Rabu, 27 Mei 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Tiga Kelompok Tani Binaan BKSDA Sumbar Terima Bantuan dari Bupati Sijunjung

Padang, 3 Desember 2021. Untuk menjalin kerjasama dan meningkatkan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sijunjung, Bupati Sijunjung Benny Dwifa Yuswir didampingi Kepala Balai KSDA Sumatera Barat (BKSDA Sumbar) Ardi Andono pada hari kamis tanggal 2 Desember 2021 menyerahkan secara simbolis bantuan pengembangan usaha ekonomi produktif dari BKSDA Sumbar kepada 3 (tiga) kelompok tani daerah penyangga kawasan konservasi. Adapun bantuan tersebut diberikan kepada Kelompok Tani Jaya Abadi-Nagari Solok Ambah Kecamatan Sijunjung berupa 4 unit mesin pengolahan Kopi Robusta dari biji sampai menjadi bubuk siap konsumsi, Kelompok Tani Hulu Batang Takung-Nagari Sungai Lansek Kecamatan Kamang Baru berupa bibit tanaman kopi robusta sebanyak 6.920 batang dan Kelompok Tani Bunga Tanjung-Nagari Langki Kecamatan Tanjung Gadang berupa indukan untuk budidaya kambing berjumlah 35 ekor. Adapun nilai masing-masing bantuan ekonomi ke setiap Kelompok Tani adalah kurang lebih 50 juta rupiah. Ketiga nagari tersebut telah menandatangani Kesepakatan Konservasi dimana seutuhnya mengakui keberadaan kawasan konservasi dan bekerja bersama dengan BKSDA Sumbar. Selain itu ketiga nagari tersebut mempunyai potensi dan kebutuhan yang berbeda-beda sehingga usaha yang dikembangkanpun beragam. Usaha ekonomi tersebut bisa saling bersinergi kedepannya seperti hasil produksi kopi dari Nagari Sungai Langsek dapat juga diolah di Nagari Solok Ambah, keduanya dapat saling melengkapi. Dalam acara penyerahan bantuan Kepala Balai KSDA Sumatera Barat Ardi Andono, S.TP. M.Sc berharap program pemberdayaan/pengembangan ekonomi masyarakat desa binaan ini bisa berjalan lancar dan berkelanjutan dalam program lima tahun kedepan. Dengan adanya kegiatan ini bisa meningkatkan perekonomian masyarakat daerah penyangga CA. Batang Pangean I dan II serta kawasan hutan bisa terjaga dan lestari. Semoga penyerahan bantuan ini dapat memotivasi masyarakat dalam upaya meningkatkan kemandirian, tingkat kesejahteraan dan mutu kehidupan yang lebih baik, dengan kata lain masyarakat sejahtera hutan tetap lestari. Sementara itu Bupati Sijunjung juga berharap semoga kedepan semakin banyak lagi kelompok tani hutan yang dibina oleh BKSDA SUMBAR sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan yang berkelanjutan. Pemberian bantuan ekonomi disektor pertanian oleh BKSDA Sumbar telah sesuai dengan visi misi Bupati Sijunjung yang menjadikan sektor pertanian ini menjadi prioritas utama. Kerja bersama untuk mensejahterakan masyarakat di kawasan konservasi lingkup Ditjen KSDAE sesuai dengan cara baru kelola kawasan konservasi dimana masyarakat sebagai subyek kegiatan, kerjasama lintas kementrian dan juga mengedepankan kearifan lokal setempat. Sumber : Balai KSDA Sumatera Barat
Baca Artikel

MPA Balai TN Gunung Rinjani Upgrade Pengetahuan

Mataram, 3 Desember 2021. Pembinaan Masyarakat Peduli Api (MPA) lingkup Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Tahun 2021 di Villa Bambu Rinjani Desa Senaru Kab. Lombok Utara dilaksanakan tanggal 1-2 Desember 2021. Pembinaan ini untuk merefresh dan meningkatkan pengetahuan kelompok MPA sekaligus updating kelompok MPA yang masih eksis membantu TNGR dalam upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan. Kegiatan yang di buka secara resmi oleh Dedy Asriady Kepala Balai TNGR dihadiri Danramil Bayan, Kepala Desa Loloan, perwakilan Kepala Desa Senaru, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I TNGR, Desa Sembalun Lawang, Sembalun Bumbung, Sembalun Timba Gading, Sajang wilayah SPTN II TNGR. Dalam kesempatan ini Dedy Asriady memberikan arahan dan dorongan supaya anggota MPA jauh lebih utama memahami terkait tindakan pencegahan kebakaran dibandingkan upaya pemadaman, serta pentingnya keikut sertaan anggota MPA dalam penanganan kebakaran hutan di Rinjani karena jika terjadi kebakaran di Rinjani akan berdampak juga terhadap kesejahteraan masyarakat lingkar Rinjani yang sebagian besar anggota MPA merupakan pelaku wisata di Rinjani. Adapun pemateri kegiatan ini berasal dari Dinas LHK Prov. NTB, Balai TNGR, Koramil Bayan, Sat Brimob Polda NTB, KPH Rinjani Barat dan KPH Rinjani Timur. dengan materi yang disampaikan antara lain Kebijakan KemenLHK dalam bidang Pengendalian kebakaran hutan di kawasan konservasi; Pencegahan kebakaran hutan; Pengenalan peralatan pemadaman kebakaran hutan; Kesamamptaan; Teknik pemadaman kebakaran dan SAR dan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K). Mari bersama-sama kita jaga Rinjani dari kebakaran hutan dan lahan Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Rinjani
Baca Artikel

