Selasa, 22 Sep 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Serunya Gepang Ultra Marathon

Selabintana, 30 Juni 2022. “Gepang Ultra Marathon” telah diselenggarakan pada tanggal 25 dan 26 Juni 2022 di Resort Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Selabintana yang diikuti peserta dari seluruh penjuru dunia. Selain berasal dari tanah air, peserta juga berasal dari Singapura, Malaysia, Australia, Austria, Prancis, dan Jepang. Ini merupakan ajang kegiatan tahunan yang rutin diselenggarakan di jalur pendakian Gunung Gede dan Pangrango. Kategori lomba terdiri dari Gepang Ultra Marathon 63k, Gepang Trail 43k, dan Gepang Fun 24k. Ketiga kategori tersebut melakukan titik start dan finish di RPTN Selabintana sedangkan kategori Gepang Hore 21k melakukan titik start dan finish di RPTN Selabintana dengan check point di Curug Sawer, RPTN Situgunung. Antusiasme peserta sangat terlihat saat berangkat dan mencapai garis finish. Rintik hujan yang mendera tak menyurutkan langkah para peserta dalam mengikuti kegiatan ini. Jalur pendakian Selabintana memberikan tantangan tersendiri bagi para peserta dari mulai digigit pacet sampai dengan celana yang nyangkut pada akar pohon. Pada Kategori GPU (Gepang Ultra) 63k peserta yang berhasil mencapai garis finish tercepat dengan perolehan waktu 20 jam 38 detik yaitu Anatoli Marbun dari Indonesia. Sedangkan untuk Kategori Gepang Trail 43k atas nama Elang Erlangga asal Indonesia dengan catatan waktu tercepat 10 jam 16 menit 59 detik. Kategori Gepang Fun 24k diraih oleh Arief Wismoyo dengan catatan waktu tercepat 03 jam 53 menit 25 detik yang juga berasal dari Indonesia. Sedangkan pada kategori Gepang Hore atas nama Theo Darmawan dengan catatan waktu tercepat 3 jam 9 menit 59 detik asal Australia. Penyelenggaraan acara bertaraf internasional seperti ini dapat dimanfaatkan sebagai ajang promosi Taman Nasional Gunung Gede Pangrango tidak hanya bagi masyarakat di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri. Sumber: Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Teks : Tati Maryati, A.Md. Dok : Panitia Gepang Ultra Marathon
Baca Artikel

Ukur Intelegensi, Emosi dan Akademik Dengan Uji Psikotes

Ampana 28 Juni 2022. Balai Taman Nasional (TN) Kepulauan Togean bekerjasama dengan POLDA Sulawesi Tengah melaksanakan uji psikotes bagi seluruh Polisi Kehutanan (POLHUT) serta Pejabat Struktural lingkup Balai TN Kepulauan Togean di di Aula Kantor Balai TN Kepulauan Togean, Selasa (28/6). Dalam sambutan yang disampaikan oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha bahwa, tes Psikologi yang dilaksanakan ini merupakan agenda tahunan dari Balai Taman Nasional Kepulauan Togean yang dimaksudkan untuk mengukur intelegensi, emosi dan kemampuan akademik seseorang, sehingga dapat diketahui apakah seseorang yang diuji memiliki kemampuan dan mental yang baik. Tes psikologi ini juga merupakan salah satu syarat untuk perpanjangan kartu pemegang senjata api Balai TN Kepulauan Togean untuk mengetahui dan mengukur sejauh mana kepribadian anggota Polisi Kehutanan dan Pejabat Struktural Balai TNKT yang akan menggunakan senjata api, sehingga diketahui layak tidaknya memegang senjata api. Senjata api merupakan peralatan standar yang dimiliki Polisi Khusus Kehutanan (Polhut) lingkup Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Senjata ini digunakan dalam berbagai kegiatan yang dilakukan Polhut seperti patroli batas kawasan, pemantauan pal batas ataupun monitoring satwa. Tes Psikologi ini diikuti sebanyak 14 orang POLHUT dan 3 orang Pejabat Struktural. Sumber : Alfian - Balai Taman Nasional Kepulauan Togean
Baca Artikel

