Sabtu, 26 Sep 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Pasang Plang Larangan di Kawasan Resort Air Hitam Bagan Limau

Lubuk Kembang Bunga, 25 Agustus 2022 – Petugas Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Lubuk Kembang Bunga (LKB) kembali giatkan patroli kawasan di Areal Resort Air Hitam, SPTN Wilayah I LKB. Tim memulai giat dari kantor SPTN Wilayah I LKB menuju wilayah hamparam hutan alam di areal Resort Air Hitam Bagan Limau. Sebagai upaya perlindungan dan pengamanan hutan, pada patroli kali ini tim melakukan pemasangan kepada plang informasi/peringatan di pohon-pohon sebagai pemberitahuan dan larangan aktifitas illegal. Tim juga melakukan penaburan benih pada areal lahan terbuka. Tim mengungkapkan patroli intensif dilakukan untuk mencegah aktifitas illegal didalam kawasan. Pada kesempatan kali ini tim sampaikan penjagaan kawasan akan lebih ketat lagi untuk menjaga keutuhan kawasan. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Inilah Aktivitas Mapala di Elephant Flying Squad

Ukui, 16 September 2022. – Flying Squad Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) dampingi Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Waradipa Universitas Lancang Kuning pada kegiatan perkemahan di Elephant Flying Squad Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) I Lubuk Kembang Bunga (LKB) pada tanggal 3 s.d 4 September 2022. Sebelum memulai kegiatan, sebanyak 25 orang Mahasiswa/i dilakukan briefing yang dipimpin langsung oleh Kepala SPTN Wilayah I LKB Taufiq Haryadi, SP. Dipimpin oleh Kepala SPTN Wilayah I LKB, mahasiswa bersama petugas melakukan penanaman di lingkungan Flying Squad dengan jenis tanaman seperti, matoa, cempedak, trembesi, petai dan tanaman kehutanan lainnya. Pada malam harinya, rombongan mahasiswa diajak untuk menerima pemaparan terkait pengelolaan TN Tesso Nilo, serta diskusi bersama dengan Kepala SPTN Wilayah I LKB. Selanjutnya pada hari berikutnya tanggal 4 September 2022, rombongan mahasiswa diberikan edukasi terkait gajah oleh Mahout. Mahout mengajak mahasiswa untuk memberikan makanan berupa buah-buahan kepada gajah binaan serta berfoto bersama didampingi oleh Kepala SPTN Wilayah I LKB. Pada Puncak Acara, Rombongan Mahasiswa melakukan jelajah rimba dengan pendampingan dari petugas. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

BBKSDA Sumut Paparkan Perkembangan Penanganan Konflik Satwa

Medan, 16 September 2022. Balai Besar KSDA Sumatera Utara selaku koordinator wilayah Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sumatera Utara bersama dengan 10 Kepala UPT Kementerian LHK lingkup Provinsi Sumatera Utara melakukan silaturahmi sekaligus audiensi dengan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi yang didampingi Kepala Dinas Kehutanan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kepala Dinas Perkebunan, Selasa (13/9). Pada kesempatan tersebut, Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Rudianto Saragih Napitu, S.Si, M.Si. menyampaikan kepada Gubernur bahwa Sumatera Utara merupakan bagian penting dari Program Kerja Nasional Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang salah satunya adalah wisata prioritas nasional. Dalam mendukung Program Proritas Nasional KLHK berkontribusi melalui kebijakan daya dukung dan daya tampung lingkungan, program pengelolaan sampah dan limbah, program rehabilitasi dan pemulihan habitat, program pemberdayaan masyarakat dan perhutanan sosial, penyelesaian konflik satwa serta penegakan hukum. Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara juga memaparkan tentang perkembangan konflik warga dengan satwa liar di Sumatera Utara, dimana selama tahun 2022 Balai Besar KSDA Sumatera Utara telah menangani 29 kasus, yaitu konflik dengan Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae), konflik dengan gajah, dan konflik dengan orangutan. Diharapkan Gubernur dapat dengan segera mengesahkan revisi Surat Keputusan Guberur Sumatera Utara tentang Penanggulangan Konflik Manusia Dengan Satwa Liar di Provinsi Sumatera Utara. Selain itu jajaran UPT Kementerian LHK Sumatera Utara juga telah melakukan kegiatan, seperti : penanaman dan rehabilitasi hutan di berbagai lokasi termasuk sekitar Danau Toba, penyelesaian permasalahan sengketa lahan, persemaian permanen yang mampu menyiapkan bibit 5 juta per tahun, fasilitasi peralatan pengolah sampah pada 7 kabupaten sekitar Danau Toba serta berbagai kegiatan lainnya. Gubernur Edy Rahmaya dalam arahannya menyampaikan perlunya sinergitas program Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara dengan jajaran Kementerian LHK ke depan. Dan secara khusus Gubernur meminta agar masyarakat tidak memelihara satwa liar dilindung, menegakkan hukum atas perambahan hutan dan mengembalikan fungsi hutan sebagai bagian penting dalam pertahanan Negara serta kelestarian biodiversity untuk generasi mendatang. Sumber : Ainy Amelya Utami, S.Hut. – Penyuluh Kehutanan Balai Besar KSDA Sumatera Utara
Baca Artikel