Balai KSDA Yogyakarta Resmikan Mini Outlet KTH Manunggal Karya

Yogyakarta, 2 Desember 2021. Balai KSDA Yogyakarta serius melakukan pendampingan Kelompok Tani Hutan (KTH) di sekitar kawasan Suaka Margasatwa Sermo. Setelah menginisiasi pembentukan KTH Manunggal Karya di tahun 2018 disusul dengan melakukan kajian potensi pemberdayaan masyarakat daerah penyangga, pada tahun 2020 KTH Manunggal Karya berhasil membuat produk olahan krispi kelapa yang diberi nama “Crispa”. Hingga saat ini Crispa mampu bertahan dan terus diproduksi oleh KTH binaan Balai KSDA Yogyakarta tersebut. Semakin mendorong kemandirian KTH Manunggal Karya, di akhir tahun 2021 ini Balai KSDA Yogyakarta memberikan bantuan pengembangan usaha KTH Manunggal Karya melalui pembuatan mini outlet dan diversifikasi pemberdayaan masyarakat dalam bentuk madu lanceng. Ketua KTH Manunggal Karya, Ari Widiyanto menyampaikan terimakasihnya kepada Balai KSDA Yogyakarta atas bantuan pemberdayaan yang diberikan. “Kami berharap melalui bantuan pemberdayaan yang diberikan oleh Balai KSDA Yogyakarta dapat mendorong terwujudnya peningkatan UMKM di sekitar kawasan Sermo ini. Kami berharap dengan adanya mini outlet ini dapat mendorong para wisatawan yang melalui Sermo dapat mampir ke sini dan mimpi kami jika KTH Manunggal Karya mempunyai rumah produksi sendiri akan dapat menjadi salah satu tujuan wisata dan dapat bekerjasama dengan pengelola wisata di sekitar Sermo seperti Pengelola Wisata Kalibiru dan Pule Payung.” kata Ari. Sementara itu Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi mengingatkan KTH Manunggal Karya agar terus memiliki komitmen yang kuat dalam mendukung program pemberdayaan masyarakat di daerah penyangga kawasan SM Sermo ini. “Dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat, pendampingan menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung kesuksesan programnya, dan tentu saja butuh proses yang tidak sebentar untuk mewujudkan keberhasilan program pemberdayaan masyarakat ini.” tutur M. Wahyudi. Lebih lanjut M. Wahyudi menjelaskan “Balai KSDA Yogyakarta hanya sebagai pemicu awal pemberdayaan masyarakat dan kami berharap ke depan masyarakat dapat berkembang sendiri. Melalui mini outlet KTH Manunggal Karya ini, kelompok dapat mendisplay produk-produknya secara offline kepada masyarakat, dan tidak hanya produk krispi kelapa saja yang bisa didisplay disini. Kelompok dipersilahkan untuk mengembangkan produk-produk lainnya yang akan didisplay. Tujuan utamanya adalah mendorong kemandirian ekonomi masyarakat dan kesadaran masyarakat untuk turut serta dalam melestarikan kawasan SM Sermo ini.” jelas M. Wahyudi. Secara simbolis peresmian mini outlet KTH Manunggal Karya ini dilakukan oleh Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi disaksikan Lurah Hargowilis dan undangan yang berasal dari padukuhan lingkup Desa Hargowilis, LSM Damar, Anggota KTH Manunggal Karya dan Tim pendamping dari Balai KSDA Yogyakarta. Sumber : Siti Rohimah - Penyuluh Balai KSDA Yogyakarta Penanggung jawab berita: Kepala Balai KSDA Yogyakarta- Muhammad Wahyudi (HP 0852-4401-2365) Kontak informasi: Call center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449)
Baca Artikel

Balai TN Gunung Rinjani Buat Rencana Pengelolaan Jangka Panjang

Mataram, 3 Desember 2021. Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) melaksanakan konsultasi Publik Penyusunan Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) Taman Nasional Gunung Rinjani Periode 2022 -2031 pada hari Selasa (30/11), di Sky Lounge Hotel Golden Palace Kota Mataram. Kegiatan ini untuk memperoleh masukan/saran dari berbagai instansi/lembaga terkait dan juga beberapa perwakilan masyarakat melalui semangat kolaborasi dalam konsep pentahelix. Hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat menghasilkan Rencana Pengelolaan Balai TNGR 10 tahun kedepan yang mantap, adaptif dan mampu menjawab tantangan pembangunan konservasi di masa yang akan datang. Peserta yang hadir diantaranya : BAPPEDA Prov. NTB, Kab. Lombok Timur, Lombok Tengah, ; Dinas LHK Prov. NTB; Dinas Pariwisata Prov. NTB, Kab. Lombok Timur, dan Kab. Lombok Utara; Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Lombok Tengah; BPBD Prov. NTB; BKSDA NTB; Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Mataram; General Manager Rinjani Geopark UGGp; STP Mataram; Prodi Biologi Fakultas MIPA Universitas Mataram; Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Prov. NTB; Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) NTB; WALHI NTB serta rekan-rekan dari lingkup Balai TNGR. Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Rinjani
Baca Artikel

Balai KSDA Yogyakarta Serahkan Penghargaan Dirjen KSDAE di HUT Polairud ke-71

Yogyakarta 1 Desember 2021, Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi didampingi Koordinator Polhut Balai KSDA Yogyakarta hadir dalam syukuran Peringatan HUT Polairud ke-71 di Mako Polairud, Kretek, Bantul hari Selasa (1/12/21). Syukuran Peringatan HUT Polairud ini digelar dalam rangkaian Puncak Peringatan HUT Polairud yang ke-71 yang sebelumnya diawali dengan Upacara Peringatan HUT Polairud secara virtual. Hadir dalam kesempatan ini Kapolda DIY Irjen Pol. Drs. Asep Suhendar, M.Si., bersama Pejabat Utama Polda DIY dan didampingi Dirpolairud Polda DIY Kombes Pol Nurodin, S.I.K, M.H. Tamu undangan lain yang hadir dalam acara ini antara lain Komandan Pangkalan Angkatan Laut (LANAL) Yogyakarta, GM PT Angkasa Pura I (Persero) Yogyakarta, dan Komandan Kodim Bantul. Mengapresiasi pelaksanaan peringatan HUT Polairud ke-71, Balai KSDA Yogyakarta hadir dan memberikan ucapan selamat kepada jajaran korps Polairud. “Kami ucapkan selamat ulang tahun yang ke-71 kepada korps Polairud. Semoga dengan bertambahnya usia Polairud akan semakin menguatkan jiwa korsa di internal Polairud, meneguhkan pengabdian terhadap bangsa dan negara, serta semakin dekat dalam melayani masyarakat.” kata M. Wahyudi. Pada kesempatan tersebut M. Wahyudi juga menyerahkan Piagam Penghargaan Direktur Jenderal KSDAE kepada personil Polairud atas peran sertanya terhadap upaya konservasi di DIY. “Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sangat mengapresiasi kinerja Polairud, terlebih lagi kerjasama di tingkat tapak yang telah terjalin selama ini dengan unit pelaksana teknis Kementerian LHK menegaskan keseriusan Polairud dalam kinerja konservasi baik itu upaya penyelamatan satwa maupun lingkungan di wilayah DIY.” jelas M. Wahyudi. HUT Polairud tahun ini mengusung tema “Polri Yang Presisi, Airud Siap Mendukung Percepatan Penanganan Covid – 19 dan Pemuliahan Ekonomi Nasional untuk Indonesia Tangguh.” Melalui tema tersebut, Kapolda DIY berpesan kepada seluruh anggota Polairud Polda DIY agar dapat bersinergi instansi terkait dan masyarakat, untuk meningkatkan kesiapsiagaan penyelamatan terhadap korban laka laut dan bencana banjir. Sumber : Widodo - Polhut Balai KSDA Yogyakarta Penanggung jawab berita: Kepala Balai KSDA Yogyakarta-Muhammad Wahyudi (HP 0852-4401-2365) Kontak informasi: Call center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449)
Baca Artikel

