Sabtu, 3 Jan 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

CPNS Balai Besar KSDA Sumatera Utara Laksanakan Presentasi PKTBT

Medan, 24 Maret 2021. Setelah lebih 2 (dua) bulan menjalani pembekalan (peningkatan kapasitas), CPNS Tahun 2019 Balai Besar KSDA Sumatera Utara Formasi Polhut-Ahli Pertama, melaksanakan Presentasi Penguatan Teknis Bidang Tugas (PKTBT), pada Selasa 23 Maret 2021, bertempat di ruang rapat Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara diwakili Kepala Bagian Tata Usaha, Teguh Setiawan, S.Hut., MM., dalam sambutan dan arahannya menyampaikan bahwa kegiatan Presentasi PKTBT merupakan tahapan yang harus dijalani oleh CPNS sebelum terjun langsung ke lapangan. Presentasi ini memaparkan tentang pengetahuan apa saja yang diperoleh selama mengikuti pembekalan. Akhir dari PKTBT ini nantinya, CPNS akan membuat laporan kegiatan secara pribadi untuk selanjutnya diproses oleh kepegawaian Balai Besar KSDA Sumatera Utara. Adapun keempat CPNS yang mengikuti presentasi, masing-masing : Budi Satria Sihite, S.Hut., Polhut Ahli Pertama pada Seksi Konservasi Wilayah I Bidang KSDA Wilayah I, Farid Ali, S.Hut., Polhut Ahli Pertama pada Seksi Konservasi Wilayah III Bidang KSDA Wilayah II, Dany Roy Putra Sitanggang, S.Hut., Polhut Ahli Pertama pada Seksi Konservasi Wilayah V Bidang KSDA Wilayah III dan Eral Jantua Gurning, S.Hut., Polhut Ahli Pertama pada Seksi Konservasi Wilayah VI Bidang KSDA Wilayah III. Dipenutup kegiatan presentasi, Teguh Setiawan mengingatkan agar CPNS di dapat segera beradaptasi dengan lingkungan kerjanya masing-masing, menjalankan pekerjaan dengan baik, sabar, ikhlas dan jujur. “Jadilah agen muda yang memberi perubahan dan dampak positif bagi lingkungan kerja,” ujar Teguh Setiawan, mengakhiri arahannya. Presentasi ini turut dihadiri Kepala Sub Bagian Umum Imelda Kamayanti Harahap, SH., Kepala Sub Bagian Data, Evaluasi Pelaporan dan Kehumasan Andoko Hidayat, S.Hut., MP., Kepala Seksi Pemanfaatan dan Pelayanan Suyono, SH., M.Si. dan Kepala Seksi Perencanaan, Perlindungan dan Pengawetan Amenson Girsang, SP. Sumber : Evansus Renandi Manalu - Analis Data Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Launching Kawasan Wisata Pattunuang, Dirjen KSDAE Puji Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung

Maros, 22 Maret 2021. Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (Dirjen KSDAE), Wiratno, membuka secara resmi Kawasan Wisata Pattunuang, Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul) pada Sabtu, 20 Maret 2021. Kawasan wisata ini menyuguhkan panorama karst berpadu sungai yang mengalir sepanjang tahun. Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung sendiri memiliki kekayaan alam berupa ekosistem karst yang sangat unik nan langka. Lanskap menawan dengan keanekaragaman hayati yang melimpah. Panorama bukit kapur dengan beragam potensinya sangat potensial menjadi objek wisata alam. Kepala Balai Taman Nasonal Bantimurung Bulusaraung, Yusak Mangetan menyampaikan "Kami telah melakukan pengembangan fasilitas wisata di Kawasan Wisata Pattunuang secara besar-besaran pada kurun waktu 2018 s.d 2020. Semua ini bertujuan untuk meningkatkan pemasukan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar,” pungkas Yusak. “Fasilitas yang kami bangun di antaranya Sanctuary Tarsius Fuscus, Via Ferrata, Sky Camp, dan Sky Walk. Kami juga membangun jembatan gantung menuju via ferrata. Termasuk membenahi area berkemah di Bisseang Labboro,” tambah Yusak. Dalam sambutannya, Wiratno mengapresiasi kinerja Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. “Saya salut dengan kinerja Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung yang mampu mengembangkan kawasan wisatanya melalui intervensi pembiayaan yang berasal dari SBSN. Semoga Kawasan Wisata Pattunuang mampu menjadi primadona masyarakat Sulawesi Selatan.” Menurut Dirjen KSDAE, apa yang dilakukan Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraug ini adalah wujud kemandirian ekonomi yang tetap memerhatikan budaya-budaya setempat. Hal ini sejalan dengan nawacita Presiden Republik Indonesia untuk membangun Indonesia mulai dari pinggiran. Karenanya tak heran jika pengembangan Pattunuang juga menggandeng masyarakat sekitar dalam pengelolaannya ke depan. Lebih lanjut Wiratno juga mengajak kita untuk menjaga kelestarian alam. “Alam dan makhluk hidup lainnya telah Tuhan ciptakan terlebih dahulu. Kemudian datanglah manusia seolah menjadi penguasa. Raja hutan bukan lagi harimau, melainkan manusia. Karena manusia begitu serakah, memakan segalanya,” ujar Wiratno, Dirjen KSDAE dalam sambutannya. Ia memberi perumpaan bahwasanya manusialah penyebab kerusakan alam. Karenanya jika bumi ingin tetap ramah, manusia harus menyadarinya. Manusia harus memahami bahwa ia juga adalah tamu, dan harus turut menjaga kelestarian alam. Dirjen KSDAE juga memberikan sejumlah penghargaan kepada Kelompok masyarakat desa binaan, penggiat konservasi, mitra kerja serta champion konservasi untuk petugas taman nasional. Sedikitnya 100 undangan hadir pada peresmian kawasan wisata Pattunuang yang berlangsung di lokasi terbuka ini dengan undangan yang berasal dari mitra taman nasional, pemerintah setempat, dan sejumlah tokoh masyarakat. Fasilitas yang telah terbangun menjadi sarana mempermudah wisatawan menikmati alam Pattunuang. Bagi mereka yang ingin mengenal lebih dekat dengan primata terkecil di dunia, mereka bisa mengunjungi sanctuary. Mengenal lebih dekat dengan salah satu satwa endemik Sulawesi Selatan, Tarsius fuscus. Bagi penikmat petualang memanjat tebing via ferrata adalah jawabannya. Pattunuang menyediakan beragam spot foto kece yang instagramable. Bisa bergaya di Bislab Suspension Bridge, berpose di menara jalan trail dengan latar belakang karst tak kalah serunya. Jalan trail di sisi Sungai Pattunuang juga begitu menariknya. Pokoknya Pattunuang patutlah dikunjungi. Dirjen KSDAE bersama rombongan juga berkesempatan mengunjungi perpustakaan dan depo arsip Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung. Kedua fasilitas ini berada di gedung Pusat Informasi Bantimurung. Gedung berlantai dua yang merupakan hibah dari JICS untuk Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Pusat informasi ini berada di Kawasan Wisata Bantimurung. Semoga dengan berkembangnya Kawasan Wisata Pattunuang memberi dampak positif. Tak hanya PNBP yang meningkat, namun juga terbukanya lapangan kerja bagi warga sekitar. Pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan wisata. Sebagai informasi, pelaksanaan peresmian kawasan wisata ini menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Panitia melakukan pengecekan suhu tubuh, menyiapkan sarana cuci tangan, dan hand sanitizer. Panitia acara juga selalu mengingatkan untuk selalu menjaga jarak. Sumber: Ramli dan Taufiq Ismail – PEH Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung
Baca Artikel