Rangkul Masyarakat, Balai TN Tesso Nilo Gencar Sosialisasi

Baserah, 16 September 2022. Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) II Baserah Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) melakukan patroli darat tepatnya di areal Resort Tesso Situgal pada tanggal 24 – 25 Agustus 2022. Patroli darat kali ini, tim menyempatkan waktu untuk melakukan sosialisai kepada masyarakat terkait larangan melakukan aktifitas illegal di dalam kawasan hutan. Masyarakat menyambut baik sosialisasi yang diberikan oleh petugas . Petugas menyampaikan pendekatan langsung dengan masyarakat sekitar kawasan sebagai upaya penyebaran informasi di kalangan masyarakat untuk pelestarian kawasan serta menjaga keutuhan hutan TN Tesso Nilo. Sosialisasi yang diberikan diharapkan mampu merangkul masyarakat untuk bersama-sama bergerak dalam pelestarian TN Tesso Nilo Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Bersama MMP Desa Bagan Limau Cek Plang Larangan

Lubuk Kembang Bunga, 23 Agustus 2022 – Petugas Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Lubuk Kembang Bunga (LKB) Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) kembali melaksanakan patroli kawasan rutin bersama dengan masyarakat desa penyangga Desa Bagan Limau di SPTN Wilayah I LKB. Turut bergabung dalam patroli Petugas bersama dengan masyarakat dan Masyarakat Mitra Polhut (MMP) Desa Bagan Limau melakukan penyisiran di areal SPTN Wilayah I LKB untuk memantau aktifitas illegal di dalam kawasan. Pada patroli kali tim memeriksa plang rambu-rambu peringatan yang dipasang di areal-areal rawan dan memastikan tidak ada plang dan rambu yang rusak. Tim juga menyebarkan benih tanaman di areal terbuka dan bekas kebakaran untuk rehabilitasi alami lahan. Patroli berlangsung dengan lancar dan petugas kembali ke kantor SPTN Wilayah I LKB dengan selamat. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Progres Budidaya Kambing KTH Rambahan

