Kamis, 8 Jan 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Inisiasi Pembentukan Kelompok Sadar Wisata “Look Tana Mori” Desa Golo Mori

Labuan Bajo, 25 Juni 2021. Balai Taman Nasional Komodo bersama Sustainable Tourism (SUSTOUR) Labuan Bajo Swiss Contact Indonesia melakukan pendampingan pembentukan Kelompok Sadar Wisata (POKDARWIS) di Desa Golo Mori pada tanggal 22-23 Juni 2021 di kantor Desa Golo Mori. Kegiatan ini membuka peluang bagi Desa Golo Mori untuk dapat mengoptimalkan potensi daya tarik wisata alam dan budaya guna mendukung pengembangan desa secara berkelanjutan. Yovi Septia, Penyuluh Kehutanan Balai Taman Nasional Komodo sebagai koordinator menyampaikan “Inilah wujud implementasi strategi pemberdayaan masyarakat di dalam dan sekitar kawasan dengan memperkuat kelembagaan dengan mendorong pembentukan berbagai kelompok/lembaga masyarakat desa. Dan juga sebagai salah satu rangkaian kegiatan aktualisasi DIKLATSAR CPNS KLHK tahun 2021 dengan bantuan fasilitator antara lain: Muhammad Ikbal Putera (Pengendali Ekosistem Hutan), Fahri Ikhlas (Penyuluh Kehutanan), Ikhwan Syahri (Polisi Kehutanan), Banu Widyonarko (Polisi Kehutanan), dan M. Fajrin (Tenaga Pengamanan Hutan Resort Kampung Rinca)”. Seluruh calon anggota POKDARWIS berdasarkan hasil rekomendasi dan seleksi perangkat desa hadir untuk menyerap pengetahuan dari dua narasumber yakni Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (DISBUDPAR) Manggarai Barat dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Manggarai Barat. DISBUDPAR Manggarai Barat menyampaikan materi mengenai kelembagaan POKDARWIS, sementara DPMD Manggarai Barat menyampaikan paparan mengenai kelembagaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDES). Hal ini perlu disampaikan dalam satu forum diskusi untuk menghindari adanya perbedaan persepsi dalam rangka operasionalisasi kedua lembaga tersebut kedepannya. Fransiskus S. Nambut , DISBUDPAR Manggarai Barat memaparkan bahwa POKDARWIS dapat dibentuk melalui dua pendekatan yaitu dari inisiatif masyarakat maupun inisiatif dari pemerintah daerah. Untuk pendekatan atas inisiatif masyarakat, tahapan pembentukan POKDARWIS meliputi: (1) Warga berinisiatif melakukan pembentukan POKDARWIS, (2) Kepala Desa memfasilitasi pembentukan POKDARWIS, (3) Kepala Desa melaporkan kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk memperoleh persetujuan, (4) Kepala Desa melaporkan kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dengan sepengetahuan Camat setempat, (5) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan atau Bupati mengukuhkan POKDARWIS, (6) Dinas Kebudayaan dan Pariwisata melakukan pencatatan untuk kemudian dilaporkan ke tingkat provinsi. Sementara Silvester Agung (DPMD Manggarai Barat) menyampaikan bahwa BUMDES berkaitan erat dengan pengelolaan kepariwisataan dimana POKDARWIS dapat menjadi salah satu unit usaha BUMDES yang legal secara hukum. Fasilitator membantu peserta untuk mengevaluasi materi dan mengawali proses tahapan pembentukan POKDARWIS serta mengidentifikasi tantangan serta harapan POKDARWIS saat ini dan mendatang dengan mempertimbangkan potensi daya tarik wisata. Pendampingan diakhiri dengan melakukan pengisian Formulir Data Pendaftaran Kelompok Sadar Wisata bersamaan dengan musyawarah anggota untuk menentukan nama dan struktur organisasi POKDARWIS Desa Golo Mori. Berdasarkan musyawarah anggota, nama POKDARWIS Des Golo Mori adalah POKDARWIS Look Tana Mori. Fasilitator kemudian mengarahkan kepengurusan inti dan anggota POKDARWIS untuk menyusun AD/ART kelembagaan. Setelah tahapan tersebut selesai, Kepala Desa Golo Mori dapat menerbitkan surat keputusan pengukuhan POKDARWIS untuk ditembuskan kepada Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Manggarai Barat. Para fasilitator Balai Taman Nasional Komodo akan mendampingi POKDARWIS Look Tana Mori menyusun rencana aksi sambil menunggu pelaksanaan pengukuhan organisasi oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dalam waktu dekat mendatang. Desa Golo Mori sendiri merupakan salah satu desa penyangga kawasan Taman Nasional Komodo yang terletak di sebelah timur Pulau Rinca. Desa Golo Mori ditetapkan sebagai salah satu dari 94 desa wisata yang ditunjuk Bupati Manggarai Barat berdasarkan Surat Keputusan Nomor 106/KEP/HK/2021 tanggal 30 April 2021 tentang perubahan atas lampiran keputusan Bupati Manggarai Barat Nomor 237/KEP/HK/2020 tentang penetapan desa/kelurahan wisata di Kabupaten Manggarai Barat. Keputusan ini menetapkan setidaknya 94 desa lingkup Kabupaten Manggarai Barat sebagai desa wisata di tahun 2021. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penulis: Yovi Septia, S.Si. | Penyunting: Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S.
Baca Artikel