Menyusuri Jejak Sang Penjaga Arwah

Ende, 22 Maret 2021. Garugiwa atau Kancilan Flores merupakan satwa ikon di logo Taman Nasional (TN) Kelimutu. Garugiwa merupakan burung yang menurut kepercayaan masyarakat suku Lio merupakan burung penjaga arwah Danau Kelimutu dan masyarakat dilarang untuk membunuh burung ini karena akan mendapat musibah atau kecelakaan. Sosok burung arwah juga misterius karna ukurannya yang kecil dan jarang terlihat dengan kasat mata sehingga banyak Pengunjung ke Taman Nasional Kelimutu semakin penasaran dengan keberadaannya. Untuk mendengar suara kicauan burung arwah hanya bisa dinikmati sekitar pukul 06.00-10.00 pagi, suara Burung arwah juga cukup unik karna memiliki kurang lebih 15 jenis suara kicauan. Menjaga agar tetap lestari, Balai TN Kelimutu melakukan Kegiatan Survey Populasi dan Persebaran Garugiwa atau Kancilan Flores di Kawasan Taman Nasional Kelimutu yang dilakukan tanggal 15 s/d 21 Maret 2021. Hal ini bertujuan untuk memperbarui data dugaan ukuran populasi burung Garugiwa atau Kancilan Flores beserta sebarannya di dalam Kawasan Taman Nasional Kelimutu, juga tersedianya data yang dapat mendukung upaya pengelolaan kawasan konservasi dan meningkatkan nilai konservasi Kawasan TN Kelimutu. Mari sama-sama menjaga agar keberadaan burung Arwah ini tetap lestari. Sumber : Balai Taman Nasional Kelimutu
Baca Artikel

Semarak Hari Bakti Rimbawan Ke-38, BKSDA Sumsel Lakukan Penanaman Dan Penyuluhan

Palembang, 20 Maret 2021. Bulan Maret ini memiliki hari peringatan besar bagi Rimbawan di seluruh penjuru tanah air, yaitu Hari Bakti Rimbawan 16 Maret 2021 yang merupakan peringatan ke-38 dengan arti 38 tahun sudah kita melaksanakan selebrasi sebagai wujud syukur, bakti terhadap alam dan negara. Pesan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, Wiratno, yang disampaikan melalui Amanat Kepala Balai pada Apel Peringatan Hari Bakti Rimbawan ke-38 lingkup Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan (BKSDA Sumsel), “Konservasi adalah jalan hidup yang dipilihkan Tuhan. Jadi kita hanya wajib melaksanakannya dengan sebaiknya-baiknya. Dengan kerja tuntas, kerja ikhlas, dan kerja keras” Pada peringatan tahun ini, yang juga merupakan rangkaian Road to Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2021, dimana lokasi puncak kegiatan peringatan HKAN tahun 2021 adalah di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, tepatnya di area Taman Wisata Alam Laut (TWAL) Teluk Kupang dan Pantai Lasiana. Kedua calon lokasi tersebut letaknya merupakan satu hamparan yang saling berhubungan. Dalam kegiatan tersebut, BKSDA Sumsel melaksanakan 2 kegiatan, yaitu penanaman pohon dan penyuluhan pengelolaan sampah rumah tangga. Kegiatan dilaksanakan di Taman Wisata Alam (TWA) Punti Kayu Palembang dan sekitarnya, pada Sabtu (20/3) dengan melibatkan seluruh staf Balai KSDA Sumsel yang berdomisili di Palembang dan perwakilan Dharma Wanita Persatuan BKSDA Sumsel, serta Pemegang Ijin Pengusahaan Pariwisata Alam PT Indosuma Putra Citra. Dalam prosesnya, seluruh kegiatan dapat berjalan dengan baik dan menaati anjuran protokol kesehatan. PENANAMAN POHON Kegiatan penanaman pohon dilaksanakan di Blok Pemanfaatan TWA Punti Kayu dengan jumlah bibit sebanyak 150 batang. Jenis yang ditanam terdiri atas tanaman kayu-kayuan dan buah-buahan seperti ketapang (Terminalia catappa), mahoni (Swietenia mahagoni), sengon (Paraserianthes falcataria), jelutung (Dyera costulata), salam (Syzigium polyanthum), dan nangka (Artocharpus heterophyllus). PENYULUHAN PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA Kegiatan penyuluhan dilaksanakan di Kelurahan Srijaya dengan peserta para ibu rumah tangga wilayah setempat yang dikoordinir Dharma Wanita Persatuan BKSDA Sumsel. Ketua Dharma Wanita Persatuan BKSDA Sumsel menyampaikan apresiasi atas semangat dan partisipasi aktif peserta penyuluhan serta mendorong upaya sinergi pengelolaan sampah rumah tangga agar meningkatkan nilai manfaatnya. Selanjutnya, dalam rangka optimalisasi pengelolaan sampah rumah tangga, BKSDA Sumsel turut menyampaikan dukungan melalui penyediaan tong sampah yang diserahkan langsung oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan BKSDA Sumsel. Sumber : Julita Pitria – Balai KSDA Sumatera Selatan
Baca Artikel

