Rabu, 27 Mei 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

TN Gunung Merapi Tempat Favorit Penelitian Mahasiswa

Sleman, 17 Januari 2022. Taman Nasional Gunung Merapi dengan keanekaragaman hayatinya menjadi salah satu daya tarik mahasiswa untuk penelitian dan praktek lapangan. Pada kesempatan kali ini, Mahasiswa Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (2 tim) dan Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (1 tim) akan melakukan praktek lapangan dan magang mandiri yang diawali dengan presentasi serta diskusi rencana penelitian, Senin (17/1). Satu tim dari Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada akan meneliti tentang inventarisasi spesies penyusun vegetasi pada habitat Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) di Taman Nasional Gunung Merapi, sebagai upaya melengkapi kerja praktek mereka. Penelitian yang terkait juga dilakukan satu tim lainnya, mengamati habitat asli Lutung Jawa (Trachypithecus auratus). Keduanya melakukan penelitian di Sapuangin, Resort Pengelolaan Taman Nasional (RPTN) Kemalang, Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Boyolali Klaten. Selain kedua tim tersebut, ada juga tim dari Fakultas Teknobiologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta yang meneliti keanekaragaman jenis burung di RPTN Srumbung, SPTN Wilayah I Magelang Sleman, menggunakan alat bioacoustics. Rekan-rekan mahasiswa ini sedianya akan melaksanakan penelitian dengan tetap taat pada syarat dan ketentuan yang ditentukan Taman Nasional Gunung Merapi, antara lain terkait dengan jarak aman dari puncak Gunung Merapi serta protokol kesehatan Covid19. *** Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Merapi Facebook : Taman Nasional Merapi Instagram : @btn_gn_merapi Twitter : @btngunungmerapi Call Center : 081327691368
Baca Artikel

Ranger Balai TN Komodo Goes To School

Labuan Bajo, 18 Januari 2022. Balai Taman Nasional Komodo kembali mewarnai dunia pendidikan dengan berperan aktif dalam kegiatan belajar mengajar siswa tingkat Sekolah Menengah Atas atau sederajat di Kabupaten Manggarai Barat - Provinsi Nusa Tenggara Timur. “Ranger Goes to School” merupakan sebuah program yang memberikan kesempatan langsung bagi para jagawana (ranger) untuk terjun langsung ke institusi pendidikan mengajarkan materi muatan lokal mengenai pendidikan konservasi, khususnya terkait pengelolaan Taman Nasional Komodo. Program kependidikan ini digagas oleh Pengendali Ekosistem Hutan (Muhammad Ikbal Putera) dengan melibatkan setidaknya 13 Pejabat Fungsional Tertentu (JFT) Balai Taman Nasional Komodo yang meliputi JFT Polisi Kehutanan, Penyuluh Kehutanan, dan Pengendali Ekosistem Hutan. Tim “Ranger Goes to School” ini merupakan staf Balai Taman Nasional Komodo yang memiliki latar belakang pendidikan berkualitas. Program “Ranger Goes to School” erat kaitannya dengan perwujudan salah satu Rencana Pengelolaan Jangka Panjang (RPJP) Balai Taman Nasional Komodo Tahun 2000 – 2025. Balai Taman Nasional Komodo ditargetkan untuk dapat membuat sebuah transformasi kurikulum pendidikan sekolah melalui penyempurnaan materi muatan lokal bagi institusi pendidikan (SD, SMP, dan SMA) dan organisasi kepramukaan Saka Wanabakti di Kabupaten Manggarai Barat. Gagasan program “Ranger Goes to School” ini mendapatkan perhatian dan dukungan penuh dari Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Lukita Awang Nistyantara. Tim “Ranger Goes to School” Balai Taman Nasional Komodo berkesempatan untuk melakukan silaturahmi dengan pihak sekolah pada tanggal 6 – 7 Januari 2022 sebagai bagian dari proses penjajakan tahap pertama. Muhammad Ikbal Putera menyampaikan bahwa setidaknya terdapat 11 sekolah yang menjadi sasaran pelaksanaan program pada penjajakan tahap pertama. “Setelah melalui proses diskusi dengan tim, kami putuskan untuk menjajaki 3 dari 11 sekolah terlebih dulu” tutur Ikbal. Ketiga sekolah yang menjadi sasaran tahap pertama antara lain: SMKN 1 Komodo, SMKN 3 Komodo, dan SMAN 3 Komodo. Ketiga kepala sekolah beserta jajarannya telah menerima baik program “Ranger Goes to School” dan sangat tertarik untuk menindaklanjuti tawaran programnya. Tim “Ranger Goes to School” serius mewujudkan program dengan giat berkoordinasi dengan Kepala Sekolah beserta jajarannya. Hal ini penting untuk dilakukan agar tim dapat menyesuaikan jadwal program dengan jadwal pembelajaran yang sudah disusun oleh pihak sekolah pada awal tahun ajaran baru. Materi ajar yang ditawarkan dalam program “Ranger Goes to School”, antara lain: (a) manajemen kawasan konservasi, (b) pemanduan dan interpretasi, (c) ekowisata di Taman Nasional Komodo, (d) ekologi biawak komodo, (e) manajemen flora dan fauna, (f) pengembangan desa wisata, (g) keanekaragaman hayati bawah laut, (h) psikologi lingkungan dan kearifan lokal, (i) pengakuan internasional, dan (j) wisata foraging. Meskipun tim “Ranger Goes to School” telah menawarkan serangkaian sub materi ajar, pihak sekolah berkesempatan memberikan rekomendasi kepada tim pengajar mengenai sub mata ajar atau peminatan tertentu yang akan diberikan kepada siswa. Sebagai contoh, Kepala SMAN 3 Komodo memberikan penekanan pentingnya sub mata ajar kewirausahaan bagi siswa, sedangkan Kepala SMKN 3 Komodo mengatakan bahwa sub mata ajar yang ditawarkan oleh tim sudah sangat sesuai dengan kebutuhan program studi ‘Wisata Bahari dan Ekowisata’ serta ‘Seni Tari’ di sekolahnya. Program “Ranger Goes to School” direncanakan akan melibatkan pemangku kepentingan lain dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Balai Taman Nasional Komodo sebagai mercusuar bagi kemajuan pengelolaan kawasan konservasi di Labuan Bajo perlu menjadi penghubung antar para pemangku kepentingan di Kabupaten Manggarai Barat. Muhammad Ikbal Putera menyampaikan untuk pemenuhan sub mata ajar kewirausahaan dan hospitality, timnya berencana melibatkan SUSTOUR Swisscontact Indonesia di Labuan Bajo, sedangkan untuk kelas inspirasi khusus bagi siswa kelas XII, timnya berencana untuk melibatkan para pemangku kepentingan lain yang memiliki pengalaman menarik untuk diceritakan sebagai motivasi diri para siswa yang akan lulus sekolah menengah atas ataupun sederajat. Program “Ranger Goes to School” direncanakan akan dimulai pada minggu pertama Bulan Februari sampai dengan Bulan Juni tahun 2022. Pengalaman dan feedback yang diperoleh pada akhir program akan dimanfaatkan oleh tim untuk advokasi pengusulan kurikulum muatan lokal dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur. Adapun tim “Ranger Goes to School” Balai Taman Nasional Komodo adalah Muhammad Ikbal Putera (Pengendali Ekosistem Hutan Pertama), Yunias Jackson Benu (Pengendali Ekosistem Hutan Mahir), Ande Kefi (Pengendali Ekosistem Hutan Mahir), Naoma Yunita Banamtuan (Polisi Kehutanan Mahir), Maria Rosdalima Panggur (Pengendali Ekosistem Hutan Pertama), Novita Yanti Sidabutar (Polisi Kehutanan Pertama), Rawuh Pradana (Polisi Kehutanan Pertama), Arif Ardianto Sofian (Polisi Kehutanan Pertama), Ikhwan Syahri (Polisi Kehutanan Pertama), Fahri Ikhlas (Penyuluh Kehutanan Pertama), Banu Widyanarko (Polisi Kehutanan Pertama), Dinda Hamasiya Karima Khash (Pengendali Ekosistem Hutan Pertama), Yovi Septia (Penyuluh Kehutanan Pertama), dan Agitha Putri BR Bangun (Polisi Kehutanan Pemula). Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penulis: Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S. | Penyunting: Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S.
Baca Artikel

