Rabu, 27 Mei 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Grand Opening Taman Wisata Alam Pulau Bakut

Banjarbaru, 14 Februari 2022 – Wakil Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia Alue Dohong, Ph.D pada hari Jum’at 11 Februari 2022 meresmikan Taman Wisata Alam Pulau Bakut yang berada di Jembatan Barito Kabupaten Barito Kuala dengan dihadiri antara lain Bupati Barito Kuala Hj. Noormiliyani AS, SH, Wakil Ketua DPRD Provinsi Kalimantan Selatan M. Syarifuddin, SE.,MAP, Sekretaris Daerah Kabupaten Barito Kuala Ir. Zulkipli Yadi Noor , M.Sc Sekditjen PHPL Ir. Misran, MM perwakilan PT. Adaro Indonesia serta undangan lainnya yang berjumlah sekitar 30 orang. Grand Opening TWA Pulau Bakut ditandai dengan pengguntingan untaian bunga melati dan penandatangan prasasti. Menurut Wamen posisi TWA Pulau Bakut yang sangat strategis karena memiliki aksesibilitas yang mudah dijangkau dari kota Banjarmasin, kota Marabahan Barito Kuala maupun kota Kapuas diharapkan dapat menjadi tujuan wisata edukasi bagi masyarakat lokal, regional, nasional bahkan dunia. Keberadaan alam sangat penting, sehingga perilaku back to nature akan menjadi trend dimasa mendatang termasuk keberadaan TWA Pulau Bakut ini. Dalam Laporannya PT. Adaro Indonesia yang diwakili oleh Suhernomo selaku Kepala Teknik Tambang menyampaikan bahwa PT. Adaro Indonesia bekerja sama dengan BKSDA Kalimantan Selatan dalam pembangunan sarana prasarana wisata sebagai mana yang tertuang dalam Perjanjian Kerjasama terhitung mulai tahun 2018 s/d 2023. Kemudian, Kepala Balai KSDA Kalimantan Selatan Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc menyampaikan bahwa Taman Wisata Alam Pulau Bakut memiliki luasan 15,58 Ha dengan tipe ekosistem mangrove dan menjadi habitat satwa dilindungi yaitu Bekantan. Tujuan dibukanya TWA Pulau Bakut ini sebagai upaya mendorong pergerakan kembali roda perekonomian masyarakat yang terdampak akibat adanya pandemic Covid 19. Sebelum adanya pandemik Covid 19 Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari TWA Pulau Bakut mencapai Rp. 204.805.000 per tahun. Sementara itu Bupati Barito Kuala Hj. Noormiliyani AS, SH menyampaikan ucapan terima kasih kepada Wakil Menteri Lingkungan Hidup Dan Kehutanan yang telah berkenan melakukan kunjungan kerja ke wilayah Kabupaten Barito Kuala dan melaksanakan Grand Opening Taman Wisata Alam Pulau Bakut yang merupakan salah satu obyek wisata yang ada di Kabupaten Barito Kuala. Ibu Bupati berharap agar BKSDA Kalimantan Selatan terus melakukan upaya pengembangan dan promosi TWA Pulau Bakut bersama Pemda agar menjadi salah satu wisata unggulan di Provinsi Kalimantan Selatan. (ryn) Sumber : Cecep Budiarto, S.Hut (Penyuluh Kehutanan SKW II Banjarbaru)
Baca Artikel

Temuan Dua Bunga Bangkai di TN Bukit Tigapuluh

Rengat, 18 Februari 2022. Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh menemukan 2 (dua) bunga bangkai (Amorphophallus) yang tergolong kedalam spesies Amorphophallus gigas berdasarkan ciri dan morfologinya, dimana 1 (satu) bunga dalam kondisi sudah mekar dan 1 (satu) bunga masih dalam kondisi kuncup. Bunga bangkai tersebut ditemukan petugas saat melakukan kegiatan patroli bersama Masyarakat Mitra Polhut (MMP), pada minggu ke-2 bulan Februari di zona rimba yang berada di wilayah kerja Resort Lubuk Mandarsah, Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Tebo Jambi. Dalam dokumen Rencana Pengelolaan Jangka Panjang Taman Nasional Bukit Tiga Puluh tahun 2022 sampai tahun 2031, bunga bangkai merupakan salah satu jenis flora yang termasuk dalam daftar jenis tumbuhan langka, sehingga temuan ini membuktikan bahwa keberadaan bunga bangkai di dalam Kawasan Taman Nasional Bukit Tiga Puluh masih terjaga kelestariannya mengingat temuan ini merupakan temuan kedua di lokasi yang sama. Menurut IUCN Red List, jenis Amorphophallus gigas masuk dalam kategori Endangered (EN) atau genting, dimana jenis ini mengalami resiko kepunahan yang tinggi di alam dan dimasukkan kategori punah di alam jika dalam waktu tertentu tidak dilakukan perlindungan terhadap populasinya. Namun, dalam PerMenLHK no. 106 tahun 2018 tentang Jenis Tumbuhan Dan Satwa Yang Dilindungi, jenis Amorphophallus gigas tidak termasuk dalam kategori dilindungi. Sebagai bentuk perhatian Pemerintah melalui Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah meluncurkan dokumen strategi rencana aksi konservasi flora langka Amorphophallus spp tahun 2015 sampai tahun 2025 dan menjadi flora pertama yang memiliki dokumen SRAK bersama dengan flora langka Rafflesia spp. Menurut LIPI dalam Buku Tumbuhan Langka Indonesia, diketahui bahwa populasi bunga bangkai di alam telah menurun secara terus menerus dalam beberapa dekade terakhir akibat hilangnya hutan dataran rendah Pulau Sumatera. Kecepatan penurunan populasi ini akan terus meningkat sejalan dengan penurunan populasi burung rangkong sebagai satu-satunya satwa pendistribusi dan penyebaran populasinya. Prediksi para ahli, jika kondisi ini tidak membaik, maka dalam 10 tahun ke depan kita mungkin akan kehilangan jenis ini di alam. Bunga Bangkai adalah sekelompok tumbuhan dari "genus Amorphophallus" yang termasuk anggota dari suku talas-talasan (Araceae). Bunga ini merupakan tumbuhan khas dataran rendah yang tumbuh di daerah yang beriklim tropis dan subtropis. Bunga ini dapat ditemukan pada habitat hutan tropis di Sumatera, khususnya pada ketinggian diantara 120 sampai 365 meter diatas permukaan laut. Terdapat sekitar 170 spesies bunga bangkai di seluruh dunia. Spesies yang terkenal di Indonesia diantaranya adalah : Amorphophallus titanium, A. gigas. A. decussilvae, A. beccarii, A. Campanulatus dan A. oncophyllus Bunga Bangkai memiliki ciri khas yang berbeda dengan kebanyakan jenis bunga lain karena memancarkan aroma busuk seperti bau bangkai. Sangat berbeda dengan kebanyakan jenis bunga lain yang berbau harum. Soal ukuran, Bunga Bangkai memiliki postur besar dan merupakan bunga tertinggi di dunia. Kelestarian bunga bangkai juga menjamin kelestarian hutan yang menjadi habitatnya dan kelestarian makhluk hidup lainnya. Dari sisi ilmu pengetahuan, bunga bangkai juga sangat menarik, karena itu kemunculan perbungaannya (fase generatif) tidak pernah bersamaan dengan kemunculan daun (fase vegetatif). Bunga bangkai (Amorphophallus) mengalami dua fase dalam hidupnya yang berlangsung secara bergantian dan terus menerus, yakni fase vegetatif dan fase generatif. Pada fase vegetatif di atas umbi bunga bangkai tumbuh batang tunggal dan daun yang mirip daun pepaya. Hingga kemudian batang dan daun menjadi layu menyisakan umbi di dalam tanah. Apabila kondisi memungkinkan, fase vegetatif akan disusul dengan fase generatif yakni munculnya bunga majemuk yang menggantikan batang dan daun yang layu tadi. Kedua fase ini kan terjadi berulang dan terus menerus. Saat bunga bangkai mengalami fase generatif (mekarnya bunga), bunga tertinggi ini mengeluarkan bau menyengat seperti bau bangkai. Bau busuk ini berfungsi sebagai pemikat bagi lalat dan kumbang yang mana serangga-serangga tersebut akan berkontribusi dalam proses penyerbukan. Apabila selama masa mekarnya terjadi pembuahan, maka akan terbentuk buah-buah berwarna merah dengan biji pada bagian bekas pangkal bunga. Dan bunga bangkai kemudian kembali memasuki fase vegetatif. Sumber : Darmanto Ambarita - Balai Taman Nasional Bukit Tiga Puluh
Baca Artikel