Semangat Hari Bakti Rimbawan Bersama BKSDA Sulteng

Palu, 18 Maret 2021. Balai KSDA Sulawesi Tengah telah melakukan serangkaian kegiatan untuk memeriahkan Hari Bakti Rimbawan. Hari Bakti Rimbawan merupakan salah satu momen istimewa bagi para rimbawan di seluruh Indonesia. Momen hari bakti rimbawan tersebut dapat membangkitkan semangat dan motivasi serta kecintaan para rimbawan di bidang lingkungan hidup dan kehutanan. Rangkaian kegiatan diantaranya mengadakan kegiatan pendidikan konservasi anak dengan mengadakan lomba mewarnai dengan objek hewan atau satwa yang dilindungi/endemik sulawesi bagi anak-anak dari keluarga besar Balai KSDA Sulawesi Tengah dan lomba domino yang dilaksanakan di Seksi Konservasi Wilayah II Poso tepatnya di wilayah Taman Buru (TB) Landusa Tomata dengan tetap mematuhi protokol kesehatan. Puncak peringatan Hari Bakti Rimbawan ke-38, BKSDA Sulteng mengikuti upacara bendera yang dilaksanakan di beberapa titik. Di Kota Palu upacara bendera dilasanakan di Dinas Kehutanan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah yang dipimpin oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah. Di Kantor Balai KSDA Sulawesi Tengah seluruh karyawan karyawati mengikuti upacara bendera secara virtual dan pada Seksi Konservasi Wilayah II Poso, dipusatkan di TB Landusa Tomata yang dipimpin langsung oleh Bapak Iksan Tengkow, S.H. Upacara yang dilaksanakan di TB Landusa Tomata dihadiri Danramil Mori Atas, Kapolsek Mori Atas, Ka Pospol Polairud, Camat Mori Atas, Kepala Desa yang berbatasan dengan kawasan, Anggota Pramuka, Dharma Wanita BKSDA Sulteng, Polhut, PEH, Penyuluh, MMP dan tenaga kontrak. Selain melaksanakan upacara bendera, juga dilakukan penanaman pohon sebanyak 60 bibit terdiri dari mahoni, jabon dan kopi. Kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi bahaya kebakaran hutan dan penyadartahuan jenis-jenis satwa liar yang dilindungi undang-undang dan pemberian produk gula merah hasil pemberdayaan masyarakat kepada seluruh peserta upacara. Pemberian produk gula aren merupakan wujud pendampingan kelompok yang terus menerus untuk membantu memasarkan produk hasil pemberdayaan masyarakat di Desa Owini dan Desa Bancea pada acara-acara yang diselenggarakan oleh Balai KSDA Sulawesi Tengah. Kepala SKW II Poso, Bapak Iksan Tengkow, S.H yang langsung membagikan produk gula aren kepada peserta upacara antara lain Kapolsek Mori Atas, Kecamatan Mori Atas dan Pemerintah Desa yang berbatasan langsung dengan kawasan konservasi Taman Buru Landusa Tomata. Sumber : Tim Humas Balai KSDA Sulawesi Tengah
Baca Artikel

Penerapan 9 Nilai Dasar Rimbawan di BKSDA Maluku

Ambon, 16 Maret 2021. Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku – Bapak Danny H. Pattipeilohy, S.Pi., M.Si dan pegawai melaksanakan upacara peringatan Hari Bakti Rimbawan Tahun 2021 dengan tema “Terus Berbakti di Tengah Pandemi untuk Lingkungan dan Hutan Lestari” secara virtual melalui zoom. Dalam sambutannya, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan – Ibu Dr. Ir. Siti Nurbaya, M.Sc selaku inspektur upacara menyampaikan bahwa harapannya seluruh rimbawan yang tersebar di seluruh Indonesia agar tetap memegang 9 nilai dasar rimbawan, yaitu Jujur, Tanggungjawab, Ikhlas, Disiplin, Visioner, Adil, Peduli, Kerjasama, dan Profesional. Selain itu, seiring perkembangan teknologi, harapannya agar seluruh pegawai KLHK yang awalnya bekerja lambat menjadi cepat, bekerja manual menjadi digital, dan yang awalnya bekerja biasa menjadi luar biasa. Sumber : Gries E.N – PEH Balai KSDA Maluku
Baca Artikel

Road to HKAN 2021, BBKSDA Sumut Mengenang Kader Konservasi Yang Telah Berpulang (Part 2)

