Senin, 1 Jun 2026

Beranda Publikasi Artikel

Artikel

Publikasi Resmi Direktorat Jenderal KSDAE, Kementerian Kehutanan

Baca Artikel

Teripang Emas, Kapal Operasional Baru di Kelapa Dua

Pulau Kelapa Dua, 26 Maret 2022. Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu (TNKps) meresmikan nama kendaraan operasional baru yang akan digunakan di wilayah Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Pulau Kelapa Dua berupa Kapal Kayu, yaitu si Teripang Emas. Peresmian dilaksanakan di halaman kantor SPTN Wilayah I Pulau Kelapa Dua. Penamaan Teripang Emas-pun ditetapkan dengan harapan mampu mendorong peningkatan kinerja yang pada akhirnya output dan outcome dapat tercapai, sesuai dengan namanya, Teripang Emas yang merupakan biota laut yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi dan berharga. Kepala SPTN Wilayah I yang diwakili oleh Bapak Wira Saut Simanjuntak menyampaikan bahwa 99% kawasan TNKpS merupakan perairan, kapal menjadi sarana yang paling dibutuhkan bagi pengelolaan, selain sebagai alat transportasi, kapal ini juga digunakan sebagai alat untuk melakukan kegiatan-kegiatan teknis harian terkait pengelolaan TNKpS. “Semoga dengan pemenuhan kapal kayu ini menjadi sarana dan prasaran pendukung dalam menjalankan tugas dan fungsi Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu, tentunya dengan berkolaborasi dengan stakeholder lain, seperti Kelurahan Pulau Kelapa.” ujar Bapak Kusminardi, S.H., Kepala Balai TNKpS. Hal serupa disampaikan Bapak Muslim, S.IP., Sekretaris Lurah Kelapa yang mewakili Lurah Kelapa sangat mengapresiasi atas kontribusi TN Kepulauan Seribu melibatkan masyarakat Kelurahan Pulau Kelapa dalam kegiatan konservasi SPTN Wilayah I Pulau Kelapa. Penutupan acara ditandai dengan pengguntingan pita, sekaligus peresmian yang dilakukan Kepala Balai TN Kepulauan Seribu dan disaksikan oleh Sekretaris Lurah dan Perwakilan Kepala SPTN Wilayah I Bapak Wira. Peresmian ini juga dihadiri oleh Kasubag TU TN Kepulauan Seribu, Ketua RT dan RW lingkup Kelurahan Pulau Kelapa, Tokoh Agama dan Adat Pulau Kelapa, anggota Kelompok Usaha Bersama (KUBE) SPTN Wilayah I Pulau Kelapa, KOMPARASI, SPKP Bintang Laut, serta staf dan fungsional Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu. Semoga Teripang Emas selalu Jaya dan membawa Keselamatan. Sumber: Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu Narasi : Wira Saut Simanjuntak (Penyuluh Kehutanan Balai TN Kepulauan Seribu) Foto: Hardian Agustin (Polisi Kehutanan pada Balai TN Kepulauan Seribu)
Baca Artikel

InHouse Training Pengolahan Data Citra Satelit

Cibinong, 25 Maret 2022. Sebagai upaya peningkatan kapasitas pegawai Taman Nasional Kepulauan Seribu pada penguasaan keahlian perpetaan di era revolusi industri 4.0, Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu melakukan kegiatan inhouse training pengolahan data citra satelit untuk penyusunan data spasial di Kawasan TN Kepulauan Seribu. Pelaksanaan kegiatan ini dilaksanakan selama 1 (satu) minggu, dimulai tanggal 14 hingga 20 Maret 2022 di kantor Badan Informasi Geospasial (BIG), Cibinong Bogor. Pelaksanaan kegiatan ini menggunakan metode analisis citra satelit untuk penyusunan data potensi kawasan dan spasialisasi data pengamanan kawasan secara aplikatif. Citra yang dianalisis bersumber dari Data Citra Sentinel dan SPOT 6 Tahun 2021. Pada pelatihan ini, pemateri BIG mengajarkan metode mereduksi kilauan cahaya yang terpantul dari laut (sunglint) dan metode Lyzinga, yaitu teknik untuk menghilangkan kolom air di sekitar pulau agar interpretasi terhadap potensi dan keragaman hayati dapat dideliniasi secara akurat dan spesifik. Sebagai upaya menjawab tantangan kemajuan teknologi, inhouse training ini dapat menjadi peningkatan pengelolaan kawasan TN Kepulauan Seribu yang dikelola secara spasial, serta dapat memberikan kemudahan dalam pengambilan kebijakan pengelolaan kawasan dengan tepat. Kegiatan ini diikuti oleh 8 (delapan) orang peserta yang masing-masing merupakan perwakilan dari jabatan fungsional Penyuluh Kehutanan, fungsional Polisi Kehutanan dan fungsional PEH yang dibuka langsung oleh Bapak Kepala Balai, Bapak Kusminardi bersama dengan Kepala Pusat Pemetaan dan Integrasi Tematik (PPIT), BIG, Ibu Dra. Lien Roslina, M.M. Sumber : M. Firdiyansyah - Polisi Kehutanan Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu
Baca Artikel