Ngawangkong Bersama Kelompok Tani Hutan Binaan BBTNGGP

Sukabumi, 16 Februari 2022. Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) melalui Bidang Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah II Sukabumi melakukan pendampingan Kelompok Tani Hutan (KTH) di dua Resort yaitu Resort Selabintana dan Resort Nagrak. Pendampingan KTH binaan ini dilakukan dengan strategi "Ngawangkong" yang menjadi agenda rutin Petugas Resort dan Pejabat Fungsional (Polhut, Penyuluh, dan PEH) lingkup Bidang PTN Wilayah II Sukabumi bersama multi pihak. Ngawangkong adalah suatu istilah dari bahasa sunda yang artinya ngobrol, merupakan salah satu tradisi di masyarakat sunda dalam memanfaatkan waktu, biasanya dilakukan sore hari untuk bersosialisasi. Resort Selabintana bertugas mendampingi KTH Pangkalan Barokah di Desa Undrus Binangun, Selasa (15/2). KTH Pangkalan Barokah yang dibentuk dan ditetapkan pada bulan Oktober 2021, saat ini dalam proses pengusulan registrasi kelompok oleh Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat. Ngawangkong bareng KTH kali ini diikuti Kepala Desa Undrus Binangun, Petani Sukses (Bpk. Arif Darmono), dan mahasiswa Sekolah Vokasi IPB Program Studi Ekowisata yang sedang melakukan PKL di Seksi PTN Wilayah III Selabintana. Beberapa pelajaran yang didapat yaitu terkait pemilihan usaha yang sukses dan berkelanjutan, serta membangun kepercayaan dan pemahaman dalam kelompok. Arif Darmono, salah satu tokoh petani sukses di Desa Undrus Binangun mengatakan, bahwa usaha yang dilakukan oleh KTH harus memiliki nilai ekonomis tinggi dalam setiap usaha yang dikerjakan, seperti usaha ternak, pertanian, dan lainnya harus diawali dengan bibit yang berkualitas. Bibit yang berkualitas akan sangat berpengaruh dalam keberlanjutan usaha. Sebelumnya Resort PTN Nagrak bersama Penyuluh Kehutanan Bidang PTN Wilayah II Sukabumi melakukan pendampingan di KTH Kuta Lestari, Desa Cihanjawar pada tanggal 18 Januari 2022 silam. KTH Kuta Lestari merupakan KTH Binaan BBTNGGP yang dibentuk pada tahun 2016. Tema Ngawangkong bareng KTH kali ini yaitu budidaya lebah trigona. Muplih, Penyuluh Kehutanan CDK III Sukabumi yang hadir dalam ngawangkong bareng KTH kali ini menyampaikan bahwa budidaya lebah trigona sangat baik untuk dikembangkan oleh KTH Kuta Lestari. Selain tidak menyengat, memiliki nilai ekonomis, dan budidaya lebah trigona juga tidak akan mengganggu waktu usaha utama kelompok sebagai pengumpul getah damar. Beberapa pelajaran yang didapat dari ngawangkong kali ini adalah kelompok menemukan adanya potensi lebah trigona itama di dalam kawasan, potensi pakan dan lingkungan cocok untuk dikembangkan budidaya trigona di KTH Kuta Lestari, dan akan dilakukai survey bersama tekait potensi trigona itama yang ditemukan. Desa penyangga memiliki peran penting dalam konservasi alam di Taman Nasional Gunung Gede Pangrango. Terdapat 60 desa berbatasan dengan kawasan TNGGP yang tersebar di 3 Bidang Wilayah. Pada bidang Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Wilayah Sukabumi terdapat 30 desa yang berbatasan dengan kawasan. Dari 30 desa tersebut saat ini sudah terbentuk 10 Kelompok Tani Hutan (KTH) antara lain, KTH Tunas Bangsa di Desa Cihanjawar; KTH Lestari Alam Sejahtera, KTH Kuta Lestari di Desa Cihanyawar; KTH Tunas Harapan di Desa Pawenang; KTH Mandiri Ciwangun di Desa Babakan Panjang; KTH Harapan Maju di Desa Ginanjar; KTH Karya Tani di Desa Ambar Jaya; KTH Nikreuh Mandiri di Desa Pasir Datar Indah; KTH Jaga Raksa Goalpara di Desa Cisarua, dan KTH Pangkalan Barokah di Desa Undrus Binangun. Secara umum KLHK menetapkan klasifikasi KTH dibedakan menjadi tiga kelas, yakni kelas pemula, kelas madya, dan kelas utama. Pembagian kelas ini didasarkan kepada penilaian terhadap KTH dalam melaksanakan kegiatan kelola kelembagaan, kelola kawasan, dan kelola usaha. Kelompok Tani Hutan yang sukses apabila telah berhasil mengelola aspek kelembagaan, aspek kawasan, dan aspek usaha. Sumber : Febriyani, S.Hut – Penyuluh Kehutanan Muda Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Dok : Bidang PTN Wilayah II Sukabumi - BBTNGGP
Baca Artikel

