Selasa, 22 Sep 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Penanganan Konflik Gajah Sumatera di Kecamatan Langgam

Pekanbaru, 12 Juli 2022 - Tim Balai Besar KSDA Riau dari Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I, melakukan mitigasi konflik satwa liar Gajah Sumatera di Kelurahan Langgam, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan yang dilaksanakan pada hari Senin s.d. Kamis (4-7 Juli 2022).. Tim berkoordinasi dengan pelapor selaku Ketua RT 1 Kelurahan Langgam dan selanjutnya bersama masyarakat, bergegas menuju lokasi konflik menggunakan transportasi air tradisional, pompong. Dilakukan upaya blokade di ladang sawit agar gajah tidak masuk kebun hingga fajar menjelang. Tim bersama masyarakat menelusuri jejak gajah liar akan tetapi belum berhasil menemukan gajah tersebut. Jejak lama dan jejak baru telah bercampur, sehingga disepakati akan ditunggu hingga malam dimana diharapkan gajah akan keluar. Malam harinya, terdengar suara gajah mendekat ke ladang sawit masyarakat. Tampak gajah liar berjumlah tiga ekor (2 ekor gajah betina dewasa dan 1 ekor berjenis kelamin jantan). Tim bersama masyarakat saling membantu melakukan penghalauan gajah liar hingga malam. Tim menjelaskan kepada masyarakat tentang penanggulangan konflik gajah, dimana satwa melintas pada wilayah jelajahnya yang saat ini telah menjadi perkebunan namun pemilik kebun keberatan gajah melintasinya sehingga menginginkan satwa tersebut dapat dievakuasi ke tempat lain. Perlu penanganan dan koordinasi dari berbagai pihak untuk penyelesaian masalah ini hingga manusia dan gajah bisa hidup berdampingan tanpa merugikan satu sama lain. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Aktivitas Patroli Pencegahan Kebakaran Hutan di TWA Sungai Dumai

Pekanbaru, 12 Juli 2022 - Tim Seksi Konservasi Wilayah (SKW) IV Dumai melakukan patroli pencegahan kebakaran hutan dan pengamanan kawasan ke wilayah Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur dan Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai pada tanggal 27-29 Juni 2022. Kegiatan patroli dilakukan pada lokasi yang rawan akan kebakaran dan berhasil menemukan aktivitas alat berat berupa 1 unit ekskavator yang sedang bekerja melakukan steking/pembersihan lahan kanal. Tim segera menghentikan aktivitas tersebut dan meminta alat berat untuk segera keluar dari dalam kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sungai Dumai. Tak lupa, operator alat berat tersebut diberikan surat peringatan dan pernyataan setelah memberikan data dan keterangan. Selanjutnya tim menuju Jalan Cik Mamat dan Batu alam Kelurahan Mundam untuk melakukan pemantauan lokasi bekas terbakar. Sesampainya di lokasi, tampak debit air masih tinggi dan tidak terdapat aktifitas masyarakat yang melakukan pembukaan lahan. Aktivitas patroli berlanjut ke Kelurahan Bukit Timah di Jalan Abdul Rabkhan Pomproy. Tim mengecek lokasi perambahan yang sering menjadi penyebab terjadinya kebakaran, syukurlah dilokasi tidak dijumpai masyarakat yang melakukan pembukaan lahan ataupun berladang. Namun, dijumpai patok kawasan yang sudah dicabut oleh perambah dengan kode No : HW 51. Tim segera melakukan perbaikan dan pemasangan kembali dikedudukannya semula serta memasang papan informasi kawasan TWA sungai Dumai. Saat dilakukan pengecekan debit air di lokasi tersebut, debit air masih tinggi dan aman dari kebakaran. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Bersama Multi Stakeholder Identifikasi Keberadaan Gajah Liar