Anjangsana Bersama Calon Penerima Kalpataru Nasional Tahun 2022

Pulau Kelapa Dua, 25 Maret 2022. Bertepatan dengan peresmian kendaraan dinas operasional di Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Pulau Kelapa Dua, yaitu Kapal Teripang Emas, Selasa (22/3), Kepala Balai TN Kepulauan Seribu, Bapak Kusminardi menyempatkan diri untuk bertemu dan melalukan pembinaan kepada kelompok masyarakat di SPTN Wilayah I. Kepala Balai turut menyampaikan rencana pengembangan tracking Mangrove Jokalandro yang menjadi daya tarik wisatawan di SPTN Wilayah I Pulau Kelapa Dua. Harapannya, pengembangan ini dapat memajukan daya beli pengunjung dan mensejahterakan masyarakat di sekitar kawasan dengan turut berjualan, seperti merchandise dan makanan khas Kepulauan Seribu. Anggota SPKP Bintang Laut turut hadir yang pada tahun 2022 ini menjadi salah satu calon penerima Kalpataru Nasional Tahun 2022 Kategori Penyelamat Lingkungan, lalu anggota Komunitas Penggiat Wisata Budaya dan Konservasi (Komparasi) merupakan kelompok yang baru terbentuk, serta anggota kelompok usaha bersama (KUBe). Pada kegiatan ini, masing-masing kelompok mengutarakan aspirasi, kendala yang dihadapi, hambatanm serta masukan terkait program kerja dan usaha kelompok kepada Kepala Balai. Bersamaan dengan pembinaan kelompok ini, bapak Kepala Sub Bagian TU, Stephanus menyampaikan terkait kemitraan konservasi kepada para Penyuluh Kehutanan di TN Kepulauan Seribu untuk kelompok KOMPARASI yang memanfaatkan Perairan Pulau Kelapa Dua untuk melindungi Kepiting Bulan dengan memperbaiki terumbu karang. Diharapkan dengan kegiatan seperti ini, baik penyuluh keutanan maupun kelompok yang terlibat dapat melakukan kegiatan bersama dengan sinergi untuk kemajuan Kepulauan Seribu. Sumber: Wira Saut Simanjuntak - Penyuluh Kehutanan Balai Taman Nasional Kepulauan Seribu
Baca Artikel

Memantau Populasi Kakatua Kecil Jambul Kuning

Labuan Bajo, 24 Maret 2022. Balai Taman Nasional Komodo mulai menyelenggarakan kegiatan monitoring populasi kakatua kecil jambul kuning (Cacatua sulphurea occidentalis) di beberapa lokus pengamatan lingkup Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I pada tanggal 12 – 18 Maret 2022. Kegiatan monitoring kakatua kecil jambul kuning ini dikoordinir Kepala Resort Kampung Rinca (Fahri Ikhlas) bekerjasama dengan Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Muda (Kresensia Boo) sebagai bentuk supervisi kegiatan monitoring populasi satwa liar yang ada di dalam kawasan Taman Nasional Komodo. Fahri dan Kresensia dibantu oleh tim monitoring kakatua kecil jambul kuning yang terdiri dari Tenaga Pengamanan Hutan Resort Kampung Rinca (Mahfud, Yohanes Bosko Aryo Budi Prakoso, Thomas Swibertus Ude), Tenaga Pengamanan Hutan Resort Loh Buaya (Marselinus Helmanto), Tenaga Pengamanan Hutan Resort Loh Baru (Faustino Abi Septano Parera), Tenaga GIS (Thomas David Carvallo), dan Tenaga Pembantu Pengolah Daya Pelayanan (Wedny H. Lassa). Lokus kegiatan monitoring yang dikoordinir oleh Fahri dan Kresensia adalah Hutan Batu Balok dan Loh Mondo yang termasuk ke dalam wilayah kerja Resort Kampung Rinca, SPTN Wilayah I Balai Taman Nasional Komodo. Taman Nasional Komodo merupakan habitat bagi dua satwa kunci, yaitu biawak komodo (Varanus komodoensis) dan burung kakatua kecil jambul kuning. Kakatua sendiri hidup berkelompok dan biasanya memanfaatkan batang serta bagian pucuk tumbuhan dari famili Arecaceae atau pinang-pinangan (palem) untuk bertengger, tidur, bersarang, bersosialisasi, dan makan dalam koloninya. Kakatua kecil jambul kuning ini termasuk dalam kategori ‘Terancam Punah’ berdasarkan status pengelompokan pada IUCN Red List of Threatened Species. Balai Taman Nasional Komodo rutin menyelenggarakan monitoring populasi burung kakatua kecil jambul kuning sebanyak 10 kali pada 10 lokasi yang berbeda setiap tahunnya. Hal ini merupakan bentuk komitmen para ranger dalam mempertahankan kontinuitas pendataan populasi satwa kunci di Taman Nasional Komodo. Untuk memastikan data tahunan yang diperoleh oleh para ranger akurat, petugas Resort Kampung Rinca turut menyelenggarakan pemantauan rutin untuk membandingkan data dugaan populasi tahunan dengan data pengamatan harian di tingkat tapak. Aktivitas Resort-Based Management ini penting untuk dilakukan untuk menyediakan data pembanding agar data yang dianalisa kian memiliki validitas yang tinggi. Balai Taman Nasional Komodo juga konsisten mengaplikasikan metode point count dengan vantage point yakni pergi menjelajah ke suatu wilayah dengan ketinggian tertentu untuk mencatat semua burung kakatua kecil jambul kuning yang dijumpai di titik lokus pengamatan. Metode ini sangat sesuai diimplementasikan di dalam kawasan Taman Nasional Komodo karena dalam teknis pelaksanaannya memiliki kesesuaian dengan topografi kawasan Taman Nasional Komodo yang berbukit dan memiliki lembah yang luas. Pengamatan dari puncak ketinggian ini memudahkan petugas untuk mengamati pergerakan burung kakatua kecil jambul kuning di titik lokus pengamatan dibandingkan dengan menggunakan metode konsentrasi ataupun line transect. Kegiatan monitoring populasi burung kakatua kecil jambul kuning ini dilaksanakan selama tujuh hari pengamatan dengan dua kali pengulangan setiap harinya. Pengulangan pengamatan dilakukan pada pukul 05:00 – 07:00 dan pukul 17:00 – 18:30. Para ranger kemudian akan menganalisa nilai estimasi populasi berdasarkan perhitungan jumlah individu kakatua yang dijumpai selama kegiatan monitoring dilangsungkan. Pohon tidur kakatua pada lokus kegiatan monitoring di Hutan Batu Balok dan Loh Mondo hanya terpantau pada pohon mangrove dan gebang yang sudah mati. Estimasi populasi kakatua kecil jambul kuning di wilayah kerja Resort Kampung Rinca pada tahun 2022 mencapai + 58 ekor. Populasi kakatua kecil jambul kuning di wilayah kerja Resort Kampung Rinca dalam lima tahun terakhir (2017 – 2021) antara lain: + 57 ekor (2017), + 42 ekor (2018), + 40 ekor (2019), + 89 ekor (2020), dan + 56 ekor (2021). Data yang dihasilkan dari kegiatan monitoring ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan yang krusial bagi penyempurnaan pengelolaan satwa liar di Taman Nasional Komodo serta turut memberikan kontribusi praktik keilmuan dari tingkat tapak bagi the body of knowledge ilmu pengetahuan di dunia. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Penyuluh Kehutanan Pertama - Fahri Ikhlas, S.Hut. (+6281238715593) Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Muda - Kresensia Boo, S.Hut. (+62 Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo +6282145675612
Baca Artikel