Pemerintah Kepulauan Mentawai dan BKSDA Sumbar Sepakat Untuk Bekerja Sama

Padang, 17 Februari 2022. Penandatanganan Nota Kesepahaman (NK) dan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat (BKSDA Sumbar) dengan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai resmi ditandatangani, Senin (14/2) yang di hadiri oleh Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Eksosistem (KSDAE), Ir. Wiratno, M.Sc. Penandatanganan NK antara Kepala BKSDA Sumbar dengan Bupati Kepulauan Mentawai tentang kerjasama strategis yang tidak dapat dielakkan dalam rangka pembangunan dan peningkatan jalan (eksisting) ruas Saliguma- Maileppet dan ruas Mapinang-Surat Aban yang melintasi Taman Wisata Alam (TWA) Saibi Sarabua dan Suaka Margasatwa (SM) Pagai Selatan serta Pembangunan Infrastruktur strategis rumah sakit pratama di dalam kawasan TWA Saibi Sarabua. Penandatanganan 2 (dua) Perjanjian Kerja Sama ini sebagai turunan dari NK masing masing antara Kepala Balai KSDA Sumatera Barat dengan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kepulauan Mentawai dalam rangka pembangunan dan peningkatan jalan (eksisting) ruas Saliguma- Maileppet dan ruas Mapinang-Surat Aban yang melintasi Taman Wisata Alam (TWA) Saibi Sarabua dan Suaka Marga Satwa Pagai Selatan dan Kepala BKSDA Sumbar dengan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Mentawai Pembangunan Infrastruktur strategis rumah sakit pratama di dalam kawasan TWA. Saibi Sarabua. Keberadaan Jalan Kabupaten ruas Maileppet-Saliguma berada pada blok khusus TWA Saibi Sarabua sepanjang 7,7 km dan ruas Mapinang- Surat Aban berada pada blok khusus SM Pagai Selatan sepanjang 12,1 km sebagai jalan strategis kabupaten yang merupakan bagian dari jalan yang menghubungkan antara kecamatan dan memiliki arti penting dalam transportasi dengan tujuan mendorong terwujudnya keutuhan, kelestarian, dan manfaat Kawasan konservasi, serta meminimalkan dampak negatif baik langsung maupun tidak langsung sebagai akibat penyelenggaraan jalan yang melintasan Kawasan konservasi. Pembangunan Infrastruktur rumah sakit pratama di TWA Saibi Sarabua merupakan bagian dari upaya penanganan mitigasi/ bencana gempa bumi megatrust serta penyakit menular yang memliki peran penting dalam melayani kebutuhan kesehatan dan keselamatan masyarakat di Kabupaten Kepulauan Mentawai. Harapannya pembangunan jalan dan rumah sakit tersebut dapat membantu pembangunan dan kesehatan dan keselamatan warga Kepulauan Mentawai utamanya di Pulau Siberut dan Pulau Pagai Selatan. Sumber : Balai KSDA Sumatera Barat
Baca Artikel

Menanam dan Sosialisasi Larangan Tanam Sawit Disela Patroli Darat

Baserah, 15 Februari 2022. Petugas Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Baserah, Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) melaksanakan patroli darat dua hari pada tanggal 10-11 Februari 2022 di wilayah kerja Resort Onangan Nilo. Pemantauan aktivitas tindak pidana hutan di lokasi pos jaga SPTN Wilayah II Baserah menjadi agenda patroli hari pertama, namun tidak dijumpai adanya indikasi tipihut. Disela patroli darat, tim juga melakukan penanaman mandiri sebanyak 50 batang tanaman dengan jenis matoa, gaharu dan cempedak hutan di sepanjang pinggir jalan kawasan Taman Nasional Tesso Nilo. Patroli darat hari kedua dilajutkan di dalam kawasan Taman Nasional Tesso Nilo dengan terrlebih dahulu bersosialisasi ke rumah masyarakat untuk menjalin komunikasi dan bersilahturahmi. Kesempatan ini juga digunakan tim untuk berdiskusi dan memberi edukasi masyarakat sekitar terkait larangan untuk tidak lagi menanam sawit di dalam kawasan Taman Nasional Tesso Nilo berdasarkan isi surat edaran Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo. Patroli dan sosialisasi ini diharapkan menuju pengelolaan kawasan yang semakin baik dan berkelanjutan.Tim patroli kali ini terdiri dari 3 orang Polhut, 2 orang PPNPN dan 2 orang masyarakat. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Seminar Nasional Masa Depan Harimau Sumatera

