Selasa, 22 Sep 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Membangun Komitmen Pemdes dan Warga Negeri Dolok Melalui Kesepakatan Konservasi

Negeri Dolok, 6 Juli 2022. Rangkaian road to HKAN 2022, Balai Besar KSDA Sumatera Utara kembali melakukan giat kesepakatan konservasi. Kali ini melalui Bidang KSDA Wilayah II Pematangsiantar telah dilaksanakan penandatanganan Kesepakatan Konservasi bersama Plt. Kepala Nagori Negeri Dolok, Kecamatan Panribuan, Kabupaten Simalungun serta Kelompok Tani Pamatang Tani I, pada Jumat 1 Juli 2022, di kantor Nagori Negeri Dolok. Kesepakatan konservasi pada intinya merupakan bentuk pengakuan dari pemerintahan desa dan masyarakat akan keberadaan kawasan konservasi serta komitmen untuk menjaga dan merawat kawasan tersebut agar tetap lestari melalui dukungan terhadap kegiatan pengembangan ekonomi masyarakat. Adapun bentuk kegiatan ini berupa fasilitasi usaha ekonomi produktif kelompok masyarakat di sekitar kawasan konservasi Cagar Alam (CA) Batu Gajah. Bantuan diberikan berupa uang tunai untuk pengadaan peralatan pertanian masyarakat guna mendukung usaha dalam peningkatan perekonomian warga. Keberadaan kawasan konservasi CA Batu Gajah yang secara administartif pemerintahan berada di Dusun Pematang, Desa Negeri Dolok, Kecamatan Panribuan, Kabupaten Simalungun, dengan luasnya 0,80 ha., sangat penting artinya mengingat di dalam kawasan ini terdapat batu-batuan peninggalan sejarah, yang berbentuk khas dan merupakan situs megalitik, berupa relief dan patung gajah, relief cecak, patung ular, patung harimau, patung kerbau dan relief kepala kerbau . Dengan adanya kemitraan konservasi ini diharapkan bukan hanya untuk peningkatan usaha ekonomi masyarakat, tetapi juga kepedulian warga untuk tetap menjaga dan merawat kelestarian situs sejarah yang ada di kawasan CA. Batu Gajah. Sumber : Yustiil Fazri – Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Kajian Teknis Pembentukan Taman Nasional Gunung Latimojong