Balai TN Komodo Kukuhkan Saka Wanabakti Angkatan Ke-29

Labuan Bajo, 24 Maret 2022. Para pelajar tingkat menengah atas dan sederajat yang mendaftarkan diri bergabung dengan Saka Wanabakti Balai Taman Nasional Komodo angkatan ke-29 akhirnya resmi dikukuhkan menjadi anggota. Kegiatan pendidikan dasar dan pelantikan anggota ini dilaksanakan pada tanggal 18 – 20 Maret 2022 di Kantor Kwartir Cabang 2416 Manggarai Barat yang dikoordinir oleh Tenaga Pengamanan Hutan Resort Kampung Kerora (Alwi) dan tim instruktur lainnya yang telah mendedikasikan dirinya untuk kemajuan Saka Wanabakti Balai Taman Nasional Komodo. Kegiatan Pendidikan Dasar Saka Wanabakti sendiri merupakan kegiatan orientasi yang bertujuan memberikan pemahaman dasar tentang Kesakaan secara umum dan menjelaskan filosofi organisasi Saka Wanabakti kepada para anggota baru. Saka Wanabakti Tingkat Cabang Manggarai Barat Pangkalan Balai Taman Nasional Komodo telah aktif berkiprah sejak tahun 1993 sampai dengan 2022. Berbagai kegiatan telah diselenggarakan oleh anggota dan instruktur Saka Wanabakti selama periode pengabdiannya. Kegiatan-kegiatan tersebut diantaranya merupakan kegiatan perkemahan, pembinaan rutin untuk pendalaman krida, dan aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan di Manggarai Barat. Kegiatan Pendidikan Dasar Saka Wanabakti pada kesempatan ini diikuti oleh Pramuka Penegak dari lima sekolah tingkat menengah atas dan sederajat di Labuan Bajo. Adapun sekolah yang berpartisipasi antara lain: MAN Manggarai Barat, SMAN 2 Komodo, SMKN 1 Labuan Bajo, SMKN 3 Komodo, dan SMK Stella Maris Labuan Bajo. Kegiatan Pendidikan Dasar dan Pelantikan anggota baru ini mendapatkan dukungan penuh dari pimpinan Balai Taman Nasional Komodo dengan turut hadirnya Kepala Sub Bagian Tata Usaha (Dwi Putro Sugiarto) selaku Ketua Pimpinan Saka Wanabakti Balai Taman Nasional Komodo. Alwi berharap agar kegiatan kepemudaan yang dilaksanakan oleh Saka Wanabakti Balai Taman Nasional Komodo dapat menginspirasi muda mudi pelajar di Kabupaten Manggarai Barat untuk turut bergabung dan berkarya dalam dunia kepramukaan. Tentunya pengalaman aktif berorganisasi di luar sekolah melalui Saka Wanabakti diharapkan dapat mempersiapkan soft skills para pelajar ketika hendak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi ataupun ingin langsung terjun ke dunia kerja. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Tenaga Pengamanan Hutan Resort Kampung Kerora - Alwi (+6281238715593) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo +6282145675612
Baca Artikel

Ranger Goes to School Meriahkan Program KSDAE Mengajar

Labuan Bajo, 22 Maret 2022. Direktur Jenderal KSDAE (Wiratno) dan Gubernur Nusa Tenggara Timur (Viktor Bungtilu Laiskodat) menghadiri soft launching program KSDAE Mengajar di SMAN 3 Fatuleu, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Program KSDAE Mengajar merupakan program kependidikan yang digagas oleh Direktur Jenderal KSDAE dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan pelajar di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Program KSDAE Mengajar ini direncanakan akan diimplementasikan secara nasional dan agar dilaksanakan oleh seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) dibawah naungan Direktorat Jenderal KSDAE pada masing-masing wilayah kerjanya. Direktur Jenderal KSDAE menyatakan bahwa uji coba program KSDAE Mengajar dilaksanakan di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Hal ini dikarenakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Ditjen KSDAE lingkup Provinsi Nusa Tenggara Timur sudah memulai menyelenggarakan program KSDAE Mengajar secara parsial. Sebagai contoh, Balai Taman Nasional Komodo telah menginisiasi Ranger Goes to School dengan melibatkan 21 tenaga pengajar baik yang terdiri dari jajaran pejabat fungsional binaan KLHK maupun praktisi perseorangan dengan latar belakang keahlian yang beragam. Program Ranger Goes to School sendiri telah dimulai sejak Bulan Februari 2022 dan akan rampung dilaksanakan pada Bulan Mei 2022. Total sekolah yang berpartisipasi dalam program ini mencapai 3 sekolah (2 SMKN dan 1 SMAN) dengan total siswa mencapai 427 orang didominasi oleh siswa kelas X jurusan ekowisata dan selam bahari. Program Ranger Goes to School sendiri digagas oleh Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama (Muhammad Ikbal Putera). Adapun bentuk program KSDAE Mengajar yang dilakukan oleh UPT Ditjen KSDAE lain di Nusa Tenggara Timur antara lain school visits, green school, dan EKSATLI. Dalam rangka memeriahkan soft launching KSDAE Mengajar, tim pengajar Ranger Goes to School menyajikan pelaporan langsung (live reporting) dari SMKN 3 Komodo bersama dengan Kepala Balai Taman Nasional Komodo (Lukita Awang Nistyantara), Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Nusa Tenggara Timur (Ondy Christian Siagian), dan Kepala SMKN 3 Komodo (Hortensia Herima). Pelaporan langsung di SMKN 3 Komodo ini dipandu oleh Penyuluh Kehutanan Pertama (Fahri Ikhlas) dengan mempersilakan para pimpinan menyampaikan testimoni terhadap pelaksanaan kegiatan Ranger Goes to School kaitannya dengan penyelenggaraan program KSDAE Mengajar secara bergantian. Live reporting yang berlangsung kurang lebih selama 5 menit ini ditutup dengan disampaikannya testimoni dari salah satu perwakilan siswa SMKN 3 Komodo yang telah mengikuti rangkaian kelas Ranger Goes to School selama delapan minggu. Tim pengajar Ranger Goes to School Balai Taman Nasional Komodo berharap agar program KSDAE Mengajar ini dapat diberlakukan di seluruh UPT lingkup Ditjen KSDAE agar kualitas pendidikan pelajar Indonesia dapat ditingkatkan. Balai Taman Nasional Komodo menargetkan agar mata pelajaran ‘Pendidikan Konservasi Taman Nasional Komodo’ sebagai inti materi Ranger Goes to School dapat menjadi muatan lokal bagi seluruh sekolah lingkup Kabupaten Manggarai Barat. Hal ini diharapkan dapat menginspirasi UPT lingkup Ditjen KSDAE lain untuk merencanakan hal serupa dan membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak guna mewujudkan visi dan misi yang diinginkan. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Polisi Kehutanan Pertama - Ikhwan Syahri, S.Hut. (+628157705527) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo - +6282145675612
Baca Artikel