Padang, 14 Februari 2022. Dengan adanya rencana penutupan Proyek Transforming Effectiveness of Biodiversity Conservation in Priority Sumatran Landscapes, yang merupakan hibah dari Global Environment Facilities (GEF) – UNDP PMU Tiger, Seminar Nasional “Masa Depan Konservasi Harimau Sumatera” telah dilaksanakan Senin (14/2). Seminar yang dilaksanakan di Universitas Andalas ini dihadiri Dirjen KSDAE Kementerian LHK Ir. Wiratno, M.Sc dan Rektor Universitas Andalas Prof. Dr. Yuliandri, SH, MH serta dibuka oleh Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah. Ini merupakan momentum awal menuju gerbang konservasi Harimau Sumatera di Sumatera Barat. Dalam sambutannya, Gubernur Sumatera Barat menyampaikan Pemerintah provinsi Sumatera Barat sangat mendukung upaya konservasi harimau Sumatera, karena sangat erat kaitannya dengan keselamatan masyarakat maupun nilai-nilai adat Minangkabau yang menempatkan harimau sebagai Inyiak Balang yang diyakini sebagai panjago rimbo nagari. Dukungan ini diwujudkan dengan keluarnya Surat Edaran Gubernur No.522.5/3545/Dishut-2021 pada tanggal 14 Desember 2021 tentang Pelestarian Harimau Sumatera di Provinsi Sumatera Barat. Surat Edaran tersebut ditujukan kepada Bupati/Walikota diseluruh Sumatera Barat agar mendukung pelestarian Harimau Sumatera dan habitatnya, mencegah konflik manusia dan harimau, mitigasi penanganan dan pasca Konflik Manusia-Harimau Sumatera serta penegakan hukum. Dirjen KSDAE, Ir. Wiratno, M.Sc menyampaikan harimau sumatera merupakan satu-satunya sub spesies harimau yang masih ada di Indonesia setelah punahnya harimau jawa dan harimau bali. Populasi harimau sumatera diperkirakan 604 ekor (data PVA tahun 2016), yang tersebar di pulau Sumatera pada 13 kawasan burung penting (IBA), 2 situs Ramsar (Berbak dan Sembilang), dan situs warisan dunia (UNESCO WHC Tropical Rainforest Heritage of Sumatra sites) yaitu Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Kerinci Seblat dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan. Kelima kawasan konservasi tersebut beserta bentang alamnya menjadi lokasi Proyek Sumatran Tiger. Sementara itu, Rektor Unand, Prof. Dr. Yuliandri, SH, MH dalam sambutannya menyatakan bahwa Unand sangat berperan dalam penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan untuk mendukung konservasi harimau di Sumatera Barat. Dengan mengangkat kearifan lokal masyarakat, adanya Nagari Ramah Harimau dan Patroli Anak Nagari (PAGARI) ini sebagai wujud nyata Community Patrol yang perlu dikembangkan pada nagari-nagari lain di Sumatera Barat, sehingga akan tercipta masyarakat yang hidup harmonis berdampingan dengan alamnya beserta harimau sumateranya. Acara ini diikuti berbagai stakeholder, mulai dari pemerintah, akademisi, Lembaga non-pemerintah, swasta, hingga masyarakat bertujuan meningkatkan kesadaran terhadap masa depan konservasi harimau sumatera dan mendapatkan praktik terbaik pengelolaan konservasi harimau sumatera di lapangan. Sumber : Balai KSDA Sumatera Barat
Baca Artikel

Balai TN Tesso Nilo Audiensi Dengan Mahasiswa Ukui Bahas Jual Beli Lahan

Pangkalan Kerinci, 15 Februari 2022 – Balai Taman Nasional Tesso Nilo menghadiri audiensi dari Himpunan Pelajar Mahasiswa Ukui di aula kantor Polres Pelalawan, Kamis (10/2). Dalam audiensi ini Himpunan Pelajar Mahasiswa Ukui menyuarakan bagaimana tindak lanjut penanganan kasus jual beli lahan dalam kawasan TN Tesso Nilo. Hasil dari audiensi ini, baik pihak Polres, pelajar, mahasiswa maupun Balai TN Tesso Nilo mengungkapkan kesiapan bersama dan akan saling mendukung dalam menuntaskan penanganan kasus jual beli lahan dalam kawasan TN Tesso Nilo. Audiensi ini merupakan audiensi lanjutan yang dilakukan Himpunan Pelajar Mahasiswa Ukui setelah sebelumnya mengadakan kegiatan yang sama di kantor Balai TN Tesso Nilo tanggal 02 Februari 2022 silam. Kegiatan diikuti oleh Wakapolres Pelalawan, Kasat Intelkam Pelalawan dan Balai TN Tesso Nilo serta jajaran. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Mengenal Lebih Dekat Larangan Tanam Sawit di Kawasan TN Tesso Nilo