Enrekang, Juni 2022. “Desk Study Pembentukan TN Gunung Latimojong dilakukan dengan Kajian teknis/ biofisik difokuskan pada identifikasi keunggulan komparatif dan nilai penting kawasan, Kajian Sosial dan Budaya dan Kajian Hukum sebagai pertimbangan pengusulan Hutan Lindung dan Hutan Produksi yang berada di 6 Kabupaten Kabupaten Enrekang, Kabupaten Luwu, Kabupaten Tana Toraja, Kabupaten Toraja Utara, Kabupaten Sidrap dan Kabupaten Wajo menjadi Taman Nasional, “ ungkap Direktur Perencanaan Kawasan Konservasi (RenKK), Ahmad Munawir, pada acara Rapat Pra Pemaparan Konservasi Gunung Latimojong menjadi Taman Nasional (TN) tanggal 27 Mei 2022 di Pendopo Baruga Rumah Jabatan Bupati Enrekang, Provinsi Sulawesi Selatan. Ahmad Munawir menambahkan dalam pemaparannya bahwa berdasarkan kajian lokasi usulan merupakan daerah tangkapan air (pegunungan) dengan topografi berat dan resiko kerawanan bencana tinggi dan memilik potensi satwa Liar seperti malillin (Anoa), Ayam hutan, Rangkong, Tarsius, Rusa. Berdasarkan kajian sosial budaya ekonomi Lokasi calon TN Gunung Latimojong dikelilingi oleh 138 Desa pada 6 Kabupaten, Kebudayaan Massenrempulu yang berada diantara kebudayaan Bugis, Mandar dan Tana Toraja, Sektor pertanian memegang peranan penting dalam perekonomian di wilayah. Berdasarkan kajian hukum, Pembentukan TN Gunung Latimojong dari perubahan fungsi HL/HP/HPT sangat mungkin untuk dilaksanakan, dengan catatan usulan harus disampaikan Gubernur Sulawesi Selatan kepada Menteri dengan rekomendasi dari 6 Bupati (Bupati Enrekang, Bupati Luwu, Bupati Tana Toraja, Bupati Toraja Utara, Bupati Sidrap dan Bupati Wajo. Mekanisme pembentukan Taman Nasional dapat dilaksanakan melalui beberapa alternatif mekanisme diantaranya Perubahan fungsi/ penunjukan kawasan hutan provinsi dalam RTRW atau Penunjukan parsial kawasan Taman Nasional dari Tanah Milik/ APL atau Pembentukan kawasan Taman Nasional secara parsial Perubahan fungsi parsial kawasan hutan (HP/ HL) Harapannya usulan Perubahan Fungsi Kompleks Hutan Gunung Latimojong Menjadi Taman Nasional agar kawasan Pegunungan Latimojong tetap lestari dan dapat berfungsi sebagai ekoswisata dapat terwujud. Kegiatan turut dihadiri antara lain, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemda Kabupaten Enrekang, Sekretaris Daerah Kabupaten Enrekang, Direktur Perencanaan Kawasan Konservasi Ditjen KSDAE, Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, Pusat Pembangunan Ekoregion Sulawesi Maluku, Fauna Flora International Project Sulsel, KPH Mata Allo, Kepala Bappeda, Kepala Dinas Lingkungan, dan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan.dan stakeholder/OPD terkait. Sumber : Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Solusi Bersama Atasi Permasalahan di Kawasan BKSDA Sumbar

Padang, 5 Juli 2022. Komisi II DPRD Provinsi Riau melakukan kunjungan kerja ke Kantor Resort Marapi Singgalang Tandikat Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat (BKSDA Sumbar), Selasa (5/6). Kunjungan kerja ini bertujuan untuk mendapatkan informasi terkait pengelolaan kawasan konservasi, kebijakan konservasi, pengamanan, perlindungan dan pemanfaatan kawasan, serta tumbuhan dan satwa di BKSDA Sumbar. Tingginya kerusakan kawasan hutan di Provinsi Riau menjadi perhatian bagi Komisi II DPRD Provinsi Riau untuk dapat menekan lajunya kerusakan kawasan hutan dan lahan. Oleh karena itu Komisi II DPRD Provinsi Riau mencoba mencarikan solusi salah satunya dengan cara belajar dan mendapatkan informasi bagaimana cara penyelesaian permasalahan kawasan di BKSDA Sumbar. Kepala Balai KSDA Sumatera Barat Ardi Andono, S.TP, M.Sc menyampaikan bahwa konsep pengelolaan kawasan yang digunakan oleh BKSDA Sumbar yaitu pendekatan berbasis tiga pilar ( adat, agama, pemerintah ). Tiga pilar ini merupakan model pengelolaan kawasan konservasi yang memadukan kekuasaan dengan pendekatan berbasiskan lembaga agama dan lembaga adat setempat. Dengan menggunankan tiga pilar ini maka permasalahan kawasan dapat berkurang dan teratasi. Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Eka Dhamayanti, S.Hut, MT menambahkan bahwa salah satu solusi yang dilakukan dalam mengatasi permasalahan kawasan yaitu berkolaborasi dengan masyarakat sekitar kawasan melalui pengelolaan hutan bersama dan kemitraan konservasi. Selain itu adanya kegiatan pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan juga menjadi salah satu cara dalam penyelesaian masalah kawasan. Program saat ini yang dikembangkan oleh Balai KSDA Sumbar adalah Nagari Ramah Harimau dengan patroli anak nagari (Pagari) nya, Nagari Taxus dimana Nagari Pandai Sikek diberikan ijin penangkaran dan ijin edar untuk Taxus sumatrana, serta pendekatan penyelesaian TWA Mega Mendung. Program ini merupakan langkah yang dilakukan untuk membangun komunikasi dengan masyarakat sekitar kawasan konservasi dan menjadi salah satu cara untuk merangkul masyarakat menjadi bagian dari kita untuk ikut serta menjaga kawasan konservasi. Komisi II DPRD Provinsi Riau menyampaikan terimakasih kepada Balai KSDA Sumbar yang telah memberikan masukan dan kiat-kiat dalam penyelesaian masalah di kawasan. Semoga solusi yang telah diberikan dapat diadopsi untuk penyelesaian permasalahan kawasan di Provinsi Riau. Sumber : Balai KSDA Sumatera Barat
Baca Artikel

