Rabu, 7 Jan 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Kolaborasi BKSDA Yogyakarta - Forum Peduli SM Paliyan Optimalkan Pengelolaan SM Paliyan

Yogyakarta 16 Juni 2021. Pertemuan Forum Peduli Suaka Margasatwa (SM) Paliyan yang beranggotakan stakeholder terkait, kembali digelar Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Yogyakarta Hari Selasa (15/6/21) di Aula SM Paliyan. Forum Peduli SM Paliyan merupakan wadah komunikasi antara BKSDA Yogyakarta dengan para pihak terkait dalam pengelolaan SM Paliyan. Kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap 3 bulan ini membahas beberapa isu mengenai pengelolaan SM Paliyan dan kali ini mengagendakan mengenai sosialisasi kemitran konservasi di SM Paliyan. Dalam paparannya, Lurah Kepek menyampaikan mengenai optimalisasi kegiatan Forum dalam mendukung pengelolaan SM Paliyan, pengembangan sarpras pendukung Gunung Kidul sebagai destinasi wisata, serta isu konflik Monyet Ekor Panjang (MEP) – konflik antara satwa MEP dengan masyarakat sekitar SM Paliyan. Melalui pertemuan Forum Peduli SM Paliyan ini, Kepala Balai KSDA Yogyakarta, M. Wahyudi menjelaskan mengenai Rencana Pembangunan Pusat Konservasi Jawa Selatan (PKSJS) di SM Paliyan. M. Wahyudi menyampaikan mengenai nilai positif pembangunan PKSJS terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar kawasan, “Pembangunan PKSJS nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat yang nyata dalam meningkatkan ekonomi masyarakat melalui program konservasi secara umum dan juga upaya pemberdayaan yang dilakukan secara bersama-sama dengan Pemerintah Daerah, Mitsui Sumitomo Insurance Co., Ltd dan mitra kerja lainnya.” jelas M. Wahyudi. Merespon apa yang disampaikan Kepala Balai KSDA Yogyakarta, anggota forum memberikan apresiasi yang tinggi terhadap rencana pembangunan PKSJS dalam rangka konservasi satwa dengan tetap melibatkan masyarakat. Sementara itu, terkait upaya penanganan konflik MEP, Pemkab Gunungkidul mengusulkan agar kuota tangkap MEP di DIY sebanyak 300 ekor dapat difokuskan ke Gunung Kidul. Selanjutnya untuk mendukung kelanjutan pengelolaan SM Paliyan, anggota forum peduli SM Paliyan sangat memahami perlunya kerjasama para pihak dalam optimalisasi kegiatan bersama dengan adanya koordinasi yang baik dengan pemerintah Kabupaten Gunung Kidul maupun para pihak terkait lainnya. Pertemuan Forum Peduli SM Paliyan ditutup dengan penandatanganan kesepakatan bersama dalam rangka sosialisasi penataan blok dan kesepakatan bersama dalam mendukung rencana pembangunan PKSJS. Sebagai informasi, hadir dalam pertemuan ini Muspika Paliyan - Saptosari, Kalurahan Penyangga SM Paliyan (Karangasem, Karangduwet, Jetis, Kepek), perwakilan padukuhan penyangga SM Paliyan, kelompok tani binaan, tokoh pemuda dan tokoh masyarakat. Sumber : Siti Rohimah - Penyuluh Balai KSDA Yogyakarta Penanggung jawab berita: Kepala Balai KSDA Yogyakarta- Muhammad Wahyudi (HP 0852-4401-2365) Kontak informasi: Call center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449)
Baca Artikel

LIPI Laksanakan Riset Populasi Tumbuhan Endemik Sumatera di CA dan TWA Sibolangit