Bagan Limau, 15 Februari 2022. Larangan menanam sawit ditindaklanjuti Balai Taman Nasional Tesso Nilo bersama dengan Polres Pelalawan dengan sosialisasi di aula kantor Desa Bagan Limau, Selasa (8/2). Sosialisasi ini berdasarkan Surat Edaran No : SE. 06/T.29/TU/Tks/2022 tanggal 20 Januari 2022 tentang Larangan Menanam Sawit Dalam Kawasan TN Tesso Nilo yang dipaparkan langsung oleh Kepala Balai TN Tesso Nilo beserta jajaran, Kasat Binmas Polres Pelalawan beserta jajarannya, serta anggota DPRD Komisi II Kabupaten Pelalawan. Masyarakat Desa Bagan Limau yang terdiri dari unsur tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama dan perwakilan masyarakat yang berjumlah lebih kurang 30 orang hadir pada sosialisasi. Dalam sosialisasi ini, Kasat Binmas Polres Pelalawan AKP Budi Ikhsani, SH menyampaikan sekaligus menghimbau kepada masyarakat Bagan Limau agar tidak lagi menanam sawit baru di dalam kawasan TN Tesso Nilo. Kasat Binmas juga mengajak masyarakat untuk bekerjasama dengan Balai TN Tesso Nilo untuk melindungi dan menjaga kawasan TN Tesso Nilo karena TN Tesso Nilo adalah aset negara yang wajib dipertahankan keberadaannya. Sementara itu, Kabalai TNTN Heru Sutmantoro, S.Hut.MM menjelaskan secara detail mengenai status, kondisi dan manfaat keberadaan kawasan TNTN bagi masyarakat desa, daerah, bangsa ataupun dunia internasional. Kabalai juga menjelaskan bahwa surat edaran larangan menanam sawit dalam kawasan TNTN adalah amanat peraturan perundangan tentang kehutanan. Disampaikan pula kepada suluruh peserta sosialisasi, surat edaran tersebut sesungguhnya peringatan kepada semua pihak bahwa menanam sawit dalam kawasan TN Tesso Nilo merupakan perbuatan melanggar hukum karena tidak sesuai dengan fungsi kawasan. Untuk itu, dihimbau kepada seluruh masyarakat kedepan jangan lagi membuka hutan dan menanam sawit pada areal-areal yang masih kosong (belum dikelola). Kabalai TN Tesso Nili juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama memulihkan areal-areal yang ekosistemnya sudah rusak (Eks Perambahan) dengan melakukan penanaman bersama melalui skema kemitraan konservasi dengan jenis tanaman berupa jengkol, petai, durian, aren, dan jenis tanaman kehutanan lainnya. Kabalai TN Tesso Nilo juga meminta Pemerintah Desa Bagan Limau agar melakukan pendataan detail terhadap areal-areal yang dikuasai oleh masyarakat Bagan Limau untuk dikaji dan ditelaah bersama dengan Balai TN Tesso Nilo. Sedangkan untuk lahan kebun sawit masyarakat yang sudah lama pemerintah saat ini sedang membangun mekanisme skema penyelesaiannya. Terakhir, Anggota DPRD Pelalawan Sunardi, SH yang juga ikut memberikan pandangan dalam sosialisasi ini. Sunardi, SH menyatakan bahwa kawasan TN Tesso Nilo adalah harga mati untuk diselamatkan karena TNTN merupakan aset besar daerah dan negara untuk kemanfaatan masyarakat jangka panjang. Bagi oknum masyarakat yang masih membandel dan tidak bisa dibina maka wajib dilakukan penegakan hukum. Namun Sunardi, SH juga meminta Balai TN Tesso Nilo untuk bijak mencari solusi terhadap sawit yang sudah lama dan besar. Untuk itu perlu dilakukan pendataan yang akurat secara bersama-sama. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Pegawai UPT Lingkup Sumatera Barat Belajar Kerja Ikhlas Kerja Keras Kerja Cerdas

Padang, 14 Februari 2022. Direktur Jenderal KSDAE, Ir. Wiratno, M.Sc memberikan pembinaan kepada pegawai lingkup UPT Provinsi Sumatera Barat di Aula kantor Balai Taman Nasional Siberut, Minggu (13/2). Beliau menyampaikan 10 Cara Kerja Baru Pengelolaan Kawasan Konservasi diantaranya (1) Masyarakat sebagai subjek. Jadi, masyarakat itu diposisikan sebagai subjek atau pelaku utama dalam berbagai model pengelolaan kawasan; (2) Mengelola kawasan konservasi harus mempertimbangkan prinsip-prinsip penghormatan terhadap hak asasi manusia; (3) Kerja sama lintas eselon 1 di Kementerian LHK; (4) Kerja sama lintas kementerian/ lembaga terkait seperti dengan Kementerian Desa, Kementerian Pariwisata, dan sebagainya; (5) Penghormatan nilai budaya dan adat; (6) Kepemimpinan multilevel. Cara ini mensyaratkan kemampuan leadership dengan dukungan manajemen di semua level mulai dari pusat sampai tingkat tapak; (7) Cara baru mengelola kawasan konservasi harus berdasarkan pengambilan keputusan berbasis sains di mana data dan informasinya harus riil, tidak palsu dan berasal dari fakta lapangan; (8) Pengelolaan berbasis resor; (9) Penghargaan dan pendampingan dan Organisasi pembelajar atau learning organization. Beliau berpesan agar seluruh pegawai lingkup KLHK bisa menciptakan suasana kerja yang kondusif, sehingga slogan kerja iklas, kerja keras, kerja cerdas dan kerja tuntas bisa berjalan karena "Konservasi alam bukan hanya sekedar pekerjaan, ia adalah jalan hidup yang dipilihkan Tuhan kepada kita. Maka bersyukurlah dengan cara bekerja ikhlas, bekerja keras, dan bekerja cerdas dalam menjalaninya" (Wiratno, 1 Maret 2018). Acara turut dihadiri oleh Kepala Balai Taman Nasional Siberut selaku Kordinator UPT KLHK di Sumatera Barat, Kepala Balai KSDA Sumatera Barat, Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Sumbar BB TN Kerinci Seblat, Kepala BPDASHL Agam Kuantan yang diwakili oleh Kasubag Tata Usaha, serta ASN lingkup UPT KSDAE KLHK Sumatera Barat. (iar)* Sumber : Balai KSDA Sumatera Barat
Baca Artikel

Apel Gabungan Bersama Mitra Polhut BBTN Gunung Leuser

Tapaktuan, 13 Februari 2022. Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) melalui Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, menggelar Apel Gabungan Bersama Masyarakat Mitra Polhut (MMP) di halaman kantor setempat pada Minggu (13/2/2022) pagi. Apel Gabungan ini dipimpin langsung Bapak Kepala Bidang Pengelolaan Taman Nasional (BPTN) Wilayah I Tapaktuan, Agung Widodo, S.H, M.H. Gelaran acara dirangkai dengan berbagai kegiatan seperti Apel Kesiagaan; Latihan Baris - Berbaris; Penyampaian Bahan Materi Ajar tentang Undang - Undang Kehutanan dan Diskusi Interaktif. Salah satu peserta, Khaidir Ali mengatakan, "Saya pribadi sangat antusias mengikuti acara yang serba bernuansa ala Polhut tersebut. Melalui kegiatan ini setidaknya pengetahuan kami tentang perlindungan hutan bertambah" ungkapnya. Kepala BPTN Wilayah I Tapaktuan, Agung Widodo, S.H, M.H. dalam sambutannya menyampaikan bahwa "Masyarakat Mitra Polhut adalah Sahabat Polhut dalam upaya penyematan dan perlindungan hutan dilapangan. Bersama masyarakat tentunya kita saling menguatkan" tutupnya. Acara berlangsung hikmat dan berjalan lancar sejak pukul 08.30 WIB hingga selesai pada pukul 16.00 WIB. Turut hadir pada kegiatan antara lain Kepala Seksi PTN Wilayah I Aceh Barat Daya, Kepala Seksi PTN Wilayah II Kluet Utara dan seluruh Kepala Resort. Sumber : Efa Wahyuni - Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser ????????????????????????????????
Baca Artikel

