Sabtu, 10 Jan 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Memetakan Alur Pipanisasi Aliran Sungai di Sekitar TN Batang Gadis

Panyabungan, 30 Juli 2021. Patroli Spacial Monitoring and Reporting Tool Resort Base Management (SMART RBM) kali ini dilaksanakan di sekitar hamparan hutan desa Hutabaringin Julu Kecamatan Puncak Sorik Marapi oleh Resort 6 Seksi Pengeloaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Muarasoma Balai Taman Nasional Batang Gadis (TNBG). Desa ini merupakan desa penyangga TN Batang Gadis yang masyarakat pada umumnya bekerja sebagai petani ataupun pekebun. Masyarakat memanfaatkan aliran sungai Aek Roburan dan sungai Aek Tongor yang berhulu dari kawasan TN Batang Gadis untuk keperluan irigasi dan kebutuhan sehari – hari. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih diperlukan pipanisasi yang dalam dan akan di ambil dari aliran sungai Aek Tongor yang di fasilitasi oleh Dinas PU. Kepala Balai TN Batang Gadis merespon dengan menugaskan beberapa Polhut untuk melakukan koordinasi dan pengecekkan langsung serta pemantauan dengan cara berpatroli di Desa Huta Baringin Julu sekitar kawasan TN Batang Gadis. Tim Polhut yang sudah berkoordinasi dengan Sekretaris Desa menyusuri Sungai Aek Tongor dan menyeberangi sungai Aek Robura guna pengambilan titik koordinat dan dokumentasi yang juga dilakukan dengan menggunakan drone. Berdasarkan hasil pengambilan titik koordinat, diketahui bahwa lokasi berada di luar kawasan TN Batang Gadis dan masih berada di dalam kawasan Hutan Lindung. Disimpulkan bahwa rencana pembangunan pipanisasi masih berada diluar kawasan TN Batang Gadis dengan menunjukkan peta kerja yang dibawa tim. Hasil pemetaan diserahkan ke Sekretaris Desa Hutabaringin Julu juga poster keanekaragaman Amfibi di TN Batang Gadis. Sumber : Balai Taman Nasional Batang Gadis
Baca Artikel

Komitmen, Prasyarat Keberhasilan Pengelolaan Kawasan Konservasi

Bagan Limau, 28 Juli 2021 - Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) Heru Sutmantoro, S.Hut., MM menyampaikan berulang kali terkait pentingnya membangun komitmen para pihak dalam pengelolaan kawasan konservasi. Bahkan, diksi komitmen berulang kali diucapkan Heru saat melakukan kunjungan kerja ke Resort Air Hitam Bagan Limau (AHBL) di Desa Bagan Limau, Selasa (27/7/21). Kunjungan kerja lapangan ini salah satu bentuk semangat baru dan kerja cepat yang akan dilakukan dalam mengelola, menjaga, melindungi dan memanfaatkan kawasan TNTN bagi kepentingan semua makhluk hidup, utamanya bagi satwa, tumbuhan dan masyarakat. Heru memahami dan menyadari betul bahwa tantangan bekerja untuk kawasan TNTN tidaklah ringan. Namun, sepanjang dimulai dari niat yang baik dan diikuti dengan komitmen kerja, komitmen sikap serta komitmen kesepakatan maka kerja berat akan jadi ringan untuk dilakukan. Beliau juga menekankan jangan main-main dengan yang namanya komitmen. Bahkan beliau menegaskan lebih keras "Bagi siapa yang tidak memiliki komitmen maka tak akan bisa sejalan dengan saya, pasti saya tinggal, pegawai harus tetap semangat bekerja apapun kondisinya karena bekerja dikonservasi adalah jalan ibadah menanam ladang pahala bukan hanya sekedar jalan mencari nafkah”. Pada kunjungan perdana ini, Heru selaku Kepala Balai baru juga menyempatkan silaturahmi ke kantor Desa Bagan Limau, kemudian melihat progres pemulihan ekosistem melalui kegiatan Rehab DAS yaitu oleh PT. EMP Mallaca.SA seluas 592 Ha dan Rehab DAS oleh BOB PT. Bumi Siak Pusako - Pertamina Hulu seluas 613 Ha di Resort AHBL Desa Bagan Limau Kec. Ukui Kab. Pelalawan - Riau. Sebagai informasi, turut hadir mendampingi kunjungan Kepala Balai diantaranya Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasioal (SPTN) Wilayah I Lubuk Kembang Bunga Taufiq Haryadi, SP, Kepala Resort AHBL Ahmad Gunawan, S.Hut dan Ketua Masyarakat Mitra Polhut (MMP) Bagan Limau M. Firdaus serta beberap staf Balai TNTN. Sumber : Ahmad Gunawan S.Hut – Polhut Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Duduk Bersama, Titik Awal Mencari Solusi di TN Tesso Nilo