Kolaborasi Pengamanan Kawasan Taman Nasional Komodo Dengan Armada Induk King Fisher

Labuan Bajo, 25 Juni 2021. Balai Taman Nasional Komodo berpartisipasi aktif dalam kegiatan patroli gabungan pengamanan kawasan Taman Nasional Komodo dengan armada Floating Ranger Station, King Fisher. Patroli Gabungan ini bekerjasama dengan Pos PPHLHK Labuan Bajo-BPPHLHK Jawa Bali Nusra, Pos Polisi Perairan Labuan Bajo-POLDA NTT, Kepolisian Resor Manggarai Barat, Komando Rayon Militer (Koramil) 1612-02 Komodo dan Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT serta Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Labuan Bajo. Patroli yang dilakukan selama 10 (sepuluh) hari dengan mengelilingi pulau-pulau di wilayah perairan Taman Nasional Komodo berhasil melakukan pengumpulan data dan informasi aktivitas nelayan berupa dokumen identitas, pass/izin petugas Taman Nasional Komodo, lokasi kegiatan, alat tangkap/alat bantu penangkapan, jenis hasil tangkapan, dan benda-benda lain yang mencurigakan di dalam kapal. Tim patroli juga melakukan pemeriksaan data dan informasi dari wisatawan meliputi tiket Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dan kelengkapan surat kapal. Tim patroli menyempatkan melakukan penyelaman untuk melakukan pemantauan kesehatan karang dan kondisi mooring buoy di dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Tim patroli Balai Taman Nasional Komodo seringkali menemukan berbagai bentuk gangguan dan pelanggaran di dalam kawasan. Tingginya ketergantungan masyarakat nelayan dan wisatawan terhadap sumber daya alam dan keanekaragaman hayati Taman Nasional Komodo seringkali menyebabkan terjadinya konflik kepentingan karena memanfaatkan sumber daya alam yang sama. Nelayan dan wisatawan pun seringkali tidak menyadari bahwa telah melakukan pelanggaran zonasi yang berlaku. Bentuk gangguan dan pelanggaran lain adalah percobaan perburuan satwa pakan komodo, penangkapan ikan dengan alat tidak ramah lingkungan, penebangan pohon di dalam kawasan untuk kayu bakar, dan adanya potensi kebakaran savana saat musim kemarau. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penulis: Danan Perwiro, A.Md. | Penyunting: Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S.
Baca Artikel

Bantuan Ekonomi untuk Masyarakat Mitra Pariwisata TWA Pulau Kembang

Pulau Kembang, 22 Juni 2021 – Balai KSDA Kalimantan Selatan kembali mengambil peran atas hadirnya pihak pemerintah khususnya KLHK di tengah-tengah masyarakat. Kali ini Balai KSDA Kalimantan Selatan melaksanakan penyaluran bantuan ekonomi masyarakat kepada kelompok masyarakat mitra pariwisata Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Kembang “Kembang Sejahtera” Desa Tinggiran II Luar. Penyaluran bantuan ekonomi masyarakat ini dilaksanakan pada hari Selasa, 22 Juni 2020 di kantor resort TWA Pulau Kembang. Bantuan usaha ekonomi ini adalah sebagai bentuk peran serta KLHK melalui Balai KSDA Kalimantan Selatan khususnya SKW II selaku perpanjangan tangan Pemerintah Indonesia dalam upaya pemberdayaan masyarakat yang ada di sekitar kawasan konservasi dan mendukung peningkatan ekonomi masyarakat ditengah krisis pandemi Covid-19. Penyerahan bantuan usaha ekonomi masyarakat ini diserahkan langsung Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan, Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc didampingi Kepala SKW II Banjarbaru, M. Ridwan Effendi, S.Hut, M.Si serta Kepala Resort KSDA TWA Pulau Kembang, Suwandi yang diterima oleh Dewi selaku Ketua Kelompok Masyarakat Mitra Pariwisata TWA Pulau Kembang “Kembang Sejahtera” Desa Tinggiran II Luar . Kepala Balai Dr. Mahrus menyampaikan pesan kepada penerima bantuan agar dalam melaksanakan kegiatan usaha ekonomi masyarakat yang diutamakan adalah keterbukaan dan kebersamaan, namun segala kendali ada pada ketua kelompok. Aspirasi anggota kelompok dan permasalahan yang terjadi dalam kelompok agar disampaikan kepada ketua kelompok dan dimusyawarahkan bersama untuk mencari solusi yang terbaik. Kepala Balai juga berharap agar bantuan ini memberikan dampak kepada anggota kelompok lainnya. Dalam arti lain, bantuan ini bergulir kepada anggota kelompok lainnya, sehingga kesejahteraan anggota kelompok dapat meningkat dengan adanya bantuan ini. Jenis usaha yang dilaksanakan kelompok masyarakat mitra pariwisata adalah penjualan makanan dan minuman di TWA Pulau Kembang. Kepala Balai juga menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa masyarakat selaku pedagang ataupun pemandu wisata harus tetap menjaga protokol kesehatan dan menjaga daya tahan tubuh. Hal ini dikarenakan para pedagang dan pemandu wisata selalu berinteraksi dengan pengunjung, maka dari itu protokol kesehatan dan daya tahan tubuh harus benar-benar diperhatikan. Pesan lain dari Kepala Balai adalah agar seluruh anggota kelompok turut menjaga kebersihan dan kenyamanan di TWA Pulau Kembang. Dengan pelibatan masyarakat akan menumbuhkan rasa memiliki dan bertanggung-jawab terhadap kelestarian TWA Pulau Kembang sehingga pengunjung TWA Pulau Kembang akan terus meningkat dan kelestarian fungsi kawasan tetap terjaga. (ryn) Sumber : Cecep Budiarto, S.Hut - Penyuluh Kehutanan Seksi Konservasi Wilayah II Banjarbaru Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Artikel