Begini Loh Tata Cara Pendakian di Gunung Ciremai

Kuningan, 11 Februari 2022. Gunung Ciremai merupakan gunung tertinggi di Provinsi Jawa Barat dengan ketinggian 3.078 mdpl. Hal ini yang menjadi daya tarik bagi pengunjung untuk melakukan petualangan ke puncak tertinggi di Jawa Barat ini. Sebagai salah satu upaya peningkatan pelayanan terhadap pengunjung, Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) terus berupaya melakukan pembenahan dan penataan dalam hal pengelolaan pendakian. Adapun upaya pembenahan ini telah dilakukan sejak tahun 2019, diantaranya dengan pendaftaran pendakian dengan booking online dan mekanisme registrasi di basecamp pintu masuk jalur pendakian. "Sebelumnya, pendaftaran booking online melalui google form. Mulai tahun 2022 telah beralih ke website dalam tahapan ujicoba" timpal Adi, Koordinator Urusan Promosi Pemasaran dan Kehumasan. Calon pendaki yang akan melakukan pendakian Gunung Ciremai harap mempersiapkan diri secara matang mulai dari jadwal pendakian, perlengkapan regu dan pribadi yang harus dibawa, kartu identitas, biaya pendakian, dan akomodasi. Pendaftaran secara online ini paling lambat H-1 sebelum rencana jadwal pendakian, artinya tidak ada istilah mendadak atau dadakan langsung ke basecamp pada hari H. setelah calon pendaki melakukan pendaftaran secara online dengan jumlah minimal sebanyak 4 (empat) orang. Pendaftaran dapat dilakukan melalui bookingciremai.menlhk.go.id. “Calon pendaki mengisi data diri, menentukan jadwal pendakian, memilih transit camp dan nomor kaplingnya, melakukan pembayaran PNBP sesuai dengan yang tercantum pada website, konfirmasi pembayaran dan mendapatkan kode booking” jelas Apip, admin booking online. Setelah menerima kode booking, calon pendaki datang ke basecamp pintu masuk jalur pendakian untuk melakukan registrasi. Sebelum melakukan registrasi, calon pendaki melakukan pemeriksaan kesehatan yang telah disediakan di basecamp, registrasi ulang sekaligus melakukan pembayaran jasa pemanduan dan asuransi, safety talk, repacking dan boarding in. Pada boarding in, calon pendaki akan menerima gelang identitas pendaki. Gelang identitas ini berfungsi sebagai identitas pendaki yang sudah menempuh mekanisme yang benar. Peminjaman gelang identitas pendaki ini dengan jaminan kartu identitas asli, apabila hilang maka harus mengganti sebesar Rp 50.000,- (lima puluh ribu rupiah). “Bagi para pendaki yang ditemukan tidak memakai gelang, maka diindikasikan pendaki tersebut ilegal dan akan menerima sanksi sesuai dengan prosedur tetap pendakian Gunung Ciremai” tegas Teguh, Kepala Balai TNGC. Pada tiap-tiap jalur pendakian warna gelangnya tidak sama, hal itupun untuk memudahkan dalam mencocokan asal pendakian. Warna gelang biru untuk JP Apuy, warna gelang orange untuk JP Palutungan, warna gelang merah untuk JP Linggasana, dan warna gelang hijau untuk JP Linggajati. Pada saat boarding out, gelang ini harus dikembalikan, secara bersamaan dengan pengembalian kartu identitas pendaki. Tak lupa sampah juga harus diserahkan kepada pengelola sesuai dengan potensi sampah yang dibawa pendaki. Bagi pendaki yang tidak membawa sampah maka tidak dapat menerima e-sertifikat yang langsung dikirim ke email. Yuk menjadi pendaki yang cerdas, bijak dan bertanggung jawab terhadap sumber daya alam hayati dan ekosistem Taman Nasional Gunung Ciremai. (*) Sumber : Balai Taman Nasional Gunung Ciremai Penanggung Jawab berita: Koordinator Urusan Promosi, Pemasaran, dan Kehumasan: 081392636363 Website : www.tngciremai.menlhk.go.id Youtube : gunung ciremai Facebook : Gunung Ciremai Instagram : @gunung_ciremai Twitter : TN Gunung Ciremai
Baca Artikel

Balai Besar KSDA Riau Resort Siak Pantau Perkembangan Usaha Kelompok Tani Binaan

Pekanbaru, 10 Februari 2022 – Balai Besar KSDA Riau Resort Siak telah melakukan pendampingan Kelompok Tani Hutan (KTH) binaan. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 hari tepatnya pada 3-4 Januari 2022 silam. Kegiatan pendampingan diawali dari KTH Tuah Berseri yang berlokasi di Desa Tuah Indrapura, Kecamatan Bunga Raya, Kabupaten Siak. Tim melakukan pendampingan dan pengecekan perkembangan bantuan usaha Madu Kelulut sebanyak 30 koloni lebah dengan sumber makanan dari alam seperti bunga-bungaan serta tanaman sekitar. KTH Tuah berseri belum memanen secara besar. Tak lupa Tim juga berkoordinasi dengan pihak kepala Desa Tuah Indrapura. Selanjutnya KTH Pesisir Melayu, yang terletak di Desa Muara Dua, Kecamatan Siak Kecil, Kabupaten Bengkalis, Tim melakukan pendampingan dan pengecekan bantuan Sapi yang berjumlah 5 ekor berjenis kelamin betina. Sapi dalam kondisi sehat dan telah dilakukan penyuntikan 1 kali pada bulan Desember. Jenis suntikan yang diberikan yaitu vitamin dan obat cacing. Tim mengunjungi 3 tempat kandang sapi yang dikelola KTH Pesisir Melayu serta melakukan koordinasi dengan Kepala Desa Muara Dua. Pendampingan yang terakhir dilakukan pada KTH Tunas Baru di Desa Buantan Besar, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak. Setelah berkoordinasi dengan pihak kepala Desa setempat, tim melakukan pengecekan bantuan sapi yang telah diberikan sebelumnya yang berjumlah 4 ekor terdiri dari 2 betina dan 2 jantan. Dari hasil pantauan, sapi dalam kondisi sehat dan terlihat gemuk dimana keempatnya diletakkan dalam satu kandang. Seluruh sapi tersebut juga telah disuntik vitamin dan obat cacing sebanyak 1 kali di bulan Desember. Di sela-sela kegiatan pendampingan 3 KTH tersebut, Tim juga menyerahkan sertifikat pembentukan Masyarakat Peduli Api (MPA) di sekitar kawasan konservasi. Semoga kegiatan bantuan dan pendampingan ini dapat menambah kesejahteraan anggota KTH dan hutan yang ada di kawasan konservasi makin terjaga. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