Pelepasliaran Sumber Daya Perikanan di Wilayah Perairan Pulau Abang, Kota Batam

Batam, 05 Juli 2022 - Tim Balai Besar KSDA Riau, Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Batam (instagram :@twa.mukakuning) melakukan kegiatan pelepasliaran sumber daya perikanan di wilayah perairan Pulau Abang, Kecamatan Galang Barelang, Kota Batam (01/07). Tim gabungan yang terdiri dari Pelaksana Koordinasi Pengawasan Data dan Kordinasi Karantina Batam, Inspektur Mutu Karantina Batam, Kanit Gakkum Satpolairud Polresta Barelang, Kanit Patroli Satpolairud Polresta Barelang, Kantor Stasiun Karantina Batam dan Balai Perikanan Budidaya Laut Batam bersama-sama melakukan pelepasliaran Ikan hias, Soft Coral, Hard Coral dan Blangkas serta melakukan pencacahan dan pengenalan jenis dan pengambilan sampel barang bukti yang dituangkan dalam Berita Acara. Semoga dengan adanya kegiatan ini dapat menjaga ekosistem bawah laut dan melestarikan alam dengan baik di wilayah Kota Batam Kepulauan Riau ya sob. #bersamakitabisa #karenakonservasitakmungkinsendiri Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Direktorat RenKK Bahas Penanggulangan Tanah Tekontaminasi di Tahura Sutan Syarif Hasyim

Jakarta, Juni 2022. Rencananya seluas 814 Ha penanggulangan tanah terkontaminasi minyak dan pemulihan fungsi lingkungan hidup di Tahura Sutan Syarif Hasyim akan menjadi bagian dari ruang lingkup kerja sama pembangunan strategis dan merupakan salah satu hasil rapat Pembahasan Rencana Kerjasama antara Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Riau dengan PT. Pertamina Hulu Rokan di kawasan Tahura Sultan Syarif Hasyim. Kegiatan ini diadakan oleh Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi (RenKK) pada tanggal 2 Juni 2022 di hotel Pullman. Adapun beberapa kegiatan yang akan dilaksanakan meliputi pengolahan tanah terkontaminasi minyak secara onsite bioremediasi, pengolahan tanah terkontaminasi minyak secara onsite fitoremediasi, pendataan flora dan fauna minas Tahura, pengolahan tanah terkontaminasi minyak di fasilitas soil bioremediation facility; penanganan air pada lokasi pemulihan dan pemantauan pasca pemulihan. Dalam rapat juga dibahas beberapa topik diantaranya mekanisme perjanjian kerja sama, kegiatan riset dan deliniasi tambahan tahap pendahuluan, tindak lanjut yang akan dilakukan oleh Direktorat Jenderal KSDAE, PT. Pertamina Hulu Rokan serta para pihak terkait yang akan bekerja sama secara pararel, semoga dapat cepat terlaksana. Sumber : Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Patroli Pencegahan Kebakaran Hutan di SM Giam Siak Kecil