Inventarisasi dan Identifikasi Potensi Zona Tradisional TN Aketajawe Lolobata

Halmahera Tengah, 29 Juni 2022. Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata (TNAL) selama bulan Juni 2022 ini telah melakukan inventarisasi dan identifikasi potensi zona tradisional. Kegiatan dilaksanakan pada lokasi zona tradisional yang berdekatan dengan wilayah Desa Woekob Kecamatan Weda Tengah Kabupaten Halmahera Tengah. Zona tradisional tersebut masuk dalam wilayah kerja Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Weda dengan luas sekitar 578 ha dengan pelaksana Kepala SPTN Wilayah I Weda, Polisi Kehutanan, Pengendali Ekosistem Hutan, dan Penyuluh Kehutanan. Inventarisasi ini guna mengidentifikasi potensi sumber daya alam zona tradisional yang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar dan jenis-jenis aktivitas masyarakat dalam pemanfaatan sumber daya alam zona tadisional, serta pendataan warga masyarakat yang beraktivitas dalam pemanfaatan sumber daya alam di dalam zona tradisonal. Masyarakat melakukan berbagai aktivitas pemanfaatan sumber daya alam di dalam zona tradisional, sepeti perburuan satwa, pemungutan hasil hutan bukan kayu, dan berkebun. Satwa yang menjadi target buruan masyarakat, antara lain rusa, babi, soa-soa (biawak), dan burung gosong kelam Megapodius freycinet yang biasa disebut dengan burung maleo oleh masyarakat setempat. Rusa dan babi yang didapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu untuk memenuhi kebutuhan makan keluarga dan dibagikan kepada tetangga, dan bagian yang lain untuk dijual. Selain satwa darat, masyarakat juga berburu satwa yang hidup di air, seperti ikan, udang, dan sidat atau biasa disebut dengan sugili. Gosong kelam dan rusa merupakan jenis satwa yang dilindungi oleh P.106 tahun 2018. Oleh karena itu, perlu penyadartahuan kepada masyarakat terhadap jenis-jenis yang dilindungi yang menjadi target perburuan. Hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang dimanfaatkan oleh masyarakat adalah pala, pinang, langsa, sagu, rotan, dan bambu. Hasil HHBK tersebut sebagian besar untuk dijual dan dikonsumsi. Hasil yang dijual oleh masyarakat adalah pala, pinang, dan sagu sedangkan rotan dan bambu yang masih muda dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Aktivitas berburu dan pengambilan HHBK oleh masyarakat dilakukan pada saat dibutuhkan, tidak dilakukan secara rutin. Masyarakat tidak mengenal klaim wilayah dalam aktivitas berburu dan memungut HHBK. Binatang buruan dan HHBK yang ada di dalam kawasan hutan menjadi milik bersama. Kegiatan perburuan dan pemungutan HHBK tidak hanya dilakukan oleh masyarakat Desa Woekob yang berbatasan langsung dengan zona tradisional, namun juga berasal dari masyarakat desa tetangga, seperti Desa Kulo Jaya dan Desa Lukolamo yang memiliki jarak relative jauh dari batas kawasan TNAL. Aktivitas berkebun yang dilakukan masyarakat di dalam kawasan zona tradisional telah dilakukan sebelum lokasi tersebut ditetapkan menjadi kawasan konservasi Taman Nasional Aketajawe Lolobata. Jenis tanaman yang ditanam oleh masyarakat di dalam kebun diantaranya kelapa, pala, pisang, dan singkong. Seluruh tanaman tersebut untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Ketidaktahuan masyarakat tentang pengelolaan kawasan di zona tradisional taman nasional seperti berburu satwa dilindungi dan pemanfaatan secara berkelanjutan menjadi tantangan bagi pengelola kawasan. Kegiatan kemitraan konservasi dapat menjadi jalan bagi Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata untuk bekerjasama dengan masyarakat sekitar dalam melindungi dan melestarikan hutan dan satwa. Sumber : M. Arif Setiawan - Penyuluh Kehutanan Balai Taman Nasional Aketajawe Lolobata
Baca Artikel

BBKSDA Riau Kembali Lakukan Mitigasi Konflik Gajah Liar

Pekanbaru, 29 Juni 2022 - Mitigasi konflik gajah liar kembali dilakukan Tim Balai Besar KSDA Riau yang kali ini melalui Tim Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I di Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan pada tanggal 25-26 Juni 2022. Tim menindaklanjuti laporan yang bersumber dari masyarakat Desa Rantau Baru terkait adanya kelompok gajah liar yang memasuki kebun masyarakat dan telah mendekati ke pemukiman warga. Tim langsung menuju Desa Rantau Baru dan melakukan koordinasi dengan Ketua BPD yang bersama-sama menuju lokasi kelompok gajah liar dimaksud. Bersama masyarakat, Tim mengatur strategi penggiringan gajah dimulai dengan mencari posisi gajah tersebut. Gajah ditemukan di daerah Kuala Baboko namun karena kondisi lokasi rawa yang cukup dalam, tim dengan masyarakat sulit untuk menemukan posisi akhir gajah tersebut. Seiring hari yang telah beranjak sore, Tim memutuskan untuk menyudahi pencarian dan akan melanjutkan di hari berikutnya. Keesokan harinya, Tim bersama masyarakat melanjutkan pencarian kelompok gajah tersebut. Berdasarkan informasi dari masyarakat, gajah yang berjumlah 3 ekor masih berada di sekitar daerah pencarian sebelumnya. Posisi gajah sudah menyeberangi sungai Kampar dan mendekati pemukiman. Tim bersama masyarakat melakukan penggiringan dan mengarahkan ke pintu awal kelompok gajah menyeberang. Sampai pukul 17.00 WIB, tim masih melakukan penggiringan. Pada awalnya gajah tersebut sudah berada di jalur yang diharapkan, namun pemilik kebun yang berada di pintu masuk gajah membunyikan sesuatu sehingga gajah akhinya berbalik arah. Dikarenakan kondisi lokasi rawa yang menyulitkan dan kondisi fisik yang sudah lelah, Tim dengan masyarakat memutuskan menghentikan penggiringan. Tim menyampaikan agar masyarakat tidak melakukan hal hal yang anarkis terhadap gajah dan tetap melakukan blokade agar gajah tersebut tidak memasuki pemukiman masyarakat. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Berdayakan Masyarakat, BBKSDA Riau Bentuk 3 Kelompok Tani Hutan