BKSDA Sumbar dan Dinas BMCKTR Provinsi Sumatera Barat Sepakati Pembangunan Berwawasan Lingkungan

Padang, 10 Februari 2022. Bertempat di Ruang Rapat Kepala Dinas Bina Marga Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat telah ditanda tangani Rencana Pelaksanaan Program (RPP) selama 10 tahun dan Rencana Kerja Tahunan (RKT) tahun 2022 yang merupakan kelanjutan dari penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pembangunan Strategis Yang Tidak Dapat Dielakkan, Rabu (9/2). Penandatanganan ini sebagai upaya Pengembangan Transportasi Terbatas dan Mitigasi Bencana Berupa Pembangunan Ruas Jalan Pasar Baru - Alahan Panjang Melintasi Suaka Margasatwa (SM) Tarusan Arau Hilir Kabupaten Pesisir Selatan dan Kabupaten Solok di Provinsi Sumatera Barat antara Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat (BKSDA Sumbar) dan Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang Provinsi Sumatera Barat oleh Kepala Balai KSDA Sumatera Barat, Ardi Andono, S.T.P, M.Sc dan Kepala Dinas BMCKTR Provinsi Sumatera Barat, Era Sukma Munaf, ST, MM. Kerja sama dalam pengembangan transportasi terbatas dan mitigasi bencana yang melintasi kawasan SM Tarusan Arau Hilir dan menghubungkan antara Nagari Muaro Aie, Kabupaten Pesisir Selatan dengan Nagari Simpang Tanjuang Nan IV, Kabupaten Solok sepanjang 7,19 km meliputi kegiatan; pembangunan ruas Jalan Pasar Baru - Alahan Panjang, perlindungan dan pengamanan kawasan, pengawetan flora dan fauna di SM Tarusan Arau Hilir, peningkatan peran dan pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan, penguatan kelembagaan, pemulihan ekosistem, pengembangan wisata alam terbatas. Kepala Balai KSDA Sumatera Barat, Ardi Andono sebelum acara penandatanganan menyampaikan bahwa kerja sama ini diharapkan dapat menjadi model pembangunan yang berwawasan lingkungan di Sumatera Barat dan mendorong peningkatan pengelolaan serta kelestarian kawasan konservasi SM Tarusan Arau Hilir, dimana efek samping dari pembangunan dan operasional jalan nantinya seperti meningkatnya potensi pengambilan kayu, perladangan di kawasan hutan hingga meningkatnya konflik antara manusia dan satwa liar dapat diantisipasi dan diatasi dengan baik, selain itu Ardi Andono juga berharap agar Pemerintah Daerah Sumatera Barat dapat terus mendukung upaya pelestarian kawasan konservasi sebagai sumber kekayaan dan kebanggaan daerah dan nasional. Kepala Dinas BMCKTR Provinsi Sumatera Barat, juga mengharapkan pelaksanaan kegiatan kerja sama ini nantinya dapat berlangsung dengan baik dan dapat dipertanggungjawabkan baik secara administrasi maupun fisik dan menekankan agar awal tahun 2023, ruas jalan tersebut minimal telah dapat dilewati. Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, Yozarwardi menyampaikan bahwa penanda tangan ini menjadi tonggak sejarah dalam pembangunan di Sumatera Barat baik bagi Pemerintah Daerah maupun Balai KSDA Sumatera Barat sebagai perpanjangan tangan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Turut menyaksikan penandatangan tersebut adalah; Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, Yozarwardi, Bappeda Provinsi Sumatera Barat dan Biro Pemerintahan Provinsi Sumatera Barat, serta pejabat dan staf dari Balai KSDA Sumatera Barat dan Dinas BMCKTR Provinsi Sumatera Barat. Sumber : Balai KSDA Sumatera Barat
Baca Artikel

Resort Kerumutan Utara Lakukan Patroli Pengamanan Kawasan Konservasi

Pekanbaru, 10 Februari 2022 – Resort Kerumutan Utara (Teluk Meranti) Balai Besar KSDA Riau melakukan kegiatan Patroli pengamanan kawasan Suaka Margasatwa (SM) Kerumutan di Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan (26/01). Tim dipimpin langsung oleh Kepala Resort, Pirmansyah, melakukan patroli di perbatasan SM Kerumutan melalui jembatan Lugu Loga/Gloga, Sungai Kerumutan Desa Teluk Binjai. Di sekitar jembatan tersebut, tim menemukan kayu olahan berupa papan dengan panjang 5 meter dan Lebar 20 Cm. Diduga kuat, papan kayu tersebut berasal dari kawasan konservasi SM Kerumutan. Selain itu, tim juga menemukan roda angkut kayu. Namun sayang sekali, pelaku tidak ditemukan di sekitar lokasi. Pada akhirnya, kayu papan dan roda angkut tersebut segera diamankan ke Pos Resort KSDA. Yuk, mari bersama melestarikan kawasan hutan di sekitar kita! #konservasitakmungkinsendiri Sumber : Balai Besar KSDA Riau Teks : DI, Foto : Tim admin BBKSDA Riau
Baca Artikel