Pekanbaru, 05 Juli 2022 - Resort Duri melakukan patroli pencegahan kebakaran hutan di SM. Giam Siak Kecil, Desa Tasik Serai, Kec. Talang Muandau, Kab. Bengkalis. Kegiatan patroli dilaksanakan selama 2 hari pada tanggal 28-29 Juni 2022. Patroli dilakukan dari pagi hingga petang, saat cuaca cerah hingga turun hujan. Kondisi cuaca yang tidak menentu, tidak membuat para petugas lapangan merasa patah arang. Pengamanan kawasan tetap dilakukan sebagai tugas yang harus ditunaikan. Para petugas menyusuri hutan alam, semak belukar, kanal, dan perkebunan warga di Dusun Sei Geronggang, Desa Tasik Serai dan di RT. Dinamit Km 33 Desa Tasik Serai. Tim melakukan pemasangan spanduk larangan membakar hutan/lahan di sekitar kawasan Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil, rambu-rambu kawasan di batas-batas kawasan dengan perkebunan warga dan bersosialisasi mengingatkan warga agar selalu waspada dan berhati hati tidak melakukan hal yang memicu potensi terjadinya kebakaran lahan serta tidak boleh melakukan pemasangan jerat dengan alasan apapun. Untuk saat ini kondisi SM Giam Siak Kecil masih aman dari ancaman kebakaran karena tinggi muka air dan debit air kanal masih cukup dan beberapa lokasi masih terendam air. Salam konservasi???????? #bersamakitabisa #karenakonservasitakmungkinsendiri Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Buku Catatan Anggrek Lembah Moy dan Galeri Anggrek Papua Desa Binaan Dambu Kahbrai

Bogor, 4 Juli 2022. Tim Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi berkunjung ke Galeri Anggrek Papua Desa Binaan Dambu Kahbrai di Kampung Dosai, Distrik Sentani Barat Kabupaten Jayapura, Kamis (16/06/2022). Kunjungan tersebut didampingi Zsa Zsa Fairuztania, Penyuluh Kehutanan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua. Zsa Zsa sendiri merupakan Penyuluh berprestasi yang menyusun Buku Catatan Anggrek Lembah Moy yang berisi berbagai jenis anggrek hasil budidaya masyarakat desa binaan wilayah kerja Resort Moy sekitar daerah penyangga Cagar Alam (CA) Cycloop, BBKSDA Papua. Saat ini Zsa Zsa juga merupakan pendamping Desa Binaan Dambu Kahbrai, desa penyangga kawasan Cagar Alam Cycloop, yang memilik kelompok pemberdayaan masyarakat Budidaya Anggrek Dambu Kahbrai. Buku ini sangat berguna bagi Balai Besar KSDA Papua dalam pengelolaan keanekaragaman hayati berbagai jenis anggrek di wilayah resort Moy dan bermanfaat bagi petani budidaya anggrek untuk mengenal dan memasarkan produk anggrek yang telah dibudidayakan. Buku karya Zsa Zsa bukti bahwa BBKSDA Papua telah melakukan inventarisasi keanekaragaman hayati di sekitar wilayah KSDA resort Moy, dan dapat juga dijadikan pedoman identifikasi jenis jenis anggrek yang berada di sekitar dan di kawasan Cagar Alam Cyclop bagi yang membacanya. Semoga sosok Zsa Zsa menginspirasi lainnya yang terus bersemangat menghasilkan karya dan karsa di bidang konservasi sehingga memperkuat pengelolaan kawasan konservasi ke depannya. Sumber : Nurman Hakim dan Mugiharto HP. - Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Melihat Anggrek di TWA Teluk Lasolo