Medan, 18 Maret 2021. Bila edisi kemarin “Mengenang Kader Konservasi Yang Telah Berpulang” menampilkan 3 sosok kader konservasi mewakili generasi tua, kali ini sosok yang ditampilkan adalah mewakili generasi muda yang energik dan kreatif. (Alm.) Saiful Bahri, sosok kader konservasi yang dikenal aktif dalam memperjuangkan Ekowisata Tangkahan. Direktur Jenderal KSDAE, Ir. Wiratno, M.Sc., dalam bukunya “Wisata Intelektual Catatan Perjalanan 2005-2020”, menulis “selama 3 tahun membenahi Taman Nasional Gunung Leuser, terjadilah Kongres Rakyat Pedesaan Batas Leuser di Sumatera Utara di Tangkahan, suatu tempat di pinggir hutan Leuser di Kabupaten Langkat. Suatu momentum untuk mendorong komunikasi asertif dan kerjasama dalam menyelesaikan berbagai persoalan illegal loging, perambahan, perburuan satwa dan konflik satwa yang tidak berkesudahan. Inisiator kongres adalah Alm. Saiful Bahri. Ia salah satu pemikir muda sangat brillian...” Perjuangan panjang tak kenal lelah memang akhirnya membawa hasil. Saat ini Ekowisata Tangkahan telah berkembang pesat dan menjadi salah satu tujuan utama wisata konservasi alam di Provinsi Sumatera Utara. Tugas telah ditunaikan dengan baik oleh Saiful Bahri. Tepat pada tanggal 6 Agustus 2017, Saiful Bahri kembali menghadap sang Pencipta. Karya monumental Ekowisata Tangkahan akan menjadi catatan sejarah sebagai pengingat si pemikir muda brillian. (Alm.) Jamaludin, merupakan kader konservasi yang menetap di Desa Karang Gading, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat. Sosok anak muda yang tergerak hatinya untuk mengkonservasi kawasan SM. Karang Gading dan Langkat Timur Laut, melalui kegiatan pembibitan dan penanaman serta pengembangan pemanfaatan tanaman obat Tidak hanya itu, Jamaluddin juga melakukan pendampingan terhadap peneliti maupun mahasiswa dan aktif dalam mengedukasi masyarakat sekitar untuk peduli serta ikut menjaga keberadaan kawasan SM. Karang Gading dan Langkat Timur Luat agar tetap lestari. Disaat perjuangan belum selesai, sekitar tahun 2016, Jamaludin dipanggil menghadap Yang Maha Kuasa. Meskipun Jamaludin saat ini telah tiada, namun semangat konservasi yang ditularkannya tidak akan pernah pudar dan ia akan tetap dikenang. (Alm.) Saor P. Hutapea, S.Hut., sosok anak muda yang ditempa dari organisasi mahasiswa pencinta alam di salah satu perguruan tinggi di Simalungun, Sumatera Utara, tempat dia menempuh dan menyelesaikan pendidikannya. Dunia pendidikan inilah yang kemudian membentuk karakternya menjadi pembina bagi generasi muda pencinta alam, di lingkungan kampus maupun sekolah-sekolah. Sebagai penggiat konservasi, Saor (panggilan akrabnya) juga aktif dalam berbagai kegiatan rehabilitasi hutan. Semangat mudanya kerap mengusik nurani konservasinya untuk melakukan rehabilitasi baik secara individu maupun melalui kelompok-kelompok binaannya. Tapi tepat pada tanggal 27 Mei 2020, segala aktifitasnya pun berakhir sudah. Beliau menghadap sang Pencipta. (Alm.) Lailan Syahri Ramadhan, merupakan kader konservasi yang aktif bergerak di lembaga-lembaga konservasi swadaya masyarakat (LSM/NGO). Lailan juga merupakan tokoh penting yang menggerakkan Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesai (FK3I) Tingkat Provinsi Sumatera Utara. Beliau wafat pada tanggal 11 Januari 2021 yang lalu. Berpulangnya 7 kader konservasi terbaik Sumatera Utara menghadap sang Pencipta, menyiratkan pesan : dibalik duka, ada rasa bangga masyarakat Sumatera Utara karena memiliki sosok kader konservasi yang memberi pembelajaran dan pencerahan tentang memaknai hidup dengan karya-karya nyata dibidang konservasi alam dan lingkungan hidup, yang manfaatnya dapat dirasakan langsung. Kader-kader terbaik ini juga memberi teladan bagaimana berbuat totalitas bagi alam dan masyarakat dengan tulus ikhlas, serta bersedia mengorbankan segalanya bukan hanya pikiran, tetapi juga waktu dan tenaga, dengan sukarela dan tanpa pamrih. Berkarya sampai akhir hayat demi konservasi alam yang lestari, itulah moto yang tertanam di dalam kepribadian mereka. Ke 7-nya bukan hanya sebagai pelaku sejarah, tetapi lebih daripada itu merupakan tokoh-tokoh inspiratif yang bisa menjadi motivasi khususnya bagi generasi muda. Beristirahatlah dalam keabadian pahlawan konservasi......semangat mu akan tetap hidup di dalam sanubari kami. Sumber : Tim Balai Besar KSDA Sumatera Utara : Idan Marni, Samuel Siahaan, SP dan Evansus Renandi Manalu
Baca Artikel

Ngobrol Asyik Konservasi Di TWA Sungai Dumai

Pekanbaru, 16 Maret 2021 - Memperingati Hari Bhakti Rimbawan ke 38, Balai Besar KSDA Riau bersama Fauna & Flora International (FFI) Indonesia Programme mengadakan Diskusi Konservasi yang diikuti Kepala Balai Besar KSDA Riau bapak Suharyono, Walikota Dumai yang diwakili staf ahli bapak haji Erizal, wakil anggota DPRD Dumai bapak Edison, Wakapolresta Dumai bapak E. Sitinjak, Kejari Dumai diwakili bapak Agung Nugroho dan Lembaga Adat Melayu Riau di Dumai bapak Hamka. Kepala Balai Besar KSDA Riau, bapak Suharyono menjelaskan fungsi hutan dan peruntukannya. Terutama Taman Wisata Alam (TWA) Sungai Dumai, yang merupakan kawasan konservasi yang masuk dalam kategori kawasan pelestarian alam. TWA Sungai Dumai dalam arah pengelolaannya didorong untuk mendukung bidang wisata alam khususnya di kota Dumai. Sebagaimana dari fungsi TWA, di tempat ini dapat dibangun sarana prasarana wisata alam namun dengan tetap tidak merubah bentang alam serta fungsi kawasan sebagai areal konservasi. Kawasan ini juga mempunyai peranan penting bagi keseimbangan lingkungan terutama iklim mikro dan tata air, dimana salah satunya adalah mencegah ilfiltrasi air laut. Sehingga ketersediaan air muka tanah tetap terjaga. Dukungan dari berbagai pihak akan lebih menguatkan fungsi kawasan konservasi yang terletak di jantung kota Dumai dan tentunya juga menunjang ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat setempat. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Road to HKAN 2021, BBKSDA Sumut Mengenang Kader Konservasi Yang Telah Berpulang (Part 1)