Secercah Kepedulian Hangatkan Kehidupan

Jayapura, 13 Januari 2022 – Panitia Natal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memberikan bantuan kepada rimbawan dan masyarakat RT 04 RW 05 Kelurahan Wai Mhorock, Jayapura, yang terdampak banjir. Bantuan tersebut berupa 100 paket sembako, disalurkan pada Kamis (13/01) melalui Badan Pembinaan Rohani Kristen (Babinrohkris) UPT KLHK Provinsi Papua. Jayapura memang kembali dilanda situasi di luar dugaan, yaitu banjir di berbagai titik akibat curah hujan yang sangat tinggi. Data hasil analisis alat ecoweather BPDASHL Memberamo Stasiun Abepura dan Sentani, mencatat curah hujan 115 mm/jam pada tanggal 7 Januari 2022. Intensitas tersebut dinyatakan lebih tinggi dibandingkan curah hujan saat banjir bandang Sentani pada tahun 2019 silam, yaitu 114 mm/jam. Salah satu penerima bantuan sembako adalah Septi Pasca Isnawati, Penyuluh Kehutanan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua. Septi memaparkan kronologi banjir di kediamannya, Kelurahan Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura. “Kami terbangun sekitar pukul 00.30 WIT, air sudah masuk rumah semata kaki. Di luar rumah, air setinggi lutut orang dewasa. Kami lalu ngungsi ke rumah tetangga yang posisi rumahnya lebih tinggi. Sampai hari terang baru kami angkat-angkat barang.” Septi mengatakan, banjir di kediamannya tergolong ringan. Namun, kondisi itu tetap menguras tenaga dan pikiran. Menurutnya, terdapat kondisi banjir yang jauh lebih parah dibandingkan yang melanda kediamannya. Septi menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Panitia Natal KLHK melalui Babinrohkris UPT KLHK Provinsi Papua, atas bantuan dan perhatian kepada seluruh rimbawan yang terdampak banjir di Jayapura. “Semoga kebaikan itu mendapatkan balasan yang lebih baik lagi dari Tuhan,” pungkas Septi. Sementara itu, Kepala BBKSDA Papua, Edward Sembiring, selaku Pembina Babinrohkris UPT KLHK Provinsi Papua, menyampaikan simpati mendalam kepada seluruh rimbawan dan masyarakat yang terdampak banjir. “Dilihat dari sisi kuantitas, mungkin bantuan ini tak seberapa untuk masing-masing keluarga. Tetapi ini adalah upaya kami memeluk rekan-rekan yang tengah mengalami ujian. Kami berharap, secercah kepedulian kami ini dapat menghangatkan kehidupan rekan-rekan. Tetap semangat dan berpikir positif. Saya percaya, di setiap ujian pasti ada pelajaran berharga yang dapat kita petik,” kata Edward.(dd) Sumber : Balai Besar KSDA Papua
Baca Artikel