Pekanbaru, 11 Juli 2022 - Sejak akhir Juni 2022, Resort Siak Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melakukan mitigasi satwa liar gajah sumatera di Desa Buantan Besar, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak. Aksi ini berawal dari informasi Babinkamtibmas Buantan Besar terkait kemunculan gajah sumatera di kebun sawit milik warga bernama Suhardianto. Informasi yang dihimpun Tim bersama Babinkamtibmas Buantan Besar, Karyawan PT. TKWL dan masyarakat saat turun ke lokasi, didapat bahwa jumlah gajah adalah 2 ekor. Dan tim berhasil mengidentifikasi hasil perjumpaan jejak kaki, kotoran yang masih basah dan sawit yang dimakan. Bersama karyawan PT. TKWL, dilakukan pemantauan udara menggunakan drone dan diketahui keberadaan satwa untuk beberapa saat berada di hutan. Diduga kuat gajah kembali ke arah timur areal yang berhutan (areal lindung PT. BKM). Untuk saat ini, Tim meminta masyarakat kembali menginformasikan jika satwa masuk ke perkebunan millik masyarakat untuk bersama - sama melakukan penggiringan ke luar dari kebun. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Penyerahan 2 Ekor Satwa Liar Ular Sanca Kembang dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Ambon

Ambon, 11 Juli 2022 – Dalam kurun waktu 1 minggu di pekan-pekan terakhir bulan Juni tahun 2022, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Ambon menyerahkan 2 ekor satwa liar Ular Sanca Kembang (Phytonreticulatus) yang masing-masing diamankan dari lokasi dan waktu yang berbeda. Ular Sanca pertama diserahkan pada tanggal 23 Juni 2022 yang ditangkap di dalam salah seorang rumah warga yang berada di Kelurahan Pandan Kasturi Kecamatan Sirimau Kota Ambon. Dari hasil identifikasi yang dilakukan oleh petugas BKSDA Maluku, diketahui bahwa ular tersebut memiliki panjang sekitar 3,20 meter dengan kondisi terdapat luka pada bagian badan yg kemungkinan terjadi pada saat proses penangkapan. Untuk ular sanca yang kedua diterima petugas Pos Pelabuhan Laut Yos Sudarso Ambon dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Ambon pada tanggal 28 Juni 2022. Ular tersebut berhasil ditangkap dan diamankan oleh petugas Damkar Kota Ambon di dok galangan Kapal Wayame Kota Ambon. Berdasarkan hasil identifikasi yang dilakukan oleh petugas BKSDA Maluku, diketahui bahwa ular tersebut memiliki panjang sekitar 4 meter dengan kondisi sangat liar namun sehat, dan tak ada ditemukan bekas luka di badannya. Saat ini kedua ular tersebut diamankan di Kandang Transit Passo Kota Ambon untuk dirawat dan dikarantina sebelum dilepasliarkan di habitat aslinya yang aman dan jauh dari pemukiman penduduk. Sumber: Kacuk Seto Purwanto, S.Hut (Polhut) – Balai KSDA Maluku
Baca Artikel

Upaya Menggiring Gajah Liar Keluar Dari Kebun Masyarakat

Pekanbaru, 11 Juli 2022 - Mitigasi konflik gajah liar kembali dilakukan Tim Balai Besar KSDA Riau mulai Selasa s.d. Jumat, 28 Juni s.d. 1 Juli 2022. Kali ini di Desa Rantau Baru, Kec. Pangkalan Kerinci, Kab. Pelalawan, Tim Balai Besar KSDA Riau bersama Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) dan Yayasan TNTN mendapatkan informasi dari Kepala Desa setempat bahwa gajah masih berada di sekitar sungai Baboko yang berada di hulu Desa Rantau Baru. Akses menuju lokasi ditempuh dengan menggunakan kendaraan air dan dijumpai beberapa masyarakat melakukan penjagaan di kebun masing masing. Tim mencari dan menemukan gajah, kemudian dibantu masyarakat melakukan blokade agar gajah tidak merusak tanaman sawit masyarakat. Pemantauan juga dilakukan agar tidak kehilangan jejak untuk rencana penggiringan. Pengiringan dilakukan dari kebun ke arah sungai Kampar agar gajah mau menyeberang sungai. Karena kekurangan personil penggiringan, Tim mengalami kesulitan dan memutuskan kembali ke camp untuk menyusun strategi dan meminta masyarakat untuk menambah personil saat penggiringan. Keesokan harinya, Tim bersama masyarakat kembali melakukan penggiringan, namun gajah belum mau menyebrangi sungai Kampar bahkan gajah sempat membalik menembus blokade penggiringan. Penggiringan kembali dilakukan dengan mengarah ke sungai Kampar. Kali ini Tim berhasil mengarahkan satwa ke pinggir sungai Kampar, namun gajah liar tetap belum mau menyebrang. Gajah masih berada di desa Rantau Baru. Tim bersama masyarakat terus berusaha agar satwa menyeberang sungai Kampar dan tidak mengarah ke kebun kembali. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Aksi Tanam Pohon BKSDA Maluku Bersama Unpatti