Peduli Korban Banjir, Balai Besar TaNa Bentarum dan KKP Semujan Dorsata Serahkan Bantuan

Semangit, 1 Desember 2021. Sudah hampir 3 (tiga) pekan kawasan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) mengalami kenaikan muka air yang disebabkan oleh intensitas hujan yang tinggi dimana hal ini mengakibatkan banjir pada desa-desa yang berada di dalam maupun di luar kawasan. Peduli bencana banjir tersebut, Resort Semangit Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) dan KPP (Kelompok Pengelola Pariwisata) Semujan Dorsata kembali menyerahkan paket bantuan peduli bencana banjir di Desa Nanga Leboyan sejumlah 192 paket, bantuan ini bersumber dari kerjasama antara Balai Besar TaNa Bentarum dengan CIFOR (Center for International Forestry Research). Kegiatan ini merupakan kali kedua Resort Semangit dan KPP Semujan Dorsata melakukan penyerahan bantuan pada masyarakat yang tinggal di dalam kawasan TNDS, setelah sebelumnya juga dilakukan kegiatan yang sama. "Ini merupakan penyerahan bantuan tahap ke ll setelah sebelumnya telah diserahkan paket bantuan sejumlah 29 paket bagi masyarakat di Desa Nanga Leboyan, dimana hampir 90% rumah warga terdampak banjir " ungkap Gunawan, selaku Kepala Bidang PTN Wilayah lll Lanjak. "Bantuan ini merupakan bentuk perhatian semua pihak kepada masyarakat yang sedang mengalami bencana banjir, dengan harapan dapat meringankan beban masyarakat Desa Nanga Leboyan " pungkas Wahju Rudianto Kepala Balai Besar TaNa Bentarum,. Ditambahkan oleh Wahju bahwa pihak Balai Besar TaNa Bentarum akan melakukan kegiatan yang sama dibeberapa desa lainnya, khususnya masyarakat yang berdomisili di dalam kawasan TNDS yang terdampak banjir. "Kita akan melaksanakan kegiatan yang sama di desa-desa lainnya, ini tentunya bukanlah sebuah solusi atas bencana ini, tetapi merupakan wujud kepedulian kami bagi masyarakat yang terdampak banjir di Kawasan TNDS”, tambah Wahju. Kepala Desa Nanga Leboyan, Syamsul Bahari, menyambut dengan baik dan ikut serta dalam kegiatan penyerahan bantuan. "Atas nama pribadi dan seluruh masyarakat Nanga Leboyan kami mengucapkan terima kasih kepada Balai Besar TaNa Bentarum dan CIFOR atas bantuan yang disalurkan, semoga semua pihak yang terlibat baik bantuan materil, tenaga maupun doa dari rekan rekan semua mendapatkan balasan dari Tuhan YME" ungkap Syamsul. Sumber : Angga Sukma Lovita, S.Kel - PEH Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Artikel

One Man One Mangrove di Bulan Menanam Tahun 2021

Wakatobi, 1 Desember 2021. Hari Menanam Pohon Indonesia yang diperingati setiap tanggal 28 November dan Bulan Desember sebagai Bulan Menanam Nasional sejak tahun 2008, dimaksudkan untuk memberikan kesadaran dan kepedulian kepada masyarakat tentang pentingnya pemulihan kerusakan sumber daya hutan dan lahan melalui penanaman pohon. Akademi Kominutas Kelautan dan Perikanan Wakatobi - PLN - Balai Taman Nasional - Pemerintah Daerah Kabupaten Wakatobi pada tanggal 28 November 2021 melakukan aksi sinergitas untuk keberlanjutan lingkungan dengan slogan “one man one mangrove” pada Hari Menanam Pohon Indonesia. Aksi tersebut diwujudkan dengan melakukan penanaman 1000 bibit Mangrove jenis Rhizophora spp di Perairan sekitar Pulau Sumanga Resort Wangi-Wangi Selatan, Taman Nasional Wakatobi. Keseluruhan bibit mangrove yang ditanam berasal dari Persemaian Kelompok Nelayan Terpadu yang merupakan salah satu kelompok binaan Balai Taman Nasional Wakatobi yang berkedudukan di Desa Liya Mawi, Kec. Wangi-Wangi Selatan, Kabupaten Wakatobi. Mobilisasi dan persiapan bibit dikoordinir langsung oleh Ketua Kelompok (Baharuddin) menuju lokasi penanaman untuk kemudian diserahkan kepada panitia pelaksanaan aksi. Balai Taman Nasional Wakatobi bersama Badan Restorasi Gambut dan Mangrove melalui kegiatan Percepatann Rehabilitasi Mangrove pada tahun 2021 yang dimulai pada bulan Oktober sampai dengan saat ini, juga telah melakukan kegiatan penanaman mangrove seluas 100 Ha yang tersebar di Wilayah Pulau Kapota, Wangi-Wangi Selatan sebanyak 13 Ha dan di Pulau Kaledupa sebanyak 87 Ha dengan jumlah Bibit Mangrove yg ditanam sebanyak 316.000 Bibit. Penanaman dilakukan oleh 6 Kelompok dengan Jumlah Masyarakat yang terlibat sebanyak 178 Orang. Hal serupa juga telah dilakukan di Tahun 2020 dengan luasan areal tanam seluas 108 Ha. Kegiatan Percepatann Rehabilitasi Mangrove sangat penting untuk dilakukan mengingat ekosistem mangrove merupakan salah satu dari 8 potensi sumberdaya penting yang menjadi target konservasi dalam pengelolaan sumberdaya alam dan hayati di Taman Nasional Wakatobi. Konservasi mangrove menjadi penting karena ekosistem mangrove dapat mendukung keberlanjutan ekosistem lainnya, serta memiliki fungsi ekologis seperti penahan laju abrasi pantai dan intrusi air laut, serta menjadi habitat beberapa organisme laut/pantai. Fungsi ekonomis mangrove juga cukup besar karena mampu memenuhi kebutuhan hidup manusia seperti penyedia oksigen serta membantu penyerapan gas karbondioksida. Foto bersama Bupati Wakatobi (H. Haliana, SE) dalam kegiatan Aksi Sinergitas Untuk Keberlanjutan Lingkungan “one man one mangrove” Sumber : Balai Taman Nasional Wakatobi
Baca Artikel