Intepreter Andalan Balai TN Komodo di COP Minamata Bali

Labuan Bajo, 23 Maret 2022. Biro Humas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan turut memeriahkan pelaksanaan Conference of the Parties (COP) ke – 4 Minamata Convention on Mercury di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC) dari tanggal 21 – 25 Maret 2022 dengan membangun booth Paviliun Indonesia selama rangkaian kegiatan berlangsung. Paviliun Indonesia ini menyajikan informasi pariwisata seputar Taman Nasional Komodo dan Taman Nasional Bali Barat bagi para delegasi negara anggota yang hadir secara langsung. Balai Taman Nasional Komodo berpartisipasi aktif dalam COP-4 Minamata dengan menugaskan interpreter bilingual andalannya yaitu Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama (Muhammad Ikbal Putera) untuk hadir di lokasi acara. Video promosi berbagai kegiatan pengelolaan Taman Nasional Komodo dipertunjukan pada acara internasional tersebut. Salah satu video yang paling diminati adalah video Virtual Tour Taman Nasional Komodo dan video peringatan Hari Ranger Sedunia. Ini merupakan COP pertama yang diselenggarakan di luar Jenewa dan dibuka langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Dr. Ir Siti Nurbaya Bakar, M.Sc.) pada tanggal 21 Maret 2022. COP-4 Minamata ini berupaya mendorong perumusan rencana aksi terkait pemberhentian penggunaan merkuri pada berbagai sektor industri negara-negara anggota. Isu merkuri ini sepatutnya menjadi perhatian global dimana kerjasama multilateral diantara negara anggota COP-4 sangat krusial untuk menjadikan merkuri sebagai bagian dari sejarah. “Make Mercury History”, begitulah seruan kampanye Konvensi Minamata tentang merkuri. Penggunaan merkuri perlu diberhentikan penggunaannya karena banyak menimbulkan dampak merugikan baik bagi lingkungan maupun kesehatan manusia. Menteri Siti menyampaikan bahwa Pemerintah Indonesia berkomitmen menghentikan penggunaan merkuri dengan menjalankan kebijakan nasional untuk mencapai Indonesia bebas merkuri pada tahun 2030. Komitmen negara-negara di dunia terhadap kelestarian lingkungan terlihat dengan berdiri tegaknya Konvensi Minamata yang hampir memasuki usia ke-5 tahun. Keanggotaan Konvensi Minamata pada pelaksanaan konvensi yang pertama mencapai 50 negara anggota, namun saat ini telah berkembang jadi 130 negara anggota. Menteri Siti menuturkan bahwa negara anggota yang hadir pada COP-4 Minamata banyak membawa tantangan negaranya sendiri. Tantangan ini tentunya akan menjadi evaluasi dari konvensi dengan melihat seberapa jauh negara anggota mampu menerapkan dan mengevaluasi yang telah disepakati dan mampu mengukurnya dengan metodologi yang efektif. Perdagangan ilegal merkuri juga menjadi tantangan lain yang negara anggota perlu hadapi. “Indonesia sebagai salah satu negara yang terkena dampak merasa perlu bekerja sama untuk memerangi perdangan ilegal merkuri, mengingat sifat kegiatannya yang lintas batas, dan dampak negatif dari penggunaan merkuri dapat merugikan baik bagi kesehatan manusia mapun lingkungan”, ungkap Menteri Siti, pada Siaran Pers Biro Humas KLHK pada tanggal 23 Maret 2022 pagi ini. Penyelenggaraan COP-4 Minamata di Bali ini akan menjadi tonggak sejarah penting bagi negara anggota dalam penanganan dan penghapusan merkuri. Salah satu outcome dari pelaksanaan COP-4 Minamata adalah Bali Declaration. Bali Declaration merupakan deklarasi poitik yang tidak mengikat yang memiliki tiga tujuan yaitu tujuan jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Deklarasi ini bertujuan untuk mengarusutamakan masalah dan urgensinya yang diiringi dengan kolaborasi dan kerja sama terkait dengan tata kelola penanganan perdagangan ilegal merkuri. Bali Declaration telah diluncurkan dan diadopsi pada tanggal 21 Maret 2022 pada salahs atu sesi di COP-4 Minamata Convention on Mercury. Deklarasi ini dihadiri langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan bersama dengan Sekretaris Eksekutif Konvensi Minamata (Monika Stankiewicz), Presiden COP-4 Minamata sekaligus Direktur Jenderal PSLB3 (Rosa Vivien Ratnawati, S.H., M.Sc.), CEO Global Environment Facility (Carlos Manuel Rodriguez), dan Ketua Delegasi Republik Indonesia (Muhsin Syihab). Pemerintah Indonesia memastikan implementasi kebijakan pusat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan dengan memberikan ruang konsultasi dan akan melakukan pembinaan kepada pemerintah daerah. Salah satu bentuk dukungan yang diberikan adalah diantaranya: (1) memastikan pengelolaan data dan informasi kadar merkuri, status dan proyeksi, (2) mengadakan program pemulihan untuk lahan yang terkontaminasi merkuri, (3) mendesain proyek percontohan teknologi pengolahan emas bebas merkuri, serta (4) melakukan penelitian dan kampanye untuk mengakhiri penggunaan merkuri. Sumber Berita: Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S. (+6281310300678) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo +6282145675612
Baca Artikel