Sibolangit, 14 Juni 2021. Tim peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) untuk yang kesekian kalinya menyambangi kawasan Cagar Alam/Taman Wisata Alam (CA/TWA) Sibolangit. Kali ini Tim dari Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan dan Kebun Raya melakukan penelitian tentang Studi Populasi Tumbuhan Endemik Sumatera Gnetum loerzingii (Gnetaceae) dan tumbuhan lainya, yang berlangsung dari tanggal 1 s.d 10 Juni 2021, di tiga lokasi yaitu Cagar Alam dan Taman Wisata Alam Sibolangit serta Taman Wisata Alam (TWA) Danau Sicike-cike. Sebagaimana kita ketahui, bahwa manfaat dari keberadaan kawasan konservasi diantaranya adalah untuk tujuan penelitian (riset) dan pengembangan ilmu pengetahuan serta pendidikan dan peningkatan kesadartahuan masyarakat tentang konservasi alam. Kegiatan penelitian yang dilakukan oleh Tim LIPI dengan mengambil 14 (empat belas) specimen, terdiri dari jenis Rododendeon, Gnetum Loerzingii, Zingiber sp ,Zingiber loerzingi, Hedychium sp, Geocharis redicalis dan Rafflesia meijerii. Ketua Tim peneliti Dr. lyan Robiansyah menjelaskan, bahwa ke 14 spesimen yang dikumpulkan tersebut, nantinya akan dijadikan : 1). Sebagai bahan penelitian data populasi untuk reassessment status IUCN, 2). Biji dan stek serta bagian dari tumbuhan sample dimanfaatkan untuk konservasi ex situ di Kebun Raya, serta 3). Untuk tujuan koleksi herbarium dan cek validitas identifikasi. Khusus tumbuhan endemik Sumatera jenis Gnetum loerzingii (Gnetaceae) yang dalam bahasa Indonesia adalah jenis melinjo hutan, menarik untuk diteliti karena mempunyai sejarah panjang sejak awal dikoleksi Tahun 1927, tepatnya tanggal 10 Desember 1927, oleh J.A.Lorzing yang kala Itu dikenal sebagai kolektor tumbuhan, ahli botani sekaligus Kepala Kebun Raya Sibolangit (sebelum menjadi CA/TWA Sibolangit) yang merupakan cabang dari Kebun Raya Bogor. Menjadi catatan khusus tentunya di tahun 2021 ini, tepat pada usia 94 Tahun CA/TWA Sibolangit kembali diteliti oleh Tim LIPI Pusat Penelitian Konservasi Tumbuhan yang berasal dari Kebun Raya Bogor, terdiri dari 3 peneliti, yaitu Dr. lyan Robiansyah (Ketua), Yayan Wahyu Candra Kusuma, Ph.D (anggota) dan Enggal Primananda, M.Sc.(Anggota). Untuk kelancaran kegiatan penelitian tersebut petugas Resort CA/TWA Sibolangit dengan setia mendampingi tim peneliti selama berlangsungnya kegiatan. Petugas resort dan tim peneliti berbagi pengetahuan serta pengalaman, yang diharapkan dapat menjadi masukan untuk pengembangan kawasan CA/TWA Sibolangit kedepannya sebagai salah satu pusat riset konservasi alam Sumatera Utara, sehingga mendorong para peneliti lainnya untuk ikut menggali potensi-potensi konservasi alam yang ada di kawasan ini. Sumber : Samuel Siahaan, SP. - PEH Pertama Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

BBTNLL Gelar Lomba Menggambar dan Bagikan Bibit Pohon Gratis Di Hari Lingkungan Hidup Sedunia

Palu. 7 Juni 2021. Memperingati momentum perayaan “Hari Lingkungan Hidup Sedunia” 5 Juni 2021, Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BBTNLL) bersama DW Art Competetition di Jerman, Konsultan Forest Program III Sulawesi (FP III) dan Lembaga Swadaya Masyarakat Relawan Orang dan Alam (LSM ROA) menggelar kompetisi Lomba Menggambar dan Mewarnai Bagi Anak-anak Sekolah dengan tema “Covid-19 dan Lingkungan Kita". Lomba menggambar dan mewarnai ini diikuti 12 peserta dari sekolah dasar yang ada di Kota Palu dan Kabupaten Parigi Moutong. Hasilnya, salah satu dari peserta yang bernama Anisa Putri Setiawan berumur 11 tahun dari Palu – Indonesia terpilih masuk nominasi 10 besar dalam DW Art Competetition dan disiarkan langsung oleh TV Deutsche Wella (DW) Jerman pada tanggal 3 Juni 2021 waktu Jerman. Mengutip laman DW.com Jerman disebutkan lebih dari 300 anak dari 40 negara ikut dalam DW Art Competetition yang bertemakan “Paintings About The Pandemic By Children From Around The World”. Penyelenggaraan kegiatan dilaksanakan pada 4-5 Juni 2021 bertempat di Kantor BBTNLL dan dalam kesempatan ini pula dilakukan penyerahan sertifikat penghargaan dan souvenir atas keikutsertaan pada lomba menggambar bagi anak-anak sekolah lingkup area Cagar Biosfer Lore Lindu (CBLL). Peyerahan sertifikat dan souvenir bagi peserta lomba diberikan langsung oleh Kepala BBTNLL (Ir. Jusman) dan Konsultan FP III (Bernd Unger) dan disaksikan Kepala-kepala UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Lingkup Propinsi Sulawesi Tengah, Dinas Lingkungah Hidup Prop. Sulawesi Tengah, Dinas Kehutanan Prop. Sulawesi Tengah dan GIZ Forclime. Selain menggelar lomba menggambar dan mewarnai bagi anak-anak sekolah, dilakukan pula kegiatan Pameran Gambar dan Foto serta Exibisi Mini Produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) diantaranya makanan ringan kripik tortila, kopi, minyak kelapa murni, kecap rempah-rempah dan kerajinan anyaman rotan. Disamping itu BBTNLL, FP III dan LSM ROA mengadakan pula acara menanam simbolis bibit pohon eboni di halaman Kantor BBTNLL dan pembagian bibit bagi masyarakat di acara Car Free Day Kota Palu. Seluruh rangkaian kegiatan memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini lebih bersifat spontanitas untuk menyebarluaskan konservasi kepada khalayak masyarakat luas dan memupuk bina cinta lingkungan bagi generasi muda (reds://DH). Sumber : Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu
Baca Artikel