Harmoni Merawat Adat dan Menjaga Alam Muara Sebuhur di SM Pelaihari

Sabuhur, 9 Februari 2022 – Desa Sabuhur melaksanakan agenda rutin tahunan berupa giat syukuran Pantai Muara Sabuhur. Agenda adat ini dikemas sehari penuh dengan melibatkan segenap masyarakat Desa Sabuhur yaitu dari Pokdarwiskon Pantai Baru Muara Sabuhur dan tim dari Balai KSDA Kalimantan Selatan melalui Seksi Konservasi WIlayah (SKW) 1 Resort Jorong Suaka Margasatwa (SM) Pelaihari. Kepala Balai KSDA Kalsel Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc mengungkapkan apresiasinya kepada masyarakat Desa Sabuhur yang masih merawat dan mampu untuk terus senantiasa melestarikan adat budaya kearifan lokal berupa syukuran Pantai Muara Sabuhur. “Kegiatan ini sangat baik untuk harmonisasi antara alam dan manusia. Harapannya kedepan akan lebih banyak lagi pihak-pihak terlibat aktif dalam membesarkan potensi ekowisata menjadi kenyataan di Desa Sabuhur ini” pungkasnya. Desa Sabuhur merupakan salah satu desa penyangga di kawasan Suaka Margasatwa Pelaihari. Desa Sabuhur masuk ke dalam administrasi wilayah kecamatan Jorong Kabupaten Tanah Laut. Kegiatan syukuran Pantai Muara Sabuhur selain dihadiri dari lingkup BKSDA Kalimantan Selatan juga turut dihadiri oleh Ketua DPRD Kab. Tanah Laut, Kadis Pariwisata Kab. Tanah Laut, Kadis. Perhubungan Kab. Tanah Laut, Kadisnaker dan Perindustrian Kab. Tanah Laut, Camat Jorong, PT. Inhutani dan perwakilan perusahaan swasta yang berada di sekitar Desa Sabuhur yang telah berperan aktif pada kegiatan ini. Dalam sambutannya Ketua DPRD Tanah Laut Bapak Muslimin S.E menyebutkan bahwa event ini merupakan event yang unik dan harus dilestarikan dan dikembangkan guna meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke Kabupaten Tanah Laut dan Sabuhur pada khususnya. “Kabupaten Tanah Laut sedang menggalakkan program promosi wisata dan kunjungan wisata. Desa Sabuhur sendiri telah ditetapkan sebagai program unggulan wisata Susur Sungai Pantai Baru Muara Sabuhur pada 2021 lalu oleh DPRD Tanah Laut” ujarnya. “Sehingga ini diharapkan menjadi dasar pintu masuk pengelolaan kolaboratif wisata di Desa Sabuhur” tambahnya. Bapak Nordin selaku ketua Pokdarwiskon Pantai Baru sekaligus ketua panitia syukuran Pantai Muara Sabuhur dalam sambutannya menyebutkan bahwa giat syukuran pantai ini telah ada sejak lama dan terus dipelihara secara turun temurun. Beliau berharap kedepannya giat syukuran pantai Muara Sabuhur dapat diagendakan dalam kalender kunjungan wisata di Kab. Tanah Laut. “Saya ucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah turut membantu sehingga giat ini dapat terlaksana, khususnya kepada Bapak Camat yang turut serta menyiapkan kegiatan ini dan teman-teman dari BKSDA Kalimantan Selatan yang juga mendukung kami selama ini” ucapnya. “Tanpa bantuan dari Bapak dan Ibu kegiatan ini sungguh tidak dapat terlaksana dan semoga dengan kegiatan ini membawa kebaikan dan keberkahan bagi kita semua” tutupnya. (ryn) Sumber : Badrul Arifin, S.Hut - PEH Seksi Konservasi Wilayah I Pelaihari Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Artikel

E-RIGGO : Ecotourism Sharing in Gede Pangrango

Selabintana, 8 Februari 2022. Penyuluhan ekowisata atau E-RIGGO (Ecotourism Sharing In Gede Pangrango) diselenggarakan di aula Resort Pengelolaan Taman Nasional (PTN) Selabintana, Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) yang dilaksanakan oleh mahasiswa Sekolah Vokasi IPB Program Studi Ekowisata, Minggu (6/2). E-RIGGO diikuti empat sekolah menengah atas, yaitu SMKN 1 Kabupaten Sukabumi, SMAN 2 Kota Sukabumi, SMKN 1 Kota Sukabumi dan SMKN 3 Kota Sukabumi dengan total 19 siswa. Dua materi disampaikan mengenai Pengenalan Kawasan TNGGP oleh Sdri. Enike Ratna Sari, S.Hut (PEH-BBTNGGP) dan Pengenalan Ekowisata, Biotik dan Abiotik Perairan, Wisata Budaya dan Spiritual, dan Psycological Healing oleh tim PKL Sekolah Vokasi IPB. Selain materi di dalam ruangan, peserta juga diajak melakukan praktik luar ruangan yang merupakan implementasi dari materi yang sudah diberikan. Praktik terakhir adalah pembuatan miniatur kawasan wisata yang bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh peserta memahami materi mengenai ekowisata. E-RIGGO merupakan bentuk pengenalan mengenai ekowisata yang meliputi wisata budaya, wisata perairan, dan wisata kesehatan. Agar masyarakat mengetahui dampak positif dan dampak negatif dari kegiatan pariwisata. Selain itu juga sebagai bagian sosialisasi ekowisata bagi seluruh kalangan, karena melalui ekowisata yang menarik dapat membawa dampak sosial dan lingkungan baik oleh komunitas maupun perorangan di kawasan TNGGP. Selain berwisata dan menikmati pemandangan alam, pengunjung juga akan mendapatkan ketenangan jiwa dan raga dari kegiatan forest healing. Dan TNGGP sebagai salah satu destinasi ekowisata di Jawa Barat dapat menjadi bagian dari kegiatan wisata berkelanjutan yang akan berkembang kearah yang lebih baik apabila masyarakat sekitarnya mampu mengambil kesempatan untuk terlibat aktif dalam kegiatan pengembangan ekowisata. Sebagai tambahan informasi, acara ini dimulai dengan laporan dari ketua pelaksana, Putri Adira Paramita yang dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan Balai Besar TNGGP sekaligus membuka acara oleh Febriyani, S.Hut. dan penanaman bibit tanaman jenis asli TNGGP menjadi kegiatan penutup sekaligus menjadi aksi puncak kegiatan E-RIGGO. AYO KE TAMAN NASIONAL!! Sumber : Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Teks : Putri Adira Paramita (Sekolah Vokasi IPB - Prodi Ekowisata) Dok : Tim Publikasi Bidang II Sukabumi - BBTNGGP

Menampilkan 1.793–1.808 dari 2.305 publikasi