Bangun Interelasi, Balai TN Tesso Nilo Koordinasi Dengan Mitra-Mitra

Baserah, 14 Januari 2022. Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Baserah Balai Taman Nasional (TN) Tesso Nilo dan jajaran melakukan koordinasi dua hari (12-13 Januari 2022) dengan beberapa pihak mitra sebagai upaya membangun interelasi. Pertama, Kepala SPTN Wilayah II Baserah berkoordinasi dengan pihak perusahaan RLZ, PLB, RPI estate yang diwakili oleh Kepala Humas Estate membicarakan kerjasama penguatan pengamanan kawasan ditingkat tapak khususnya di kedua wilayah yang berbatasan langsung dengan SPTN Wilayah II Baserah. Selanjutnya Kepala SPTN II Baserah berdiskusi dengan pengurus Kelompok Sapi Maju bersama Desa Gunung Melintang membahas permintaan kelompok agar sapi bantuan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dari Balai TNTN (Tahun 2012) yang dikelola kelompok hingga saat ini, agar digulirkan dengan membentuk kelompok baru. Dari hasil pertemuan ini diputuskan akan dilakukan monitoring dan evaluasi untuk kelompok. Pada hari kedua, Kamis, 13 Januari 2022, Kepala SPTN II Baserah melakukan koordinasi dengan Kepala Desa Gunung Melintang membahas tindak lanjut hasil pertemuan dengan kelompok masyarakat pada hari sebelumnya dan hal-hal lain yang dianggap penting mengenai pengelolaan kawasan. Koordinasi dengan para mitra ini diharapkan dapat menjadi saluran bagi banyak pihak dalam menyampaikan maksud, tujuan serta hambatan dalam pengelolaan kawasan secara kolaboratif. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Homeschooling Avicenna Childhood Belajar Konservasi di BBKSDA Sumatera Utara

Medan, 13 Januari 2022. Pagi itu, Rabu 12 Januari 2022, pegawai lingkup Kantor Balai Besar KSDA Sumatera Utara sedikit dihebohkan dengan kehadiran sejumlah siswa-siswi yang berusia diantara 6-13 tahun dari Homeschooling Avicenna Childhood Medan yang ingin belajar tentang konservasi, Rabu (12/1). Plh. Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Andoko Hidayat, S.Hut., MP., menyambut gembira kehadiran rombongan homeschooling dan berharap dari kunjungan tersebut siswa-siswi dapat memperoleh manfaat ilmu dan pengetahuan tentang konservasi yang akan menjadi bekal dalam meniti pendidikan selanjutnya. Samuel Siahaan, SP., PEH Balai Besar KSDA Sumatera Utara, memberi pembekalan awal dengan pengetahuan tentang kawasan hutan konservasi di Sumatera Utara, khususnya di TWA Sibolangit serta beragam keanekaragaman hayati dan potensi menarik lainnya di kawasan tersebut. Penyajian dengan model pembelajaran interaktif dan komunikatif, membuat peserta bergairah dan semangat mengikuti pembelajaran. Peserta yang berjumlah 40 orang, 4 orang diantaranya anak berkebutuhan khusus (ABK), serta didampingi 8 orang guru, berlomba-lomba bertanya kepada narasumber tentang berbagai hal yang belum diketahuinya. Rasa penasaran dan ingin tahu serta haus akan informasi membuat suasana pembelajaran menjadi hidup dan dinamis. “Mengapa satwa liar itu perlu dilindungi kak ?” tanya seorang peserta. Peserta lain pun tak mau kalah bertanya : “berapa populasi Harimau Sumatera saat ini, dan dimana saja penyebarannya di Sumatera Utara ?”. Pertanyaan-pertanyaan kritis dari peserta yang masih muda belia, membuat narasumber sedikit kewalahan dalam menjawabnya. Pembelajaran semakin semarak dengan tampilnya narasumber lainnya Fitri Noor Ch., S.Hut., MP., yang menyajikan games (permainan) dengan membagikan hadiah-hadiah menarik berupa buku, boneka dan brosur-brosur. Semua peserta berlomba-lomba menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan narasumber. Begitu besarnya antusias peserta dalam mengikuti pembelajaran, sehingga yang seyogianya alokasi waktu hanya 1 jam, tak terasa bertambah menjadi 2 jam. Peserta dan guru pendamping masih ingin lagi belajar konservasi alam di lain waktu dengan agenda melihat langsung kawasan TWA Sibolangit yang merupakan role model pengelolaan kawasan konservasi di Sumatera Utara di bidang edukasi dan konservasi lingkungan (Ekoling). Ketua Yayasan Avicenna Cendikia, yang menyelenggarakan Homeschooling Avicenna Childhood, Dhina Melinda, menyampaikan terima kasih dan apresiasi, kepada Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara beserta narasumber yang sudah menyambut kehadiran mereka dengan layanan yang baik serta memberi bekal pengetahuan tentang konservasi alam kepada peserta. Menjadi agenda rutin dari yayasan ini melaksanakan kegiatan luar kelas atau Outdoor class activity. Kedepannya Yayasan Avicennia Cendikia berharap ada kerjasama yang baik dengan Balai Besar KSDA Sumatera Utara dalam pengembangan program pendidikan bagi peserta didiknya. Sumber : Samuel Siahaan, SP. – PEH Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Kerja Optimal, Balai TN Tesso Nilo Selesaikan Tiga Kegiatan