Baserah, 25 Agustus 2022 – Sebagai upaya mensukseskan program Kelompok Tani Hutan (KTH) pada Desa Binaan Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Baserah Balai Taman Nasional Tesso Nilo, petugas melakukan koordinasi ke Desa Rambahan dalam rangka monitoring bantuan ekonomi masyarakat, Kamis (25/8). Sebelumnya petugas telah melakukan koordinasi dengan Kepala Desa Rambahan terkait pembelian barang bantuan yang akan diserahkan kepada KTH Rambahan. KTH yang beranggotakan 15 orang ini merupakan KTH dengan bidang kegiatan budidaya/ternak kambing. Dari monitoring ini diketahui KTH Rambahan Berkah sudah membeli sebanyak 30 Ekor kambing betina dan sudah didistribusikan kepada 15 orang (2 ekor/orang) anggota kelompok, setelah setiap anggota kelompok secara swadaya membuat kandang kambing. Tim monitoring juga melaporkan bahwa kambing dalam kondisi sehat dan baik serta terdapat kambing yang sedang hamil setelah dibeli. Sejauh ini budidaya kambing berlajalan dengan lancar dan akan dimonitor secara rutin untuk mensukseskan program sehingga dapat mensejahterakan perekonomian masyarakat sekitar kawasan. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Dialog Riau Cemerlang Bahas Ekowisata dan Ekonomi Berkelanjutan TN Tesso Nilo

Pekanbaru, 7 September 2022 – Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) Heru Sutmantoro, S.Hut, M.M bersama dengan anggota DPRD Kabupaten Pelalawan H. Sunardi, S.H menjadi narasumber talkshow program Dialog Riau Cemerlang – TVRI Riau dengan tema “Taman Nasional Tesso Nilo mendukung ekonomi berkelanjutan”. Dalam talkshow ini, Kepala Balai TN Tesso Nilo menjelaskan mengenai TN Tesso Nilo secara garis besar, serta potensi-potensi ekowisata yang terdapat di TN Tesso Nilo. Kepada pemirsa talkshow, Anggota DPRD Pelalawan Sunardi, SH memberikan dukungan terhadap TN Tesso Nilo dalam mengelola wisatanya. “Kami dari DPRD Pelalawan mendukung penuh pengelolaan wisata TN Tesso Nilo, di mana ini termasuk daya tarik paling besar yang Pelalawan miliki, kami siap untuk berkolaborasi dengan Balai TN Tesso Nilo dalam mengembangkan potensi wisata yang dimiliki” terang Sunardi. “TN Tesso Nilo memiliki daya tarik sendiri, kita memiliki 10 ekor gajah binaan dan atraksi adat yang jadi daya tarik dan menunjang kegiatan wisata” jelas Kepala Balai. Kepala Balai TN Tesso Nilo menyampaikan terdapat desa - desa di sekitar TN Tesso Nilo yang dibina untuk berkontribusi secara positif dalam terhadap ekonomi berkelanjutan terkait dengan wisata. Dalam kontribusi yang disebutk Dalam hal mendukung ekonomi berkelanjutan, masyarakat desa sekitar kawasan berperan menjadi pemberi jasa wisata, pemandu wisata, penyediaan masakan tradisional, kios dan berbagai hal lainnya. Kepala Balai juga menyampaikan beragamnya kekayaan adat istiadat dari masyarakat sekitar kawasan juga dapat menjadi daya tarik utama wisatawasan seperti halnya atraksi memanen madu sialang (manumbai), silat, dan lain sebagainya. Kepala Balai mengungkapkan TN Tesso Nilo tidak bisa berdiri sendiri, dalam pengelolaannya TN Tesso Nilo membutuhkan peran dari masyarakat, mitra, Pemerintahan, Legislatif, Eksekutif dan pihak-pihak lainnya. Saat ini berkat bantuan dari DPRD Pelalawan, areal Flying Squad TN Tesso Nilo sedang proses pemasangan tiang listrik. Pemasangan dari tiang listrik ini diharapkan dapat menunjung kegiatan wisata di TN Tesso Nilo dan masyarakat ikut serta dalam mempertahankan dan menyelamatkan hutan TN Tesso Nilo. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Penanaman Mandiri SPTN II Baserah Tumbuh Subur