Medan, Maret 2021. Balai Besar KSDA Sumatera Utara berkabung, salah seorang kader konservasi alam terbaik binaan Balai Besar KSDA Sumut, Ibu Jenny Riany Lucya Berutu, telah berpulang menghadap sang Pencipta, pada Sabtu 13 Maret 2021. (Alm.) Ibu Jenny bukanlah yang pertama, ada 6 kader konservasi lainnya yang juga telah lebih dahulu dipanggil oleh Tuhan Yang Maha Kuasa. Bertepatan dengan Road To HKAN 2021, dalam 2 tulisan kami akan mengenang 7 kader konservasi alam binaan Balai Besar KSDA Sumatera Utara yang telah mendahului menghadap Pencipta, sebagai bentuk apresiasi atas karya-karya dan perjuangan mereka yang luar biasa guna membumikan dan melestarikan konservasi alam. Untuk tulisan pertama ini, kami tampilkan 3 sosok kader konservasi. (Alm.) Ibu Jenny Riani Lucya Berutu, sosok kader konservasi yang dikenal sangat aktif dalam aktifitas penanaman pohon di berbagai kegiatan penghijauan yang bukan hanya di perkotaan melainkan juga di kawasan pantai khususnya di areal hutan mangrove. Selain itu, Ibu Jenny juga aktif dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat di beberapa kabupaten di Provinsi Sumatera Utara, seperti di Kabupaten Dairi, Karo, Langkat, Deli Serdang dan Asahan. Beliau juga dikenang sebagai salah satu yang pertama kali mengelola bank sampah di Kota Medan. Dalam perbincangan dengan tim penulis semasa hidupnya, beliau ingin sekali melakukan banyak kegiatan-kegiatan yang bermanfaat bagi upaya pelestarian alam dan lingkungan hidup serta terus ingin memberdayakan masyarakat. Namun Yang Maha Kuasa menentukan lain, Ibu Jenny telah menyelesaikan tugasnya dan saat ini beristirahat di tempat keabadian. Sekalipun beliau sudah berpulang, tetapi karya dan semangatnya akan tetap dikenang. (Alm.) Bapak Drs. Nakum Sujono, sosok kader konservasi pejuang yang gigih dengan tanpa melihat usia sebagai kendala untuk berkarya di bidang konservasi alam. Di usia senja beliau giat menghijaukan lingkungan dengan tanaman-tanaman langka melalui lembaga yang didirikannya Kelompok Penghijau Tanah Gersang dan Pelestari Tanaman Buah Langka (KPTG). Tidak sekedar menanam dan melestarikan, tetapi beliau juga aktif mengkampanyekan/ mensosialisasikannya melalui acara yang diasuhnya “Warung Kambiata” di salah satu radio swasta di Kota Medan. Buah dari kerja kerasnya tersebut , Pak Nakum (biasa dipanggil), menerima berbagai penghargaan, seperti Kader Konservasi Terbaik Tingkat Nasional Tahun 1995 yang menerima piala langsung dari Presiden RI Kedua, Soeharto, pada Pekan Penghijaun dan Konservasi Alam (PPKAN) di Banda Aceh, Penyuluh Kehutanan Swadaya Teladan Tingkat Nasional Tahun 1996 dari Menteri Kehutanan, serta Nominator (Unggulan) Peraih KEHATI Award 2001 Kategori “Citra Lestari Kehati” dari Yayasan Keanekaragaman Hayati Indonesia. Tepat pada tanggal 25 Februari 2002, Pak Nakum berpulang menghadap sang Pencipta. Atas jasa-jasanya di Bidang Konservasi dan Pelestarian Lingkungan Hidup, bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2002, Gubernur Sumatera Utara memberikan penghargaan kepada keluarga almarhum. (Alm). Pendeta Edy Anthoni Tondang, sosok kader konservasi alam yang berlatar belakang tokoh agama yaitu pendeta yang melayani di Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS). Melalui tugas pelayanannya, beliau menyampaikan pesan-pesan konservasi alam kepada umat/jemaatnya. Selain itu beliau juga mengembangkan areal khusus yang dijadikannya sebagai kawasan hutan Bukit Hermon di Pematangsiantar. Di lokasi Bukit Hermon ini bukan hanya diperuntukkan untuk kegiatan wisata religi semata, tetapi juga ditujukan untuk mengedukasi pengunjung agar peduli lingkungan melalui kegiatan penanaman pohon di areal yang telah disediakan, dengan menyiapkan bibit-bibit tanaman. Pak Anthoni Tondang pernah juga menjadi wakil rakyat (anggota dewan) di DPRD Simalungun. Namun pada tanggal 6 Desember 2020 yang lalu, beliau menghadap sang Pencipta. Meskipun secara fisik beliau tidak lagi ada di tengah-tengah kita, namun karyanya tetap dikenang baik oleh jemaatnya maupun masyarakat yang telah menyaksikan dan merasakan langsung karyanya. Sumber : Tim Balai Besar KSDA Sumatera Utara : Ida Marni, Samuel Siahaan, SP dan Evansus Renandi Manalu
Baca Artikel

BKSDA Kalimantan Selatan Tingkatan Kapasitas Kemitraan Konservasi Guna Pemulihkan Ekosistem di SM Kuala Lupak

Tabunganen, 4 Maret 2021 – Upaya Balai Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Kalimantan Selatan dalam meningkatkan kapasitas kelompok kemitraan konservasi Suaka Margasatwa (SM) Kuala Lupak dilaksanakan di kantor Kecamatan Tabunganen. Tujuan dari kegiatan ini yaitu agar kekompakan kelompok tani tetap terjaga. Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan didampingi oleh Camat, Kapolsek, Komandan Rayon Militer (Danramil) Tabunganen, Kepala Seksi Konservasi Wilayah II, perwakilan Balai Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan (BPSKL) Wilayah Kalimantan, Kepala Desa Kuala Lupak, Kepala Desa Sungai Telan Besar, serta anggota Kelompok Kemitraan Konservasi Suka Maju dan Mandiri Bersama. Namun, sebagian peserta yang hadir dibatasi demi mematuhi dan melaksanakan protokol kesehatan Covid-19. Dalam sambutannya, Camat Tabunganen Khairani, S.AP, MA mengapresiasi BKSDA Kalimantan Selatan yang telah banyak membantu masyarakat khususnya desa yang berada disekitar SM Kuala Lupak dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya melalui kegiatan kemitraan konservasi. Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc selaku Kepala Balai Kalimantan Selatan didampingi Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Banjarbaru M. Ridwan Effendi, S.Hut, M.Si dan Kepala Resort KSDA SM Kuala Lupak Ahmad Barkati berharap dengan adanya kegiatan peningkatan kapasitas kelompok kemitraan konservasi ini dapat meningkatkan kesejahteraan dan memberikan konstribusi terhadap desa. Susanto, S.Hut selaku pemateri ”Dukungan dan Peran BPSKL dalam Kemitraan konservasi di Wilayah Kalimantan.” sekaligus mewakili Kepala BPSKL Wilayah Kalimantan juga menyampaikan harapannya dalam diskusi kelompok kemitraan agar adanya kemudahan dalam usaha meningkatkan ekonomi masyarakat dengan dukungan semua pihak. Sumber : Balai KSDA Kalimantan Selatan.
Baca Artikel