Pekanbaru, 29 Juni 2022 - Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I melakukan kegiatan pembentukan Kelompok Tani Hutan (KTH) di Desa Batu Sanggan, Desa Muara Bio dan Desa Terusan. Seluruh desa tersebut berlokasi di Kecamatan Kampar Kiri Hulu, Kabupaten Kampar. Kegiatan dilaksanakan pada hari Selasa hingga Kamis, 21-23 Juni 2022. Tim penyuluh kehutanan selaku fasilitator dimotori oleh Tommy SP Sinambela dengan didampingi Usgiantoro, Ahmad Fitriansyah, Fahrul Rozi Sembiring serta Rikso Yunaldi. KTH di Desa Batu Sanggan yang berhasil dibentuk diberi nama KTH Batu Sanggan Berdiri, di Desa Muara Bio bernama KTH Simpang Dua Muara Bio, dan di Desa Terusan bernama KTH Gunung Medan Mandiri. Untuk KTH Batu Sanggan Berdiri dan KTH Simpang Dua Muara Bio, keduanya akan melakukan kegiatan budidaya ternak kerbau. Sedangkan KTH Gunung Medan Mandiri, selain budidaya ternak kerbau, juga akan mengembangkan budidaya tanaman coklat. Komoditi tersebut dipilih dan disepakati berdasarkan diskusi yang dilakukan bersama dengan para fasilitator. Penyuluh kehutanan yang menjadi fasilitator telah meminta kepada pengurus yang dipilih untuk menyelesaikan administrasi pembentukan kelompok, diantaranya surat permohonan penetapan KTH ke Kepala Desa, AD/ART, dan sebagainya. Para fasilitator ini juga telah memberikan motivasi dan arahan dalam pengembangan kelompok diantaranya pentingnya rasa solidaritas dan saling percaya antar anggota kelompok serta pertemuan kelompok yang rutin. Semoga semua sesuai harapan ya sob, masyarakat sejahtera dan hutan terjaga. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Perkuat Keterampilan Kelompok Masyarakat Desa Penyangga, Balai TN Gunung Merbabu Berikan Pelatihan

Boyolali, 18 Juni 2022. Pertanian Organik merupakan sistem produksi pertanian yang menghindari atau sangat membatasi penggunaan pupuk kimia (pabrik), pestisida, herbisida, zat pengatur tumbuh dan aditif pakan. Budidaya tanaman berwawasan lingkungan adalah suatu budidaya pertanian yang direncanakan dan dilaksanakan dengan memperhatikan sifat-sifat, kondisi dan kelestarian lingkungan hidup, dengan demikian sumber daya alam dalam lingkungan hidup dapat dimanfaatkan sebaik mungkin sehingga kerusakan dan kemunduran lingkungan dapat dihindarkan dan melestarikan daya guna sumber daya alam dan lingkungan hidup. Kelompok Tani Tentrem dan Kelompok Tani Ngudi Makmur merupakan dua dari kelompok masyarakat desa penyangga Balai Taman Nasional Gunung Merbabu yang mencoba mengembangkan pertanian organik dalam sistem pertanian mereka. Namun kelompok belum mempunyai cukup keterampilan serta pengetahuan sehingga memerlukan pendampingan kegiatan peningkatan kapasitas dalam bentuk pelatihan. Bertempat di Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Citra Muda, kedua kelompok belajar tentang pertanian organik. Pada kesempatan ini kelompok belajar tentang budidaya sayur organik, simulasi pembuatan pupuk organik cair dan padat, serta pembuatan Mikro Organisme Lokal (MOL), pestisida nabati, dan Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR). Pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kelompok masyarakat serta bisa membuka jejaring pemasaran. P4S Citra Muda yang memiliki merk dagang Sayur Organik Merbabu (SOM) masih membuka kesempatan bagi kelompok penggiat budidaya sayur organik untuk menjadi mitra dalam memenuhi kebutuhan pasar. Melalui pelatihan ini pula diharapkan kelompok dapat menyebarluaskan pengetahuan yang didapat kepada masyarakat sekitar. Semakin banyak petani yang mempergunakan sistem pertanian organik dalam pertanian mereka maka semakin besar peran serta petani dalam menjaga kelestarian lingkungan serta kesehatan masyarakat. Kunci dalam budidaya sayur organik yaitu “telaten” . (NurA_Penyuluh Kehutanan) Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Merbabu
Baca Artikel