Jalan Tengah Penyelesaian Illegal Logging

Sanenrejo, 24 Juni 2021. Balai Taman Nasional Meru Betiri (TN MerBeti)mengadakan sosialisasi penyelesaian masalah kawasan hutan di aula balai desa sanenrejo, Kamis (23/6). Kegiatan ini di hadiri berbagai stakeholder terkait meliputi Camat Tempurejo, Kapolsek Tempurejo, Kepala Desa Sanenrejo, Babinsa dan Babinkamtipmas Sanenrejo serta para pelaku Illegal logging di wilayah kerja Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Ambulu. Camat Tempurejo menghimbau kepada pelaku Illegal logging untuk menghentikan kegiatan pelanggaran hutan dan harap sadar diri agar menghargai berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Balai TN MerBeti terutama berbagai bantuan pemberdayaan masyarakat yang telah diberikan selama ini. Kapolsek Tempurejo M. Zuhri selaku nara sumber juga memberikan arahan kepada para pelaku untuk segera berhenti merusak hutan. “ Jangan lagi beralasan kerja hutan karena alasan ekonomi, itu semua hanya alasan klise saja” kata Zuhri. Kepala Balai TN Meru Betiri Maman Surahman dalam pemaparan materi dengan judul Merawat Alam dan Alam Merawat Kita bahwa alam bisa bermanfaat dan juga bisa menimbulkan bencana tergantung bagaimana umat manusia memperlakukannya. “Penyelesaian masalah Illegal logging sebenarnya banyak pilihan dari mulai tindakan penegakan hukum akan tetapi saya memilih penyelesaian yang lebih manusiawi dengan pendekatan hati nurani para pelaku illegal logging dan mengalihkan profesi mereka ke komoditi yang tidak bergantung pada kawasan hutan melalui program pemberdayaan masyarakat” tutup Maman. Sumber : Balai Taman Nasional Meru Betiri
Baca Artikel

Mengenal Burung Kadalan Birah

Panyabungan, 23 Juni 2021. Burung kadalan birah adalah salah satu jenis burung yang ada di Taman Nasional (TN) Batang Gadis. Burung pemakan serangga ini sering terlihat melompat maupun memanjat dari satu cabang pohon ke cabang yang lain dalam mencari mangsanya. Burung dengan nama latin Phaenicophaeus curvirostris ini cukup mudah ditemui pada berbagai tipe habitat mulai dari hutan primer dan sekunder hingga perkebunan. Sering terlihat menyendiri atau berpasangan dalam mencari makan. Andou adalah nama yang diberikan masyarakat lokal untuk menyebut burung ini dan burung kadalan lainnya. Burung kadalan birah merupakan salah satu burung lokal yang ada di Indonesia, dengan wilayah persebaran di Sumatera, Kalimantan, Jawa, dan Bali. Selain itu burung ini juga dijumpai pula di wilayah selatan Thailand, Myanmar, dan baratlaut Filipina (Balabac, Palawan, Calamianes).Walaupun merupakan burung monomorfik seksual, burung jantan punya iris mata berwarna kebiruan. Kemudian untuk burung betina memiliki iris mata putih kekuningan. Sumber : Balai Taman Nasional Batang Gadis
Baca Artikel

Tingkatkan Kolaborasi Pengelolaan Wisata, TaNa Bentarum Gandeng Camat dan Kepala Desa Penyangga