Bakti Rimbawan BKSDA Sultra Kepada Purna Bakti

Kendari, 16 Maret 2021. Memperingati Hari Bakti Rimbawan Tahun 2021 ke 38, Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Tenggara (BKSDA Sultra) mengadakan acara ramah tamah dengan Purna Bakti Rimbawan. Acara berlangsung di Aula BKSDA Sultra dengan hikmat dan sesuai standar protokol covid 19 yang dimulai dengan menyanyikan lagu Mars Rimbawan. Ini merupakan bentuk apresiasi BKSDA Sultra kepada para pegawai yang telah purna tugas atas dedikasi, loyalitas dan pengabdiannya selama bertahun-tahun hingga akhir masa baktinya sebagai ASN Kementerian LHK khususnya BKSDA Sultra. Kepala BKSDA Sultra Sakrianto Djawie, SP.,M.Si. mengatakan acara ini dilakukan untuk menghargai atas jasa para purna bakti rimbawan dalam mendedikasikan kerja mereka selama puluhan tahun untuk menjaga dan melestarikan kawasan kita. Bapak Djamaludin AP selaku perwakilan purna bakti rimbawan juga menyampaikan rasa terima kasih dan diakhiri dengan pemberian kenang-kenangan dari BKSDA Sultra kepada purna bakti rimbawan. Sumber : Balai KSDA Sulawesi Tenggara
Baca Artikel

Catatan Baru, Beluk Jampuk Ada Di Cagar Alam Pulau Sempu

Sidoarjo, 12 Maret 2021. Yaak .. yaak .. yaak … bunyi riuh Kangkareng perut-putih tiba-tiba memecahkan keheningan Cagar Alam Pulau Sempu, 9 Maret 2021. Saat itu tim Resort Konservasi Wilayah 21 Pulau Sempu Balai Besar KSDA Jawa Timur usai melakukan patroli rutin di Blok Pasir Putih dan hendak kembali ke Blok Waru-waru, tempat awal memulai patroli. Keriuhan itu mengundang tim untuk mendekati beberapa pohon besar yang ada di depan. Nampaknya beberapa Kankareng gusar dan berusaha mengusir sesuatu yang belum terlihat jelas. Tak menyia-nyiakan waktu, moncong-moncong kamera diarahkan ke sekitar tajuk pohon tersebut, untuk mencari tahu apa sebenarnya yang membuat para kangkareng resah. Tak berapa lama hasil jepretan Hari Purnomo membuahkan hasil sebuah penampakan baru. Setelah mencocokkan data dengan aplikasi burungnesia, ternyata keriuhan dan hasil jepretan mempertegas adanya Beluk Jampuk. Wajah sumringah terlihat jelas di wajah hari, karena dari database jenis aves di cagar alam ini belum pernah dijumpai burung hantu jenis ini. Bahkan beberapa kegiatan penelitian, eksplorasi, hingga inventarisasi satwa liar beberapa tahun sebelumnya, juga belum mencatat adanya perjumpaan dengan salah satu jenis burung pemangsa dari keluarga Strigidae ini. Pun demikian Buku Keanekaragaman Jenis Burung Di Cagar Alam Pulau Sempu yang dirilis Januari 2020, belum mencantumkannya juga. Meski berstatus konservasi resiko rendah (least concern), namun data perjumpaan yang terlapor pada burungnesia baru ada 10 tempat perjumpaan di Pulau Jawa dan Sumatera. Bagi Cagar Alam Pulau Sempu sendiri, perjumpaan ini tentu semakin mengukuhkan tentang betapa tingginya keanekaragaman hayati yang ada pada cagar alam seluas 877 hektar tersebut. Sumber : Balai Besar KSDA Jawa Timur Narasi : Agus Irwanto, Foto : Hari Purnomo
Baca Artikel

100 Bibit Mahoni Ramaikan Apel Penanaman Hari Bakti Rimbawan Papua Barat

Manokwari, 12 Maret 2021. "Mari Jaga Hutan, Maka Hutan Jaga Kita" begitu kutipan dari Gubernur Papua Barat yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua Barat, Hendrik Runaweri, saat apel Penanaman peringatan Hari Bakti Rimbawan ke 38, di kompleks perkantoran pemerintah daerah provinsi Papua Barat, Jumat, 12/3. Sebanyak 100 bibit Mahoni (Swietenia macrophylla), Tanjung (Mimusops elengi) dan Trembesi (Samanea saman) ditanam peserta dari UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan lingkup Provinsi Papua Barat (Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih, BPHP Wilayah XVI, BPKH Wilayah XVII, BPDASHL Remu-Ransiki, Gakkum LHK Wilayah Maluku-Papua, BPPLHK, BPPIHKL Wilayah Maluku-Papua Bidang Wilayah II BBKSDA Papua Barat, SMK Kehutanan Manokwari), Dinas Kehutanan dan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua Barat, dan Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia. Kadis juga menyampaikan agar sebagai rimbawan sudah menjadi kewajiban moral untuk menjaga dan melestarikan alam tempat kita berpijak. “Tugas kita menyeimbangkan lingkungan, mari saling mendukung, apa yang kita lakukan sekarang kita jaga bersama. Kita hijaukan bumi, birukan langit demi kehidupan saat ini dan anak cucu kita akan datang, jangan kita tinggalkan mereka air mata tapi kita tinggalkan mereka mata air." Hari Bakti Rimbawan diperingati setiap tanggal 16 Maret yang tahun ini sudah ke 38 tahun, merupakan momentum para Rimbawan Indonesia untuk kembali menegaskan bahwa seorang rimbawan wajib menjaga dan melestarikan hutan dan lingkungannya. Tema yang diangkat dalam peringatan Hari Bakti Rimbawan tahun ini, “Terus Berbakti di Tengah Pandemi untuk Lingkungan dan Hutan Lestari”, menjadi gambaran nyata sikap rimbawan yang mampu terus menjaga semangat untuk tetap melangkah berjuang bersama menjaga Indonesia, lingkungan dan hutan lestari. Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya Bakar dalam paparannya pada kegiatan workshop virtual Hari Bakti Rimbawan ke 38, 12/3, berpesan bahwa dalam rangka memutus rantai covid 19, ASN KLHK harus menjadi teladan dalam menerapkan 5M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas). Walaupun suasana yang sulit seperti ini, kebahagian sekaligus kebanggaan tetap dirasakan melihat Rimbawan KLHK masih tetap beraktivitas dengan tujuan mulia yaitu bekerja, berkarya dan berbakti ditingkat tapak secara meluas untuk menjaga kelestarian lingkungan dan keberlajutan hutan lestari kita Indonesia. Kita, rimbawan sepakat bahwa lingkungan dan hutan yang lestari harus dijaga kelestariaannya agar alam ini tetap mampu menyediakan kebutuhan hidup bagi seluruh kehidupan, manusia, hewan, tumbuhan, mengatur keseimbangan ekologi untuk mewujudkan kualitas hidup manusia. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Teluk Cenderawasih
Baca Artikel