Kembangkan Desa Wisata, Balai Besar Tana Bentarum Bentuk Kelompok Pengelola Jasa Transportasi dan Akomodasi

Sepandan, 10 Juni 2021. Salah satu program dalam pengelolaan taman nasional adalah kegiatan peningkatan pendapatan masyarakat yang hidup di sekitar maupun di dalam kawasan konservasi. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Tana Bentarum) pada Tahun 2021 memberikan bantuan langsung kepada 10 (sepuluh) desa yang mempunyai ketergantungan terhadap kawasan konservasi. Desa Sepandan merupakan salah satu desa penyangga kawasan yang akan menerima bantuan berupa uang tunai sebagai modal dalam peningkatan perekonomian masyarakat, yang mempunyai potensi dalam pengembangan wisata alam. Dalam upaya pengembangan wisata alam Balai Besar TaNa Bentarum membentuk kelompok jasa transportasi dan akomodasi wisata yang diikuti oleh 30 (tiga puluh) orang peserta dengan melibatkan pengurus desa, BUMDES dan PKK yang dlaksanakan di Balai Adat Desa Sepandan. “Saya harapkan kegiatan ini bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat, jangan hanya kita jadi penonton saja, tetapi kita harus menjadi pelaku dan aktor utama dalam membangun perekonomian masyarakat, kalau bukan kita siapa lagi yang akan mengubah keadaan kita” pungkas Gunawan Budi Hartono, Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah III Lanjak. “Harus ada peningkatan kapasitas diantara kita sebagai pemandu wisata transportasi terutama safety first, SOP penerimaan pengunjung, keseragaman harga tiket dan masih banyak lagi kekuranganya yang harus ditutupi sehingga impian kita dalam pengelolaan Taman Nasional Danau Sentarum yang lestari dan masyarakat sejahtera sebagai tujuan bersama dapat terwujud” ungkap Adi Gunawan, Kepala Desa Sepandan. Pada kesempatan ini juga hadir Bisro Sya’bani, Kepala Seksi Bina Daerah Penyangga Subdit BDPZPT Direktorat Kawasan Konservasi disela-sela kunjungan penilaian desa apresiasi memberikan motivasi kepada masyarakat agar selalu bersemangat dan bersungguh-sungguh menerima bantuan ini sehingga bisa bermanfaat bagi masyarakat. “Sebagai contoh tempat wisata Tangkahan di wilayah Taman Nasional Gunung Leuser di Aceh memberikan keuntungan kepada masyarakat sekitar 15 miliar pertahun, ini salah contoh bahwa keberadaan Taman Nasiona sangat bermanfaat bagi masyarakat sekitar” kata Bisro. Dengan adanya kelompok jasa transportasi dan akomodasi yang baik dan berstandar diharapkan akan meningkatkan jumlah wisatawan dengan pelayanan yang baik, aman dan nyaman sehingga akan berdampak positif bagi pendapatan masyarakat. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Artikel

BBTN Lore Lindu Lakukan Peningkatan Kapasitas Kelompok “Sari Kelapa”