Baserah, 24 Agustus 2022 – Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah II Baserah Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) Ibram Eddy Chandra, S.Hut, M.Sc bersama dengan jajaran melakukan monitoring hasil terhadap penanaman mandiri beberapa jenis bibit pohon tanaman kehutanan yang telah dilakukan beberapa waktu yang lalu di areal kawasan SPTN Wilayah II Baserah, Rabu (24/8). Dari hasil monitoring, Kepala SPTN Wilayah II menyampaikan kondisi tanaman sebagian besar tumbuh subur. Tanaman tumbuh didukung dengan curah hujan yang tinggi sehingga tanaman subur. Selesai monitoring, dilakukan penyebaran benih ketapang di sekitar wilayah kawasan hutan Taman Nasional Tesso Nilo SPTN Wilayah II Baserah pada bekas bukaan lahan hutan. Disampaikan Kepala SPTN II, di luar program pemulihan ekosistem TN Tesso Nilo, penanaman mandiri dan penyebaran benih secara terus-menerus rutin dilakukan untuk rehabilitasi areal terbuka secara alami. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Bentuk Konkret Tridharma Fahutan Untuk KSDAE

Makassar, 14 September 2022 – Kepala Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan, Ir. Jusman dan Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (UNHAS), Prof. A. Mujetahid M., menandatangani nota kesepahaman (MoU) tentang Penelitian Keanekaragaman Hayati di Cagar Alam Faruhumpenai dan Ikan di Taman Wisata Alam Danau Matano, Sulawesi Selatan, pada tanggal 14 September 2022, di ruang kerja Kepala Balai Besar KSDA Sulsel. Kerja sama ini dilandasi kesadaran bahwa Balai Besar KSDA Sulsel dan Fakultas Kehutanan UNHAS memiliki hubungan fungsional yang dilaksanakan secara sinergi sebagai satu sistem pemerintahan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Nota kesepahaman ini ditandatangani untuk mengadakan kerjasama penelitian keanekaragaman hayati di Cagar Alam (CA) Faruhumpenai dan penelitian ikan serta sosial ekonomi masyarakat sekitar kawasan di Taman Wisata Alam (TWA) Matano Sulawesi Selatan. Dengan output yang dihasilkan memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, dalam mendukung pembangunan bidang konservasi sumber daya alam dan Tridharma Perguruan Tinggi. Dengan jangka waktu 1 (satu) tahun, dari nota kesepahaman akan ditindaklanjuti dalam bentuk perjanjian kerja sama. Hal ini sejalan dengan nota kesepahaman sebelumnya yang telah ditandatangani oleh Sekretaris Jenderal KLHK dan Rektor UNHAS pada tanggal 14 Juli 2022, yaitu Nota Kesepahaman antara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dengan Universitas Hasanuddin (UNHAS) tentang Pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi dalam Pembangunan Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Nota kesepahaman ini akan memayungi kerjasama semua satuan kerja KLHK dengan semua Fakultas di UNHAS, dalam rangka membangun sinergitas KLHK dan UNHAS dalam pelaksanaan program lingkungan hidup dan kehutanan. Hal-hal yang menjadi pokok-pokok kesepahaman adalah sebagai berikut : Sebagai informasi, Cagar Alam Faruhumpenai adalah kawasan suaka alam yang karena keadaan alamnya mempunyai keunikan jenis tumbuhan dan/atau keanekaragaman tumbuhan beserta gejala alam dan ekosistemnya yang memerlukan upaya perlindungan dan pelestarian agar keberadaan dan perkembangannya dapat berlangsung secara alami, yang terletak di Kabupaten Luwu Timur dengan luas 90.931,63 hektar. Kawasan konservasi ini merupakan contoh perwakilan ekosistem hutan tropis pegunungan rendah, hutan pawah dan hutan rawa yang memiliki keanekaragaman jenis flora dan fauna yang tinggi. Sedangkan Taman Wisata Alam Danau Matano merupakan kawasan pelestarian alam yang dimanfaatkan terutama untuk kepentingan pariwisata alam dan rekreasi, yang berada di Kabupaten Luwu Timur dengan luas 23.219,30 hektar. Kawasan konservasi ini berupa danau tektonik terdalam di Asia Tenggara (590 meter) yang merupakan habitat alami 13 jenis ikan air tawar endemik Sulawesi dan habitat alami 76% dari 27 jenis Moluska air tawar endemik Sulawesi. Sumber : Balai Besar KSDA Sulawesi Selatan Call Center BBKSDA Sulsel: 08114600883
Baca Artikel