Baserah, 27 Juli 2021. Sebagai langkah nyata mencari solusi pengelolaan kawasan, pada tanggal 27 Juli 2021, Kepala Balai TN. Tesso Nilo, Bapak Heru Sutmantoro, S.Hut, M.M bersama Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Baserah, Bapak Ibram E. Chandra, S.Hut, M.Sc, beserta anggota Polhut melakukan duduk bersama dengan tokoh pengakses lahan di Dusun Kuala renangan (dolik) dalam kawasan TNTN. Duduk bersama ini merupakan wahana untuk membangun komunikasi dan upaya menemukan solusi permanen terkait perambahan kawasan TN. Tesso Nilo melalui pola kemitraan konservasi dalam rangka pemulihan ekosistem. Duduk bersama, bertukar pikiran, mengendalikan hati dan emosi, memilih kata dan kalimat, membumbui dengan canda dan tawa adalah titik awal dari kesepahaman dan kesepakatan bersama. Sebagai informasi, Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) merupakan taman nasional yang mengalami kerusakan kawasan yang sangat masif akibat perambahan sejak awal penunjukkannya, maka diperlukan langkah-langkah penyelesaian dengan 10 cara baru pengelolaan kawasan konservasi. Diantaranya menempatkan manusia sebagai subjek dan penghormatan terhadap hak asasi manusia. #Kelola TN Tesso Nilo yang lebih baik# Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Bupati Musi Banyuasin Dukung Optimalisasi Kelola Kawasan Dangku dan Bentayan

Palembang, 26 Juli 2021. Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Selatan (BKSDA Sumsel) dan Seksi Wilayah III Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Wilayah Sumatera beraudiensi dengan Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noerdin, sebagai upaya membangun sinergitas penanganan dan penyelesaian permasalahan di kawasan Suaka Margasatwa (SM) Dangku dan SM Bentayan, Senin (26/7). Dalam kesempatan ini Kepala BKSDA Sumsel, Ujang Wisnu Barata, menyampaikan sejarah penetapan dan isu-isu strategis di SM Dangku dan SM Bentayan, update penanganan permasalahan di kedua kawasan tersebut, dan menjelaskan alternatif solusi serta ruang sinergi melalui program kemitraan konservasi, pola-pola pengelolaan partisipatif, serta pelbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat yang dapat menjadi pengungkit bagi terwujudnya “Masyarakat Sejahtera Hutan Lestari”. Sementara itu, upaya penegakan hukum tetap harus dilakukan namun lebih menyasar kepada aktor-aktor intelektual atau para provokator atau para cukong, untuk menjamin prinsip keadilan dan tepat sasaran. Bapak Bupati menyambut baik audiensi ini dan siap bersinergi dalam mendampingi masyarakat di sekitar hutan. Upaya dialog, sosialisasi dan pendampingan yang telah dilakukan oleh petugas lapangan BKSDA Sumsel di tingkat tapak pada level desa sampai dengan kecamatan akan diperkuat dengan dukungan pada tingkat kabupaten. Untuk itu beliau berharap hasil audiensi ini dapat dijadikan pijakan awal dalam membangun kesepakatan dengan Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Kesepakatan tersebut diperlukan untuk menjadi acuan dalam memperkuat komunikasi dan kesepahaman areal kelola masyarakat dan memastikan opened area di dalam kawasan tidak bertambah luas. Sebagai informasi, pertemuan dilakukan di ruang Audiensi Bupati dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Turut hadir bersama Bapak Bupati yaitu Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejateraan Rakyat, Kepala Bappeda Kabupaten Musi Banyuasin serta Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Musi Banyuasin. Sumber : Balai KSDA Sumatera Selatan
Baca Artikel