Apa Rasanya Menjadi Ranger Cilik TN Komodo Selama 3 Hari

Labuan Bajo, 17 Maret 2022. SMKN 3 Komodo terpilih sebagai Pemenang Pertama kompetisi Youth Ranger Komodo Festival tahun 2022. Karya ‘Miniatur Wae Rebo’ terpilih menjadi juaranya oleh karena gagasan/pesan karya, komposisi bahan, tingkat kesulitan pembuatan, dan nilai estetika. SMKN 3 Komodo juga memenangkan peringkat kedua kompetisi Youth Ranger Komodo Festival dengan mengusung karya ‘Miniatur Patung Komodo dan Pulau Padar’, disusul dengan SMKN 1 Labuan Bajo yang memenangkan peringkat ketiga dengan karya ‘Lampion Lampu Tidur’. Pemenang Pertama berkesempatan menjadi ‘Ranger Cilik’ selama tiga hari diajak beraktivitas di dalam kawasan Taman Nasional Komodo mengikuti rutinitas ranger melakukan penjagaan dan monitoring populasi satwa liar di wilayah kerja resortnya masing-masing. Youth Ranger Komodo Festival diselenggarakan Ranger Balai Taman Nasional Komodo dengan tema kreasi daur ulang sampah dan edukasi konservasi memperingati Hari Bakti Rimbawan yang ke-39. Kompetisi kreasi daur ulang sampah ini merupakan kali kedua Balai Taman Nasional Komodo mengadakan kegiatan bakti lingkungan bersama masyarakat. Balai Taman Nasional Komodo sukses menyelenggarakan kreasi daur ulang sampah yang dikemas dengan nama ‘Festival Warna’ bekerjasama dengan komunitas Green Leaders Indonesia pada tahun 2021 silam. Kompetisi Youth Ranger Komodo Festival tahun 2022 diperuntukan khusus bagi pelajar tingkat menengah atas dan sederajat lingkup Kabupaten Manggarai Barat. Peserta merupakan kelompok yang terdiri dari 4 orang siswa dan 1 orang guru pendamping dari masing-masing sekolah. Pendaftaran kompetisi Youth Ranger Komodo Festival dimulai pada tanggal 10 – 15 Maret 2022 dengan puncak acara pada tanggal 16 Maret 2022 bersamaan dengan peringatan Hari Bakti Rimbawan ke-39. Terdapat 4 sekolah yang mendaftarkan diri sebagai peserta, yaitu: SMKN 1 Labuan Bajo, SMKN 3 Komodo, SMAN 3 Komodo, dan MAN Manggarai Barat. Masing-masing sekolah hanya dapat mengirimkan maksimal 3 peserta pada kompetisi ini. Total peserta dari keempat sekolah yang memenuhi persyaratan pendaftaran mencapai 8 kelompok peserta. Youth Ranger Komodo Festival turut menghadirikan tiga orang narasumber lokakarya bagi para peserta kompetisi. Adapun narasumber yang dihadirkan antara lain: Maria Rosdalima Panggur (Pengendali Ekosistem Hutan Pertama), Marta Muslin (Koordinator Nasional Indonesian Waste Platform), dan Tibursius Hani (Flores Manager Programme Burung Indonesia). Ketiga narasumber menyampaikan materi terkait dengan permasalahan dan pengelolaan sampah di sekitar kawasan Taman Nasional Komodo. Peserta antusias mendengarkan materi narasumber karena disuguhkan permainan interaktif secara daring oleh panitia yang diikuti oleh seluruh siswa dan guru selama acara berlangsung. Juri kompetisi kreasi daur ulang sampah dan edukasi konservasi ‘Youth Ranger Komodo Festival’ tahun 2022 terdiri dari Duta Wisata Provinsi Nusa Tenggara Timur Tahun 2015 (Muhammad Ikbal Putera), praktisi bidang pariwisata dan manajemen bisnis dari SUSTOUR Swisscontact Indonesia (Ayu Dini Kartika Putri), dan praktisi bidang UMKM dan pemberdayaan perempuan dari Rumah Pekerti Labuan Bajo (Margaretha Subekti). Proses penilaian karya seni diinterpretasi oleh seorang kurator yang merupakan praktisi bidang pariwisata dari SUSTOUR Swisscontact Indonesia (Anggi Januar Pratama). Kurator bertanggungjawab memfasilitasi distribusi narasi masing-masing karya untuk dibacakan dihadapan ketiga juri. Balai Taman Nasional Komodo berharap dengan diselenggarakannya berbagai kegiatan festival kemasyarakatan dapat meningkatkan kesadaran lingkungan khususnya bagi para pelajar di Kabupaten Manggarai Barat. Program Youth Ranger Komodo Festival dan Program Ranger Goes to School merupakan bukti kontribusi nyata Balai Taman Nasional Komodo terhadap peningkatan kualitas pendidikan dan penyadartahuan lingkungan masyarakat secara luas. Kami berharap agar kegiatan ini dapat menginspirasi Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup KSDAE lain untuk menyelenggarakan program serupa di wilayah kerjanya masing-masing. Sumber : Balai Taman Nasional Komodo Penanggungjawab Berita: Kepala Balai Taman Nasional Komodo - Lukita Awang Nistyantara, S.Hut., M.Si. (+6285215959862) Penulis Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S. (+6281310300678) Penyunting Berita: Pengendali Ekosistem Hutan Pertama - Muhammad Ikbal Putera, S.Hut., M.S. (+6281310300678) Informasi Lebih Lanjut: Call Center Balai Taman Nasional Komodo +6282145675612
Baca Artikel