Pembangunan Pariwisata Alam di Kabupaten Pelalawan

Pangkalan Kerinci, 5 September 2022 – Pembangunan pariwisata alam di Kabupaten Pelalawan, Tim Pansus II DPRD Pelalawan bersama Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) dan mitra melakukan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) terkait Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah Kabupaten Pelalawan. Rapat yang dibuka oleh Pak Sunardi (anggota dewan DPRD Pelalawan) menjelaskan maksud dan tujuan disusunnya Ranperda pariwisata di Pelalawan. Pada kesempatan tersebut, Kepala Balai TNTN, memaparkan upaya kolaboratif pembangunan pariwisata alam TNTN. Di mana Kementerian LHK telah mengeluarkan skema pengusahaan pariwisata alam di Suaka Margasatwa, Taman Nasional dan Taman Wisata Alam. Upaya pembangunan pariwisata alam di TNTN dapat dilakukan dengan skema Perijinan dan Perjanjian Kerjasama. Melalui pertemuan rapat ini, Kepala Balai mengharapkan Pemerintah Daerah dan mitra dapat memberikan dukungan dalam pembangunan TN Tesso Nilo sebagai salah satu objek daya tarik wisata alam di Kab. Pelalawan. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Bangun Kebersamaan di PLG Minas

Pekanbaru, 14 September 2022 - Kepala Balai Besar KSDA Riau, bapak Genman S. Hasibuan menyempatkan berkoordinasi dan bersilaturahmi membangun kebersamaan sekaligus melakukan pembinaan kepada Tim Mahout di Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas, Senin (12/9). Pak Genman juga berdiskusi serta mendengar suka duka Tim Mahout dalam menjalankan tugasnya, baik pengelolaan gajah latih maupun penanganan dampak negatif interaksi gajah dengan manusia. Beliau sangat antusias begitupun para Mahout bersemangat dalam pembicaraan yang cukup menarik ini. Kepala Balai Besar KSDA Riau mendorong peningkatan kebersamaan yang selama ini sudah terbangun, sekaligus perbaikan tata kelola dan peningkatan kedisiplinan di PLG Minas. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Kelola Partisipatif SM Bukit Rimbang Bukit Baling

Pekanbaru, 14 September 2022 - Kepala Balai Besar KSDA Riau, bapak Genman S. Hasibuan menjadi salah satu nara sumber dalam pertemuan yang digelar Yapeka terkait pengelolaan terintegrasi kawasan Suaka Margasatwa SM Bukit Rimbang Bukit Baling, Rabu (7/9). Pertemuan dihadiri berbagai pihak termasuk Dinas Pariwisata Prov. Riau, Pemda/Pemdes Kampar Kiri, mitra, NGO, pemerhati lingkungan dan masyarakat serta perwakilan Putri Konservasi. Genman berharap pengelolaan partisipatif kawasan di mana masyarakat dapat ikut menjaga kawasan di sekitarnya, mengoptimalkan pengolaan kawasan sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan dan bersama pihak terkait termasuk pemerintah daerah, mitra, NGO berkomitmen meningkatkan perekonomian masyarakat dengan tetap terciptanya keharmonisan manusia dan satwa di SM Bukit Rimbang Bukit Baling sehingga menguatkan fungsi kawasan itu sendiri. Dua Putri Konservasi yaitu @tsabitatsanyy dan @sukmaauliap ikut berpartisipasi sebagai corong kawula muda, dimana diharapkan dapat ikut menyuarakan hal yang positif terkait kawasan SM Bukit Rimbang Bukit Baling. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Peringati Hari Ozon, Masyarakat Adat Besar Kutai Tanam Pohon