Solusi Konflik Tenurial Dengan Kemitraan Konservasi Untuk Keterlanjuran Tambak

Kotabaru, 22 Juni 2022 – Balai KSDA Kalimantan Selatan melaksanakan Sosialisasi Kemitraan Konservasi untuk Keterlanjuran Tambak dalam upaya penyelesaian konflik tenurial di Desa Pantai dan Desa Langadai Kabupaten Kotabaru, Rabu (22/6). Kegiatan ini untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada masyarakat di dua desa tersebut tentang kemitraan konservasi untuk keterlanjuran tambak yang berada di kawasan konservasi. Kemitraan konservasi (Kemkon) merupakan peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan akses kelola (legalitas komunal) dalam berusaha di dalam kawasan konservasi yang didasarkan rasa saling menghargai, saling percaya dan saling menguntungkan. Keuntungan Kemkon antara lain: akses pemanfaatan kawasan, dukungan APBD/ APBN, dukungan penyuluhan teknis dan pihak ketiga. Sosialisasi ini disampaikan langsung oleh Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc., didampingi Kepala Seksi Wilayah III Nikmat Hakim Pasaribu, S.P. M.Sc, Kepala Resort Cagar Alam Selat Laut & Sebuku Yofi Azhar dan Kepala Resort CA Teluk Kelumpang Achmad Nabawi. Pelaksanaan di Desa Pantai dan dihadiri Plt Kepala Desa Muhammad Hasbi Yani S.Pd, Penyuluh Perikanan Hairamansyah dan perwakilan petambak sebanyak 16 orang. Sementara di Desa Langadai di hadiri oleh Pembekal Muhammad Ali Fitri serta perwakilan masyarakat petambak sebanyak 9 orang. Dr. Mahrus menyampaikan kebijakan KLHK tentang Kemitraan Konservasi kepada masyarakat yang beraktivitas di dalam kawasan konservasi khususnya keterlanjuran tambak berdasarkan Peraturan Peraturan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Nomor: P.6/KSDAE/SET/KUM.1/6/2018 tentang Petunjuk Teknis Kemitraan Konservasi pada Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam. Penyuluh Perikanan Lapangan Kecamatan Kelumpang Selatan Hairamansyah menyampaikan dukungan terhadap kegiatan kemitraan konservasi ini dan menyampaikan melalui mekanisme silvofisheri sangat bermanfaatan selain untuk konservasi juga dapat meningkatkan produktifitas tambak. Sementara perwakilan masyarakat keterlanjuran tambak Bapak Rahman berharap mendapat legalitas dalam berusaha didalam kawasan. Sementara di desa Langadai, pembekal Muhammad Ali Fitri manyampaikan bahwa program ini merupakan peluang bagi masyarakat petambak untuk dapat berusahan dengan tenang, dan memberikan kemudahan bagi masyarakat petambak khususnya masyarakat Langadai untuk membentuk kelompok Kemitraan Konservasi yang bekerjasama dengan Balai KSDA Kalimantan Selatan. (ryn) Sumber : Yofi Azhar - Polhut Seksi Konservasi Wilayah III Batulicin Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Artikel

BBKSDA Riau Lakukan Penilaian Efektivitas Pengelolaan 4 Kawasan Konservasi

Pekanbaru, 27 Juni 2021 - Balai Besar KSDA Riau kembali mengadakan kegiatan penilaian efektivitas pengelolaan kawasan konservasi lingkup Balai Besar KSDA Riau Tahun 2022 di Hotel Bono Pekanbaru (23/06). Balai Besar KSDA Riau mengundang para pihak terkait yaitu Pemda Kab. Kampar, Kab. Siak, Kab. Bengkalis, kecamatan dan desa di sekitar kawasan konservasi dan pihak swasta, yaitu PT RAPP, BOB PT Bumi Siak Pusako-Pertamina Hulu, dan PT Pertamina. Penilaian tersebut dilakukan dengan metode Management Effectiveness Tracking Tool (METT) pada 4 kawasan konservasi, diantaranya yaitu SM Balai Raja, SM PLG Sebanga, TN Zamrud dan TWA Buluh Cina. Dalam pelaksanaan penilaian, semua peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pendapat disertai data dan bukti yang mendukung pemberian skor penilaian. Penilaian ini bertujuan untuk mengevaluasi sejauh mana pengelolaan kawasan konservasi yang telah dilakukan tahun sebelumnya dilihat dari 5 aspek, yaitu konteks, perencanaan, input, proses dan outcome. Rekomendasi dalam proses penilaian menjadi sangat penting diperhatikan untuk meningkatkan pengelolaan pada tahun berikutnya. Terima kasih untuk semua pihak atas partisipasi dalam penilaian ini. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Patroli Rutin Kawasan SM Kerumutan Temukan Tanaman Sawit dan Pondok Kerja Ilegal