Kelompok Masyarakat Ekowisata TaNa Bentarum Belajar Regulasi Keuangan

Putussibau, 17 Maret 2022. Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (Balai Besar TaNa Bentarum) menggelar pelatihan pengelolaan keuangan di Hotel Multi Sentosa bagi kelompok pengelola pariwisata yang berasal dari kawasan Taman Nasional Danau Sentarum. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kelompok masyarakat dalam mengelola ekowisata khususnya pengelolaan keuangan. Pelatihan yang bertajuk “Pelatihan Pengelolaan Keuangan Untuk Ekowisata Keberlanjutan di Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum (TaNa Bentarum) Berbasis Masyarakat” ini akan membuka wawasan peserta mengenai pengantar pariwisata berkelanjutan, pemahaman dasar pengelolaan keuangan, pelaporan dan pembukuan sederhana baik itu secara teori maupun praktik. Pelatihan yang dilaksanakan mulai tanggal 15 sampai 17 Maret 2022 ini dihadiri 30 peserta kelompok pengelola pariwisata. Selain itu, hadir juga Kepala Balai Besar TaNa Bentarum, Wahju Rudianto didampingi perwakilan pejabat administator lingkup Balai Besar TaNa Bentarum. Adapun narasumbernya berasal dari Indonesian Ecoturism Network (Indecon) yang ahli dibidangnya. Wahju Rudianto dalam sambutannya menyebutkan bahwa Balai Besar TaNa Bentarum selalu berupaya dalam meningkatkan kapasitas masyarakat untuk berkelompok dan berorganisasi. “Kedepan semoga Balai Besar Balai Besar TaNa Bentarum dapat terus memberikan dukungan berupa pembinaan, sehingga kelompok dapat terus maju, berkembang, berkontribusi kepada negara dan kelestarian alam tetap terjaga”, tuturnya. Selain akan diberikan ilmu tentang dasar manejemen ekowisata dan pengelolaan keuangan, Wahju Rudianto berharap peserta bisa memahami regulasi/aturan pengajuan izin usaha pemanfaatan jasa wisata alam. Sumber : Sahal Muadz - Penyuluh Kehutanan Balai Besar Taman Nasional Betung Kerihun dan Danau Sentarum
Baca Artikel

Booster Rimbawan Sumbar di Peringatan Hari Bakti Rimbawan

Padang, 18 Maret 2022. Memperingati Hari Bhakti Rimbawan ke 39 tahun 2022 sekaligus sebagai tindak lanjut dari arahan Menteri Lingkungan dan Kehutanan agar seluruh pejabat dan staf, baik yang berada di pusat maupun daerah yang belum melaksanakan vaksinasi dosis ke tiga (booster) agar segera melaksanakan vaksinasi tersebut dengan fasilitas kesehatan setempat. BKSDA Sumatera Barat mengikuti vaksinasi dosis ke tiga (Booster) sebagai upaya penanganan dan penyebaran Covid-19 bagi karyawan/i UPT KLHK Sumatera Barat beserta anggota keluarga. Vaksinasi ini difasilitasi dan dilaksanakan di ruang rapat kantor UPT BPDASHL Agam Kuantan ini telah berhasil memvaksin sebanyak 71 (tujuh puluh satu) orang. Pada kesempatan ini Kepala BKSDA Sumatera Barat, Ardi Andono menyatakan bahwa vaksinasi ini merupakan wujud dari peran aktif BKSDA Sumatera Barat beserta UPT Kementerian LHK Sumatera Barat dalam menekan penyebaran Covid-19. Beliau juga mengajak agar seluruh staf turut aktif dalam mendukung program pemerintah ini, untuk kesehatan dan mencegah semakin meluasnya pandemi ini. Sumber : Balai KSDA Sumatera Barat
Baca Artikel

Menembus Angan, Menggapai Cita: KTH Kuta Lestari, Belajar Berdaya dengan Lebah Trigona

Sukabumi, 17 Maret 2022. Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) kembali mengedukasi masyarakat di sekitar kawasan yang merupakan anggota kelompok tani hutan (KTH) Kuta Lestari. Kegiatan ini dilakukan sebagi upaya pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan dan alih mata pencaharian, karena sebelumnya merupakan penggarap di dalam kawasan. Seluruh anggota KTH Kuta Lestari hadir dengan melibatkan fasilitator dari Penyuluh Kehutanan CDK III Jawa Barat dan narasumber dari KTH Giri Catur Desa Kuta Jaya, Bapak Ridwan, yang menceritakan success story-nya sebagai KTH yang telah lebih dahulu bergelut dengan usaha budidaya lebah madu. Hal ini bertujuan sebagai pemicu bagi anggota KTH Kuta Lestari agar semakin bersemangat dalam upaya menggapai cita. Edukasi lanjutan ini dilakukan sebagai langkah awal persiapan membentuk Demplot Budidaya Lebah Madu Trigona KTH Kuta Lestari. Pada kegiatan diskusi ini, Bapak Ridwan memberikan tips dan trik bagaimana budidaya lebah madu trigona ini dapat berhasil, serta manfaat apa saja yang dapat diperoleh dari budidaya lebah madu trigona selain madu itu sendiri, diantaranya ada propolis dan bipolen yang sudah terkenal kaya manfaat. Melihat bagaimana antusiasme dari anggota KTH Kuta Lestari dan potensi lebah madu trigona dan pakannya yang berasal dari kawasan, maka kedepannya BBTNGGP akan menindaklanjuti dengan pemberian stimulan dan pendampingan hingga masyarakat bisa memproduksi madu secara mandiri. Direncanakan jenis lebah trigona yang akan dikembangkan oleh KTH Kuta Lestari adalah lebah trigona itama (Heterotrigona itama) dan lebah trigona laevicep (Tetragonula laeviceps). Bapak Deden sebagai salah satu anggota KTH Lestari mengucapkan terima kasih atas keseriusan TNGGP dalam mendampingi dan memberdayakan masyarakat. Semoga usaha budidaya lebah madu yg akan dikembangkan oleh KTH Kuta Lestari bisa menjadi alternatif mata pencaharian kelompok sehingga mengangkat ekonomi kelompok khususnya dan masyarakat sekitar kawasan TNGGP pada umumnya. Sumber : Yusnita Dewi - Pengolah Data Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango Dokumentasi : Publikasi Bidang II Sukabumi - BBTNGGP
Baca Artikel