Ambon, 11 Juli 2022 – Dalam rangka Indonesia's FOLU Net Sink (IFNET) 2030 regional Maluku-Papua, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Maluku telah melaksanakan kegiatan penanaman pohon bersama Unit Pelaksana Teknis lingkup provinsi Maluku serta perwakilan civitas akademik dari Universitas Pattimura (24/6). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Ibu Rosna, S.P selaku Plh. Kepala Balai KSDA Maluku. Dalam kegiatan ini turut hadir pula kepala balai UPT KLHK lingkup Provinsi Maluku atau yang mewakili, Rektor Universitas Pattimura (UNPATTI), perwakilan Ketua Jurusan Kehutanan, Kasubag TU Balai Taman Nasional Manusela, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) UPT KLHK Provinsi Maluku serta Ketua DWP BKSDA Maluku. Sebagai informasi, Indonesia's FOLU Net Sink (IFNET) 2030 merupakan suatu komitmen dalam pencanangan pencapaian penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya atau FoLU (Forestry and other Land Use). Salah satu langkah awal FoLU adalah keluarnya Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 168 tentang FoLU NetSink 2030 untuk pengendalian perubahan iklim pada tanggal 24 Februari 2022. Sumber : Tim Media BKSDA Maluku
Baca Artikel

Mengenal Kedasih, Si Burung "Parasit"

Dampu, 11 Juli 2022 - Burung parasit, ada yang pernah melihatnya di hutan? mungkin sebagian masyarakat tidak menyangka ada jenis mahluk seperti burung ini. Burung dengan perilaku yang tidak umum dan terkesan sangat menjengkelkan. Bagaimana tidak, burung ini menjadi parasit bagi jenis-jenis burung tertentu di hutan. Burung ini memiliki perilaku yang berbeda dari burung lain. Jika burung lain bertelur dan mengerami serta merawat anaknya sendiri, berbeda dengan burung ini. Jenis ini meletakkan telurnya di sarang burung lain. Burung inang tidak sadar dan tetap mengerami hingga menetas, dan bahkan merawat anak burung parasit hingga dewasa. Kejamnya lagi burung ini menyingkirkan telur burung inang dari sarangnya, agar inang fokus membesarkannya. Kedasih, nama yang terdengar bagus. Burung dengan nama Indonesia Wiwik Uncuing (Cacomantis sepulclaris) ini adalah tersangkanya. Burung dengan ukuran kecil (23 cm) yang tersembunyi di rimbunnya hutan atau semak. Burung dewasa bagian kepala berwarna abu-abu. Punggung, sayap dan ekor coklat keabu-abuan, serta tubuh bagian bawah merah karat. Sedangkan burung masih muda, ciri-cirinya adalah punggung coklat terang. Tubuh bagian bawah keputih-putihan dengan garis-garis hitam yang cukup lebar dan jelas pada seluruh bulunya. Iris berwarna coklat, lingkar mata kuning, paruh hitam, dan kaki abu-abu. Apakah parasit ini juga ada di Tambora? tentu ada. burung yang biasa di sebut “tipetaha” oleh masyarakan Mbojo ini juga dapat dijumpai di Tambora. Jenis ini ditemui dari dataran rendah hingga dataran tinggi. Pada tepian hutan atau perbatasan hutan dengan perkebunan hingga di dataran tinggi di wilayah Pancasila. Dengan suara yang nyaring dan wujud tidak tampak burung ini menjadi pemecah kesunyian hutan tambora. Kalau burung ini parasit lalu fungsinya apa? tentu tetap ada fungsinya. setiap mahluk hidup yang ada di hutan tentu memiliki fungsi masing-masing. Hal itu karena tiap mahluk bagian dari rantai makanan di dalam suatu ekosistem. Burung ini merupakan insektivora, atau pemakan serangga. Sehingga keberadaanya berfungsi sebagai pengendali populasi serangga di dalam hutan. Burung ini memakan ulat atau larva serangga yang ada di dalam hutan dan menjadi pembasmi ulat secara alami. Meskipun burung ini perilakunya layaknya parasit yang merugikan jenis burung lain tapi dia tetap bagian dari ekosistem hutan Tambora. Sumber : Samsul Maarif, PEH SPTN II Pekat - Balai TN Tambora
Baca Artikel