Bogor, 4 Juli 2022. Tim Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi berkesempatan melihat habitat anggrek Anggrek Vandopsis lissochiloides (Gaudich.) Pfitzer dalam rangka rangkaian kegiatan bimbingan teknis Invetarisasi Kehati pada tanggal Kamis, (21/6/2022) yang didampingi Kepala Seksi Konservasi Wilayah II Kolaka – Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Tenggara (BKSDA Sultra) dan tim teknisnya. Anggrek dengan kelopak bunga berwarna kuning bertotol merah yang masuk dalam Keluarga Orchidaceae Suku Vandeae ini tumbuh di bukit karang bebatuan, dijumpai saat mengunjungi lokasi Taman Wisata Alam (TWA) Teluk Lasolo. Inventarisasi Kehati merupakan kegiatan yang sangat penting untuk dilaksanakan dalam rangka mengetahui potensi keanekaragaman hayati yang terkandung di kawasan konservasi. Inventarisasi keanekaragaman hayati, merupakan salah satu strategi upaya peningkatan pengelolaan hutan konservasi dan upaya konservasi keanekaragaman hayati, spesies dan genetik. Dalam bimbingan teknis Invetarisasi Kehati ini, tim Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi menyampaikan informasi panduan dan arahan dalam melaksanakan kegiatan inventarisasi dan verifikasi keanekaragaman hayati tinggi di kawasan konservasi dengan metode yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah mulai dari tingkat tapak (Unit Pelaksana Teknis/Daerah) hingga tingkat nasional sehingga dapat menyajikan data dan informasi kawasan konservasi yang masih memiliki nilai keanekaragaman hayati tinggi dalam suatu sistem database yang baik. Dengan adanya panduan ini , semoga data Vandopsis lissochiloides (Gaudich) yang tumbuh di TWA Teluk Lasolo ini terkumpul dan tersusun menjadi strategi upaya peningkatan pengelolaan dan upaya konservasinya. Sumber : Mugiharto HP - Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Panduan Inventarisasi Keanekaragaman Hayati

Bogor, 4 Juli 2022. Kegiatan inventarisasi keanekaragaman hayati yang dilaksanakan oleh UPT/UPTD tentunya membutuhkan panduan sehingga pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan baik, terarah dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan akuntabel. Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi mensosialisasikan panduan inventarisasi dan verifikasi keanekaragaman hayati tinggi, untuk memberikan arahan bagi UPT/UPTD bagaimana menentukan ruang lingkup, sasaran dan menyusun alur proses kegiatan inventarisasi hingga pelaporan dan penyusunan peta tematiknya. Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Invetarisasi Inventarisasi dan Verifikasi Keanekaragaman Hayati Tinggi dilakukan di ruang Aula Rapat Kantor Balai Taman Nasional (TN) Alas Purwo tangal 8 Juni 2022 silam dengan peserta dari Balai TN Alas Purwo , Balai TN Meru Betiri , Balai TN Baluran dan Balai TN Bali Barat. Pada tanggal 8 Juni 2022 , bertempat Harapannya dengan tersosialisasikanya panduan inventarisasi dan verifikasi keanekaragaman hayati tinggi, kualitas dan kemampuan SDM di UPT dapat meningkat dalam pengelolaan kawasan konservasi. Sumber : Taufik Syamsudi, Julianti Siregar dan Mugiharto HP - Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Balai TN Tesso Nili Giring 3 Tiga Gajah Kembali ke Kawasan

Pelalawan, 30 Juni 2022 – Tim Flying squad Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) lakukan kegiatan penyelesaian konflik gajah liar dan manusia di Desa Rantau Baru, Pelalawan, Kamis (30/6). Kegiatan ini dilakukan berdasarkan laporan masyarakat desa tersebut yang melihat beberapa ekor gajah liar memasuki pemukiman masyarakat. Dari informasi yang diterima, tim mahout flying squad TN Tesso Nilo bersama dengan tim dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau, Yayasan Taman Nasional Tesso Nilo (YTNTN), Aparat Desa dan masyarakat kemudian turun ke Desa untuk melakukan penggiringan gajah kembali ke dalam kawasan hutan. Jejak gajah liar ditemukan di lokasi dan diperkirakan masih baru. Tim lalu mengikuti jejak tersebut dan tidak lama tim mendengar suara-suara dari keberadaan gajah tersebut. Berdasarkan informasi, gajah liar yang ditemukan sebanyak 3 ekor dan diidentifikasi sebagai gajah jantan remaja. Tim juga sudah mengetahui posisi 3 ekor gajah liar tersebut dan akan melanjutkan penggiringan gajah pada keesokan hatinya dikarenakan hari sudah malam dan gajah sulit untuk digiring pada saat gelap. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Menambah Catatan Sejarah Penanganan Penggarapan di TNGGP