Sigi, 14 Juni 2021. Taman Nasional Lore Lindu (TNLL) dikelilingi sekitar 71 Desa yang bersinggungan langsung dengan kawasan taman nasional. Sebagai pengelola kawasan TNLL, Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BBTNLL) berupaya untuk selalu melibatkan masyarakat desa sekitar kawasan agar menjaga dan memelihara kawasan TNLL. Salah satu bentuk kegiatannya berupa pemberdayaan masyarakat yang bermukim di sekitar kawasan. Pendampingan dan fasilitasi pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan terus dilakukan BBTNLL, khususnya yang dilaksanakan personil Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah (BPTNW) II Makmur bersama para pihak terkait. Pemberdayaan tersebut berupa peningkatan kapasitas kelompok pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan TNLL, diantaranya adalah kelompok masyarakat yang bernama “Sari Kelapa” yang bermukim di wilayah Desa Kadidia, Kabupaten Sigi. Obyek Wisata Pemandian Air Panas Kadidia, Desa Kadidia-Kabupaten Sigi menjadi tempat pelatihan pembuatan souvenir atau cenderamata berupa kerajinan tangan dari bahan baku batok kelapa (Kamis,10/06/2021). Selama ini kelompok “Sari Kelapa” mempunyai produk unggulan yaitu minyak kelapa murni. Melihat adanya batok kelapa sebagai turunan produk yang belum dimanfaatkan dan selama ini menjadi limbah pasca pembuatan produk andalan minyak kelapa murni, maka tercetus ide bersama dari kelompok “Sari Kelapa” untuk membuat cenderamata dari batok kelapa. BBTNLL pun segera bergerak untuk lakukan pendampingan dan fasilitasi melalui kegiatan peningkatan kapasitas kelompok masyarakat berupa pelatihan pembuatan cenderamata. Kepala Balai Besar TNLL, Ir. Jusman turut memberikan semangat dan arahan bagi kelompok masyarakat untuk tetap konsisten membangun pemberdayaan masyarakat di sekitar TNLL, sehingga mampu menghasilkan peningkatan ekonomi bagi keluarga yang pada akhirnya dapat mengurangi ancaman kerusakan terhadap kawasan taman nasional. Dalam kegiatan ini hadir juga Kepala Bidang PTNW II Makmur, Kepala Bagian Tata Usaha, Ketua Dharma Wanita BBTNLL, Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Tongoa, Aparat Pemerintahan setempat serta personil BBTNLL. Dari kegiatan ini diharapkan terjadi peningkatan keterampilan dan keahlian anggota kelompok dalam mengolah komoditi unggulan terutama kelapa sehingga menghasilkan keuntungan ekonomi serta mampu memanfaatkan limbahnya sebagai wujud pelestarian lingkungan. Melalui kegiatan ini juga dapat menjadi langkah menuju pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan TNLL yang mampu menjawab tantangan pengelolaan kawasan konservasi saat ini, untuk masyarakat sejahtera dan hutan yang lestari (reds://DH&IRS). Sumber : Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu
Baca Artikel

Balai TN Rawa Aopa Watumohai Menuju Pengelolaan Keuangan yang Terintegrasi Dengan SAKTI

Kendari, 14 Juni 2021. Satuan Kerja (Satker) Balai Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai (TNRAW) melakukan pendaftaran penggunaan aplikasi Sakti di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) A1 Kendari, Jumat (11/6/2021). Pendaftaran user SAKTI di Kantor PPN Kendari ini dilakukan berdasarkan arahan Kepala KPPN Kendari melalui suratnya pada bulan Maret lalu. Satker Balai TNRAW yang melakukan pendafataran user SAKTI yaitu KPA, PPK dan Pejabat SPM. Mereka membawa formulir pengaktifan pengguna dan One time password (OTP) SAKTI, SK KPA, Fotocopy KTP, dan spesimen tanda tangan. Kemudian, petugas admin yang ditunjuk sebagai approver, validator dan operator untuk beberapa modul, bahwa tidak boleh dijabat oleh orang yang sama agar mekanisme maker, checker, approver tetap terjaga. Menurut Kepala Balai TNRAW Ali Bahri, dengan menggunakan SAKTI yang terdapat dalam satu database terpusat, membuat seluruh proses pengelolaan keuangan satker Balai TNRAW mulai dari proses penganggaran, pelaksanaan, sampai pada pelaporan ada dalam satu aplikasi SAKTI menjadi terintegrasi. Apalagi terdapat beberapa modul yakni penganggaran; komitmen; pembayaran; bendahara; persediaan; aset tetap; pelaporan; dan administrator. Hal ini juga tentunya kata dia, dalam menjalankan aplikasi SAKTI tidak terlepas dengan dukungan jaringan internet yang berkualitas. Sumber : Balai Taman Nasional Rawa Aopa Watumohai
Baca Artikel

Strategi Balai Besar TaNa Bentarum Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat Desa Binaan

Putussibau, 14 Juni 2021). Sebagai strategi dalam upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat desa binaan, Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) menggelar kegiatan Peningkatan Kapasitas bagi Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM), Penggerak Swadaya Masyarakat (PSM) dan Penyuluh Kehutanan (PK). Kegiatan dilaksanakan selama satu hari di Aula Utama Kantor Balai Besar TaNa Bentarum baik secara offline maupun online melalui zoom meeting yang diikuti oleh 37 (tiga puluh tujuh) orang yang terdiri dari PKSM desa binaan, PSM, Penyuluh Kehutanan, Kepala Resort dan Fasilitator Desa FIP ditambah dengan pejabat struktural. “Kita harus terus belajar dan belajar serta berinovasi dalam kegiatan pemberdayaan masyarakat agar tujuan peningkatkan kesejahteraan masyarakat yang ada di wilayah desa binaan bisa tercapai” kata Ardi Andono, S.T.P., M.Sc, Kepala Bidang Teknis Konservasi dalam sambutannya. Kepala Balai Besar Tana Bentarum, Ir. Arief Mahmud, M.Si mengatakan “Penyuluh Kehutanan, Penggerak Swadaya Masyarakat, dan Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat merupakan ujung tombak dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sehingga perlu ditingkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam proses pendampingan di masyarakat”. “Saya berpesan bahwa untuk menjadi penyuluh yang hebat kita harus mengenali potensi wilayah, kenali local champion, berkomitmen tinggi dan selalu berinovasi untuk pengembangan produk penyuluhan” tambah Arief. Peningkatan kapasitas kali ini juga dilakukan sebagai upaya untuk mengawal 10 (sepuluh) paket pemberdayaan masyarakat di 10 (sepuluh) desa binaan Balai Besar TaNa Bentarum pada tahun 2021. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Artikel