Baserah, 14 Januari 2022 – Memasuki minggu ke-2 di awal tahun 2022, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Baserah Balai Taman Nasional (TN) Tesso Nilo dan jajaran mengoptimalkan peforma Masyarakat Mitra Polhut (MMP) dengan penyerahan seragam lapangan kepada anggota MMP Desa Gunung Melintang dan Desa Situgal, Kamis (13/1). Pada kegiatan yang berbeda, Kepala SPTN Wilayah II Baserah dan jajaran juga mendistribusikan bibit tanaman kehidupan dan tanaman buah kepada sejumlah masyarakat dan tokoh masyarakat untuk melakukan penghijauan di sekitar desa penyangga. Terus bekerja optimal, Kepala SPTN Wilayah II Baserah dan jajaran juga menyempatkan diri untuk melakukan diskusi bersama mantan Kepala Desa Situgal membahas penanaman secara swadaya/rehabilitasi lahan bekas kebakaran di dalam kawasan TN Tesso Nilo. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Sekretaris Ditjen KSDAE Bina Pegawai BKSDA Sumbar

Padang, 14 Januari 2022. Balai KSDA Sumatera Barat melaksanakan pembinaan pegawai yang disampaikan oleh Sekretaris Dtijen KSDAE, Suharyono dan pelepasan ASN BKSDA yang telah purna tugas. Acara dilaksanakan di Aula Balai Taman Nasional Siberut. Suharyono secara interaktif menyampaikan agar seluruh ASN KSDAE bisa menciptakan suasana kerja yang kondusif, sehingga slogan kerja iklas, kerja keras, kerja cerdas dan kerja tuntas bisa berjalan. Beliau berpesan bahwa apabila ASN bekerja dengan ikhlas, dengan hati dan tanpa paksaan dari apapun, maka dipastikan ASN tersebut akan berusaha bekerja keras, bekerja cerdas dengan mengerahkan kemampuan berpikir terbaiknya sampai selesai dan menuntaskan pekerjaannya dengan maksimal. Tidak lupa beliau juga menyampaikan bahwa bekerja konservasi itu tidak sendiri, pasti butuh bantuan dan dukungan pihak lain. Terkait hal ini, beliau mengharapkan agar para pimpinan, mulai dari Kepala Balai, Kepala Seksi Wilayah sampai Kepala Resort memiliki kemampuan komunikasi yang baik, sering-seringlah bersilaturahmi dengan pihak lain sehingga akan terbangun jejaring kerja dan dukungan banyak pihak dalam melaksanakan tugas yang diemban. Penghargaan juga diberikan Suharyono kepada ASN BKSDA Sumbar yang terlibat aktif dalam penanganan harimau umatera 'Sipogu', mulai dari penangkapan, evakuasi dan mitigasi, serta pelepasliaran kembali di hutan Pasaman Barat. Pada akhir acara, beliau memberikan cindera mata sebagai ucapan terima kasih dan apresiasi kepada beberapa ASN yang purna tugas, serta memberikan bingkisan kepada keluarga ASN yang telah mendahului mengahadap Sang Khalik. Kepala Balai KSDA Sumbar, Ardi Andono, STP, M.Sc menyampaikan beberapa rencana dan langkah terobosan dalam pengelolaan kawasan KSDA Sumbar pada tahun 2022. Mulai tahun 2022 ini, terdapat perubahan strategi pengelolaan dengan melakukan perombakan terhadap resort yang ada pada 3 Seksi Konservasi Wilayah. Strategi ini lebih mengedepankan pengelolaan kawasan di tingkat tapak yang berbasis resort, sehingga diharapkan langkah ini dapat meningkatkan kinerja dan kreatifitas resort dalam mengelola kawasan konservasi yang berada pada wilayah kerja mereka. Turut hadir dalam kegiatan ini Kepala Balai Taman Nasional Siberut selaku Kordinator UPT KLHK di Sumatera Barat, Kepala Balai KSDA Sumatera Barat, Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Sumbar, BBTN Kerinci Seblat, Kepala BPDASHL Agam Kuantan yang diwakili oleh Kasubag Tata Usaha, serta ASN lingkup UPT KSDAE KLHK Sumatera Barat. Sumber : Balai KSDA Sumatera Barat
Baca Artikel

