabupaten Inhu (09/06). Tim gabungan melakukan pemasangan spanduk himbauan di titik kemunculan buaya dan sekitarnya agar masyarakat berhati-hati dalam melakukan aktivitas di lokasi kemunculan buaya sinyulong di sungai Sikuyam. Tim juga menghimbau kepada masyarakat untuk mengurangi aktivitas di sungai terutama pada pagi hari dan sore hingga malam hari. Tim melakukan sosialisasi kepada penjual ayam potong dan masyarakat yang tinggal di pinggiran sungai agar tidak membuang sisa atau bagian tubuh serta bangkai ayam dan sampah ke sungai, yang dapat mengundang satwa liar buaya mendekati pemukiman warga. Sampai saat ini satwa liar buaya sinyulong tersebut masih sering muncul di pemukiman warga yang dialiri oleh sungai Sikuyam yang bermuara ke sungai Batang Cenaku. Kawasan ini merupakan habitat satwa liar buaya muara dan buaya sinyulong. Mari hati-hati dan waspada untuk keselamatan kita terutama bagi masyarakat yang bermukim di sekitarnya. Juga bagi warga yang tinggal disekitar hutan. Karena niscaya kita akan dapat hidup berdampingan dengan mereka jika kita selalu waspada dan saling menjaga. Sumber : Balai Besar KSDA Riau

Menampilkan 1.921–1.936 dari 2.606 publikasi