Penyuluhan dan Pelayanan Kesehatan Kesehatan Ternak

Situbondo, 11 Juni 2021. Penyuluh Kehutanan Balai Taman Nasional (TN) Baluran bersinergi dengan Petugas Kesehatan Ternak Kabupaten Situbondo melaksanakan kegiatan Penyuluhan dan Pelayanan Kesehatan Ternak di Desa Wonorejo, Kecamatan Banyuputih (11/6). Kegiatan ini secara rutin dilakukan setiap 1-2 Bulan sekali dengan melakukan kunjungan ke kandang-kandang ternak di desa penyangga TN Baluran. Kelompok Ternak binaan Balai TN Baluran dan Dinas Peternakan Kabupaten Situbondo ini perlahan diberikan penyadartahuan agar tidak menggembalakan ternak sapi ke dalam kawasan hutan Baluran dan beralih ke model peternakan sapi intensif pengandangan. Sehingga nantinya kegiatan penggembalaan sapi di TN Baluran diharapkan bisa berkurang. Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Situbondo dan Kepala Desa. Sumber : Balai Taman Nasional Baluran
Baca Artikel

Pra Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional di TWA Muka Kuning

Batam, 13 Juni 2021 - Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Batam, Balai Besar KSDA Riau dan Loka Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Batam melaksanakan kegiatan Pra Peringatan Hari Anti Narkotika Internasional tahun 2021 pada Sabtu, 12 Juni 2021 di Taman Wisata Alam (TWA) Muka Kuning. Hari Anti Narkotika Internasional diperingati setiap tanggal 26 Juni setiap tahunnya. Kegiatan yang dilaksanakan antara lain senam pagi bersama, pembuatan video, pembagian masker dan brosur tentang rehabilitasi. Senam dilaksanakan di lapangan utama TWA Muka Kuning, dilanjutkan pembagian masker dan brosur di kampung Aceh yang berbatasan dengan kawasan konservasi TWA Muka Kuning. Sebagai informasi, kegiatan juga dihadiri oleh seluruh staf SKW II Batam, Staf Loka Rehabilitasi BNN Batam, Staf Lanud Hang Nadim, staf Direktorat Pengamanan BP Batam, dan Anggota Pramuka Saka Wanabakti Batam. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Potensial Untuk Desa Wisata, BBKSDA Sulsel Akan Kembangkan Tondok Bakaru