Pengawetan Bekantan Melalui PKS Penguatan Fungsi

Banjarbaru, 10 Maret 2022 – Perjanjian Kerja Sama Antara Balai KSDA Kalimantan Selatan dengan PT Hasnur Citra Terpadu telah dilakukan pertemuan di ruang rapat kantor Balai KSDA Kalimantan Selatan, Kamis (10/3) Hadir pada kesempatan ini Kepala Balai KSDA Kalsel Dr. Ir. Mahrus Aryadi, M.Sc., Kepala Sub Bag TU BKSDA Kalsel Suwandi, S.Hut., M.A, Kepala Seksi Konsevasi Wilayah I Pelaihari yang diwakili oleh Edi Prasetyo, Koordinator Kerja Sama Franscisca SJM, S.H dan staf terkait. Pihak PT Hasnur Citra Terpadu dihadiri oleh Direktur Operasional Agung Susanto, Manager Safety Health & Environment (SHE) Abraham K. Bangun, SHE & Sustainability Zulfikar, dan SHE Officer Dody Poernomo. Pertemuan ini dilakukan dalam rangka penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Penguatan Fungsi Tentang Konservasi Keanekaragaman Hayati Melalui Pemantauan Tumbuhan Dan Satwa Liar Khususnya Bekantan Di Lingkungan Kerja PT Hasnur Citra Terpadu Kabupaten Tapin Provinsi Kalimantan Selatan. Bapak Agung Susanto dalam sambutannya mengatakan menyambut baik dan berterima kasih kepada BKSDA Kalsel atas dukungannya dengan ditandatanganinya Perjanjian Kerja Sama ini. “Kami menyambut baik inisiatif dari PT. Hasnur Citra Terpadu untuk turut melestarikan satwa liar khususnya Bekantan. Habitat Bekantan yang berada di wilayah kerja PT Hasnur Citra Terpadu dapat juga dijadikan Kawasan Ekonomi Esensial.” kata Mahrus Aryadi dalam sambutannya. “Selain itu juga, harapan kami dengan adanya Perjanjian Kerja Sama ini dapat membantu pemerintah dalam melestarikan dan menyelamatkan Bekantan yang merupakan satwa endemik Kalimantan”, tambahnya. Perjanjian kerja sama ini dilakukan untuk mengakomodir pemantauan tumbuhan dan satwa liar khususnya Bekantan di lingkungan kerja PT Hasnur Citra Terpadu. Ruang lingkup kerja sama ini meliputi Pengawetan tumbuhan dan satwa liar berupa identifikasi tumbuhan dan satwa liar dan Penguatan kelembagaan berupa sosialisasi dan atau penyuluhan di bidang konservasi. Masa berlaku kerja sama ini 5 (lima) tahun terhitung sejak ditandatangani dokumen PKS. (ryn) Sumber : Francisca SJM, S.H., M.Ling - Balai KSDA Kalimantan Selatan
Baca Artikel

Bukan Listrik Masuk Desa, Listrik Masuk TWA Saibi Sarabua

Padang, 14 Maret 2022. Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat (BKSDA Sumbar) dan General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Barat mendandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pembangunan Strategis yang Tidak Dapat Dielakkan dalam rangka Pembangunan dan Pengoperasian Jaringan dan Pembangkit Listrik di Taman Wisata Alam (TWA) Saibi Sarabua, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Provinsi Sumatera Barat, Senin (14/3) di Aula Unit Induk Wilayah Sumatera Barat. Kesepakatan ini untuk menjamin terwujudnya keutuhan, kelestarian dan manfaat kawasan TWA Saibi Sarabua, serta meminimalkan dampak negatif baik langsung maupun tidak langsung sebagai akibat penempatan dan pengoperasian jaringan listrik dan pembangkit tenaga listrik di TWA Saibi Sarabua. Areal kerja sama secara keseluruhan terdiri dari 94 unit tiang, total panjang jaringan ±4,078 Km dan areal Pembangkit Tenaga Diesel (PLTD) berada di kawasan TWA Saibi Sarabua, Provinsi Sumatera Barat. Adapun ruang lingkup PKS tersebut meliputi : pembangunan, pemeliharaan dan operasional jaringan listrik serta pembangkit tenaga listrik di TWA Saibi Sarabua, perlindungan dan pengamanan kawasan, pengawetan flora dan fauna di TWA Saibi Sarabua, peningkatan peran dan pemberdayaan masyarakat sekitar kawasan, penguatan kelembagaan dan perencanaan, monitoring dan evaluasi kerja sama secara berkala. General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Sumatera Barat, Ir. H. Toni Wahyu Wibowo, MM, MBA mengharapkan bahwa PKS yang telah disekapati tersebut dapat bermanfaat dan mendorong penyediaan pembangkit dan jaringan listrik, khususnya yang melintasi kawasan konservasi, sementara Kepala Balai KSDA Sumatera Barat, Ardi Andono, S.T P, M.Sc menegaskan bahwa PKS merupakan salah satu instrumen bagi pelaksanaan kegiatan perlindungan, pengawetan dan pemanfaatan sumber daya alam secara lestari dan berharap kelestarian kawasan konservasi yang merupakan kekayaan alam milik bangsa dapat dipertahaakan dan diwariskan kepada generasi mendatang tanpa kehilangan nilai dan kemanfaatannya. Sumber : Balai KSDA Sumatera Barat
Baca Artikel

Aktif Bersama Kawula Muda

Lubuk Kembang Bunga, 14 Maret 2022 -– Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah I Lubuk Kembang Bunga (LKB) Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) bersama dengan jajaran menghadiri undangan dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ekonomi dan Sosial UIN Suska Riau di Dusun 5 Pondok Kompeh Desa Lubuk Batu Tinggal Kecamatan Lubuk Batu Jaya Kabupaten Indragiri Hulu, Jumat (11/3). Kegiatan ini dilaksanakan untuk mendampingi mahasiswa dalam rangka pengabdian kepada masyarakat di Desa Lubuk Batu Tinggal yang berdampingan dengan TN Tesso Nilo dan dihadiri oleh Kepala Desa Lubuk Batu Tinggal dan jajaran. Dalam kegiatan ini diberikan arahan sekaligus dialog antara Kepala SPTN Wilayah I LKB, Pemerintah Desa Lubuk Batu Tinggal dengan seluruh mahasiswa. Setelah berdialog, tim melakukan pengecekan dan pemeriksaan terhadap jajaran pengurus Kelompok Tani Mitra Sejahterah bahwa diketahui hewan ternak kambing telah melahirkan anak sebanyak 3 ekor. Namun ada hewan yang mati berjumlah 6 ekor. Kelompok Tani Mitra Sejahtera perlu dilakukan pendampingan secara konsisten agar peternakan kambing ini maju di kemudian hari. Hasil pengecekan dan pemeriksaan dituangkan dalam Berita Acara Kematian Hewan Ternak dengan dilengkapi dokumentasi. Hasil pengecekan juga akan digunakan sebagai bahan evaluasi untuk KTH tersebut kedepannya. Kegiatan ditutup dengan penanaman bersama 400 batang jenis Rambutan di Dusun 5 Pondok Kompeh tepatnya di kiri – kanan jalan menuju Bukit Apolo. Sumber : Balai Taman Nasional Tesso Nilo
Baca Artikel