Bogor, 4 Juli 2022. Upaya penanganan penggarapan di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), khususnya Blok Cikereteg Resort Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Tapos, Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) telah menggelar Focuss Group Discussion (FGD) di Aula Desa Bojong Murni Kecamatan Ciawi Kabupaten Bogor, Rabu (29/6). Sebagai alternatif usaha pengganti penggarapan sawah pada kawasan, BBTNGGP sudah memiliki rencana program peningkatan pendapatan masyarakat dengan nilai ekonomi menjadi lebih baik dari hasil pertanian lahan basah sehingga aktivitas garapan dapat dihentikan melalui program budidaya ternak, budidaya lebah madu, jasa wisata, budidaya canar sedangkan pemerintah daerah setempat juga dapat mengalokasikan anggaran untuk program pemberdayaan bagi masyarakat penggarap. Camat Ciawi dalam sambutannya mengajak masyarakat penggarap untuk bersama-sama mengamankan kawasan hutan, juga bersiap-siap untuk menjalankan kegiatan pemberdayaan masyarakat bidang wisata karena kecamatan Ciawi merupakan lintasan tujuan wisata di wilayah Kabupaten Bogor, Camat Ciawi juga mengucapakan terima kasih kepada pihak TNGGP yang telah mengadakan sosialisasi kepada masyarakat dan rencana memberikan alternatif usaha berupa bantuan bibit ternak domba. Kepala Bidang PTN Wilayah III Bogor memberikan paparan terkait Kondisi Permasalahan Penggarapan di Blok Cikereteg dan dilanjutkan dengan dialog kelompok dengan topik “Pilihan Jalan Keluar” dipandu oleh fasilitator. Masyarakat sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Pada kegiatan FGD, masyarakat penggarap menyatakan bahwa pada dasarnya masyarakat penggarap mengakui bahwa lahan yang digarap merupakan bagian dari TNGGP. Masyarakat penggarap siap mendukung pengembalian kondisi wilayah agar sesuai fungsi Taman Nasional dengan skema pemberdayaan masyarakat. Acara ini dihadiri oleh elemen masyarakat seperti Pemerintah Kecamatan Ciawi, Kepolsian sektor Ciawi, Pemerintah Desa Bojong Murni, Fasilitator penenganan penggarapan kawasan konservasi, tokoh masyarakat Desa Bojong Murni dan penggarap Blok Cikereteg yang sudah diwadahi menjadi KTH Cikereteg Maju. Rumusan hasil kegiatan FGD Penanganan Penggarapan di kawasan Taman Nasional disepakati dan ditandatangani oleh para pihak yang mewakili yang hadir pada acara tersebut. Semoga kegiatan ini dapat menjadi salah satu upaya mengembalikan fungsi Taman Nasional dari kegiatan penggarapan, dengan ingin mewujudkan “Leweung hejo masyarakat ngejo”. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Teks: Ike Oktaviany, A.Md. Dok: Erwin Kusumah Nanjaya, S.Hut.
Baca Artikel