Mamasa, Jumat, 11 Juni 2021 – Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan bersama tim pelaksana Forest Programme IV Mamasa-Sulawesi (FP4) telah melakukan audiensi kunjungan kerja bersama Bupati Kabupaten Mamasa beserta jajaran pada tanggal 10 Juni 2021 Pukul 09.00 – 11.00 Wita. Ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan "Rapat Koordinasi dan Kunjungan Kerja Lapangan PEA FP4" berlokasi di Makassar, Mamuju, Mamasa dan Pinrang tanggal 7 sampai dengan 12 Juni 2021. Bupati Mamasa, DR. H. Ramlan Badawi, MH dalam sambutannya mengatakan “Selaku tuan rumah kami siap memfasilitasi pelaksanaan FP4 yang diharapkan membawa perubahan positif bagi masyarakat Mamasa, saya menghimbau kepada semua pimpinan OPD terkait agar berkoordinasi dan menindaklanjuti apa yang menjadi program FP4 ini” terang Ramlan. “Potensi wisata dan pertanian Kabupaten Mamasa sangat potensial untuk kita bersama kembangkan, salah satunya Tondok Bakaru sebagai Desa Wisata yang menjadi pintu masuk Taman Nasional Gandang Dewata. Pesan saya jika program ini berjalan baik perlu keadilan imbal jasa lingkungan (PES) bagi Kabupaten Mamasa, Kearifan lokal diadopsi” Tambah Ramlan. Direktur KPHL selaku Programme Executive Agency (PEA) melalui aplikasi ZOOM mengatakan “Perlu sinergi dalam pengelolaan dan pemanfaatan SDA dengan pembangunan wilayah Kab Mamasa. Tujuan FP4 meliputi: (1) mengurangi sedimentasi; (2) meningkatkan sistem pengelolaan hutan (KPH), (3) meningkatkan kesejahteraan masyarakat; dan (4) mengembangkan kelembagaan TNGD. Kita harapkan di akhir proyek FP4 (2026) kesejahteraan masyarakat Mamasa dapat meningkat” Adapun rekomendasi dari audiensi Bersama Bupati Mamasa adalah sebagai berikut : Diakhir giat audiensi, dilakukan penyerahan buku “Wisata Intelektual” karya Ir. Wiratno, M.Sc selaku Direktur Jenderal KSDAE dan Plakat kepada Bupati Mamasa oleh Kepala Balai Besar KSDA Sulsel Ir. Thomas Nifinluri. Msc. Sebagai informasi, audiensi dilaksanakan di Ruang Pola Kantor Bupati Mamasa yang juga dihadiri oleh: Bupati Mamasa, Pimpinan OPD, Camat Mamasa, PEA (melalui ZOOM), NPMU, Konsultan, PIU (BBKSDA Sulsel, BPDAS Jeneberang-saddang, BPDAS Lariang-mamasa). (AWN/Humas) Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Video & Foto : Hamka, S.Hut Penanggung Jawab Berita: Kepala Subag Data, Evlap dan Humas - Murniaty, S.Hut Call-Center : +62 811-4600-883 Website: www.ksdasulsel.menlhk.go.id www.ksdasulsel.org Youtube: Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Facebook: bbksdasulsel Instagram: @bbksda_sulsel Twitter: @bksdasulsel
Baca Artikel

Balai Besar TaNa Bentarum Bersama YPOS, Peduli Pendidikan dan Konservasi Satwa Orangutan

Datah Diaan, 10 Juni 2021. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) bersama Yayasan Penyelamatan Orangutan Sintang (YPOS), lakukan penyerahan bantuan pendidikan sekaligus sosialisasi kegiatan pelepasliaran Orangutan di Rumah Adat Ma’ Suling, Desa Datah Dian, Kecamatan Putussibau Utara (10/6). Penyerahan bantuan pendidikan berupa buku paket untuk pelajar tingkat SD mulai dari kelas 1 s.d. 6 juga untuk perpustakaan dan buku paket untuk pelajar Sekolah tingkat SMP mulai kelas 1 s.d. 3, sedangkan untuk tingkat SMA bantuan berupa perlengkapan sekolah. Pelajar yang menerima bantuan pendidikan merupakan siswa/i dari SDN 11 Tanjung Karang, SDN 12 Tanjung Durian, SDN 19 Tanjung Kuda, SMPN 4 Putussibau, SMAN 1 Putussibau, SMKN 1 Putussibau dan SMAS Kristen Setya Putussibau, yang berasal dari wilayah Mendalam dan merupakan masyarakat penyangga Kawasan Taman Nasional Betung Kerihun. “Saya berharap bantuan pendidikan ini dapat meningkatkan fasilitas sarana dan prasarana belajar bagi para pelajar sehingga mereka lebih bersemangat dalam mengejar cita-cita nya untuk masa depan mereka nantinya” pungkas Petrus Kusnadi selaku Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kapuas Hulu. Kepala Balai Besar TaNa Bentarum Ir. Arief Mahmud, M.Si menyampaikan bahwa “Bantuan pendidikan ini berupa buku pelajaran dan perlengkapan sekolah dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya guna mendukung kegiatan belajar mengajar disekolah” ungkapnya, “Dengan sosialisasi orangutan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya perlindungan dan pelestarian Orangutan” tambah Arief. Pada sesi sosialisasi pelepasliaran Orangutan difokuskan dengan materi upaya perlindungan dan pelestarian Orangutan di Kawasan Taman Nasional Betung Kerihun kepada masyarakat yang berasal dari Desa Datah Diaan, Desa Padua Mendalam dan Desa Tanjung Karang, serta hadir juga Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kapuas Hulu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kab. Kapuas Hulu, Perwakilan BKSDA Kalimantan Barat dan KPH Putussibau Utara. “Kegiatan hari ini merupakan salah satu bentuk dukungan kami dalam kegiatan perlindungan dan pelestarian Orangutan serta dukungan terhadap dunia pendidikan bagi masyarakat sekitar Taman Nasional Betung Kerihun yang kami jadikan lokasi pelepasliaran Orangutan” jelas Hasudungan Pahpahan, Ketua Umum YPOS. “Semoga kedepannya kegiatan ini dapat dilakukan secara rutin dan berkesinambungan guna memberikan banyak manfaat kepada masyarakat yang berada di daerah penyangga Nasional Betung Kerihun” tambahnya. Sumber : Eka Novia Mahesti - Calon Penyuluh Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Artikel