Mengenal Jenis Aves di TN Batang Gadis Dengan Inventarisasi dan Monitoring

Panyabungan, 27 Juli 2021. Beberapa hari yang lalu tim Resort 4 Balai Taman Nasional Batang Gadis (TNBG) bersama Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II baru saja menyelesaikan inventarisasi dan monitoring aves pada kawasan hutan Taman Nasional Batang Gadis di sekitar salah satu desa penyangga. Dengan menggunakan metode titik hitung di jalur pengamatan sepanjang 13 km, tercatat sebanyak 41 jenis aves dengan jumlah individu yang terhitung mencapai 185 individu. Sebanyak 10 jenis aves yang ditemukan merupakan jenis yang dilindungi dan 6 jenis merupakan aves endemik. Berdasarkan kategori IUCN, sebanyak 34 jenis aves yang ditemukan memiliki status ???????????????????? ???????????????????????????? (Beresiko rendah), 4 jenis berstatus ???????????????? ???????????????????????????????????????? (Hampir terancam), 2 jenis berstatus ???????????????????????????????????????? (Rentan), dan 1 jenis berstatus Data Deficient (Kekurangan data). Jumlah jenis aves yang ditemukan pada kegiatan dan lokasi ini lebih banyak dari kegiatan serupa yang dilakukan pada 2020 lalu yang mencatat 34 jenis aves. Selain pencatatan data berupa jenis dan jumlah individu tiap jenis, pada kegiatan ini dan kegiatan serupa lainnya para pengamat juga sebisa mungkin mendokumentasikan tiap-tiap aves yang ditemukan. Hasil dokumentasi ini sangat penting karena menjadi bukti bahwa mereka masih ada dan bertahan di alam liar. Dokumentasi tersebut juga dapat menjadi bahan informasi untuk memberi pemahaman kepada masyarakat umum agar dapat lebih mengenal dan mempelajari keanekaragaman hayati khususnya aves di Taman Nasional Batang Gadis . Sumber : Zukfan Aris - PEH Balai Taman Nasional Batang Gadis
Baca Artikel

Melihat Sinergi Kemitraan Konservasi Kelompok Asosiasi Periau Muara Belitung

Sekulat, 25 Juli 2021. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) melakukan Monitoring dan Evaluasi Kemitraan Konservasi pada kelompok Asosiasi Periau Muara Belitung (APMB). Kelompok APMB merupakan gabungan dari beberapa petani madu (periau) di 3 (tiga) desa, yaitu Desa Sekulat, Desa Vega dan Desa Gudang Hilir yang fokus pada sektor pengelolaan madu hutan di Kawasan Taman Nasional Danau Sentarum. Kegiatan dibuka oleh Syarif M Ridwan selaku Plt. Kepala Seksi Pemanfaatan dan Pelayanan dan dihadiri Kepala Resort Lupak Mawang beserta tim, Kepala Desa Sekulat, Ketua dan Anggota Kelompok APMB. Dalam kegiatan ini turut pula dilakukan pengecekan sarana dan prasarana pendukung pengelolaan kelompok APMB dan diskusi terkait pengelolaan madu dengan anggota APMB. “Program Kemitraan Konservasi ini memberikan ruang bagi masyarakat melalui kelompok untuk dapat secara legal memanfaatkan potensi sumberdaya alam secara lestari di zona tradisional Kawasan Taman Nasional melalalui budidaya tradisional madu tikung ” jelas Syarief dalam sambutannya “Melalui monitoring dan evaluasi ini kami akan melihat kendala ataupun permasalahan dalam kelompok terkait kondisi manajemen ataupun kewajiban yang harus dipenuhi sesuai perjanjian Kerjasama, dan kita sama-sama mencarikan jalan keluar yang terbaik” tambah Syarif “Apresiasi tinggi saya sampaikan kepada pihak Balai Besar TaNa Bentarum yang sudah bersedia membantu kami dalam pengembangan pengelolaan kelompok APMB melalui kegiatan kali ini. Besarnya potensi tikung yang menjadi sarana penghasil madu hutan sangatlah perlu dikelola dengan sistem manajemen yang lebih baik”, ungkap Abang Indra Saputra, Kepala Desa Sekulat. Balai Besar TaNa Bentarum berharap dengan adanya kegiatan monitoring dan evaluasi kemitraan konservasi ini dapat mendukung pengelolaan kelompok APMB yang lebih baik kedepannya. Sumber : Rizqi Akbar Ega Putra - PEH Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Artikel