Workshop Penanganan Peredaran TSL Ilegal Regional Sulawesi-Maluku-Papua

Ambon, 11 Juli 2022 - Balai Konservasi Sumber Daya Alam Maluku melaksanakan kegiatan Workshop Penanganan Peredaran TSL (Tumbuhan Satwa Liar) Ilegal Regional Sulawesi Maluku Papua (SUMAPAPUA). Workshop ini dilaksanakan selama 2 hari (6-7 Juli) dengan mengundang Dirjen Penegakan Hukum Kementerian LHK, Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Spesies dan Genetik (KKHSG) Setditjen KSDAE, seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen KSDAE Regional SUMAPAPUA, serta UPT Ditjen KSDAE lain yang terkait, diluar regional tersebut. Kegiatan ini merupakan salah satu program dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT) pada kerjasama antara BKSDA Maluku dan WCS-IP yang dalam pelaksanaannya didukung oleh Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan. Kegiatan yang dibuka oleh Ibu Drh. Indra Exploitasia, M.Si selaku Direktur KKHSG ini memiliki tujuan untuk memperkuat upaya penanganan peredaran TSL ilegal khususnya di regional SUMAPAPUA. "Tumbuhan dan Satwa Liar itu adalah aset Negara Republik Indonesia yang harus dilindungi dan dilestarikan melalui sinergitas dari berbagai pihak untuk mempertahankan keberadaannya", ujar Ibu Direktur. Workshop dimulai dengan pemaparan garis besar permasalahan penanganan dari kejahatan TSL ilegal. Dalam kesempatan ini, Kepala BKSDA Maluku, Bapak Danny H. Pattipeilohy, S.Pi., M.Si menyampaikan paparannya dengan judul 'Pemantauan dan Pengendalian Peredaran TSL. "Hal yang terpenting dalam penanganan peredaran TSL ilegal dalam menghadapi beberapa tantangan adalah berbagi peran", ujar Bapak Danny. Setelah pemaparan, kegiatan dilanjutkan dengan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) terkait rumusan rencana aksi dalam penanganan peredaran TSL ilegal yang bersifat kolaboratif. Rencana aksi yang telah disepakati kemudian ditandatangani oleh seluruh peserta workshop. Sumber: Tim Media Balai KSDA Maluku
Baca Artikel

Meningkatkan Kapasitas SDM Balai KSDA Sulawesi Tenggara Bidang Inventarisasi dan Pemolaan Kawasan Konservasi