Pekanbaru, 27 Juni 2022 - Resort Kerumutan Selatan melakukan patroli pengamanan kawasan hutan Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan di Desa Kampung Pulau, Kecamatan Rengat, Kabupaten Inhu (22/06). Tim melakukan pengecekan papan himbauan dan larangan di muara sungai Mengkuang. Setelah ditinjau, papan himbauan dan larangan terlihat masih dalam kondisi baik. Tim kembali menyusuri sungai Tetual dengan menggunakan perahu motor dan melakukan pengecekan titik-titik rawan illegal logging, Tim tidak menemukan aktivitas masyarakat di Sungai Tetual tersebut. Tim selanjutnya melakukan penyusuran ke hulu sungai Mengkuang dan menemukan tanaman kelapa sawit di batas kawasan SM. Kerumutan sebanyak ± 10 batang, Tim memusnahkan tanaman tersebut dengan menebang menggunakan mesin chainsaw. Selanjutnya tim melakukan penyusuran dan penyisiran ke hulu sungai Mengkuang dan menemukan pondok kerja yang kosong diduga milik pelaku illegal. Tim memusnahkan pondok kerja tersebut dengan membakar secara aman dan terukur. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Evakuasi 2 (Dua) Ekor Kera Ekor Panjang yang Berhasil Masuk Kandang Jebak

Pekanbaru, 27 Juni 2022 - Tim Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Batam menerima laporan bahwa kandang jebak yang pernah dipasang di Perumahan Citra Mas, Batu Besar, Nongsa beberapa waktu lalu akhirnya membuahkan hasil (17/06). Dalam kandang jebak tersebut, terdapat 2 ekor jenis Kera Ekor Panjang (Macaca fascicularis) yang berhasil terjebak. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, petugas Balai Besar KSDA Riau dalam hal ini SKW II Batam dibantu staf Gakkum KLHK Batam segera melakukan evakuasi dan langsung melakukan pelepasliaran satwa tersebut di Kawasan Konservasi TWA Muka Kuning (instagram: @twa.mukakuning), Batam, Kepulauan Riau. Lokasi ini dipilih sebagai kawasan hutan yang representatif untuk pelepasliaran satwa dengan tujuan meminimalisir dan mencegah terjadinya konflik satwa Kera Ekor Panjang dengan manusia dengan tetap menjaga kelestarian satwa yang ada. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

SKW II Batam BBKSDA Riau Lakukan Inventarisasi Satwa Buaya

Pekanbaru, 27 Juni 2022 - Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Batam melakukan koordinasi dengan stakeholder di Provinsi Kepulauan Riau terkait konflik satwa liar buaya di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan. Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 13-17 Juni 2022. Tim berkunjung ke Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Prov. Kepulauan Riau, KPHP Unit IV Bintan-Tanjung Pinang, serta Dinas Lingkungan Hidup Kab. Bintan. Langkah awal dalam penanganan konflik satwa liar buaya yaitu menginventarisasi satwa buaya di Pulau Bintan (Kota Tanjungpinang dan Kab. Bintan), mengamati dan mencermati lokasi perjumpaan satwa liar tersebut.. Di lokasi rawan konflik buaya, Tim melakukan pengecekan berdasarkan laporan masyarakat yang mengalami perjumpaan dengan satwa tersebut. Tujuan pengecekan ke lapangan selain untuk melihat langsung lokasi rawan konflik satwa liar buaya, juga bertujuan memetakan lokasi rawan konflik, menginvertarisasi estimasi jumlah buaya, melihat area rawan konflik satwa liar buaya serta sosial budaya masyarakat di sekitarnya. Adapun lokasi tersebut antara lain Jembatan Batu 8 Tanjungpinang, Desa Sebong Lagoi Kec. Teluk Sebong, Desa Penghujan Kec. Teluk Bintan, Desa Tembeling Kec. Teluk Bintan, Desa Toapaya Kec. Toapaya, Kelurahan Batu 9 Kec. Tanjungpinang Timur, Kec. Bintan Timur, dan Kec. Bukit Bestari. Selain melakukan inventarisasi satwa buaya, Tim juga melakukan koordinasi dengan Basarnas Kepulauan Riau di Tanjungpinang serta Pos Damkar Kijang. SKW II Batam BBKSDA Riau berharap dukungan dari segenap pihak, untuk bersama memaksimalkan upaya pemerintah dalam penanganan konflik satwa buaya dengan manusia. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Taka Bonerate Dive Camp 2022 - “Healing Coastal and Marine”