Merawat Kemitraan Konservasi TN MerBeti Dengan Berbagai Inovasi

Jember, 12 Januari 2021. Balai Taman Nasional Meru Betiri (TN MerBeti) melakukan penyuluhan kepada kelompok petani di Blok Curahmalang, Desa Curahnongko yang tergabung dalam kemitraan konservasi untuk kembali mengingat kembali perjanjian kerja sama (PKS) yang sudah disepakati bersama, Rabu (12/1). Prinsip-prinsip dalam kerjasama adalah untuk meningkatan kesejahteraan masyarakat dengan memperoleh hak garap lahan rehabilitasi serta ikut serta melakukan kegiatan pemulihan ekosistem kawasan TN Meru Betiri. Dihadiri hampir seluruh anggota kelompok Blok Curahmalang, penyuluhan ini dilaksanakan oleh Tim Monitoring Pemulihan Ekosistem Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Ambulu Balai TN MerBeti. Melalui inovasi Resort Wonoasri dibuatlah Buku Kontrol Pemulihan Ekosistem yang berisi peta lokasi, luas garapan, jumlah dan perkembangan tiap tanaman pokok masing-masing petani, Tim monitoring dapat mengevaluasi progres kegiatan pemulihan ekosistem tiap petani. Masih ada beberapa petani yang belum memenuhi target yang telah ditetapkan dalam PKS, sehingga mereka diminta kesanggupan menanam pohon sesuai dengan jumlah yang ditetapkan. Kepala Seksi PTN II Ambulu, Agust Dwiandono dalam sambutannya mengatakan bahwa monitoring ini adalah wujud kehadiran negara untuk tidak abai kepada masyarakat dalam kondisi ekonomi yang sulit apalagi pada masa pandemi saat ini. “Hak petani dapat untuk dapat memanfaatkan dan mengelola lahan ini agar dapat meningkatkan pendapatan ekonomi, serta melakukan kewajiban masing-masing sesuai dengan aturan yang tercantum dalam PKS agar terhindar dari sanksi,” imbuhnya. Dalam kesempatan terpisah Kepala Balai TN Meru Betiri, Maman Surahman menyampaikan apresiasi kepada tim serta mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu semangat ikut serta menjaga kawasan TN Meru Betiri untuk masa depan. Sumber : Balai Taman Nasional Meru Betiri
Baca Artikel

Komitmen Bersama Untuk Pendataan Perkebunan Sawit di TN Tesso Nilo

Pangkalan Kerinci, 14 Januari 2022. Kepala Balai Taman Nasional (TN) Tesso Nilo dan jajaran bersama dengan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu, melakukan pertemuan di Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Pelalawan, Selasa (11/1). Pertemuan ini terlaksana guna membahas mengenai kegiatan terbangun di kawasan konservasi berupa perkebunan sawit di TN Tesso Nilo. Balai TN Tesso Nilo dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Pelalawan, berdiskusi tentang rencana pendataan dan pengukuran perkebunan sawit masyarakat yang berada di dalam kawasan TN Tesso Nilo. Balai TN Tesso Nilo dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Pelalawan juga berkomitmen untuk bekerjasama dalam kegiatan pendataan guna memperoleh data yang absah. Hasil pembahasan dari pertemuan ini nantinya diharapkan dapat menjadi pedoman dalam memperoleh data dan informasi yang valid yang dapat dipertanggungjawabkan dalam pengambilan keputusan terkait implementasi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Wagub Sumbar Resmikan Nama Harimau Sumatera Hasil Penanganan Konflik

Padang, 13 Januari 2022. Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Audy Joinaldy beserta rombongan mengunjungi Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera Dharmasraya (PRHSD), kunjungan perdana ini didampingi Kepala Dinas Kehutanan Sumbar dan Kepala Balai KSDA Sumbar, Rabu (12/1). Pada kesempatan ini Wakil Gubernur sekaligus meresmikan nama satwa langka tersebut yang merupakan hasil musyawarah dari tokoh adat Nagari Palembayan dan masukan Bupati Agam dengan nama “Puti Maua Agam” yang ditandai dengan penandatanganan Surat Keterangan asal usul harimau sumatera tersebut. Kunjungan ini bertepatan juga dengan BKSDA Sumbar melakukan titip rawat Harimau Sumatera hasil penanganan konflik ke PRHSD. Harimau tersebut merupakan hasil penanganan konflik satwa liar dengan manusia yang sudah terjadi semenjak 30 November yang mana upaya penghalauan dengan bunyi bunyian tidak membuahkan hasil sehingga harus dilakukan penangkapan dengan menggunakan kandang jebak demi keselamatan masyarakat maupun satwa itu sendiri. Pemerintah provinsi Sumatera Barat sangat respons dan sangat mendukung BKSDA Sumatera Barat terhadap upaya konservasi harimau sumatera ini, karena sangat erat kaitannya dengan keselamatan masyarakat maupun nilai-nilai adat Minangkabau yang menempatkan harimau sebagai Inyiak Balang yang diyakini sebagai panjago rimbo nagari. Hal ini dibuktikan dengan keluarnya Surat Edaran Gubernur No.522.5/3545/Dishut-2021 pada bulan Desember tahun 2021 tentang pelestarian harimau Sumatera. Surat Edaran tersebut ditujukan kepada Bupati/Walikota diseluruh Sumatera Barat untuk ikut serta mendukung pelestarian Harimau Sumatera dan habitatnya, mitigasi Konflik Manusia-Harimau Sumatera dan penegakan hukum. Kepala Balai KSDA Sumatera Barat, Ardi Andono menyampaikan terimakasih kepada bapak wakil Gubernur Sumatera Barat, atas kesediaan beliau telah menunjukkan keseriusan dalam pelestarian harimau Sumatera. Beliau juga menyampaikan bahwasanya BKSDA sudah membentuk Nagari Ramah Harimau pada lokasi yang sering terjadi konflik satwa liar jenis harimau sumatera, sekaligus juga berikan pembekalan berupa pelatihan untuk Pagari tersebut" ungkapnya. Wakil Gubernur juga berkesempatan melihat kondisi Lanustika harimau yang akan segera dilepasliarkan, dan Puti Maua Agam di kandang isolasi. Selain itu mengajak masyarakat Sumatera Barat untuk melindungi dan menjaga satwa liar endemik yang tersisa dan berharap kedepannya Sumatera Barat akan menjadi provinsi terbanyak yang memiliki pusat rehabilitasi satwa liar dilindungi. Sumber : Balai KSDA Sumatera Barat
Baca Artikel