Kebun Binatang Kasang Kulim Dukung Program Pemerintah

Pekanbaru, 26 Juli 2021 - Kepala Balai Besar KSDA Riau bersama Bupati Kampar, Kapolres Kampar, Dandim 0313 Kampar dan Dinas terkait meninjau pelaksanaan vaksinasi massal dan penyerahan sembako untuk masyarakat di Kabupaten Kampar, Minggu (25/7/21). Kali ini vaksinasi massal dilakukan di lapangan parkir Kebun Binatang Kasang Kulim, Desa Kubang Jaya, Kec. Siak Hulu. Ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan imunitas masyarakat terhadap penyebaran pandemi Covid-19. Pandemi dapat teratasi dengan upaya maksimal dari berbagai pihak. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Mengenal “Sang Pejuang Sampah” di Taman Nasional Komodo

Labuan Bajo, 23 Juli 2021. Balai Taman Nasional Komodo mendukung Indonesian Waste Platform (IWP) dalam usahanya melakukan pengelolaan sampah di kawasan Taman Nasional Komodo. Terbukti Indonesian Waste Platform telah mengumpulkan sampah padat mencapai 2004 kg dari wilayah sekitar Desa Komodo sejak tanggal 28 Agustus 2020 sampai dengan 3 Juni 2021. Indonesian Waste Platform turut memberikan dukungan pengelolaan sampah lain berupa penempatan tong sampah kecil tiga warna dan tong sampah besar di wilayah Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II yaitu Pink Beach, Desa Komodo, Resort Loh Liang serta SPTN Wilayah III di Pulau Papagarang, Pulau Mesah, dan Labuan Bajo. Indonesian Waste Platform juga berpartisipasi aktif memberikan tong sampah kecil tiga warna (30 unit), tong sampah besar (10 unit), papan informasi (40 unit), plastik sampah besar (100 buah), karung sampah (120 buah), water refiling station (2 unit), sarung tangan (120 pasang), spare part gerobak (1 unit), pompa ban (1 unit), in focus dan screen (1 unit), dan rumah sampah (1 unit) kepada komunitas di dalam dan sekitar kawasan Taman Nasional Komodo. Sebagai aksi pamungkasnya, Indonesia Waste Platform juga akan melaksanakan peluncuran buku panduan pengelolaan sampah kepulauan sekaligus melakukan penutupan projek kegiatan di Desa Komodo pada bulan Agustus 2021. Balai Taman Nasional Komodo sangat mengapresiasi segala bentuk keterlibatan aktif dan inisiasi Indonesian Waste Platform dalam menanggulangi isu pengelolaan sampah di Taman Nasional Komodo. Kedepannya kelompok masyarakat lain dapat turut berpartisipasi aktif dalam kegiatan pengelolaan dan edukasi sampah bersama masyarakat secara berkelanjutan Sebagai informasi, Indonesian Waste Platform merupakan sebuah organisasi nirlaba Indonesia yang berada di Labuan Bajo aktif bergerak dalam bidang pemberdayaan masyarakat, khususnya pengelolaan sampah dan memiliki program Circular Economy yang resmi diluncurkan pada tanggal 7 Oktober 2020 dan dilaksanakan sejak Bulan September 2020 sampai dengan bulan Agustus 2021. Indonesian Waste Platform didukung penuh oleh EPR Le Minerale (PT Tirta Fresindo Jaya) dan ADUPI (Asosiasi Daur Ulang Plastic Indonesia) sebagai salah satu pemangku kepentingan dalam rantai recycle sampah. Program Circular Economy inisiasi IWP merupakan sebuah bentuk komitmen dalam mendukung terwujudnya Rencana Aksi Nasional untuk menaikan tingkat daur ulang sampah hingga 30% dan mengurangi volume sampah yang berakhir di laut hingga 70% pada tahun 2025. Program Circular Economy ini bertujuan untuk meningkatkan persentase recycle sampah di Desa Komodo dan Resort Loh Liang sebesar 70% dan berupaya mengurangi volume sampah padat berakhir ke laut dari area permukiman dan aktivitas wisatawan hingga 90%. Untuk mencapai output dan outcome yang diharapkan, Indonesian Waste Platform telah melakukan potential actor assessment untuk kepengurusan organisasi, pembentukan organisasi pengelola sampah, melakukan kerja bakti kegiatan kemasyarakatan dan pengelolaan sampah, dan menyusun kurikulum pengelolaan sampah di tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) SATAP Komodo. Selama proses pengumpulan sampah, Indonesian Waste Platform berhasil mengumpulkan beberapa jenis sampah yang dapat didaur ulang seperti PET (10.75%), kardus grade A (2.14%), kardus grade B (23.64%), plastik campur (48.73%), kaleng besi (2.44%), kaleng minuman soda (0.78%), tutupan botol plastik (0.38%), botol bir kecil (5.95%), botol bir besar (3.89%), botol saos (1.22%) dan kemasan minuman plastik lainnya (0.08%). Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penulis: Geraldi Al Azzami (Mahasiswa Magang - Universitas Brawijaya) | Penyunting: Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S.
Baca Artikel