Tinabo, 28 Juni 2022 - Balai Taman Nasional Taka Bonerate berkolaborasi dengan komunitas Diver menyelenggarakan Taka Bonerate Dive Camp – Kemah Konservasi. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan yang diadakan oleh Balai Taman Nasional Taka Bonerate (TN Taka Bonerate), dan untuk tahun ini kembali dilakukan dengan kolaborasi bersama komunitas diver setelah terakhir kali dilaksanakan pada tahun 2018. Tujuan kegiatan ini adalah untuk menumbuhkan kesadaran terhadap lingkungan dan membekali peserta dengan informasi dan pengetahuan serta pandangan-pandangan luas tentang manfaat konservasi alam dan lingkungan hidup, sekaligus sebagai ajang promosi dan upaya menggeliatkan kembali sektor wisata di Kabupaten Kepulauan Selayar, khususnya dalam kawasan TN Taka Bonerate. Tema Taka Bonerate Dive Camp tahun 2022 mengusung tema “Healing Coastal and Marine”, dan merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka Road to HKAN 2022. Kegiatan ini diselenggarakan dari tanggal 21 – 24 Juni 2022 di Pulau Tinabo. Peserta kegiatan Taka Bonerate Dive Camp tahun 2022 terdiri dari, siswa/i Sekolah Menengah Pertama (SMP) di dalam kawasan TN Taka Bonerate, komunitas peduli lingkungan, kelompok-kelompok masyarakat dan penggiat konservasi di dalam kawasan TN Taka Bonerate, serta Saka Wanabhakti Kepulauan Selayar yang merupakan binaan Balai TN Taka Bonerate. Selain itu, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan Direktorat PJLKK Ditjen KSDAE Kementerian LHK, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Kepulauan Selayar, Universitas Hasanuddin, serta komunitas diver dari berbagai daerah, sebagai salah satu upaya menggeliatkan kembali sektor wisata pasca Covid-19 di kawasan TN Taka Bonerate khususnya, dan Kabupaten Kepulauan Selayar pada umumnya. Pada kegiatan ini juga dihadiri oleh Miss Scuba Indonesia 2018 sebagai bintang tamu dan juri Duta Karang. Kegiatan dibuka secara langsung oleh Kepala Balai TN Taka Bonerate, Faat Rudhianto, S.Hut., M.Si. Dalam sambutannya, Kepala Balai mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh peserta dan tamu undangan. Kepala Balai TN Taka Bonerate juga menyebutkan, kegiatan di Tinabo ini mengabungkan aktivitas untuk siswa/i SMP pada kemah konservasi dan fun dive komunitas diver, sehingga dinamakan Taka Bonerate Dive Camp. Lanjutnya, bahwa kegiatan ini memiliki pesan konservasi, sebagai upaya untuk mengharmonisasikan kehidupan manusia dan alam sejak dini. Rangkaian kegiatan Taka Bonerate Dive Camp tahun 2022 adalah sebagai berikut: Sekolah Lapang, Seleksi Duta Karang, Giat Bersih Pantai dan Underwater Clean Up, Penanaman Pohon, Pameran Mini dan Launching Produk Kelompok Masyarakat, Transplantasi Karang, serta pertunjukan bakat dan seni budaya dari para peserta. Adapun untuk materi Sekolah Lapangan, disampaikan oleh Kepala Balai TN Takabonerate dengan materi Pemulihan Ekosistem di TN Taka Bonerate; Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Selayar dengan materi Peningkatan Ekonomi Melalui Sektor Wisata; Direktorat PJLKK dengan Materi Menggeliatkan Ekonomi Wisata di Taman Nasional Taka Bonerate; dan Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin memberikan materi Healing Marine-Rekoneksi Manusia dengan Alam. Selain itu juga peserta menerima sesi sharing terkait Bijak Kelola Sampah Plastik dari Komunitas Selayar Bebas Sampah Plastik, serta Fishing Games Praktik Perikanan Berkelanjutan dari Balai TN Taka Bonerate dan WCS-IP. Pada malam penutupan, para peserta menampilkan pertunjukan bakat dan seni, mulai dari menyanyi, tari-tarian, berpuisi hingga manca’ padang. Selain itu, hasil seleksi Duta Karang 2022 juga diumumkan pada malam penutupan ini. Pada tahun ini Irfan dari SMPN 20 Kep. Selayar, Desa Rajuni dan Nur Faizah dari SMPN 20 Kep. Selayar, Desa Rajuni berhasil menjadi Duta Karang Tahun 2022. Selempang Duta Karang disematkan secara langsung oleh Kepala Balai TN Taka Bonerate dan Ketua Dharma Wanita Persatuan TN Taka Bonerate. Kegiatan Taka Bonerate Dive Camp tahun 2022 ditutup oleh perwakilan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Selayar, beliau memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih kepada Balai TN Taka Bonerate sebagai penyelenggara dan semua pihak yang terlibat atas terselenggaranya kegiatan ini dengan baik. Tidak lupa juga ucapan terima kasih kepada para narasumber dan para juri serta komunitas diver yang telah meluangkan waktunya untuk datang di Pulau Tinabo mengikuti kegiatan Taka Bonerate Dive Camp tahun 2022. Salam Konservasi, Hu Ha! Hu Ha! Hu Ha! Sumber: Asep Pranajaya, S.Pi. (Penyuluh Kehutanan – BTN Taka Bonerate)
Baca Artikel