Rumah Kahiyu Raih Juara I Ajang API Award 2021

Pangkalan Bun, 01 Desember 2021 - Akhir bulan November 2021 di tutup dengan bangga oleh Rumah Kahiyu yang meraih penghargaan peringkat I dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) Award Tahun 2021 dengan tajuk Rain Forest Trekking Tanjung Puting kategori Wisata Olahraga dan Petualang. Malam Penganugerahan ajang ini dilaksanakan di Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan pada tanggal 30 November 2021. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Kabupaten Kotawaringin Barat, Hj. Nurhidayah, S.H., M.H yang didampingi oleh Kepala Balai Taman Nasional Tanjung Puting untuk mensyukuri penghargaan ini. Kegiatan ini diharapkan akan menjadi ajang promosi daya tarik wisata daerah, yang nantinya berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat. Ibu Bupati Kabupaten Kotawaringin Barat Hj. Nurhidayah, S.H., M.H berharap melalui ajang ini, destinasi-destinasi pariwisata yang ada di Bumi Marunting Batu Aji semakin dikenal oleh masyarakat luas. "Harapan kita bersama tentunya, semakin banyak wisatawan yang berkunjung ke Kotawaringin Barat dengan demikian akan semakin mendorong peningkatan perekonomian masyarakat," ujar Ibu Hj. Nurhidayah, S.H., M.H. Terima kasih yang sebesar - besarnya kepada masyarakat dan semua pihak yang sudah memberikan dukungan vote untuk Rumah Kahiyu baik dalam melalui Instagram, Youtube maupun lewat SMS. Sumber : Balai TN Tanjung Puting
Baca Artikel