Tanjung Prancis, 15 September 2022. Masyarakat Adat Besar Kutai melakukan pencanangan Penanaman Pohon Mangrove di Tanjung Prancis, Kamis (15/9). Penanaman pohon mangrove ini sekaligus memperingati Hari Ozon Internasional yang diperingati setiap tanggal 16 September, juga sebagai bentuk dukungan Protokol Montreal untuk melestarikan lapisan Ozon. Sebagaimana Tema Hari Ozon Tahun ini yaitu: "Montreal Protocol@35: global cooperation protecting life on earth" atau "Montreal Protocol@35: kerja sama global yang melindungi kehidupan di bumi". 50.000 bibit mangrove akan ditanam dengan dukungan CSR PT. KPC dalam beberapa tahap, untuk tahap pertama akan dimulai dengan penanaman 5.000 bibit Rhizophora mucronata. Pemilihan jenis Rhizophora mucronata karena jenis ini merupakan jenis penyusun utama struktur mangrove yang terdapat di lokasi kegiatan yaitu di Muara Sungai Banjar-Tanjung Prancis, Taman Nasional (TN) Kutai. Pembukaan acara peringatan hari Ozon tepatnya dilaksanakan di Sungai Sirap-Kecamatan Sangatta Selatan dengan pelibatan sekitar 100 personil yang terdiri dari jajaran Pemda Kutai Timur, PT KPC, PT. Pama, Forum Paguyuban dan Komunitas Pencinta Alam Kutai Timur, Lanal Kutai Timur, BPBD Kutaim, Koramil Sangatta Selatan, Polres Kutai Timur, masyarakat Singa Geweh dan Balai TN Kutai. Asisten I Pemkab Kutai Timur Dr. Poniso Suryo Renggono, MSi., dalam sambutannya sangat mendukung pelestarian kawasan TN Kutai, dan berharap dengan adanya peningkatan partisipasi masyarakat dalam pelestarian Taman Nasional Kutai, kedepan akan semakin memperkuat upaya konservasi dan membuka peluang pemanfaatan kawasan konservasi sebagai tujuan wisata alam yang selanjutnya dapat mendongkrak peningkatan usaha ekonomi masyarakat. Demikian pula dengan Kepala Adat Besar Kutai -Kabupaten Kutai Timur, H. Sayyid Abdal Nanang Al Hasani, menyampaikan bahwa upaya penanaman mangrove sebagai upaya pemulihan ekosistem mangrove untuk mengembalikan hutan mangrove sebagai kawasan konservasi dan tujuan wisata alam. Tahun ini merupakan tahun ke-3, Adat Besar Kutai melakukan penanaman pohon. Harapannya kedepan kegiatan tersebut tetap berkelanjutan. Kegiatan ini juga bertujuan untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam upaya konservasi Taman Nasional Kutai. Balai Taman Nasional Kutai hadir sebagai tuan rumah yang diwakili oleh Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Boedi Isnaini, S.Hut. yang didampingi Kepala Resort Pesisir TN Kutai Agus Runde, S.Hut. Kepala SPTN I menyampaikan apresiasi kepada para pihak yang telah mendukung upaya pelestarian TN Kutai, secara khusus kepada Pemda Kutai Timur, Adat Besar Kutai, PT. KPC dan semua pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan. Beliau berharap dukungan dari para pihak dapat terus berlangsung untuk kelestarian kawasan dan kelestarian hidup masyarakat, khususnya di wilayah Kutai Timur. Sebagai informasi, tanggal 16 september dipilih sebagai Hari Internasional untuk Pelestarian Lapisan Ozon, memperingati tanggal penandatanganan Protokol Montreal tentang Zat yang Merusak Lapisan Ozon, tanggal 16 sepotember 1994, yang diproklamirkan oleh Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Protokol Montreal adalah perjanjian global untuk melindungi lapisan ozon. Protokol Montreal melakukan lebih banyak hal – seperti memperlambat perubahan iklim dan membantu meningkatkan efisiensi energi di sektor pendinginan, yang berkontribusi pada ketahanan pangan. Sumber : Balai Taman Nasional Kutai
Baca Artikel