BBTN Gunung Leuser Ajak Pemuka Adat Mengenal Peraturan Lingkungan Hidup & Kehutanan

Blang Pidie, 24 Juli 2021. Petugas Resort Tangan - Tangan, Seksi Pengelolaann Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Blang Pidie, Bidang PTN Wilayah I Tapaktuan Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) menggelar sosialisasi peraturan perundangan lingkungan hidup dan kehutanan di Gampoeng Kaye Aceh, Kecamatan Lembah Sabil, Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh, Sabtu (24/7/2021). Sosialisasi berlangsung di ruang Aula Kantor Desa setempat dengan peserta yang hadir pemuka masyarakat adat dan hukum diantaranya Keuchik, Sekdes, Tuha Peut, Kadus, Ketua Seuneubok dan warga lainnya. Polisi Kehutanan (Polhut) BBTNGL, Suandi Selian mengatakan "Sosialisasi ini untuk menyampaikan dan menyebarluaskan informasi peraturan perundangan kehutanan terhadap masyarakat sekitar hutan, khususnya yang berada di sekitar desa penyangga TN Gunung Leuser untuk tidak melakukan aktivitas TIPIHUT (tindak pidana kehutanan) di dalam kawasan hutan konservasi dan kawasan hutan lainnya". "Diharapkan masyarakat sekitar hutan bersedia ikut serta memelihara dan mempertahankan kelestarian alam untuk keberlangsungan kehidupan makhluk Tuhan di muka bumi" tambah Suandi. "Rekomendasi yang dihasilkan kedepannya mampu menjadikan Gampoeng Kaye Aceh menjadi desa contoh hasil program konservasi TN Gunung Leuser serta mendorong lahirnya program usaha produktif masyarakat dengan menyalurkan bantuan bibit produktif kehutanan" harap Suandi. Keuchik Gampoeng Kaye Aceh, Abdul Rasyid mengatakan "Siap mendukung dan berkomitmen membantu petugas di lapangan dalam upaya perlindungan kawasan hutan sesuai dengan amanah endatu " JEUREUNEH IE KARENA GET PUCOK, MAKMUE SEUNEUBOK ARIF PETUA" tutup Abdul Rasyid Sebagai informasi, kegiatan sosialisasi ini mengikuti ketentuan protokol kesehatan Covid-19 dengan mencuci tangan, mengenakan masker dan mengatur jarak. Sumber : Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser Teks- Foto : Efa Wahyuni - Baiturrahmat
Baca Artikel