Membentuk Pemandu Handal Untuk Meningkatkan Mutu Wisata Alam

Bogor, 01 Desember 2021 - Wisata alam menjadi menjadi tren pada beberapa tahun terakhir. Kebutuhan manusia atas udara bersih dan sehat, suasana segar dan menenangkan, serta lingkungan alami yang jauh dari polusi dan kebisingan menyebabkan lokasi-lokasi wisata alam banyak diburu oleh masyarakat. Belakangan aktivitas wisata tidak hanya dicari oleh masyarakat perkotaan namun oleh seluruh kalangan masyarakat. Kesadaran akan manfaat dari kegiatan rekreasi yang tidak hanya mencari kesenangan namun juga kesehatan dan pengetahuan menjadi motivasi dan meningkatkan antusiasme masyarakat terhadap wisata alam. Sosial media yang sudah menjadi budaya dalam kehidupan masyarakat menambah semangat untuk memperoleh kepuasan yang tercipta setelah menunjukkan pengalaman “eksplorasi” kepada dunia melalui jendela sosial media masing-masing. Motivasi masyarakat atas aktivitas wisata alam yang beragam ini menjadi peluang bagi para penggerak wisata alam untuk dapat ditangkap semaksimal mungkin. Memahami motivasi pengunjung adalah salah satu kunci utama bagi para penggerak wisata, khususnya para pemandu wisata. Dengan memahami motivasi dari setiap pengunjung, kita dapat menentukan pelayanan apa yang dapat kita berikan kepada pengunjung sehingga dapat memuaskan kebutuhan dan tujuan yang ingin dicapai. Pada akhirnya tersimpan kesan dan kenangan baik yang menumbuhkan keinginan untuk menyebarluaskan pengalamannya tersebut dengan ulasan positif dan keinginan untuk kembali berkunjung lagi. Penyediaan sarana yang memadai dan pelayanan yang optimal untuk memenuhi kebutuhan pengunjung salah satunya diwujudkan dalam penyediaan pemandu wisata alam yang baik. Pemandu yang baik ini adalah pemandu yang memenuhi kode etik pemandu, memiliki keterampilan pemanduan yang baik dan memahami obyek wisata yang berada di area wisata alam tersebut. Seorang pemandu wisata juga perlu mengusasai pengetahuan umum dan keterampilan-keterampilan dasar yang diperlukan dalam aktivitas di alam seperti pertolongan pertama pada kecelakaan dan etika-etika yang patut dilakukan Ketika berada di alam. Pemandu wisata juga harus memiliki kemampuan “public speaking” yang baik sehingga bahasa dan intonasi dalam menyampaikan pesan-pesan wisata dapat menarik hati pengunjung dan tidak membosankan. Untuk mempersiapkan pemandu wisata alam di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) yang handal dan dapat memenuhi beberapa kriteria sekaligus mampu memenuhi motivasi dan tujuan pengunjung, maka diperlukan program-progam peningkatan kapasitas pemandu wisata alam. Beranjak dari hal tersebut, pada hari Selasa tanggal 30 November 2021 Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) melaksanakan kegiatan Pelatihan Pemandu Wisata di lingkup Bidang Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah III Bogor. Peserta kegiatan pelatihan ini terdiri dari masyarakat sekitar kawasan yang dibina oleh Balai Besar TNGGP untuk bergerak di bidang wisata alam baik di dalam kawasan maupun di sekitar kawasan TNGGP, khususnya yang berada di Bidang PTN Wilayah III Bogor. Menggerakkan masyarakat untuk berperan serta dalam pengembangan wisata alam di Kawasan TNGGP dan wilayah sekitarnya merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat sekitar Kawasan. Kegiatan pelatihan ini dipandu oleh lima narasumber yang memiliki kapasitas sesuai dengan materi yang disampaikan, diantaranya berasal dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bogor, Himpunan Pemandu Indonesia, BEST, Paguyuban Outbond Bogor, dan Palang Merah Indonesia (PMI) Bogor. Dalam kesempatan Pelatihan Pemandu Wisata kali ini materi yang disampaikan antara lain: 1. Kebijakan Sertifikasi Profesi Pemandu Wisata Alam, 2. Kode Etik Pemandu Wisata Alam, 3. Interpretasi dan Pengembangan Paket Wisata, 4. Public Speaking dan Teknik Ice Breaking, dan 5. Penanganan Kecelakaan Pengunjung. Dadang Suryana, Kepala Bidang PTN Wilayah III Bogor yang mewakili Kepala Balai Besar TNGGP dalam sambutannya menyampaikan bahwa pemandu wisata alam tidak ubahnya bagaikan pramugari yang memandu dan melayani penumpang di dalam pesawat. "Begitupun halnya seorang pemandu wisata, yang bertugas untuk memandu dan melayani kebutuhan pengunjung baik kebutuhan informasi dan ilmu, juga dituntut untuk mampu melayani kebutuhan pengunjung sesuai dengan perannya. Oleh sebab itu untuk membentuk pemandu wisata yang tangguh, maka perlu untuk selalu ditempa dan dilatih hingga mampu memberikan pelayanan wisata dengan baik," ujarnya. Kendala yang dihadapi oleh masyarakat penggerak wisata alam adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan dalam pelayanan wisata dan hanya berbekal pengetahuan yang diperolehnya berdasarkan pengalaman. Kendala lain yang disampaikan oleh peserta adalah jaringan pemasaran dan akses terhadap konsumen wisata, apakah dapat difasilitasi oleh organisasi wisata yang hadir dalam kegiatan pelatihan ini. Pihak HPI dan BEST dengan positif menyampaikan bahwa mereka dapat memfasilitasi pemasaran wisata dan menjalin komunikasi dengan kelompok-kelompok penggerak wisata alam di Bidang PTN Wilayah III Bogor. Para peserta sangat antusias dan bersemangat dengan niat ingin mengembangkan diri. Banyak pertanyaan dan diskusi yang disampaikan oleh peserta baik mengenai kebijakan pemerintah mengenai kegiatan wisata alam, serta teknik-teknik dalam kegiatan pemanduan wisata alam. Pada sesi materi pertolongan pertama, narasumber memberikan pembekalan dasar mengenai teknik dan sikap yang tepat dalam melakukan pertolongan pertama pada kejadian kecelakaan pengunjung wisata. Materi utama pada sesi ini ialah pertolongan pertama untuk membantu korban patah tulang, korban pingsan dan penanganan luka pendarahan. Semoga dengan adanya kegiatan Pemanduan Wisata Alam ini dapat membuka wawasan, menambah pengetahuan dan keterampilan peserta serta memperluas jaringan pemasaran dan informasi wisata bagi para masyarakat penggerak wisata di Bidang PTN Wilayah III Bogor. Dengan demikian, kegiatan wisata alam di TNGGP dan wilayah sekitarnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang secara simultan akan meningkatkan kelestarian Kawasan TNGGP. Sumber : Woro Hindrayani (PEH Balai Besar TNGGP) Foto : Agung Gunawan (PEH) dan Ilham Syahida (PPNPN) Balai Besar TNGGP
Baca Artikel

Pencanangan Nagari Taxus Oleh Gubernur Sumatera Barat

Padang, 1 Desember 2021. Hari Selasa tanggal 30 November 2021 menjadi hari yang bersejarah bagi masyarakat Nagari Pandai Sikek. Pasalnya Nagari Pandai Sikek telah dicanangkan oleh Gubernur Sumatera Barat menjadi "Nagari Taxus". Awalnya Nagari Pandai Sikek dinobatkan menjadi Nagari taxus adalah karena keberhasilan Kelompok Tani Hutan (KTH) Taxus Singgalang berhasil mengembangbiakkan tanaman Taxus. KTH Taxus Singgalang merupakan salah satu kelompok desa binaan Balai KSDA Sumatera Barat yang berhasil mengembang biakkan tanaman Taxus diluar habitatnya di TWA Singgalang Tandikat. Tanaman Taxus dengan nama latin Taxus sumatrana ini masuk dalam daftar tanaman yang dilindungi dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.106/Menlhk/Setjen/ Kum.1/12/2018 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/ 6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang dilindungi. Tidak hanya dilindungi, Taxus ini sangat terkenal di dunia pengobatan. Ekstrak tanaman Taxus ini yaitu paclitaxel telah lama dimanfaatkan untuk menghambat pertumbuhan sel kanker khususnya kanker ovarium dan kanker payudara dan juga telah diujicoba untuk pengobatan beberapa jenis kanker lainnya. Mengetahui begitu banyaknya manfaat Taxus ini, maka KTH Taxus Singgalang mencoba mengembangkan jenis tanaman ini di luar tempat tumbuh liarnya di alam. Kegiatan Pencanangan Nagari Taxus dan penanaman Taxus pada hari ini sekaligus untuk memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia Indonesia (HMPI). Berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 24 Tahun 2008, tanggal 28 November ditetapkan sebagai Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) dan bulan Desember sebagai Bulan Menanam Pohon Nasional (BMPN). Pada kesempatan tersebut dilakukan penanaman taxus sebanyak 1.000 bibit yang dilakukan oleh Gubernur, tamu undangan, dan KTH. Kepala Balai KSDA Sumbar, Ardi Andono, S.TP, M.Sc mengucapkan terimakasih dan memberikan apresiasi tinggi kepada masyarakat Nagari Pandai Sikek khususnya KTH Taxus Singgalang. Beliau berharap dengan adanya sinergitas gerakan ini akan terus berlanjut tak hanya di Nagari Pandai Sikek namun juga bisa berkembang pada nagari atau desa penyangga lainnya. Selain itu mengingat tumbuhan ini dilindungi dan bernilai jual tinggi maka nagari harus mampu melindungi dari ancaman pencuri taxus yaitu dengan cara peningkatan pengamanan hutan, mengajukan izin perbanyakan dan izin edar sehingga menghindari adanya perdagangan taxus illegal. BKSDA Sumbar akan membantu dalam pengajuan izin agar tanaman taxus ini dapat dikembangkan dengan baik. Acara ini dihadiri langsung oleh Gubernur Sumbar, Bupati Tanah Datar, Kepala Balai KSDA Sumbar, Kepala Dinas Kehutanan Sumbar, Kepala Balai Penelitian Tanaman dan Serat, Perwakilan PT. Semen Padang, Wali Nagari, masyarakat nagari Pandai Sikek, para undangan dan KTH Taxus Singgalang. Sumber : Balai KSDA Sumatera Barat
Baca Artikel