Lanjak, 22 Juni 2021. Upaya meningkatkan pelayanan wisata di Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) dan sebagai salah satu tindak lanjut dalam pembentukan kelompok penerima bantuan pemberdayaan yang akan diberikan Tahun 2021, Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) melakukan diskusi singkat tentang penertiban usaha jasa transportasi yang berada di Desa Sepandan dan Desa Lanjak Deras Kecamatan Batang Lupar. Wilayah 2 (dua) desa tersebut merupakan desa terdekat di wilayah kerja Resort Sepandan Seksi Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah V Selimbau Bidang PTN Wilayah III Lanjak, banyaknya wisatawan yang sering berkunjung ke wilayah TNDS sebelum pandemi Covid-19 merupakan hal yang positif bagi perkembangan ekonomi masyarakat di sekitar kawasan konservasi namun tidak adanya peraturan yang mengatur jasa transportasi seperti keseragaman harga tiket, peralatan safety first, dan tidak adanya pengaturan jadwal penggunaan jasa transportasi sehingga menimbulkan kecemburuan diantara masyarakat merupakan masalah yang perlu dipecahkan bersama. Ilhamsyah Ugen, Camat Batang Lupar menyampaikan “Untuk mengatasi permasalahan jasa transportasi yang merupakan salah satu usaha dalam meningkatkan roda ekonomi masyarakat di Desa Sepandan dan Lanjak Deras, kita perlu membentuk unit usaha seperti BUMDes, terutama untuk pengelolaan jasa transportasi wisata ke wilayah TNDS, agar lebih tertib dari segi kelola kelembagaan dan kelola usahanya”. “Kita memberikan bantuan pemberdayaan ke Desa Sepandan dan Lanjak Deras yang diawali dengan upaya peningkatan kapasitas masyarakat pelaku jasa transportasi, selanjutnya kita perlu mendata pelaku jasa transportasi dan diarahakan untuk bergabung dengan BUMDes” ujar Gunawan Budi Hartono, Kepala Bidang PTN Wilayah III Lanjak, Balai Besar TaNa Bentarum. “Harapanya BUMDesa ini dapat bekerjasama dengan kami dalam mengelola jasa transportasi wisata ke TNDS yang nantinya semua transportasi bisa dilengkapi dengan peralatan safety, seragam, dan stiker khusus sebagai tanda jasa transportasi yang sah” tambah Gunawan. Sebagai informasi, kegiatan dilaksanakan di Kantor Desa Sepandan dan dihadiri oleh Kepala Bidang PTN Wilayah III Lanjak, Camat Batang Lupar, Kepala Desa Sepandan, Kepala Desa Lanjak Deras dan Resort Sepandan. Sumber : Harri Ramadani, S.Hut - Penyuluh Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Artikel

Kunjungi Kalibiru, Wamen Alue Dohong Ajak Pengelola Wisata Jeli Baca Peluang di Tengah Pandemi

Yogyakarta 21 Juni 2021. Masih dalam rangkaian kunjungan kerja ke Yogyakarta, Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dr. Alue Dohong menyempatkan mengunjungi Obyek Wisata Kalibiru, Minggu (20/06/2021). Kalibiru merupakan salah satu obyek wisata yang menjad ikon di DIY yang cukup populer beberapa tahun terakhir ini. Namun demikian, pandemi covid 19 yang masih berlangsung hingga saat ini nyatanya cukup berdampak terhadap operasionalisasi kawasan ini. Dalam kesempatan kunjungan tesebut, Wamen Alue Dohong menyampaikan kondisi TWA di Indonesia secara umum. "Saat ini memang kawasan taman wisata alam dan obyek wisata alam mengalami tantangan berkurangnya kunjungan wisatawan yang sangat drastis di tengah pandemi covid ini. Tetapi saya harap pengelola wisata alam jangan berputus asa. Memang ada yang terpuruk karena pandemi covid-19 ini, namun ada juga yang memiliki peluang bagus dalam kondisi seperti ini. Contohnya HHBK terutama produk-produk herbal seperti jahe merah dan tanaman obat-obatan yang justru mengalami pertumbuhan bagus. Itu artinya saat ini masyarakat telah mengalami perubahan pola konsumsi." tutur Wamen Alue Dohong. Lebih lanjut, Wamen menginstruksikan kepada unit pelaksana teknis KLHK di DIY untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat. "Karena peluang yang terbuka saat ini adalah upaya mengatasi penyebaran covid-19 dengan mengkonsums produk-produk herbal termask juga kayu putih, harapannya jika nanti kelompok pengelola wisata ini beralih ke pemanfaatan HHBK diluar jasa wisata alam, saya minta UPT KLHK yang ada di Yogyakarta bisa membantu mencarikan link pemasarannya." urainya. Wamen Alue Dohong sangat mengapresiasi keberadaan Kalibiru ini, merunut dari sejarahnya yang dulunya adalah kawasan gundul karena penebangan dan kini telah menjelma menjadi kawasan yang bagus dengan banyak pepohonan. Hutan memiliki manfaat yang beragam terhadap sendi kehidupan masyarakat. Di sektor pendidikan ada istilah scientific tourism dimana peneliti datang melakukan penelitian dan wajib membayar. Di kawasan konservasi, implementasinya dengan membayar simaksi sesuai tarif yang telah diatur dalam peraturan prundangan. Kedepan diharapkan Kalibiru dapat mendukung upaya Forest Healing yang saat ini tengah digaungkan. Hutan sebagai media untuk refreshing dan kesehatan. Dengan mengunjungi hutan, wisatawan menjadi gembira terbebas dari stress sehingga berdampak pada peningkatan sistem imun tubuhnya. Wamen menutup kunjungan ke Kalibiru dengan memberikan pesan mudah-mudaha pandemi covid-19 bisa dikendalikan dan semuanya bisa melangkah maju menata kondisi yang lebih baik. Sumber : Balai KSDA Yogyakarta Penanggung jawab berita : Kepala Balai KSDA Yogyakarta - Muhammad Wahyudi(HP 0852-4401-2365) Kontak informasi : Call center Balai KSDA Yogyakarta (0821-4444-9449)
Baca Artikel