Kendari, Juni 2022 - Dokumen perencanaan merupakan bagian yang sangat terpenting dalam kerangka penyelenggaran pengelolaan kawasan konservasi wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara. Semua kawasan konservasi di wilayah ini sudah memiliki dokumen penataan kawasan konservasi yang sudah disahkan, pemasangan tanda batas blok/zona baru sebagian kecil dilaksanakan, rencana pengelolaan kawasan sebagian besar sudah disahkan, sedangkan data Kehati masih belum terkumpul dengan optimal dan masih tersebar merupakan poin penting dari kegiatan Bimbingan Teknis Bidang Inventarisasi dan Pemolaan Kawasan Konservasi yang telah dilaksanakan di ruang kantor Balai KSDA Sulawesi Tenggara (23/6). Bimbingan Teknis Bidang Inventarisasi dan Pemolaan Kawasan Konservasi, dilaksanakan secara daring dan luring. Diawali dengan pembukaan oleh Kepala Balai KSDA Sulawesi Tenggara, Sakrianto Djawie, dan dilanjutkan dengan arahan Kepala Subdit Inventarisasi dan Pemolaan Kawasan Konservasi, sebagai pengantar sebelum tim pemateri menyampaikan paparan-paparan Bidang Inventarisasi dan Pemolaan Kawasan Konservasi. Peserta pada kegiatan Bimbingan Teknis Bidang Inventarisasi dan Pemolaan Kawasan Konservasi diantaranya Balai KSDA Sulawesi Tenggara, Balai Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai, Balai Taman Nasional Wakatobi dan UPTD Tahura Murhum Nipa Nipa. Beberapa permasalahan dan kendala dalam rencana evaluasi serta revisi penataan kawasan konservasi, penyusunan rencana pengelolaan kawasan, dan penyelenggaraan kegiatan inventarisasi verifikasi kehati tinggi menjadi topik diskusi yang disampaikan oleh peserta. Tetap semangat untuk para pengelola kawasan konservasi wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara! Semoga kawasan konservasi tetap terjaga dan utuh kedepannya. Sumber : Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Pemberdayaan Masyarakat di Desa Labengki, Penyangga kawasan TWA Teluk Lasolo

Kendari, Juni 2022 - Desa Labengki merupakan sebuah desa penyangga yang berada di sekitar kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Teluk Lasolo, binaan dari resort KSDA Konawe Utara, Balai KSDA Sulawesi Tenggara. Desa penyangga ini memiliki 1 Kelompok masyarakat, yaitu Kelompok Tani Hutan Pasamaturuan dengan jumlah anggota sebanyak 22 orang. Kelompok ini dibentuk sejak tanggal 28 April 2017 yang kegiatan usaha ekonominya di bidang wisata berupa penyediaan homestay, pemandu wisata, souvenir wisata, serta perikanan berupa usaha budidaya karamba dan ikan putih, pengolahan abon ikan, lobster segar dan olahan ikan kering. Tim Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi berkesempatan mengunjungi desa Labengki dalam rangkaian kegiatan Bimbingan Teknis dan Supervisi bidang Inventarisasi dan pemolaan kawasan konservasi (22/06). Masih banyaknya potensi keanekaragaman hayati laut di sekitar kawasan TWA Teluk Lasolo yang dibudidayakan oleh masyarakat, menunjukan bahwa melimpahnya kekayaan alam yang terkandung di kawasan konservasi ini. Pelibatan masyarakat untuk berpartisipasi membantu mengidentifikasi keanekaragaman hayati laut di sekitar kawasan Taman Wisata Alam Teluk Lasolo, menjadi salah satu strategi dalam kegiatan inventarisasi kehati. Sumber : Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Dialog Bersama Masyarakat Bunaken Kepulauan

Manado, Juni 2022 - Direktur Perencanaan Kawasan Konservasi bersama Kepala Balai Taman Nasional Bunaken dan Kepala Balai KSDA Sulawesi Utara mendampingi kunjungan kerja DPD-RI Komite II (29/6). Kunjungan kerja anggota Komite II DPD RI dipimpin oleh Wakil Ketua Komite II DPD RI, Bapak Lukky Semen (Senator Sulawesi Tenggara) dan diikuti oleh Bapak Stefanus (Senator Sulawesi Utara), Ibu Hj. Emma (Senator Sumatera Barat), Ibu Waode Rabia (Senator Sulawesi Tenggara) dan Bapak Mamberob Rumakiek (Senator Papua Barat). Kunjungan kerja dilakukan ini sehubungan dengan adanya aspirasi masyarakat Pulau Bunaken terkait tenurial di kawasan konservasi Taman Nasional Bunaken. Dialog bersama masyarakat yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komite II DPD RI, dihadiri perwakilan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Kementerian ATR/BPN, Pemprov Sulut, Pemkot Manado, Ketua DPRD Kota Manado, Tokoh masyarakat, pemuda dan agama berjalan kondusif dan harmonis. Dalam penjelasannya, Direktur Perencanaan Kawasan Konservasi menyampaikan bahwa Kementerian LHK dalam masa kepemimpinan Presiden Jokowi sudah banyak membuat terobosan kebijakan dan mengubah paradigma pengelolaan hutan khususnya kawasan konservasi untuk kesejahteraan masyarakat. Misalnya program Perhutanan Sosial yang salah satunya melalui skema kemitraan kawasan konservasi. Berbagai mekanisme/aturan juga telah diubah dan disiapkan pemerintah, terutama dalam penyelesaian permasalahan tenurial dalam kawasan hutan. Harapannya adalah pengelolaan kawasan hutan harus mampu memberikan keseimbangan antara kelestarian ekologi, sosial dan budaya serta kesejahteraan ekonomi masyarakat. Sumber : Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Pembahasan Penilaian Revisi Zona Pengelolaan TN Gunung Ciremai