18 Siswa Praktek Siap Ditempatkan di Dua Resort Balai TN Manusela

Masohi, 10 Juni 2021. Balai Taman Nasional Manusela menerima kedatangan 18 siswa SMK Kehutanan Negeri Manokwari dan 3 guru pendamping. Kedatangan rombongan ini dalam rangka Praktek Kerja Lapang (PKL) di Taman Nasional Manusela yang rencananya akan dilaksanakan sampai tanggal 26 Juli nanti. Delapan belas siswa ini akan ditempatkan di wilayah Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) I Wahai yaitu Resort Masihulan dan Resort Sasarata. Kedatangan rombongan ini diterima perwakilan Balai TN. Manusela Iik Ikhwan Puadin. Dalam arahan singkatnya, Iik berpesan agar semua siswa menjaga kedisiplinan dan rajin mendokumentasikan kegiatan baik berupa tulisan maupun gambar, tak lupa pula menekankan agar menjaga diri dan orang sekitar dengan mematuhi protokol kesehatan. Sumber : Balai Taman Nasional Manusela
Baca Artikel

Masyarakat Sekitar TN Betung Kerihun Belajar Mengenal African Swine Fever

Datah Diaan, 10 Juni 2021. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) bersama YPOS sukses menggelar sosialisasi penyakit African Swine Fever (ASF) kepada masyarakat sekitar Taman Nasional Betung Kerihun (TNBK) di Rumah Adat Ma’ Suling Desa Datah Dian, Kecamatan Putussibau Utara (10/6). African Swine Fever (ASF) merupakan penyakit virus hemoragik yang menjangkiti babi domestik dan babi liar dari semua umur dan jenis kelamin dengan tingkat fatalitas kasus hingga 100%. Penyakit ini menyebabkan kerugian ekonomi yang besar, mengancam ketahanan pangan dan perdagangan yang aman serta menjadi tantangan produksi babi yang berkelanjutan di negara-negara tertular. Jadi sosialisasi ini bertujuan untuk menyampaikan informasi dan pengetahuan kepada masyarakat mengenai ASF dan mekanisme penanganannya yang dapat dilakukan oleh masyarakat. Dalam kesempatan ini, Bupati Kapuas Hulu yang diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan Kapuas Hulu Petrus Kusnadi, S.Sos, M.Si. menyampaikan himbauannya terkait dengan penyakit ASF. “Penyakit ini sangat berbahaya bagi babi hutan, sehingga diperlukan adanya deteksi dini, lapor dini dan respon dini berupa surveilans pada habitat babi hutan, perlu kerjasama lintas sektor antara Kementerian Pertanian, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Pemerintah Daerah dan masyarakat dalam mengantisipasi penyebaran ASF” ujarnya. Penyampaian paparan mengenai ASF ini disampaikan oleh drh. Victor Vernandes, selaku Ketua Pengurus/Manager YPOS dan juga berprofesi sebagai dokter hewan, yang menyampaikan akan bahaya penyakit ASF ini, sehingga diperlukan mekanisme penanganan khusus yang diperlukan peran serta masyarakat guna mencegah penyebaran penyakit ini pada babi hutan didalam Kawasan TNBK. “Penyakit ini sangat menular dengan tingkat morbiditas mencapai 100%, selain itu virus ini juga adaptif terhadap perubahan lingkungan, tahan disinfektan, sulit dikendalikan dan belum ada vaksinnya. ASF termasuk kedalam penyakit non zoonotik dan dapat menyerang semua jenis babi pada semua rentang usia” jelas Victor. Markus Jaraan, Kepala Desa Datah Dian menyampaikan bahwa “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat akan bahaya dari virus ASF, sehingga kami bisa melakukan upaya pencegahan guna mengurangi jumlah kematian babi hutan di dalam Kawasan TNBK, karena babi hutan menjadi salah satu satwa buruan masyarakat” ungkapnya. “ Kita sangat khawatir jika masyarakat mengonsumsi daging babi hutan yang terkontaminasi virus ASF ditakutkan dapat membahayakan kesehatan masyarakat juga” tambah Markus. Ir. Arief Mahmud, M.Si., Kepala Balai Besar TaNa Bentarum menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya kegiatan ini “ Sosialisasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada masyarakat sebagai upaya pencegahan penyebaran virus ASF pada populasi babi hutan di Kawasan TNBK” ungkapnya. Sumber : Eka Novia Mahesti - Calon Penyuluh Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Artikel