Penyusunan Rencana Kerja Balai TN Tesso Nilo Tahun 2022 di Sptn Wilayah II Baserah

Baserah, 30 November 2021 – Dalam rangka merancang rencana kerja Balai Taman Nasional Tesso Nilo tahun 2022, Tim petugas Balai TN Tesso Nilo melaksanakan survei dan penyusunan rencana kerja di Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Baserah (25/11/2021). Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh beberapa orang personil di antaranya 5 orang Polhut, 2 orang PEH, 1 orang penyuluh serta 5 orang staf lainnya. Penyusunan Rencana Kerja 2022 ini dilaksanakan Balai TN Tesso Nilo untuk memperhatikan potensi, peluang dan kendala yang ada atau yang mungkin timbul di Kawasan TN Tesso Nilo. Hal tersebut dilakukan agar dapat merancang program dan pengelolaan kerja Balai TN Tesso Nilo kian baik di tahun depan. Di sela kegiatan penyusunan rencana kerja, dilakukan pula kegiatan penanaman bibit di Resort Onangan Nilo SPTN Wilayah II Baserah. Tanaman yang ditanam merupakan jenis gaharu, rambutan, cempedak dan matoa dengan total jumlah sebanyak 200 batang. Tim juga melakukan sosialisasi kegiatan penanaman dengan Ketua RW (Boymin) yang tinggal di Kuala Renangan. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan lancar tanpa hambatan berarti. Petugas berharap kegiatan yang dilaksanakan dapat menjadi acuan dalam penyusunan rencana dan program kerja yang baik dan tepat sasaran. Sumber : Balai TN Tesso Nilo
Baca Artikel

Peringati HUT PGRI, Bupati Pelalawan dan Rombongan PGRI Provinsi Riau Berkunjung Ke Balai TN Tesso Nilo

Lubuk Kembang Bunga, 30 November 2021 – Balai Taman Nasional Tesso Nilo mendapatkan kunjungan dari Bupati Pelalawan beserta Rombongan (Persatuan Guru Republik Indonesia) PGRI Provinsi Riau (26/11/2021). Kunjungan ini merupakan rangkaian acara dalam rangka memperingati HUT PGRI yang diperingati tanggal 25 November setiap tahunnya. Selain Bupati Pelalawan dan Rombongan PGRI Riau, kunjungan ini juga dihadiri oleh anggota DPRD Pelalawan dan Kapolsek Ukui beserta Jajarannya. Rangkaian kegiatan dimulai dari pengalungan kalung bunga kepada Bupati Pelalawan dan Ketua PGRI Propinsi Riau oleh gajah jinak flying squad TN Tesso Nilo. Setelah itu dilanjutkan pemberian makan kepada gajah oleh Bupati Pelalawan dan Ketua PGRI Propinsi Riau. Di sela kegiatan kunjungan, terdapat sesi edukasi gajah yang disampaikan oleh Mahout (pawang) Flying Squad Taman Nasional Tesso Nilo kepada seluruh peserta yang hadir. Dalam penyampaiannya, mahout memperkenalkan kegiatan sehari-hari gajah jinak flying squad TN Tesso Nilo seperti cara makan, mandi serta latihan rutin. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian Bupati Pelalawan dan Guru kepada satwa prioritas TN Tesso Nilo yaitu gajah sumatera. Dari kegiatan kunjungan ini, diharapkan para guru dapat menjadi perpanjangan tangan segenap tim Balai TN Tesso Nilo kepada generasi penerus mengenai penting nya menjaga dan melestarikan lingkungan untuk keberlangsungan seluruh makhluk hidup yang ada di bumi. Sumber : Balai TN Tesso Nilo
Baca Artikel