Silaturahmi Konsolidasi Internal Saka Wanabakti Kapuas Hulu

Sungai Uluk Palin, 19 Juni 2021. Saka Wanabakti Kapuas Hulu melaksanakan acara silaturahmi konsolidasi internal yang menghubungkan antara Saka Wanabakti Kapuas Hulu dengan petugas lapangan Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) di Bumi Perkemahan Dusun Tanjung Kerja Desa Sungai Uluk Palin, Sabtu (19/6). Kegiatan ini juga merupakan agenda Road to Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2021. Ketua Satuan Karya Wanabakti Kapuas Hulu Kak Ardi Andono,S.T.P., M.Sc dari berpesan kepada para peserta untuk terus berkarya dalam mendukung pembentukan karakter bangsa, untuk menjadi pionir kelestarian hutan melalui kegiatan Saka Wanabakti. Agenda berikutnya peserta diajak mengikuti Fun Games yang di pandu Kak Junaidi, S.Hut., M.Si Kepala Bidang Wilayah I Mataso dan dilanjutkan diskusi terkait Kepramukaan oleh Kak Sulaiman S.PKP.,M.M Wakil Ketua I Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kapuas Hulu. Agenda terakhir yaitu bakti sosial di kantor Desa Sungai Uluk Palin berupa pemberian Gerobak Sampah, Tempat Sampah, serta bersih-bersih di sekitar fasilitas desa. Kak Arief Mahmud, Ketua Mabi Saka Wanabakti juga menegaskan meskipun masa pandemi sedang melanda, Saka Wanabakti harus tetap aktif terutama bergerak dibidang sosial, penyadartahuan protokol kesehatan dan menerapkan di aktivitas sehari-hari sebagai bentuk kepedulian akan masyarakat dalam mencegah terpaparkan covid 19. Sebagai informasi, pelaksanaan kegiatan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat antara lain melalukan tes swab antigen sebelum pelaksanaan kegiatan yang di fasilitasi Balai Besar Tana Bentarum, wajib memakai masker dengan benar, menggunakan hand sanitizer, pengecekan suhu, dan jaga jarak antar peserta, narasumber, maupun panitia. Dan turut hadir perwakilan DKC Kabupaten Kapuas Hulu dan Tim Reaksi Cepat (TRC) Kapuas Hulu. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Artikel

Mengenal Luntur Gunung

Panyabungan, 21 Juni 2021. Luntur Gunung adalah spesies burung yang termasuk dalam suku Trogonidae. Awalnya Luntur gunung (H.r. mackloti) dulu pernah disatukan dengan dengan Luntur jawa (H.r. reinwardtii) dengan nama Luntur ekor biru, akan tetapi perbedaan ukuran, berat badan bulu-bulunya telah membuat keduanya dijadikan terpisah. Kedua spesies ini sebelumnya dikelompokkan bersama jenis-jenis luntur asia lainnya dalam genus Harpactes, tetapi sekarang keduanya memiliki genus tersendiri karena adanya perbedaan pada bulunya. Luntur Gunung memiliki tubuh berukuran besar (34 cm), berwarna hijau dan kuning. Pada dewasa tubuh bagian atas hijau mengilap kebiruan dan kulit sekitar mata berwarna biru. Ekor biru mengkilap kehijauan dengan tiga bulu samping bertepi putih dan ujung lebar putih. Bulu primer hitam bertepi putih, penutup sayap hijau bergaris-garis halus kuning untuk jantan dan coklat untuk betina. Tubuh bagian bawah kuning dengan pita hijau abu-abu pada dada atas. Ukuran lebih kecil (dibanding Luntur jawa), tunggir merah tua pada jantan, bercak kuning pada tenggorokan lebih kecil. Pada Burung muda umumnya kecoklatan dengan pungggung sedikit biru kehijauan. Iris coklat, paruh merah oranye (dewasa) dan coklat (burung muda) serta kaki oranye. Suara parau menusuk : "ciirr-ciirr" atau "turr" yang keras sambil menggerak-gerakkan ekor naik turun, ekor lalu dikembangkan dan dilipat. Walau agak jarang dijumpai namun Luntur gunung merupakan penghuni hutan pegunungan antara ketinggian 1000-2500 mdpl. Hinggap tegak pada ranting datar di tempat teduh sambil menunggu serangga atau bersuara keras . Terbang dari tenggeran yang satu ke tenggeran yang lainnya dengan kepakan sayap yang gaduh. Status konservasi : Rentan/Vulnerable (VU) di dalam daftar Red List IUCN (International Union for the Conservation of Nature). Nama Lokal : Luntur gunung; Nama Latin : Harpactes reinwardtii ; Nama International : Blue-tailed Trogon; Penyebaran : Endemik Sumatera dan Jawa Barat (sebelah barat G. Papandayan); Status perlindungan : Dilindungi berdasarkan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia Nomor P.106/Menlhk/Setjen/Kum.1/12/2018 Tentang Jenis Tumbuhan Dan Satwa Yang Dilindung; Lokasi dijumpai : Taman Nasional Batang Gadis. Sumber : Balai Taman Nasional Batang Gadis
Baca Artikel