Jakarta, Juni 2022 - Adanya perkembangan kondisi fungsional Kawasan faktor eksternal serta dinamika pengelolaan menjadikan zona-zona sebelumnya dipandang perlu untuk ditinjau ulang dan dilakukan revisi sehingga implementasinya dapat meningkatkan efektivas dan efisiensi pengelolaan Kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC). Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi telah menyelenggarakan pembahasan penilaian revisi Zona TN Gunung Ciremai secara daring dan luring (05/06). Kegiatan ini dilaksanakan dengan mengundang Balai Taman Nasional Gunung Ciremai untuk mempresentasikan draft rancangan Revisi Zona Taman Nasional Gunung Ciremai. Hadir pula sebagai peserta pembahasan dari eselon II lingkup Direktorat Jenderal KSDAE untuk memberikan masukan dan saran untuk penyempurnaan dokumen zona pengelolaan TNGC. Revisi zona pengelolaan TNGC yang telah dirancang sesuai dengan kriteria yang didasarkan pada hasil inventarisasi potensi terkini nilai penting kawasan, dipertajam dengan hasil konsultasi publik sehingga dapat menyerap aspirasi berbagai pihak dan memperhatikan hak-hak setempat yang lahir karena kesejahteraan serta kondisi aktualnya. Perubahan-perubahan tata guna lahan di sekitar kawasan TNGC sebagai akibat dari perkembangan pembangunan, perubahan politik menuju otonomi dan implementasi upaya pemanfaatan langsung sumber daya alam untuk kesejahteraan masyarakat menjadi salah satu pertimbangan arah pengelolaan TNGC ke depan. Sumber : Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi
Baca Artikel

Balai TN Gunung Merbabu Ajak Anak-Anak Peduli Kawasan Hutan dan Lingkungan Sekitar

Boyolali, 17 Juni 2022 - Pada bulan Maret 2022 bertepatan dengan puncak peringatan Hari Bakti Rimbawan ke-39 Tahun 2022 yang mengambil tema “Rimbawan Peduli Lingkungan, Menyukseskan Presidensi G20 Indonesia, Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) dan Gubernur NTT meresmikan Program KSDAE Mengajar. Melalui program ini, peran aktif dan kontribusi UPT KSDAE diharapkan dalam mendukung upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia dengan mengajar di sekolah pada desa-desa sekitar kawasan konservasi. Balai Taman Nasional Gunung Merbabu secara simultan pada lima resort melaksanakan kegiatan Visit to School sebagai rangkaian Road to HKAN Tahun 2022. Bertempat di SD Negeri 2 Jlarem (Resort Ampel), MI Nurul Islam Batur (Resort Kopeng), MI Yaspi Kaponan (Resort Pakis), SD Negeri Wonolelo 4 (Resort Wonolelo), serta SD Negeri 1 Lencoh (Resort Selo) kegiatan visit to school dilaksanakan sebagai upaya memberikan bekal pendidikan lingkungan agar mengenal potensi sumber daya alam yang ada disekitarnya sejak dini. Arti penting pendidikan lingkungan sejak dini, bertujuan untuk penanaman karakter peduli terhadap lingkungan sekitar. Mengingat alam merupakan rumah kita, maka sudah menjadi kewajiban kita untuk menjaga dan melestarikannya. Melalui kegiatan Visit to School ini, siswa-siswi diajak untuk lebih mengenal dan mempelajari keanekaragaman hayati di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu. Para siswa diajak untuk berdiskusi, belajar mengemukakan pendapat, menonton film, serta melaksanakan beberapa tugas untuk menumbuhkan kreativitas anak-anak. Siswa-siswi yang bertempat tinggal di daerah penyangga kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu ini diarahkan untuk lebih mengenal kawasan hutan didekat tempat tinggal mereka. Guna menghindari kejenuhan siswa-siswi selama pelaksanaan kegiatan, petugas memberikan ice breaking pada sela-sela penyampaian materi agar mereka kembali segar dan bisa berkonsentrasi kembali. Siswa-siswi yang bisa menjawab pertanyaan kuis yang diberikan atau berani bercerita dan mengemukakan pendapat diberikan hadiah. Dengan lebih mengenal Taman Nasional Gunung Merbabu dan segala potensinya serta arti penting kawasan hutan bagi kehidupan, diharapkan akan muncul rasa kepedulian dalam diri siswa-siswi sebagai generasi penerus. Penanaman rasa cinta pada alam sejak dini diharapkan akan menumbuhkan rasa ikut memiliki dan cinta pada alam itu sendiri yang akan berujung pada peran serta mereka dengan sukarela untuk menjaga kelestarian alam sekitar mereka pada umumnya dan kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu pada khususnya. Kegiatan diakhiri dengan pemberian cinderamata bagi siswa-siswi peserta kegiatan, photo bersama serta penyerahan buku dari Balai Taman Nasional Gunung Merbabu sebagai bahan bacaan di perpustakaan kepada pihak sekolah. Sumber: Nur. A (Penyuluh Kehutanan) - Balai TN Gn Merbabu
Baca Artikel