Lestarikan Edelweis, BBTN Gunung Gede Pangrango Buat Demplot

Cipanas, 12 Januari 2022. Edelweiss sangat dikenal di kalangan para penggemar gunung. Tumbuhan yang melambangkan keabadian ini termasuk "tumbuhan langka”, karena habitatnya sangat terbatas (endemik) dan populasinya cenderung banyak mengalami gangguan, oleh karenanya tumbuhan ini sulit ditemukan. Berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2020, tumbuhan Edelweiss (Anaphalis javanica) termasuk jenis tumbuhan yang dilindungi undang-undang. Di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) kita bisa melihat edelweiss yang tumbuh di lereng-lereng gunung dan di Alun-Alun Surya Kencana. Sebagai upaya pelestarian Edelweiss (Anaphalis javanica) di TNGGP dibangun demplot yang berlokasi di Camping Ground Bobojong. Pembuatan demplot edelweiss di Camping Ground Bobojong dimulai sejak bulan Oktober 2020. Salah satu tujuan dari pembuatan demplot adalah sebagai sarana pendidikan konservasi dan pengenalan kepada masyarakat tentang fungsi ekologi tumbuhan edelweiss. Bibitnya berupa anakan edelweiss yang diambil dari kawasan TNGGP, yang kemudian ditanam di area Camping Ground Bobojong dengan luas demplot 20 x 5 meter. Pengambilan bibit dari dalam kawasan TNGGP dilakukan oleh petugas Resort Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Gunung Putri, bersama masyarakat. Dalam perkembangannya selama kurun waktu 1 tahun (Oktober 2020 - Oktober 2021), edelweiss yang ditanam pada demplot rata-rata dapat tumbuh dengan baik dan sebagian sudah berbunga. Tujuan lain pembuatan demplot edelweiss ini adalah untuk menciptakan daya tarik bagi para wisatawan agar lebih banyak yang berkunjung ke Camping Ground Bobojong. Pengembangan wisata alam di Bobojong, khususnya pembangunan demplot serta pemeliharaannya dilakukan bersama-sama dengan kelompok masyarakat Kampung Ading, Kecamatan Cipanas yang secara otodidak mempunyai kemampuan dalam hal budidaya tanaman hias. Edelweiss sejatinya tidak mengenal musim. Konon tumbunan ini dimaknai sebagai simbol keabadian cinta. Apabila sudah mekar, edelweiss bisa bertahan lama, tidak layu dan tidak pudar warnanya. Menjaga kelestarian edelweis yang tumbuh di dalam kawasan TNGGP bisa dimaknai sebagai wujud cinta kita kepada kawasan taman nasional dan semua keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya. Cinta yang tak lekang oleh waktu. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Teks : Asep Hasbilah (PEH BBTNGGP) Dok : BBTNGGP
Baca Artikel

Pertemuan Seniman Se-Indonesia Akan Digelar di TN Tesso Nilo

Pangkalan Kerinci, 14 Januari 2022. Balai Taman Nasional (TN) Tesso Nilo menerima kunjungan rombongan Generasi Lintas Budaya Fondation, Selasa silam (4/1). Kunjungan ini membahas rencana kegiatan Generasi Lintas Budaya Foundation yang akan melaksanakan pertemuan seniman se- Indonesia untuk bentang karya dan simposium dengan tema kerusakan ekologi dan perubahan iklim. Generasi Lintas Budaya Foundation mengungkapkan kegiatan ini nantinya akan mengusung konsep teater yang tujuannya untuk menjalin interaksi antara makhluk hidup dengan makhluk hidup lain dan juga dengan lingkungan sekitarnya, serta edukasi kepada mayarakat tentang ekologi dan perubahan iklim. Balai TN Tesso Nilo mendukung penuh rencana kegiatan, dengan harapan kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu kampanye dalam bidang seni untuk melestarikan hutan. Setelah melakukan diskusi di kantor Balai TN Tesso Nilo, Kepala Balai TN Tesso Nilo yang diwakili oleh Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Lubuk Kembang Bunga (LKB), Taufiq Haryadi SP mendampingi rombongan Generasi Lintas Budaya Foundation bertemu dengan Bupati Pelalawan dan mendapatkan respon baik serta dukungan penuh dari Bupati Pelalawan. Usai melakukan koordinasi dengan Bupati Pelalawan, rombongan Generasi Lintas Budaya Foundation menuju ke Flying Squad TN Tesso Nilo untuk melakukan observasi lokasi kegiatan yang akan diselenggarakan. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Kembali Institut Pertanian Bogor Lakukan Penelitian Langur Sentarum