Camping Bersama Komunitas Sepeda dan Balai Rehabilitasi BNN Makassar di Puncak Bissoloro

Bissoloro, 21 Juni 2021 – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Selatan (BBKSDA Sulsel) sukses menggelar Camping dan Street Campaign dengan tema “Back to Nature dan Program Nature Healing” bersama Balai Rehabilitasi BNN Baddoka Makassar dan Komunitas Sepeda MTB Makassar. Kegiatan berlangsung pada tanggal 19 – 20 Juni di Hutan Pinus Bissoloro Kabupaten Gowa sebagai rangkaian Road to HANI (Hari Anti Narkotika Internasional) 2021 yang bertema “War on Drugs” dan Road to HKAN (Hari Konservasi Alam Nasional) Tahun 2021. "Back to Nature dan Program Nature Healing" menjadi tema karena merepresentasikan spirit pemanfaatan potensi kehati dan jasling untuk metode penyembuhan dan kesehatan. Peserta Camping datang dari berbagai kalangan mulai dari anak-anak hingga dewasa yang berasal dari komunitas sepeda Be Young Care Rock Sulsel, MTB Makassar, Balai Rehabilitasi BNN Baddoka Makassar, BBKSDA Sulsel dan KPH Jeneberang. Street Campaign BBKSDA Sulsel dikemas dalam mini exhibition dengan menyajikan poster, banner, leaflet, buku, miniatur rusa serta games konservasi guna edukasi kepada peserta. BBKSDA SULSEL juga membagikan 100 bibit yang terdiri dari Nangka, Rambutan, Copeng dan Mahoni. Selain Camping dan Street Campaign rangkaian kegiatan "Back to Nature dan Program Nature Healing" juga dilaksanakan penanaman bibit pinus di Kawasan hutan Bissoloro oleh peserta yang hadir dan adanya Podcast “Nature Healing” dengan Host Kepada BNN Baddoka Makassar dr.Iman Firmansya,SP.kj.SH dan Kepala Bidang Teknis Ir. Anis Suratin, MP sebagai narasumber. Dalam PodCast yang berlangsung, Anis Suratin menjelaskan “giat Camping di Hutan Pinus Bissoloro merupakan aplikasi dari kerjasama Balai Rehabilitasi BNN dengan BBKSDA Sulsel terkait program Nature Healing. Diharapkan dengan program kerjasama ini dapat diduplikasi oleh instansi atau lembaga terkait dibidang kesehatan baik untuk metode penyembuhan pasien/client maupun untuk reduksi tingkat stress” jelas Anis. Kepala Balai Besar KSDA Sulsel Ir.Thomas Nifinluri, M.Sc memberi apresiasi kepada semua pihak sehingga kegiatan memperingati HANI dan HKAN berjalan lancar. “Semoga Giat ini jadi momentum program Nature Healing. Kedepannya agar kita kuatkan Nature Healing ini dengan Menyusun Redaksi konsep Nature Healing 2021 antara BBKSDA Sulsel bersama BNN, Dinkes dan mitra lainnya termasuk komunitas serta media. Kita kemas satu tulisan (join paper or journal) bersama BNN "Nature Healing Gaya Hidup Milenial Menuju Indonesia Sehat". Konsepnya dan outline dibahas bersama.” Terang Thomas. (AWN/Humas) Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Video & Foto : Hamka, S.Hut Penanggung Jawab Berita: Kepala Subag Data, Evlap dan Humas - Murniaty, S.Hut Call-Center : +62 811-4600-883 Website: www.ksdasulsel.menlhk.go.idatau www.ksdasulsel.org Youtube: Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Facebook: bbksdasulsel Instagram: @bbksda_sulsel Twitter : @bksdasulsel
Baca Artikel