Olahan Ikan Saluang Sungai Bakung TN Sebangau

Palangkaraya, 25 Juli 2021. Balai Taman Nasional (TN) Sebangau melalui Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I bersama para Penyuluh Kehutanan menggelar peningkatan kapasitas anggota kelompok “Bakung Permai”, Sabtu (24/7). Anggota kelompok dilatih memanfaatkan tangkapan ikan saluang (Rasbora, sp) dan secara langsung mempraktekan pembuatan keripik ikan saluang yang dapat dikemas dan dijual sebagai usaha ekonomi produktif kelompok. Tak hanya pelatihan, anggota kelompok “Bakung Permai” juga diberikan informasi tentang kemitraan konservasi, pembangunan komitmen bersama yang akan dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) serta pengembangan-pengembangan usaha yang dapat dilakukan kedepan agar masyarakat lebih peduli dan produktif. Salah satu potensi di sungai bakung adalah tangkapan ikan saluang yang berlimpah, namun oleh masyarakat cenderung diabaikan dan hanya diolah untuk pakan atau umpan ikan yang lebih besar. Alasan potensi ini masih belum dikembangkan adalah harga yang tergolong murah. Kelompok ini diharapkan dapat mewadahi segala aktivitas usaha masyarakat yang berbasis pada sumberdaya perairan dengan tetap berkomitmen untuk bersama-sama menjaga dan melindungi kawasan TN Sebangau sebagaimana yang telah mereka lakukan secara turun temurun yang akan dituangkan dalam usulan PKS Kemitraan Konservasi. Luas area Kemitraan Konservasi yang diusulkan sekitar 1.567 ha atau 82% dari total luas zona tradisional di Sungai Bakung. Sebagai informasi, seluruh anggota kelompok “Bakung Permai” ini merupakan warga masyarakat Kelurahan Kereng Bangkirai, Kota Palangka Raya Kalimantan Tengah. Kelompok “Bakung Permai” dibentuk SPTN Wilayah I pada bulan April 2021 dengan jumlah anggota 15 orang. Hasil inventarisasi dalam zona tradisional Sungai Bakung yaitu seluas 1,909 hektar baseline zonasi TN Sebangau, 2020 yang terverifikasi sebagai area pemanfaatan sumberdaya perairan oleh 8 (delapan) kepala keluarga. Sumber : Balai Taman Nasional Sebangau (Lisna Yulianti, S.Hut; Hidayat Turrahman. S.Hut; Anak Agung Gede EP, S.Hut; dan Dyah Ratna Widi Atmaja, S.Hut.)
Baca Artikel

BBKSDA Riau Halau Kawanan Gajah Liar Yang Rusak Kebun Warga

Pekanbaru, 22 Juli 2021 - Balai Besar KSDA Riau bertindak cepat menindaklanjuti laporan warga adanya kawanan Gajah liar yang merusak tanaman kelapa sawit dan ubi milik warga di Kelurahan Maharani Kec. Rumbai, Kota Pekanbaru, Minggu (18/7). Petugas Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas Balai Besar KSDA Riau berkoordinasi dengan penjaga kebun dan memperoleh informasi bahwa beberapa hari Gajah sudah berada di sekitar kebun dan sudah merusak. Pemeriksaan di lokasi gangguan dijumpai adanya kawanan Gajah liar dan upaya pengusiran dilakukan dengan menggunakan bunyi bunyian mercon agar kawanan Gajah keluar dari kebun warga. Dalam pengusiran ini kawanan Gajah keluar dari kebun menuju hutan belukar yang berbatasan dengan kebun. Akhirnya gajah liar berhasil dihalau mengarah ke hutan Tahura. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Lahan Telah Digarap, BBKSDA Riau Keluarkan Surat Peringatan

Pekanbaru, 22 Juli 2021 - Resort Buluh Cina Balai Besar KSDA Riau bersama Datuk Amirudin (ninik mamak) dan masyarakat Desa Buluh Cina melakukan kegiatan patroli pengamanan kawasan, Minggu (18/7). Hasil patroli ditemukan lahan yang sebagian telah digarap seluas 10 hektar dengan alat berat yang diketahui dimiliki oleh warga Desa Pangkalan Baru. Aktivitas tersebut kemudian dihentikan dan diberi penjelasan bahwa lokasi yang digarap merupakan kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Buluh Cina. Surat peringatan juga diberikan kepada operator alat berat. Warga Desa Pangkalan Baru meminta cek lapangan secara bersama-sama untuk memastikan batas kawasan TWA Buluh Cina dan wilayah Desa Pangkalan Baru. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Hasil Konservasi Partisipatif Masyarakat Bengkalis