Burung Sempidan Biru Sumatra TN Batang Gadis

Panyabungan, 10 Maret 2021. Taman Nasional Batang Gadis menangkap keberadaan Sampidan biru Sumatra (Lophura ignita rufa) melalui hasil kamera trap di satu lokasi hutan dengan beberapa titik pemasangan kamera trap. Sejauh pemasangan kamera trap yang telah dilaksanakan tercatat baru tahun 2018 dan 2020, kamera trap menunjukkan keberadaan si burung dengan paras cantik ini. Pada tahun 2018, 4 kamera berhasil menangkap burung ini dengan total poto sebanyak 30 poto dari 8 kamera trap yang dipasang, sementara tahun 2020 ini, kamera hanya menangkap 1 video dari 5 kamera yang dipasang. Hilangnya hutan dan kerusakan habitat menjadi penyebab populasi alami burung ini semakin terancam. Meski IUCN mencatat status keterancaman Sempidan biru berada di Near Threatened (NT). Sebagai informasi, Sempidan biru dibagi menjadi 3 sub-species, yaitu: Lophura ignita ignita (Lesser Bornean Crested Fireback) yang tersebar di Kalimantan dan Pulau Bangka, Lophura ignita nobilis (Greater Bornean Crested Fireback) tersebar di Kalimantan dan Lophura ignita macartneyi (Delacour’s Crested Fireback) yang tersebar di Sumatera bagian tenggara. Satu sub-spesies lainnya, Lophura ignita rufa (Malay Crested Fireback) kini ditetapkan sebagai spesies tersendiri dengan nama Lophura rufa. Burung ini dulunya termasuk salah satu subspesies Sempidan Biru Lophura ignita yang tersebar luas di Kalimantan hingga pulau Bangka. Namun, kini ditetapkan sebagai spesies terpisah. Jenis unggas ini termasuk famili Phasianidae dengan ciri-ciri untuk yang jantan berjambul hitam; kulit muka biru; tunggir coklat berangan; ekor berwarna dua, sedangkan yang betina bulu utama coklat; kulit muka biru; bagian bawah bersisik putih. Unggas ini mengkonsumsi dedaunan, biji-bijian dan serangga. Tersebar luas di Semenanjung Thailand, Semenanjung Malaya hingga pulau Sumatera dengan hutan primer dataran rendah yang tak terganggu. Burung ini jarang ditemukan pada ketinggian 1000 mdpl. Perbedaan antara Sempidan biru di Sumatera (Lophura ignita rufa) dan di Kalimantan (Lophura ignita nobilis) terletak pada ekor, kalau di Sumatera bagian ekornya berwarna putih dan hitam, sedangkan yang di Kalimantan bagian ekornya berwarna kuning dan hitam. Sumber : Ifham Fuadi Rambe - PEH Balai Taman Nasional Batang Gadis
Baca Artikel