Balai TN Gunung Merapi Menuju Pengelolaan Yang Dinamis

Sleman, 9 Juni 2021. Sebagai upaya meningkatkan semangat kerja, silaturahim dan sinergitas pegawai Balai Taman Nasional Gunung Merapi (BTNGM) dengan mitra kerja, maka dilaksanakan pembinaan pegawai pada hari Rabu, 9 Juni 2021, di Obyek Wisata Alam (OWA) Kalikuning Park. Pembinaan dan arahan difokuskan terkait pengelolaan TNGM yang dinamis, dimana proses yang terjadi merupakan dinamika organisasi yang harus dihadapi dan diselesaikan bersama termasuk bersama mitra kerja. Selain itu, dikarenakan masih dalam nuansa Syawal, maka dilaksanakan silaturahim dan ikrar syawal, saling memaafkan satu sama lain. Dalam rangkaian kegiatan ini juga dilaksanakan penganugerahan Penghargaan Satyalancana Karya Satya kepada staf. Dua orang mendapatkan lencana 20 tahun, yaitu Saptono dan Irwan Yuniatmoko, dan 10 tahun atas nama Rachmad Hariyadi. Sebagai penutup acara, juga dilaksanakan pelepasan terhadap dua orang pegawai BTNGM yang pindah tugas, yaitu Wiryawan, S.Hut, M.Ec.Dev dan Wahid Adi Wibowo, S.Hut. Sebagai informasi, acara dihadiri oleh seluruh pegawai BTNGM, serta turut hadir dari Instansi setempat, Forkompinca Cangkringan, Mitra Kelompok Masyarakat Kalikuning Park, FPL Palem, perangkat desa setempat, tokoh masyarakat dan juga purnawirawan TNGM. Pemilihan lokasi di area terbuka dan pelaksanaan kegiatan mengacu pada pelaksanaan protokol kesehatan 5 M sehingga cukup aman dan sesuai dengan protokol kesehatan. * Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Merapi Pembuat berita : Titin Septiana Rahmawati (PEH BTNGM) Penanggung jawab : Muhammad Wahyudi, S.P, MSc. (Plt) Kepala Balai FB : Taman Nasional Merapi Twitter : @btngunungmerapi Instagram : @btngunungmerapi Call center : 081327691368
Baca Artikel

Burung Bubut Penghuni desa Penyangga TN Batang Gadis

Panyabungan, 10 Juni 2021. Burung Bubut ini sering dijumpai di desa-desa penyangga Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) dengan suaranya yang khas. Sebagian besar masyarakat tidak asing dengan keberadaan Burung bubut besar ini dikarenakan habitat dari burung ini yang tergolong cukup luas. Sebut saja areal perkebunan, semak belukar sekitar pemukiman, tepi hutan, semak tepi sungai hingga hutan mangrove. Burung ini sekali waktu terlihat melompat diantara semak dan pohon dengan terbang rendah dalam mencari makan. Makanannya sendiri berupa ulat, kumbang, kadal, katak, tikus dan berbagai jenis serangga lainnya sehingga burung ini dapat menjadi predator alami beberapa jenis hama pertanian. Semoga selalu lestari di alam. Sumber : Balai Taman Nasional Batang Gadis
Baca Artikel

Penguatan Fungsi Kemitraan Konservasi TWA Sungai Dumai

Pekanbaru, 9 Juni 2021 - Balai Besar KSDA Riau melakukan penandatangan perjanjian kerjasama dengan mitra konservasi Kelompok Tani Hutan Meranti Sejahtera pada Rabu, 9 Juni 2021. Penandatanganan dilakukan Kepala Balai Besar, bapak Suharyono dengan Ketua Kelompok yaitu bapak Junaedi. Kerjasama dilakukan selama 5 tahun dan monitoring akan dilakukan setiap 6 bulan sekali. Areal kerjasama seluas 30 ha meliputi blok rehabilitasi kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sungai Dumai, Wilayah Kelurahan Mundam, Kec. Medang Kampai, Kota Dumai. Kelompok Tani Hutan Meranti Sejahtera adalah mitra konservasi yang dibentuk dari masyarakat sekitar kawasan konservasi TWA Sungai Dumai. Langkah ini merupakan salah satu upaya yang bertujuan untuk melakukan penyelamatan kawasan dengan kegiatan pemulihan ekosistem yang melibatkan masyarakat setempat. Dimana masyarakat menjadi ujung tombak penyelamatan kawasan hutan yang lestari, mewujudkan sinergi dengan ruang lingkup kegiatan meliputi penyiapan bibit, penanaman jenis pohon endemik asli dan jenis pohon multi manfaat serta pemeliharaan tanaman. Semoga dengan keterlibatan masyarakat sekitar kawasan dalam upaya pelestarian hutan yang bersinergi, akan lebih terjaga hutan tersisa untuk kehidupan saat ini dan nanti. Sumber : Balai Besar KSDA Riau

Menampilkan 1.825–1.840 dari 1.989 publikasi