Pekanbaru, 17 Juli 2021. Balai Besar KSDA Riau sangat berbahagia dan turut berbangga, dimana masyarakat Kelurahan Balai Raja, Kec. Pinggir, Kab. Bengkalis menyerahkan pengelolaan lahan milik masyarakat Balai Raja seluas 21 ha untuk dijadikan ruang makan, ruang jelajah dan ruang main bagi Gajah Sumatera yang ada di Provinsi Riau, Jumat (16/7). Hal ini sangat sesuai dengan apa yang sering digaungkan oleh Balai Besar KSDA Riau bahwasanya “konservasi tak mungkin sendiri”. Konservasi akan terwujud secara nyata jika melibatkan seluruh unsur dan elemen masyarakat. Kegiatan ini merupakan salah satu wujud nyata konservasi partisipatif atau konservasi lintas batas, dimana masyarakat ikut terlibat dalam pelestarian dan perlindungan satwa liar khususnya Gajah Sumatera. Lahan seluas 21 ha tersebut akan ditanami tanaman hutan dan tanaman kehidupan yang ramah terhadap Gajah sekaligus dapat diambil manfaatnya untuk masyarakat. Pada kesempatan ini telah ditanam beberapa jenis tanaman secara simbolis dan akan disusul tanaman jenis jengkol, petai, kopi, gaharu dan durian masing masing sebanyak 800 bibit dan akan dilanjutkan sampai target terpenuhi. Balai Besar KSDA Riau mengapresiasi kepada Rimba Satwa Foundation (RSF) yang telah menginisiasi kegiatan ini dan PT. CPI, PT Kojo serta PT Hutama Karya yang ikut berpartisipasi pada kegiatan tersebut. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

BBKSDA Riau Ikut Sukseskan Program Vaksinasi Indonesia

Pekanbaru, 17 Juli 2021. Balai Besar KSDA Riau bekerjasama dengan Pemkot Pekanbaru dan KAGAMA Kota Pekanbaru mengadakan kegiatan vaksinasi Covid-19 lingkup Kementerian LHK di Provinsi Riau, Sabtu (17/7) pkl. 09.00 WIB. Kegiatan ini merupakan vaksinasi Covid-19 tahap pertama dengan target 100 orang yang dilaksanakan di kantor Balai Besar KSDA Riau, Jl. HR Subrantas km. 8,5 Pekanbaru. Tim medis atau petugas Vaksinator berjumlah 5 orang dari RS Santa Maria Pekanbaru. Dari 100 peserta yang terdaftar, terhitung 25 orang masuk kategori remaja (umur 12 sd 18 tahun). Antusias masyarakat begitu besar untuk mendapatkan Vaksin Covid-19 sehingga Kepala Balai Besar KSDA Riau, bapak Suharyono berharap kerjasama dengan Pemkot Pekanbaru dan KAGAMA Kota Pekanbaru dapat berlanjut untuk Vaksinasi Covid-19 berikutnya. Untuk periode selanjutnya diharapkan Vaksin dapat diberikan bagi masyarakat umum terutama warga sekitar dan para awak media beserta keluarganya. Ini merupakan wujud peran serta nyata dalam mendukung program pemerintah sukseskan Vaksin di Indonesia. Semoga target pemerintah memvaksinkan masyarakat untuk mengurangi penyebaran Covid-19 dapat segera tercapai. Sumber : Kepala Balai Besar KSDA Riau - Suharyono Penanggungjawab berita : Humas Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Tinjau Lokasi Pemulihan Ekosistem, BBKSDA Riau Temukan Aktivitas Pembukaan Lahan