Edukasi Konservasi, BBKSDA Sulsel Gelar Street Campaign

Makassar, 29 November 2021. Bersinergi dengan Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Karhutla Wilayah Sulawesi serta Balai Perbenihan Tanaman Hutan Wilayah II, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan (BBKSDA Sulsel) kembali melaksanakan kegiatan Street Campaign penyadartahuan konservasi, karhutla dan adaptasi perubahan iklim bertempat di GOR Sudiang, Kota Makassar pada hari Sabtu (27/11). Kegiatan ini diikuti masyarakat yang sedang berolahraga di kawasan tersebut, termasuk pelajar dan mahasiswa. Bagi BBKSDA Sulsel kegiatan ini sebagai bentuk pelaksanaan tugas dan fungsi terkait dengan pengembangan bina cinta alam serta penyuluhan konservasi sumberdaya alam dan ekosistemnya, melalui penyadartahuan tentang jenis-jenis tumbuhan dan satwa Liar yang dilindungi sesuai Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/12/2018 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.20/Menlhk/Setjen/Kum.1/6/2018 Tentang Jenis Tumbuhan Dan Satwa Yang Dilindungi. . Sedangkan bagi Balai PPIKHL Wilayah Sulawesi, kegiatan ini sebagai pelaksanaan kegiatan penyadartahuan pengendalian kebakaran hutan dan lahan bagi masyarakat umum. Selama kegiatan, pembagian bibit dan merchandise menjadi magnet yang menarik antusiasme pengunjung. Proses interaksi langsung dan pendekatan melalui street campaign ini diharapkan dapat membawa pesan dan semangat konservasi serta kesadaran untuk pengendalian karhutla dan perubahan iklim kepada beragam lapisan masyarakat. Masih di hari yang sama, bergeser lokasi ke Desa Nelayan Untia Kota Makassar, agenda kampanye penyadartahuan dilanjutkan dalam rangka Hari Menanam Pohon Indonesia yang diperingati setiap tanggal 28 November. Momentum ini dimanfaatkan untuk mengajak KTH Mangrove, kader konservasi, Kelompok Pecinta Alam, dan masyarakat lainnya agar memiliki budaya menanam & memelihara pohon serta lebih peduli terhadap pentingnya fungsi pohon dan hutan dalam menopang kehidupan manusia maupun satwa liar yang hidup di dalamnya. Kegiatan kampanye penyadartahuan di Desa Nelayan Untia terlaksana atas kerjasama Pemprov Sulawesi Selatan, Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Sulsel, dan Harapan Pelestari Hutan Andalan (HPHA) Sulsel. Metode penyampaian informasi kepada publik melalui kampanye penyadartahuan pada kedua kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya peningkatan kepedulian masyarakat dalam berperan serta melestarikan hutan dan seisinya. Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Penanggung Jawab Berita: Eko Yuwono Call Center BBKSDA Sulawesi Selatan : 08114600883
Baca Artikel

Penyadartahuan Masyarakat Labuhanbatu Utara Tentang TSL

Labuhanbatu Utara, 29 Nopember 2021. Kabupaten Labuhanbatu Utara termasuk salah satu kabupaten di Provinsi Sumatera Utara yang rawan konflik manusia dengan satwa liar. Tercatat sedikitnya 4 peristiwa konflik yang telah terjadi sepanjang tahun 2021, diantaranya : konflik warga dengan satwa Buaya Muara di Dusun Kilang Samin, Desa Sialang Taji, Kecamatan Kualuh Selatan pada bulan Juni yang memakan korban tewasnya seorang warga. Kemudian pada 16 September, masyarakat Kelurahan Bandar Durian, Kecamatan Aek Natas menangkap 1 (satu) individu Buaya Muara dan menyerahkannya kepada petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah III Kisaran pada Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar. Dilanjutkan pada akhir Oktober, di Dusun Simardum Indah, Desa Terang Bulan, Kecamatan Aek Natas, hewan ternak peliharaan warga diserang oleh satwa yang diduga kuat adalah Harimau Sumatera. Dan terakhir, peristiwa yang sempat viral di media sosial, di bulan Nopember, saat beberapa orang anak melepasliarkan kembali 1 (satu) individu Buaya Senyulong yang memasuki perkampungan warga di Dusun III Parit Minyak Desa Aek Korsik, Kecamatan Kuo. Disamping peristiwa konflik warga dengan satwa liar, yang juga menjadi catatan penting adalah permasalahan perburuan dan perdagangan satwa liar termasuk jenis yang dilindungi, disinyalir juga terjadi di Kabupaten Labuhanbatu Utara. Akumulasi berbagai permasalahan menyangkut satwa liar ini menjadi dasar pertimbangan bagi Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Seksi Konservasi Wilayah III Kisaran pada Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar untuk melakukan kegiatan Penyadartahuan (Sosialisasi) Peraturan Perundang-undangan Terkait Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) di Desa Siamporik, Kecamatan Kualuh Selatan, Labuhanbatu Utara, pada Kamis 25 November 2021. Kegiatan penyadartahuan (sosialisasi) ini diikuti 20 orang peserta, terdiri dari Sekretaris Camat Kualuh Selatan, Kepala Desa/Dusun yang ada di Kecamatan Kualuh Selatan (Desa Siamporik, Hasang, Bandar Lama dan Lobu Huala) dan kelompok tani binaan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Wilayah V Aek Kanopan. Bertindak sebagai narasumber masing-masing : Kepala Seksi Konservasi Wilayah III Kisaran Alfianto Luat Siregar, S.Hut., MT., M.PP., Kepala KPH V Aek Kanopan Ir. Ramlan Barus dan aktivis yang peduli dengan kehidupan satwa liar Harai S. Munthe. Narasumber memaparkan berbaga materi khususnya tentang satwa liar, yaitu jenis-jenis satwa liar yang dilindungi beserta dengan peraturan perundang-undangannya, arti penting satwa liar bagi ekosistem kehidupan, aturan hukum beserta sanksi terhadap pelanggaran perlindungan tumbuhan dan satwa liar termasuk perdagangan illegal serta penanganan konflik manusia dengan satwa liar. Melalui penyadartahuan (sosialisasi) ini diharapkan timbul pemahaman dan kesadaran dari peserta akan arti penting melindungi tumbuhan dan satwa liar, serta berperan aktif menyampaikan informasi kepada petugas Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui call center 085376699066 berkaitan dengan konflik warga dengan satwa liar maupun terkait dengan perbuatan tindak pidana terhadap tumbuhan dan satwa liar. Sumber : Lisbeth Manurung, S.Hut. - Penyuluh Kehutanan Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Pelatihan Videografi dan Fotografi di Kawasan TWA Sibolangit