Mengintip Penggiat Bibit Mangrove Kader Konservasi Binaan BBKSDA Sumut

Langkat, 9 Maret 2021. Seberapa berpengaruhnya pandemi Covid-19 terhadap aktivitas/ kegiatan kader konservasi, mendorong pembina kader konservasi Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Ida Marni dan Samuel Siahaan, SP. mengintip kegiatan beberapa kader konservasi khususnya di Kabupaten Langkat. Ternyata geliat kader konservasi tidak terdampak dengan pandemi covid-19, seperti apa geliatnya, mari ikuti kisahnya berikut ini. Adalah Mhd. Said, kader konservasi, kelahiran 1969, yang sejak kecil sampai saat ini hidup dilingkungan hutan mangrove, tepatnya di Kecamatan Secanggang, berdampingan dengan kawasan SM. Karanggading/Langkat Timur Laut. Kondisi hutan mangrove di sekitar lingkungannya rusak dengan berbagai aktivitas, seperti : perambahan, penebangan liar, pembuatan dapur arang dan tambak ikan/udang, serta dampak negatif yang timbul, kemudian membentuknya menjadi sosok yang peduli dengan penyelamatan kawasan dan ekosistem mangrove. Sejak itu, Mhd. Said mulai menggalakkan kegiatan pelestarian kawasan mangrove baik secara swadaya maupun kerjasama dengan instansi pemerintah guna mengembalikan fungsi hutan mangrove. Said juga ikut berperan serta menggerakkan masyarakat sebagai pendamping Kelompok Tani Hutan (KTH) untuk menanam mangrove termasuk menyediakan bibit bakau Saat ini Said mengelola kegiatan pembibitan bakau di Desa Selotong, di areal seluas 5000 m² dengan kapasitas produksi bibit 600.000 batang. Kemudian di Desa Tanjung Ibus seluas 6000 m² dengan kapasitas bibit 800.000 batang bibit bakau. Sedangkan untuk penanaman mangrove di kawasan konservasi Suaka Margasatawa Karanggading /Langkat Timur Laut, areal penggunaan lain (APL), hutan produksi (HP) dan hutan lindung (HL) yang telah dilakukan bersama kelompok dampingannya seluas ± 5000 Ha., dan telah memproduksi bibit bakau sebanyak 7,5 juta bibit kurun waktu tahun 2003-2021. Kader konservasi berikutnya adalah Burhan yang juga binaan Mhd. Said, aktif dalam komunitas Kelompok Konservasi Kukam Hijau (K3H). Kegiatan utama Burhan adalah penghijauan di Desa Pasar VI Kuala Mencirim Kecamatan Sei Bingai. Pertama kali melakukan kegiatan penghijauan pada tanggal 18 Nopember 2013, saat menjabat Kepala Desa. Penghijauan ini dilakukan karena di desanya terjadi krisis pohon dan krisis air terutama Dusun VI Sri Rejo dan Dusun V Dame Rejo akibat dari adanya aktivitas tambang pasir iIlegal di bantaran sungai kukam dan Lahan HGU PTPN II. Aksi penanaman pohon yang dilakukannya bekerjasama dengan Dinas Kehutanan Provinsi Sumut, Balai Pengelolaan DAS Wampu Sei Ular, perguruan tinggi Pelita Bangsa Binjai, SMK Tunas Pelita dan Masyarakat Desa Pasar VI Kuala Mencirim, dengan sasaran penanaman jalan desa, tanggul irigasi serta bantaran sungai. Gerakan penghijauan dengan penanaman pohon juga dilakukannya di lahan kritis tambang pasir illegal. Burhan bersama rekan-rekan komunitasnya terus melakukan penanaman lanjutan walaupun kala itu ada intimidasi dan teror yang mereka terima dari oknum-oknum preman dan oknum aparat. Dengan sabar dan tekun serta menggandeng berbagai pihak, kini telah berhasil merawat dan menjaga tanaman lebih kurang 120 jenis pohon/tanaman/tumbuhan. Berkat kegiatan penghijauan tersebut, kini air sudah mudah diperoleh, kicauan burung sudah bisa didengar dan tentunya semakin hijaunya lahan yang dulunya kritis seluas ± 10 ha. Saat ini berbagai komunitas, sekolah, serta pejabat pemerintah sudah meninjau lokasi ini dan melaksanakan berbagai kegiatan. Di setiap kunjungan, Burhan selalu menyuluh pentingnya menanam pohon. Kader konservasi yang terakhir dikunjungi adalah Purnama Ginting penggiat konservasi yang beralamat di Desa Garunggang, Kecamatan Kuala, aktif dalam kegiatan Konservasi di sekitar dan di Taman Nasional Gunung Leuser khususnya Resort Bekancan dari tahun 2010 sampai sekarang. Beberapa aktivitas lainnya yang dilakukannya seperti mendirikan Lembaga Pariwisata Simelir Erdilo di Desa Telagah, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat yang kini wisata alamnya berkembang sangat pesat. Selain itu, melakukan kegiatan reboisasi lahan dengan penanaman tanaman produktif seluas 150 Ha di Dusun Sigamang, Desa Belinteng, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat pada Tahun 2011 – 2014, penyuluhan kepada masyarakat, dan bersama Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser aktif membagi bibit pohon hutan serta tanaman produktif seperti mahoni, sengon, durian, pokat, mangga dan aren kepada masyarakat Langkat Hulu dari tahun 2013 sampai sekarang. Saat ini Purnama yang aktif sebagai Kepala Desa Garunggang, menggerakkan masyarakat untuk memanfaatkan seluruh potensi alam menjadi objek wisata dan mengedukasi masyarakat Desa Garunggang untuk mengganti tanaman sawit menjadi tanaman produktif dengan target 150 Ha, dimana 15 Ha telah terealisasi. Demikianlah geliat beberapa kader konservasi yang meskipun kondisi pandemi covid-19, namun semangat untuk berbuat bagi kelestarian alam dan lingkungan tidak terdampak bahkan tetap membara dengan terus melakukan karya-karya nyata. Semoga ini menjadi inspirasi bagi kita untuk terus berbuat yang terbaik bagi alam. Sumber : Ida Marni dan Samuel Siahaan, SP., Staf Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Selamat, BBKSDA Papua Raih Prestasi di KPKNL Jayapura Awards 2021

Jayapura, 9 Maret 2021 – BBKSDA Papua raih peringkat ketiga pada penghargaan Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Jayapura Awards 2021 sebagai kategori Tertib Revaluasi BMN (Barang Milik Negara) tahun anggaran 2020. Penghargaan tersebut diberikan kepada para pengguna layanan KPKNL Jayapura yang loyal dan berprestasi melalui zoom meeting pada Selasa, 9 Maret 2021. Dalam pertemuan tersebut, KPKNL menuturkan bahwa terdapat 4 kriteria penilaian dalam kategori Tertib Revaluasi BMN. Pertama, komunikatif dalam koordinasi dengan tim revaluasi BMN. Kedua, ketepatan waktu pengumpulan form-form pendataan. Ketiga, kerapian dan kelengkapan data dalam penyusunan form pendataan. Keempat, jumlah Nomor Urut Pendaftaran (NUP). Tim BMN BBKSDA Papua menjelaskan, bahwa di semua satker tengah diperiksa kembali aset tetap terhadap BMN berupa tanah dan gedung bangunan. Proses pengumpulan data BMN di lingkup BBKSDA Papua telah dimulai sejak akhir 2019 lalu. Tahapannya cukup panjang, mulai penyiapan berkas-berkas administrasi penilaian, penyusunan LHIP (Laporan Hasil Inventarisasi dan Penilaian), sampai terbit BAR IP (Berita Acara Rekonsiliasi Inventarisasi dan Penilaian). “Bentuknya formulir-formulir, yang kita isi lalu diserahkan ke KPKNL Jayapura. Di situ mencatat, misalnya suatu aset diperoleh dari mana, tahun berapa, letaknya di mana, ukurannya berapa, digunakan untuk apa. Ya, data-data semacam itu yang kita lengkapi.” Ujar tim BMN BBKSDA Papua Edward Sembiring selaku Kepala BBKSDA Papua, menyampaikan terima kasih kepada KPKNL Jayapura atas sinergi yang telah terjalin dengan baik selama ini. Beliau juga mengungkapkan apresiasi kepada tim BMN BBKSDA Papua yang telah berupaya memenuhi semua data dukung untuk diserahkan ke KPKNL Jayapura. “Selamat kepada tim BMN BBKSDA Papua yang telah meraih KPKNL Award 2021. Semoga ini menjadi titik semangat baru, dan ke depannya dapat bekerja lebih maksimal lagi,” ungkap Edward. Sumber : BBKSDA Papua

Menampilkan 1.905–1.920 dari 1.989 publikasi