''Ngobrol Santai Bareng'' JFT Balai Besar TNGGP

Cianjur, 8 Juli 2022 – Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) memiliki 3 (tiga) jenis Jabatan Fungsional Tertentu (JFT), yaitu Polisi Kehutanan, Pengendali Ekosistem Hutan, dan Penyuluh Kehutanan. Pada hari Selasa (5/7/22), bertempat di Kantor Balai, telah dilaksanakan Pembinaan lingkup BBTNGGP yang dihadiri oleh Plt. Kepala Balai Besar TNGGP, Kepala Bidang Teknis Konservasi, Kepala Bidang PTN Wilayah I, II, dan III, dan 69 orang JFT. Pada kesempatan ini, Plt. Kepala Balai Besar menyampaikan bahwa JFT merupakan garda terdepan dalam mendukung pengelolaan TNGGP sehingga diharapkan kegiatan-kegiatan yang ada di TNGGP saat ini harus mulai dilakukan secara sinergis dan kolaboratif, antara Polhut, PEH, serta Penyuluh. Selain itu, Kepala Bidang Teknis Konservasi dan Kepala Bidang PTN Wilayah menyampaikan kondisi terkini mengenai sebaran personil dan kegiatan yang dilaksanakan oleh JFT di masing-masing wilayah. Ide, terobosan, saran, dan masukan disampaikan oleh koordinator masing-masing JFT, baik Polhut, PEH, dan Penyuluh terkait peran dan fungsi terhadap pengelolaan di TNGGP. Kegiatan Pembinaan JFT seperti ini diharapkan dapat dilakukan secara rutin dan berkelanjutan guna memacu para JFT untuk selalu menciptakan inovasi-inovasi sehingga menyelaraskan visi dan misi pengelolaan di TNGGP dan sebagai monitoring pelaksanaan tugas dan fungsi yang dijalankan. Sumber : Balai Besar TN Gunung Gede Pangrango Teks : Sisca WA Dok : Tim IT - BBTNGGP
Baca Artikel