Putussibau, 11 Januari 2022. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum) bersama Tim Penelitian Langur Sentarum (Presbytis chrysomelas ssp. Cruciger) dari Institut Pertanian Bogor (IPB) mengadakan pertemuan dan presentasi proposal penelitian lanjutan Langur sentarum tahun 2022. Penelitian akan dilaksanakan selama satu bulan mulai dari Januari sampai Februari 2022 yang dilakukan pada kawasan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) tepatnya di Resort Lupak Mawang dan Resort Semangit. Mengingat keberadaan Langur di sekitar kedua resort. “Pada prinsipnya kami menekankan kepada tim penelitian harus mengetahui potensi Langur Sentarum yang berada di Tana Bentarum, mengetahui informasi Tren dan pola sebarannya, mengetahui tipologi masyarakat didalam maupun disekitar kawasan serta mengetahui nilai pemanfaatan kawasan baik untuk masyarakat maupun negara” jelas Kepala Balai Besar Tana Bentarum, Wahju Rudianto, S.Pi., M.Si. Turut hadir secara virtual juga Bapak Nyoto Santoso selaku Direktur Program Studi Bioekologi dan Konservasi Lutung di TNDS berpesan “Dengan adanya penelitian lanjutan Lutung Sentarum ini dapat menyajikan data yang akurat dan dapat mencukupi data bioekologinya”. Presentasi ini dilaksanakan melalui tatap muka langsung (Offline) dan melalui Zoom Meeting (Online) bersama Kepala Balai Besar Tana Bentarum, Kepala Bidang Tata Usaha, Plt. Kepala Bidang Teknis TN, Kepala Bidang PTN Wil. I Mataso, Kepala Bidang PTN Wil. III Lanjak, Dekan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB, Direktur Program Studi Bioekologi dan Konservasi Langur di TNDS, Tim Penelitian dan Staf Balai Besar Tana Bentarum. (11/1) Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Artikel

Awal Tahun, Ngobrol Bareng KTH Sauyunan Lestari

Cianjur, 11 Januari 2022. Pendampingan Kelompok Tani Hutan (KTH) Binaan awal tahun kali ini dilakukan tim Penyuluh Kehutanan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) beserta petugas Resort Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Sarongge berkolaborasi dengan Penyuluh dari Cabang Dinas Kehutanan Wilayah IV Jawa Barat (Cianjur) dan didampingi Johanes Wiharisno, Kepala Seksi Wilayah II Gedeh. Penyuluhan diberikan kepada KTH Sauyunan Lestari yang berlokasi di Desa Sukamulya, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur (daerah penyangga kawasan TNGGP di Resort Sarongge, Seksi PTN Wilayah II Gedeh, Bidang PTN Wilayah I Cianjur. KTH Sauyunan Lestari yang bergerak pada usaha pertanian hortikultura dan peternakan, didirikan pada 28 Oktober 2019 berdasarkan Surat Keputusan Kepala Desa Sukamulya Nomor: 141.2/316/Pem/2019. Pada Tahun 2020 KTH Sauyunan Lestari berhasil meningkatkan statusnya menjadi KTH Madya. Usaha yang sedang dikembangkan KTH Sauyunan Lestari tahun ini yaitu pembibitan cengkeh hasil dari pelatihan persemaian dan pembibitan tanaman, serta pelatihan bussiness plan Tahun 2021. Usaha pembibitan merupakan ide dari KTH yang menggunakan dana swadaya dari iuran anggota. Pembibitan cengkeh ini nantinya digunakan untuk tujuan komersil, dimana KTH sudah memiliki pasar dan konsumen yang tetap. Selain itu beberapa bibit nantinya akan ditanam di kebun anggota KTH. Kali ini, bibit yang akan digunakan sebanyak 2 karung atau 28 kg benih cengkih basah pada lebih dari 400 polybag. Target KTH Sauyunan Lestari Tahun 2022, yaitu: a. Penyusunan Anggaran Dasar/ Aturan Rumah Tangga (AD/ART) KTH; b. Pembuatan legalitas melalui Akta Notaris; c. Penyusunan proposal kegiatan usaha dalam rangka kerjasama dengan pihak-pihak lainnya/ mitra dalam pengembangan usaha KTH selanjutnya. Penutup kegiatan pendampingan KTH, Kepala Seksi Wilayah II Gedeh memberikan arahan kepada KTH Sauyunan Lestari agar pada setiap kegiatan yang dilakukan harus didokumentasikan dengan baik sebagai bukti portofolio kegiatan KTH dan dapat dijadikan nilai keunggulan KTH untuk bahan publikasi kepada masyarakat lebih luas. Pengembangan usaha KTH memang membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Namun, pendampingan dari lembaga pemerintah pun akan menjadi kurang optimal apabila motivasi dalam tubuh KTH sendiri tidak ada. Dengan bersama-sama memperkuat 3 (tiga) aspek kelola yaitu kelola kelembagaan, kelola konservasi, dan kelola usaha diharapkan KTH dapat menjadi lebih mandiri dan berkembang sehingga salah satu upaya pemberdayaan masyarakat bisa berhasil guna mewujudkan hutan yang lestari, masyarakat sejahtera. Sumber : Poppy Oktadiani dan Sisca Widiya A - Penyuluh Kehutanan - Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Dok : BBTNGGP
Baca Artikel

Mahasiswa UNTAN Lakukan Presentasi Proposal Magang di Tana Bentarum

Putussibau, 11 Januari 2022. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum) memfasilitasi pertemuan dan presentasi proposal magang mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura (UNTAN) di Aula kantor Balai Besar Tana Bentarum, Selasa (11/1). Sebanyak 14 mahasiswa akan magang di Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) dan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) selama satu bulan mulai dari 3 Januari hingga 3 Februari 2022. Penempatan mahasiswa magang akan disesuaikan dengan tema kegiatan magang masing-masing mahasiswa serta akan disesuaikan dengan kebutuhan Bidang Wilayah, Seksi Wilayah maupun kantor Resort TaNa Bentarum. Pertemuan yang dihadiri mahasiswa magang, Tim Bidang Teknis Konservasi, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (PTN), Kepala Resort dan Petugas Lapangan berlansung selama 4 jam membahas mengenai tema dan lokasi magang mahasiswa. Sebagian dari tema dan lokasi terdapat perubahan karena harus menyesuaikan keadaan dilapangan dan menyesuaikan pengambilan data yang sama. “Kami tekankan kepada mahasiswa magang untuk dapat mengetahui potensi sumberdaya alam maupun ekosistem yang berada di Tana Bentarum, mengetahui informasi Tren dan pola sebaran potensi setiap bulan atau tahunnya, mengetahui tipologi masyarakat didalam maupun disekitar kawasan, mengetahui nilai pemanfaatan kawasan baik untuk masyarakat maupun negara agar mendapatkan data sesuai dengan kondisi dilapangan” ungkap Kepala Balai Besar Tana Bentarum, Wahju Rudianto, S.Pi., M.Si. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Artikel