Hasil Kajian EKF SM Pulau Kaget

Bogor, 4 Juli 2022. Bekantan Nasalis larvatus, jenis monyet berhidung panjang dengan rambut berwarna coklat kemerahan dan merupakan satu dari dua spesies dalam genus Nasalis. Bekantan merupakan hewan endemik pulau Kalimantan yang tersebar di hutan bakau, rawa dan hutan pantai. Suaka Margasatwa (SM) Pulau Kaget merupakan salah satu habitat monyet berhidung panjang yang berada di Provinsi Kalimantan Selatan. Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi berkesempatan mengikuti rapat Pembahasan Hasil Kajian Tim Teknis Evaluasi Kesesuaian Fungsi (EKF) Suaka Margasatwa Pulau Kaget, Kamis (29/06/2022) yang diselenggarakan oleh Direktorat Pengelolaan Kawasan Konservasi secara Daring dan Luring. Diharapkan dengan pembahasan hasil kajian EKF SM Pulau Kaget ini memperoleh hasil rumusan yang terbaik dalam pengelolaan Kawasan SM Pulau Kaget kedepannya. Evaluasi Kesesuaian Fungsi Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam adalah serangkaian kegiatan untuk melakukan evaluasi terhadap kondisi kawasan untuk diketahui kesesuaiannya dengan kriteria kawasan dan tujuan pengelolaannya. Pelaksanaan evaluasi kesesuaian fungsi kawasan ditujukan untuk menetapkan tindak lanjut penyelenggaraan KSA dan KPA yang terdegradasi, baik dalam bentuk pemulihan maupun perubahan fungsi. Sumber : Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Permasalahan, Tantangan dan Solusi Perencanaan Kawasan Konservasi

Bogor, 4 Juli 2022. Sosialisasikan aturan dan teknis terkait Inventarisasi Potensi Kawasan, Penataan Kawasan dan Perencanaan Pengelolaan Kawasan serta Pemolaan Kawasan diperlukan untuk meningkatkan kualitas dan pengetahuan personil teknis. Kegiatan tersebut digelar tim Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi di kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat (BKSDA Sumbar) dengan peserta, Balai Besar Taman Nasional (BBTN) Kerinci Seblat, BTN Siberut dan UPTD Tahura Moh Hatta pada tanggal 14 Juni 2022 silam Acara diawali dengan tim Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi menjelaskan materi kepada peserta dalam kegiatan bimbingan teknis terkait penataan kawasan konservasi dan perencanan pengelolaan kawasan yang dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab. Pada pertemuan tersebut disampaikan permasalahan yang dihadapi UPT terkait kegiatan inventarisasi potensi kehati, pemolaan, penataan kawasan konservasi dan rencana pengelolaan kawasan konservasi. Sumber : Taufik Syamsudi, Ety Ambarwati dan Mugiharto HP - Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Implementasi Teknologi Kehati di IKN

Balikpapan, 22 Mei 2022. Direktur Perencanaan Kawasan Konservasi (RenKK), Ahmad Munawir menghadiri pertemuan para pakar dan akademisi untuk berdiskusi tentang Pembangunan Taman Wisata Mangrove dan Pembangunan Pusat Plasma Nutfah Indonesia di Ibu Kota Negara (IKN). Kegiatan ini dilaksanakan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam rangka rangkaian rencana pembangunan Sistem Artifial Inteligent Mangrove dan Pusat Sumber Genetik/Plasma Nutfah di IKN Provinsi KalimananTimur ini sekaligus memperingati Hari Keanekaragaman Hayati Internasional (International Day for Biological Diversity/IDB). Diskusi dipandu oleh Kepala Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) Hartono dan Penasihat Senior Menteri LHK Soeryo Adi Wibowo, serta dihadiri oleh pejabat lingkup KLHK, pakar, akademisi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, Universitas Gajah Mada, Institut Pertanian Bogor, Universitas Mulawarman,, Ketua Forum Pohon Langka Indonesia, dan praktisi kehutanan dan lingkungan, perikanan, kedokteran hewan, dan pertanian Pembangunan Pusat Plasma Nutfah Indonesia dan Taman Wisata Mangrove bertujuan untuk mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur menjadi smart forest city sekaligus ibu kota sebagai sumber kehidupan. Sekaligus menjadi center of excellence atas implementasi teknologi terhadap pengembangan plasma nutfah dan sebagai Pusat Data dan Informasi keanekaragaman sumber daya genetik di Indonesia yang berbasis network serta kolaborasi para pihak. Mengurangi dan mencegah dampak lingkungan dalam pembangunan IKN menjadi tujuan dari pembangunan taman wisata mangrove. Harapannya, memberikan fungsi konservasi atas keanekaragaman hayati, menjaga dan melindungi kota dari dampak abrasi, mendukung ekowisata berbasis komunitas lokal, sebagai penyerap karbon dan penghasil oksigen yang memberikan manfaat pada kualitas udara, air, dan suhu pada wilayah tersebut. Semoga rencana kedua pembangunan ini, Indonesia menjadi negara yang mengimplementasikan nature-based solution dan dapat menjadi contoh nyata (leading by example) di tingkat nasional maupun global dapat terwujud. Sumber : Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Pelatihan Budidaya Jamur Kelompok Tani Hutan Naborkat