Jejak Harimau Teridentifikasi di Sijamapolang, BBKSDA Sumut Lakukan Sosialisasi

Sijamapolang, 6 Juli 2022. Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) teridentifikasi muncul di Desa Nagurguran, Desa Sibuntuan dan Desa Sitapongan, Kecamatan Sijamapolang, Kabupaten Humbang Hasundutan. Kemunculan satwa liar ini ditandai dengan ditemukannya jejak-jejak kaki di berbagai tempat. Menyikapi ini Camat Kecamatan Sijamapolang segera berkoordinasi dengan Balai Besar KSDA Sumatera Utara melalui Kepala Seksi Konservasi Wilayah IV Tarutung. Hasil koordinasi tersebut ditindaklanjuti dengan terbitnya surat Camat Nomor : 140/95/Kec.07/VI/2022 tanggal 27 Juni 2022, perihal Himbauan Bahaya Binatang Buas, yang ditujukan kepada Kepala Desa Se-Kecamatan Sijamapolang. Dalam himbauannya, Camat menyampaikan agar semua warga dalam melakukan aktifitas di ladang dilaksanakan mulai jam 09.00 Wib s.d 16.00 Wib, dan jika bepergian ke ladang diusahakan melebihi dari 4 (empat) orang. Terhadap semua ternak kerbau/lembu agar ditarik ke daerah pemukiman. Selain itu aparat pemerintah desa ditugaskan untuk melakukan pengawasan terhadap aktifitas masyarakat di ladang. Dalam perkembangan penanganan, selanjutnya petugas Seksi Konservasi Wilayah IV Tarutung, turun langsung ke lokasi untuk mengumpulkan bahan dan keterangan baik dari Camat Kecamatan Sijamapolang (Drs. Toga Halasan Simamora) maupun dari warga, pada Selasa 5 Juli 2022, dan diperoleh informasi bahwa jejak-jejak harimau ditemukan di Desa Bonan Dolok, Desa Nagurguran, Desa Sibuntuon dan Desa Sitapongan. Namun belum ada satupun warga yang melihat langsung keberadaan si raja hutan tersebut. Demikian juga saat mengumpulkan bahan dan keterangan dari warga, petugas tidak lupa menyampaikan kembali himbauan dan sosialisasi kepada warga untuk selalu waspada serta tidak melakukan tindakan ataupun perbuatan yang dapat membahayakan baik bagi warga maupun bagi harimau. Bila menemukan adanya indikasi kehadiran satwa liar tersebut agar segera melaporkan kepada petugas. Sosialisasi kepada warga Sumber : Sahat Tua Berutu, A.md. dan Budi Satria Sihite, S.Hut.- Polhut Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Perlindungan Maksimal Untuk Pengunjung Wisata Alam TN Gunung Gede Pangrango

Cibodas, 6 Juli 2022. Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) bersama PT. Asuransi Jiwa Syariah Amanahjiwa Giri Artha menandatangani Rencana Pelaksanaan Program (RPP) 2022-2027 di Ruang Rapat Mandalawangi, Kantor BBTNGGP, Rabu (6/7). Penandatangan RPP ini untuk menindaklanjuti Perjanjian Kerjasama (PKS) antara BBTNGGP dan PT. Asuransi Jiwa Syariah Amanahjiwa Giri Artha pada (27/4/22), guna peningkatan pelayanan pengunjung, pengembangan wisata alam, dan asuransi jiwa untuk pengunjung wisata alam. PT. Asuransi Jiwa Syariah Amanahjiwa Giri Artha merupakan lembaga di bidang asuransi jiwa dengan prinsip syariah yang mengikuti bidding (lelang) atau beauty contest yang diselenggarakan oleh Panitia Pemilihan Penyedia Jasa Asuransi Pengunjung Wisata Alam di TNGGP pada tanggal 30 Desember 2021. Pemenang bidding (lelang) diumumkan melalui laman www.gedepangrango.org dan http://ksdae.menlhk.go.id/info/10103/pemilihan-penyelenggara-asuransi-jiwa-pengunjung.html, yaitu PT. Asuransi Jiwa Syariah Amanahjiwa Giri Artha yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Kepala BBTNGGP Nomor: : SK. 527/BBTNGGP/TU.1/12/2021 tentang Penetapan Pemenang Beauty Contes, Pemilihan Mitra Kerjasama Jasa Asuransi Pengunjung Wisata Alam Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. RPP ini selanjutnya akan dijadikan acuan dalam penyusunan Rencana Kerja Tahunan (RKT) dan bahan untuk melakukan evaluasi keberhasilan pelaksanaan program yang telah ditetapkan. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Teks : Sisca Widiya A Dok : Tim IT - BBTNGGP

Menampilkan 1.873–1.888 dari 2.612 publikasi