Serunya Street Campaign 2022 di Watampone Green Epicentrum Kabupaten Bone

Bone, 11 Januari 2011- Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan memulai tahun baru 2022 dengan kegiatan Kampanye Konservasi dalam bentuk Street Campaign atau kampanye konservasi dengan terjun langsung ke masyarakat. Kali ini tim street campaign mendatangi Kabupaten Bone, di Watampone Green Epicentrum pada hari Senin 10 Januari 2021 bersamaan dengan memperingati Hari Sejuta Pohon Sedunia. Street Campaign dikemas dalam Mini Exhibition dengan menampilkan poster, banner, leaflet, buku, miniatur rusa dan rangkong serta boneka rangkong yang merupakan icon Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan. Kampanye berjalan menarik dan interaktif karena antusiasme pengunjung mengikuti kuis konservasi yang berhadiah souvenir menarik, juga dimeriahkan dengan kehadiran siswa pramuka MAN 2 Bone. Kepala Balai Besar Ir. Thomas Nifinluri, M.Sc menyampaikan “Kegiatan street campaign ini bertujuan untuk membawa konteks hutan dan tumbuhan dan satwa liar (TSL) kepada masyarakat perkotaan sehingga lebih peduli terhadap upaya pelestarian khususnya jenis-jenis endemik seperti burung Rangkong Sulawesi, jenis-jenis Anoa dan jenis asli lainnya yang dilindungi. Pelestarian Tumbuhan dan Satwa Liar dan Sumberdaya hutan harus mendapat dukungan semua pihak termasuk masyarakat urban yang merupakan "pasar" atau sumber permintaan produk-produk barang dan jasa termasuk TSL dan hasil hutan bukan kayu atau HHBK lainnya. Hari Sejuta Pohon Sedunia merupakan momentum bagi kita untuk melestarikan hutan beserta seluruh sumberdaya yang ada didalamnya termasuk pohon. Dan tentu tidak kalah pentingnya peran adik-adik pramuka dan anak muda untuk menjaga serta terus melestarikan itu semua mulai dari sekarang” terang Thomas. Julius Sterling Morton Warga Amerika Serikat memprakarsai lahirnya Hari Sejuta Pohon Sedunia, gerakan satu juta pohon kemudian menyebar ke berbagai negara di dunia. Di indonesia Hari Sejuta Pohon Sedunia pertama kali dicanangkan oleh Presiden Soeharto pada tanggal 10 Januari 1993. Pohon memiliki berbagai manfaat dalam kehidupan, bagi manusia pohon bermanfaat dalam proses pernafasan dengan menghasilkan oksigen dan mengurangi kandungan karbondioksida. Pohon memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian hidup tumbuhan dan satwa yakni sebagai tempat tinggal dan menjadi sumber makanan. Kepala Bidang Teknis Ir. Anis Suratin menyampaikan bahwa kegiatan kampanye konservasi dilaksanakan dalam rangka memperluas dan menginformasikan TSL yang ada di Indonesia terutama jenis-jenis yang terancam punah. Agar seluruh lapisan masyarakat dapat mengetahui bahwa TSL yang dilindungi tersebut dilarang untuk ditangkap, disimpan, dimiliki dan diangkut. Untuk menjaga pelestarian TSL tersebut pemerintah mengatur melalui Undang-Undang Nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya dan Peraturan Menteri LHK Nomor P.106/MENLHK/SETJEN/KUM.1/12/2018 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri LHK Nomor P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/6/2018 tentang Jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi, terang Anis. Melakukan aksi nyata dalam bentuk street campaign dengan memberikan edukasi dan informasi melalui poster, banner, leaflet dilokasi yang menjadi pusat kegiatan diharapkan dapat menggerakkan seluruh lapisan masyarakat untuk ikut berperan dalam upaya konservasi sumberdaya alam dan penyelamatan tumbuhan dan satwa liar. Street Campaign diakhiri dengan aksi tepuk pramuka dari siswa pramuka MAN 2 Bone yang dikomando kakak Santiago Kepala Seksi Wilayah Konservasi IV Makassar dengan penuh semangat. Kegiatan Street Campaign dihadiri Kepala Balai Besar KSDA Sulsel Ir. Thomas Nifinluri M.Sc, Kepala Bidang Teknis Ir. Anis Suratin, MP dan Plt.Kepala Bidang Wilayah I Palopo Imanuel Jaya Lihu, S.Pi., M.Sc., dengan tetap mematuhi protokol Covid-19. Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Penanggung Jawab Berita: Kepala Sub Bagian Data, Evlap dan Kehumasan - Eko Yuwono, S.Hut. (0852-2843-2097)

Menampilkan 1.841–1.856 dari 2.305 publikasi