Pekanbaru, 17 Juli 2021. Peninjauan lokasi rencana pemulihan ekosistem di Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling (SM BRBB) dilakukan Tim Seksi Wilayah I Balai Besar KSDA Riaun pada Jumat, 16 Juli 2021. Kepala Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I berkoordinasi dengan masyarakat Desa Petai untuk alternatif lokasi rencana pemulihan ekosistem. Peninjauan lokasi alternatif rencana pemulihan ekosistem dilakukan di SM. Bukit Rimbang Bukit Baling (BRBB) blok rehabilitasi Desa Petai (Sungai Tapi) bersama Jarman, perwakilan masyarakat Desa Petai yang juga merupakan ketua KTH Maju Bersama binaan Balai Besar KSDA Riau. Di lokasi tersebut, ditemukan aktivitas pembukaan lahan untuk perkebunan sawit tetapi tidak terlihat pelaku di lokasi. Masyarakat Desa Petai sangat mendukung adanya rencana pemulihan ekosistem SM BRBB di Desa Petai sebagai upaya menyelamatkan kawasan konservasi dari kegiatan perambahan (terutama untuk perkebunan sawit) dan meningkatkan perekonomian masyarakat dari tanaman kehutanan bernilai guna Ekonomi (MPTS). Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Transplantasi Terumbu Karang Bersama Masyarakat Desa Papagarang TN Komodo

Labuan Bajo, 16 Juli 2021. Petugas Resort Padar Utara dan Resort Papagarang Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Balai Taman Nasional (TN) Komodo mengoordinasi upaya pemulihan ekosistem dengan transplantasi terumbu karang di Pulau Mangiatan bersama masyarakat Desa Papagarang. Transplantasi ini merupakan transplantasi pertama di Pulau Mangiatan (T-0) yang dilakukan selama empat hari pada tanggal 7 – 10 Juli 2021. Tim transplantasi karang menyiapkan media/substrat heksagonal berbentuk jaring laba-laba yang terbuat dari bahan besi yang dilapisi oleh pasir. Media ini digunakan untuk melekatkan eksplan (bibit) karang sehat di lokasi transplantasi. Penggunaan media jaring laba-laba ini mengacu pada metode Mars Accelerated Coral Reef Restoration System (MARRS) yang dianggap paling efektif menjaga stabilitas tumbuh hidup terumbu karang di wilayah perairan dengan arus kuat karena mampu menyediakan dasar yang tidak menimbulkan endapan pasir atau substrat lain yang dapat mengganggu pertumbuhan eksplan. Jumlah media yang digunakan dalam transplantasi karang sebanyak 98 jaring laba-laba dengan jumlah eksplan mencapai 1470 buah. Eksplan yang digunakan berjenis Acropora sp. Eksplan dilekatkan pada media jaring laba-laba di daratan dan dengan cepat dipindahkan ke lokasi transplantasi menggunakan kapal motor milik masyarakat. Tim kemudian melakukan penataan media dan pemeriksaan kesehatan awal eksplan di lokasi transplantasi. Jika terdapat eksplan yang rusak/sakit maka akan dilakukan penyulaman oleh tim transplantasi. Upaya pemulihan ekosistem melalui kegiatan transplantasi terumbu karang di Taman Nasional Komodo dimulai sejak tahun 2020. Kegiatan transplantasi melibatkan unsur masyarakat sebagai agen pelestari dan penjaga ekosistem di dalam kawasan. Sebanyak 15 orang masyarakat diikutsertakan dalam kegiatan transplantasi terumbu karang di Pulau Mangiatan. Masyarakat merupakan perwakilan kelompok Masyarakat Mitra Polhut Kampung Papagarang (10 orang), pemilik kapal motor (2 orang), dan mahasiswa Departemen Ilmu Kelautan Universitas Brawijaya (3 orang). Kepala Balai Taman Nasional Komodo, Lukita Awang Nistyantara mendukung penuh transplantasi terumbu karang di Pulau Mangiatan dengan berpartisipasi langsung dalam kegiatan. Kepala Balai menekankan pentingnya menjaga kelestarian dan kesehatan ekosistem terumbu karang karena memiliki pengaruh besar bagi kelimpahan populasi makrofauna perairan di dalam dan luar kawasan. Pengendali Ekosistem Hutan Balai Taman Nasional Komodo (Ande Kefi dan Yunias Jackson Benu) akan melakukan monitoring keberhasilan tumbuh terumbu karang di Pulau Mangiatan bersama dengan Resort Papagarang secara berkala. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penulis: Arif Ardianto Sofian, S.Si. | Penyunting: Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S.

Menampilkan 1.777–1.792 dari 1.990 publikasi