Meninjau Lembaga Konservasi Taman Satwa Bengkalis

Pekanbaru, 21 Juni 2021 - Kepala Seksi Pemanfaatan dan Pelayanan Balai Besar KSDA Riau, Arry Purnama beserta staf melakukan pendampingan kunjungan lapangan Tim Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) Kementerian LHK pada kegiatan Evaluasi Lembaga Konservasi (LK) Taman Satwa Bengkalis (17/6). Saat ini terpantau jenis satwa dilindungi yang masih dipelihara di LK Taman Satwa Bengkalis adalah 2 ekor Buaya Muara dan Labi-labi. Sangat diperlukan penanganan serius terkait sarana prasarana dan komitmen dari berbagai pihak terutama Pemerintah Daerah setempat untuk mengelola satwa dan memenuhi seluruh aspek kewajiban sebuah Lembaga Konservasi. Sebelumnya Tim dari KKH dan Balai Besar KSDA Riau juga berkesempatan melakukan peninjauan di LK Kasang Kulim yang berada di Kota Pekanbaru. Tim Direktorat KKH berpesan menyampaikan Lembaga konservasi yang ada tidak hanya menjadi destinasi kunjungan wisata namun dapat memberikan edukasi dan sosialisasi tentang satwa liar yang dilindungi namun dapat menjadi tempat satwa untuk berkembang biak dan lestari. Sebagai informasi, kunjungan lapangan dilakukan bersama Wakil Bupati Bengkalis, H. Bagus Santoso beserta Ketua Bappeda Bengkalis, Firdaus; Kadis PU, Arfiansyah; Kadis Parbudpora, H Anharizal; Kadis Kominfotik, Johansyah Safri dan Camat Bantan Kab Bengkalis, Sufandi. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Menikmati Air Panas Cangar di Taman Hutan Raya R Soerjo

Jakarta, 21 Juni 2021. Salah satu destinasi obyek wisata alam di Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo – Malang, Jawa Timur adalah Air Panas Cangar yang merupakan pemandian air panas alami yang berasal dari Gunung Welirang. Objek wisata alam Air Panas Cangar merupakan bagian dari kawasan Taman Hutan Raya Raden Soerjo yang peruntukannya sebagai blok pemanfaatan seluas 24,79 ha tepatnya di Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Tempat wisata ini berada di ketinggian 3.000 meter di atas permukaan laut dengan topografi datar, landai dan curam. Pada areal datar dan landai banyak dijumpai sarana dan prasarana kegiatan pariwisata alam diantaranya kolam pemandian air panas, outbound dan camping ground. Pemandian air panas mempunyai suasana yang sejuk dan cukup nyaman karena lebatnya pepohonan yang mengitari jadi terlihat asri dan permai. Pengunjung yang beruntung dapat juga melihat bermacam-macam fauna yang hidup liar di area hutan ini seperti Lutung Jawa. Tidak hanya itu, disana terdapat gua – gua dari peninggalan penjajahan negara Jepang yaitu pada sekitar tahun 1942 sampai dengan tahun 1945. Kedalaman goa jepang ini tidak terlalu dalam, bisa disebut juga dengan dangkal, karena kedalamannya hanya sekitar kurang lebih 10 meter kedalamannya. Untuk mencapai gua tersebut dibutuhkan sekitar 30 menit dari pemandian air panas cangar dengan berjalan kaki. Sumber : Mugiharto HP , S.Hut., M.Si. - PEH Muda Direktorat PIKA
Baca Artikel

Belajar Meningkatkan Pengelolaan Tahura Raden R Soerjo

Jakarta, 21 Juni 2021. Fasilitasi Penyusunan Blok Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Suryo – Malang, Jawa Timur dilaksanakan selama 4 (empat) hari mulai tanggal 9-12 Juni 2021 di Kantor UPT Taman Hutan Raya Raden Soerjo. Kegiatan ini menindaklanjuti permohonan bimbingan teknis dari Kepala UPT Taman Hutan Raya Raden Soerjo – Malang Jawa Timur kepada Direktorat Pemolaan dan Informasi Konservasi Alam (PIKA) dan Direktorat Kawasan Konservasi (KK). Pembelajaran difokuskan pada peningkatan efektifitas pengelolaan kawasan Taman Hutan Raya Raden Soerjo sebagai kawasan pelestarian alam serta peningkatan pengetahuan dan keterampilan SDM dalam melakukan perencanaan dan pengelolaan kawasan secara baik. Dari hasil identifikasi pada tahun 2021 ini, UPT Tahura Raden Soerjo memiliki beberapa agenda penting dalam pengelolaan kawasan yang meliputi evaluasi, penataan blok, kemitraan konservasi di blok tradisional, pemulihan ekosistem dan pemanfaatan jasa lingkungan panas bumi. Tim Sub Direktorat Penataan Kawasan Konservasi (Kepala Seksi Penataan KPA dan Staf ), Tim Sub Direktorat Pemulihan Ekosistem Kawasan Konservasi (Kepala Seksi Pemulihan Ekosistem KPA dan Staf ), Tim Sub Direktorat Bina Desa Penyangga dan Zona Pemanfaatan tradisional memberikan metode pembelajaran dengan presentasi, diskusi tanya jawab serta kunjungan ke lokasi terkait evaluasi, penataan blok, kemitraan konservasi di blok tradisional dan pemulihan ekosistem. Sebagai informasi, hasil dari Bimbingan Teknis sebagai berikut : Sumber : Mugiharto HP , S.Hut., M.Si. - PEH Muda Direktorat PIKA
Baca Artikel