Donor Darah Membuka Rangkaian Hari Bakti Rimbawan Sumatera Barat

Padang, 14 Maret 2022. Rangkaian acara Hari Bhakti Rimbawan (HBR) 2022 lingkup UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di wilayah Sumatera Barat, segenap jajaran Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Barat (BKSDA Sumbar) melakukan aksi sosial yakni donor darah di aula kantor Balai Taman Nasional (TN) Siberut, Senin (14/3). Kegiatan diikuti oleh seluruh karyawan/karyawati BKSDA Sumbar, Balai Taman Nasional Siberut, Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Agam Kuantan (BPDAS HL AK) dan Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II TNKS (BPTN Wil II BBTNKS) serta Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat dengan total pendonor sebanyak 21 orang. Menurut petugas PMI Kota Padang, manfaat yang diperoleh jika kita melakukan donor darah, diantaranya menjaga kesehatan jantung, meningkatkan produksi sel darah merah, membantu mengurunkan sel darah merah, mendapatkan kesehatan psikologis dan mendeteksi penyakit serius. Kepala BKSDA Sumbar, Ardi Andono menyampaikan terima kasih kepada karyawan/karyawati yang telah mendonorkan darahnya, beliau berharap kegiatan donor ini bisa rutin dilaksanakan karena donor ini selain sehat juga dapat membantu masyarakat yang memerlukan donor darah. Kegiatan ini bukti nyata dari kepedulian Rimbawan Sumatera Barat kepada masyarakat Sumatera Barat. Kegiatan ini dipanitiai oleh Balai TN Siberut bekerja sama dengan PMI Kota Padang. Sumber : Balai KSDA Sumatera Barat
Baca Artikel

Rimbawan Sumatera Utara Aksi Bersih di TWA Sibolangit

Sibolangit, 14 Maret 2022. Sekitar 60 orang rimbawan lingkup UPT Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Sumatera Utara, diantaranya Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser, Balai Pengamanan dan Penegakkan Hukum Wilayah Sumatera, Balai Pengelolaan DAS dan Hutan Lindung Wampu Sei Ular serta Balai Pengelolaan Hutan Produksi Wilayah II Medan, dan juga dari Kelompok Sadar Wisata Alam (Pokdarwis) Sibolangit Berseri melakukan kegiatan aksi bersih dalam rangka memperingati Hari Bakti Rimbawan Tahun 2022 di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit, pada Sabtu, 12 Maret 2022 Dasar dari penyelenggaraan kegiatan aksi bersih ini mengacu kepada Surat Sekretaris Jenderal Kementerian LHK Nomor : S.142/Setjen/Roum/Set.1/3/2022 tanggal 9 Maret 2022, hal Peringatan Hari Bakti Rimbawan Tahun 2022, yang mengusung tema “Rimbawan Menjaga Lingkungan, Menyukseskan Presidensi G20 Indonesia”. Ketua Panitia, Mustafa Imran Lubis, SP., Kepala Bidang KSDA Wilayah I Kabanjahe, dalam sambutannya menyebutkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan juga dalam rangka menjalin dan membangun kembali tali silaturahim sesama rimbawan Sumatera Utara, yang selama ini sedikit terkendala akibat pandemi covid-19 yang melanda Indonesia umumnya dan Sumatera Utara khususnya. Sedangkan Plt. Kepala Balai Besar KSDA Sumatera Utara, Ir. Irzal Azhar, M.Si., yang juga Koordinator UPT Kementerian LHK Sumatera Utara, dalam sambutannya menjelaskan bahwa aksi bersih dilaksanakan sesuai dengan arahan surat Sekretaris Jenderal Kementerian LHK, kegiatan aksi bersih di Sumatera Utara dilaksanakan di kawasan TWA Sibolangit, mengingat bahwa Sibolangit merupakan wilayah yang sangat penting karena menjadi catchmen area (daerah tangkapan air) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan air bersih yang bukan hanya mensuplai kebutuhan masyarakat di sekitar Sibolangit saja, tetapi juga sebagian masyarakat yang ada di Kota Medan. Oleh karena itu, kegiatan ini sekaligus juga menjadi momen sosialisasi dan awareness kepada masyarakat untuk menjaga kelestarian kawasan hutan yang ada di sekitar Sibolangit termasuk TWA Sibolangit, agar bisa terus memberi kontribusi dalam penyediaan air bersih. Aksi bersih dilakukan di empat titik di dalam kawasan dan berhasil mengumpulkan sembilan karung plastik sampah, terdiri dari 8 kantong plastik berisi sampah organik dengan berat 64 kg dan 1 kantong berisi sampah plastik dengan berat 15 kg, sehingga total keseluruhan sampah yang terkumpul seberat 79 kg. Khusus untuk sampah organik berupa daun-daun kering dikembalikan ke kawasan untuk diolah secara alami menjadi humus, sedangkan sampah plastik dikumpulkan dan akan dibuang ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang ada di Kecamatan Sibolangit. Aksi bersih telah berakhir, harapannya apa yang telah dilakukan rimbawan Sumatera Utara memberi kontribusi dalam menjaga lingkungan khususnya kawasan TWA Sibolangit. Selain itu momen Hari Bakti Rimbawan juga diharapkan menumbuhkan jalinan kebersamaan yang lebih harmonis lagi di lingkup rimbawan Sumatera Utara. Sumber : Samuel Siahaan, SP. - PEH Balai Besar KSDA Sumatera Utara

Menampilkan 1.761–1.776 dari 2.311 publikasi