Tadabbur Alam Siswa-siswi Taman Pendidikan Al-Quran Musholla Al Aqsho

Pekanbaru, 27 Juni 2022 – Kira-kira enaknya ngapain ya liburan begini? Yuuk kita intip kegiatan positif yang bisa dicontoh untuk mengisi liburan anak sekolah kali ini. Salah satu kegiatan itu adalah kegiatan yang dilakukan Taman Pendidikan Al Quran (TPA) Mushola Al Aqsho yang berada di RT 02 RW 01, Desa Kubang Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar. Kegiatan tersebut berupa Tadabbur Alam yang dilaksanakan pada Minggu, 19 Juni 2022 di Taman Wisata Alam (TWA) Buluh Cina. Kegiatan diikuti oleh anak-anak TPA yang berjumlah 49 anak didampingi 6 orang pembimbing dan beberapa pengurus Mushola. Adik-adik kecil ini dikenalkan dengan satwa-satwa ciptaan Tuhan yaitu 3 satwa Gajah yang ada di TWA Buluh Cina yaitu Robin, Ngatini dan si imut Damar. Bahkan mereka diberi kesempatan untuk memberi makan satwa tambun tersebut loh! Asyiknya lagi, untuk lebih mencintai dan peduli alam, mereka diajak untuk menanam pohon Aren sebanyak 28 batang. Terlihat anak-anak sangat antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan tersebut. Semoga kepedulian mereka terhadap kelestarian alam dan berbagi tempat dengan makhluk-makhluk ciptaan Tuhan dapat terwujud ya sob, sehingga kelak mereka dapat menjaga alam serta melestarikannya dengan baik. Aamiin Ya Rabbal Allamiin. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

BBKSDA Riau Dampingi BRGM Dalam Pembuatan Sekat Kanal

Pekanbaru, 27 Juni 2022 – Asep Firman, petugas Balai Besar KSDA Riau Seksi Konservasi Wilayah I bersama tim, mendampingi Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) dalam rangka Groundcheck Parit dan Perencanaan Sekat Kanal di Ds. Teluk Binjai dan Kel. Teluk Meranti Kec. Teluk Meranti, Kab. Pelalawan. Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan sejak hari Rabu hingga Jum'at (22-24 Juni 2022). Sebelum pelaksanaan kegiatan, terlebih dahulu Tim melakukan briefing dan pertemuan dengan masyarakat terkait rencana lokasi yang akan dilakukan pembuatan sekat kanal serta pembentukan Kelompok Masyarakat (Pokmas) Desa Teluk Binjai dan Kelurahan Teluk Meranti. Groundcheck hasil canal blocking/sekat kanal dilakukan dengan menggunakan kendaraan bermotor. Di lokasi sekat kanal Parit Desa dan Parit Mega, ditemukan ada pembukaan kanal baru disamping timbunan. Tim BRGM yang terdiri dari 4 personil dan Pokmas berupaya melakukan penimbunan baru dengan menggunakan pasir pantai dibungkus dengan karung. Tim Pokmas sebelumnya sudah mempersiapkan perlengkapan dan bahan untuk penimbunan parit. Barang dan bahan tersebut kemudian diangkut melalui parit dengan menggunakan perahu karena jarak tempuh yang cukup jauh, berkisar ± 3,5 Km ke lokasi penimbunan. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