Mengenal Aturan Penandaan Batas Blok Zona Kawasan Konservasi

Jakarta, 21 Juni 2021. Sebagai tindak lanjut kegiatan penataan kawasan konservasi lingkup Balai Konservasi Sumber Daya Alam Aceh, Direktorat Pemolaan dan Informasi Konservasi Alam (PIKA) menggelar Sosialisasi NSPK terkait Penandaan Batas Blok Kawasan Konservasi (KK) di Aula Kantor Balai KSDA Aceh pada 16 Februari 2021 silam. Balai KSDA Aceh menjadi prioritas lokasi dikarenakan pada tahun 2021 telah mendapatkan anggaran penataan dan penandaan batas blok kawasan konservasi. Selain itu, terdapat UPTD pengelola Taman Hutan Raya (Tahura) di Provinsi Aceh yang menjadi peserta dalam sosialisasi tersebut. Sosialisasi difokuskan pada Penandaan Batas Blok KK dan Penyusunan NSPK Zona Blok di BKSDA Aceh menggunakan metode presentasi, diskusi serta tanya jawab. Direktorat PIKA berharap sosialisasi ini memberikan pemahaman tentang penandaan zona blok kawasan konservasi Cagar Alam (CA), Suaka Margasatwa (SM), Taman Hutan Raya, Taman Wisata Alam (TWA) sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.76/MenLHK-Setjen/2015. Sebagai informasi, hasil dari Sosialisasi NSPK terkait Penandaan Batas Blok KK dan Penyusunan NSPK Zona Blok di BKSDA Aceh sebagai berikut : Sumber : Mugiharto HP ,S.Hut, M.Si. - PEH Muda Direktorat PIKA
Baca Artikel

Pengenalan NSPK Penandaan Batas Zona Blok

Jakarta, 21 Juni 2021. Direktorat Pemolaan dan Informasi Konservasi Alam (PIKA) memberikan materi pengenalan NSPK Penandaan Batas Zona Blok di Kantor Balai KSDA Sumatera Selatan pada tanggal 31 Maret 2021 silam. Pengenalan NSPK Penandaan Batas Zona Blok ini agar UPT memahami kebijakan penandaan batas zona blok sesuai Perdirjen Nomor: P. 13/KSDAE/SET/KSA.0/9/2016 dan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.76/MenLHK-Setjen/2015. Kegiatan dilakukan secara hybrid (offline dan online), yang dihadiri Balai TN Berbak Sembilang, BKSDA Jambi dan UPTD pengelola Taman Hutan Raya Orang Kayu Hitam, Taman Hutan Raya Bukit Sari dan Taman Hutan Raya Sultan Thaha di Provinsi Jambi dan Taman Hutan Raya Menumbing , Taman Hutan Raya Gunung Mangkol dan Taman Hutan Raya Gunung Lalang Provinsi Bangka Belitung. Sebagai informasi, hasil dari Sosialisasi NSPK Penandaan Batas Zona Blok sebagai berikut : Sumber : Mugiharto HP , S.Hut., M.Si. - PEH Muda Direktorat PIKA
Baca Artikel

Kunker ke Yogyakarta, Wakil Menteri KLHK Sambangi Obyek Wisata Alam TN Gunung Merapi

Sleman, 19 Juni 2021. Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Wamen KLHK), Alue Dohong, beserta rombongan melakukan kunjungan kerja ke D.I Yogyakarta, tepatnya ke Kantor Bupati Bantul, Balai Besar Litbang Bioteknologi dan Pemuliaan Tanaman Hutan, Candi Borobudur serta ke Obyek Wisata Alam (OWA) Tlogo Muncar di kawasan konservasi Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM). Kunjungan ke OWA Tlogo Muncar pada hari Sabtu, 19 Juni 2021, Wamen KLHK ingin mengetahui secara langsung wisata alam di bawah pengelolaan Balai TNGM. Dalam kesempatan ini, Wamen KLHK menanyakan penerapan protokol kesehatan di OWA lingkup TNGM serta kondisi Merapi terkini. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai TNGM, Muhammad Wahyudi yang mendampingi Wamen KLHK berkeliling kawasan wisata, menjelaskan beberapa hal terkait dengan OWA Tlogo Muncar. "Baru 3 (tiga) OWA yang reaktivasi, yaitu OWA Jurang Jero, OWA Plunyon dan OWA Tlogo Muncar. Kondisi Siaga Merapi, jarak OWA ke puncak Gunung Merapi, serta daya dukung dan daya tampung OWA ini juga yang menjadi pertimbangan TNGM mereaktivasi OWA tersebut" jelas Wahyudi. Diskusi berjalan santai, sesekali Wamen KLHK berkelakar dan mencoba berbahasa Jawa. Menutup kunjungan, Wamen KLHK beserta rombongan melakukan wisata lava tour Merapi. Beliau melihat kondisi pasca erupsi Merapi 2010 dari dokumentasi yang tersaji, serta interpretasi dari rekan-rekan TNGM maupun tour guide. Sebagai informasi, rangkaian kunjungan Wamen KLHK beserta rombongan ini dilaksanakan dengan tetap menaati Protokol Kesehatan 5 M. * Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Merapi Pembuat berita : Titin Septiana Rahmawati (PEH BTNGM) Penanggung jawab : Muhammad Wahyudi, S.P, MSc. (Plt) Kepala Balai FB : Taman Nasional Merapi Twitter : @btngunungmerapi Instagram : @btngunungmerapi Call center : 081327691368

Menampilkan 1.809–1.824 dari 1.990 publikasi