Sinergi BBKSDA Riau Bersama Polsus Mabes Polri

Pekanbaru, 14 September 2022. Balai Besar KSDA Riau hadir pada acara Supervisi dan Sosialisasi Perpol No. 9 Tahun 2021 tentang Kepolisian Khusus yang diadakan Baharkam Mabes Polri di Aula Kantor Polresta Pekanbaru, Kamis (8/9). Dengan materi sosialisasi yang disampaikan oleh Kasubdit Binmas Polsus Baharkam Mabes POLRI dan Dir Binmas Polda Riau. Tak hanya sebagai ajang silaturahmi antara Polsus yang bertugas di wilayah kerja Prov. Riau, kegiatan ini juga bentuk sinergitas dalam melaksanakan tugas Kepolisian di Bidang kerja masing masing. Balai Besar KSDA Riau berkomitmen untuk selalu mengedepankan kerjasama dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mendukung kinerjanya maupun dukungan kepada pihak lain, mitra maupun aparat penegak hukum. Selain dihadiri Balai Besar KSDA Riau, kegiatan tersebut juga dihadiri beberapa Instansi seperti Polsus lingkup Prov. Riau, Polsus Lapas, Polsus Karantina Pertanian, Polsus Bea Cukai, Gakkum LHK, Polhut Dinas LHK Prov. Riau, KKPN, Polsus Karantina Ikan, Satpol PP Prov. Riau, Dishub Prov. Riau, dan Polsus Imigrasi. Sumber : Balai Besar KSDA Riau
Baca Artikel

Wujud Dukungan Korporasi Untuk Konservasi TN Kutai

Malang, 13 September 2022. Balai Taman Nasional (TN) Kutai dan anggota mitra Balai TN Kutai menyelenggarakan Rapat Tahunan Mitra TN Kutai dan Penandatanganan Komitmen Kontribusi Mitra Tahun 2022/2023. Dalam kesempatan tersebut juga disusun Rencana Kerja Mitra TN Kutai Tahun 2022/2023 secara bersama-sama baik yang bersumber dari komitmen in cash maupun in kind seluruh anggota perusahaan. Mitra Balai TN Kutai yang didirikan sejak tahun 1995 merupakan model kerjasama di bidang konservasi sumber daya alam dan ekosistem (KSDAE) yang tertua dan terpanjang usianya yaitu telah berusia 28 tahun. Saat ini mitra Balai TN Kutai beranggotakan 13 perusahaan sekitar Taman Nasional yaitu PT. Pupuk Kaltim, PT. Badak NGL, PT. Indominco Mandiri, PT. Pertamina EP Sangatta, PT. Kaltim Prima Coal, PT. Kaltim Methanol Industri, PT. Kaltim Parna Industri, PT. Kaltim Nitrate Indonesia, PT. Surya Hutani Jaya, PT. Pama Persada Nusantara Site Indominco, PT. Pama Persada Nusantara Sangatta, PT. Pertamina Gas, PT. Kideco Jaya Agung. Laporan tahunan Mitra TN Kutai periode tahun 2021/2022 disampaikan dengan realisasi anggaran sebesar 72 % atau sebesar Rp 423.252.934 dan total kontribusi in kind di tahun 2021/2022 seluruh anggota mitra sebesar Rp. 2.292.490.100,- Selain penyusunan program dan penandatanganan komitmen, dalam kesempatan ini juga telah dipilih Ketua Organizing Comitte (OC) yang baru yakni PT. Kaltim Parna Industri. Kepala Balai TN Kutai, Persada Agussetia Sitepu tidak lupa mengucapkan terima kasih atas kontribusi mitra Balai TN Kutai selama ini dan kepada Ketua OC sebelumnya Hasto Pranowo dari PT. Indominco Mandiri atas tenaga, waktu, pemikiran dan kepemimpinannya. Selamat kepada Ketua OC yang baru, semoga Mitra Balai TN Kutai dapat lebih optimal memberikan manfaat bagi pengelolaan Taman Nasional Kutai untuk masyarakat dan perusahaan. Direktur Perencanaan Kawasan Konservasi yang diwakili Bapak Jati juga menyampaikan bahwa Mitra Balai TN Kutai merupakan role model kerjasama di Kementerian LHK dan telah mendapatkan apresiasi tertinggi dalam hal kerjasama yakni dari Menteri LHK pada tahun 2019. Ditjen KSDAE juga terus memberikan suntikan semangat untuk terus berkontribusi dan peduli terhadap konservasi. Jati menyampaikan bahwa Direktorat Perencanaan Kawasan Konservasi (RenKK) selalu membuka diri bagi perusahaan anggota Mitra Balai TN Kutai untuk berkonsultasi terkait kerjasama di bidang konservasi. Proud to be a friend. Bangga menjadi teman, demikian semboyan anggota mitra Balai TN Kutai. Semoga komitmen untuk menjadi teman semakin meningkatkan dukungan untuk Balai TN Kutai dalam upaya konservasi TN Kutai, secara khusus dalam menjaga kelestarian dan mencegah terjadinya gangguan kawasan. Bukan hanya bantuan berupa dana, besarnya jumlah SDM yang bernaung di bawah bendera perusahaan anggota Mitra Balai TN Kutai merupakan komunitas yang potensial menjadi agen konservasi, khususnya dalam mengkampanyekan konservasi TN Kutai. Bersama kita dukung upaya konservasi. Sumber : Balai Taman Nasional Kutai
Baca Artikel