Panyabungan, 30 Juni 2022 – Balai TN Batang Gadis memberikan Pelatihan budidaya jamur tiram Kelompok Tani Hutan (KTH) Naborkat di Aula Kecamatan Panyabungan Barat Kelurahan Longat. Kegiatan dilaksanakan selama 2 hari tepatnya pada tanggal 25-26 Juni 2022. Peserta pelatihan berjumlah 25 orang terdiri dari Bapak/Ibu dari kantor Kecamatan Panyabungan Barat, Kelurahan Longat, Desa Sirambas dan desa-desa lain di Kecamatan Panyabungan Barat. Pelatihan ini dibuka Langsung oleh Camat Panyabungan Barat Bapak Raja Hidayat Lubis dan dihadiri oleh Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah I Siabu serta Sekretaris Lurah Longat. Kegiatan pelatihan yang berlangsung selama dua hari ini mengundang narasumber salah satu pelaku usaha Jamur Tiram di Panyabungan, Bapak Timbul Rahayu. Diharapkan dari kegiatan ini peserta pelatihan dapat mengaplikasikan dan menjadikan budidaya jamur sebagai peluang usaha yang dapat meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya KTH Naborkat. Sumber : Balai TN Batang Gadis
Baca Artikel

Pemeliharaan Rusa Sambar, BKSDA Kalsel Bina Pengelola Satwa Dilindungi

Tanjung, 17 Juni 2022 – Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) Dr.Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc di dampingi Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Pelaihari Mirta Sari, S.Hut, M.P dan Kepala Resort Banua Anam Suhindra Wijaya, S.H melakukan kunjungan kerja dalam rangka pembinaan pengelola satwa dilindungi ke PT. Pertamina Ep Asset 5 Tanjung Field. Pada saat kunjungan kerja tersebut disambut langsung oleh Manager Area PT. Pertamina Ep Asset 5 Tanjung Field Bapak Sigit Setiawan, Koordinator Divisi HSSE Bapak Supriyadi dan bagian Enviroment Bapak Ricky Gunawan. Kunjungan kerja tersebut dalam rangka tindaklanjut rencana kerjasama antara BKSDA Kalsel dengan PT. Pertamina Ep Asset 5 Tanjung Field terkait pemeliharaan Rusa Sambar dan keanekaragaman Hayati. Kepala Balai Dr. Mahrus sangat mengapresiasi niat baik dari PT. Pertamina Ep Asset 5 Tanjung Field untuk berperan aktif dalam upaya konservasi satwa dilindungi jenis Rusa Sambar dan pengembangan Flora asli Kalimantan. “Melalui sarana PKS penguatan fungsi PT. Pertamina EPAsset 5 Tanjung, turut berperan serta dalam upaya pelestarian dan penyadartahuan satwa yang dilindungi , Semoga dengan peranserta PT Pertamina Ep Asset 5 Tanjung, juga akan menumbuhkan kesadaran pihak lainnya tentang pentingnya menjaga kelestarian Flora dan Fauna ” Tambah Mahrus. (ryn) Sumber : Suhindra Wijaya, S.H - Polhut SKW I Balai KSDA Kalimantan Selatan

Menampilkan 1.889–1.904 dari 2.612 publikasi