KTH Milenial : Sadar Konservasi, Raih Prestasi

Bogor, 24 Juni 2022. Kelompok Tani Hutan (KTH) Sadar Tani Muda yang merupakan binaan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) meraih prestasi sebagai pemenang Lomba Wana Lestari Tingkat Daerah Provinsi Jawa Barat untuk kategori Kelompok Tani Hutan (KTH). Prestasi ini berdasarkan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor: 002.6/Kep.298/-Dishut/2022 tanggal 8 Juni 2022 tentang Pemberian Penghargaan Daerah Kepada Pemenang Lomba Wana Lestari Tingkat Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2022, Rabu (22/6). Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Wilayah I Provinsi Jawa Barat mengusulkan empat kategori dari 6 kategori yang dilombakan yaitu 1 kelompok untuk kategori Kelompok Tani Hutan (KTH), 1 orang untuk Kader Konservasi Alam (KKA), 1 orang untuk Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat dan 1 kelompok untuk Kelompok Pecinta Alam (KPA). Tiga dari empat kategori tersebut memperoleh peringkat pertama yaitu KTH yang dimenangkan oleh KTH Sadar Tani Muda, KPA yang dimenangkan Lawalata Institut Pertanian Bogor, dan KKA yang dimenangkan Sdr. Basir Baesuni, S.Pd. Kader Konservasi yang menang tersebut merupakan tokoh masyarakat di Kampung Cijulang, RT 003 RW 005 Desa Kopo, Kecamatan Cisarua Kabupaten Bogor. Terbentuknya KTH Sadar Tani Muda merupakan metamorfosis dari Kelompok Tani Sabar Tani yang berdomisili di Desa Bojong Murni, Kec. Ciawi, Kab. Bogor. Kang Jaka, anggota Kader Konservasi binaan Resort Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Tapos, merupakan salah satu perintis kelompok. Kemudian dengan inisiatif dan kesadaran untuk membangun desa dan kepedulian terhadap alam, Kang Jaka bersama sekelompok pemuda membentuk KTH yang difasilitasi oleh CDK Wilayah I dan BBTNGGP. Keinginan untuk memperkenalkan budidaya lebah madu dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta upaya pelestarian kawasan konservasi di wilayah Desa Bojong Murni turut melandasi pembentukan kelompok. KTH Sadar Tani Muda juga telah memberikan virus positif kepada masyarakat dalam budidaya lebah madu termasuk bagi KTH Cikereteg Maju yang sebelumnya merupakan kelompok masyarakat penggarap di Blok Cikereteg, Resort PTN Tapos. Meski keduanya memiliki latar belakang dan SDM yang berbeda, namun dapat berjalan dengan prinsip yang sama yaitu hutan konservasi sebagai “penunjang” kehidupan masyarakat. Hutan konservasi berperan penting sebagai sumber pakan lebah. Usaha budidaya lebah madu mulai diadopsi oleh 15% anggota KTH Cikereteg Maju. Jenis lebah yang dibudidayakan yaitu jenis Trigona sp. atau lebah klanceng dan Apis cerana atau lebih dikenal dengan lebah lokal. Lebah lokal lebih tepat dibudidayakan di wilayah Desa Bojong Murni berdasarkan kondisi potensi alam di TNGGP. Hanya dengan menaruh stup kosong dengan sedikit lilin lebah, maka lebah-lebah akan berdatangan. Sebagai tambahan informasi, pada peringatan Hari Ulang Tahun TNGGP ke-42, KTH Sadar Tani Muda meraih Juara Kedua Lomba Video Kampanye Konservasi dengan mengusung tema “Lebah Penyelamat Konservasi”. KTH ini juga sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti Lomba Wana Lestari Tingkat Nasional. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Teks: Ratih Mayangsari, S.Hut. Foto : Mukti Ahmad Sofyan dan CDK I Provinsi Jawa Barat
Baca Artikel

Sinergi Erat Cegah Tindak Pidana Kehutanan di TNGGP

Bogor, 24 Juni 2022. Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) merupakan salah satu taman nasional tertua di Indonesia, terbentuk sejak tahun 1980 dan dinyatakan oleh UNESCO sebagai salah satu dari enam Cagar Biosfer di Indonesia. TNGGP adalah kawasan konservasi di Jawa Barat yang memiliki luas 24.270,8 hektar, Dalam pengelolaannya, perusakan hutan masih menjadi masalah yang perlu penanganan serius. BBTNGGP membangun koordinasi, sinergi, dan kerjasama yang baik dengan aparat penegak hukum dalam pengamanan kawasan sebagai tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia. Rapat Koordinasi Aparat Penegak Hukum dalam Rangka pencegahan kebakaran hutan/ perlindungan hutan di Bidang Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah III Bogor dilaksanakan pada Kamis (16/06/22) di Hotel Horison Ultima Bhiavana Ciawi. Kemudian untuk Bidang PTN Wilayah II Sukabumi dilaksanakan di Hotel Santika Sukabumi pada Jumat (17/06/22), setelah sebelumnya dilakukan di wilayah Cianjur (13/4/22). Dalam rapat koordinasi ini dibahas mengenai 3 hal yakni: a) Implementasi kesepahaman dan pedoman kerja sama teknis; b) Dukungan pengamanan Polres dalam perlindungan Pengamanan Kawasan Hutan; dan c) Pengelolaan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, Potensi, serta Tantangan. Pertemuan ini menghasilkan 5 (lima) rencana aksi untuk pencegahan tindak pindana kehutanan, yaitu: 1. Sosialisasi hal-hal yang boleh dan tidak boleh di taman nasional; 2. Sosialisasi kerjasama TNGGP – POLRI; 3. Berbagi peta kerja polsek/polres dengan peta kawasan TNGGP; 4. Penanganan bersama gangguan tindak pidana kehutanan; 5. Peningkatan koordinasi dan komunikasi POLRES/POLSEK dengan BBTNGGP untuk penanganan lanjutan gangguan tindak pidana kehutanan. Dengan adanya rencana aksi ini diharapkan dapat meningkatkan pencegahan kerusakan/ tindak pidana kehutanan di TNGGP serta terjalin sinergitas yang semakin erat antara BTNGGP dan POLRI. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Teks : Ike Oktaviany, A.Md. Dok : Bidang Teknis Konservasi - BBTNGGP

Menampilkan 1.905–1.920 dari 2.612 publikasi