BBKSDA Riau Ajak Kelompok Nelayan Sungai Serkap Mengenal Larangan Perburuan Satwa Liar

Pekanbaru, 14 September 2022 - Seksi Konservasi Wilayah (SKW) I Balai Besar KSDA Riau melakukan pembinaan Kelompok Nelayan Sungai Serkap sekaligus sosialisasi tentang larangan perburuan satwa liar dan perdagangan satwa Illegal pada Rabu dan Kamis, 7 s.d 8 September 2022. Untuk menghentikan aktifitas illegal, Balai Besar KSDA Riau memulainya dengan melakukan sosialisasi kepada kelompok masyarakat nelayan di pinggiran sungai Serkap, tentang larangan perburuan satwa di dalam kawasan hutan, terutama di kawasan konservasi dan tentu saja larangan untuk menjual satwa liar tersebut. Kepala Bidang KSDA Wil. I, bapak Andri Hansen Siregar memimpin langsung kegiatan dengan materi struktur organisasi Balai Besar KSDA Riau, gambaran umum Suaka Margasatwa (SM) Tasik Serkap dan SM Tasik Besar Serkap, regulasi perburuan dan perdagangan satwa liar, dampak dan solusi dari perburuan dan perdagangan satwa liar baik yang dilindungi atau tidak dilindungi serta sanksi yang diberikan terhadap pelanggaran yang dilakukan. Kegiatan yang dilaksanakan di pondok Ketua Kelompok Nelayan Serkap Jaya Lestari juga melibatkan mitra yakni PT.Gemilang Cipta Nusantara (GCN) yang memiliki konsesi restorasi ekosistem gambut di sekitar kawasan SM Tasik Serkap dan SM Tasik Besar Serkap. Kelompok nelayan yang hadir sangat antusias dalam mengikuti kegiatan sosialisasi tersebut. Dan yang terpenting masyarakat bersedia menjadi bagian dalam mendukung penyelamatan dan pelestarian kawasan hutan terutama kawasan konservasi dan ekosistemnya. Sungai Serkap merupakan akses masuk ke dalam kawasan SM Tasik Serkap dan SM Tasik Besar Serkap. Selain dimanfaatkan oleh nelayan untuk mencari ikan, Sungai Serkap juga dijadikan jalur masuknya para pemburu satwa illegal. Sumber : Balai Besar KSDA Riau

Menampilkan 1.761–1.776 dari 2.629 publikasi