Sibolangit, 29 November 2021. Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit yang dikelola oleh Balai Besar KSDA Sumatera Utara kembali menjadi tempat pelatihan kali ini praktek videografi dan fotografi petugas pengelola informasi media sosial lingkup Direktorat Jenderal Penegakkan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (PHLHK), Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Ditjen Gakkum) KLHK, Jumat (26/11). Kepala Seksi Evaluasi dan Pelaporan Setditjen Penegakkan Hukum LHK, Eko Novi, menyampaikan bahwa kegiatan ini untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia yang diikuti oleh 20 (duapuluh) orang pegawai lingkup Balai Pengamanan dan Penegakkan Hukum LHK Wilayah Sumatera, Kalimantan, Papua, Jawa Barat, Nusa Tenggara dan dari Setditjen Penegakan Hukum. Kawasan TWA Sibolangit dipilih sebagai lokasi pelatihan karena ketersediaan objek materi pelatihan dan kawasan ini dipandang memenuhi syarat serta kriteria yang ditetapkan oleh panitia. Peserta pelatihan didampingi Kepala Resort Cagar Alam/Taman Wisata Alam (CA/TWA) Sibolangit, Samuel Siahaan, SP. menjelajahi kawasan guna mengambil angle objek video maupun foto di sepanjang jalur interpretasi. Selain itu juga pengambilan angle di lokasi Pusat Penyelamatan Satwa (PPS), yang didampingi koordinator PPS Fatimah Sari, S.KH. Disamping pelatihan videografi dan fotografi, Ditjen Gakkum LHK juga melakukan pembuatan video Edukasi Hukum dengan tema Kejahatan Perdagangan Satwa Dilindungi, dari tanggal 25 s.d 26 November 2021, di tempat yang sama. Pembuatan video edukasi ini sesuai dengan surat Permohonan Izin Sekretaris Direktorat Jenderal Penegakkan Hukum LHK Nomor : S.777/Sek.10/Provc/HMS-3/II/2021 tanggal 17 November 2021. Dalam pembuatan video edukasi ini menggunakan satwa burung Rangkong beserta paruhnya serta kulit harimau dan macan sebagai alat peraga. Selain itu, visitor center TWA Sibolangit serta klinik PPS juga menjadi lokasi pendukung shoting. Ada 16 orang anggota tim Ditjen PHLHK yang terlibat langsung dalam pembuatan video, ditambah Kepala Resort CA./TWA. Sibolangit beserta staf dan Koordinator PPS serta perawat satwa. Kepala Seksi Evaluasi dan Pelaporan Setditjen Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Eko Novi, selaku pengarah menjelaskan bahwa inti dari video edukasi ini menceritakan permasalahan/kasus perdagangan satwa dilindungi melalui media social, dimana aktifitas ini diketahui oleh pihak Gakkum melalui Tim Cyber Patrol di Jakarta. Tindak lanjutnya Tim Gakkum melakukan tindakan menyergap dan menangkap pelaku beserta barang bukti serta membawanya ke kantor Ditjen Gakkum KLHK di Jakarta, dan sampai akhirnya pelaku dijatuhkan hukuman sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Kegiatan pembuatan video dengan menggunakan kawasan TWA Sibolangit sebagai objek bukanlah yang pertama kali. Ini membuktikan bahwa kawasan ini beserta dengan seluruh potensi yang ada di dalamnya benar-benar menjadi role model andalan dalam pengembangan pengelolaan Edukasi dan Konservasi Lingkungan (Ekoling) di Sumatera Utara. Sumber : Samuel Siahaan, SP. - PEH Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Tingkatkan Kapasitas SDM Dalkarhutla, Balai Besar TaNa Bentarum Gelar Penyegaran Manggala Agni Brigdalkarhut

Semitau, 28 November 2021. Mengoptimalkan pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla), diperlukan Sumber Daya Manusia (SDM) yang profesional yang dilengkapi dengan peraturan, pedoman, standar dan prosedur baku sebagai landasan kerja. Untuk menjadikan SDM yang berkualitas dan profesional, Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) menyelenggarakan Penyegaran Manggala Agni Brigdalkarhut selama 3 (tiga) hari terhitung mulai tanggal 23 s/d 25 November 2021 di Hotel Natuna Palm Beach Pasir Panjang Pak Lotay Singkawang, yang diikuti o40 (empat puluh) personil Manggala Agni Brigdalkarhut TaNa Bentarum. Penyegaran ini dibuka oleh Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah VI Semitau Lulu Sutrisno, S.Hut, M.I.L. yang menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kemampuan dan keterampilan setiap anggota Manggala Agni Brigdalkarhut TaNa Bentarum sehingga dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam upaya pengendalian karhutla, tuturnya. Ade Arief, S.Hut selaku Kepala Bridgalkarhut menuturkan kegiatan penyegaran Manggala Agni Brigdalkarhut meliputi materi kelas, praktek dan simulasi serta Outbound dan Ice Breaking. Materi-materi yang disampaikan antara lain Strategi Pengendalian Karhutla dan Tata Hubungan Kerja, Teknik Pencegahan Karhutla Partisipatif, Water Rescue, dan Medical First Responder. Selain materi kelas, peserta diberikan praktek lapang dan simulasi mengenai Water Rescue dan Medical First Responder. Narasumber dalam kegiatan ini berasal dari Balai Pengendalian Perubahan Iklim Wilayah Kalimantan dan Badan Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) – KPP. Selain itu, untuk meningkatkan kerjasama, kekompakan serta untuk menumbuhkan jiwa kepemimpinan, dilakukan Outbound yang meliputi lomba ketangkasan regu dalam sirkuit halang rintang, kemudian dilanjutkan dengan permainan memindahkan botol air dari 1 tempat ke tempat lainnya maupun memindahkan tepung dari gelas satu ke gelas lainnya sampai dengan titik yang sudah ditentukan. Serta dilakukan juga Ice Breaking untuk meningkatkan loyalitas dan kekompakan tim. Junaidi, S.Hut, M.Si selaku Kepala Bidang PTN Wilayah I Mataso mengungkapkan kegiatan penyegaran ini dimaksudkan untuk meningkatkan semangat kerja dan kekompakan dalam menjalankan perannya sebagai Brigade Pengendalian Karhutla sehingga dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pegendalian karhutla. Dengan kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan dan keterampilan setiap personil Manggala Agni Brigdalkarhut TaNa Bentarum sehingga menjadi Brigade Pengendalian Karhut yang tangguh dan profesional. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum

Menampilkan 1.905–1.920 dari 2.305 publikasi